Kodim 0733 Semarang Ajak Warga Gunungpati Peduli Kesehatan

Petugas memeriksa kesehatan warga Kelurahan Kalisegoro Gunungpati di sela-sela pelaksanaan TMMD Reguler ke-99 Tahun 2017. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan warga yang terdiri dari orang tua dan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang antusias mengikuti penyuluhan kesehatan, yang merupakan program TMMD Reguler ke-99 tahun 2017, Sabtu (15/7/2017).

Penyuluhan tersebut, dilakukan untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui gerakan hidup sehat. Dalam penyeluhan tersebut Kodim menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Masyarakat pun cukup antusias mendengarkan penyuluhan yang diberikan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Salah satu warga Suharni mengaku, selama ini warga memang belum begitu menyadari akan pentingnya kesehatan. Padahal kata dia menjaga pola hidup sehat sebenarnya tidaklah sulit. “Sebenarnya tidak sulit tapi karena mamang belum terbiasa saja,” katanya.

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suradi mengatakan, kesehatan sangat penting dan menjadi harta manusia yang paling berharga. Tidak ada kesehatan bisa dikatakan tidak ada kesempatan untuk menikmati kehidupan.

Pola Hidup sehat tidaklah sulit, karena bisa dilakukan di lingkungan sendiri, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola makan yang sehat.

“Oleh karena itu melalui penyuluhan ini diharapkan warga masyarakat semakin meningkatan kesadaran dan bisa menerapkan pola hidup sehar di lingkungan masing-masing,” katanya.

Menurut dia menjaga kesehatan adalah penting mengingat saat ini biaya pengobatan dan perawatan sangat mahal. Bahkan banyak orang yang terpaksa menjual seluruh harta miliknya demi menyembuhkan penyakit.

“Mulai melakukan pola hidup sehat dari sekarang akan menjadi investasi berharga bagi kesehatan kini dan nanti,” imbuhnya. (NAP)

Kudus Masuk 57 Kota Percontohan Nasional

menteri 2 e

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Birokrasi Reformasi Yuddy Chrisnandi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Birokrasi Reformasi Yuddy Chrisnandi mengatakan, Kudus masuk dalam 57 daerah yang menjadi kota percontohan integritas.

Itu disampaikannya saat berkunjung ke Pendapa Pemkab Kudus. Terutama saat berbincang-bincang dengan Bupati Kudus Musthofa beserta SKPD.

Di Jawa Tengah, hanya ada dua daerah yang menjadi teladan yakni Semarang sebagai pusat pemerintahan, dan kedua adalah Kudus.

“Ini adalah percepatan pelayanan birokrasi nasional. Arahan dari bapak Presiden, akan susah kalau langsung menangani banyak kabupaten kota. Untuk itulah diperlukan daerah sasaran,” katanya.

Karenanya, pelayanan dengan masyarakat hendaknya ditingkatkan. Baik itu sektor kesehatan, masalah KTP dan lain sebagainya.

“Jika sudah sandar pelayanannya bagus. Maka daerah itu harus lebih baik .Nantinya, daerah sekitar dapat mencontoh Kudus, “ ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pak Menteri PAN Kok di Kantor Polisi Kudus, Ada Apa?

menteri e

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Birokrasi Reformasi Yuddy Chrisnandi saat melakukan kunjungan di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 
MuriaNewsCom, Kudus – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) dan Birokrasi Reformasi Yuddy Chrisnandi berpesan kepada polisi agar memberi pelayanan dengan wajah ramah.

“Harus ada peningkatan dan evaluasi, seperti halnya petugas yang memberikan pelayanan. Jangan diberikan yang garang, nanti belum lapor malah takut duluan,” kata Yuddy saat berkunjung di Mapolres Kudus, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, polisi seyogyanya lebih ramah melayani masyarakat. Bukan hanya soal sikap, tapi juga pelayanan. Bahkan, polisi juga sesekali jemput bola, dengan datang langsung ke masyarakat.

