Grobogan Nyerah Kejar Adipura, Ini Pemicunya

Pengelolaan sampah di TPA Purwodadi selama ini masih memakai model open dumping yang dinilai belum ramah lingkungan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pengelolaan sampah di TPA Purwodadi selama ini masih memakai model open dumping yang dinilai belum ramah lingkungan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski cukup berat namun, Pemkab Grobogan tetap berupaya agar bisa mendapatkan lagi piala Adipura tahun ini. Hal itu disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Grobogan Ahmadi Widodo.

Menurutnya, selama ini pihaknya sudah pernah menyabet piala Adipura sebanyak empat kali. Masing-masing, pada tahun 2009, 2010, 2012 dan 2013.

“Penilaian Adipura sekarang ini lebih berat dibandingkan sebelumnya karena ada beberapa perubahan dalam metode penilaian. Meski begitu kita tetap akan berupaya semaksimal mungkin,” kata Ahmadi didampingi Sekretaris BLH Nugroho Agus Prastowo.

Diakui, kans untuk meraih Adipura tahun ini memang kecil. Salah satu kendalanya adalah soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi. Pengelolaan sampah di TPA, selama ini masih memakai model open dumping yang dinilai belum ramah lingkungan. Padahal, soal TPA ini skor nilainya paling tinggi dalam penilaian Adipura tersebut.

“Selama TPA masih dikelola dengan model open dumping yang dinilai belum ramah lingkungan maka kesempatan meraih Adipura cukup berat. Soalnya, masalah TPA sekarang ini jadi salah satu perhatian utama, tidak seperti penilaian beberapa tahun lalu,” jelasnya.

Selain TPA, masih banyak indikator penilaian Adipurna tersebut. Seperti, keberadaan bank sampah dan ruang terbuka hijau. Kemudian masalah kebersihan di tempat umum, kantor pemerintahan, dan perkampungan serta partisipasi masyarakat juga jadi bagian dari penilaian.

Editor : Akrom Hazami