Calon Bupati Kudus Mas Umar Tunjuk Haryanto jadi Ketua Tim Pemenangan

Haryanto (kiri), dalam jumpa pers yang digelar untuk mengumumkan Tim Adhoc Pemenangan MU dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang, di kediaman MU, Jumat (21/7/2017). (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Keseriusan Umar Ali atau yang dikenal sebagai Mas Umar (MU) untuk maju sebagai calon bupati Kudus pada Pemilukada 2018 mendatang, semakin tampak dengan ditunjuknya tim yang akan memenangkan pencalonannya.

Secara resmi, MU menunjuk H Haryanto sebagai koordinator Tim Adhoc Pemenangan MU pada pemilukada mendatang. Ini dilakukan sebagai upaya agar seluruh aktivitas dan statement mengenai MU, bisa berasal dari satu pintu.

”Saya memang sudah resmi ditunjuk Mas Umar untuk menjadi koordinator tim pemenangan. Meski memang masih secara adhoc, ya. Nanti kalau misalnya rekomendasi sudah turun, maka akan ada tim resmi lagi yang menangani,” terang Haryanto, dalam jumpa pers di kediaman MU, Jumat (21/7/2017).

Tugas tim ini, menurut Haryanto yang merupakan pengusaha, adalah bagaimana mengkomunikasikan semua yang dibutuhkan MU guna memuluskan langkahnya, maju di pilkada. Termasuk salah satunya berkomunikasi dengan partai-partai yang ada di Kabupaten Kudus, demi dukungan yang dibutuhkan.

Haryanto mengatakan, kebutuhan tim ini sendiri dianggap mendesak. Seiring dengan popularitas MU yang terus naik, maka perlu tim yang tepat untuk menangananinya. ”Artinya, partai atau masyarakat, bisa melewati satu pintu yang terpercaya, jika kemudian berbicara mengenai MU. Dan saya siap untuk itu,” tegasnya.

Dinamika dan konstelasi politik menjelang Pilkada Kudus, sebagaimana dikatakan Haryanto, berlangsung dengan cepat dan masif. Sehingga semua harus bisa disikapi dengan baik. ”Karena memang sampai sekarang, kita masih terus melakukan pendekatan dengan semua elemen masyarakat, untuk mendukung MU maju sebagai calon bupati,” paparnya.

Kemunculan MU, disebut Haryanto ternyata dapat diterima dengan baik masyarakat luas. Indikasinya adalah dengan makin banyaknya dukungan dari berbagai komunitas yang ada di Kudus.

Selain itu, dorongan beberapa stakeholder yang ada, juga menambah bukti bahwa kehadiran MU memang diharapkan. Selain tentu saja, respon partai politik (parpol) yang baik dengan munculnya nama MU. ”Apalagi, progres dukungan masyarakat setiap hari mengalir deras kepada MU. Ini yang membuat kami semakin yakin akan pencalonan MU ini,” katanya.

Ditanya mengenai strategi pemenangan yang akan dilakukan tim terhadap MU, Haryanto mengatakan jika hal itu masih rahasia. Namun, yang akan dilakukan tim dalam waktu dekat, adalah melakukan survei terhadap elektabilitas MU.

”Ya, kami sudah menggandeng salah satu lembaga survei untuk melaksanakan ini. Karena bagaimanapun, survei bagi kami penting, untuk mengetahui dengan tepat, bahwa MU memang layak untuk masyarakat Kudus,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Guru SDLB di Kudus Ikuti Pelatihan Media Pembelajaran Sains

Guru SDLB (Sekolah Dasar Luar Bisa) se-Kabupaten Kudus mengikuti pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran sains berbasis karakteristik siswa berkebutuhan khusus . (UMK)

MuriaNewsCom, Kudus– Semua Guru SDLB (Sekolah Dasar Luar Bisa) se-Kabupaten Kudus mengikuti pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran sains berbasis karakteristik siswa berkebutuhan khusus, di gedung pertemuan guru di SDLB Purwosari Kudus, mulai Selasa-Kamis (18-20/7/2017).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 guru dari tiga sekolah yaitu SDLB Cendono Dawe, SDLB Purwosari, dan SDLB Kaliwungu Kudus. “Kegiatan pertama guru SDLB diberikan materi pembelajaran sains yang cocok untuk anak berkebtuhan Khusus (ABK). Kemudian guru SDLB dilatih membuat media pembelajaran sains, dan ketiga pendampingan untuk mengaplikasikan media pembelajaran sains berbasis saintifik sesuai kurikulum 2013,” kaata Nur Fajri, selaku ketua tim pelatihan dan pendampingan dari Universitas Muria Kudus.

Media yang dibuat dalam pelatihan tersebut di antaranya ada pembuatan  media wayang kardus, pembuatan diorama, pembuatan media tiga dimensi, pembuatan puzzle, dan pembuatan media komunikasi dari barang bekas.

“Saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini dikarenakan selain diberi materi, kita dilatih dan didampingi praktik langsung membuat media pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus yang salama ini memang kurang dalam hal fasilitas media pembelajaran,” ujar Wahyu Purwanto guru SDLB Cendono Dawe.

Anak berkebutuhan khusus dari SDLB di Kabupaten Kudus dengan ganggungan seperti tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunalaras, tunaganda, dan tunadaksa perlu diberi perhatian lebih dan keterampilan oleh guru agar mereka kelak memiliki skill, kreativitas, dan keterampilan untuk bekal di masyarakat.

Sehingga guru SDLB pun perlu pelatihan dan memiliki keterampilan yang baik agar anak didiknya juga semakin terampil.

