Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Ketua DPRD Kudus Masan Ambil Formulir Pendaftaran Cabup Kudus di Kantor DPC PDIP Kudus

Ketua DPRD Kudus Masan mengambil berkas pendaftaran calon Bupati Kudus dari PDIP, di kantor DPC PDIP Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan mengambil formulir pendaftaran cabup PDIP Kudus di kantor DPC partai tersebut, Rabu (26/7/2017). Masan datang sendiri.

Diketahui, pembukaan penjaringan tersebut dilakukan sejak Senin (24/7/2017) hingga Sabtu (29/7/2017). Masan merupakan orang yang pertama mengambil formulir pendaftaran.

“Ini merupakan niat saya untuk menjadi Bupati Kudus. Dan bentuk komitmennya adalah dengan mendaftarkan diri secara langsung, serta memulainya,” kata Masan usai mengambil formulir pendaftaran.

Mengambil formulir sejak awal, menurutnya, merupakan bentuk keseriusannya maju meramaikan bursa calon bupati dari PDIP. “Berkas formulir akan saya kembalikan dalam waktu dekat ini. Secepatnya setelah semua beres, akan saya kembalikan ke partai,” ucapnya. 

Masan juga optimistis jika akan mendapatkan rekomendasi partai. Bahkan, dia mengaku tak gentar jika ada calon lain yang juga akan maju jadi cabup dari PDIP.

Editor : Akrom Hazami

 

Polisi masih Identifikasi Penyebab Kebakaran Kapal di Juwana Pati

Tampak kapal yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana dilalap si jago merah, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati  – Kebakaran kapal yang terjadi di tambat kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Sabtu (15/7/2017), memakan tiga korban.

Polisi masih melakukan pemeriksaan atas kasus kebakaran ini.

Kapolsek Juwana AKP Sumarni mengatakan, penyebab kebakaran diduga berasal dari pengelasan di KM milik warga Ngemplak, Margoyoso.

Namun, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam proses identifikasi.

Informasi yang dihimpun di lapangan, belasan kapal yang terbakar merupakan jenis cantrang dan freezer.

Hingga berita ini turun, sudah ada 14 kapal yang terbakar.

Kecelakaan mengakibatkan tiga korban. Mereka adalah Edi Siswanto (28) dan Karbani (45) yang merupakan warga Trimulyo, Juwana. Sedangkan satu korban lagi adalah Supardi (48), warga Bajomulyo, Juwana.

Edi dan Karbani mengalami luka bakar yang cukup serius, sehingga dirujuk ke RS Kariyadi Semarang setelah sempat dilarikan ke RS Budi Agung Juwana.

Editor : Akrom Hazami

Bak Truk Bermuatan Pupuk Terguling di Jepara

Bak truk bermuatan pupuk terguling di jalan protokol Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah bak truk bernomor polisi AE 8162 UB terguling di jalan protokol, yang berada di Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Sabtu (8/7/2017). Praktis kondisi tersebut menyebabkan kemacetan, terlebih lagi posisinya berada di tanjakan. 

pantauan MuriaNewsCom, pada pukul 13.00 WIB, banyak kendaraan yang lalu lalang dari arah Jepara (selatan), harus berhenti menunggu kendaraan dari utara lewat. Tidak terlihat adanya petugas ataupun pemilik dari bak truk yang berada di sekitar tempat kejadian untuk mengantisipasi hal tersebut. Meskipun demikian, safety cone (kerucut pengaman) sudah dipasang untuk sekadar mengingatkan pengguna jalan. 

Noval, warga setempat mengatakan, kejadian berlangsung pada Sabtu dini hari. Diduga truk gandeng yang memuat pupuk urea tersebut tak kuat menanjak. Selain menanjak, alur jalan tersebut juga menikung ke arah kiri.

“Kemungkinan sudah dari tadi pagi buta, setelah pukul 00.00 WIB. Itu truk gandeng. Tapi untuk gandengannya yang bagian depan tidak celaka, sudah melanjutkan perjalanan,” kata dia. 

Warga lain, Legiman mengaku tak tahu pasti akan awal mula peristiwa itu. Namun demikian, menurut penuturannya, di ruas jalan tersebut memang seringkali ada kecelakaan serupa.

“Sering terjadi seperti itu, kemarin-kemarin juga ada kendaraan yang tidak kuat menanjak lalu terguling,” ungkapnya. 

Editor : Kholistiono

Jalur Tangkap Ikan Penuh, Nelayan Jepara Minta Bantuan Alat

Ilustrasi nelayan kapal di Jepara memasuki Pelabuhan Ujung Batu Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Jepara menilai wilayah tangkap nelayan tradisional telah penuh sesak. Saat ini jumlah nelayan yang menangkap di perairan 1-2 mil laut ada sekitar 3000. Alhasil mereka harus bersaing untuk mendapatkan ikan. 

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Penangkapan HSNI Paat Efendi. Ia menyebut, jalur tangkap tersebut tak hanya didominasi oleh nelayan dari Jepara. Nelayan dari Demak, Pati dan Rembang pun ikut mengadu nasib di wilayah tersebut. 

“Jalur tersebut menjadi sangat padat bagi nelayan yang mencari ikan. Tak ayal menimbulkan gesekan kecil, meskipun bisa diselesaikan dengan baik,” kata dia.

Dirinya berharap ada perhatian dari Pemkab Jepara, berupa bantuan alat-alat penangkap ikan. Hal itu karena, jika nelayan dengan kapal kecil berpindah ke jalur tangkap 3-4 mil dari bibir pantai, diperlukan alat yang lebih canggih karena kedalaman air laut. 

