Sudah Divonis 1,5 Tahun Penjara, Tersangka Kasus Korupsi Proyek di Rembang Belum Dieksekusi

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Rembang, Rizal Ramdhani saat diwawancarai MuriaNewsCom di Kantor Saber Pungli Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Terpidana kasus korupsi proyek pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang, Sumadi, telah dijatuhi vonis hukuman selama 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Semarang sejak April 2017 lalu. Meski demikian, hingga bulan Juli ini Sumadi belum juga menjalani hukuman.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang, Rizal Ramdhani menjelaskan, ada alasan tersendiri yang menyebabkan terpidana belum juga ditahan hingga tiga bulan sejak divonis. Disebutkannya, Sumadi saat ini dalam kondisi sakit sehingga belum bisa menjalani hukuman.

“Belum dieksekusinya Sumadi karena yang bersangkutan masih dalam kondisi sakit, dibuktikan dengan urat keterangan dan rekam medis,” ujarnya.

Selama ini, Kejari Rembang telah melayangkan panggilan sebanyak dua kali kepada Sumadi. Salah satu agenda pemanggilannya yakni untuk menanyakan kesanggupan pembayaran uang pengganti senilai Rp 360 juta. Dalam hal ini, nominal tersebut telah terbayar secara keseluruhan oleh terpidana.

Sebagai terpidana korupsi, Sumadi juga diwajibkan membayar uang denda sebesar sekira Rp 200 juta. Uang denda tersebut akan dibayar Sumadi setelah menjalani kurungan penjara di Rumah Tahanan (Rutan) Rembang.

“Salinan resmi vonis atas terpidana Sumadi masuk di Kejari sebelum puasa kemarin. Namun, eksekusi memang belum bisa kami lakukan lantaran sejak awal penyidikan yang bersangkutan sudah mengalami sakit,” tandasnya.

Rencananya, eksekusi badan akan dilakukan Kejari Rembang pada Kamis pekan ini. Harapannya, pemanggilan untuk eksekusi ini bisa berjalan lancar sehingga mengurangi tunggakan yang dimiliki Kejari Rembang.

Sebelumnya, pada persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Sumadi, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kabupaten Rembang itu dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang juga menghukum Sumadi membayar uang pengganti kerugian negara atas lima proyek yang diduga dikorupsi sebesar Rp 362 juta lebih. Namun Sumadi pernah mengembalikan uang Rp 205 juta, sehingga kurang sekitar Rp150 juta.

Editor : Kholistiono

Dandim 0720/Rembang Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Kepada Ratusan Siswa Baru

Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiady saat memberikan materi MOS tentang wawasan kebangsaan di SMK Avicenna Lasem. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pemuda adalah tulang punggung dan generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu semua siswa – siswi harus   belajar lebih  giat agar semua cita-cita yang diharapkan tercapai  dan dapat menjauhi  semua perbuatan – perbuatan yang tak terpuji.

Imbauan dan harapan  tersebut disampaikan Dandim 0720/Rembang  Letkol Inf Darmawan Setiady  saat  memberikan materi Proxy War dan Wawasan Kebangsaan  dalam rangka Masa Orientasi Siswa (MOS) kepada  ratusan siswa- siswi  SMK Avicenna Lasem.

Pada kegiatan MOS yang di gelar di aula sekolah setempat  itu, Dandim memberikan semangat  kepada ratusan siswa-siswi untuk belajar  lebih tekun  agar  semua  cita-cita yang diinginkan tercapai dan menjadi pemuda-pemudi  yang berguna bagi nusa dan bangsa.

“Jauhi segala bentuk-bentuk tindakan anarkis seperti tawuran dan berbuatlah  yang terbaik sehingga dapat mengharumkan nama bangsa dan  Negara,” imbaunya.

Lebih lanjut Darmawan jelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi proxy war dan wawasan kebangsaan  tersebut, diharapkan pola pikir dan jiwa nasionalisme sudah dapat ditanamkan oleh para pemuda sejak dini. Karena proxy war adalah peperangan yang tidak berbentuk,  contohnya yang sangat menghawatirkan maraknya peredaran narkoba.

Narkoba di  semua kalangan baik itu di lingkungan masyarakat ,sekolah ,sampai dengan tingkat perguruan tinggi, sehingga generasi muda di buat lost generation (tidak ada generasi ) tidak punya tujuan dan cita-cita untuk membangun Indonesia. Dengan  kondisi tersebut, tentunya  bangsa asing   dengan mudah menjajah bangsa Indonesia

Belum lagi ditambah dampak negatif   kemajuan teknologi yang akhir-akhir ini  ini terjadi seperti maraknya  pembodohan dan banyaknya ujaran- ujaran  kebencian dengan maksud dan tujuan untuk  memecah belah   Negara Kesatuan Republik  Indonesia (NKRI)  yang ditayangkan dan   beredar luas di  media   sosial seperti di Youtube dan  lainnya.

Untuk   mengantisipasi persoalan tersebut,  siswa harus  bisa memilah dan memilih isu-isu global serta melek informasi tentang isu-isu yang ada di sekitar kita dan dapat diantisipasi agar nilai-nilai wawasan kebangsaan tak luntur.

 “Di tahun 2045 diharapkan bangsa indonesia mencapai masa kejayaan yaitu indonesia emas,untuk mencapai itu semua tidaklah mudah butuh pengorbanan dari adik-adik semua untuk  mewujudkannya. Oleh karena itu di usia adik-adik sekarang yang masih produktif di harapkan mampu menangkal  dan menyikapi segala bentuk pembodohan generasi muda,” katanya.

Sementara itu Kepala  SMK  Avicenna HM Lutfi Thomafi  menyampaikan ucapan terima kasih  kepada  Dandim 0720/Rembang yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi wawasan kebangsaan di SMK  Avicenna, dan  ke depan tetap secara rutin akan  menggandeng pihak kodim dalam berbagai kegiatan.

Editor : Kholistiono

Di Desa Plawangan Rembang Diusulkan Dibangun Rumah Peradaban

Di Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Rembang, rencananya nantinya bakal dibangun Rumah Peradaban.(Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Peneliti Situs Plawangan 2017 dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mengusulkan adanya pembangunan semacam rumah peradaban di situs Plawangan, Kecamatan Kragan, Rembang. Sebab, situs Plawangan ternyata disebut sebagai situs bersejarah berlevel Internasional.

Usulan tersebut muncul dalam pertemuan bersama pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, di ruang rapat bupati, Senin (17/7/2017).

Ketua Tim Peneliti Situs Plawangan Profesor Bagyo Prasetyo menyatakan, situs Plawangan menurut hasil temuan tim peneliti layak disebut situs berlevel Internasional. Sejak 2000 tahun silam, di Plawangan sudah ada interaksi atau ditemukan benda-benda yang berasal dari luar Plawangan.