Editor : Akrom Hazami

 

Hujan Sebentar, Jalan di Kawasan Menara Kudus Terendam Air

Pezaiarah tampak berjalan kaki di kawasan Menara Kudus, Kamis sore. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kawasan Menara Kudus terendam pascahujan yang turun, Kamis (20/7/2017) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Bahkan hingga sekitar pukul 18.00 WIB, hujan masih belum reda.

Di kawasan Menara Kudus, air merendam di beberapa sudut. Tentu saja kondisi itu mengganggu aktivitas peziarah yang sedang berlalu lalang.

“Jalannya terendam. Tapi tidak masalah. Yang penting masih tetap bisa berziarah di makam Sunan Kudus,” kata salah seorang peziarah, M Udin.

Ketinggian air di kawasan Menara Kudus mencapai sekitar 5 cm-10 cm. Meski demikian, para peziarah tetap memadati. Hanya saat hujan, peziarah memanfaatkan emperan toko untuk tempat berteduh. Air yang merendam di wilayah itu biasanya cepat surut begitu hujan reda. 

Editor : Akrom Hazami

 

5 Desa di Kudus Belum Cairkan Dana Desa 

Warga melintas di Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. Desa ini menjadi salah satu yang belum mencairkan dana desa. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKD) Kudus,Eko Djumartono mengatakan, ada lima desa yang belum mencairkan dana desa.

“Dari 123 desa, hanya lima desa yang belum sama sekali mencairkan dana desa. Kelimanya adalah Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu, Desa Langgardalem dan Kauman di Kecamatan Kota, Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati dan Desa Panjang Kecamatan Bae,” kata Eko kepada MuriaNewsCom di Kudus, Kamis (20/7/2017).

Jumlah dana desa bervariasi, dengan kisaran Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.  Pihaknya tak tahu alasan kelima desa belum mencairkan dana desa. Karena, dia hanya bertugas untuk mencairkan saja, dengan persyaratan yang sudah terpenuhi tentunya.

Menurut dia,  pencairan dana desa dibagi menjadi dua tahap. Pada tahap awal dicairkan 60 persen, sedangkan sisanya diberikan pada tahap kedua. Tahap dua dijadwalkan pada semester berikutnya. Seperti Desa Kedungdowo mendapatkan dana desa Rp 923,9 juta. Sekitar 60 persen dari dana desa tersebut dicairkan pada tahap awal.

Sementara, Camat Kaliwungu M Fitriyanto mengatakan, di Kaliwungu hanya satu desa yang belum mencairkan dana desa,  yaitu Kedungdowo. Alasannya, saat ini jabatan kades di Kedungdowo masih belum ada. Dampaknya, dana desa belum bisa dicairkan.

“Ini sedang proses penggantian kades. Tanpa tanda tangan kades, maka dana desa belum bisa dicairkan. Makanya sampai kini dana desa belum cair,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

PCNU Kudus Akan Sampaikan Keberatannya Soal Full Day School ke Presiden di Semarang


Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – PCNU Kudus akan mendatangi undangan halal bihalal dari PWNU Jateng di Kota Semarang, Sabtu (22/7/2017) malam. Mereka akan mendelegasikan 18 orang anggota, guna memenuhi undangan tersebut. Direncanakan, acara akan didatangi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi, menyatakan, pihaknya akan memenuhi undangan tersebut. “Dalam kesempatan itu, kami akan ikut menyampaikan ke pak presiden agar mempertimbangkan Full Day School,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Kamis (20/7/2017).

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Sekolah itu memang memunculkan banyak pro-kontra. Pihaknya menuturkan beberapa dampak Full Day School. Pemberlakuan full day school ditinjau dari berbagai sisi lebih banyak mengandung madlarat (bahaya) daripada mashlahatnya (manfaatnya). Dari sisi kultural, mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di dalam madrasah diniyah. Dari sisi sarana dan prasarana masih banyak sekolah, bahkan rata-rata, belum memadai.

Dia membeberkan dampaknya, di antaranya pada kegiatan agama siswa. Seperti kegiatan hari Jumat, yang mana kesulitan dalam​ menjalankan ibadah sholat Jumat, karena lokasi yang terbatas. Tak hanya itu, sekolah diniyah juga akan kacau. Sekolah yang sampai sore, dipastikan mengurangi jumlah siswa di TPQ dan madrasah diniyah. Dan itu akan menggangu mereka dalam memahami agama.

“Kami juga sudah bertemu dengan Disdikpora Kudus. Kepada mereka, kami sampaikan jangan sampai kebijakkan dilaksakan. Jika sampai berjalan, sekolah dasar yang akan kena imbasnya,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

DPN APTRI Akan Gelar Rakernas

Petani tebu saat memanen hasil tanamannya di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia ( APTRI ) akan melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), di Hotel The Acacia Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.Kamis – Jumat (20-21 Juli 2017).

Rakernas dihadiri oleh utusan pengurus DPD dan DPC APTRI seluruh Indonesia, pabrik gula, direksi pabrik gula, pedagang gula dan unsur pemerintah. Rakernas rencananya akan dibuka oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

M Nur Khabsyin Sekretaris Jenderal DPN APTRI mengatakan Rakernas akan menampilkan paparan dari para pengambil kebijakan di bidang pergulaan Nasional. Rakernas akan membahas di antaranya : tindak lanjut pembebasan PPN gula tani, HPP gula tani, HET gula, kebijakan impor gula, revitalisasi pabrik gula, peningkatan rendemen dan lainnya.

“Di samping membahas hal-hal tersebut, rakernas APTRI juga akan membahas program kerja APTRI dan rekomendasi. Di antara usulan-usulan APTRI di bidang pergulaan,” katanya di rilis persnya.

Usulan APTRI  adalah gula tani harus dibebaskan dari pengenaan PPN sampai tingkat konsumen, seperti beras, jagung, dan kedelai. Karena gula termasuk bahan pokok yang bersifat strategis.

