TMMD di Kalisegoro, TNI dan Warga Bangun Jembatan Baru

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Jembatan jalan baru di RT 01 RW II Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 Wilayah Kodim 0733 BS Semarang,  kini dirasa sangat membantu warga masyarakat Kalisegoro.

Jembatan sepanjang 5 meter dengan panjang 2 meter ini kini telah berfungsi dan dapat dilintasi masyarakat, terutama mereka yang melintas dengan sepeda motor.

Prawoto, salah seorang warga mengatakan sebelum ada jembatan tersebut warga masyarakat dari Dukuh Kenteng menuju Sedayu harus berjalan melingkar menembus semak belukar dan nyeberang sungai berbatu. Namun setelah jembatan tersebut jadi  warga bisa bernafas lega.

“Yang paling terbantu adalah anak-anak sekolah. Mereka sekarang bisa langsung melintasi jembatan tersebut”, ujar Prawoto, Senin (31/7/2017).

Pembuatan jembatan baru tersebut menurut Pasiter Kodim 0733 BS Semarang, Kapten Inf Suradi selaku Koordinator Lapangan TMMD Reguler Ke-99, adalah hasil over prestasi. Artinya sebelumnya tidak ada dalam rencana sasaran. Namun karena adanya partisipasi lembaga desa dan masyarakat, pembangunan jembatan itu dilaksanakan karena kebutuhan.

“Jadi semua itu didanai dari swasembada masyarakat, prajurit kami dibantu masyarakat tinggal membangunkan jembatan tersebut”,  ungkap Kapten Inf Suradi. (NAP)

 

Sunani Kaget Rumahnya Jadi Mewah Setelah Dibangun Kodim 0733 Semarang

Sunani (kiri) berbincang dengan personel TNI Kodim 0733 BS Semarang usai rumahnya direhab dalam program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sunani (67) warga Kalisegoro RT 01 RW I tak menyangka rumahnya yang sebelumnya reyot dan tak layak huni, pada Rabu (2/8/2017) sudah berubah menjadi megah setelah direhab dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler Ke-99 TA 2017.

Kodim 0733 BS Semarang selaku pelaksana TMMD Reguler di wilayah Kota Semarang pada kegiatan ini berhasil merehab 20 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) warga Kalisegoro. 

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang mewakili Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega mengatakan bahwa rehab RTLH termasuk over prestasi. Pasalnya yang sebelumnya bangunan rumah dindingnya setengah bata dan setengah kayu, namun pada pelaksanaannya justru dibuat dinding bata semua.

Selain itu lantainya pun tidak plesteran semen, melainkan pasangan keramik. “Pada masing-masing rumah juga kita buatkan teras dari baja ringan”, ungkap Kapten Inf Suradi.

Sunani yang menerima penyerahan rumah bercat hijau tersebut mengaku kaget dan bahagia, karena rumahnya justru dibuat dengan dinding tembok. padahal sebelumnya merupakan pasangan papan dan sudah banyak yang rapuh.

“Kula nggih sagetipun matur sembah nuwun dateng bapak-bapak tentara. Mugi-mugi Gusti Allah ingkang paring piwales (Saya bisanya bilang terima kasih kepada bapak tentara, semoga Allah yang membalas)”, ungkap Sunani.

 

Kodim 0733 BS Semarang Datang, Rumah Warga Gunungpati Tak Lagi Berlumpur

Personel TNI dari Kodim 0733 BS Semarang menyapa warga yang melintas di ruas jalan yang dibangun melalui program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017. (Kodim 0733 BS Semarang)

SEMARANG – 190 pekerja terdiri dari 130 prajurit TNI AD Kodim 0733 BS Semarang serta satuan yang ada di Semarang, dibantu 10 anggota Polri, 10 aparatur Pemkot Semarang dan selebihnya masyarakat Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Sabtu (29/7/2017) menyelesaikan pembangunan jalan aspal sepanjang 200 meter dengan lebar 3 meter di desa tersebut.

Jalan aspal yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 ini disambut suka cita warga. “Sudah lama warga menginginkan jalan aspal di desa ini, karena bila hujan jalan pasti berubah menjadi lumpur. Dampaknya pasti lantai rumah penduduk jadi kotor. tapi setelah diaspal, kini jalan terlihat halur, rata dan bersih. Anak-anak pun juga bebas bermain dan berlarian di jalan beraspal tersebut”, ujar Gunadi, warga RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro.

Kaur Bhakti Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suryanto yang dilokasi memimpin pembangunan sasaran pengaspalan mengungkapkan pengaspalan telah dilakukan dengan volume 436M2. “Hasilnya kini sudah bisa dinikmati warga. Bahkan anak-anak pun banyak yang memanfaatkan untuk bermain dijalan aspal baru”, ungkap kapten Inf Suryanto. (nap)

Kodim Semarang Ajak Masyarakat Hidupkan Pos Kamling

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Keberadaan Pos Kamling menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan wilayah. Namun sayang keberadaan pos kamling saat ini sudah banyak yang tidak dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga keamanan lingkungan. 

Melalui program TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 Kodim 0733 BS Semarang mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan pos kamling sebagai Poso penjagaan keamanan lingkungan.

Tidak hanya mengajak warga kembali mengaktifkan pos kamling dalam program TMMD tersebut Kodim juga melakukan rehab sejumlah pos kamling. Salah satunya pos kamling dukuh Sekayu RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. 