Menurutnya, peningkatan jalur tangkap akan mengurai kepadatan dan persaingan antar nelayan. Ia mengklaim, nelayan di wilayah Jepara siap untuk berpindah jalur asalkan peralatan yang dibutuhkan memadai. 

“Semakin ke tengah pasti lebih banyak ikan, sebab plankton sebagai makanan ikan kan adanya di tengah laut. Kalau nelayan saya kira sudah siap. Peningkatan jalur tangkap ke 3-4 mil laut akan kurangi kepadatan, dan masalah. Selanjutnya perlu peningkatan kemampuan dan fasilitas (dari pemerintah), jadi nggak mungkin nelayan beli sendiri tanpa bantuan, itu paling mendesak,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ini Dia Sejarah Tradisi Lomban Jepara yang Wajib Kamu Tahu

Para nelayan dan warga ikut memeriahkan pesta lomban Jepara, Minggu (2/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Hari Raya Lebaran di Jepara tak hanya dirayakan pada tanggal 1 Syawal. Tujuh hari berselang, pesta berlanjut dengan tradisi syawalan yang dirayakan dengan pembuatan penganan tradisional kupat-lepet dan pesta Lomban. Lalu bagaimana sejarah tradisi tersebut bermula?

Sumber literatur yang diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara menyebut, tradisi lomban telah berlangsung pada paruh kedua abad XIX. Hal ini sesuai dengan tulisan pada majalah bertajuk Slompret Melayu yang terbit pada 12 dan 17 Agustus 1893. 

Gunungan Kupat Lepet Lomban Jepara Ludes Diserbu Warga dalam Hitungan Menit

Adapun tradisi larung kepala kerbau dimulai sekitar tahun 1920, saat Kelurahan Ujung Batu dikepalai oleh Haji Sidik. Pada masa itu, sebelum tumbal kepala kerbau dilarung, akan didoakan oleh pemuka agama setempat. Lantas, para nelayan akan mengangkat sesaji tersebut keatas kapal dan diantar ke tengah laut, menuju Teluk Jepara. 

Di tengah laut, sesaji itu akan dilempar dan diperebutkan oleh para nelayan. Sesuai kepercayaan, mereka yang berhasil mendapatkan kepala kerbau tersebut akan mendapatkan kemudahan rezeki dari Tuhan. 

Kasi Penangkapan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Paat Efendi mengatakan, dulu pada tahun 1970an, partisipasi nelayan sangat tinggi. Hal itu karena, semua persiapan, dari akhir hingga selesai dilakukan oleh mereka. 

“Namun sekarang nelayan hanya sebagai penonton saja. Keterlibatan nelayan dalam proses persiapan menurun. Namun dari sisi peserta ada sekitar 200 kapal yang mengikuti acara tersebut,” tuturnya. 

Meriah, Pesta Lomban Jepara Diikuti Ratusan Nelayan dan Warga

Dikatakannya, hingga kini masyarakat nelayan masih percaya ketika mengikuti lomban akan mendapatkan kelimpahan rezeki. “Harapannya kedepan keterlibatan nelayan bisa lebih ditingkatkan,” ungkapnya.

Kini tradisi lomban di Jepara tak hanya dinikmati warga Kelurahan Ujung Batu saja. Event tersebut, saat ini menjadi daya tarik wisata yang digarap secara serius oleh Pemda Jepara.

Editor: Supriyadi

Libur Panjang Usai, Laskar Dampo Awang Geber Latihan


Tim PSIR saat menggelar latihan di stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – Libur panjang Lebaran 2017 sudah berakhir. Para skuad PSIR Rembang pun mulai menggiatkan latihan kembali guna untuk mempersiapkan laga lajutan di Stadion Krida Rembang.

Pelatih laskar Dampo Awang Hadi Surinto mengatakan bahwa setelah libur lebaran selama 7 hari, kini para pemain menjalani latihan.

“Latihan itu tentunya sebagai bekal untuk mempersiapkan tim bertandang melawan tim tuan rumah PPSM Magelang pada tanggal 8 Juli 2017 mendatang,” katanya.

Sementara itu, di saat menjalani latihan rutin di bulan Ramadan, ia mengutarakan bahwa ia tetap menggeber latihan guna melatih fisik anak asuhnya.

“Selama bulan ramadan, para pemain ini tetap menjalani latihan untuk tetap menjaga fisik agar tetap bugar. Latihan dilakukan setiap sore hari, selama bulan puasa,” paparnya.

Dia  menambahkan, untuk latihannya sendiri sudah dimulai pada pekan ini. “Untuk  waktu pagi dimulai dengan tes fisik pemain. Sehingga disaat latihan pertama kali seusai libur dapat dijalankan dengan baik,”pungkasnya.

Pada laga penyisihan putaran pertama, PSIR masih menyisakan pertandingan. Diantaranya, melawan tuan rumah PPSM Magelang pada 8 Juli. Dan menjamu PERSIS Solo di Stadion Krida Rembang pada 15 Juli mendatang.

Editor: Supriyadi

 

Penjual Janur dan Ketupat Mulai Menjamur di Pasar Rembang

Jelang kupatan banyak warga berburu janur untuk digunakan membuat ketupat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Menjelang lebaran ketupat (kupatan), kini sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Rembang mulai dipenuhi para pedagang janur maupun selongsong ketupat musiman.