Sampai saat ini pedagang gula sekarang masih takut membeli gula tani karena khawatir akan menanggung PPN. Walaupun sudah ada penegasan dari Dirjen Pajak bahwa petani yang omsetnya di bawah Rp 4,8 miliar tidak dikenakan PPN.

“Kami akan mengawal revisi Perpres 71 tahun 2015 tentang penetapan bahan pokok strategis sehingga gula tani bisa masuk,” ujarnya.

Terkait dengan harga acuan gula tani (HPP) Rp 9.100 /Kg dan HET gula Rp. 12.500,-/Kg, petani kurang sependapat karena harga acuan (HPP) gula tani masih di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP). BPP gula tani sebesar Rp. 10.600,-/Kg, sedangkan HPP idealnya harus di atas BPP, sedangkan HET harus diatas HPP.

“Kami mengusulkan kepada Menteri Perdagangan HPP gula tani sebesar Rp. 11.000,- sedangkan HET gula sebesar Rp. 14.000. Angka tersebut kami anggap wajar karena satu sisi petani ada keuntungan yang wajar dari usaha tani tebu selama setahun, di sisi lain harga tersebut tidak memberatkan kepada konsumen,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Keluarga Segitiga Teater (Keset) Kudus Adakan Open Casting

Anggota Keluarga Segitiga Teater (Keset) Kudus saat melakukan proses open casting di Kudus. (Dokumen Keset)

MuriaNewsCom, Kudus – Keluarga Segitiga Teater (Keset) Kudus mengadakan kegiatan open casting di depan Pasar Kliwon Kudus, Rabu 19/7/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.

Salah satu anggota Keset, Jessy, mengatakan kegiatan merupakan bagian dari proses kreatif yang dilakukan. “Open Casting ini dalam rangka melaksanakan bagian dari proses produksi ke-XV,” kata Jessy.
Casting yang dilakukan kali ini adalah untuk mengisi posisi sebagai aktor, aktris, tata panggung, tata ilustrasi, tata rias, tata kostum, penulis buku, marketing, publisher (Copy Writing, dan lainnya. “Silakan bagi yang ingin bergabung,” ungkapnya.

Teater Keset sebelumnya sukses menggarap produksi pementasan ke XIV Rumah Tak Beratap, Rumah Tak Berasap, dan Langit Sehat dan Langit Dekat, karya Akhudiat. Di Kudus, naskah itu dimainkan di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu, (18/2/2017).

 

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Lepas Calhaj

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada pelepasan calhaj. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 1.315 calon haji (calhaj) asal Kudus dilepas oleh Bupati Musthofa. Acara pelepasan ini dilangsungkan di gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Rabu (19/7/2017). Dengan dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Kepala Kantor Kemenag Kudus, forkopinda, ulama, dan sejumlah pejabat.

Pada pelaksanaan haji tahun ini, ada tiga orang calhaj yang batal/tunda berangkat. Seorang meninggal dunia, dua orang tertunda karena sakit dan masih dalam masa iddah. Sehingga jumlah sebelumnya yakni sebanyak 1.318 orang.

Musthofa berpesan bahwa ibadah haji merupakan panggilan dari Allah SWT. Sehingga harus diniatkan secara ihlas dengan hati yang bersih. Sehingga jangan terganggu berbagai hal yang bisa mengurangi kualitas ibadah.

“Lupakan, tinggalkan dulu segala urusan di rumah. Yakni urusan keluarga dan pekerjaan. Percayakan pada keluarga di rumah dan fokus saja pada pelaksanaab ibadah,” kata Musthofa.

Pada acara dengan calhaj termuda berusia 20 tahun dan tertua 85 tahun itu, dia berpesan pada petugas agar melayani setiap jemaah sebaik-baiknya. Jangan sampai menjadi petugas yang eksklusif.

“Ingatlah pesan pak KH Sya’roni. Agar semuanya bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kudus Noor Badi menyampaikan rasa terima kasihnya pada Bupati Kudus. Karena telah mendukung para calhaj dengan pembebasan biaya yang di luar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Semua dikaver oleh Pemkab Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Korlantas, Kemenhub dan Kementerian PUPR Tinjau Kawasan Tertib Lalu Lintas Kudus

Korlantas, Kemenhub dan Kementerian PUPR saat tinjau Kawasan Tertib Lalu Lintas di Kudus. (Tribratanews Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabid Jemenopsrek Korlantas Polri Kombes Darto Juhartono bersama staf Kementerian Perhubungan RI, staf Kementerian PUPR RI, dan Kasubdit Dikyasa Polda Jateng AKBP Indra Mangunsong meninjau Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Kudus, Rabu (19/7/2017).

Mereka melaksanakan pemeriksaan checklist KTL tentang bentuk kerja sama dengan instansi terkait, dan pengecekan data pelanggaran,data kecelakaan, serta pengecekan sarana dan prasarana serta kondisi jalan.

Diketahui, KTL adalah suatu ruas jalan, koridor atau wilayah tertentu yang disepakati oleh instansi terkait di bidang lalu lintas dan ditetapkan melalui Perda sebagai proyek percontohan ketertiban.

Baik bagi aparat terkait dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing secara terpadu, maupun bagi pengguna jalan dalam memanfaatkan jalan sesuai dengan peruntukannya, sehingga lalu lintas dan angkutan jalan dapat terselenggara secara selamat, aman, lancar, nyaman dan efisiensi.

Kabid Jemenopsrek Korlantas Polri Kombes Darto Juhartono mengatakan masalah tertib lalu lintas merupakan salah satu bagian dari masalah kamtibmas, yang harus menjadi perhatian bersama.