“Plawangan ini merupakan bagian dari jalur maritim, hal itu bisa dilihat dari penemuan – penemuan di sana. Seperti nekara ini, Indonesia kan tidak punya, itu barang perdagangan dari daerah Dongson Vietnam,” tuturnya.

Jalur maritim dulu merupakan jalur perdagangan dari negeri Cina dan India. Orang- orang India dan Cina  ke Plawangan diduga untuk menukaran barang-barang kerajinannya dengan rempah- rempah. Hal ini terbukti ditemukannya manik- manik produksi India dan pasifik dan benda emas dan nekara perunggu termasuk ditemukannya keramik dari negeri Cina.

Rumah Peradaban, nantinya juga dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran tentang sejarah kepada anak- anak atau masyarakat. Salah satu poin plus di situs Plawangan, Pusat Penilitian Arkeologi Nasional memiliki gedung dan lahan luas yang bisa dikembangkan lagi.

“Luas tanahnya sekitar 1, 5 hektare dan ada tiga gedung yang memungkinkan untuk tempat display. Rencananya, pusat akan digunakan ruang pembelajaran terkait kebudayaan yang ada di Plawangan dan tempat literasi,” ungkapnya.

Sementara itu di gedung tersebut hanya terpampang gambar- gambar situs penemuan di Desa Plawangan. Namun, ke depan benda- benda asli dari penemuan akan diletakkan di sana. Selain itu, di lahan 1,5 hektare itu akan dibuat semacam panggung terbuka untuk dimanfaatkan berbagai aktifitas kebudayan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto menyambut baik atas upaya yang dilakukan oleh Pusat Penilitian Arkeologi Nasional dalam penanganan situs Plawangan. Pemkab dalam hal ini juga berkomitmen untuk mendukung dan bersama- sama berupaya untuk pengembangan situs bersejarah tersebut.

“Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk langkah selanjutnya. Yang jelas kami ingin dalam waktu dekat ini bisa menumbuhkan rasa bangga terhadap situs Plawangan,” ujarnya.

Tahun ini, pemkab melalui Dinbudpar diagendakan akan melaksanakan program semacam kunjungan sejarah ke Situs Plawangan mulai dari pelajar SMA sederajat sampai nantinya kepada anak yang belajar di tingkat pendidikan PAUD untuk menumbuhkan rasa bangga atas situs tersebut.

Editor : Kholistiono

Ngaku Anggota Kodim Rembang, TNI Gadungan Asal Dukuhseti Pati Ini Bawa Kabur Sepeda Motor

Suwarno alias Pak Ndut, yang mengaku-ngaku sebagai anggota Kodim 0720/Rembang melakukan penipuan terhadap pemilik toko bangunan dengan membawa kabur sepeda motor korban. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Suwarno (60) warga Desa Dukuhseti,Kecamatan Dukuhseti, Pati diamankan pihak Satreskrim Polres Rembang. Pria yang akrab disapa dengan sapaan Pak Ndut ini ditangkap lantaran membawa kabur sepeda motor milik Sugiarto warga Desa Kerep,Kecamatan Sulang, Rembang, pada Sabtu (8/4/2017) lalu.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka menyebutkan, pelaku dalam melancarkan aksinya mengaku-ngaku sebagai anggota TNI Kodim 0720/Rembang. Pelaku juga  tak sendirian dalam melancarkan aksinya.

“Pelaku itu sengaja menebar pesona untuk mencari korban. Menakut-nakuti korbannya dengan mengaku sebagai anggota dari Kodim 0720/Rembang,” ungkap Ibnu.

Dari laporan korban yang diterima pihak kepolisian, dibekuknya pelaku ini berawal ketika pelaku bersama rekannya berboncengan menaiki sepeda motor mendatangi toko material milik korban di Desa Turusgede, Kecamatan Rembang. Pelaku berpura-pura membeli bahan material untuk pembangunan pagar di Makodim Rembang.

Rekan pelaku, yang kini masih buron berpura-pura pamit dengan alasan menjemput anaknya yang sekolah. Selanjutnya, pelaku memesan sejumlah batako kepada korban.

“Setelah memesan, korban kemudian meminjam motor korban dengan alasan untuk mengambil uang di ATM. Guna meyakinkan korban, pelaku sempat meninggalkan helm bercat hijau,” imbuh Kasatreskrim.

Pelaku yang tak kunjung kembali membuat korban curiga. Hingga akhirnya, korban melapor kepada Polres Rembang.

Pelaku kini diamankan di Mapolres Rembang guna penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan barang bukti sepeda motor Honda Vario K 2793 FM akan dikembalikan kepada pemiliknya.“Akibat perbuatannya, pelaku menjalani proses hukum di Sat Reskrim Polres Rembang, dan dijerat dengan pasal 378 dan atau 372 KUH Pidana,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang Wanti-wanti Agar GOW Tak Masuk Ranah Politik

Hasiroh Hafidz (dua dari kiri) istri Bupati Rembang memberikan potongan tumpeng kepada Ketua GOW periode 2017- 2022, Endang Suharti. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz memiliki harapan besar kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Rembang. Pasalnya GOW merupakan gabungan dari banyak organisasi, baik dari kedinasan maupun dari luar kedinasan.

“Kalau bergerak semua, saya yakin akan dapat memajukan bangsa khususnya Kabupaten Rembang. Saya yakin yang punya daya, yang punya magnet dan pengaruh kejiwaan ini adalah ibu-ibu,” ujarnya.

Sementara itu, ia juga mencontohkan, anak akan lebih menuruti seorang ibu dibanding bapak. Selain itu banyak suami yang takut atau menurut dengan istri. GOW tidak hanya terlihat saat pelantikan, tetapi ibu-ibu ini bisa eksis menjalankan tugas organisasi.

“Pemerintah akan berupaya untuk membantu pembiayaan kegiatan GOW dengan berkoordinasi dengan OPD terkait sesuai jenis kegiatannya. Sehingga GOW bisa lebih maksimal dalam melaksanakan programnya untuk membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat,” imbuh bupati.

Dalam kesempatan itu, bupati juga mengingatkan jajaran GOW agar tidak masuk ke ranah politik. Pasalnya politik justru akan menghancurkan GOW itu sendiri.

“GOW sudah bergerak di bidang kemasyarakatan dan sosial, cukup itu jangan di bawa ke politik. Justru itu akan menghancurkan partai dan GOW itu sendiri. Ruang politik sudah ada sendiri, Saya di PPP dan Pak Wabup di Nasdem, silahkan beraktifitas yang tidak dipengaruhi partai politik,” imbaunya.