Seperti halnya pelayanan SIM dan SKCK. Polisi bisa memberikan layanan ke seluruh kecamatan. Jika pelayanan bagus, maka warga bisa nyaman.

Sementara Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, polisi akan lebih memaksimalkan peran di sembilan kecamatan. “Paling jauh 14 kilometer sudah sampai di kecamatan di Kudus,” kata Andy.

Dalam kunjungan, menteri juga melihat mulai pelayanan, ruang SIM dan lokasi lokasi lainnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Foto-Foto Prosesi Pemakaman Istri Gus Mus, Siti Fatma, di Rembang

Warga mengiringi jenazah Siti Fatma di Rembang. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Warga mengiringi jenazah Siti Fatma di Rembang. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kepergian sosok istri KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Siti Fatma, benar-benar meninggalkan luka yang dalam. Semua Nahdiyin, khususnya warga Rembang, merasa kehilangan.

Berikut foto-foto prosesi pemakaman , Jumat (1/7/2016), pukul 13.30 WIB.

Penjagaan ketat pengantaran jenazah Siti Fatma di Rembang. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penjagaan ketat pengantaran jenazah Siti Fatma di Rembang. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

Pantauan MuriaNewsCom, di lokasi. Iring-iringan dimulai dari rumah duka, sampai ke pemakaman keluarga di Desa Kabongan Kidul, Rembang.

Warga bersiap memakamkan jenazah Siti Fatma di Rembang. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Warga bersiap memakamkan jenazah Siti Fatma di Rembang. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

Selawat nabi dan semua puji-pujian dilafalkan oleh para pengantar hingga prosesi pemakaman.

makam 5

Kerabat, keluarga, saudara, dan masyarakat melepas kepergian jenazah Siti Fatma. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Ribuan Orang Antar Jenazah Istri Gus Mus ke Pemakaman

Istri Gus Mus, Siti Fatma, Meninggal Dunia

Gus Mus juga Ucapkan Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Istri

Ribuan Orang Antar Jenazah Istri Gus Mus ke Pemakaman

pemakaman

Jenazah Siti Fatma diantar ke liang lahat, Desa Kabongan Kidul, Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Ribuan orang mengiringi pemakaman istri KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Siti Fatma, Jumat (1/7/2016), pukul 13.30 WIB.

Iring-iringan dimulai dari rumah duka, sampai ke pemakaman keluarga di Desa Kabongan Kidul, Rembang. Selawat nabi dan semua puji-pujian dilafalkan oleh para pengantar hingga prosesi pemakaman.

Sekitar pukul 14.50 WIB, jenazah Siti Fatma sampai di kompleks pemakaman Kabongan Kidul. Sekira pukul 14.00 WIB jenazah Siti Fatma masuk liang lahat.

Di dalam liang, kedua menantu Gus Mus, Ulil Absar Abdalla dan Wahyu Salvana serta anak laki-lakinya, Muhammad Bisri Mustofa, telah bersiap menerima dan meletakkan jenazah Siti Fatma.

Kerabat, saudara, santri, serta masyarakat yang ikut mengantarkan jenazah Siti Fatma tak bisa menahan kesedihan. Terlihat ketika jenazah mulai masuk liang lahat, sebagian besar dari mereka tak kuasa menitikan air mata.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, Siti Fatma menghembuskan nafas terakhir, Kamis (30/6/2016) sekira pukul 14.30 WIB. Sebelumnya, Siti Fatma telah dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang sejak Selasa (28/6/2016) pagi dikarenakan sesak nafas yan dideritanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Istri Gus Mus Meninggal, PBNU Ajak Nahdiyin se-Indonesia Salat Gaib

surat

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak Nahdiyin untuk melakukan Salat Gaib dan tahlilan.

Itu sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya istri KH A Mustofa Bisri (Mustasyar NU), Siti Fatma, Kamis (30/6/2016) sore.

Ajakan PBNU itu berupa instruksi yang ditujukan kepada pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama serta seluruh Nahdiyin seluruh Indonesia.

Informasi yang diterima MuriaNewsCom, almarhumah akan dimakamkan di Makam Kabongan Kidul, Rembang, Jumat (1/7/2016) pukul 13.30 WIB.

Editor : Akrom Hazami

 

Gus Mus juga Ucapkan Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Istri

Almarhumah Siti Fatmah (Facebook Ahmad Mustofa Bisri)

Almarhumah Siti Fatmah (Facebook Ahmad Mustofa Bisri)

 

MuriaNewsCom, Rembang – KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) berbela sungkawa atas meninggalnya istri, Siti Fatmah.

Di media sosial Facebook dengan nama akun Ahmad Mustofa Bisri, Gus Mus menulis status. Dikutip dari akun tersebut.

“Innã liLlăhi wainnã ilaiHi rãji’ün. Telah wafat hari ini, Kamis 30 Juni 2016 jam 14:30 yang kami cintai Ibu *Fatmah Mustofa* di RSU Rembang. Mohon segala kesalahan almarhumah dimaafkan dan mohon doa semoga amal-amal baiknya diterima dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Al-Fãtihah,” begitu kalimat di status tersebut.

Status yang diunggah pukul 16.17 WIB langsung mendapat respons. Di antaranya, pemilik akun Zaba Gsix menulis innalillahi wainna ilaihi raajiuun turut bela sungkawa yai :'( semoga amal beliau di terima oleh allah dan dosa2nya di ampuni oleh ALLAH SWT amiiiiiin

Ada juga Detty Jansen menulis Mbah putri.. Ya Allah.. Mbah kung sekeluarga kami turut berduka cita.. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan mbah Putri sudah khusnul khotimah.. Amin amin amin.. Al fatihah..

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Istri Gus Mus, Siti Fatma, Meninggal Dunia

 

 

 

Istri Gus Mus, Siti Fatma, Meninggal Dunia

gusmus dan almarhum

KH Mustofa Bisri bersama istri Siti Fatma. (Facebook KH Mustofa Bisri)

 

MuriaNewsCom, Rembang- Siti Fatma, istri KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, meninggal dunia, Kamis (30/6/2016).

Informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, Siti Fatma meninggal sekitar pukul 14.45 WIB.

Tun Mardiyah, putri dari Munfaridjah Basyuni yang merupakan adik terakhir dari Siti Fatma membenarkan info duka tersebut.

Saat dikonfirmasi, ia mengaku mendapatkan kabar meninggalnya sekira pukul 15.20 WIB.

“Iya benar mengenai kabar tersebut,” katanya singkat saat dihubungi melalui jaringan telepon.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Menteri Desa Marwan Jafar Minta Ulama Jangan Tinggal Diam Melihat Kasus Korupsi

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Ja’far saat memberikan sambutan di acara manaqib kubro di JHK Kudus, Sabtu (7/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Ja’far saat memberikan sambutan di acara manaqib kubro di JHK Kudus, Sabtu (7/5/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebelum memukul bedug sebagai pembuka acara Jamiyyah Ahlith Thorikoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyah se Jawa Tengah – Daerah Istimewa yogyakarta (DIY) di gedung Jami’atul Hujaj Kudus (JHK) Sabtu (7/5/2016), Marwan Jafar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI berpesan kepada para ulama supaya bisa ikut berpartisipasi memerangi korupsi.

”Sebenarnya para ulama itu harus bisa proa aktif memerangi tindakan negatif para pejabat. Salah satunya dengan cara menyusup atau masuk ke kalangan para  pejabat untuk membujuk mereka ikut kegiatan Jam’iyyah Thorikoh,” kata Marwan.

Dia menilai, pengawasan terhadap para pejabat, politikus itu bukan hanya tugas pihak aparat penegak hukum. Namun para ulama juga harus bisa turun tangan. Yakni dengan cara mengajari mereka ilmu thorikoh (agama).

Itu dilakukan supaya tugas politikus dan pejabat bisa lurus dan tidak melanggar aturan yang ada. Hususnya pengawasan untuk penggunaan dana desa. Sehingga para ulama juga perlu untuk peran serta dalam itu.

Sementara itu, kegiatan keagamaan thoriqoh juga harus bisa disosialisaksin kepada masyarakat atau pera pejabat. Sehingga mereka bisa ikut mengaji atau thorikah. Selain itu, menrutt dia, ilmu thorikoh harus bisa bermanfaat untuk meluruskan tindakan orang lain selain yang tergabung dalam jamaah tersebut.

“Jika ilmu thorikoh itu bisa menyasar kepada warga lain selain jamaahnya, maka orang itu baik pejabat atau politikus bisa bertugas mengemban amanah rakyat dapat berjalan lurus dan tidak korupsi,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga berpesan bahwa para ulama harus main poltik supaya perpolitikan yang ada di Indonesia bisa bersih.

”Para ulama itu harus bisa berpolitik, bila mereka bisa berpolitik, maka plotikus tidak akan bisa membohongi para ulama. Sementara itu, ulama juga harus bisa selalu up date berita di media. Supaya bisa tahu akan perjalanan politik. Dan kegiatan jam’iyyah thorikoh juga bisa doiinfoemasikan kepada masyarakat luas dengan menggandeng media sosial atau media (berita),” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Hary Tanoe Kampanyekan Ekonomi Kerakyatan

Jpeg

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoeoedibjo saat menghadiri pelantikan pengurus ranting-ranting yang ada di Kabupaten Blora, Rabu (20/4/2016). (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Ketua Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan meski Indonesia sudah merdeka selama 70 tahun, namun pencapaian dari kemerdekaan masih belum terwujud.

”Hal itu ditandai dengan masih banyaknya praktik korupsi, serta masih belum sejahteranya rakyat Indonesia. Terutama kalangan petani,” kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, saat menggelar pertemuan dengan kadernya di Gedung Serbaguna NU Blora, Rabu (20/4/2016).

Menurutnya, dampak dari sistem ekonomi liberal yang ada saat ini, menjadi pemicu masih belum sejahteranya rakyat Indonesia. ”Hal itu juga mengakibatkan pendidikan kita masih tertinggal,” jelasnya.

Ia mengatakan, dampak dari ekonomi liberal memicu semakin curamnya jurang kemiskinan. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Padahal melihat kekayaan alam Indonesia, lanjut dia, harusnya bisa menyejahterakan rakyatnya.

”Hal itu ditengarai dengan luasnya laut negara Indonesia serta suburnya daratannya. Harusnya itu semua bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.

Namun, Hary mengatakan jika saat ini yang ada adalah salah urus. Jadi, sampai saat ini masih belum bisa dikelola dengan baik. Jika mau maju, Indonesia harus menerapkan ekonomi kerakyatan.

Ia mencontohkan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang saat ini digalakkan. Bukan malah membuat ekonomi kerakyatan terangkat, namun, semakin menenggelamkan masyarakat, yang notabene sebagai masyarakat lemah.

”Karena itu, kita proteksi rakyat kecil. Kita memberi bantuan kepada mereka, supaya rakyat kecil naik kelas,” tegasnya.

Sekedar diketahui, kedatangan Hary Tanoe beserta istrinya Liliana Tanoe adalah untuk melantik 295 dewan pimpinan ranting Partai Perindo Blora, serta konsolidasi politik.

Editor: Merie

Profesi Sinden Masih Sangat Menjanjikan

sinden maneh (e)

Eny Wulandari, pesinden asal Blora yang sudah terkenal hingga keluar Jawa. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Eny Wulandari, (33), adalah sosok sinden yang terkenal di Kabupaten Blora. Meski bekerja melestarikan budaya Jawa, namun profesi itu masih sangat menjanjikan.

Menurut Eny, dirinya mulai menjadi sinden sejak umur 17 tahun. Selain memang sudah hobi, baginya menjadi sinden merupakan pembawaan trah dari orang tuanya.

”Mungkin memang sudah menjadi garis keturunan keluarga saya, ya. ibu saya adalah sinden, dan ayah saya itu dalang. Kalau bakat mereka menurun ke saya, sekarang ini bakat saya juga menurun ke anak saya,” ungkapnya.

Eny mengaku, berprofesi sebagai pesinden saat ini sangat menjanjikan. Sebab, sudah mulai banyak orang yang menyukai klonengan, wayang, bahkan karawitan.

Untuk saat ini, lanjutnya, dalam sebulan minimal dia bisa mendapat 10 job atau pekerjaan. Bahkan, pernah dalam dua bulan penuh dengan job. Selain job dari Blora, dia juga biasa mendapat job dari luar daerah bahkan ke luar Jawa.

”Saya sudah bisa jalan-jalan sekaligus kerja ke Jakarta, Lampung, Kalimantan, Padang, hingga Palembang. Semua itu karena profesi saya sebagai sinden,” tuturnya.

Sebelum menjadi sinden profesional, pada 2001 dia menjadi juara favorit sinden se Kabupaten Blora. Pada 2008, juga menjadi juara sinden remaja yang kala itu menjadi juara harapan 1 se Jawa Tengah.

”Selain dijadikan profesi, bagi saya menjadi sinden merupakan proses mempertahankan budaya Jawa, dari serangan gaya hidup modern,” imbuhnya.

Editor: Merie

Cirus: Jokowi Dongkrak Partisipasi Pemilih

JAKARTA – Lembaga Survei Cirus Surveyors Group menemukan, figur Joko Widodo (Jokowi) memiliki pengaruh signifikan, terhadap tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2014.
”Jokowi itu punya pengaruh lima persen terhadap suara golput. Karena pengaruh dia terhadap keterpilihan PDIP itu sekitar 10 persen. Kalau tidak ada Jokowi, kemungkinan lima persen suara akan lari ke partai lain. Sementara lima persen sisanya diprediksi berakhir golput,” kata Direktur Eksekutif Cirus Andrinof Chaniago, dikutip Antara.
Dengan demikian, jika Jokowi dinyatakan sebagai capres PDI Perjuangan sebelum Pileg 9 April, partai itu diprediksi meraih suara sedikitnya 30 persen. Namun, jika tidak mencalonkan Gubernur DKI Jakarta itu, perkiraan suara yang diraih partai sekitar 20 persen.

Lanjutkan membaca

Gubernur Jateng Minta Pengambilan Air Tanah Dihentikan

KOTA SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan agar  semua bentuk pengambilan air tanah di Kota Semarang segera dihentikan. Sebab hal tersebut menyebabkan penurunan tanah di daerah pesisir antara 7-8 centimeter tiap tahunnya.

”Air tanah yang terus disedot untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat itu, mengakibatkan permukaan tanah terus mengalami penurunan tiap tahunnya dan berdampak luas,” katanya kemarin.

Kepada Antara Ganjar mengaku telah bertemu dengan sejumlah pakar dari Universitas Diponegoro Semarang, terkait dengan pengambilan air tanah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar tersebut, diketahui bahwa kompleks kantor Gubernur dan DPRD Jateng di Jalan Pahlawan Semarang juga melakukan hal yang sama.

Lanjutkan membaca

Gubernur Jawa Tengah Optimistis Mampu Sediakan Lahan Kedelai

KOTA SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, optimistis mampu menyediakan lahan kedelai seluas 20 ribu hektare. Luas tersebut sesuai permintaan pemerintah pusat, dalam upaya mencukupi kebutuhan di tingkat nasional.
”Sebelumnya sudah ada 8.800 hektare lahan kedelai. Terakhir Kabupaten Banyumas, teah siap 10 ribu hektare. Artinya target 20 ribu hektare Insya Allah tercapai,” katanya kepada Antara, Jumat (21/2).
Ganjar menjelaskan, penyediaan 20 ribu hektare lahan di Jateng, terkait dengan rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, yang akan memberikan bantuan benih kedelai untuk meningkatkan produktivitas kedelai nasional.

Lanjutkan membaca

INES: Jokowi Ranking 6

JAKARTA – Lembaga riset Indonesia Network Election Survey (INES) menempatkan Gubernur Jakarta Joko Widodo di ranking ke enam. Hal ini jauh berbeda dengan hasil sejumlah lembaga survei lain yang menempatkannya di posisi puncak.
”Elektabilitas Jokowi terjun bebas, akibat janji dia saat pilgub. Saat itu Jokowi mengatakan masalah banjir dan macet bisa diselesaikan dengan manajemen anggaran. Tapi tidak terrealisasi, dan tidak ada progres yang jelas,” kata Direktur Eksekutif INES Irwan Suhanto saat memaparkan hasil surveinya, Kamis (20/2).
Diberitakan Antara, Irwan mengatakan, survei yang diselenggarakan sejak 1-14 Februari 2014 itu, 67 persen masyarakat menganggap aksi blusukan Jokowi tidak ada hasilnya. Terlebih lagi. kasus pengadaan Bus TransJakarta yang rusak sebelum dipakai, menunjukan minimnya pengawasan dan pengendalian mantan Wali Kota Solo itu.

Lanjutkan membaca

SBY: Pemilu Tak Perlu Diseram-seramkan

PANGKEP – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pemilihan umum merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan berdemokrasi. Sehingga menurut dia, pemilu bukanlah menjadi sesuatu hal yang harus ditakuti.

”Pemilu bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tidak usah diseram-seramkan,” kata Presiden saat meresmikan pabrik semen PT Tonasa Unit V di Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (19/2).

Seperti dikutip Antara, SBY mengingatkan, beberapa kali pemilu sebelumnya telah berjalan tertib aman dan demokratis. Bahkan menurut SBY, pemilu di Indonesia mendapat pujian dari dunia internasional.

Ia meminta berbagai pihak dapat menyelenggarakan pemilu dengan niat yang sama, dan menjaga agar situasi sosial dan politik tetap terjaga dengan baik. Menurut Presiden, dengan kesuksesan penyelenggaraan pemilu sebelumnya, maka saat ini juga saat yang baik untuk mengukir sejarah baru, agar Pemilu 2014 juga berjalan sukses.

Lanjutkan membaca

Mahfud : Tak Ada Parpol Pro Rakyat

CIREBON – Mantan Ketua Mahkamah Konstituso (MK) Mahfud MD menilai, hingga saat ini hampir tidak ada parpol yang benar-benar mewakili kepentingan rakyat. Bahkan menurut dia, jabatan-jabatan di parpol banyak tersandera kepentingan uang.
”Hampir tak ada partai politik yang benar-benar mewakili aspirasi rakyat,” kata dia dikutip Antara, di Cirebon, Selasa (18/2).
Ia mencontohkan, caleg harus memiliki dukungan dana dari ”pemodal”-nya. Jika nanti terpilih, kepentingan ”pemodal” harus diwujudkan, dan berujung pada korupsi. Mahfud minta kesadaran masyarakat, tidak memilih pemimpin yang tersandera politik oligarkhi ataupun politik transaksional.
”Ini harus dihentikan, ini tantangan kita semua untuk memperbaiki politik bangsa,” katanya.

Lanjutkan membaca

Tidak Semua Desa Terima Bantuan Keuangan

BANYUMAS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, tidak semua desa menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jateng. Total bantuan keuangan dari Pemprov Jateng kepada desa sebesar Rp 435,32 miliar, dengan jumlah lokasi penerima sebanyak 7.809 desa yang tersebar di 537 kecamatan dari 29 kabupaten se-Jateng.
Gubernur mengatakan hal itu melalui fasilitas teleconference dalam acara Sosialisasi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa di Provinsi Jawa Tengah, yang dihadiri kepala desa se-eks Keresidenan Banyumas di Gedung Serbaguna Kompleks Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Jumat (7/2).
Ia mengatakan, lokasi penerima bantuan keuangan tersebut diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni desa miskin tinggi, desa miskin sedang, dan desa miskin rendah.
Dalam hal ini sebanyak 1.356 desa masuk kategori miskin tinggi dan berhak menerima bantuan sebesar Rp 100 juta per desa. Sementara untuk kategori miskin sedang sebanyak 2.080 desa, berhak menerima bantuan keuangan sebesar Rp 60 juta per desa. Sedangkan kategori miskin rendah sebanyak 4.373 desa mendapat bantuan Rp 40 juta/desa.
”Bantuan keuangan dari Pemprov Jateng ini, dikhususkan untuk pembangunan infrastruktur desa yang berdasarkan hasil pengamatan terhadap kondisi sekarang ini, banyak infrastruktur desa yang buruk, sehingga perekonomian desa kurang berkembang,” kata Ganjar.

Lanjutkan membaca

Ribuan Umat Meratapi Kepergian Sang Kiai

PATI-Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudz, Jumat (24/1) dinihari berpulang. Meninggalnya ulama karismatik itu, mengguncang nurani umat Muslim di negeri ini. Ribuan pelayat meratapi kepergian Sang Kiai.
Salawat dan tangis terus dikumandangkan ribuan pelayat yang memadati komplek Pondok Pesantren Maslakul Huda dan Makam Syeikh Ahmad al-Mutamakkin di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati. Para kiai, ulama, pejabat, politisi dari seantero negeri berkumpul mengantar jenazah Mbah Sahal.
Ulama sederhana itu meninggal pada pukul 01.05 di kediamanaya, kompleks Pesantren Mathali’ul Falah, Kajen. Mbah Sahal dimakamkan di kompleks makam Syeikh Ahmad al-Mutamakkin, usai disalatkan di musala kompleks Ponpes Maslakul Huda, sekitar pukul 09.25.

Lanjutkan membaca

Elektabilitas Jokowi Turun

JAKARTA – Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengalami penurunan, akibat ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerjanya. Hal itu tercatat dari Pusat Data Bersatu (PDB) sesuai dengan hasil survei yang dilakukannya.
”Elektabilitas Jokowi mengalami penurunan. Ini menyusul adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerjanya selama menjabat sebagai gubernur,” kata pendiri PDB Didik J Rachbini di Jakarta kepada Antara baru-baru ini.
Menurutnya, penurunan elektabilitas mantan Wali Kota Surakarta itu dimungkinakan upayanya menangani persoalan banjir di ibukota dinilai gagal. Sebab, sampai dengan saat ini, Jokowi belum mampu menjawab persoalan warga ibukota akan terhindar dari ancaman banjir yang terjadi setiap tahunnya.
”Kemungkinan karena masalah banjir di ibukota yang belum kunjung selesai. Tapi, apakah itu demikian, saya tidak tahu,” jelasnya.
Didik menjelaskan, Hasil survei PDB yang diumumkan Jumat (17/1) lalu menunjukkan, Jokowi memperoleh elektabilitas sebesar 36 persen dari bulan September 2013 sampai Januari 2014. Namun, di pertengahan bulan Januari 2014, elektabilitas Jokowi menjadi 28 persen saja.

Lanjutkan membaca

Prabowo Capres Paling Ditolak

JAKARTA-Hasil riset Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) mencatat calon presiden (capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut sebagai capres paling ditolak. Namun Partai Gerindra menganggap santai hasil survei itu.
Survei yang melibatkan penilaian dari 61 pakar itu, Prabowo mendapatkan suara penolakan sebanyak 20 persen. Selain Prabowo nama Rhoma Irama, Abu Rizal Bakrie dan Megawati juga masuk kategori capres yang ditolak.
”Intinya kami tidak mempermasalahkan hasil survei tersebut, kami juga bisa membuat 20 survei yang menyebutkan Pak Prabowo di atas rangkingnya saat ini,” kata Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, dikutip Antara di Jakarta.
Dia menilai lembaga survei bisa mengarahkan pertanyaan kepada responden, misalnya siapa pelaku perusak lingkungan. Selain itu menurut dia, pertanyaan itu bisa menjurus kepada sesuatu yang tidak ada bukti sama sekali seperti menonjolkan HAM.

Lanjutkan membaca