Selain para pedagang dadakan, penjual sembako di pasar juga memanfaatkan momen ini untuk ikut berburu keuntungan. Mereka juga ikut berjualan janur dan selongsong ketupat.

Salah seorang penjual janur asal Kedungrejo, Rembang Haryati (50) mengaku, sudah tiga Lebaran ini ia menjual janur dan ketupat kosong. “Penghasilannya lumayan. Meskipun hanya musiman saja,” katanya, Jumat (30/6/2017).

Untuk satu ikat berisi 10 lembar janur dijual atara Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu. Sedangkan ketupat kosongan satu ikatnya yang berisi 10 biji dihargai Rp 10an ribu.

Perempuan yang kesehariannya bekerja sebagai petani tersebut sudah menjual janur menjelang Lebaran ketupat sejak Kamis kemarin mulai dari pagi hingga siang.

Alhamdulillah, sejak dua hari ini bisa menjual sebanyak 50an ikat janur dan 17an ikat ketupat. Ya itung-itung buat tambahan penghasilan,” ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai stok janur dan ketupat kosongan tersebut, ia mengaku bahwa bahan baku tersebut ia dapatkan dari wilayah Blora. “Saya beli dari seseorang yang mempunyai pohon kelapa,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Mobil Mewah Range Rover Hajar Honda Beat Hingga Remuk di Pantura Rembang

Kondisi kendaraan Honda Beat yang hancur setelah ditabarak mobil Range Rover di Kragan, Rembang, Jumat (30/6/2017) siang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebuah mobil mewah Range Rover nomor polisi B 9 PP terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda Beat nopol K 3496 ZM di jalan pantura Rembang, Jumat (30/6/2017). Akibatnya, baik mobil mewah maupun sepeda motor remuk, dan pengendara sepeda motor juga harus dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan yang terjadi di jalan yang masuk wilayah Desa Pelawangan, Kecamatan Kragan, Rembang itu, disinyalir akibat kecerobohan pengendara sepeda motor Honda Beat.

Pengendara Honda Beat itu diketahui melaju zigzag di depan Range Rover dan tiba-tiba berbelok ke kanan, saat keduanya melaju dari arah timur (Sarang). Alhasil tabrakan tak terhindarkan.

“Kedua kendaraan itu melaju dari arah yang bersamaan. Hanya saja motor Beat itu melaju zigzag, dan tiba-tiba langsung belok ke kanan. Mungkin sopir tak bisa menghindar, sehingga terjadi tabrakan,” kata Jono, saksi di lokasi kejadian.

Sepeda motor itu langsung tertabrak Range Rover dari belakang, dan terseret hingga beberapa meter. Kedua kendaraan baru berhenti setelah menabrak tiang listrik, hingga mengakibatkan dua kendaraan tersebut ringsek.

Saat kejadian, pengendara sepeda motor terpental dan  mengalami sejumlah luka di bagian kepala. Pengendara motor itu diketahui bernama M Syaiful Anwar (25), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Rembang.

“Kejadian tersebut sudah ditangani Satlantas Polres Rembang. Korban sudah dibawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan intensif. Dan sopir mobil juga masih dimintai keterangan,” ujar Kanit Laka Lantas Polres Rembang Ipda MS Karim.

Sopir mobil mewah itu diketahui bernama Jilok (52), warga Kapuk Muara, Jakarta Utara. Hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan juga langsung diderek dan diamankan di Kantor Satlantas Polres Rembang.

Editor : Ali Muntoha

Masuki Arus Mudik, Jembatan Grasak Rembang Belum Rampung Digarap

Polisi mengatur arus lalu lintas di salah satu sudut di Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – Para pengguna jalan pantura khususnya yang berada di daerah Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Rembang, berharap arus mudik bisa lancar dan tidak ada kemacetan. Harapan itu muncul lantaran saat jni masih ada pekerjaan jembatan Grasak yang belum rampung.

Dari informasi yang ada, jembatan akan dilebarkan. Semula 6 meter, akan jadi 12 meter. Jemabtan sudah dikerjakan sejak sekitar 4 bulan.

Salah satu pengguna jalan warga Tuban Jawa Timur, Syahroni yang melintasi jalan tersebut mengatakan, pengerjaan jembatan yang belum rampung, bisa menimbulkan kemacetan saat arus mudik.

“Terlebih saat ini sudah mulai arus mudik. Ya, meskipun jalan ini tidak berada di dalam kota, namun jalur ini dilewati oleh kendaraan umum. Seperti halnya bus besar, truk, dan lainnya,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, kemacetan kerap terjadi hingga sekitar 1 km. Sistem buka tutup kendaraan diberlakukan di ruas itu.

“Kalau ini sistemnya buka tutup jalan. Meskipun sudah dibuka tutup satu arus, panjang kemacetanpun bisa sampai satu kilometer. Dan itupun masih belum memasuki mudik,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

PSIR Bekuk Sragen United Tanpa Balas

PSIR Rembang berhasil unggul 2-0 saat menjamu Sragen United di Stadion Krida Rembang, Minggu (21/5/2017) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah melesakkan satu gol di gawang Sragen United pada babak pertama, PSIR Rembang tak mau puas begitu saja. Setelah peluit babak kedua ditiup, Laskar Dampo Awang semakin trengginas menggebrak pertahanan lawan.

Kerja keras pemain PSIR kembali membuahkan hasil dengan terciptanya gol dari sundulan kaptain tim Heru Wibowo (5). Gol ini tercipta setelah Heru berhasil memanfaatkan umpan tendanan bebas bebas yang dilakukan Yoni Ustaf Bukhori (11)  di menit 47 atau di menit awal babak dua.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor PSIR 2 dan Sragen United 0. Dari pertandingan tersebut, poin sementara yang diperoleh oleh PSIR yakni 9 poin.

Saat ditanya MuriaNewsCom, pelatih Sragen United Jaya Hartono mengaku tak sempat menyangka jika anak asuhnya tak mampu membednung serangan PSIR hingga harus kebobolan dua gol.

“Saya tidak menyangka bila kita kebobolan 2 gol. Kalau dibandingkan, ya kita sama-sama lah permainan ini. Sama bagusnya,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa komposisi pemainnya memang saat ini masih seadanya. “Pemain kita masih seadanya. Namun dari segi permainan ya sama-samalah,” ungkapnya.

Di sisi lain, pelatih PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, bahwa anak asuhnya kini masih butuh evaluasi yang matang.

“Dari perjalanan pertandingan tadi, masih banyak yang perlu dievaluasi. Terlebih para pemain masih salah umpan, dan belum fokus. Sehingga babak pertama agak belum terkontrol atau dikuasai,” paparnya.

Kendati demikian, ia sangat bangga dengan penampilan pemain PSIR yang mampu menambah poin.

Editor : Ali Muntoha

Penggunaan Kartu Tani di Jepara Diperkirakan Molor dari Jadwal

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Penggunaan Kartu Tani di Jepara dimungkinkan molor dari jadwal. Hal itu karena, proses pemasukan data yang masih terganggu.

Dijelaskan Staf Seksi Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Jepara Hapsari, pada bulan ini seharusnya sudah dilakukan input data petani. Namun kenyataannya, hingga hari ini proses tersebut belum bisa dilakukan. Menurutnya, hal itu karena aplikasi input data baik ke Bank BRI maupun Provinsi Jateng belum bisa dibuka.

Dirinya mengatakan, bila sesuai jadwal pada bulan April hingga Mei seharusnya data petani telah dilakukan. Selanjutnya pada bulan Juni kartu tani dicetak, untuk selanjutnya dibagikan di bulan Juli. 

“Kemungkinan hal itu mundur tidak sesuai dengan jadwal lantaran sampai saat ini input data online belum bisa dilakukan,” tuturnya, Rabu (17/5/2017). 

Hapsari menerangkan, saat ini tengah dilakukan proses sosialisasi kepada para petani. Kini proses itu telah mencapai 50 persen. Adapun, jumlah kelompok tani di Jepara ada 1.100 dengan anggota yang bervariasi mulai dari 50 sampai 200 orang. 

Untuk mendapatkan kartu tani, petani terlebih dahulu memiliki KTP dan Tupi. Di samping itu, mereka juga harus tergabung dalam kelompok tani. “Jika tidak tergabung dalam kelompok tani tidak bisa memiliki kartu tersebut,” ucapnya. 

Kartu tani sendiri berguna untuk menebus pupuk bersubsidi melalui pengecer. Di samping itu, penggunaannya dimaksudkan untuk mencegah pengambilan pupuk bersubsidi dari daerah lain. 

Adapun, Jepara bersama 15 kabupaten lain di Jateng menjadi wilayah untuk dilakukan masa percobaan, terkait penyaluran kartu tani.

Editor : Kholistiono

Banyaknya Perusahaan yang Masuk ke Rembang Dinilai Bisa Tekan Angka Kemiskinan

Salah satu perusahaan ternak yang bakal berdiri di Desa Kasreman. Bupati Rembang menilai, banyaknya perusahaan yang berinvestasi di Rembang dapat mengurangi angka kemiskinan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sejumlah perusahaan besar seperti halnya PT. Malindo Feedmill yang bergerak dalam bidang usaha pakan ternak, kemudian perusahaan sepatu dan gula yang akan beroperasi di Rembang, diharapkan bisa memberikan perubahan yang ada di Kota Garam tersebut.

Dengan keberadaan beberapa perusahaan besar itu, nantinya diharapkan mampu menyerap tenaga kerja bagi warga di Kabupaten Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, saat ini berbagai perusahaan besar ingin membangun usaha di Rembang. Untuk itu, momen tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh pemerintah. Terlebih tingkat kemiskinan di Rembang cukup tinggi. Yakni di angka sekitar 19 persen.

“Kemiskinan di Rembang mencapai 19  persen. Jika dirata setiap tahunnya bisa mengalami penurunan sebesar 1 persen lebih, maka di saat 2021 mendatang, kemiskinan mampu turun pada angka 12 persen. Memang target tersebut berat, tapi pemkab siap mengoptimalkan segala macam potensi,” paparnya.

Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa di Rembang ini juga masih banyak janda yang memang harus diperhatikan pekerjaannya.”Janda di Rembang ada sekitar 4 ribu orang. Namun hal itu juga perlu menjadi perhatian. Sehingga janda yang masih produktif bisa diikutkan pekerjaan dalam perusahaan itu. Sehingga hal itu juga bisa untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di Rembang,” paparnya.

Dia menambahkan, rencana kemunculan pabrik sepatu, pabrik gula dan menggeliatnya sektor pertanian maupun kelautan juga harus bisa memberikan manfaat bagi warga Rembang.

“Misalkan saja janda, khususnya yang berusia produktif bisa masuk menjadi tenaga kerja. Tak perlu susah mencari pekerjaan keluar daerah, apalagi harus terbang ke negeri orang sebagai TKW. Jika penghasilan masyarakat mulai tertata, ditunjang pertumbuhan ekonomi, kemungkinan penurunan kemiskinan akan lebih cepat.

Editor : Kholistiono

Pemain PSS Sleman Cidera Berat saat Hadapi Persijap

Tim medis sedang mengevakuasi Tedi ke ambulance, saat melawan Persijap Jepara Rabu (17/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – PSS Sleman mengakhiri leg pertama Liga 2 dengan manis. Melawan Persijap Jepara, Laskar Sembada mengalahkan Laskar kalinyamat 0-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu (17/5/2017). 

Namun para pemain PSS Sleman masih menyimpan kekhawatiran, karena seorang pemain bernomor 77 Tedi mengalami cidera di bagian leher. 

Kejadian bermula pada menit ke 87 saat Tedi hendak menghalau bola dari Pemain Persijap Riswan Danny. Bola sebenarnya telah mengenai tangan dari Tedi, setelah disepak oleh Danny. Namun, pemain PSS Sleman bernomor 77 itu justru melakukan aksi salto untuk menghalau bola. 

Salah jatuh, bagian leher dari pemain belakang PSS itu justru terhempas ke tanah terlebih dahulu. Ia sempat mengerang kesakitan sambil memegangi bagian belakang kepala. 

Setelah beberapa saat Tedi terlihat tak sadarkan diri. Tim medis langsung dipanggil ke dalam arena pertandingan dengan memberikan napas buatan dan pemberian oksigen. Tak kunjung sadar, pemain kemudian dimasukan kedalam ambulans lalu dilarikan ke rumah sakit. 

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Mudah-mudahan tidak ada sesuatu yang fatal terjadi pada pemain kami,” ucap pelatih PSS Sleman Freddy Muli, kepada pewarta, seusai pertandingan. 

Editor : Kholistiono

Tempat Hiburan di Jepara Dilarang Beroperasi Selama Ramadan

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara melarang tempat hiburan seperti karaoke beroperasi, selama Ramadan. Selain itu, warung makan yang buka pada siang hari, diimbau untuk menutup ruangannya dengan tirai.

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Anwar Sadat berujar, ihwal tersebut akan disosialisasikan kepada para pengusaha melalui surat edaran. Rencananya, surat tersebut akan mulai disebar pada Kamis (18/5/2017).

“Surat Edaran dengan nomor 300/2842 yang ditandatangani Plt Bupati akan mulai diedarkan besok. Kita mengirimkan ke para pengusaha hiburan dan pemilik rumah makan” ujarnya, Rabu (17/5/2017). 

Sadat menerangkan, edaran tersebut didasarkan atas Perda 20/2012 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3) dan Perda 9/2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.  Dirinya menyebut, imbauan tersebut untuk menjaga ketertiban selama bulan Ramadan. 

Dirinya menjelaskan, guna mengawal hal tersebut, pihaknya akan mengadakan patroli rutin. Jika kedapatan ada yang melanggar, petugas akan memberikan teguran dan sanksi sesuai dengan peraturan.

“Kalau warung makan tidak menggunakan tirai penutup selama Ramadan, maka akan mendapatkan peringatan. Namun jika tempat hiburan seperti karaoke maka akan dikenai sanksi sesuai perda,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Marwan Jafar Sebut Jateng Belum Ada Kemajuan Signifikan

Marwan Jafar saat melontarkan kritik terkait kondisi Jateng saat ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Marwan Jafar yang saat ini menjadi Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah melontarkan kritik terkait dengan kondisi Jawa Tengah saat ini.

Menurut Marwan, kondisi ketimpangan sosial di Jateng masih sangat tinggi. Pendidikan Islam di Jateng, 40 persen juga dinilai masih sangat memprihatinkan.

Begitu juga dengan kondisi infrastruktur. Jalan kabupaten dan provinsi masih banyak yang rusak. Hal itu mengundang keprihatinan Marwan untuk menyatakan diri maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

“Kondisi itu menjadi keprihatinan kita. Penyatuan langkah Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB menjadi penting untuk menuju ke arah Jateng yang lebih baik,” ujar Marwan saat berbincang dengan MuriaNewsCom.

Kondisi Jateng yang dideskripsikan Marwan diakui tidak asal ngomong, tetapi didasarkan pada data-data yang ia peroleh. Bagi pria asal Dukuhseti, Kabupaten Pati ini, banyak hal yang mesti dicermati dan didalami secara serius terkait dengan kemajuan Jateng.

Saat ini, Marwan tengah melakukan jajak pendapat dan mendengarkan keluhan dari masyarakat Jateng. Pendapat dan keinginan masyarakat itu yang akan menjadi modal untuk memperbaiki Jateng bila terpilih sebagai Gubernur Jateng pada pesta demokrasi 2018.

“Saya ingin mendengar apa yang diinginkan masyarakat Jateng, sebab Jateng selama ini tidak mengalami perubahan positif yang signifikan. Perubahan diperlukan agar masyarakatnya bisa hidup sejahtera dalam kemajuan sesuai yang diharapkan,” pungkas Marwan.

Editor : Kholistiono

Jelang Ramadan, Petugas Lakukan Sidak Harga di Sejumlah Pasar di Jepara

Tim gabungan melakukan monitoring harga ke pasar tradisional, memantau ketersediaan dan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan, Rabu (17/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tim monitoring kebutuhan bahan pokok Jepara mulai melakukan pantauan ke sejumlah pasar tradisional. Agenda ini dilakukan untuk memantau ketersediaan bahan pangan dan harga menjelang Ramadan.

Pemantauan sendiri akan dilakukan selama tiga hari ke depan. Hari ini, tim bergerak ke wilayah utara Jepara, yakni Pasar Donorojo, Mlonggo, Bangsri dan Keling.

“Relatif aman untuk harga kebutuhan barang pokok. Ada kenaikan namun tidak mencolok,” kata Kasubag Ekonomi Daerah Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Jepara, Kamis (17/5/2017).

Dirinya mengatakan, dalam tim tersebut melibatkan Bidang Perdagangan, Bagian Perekonomian Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan, Polres Jepara, Kodim 0719/Jepara serta Satpol PP. 

Ia mengungkapkan, dalam pantauan tersebut tak hanya menilik harga dan ketersediaan pangan. Tim juga menyasar barang-barang pangan yang disinyalir mengandung barang berbahaya, untuk diambil sampelnya dan diuji di lab. 

Ibnu mengatakan, setelah tiga hari pemantauan akan dilakukan evaluasi terhadap temuan-temuan yang ada. “Nanti setelah pemantauan terakhir pada hari Jumat, hasilnya akan kami laporkan ke pimpinan. Selanjutnya akan diambil tindakan lanjutan,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Porsema X Wilayah Jateng Pertandingkan 23 Cabang Lomba

Logo Porsema X Wilayah Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah ke-X akan digelar di Jepara, 20-23 Mei 2017. Pada kegiatan itu akan diperlombakan 23 cabang olahraga dan seni. 

Ketua Panitia Porsema X Achmad Makhali mengatakan, ajang tersebut merupakan kesempatan untuk menjaring pelajar berprestasi. “Selain itu untuk membangun kebersamaan dan silaturahmi antarsesama madrasah atau sekolah yang berada di bawah LP Ma’arif melalui kegiatan positif,” tuturnya, Rabu (17/5/2017).

Ia mengatakan, sebanyak 5.400 orang akan berpartisipasi dalam Porsema X. Jumlah itu terdiri dari atlet yang berjumlah sekitar 4000 dan sisanya official pertandingan. Adapun peserta berasal dari 32 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. 

Adapun, acara tersebut mempertandingkan 23 cabang lomba, meliputi bola voli, lari sprint, tenis meja, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, catur, lari jauh dan pencak silat. Kemudian, MTQ, kaligrafi, poster, puisi religi, film pendek, reportase, qasidah modern, debat bahasa Inggris, debat bahasa Arab, pidato bahasa Jawa, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab serta parade kontingen.”Untuk Jepara sendiri kami mengirimkan 160 atlet di semua cabang,” ujar Makhali.

Ia menambahkan, Porsema X dijadikan rujukan 10 provinsi terkait penyelenggaraan acara. Ke depan, jika ajang tersebut telah diadakan di setiap provinsi, maka memungkinkan diselenggarakan Porsema tingkat nasional.

“Ada 10 provinsi yang akan meninjau pelaksanaan Porsema di Jepara, sebagai rujukan jika ajang serupa nantinya diadakan di daerah masing-masing. Di antaranya ada Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Dimungkinkan, bila telah ada kegiatan itu, pada masing-masing provinsi akan ada tingkat nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Olahraga Porsema X Jepara Muhammad Sururi mengharapkan, ajang tersebut dapat menelurkan atlet berprestasi. Dikatakannya, untuk Kabupaten Jepara, telah ada atlet dari LP Ma’arif ikut digembleng Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).”Kemarin sudah ada yang ikut lomba atas binaan dari KONI dalam hal ini PASI,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, untuk penyelenggaraan Porsema tahun ini Jepara mendapatkan juara umum. Hal itu karena, pada dua kali penyelenggaraan ajang ini, Kabupaten Jepara hanya berada di peringkat dua setelah Kudus.

Editor : Kholistiono

Razia Warung dan Tempat Karaoke di Juwana, Polisi Sita Ratusan Botol Miras

Petugas Polsek Juwana menggelar operasi di sejumlah warung di Juwana, Rabu (17/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Juwana menyita ratusan botol minuman keras (miras) tanpa izin dalam operasi di sejumlah warung, termasuk tempat hiburan karaoke di Juwana, Pati, Rabu (17/5/2017).

Tiga warung yang menjadi target operasi, antara lain warung di Pasar Porda Juwana milik Darsiman, Cafe Nasafa di ruko Desa Bumirejo milik Linawati, dan warung di kawasan Pasar Juwana milik Supardi.

Sedikitnya 13 anggota dilibatkan dalam operasi pemberantasan minuman setan tersebut. Mereka dipimpin Kanit Sabhara Polsek Juwana Iptu Mashuri.

Kapolsek Juwana AKP Sumarni mengatakan, operasi tersebut menjadi salah satu upaya pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) dengan menyasar minuman keras menjelang Ramadan. “Operasi ini diharapkan bisa menekan angka peredaran miras di kawasan Juwana sebelum Ramadan,” ucap AKP Sumarni.

Di warung Pasar Porda, polisi menyita enam botol miras dari berbagai merek seperti anggur merah, cap tiga orang tua dan beras kencur. Di warung Pasar Baru Juwana, polisi menyita 260 botol miras jenis kolesom, anggur merah, beras kencur, dan congyang.

Sementara di tempat karaoke, Cafe Nasafa, polisi mengamankan enam botol miras jenis vodka, whisky dan cap tiga orang tua. Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan ketiga pelaku untuk diinterogasi.

“Para pelaku akan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring), karena melakukan penjualan miras tanpa izin. Pelaku melanggar Pasal 5 juncto 9 Perda Kabupaten Pati Nomor 22 tahun 2002 tentang miras,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Warga Grogolan Pati Tewas Dihantam Truk Pengangkut Tebu

Petugas kepolisian mengevakuasi korban ke rumah sakit. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Pati – Nasib nahas menimpa Suwiknyo (50), warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Pria yang diketahui sebagai salah seorang perangkat desa ini mengalami kecalakaan di Jalan Tayu-Puncel, Alasdowo, Dukuhseti, Selasa (16/5/2017) malam.

Menurut keterangan saksi, Suharno, kejadian  bermula ketika sepeda motor yang kendarai Suwikyo berjalan dari arah utara. Saat di lokasi kejadian, Suwiknyo berusaha menghindari jalan berlubang di depannya.

Nahas, saat menghindari jalan berlubang, Suwiknyo langsung dihantam truk bermuatan tebu dari arah depan. Korban akhirnya meninggal dunia di tempat.

“Tadinya sepeda motor mau menghindari jalan berlubang, tapi dari depan ada truk bermuatan tebu yang sedang melaju. Kecelakaan akhirnya tidak dapat dihindari,” imbuhnya.

Korban meninggal dunia di tempat kejadian, karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala. Tak lama setelah tabrakan, petugas dari Polsek Dukuhseti mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

Sepeda motor korban bernopol K 4615 FS dan mobil truk tebu bernopol H 1639 LS yang mengalami kecelakaan diamankan di Mapolsek setempat. Sopir truk, Zaenal Arifin, warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti juga diamankan untuk dimintai keterangan.

Editor : Kholistiono

Sebelum Terbakar, Rumah Mbah Reban Sudah Masuk di Dalam Program Bedah Rumah

Rumah Mbah Reban yang menjadi korban kebakaran. Akibat kejadian ini, Mbah Reban juga meninggal dunia. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Peristiwa kebakaran menimpa rumah Reban (90) RT 2 RW 2 Desa Kumendung, Rembang pada Rabu (17/5/2017). Akibat peristiwa tersebut, Reban meninggal dunia.

Mardi (35), cucu dari Reban menyatakan, sebenarnya rumah Mbah Reban sudah masuk dalam program bedah rumah yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.

“Rumah Mbah Reban memang masuk dalam kategori rumah tak layak huni. Dan kabar-kabarnya tahun ini, tapi saya tidak tahu persis kapan pelaksanaannya. Lha malah kok kena musibah dulu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Informasi Mbah Reban tinggal bersama istrinya bernama Sukemi. Rumah yang ditempati Mbah Reban ini, juga berdampingan dengan rumah yang ditinggali keluarga anaknya, yaitu Prunomo (40).

Tidak hanya rumah Mbah Reban yang terbakar, rumah Purnomo yang letaknya berdampingan juga ludes dilalap api. Sedangkan untuk istri Mbah Reban, dan keluarga Purnomo bisa selamat dari musibah tersebut.

“Awalnya api berasal dari kamar Mbah Reban, dan kemudian merambat ke sebelah utara yaitu rumah Purnomo, yang memang rumahnya gandeng dengan rumah Mbah Reban,” ujar Mardi.

Dirinya menyatakan, penghuni rumah, yakni Purnomo dan istrinya yang ketika itu dalam kondisi terlelap tidur, terbangun ketika api membesar. Kemudian mereka berupaya keluar menyelematkan diri. Pun demikian dengan Sukemi yang berhasil diselamatkan warga. Nahas bagi Mbah Reban yang terjebak dan tak bisa terselamatkan.

Editor : Kholistiono

Rumah Kades Klumpit Pati Dibobol Maling, Uang Rp 120 Juta Raib

Polisi melakukan olah TKP di rumah Kepala Desa Klumpit yang dibobol maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah Paido (52), Kepala Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu dibobol maling pada Selasa (16/5/2017) pukul 14.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, saat itu Paido pergi untuk ngantor di balai desa setempat. Sementara penghuni rumah lainnya pergi ke RSI Margoyoso untuk keperluan pengobatan dan rumah dalam keadaan terkunci.

Ketika penghuni rumah pulang, mereka terkejut karena pintu rumah bagian belakang sudah dalam keadaan terbuka dan ditemukan bekas congkelan. Setelah itu, penghuni rumah mengecek kamar dan menemukan lemari sudah rusak.

“Penghuni juga mengecek uang tunai dalam tas senilai Rp 15 juta yang juga raib. Bahkan, uang milik Paido yang disimpan secara khusus dalam plastik hitam senilai Rp 105 juta hilang,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Rabu (17/5/2017).

Dia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan maling dengan cara masuk lewat pintu belakang, mencongkel kunci, masuk ke kamar dan merusak pintu lemari yang berisi uang. Saat keluar, maling juga lewat pintu belakang.

“Tidak ada barang yang dicuri. Semua yang dicuri dalam bentuk uang dengan total kerugian Rp 120 juta. Rp 105 juta ditaruh dalam plastik hitam, sedangkan Rp 15 juta ditaruh dalam tas istri korban. Keduanya diambil dalam lemari yang sama,” tambahnya.