KTL hendaknya jangan dilihat dari masalah sepenggal jalan yang harus tertib,namun lebih diorientasikan kepada pembinaan masyarakat tertib lalu lintas secara keseluruhan di seluruh ruas jalan yang digunakan.

Bila di KTL masyarakat sudah tertib dengan kesadarannya,maka dapat diyakini bahwa di luar jalur KTL pun mereka tertib.

“Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di Kawasan Tertib Lalu Lintas perlu adanya koordinasi dan sinergitas secara terpadu dengan instansi terkait dengan harapan upaya-upaya yang dilakukan dapat menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kudus, khususnya di Kawasan Tertib Lalu Lintas,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tukang Ojek Colo dan Polsek Dawe Kudus Sepakat Perangi Narkoba

Polsek Dawe bersama Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria Colo Dawe (AASMM), mendeklarasikan gerakan anti narkoba, di aula Balai Desa Colo , Rabu (19/7/2017). (Tribratanews Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi Sektor Dawe Kudus prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di kalangan masyarakat, beberapa waktu terakhir.Karenanya, Kanit Binmas Polsek Dawe Aiptu Sukijan mewakili Kapolsek Dawe AKP Suharyanto bersama Bhabinkamtibmas Bripka Eling Teguh S bersama Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria Colo Dawe (AASMM), mendeklarasikan gerakan anti narkoba, di aula Balai Desa Colo , Rabu (19/7/2017).

Deklarasi merupakan wujud komitmen melakukan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba ( P4GN ). “Penanggulangan narkoba tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sebab narkoba bisa menyerang berbagai golongan dan usia,” ujar Elang.

Berbagai langkah telah dilalukan polisi, di antaranya menggelar sosialisasi bahaya pencegahan, dengan memaksimalkan patroli dan Bhabinkamtibmas di masing masing desa.

Kasubbag Humas Polres Kudus AKP Sumbar mengatakan, kegiatan Polsek Dawe bersama AASMM tersebut sangat tepat sekali. Sebab Indonesia saat ini sedang perang melawan narkoba.

“Sasaran mereka adalah merusak generasi muda Indonesia karena sebagian besar yang mengonsumsi narkoba adalah dari generasi muda, menghancurkan generasi muda berarti menghancurkan Indonesia di masa depan,” kata Sumbar.

Editor : Akrom Hazami

 

Duaar…Polisi Berdarah-darah di Arena CFD Kudus, Ada Apa?

Aparat Polres Kudus mengevakuasi korban bom bunuh diri dalam simulasi penanganan terorisme di arena CFD Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (16/7/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kabupaten Kudus yang tengah berada di kawasan Car Free Day (CFD) Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (16/7/2017) dikejutkan dengan suara ledakan yang cukup keras. Tak hanya itu, selang beberapa detik kemudian terlihat beberapa orang termasuk personel polisi bergelimpangan dan berlumuran darah.

Suara ledakan tersebut merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan kelompok teror.  Bom bunuh diri diledakan seorang pelaku yang menyeruak masuk di antara warga yang berkerumun.

Usai terjadi ledakan, personel kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan lokasi. Termasuk mengevakuasi korban baik dari warga sipil maupun aparat kepolisian.

Namun meski terjadi ledakan dan ada sejumlah warga bergelimpangan, warga justru berkumpul dan dengan atusias menyaksikan kecekatan tim kepolisian melakukan pengamanan dan evakuasi. Beberapa warga juga asyik mengabadikan kejadian tersebut dengan telepon pintarnya.

Maklum saja aksi bom bunuh diri itu hanya sekadar simulasi yang digelar Polres Kudus, dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-71.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, selain simulasi penanganan teroris, dalam kegiatan itu juga digelar pameran kepolisian yang diikuti semua satuan. Stan-stan yang ada di antaranya, pameran alat-alat keselamatan, pameran senjata juga diperagakan simulasi penanganan aksi terorisme.

“Simulasi ini untuk menunjukkan pada masyarakat apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan jika ada aksi teror. Sehingga masyarakat tak perlu takut, dan bekerja sama dengan polisi,” katanya.

Ia menyatakan, ada 3 cara yang dapat dilakukan masyarakat ketika menemui aksi teror. Yakni melaporkan keaparat kepolisian, menjauhi tempat kejadian perkara (TKP) dan juga menjauhi benda yang dianggap mencurigakan sampai polisi datang ke lokasi.

Dikatakan, dalam simulasi pihaknya mengerahkan semua tim untuk menanggani aksi teror. Mulai dari tim jihandak, Inafis dan tim resmob.

Khoyin, warga yang berada di kawasan CFD mengaku awalnya cukup kaget saat mendengar suara ledakan. Apalagi setelah itu banyak mobil polisi yang berdatangan. “Saya lagi jualan, ada suara ledakan dan saya lari mendekat. Ternyata ada simulasi,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

SMP Keluarga Awali Penerimaan Siswa Didik 2017 Dengan Permainan Liong

Pertunjukan Liong atau Dragon Dance beraksi di SMP Keluarga Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – SMP Keluarga (SMPK) Kudus mempunyai cara unik untuk menyambut masa Penerimaan Siswa Didik 2017. Yakni dengan mengadakan permainan Liong atau Dragon Dance.

Dragon Dance dimainkan oleh siswa kelas VIII tahun ini.  Sejumlah guru hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketum Federasi Olahraga Barongsay Indonesia (Fobi) Pengkab Kudus Reza Adrianto, dan pelatih Aryawan Wijaya.

Kegiatan juga dihadiri Kabag Pretasi dan Pelatihan Pengprov Fobi Jawa Tengah Harjana Wijaya atau Tjia Eng Bie.