“Keberadaan pos kamling sangat penting, untuk menjaga keamanan lingkungan mengingat kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” kata Koordinator Lapangan TMMD Kapten Inf Suradi, Kamis (27/7/2017) saat meninjau proses rehat pos kamling. 

Salah seorang warga Urip mengakui, sebenarnya warga setiap malam sudah melakukan penjagaan kampung melalui piket ronda. Hanya saja karena kondisi pos kamling yang mengalami kerusakan ronda dilakukan di tempat lain. “Nanti rencananya pos kamling yang sudah diperbaiki akan kembali dihidupkan supaya kampung lebih aman dari kejahatan. Selain untuk pos kamling nanti juga bisa digunakan untjk kegiatan warga yang lain,” ucapnya. (NAP)

TMMD Kodim 0733 Semarang, Mushola Al Ikhlas di Gunungpati Jadi Lebih Nyaman.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

Semarang – Jamaah mushola Al Ikhlas RT 01 RW ll Kalisegoro mengapresiasi upaya Kodim 0733 yang telah merehab tempat ibadah mereka.

“Setidaknya saat ini jamaah merasa nyaman lantaran mushola tersenut lebih nyaman dan adem,”ujar Sholikin warga setempat kamis (27/07).

Mushola Al Ikhlas merupakan salah satu target rehab dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di kelurahan kalisegoro, Kecamatan Gunungpati.

Pihaknya berharap agar jamaah mushola semakin banyak lantaran bangunam lebih luas. “Semoga dengan kondisi begini jamaah semakin khusyuk dan semakin banyak,” harap sholikin.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi mengaku ikut berbangga dengan apresiasi warga yang mengaku puas dengan kinerja TNI dalam membangun kelurahan Kalisegoro.

“Syukurlah, warga senang dengan kinerja kami. Semoga ini bermanfaat buat Warga,”ujarnya. (NAP)

Maryati Senang, Sekarang Jalan Menuju ke Makam Semakin Dekat

Personel TNI dan warga bergotong-royong membangun jalan dalam program TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pembuatan jalan tembus Makam di RT 1 RW II sepanjang 180 x 3 meter persegi yang merupakan program dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) membantu warga sekitar lebih dekat menuju makam umum tersebut. Jika sebelumnya warga harus memutar sedikit jauh, namun saat ini mereka tidak perlu capek untuk menuju makam.

“Mau kemakam si mbah jadi tidak memutar. kemarin ada bapak-baoak Tentara bangun jalur alternatif ke makam, jadi lumayan deket sekarang,” ungkap Maryati (37) warga sekitar, Rabu, (26/07).

Ia menceritakan dengan pembuatan jalan tembus ini warga sekitar sangat terbantu. Apalagi sebelumnya jalan menuju makan hanya ada satu akses. “Alhamudilillah membantu warga RT 1 yg mau ke makam,”imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menuturkan pembuatan jalur tembus menuju makam ini merupakan usulan dari warga sekitar ketika melakukan survei di RW II. “Kami dibantu warga diarahkan. kebetulan warga ingin TMMD juga diarahkan di makam ini dengan jalan tembus,” terang Suradi. (NAP)

Kodim 0733 Semarang Ajak Warga Gunungpati Iku Perangi Masalah Sosial

Warga Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Semarang diajak memahami mengenai fungsi dan tugas lembaga masyarakat di lingkungan desanya.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sosialisasi kepada masyarakat tentang tugas pokok dan fungsi atau tupoksi lembaga masyarakat di lingkungan desa menjadi salah satu program yang diusung dalam pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang. Seperti yang dilaksanakan Selasa (25/7) di TMMD Kelurahan Kalisegoro, setidaknya 50 warga mengikuti sosialisasi pengenalan kelembagaan masyarakat yang menitik beratkan pada peran-perannya.

Dijelaskan Kabag Tata Pemerintahan Pemkot Semarang Djaka Sukawijana, ada beberapa lembaga masyarakat seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LPMD/LPMK), Lembaga
Ketahanan Masyarakat Desa atau Kelurahan (LKMDILKMK) atau sebutan nama lain mempunyai tugas menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan.

“Ada pula Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), Tim penggerak PKK yang bermita dalam mengembangkan dan memberdayakan keluarga,”ujarnya.

Selain itu, juga ada karang taruna yang mempunyai tugas menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda. Baik yang bersifat preventif, rehabilitatif, maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

Dengan pemahaman ini, masyarakat diminta untuk lebih paham dan mengerti fungsi-fungsi dari kelembagaan masyarakat yang ada disetiap ke lurahan. “Penekanan pada gejala sosial anak-anak remaja, biasanya kami (Pemkot Semarang) sering menggandeng karang taruna dalam pendekatannya,”imbuh Djaka.

Kaur Komsos Kapten Infantri Bahrudin berharap, agar masyarakat dapat lebih mengetahui peran dari masing-masing kelembagaan masyarakat. ”Dengan mengetahui pera dari masing-masing kelembagaan masyarakat, maka warga bisa ikut serta mengontrol dan ikut serta dalam pembangunan,” ujarnya. (NAP)

Ada TMMD, Sunardi Tidak Lagi Mencuci Motor Setiap Hari

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang baru saja menyelesaikan tugasnya di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Salah satu yang menjadi obyek pembangunan di desa tersebut yakni di RT 1 RW I dengan pengaspalan jalan.