Ketua GOW periode 2017- 2022 yang juga menjabat ketua periode sebelumnya, Endang Suharti menyatakan, program GOW ke depan akan mendukung program- program pemerintah, terutama para perempuan yang berpenghasilan rendah. GOW akan  mengadakan pelatihan- pelatihan skill seperti menjahit agar perempuan bisa menambah penghasilan, minimal bisa mengurangi pengeluaran karena sudah bisa menjahit pakaian sendiri.

“Selain itu, program yang terhitung baru, ke depan GOW akan mengagendakan pengajian. Kegiatan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan kepercayaan dan membentuk mental yang berdampak memperbaiki kepercayaan diri dalam berkarya, “ pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan Sebut Kliennya Dikorbankan

Darmawan Budiharto, Kuasa Hukum Suryono terdakwa kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Penasehat hukum terdakwa kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan di Kabupaten Rembang menyebut kliennya Suryono dikorbankan oknum tertentu untuk maksud yang terselubung.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan seusai sidang pledoi atau pembelaan terdakwa pada Senin (17/7/2017). Kliennya, katanya, diduga dikambinghitamkan oleh oknum tertentu yang memang masih bekerja di satu atap dengan kliennya.

Pada nota pembelaan terdakwa yang dibacakan oleh kuasa hukum pada persidangan di Pengadilan Negeri Rembang, Senin (17/7/2017), tak diuraikan soal oknum yang mengambinghitamkan kliennya yang karyawan PLTU Sluke, Suryono.

Saat diwawancarai MuriaNewsCom seusai persidangan, pihaknya juga tak secara gamblang menyebut oknum tertentu yang mengorbankan kliennya sebagai terdakwa hingga menduduki kursi pesakitan di persidangan.

Darmawan hanya mengatakan, bahwa kliennya atas nama Suryono ada yang memanfaatkan kesempatan di kasus ini.

Saat ditanya apakah yang mengorbankan kliennya itu adalah pihak PLTU, Darmawan menampiknya. Soal apakah ada tersangka lain atau terlapor lain selain kliennya yang mesti diperiksa, ia menyatakan hal itu bukan ranahnya.

Pertanyaan ini diajukan wartawan seiring fakta persidangan sebelumnya yang diungkapkan oleh saksi utama atas nama  Muntoyo alias Dicky, bahwa saksi lain dalam kasus ini, Zaenal Affandi sempat berkata “Saya tidak mau tahu, kalau ada apa-apa sama wartawan bilamana meliput kejadian (laka kerja) ini.”

“Bahwa (terdakwa) ini berawal dari penyidikan. Suryono ditetapkan sebagai tersangka ini kan juga melaui gelar perkara. Jadi soal menetapkan tersangka atau terlapor (baru), itu bukan ranah kami. Terserah penyidik,” tandas Darmawan.

Zaenal yang ikut hadir di sidang itu tidak memberi komentar saat wartawan hendak meminta konfirmasi tentang kata-kata bernada ancaman tersebut. Ia justru mengarahkan jurnalis kepada GM PLTU Sluke, Yudhi Bagaskara.

Suryono warga Desa Grawan,Kecamatan Sumber didakwa melanggar Pasal 18 Ayat 1 Undang-undang Pers yang ancaman hukumannya maksimal dua tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) lalu menuntutnya hukuman tujuh bulan penjara.

Dalam nota pembelaan baik yang dibacakan, baik oleh penasehat hukum maupun oleh terdakwa sendiri, Suryono meminta dibebaskan dari seluruh dakwaan. Ia tetap beralasan tak pernah merampas ponsel milik Wisnu Aji, wartawan Radar Kudus.

Ketua Majelis Hakim perkara ini, Antyo Harri Susetyo memberikan waktu pada Kamis (20/7/2017) bagi JPU guna memberikan tanggapan atas pembelaan terdakwa. Terdakwa juga diberi waktu menanggapi tanggapan JPU, Senin (24/7/2017).

Editor : Kholistiono

Mobil Perpustakaan Keliling Sambangi Anak-anak di Kampung Nelayan Rembang

Puluhan anak di Tasikagung Rembang tampak antusias membaca buku yang disediakan mobil perpustakaan keliling. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sejumlah anak tampak asyik membaca buku di Taman Tasikagung, Kecamatan Rembang. Mereka sangat antusias ketika sebuah mobil perpustakaan keliling menyambangi tempat bermain mereka, pada sore hari.

Mobil perpustakaan tersebut merupakan milik dari Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI). Operator dari Perpustakaan Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia Adib menjelaskan, bahwa kegiatan ini misinya untuk meningkatkan literasi atau daya baca anak-anak.

“Kita menjemput bola dengan cara mendatangi taman-taman bermain anak di Rembang dengan cara membawa mobil perpustakaan, seperti halnya di kampung nelayan ini. Kegiatan seperti ini sudah kami lakukan sejak dua tahun terakhir ini,” katanya.

Beberapa taman atau tempat bermain anak yang biasa disambangi oleh mobil perpustakaan, di antaranya di Desa Turusgede, Puri Mondoteko, Sumber Mukti, Taman Kamla dan Alun-alun Rembang pada saat car free day (CFD).

“Untuk taman atau tempat bermain itu biasanya sore hari. Namun untuk Minggu pagi kita terjun ke CFD,” ungkapnya.

Katanya, anak-anak juga tidak dipungut biaya apapun untuk membaca ataupun meminjam buku. Khusus untuk peminjaman buku, katanya, maksimal satu anak dua buku, dengan jangka waktu dua Minggu.

“Buku yang kami bawa di mobil perpustakaan ini, biasanya ada sekitar 400 jenis, mulai dari cerita anak maupun pengetahuan umum,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Mobil dan Rumah Warga Juga Kena Sasaran Perusakan yang Dilakukan Oknum Suporter Persis Solo

Polisi menunjukkan kaca rumah warga yang dilempar oleh oknum suporter Persis Solo kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang  – Aksi anarkis suporter Persis Solo ketika mendukung tim kebanggaanya bertanding di Stadion Krida Rembang,pada Minggu (16/7/2017) kemarin, ternyata tak hanya terjadi di dalam stadion saja. Tetapi juga terjadi hingga di luar stadion.

Ketika ribuan suporter melakukan perjalanan pulang dan melewati wilayah Kecamatan Sulang, mereka kembali berbuat aksi tak terpuji, dengan melakukan perusakan.

Beberapa oknum suporter diketahui melakukan perusakan terhadap mobil Honda Brio milik Suwandi (64) warga Desa Sonorejo, Kabupaten Blora. Mobil yang kebetulan lewat di Jl. Rembang – Blora itu dirusak spion kanannya, kaca depan pecah dan bodi kabin depan penyok. Kerugian ditaksir mencapai Rp 6 jutaan.

Kemudian mereka juga memecahkan kaca sebuah musala dekat cucian motor di Dusun Ngaglik, Desa Kemadu, Kecamatan Sulang. Mereka juga nekat membakar motor milik warga yang juga kebetulan melintas di jalan yang dilalui ribuan suporter tersebut.

Meski demikian, polisi mengakui sulit untuk mendeteksi siapa pelaku perusakan tersebut. Jumlah suporter yang ketika itu mencapai ribuan, membuat pihak kepolisian sulit untuk mengenali oknum suporter yang melakukan perusakan.

Kapolsek Sulang AKP Haryanto menjelaskan, pada saat itu aparat kepolisian fokus mengawal agar suporter Persis Solo segera meninggalkan Kecamatan Sulang, menuju kecamatan Bulu dan keluar wilayah Kabupaten Rembang.

“Terlebih saat itu jumlah suporter sangat banyak. Bahkan ribuan. Secara spontan langsung merusak, setelah itu buru – buru masuk ke dalam bus, berbaur dengan suporter lain, sehingga tidak jelas identitas pelaku. Kemudian, kami juga berupaya agar mereka cepat keluar wilayah kami, karena masyarakat sudah kesal dan dikhawatirkan ada bentrokan dengan warga,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Suporter Persis Solo Berulah di Luar Stadion, Sepeda Motor Warga Dibakar

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Pertandingan Liga 2 antara PSIR dan Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) sore kemarin terpaksa dibubarkan. Hal ini terjadi lantaran terjadi kericuhan atarsuporter saat babak kedua baru berjalan lima menit.

Kerusuhan suporter ternyata tidak hanya terjadi di dalam stadion. Namun, ternyata kerusuhan yang dilakukan suporter masih berlanjut ketika di luar stadion.

Informasi yang dihimpun di lapangan, ketika suporter Persis Solo menuju perjalanan pulang menggunakan belasan bus dan ratusan sepeda motor, mereka kembali berulah.  Ketika melewati wilayah Sulang-Blora, ratusan suporter Persis Solo tersebut berhenti di SPBU Sulang. Setelah itu, suporter Persis Solo ada yang turun dari kendaraan sembari mengambil kayu dan bebatuan yang ada di tepi jalan.

Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan kembali secara beringinan dan melakukan perusakan sejumlah fasilitas umum menggunakan alat bebatuan dan kayu yang mereka dapatkan tersebut.

Bahkan, mereka sempat membakar sepeda motor Yamaha Zupiter Z  dengan nomor polisi K 2085 ES, milik Sugiyarto, warga Lambangan Wetan yang berada di pinggir jalan, tepatnya di dekat PT Sadana Arif Sulang. Meski tidak sampai terbakar secara keseluruhan, namun bebera bagian terbakar, di antaranya tutup aki, sepatbor, dan lampu depan rusak.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sulang AKP Haryanto membenarkan kejadian tersebut berada di area Kecamatan Sulang. “Iya betul ada insiden itu. Para suporter berupaya membakar sepeda motor yang ada di tepi jalan. Sehingga warga dan aparat yang ada langsung bergerak untuk memadamkam api. Dan akhirnya dapat dipadamkan. Meskipun dari salah satu badan motor tersebut ada yang terbakar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

10 Orang Luka-luka dalam Perang Antarsuporter di Rembang

Bupati Rembang sekaligus Ketum PSIR  Abdul Hafidz dan Manajer PSIR Wiwin Winarto menjenguk suporter yang menjadi  korban insiden lemparan batu dari Persis Solo di  IGD RSUD dr R Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kericuhan yang terjadi alam pertandingan antara PSIR vs Persis Solo, di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) petang mengakibatkan 10 orang luka-luka. Korban luka merupakan para suporter, dan terpaksa dilarikan ke RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Dari 10 korban tersebut, 3 di antaranya masih mendapatkan perawatan di ruang instalalsi gawat darurat (IGD) RSUD setempat. Ketiga korban yang masih di IGD tersebut antara lain Nanda andini putri (16) warga Tawangsari Leteh. Saat kejadia ia pingsan atau shok, sehingga harus ditandu dan dibawa ke RSU.

Kemudian korban kedua yakni Nana Nurhayati (31) warga Mondoteko, Rembang. Ia harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena lemparan batu dari suporter Persis Solo dari arah selatan, dan mengalami luka sobek di pipi kanannya. Saat itu ia berada di tribun sayap atau bagian barat yang berada di sisi selatan.

Sementara korban ketiga yakni Ahmad Hanif (15) warga Pamotan. Mengalami luka robek di kepala belakang bagian kiri, karena terkena lemparan batu dan harus mendapatkan jahitan. Saat kejadian ia berada di tribun timur bagian utara.

Selain itu juga ada korban lainnya yang menjalani rawat jalan setelah mendapatkan jahitan di pelipis kanan lantaran terkena lemparan batu dari arah selatan. Korban tersebut yakni Lukman Hasim (21) warga Sedan Rembang.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz yang juga selaku Ketua Umum PSIR menyebut, peristiwa itu cukup disesalkan. Sehingga akan ada evaluasi, supaya kejadian serupa tak terulang.

“Evaluasi itu baik mulai dari panpel (panitia penyelenggara) dan lainnya. Supaya nantinya bisa tahu yang salah siapa dan kita tak mau menuding atau menyalahkan pihak lain. Insiden ini saya kira spontanitas,” paparnya.

 

Baca juga : Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan

 

Sementara itu, saat disinggung mengenai pertandingan lanjutan, ia menyebut hal itu justru bisa merugikan PSIR. Meski demikian, sebelumnya saat suasana di stadion mulai kondusif pihak pengawas juga telah menawarkan untuk melanjutkan pertandingan. Hanya saja pihak Persis Solo disebut tak bersedia.

“Pengawas pertandingan juga siap melanjutkan. Namun pihak tamu tak mau melanjutkan. Dan misalkan ada kelanjutan, maka saya harap ada kebijakan tersendiri bagi PSSI untuk menyelesaikan itu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, investigasi pengawas itu perlu, seban itu solusi yang baik untuk memutuskan siapa yang akan bertanggung jawab dalam insiden ini. “Sebab dalam pertandingan sebelumnya juga baik-baik saja dan selesai dengan damai,” tambahnya.

Perlu diketahui, untuk ke 10 korban luka lantaran terkena lemparan batu dari suporter Persis Solo baik yang masih di rawat di RSU maupun yang sudah pulang akan ditanggung oleh PSIR.

Editor : Ali Muntoha

Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan

Polisi menenangkan para suporter yang terlibat kericuhan dalam pertandingan antara PSIR vs Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pertandingan Liga 2 antara PSIR dan Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) terpaksa dibubarkan. Hal ini terjadi lantaran terjadi kericuhan atarsuporter saat babak kedua baru berjalan lima menit.

Berakhrinya pertandingan tersebut selang beberapa menit setelah pemain PSIR Rudi Santoso nomor punggung 99 menciptakan gol perdana dalam pertandingan ini.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengatakan bahwa, kalau menurut pengamatan yang ada, ricuh tadi setelah adanya gol dari tuan rumah.

“Nah mungkin itu menjadi memanasnya suporter. Pihak Panpel maupun polisi sebenarnya siap melanjutkan. Hanya saja pihak tamu tak menginginkan kelanjutan pertandingan itu,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ricuhnya pertandingan tersebut mengakibatkan pagar besi tribun timur Stadion Krida Rembang jebol. Selain itu saling lempar botol minuman, kayu dan batupun tak terhindarkan dari kedua belah suporter.

“Tadi kira-kira baru berjalan 5 menit dan setelah itu tim kita mengegolkan. Mungkin hal itu yang membuat memanasnya para suporter tamu. Misalkan nanti ada pengulangan pertandingan lagi di area netral dengan menggunakan waktu yang masih tersisi ya tergantung PSSI. Dan kami yakin kita tak kena sanksi. Sebab dari pihak suporter kita kondusif baik malai dari awal pertandingan hingga akhir pertandingan ini,” pungkasnya.

Sementara itu sebelum turun minum, tim tamu sebenarnya sudah tampil trengginas. Tim tamu beberapa kali mendapatkan peluang manis baik tendangan bebas, maupun tendangan pojok dua kali. Hanya saja peluang tersebut belum bisa dimaksimalkan hingga babak pertama usai.

Tak hanya itu, PSIR juga sempat mendapatkan tendangan bebas tepat di dapan gawang lantaran pemain tuan rumah dengan nomor punggung 77 atas nama Didik Kurniawan dijegal oleh pemain Persis Solo Egy Ardy Septian (2).

Sementara itu di tengah perjalanan tim tuan rumah dihadiahi wasit dengan kartu kuning lantaran Didik Kurniawan melakukan pelanggaran kepada pemain Persis Solo nomor 18 Dedi Cahyono Putra.

Editor : Ali Muntoha

Di Rembang, Golkar Gaungkan Nama Cagub Jateng

Suasana pelantikan pengurus Golkar tingkat kecamatan dan halal bihalal di kantor Golkar Rembang, Sabtu. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kader Partai Golkar Rembang siap memenangkan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono maju dalam bursa calon Gubernur Jawa Tengah 2018.

Ketua Harian DPD Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono mengatakan, untuk pemilihan Gubernur mendatang, partainya  sudah mengantongi nama kandidat.

“Kalau nama sendiri itu yakni pak Wisnu Suhardono yang diunggulkan. Hanya saat ini masih menggelar penjaringan bakal calon hingga Desember 2017. Dan kemungkinan nantinya sekitar bulan Agustus akan bisa terlihat siapa nama-nama itu,” kata Iqbal saat menghadiri pelantikan pengurus kecamatan dan halal bihalal di kantor Golkar, jalan Pemuda Rembang, Sabtu (15/7/2017).

Saat disinggung mengenai koalisi dengan partai mana, pihaknya sedang melakukan komunikasi dengan partai lain. Mengingat Partai Golkar hanya punya 10 kursi di DPRD provinsi.

“Sebelum itu kita bisa memenangkan Golkar di 4 hingga 5 kabupaten Kota. Namun lambat laun malah menurun. Yakni hanya menang di Pekalongan saja. Selain itu, saat ini Golkar malah mengalami penurunan suara sekitar 74 ribu yang terbagi di Dapil 3. Yakni Pati, Rembang, Blora dan Grobogan,” bebernya.

Editor : Akrom Hazami

Paguyuban Nelayan Rembang Pastikan Tak Ada Kapal Warga Rembang yang Terbakar di Juwana

Kapal yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana dilalap si jago merah, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Rembang – Kebakaran kapal yang terjadi di tambat kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Sabtu (15/7/2017), dipastikan tidak ada kapal milik warga Rembang.

Ketua Paguyuban Nelayan Rembang Temo Supriyanto kepada MuriaNewsCom memastikan tidak ada kapal milik warga Rembang yang ikut terbakar. “Tadi saya sudah tanya kesana kemari dan hasilnya tidak ada kapalnya warga Rembang. Insya Allah tidak ada kapalnya orang Rembang,” kata Temo.

Ia mengatakan bahwa saat ini memang ada puluhan kapal yang bersandar di wilayah Seprapat. “Setelah Lebaran, Menteri Susi melarang cantrang melaut. Jadi ya banyak kapal yang di situ. Sehingga saat ada insiden itu, secara otomatis merambat ke kapal lain,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan, belasan kapal yang terbakar merupakan jenis cantrang dan freezer. Hingga berita ini turun, sudah ada 14 kapal yang terbakar.

Editor : Akrom Hazami

Rencana Pendirian Pabrik Sepatu di Rembang Digadang Kurangi Pengangguran Ribuan Orang

Bupati Rembang Abdul Hafidz. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Rembang – Pabrik sepatu di sebelah timur embung Rowosetro Rembang di area jalan Clangapan Pamotan mulai pembangunannya, Agustus 2017.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, Agustus ini mulai persiapan pengadaan material. Setelah itu pembuatan pagar, sekaligus pendirian bangunan. Diperkirakan September 2018, pabrik bisa beroperasi.

“Untuk lahannya sendiri akan menempati lahan di Desa Pasar Banggi dan Desa Sridadi, Kecamatan Rembang Kota,” kata Haifdz.

Dari informasi yang dihimpun,  pada tahap awal, investor akan membangun satu titik pabrik. Nantinya satu tiitik pabrik bisa menampung sekitar 5 ribu karyawan.

Pabrik di Rembang merupakan cabang dari Mojokerto Jawa Timur. Cabang lainnya ada di Jepara. Adapun alasan pemilihan lokasi di Rembang, kata Hafidz menirukan investor itu, Rembang memiliki nilai UMK yang lebih rendah dibanding sekitarnya. Yakni Rp 1.408.000.

“Selain itu, masyarakat di Kabupaten Rembang cukup kondusif dan tidak banyak manuver yang dapat merugikan iklim usaha,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

Tak Melaut, Nelayan Rembang Beralih Pekerjaan jadi Pekerja Bangunan

Ratusan kapal cantrang di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasik Agung Rembang hingga saat ini masih bersandar. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Dilarang melautnya kapal cantrang Rembang membuat nelayan Rembang beralih jadi buruh bangunan. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Suharto, salah seorang nelayan, setelah Syawalan atau sedekah laut kapal, biasanya cantrang harus mulai melaut untuk mencari ikan.

“Mau bagaimana lagi, kapal belum melaut karena cantrang dilarang. Kami mencari pekerjaan sementara untuk menambal kebutuhan. Yakni pekerja bangunan yang dilakukan di Rembang,” kata Suharto.

Pekerjaan tersebut dilakukan di Rembang. Menurutnya, yang penting dia bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Termasuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.

Dari pantuan MuriaNewsCom, ratusan kapal cantrang di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasik Agung Rembang hingga saat ini masih bersandar.

Yuharti, salah seorang pekerja di tempat pengolahan ikan memilih menjadi buruh serabutan di tambak garam,  untuk bisa memenuhi kebutuhannya.

“Saya milih kerja serabutan di lahan garam atau pembuatan garam. Baik itu menjadi tukang angkut garam. Meskipun tidak bekerja tiap hari, tapi bisa dapat penghasilan sebesar Rp 25 hingga Rp 30 ribu. Saya bisa membeli kebutuhan rumah tangga,” ujar Yuharti.

Editor : Akrom Hazami

 

Dintanpan Rembang Turun Tangan Telusuri Dugaan Pungli Bantuan Alsintan

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang telah menelusuri serta mengkroscek dugaan pungutan liar bantuan alat dan mesin pertanian terhadap kelompok tani yang berada di Desa Nglojo, Kecamatan Sarang.

“Kamis (13/7/2017) kemarin, salah satu mantri pertanian sudah ke sana,” ujar Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dintanpan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, traktor tersebut juga masih berada di tangan pengelolanya. Yakni atas nama Bakri. Sedangkan, pengelola mengaku telah memberikan atau dipungut uang sebesar Rp 8 juta kepada seseorang yang mengaku bernama Yoni melalui AR, salah seorang anggota BPD Nglojo.

“Informasinya itu memang itu Pak Abdur Rozak narik ke Pak Bakri yang mengelola traktor bantuan. Sebelumnya ia ditelepon oleh seseorang yang mengaku bernama Yoni,” beber Ika mengutip keterangan dari mantri pertanian yang menelusuri dugaan pungli tersebut.

Informasi lainnya yang ia terima, bahwa dari uang sebesar Rp 8 juta tersebut, satu juta rupiah di antaranya digunakan guna biaya operasional yang belum jelas operasional siapa. Namun untuk  yang Rp 7 juta sisanya diserahkan oleh AR kepada Yoni yang meminta uang ganti bantuan.

“Tidak jelas itu siapa (Yoni). Mungkin ada yang muter ke daerah, tarik-tarik mencatut nama Pak Bupati atau siapa. Kemungkinan besar itu yang merusak suasana. Sebelumnya memang ada seseorang minta data (penerima bantuan, red.) kita kasih,” katanya.

Sementara itu, pihaknya juga mengimbau kepada kelompok untuk tidak serta merta melayani permintaan uang dari seseorang mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Rembang. Sehingga di saat ada kejadian semacam itu, maka bisa dikonfirmasi terlebih dahulu dengan mantri tani atau pihak Dintanpan setempat. Terlebih bisa datang bertanya atau berkonsultasi kepada dinas yang menangani itu tanpa kecuali.

“Sebab, prosedur itu, hanya membuat proposal resmi dari kelompok tani terkait. Setelah itu diteken oleh mantri tani dan kepala desa setempat untuk diajukan ke Dintanpan untuk kami teruskan ke Pak Bupati. Dan itu tanpa pungutan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kasus pungutan liar terhadap bantuan traktor bagi kelompok tani di Desa Nglojo, Sarang kini ditangani oleh Tim Saber Pungli. Tim masih mendalami peran AR sekaligus aliran uang pungli yang jumlahnya lumayan besar tersebut.

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk Maling Motor di Rembang

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Rembang berhasil membekuk pelaku curanmor bernama Jadik (46 ), warga Dukuh Tunggaktiyang RT 02 RW 04 Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Kamis (13/7/2017) malam.

Penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat Supriyanti warga Desa Tahunan RT 04 RW 03 Kecamatan Sale, yang kehilangan motor Yamaha Mio J. Informasinya pelaku membawa kabur motor tersebut ke arah Blora pada Kamis (13/7/2017) siang.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Ibnu Suka mengatakan, mendapat laporan tersebut, polisi langsung menindaklanjuti.

Tim Opsnal kemudian berkoordinasi dengan anggota Polsek Sale dan Polsek Bogorejo agar melaksanakan penghadangan jika motor Mio J warna putih yang dibawa pelaku melintas di wilayah hukumnya. Akhirnya pelaku dapat dibekuk dan digiring ke Mapolres Rembang beserta barang bukti hasil pencurian tersebut.

“Selain pelaku, kami juga mengamankan barang bukti berupa satu buah anak kunci palsu atau kunci T, satu unit sepeda motor Mio J tanpa pelat nomor,” ungkapnya.

Di menambahkan, untuk mengantisipasi maraknya terjadinya pencurian kendaraan bermotor, pihak Polres Rembang mengimbau agar  masyarakat untuk lebih waspada saat memarkirkan kendaraannya dan  kunci ganda.

Editor : Kholistiono

3 Petugas Parkir RSUD Rembang yang Kena OTT Tim Saber Pungli Statusnya Siap Dinaikkan Jadi Tersangka

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Tiga petugas parkir di RSUD dr Soetrasno Rembang yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli beberapa waktu lalu, kini masih intensif menjalani pemeriksaan.

Bahkan, petugas sudah menyatakan siap menaikkan status 3 orang orang tersebut dari saksi terperiksa menjadi tersangkat.Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Saber Pungli Kompol Pranandya Subyakto.

Menurutnya kini tim yustisi secara lisan sudah memberikan rekomendasi untuk menaikkan status 3 orang saksi terperiksa, untuk menjadi tersangka. Hal tersebut berdasarkan, ketiganya terindikasi memalsukan karcis parkir RSUD dr R Soetrasno Rembang.

“Kemarin tim yustisi sudah rapat dengan tim pokja penindakan, secara lisan sudah memberikan rekomendasi untuk ketiga orang saksi itu supaya dinaikkan statusnya menjadi tersangka,” paparnya.

Perlu diketahui, ketiga orang saksi terperiksa yang sudah siap ditetapkan menjadi tersangka adalah, Eko Istiawan RT 5 RW 4 Desa Seren,Kecamatan Sulang, kemudian Jasmani, warga Dukuh Ngaglik RT 1 RW 1 Desa Weton, Kecamatan Rembang serta Eko Sugiart warga  RT 4 RW 2 Desa Kabongan Kidul.

