Akhwan Tak Akan Daftarkan Diri jadi Bakal Calon Bupati Kudus Lewat PKB

Salah satu bakal calon Bupati Kudus, Akhwan, saat memberikan keterangan pers, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu bakal calon Bupati Kudus Akhwan mengaku enggan mendaftarkan diri melalui DPC PKB Kudus. Alasannya, dia optimistis mendapatkan rekomendasi dari sejumlah partai politik yang didaftarnya.

Akhwan diketahui telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Nasdem, Partai Golkar, PPP, dan Partai Hanura. Termasuk, dia juga telah berkomunikasi dengan partai yang tidak membuka penjaringan bakal calon sekalipun, seperti Demokrat dan PAN.

Diketahui, DPC PKB Kudus akan membuka penjaringan bakal calon bupati, mulai 27 Agustus hingga 11 September 2017.  Partai berlambang Bintang Sembilan itu bisa mengusung calon bupati, dengan syarat harus berkoalisi dengan partai politik lain. Guna memenuhi kursi sebanyak 9.

“Saya tidak akan daftar ke PKB.  Karena sudah cukup (kursi) dari partai yang saya jalin komunikasi. Sudah cukup sebagai syarat daftar bupati,” kata Akhwan saat dihubungi MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (26/8/2017).

PKB saat ini mengantongi 6 kursi di DPRD Kudus. Jumlah kursi itu lebih banyak dibandingkan dengan yang dikantongi Partai Nasdem, Golkar, PPP, dan Hanura. Diketahui, Partai Nasdem mengantongi 4 kursi, Golkar 4 kursi, PPP 3 kursi, dan Hanura 3 kursi. “Kan sudah cukup kursinya. Kursi dari partai yang saya ajak komunikasi itu,” ujarnya.

Kendati demikian, politisi Partai Nasdem itu tetap menjalin hubungan baik dengan partai yang juga membuka penjaringan calon bupati. Seperti PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra.

Editor : Akrom Hazami

Pasien BPJS Kudus Jika Ditolak Rumah Sakit karena Kamar Penuh, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Tim medis tengah melakukan tindakan terhadap korban kecelakaan. BPJS Kesehatan memastikan pasien berhak meminta surat keterangan jika kamar di rumah sakit penuh. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama ini banyak keluhan rumah sakit yang menolak pasien peserta BPJS Kesehatan dengan alasan kamar penuh, dan diharuskan naik kelas.

Namun Kepala BPJS Kesehatan Kudus Dody Pamungkas menyebut, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan pasien jika rumah sakit menyebut kamar sudah penuh.

Langkah tersebut yakni dengan meminta surat keterangan jika kamar sudah penuh. Ia mencontohkan, jika ada pasien dengan kepesertaan BPJS Kesehatan kelas II datang ke rumah sakit, dan dinyatakan kamar kelas II penuh, rumah sakit wajib memberi surat keterangan.

Dengan surat keterangan itu menurutnya, pasien tersebut bisa naik kelas secara gratis. Namun fasilitas ini hanya bisa digunakan maksimal untuk tiga hari perawatan.

”Jika kamar di kelasnya sudah kosong, harus kembali ke kelasnya semula. Namun jika sudah terlanjur enak dan meminta dirawat di kelas yang lebih tinggi, pasien dikenakan biaya sendiri,” katanya, Sabtu (26/8/2017).

Ia menyatakan, setiap pasien berhak untuk dirawat sesuai ketentuan. Sehingga pihak rumah sakit harus melayani, termasuk memberi surat keterangan.

Jika rumah sakit tak mau memberikan surat keterangan tersebut,  pasien dapat melaporkannya kepada BPJS Kesehatan.

“Setelah dilaporkan kalau pasien tak diberikan haknya, selanjutnya kami yang akan bertindak. Apakah rumah sakit masih mau kerja sama dan dibina atau bagaimana,” ujarnya

Dia menambahkan, jika rumah sakit bersedia memberikan surat tersebut dan benar kamar penuh, pasien juga seharusnya dapat naik kelas secara gratis, dengan batas waktu maksimal tiga hari. Dalam waktu tersebut jika ada kamar kosong, dapat kembali ke kelasnya semula.

Sejauh ini BPJS Kesehatan bermitra dengan 290 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yang meliputi 70 puskesmas, 135 Dokter praktik perorangan, 36 dokter praktik gigi perorangan dan 49 klinik pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan Kudus juga bekerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) sejumlah 18 rumah sakit, 14 Apotek dan 8 Optik.

Editor : Ali Muntoha

Pekan Depan, Golkar Kirim Nama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus ke DPD Jateng

Ketua tim penjaringan DPD Partai Golkar Kudus, Joni Dwi Harjono saat menerima pengembalian berkas Balon Bupati Kudus Umar Ali beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pendaftaran Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus dan Bakal Calon Wakil Bupati Kudus dari DPD Partai Golkar, resmi ditutup Sabtu (19/8/2017) lalu. Rencananya, pekan depan nama-nama yang telah lolos administrasi akan dikirim ke DPD Partai Golkar Provinsi Jateng.

Ketua tim penjaringan DPD Partai Golkar Kudus, Joni Dwi Harjono mengatakan, setelah pendaftaran ditutup, tahapan selanjutnya adalah pleno. Pleno akan dilakukan DPD Partai Golkar Kudus sebagai langkah verifikasi. Setelah itu, baru diajukan ke DPD Partai Golkar Provinsi Jateng.

“Rencananya pekan depan akan kami kirim ke DPD Provinsi (Jateng) pekan depan. Dalam usulan nanti, minimal tiga orang calon dan maksimal lima orang calon untuk masing-masing posisi,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Menurut dia, dari hasil pembukaan pendaftaran, sudah terkumpul lima pelamar sebagai bakal calon bupati dan dua sebagai wakil. Sejauh ini, semua berkas yang sudah terkumpul sudah lengkap.

Disebutkan, untuk Balon Bupati Kudus, terdapat Sri Hartini, Mawahib, Umar Ali, Akhwan, dan Djoni Rahardjo. Sedang untuk Bakal Calon Wakil Bupati Kudus, yang mendaftar adalah Mawahib dan Maesyaroh asal Partai Idaman.

Ditambahkan, penjaringan cabup-cawabup partai Golkar sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan partai Golkar. Karena pada Pileg 2009 Golkar dianggap menang dan menjadi ketua DPRD Kudus.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus Ajak Wartawan Perkuat Kemitraan dengan Pemda

Bupati Kudus Musthofa (tengah) berfoto bareng dengan panitia dan peserta UKW. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Ke-XV berlangsung di Kudus, 25-26 Agustus 2017. Acara yang diselenggarakan PWI Jateng ini disupport oleh Bupati Kudus Musthofa yang hadir membuka acara pada Jumat (25/8/2017).

Bupati Kudus menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya ini menentukan kompetensi sebagai pewarta. Karena begitu besarnya peran dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Kami ini tidak akan bisa dikenal kalau tidak ada pemberitaan dari para wartawan,” kata Bupati yang juga dihadiri jajaran OPD, Polres, dan Kodim ini.

Bupati juga meminta jajaran OPD-nya tidak alergi dengan wartawan. Bahkan bupati dua periode ini meminta para Kepala OPD untuk menjadikan jurnalis sebagai mitra.

“Mari bermitra secara profesional antara jurnalis dengan pemda termasuk seluruh OPD yang ada,” jelasnya pada acara yang dihadiri pengurus PWI Pusat dan PWI Jateng ini.

Bahkan, bupati akan memfasilitasi kegiatan ini bagi seluruh wartawan. Sehingga profesionalisme dalam pemberitaan bisa ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud mengapresiasi dukungan Bupati Kudus. Karena UKW makin memberikan peningkatan kemampuan teknis dan etika para wartawan. 

“Terima kasih, Pak Bupati. Kudus ini sebagai pelopor kegiatan ini,” kata Amir yang mengatakan saat ini di Jateng ada 480 wartawan yang kompeten.

Sedangkan Pengurus PWI Pusat Hendro Basuki mengatakan bahwa selain teknis dan etika, juga harus paham dengan peraturan perundang-undangan. Sehingga produk yang dihasilkan terkait bisnis ‘kata-kata dan waktu’ ini bisa berkualitas.

Editor: Supriyadi

Himpun Kekuatan di Pilkada Kudus, Akhwan Rajin ’Pedekate’ ke Demokrat dan PAN

Calon Bupati Kudus Ahwan terus menjalin komunikasi dengan Demokrat dan PAN untuk memenangi Pilkada. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus asal Partai Nasdem, Akhwan terus menghimpun kekuatan untuk maju di Pilkada Kudus 2017. Anggota DPRD Jateng itu bahkan masih gencar melakukan ’pedekate’ atau pendekatan dengan partai-partai yang belum membuka pendaftaran.

Bagi Akhwan, dukungan dari berbagai kalangan sangat penting. Karena itu, tak hanya parpol yang membuka pendaftaran saja yang didekati, namun pula dengan partai lainnya yang belum membuka ataupun tak membuka.

“Kami aktif komunikasi dengan partai yang hingga kini masih belum menbuka. Kami mengajak mereka untuk koalisi dengan bertemu langsung,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Menurut dia, sejumlah partai politik yang hingga kini belum membuka pendaftaran dan sudah dijalin komunikasi adalah Partai Demokrat. Pertemuan dengan Demokrat sudah berlangsung pada Minggu (20/8/2017) lalu. Meski belum mendapatkan hasil, namun dia yakin akan mendapatkan dukungan.

Selain dengan Demokrat, Akhwan juga melakukan komunikasi dengan partai lainya. Seperti dengan PAN, yang juga dianggap sudah memiliki komunikasi apik. Namun, untuk pertemuan secara resminya, masih menunggu kabar lebih jauh dari PAN.

Sebelumnya, Akhwan sudah mendaftar ke sejumlah partai yang membuka pendaftaran. Selain Nasdem yang menjadi pengusung, partai lainya adalah PPP, Hanura, dan juga Golkar.

Editor: Supriyadi

Kapolsek Gebog: Tak Ada Laporan Korban Jambret yang Masuk ke Polisi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Gebog AKP Muhaimin mengaku belum ada laporan yang masuk kepada petugas terkait korban jambret di kawasan Gebog. 

Hanya, untuk kabar adanya jambret, pihaknya pernah mendengar sekitar dua bulan lalu dari warga. Saat itu, seorang ibu mengendarai motor malam hari di kawasan Kuburan Manisan atau timur SMP BP Gebog.

Saat itulah ada pelaku jambret yang menggeber motornya lalu mengambil tas yang dibawa ibu tersebut. 

“Tapi tak ada laporan, saya juga tahu dari orang lain. Untuk itu kami meminta masyarakat dapat melaporkan atau memberi informasi kepada kami. Jadi akan langsung kami tindaklanjuti,” ucapnya.

Baca Juga : Alamak, Jambret Bermobil Juga Incar Perhiasan Ibu-ibu di Kudus

Apalagi, pihak Polsek Gebog juga sudah rutin berpatroli untuk mengamankan warga. Khususnya patroli di malam hari yang dijalan sepi.

Meski begitu, ia meminta masyarakat lebih aktif untuk melapor ke polisi jika menjadi korban tindak kejahatan. Apapun laporan yang diberikan, àkan diterima dengan senang hati dan dipastikan akan ditindaklanjuti.

“Meski laporan yang diberikan belum jelas, kami sangat berterimakasih kepada masyarakat yang lapor. Jadi jika ada kabar apapun dimasyarakat khususnya yang meresahkan dapat langsung atau minimal memberikan informasi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ngutil Pakaian di Matahari Kudus, Ibu Muda Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Barang bukti pakaian yang dicuri LK diamankan petugas Polsek Jati. (POLRES KUDUS)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang ibu muda berinisial LK (32), warga Kecamatan Jati terpaksa berurusan dengan polisi. Ia terbukti mencuri beberapa pakaian di Matahari Kudus Plaza lantai 2, Kamis (24/8/2017).

Tak tanggung-tanggung, dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan lima belas potong pakaian berbagai merek di mal yang berlokasi di Jl Lukmono Hadi.

Dikutip dari laman resmi Polres Kudus, aksi tersebut terjadi saat pelaku datang ke Matahari Plaza lantai 2 dan langsung memilih milih baju. Kemudian ia masuk ke kamar pas dan memasukkan baju tersebut ke dalam tas milik yang telah dipersiapkan.

Selanjutnya pelaku berputar – putar lagi mencari baju lainnya dan kemudian berusaha melewati lantai 3 yg tidak ada securitynya.

Namun nahas, saat di depan bioskop pelaku di hampiri security yang merasa curiga. Ia pun kemudian dibawa ke pos satpam. Setelah digeledah, di tas pelaku ditemukan sebanyak 15 pakaian berbagai merk senilai Rp. 3.386.700. Atas barang bukti tersebut, pelaku akhirnya diamankan di Polsek Jati.

Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo mengatakan, LK tertangkap basah melakukan pencurian. Atas tindakannya itu, ia dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

”Kami sudah mengamankan pelaku dan barang buktinya. Saat ini proses hukum sedang berlangsung,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Alamak, Jambret Bermobil Juga Incar Perhiasan Ibu-ibu di Kudus

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Selain jambret bermodus teguran ban kempes, jambret bermobil juga bergentayangan di Kecamatan Gebog. Meski terbilang cukup unik, jambret bermobil ini mengincar perhiasan ibu-ibu yang tengah melintas di jalanan sendiri.

Seperti diungkapkan Dian Savitri (27) warga Desa Besito RT 4 RW 3, Kecamatan Gebog. Sekitar dua pekan lalu, tak jauh dari rumahnya terdapat seorang ibu yang menjadi korban jambret bermobil. Saat itu, sang ibu sedang melaju di kawasan sepi sepulang dari Pasar Besito.

“Saat kejadian siang hari. Saat itu ibunya sedang membawa motor ke arah timur yang lokasinya agak sepi. Tiba-tiba ada mobil yang menyelip dan menjambret kalung ibu tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom

Pihaknya tak tahu persis kabar selanjutnya ataupun alamat ibu yang menjadi korban jambret bermobil tersebut. Yang diketahui, kabar tersebut langsung menjadi perbincangan kalangan masyarakat hingga kini.

Baca Juga : Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Akibat hal tersebut, warga was-was mengenakan barang berharga. Mereka khawatir jika pengalaman yang menimpa ibu korban jambret akan terjadi pada warga sekitar.

Tak hanya di Besito, kawasan Jurang juga terdengar kabar adanya aksi penjambretan. Hal itu disampaikan Harianto, warga Jurang. Pekerja swasta itu menyebut kalau kawasan Jurang beberapa kali terjadi kasus jambret. Namun pihaknya tak tahu secara langsung, melainkan dari cerita masyarakat setempat.

“Mendengar hal tersebut agar lebih hati-hati saja. Khususnya saat jalanan sepi harus lebih kencang karena biasanya jambret beraksi di tempat yang sepi,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Musthofa Minta Wartawan di Kudus Harus Bersertifikat

Bupati Kudus Musthofa dilibatkan dalam materi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XV PWI Jateng di Graha Muria, Kudus, (25/8/2017). Bupati  Musthofa menjadi narasumber untuk materi wawancara doorstop. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus siap meningkatkan kualitas para wartawan di wilayah setempat. Mengingat, para wartawan adalah mitra pemerintah yang selama ini ikut serta membantu.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, wartawan harus bersertifikat. “Jangan sampai ada wartawan yang tidak bersertifikat di Kudus,” katanya saat pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XV PWI Jateng di aula Hotel Graha Muria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (25/8/2017).

Harapannya tahun depan UKW akan diadakan kembali. Biar, dalam bertugas, wartawan bisa menjadi lebih baik.

“Tahun depan harus ada lagi kegiatan seperti ini. Jangan sampai tidak ada. Kalau sampai tidak ada maka harus diadakan. UKW adalah kewajiban yang harus dilakukan pemkab,” ujarnya.

Menurutnya, karena UKW adalah kegiatan pendidikan, maka negara harus mendukung kegiatan pendidikan.

“Kegiatan ini juga jelas. Kalau ada level 1,2,dan 3, itu bisa diikuti semua. Jadi saat wartawan dimutasi di kota lain, ada kebangaan karena di Kudus telah mampu meningkatkan kualitas,” ungkapnya.

Alasan diadakan di Colo adalah mengangkat martabat wartawan lebih tinggi. Mengingat, kegiatan diadakan di pegunungan. Pada kegiatan ini, ada sekitar 21 peserta.  Terdiri 14 peserta muda, dan 7 madya.

Ketua PWI Jateng Amir Mahmud mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya di Kabupaten Pati. Nantinya pada tahun ini akan dilanjutkan ke Semarang, dan selanjutnya ke Cilacap.  “Serta ada kegiatan lain yang akan diadakan tahun depan, “kata Amir.

Perwakilan PWI Pusat Hendro Basuki mengaku kegiatan semacam ini memang harus dilakukan. Sebab, pers adalah bisnis kata-kata, atau bisnis titik koma.

“Kalau titik koma saja salah, maka sama saja membuat produk yang cacat. Wartawan harus hati-hati dan cermat. Itulah perlunya diadakan uji Kompetensi Wartawan, “katanya.

Saat ini ada sekitar 6.600 orang wartawan yang telah mengikuti kompetensi semacam ini. “Mereka adalah wartawan yang sudah terlatih, “pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kabupaten Kudus, khususnya Kecamatan Gebog dibikin resah dengan aksi jambret yang mengincar ibu-ibu pengguna motor matic. Selain sudah terjadi beberapa kali, aksi penjambretan ini terkesan dilakukan dengan rapi dengan melibatkan banyak orang.

Dari informasi yang beredar, aksi penjambretan sebenarnya tak dilakukan dengan cara konvensional lagi. Mereka menggunakan trik teguran ban kempes yang melibatkan empat orang, yakni dua laki-laki dan dua orang perempuan.

Dalam modus ini, dua perempuan yang saling berboncengan bertugas menegur ibu-ibu pengguna matic yang menyimpan dompet atau handphone di gendongan depan bawah setang. Teguran biasanya berkaitan dengan ban kemps. Misalkan saja “Bu, ban belakang kempes”.

Setelah itu, sang ibu yang panik akan berhenti dan menengok kebelakang. Di sinilah dua laki-laki yang sudah membuntuti dari belakang melancarkan aksinya sebagai eksekutor untuk mengambil bahan berharga di gendongan.

Hariyanto, salah watu warga Desa Jurang, Kecamatan Gebog mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Bahkan, dari kabar yang beredar di masyarakat sudah banyak kasus penjambretan bermodal teguran ban kemps yang terjadi di Gebog.

”Dua pekan lalu, kabarnya juga ada dua yang dijambret dengan modus itu. Malah sampai ada tiga korban. Lokasinya kalau tidak salah di Jalan Sukuntex,” katanya.

Selain itu, di Jalan Gondosari kabarnya juga ada tujuh orang yang kejambret. Hanya saja, ia tak tahu pasti kebenarannya. Akan tetapi kabar tersebut sudah beredar luas dan semakin membuat masyarakat was-was.

”Di grup-grup WhatsApp juga banyak beredar. Karena itu, ada kekhawatiran dari masyarakat. Istri saya sendiri ketakutan. Ia pun pilih menyimpan hp dan dompet di saku daripada di gendongan ataupun tas,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Kabid Humas Polda Jateng: Polisi Harus Melek Media Sosial

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol R. Djarod Padakova saat memimpin apel di Mapolres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol  R. Djarod Padakova berpesan kepada anggota kepolisian Polres Kudus, agar tidak gagap teknologi (gaptek) terhadap media sosial. Artinya, setiap anggota harus melek media sosial. 

Pesan tersebut disampaikan saat bertandang ke Mapolres Kudus, Kamis (24/8/2017). Dia mengatakan, setiap anggota kepolisian dapat aktif di media sosial. Seperti Facebook yang banyak digunakan masyarakat dan dijadikan tempat berbagi informasi.

“Anggota polisi dapat memantau media sosial. Manfaatnya sangat banyak, seperti menangkal adanya berita hoax sehingga jika ada berita hoax dapat Langsung diluruskan,” katanya.

Baca Juga: Akun Medsos Anggota Polres Kudus Tak Bisa Dibuka Humas Polda Jateng, Ini Alasannya

Dalam menangkal berita hoax, kata dia, tak melulu harus menggunakan akun sosial media milik Polres Kudus. Namun juga bisa menggunakan akun pribadi tiap anggota. Sehingga, masyarakat juga bisa lebih nyaman.

Selain itu, masyarakat sangat familiar akan sosial media. Media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat.

“Jika masyarakat enggan melaporkan kejadian, maka petugas dapat memantau lewat media sosial. Dan informasi dapat diluruskan anggota,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

 

Pendaftaran Dibuka,  Berikut Syarat KASKUS Half Marathon di Kudus

Ronny W. Sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork menjelaskan tentang perlombaan KASKUS Half Marathon. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan KASKUS Half Marathon baru dilaksanakan Minggu (24/9/2017) bulan depan. Meski begitu, pendaftaran untuk mengikuti kegiatan sudah dibuka oleh panitia, baik secara online maupun offline.

Ronny W. Sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork mengatakan, pendaftaran secara online dibuka sejak 8 Agustus lalu hingga 10 September 2017 dengan alamat www.kaskuskudushalfmarathon.com.  Sedangkan untuk pendaftaran secara offline, dimulai 25-27 Agustus 2017, 1-3 September 2017 dan  8-10 September 2017.

“Pendaftaran secara offline dapat langsung ke kantor Bupati Kudus mulai jam 12.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Bagi warga Kudus bisa langsung ke kantor Bupati,” katanya saat press conference di Crystal Palace lt 7 Semarang, Kamis (24/8/2017).

Menurut dia, publikasi kegiatan baru mulai dikerjakan hari ini. Meski demikian, tercatat sekitar 500 pendaftar lomba dari taget 3.100 peserta sudah mendaftar. Mereka melakukan pendaftaram setelah melihat dan mendaftar dari KASKUS .

Baca Juga : Meriahkan HUT Kudus, KASKUS Gelar  KASKUS Kudus Half Marathon

Mengenai biaya pendaftaran, kata dia, untuk half marathon Rp 125 ribu, 10 Kilometer Rp 100 ribu dan 5 Kilometer Rp 75 ribu. Sedang untuk yang Kids fun run 1 kilometer Rp 75 ribu. Biaya pendaftaran tersebut, akan dikembalikan bentuk kaos peserta, nomor dada dengan timing chip, race guide, tas peserta, dan produk dari sponsor.

Sementara itu disinggung mengenai biaya, Ronny menyebutkan, total hadiah mencapai Rp 84 juta. Dengan rincian juara Half Marathon Rp 12 juta, runner up Rp 8 juta, dan peringkat tiga Rp 4 juta.

Kemudian untuk Marathon 10 kilometer, juara mendapat Rp 6 juta, runner up Rp 4 juta dan peringkat tiga Rp 2 juta. Kemudian untuk Marathon 5 kilometer, juaranya Rp 3 juta, runner up Rp 2 juta dan peringkat tiga Rp 1 juta.

“Sedangkan untuk yang Kids Fun Run 1 kilometer. Tidak ada hadiahnya lantaran itu untuk hiburan untuk  anak bersama dengan keluarga,”ujarnya.

Sementara itu, Darditio Santoso, Even Organizer (EO) kegiatan dari DND Production mengatakan, kalau rute lari dimulai dari Simpang Tujuh Kudus dan ke utara lewat Oasis kemudian ke timur hingga perempatan UMK  dan diteruskan ke utara hingga ke Perusahaan Air Minum Cleo dan tembus ke Kantor Kecamatan Bae dan kembali ke Simpang Tujuh.

Sedangkan untuk syaratnya berusia minimal 15 tahun dan maksimal 90 tahun. Sedang Kids fun run 1 kilometer minimal tiga tahun maskimal 12 tahun. Cut off time, Marathon 3,5 jam, 10 Kilometer 2 jam dan 5 Kilometer 1,5 dan Kids fun run 1 jam. 