Editor : Akrom Hazami

 

Pertamini Marak, Pemkab Kudus Layangkan Surat ke Kementerian

Warga membeli bensin di salah satu Pertamini di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pertamini di Kudus kini mulai marak. Bahkan, setiap waktu Pertamini terus menjamur hampir di sebagian besar wilayah Kudus. Hal itu malah membuat pemkab setempat kewalahan. Mengingat Pertamini belum memiliki aturan hukum.

Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus pun memutuskan untuk menyurati pemerintah pusat. Dalam hal ini Kementerian ESDM untuk menentukan aturan yang jelas ihwal Pertamini. Seperti halnya aturan tentang apakah Pertamini diperbolehkan, atau tidak.

“Secepatnya akan kami surati. Kemungkinan pekan depan surat sudah bisa dikirim ke pihak Kementerian dan harapannya bisa segera ditindaklanjuti,” kata Kepala Bidang Fasilitas Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno.

Dirinya mencatat jumlah Pertamini di Kudus sekitar 25 unit. Kemungkinan besar, usaha tersebut akan terus bertambah. Disebabkan, pemilik tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk membuka usaha Pertamini. Usaha ini kian digandrungi karena pasarnya juga sudah jelas.

Pemkab Kudus kesulitan menindak Pertamini yang dianggap juga merugikan masyarakat.  Di antaranya karena takaran literan yang dijual, juga tak bisa diketahui apakah sesuai atau tidak. Yang jelas, karena tidak ada tera di Pertamini.

“Kalau yang dijual bukanlah barang yang bersubsidi, jadi tak masalah. Tapi bagaimana dengan masyarakat jika mendapatkan barang yang tak sesuai takaran. Untuk itu kami minta adanya aturan yang pas terkait keberadaan Pertamini,” ungkap Imam.

Editor : Akrom Hazami

 

Pelatihan Membatik di BLK Kudus Minim Peminat

Sejumlah warga membatik di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Satu dari sekian banyak progam Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus 2017 adalah pelatihan membatik. Sayangnya, dalam pelatihan itu tak ditunjang dengan besarnya minat masyarakat.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Sajad mengatakan peminat pelatihan membatik memang kurang sejak sedari awal penyelenggaraan. Akibatnya, kegiatan pelatihan membatik di BLK terpaksa dihentikan sampai peminatnya banyak. m”Kudus memiliki tempat batik yang terbatas karena memang bukan sentra batik. Untuk itulah dalam lahan bekerja juga memiliki batasan. Dampaknya kurang diminati,” katanya.

Peminat batik juga anjlok pada tahun ini. Yang artinya dari dinas tak melaksanakan. Meski demikian, tak menutup kemungkinan tahun berikutnya, pelatihan membatik bisa dilaksanakan jika peminat tinggi. Tak hanya batik, mantan kepala UPT BPL itu  juga menuturkan sejumlah keterampilan lain yang juga sepi peminat. Seperti  menjahit tas, menjahit topi, teknisi HP, dan teknisi komputer. 

Sedangkan jurusan yang paling banyak, lanjutnya, adalah jurusan tata boga, menjahit busana, tata kecantikan kulit, setir mobil, membuat baki lamaran, dan tata kecantikan rambut. “Dengan rata-rata diikuti 200 peserta,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

DPRD Kudus Siap Bantu Lancarkan Pembangunan Mapolres yang Baru

Komisi C DPRD Kudus melakukan kunjungan ke lokasi gedung Mapolres Kudus yang baru, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan gedung Mapolres Kudus yang baru di jalan Kudus-Pati, Kecamatan Jekulo, butuh biaya Rp 41 miliar. Jumlah tersebut merupakan keseluruhan anggaran pembangunan. Untuk mewujudkan bangunan yang kini sedang dikerjakan, DPRD Komisi C siap membantu melancarkan proses pembangunan hingga rampung. 

Ketua Komisi C DPRD Kudus Ahmad Yusuf mengatakan, pihaknya siap mensukseskan pembangunan gedung Mapolres Kudus baru. “Kami akan membantu menyelesaikan pembangunan gedung Mapolres Kudus baru,” katanya.

Sejauh ini, dari hasil pantauan Komisi C, tidak terjadi hambatan pada proses pembangunan gedung mapolres. Sementara, Wisnu Aragani, Kabid Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus mengatakan, total kebutuhan pembangunan secara umum memang Rp 41 miliar

“Gedung mapolres baru memiliki luasan lahan sejumlah 1,5 hektare. Dengan luas itu, maka membutuhkan biaya yang besar untuk membangun gedung,” ujarnya.

Saat ini pembangunan sudah memasuki tahap dua, dengan anggaran sekitar Rp 9,4 miliar. Pada tahap pertama, dilakukan pengurukan tanah dan pembuatan pagar, yang menelan anggaran sekitar Rp 4 miliar. ‎

Disampaikan, pembangunan tahap tiga diperkirakan akan menelan anggaran hingga Rp 28,5 miliar. Dana sebesar itu, rencananya ‎akan diajukan dalam APBD Perubahan 2017 serta APBD Murni 2018 mendatang

Editor : Akrom Hazami

Simpan Pil Kuning di Kamar Mandi, Satuan Narkoba Polres Kudus Tangkap Pemuda Ini

MA saat memperlihatkan pil kuning di Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – MA (19) warga Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus,  ditangkap Satuan Narkoba Polres Kudus, Rabu (12/7/2017). MA kedapatan menyimpang ratusan pil kuning di rumahnya.

MA ditangkap polisi di rumahnya. Polisi menggeledah rumah MA dan menemukan ratusan pil kuning.. Sebanyak 17 bungkus plastik klip masing-masing berisi 10 butir berlogo MF siap edar. Plastik klip itu di dalam bungkus rokok yang disembunyikan di kamar mandi.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, pil tersebut bernama Hexymer. Obat ini merupakan golongan anti-psikotik yang berfungsi untuk mengurangi gejala psikotik atau gangguan jiwa dan penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. “Penggunaan pil tersebut secara berlebihan dapat membuat seseorang merasakan hingga sakaw atau nge-fly, bahkan melakukan tindakan di luar kendali,” kata Sukadi.

Efek samping yang ditimbulkan, adalah pusing, mual, muntah, penglihatan menjadi kabur, jantung berdetak lebih cepat, gemetar, rasa kantuk yang berlebihan dan lain sebagainya. Jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan akan menyebabkan kecanduan, keracunan, over dosis hingga kematian.

MA pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di Mapolres Kudus. MA akan dijerat pasal 197 jo pasal 196 UU RI NO. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Editor : Akrom Hazami

Mirisnya Pengakuan 2 Bocah Pencuri Barang Petani di Kudus

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – 2 bocah yang nekat mencuri barang petani di Desa Honggosoco, Jekulo, Kudus, telah diamankan polisi, Rabu (12/7/2017). Ini pengakuan mereka kepada polisi.

Adalah LS (16) dan BD (14) warga Kecamatan Dawe, Kudus. Mereka berdua adalah tetangga. Keduanya merupakan anak yatim. Mereka tak lagi sekolah dan memilih jadi pencuri.

Di hadapan Kapolsek Jekulo AKP Subakri, mereka mengaku, telah mencuri beberapa kali. Hasil curiannya, dibuat untuk mencukupi kebutuhan. Mereka tak bisa bekerja karena usianya yang terbilang masih anak. Mereka pun jadi pencuri.

“Saat ini masih diperiksa lebih lanjut. Apakah nanti akan diberikan pembinaan secara khusus ataukah dilakuan tipiring, kami masih didalami,” kata Subakri kepada MuriaNewsCom.

Kedua bocah di antaranya telah mencuri sepeda motor milik petani di sawah. Sepeda motor itu telah dijual ke warga seharga Rp 500 ribu. Kini mereka harus berurusan dengan polisi.

Petani di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, benar-benar naik pitam, beberapa waktu terakhir ini. Sebab, mereka kerap jadi korban pencurian barang taninya.

Petani pun mencari cara agar bisa menangkap pencuri. Mereka pun sepakat melakukan kerja sama satu sama lain. Seperti dengan membiarkan alat mesin diesel penyedot air irigasi, di sawah.

Benar, dua orang pencuri berusia belasan tahun datang ke sawah. LS (16) dan BD (14) warga Dawe, berniat mencuri mesin penyedot air itu. Belum sempat mengamankan barang curiannya, sejumlah petani langsung mengejarnya.

Editor : Akrom Hazami

DPRD Pantau Pencairan Dana Bantuan Keuangan Desa di Kudus 

Perangkat Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus, saat melakukan dialog dengan DPRD setempat di aula balai desa setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus ingin memastikan jika bantuan keuangan bagi pemerintah desa (pemdes) telah diterima. Dewan pun mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah desa, Rabu (12/7/2017).

Diketahui, bantuan keuangan berasal dari APBD Murni 2017.  Masing-masing desa menerima bantuan keuangan dengan jumlah berbeda. Mulai dari kisaran Rp 150 juta-Rp 200 juta.

Komisi A melakukan sidak ke beberapa desa. “Ini merupakan dana dari Pemkab Kudus. Jadi kami ingin memastikan apakah mereka tahu atau tidak. Kalau menerima, apakah mereka tahu pengelolanya,” kata Ketua Komisi A Mardijanto.

Di antara desa yang disidak adalah Desa Gribig, Gebog. Namun di desa itu, DPRD tak menemukan hasil. Sebab, Pemdes Gribig mengaku belum mencairkan bantuan keuangan. Lokasi lain yang mereka sidak adalah Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati. Desa tersebut mengaku telah mencairkan dana bantuan keuangan.

Dalam kesempatan itu, DPRD ikut memberikan pengarahan ke pemdes agar bisa mengelola dengan baik bantuan keuangan. “Anggaran untuk bantuan keuangan desa mencapai Rp 4 miliar lebih. Itu diperuntukkan untuk beberapa desa di Kudus,” ungkapnya.

Desa yang telah mencairkan dana bantuan keuangan adalah Pasuruan Kidul, Pasuruan Lor, Loram Wetan, dan Undaan Lor. Sedang desa yang belum mencairkan adalah Gribig, Kaliwungu, Rejosari, Hadipolo, Gondoharum, dan Tanjungrejo.

Ketua DPRD Kudus Mas’an yang juga ikut sidak, menyarankan desa yang belum mencairkan dapat segera melakukannya. Karena itu dapat membantu mewujudkan progam desa.

Editor : Akrom Hazami

 

Aksi 2 Bocah Curi Barang Petani Honggosoco Kudus Berakhir di Sini

Kapolsek Jekulo AKP Subakri. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Petani di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, benar-benar naik pitam, beberapa waktu terakhir ini. Sebab, mereka kerap jadi korban pencurian barang taninya.

Petani pun mencari cara agar bisa menangkap pencuri. Mereka pun sepakat melakukan kerja sama satu sama lain. Seperti dengan membiarkan alat mesin diesel penyedot air irigasi, di sawah.

Benar, dua orang pencuri berusia belasan tahun datang ke sawah. LS (16) dan BD (14) warga Dawe, berniat mencuri mesin penyedot air itu. Belum sempat mengamankan barang curiannya, sejumlah petani langsung mengejarnya.

“Warga yang kebanyakan petani menangkap basah pelaku yang membawa alat tersebut untuk dibawa kabur. Namun petani berhasil menangkapnya dan mengamankan,” kata Kapolsek Jekulo AKP Subakri kepada wartawan di Kudus, Rabu (12/7/2017).