Sebelumnya jalan ini kondisinya jelek dan sering menjatuhkan warga lantaran licin serta kondisi yg tidak rata.

Sunardi (23) warga setempat saat ditemui Kamis (20/07) mengaku pernah mengganti velg kendaraannya lantaran jatuh di dekat rumahnya akibat lubang jalan pada malam hari.Selain itu dengan kondisi jalan yang belum diaspal, menyebabkan cepat kotornya kendaraan yg dimilikinya. Terlebih ketika musim hujan jalan cenderung licin dan berlumpur.

“Sekarang diaspal lumayan jarang nyuci motor. Kan kemarin ada pengaspalan jalan sama pak tentara. Jalannya mulus sekarang jarang nyuci motor,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Maimunah (45), yang mengapresiasi perhatian dari TNI yang memberikan jalan mulus bagi warga sekitar.”Terima kasih sudah di buat bagus jalannya. Naik motor jadi nyaman pas pulang kerja,” imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi sebelumnya mengatakan tidak hanya pengaspalan jalan, namun dalam pelaksanaan TMMD, pembangunan akan menyentuh semua aspek yang pada intinya membantu masyarakat agar lebih sejahtera.

“Di sini (Kalisegoro) kita tidak hanya pengaspalan saja, tapi ada banyak kegiatan. Seperti Bedah rumah, membuka Jalan akses bagi warga, sampai rehab Mushola. Semoga warga berkenan atas pengabdian kami,” imbuhnya.(nap)

TMMD Kodim 0733 BS Semarang, Bangun Jalan dan Tingkatkan Kesehatan Warga

Warga Kalisegoro, Gunungpati mendapatkan pengobatan gratis yang merupakan bagian dari kegiatan TMMD Ke-99 Tahun 2017 yang dilaksanakan Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 BS Semarang di kelurahan Kalisegoro Gunungpati Semarang, Rabu (19/7/2017) digelar Pengobatan Gratis yang melibatkan dokter dan petugas Puskesmas Kecamatan Gunungpati.
Warga se-Kecamatan Gunungpati pun memanfaatkan kegiatan ini dengan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis.

Darminto, warga Kalisegoro mendapat pengobatan setelah diperiksa tenaga medis dan kedapatan batuk radang. Bapak berusia hampir 70 tahun ini termasuk perokok berat. Karenanya dokter menyarankan untuk berhenti merokok untuk memperingan radang tenggorokannya.
Sementara Darmini (57) mengalami gatal-gatal di seluruh tangan dan badannya. Oleh dokter juga diberikan obat-obatan berupa penghilang gatal dan vitamin.

Pengobatan gratis disambut antusias oleh masyarakat Kalisegoro. Pasalnya dengan adanya Pengobatan Gratis Program TMMD ini warga merasa terbantu mengatasi dan menangani penyakitnya.”Kami senang ada kegiatan seperti. Terima kasih Pak TNI,” ucapnya.

Mayor Inf Harton, Danramil Semarang Tengah sebagai perwira pendamping kegiatan membenarkan antusiasme warga. Banyak warga yang menghendaki pemeriksaan dan pengobatan gratis diperpanjang. “Namun karena program TMMD ada batas waktunya, maka dijalankan sesuai program,” jelas dia. (NAP)

Outbond Kebangsaan TMMD, Kodim 0733 BS Semarang Ajarkan Anak-anak Cinta Tanah Air

Anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti acara outbond di sela-sela TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang, Minggu (16/7/2017) bersuka cita dalam kegiatan Outbond Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang, yakni Kalisegoro Gunungpati.

Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega melalui Kaur Bhakti Kapten Inf Suryanto mengatakan bahwa dalam kegiatan outbound tersebut terselip pendidikan mental dan spiritual membentuk generasi yang memiliki kepekaan sosial, kebersamaman dan setia kawan.

“Anak-anak kita ajak bermain dengan materi-materi permainan tim. Kerjasama antar personal dan kelompok kami tenamkan, sehingga mereka mengerti makna persatuan dan kesatuan. Intinya mereka bisa merasakan Berat Sama Dipikul, Ringan sama Dijinjing”, ungkap Kapten Inf Suryanto.

Dandim berharap dengan outbound tersebut anak-anak jiwanya tertanam semangat kebersamaan dan setia kawan yang menjadi dasar dari semangat bela negara dan cinta tanah air. (nap)

Isi Khotbah Jumat, Anggota TNI Ini Tekankan Bela Negara Bagian dari Iman

Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Bahrodin saat mengisi kotbah di Mushola Al Fatah Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Ustad Kapten Inf Bahrodin saat bertindak sebagai khotib salat Jumat di Mushola Al Fatah Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Jumat (14/7/2017) menegaskan bahwa Islam juga mengatur hal bela negara sebagai bagian dari iman. Oleh karena itu kemerdekaan bangsa Indonesia, juga tak lepas dari semangat bela negara rakyat semua.
Khotbah Jumat yang disampaikan oleh Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang ini digelar juga dalam rangka Komsos rangkaian Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang.
Di hadapan jamaahnya, Ustad Bahrodin juga menyampaikan pentingnya semangat kebersamaan didalam menjalin persatuan dan kesatuan yang menjadi dasar bela negara. “Bela negara dilakukan dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam perbedaan namun terbingkai satu dalam Bhineka Tunggal Ika yang texrdapat dalam Lambang Negara Garuda Pancasila,” ujarnya.
Oleh karena itu semangat toleransi juga perlu dikedepankan dalam koridor kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI. (NAP)

Suparman Minta, Pavingisasi TMMD Tidak Tebang Pilih.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang dikalisegoro  mendapat apresiasi dari warga sekitar. Hal itu terlihat dari tingkat partisipasi masyakarat yang ikut dalam pembuatan pavingisasi pada Kamis (13/07) di RT 06 RW II kelurahan Kalisegoro.

Salah satu warga RT 3 RW II Anton Ubaidillah menyebutkan program pavingisasi yang dilakukan diakses pemukiman warga ini sangat membantu. Apalagi jika harus menunggu dari pemkot semarang akan lebih lama lagi. “Bagus sih sebenarnya program ini. Tapi jika boleh jangan hanya di RT 06 saja. kan yang perlu diperbaiki tidak hanya ditempat itu,” imbuhnya.

Menurut Dia, jika setiap jalan diperbaiki baik dengan pavingisasi maupun diaspal, maka warga akan terbantu meski bukan jalan umum yang diakses masyarakat luas namun semestinya pembangunan dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Yang butuh perbaikan bukan satu RT saja. Masih banyak jalan yang perlu perhatian. Semoga saja tahun depan dapat terakomodir baik dari TMMD Kodim 0733 maupun dari pemkot,” imbuh Anton.

Mulato, Warga lainnya berujar, sangat mengapresiasi perbaikan jalan yang dilakukan TNI di desa Kalisegoro. apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau sangat tepat untuk pengerjaan jalannya. “Dulu waktu hujan pasti sering “mbletok” (tanah liat) jalannya. sehingga dengan jalan yang telah dipaving diharapkan tidak lagi seperti dulu. warga tidak was-was ketika lewat,”imbuhnya. (NAP)

TMMD, Kodim 0733 Semarang Kampanyekan Program KB

Salah seorang warga Kalisegoro Gunungpati mendapat sosiliasi Program Keluarga Berencana pada TMMD Reguler 99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Masyarakat Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang akhirnya menyadari betapa pentingnya program Keluarga Berencana bagi keluarga. Bukan saja untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, namun juga untuk menjaga kesehatan organ reproduksi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sedikitnya ada 100 masyarakat Kalisegoro yang mengikuti Penyuluhan dan 35 orang mendapatkan Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB Gratis yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang. Penyuluhan digelar Kamis (13/7/2017) di Balaidesa Kalisegoro dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 99 TA 2017.

Sumarni (32) salah satu peserta KB yang ikut memasang implant mengaku semakin mantab mengikuti KB setelah mendapatkan penyuluhan. “Sebenarnya sudah ingin KB pada tahun lalu, tapi kini semakin mantab karena anak sudah dua. Bayangan saya kalau tidak ikut KB dan nambah anak, nantinya akan semakin berat menanggung beaya kebutuhannya, seperti sekolah dan lainnya”, ungkap Sumarni.

Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH, Pasipers Kodim 0733 BS Semarang yang mendampingi pelaksanaan Penyuluhan dan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB mengatakan kesadaran masyarakat akan KB semakin tinggi. “Mereka sudah memahami manfaat KB bagi kesehatan maupun keluarga. Umumnya mereka perlu adanya pihak yang bisa mendorong agar lebih yakin dan mantap untuk sesegera mungkin ber-KB”, ujar Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH.

Selanjutnya diluar momentum TMMD, Kodim 0733 BS Semarang yang memiliki 351 Bintara Pembina Desa (Babinsa) akan terus mendorong masyarakat agar sadar KB. “Para Babinsa yang juga dibekali kemampuan penyuluhan KB akan dioptimalkan di wilayah masing-masing dalam rangka mendorong kesadaran ber-KB”, ungkap Mayor Caj (K) Opik Hopiah mewakili Dandim 0733 BS Semarang. (nap)

TMMD Kodim 0733 Lakukan Pavingisasi di Kalisegoro Gunungpati.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan TNI dengan baju doreng, Kamis (13/07) bersama warga RT 06 RW II bergotong royong melakukan pavingisasi jalan warga sepanjang 200 M persegi dalam rangka TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang. Kegiatan pavingisasi ini merupakan salah satu dari program TMMD yang dilakukan di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Semarang.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menjelaskan pavingisasi akses jalan warga ini lantaran mendapat masukan dari masyakat ketika melakukan survei. Diakuinya kendala akses jalan yang tidak layak dilalui sering dikeluhkan masyarakat sekitar. Rusaknya kondisi jalan mendapat perhatian dari tim TMMD. 

“Belum semua jalan warga mendapat sentuhan dari pemerintah, oleh karena itu kami hadir juga dalam rangka membantu Pemkot Semarang untuk memberikan pelayanan akses jalan yang memadahi. kami lihat juga masih banyak jalan yang tanah liat,” terangnya.