“Selain itu, peserta harus dalam keadaan sehat dan berlari di jalur yang disediakan panitia, ” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Akun Medsos Anggota Polres Kudus Tak Bisa Dibuka Humas Polda Jateng, Ini Alasannya

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus –  Beberapa akun media sosial (medsos) milik anggota Polres Kudus yang diperiksa Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova ternyata tak bisa dibuka. Alasannya, beberapa anggota tersebut tak memiliki paketan internet dan harus bergantung pada WiFi.

”Waktu dibuka, ada yang paketannya habis. Jadi akunnya tak bisa dibuka dan harus bergantung dengan WiFi,” kata Djarod, Kamis (24/8/2017).

Meski begitu, pemeriksaan tetap berjalan lancar. Puluhan akun media sosial milik anggota yang diperiksa juga tak disalahgunakan. Karena itu, ia meminta semua anggota polisi melek media supaya lebih dikenal masyarakat.

”Handphone milik anggota juga sudah canggih, semua smartphone. Untuk itu, sudah selayaknya untuk melek media,” ujarnya.

Baca Juga : Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga lebih efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, tambah Djarod, ia yakin handphone canggih yang dimiliki anggota sudah dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, hal itu tak akan memberatkan dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

Editor: Supriyadi

Meriahkan HUT Kudus, KASKUS Gelar  KASKUS Kudus Half Marathon

Bupati Kudus Musthofa (tengah) saat press conference di Crystal Palace lt 7, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Semarang – Kabupaten Kudus bakal memasuki hari jadi ke 468 pada September mendatang. Untuk memeriahkan hari jadi tersebut, KASKUS menggelar acara KASKUS Kudus Half Marathon dalam sejumlah kriteria.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, KASKUS Kudus Half Marathon ini bakal digelar Minggu (24/9/2017). Kegiatan tersebut, terselenggara dari kerjasama antara Pemkab Kudus dengan komunitas online, KASKUS.

“Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan KASKUS. Ini merupakan mimpi saya setelah menjabat hampir 10 tahun di Kudus, yang akhirnya terwujud,” katanya saat press conference di Crystal Palace lt 7, Crowne Hotel, Kamis (24/8/2017).

Menurut dia, perayaan ulang tahun ke-468 ini memiliki tujuan untuk menunjukkan perkembangan Kota Kretek kepada masyarakat luas. Selain itu, dengan adanya kegiatan Marathon juga menjadi promosi Kabupaten Kudus, mulai dari kuliner, wisata, budaya, dan juga keindahan alam. 

Sementara itu, Ronny W. sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork mengatakan, dalam perlombaan nanti, terdapat empat kategori yang dolombakan dalam acara tersebut. Yaitu, Half Marathon (21 K) 10 kilometer, 5 kilometer dan Kids fun run 1 kilometer.

Dijelaskan, pihak KASKUS memilih Kudus, karena memenuhi sejumlah kriteria dalam perlombaan marathon. Selain jalannya yang sudah mulus, pemandangan alamnya juga dianggap indah dengan background Gunung Muria. 

“KASKUS ini kan dari Sabang sampai Merauke, setelah sebelumnya kami membuat acara lari di Jakarta, kami juga membuat di wilayah lain. Apalagi, pengakses KASKUS juga banyak dari Semarang dan sekitarnya, termasuk Kudus,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Sekda Kudus Dukung LPBI NU Deteksi Dini Bencana Banjir

Sekda Kudus Noor Yasin saat memberikan materi tentang deteksi bencana banjir. (LPBI NU Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mengadakan workshop penyusunan sistem peringatan dini bencana banjir di Kabupaten Kudus. 

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa organisasi perangkat daerah. Di antarnya BPBD Kudus, Diskominfo,  Dinas Sosial,  Dinas Kesehatan,  Dinas Kesbagpol, PSDA, PMI, ORARI,  RAPI, pramuka, dan 2 desa yang menjadi pailot projek Desa Sambung dan Desa Karangrowo.

Gufron, Ketua LPBI NU Kudus mengatakan, kegiatan tersebut untuk membangun sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam penyusunan sistem peringatan dini. Dengan begitu, bencana banjir bisa diantisipasi.

”Ini untuk kepentingan Kudus. Karena itu, semuanya harus bersinergi,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kudus memberikan apresiasi kepada LPBI NU yang menginisiasi kegiatan deteksi dini bencana banjir dengan kemasan workshop penyusunan sistem peringatan dini banjir tingkat kabupaten.

Letak Geografis kudus, lanjutnya, yang sering kali terkena bencana banjir saat musim penghujan. Hal itu menjadi perhatian untuk deteksi dini banjir. Apalagi saat ini gencar-gencarnya pembangunan insfrastruktur jalan di berbagai wilayah, menjadikan beberapa titik menjadi banjir seperti kejadian banjir tahun 2014.

”Maka dari itu dengan adanya kegiatan deteksi dini, kita bisa mengurangi resiko bencana banjir,” terangnya. 

Ia mencontohkan, pemerintah sudah melakukan relokasi warga Desa Menawan yang rawan longsor, tepatnya Dukuh Kambangan menuju ke tempat yang aman. Saat ini, prosesnya juga  tinggal menyelesaikan kelengkapan administrasi.

” Berkaca dari itu, kami harap kegiatan deteksi dini bisa membuat masyarakat melek dan menjaga lingkungan agar tidak terkena bencana, baik longsor,  banjir dan kebakaran,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Akun media sosial (medsos) anggota Polres Kudus diperiksa jajaran Humas Polda Jateng, Kamis (24/8/2017). Tak tanggung-tanggung, pemeriksaan dilakukan langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova.

Pemeriksaan sendiri dilakukan orang nomor satu di jajaran Humas Polda Jateng itu usai memimpin apel anggota di halaman Mapolres Kudus. Tujuannya, ia ingin mengetahui pemanfaatan medsos oleh anggota, terutama dalam menciptakan kondusifitas melalui opini publik.

”Menciptakan opini publik bukanlah perkara yang mudah, kendati demikian kita harus tetap berusaha,” katanya.

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang Polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, Djarod yakin anggota Polres Kudus memiliki handphone canggih dan dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, ia menilai hal itu tak akan memberatkan masing-masing anggota dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

”Handphone milik anggota sudah canggih. Semuanya smartphone. Sehingga sudah selayaknya untuk melek media,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Bupati Kudus Motivasi Kader Siaga Trantib untuk Berikan Kenyamanan Masyarakat

Bupati Musthofa saat memberikan bintek kepada kader siaga trantib (KST). (Diskominfo Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketenteraman, keamanan, serta kenyamanan dalam masyarakat merupakan kunci dalam membangun bangsa. Termasuk di dalamnya adalah daerah bahkan level terkecil adalah dalam sebuah desa.

Oleh karenanya, keberadaan kader siaga trantib (KST) menjadi penting di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa saat memberikan pembinaan bagi KST se-Kabupaten Kudus, di Bae, Rabu (23/8).

Untuk bisa berperan secara maksimal, KST harus paham terhadap lingkungan. Tentunya tahu kondisi dan segala perkembangan yang ada. Sehingga apabila ada permasalahan bisa segera tertangani.

“Bahkan, keberadaan KST ini saya berharap semua persoalan selesai di tingkat desa,” pesan Bupati dua periode ini.

Koordinasi dan sinergi dengan kepala desa/lurah dengan babinsa dan bhabinkamtibmas menjadi sebuah kewajiban. Tentunya dibawah koordinasi camat beserta muspika.

“Yang wajib diketahui adalah pahami semua aturan yang ada,” imbuhnya pada acara yang juga dilakukan pengukuhan 135 orang KST baru ini.

Di akhir arahan, Bupati berpesan agar kekompakan dan kebersamaan terus dijaga. Kemampuan komunikasi dengan semua pihak juga harus dioptimalkan. Selain performance dan penampilan yang rapi sebagai representasi pemda di masyarakat.

Editor: Supriyadi

Bangun Gedung 5 Lantai, Izin RS Mardi Rahayu Kudus Lengkap

RS Mardi Rahayu menyiapkan alat berat untuk melakukan pembangunan gedung lima lantai. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan gedung lima lantai yang dilakukan RS Mardi Rahayu saat ini mulai digalakkan. Sejumlah persiapan, termasuk  izin pun sudah dinyatakan lengkap jauh-jauh hari sebelumnya.

Humas RS Mardi Rahayu Kudus, Maria Reni mengatakan, sebelum pembangunan gedung baru tersebut, terlebih dahulu pihak rumah sakit sudah mengurus izinnya. Izin tersebut mencakup keseluruhan persiapan pembangunan gedung.

”Izinya sudah ada, mulai dari IMB, penurunan trotoar, andal, bahkan izin HO juga sudah ada. Pokoknya semua lengkap,” katanya melalui pesan WhatsApp (WA), Rabu (23/8/2017).

Menurut Reni, semua izin yang sudah disebutkan itu, sudah ada sebelum pembangunan gedung dimulai. Ini lantaran kepengurusan izin diurus sendiri oleh pihak rumah sakit tanpa melalui perantara ataupun pihak ketiga.

”Karena itu kami berani melakukan pembangunan. Kalau  satu belum lengkap, kami tak bisa melakukan pembangunan,” tegasnya.

Baca Juga : Mardi Rahayu Bangun Gedung 5 Lantai, Bupati Kudus; Pengurusan Izin Bisa Sambil Jalan

Sebelumnya, dalam kegiatan ground breaking 21 Agustus lalu, Bupati mengapresiasi pembangunan gedung medik lima lantai ini. Kelengkapan sarana yang ada diharapkan mampu menjadi solusi layanan kesehatan di Kudus. Sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke RS lain di luar Kudus.

“Saya berharap pasien tidak perlu sampai ke Semarang. Cukup kita selesaikan di Kudus,” harapnya pada semua faskes di Kudus termasuk RS milik pemda RSUD dr. Loekmono Hadi.

Semakin meningkatnya layanan kesehatan di Kudus ini menjadi sebuah kemajuan. Bahkan bupati dua periode ini berharap Kudus bisa menjadi pusat dan rujukan wilayah pantura timur, bahkan seluruh pantura.

Editor: Supriyadi

Berbobot 980 Kg, Sapi Milik Warga Kudus Laku Rp 51 Juta

Sidi Pramono, Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memeriksa sapi di pasar hewan, Jati, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Idhul Adha tahun ini membawa berkah tersendiri bagi peternak sapi asal Desa Bacin RT 6/RW 1, Kecamatan Kota Kudus, Husain. Pasalnya, sapi jenis metal berbobot 980 kilogram miliknya laku hingga Rp 51 juta.

”Alhamdulillah laku lumayan. Kalau tidak untuk kurban mungkin lakunya kurang dari harga itu,” katanya saat menjual sapi miliknya di Pasar Hewan, Jati, Rabu (23/8/2017).

Husain mengatakan, harga Rp 51 juta memang terbilang wajar. Apalagi sapi miliknya bobotnya berada di atas rata-rata. Hanya saja, karena pembeli digunakan untuk kebutuhan kurban, ia pun melepas dengan harga kesepakatan tersebut.

”Saya memiliki beberapa sapi di rumah. Beratnya juga bervariasi. Mulai dari 300 kilogram hingga yang paling besar 980 kilogram. Menjelang Idul Adha seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang membutuhkan sapi untuk hewan kurban,” ungkapnya

Ia menjelaskan, pihaknya memang satu dari sekian pedagang sapi yang memasok ke sejumlah wilayah. Sapi-sapi tersebut, rata-rata dijual ke luar Kudus, seperti Semarang, Kendal, hingga Jakarta.

Hanya saja, untuk sapi-sapi miliknya, didatangkan dari Jawa Timur. Selain kualitasnya bagus, benih sapi dari jawa timur merupakan peranakan sapi unggulan.

“Tahun kemarin saya malah memiliki sapi berbobot satu ton lebih. Sapi tersebut laku dengan harga Rp 60 jutaan lebih,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Disenggol Sepeda Motor, Pengendara Vario Asal Kudus Tewas ‘Dihajar’ Truk

Truk tangki bernopol N- 9823-UN diamankan Polres Kudus untuk dimintai keterangan. (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas dialami Arifin, warga Desa Karmalang RT 2/RW 3, Kecamatan Gebog, Kudus. Pria berusia 37 tahun itu meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan R. Agil Kusumadya, Rabu (23/8/2017).

Kanit Laka Pada Polres Kudus Iptu  I Ngatmin mengatakan, kecelakaan bermula saat Arifin yang mengendarai Honda Vario bernopol K 4013 AR melaju dari arah utara (Kudus) ke Selatan (Semarang) dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di lokasi kecelakaan, pengendara Vario berserempetan dengan sepeda motor lain dari arah yang sama. Karena tak mampu menguasai kendaraan, akhirnya terpental ke kiri.

Nahas, di samping kiri terdapat truk tangki yang juga berjalan beriringan. Korban pun langsung terbentur  truk tangki bernomor polisi N- 9823-UN yang dikendarai Ropi’i (43) warga Desa Gondang Legi Kulon RT 5/RW 1 Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang.

Melihat adanya kecelakaan, pengendara motor yang menyenggol Vario langsung kabur, dan hingga kini masih belum diketahui identitasnya. 

“Setelah itu, korban sempat dibawa ke rumah sakit Mardi Rahayu. Namun, nyawanya tak tertolong dan meninggal di rumah sakit,” katanya.

Dari diagnosa dokter, korban luka pada kaki kanan dengan luka robek. Hanya saja, karena benturan yang cukup keras, korban sempat kehilangan banyak darah.

Sementara, kondisi sapir truk tangki, Ropi’i tidak mengalami luka apapun akibat kecelakaan tersebut.

Editor: Supriyadi

27 Agustus, PKB Mulai Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus

Wakil Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani.  (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kudus berencana membuka pendaftaran Bakal Calon (Balon) Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Kudus untuk Pilkada 2018 mendatang.

Rencananya pendaftaran akan dilakukan selama 16 hari, dimulai tanggal 27 Agustus 2017 hingga 11 September 2017 mendatang.

Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani mengatakan pendaftaran resmi dimulai Minggu (27/8/2017) pagi. Bagi para calon yang berminat mendaftar, dipersilakan langsung ke kantor DPC PKB Kudus, di Jalan Ganesha, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota. 

”Sesuai jadwal, pendaftaran akan dibuka mulai 27 Agustus dan berakhir tanggal 11 September. Karena itu yang ingin mendaftar silahkan bersiap-siap,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (23/8/2017).

Ilwani menyebutkan, dalam pendaftaran nanti, semua orang diperbolehkan mengikuti proses pendaftaran. Baik itu politisi, birokrat, ataupun masyarakat umum yang memenuhi persyaratan. Hanya, dalam prosesnya nanti, PKB mengutamakan keterbukaan hingga selesai.

”Jadi kami terbuka. Siapa saja boleh, asal memenuhi persyaratan,” tegasnya.

Hanya saja, lanjut pria yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kudus ini, untuk persyaratan bisa dilihat di kantor DPC. Ia mengaku sampai saat ini masih menyempurnakan persyaratan.

”Persyaratan bisa diambil langsung di kantor DPC  PKB mulai Minggu hingga jadwal ditentukan,” tandasnya.

Ilwani menambahkan, setelah pendaftaran, mereka yang dianggap memenuhi persyaratan wajib menyampaian visi misi. Penyampaian visi misi bakal calon ini akan digelar pertengahan September mendatang.

“Setelah itu, pengumuman pendaftaran akan keluar pada Oktober mendatang. Pengumuman tersebut, juga sekaligus keluarnya rekomendasi yang keluar dari partai,” imbuhnya.

Editor : Supriyadi

Kabar Gembira, Daftar BPJS Kesehatan di Kudus Bisa Lewat Aplikasi WhatsApp

Kegiatan publik ekpose BPJS Kesehatan Cabang Kudus di Kantor BPJS Kudus, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – BPJS Kesehatan Kudus membuat pelayanan pendaftaran kepesertaan JKN KIS baru dengan lebih mudah. Kini, bagi masyarakat yang hendak mendaftar sebagai kepesertaan BPJS kesehatan, bisa dilayani melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Kepala BPJS Kesehatan Dody Pamungkas mengatakan, pendaftaran menggunakan WA sudah berlangsung beberapa waktu. Pendaftaran tersebut, dikhususkan bagi kepesertaan BPJS Kesehatan secara mandiri di wilayah  Kantor Cabang Kudus, yakni Kabupaten Kudus, Jepara, dan Purwodadi.

“Syarat pendaftarannya cukup mudah, pertama foto kartu keluarga, foto KTP Elektronik, foto buku tabungan, menginformasikan kelas rawat inap yang diinginkan serta menginformasikan faskes 1 yang dipilih,” katanya saat publik ekpose di kantor Cabang BPJS Kesehatan Kudus, Selasa (22/8/2018).

Setelah melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan, lanjut dia, calon kepesertaan dapat mengirimkan semua syarat pendaftaran ke WA dengan nomor 082223821820. Dengan model semacam itu, dinilai mempermudah dalam pendaftaran peserta baru.

Menurut dia, saat calon kepesertaan kebingungan, juga dapat dilayani dengan aplikasi WA tersebut. Calon peserta tinggal menanyakan hal yang tak dimengerti ke nomor tersebut. Seperti halnya soal Faskes 1 dan lain sebagainya.

“Setelah semuanya jelas dan lengkap, informasi pembayaran dapat dilakukan melalui SMS. Kemudian, kartu tersebut akan dicetak hari berikutnya dan langsung diantar ke rumah peserta JKN KIS BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, jumlah masyarakat yang ikut BPJS Kesehatan per 30 Juni 2017 mencapai 2.145.360 jiwa. Jumlah tersebut juga meliputi yang ter-cover dalam Jamkesda, yang terdiri  27.586 jiwa (Kudus), 6.767 jiwa (Jepara), dan Grobogan 27.663 jiwa.

“Kami juga bermitra dengan 290 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang meliputi 70 Puskesmas, 135 dokter praktik perorangan, 36 dokter praktik gigi perorangan, dan 49 Klinik Pratama,” jelasnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan Kudus juga bekerjasama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) sebanyak 18 rumah sakit, 14 apotek, dan 8 optik.

Editor: Supriyadi

Sore Ini, 4 Nama Bakal Calon Bupati Kudus Asal Hanura Dikirim ke DPD

Satu dari empat bakal calon Bupati Kudus Akhwan saat mengembalikan berkas pendaftaran ke DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati Kudus dari DPC Partai Hanura resmi ditutup 18 Agustus lalu. Dari hasil pendaftaran, terdapat empat nama yang mendaftar dan akan dikirim ke DPD Jateng.

Ketua penjaringan bakal calon Bupati Kudus Partai Hanura, Sutriyono mengatakan, keempat nama tersebut adalah Umar Ali atau Mas Umar, Sri Hartini, Akhwan, dan Djoni Rahardjo. Keempatnya mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kudus.

“Sore ini, Selasa (22/8/2017), saya akan mengirimnya ke DPD Jateng. Keempatnya juga sudah dikatakan lengkap sebagai bakal calon Bupati Kudus,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Sebelumnya, lanjutnya, satu dari keempat bakal calon, yakni Sri Hartini nyaris gagal karena belum bisa menunjukkan surat dari Pengadilan Negeri (PN) tentang pernyataan tidak pailit atau tidak terlilit hutang.

Beruntung, tim penjaringan memberi batas waktu hingga 19 Agustus sebelum berkas dikirim ke DPD. Dalam waktu yang ditentukan itu, Sri Hartini telah menyelesaikan syaratnya termasuk menyusulkan syarat tersebut.

“Kami dari Hanura agak susah, terdapat 22 persyaratan yang harus dilengkapi oleh bakal calon. Dan keempatnya sudah bisa melengkapinya,” ujarnya.

Disinggung bakal calon lain yang sudah komunikasi, dia mengaku ada dua bakal calon yang sudah komunikasi. Yaitu Masan dari PDIP dan Maesyaroh asal Partai Idaman.

“Tapi, pak Masan hanya mengajak koalisi tanpa mendaftar. Sedangkan Maesyaroh hanya mengambil berkas sebagai wakil dan tidak mengembalikan berkasnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ini Pesan Terakhir Pemuda Pati yang Tewas Gantung Diri di Kudus

Polisi dan warga tengah mengevakuasi mayat yang tergantung di pintu kamar kos di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. (Foto : Polsek Bae)

MuriaNewsCom, Kudus – Johan Rudianto (23), warga Desa Banyutowo RT 03 RW 02, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar kos miliknya di Desa Dersalam, Kecamatan Bae ternyata sempat meninggalkan pesan.

Pesan tersebut tertulis dalam aplikasi WhatsApp yang ditujukan kepada sebuah nomor di hpnya. Sayang nomor tersebut tak bernama dan belum bisa dihubungi.

Kapolsek Bae AKP Sardi mengatakan, pesan tersebut diketahui saat petugas memeriksa handphone yang disimpan dalam saku celana. Setelah diperiksa percakapannya, ternyata korban sempat mengirim pesan ke salah satu nomor.

“Dalam pesan tertulis tolong rawat mayatku. Sayangnya, dalam nomor tersebut tak dikasih nama, sehingga tidak diketahui siapakah pemilik nomor telepon,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Baca Juga: Warga Kudus Ini Syok Lihat Mayat Tergantung di Pintu Kamar Kosnya

Pihak kepolisian juga tengah menyelidiki siapa pemilik nomor tersebut. Namun hingga kini masih belum bisa ditemukan siapakah pemilik dari nomor tersebut. Hanya, dia menduga kalau pemilik nomor merupakan orang yang sangat disayangi hingga disayangi olehnya.

Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit hati atau putus cinta. Hal itu juga kalau melihat usia yang masih muda. Hanya saja dugaan tersebut masih belum pasti. Saat ini pihaknya bersama petugas lainnya masih melakukan penyeledikan.

“Yang pasti, bunuh diri itu tak akan menyelesaikan masalah. Karena itu, jangan berpikir pendek,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Warga Kudus Ini Syok Lihat Mayat Tergantung di Pintu Kamar Kosnya

Polisi dan warga tengah mengevakuasi mayat yang tergantung di pintu kamar kos di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. (Foto : Polsek Bae)

MuriaNewsCom, Kudus – Penghuni rumah kos milik Ngadiran (47) di Desa Dersalam RT 04 RW 01, Gang 9, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, dibuat syok setelah mendobrak kamar yang dihuni Johan Rudianto (23), Selasa (22/8/2017) dini hari tadi.

Bagaimana tidak, setelah pintu didobrak, pemilik dan penghuni kos mendapati Johan sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung di pintu. Johan yang merupakan warga Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, itu ditemukan meninggal dunia dengan tubuh sudah kaku.

Sebelumnya mereka memang sudah memperkirakan ada sesuatu yang terjadi dengan Johan, namun tak menyangka jika pemuda itu gantung diri. Awalnya penghuni kos lain merasa curiga lantaran sejak Senin (21/8/2017) pagi Johan tak kelihatan, sementara kamar dalam posisi terkunci.

Dari kecurigaan itu, akhirnya penghuni kos dan warga melapor ke polisi. Setelah polisi dan pemilik kos datang, pintu kamar Johan akhirnya dibuka dengan cara didobrak. Dari sinilah diketahui jika Johan sudah meninggal dunia.

“Diduga sudah meninggal pagi sebelum atau malamnya. Karena saat petugas datang, kondisi mayat sudah dalam keadaan kaku,” kata Kapolsek Bae AKP Sardi, saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, saaat ditemukan tubuh korban tergantung dengan tali warna hijau terikat di lehernya. Mayat Johan pun sudah dilakukan pemeriksaan oleh dr Dewi Aprilia, tim medis dari Puskesmas Dersalam.

Dari hasil pemeriksaan diindakasi Johan meninggal dunia karena bunuh diri. Karena di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.

Editor : Ali Muntoha