Pihaknya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut menangkap pelaku. Termasuk juga, lanjut Subakri, terima kasih karena warga tak melakukan hakim sendiri. “Pelaku benar-benar aman dari amukan warga,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Banyak Lampu PJU Dibiarkan Padam, Ini Kata DPRD Komisi C Kudus

Suasana rapat paripurna di kantor DPRD Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewCom, Kudus – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus meminta pemkab setempat, lebih peduli dengan perawatan lampu penerangan jalan umum (PJU). Karena, banyak titik PJU yang padam lama, namun tak kunjung dibenahi.

Ketua Komisi C Ahmad Yusuf mengatakan hal itu saat paripurna di kantor DPRD Kudus, Selasa (11/7/2017).  “Perawatan LPJU yang rusak atau mati, agar segera mendapatkan perhatian mengingat kondisi saat ini, LPJU sudah banyak yang padam,” kata Yusuf.

Hal tersebut ditujukan kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup.  Selain menyoroti tentang PJU, juga tentang pembangunan talut. Pihaknya meminta dinas terkait menyelesaikan pembangunan talut sebelum tiba masa musim hujan.

Sementara, Komisi D menyoroti ihwal pendidikan di Kudus. Saat ini anggaran pendidikan tinggi, dan diharapkan diimbangi dengan prestasi yang unggul pula.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pagelaran Seni dan Pameran Media Pembelajaran PGSD UMK Pukau Penonton

Mahasiswa saat memainkan Tari Lenggok Nusantara di auditorium Universitas Muria Kudus, Selasa. (Dokumen UMK)

MuriaNewsCom, Kudus – Enam penari muncul dari samping panggung auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (11/7/2017).  Mereka mengenakan baju hijau dengan variasi atasan kuning keemasan.

Di dua pinggang penari ada variasi kain merah yang menjuntai. Bawahannya memakai jarik bermotif batik hijau kuning yang indah. Saat salah satu penari, Mila Arina, mulai menari Tari Lenggok Nusantara di depan panggung dengan lincah dan gesit, dua lampu spotlight pelangi  dari belakang menerangi panggung.

Itulah gambaran Tari Lenggok Nusantara yang dimainkan. Gerakannya sangat indah dan mempersona.  Diiringi alunan musik yang merdu dan rancak membuat tarian memukau di depan sekitar 300 penonton.

Acara merupakan bagian dari Pagelaran Seni dan Pameran Media Pembelajran PGSD FKIP UMK yang diikuti oleh semua mahasiswa PGSD semester 4 dengan tema ‘Express Your Culture and creation’.

Di antara acara adalah penampilan 18 grup tari yang berbeda dari hampir seluruh nusantara seperti penampilan tari Geyol Denok Semarang, Tari Galaksi Surya Majapahit, Tari Pendet Bali, dan sebagainya. Selain tari ada fashion show batik seni rupa,  dan ada 10 penampilan grup band mewakili seni musik. Ada juga pameran media pembelajaran dan juga donor darah kerja sama dengan KSR Kampus UMK.

“Kita latihan bareng sama teman-teman sebelum pentas sebanyak 5 kali. Seterusnya latihan sendiri sendiri untuk menghafal gerakan. Tari Lenggok Nusantara yang kami mainkan memadukan tarian rampak dan modern,” kata Mila, yang juga mahasiswi PGSD Kelas C semester 4 saat ditemui usai pentas. 

Kegiatan ini merupakan produk mata kuliah Pendidikan Seni dan Sumber Media semester empat. Mahasiswa boleh memilih bidang seni yaitu bisa seni rupa, seni tari musik. Kegiatan ini sudah diadakan kali keempat. Tujuan pementasan dan gelar karya ini secara khusus membekalai mahasiswa terampi. “Secara umum untuk melestarikan kebudayan dan seni daerah,” ungkap Nur Fajri,  selaku dosen mata kuliah seni Prodi PGSD FKIP UMK.

Kaprodi PGSD Ika oktavianti, mengaku sangat bersykur dan bangga kepada mahasiswa yang dengan sukarela latihan dan bekerja keras untuk menggelar acara ini. “Sampai semewah dan semegah ini. Acara yang sangat bermanfaat ini semoga bisa digelar lagi untuk tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Rektor UMK Dr Suparnyo mengapresiasi kegiatan yang merupakan wujud kreativitas mahasiswa yang mengandung banyak nilai karakter. Ada nilai kejujuran, kreativitas, kerja sama, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan sebagainya. 

“Karya mahasiswa yang bagus bisa dikembangkan dan kalau ada yang menarik dan orisinil hasil karya mahasiswa bisa dipatenkan,” ujar Suparnyo.

Editor : Akrom Hazami

 

DPRD Kudus Setujui Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, SE, MM.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kabupaten Kudus menggelar Rapat Paripurna Laporan Komisi-komisi dilanjutkan penandatanganan keputusan DPRD Kabupaten Kudus, Selasa (11/7/2017). Rapat siang tadi juga mengagendakan persetujuan bersama Bupati Kudus dan DPRD Kabupaten Kudus terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran 2016.

Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, SE, MM . Hadir pada kesempatan itu Bupati Kudus, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Unsur Forkopinda, Sekretaris Daerah dan para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, Sekretaris DPRD Kabupaten Kudus, Pimpinan SKPD, Perusahaan Daerah, Kades dan Lurah se Kabupaten Kudus.

DPRD Kabupaten Kudus menerima dan menyetujui pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran2016 pada rapat paripurna tanggal 11 Juli 2017. Dalam laporan komisi-komisi, Komisi A menyampaikan mengapresiasi pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran 2016 yang memperoleh WTP dari BPK. ”Namun Komisi A menilai hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya temuan yang harus ditindaklanjuti,” kata Mardijanto, Ketua Komisi A DPRD Kudus.

 Sekretaris Komisi B Aris Suliyono menyampaikan, ada beberapa persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus. Di antaranya eksploitasi air Pegunungan Muria, penegakan Perda No. 10/2015 tentang hiburan malam dan tingginya tarif PDAM.

Komisi C yang disampaikan Ketua Ahmad Yusuf Roni memberikan saran untuk optimalisasi PAD dari sektor retribusi parkir. ”Komisi C juga memberikan perhatian khusus pada persoalan lingkungan, penerangan jalan raya dan normalisasi sungai,” ucap Yusuf Roni.

Sementara itu, Komisi D menekankan alokasi anggaran pendidikan dan bidang kesehatan. ”Komisi D sangat apresiatif kepada RSUD Dr. Loekmono Hadi yang sukses memporoleh penghargaan dalam bidang layanan kesehatan,” tandas Agus Imakudin, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus H Musthofa dalam sambutannya menegaskan, pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2016 memperoleh WTP dari BPK dan mendorong semua jajarannya terus meningkatkan kinerja agar pelaksanaan APBD Tahun Angaran 2017 dapat lebih baik lagi. (NAP)

 

Editor : Supriyadi

TPA Tanjungrejo Kudus Butuh Penanganan Lebih Bagus

Petugas melihat timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kudus menuturkan jika TPA perlu penataan lebih baik lagi. Di antaranya adalah dengan melakukan pelebaran luas TPA. Tujuannya, supaya sampah yang tertampung bisa lebih banyak.

Mandor TPA Tanjungrejo Setiyono mengatakan,  pelebaran luas TPA menjadi salah satu solusi. Jika hal itu tak bisa dilakukan, setidaknya bisa memaksimalkan ke bagian lain.  Diketahui,  TPA memiliki luas areal sekitar 5,4 hektare.

“Kalau tak bisa ada penambahan luas, maka bisa dimaksimalkan pada penataanya. Masih ada beberapa tempat yang bisa dimaksimalkan, seperti bagian selatan,” kata Setiyono di TPA Tanjungrejo, Selasa (11/7/2017).

Pihaknya mencatat, jumlah sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 130 ton per hari. Jumlah itu masih bisa bertambah jika pada momen tertentu. Seperti halnya momen Lebaran.

Ketua Komisi C DPRD Kudus Yusuf Roni mengatakan, dewan akan melakukan komunikasi kepada dinas yang menangani TPA. Agar, solusi terhadap permasalahan di TPA segera tertangani.

“Kalau dilihat, perlu juga adanya petugas khusus yang menangani. Seperti halnya UPT khusus penanganan sampah. Biar lebih fokus dalam mengelola persampahan di Kudus,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Lalu Lintas di Kawasan Menara Kudus Akan Ditata Usai Dipasangi Lantai Granit

Sejumlah anggota komisi C DPRD Kudus melakukan inspeksi mendadak di Menara Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penataan Menara Kudus akan diiringi dengan penataan lalu lintas. Demikian disampaikan Pemkab Kudus.

Jaswanto, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pekerjaan Rakyat (PUPR) Kudus, mengatakan, pemkab sudah berkoordinasi soal pengaturan lalu lintas dengan Dinas Perhubungan.

“Kalau informasi, rencananya akan dilakukan dengan cara tiket atau kartu yang dikhususkan bagi warga di sini (setempat). Supaya masyarakat setempat masih bisa melakukan aktivitas, seperti biasa. Kendaraan masih bisa masuk,” kata Jaswanto di Kudus, Senin (10/7/2017).

Adapun soal trotoar, Jaswanto menuturkan itu bukan milik pemerintah, memainkan milik YM3SK. Untuk itu, belum bisa dilakukan pembangunan.

Ketua Komisi C DPRD  Kudus Ahmad Yusuf Roni mengatakan, pemerintah harus punya cara untuk mengatur lalu lintas di area menara.

Editor : Akrom Hazami

Granit India untuk Dipasang di Kawasan Menara Kudus Tiba Pekan Ini

Sejumlah anggota komisi C DPRD Kudus melakukan inspeksi mendadak di Menara Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tak lama lagi masyarakat Kudus bisa menikmati kawasan Menara yang lebih apik. Di antaranya adalah adanya lantai granit yang dipasang di titik itu. Sesuai rencana, granit tiba di Kudus dalam waktu tak lama lagi.

Jaswanto, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Pekerjaan Rakyat (PUPR) Kudus mengatakan, granit impor akan tiba pekan ini. Dijadwalkan granit sampai di Kudus, pada 12 Juli. “Rencananya demikian, pada awal pekan akan sampai di Kudus,” kata Jaswandi di Kudus, Selasa (10/7/2017).

Lantai granit memiliki corak warna hitam dan warna hijau. Dengan kombinasi warna tersebut, membuat kawasan Menara akan jadi lebih bagus. Setelah granit terpasang, kawasan Menara Kudus dilengkapi dengan lampu hias seperti lampu taman.

Selain pemasangan batu granit, drainase juga akan diperbaiki dengan lebar 1 meter persegi. Pengerjaan memakan waktu hingga 180 hari ke depan. Proyek dilaksanakan oleh konsorsium (KSO) PT Putra Mas Indah Baroe dan PT Kokoh Prima Perkasa.

Penataan kawasan Menara menelan biaya Rp 9,8 miliar. Pembangunan dilakukan di dua ruas, yaitu jalan di area Menara sepanjang sekitar 493 meter, serta Jalan Madurekso yang panjangnya kurang lebih 167 meter. Total panjang mencapai 660 meter. Sedang untuk lebar 5,1 meter.

Editor : Akrom Hazami