Suradi berharap agar kedepan pemkot dapat segera membenahi akses jalan yang belum terkondisi dengan baik. hal itu lantaran TMMD hanya berlangsung singkat 30 hari saja. “Sehingga sisanya kami berharap kepada pemkot Semarang,”imbuhnya. (nap)

 

TMMD di Kalisegoro Gunungpati, Kodim 0733 Semarang Terjunkan 150 Personel

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kodim 0733 BS Semarang menerjunkan sedikitnya 150 personel TNI untuk melaksanakan program TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Koordinator Lapangan TMMD Kapten Inf Suradi mengatakan, personel yang diterjunkan terdiri dari, bebebagi kesatauan, diantaran Kodim, Arhanudse, Yonkav, Zeni, dan lainnya. “Total kita terjunkan 150 personel,” ujarnya, Rabu (5/7/2017) saat meninjau lokasi TMMD.

Dia menjelaskan, selain personel dari TNI juga dibantu masyarakat sekitar. Hal itu membuktikan kedekatan TNI dengan masyarakat.

Menurut Kapten Inf Suradi, seluruh personel diterjunkan untuk membantu masyarakat untuk melakukan berbabgai kegiatan mulai dari pembangunan fisik dan non fisik. “Sasaran kita adalah rumah tidak layak huni, pembangunan jalan dan jembatan, serta dibidang kesehatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama berjalannya program TMMD beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

TMMD Fokus Infrastruktur dan Kesehatan Masyarakat

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang dilakasanakan Kodim 0733/ BS Semarang di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang fokus pada pembangunan fisik dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, selama TMMD berlangsung yakni mulai Selasa (4/7) sampai Rabu (2/8), TNI akan melakukan berbagai kegiatan.

Komandan Kodim 0733 BS Semarang Kolonel Inf Zaenul Bahar mengatakan, program TMMD TNI ini, sejalan dengan cita-cita pemerintah, membangun desa dan menata kota. Utamanya pembangunan infrastruktur pedesaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya saat pembukaan TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, Selasa (4/7).

Ia menjelaskan, beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

Ini Rahasia Eko dan Istri dalam Mendidik Ketiga Anaknya yang Kini Semuanya jadi Perwira AL

Eko Hery SS bersama istri dan ketiga putranya yang jadi perwira TNI AL (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Eko Hery SS bersama istri dan ketiga putranya yang jadi perwira TNI AL (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasangan Eko Hery Septi Sasmoyo dan Supartini, sukses mengantarkan anak-anaknya yang kini semuanya telah menjadi Perwira Angkatan Laut. Pensiunan PNS Pemkab Grobogan yang tingga di komplek Perumahan RSS Sambak Indah, Kelurahan Purwodadi, ini mengaku bangga bisa melihat anak-anaknya kini bisa menjadi anggota TNI.

Disinggung kiat suksesnya dalam mendidik putranya, Eko menyatakan tidak punya resep khusus. Apa yang dilakukan dalam membimbing putranya sama seperti yang diterapkan kebanyakan orang tua.

Hanya saja, Eko dan istrinya memang selalu menaruh perhatian serius terhadap perkembangan putranya. Terutama, dalam masalah pergaulan dan pendidikan. “Soal pergaulan dan pendidikan ini memang saya prioritaskan perhatiannya. Sebab, kedua hal ini nantinya jadi bekal penting mereka meraih masa depan,” terang Eko.

Di samping itu, perilaku disiplin, jujur, sopan juga ditekankan pada anaknya semenjak kecil. Mereka bertiga juga dilatih mandiri, hidup sederhana dan berhemat. Kemudian, ada satu hal lagi yang dilakukannya sebagai orang tua. Yakni, senantiasa mendoakan anak-anaknya agar selalu diberikan kesehatan serta kemudahan dalam meraih cita-cita dan menjalani kehidupan.

“Saya juga bersyukur, anak-anak ini selalu nurut nasehat dan bisa menerima keadaan orang tua. Anak-anak juga saya tekankan untuk selalu punya motivasi dan tidak mudah putus asa ketika mengalami suatu kegagalan,” sambungnya.

Baca juga :Kisah Pasangan Eko dan Supartini yang Sukses Antarkan 3 Anaknya jadi Perwira AL

 Editor : Kholistiono

Melihat Aksi Polisi dan TNI Menari di Hadapan Ribuan Suporter Bola

 Puluhan anggota polisi  dan TNI menyuguhkan tari Gemu Famire untuk menghihur pencinta bola di Stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Puluhan anggota polisi dan TNI menyuguhkan tari Gemu Famire untuk menghihur pencinta bola di Stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ada pemandangan yang berbeda pada di lapangan Stadion Krida Rembang pada laga Indonesia Soccer Champhionsip (ISC) seri B yang mempertemukan PSIR vs Persibat Batang pada Sabtu (30/7/2016) lalu.

Pada saat pemain turun minum usai peluit panjang ditiup pada babak pertama, puluhan personel kepolisian dan TNI tiba-tiba merangsek ke tengah lapangan. Mereka kemudian menyusun formasi dan tiba-tiba langsung “berlenggak-lenggok” ketika ada musik dihidupkan.

Sontak, ribuan penonton yang memadati stadion langsung bertepuk tangan dan menikmati suguhan menarik dari puluhan personel polisi dan TNI tersebut. Ya, inilah tari Gemu Famire asal Kupang Nusa Tenggara Timur, yang sengaja dipertunjukkan di hadapan suporter bola.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pertunjukan tari Gemu Famire ini diharapkan bisa menghibur ribuan pecinta bola. “Dengan hal seperti ini, diharapkan tensi tinggi penontong bisa diredam, dan tentunya harapannya suasana bisa lebih kondusif,” ujarnya.

Dia melanjutkan, untuk pertunjukan tari saat pertandingan bola memang baru pertama kali ini. Sebab “Ini sebagai hadiah untuk penonton, karena penonton tenang dan sportif. Maka, dalam hal ini kita berikan sedikit hiburan ini,” imbuhnya.

Dirinya berharap, pertandingan bola di Stadion Krida Rembang bisa terus berjalan dengan kondusif. “Sehingga suguhan tarian yang dibawakan polisi dan TNI bisa selalu ditunjukan kepada penonton. Dan suasananya juga bisa bervariasi” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Petani di Pati Manfaatkan La Nina untuk Menanam Padi

 Para petani di Desa Ngawen, Margorejo mulai menanam padi pada masa tanam ketiga yang mestinya ditanami palawija. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Para petani di Desa Ngawen, Margorejo mulai menanam padi pada masa tanam ketiga yang mestinya ditanami palawija. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pada masa tanam (MT) ketiga, petani di Pati biasanya menanam tanaman palawija seperti kedelai, jagung, kacang hijau, dan sebagainya. Karena, musim kemarau tiba ketika memasuki MT ketiga sehingga tanaman yang ditanam harus palawija.

Namun, petani di Pati saat ini kembali menanam padi seperti pada masa tanam pertama dan kedua, karena ada La Nina. La Nina sendiri merupakan gangguan iklim akibat suhu permukaan laut Samudera Pasifik menurun.

Akibatnya, hujan turun lebih banyak terjadi. Salah satunya di Indonesia. Kondisi ini yang dimanfaatkan petani di Pati untuk kembali menanam padi, karena tanaman ini membutuhkan cukup air. Diperkirakan, La Nina akan berakhir pada September 2016.

“Kalau saat ini kita menanam tanaman palawija tidak tepat, karena tanaman palawija tidak bisa hidup ketika banyak suplai air. Makanya, kita kembali menanam padi. Tapi, kami sudah siapkan antisipasi ketika kemarau secara normal terjadi pada September 2016 nanti,” ujar Ramijan, petani asal Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo.

Ramijan yang menanam padi seluas satu hektare juga sudah menyiapkan sejumlah langkah ketika tanaman padinya diserang hama. Pasalnya, tanaman padi menjadi rentan diserang hama ketika cuaca panas-hujan dengan mudahnya berganti.

“Berhubung ini mestinya musim kemarau tapi masih hujan, terjadi perubahan suhu yang ekstrem dalam waktu cepat. Kondisi itu biasanya gampang muncul hama padi. Tapi, kami sudah siapkan langkah untuk mengatasi kendala tersebut, termasuk menyiapkan pestisida yang tepat,” kata Ramijan.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma yang hadir dalam gerakan percepatan luas tambah tanam padi di Desa Ngawen menambahkan, pihaknya siap membantu mengatasi permasalahan petani pada peralihan musim September 2016 mendatang. “Kami siap membantu setiap permasalahan petani demi memperkuat ketahanan pangan di wilayah teritorial Pati,” tukas Andri.

Editor : Kholistiono

 

Puluhan Prajurit TNI Andil Dalam Gerakan Percepatan Tanam Padi di Margorejo Pati

Prajurit TNI bersama dengan PPL, mantri tani dan kelompok tani melakukan percepatan luas tambah tanam padi di Desa Ngawen, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Prajurit TNI bersama dengan PPL, mantri tani dan kelompok tani melakukan percepatan luas tambah tanam padi di Desa Ngawen, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan prajurit TNI dari Koramil 12/Margorejo dan Kodim 0718/Pati ikut membantu petani mempercepat tanam padi di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Sabtu (30/7/2016).

Gerakan percepatan luas tambah tanam padi tersebut diharapkan bisa membantu petani mempercepat masa tanam, sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Pati pada masa tanam ketiga. Pasalnya, memasuki musim kemarau ini ternyata masih ada hujan sehingga harus dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

“Pada MT ketiga ini, mestinya musim kemarau. Namun, masih ada hujan karena ada La Nina atau semacam kemarau basah. Sebelum itu berakhir, petani harus segera menanam padi mumpung air masih melimpah. Karena itu, kita bantu tanam padi biar lebih cepat,” ujar Pelda Kunaryoto, Babinsa Desa Ngawen.

Ia berharap, agar Babinsa bisa selalu bersinergi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), mantri tani, kelompok tani hingga pemilik lahan. Dengan demikian, sinergi itu bisa dirasakan manfaatnya kepada para petani yang menjadi pahlawan ketahanan pangan.

Menanggapi hal itu, pemilik sawah, Ramijan mengaku banyak terbantu dengan adanya program kemanunggalan TNI dan rakyat, termasuk petani. Sedikit banyak, prajurit TNI yang saat ini ditugaskan untuk mengawal ketahanan pangan bisa memperkuat sektor pertanian.

“Kalau dulunya kita sering impor beras, saat ini Indonesia sudah mulai ekspor beras. Itu tidak lepas dari sinergitas yang dilakukan pemerintah, TNI, dan petani untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan,” kata Ramijan.

Editor : Kholistiono

 

7 Pemuda Asal Pati Dilantik Jokowi sebagai Perwira Remaja TNI-Polri

 Sejumlah perwira remaja asal Pati berfoto bersama. (Dok. Kodim 0718/Pati)


Sejumlah perwira remaja asal Pati berfoto bersama. (Dok. Kodim 0718/Pati)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak tujuh pemuda asal Pati dilantik Presiden Joko Widodo bersama dengan 720 orang perwira remaja (Paja) TNI-Polri lainnya di Lapangan Sapta Marga kompleks Akademi Militer Magelang, Selasa (26/7/2016). Mereka dilantik dalam upacara Prasetya Perwira Remaja (Praspa) 2016.

Ketujuh Paja asal Pati yang dilantik, di antaranya Sony Ponco Patrio (24) asal Bumiharjo, Winong, Ery Setyawan (23) asal Purworejo, Margorejo, Muhammad Amirudin (23) asal Ngepungrojo, Pati, Ryan Mitha Pangesty asal Sinomwidodo, Tambakromo, Nanang Novianto asal Mojomulyo, Tambakromo, dan Ahmad Yulia Arifin asal Pucakwangi. Satu orang lulus TNI AU, empat orang lulus TNI AD, dan dua orang lulus dari Akpol.

“Kami bangga ada pemuda Pati yang dikukuhkan sebagai Perwira Remaja TNI-Polri. Kami berharap mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang baik dengan menyebarkan semangat nasionalisme yang didapatkan dari pendidikan,” kata Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Selama empat tahun, mereka ditempa dalam pendidikan, baik fisik, akademik, maupun kepribadian. Mereka tidak hanya dituntut cakap secara akademik, tetapi juga pelajaran militer.

“Taruna harus punya fisik yang prima dan handal, karena ke depan diharapkan menjadi seorang pemimpin dengan dinamika yang tinggi. Tak hanya fisik, mereka juga digembleng agar punya sikap dan kepribadian yang baik, seperti aspek kejujuran, semangat juang, dan selalu menjaga penampilan dengan rapi,” imbuhnya.

Ketiga aspek yang harus dimiliki seorang perwira remaja TNI-Polri itu disebut sebagai Tripola Dasar. Kecakapan yang ada dalam “tripola dasar” itu harus dimiliki dalam seorang perwira remaja, termasuk tujuh pemuda asal Pati yang baru saja dilantik orang nomor satu di RI, Joko Widodo.

Editor : Kholistiono

 

Kodim 0718/Pati Siap Tampung Keluhan Pupuk Bersubsidi dan Alat Pertanian

 Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma (kanan) meninjau lokasi pertanian di kawasan Dadirejo, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma (kanan) meninjau lokasi pertanian di kawasan Dadirejo, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kodim 0718/Pati siap menampung berbagai keluhan yang dialami petani, seperti kelangkaan pupuk bersubsidi, alat pertanian, penjualan gabah, dan beragam polemik lainnya. Hal itu dikatakan Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, Jumat (22/7/2016).

“Petani punya peran penting dalam program ketahanan pangan nasional. Dari petani, stok kebutuhan pangan dari Sabang hingga Merauke tercukupi. Peran petani sangat besar. Pada saat yang sama, kami ditugaskan untuk mengawal ketahanan pangan. Karena itu, bila ada keluhan, jangan ragu untuk mengadukan kepada kami,” ujar Andri.

Di setiap desa, kata Andri, sudah ada satu personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang mendampingi desa dari berbagai aspek. Salah satunya aspek pertanian. Keluhan petani yang dikeluhkan Babinsa, nantinya akan dilaporkan ke Koramil yang selanjutnya sampai di Kodim.

“Jangan ragu untuk bekerja sama dengan anggota TNI. Petani tidak usah takut bila ada keluhan masalah pertanian. Segera saja laporkan kepada Babinsa setempat supaya kendala di lapangan bisa dibantu diselesaikan,” imbaunya.

Pada masa tanam ketiga, saat ini Dandim memerintahkan kepada masing-masing Koramil di Pati untuk melakukan pendataan pertanian yang valid. Laporan itu harus dilaporkan dengan disertai dokumentasi di lapangan yang dikirim melalui email atau aplikasi Whatsapp.

“Saat ini, petani mestinya mulai menanam tanaman palawija seperti kedelai, kacang hijau, jagung, dan lainnya. Berhubung BMKG memperkirakan terjadi kemarau basah, kami berharap petani bisa arif menyikapi perubahan cuaca tersebut dengan menyiapkan langkah antisipasi supaya bisa panen secara baik,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

 

Aksi Dandim Pati Blusukan Tandur Padi Kejutkan Petani

 Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma (berbaju loreng di belakang) ikut tandur bareng petani di Desa Dadirejo, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma (berbaju loreng di belakang) ikut tandur bareng petani di Desa Dadirejo, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma dalam beberapa kesempatan terlibat aktif bersama petani untuk menanam padi. Salah satunya di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo.

Masih mengenakan pakaian doreng khas prajurit TNI, Andri tak segan mencopot sepatu untuk turun di sawah. Sontak, sejumlah anggotanya kemudian ikut turun di sawah membantu petani menanam bibit padi.

Selain ikut tandur, Andri juga sempat ikut mencabuti bibit padi dari persemaian, sebelum ditanam di satu petak sawah. Orang Pati menyebut aktivitas itu dengan istilah “ndaut”.

“Prajurit TNI saat ini memang punya peran multifungsi untuk menyatu dan manunggal dengan masyarakat. Tidak hanya bertugas untuk keamanan wilayah teritorial saja, tetapi juga memiliki tugas untuk membantu ketahanan pangan nasional,” ujar Andri, Jumat (22/7/2016).

Tak hanya ikut tandur, Andri juga mengecek rumah burung hantu di areal persawahan setempat. Keberadaan rumah burung hantu dianggap penting, karena predator itu menjadi musuh alami bagi hama tikus.

Ketua Gapoktan Desa Dadirejo, Abdul Rahman mengaku terkejut dengan aksi yang dilakukan Dandim. Sebab, kunjungan Dandim awalnya untuk meninjau keadaan rumah burung hantu, sekaligus memantau perkembangan pertanian di sawah.

Namun, Dandim tiba-tiba saja mencopot sepatu, terjun ke sawah dan membantu petani menanam padi. “Aksi Dandim langsung disusul anggota Koramil 12 Margorejo. Kami ucapkan terima kasih, karena petani sudah diperhatikan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Tim Sterad Klaim Blora Penuhi Target Serapan Gabah

Kunjungan Tim Sergab Sterad ke Makodim 0721/Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Kolonel Kav Syahrial ES, Pimpinan Tim Serapan Gabah (Sergab) Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) mengaku, bahwa Kabupaten Blora berhasil memenuhi target 100 persen dalam penyerapan gabah. Itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Makodim 0721/Blora, Selasa (21/6/2016).

“Blora berhasil memenuhi target 100 persen serapan gabah, namun secara umum di wilayah Jawa Tengah, sesuai hasil kunjungan kerja Tim Sergab, masih belum bisa memenuhi target yang diharapkan oleh pemerintah,” ujar Kolonel Kav Syahrial ES.

Ia menjelaskan, bahwa secara umum di Jawa Tegah, penyerapan gabah masih belum memuaskan. Begitu juga penanganan paska panen yang juga masih belum memuaskan.

Ia berharap, dari kekurangan yang ada bisa dijadikan sebagai acuan kegiatan ke depan. Ia menginginkan, ke depannya agar menjadi lebih baik dan sukses sesuai harapan, sesuai dengan harapan pemerintah, bahwa ketahanan pangan semakin meningkat.

Ia juga mengingatkan, bahwa bantuan alat dan mesin pertanian (Alsinta) dari pemerintah yang sudah diterima hendaknya harus betul-betul di sosialisasikan kepada para petani khususnya pekerja manual. “Agar di kemudian hari tidak ada kendala atau jadi bumerang bagi kita. Diharapkan, semuanya bisa lancar dan aman,” jelasnya.

Dalam kunjungannya di Kodim Blora, Tim Sterad  beserta rombongan disambut langsung oleh Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo, diwakili Kasdim Mayor Kav Burhanuddin, beserta Pasiter Kapten Inf Surana di Ruang Kantor Persit Kodim Blora.

 

Editor : Kholistiono

Prajurit di Jajaran Kodim Blora Diminta Waspadai Lambang Palu Arit

Upacara awal bulan yang dilakukan oleh prajurit TNI Kodim 0721/Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Upacara awal bulan yang dilakukan oleh prajurit TNI Kodim 0721/Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Segenap prajurit dan PNS TNI di jajaran Kodim 0721/Blora diminta untuk senantiasa peka dan waspada terhadap aliran-aliran yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Berbagai kegiatan kelompok ideologi radikal juga sedang marak.

“Munculnya atribut-atribut palu arit bisa di sepatu, kaos, baju, spanduk, atau lainnya merupakan indikasi bertebarannya ideologi radikal yang patut diwaspadai. Kemasan pagelaran kesenian bernuansa komunis dan sejenisnya, adalah salah satu wujud nyata gerakan ideologi radikal yang harus kita cermati,” ujar Kasdim Kodim 0721/Blora Mayor Kav Burhanuddin, saat memabacakan amanat sambutan dari Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Santosa, pada upacara bendera awal bulan di halaman Makodim Blora, Senin (6/6/2016).

Begitu pula dengan aksi-aksi terorisme, yang masih melakukan gerakan baik tersembunyi atau terbuka. Memperhatikan masalah terorisme di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan semua komponen bangsa harus memiliki rasa kepedulian, kepekaan, kewaspadaan dan fokus pada upaya pencegahan, serta penanggulangan terorisme.

Dalam kesempatan itu, juga disampaikan, bahwa bangsa Indonesia telah menyatakan bahwa teroris tidak boleh hidup di Indonesia. Karena teroris merupakan salah satu ancaman dan terjadi secara sporadis. “Sekecil apapun aksi terorisme adalah gangguan terhadap rasa aman masyarakat dan gangguan terhadap proses pembangunan nasional,” imbuhnya.

Di sisi lain, penghormatan terhadap lambang negara berupa bendera merah putih saat upacara, tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial saja, tetapi harus dapat menjadi wahana untuk mempertebal nasionalisme dan mempertinggi patriotisme seluruh warga dan prajurit TNI.

Dalam amanat tersebut, juga disampaikan, bahwa semua prajurit TNI harus memiliki rasa kepedulian, kepekaan, dan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi disekeliling. “Seluruh jajaran TNI juga harus fokus  pada upaya pencegahan, maupun penanggulangan teroris,” ungkapnya.

 

Editor : Kholistiono