Saat ini, polisi tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari para saksi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

Mengenaskan, Seorang Kakek di Rembang Tewas Terbakar

Petugas dari Polres Rembang saat mengecek rumah milik Mbah Reban yang terbakar pada Rabu (17/5/2017).(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang –  Sebuah rumah terbakar di Desa Kumendung RT 2 RW 2 Kecamatan Rembang. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Rabu (17/5/2017).

Kebakaran ini menelan korban jika. Seorang kakek berusia 90 tahun tewas dalam kebakaran ini. Korban bernama Reban.

Informasi yang dihimpun, korban tinggal bersama istrinya bernama Sukemi. Rumah yang ditempati korban ini, juga berdampingan dengan rumah yang ditinggali keluarga anaknya, yaitu Prunomo (40).

“Awalnya api berasal dari kamar Mbah Reban, dan kemudian merambat ke sebelah utara yaitu rumah Purnomo, yang memang rumahnya gandeng dengan rumah Mbah Reban,” ujar Mardi, salah satu cucu dari Mbah Reban.

Dirinya menyatakan, penghuni rumah, yakni Purnomo dan istrinya yang ketika itu dalam kondisi terlelap tidur, terbangun ketika api membesar. Kemudian mereka berupaya keluar menyelematkan diri. Pun demikian dengan Sukemi yang berhasil diselamatkan warga. Nahas bagi Mbah Reban yang terjebak dan tak bisa terselamatkan.

Tak hanya rumah yang ludes terbakar, satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2013 milik Suwendo, cucu korban yang tengah berlayar juga habis terbakar.

Kebakaran ini, akhirnya bisa padam sekitar pukul 03.00 WIB, setelah dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Kerugian materi, diperkirakan mencapai Rp 150 juta.

Sementara itu,Kanit Reskrim Polsek Rembang Ipda Sudibiyono menyampaikan, saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan insiden tersebut. “Dugaam sementara karena korsleting listrik. Kita masih melakukan penyeledikan terkait ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Izin Cantrang Diperpanjang, Pelaku Industri Pengolahan Ikan di Rembang Juga Ikut Senang

Para pekerja di pengolahan ikan sedang memikul ikan yang sudah matang seusai direbus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Penggunaan alat tangkap cantrang bagi nelayan diperpanjang hingga akhir 2017. Hal itu diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti usai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Terkait adanya perpanjangan tersebut, pelaku industri pengolahan ikan di Rembang juga ikut senang. Sebab, dengan adanya kelonggaran penggunaan cantrang tersebut, dinilai bisa memaksimalkan hasil tangkapan ikan. Dengan begitu, hasilnya bisa berdampak terhadap industri pengolahan ikan.

Roni, salah satu perajin pengolahan ikan di Tasikagung Rembang mengatakan, adanya perpanjangan waktu penggunaan cantrang, dinilai berdampak terhadap berbagai sektor, tidak hanya pada nelayan saja.

“Seperti halnya pengolahan ikan juga tentu merasakan dampaknya. Kalau hasil tangkapan banyak, pengolahan ikan juga bisa maksimal. Pun demikian, warga yang bekerja di pengolahan ikan juga merasakan imbas perekonomian, khususnya ibu-ibu,” katanya.

Ia berharap, kelonggaran penggunaan cantrang tersebut bisa terus diperpanjang. Sebab, warga Rembang yang bergantung pada sektor perikanan cukup banyak.

Editor : Kholistiono

Penggunaan Cantrang Kembali Diperpanjang Hingga Akhir 2017

Belasan kapal cantrang bersandar di Pelabuhan Tasikagung Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, sudah melarang penggunaan cantrang alias trawl. Alasannya, cantrang merusak ekosistem laut sehingga lama-lama ikan di laut bisa habis.

Larangan tersebut penggunaan cantrang itu tertuang dalam surat Edaran Nomor: 72/MEN-KP/II/2016, tentang Pembatasan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Indonesia (WPPNRI).

Selain itu, KKP juga mengundangkan Permen Nomor 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seine Net) di WPPNRI.

Dalam aturan itu disebutkan, nelayan wajib mengganti cantrang dengan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan demi kelangsungan sumber daya ikan.

KKP akan menyediakan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan sebagai pengganti cantrang. Masa transisi peralihan cantrang sampai Juni 2017.

Selama masa transisi itu, nelayan yang masih menggunakan cantrang masih diperbolehkan melaut sampai dapat alat tangkap yang baru. Nah, masa transisi ini yang sekarang akan diperpanjang hingga akhir 2017.

“Perpanjangan alat tangkap cantrang hingga akhir 2017 itu diutarakan langsung oleh Bu Menteri pada 3 Mei lalu di Kantor Menko Kemaritiman. Namun demikian, hingga saat ini belum ada suratnya secara formil,” Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung Rembang Sukoco.

Terkait dengan perpanjangan tersebut, pihaknya langsung memberikan kabar kepada nelayan yang ada di Rembang.”Setelah adanya kabar itu, saya langsung memberikan kabar itu kepada nelayan Rembang. Supaya mereka juga bisa memperbaharui izin kapalnya. Perpanjangan itu, khusus di wilayah Jawa Tengah. Namun di saat nantinya para nelayan melaut hingga melewati batas tertentu, maka akan bisa terkena sanksi,” paparnya.

Sementara itu, salah satu nelayan, Hadi (42) mengutarakan, bahwa pihaknya ingin pemberlakuan cantrang itu bisa selamanya. “Tidak hanya diperpanjang hingga akhir 2017. Namun bisa dibebaskan selamanya,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono