BIKIN HEBOH, Undangan Nikah Tiru Gaya Para Calon Bupati Kudus

Undangan pernikahan unik. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Calon pengantin di Kudus ini mencuri perhatian warga, lantaran unggahan foto undangan pernikahan mereka di media sosial, Facebook, beberapa waktu terakhir. Undangan pernikahan mereka meniru gaya sejumlah bakal calon bupati setempat.

Sebagaimana diketahui Kudus akan menggelar pemilihan bupati, pada 2018. Sejak sekarang, para bakal calon bupati dan wakil gencar memasang publikasi. Terutama berupa baliho. Tidak heran jika baliho bergambar mereka telah terpasang hampir di sebagian besar sudut Kota Kretek.

Gaya para calon bupati yang terpampang di baliho rupanya berdampak munculnya inspirasi Pungky Octavia Nurul Hidayah (21) warga Ngembal Kulon, Jati, dan Muhammad Himam Aula (23) warga Gebog, membuat undangan pernikahan. Mereka meniru gaya para bakal calon bupati.

Di foto undangan pernikahan, sosok mempelai laki-laki meniru gaya calon bupati Umar Ali atau Mas Umar. Lengkap dengan tulisan Mas Himam dengan bentuk tulisan mirip dengan yang dipakai di baliho Mas Umar. Pada foto mempelai perempuannya meniru gaya calon bupati Sumiyatun. Dengan mengenakan jilbab merah dan jas hitam. Di fotonya juga tertulis Impian Kesejahteraan yang mirip jargon Indonesia Hebat yang dipakai di baliho calon bupati Sumiyatun.

Dalam undangan juga terdapat hastag bertulisan #temaniakuhidup. Hastag tersebut  mirip dengan tagline calon bupati Kudus Masan, yang mengusu hastag #temaniakuberjuang. Mereka juga mengangkat tema pernikahan bertajuk Menaksir Masa Depan.

Kepada MuriaNewsCom, Pungky mengaku jika gaya para calon Bupati Kudus telah menginspirasinya. Dia meniru gaya calon bupati untuk kebutuhan sampul undangan pernikahannya. “Waktu melihat sudah suka dengan gayanya. Akhirnya saya dengan calon (suami) saya berunding, dan memutuskan untuk membuat undangan semacam itu,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/8/2017).

Undangan tersebut, kata dia, mendapat sejumlah respons beragam dari temannya. Tidak sedikit teman yang kaget dengan gaya undangan pernikahannya. Sebagian besar teman juga berpendapat jika undangan pernikahannya unik.

Editor : Akrom Hazami

Tinggal di Dapur dengan Atap Ambrol, Pasangan Jompo di Jepara Ini Girang Dibikinkan Rumah

Relawan Jepara Rescue membangun rumah untuk Sanimun (75) dan Rasmi (70), pasangan jompo di Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sanimun (75) dan Rasmi (70) menyungging senyum tipis di bibir mereka, lantaran suami istri asal Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara, itu dibikinkan sebuah rumah baru, Rabu (30/8/2017).

Bukan oleh pemerintah, melainkan dari komunitas relawan Jepara Rescue, yang prihatin melihat rumah mereka yang atapnya ambrol dan sudah reyot termakan usia.

Kepada MuriaNewsCom, pasangan itu berkata rumah berukuran 4×6 itu dulunya adalah sebuah dapur. Sebetulnya mereka memiliki rumah yang lebih kokoh, namun setelah putri keempatnya menikah mereka memilih untuk memberikannya pada keluarga baru tersebut. 

“Kami berdua akhirnya memilih untuk tinggal di bangunan dapur. Sementara rumah kami ditinggali putri saya,” ucap Rasmi, yang memiliki empat orang anak, enam cucu dan satu cicit.

Namun sebulan belakangan, atap bangunan yang kini ditempati Sanimun dan Rasmi atapnya ambrol. Sehingga bila malam tiba, pasangan itu harus tidur di rumah anaknya, yang terletak bersebelahan. 

“Mulanya kayu usuknya rusak, saat mau dibersihkan malah ambrol. Sehingga setiap malam selepas waktu Isya, saya dan suami saya tidur di rumah anak saya,” tambah warga RT/RW : 16/3 Desa Bawu itu.

Pasangan Sanimun (75) dan Rasmi (70). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Rupanya hal itu didengar oleh relawan Jepara Rescue, yang kemudian menginisiasi bantuan berupa pembuatan rumah sederhana. Ahmad Muhlisin, ketua komunitas tersebut mengatakan, rumah sederhana tersebut memiliki rangka besi dengan atap baja ringan.

“Untuk pondasinya berdimensi 4×10 meter. Nantinya akan memuat satu kamar tidur, teras, dapur sementara kamar mandi berada di luar. Untuk biaya bedah rumah sebesar Rp 8-10 juta, sebagian besar diperoleh dari iuran anggota kami sisanya dari perusahaan yang peduli,” kata Ahmad Muhlisin, yang biasa dipanggil Bondan oleh kawan-kawannya. 

Bondan menyebut, Sanimun dan Rasmi tergolong warga miskin. Namun belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, termasuk program rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif membantu, karena kenyataan di lapangan, banyak warga miskin yang belum memeroleh haknya. Hal itu diamini oleh Abud, ketua rukun tetangga setempat.

“Dulu sudah pernah didata untuk mendapatkan bantuan renovasi RTLH dari provinsi, namun hingga sekarang belum ada realisasinya. Bantuan dari pemerintah untuk Mbah Sanimun berupa BLT atau PKH pun belum pernah mengenyam,” terangnya. 

Bila sesuai rencana, rumah baru bagi Sanimun bisa dirampungkan pada ujung hari ini. 

Sanimun mengaku hanya bisa berterimakasih atas usaha yang dilakukan kelompok relawan tersebut. Ia bahkan mengaku kaget, realisasi pembangunan rumah untuknya bisa dilaksanakan dengan cepat.

“Kalau dibilang kaget ya iya. Soalnya orang begitu banyak datang ke rumah dan mau membantu mendirikan saya,” kata Sanimun.

Editor : Ali Muntoha

Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan 

Pengusaha air melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus, Rabu (30/8/2017). Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Mardiyanto, salah seorang pengusaha air di kantor dewan mengatakan, pihaknya berharap dukungan dari wakil rakyat. Pengusaha air itu meminta waktu guna melakukan pengurusan perizinan.

“Kami di sini sifatnya memohon perlindungan dan memohon bantuan supaya bisa memperjuangkan nasib kami. Jadi supaya tidak ditutup,” kata Mardiyanto saat audiensi di ruang rapat Komisi C DPRD Kudus.

Selama ini, pengusaha menggantungkan perekonomiannya dari usaha air. Di Kudus ini terdapat 202 orang pengusaha air. Di Kajar Colo, terdapat sekitar 20 depo pengisian air. Sementara air itu berasal dari buangan warga setempat. Pengusaha memanfaatkan air buangan warga, untuk dijual ke masyarakat yang membutuhkan.

“Sebenarnya kami tak bisa disebut sebagai pengusaha karena modal yang masih kecil, berbeda dengan pabrik yang besar. Kami di sini juga tak demo, karena jika demo kami bisa datangkan massa banyak sampai ribuan,” ungkap Mardiyanto.

Dia mengklaim masyarakat setempat tak ada yang keberataan dengan usaha tersebut.Selama ini, usaha berjalan tanpa masalah. Jika ada pihak yang merasa keberatan hingga melakukan unjuk rasa, dia mencurigai jika aksi itu dilakukan karena bayaran.

Editor : Akrom Hazami

 

Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Tim Saber Pungli mendatangi Kantor Unit UPP Kelas III Juwana untuk pemeriksaan adanya dugaan pungli, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana diperiksa Tim Saber Pungli, Rabu (30/8/2017). Semua ruangan digeledah dan diperiksa.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Pati Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pemeriksaan Kantor UPP Kelas III Juwana tersebut melibatkan semua unsur, dari polisi, TNI, pemkab, propam, dan inspektorat.

“Ada laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi pungutan liar di sana. Laporan itu kami tindak lanjuti dengan memeriksa seluruh ruangan untuk menemukan barang bukti,” kata Kompol Sundoyo.

Belasan petugas Tim Saber Pungli yang datang, langsung masuk ke berbagai ruangan untuk memeriksa berkas-berkas. Sasaran utama yang diperiksa paling awal adalah ruang pelayanan umum.

Di ruangan itu, Tim Saber Pungli mencium adanya prosedur penerbitan sertifikat kelayakan pada Kantor UPP Juwana yang tidak transparan. Hanya saja, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi yang menunjukkan adanya pungli.

“Soal transparansi prosedur pelayanan masyarakat masih kurang. Tapi secara keseluruhan sudah sesuai dengan ketentuan administratif,” tambahnya.

Dia meminta kepada pegawai Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana untuk melengkapi tata cara prosedur pelayanan sesuai dengan aturan.

Dengan demikian, masyarakat bisa paham dengan mudah prosedur pengurusan di UPP Juwana.

Editor : Ali Muntoha

Gudang Kayu di Jati Kudus Ludes Terbakar

Petugas pemadam dan warga bersama-sama memadamkan gudang kayu di Jati, Kudus, yang terbakar, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebakaran besar terjadi di sebuah gudang kayu di Desa Jati Kulon, RT 3 RW 3, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (30/8/2017) pagi. Api melalap habis seluruh isi gudang hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga sekitar sempat panik khawatir jika api terus membesar dan merembet ke bangunan lain.

Informasi menyebutkan, api mulai membakar gudang sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga dipicu tak normalnya mesin oven kayu yang saat itu tengah dioperasikan.

Pemilik gudang, Tri Rudi (40) mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, mesin pemanas tersebut tengah digunakan untuk mengeringkan kayu. Namun mesin oven itu bekerja terlalu over, sehingga justru membakar kayu-kayu tersebut.

“Di dalam gudang banyak kayu. Jadinya api yang sudah membakar kayu yang tengah dipanaskan. makin membesar dan sampai membakar kayu lainya. Apalagi pemanas juga masih nyala yang membuat suhu dalam gudang semakin panas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kayu yang disimpan di dalam gudang sebagian besar merupakan kayu mahoni dari berbagai ukuran. Kayu-kayu tersebut merupakan pesanan dari sejumlah toko meubel yang ada di Kudus.

Ia menaksir, kerugian yang diderita akibat peristiwa itu mencapai sekitar Rp 20 juta. Yakni kerugian kayu yang terbakar sebesar Rp 18 juta, dan bangunan sekitar Rp 2 juta.

Tri Rudi mengakui, kebakaran itu baru diketahui setelah api membesar, dan terlihat dari kejauhan. Sehingga tak bisa ditangani dengan cepat dan meminimalisasi kerugian.

Kebakaran baru berhasil dijinakkan satu jam lebih setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga, berjibaku melakukan pemadaman. Sebagian besar isi gudang sudah menjadi arang.

Editor : Ali Muntoha

Warga Kudus Meninggal saat Haji, Dimakamkan di Tanah Suci

Sulti Sanaji Ngadiman, jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang meninggal dunia di Arab Saudi. (Group WA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar duka datang dari pelaksanaan haji tahun 2017. Satu jemaah haji asal Kabupaten Kudus meninggal dunia, Selasa (29/8/2017) kemarin.

Jemaah yang meninggal dunia diketahui bernama Sulti Sanaji Ngadiman (61), warga Desa Temulus, RT 1 RW 6, Kecamatan Mejobo, Kudus. Kabar yang diterima Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, jenazah Sulti langsung dimakamkan di Arab Saudi.

Kepala Kemenag Kudus, Noor Badi mengaku mengetahui ada warga Kudus yang meninggal dunia saat haji, melalui informasi yang beredar di aplikasi WhatsApp (WA). Ia kemudian melakukan pengecekan, dan memastikan kabar tersebut benar.

“Itu kabar yang kami terima, dan panitia penyelenggara haji sudah mengurus pemakaman jenazah juga. Jadi kini jenazahnya suudah dimakamkan di sana,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom Rabu (30/8/2017).

Menurut dia, kabar tersebut baru sebatas informasi lewat handphone saja. Kini, pihak Kemenag masih menunggu surat resmi dari panitia haji di Arab Saudi.

Surat keterangan tersebut, kata dia, akan dijadikan dasar bagi Kemenag Kudus untuk memberikan kabar secara resmi kepada keluarganya di Temulus.

Meski demikian, pihaknya sudah berkordinasi dengan KUA Kecamatan Mejobo, untuk memberi kabar kepada keluarga jemaah haji tersebut. Nantinya, setelah surat resmi datang akan disampaikan secara resmi pula.

“Mendapatkan surat keterangan membutuhkan waktu hingga beberapa hari, sebelum suratnya sampai. Karena memang prosesnya lama dan panjang,” imbuhnya.

Ia berharap pihak keluarga bisa menerima kabar ini dengan tabah. Ia juga berpesan kepada jemaah haji lainnya untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibdah haji, karena kondisi cuaca di Arab Saudi cukup berat.

Editor : Ali Muntoha

Wali Kota Tegal Kena OTT KPK, Begini Reaksi Gubernur Ganjar

Wali Kota Tegal, Siti Masitha, bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam halal bihalal di Semarang, Juli 2017. (jatengprov.go.id).

MuriaNewsCom, Semarang – Penangkapan Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat banyak pihak terkejut. Tak terkecuali Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Orang nomor satu itu bahkan menyebut, kasus ini sebagai tamparan bagi warga Jateng.

“Bagi saya, Jateng tertampar lagi karena bukan tanpa peringatan, kita sudah beberapa kali (terjadi OTT di Provinsi Jateng),” katanya, Rabu (30/8/2017).

Ia mengaku geram dan marah, karena telah berkali-kali mengingatkan kepada seluruh jajaran kepala daerah untuk menyadari mereka diawasi. Ia mengatakan, tidak ada zona yang tidak ada radar dari pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya akan jalan ke sana (Kota Tegal) dan mampir untuk menyampaikan. Saya sudah ingatkan semua zona (ada) ini radar, semua masyarakat memberikan laporan banyak dan diakses. Kita sedih dan gondok Jateng jadi ada OTT,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Ganjar berencana mengumpulkan seluruh kepala daerah di Provinsi Jateng sebagai upaya pencegahan terjadinya berbagai tindak pidana korupsi di kalangan penyelenggara negara.

“Besok kita konsolidasikan lagi, apa sebenarnya yang membikin kita masih melakukan hal demikian. Saya sudah peringatkan seluruh bupati/wali kota (termasuk Wali Kota Tegal Siti Masitha, red.),” terangnya.

Baca : Kapok, Golkar Tak Bakal Usung Wali Kota Tegal yang Kena OTT KPK

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa saat ini merupakan era transparansi dan era akuntabel bagi semua pihak. “Sudah gak musimlah kayak gitu (kasus suap dan korupsi, red.) karena risiko besar yang akan dihadapi,” katanya.

 Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah menyebut, OTT terhadap pejabat Pemerintah Kota Tegal, terkait dengan sektor kesehatan.

“Indikasinya diduga terkait sektor kesehatan, sejumlah orang kami bawa ke Jakarta,” katanya di Jakarta, Selasa (29/8) malam.

Editor : Ali Muntoha

Kapok, Golkar Tak Bakal Usung Wali Kota Tegal yang Kena OTT KPK

Wali Kota Tegal Siti Masitha saat membuka sebuah acara beberapa waktu lalu. (Foto : tegalkota.go.id)

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno, terkait dugaan suap dana kesehatan pembangunan fisik ICU di ICU RSUD Kardinah, Selasa (29/8/2017). Penangkapan ini membuat banyak pihak kecewa dan prihatin.

Kekecewaan juga muncul dari Partai Golkar sebagai partai yang mengusungnya dalam pilkada lalu. Ketua Pelaksana Harian DPD I Partai Golkar Jateng, Iqbal Wibisono bahkan memastikan, tak akan mengusung lagi Siti Masitha dalam pilkada mendatang.

Meskipun Siti Mashita sebelumnya sudah mendaftar sebagai calon Walikota Tegal bersama Amir Mirza, yang digadang yang akan menjadi wakilnya. Mashita meninggalkan Nursholeh alias Kang Nur yang notabennya satu partai.

“Kalau ini menjadi perkara hukum, pasti Partai Golkar tidak akan mengusung lagi. Tidak mungkin,” katanya pada wartawan.

Ia menyatakan, Golkar akan mencari calon yang baik, bersih, dan calon yang bisa memajukan Kota Tegal. Dan pasti mencalonkan orang yang tidak bermasalah.

Iqbal mengaku sangat prihatin terhadap kasus yang menimpa Mashita. Ia mengaku menyesalkan operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi jika benar Mashita melakukan tindakan yang tidak sesuai hukum. “Kita akan menghormati proses hukum yang ada,” tandasnya.

Perkara apakah Mashita akan diberikan bantuan hukum atau tidak dari partai yang menaunginya, Iqbal akan melihat dahulu duduk perkara tersebut. “Yang pasti harus mengedepankan praduga tak bersalah,” timpalnya.

Baca : Wali Kota Tegal Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek Pembangunan ICU Rumah Sakit

Sebelumnya diberitakan, penangkapan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno dilakukan oleh lima petugas KPK di rumah dinas wali kota Kompleks Balai Kota Jalan Ki Gede Sebayu, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, pada Selasa (29/8) pukul 18.00 WIB.

Petugas KPK kemudian membawa Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno ke Jakarta guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan kasus dugaan pembangunan fisik ruang ICU RSUD Kardinah. KPK juga telah menyegel ruang kerja Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno.

Editor : Ali Muntoha

3 Pantai di Jepara Ramah Difabel 

Wisatawan menikmati suasana liburannya di Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Jepara dikenal dengan destinasi wisata pantainya. Namun pertanyaannya, apakah sudah layak dikunjungi bagi saudara-saudara kita yang mengalami keterbatasan atau difabel?

Founder dan Inisiator Komunitas Sahabat Difabel Noviana Dibyantari menjawab pertanyaan itu. Baginya beberapa pantai di Jepara yang sudah bersahabat bagi difabel.  “Sudah bagus, di antaranya pantai Bandengan, Pantai Kartini dan Pantai Beringin. Kebanyakan sudah bersahabat bagi difabel,” katanya, beberapa saat lalu. 

Ia mengatakan, hal itu sudah dibuktikannya ketika mengunjungi pantai-pantai tersebut. Bahkan ia menaruh apresiasi dengan dibuatnya jalur kursi roda yang ada di Alun-alun Kota Jepara. 

“Ini (jalur kursi roda) saya kira sebuah keberpihakan pemerintah setempat untuk difabel. Bahkan di kota besar seperti Semarang belum tersedia hal seperti ini, saat ada even saja dipasang jalur bantu namun setelahnya sudah digeser,” tuturnya. 

Editor : Akrom Hazami

Mobil Polisi Wirosari Grobogan jadi Unik dan Bermanfaat bagi Korban Kekeringan

Polisi saat beraksi di dekat mobil yang didesain jadi lebih unik dan bermanfaat di daerah kekeringan di Wirosari Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan cukup menarik terlihat dalam pelaksanaan drop air di wilayah Kecamatan Wirosari, Grobogan, sejak beberapa hari terakhir. Hal ini terkait dengan adanya mobil dinas Polsek Wirosari yang ikut dikerahkan untuk menyalurkan air bersih di daerah kekeringan.

Kendaraan dinas jenis pikap ini dilengkapi tandon air di bagian bak terbuka. Tandon air warna oranye ini kapasitasnya sekitar 1.000 liter.

Dengan adanya tendon air, kendaraan ini jadi punya dua fungsi sekaligus. Yakni, untuk kegiatan patroli sekaligus memberikan bantuan air bersih pada warga yang membutuhkan.

“Sebagian wilayah Wirosari selama ini memang masuk daerah rawan kekeringan. Oleh sebab itu, kami ingin berupaya membantu masyarakat di wilayah Wirosari yang sebagian mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau,” ujar Kapolsek Wirosari AKP Tony Basuki, Selasa (29/8/2017).

Menurut Tony, modifikasi mobil patroli untuk sarana penyaluran bersih tidak mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat lain, khususnya dalam hal pengawasan keamanan serta perlindungan masyarakat. Setelah, kegiatan drop air selesai dikerjakan, semua perlengkapan akan dikembalikan seperti semula. Jika dibutuhkan lagi, peralatan itu baru dipasang kembali.

Editor : Akrom Hazami

Langgar Trayek, Bus AKAP Jurusan Solo-Jakarta-Bogor Dikandangkan di Mapolres Grobogan 

Petugas gabungan tengah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum di kantor Dinas Perhubungan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan tegas dilakukan petugas gabungan saat menggelar pengecekan kondisi angkutan umum di kantor Dinas Perhubungan Grobogan, Selasa (29/8/2017). Dalam kegiatan itu, ada satu bus, PO Mulia Indah yang diberi sanksi berat tidak boleh melakukan operasi.

Tidak hanya itu, bus jurusan Solo-Jakarta-Bogor ini tersebut juga dibawa ke Mapolres Grobogan untuk diamankan. Tindakan tegas ini dilakukan lantaran bus tersebut beroperasi tidak sesuai trayek yang dimiliki.

Sesuai trayek yang dimiliki, bus bernomor polisi AD-1633-HA ini rute operasinya melalui wilayah Kota Salatiga. Meski demikian, bus ini masih nekat melintasi jalur Grobogan.

“Saya terpaksa lewat Grobogan karena di daerah Salatiga ada proyek pengecoran,” kata sopir bus Edi Santoso pada petugas.

Akibat sanksi ini, sejumlah penumpang yang sudah ada di dalam bus tersebut akhirnya diantarkan ke Terminal Induk Purwodadi dan dialihkan pada armada lainnya. Setelah menurunkan penumpangnya, bus lalu dikandangkan ke mapolres.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, bus yang melanggar trayek baru boleh diambil setelah sidang tilang. Menurut Panji, tindakan tegas itu dilakukan untuk memberikan efek jera pada sopir bus lainnya.

“Bus yang beroperasi tidak sesuai trayek merupakan pelanggaran berat. Tindakan seperti ini disisi lain juga merugikan sopir bus lainnya,” tegasnya.

Panji menambahkan, pemeriksaan kendaraan, khususnya bua antara kota antar provinsi (AKAP) dilakukan terkait libur panjang pada akhir pekan ini. Razia gabungan akan terus digalakkan hingga menjelang Idul Adha.

Editor : Akrom Hazami

Wali Kota Tegal Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek Pembangunan ICU Rumah Sakit

Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno (http://tegalkota.go.id/

MuriaNewsCom, Tegal – Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno ditangkap KPK, di kota setempat, Selasa (29/8/2017). Penangkapan KPK terhadap Masitha terkait suap dana kesehatan pembangunan fisik ICU di lingkungan Pemkot Tegal sebesar Rp 300 juta. KPK telah mengamankannya dari Masitha.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, SMS dan lainnya, Masitha tengah dibawa ke markas KPK. Selain mengamankan, tim satgas KPK juga berhasil mengamankan sejumlah tas berisi uang. Masitha ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB di rumah dinasnya, Kompleks Balai kota Jalan Ki Gede Sebayu Kelurahan Mangkukusuman Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Salah satu ruang di Pemkot Tegal yang disegel KPK. (Grup WhatApp)

 

Sebelum melakukan penangkapan, lima petugas KPK sempat melakukan penyegelan di Kantor RSUD Kardinah.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah tak menampik pihaknya melakukan OTT di daerah tersebut. Namun Febri belum dapat menjelaskan rinci.”Masih perlu saya pastikan lebih lanjut. Perkembangan akan disampaikan kembali,” kata Febri kepada wartawan.

Salah satu ruang di Pemkot Tegal yang disegel KPK. (Grup WhatApp)

 

KPK sudah menyegel beberapa tempat di Tegal. Tertangkapnya Mashita dibenarkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. “Barusan saya dapat laporan dan sudah dibawa ke Jakarta,” kata Ganjar.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo membenarkan timnya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Tegal, Siti Masista Soeparno.”OTT yang di Jateng akan ‎dirilis besok, karena penyidik kami perlu melakukan pemeriksaan 1 x 24 jam dulu untuk penentuan status hukumnya,” kata Agus dikutip tribunnews.com.

Editor : Akrom Hazami

Foto-Foto : Kecelakaan Karambol 5 Tewas di Bawen Ungaran

Suasana kecelakaan lalu lintas karambol di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan karambol terjadi di Jalur Semarang-Solo, tidak jauh dari pabrik PT Apac Inti, Bawen, Kabupaten Ungaran, Selasa (29/8/2018), melibatkan sebuah truk kontainer dan sejumlah kendaraan bermotor.

Truk kontainer bernomor polisi H 1636 BP yang melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu.

 

  1.  Warga Panik

Kepanikan warga usai kecelakaan terjadi di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

 

Warga terlihat panik saat kecelakaan terjadi. Mereka saling membantu korban di lokasi tersebut.

 

2. Lokasi Kecelakaan jadi Semrawut

Suasana semrawut usai kecelakaan terjadi di Bawen, Ungaran. (Grup WhatsApp)

 

Usai kecelakaan terjadi, suasana semrawut terjadi di lokasi kejadian. Selain akibat tabrakan keras, serta hiruk-pikuk warga dan pengendara. 

 

3. Warga di Lokasi Kejadian Panik

Sejumlah warga terlihat panik usai kecelakaan terjadi. (Grup WhatsApp)

 

Sejumlah warga dan pengendara panik usai kecelakaan terjadi. Mereka seolah tak percaya dengan kejadian maut tersebut. 

 

4. Polisi Siaga di Lokasi

Polisi tampak siaga di lokasi kejadian di Ungaran. (Grup WhatsApp)

 

Polisi siaga di lokasi. Selain untuk mengurai kemacetan, juga mengatur arus lalu lintas di lokasi kejadian. 

 

Ada 5 korban tewas, dan baru 2 jenazah yang teridentifikasi yakni atas nama Zamzirah warga Tambak Rejo RT 01 RW 08, Bawen, Kabupaten Semarang dan Johan Wijaya warga Tambak Boyo RT 05 RW 01, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Tiga lainnya belum teridentifikasi.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :  5 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Karambol di Bawen Ungaran

 

Panwaskab Jepara Buka Perekrutan Panwascam

Ketua Panwaskab Jepara Arifin (tengah) didampingi komisioner Panwaskab divisi organisasi dan SDM Abdul Kalim (kanan) dan Muntoko Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (kiri), saat memberikan keterangan kepada pewarta, Selasa (29/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Panwaskab Jepara memulai tahapan persiapan Pilgub Jateng 2018. Agenda terdekat yang akan dilaksanakan adalah membentuk Panwascam di 16 kecamatan. 

“Kami komisioner dari Panwaskab Jepara terdiri dari tiga orang baru dilantik pada Jumat (25/8/2017). Namun setelah pelantikan tersebut nyaris tidak ada waktu untuk terlena, agenda terdekat adalah perekrutan Panwascam,” kata Ketua Panwaskab Jepara Arifin, di kantornya, Selasa (29/8/2017).

Ia mengatakan, pendaftaran anggota panwascam akan dimulai pada Rabu-Selasa (6-12/9/2017). Rangkaian perekrutan panitia pengawas kecamatan akan bergulir hingga 21 September 2017. 

“Pengumuman panwascam terpilih akan dilakukan pada tanggal 25 September 2017. Untuk mengetahui terkait informasi tersebut bisa melihat media massa, facebook resmi panwaskab dan langsung menuju kantor kami di Jaln KH Ahmad Fauzan, Saripan-Jepara,” ungkap Arifin. 

Komisioner Panwaskab Divisi Organisasi dan SDM Abdul Kalim mengatakan, pihaknya ingin agar warga Jepara dapat memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi Panwascam. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jepara agar calon panwascam dapat difasilitasi surat keterangan sehat dari Puskesmas. 

Sementara itu, Komisioner Panwaskab Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Muntoko menyebutkan, dalam pemilihan anggota panwascam, memperhatikan pada kualitas calon. Hal itu mengingat, rangkaian pesta demokrasi yang sebelumnya diadakan di Jepara menuai beberapa masalah seperti perhitungan daftar pemilih tetap.

Editor : Akrom Hazami

 

5 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Karambol di Bawen Ungaran

Suasana kecelakaan lalu lintas karambol di Ungaran, Kabupaten Semarang. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan karambol terjadi di Jalur Semarang-Solo, tidak jauh dari pabrik PT Apac Inti, Bawen, Kabupaten Ungaran, Selasa (29/8/2018), melibatkan sebuah truk kontainer dan sejumlah kendaraan bermotor.

Truk kontainer bernomor polisi H 1636 BP yang melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu.

Kecelakaan mengakibatkan 5 korban tewas, dan baru 2 jenazah yang teridentifikasi yakni atas nama Zamzirah warga Tambak Rejo RT 01 RW 08, Bawen, Kabupaten Semarang dan Johan Wijaya warga Tambak Boyo RT 05 RW 01, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Tiga lainnya belum teridentifikasi.

Menurut saksi mata Suparjianto (45), peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 13.50 WIB itu bermula ketika truk kontainer melaju kencang dari jalanan menurun dari arah selatan. “Truk kontainer menghantam sebuah truk boks, kemudian terguling mengenai kios,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Truk kontainer melaju dari arah selatan sempat menabrak sebuah truk boks sebelum akhirnya terguling dan menghantam sejumlah kios serta sepeda motor yang berada di tepi jalur padat kendaraan itu. Dugaan sementara, truk kontainer pengangkut sepatu tersebut mengalami masalah pada remnya saat melintas di jalanan menurun dari arah selatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Semarang AKP Dwi Nugroho belum bisa memastikan jumlah korban tewas dalam kejadian tersebut.”Sementara yang sudah dipastikan ada dua, jumlah korban seluruhnya belum bisa dipastikan,” katanya.

Petugas memberlakukan “contra flow” untuk kendaraan dari arah selatan dengan membagi ruas jalan sebelah timur untuk kendaraan dari dua arah. Selain kepolisian, PT Jasa Raharja juga mencari data korban terkait dengan santunan sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 1964.

Editor : Akrom Hazami

Ini Duta Wisata 2017 Kudus, Pati, Rembang, Blora dan Rembang

Duta Wisata Duta Wisata Kudus adalah Alan Ragil Maulana merupakan pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Duta Wisata merupakan sosok yang diharapkan dapat menjadi bagian dalam menggali, memperkenalkan seni, budaya dan pariwisata daerah. Pemilihan duta wisata dilakukan dengan serangkaian tahap dan seleksi. Mereka bersaing menjadi yang terbaik untuk mengemban tugas sebagai Duta Wisata bagi daerahnya masing-masing.

Di wilayah eks Karesidenan Pati, Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora sudah memiliki Duta Wisata 2017. Sedangkan, Kabupaten Jepara baru akan melakukan pemilihan pada 8 September 2017. Adapun malam grand final Duta Wisata 2017 untuk Kabupaten Grobogan direncanakan berlangsung pada 9 September 2017.

Masa pendaftaran peserta Duta Wisata Grobogan sudah ditutup 25 Agustus lalu. Sampai hari terakhir, total ada 30 pendaftar. Rinciannya, 20 pendaftar adalah wanita dan 10 pria. Para pendaftar ini sebagian besar merupakan pelajar SMA dari beberapa sekolah di Grobogan.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Jamiat mengatakan, tahun ini, jumlah pendaftar pria memang lebih sedikit. Yakni, hanya 10 orang saja. Kalau pendaftar wanita jumlahnya dua kalinya.

“Jumlah pendaftar tahun ini juga lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 50 orang. Hal ini terjadi karena pihak panitia memang membatasi jumlah peserta maksimal hanya 30 orang saja. Pembatasan itu dilakukan supaya pelaksanaannya bisa cepat waktunya serta lebih efektif dan efisien,” kata Jamiat.

 

Adapun untuk Duta Wisata Kudus adalah Alan Ragil Maulana merupakan pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang. Di Kabupaten Pati, Duta Wisata yang terpilih pada tahun ini adalah Farizki Bagus Kurniawan, dan Gunita Wahyu Sektyanti.

Di Kabupaten Blora, Duta Wisatanya adalah Frillian Gerry Hutama yang merupakan pelajar SMA Negeri 1 Blora,  dan Septiya Risqi Umami pelajar dari SMA Negeri 1 Blora. Di Kabupaten Rembang, Duta Wisatanya merupakan siswa SMA Negeri 1 Rembang Eza Faisal Meileno Rizqi, dan Intan Sugiarti merupakan mahasiswa kebidanan.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Motivasi Mahasiswa Unisbank Semarang Biar Lebih Kreatif

Bupati Kudus Musthofa saat menjadi pembicara di kampus Unisbank, Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa berbagi pengetahuan soal bagaimana menjadi sosok kreatif, supaya mampu bersaing di dunia kerja. Sebab, kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya bidang industri kreatif.

Hal itu dapat digali melalui potensi yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Kreativitas muncul ketika adanya ide-ide baru yang berbeda dengan yang lainnya. Pada akhirnya, kreativitas tersebut akan melahirkan produk dengan nilai jual lebih.

“Kalian jangan hanya normatif, kuliah pulang dan seterusnya. Tetapi cobalah hidup lebih kreatif dan berpikir out of the box,” kata Musthofa saat jadi pembicara sekaligus motivator dalam diskusi panel ‘Membangun Industri Kreatif’ di hadapan 900-an mahasiswa baru Unisbank Semarang, Selasa (29/8/2017).

Musthofa bersama pembicara lain dari Exc. Vice President Telkom Jateng DIY Joko Raharjo, dan Rektor Unisbank Dr Hasan Abdul Rozak.

Pemikiran yang tidak biasa harus diikuti dengan berbagai ide dan semangat untuk terus belajar mengembangkan kualitas diri. Kepercayaan diri dan membangun relasi adalah dua hal pendukung yang harus dibangun untuk meraih sukses. 

Lebih lanjut, Musthofa mencontohkan adanya sekolah animasi. Produk film animasi yang dihasilkan merupakan bukti bahwa siswa SMK pun bisa menghasilkan karya kreatif.

“Termasuk bordir Kudus juga saya kembangkan agar naik kelas dengan menggandeng desainer Ivan Gunawan,” lanjutnya.

Joko mengenalkan pada berbagai kesuksesan pada era digital ini. Sebagai salah satu industri digital, ini merupakan peluang kreativitas yang bisa digali dari siapapun termasuk dari mahasiswa.

 “Kami tidak salah mengundang pak Musthofa sebagai alumni Unisbank dan Pembina Forum UMKM Jateng untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa kami,” kata Hasan.

Editor : Akrom Hazami

Karnaval di Pati Mengular 2 Kilometer, Jalanan Macet Total


Suasana karnaval pembangunan di Jalan Kolonel Sunandar Pati, Selasa (29/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Karnaval pembangunan bertema “Noto Projo Mbangun Deso” yang dihelat di sepanjang jalan di kawasan Pati Kota, Selasa (29/2/2017) menyebabkan macet total. Hal itu disebabkan panjangnya karnaval yang mengular hingga hampir menyentuh 2 kilometer.

Pantauan MuriaNewsCom di kawasan Jalan Kolonel Sunandar Pati, kendaraan roda empat yang terlanjur terjebak jalur karnaval terpaksa berhenti hampir sejam. Pasalnya, ribuan warga yang membanjiri karnaval masuk hingga ke badan jalan.

Mereka membentuk barisan di sepanjang jalan, melambaikan tangan kepada peserta karnaval, hingga mengabadikannya menggunakan telepon seluler. Kegembiraan warga meluap di sepanjang jalur yang dilewati karnaval.

Dyah Cahaya Paramudita (17), pelajar asal Winong Kidul mengaku sengaja menunggu karnaval di kawasan Pasar Puri sejak pukul 14.00 WIB. Dia senang karnaval tiba di Jalan Kolonel Sunandar sekitar pukul 15.00 WIB, setelah mulai berjalan dari Alun-alun sekitar pukul 13.30 WIB. 

“Meriah sekali ya suasananya. Saya datang bersama rombongan teman-teman SMK Tunas Harapan. Ini sudah sangat meriah, karnavalnya nggak selesai-selesai saking panjangnya,” kata Dyah.

Baca jugaRibuan Warga Pati Padati Festival Pembangunan Noto Projo Mbangun Deso

Untuk menghabiskan rombongan karnaval di satu jalan, waktu yang dibutuhkan hampir dua jam. Sebab, ada sekitar 177 kontingen yang berpartisipasi dalam karnaval.

Mukharom, pengendara roda empat asal Wedarijaksa mengaku hampir dua jam terjebak di kawasan Jalan Kolonel Sunandar. Sebelumnya, dia mengaku sudah mengetahui bila jalur tersebut akan digunakan sebagai jalur karnaval.

Namun, dia berpikir tidak berpapasan dengan rombongan karnaval. Sayangnya, setelah sampai di depan Pasar Puri, rombongan datang dan dia terpaksa mematikan kendaraannya hingga rombongan karnaval selesai.

Editor : Akrom Hazami

 

Ratusan Peserta Ikuti MTQ Tingkat Kabupaten Kudus

Kegiatan pembukaan MTQ Kudus, berlangsung di pendapa Pemkab Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pelajar mengikuti kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar ke XXXII dan Umum ke XXVII Tingkat Kabupaten Kudus.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Noor Badi mengatakan, total peserta MTQ sebanyak 370 orang. Mereka meliputi 246 MTQ Pelajar, dan untuk tingkat Umum 124 orang. Pemenang MTQ ini akan mewakili kabupaten. Untuk juara MTQ Pelajar akan ikut ke tingkat provinsi di Solo, pada November 2017. Pemenang MTQ Umum akan mengikuti tingkat provinsi di Boyolali, Desember 2017.

“Materi yang dilombakan di tingkat kabupaten, di antaranya tartil tingkat pelajar SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA putra-putri, serta tilawah pelajar SMA/SMK/MA,” kata Badi.

Pada tahun lalu, Kecamatan Jekulo keluar sebagai juara MTQ tingkat Kabupaten Kudus.

Sekda Kudus Noor Yasin berharap kegiatan lomba tak melulu menjadi yang terbaik. Tapi diharapkan, peserta bisa lebih mendalami dan mengamalkan isi Alquran. “Alquran sebagai kitab suci umat Islam, dan harus menjadi pedoman hidup dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi harus senantiasa dipahami dan juga diamalkan,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Tol Brebes-Gringsing Tak Bisa Dipakai untuk Pemudik pada Idul Adha 

Foto Ilustrasi (Tibratanewspolda Jateng)

MuriaNewsCom, Brebes – Polri menyatakan bahwa tol Brebes-Gringsing, yang menjadi jalur darurat saat libur Lebaran lalu, tidak akan bisa digunakan saat libur Idul Adha nanti. Sebab, ada perbaikan di jalan di tol tersebut.

“Karena kita sudah tidak bisa lagi lewat tol, jalannya sudah dikeraskan, jadi tidak bisa kita pakai lagi,” kata Asisten Operasi Kapolri Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan di flyover Klonengan, Tegal, dikutip dari detik.com.

Ia mengatakan di libur Idul Adha ini, kenaikan volume kendaraan sekitar 20 persen atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan Lebaran. Polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas sebelum keluar dari Tol Brebes.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan menyatakan jalur tol Brebes-Gringsing saat ini dalam proses perbaikan setelah digunakan untuk jalur darurat ketika arus mudik Lebaran. Perbaikan ini ditargetkan hingga 2018.

Iriawan meninjau tol darurat Brebes-Gringsing.”Saat ini saya berada di tempat yang disebut dulu pintu Tol Kaligangsa di mana ada tol dari sini ke Gringsing sejauh 110 km,” kata Iriawan di pintu Tol Kaligangsa, Brebes, Selasa (29/8/2017).

Iriawan mendapat penjelasan dari petugas bahwa tol ini yang menuju ke Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Terpantau jalanan di Kaligangsa belum sepenuhnya selesai lantaran masih banyak pasir-pasir di sekelilingnya.

 “Saat ini tidak bisa digunakan dulu tol fungsional karena situasional. Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian sehingga kira-kira akan selesai akhir tahun. Jadi masalah karena membantu sekali bagi pemecah atus lalin yang tidak stuck di Brexit,” kata Iriawan.

Meski begitu, dia berharap dengan skema-skema pengaturan lalu lintas yang telah direncanakan kepolisian dapat memecah kemacetan. Dia berharap tidak terjadi lagi macet horor di Brexit seperti sebelumnya. “Saya harapkan tidak terjadi permasalahan khususnya di Brebes Timur atau pintu keluar Brexit ini,” kata Iriawan.

Editor : Akrom Hazami

Dibantu Jualan Bule Cantik, Jamu Warga Tarub Grobogan ini Ludes dalam Hitungan Menit

Joana Marcao, bule asal Portugal ikut jualan jamu di Desa Tarub Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana perempatan Jalan Purwodadi-Blora menuju arah Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Selasa (29/8/2017) mendadak heboh.

Penyebabnya, ada perempuan bule yang mendadak menawarkan jamu gendong pada orang yang ada di sekitar lokasi itu.

Hadirnya bule berparas cantik ini tak ayal sempat bikin kaget dan mengundang daya tarik orang untuk membeli jamu. Hasilnya, hanya dalam tempo lima menit dagangan yang dijajakan sudah ludes dibeli orang.

Munculnya penjual jamu yang tidak disangka-sangka juga dimanfaatkan warga setempat untuk foto bareng. Bahkan, sebagian warga sempat saling berebut untuk bisa foto dengan penjual jamu istimewa tersebut.

Penjual jamu cantik ini memang asli orang luar negeri. Namanya, Joana Marcao yang berasal dari Portugal. Perempuan ini sudah berada di Desa Tarub sejak pertengahan Agustus lalu, dalam kapasitasnya sebagai relawan lembaga sosial internasional yang peduli dengan masalah HIV/AIDS.

Selama berada di Desa Tarub, sudah banyak aktivitas yang dilakukan Joana bersama masyarakat. Salah satunya adalah membantu jualan jamu gendong yang biasa dikerjakan Mariman (35), warga Desa Tarub yang sudah hampir 10 tahun jadi penjual jamu keliling.

“Mbak Joana ini minta izin ikut bantu jualan jamu gendong. Setelah dibantu jualan, dagangan saya laris manis. Dalam hitungan menit saja sudah ludes. Padahal, biasanya baru habis setelah keliling seharian,” katanya.

Kepala Desa Tarub Ali Maskuri menyatakan, jumlah relawan yang ada di desanya ada dua orang. Selain Joana, ada Kozumoto yang berasal dari Jepang. Keduanya akan bertugas jadi relawan hingga akhir bulan Agustus ini.

Beberapa hari lalu, kedua relawan itu juga sempat menyaksikan pagelaran wayang kulit di Balai Desa Tarub. Saat sesi goro-goro atau guyonan, Joana bahkan sempat didaulat untuk menyanyi sebuah lagu Jawa bertitel ‘Suwe Ora Jamu’. Saat menyanyi, para penonton sempat dibuat tertawa karena logat Joana yang belum begitu fasih berbahasa Jawa itu terdengar lucu.

“Selain nyanyi Suwe Ora Jamu, Mbak Joana juga pingin ikut bantu Pak Mariman jualan jamu keliling. Saat Mbak Joana bantu jualan jamu memang suasanya jadi heboh dan meriah,” katanya, Selasa (29/8/2017).

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Diminta Fokus Turunkan Kemiskinan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Kalangan DPRD Jawa Tengah mendesak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo fokus pada penutunan kemiskinan di tahun terakhir kepemimpinanya. Pasalnya, angka kemiskinan di provinsi ini masih cukup tinggi, bahkan melebihi angka nasional.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan, pemprov harus membuat program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat kecil. Namun menurutnya, fokus ini tak menjadikan kepentingan pembangunan lain menjadi dikesampingkan.

“Selama ini pembangunan infrastruktur memang diharapkan membantu meningkatkan kesejahteraan dan memutar roda perekonomian. Namun faktanya angka kemiskinan masih tetap tinggi,” ujar politisi PDIP ini.

Per Maret 2017 angka kemiskinan di Jateng masih 13,01 persen (4.450.072.000 jiwa), masih di atas target sebesar 10,40 perse.

Rukma berharap angka kemiskinan bisa ditekan menjadi single digit. Rukma mencontohkan, pemprov bisa membantu memberi stimulant bagi para pelaku UMKM. Sebab selama ini para pedagang kecil belum bisa lepas dari rentenir. Mereka merasa terbantu rentenir meski menerapkan bunga yang tinggi.

“Mengapa pedagang lebih suka dengan bank plecit, karena lebuh mudah, petugas banknya mau turun nemuin masyarakat kecil.s ektor ini bisa dimasuki perbankan maupun Jamkrida, bila masyarakat mengajukan kredit, harus dipermudah,” katanya kepada wartawan, Selasa (29/8/2017).

Dia menambahkan, para pedagang kecil yang mengajukan kredit hendaknya dipermudah prosesnya. Jangan sampai mereka takut masuk bank.

Sementara itu, Ganjar Pranowo juga mengaku belum puas dengan penurunan angka kemiskinan di Jateng. Meski penurunanya tergolong signifikan dibanding provinsi lain, namun menurutnya masih bisa dimaksimalkan lagi.

Kuncinya adalah menurut dia, adanya ”keroyokan” dalam menanganinya dan dilakukan secara serius.

“Sebenarnya kalau kita ‘keroyok’ benar-benar bisa lebih tinggi lagi lho. Kayaknya begitu. Maka kemudian menurut saya, lho kok anjloke sithik-sithik. Padahal saya butuh anjloke rada banyak,” kata Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Ingin Satpol PP Jateng Nguwongke Liyan

Wagub Heru Sudjatmoko saat memberikan dukungan kepada personel Satpol PP di Kabupaten Jepara, Selasa. (Diskominfo Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin agar personel Satuan Pamong Praja (Satpol PP) di Jateng lebih humanis. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada Jambore Satpol PP ke VII, di Desa Kelet, Kecamatan Keling-Jepara, Selasa (29/8/2017). 

“Kita ingin Satpol PP lebih humanis, lebih dekat dengan rakyat dan persuasif dalam banyak hal. Ini kapasitas yang harus dipenuhi di tengah tekad dan semangat kita memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat,” ujar Ganjar dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko. 

Di samping itu Ganjar ingin sebagai personel penegak peraturan daerah, tidak bertindak kasar namun tetap tegas. Hal itu karena dalam tugas keseharian, aparat satpol pp selalu bersinggungan dengan masyarakat yang memiliki beragam watak dan kepentingan.

“Di sinilah profesionalitas ditunjukan, tegas itu penting tapi berbeda dengan kasar, tegas itu perlu tapi kasar harus dihindari. Lakukan dengan pendekatan humanis, kultural, sosiologis dan pahami agar terlihat simpatik di masyarakat,” katanya. 

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan tugas Satpol PP juga memberikan pengertian dan pemahaman kepada masyarakat agar mengerti tentang regulasi serta peraturan. Dengan demikian, ia berharap agar pelanggaran terhadap perda dapat ditekan.  “Humanis artinya harus melakukan pelayanan terhadap mayarakat dan nguwongke liyan (menghargai nilai kemanusiaan),” pungkas Gubernur Jawa Tengah. 

Sementara itu Heru Sudjatmoko mengungkapkan, ajang jambore Satpol PP merupakan kesempatan bagi personel untuk meningkatkan kemampuan, kepekaan, kepedulian dan rasa empati atas kondisi masyarakat.  Adapun kegiatan Jambore Satpol PP ke 7 Jawa Tengah digelar selama empat hari sampai Kamis (31/8/2017) dan diikuti 360 orang. 
Editor : Akrom Hazami

Kiat Perhutani KPH Purwodadi Cegah Kebakaran Hutan

Sejumlah personel Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan KPH Purwodadi berupaya memadamkan api yang membakar kawasan hutan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Musibah kebakaran di wilayah hutan terutama saat musim kemarau ternyata sudah menjadi perhatian serius dari Perhutani KPH Purwodadi Grobogan.

Untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran, beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan. Salah satunya meningkatkan kesiagaan personel yang tergabung dalam Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan.

“Ada beberapa posko Satdalkar di wilayah KPH Purwodadi. Tugas utama Satdalkar ini adalah melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran hutan. Anggota Satdalkar selalu apel siaga rutin,” jelas Administratur KPH Purwodadi Dewanto, Selasa (29/8/2017).

Dijelaskan, selain petugas Perhutani, anggota Satdalkar ini juga diisi pihak luar. Antara lain, dari anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Anggota Satdalkar ini sebelumnya sudah mendapat serangkaian pelatihan dasar pemadaman kebakaran berikut penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Untuk mendukung tugas pemadaman, lanjut Dewanto, di setiap posko Satdalkar juga dilengkapi peralatan. Yakni, APAR dan alat pemadaman api tradisional. Dengan adanya peralatan maka akan memudahkan petugas untuk menangani jika terjadi kebakaran hutan sewaktu-waktu.

Selain mengatasi kebakaran, fungsi Satdalkar juga memberikan serangkaian sosialisasi pada masyarakat. Yakni, meminta masyarakat agar tidak menyulut api sembarangan di kawasan hutan, karena bisa menyulut kebakaran yang lebih besar.

Masyarakat sekitar hutan juga diminta agar tidak membakar sisa hasil panen tanpa pengawasan.

Menurut Dewanto, pada musim kemarau seperti ini, tingkat kerawanan terjadinya  kebakaran hutan memang sangat tinggi. Sebab, banyak daun dan semak yang mengering sehingga mudah sekali terbakar.

“Selama ini memang sempat terjadi peristiwa kebakaran hutan di wilayah KPH Purwodadi. Tetapi skalanya tidak begitu besar karena cepat ditangani,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

PRPP dan Maerokoco Hanya ‘Begitu-begitu’ Saja, Begini Reaksi Dewan

Wahana bianglala menjadi ikon PRPP, yang beroperasi saat pagelaran Jateng Fair berlangsung. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Kompleks Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah yang di dalamnya juga mencakup Maerokoco, dinilai mempunyai potensi besar sebagai tempat wisata unggulan. Hanya saja, perkembangan PRPP dinilai hanya jalan di tempat, sehingga menjadikan kawasan tersebut tak menarik.

Padahal jika digarap dengan serius, PRPP bisa menjadi sumber pendapatan yang cukup besar bagi Pemprov Jateng. Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengatakan, pihaknya telah mendesak Pemprov Jateng dan manajamen PRPP untuk mengoptimalkan kawasan itu.

Yakni dengan mempercantik dan menambah wahana yang ada. Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, kondisi PRPP saat ini yang kurang menarik, menjadikan potensi besar PAD menjadi tak maksimal.

“Kurang variatifnya wahana yang ada, menjadikan sepi pengunjung. Padahal lokasinya strategis dan luas. Ini harus ada pembenahan dan inovasi, sehingga bisa menarik pengunjung dan menjadi ikon pariwisata Jateng,” katanya.

Ia juga menyoroti keberadaan Maerokoco yang berisi miniatur rumah adat di Jawa Tengah. Karena, pemerintah kabupaten/kota juga tidak bisa mewawat, sehingga keberadaan rumah adat tersebut terabaikan.

Bahkan, banyak rumah adat yang kondisinya rusak parah dan justru bisa merusak keindahan PRPP. “Kalau kami inginya bisa diubah menjadi resort area, bisa tetap menggunakan rumah adat. Manfaatnya akan jauh lebih banyak dan bisa menambah pemasukan,” ujarnya.

Bogi-begitu sapaan akrabnya-meminta agar Pemprov terus melakukan inovasi untuk mempercantik kawasan PRPP. Misalnya dengan menambah wahana baru dan membangun bisnis rumah makan.  Jelas itu sangat bagus, karena lokasinya yang sangat luas dan berada di dekat perlintasan jalanan yang melintas di Jateng.

“Jika digarap dengan bagus bisa menjadi ikon baru di Jateng dan bisa meningkatkan pendapatan yang potensial,” tegasnya.

Sebenarnya, kawasan PRPP sudah mulai berbenah. Bahkan, dalam kunjungan sudah mulai meningkat. Dari laporan yang diterima, setiap weekend setidaknya sekitar 3000-4000 pengunjung yang datang ke kawasan tersebut. Meski begitu, dari segi pendapatan masih belum banyak memberikan kontribusi.

“Dari laporan yang kami terima sebenarnya sudah ada keuntungan misalnya di tahun 2016 ada sebesar Rp 800 juta, tetapi memang masih digunakan untuk menambal kebutuhan kerugian di tahun sebelumnya,” tambahnya.

Editor : Ali Muntoha