Ketiganya tertangkap tangan atau OTT pada hari Kamis, 18 Mei 2017 saat menarik retribusi kepada pengunjung di rumah sakit. Di mana pungutannya tersebut tidak sesuai aturan yang tertera di karcis.

Editor : Kholistiono

Empat Penjudi di Rembang Dibekuk Polisi

Empat pelaku judi yang diamankan di Mapolres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Kepolisian Resor Rembang kembali membekuk empat orang pelaku perjudian dari tiga lokasi berbeda. Di mana dua pelaku di antaranya diamankan secara bersamaan di pangakalan truk di Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem, dan dua pelaku lainnya masing-masing diamankan di Desa Grawan, Kecamatan Sumber dan Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa menyebutkan, jenis perjudian yang dilakukan pelaku berbeda-beda. Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti.

“Mulai hari Senin sampai hari Rabu kemarin, tim dari Satreskrim berhasil membekuk empat pelaku perjudian dari tiga kasus yang berbeda,” ungkapnya.

Dari kasus pertama dengan TKP pangakalan truk Desa Sendangasri petugas mengamankan Karsumi (52) warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem dan Edi  Kuswanto (32) warga Desa Sendangasri. Dari keduanya petugas turut menyita barang bukti uang tunai senilai Rp 4,8 juta dan satu set kartu remi yang digunakan berjudi.

Pada kasus kedua, pelaku bernama Subagiyo warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber yang dibekuk di warung kopi desa setempat pada Selasa (11/7/17) malam. Petugas mengamankan uang tunai senilai Rp 283 ribu, dua lembar kertas rekapan ramalan judi, dan tujuh lembar kertas rekapan penjualan angka judi togel.

Terakhir, pada Senin (10/7/17) lalu di pangkalan truk Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, petugas mengamankan Agus Yulianto, warga Desa Kasreman, Kecamatan Rembang, dengan barang bukti berupa satu unit telepon genggam merek Nokia guna rekap data perjudian, dan uang tunai Rp 1,7 juta.“Keempat pelaku dikenai Pasal 303 KUHP dengan ancaman penjara selama empat tahun,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

JPU Tuntut 7 Bulan Penjara untuk Terdakwa Kasus Intimidasi Terhadap Wartawan 

Saksi kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan saat disumpah ketika akan menyampaikan kesaksian di dalam persidangan beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sidang lanjutan kasus intimidasi terhadap wartawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Kamis (13/7/2017). Suryono (30), pegawai PLTU Sluke yang menjadi terdakwa kasus dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tujuh bulan penjara.

Adapun dua orang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang yang membacakan tuntutan tersebut, yakni Wakhid Adrian dan Muhammad Salahuddin.

Salah satu point yang dalam tuntutan yang dibacakan oleh JPU, yakni hal – hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Adapun pertimbangan yang memberatkan tindakan Suryono telah menghalang -halangi kerja insan pers, sehingga mengakibatkan informasi tidak sampai ke masyarakat.

Di sisi lain, hal-hal yang meringankan, yakni terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa sebagai tulang punggung keluarga, sopan dalam persidangan, menyesali kesalahan dan tidak akan mengulangi lagi.

Sementara itu, pihak JPU juga mengatakan, bahwa perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 18 ayat 1 Undang – Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Setelah mendengarkan tuntutan tersebut, pihak majelis hakim mengagendakan kepada terdakwa untuk membacakan nota pembelaan pada Senin (17/7/2017) pekan depan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang Djamal A. Garhan mengungkapkan, berdasarkan Undang – Undang Pers, negara menjamin kemerdekaan pers, untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi.

“Apabila ada yang sengaja menghalangi atau menghambat, ancaman hukumannya paling lama 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500 juta. Kalau jaksa hanya menuntut 7 bulan, kami berharap majelis hakim bisa menjatuhkan hukuman setimpal yang tidak mencederai rasa keadilan,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Dua Desa Di Jepara Ajukan Droping Air Bersih

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Dua desa yakni Raguklampitan di Kecamatan Batealit dan Kedung Malang di Kecamatan Kedung, Jepara, mulai merasakan dampak kemarau. Kedua desa itu mulai kekurangan air bersih.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Jamaludin mengatakan, dua desa itu telah mengajukan permohonan bantuan air bersih. Namun demikian ia menyatakan kelangkaan air bersih di desa tersebut belum parah. 

“Dengan kondisi itu maka bantuan air yang dikirimkan sejumlah satu tangki air dalam kurun waktu sepekan. Rencananya, bantuan akan dikirim pekan depan,” ujarnya, Kamis (13/7/2017).

Ia melanjutkan, jika kondisi krisis air bersih meluas dan para, frekuensi droping tentu saja akan ditambah. Jamaludin menyebut, droping air akan melihat seberapa besar kebutuhan dari warga. Untuk memenuhi permintaan, BPBD Jepara akan melibatkan depo air guna memasok kepada warga.

Adapun, anggaran yang disiapkan untuk bantuan air untuk tahun ini sebesar Rp 22 juta. Jika  kekeringan meluas, pihaknya melalui Pemkab Jepara kemungkinan besar bisa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNBP. Namun demikan, untuk menggunakannya, Pemerintah Kabupaten terlebih dahulu harus mengumumkan keadaan siaga bencana kekeringan terlebih dahulu.

Pihaknya telah memetakan beberapa daerah yang rentan kekeringan. Di antaranya, Raguklampitan, Rajekwesi, Tunngul, Pandean, Bate Gede, Kedung Malang, Karangaji, Gerdu, Kaliombo, Sinanggul dan Kepuh. 

 “Namun demikian, hingga medio bulan Juli 2017 baru dua desa itu yang mengajukan bantuan air bersih,” papar Jamaludin.

Editor : Kholistiono

Oknum BPD Nglojo Rembang jadi Sasaran Tim Saber Pungli

Puluhan traktor di area Kantor Dinas Pertanian Rembang yang akan diberikan kepada kelompok tani di Rembang beberapa waktu lalu.(Dok.MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) membidik seorang oknum anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Nglojo, Kecamatan Sarang, Rembang.

Anggota BPD yang berinisial AR tersebut diduga terlibat dalam kasus pungutan liar bantuan traktor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang.

Dari informasi yang dihimpun, pria tersebut  hingga  Kamis siang (13/7/2017) masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Rembang.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Rembang, Kompol Pranandya Subyakto menjelaskan, bahwa pihaknya menerima informasi dari masyarakat, terkait dugaan pungutan liar bantuan traktor di Desa Nglojo.”Setelah dapat informasi kita lalu bergerak cepat mengamankan yang bersangkutan,” katanya.

Dia melanjutkan dalam pemeriksaan itu, ada indikasi terjadi pungutan liar terhadap kelompok tani. Di mana pungutan liar tersebut sekitar Rp 8 – 15 juta.

Sementara itu, saat disinggung mengenai administrasi, ia mengutarakan, bahwa bantuan traktor tersebut seharusnya tidak dipungut biaya. “Dalam pembagian traktor, mestinya tidak dipungut biaya sepeserpun. Namun untuk sementara, AR berstatus sebagai saksi terperiksa,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini status dan peran AR masih didalami. “Masih kita periksa, apakah nantinya mengindikasikan bahwa AR bergerak sendiri atau ada rekannya,” ucapnya.

Dia menambahkan, soal barang bukti, berupa traktor maupun bukti uang, dirinya masih menunggu laporan dari penyidik.”Kita masih menunggu hasil pemeriksaan yang ada,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Cokok 3 Pelaku Percobaan Pencurian

Kapolres Rembang AKBP Pungky Buana Santosa saat jumpa pers di Mapolres Rembang Kamis (13/7/2017) siang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang  mengamankan tiga  orang pelaku  percobaan  pencurian di wilayah hukum Polres Rembang.

Ketiga pelaku itu masing – masing bernama Ahmad  Haryanto (22) warga RT 04 RW 01 Desa Sumberrejo, Rembang,   Edi Purwanto (21) dan Suwanto (16), masing-masing warga Desa Turusgede, Kecamatan Kota Rembang.

Ketiga pelaku ditangkap polisi usai kepergok warga ketika pelaku akan menjalankan aksinya. “Untuk Ahmad Haryanto diamankan  saat hendak mencuri sepeda motor Suzuki Smash dengan Nomor Polisi H 6223 HG di  salah satu warung makan di Kaliori pada hari Minggu (9/7/2017) dini hari. Sedangkan  Edi Purwanto  dan Suwanto ditangkap saat melakukan percobaan pencurian burung piaraan di Dukuh Kedungdoro, Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang pada hari Senin (10/7/2017) dini hari,” ungkap Kapolres Rembang AKBP Pungky Buana Santosa saat gelar perkara di Mapolres, Kamis (13/7/ 2017).

Dia melanjutkan, selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti dari pelaku percobaan pencurian sepeda motor berupa satu unit sepeda motor Smash, obeng dan HP Samsung.

Sedangkan dari dua pelaku percobaan pencurian burung di Kedungdoro, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Supra K 6346 DH,  dua unit HP dan gunting pemotong kawat kandang.

“Atas perbuatannya ketiga tersangka itu kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang Percobaan Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono 

Koper untuk Calhaj Asal Rembang Selesai Terdistribusikan

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Koper calon jemaah calon haji asal Rembang telah terdistribusi secara tuntas oleh pihak Kantor Kementerian Agama setempat.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kemenag Kabupaten Rembang Shalehudin mengatakan, bahwa koper yang terakhir kali dibagikan adalah untuk calon jemaah haji yang tidak tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

“Untuk koper calon haji yang tergabung di KBIH sudah didistribusikan lebih dulu, yakni sebelum Lebaran. Namun yang di luar KBIH, sudah dituntaskan pada Rabu kemarin,” katanya.

Sementara itu, saat menyerahkan koper, pihaknya sembari menyampaikan beberapa imbauan. Di antaranya supaya  memperhatikan batas isi koper seberat 35 kilogram serta larangan agar tidak membawa senjata tajam seperti silet atau gunting.

“Koper yang sudah kami serahkan kepada para calon haji harus sudah siap untuk dibawa ke Asrama Haji Donohudan Boyolali pada H-1 keberangkatan ke embarkasi. Kami akan ambil koper itu nanti di titik konsentrasi kecamatan masing-masing,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengutarakan bahwa nantinya pengangkutan koper ditanggung pemerintah terkait.”Biaya pengangkutan koper dari tingkat kabupaten ke embarkasi ditanggung oleh pemerintah. Sedangkan biaya pengangkutan koper dari rumah ke titik konsentrasi dan ke tingkat kabupaten, masih menjadi tanggungan dari jemaah calon haji,” bebernya.

Perlu diketahui, para calon haji berasal dari Kabupaten Rembang berjumlah tetap 794 orang dan tergabung dalam tiga kelompok terbang keberangkatan. Kloter 40 akan berangkat pada 8 Agustus, kloter 92 dan 93 akan berangkat pada 24 Agustus 2017.

Editor : Kholistiono

Puluhan SMP di Rembang Kekurangan Peserta Didik Baru

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Sebanyak 24 SMP negeri di Kabupaten Rembang kekurangan siswa baru di tahun pembelajaran 2017-2018 ini.

Dari data yang ada, sebanyak 24 SMP negeri yang kekurangan siswa itu tersebar di 14 kecamatan se- Kabupaten Rembang.

Adapun sekolah yang kekurangan siswa baru itu, di antaranya SMPN 1 Kaliori. Sekolah yang sejatinya dapat menampung siswa baru sebanyak 288 siswa, namun sampai saat ini baru ada 235 pendaftar atau kekuarangan 53 siswa.

Selanjutnya yakni SMPN 1 Sale. Dari kuota 192 siswa, baru ada 161 siswa atau kekurangan 31 siswa. Kemudian SMPN 1 Sluke, dari 180 kuota pendaftar, baru ada 132 siswa atau kekurangan 48 siswa.

“Tahun ini ada beberapa sekolah yang masih kekurangan siswa hingga batas akhir pelaksanaan PPDB,” kata Achmad Solchan, Kabid Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang.

Dia mengatakan, pihaknya mempersilakan sekolah yang akan mengajukan perpanjangan waktu pelaksanaan PPDB dengan mengirimkan surat kepada Dindikpora ditembuskan kepada kepala dinas.

Menurutnya, hingga saat ini total ada 5.107 siswa yang telah diterima di SMP negeri di Rembang. Pengajuan permohonan dari pihak sekolah yang mengalami kekurangan siswa juga sebagian telah diterima.”Saat ini tinggal menunggu persetujuan dari kepala dinas saja,” katanya.

Meski ada yang kekurangan, ternyata ada pula sekolah yang kelebihan pendaftar. Seperti halnya di SMPN 1 Rembang, SMPN 5 Rembang, SMPN 1 Kragan, SMPN 1 Sulang, SMPN 2 Rembang, SMPN 1 Lasem, dan SMPN 3 Rembang.

Yang paling menonjol di SMPN 1 Rembang. Dari daya tampung 320 siswa, ternya pendaftarnya sebanyak 401 orang. Kemudian SMPN 1 Kragan dari daya tampung 288 siswa, namun pendaftar mencapai 379 pendaftar.

“Tidak terpenuhinya kuota di beberapa sekolah bukan karena aturan dari Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017, tapi karena pendaftar banyak memilih di beberapa sekolah tertentu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono