Siswa SD di Gondosari Gebog Kudus Dibully Sadis 

Aktivitas di SD 1 Negeri Gondosari Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)li

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus kekerasan (bully) masih saja dialami siswa. Seperti di Kabupaten Kudus. Adalah AL (8) siswa SD 1 Negeri Gondosari, Gebog.
Dari data yang dihimpun, AL saat ini duduk di kelas IV. Korban merupakan warga Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA), Senin (31/7/2017), Noor Haniah mengatakan, AL diduga mendapatkan perlakukan keras yang sadis. Di antaranya berupa jotosan, ditindih kursi, serta parahnya lagi adalah kemaluan pelaku ditusuk dengan penggaris besi sampai lecet.

Peristiwa tersebut terjadi saat tidak ada guru. Mengingat saat kejadian, sedang ada rapat sekolah. Dengan pelakunya adalah teman sekelas korban. “Tidak ada kelas. Sedang ada rapat di kantor,” kata Haniah.

Kejadian dipicu karena korban tidak mau menuruti kemauan teman sekelas yang merupakan ketua geng di kelas. Diketahui geng tersebut diketahui oleh seorang anak berinisial F. Geng itu terdiri atas sembilan anak. Mayoritas geng anak itu terdiri dari para siswi.

Hasil penelusuran di lapangan, katanya, diduga kasus kekerasan terjadi sejak korban duduk di kelas III, dan baru diketahui ketika korban duduk kelas IV. Korban sudah meminta pertolongan kepada teman lain. Tapi tak ada yang berani melakukan pertolongan.  “JPPA yang melakukan pendampingan atas kasus tersebut, juga melakukan `assessment` terhadap korban, pelaku serta orang tua pelaku,” terang Haniah.

Dia menyimpulkan, aksi kekerasan ini karena kelalaian guru. Setidaknya saat berhalangan, guru pengampu bisa minta bantuan ke guru lain guna menggantikan sementara.

AKBP Agusman Gurning, Kapolres Kudus mengatakan pihaknya sudah menerima laporan pada Sabtu (29/7/2017) . “Orang tuanya terlebih dahulu sudah kami periksa,” kata Gurning.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daili mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan dari orang tua korban. Visum juga telah dilakukan, baik di puskesmas, maupun di rumah sakit. “Visumnya itu bagian luar dan bagian dalam,” kata Kurniawan.

Selanjutnya, polisi juga akan meminta keterangan kepada guru korban. “Kami juga akan koordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan), karena ini menyangkut korban maupun pelaku di bawah umur,” pungkasnya.

Kepala SD 1 Negeri Gondosari Sudiyarto enggan memberi keterangan terkait hal tersebut. Hanya pihaknya mengiyakan atas perkara yang menimpa satu siswanya tersebut, dengan pelaku teman satu kelasnya. “Kejadianya pada Rabu (19/7/217) lalu. Korban teman kelas sendiri,” jawabnya singkat.

Disinggung tentang pengawasan pihak sekolah, dia menjelaskan tak tahu kalau kejadian tersebut terjadi. Karena, saat kejadian tak ada guru yang tahu karena para guru juga sedang rapat di ruang guru.

Editor : Akrom Hazami

Miras Bernilai Ratusan Juta Diamankan dari Toko di Kaliwungu Kudus

Petugas Satpol PP saat mengamankan miras dari salah satu toko di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Satpol PP Kudus menyita ribuan botol minuman keras (miras) bernilai ratusan juta dari salah satu toko, di Dukuh Gadon, Desa Mijen, RT 04 RW 5, Kecamatan Kaliwungu, Senin (31/7/2017).

Pemilik toko itu adalah Deni Syaiful Amri (23). Petugas menemukan miras di gudang khusus miliknya. “Ada sekitar 2,7 ribu botol yang kami amankan. Jumlahnya kisaran ratusan juta rupiah. Ada beberapa banderol harga miras yang harganya cukup tinggi,” kata Kasatpol PP Djati Solechah di Kudus.

Djati mengungkapkan, toko yang digerebek itu sudah dipantau sejak lama. Begitu informasi masyarakat diterima Satpol PP, pihaknya langsung bereaksi.

Awalnya, pemilik menyimpan rapat miras. Saat petugas tiba di lokasi, mereka tak mendapati miras. Tokonya cukup besar. Namun petugas curiga dengan isi rumah. Hasilnya, Satpol PP menemukan miras di gudang rumah.

Editor : Akrom Hazami

 

Fasbuk Gaungkan Semangat Penyair Chairil Anwar

MuriaNewsCom,  Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya.

Kali ini menampilkan pertunjukan musik, puisi, dan diskusi dengan menghadirkan tema “Semangat Muda” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis Bae Kudus, pada Senin, (31/7/2017) pukul 19.30 WIB.

Tema “ Semangat Muda “ melambangkan remaja yang memiliki sifat optimistis, kebijaksanaan dan semangat untuk mencapai kejayaan. Bertepatan dengan bulan kelahiran sosok penyair legendaris yakni Chairil Anwar, Fasbuk edisi bulan Juli 2017 ini mengangkat pertunjukan musik yang akan mengekplorasi karya sastra puisi menjadi sebuah komposisi musik.

Kisah sepak-terjang kepenyairan Chairil Anwar hadir dalam peristiwa-peristiwa penting. Chairil merespons kebhinekaan negeri ini lewat puisi-puisinya. Pada generasi masa kini, karya beliau menjadi pemicu semangat para kreator seni untuk berkarya. Seniman yang akan tampil pada edisi bulan Juli 2017 adalah Berteriak Lantank, salah satu kelompok musik yang sudah berdiri sejak tahun 2011.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin Am mengatakan, banyak lagu dan aransemen musik yang sudah mereka ciptakan, namun pada edisi ini mereka akan menampilkan beberapa puisi Chairil Anwar yang digubah menjadi sebuah pertunjukan musik asyik.

“Selain pertunjukan akan ada diskusi bersama antara penampil dan pengunjung agar pohon kreativitas yang berupa sejumlah puisi dan esai-esainya itu sampai sekarang masih terus berbunga dan berbuah, kita mesti menelusuri ketiga hal yakni sikap hidup, gagasan, dan segala perbuatan dalam masa hidupnya yang pendek itu,” katanya.

Fasbuk adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinue untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pengurus SMSI Jateng Siapkan Langkah Strategis untuk Media Online

Pengurus SMSI Jawa Tengah berfoto bersama dengan Ketua PWI Jateng Amir Machmud di Kompleks Gedung Pers Semarang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Semarang – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah menyiapkan langkah strategis untuk membangun industri media online yang sehat. Hal itu disebabkan derasnya arus informasi yang tidak terfilter di dunia maya.

Ketua SMSI Jateng Setiawan Hendra Kelana mengatakan, informasi yang mengalir deras di dunia siber tanpa filter membuat keberadaan organisasi media online sangat dibutuhkan. Organisasi punya peran dan kontribusi untuk menyehatkan media online, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya berita hoax.

“Dunia informasi sudah mulai bergeser ke platform gadget. Itu sebabnya, keberadaan SMSI sangat penting untuk ikut membangun industri media online yang sehat, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang keberadaan media siber,” kata Hendra, Kamis (27/7/2017).

Hendra menegaskan, SMSI Jateng juga akan konsen membenahi kepengurusan internal agar selaras dengan misi SMSI Pusat untuk menjadi konstituen Dewan Pers. Karena itu, pihaknya berupaya untuk melengkapi administrasi pengurus dan anggota untuk didaftarkan ke Dewan Pers.

Editor : Kholistiono

DPRD Kudus Dorong Pemkab Wujudkan Kota Layak Anak

.

MuriaNewsCom, Kudus – Wakil Ketua Komisi D DPRD Kudus Agus Imakuddin mendorong Pemkab untuk menjadikan Kudus sebagai kota layak anak. Penghargaan kota layak anak yang diterima dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak baru-baru ini, harus menjadi pelecut untuk memberikan ruang untuk anak berkembang.

Udin, panggilan Agus Imakudin mengatakan, anak sebagai potensi bangsa harus dijamin kehidupannya. Anak-anak wajib mendapatkan rasa aman dan nyaman. “Perlu dirumuskan apa saja yang bisa mendukung perkembangan anak secara baik untuk dituangkan dalam regulasi seperti peraturan daerah,” katanya, Jumat (28/7/2017).

Udin mengatakan, Kudus kini terus tumbuh menjadi kota yang semakin padat. Tingkat populasi atau pertumbuhan anak juga beriringan. Mengacu pada Kepres Nomor 39 Tahun 1990 yang diadopsi dari PBB Tahun 1989 menyebutkan bahwa ada 4 hak anak yang menjadi prioritas adalah hak hidup lebih layak, hak tumbuh berkembang dan hak perlindungan serta hak partisipasi.

“Dengan memenuhi hak tersebut, maka akan memunculkan generasi muda yang lebih maju baik dalam kerangka berpikir maupun mentalitas anak. Ini semua bisa terwujud, jika kita mempunyai kota yang layak terhadap anak,” tandasnya.

Melihat kondisi itu, Kudus perlu untuk memiliki regulasi sebagai payung hukum untuk merealisasikan kota yang ramah dan layak anak. “Melalui perda, fasilitasi dan arah kebijakan pemkab harus diarahkan untuk mendukung program kota layak anak,” katanya.

Dengan adanya payung hukum, lanjut Udin, anak-anak di Kudus nanti terlindungi dari perlakuan diskriminasi dan kekerasan. Di sisilain, anak-anak pun mampu mengembangkan diri melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan mereka.

Disebutkan, Kudus sudah memiliki banyak fasilitas publik berupa taman atau fasilitas terbuka lainnya. Namun, hal tersebut belum diimbangi dengan fasilitas untuk mendukung tumbuh kembang anak seperti arena bermain maupun fasilitas lainnya.

“Perlu peran swasta untuk ikut berkomitmen dan memerhatikan kepentingan, kebutuhan, dan hak-hak anak dalam membangun serta mengelola kota. Dukungan ini perlu lantaran mayoritas masyarakat Kudus bekerja di sektor industri,” katanya. (NAP)

 

Editor : Supriyadi

DPRD Kudus Minta Eksploitasi Air Muria Ditertibkan

Demo penolakan eksploitasi air gunung Muria. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi B DPRD Kudus mendesak eksekutor segera menertibkan eksploitasi air permukaan di wilayah pegunungan Muria. Sekretaris Komisi B Aris Suliyono mengatakan, pengambilan air yang tak terkendali selama bertahun-tahun sudah memicu banyak keluhan masyarakat.

Pemkab perlu tegas menerbitkan regulasi serta melakukan penindakan atas semakin maraknya eksploitasi air permukaan di wilayah pegunungan Muria. “Jangan sampai kondisi ini dibiarkan berlarut-larut. Urusan penyediaan air minum sudah diurusi oleh PDAM,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Kudus akan membentuk tim terpadu untuk melakukan penertiban eksploitasi air pegunungan Muria yang saat ini sangat marak terjadi di wilayah Kudus. Tim Penertiban  tersebut akan melibatkan BBWS Pemali Juana, Satpol PP Kudus dan Provinsi Jateng, Perum Perhutani, Dishub Kudus dan Polres Kudus. 

Pembentukan tim terpadu itu disepakati dalam rapat koordinasi penanggulangan eksploitasi air pegunungan Muria yang digelar Pemkab Kudus bersama stakeholder terkait, di gedung setda Kudus.

Rekomendasi

Asisten III Setda Kudus Masud, mengakui kalau saat ini semua usaha eksploitasi air Muria tidak dilengkapi izin. “Sebelumnya terdapat tiga pengusaha air pegunungan yang memiliki izin, namun tidak diperpanjang setelah masa berlakunya habis,” katanya.

Jika ada pengusaha yang memperpanjang izin, maka harus mengurusnya ke Kementerian PUPR. Karena itu jika ada pengusaha yang melanggar, pihak Kementerian PUPR lah yang paling berwenang melakukan penertiban.

Mereka yang mengajukan izin pun harus mengantongi rekomendasi dari BBWS Pemali Juana. Untuk lokasi yang berada di kawasan hutan harus mendapatkan rekomendasi dari Perum Perhutani KPH Pati.

“Karena BBWS Pemali Juana merupakan kepanjangan tangan dari Kementerian PU, maka penertibannya akan melibatkan instansi tersebut karena kebetulan terdapat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS),” katanya.

Perwakilan BBWS Mujari membenarkan jika hanya ada tiga pengusaha air Pegunungan Muria yang berizin. Namun izinnya kini tak diperpanjang. Sementara itu, sebanyak 15 pengusaha lainnya sama sekali tidak memiliki izin alias ilegal. (NAP)

Editor : Supriyadi

DAU Dipangkas, DPRD Minta Pemkab Lakukan Perencanaan Matang Proyek Infrastruktur

Proyek Infrastruktur. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemangkasan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) oleh Pemerintah Kudus bakal berimbas pada kegiatan infrastruktur di daerah. Wakil Ketua DPRD Kudus Ilwani mengatakan, pemangkasan DAU untuk Kabupaten Kudus, dari hasil konsultasi ke Kementerian Keuangan baru-baru ini, diprediksi sekitar 0,8 persen hingga 1,5 persen.

Dari persentase tersebut, Kabupaten Kudus diperkirakan kehilangan DAU antara Rp 5 miliar hingga Rp 15 miliar. “Imbasnya sejumlah kegiatan yang rencananya akan masuk di APBD Perubahan 2017 batal direalisasikan,” katanya saat menerima kunjungan anggota DPRD Madiun dan Brebes di gedung DPRD Kudus, Kamis (27/7/2017).

Ilwani mengatakan, pemangkasan sebesar itu dinilai tidak terlalu signifikan. Pasalnya kegiatan fisik atau infrastruktur di perubahan anggaran biasanya memang tidak terlalu besar. Wakil Rakyat asal Partai kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, pemkab perlu melakukan perencanaan matang atas seluruh proyek infrastruktur yang akan dikerjakan.

Asas manfaat dan keawetan hasil proyek harus menjadi prioritas pertimbangan. Ia mencontohkan, kebijakan Pemkab Kudus dengan proyek betonisasi jalan dinilai langkah tepat, karena umur jalan beton bisa mencapai 15 tahun.

Ilwani menambahkan, pemerintah daerah harus memikirkan strategi khusus untuk mengantisipasi kemungkinan pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat di waktu mendatang. Salah satunya dengan menggenjot potensi pendapatan asli daerah (PAD).

Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini ditarget sebesar Rp 288,227 miliar. Ilwani yakin target itu bisa terealisasi jika eksekutif bekerja sungguh-sungguh. Terutama dalam mencari terobosan baru dan menekan kemungkinan kebocoran pendapatan.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono mengatakan, Pemkab Kudus belum menerima surat resmi dari Pemerintah Pusat terkait angka pasti pemangkasan DAU.

Pada APBD 2017, Pemkab Kudus telah memperkirakan adanya penurunan DAU sebesar Rp 37,997 miliar. Penurunan itu antara lain dipengaruhi adanya mutasi pegawai (SMA/SMK) dari Pemkab Kudus ke Pemprov Jateng. “Informasinya memang ada pemotongan DAU antara tiga hingga empat persen. Namun kami masih menunggu angka pastinya dari Pemerintah Pusat,” katanya. (NAP)

Editor : Supriyadi

Inovasi Kudus Diapresiasi Lembaga Administrasi Negara

Bupati Kudus Musthofa saat berbicara di depan publik di Workshop Laboratorium Inovasi Daerah dan Launching Inovasi Kabupaten Kudus Kerja Sama Antara Pemkab Kudus dengan LAN, di gedung Setda Kudus, Rabu (26/7/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Lembaga Administrasi Negara (LAN) sangat mengapresiasi Kabupaten Kudus sebagai salah satu kota yang tak berhenti berinovasi.

Demikian disampaikan oleh Kepala LAN Ady Suryanto saat acara Workshop Laboratorium Inovasi Daerah dan Launching Inovasi Kabupaten Kudus Kerja Sama Antara Pemkab Kudus dengan LAN, di gedung Setda Kudus, Rabu (26/7/2017).

Bupati Kudus Musthofa hadir bersama Kepala LAN Ady Suryanto, dengan dihadiri asisten sekda dan seluruh kepala OPD, termasuk para lurah. Acara bertujuan agar OPD memunculkan inovasi yang bermanfaat bagi publik.

“Kalau ingin belajar inovasi. Contohlah Kudus. Pak Musthofa ini perlu direplikasi,” kata Ady yang mengatakan salah satu kunci sukses inovasi adalah leadership.

Ady berpesan agar bupati dan OPD mau berbagi inovasi yang ada. Supaya bisa memberikan inspirasi bagi daerah lain, serta bermanfaat secara lebih luas.

Saat ini, ada 39 daerah baru yang akan menyusul melakukan hal serupa Kudus. Tentu ini merupakan hal positif untuk memperbaiki kualitas birokrasi di Indonesia. Diharapakan itu semua akan mampu menyejajarkan diri di tingkat internasional.

Musthofa mengajak jajarannya untuk berpikir liar. Tentunya liar di sini adalah berpikir positif. Yakni keluar dari bingkai normatif yang menghasilkan manfaat nyata.

“Mengapa? Karena di dunia ini tidak ada yang abadi. Kecuali perubahan yang tentunya membutuhkan gagasan-gagasan cerdas,” kata orang nomor satu di Kudus ini.

Bupati terus mendorong jajarannya berinovasi. Bahkan ada beberapa yang sudah membuahkan prestasi. Di antaranya Dinas Dukcapil dan BLUD RSUD dr Loekmono Hadi.

“Jangan takut salah. Teruslah berinovasi, meski berpikir liar, asalkan jangan melanggar aturan,” ujarnya. (nap)

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ketua DPRD Kudus Masan Ambil Formulir Pendaftaran Cabup Kudus di Kantor DPC PDIP Kudus

Ketua DPRD Kudus Masan mengambil berkas pendaftaran calon Bupati Kudus dari PDIP, di kantor DPC PDIP Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Masan mengambil formulir pendaftaran cabup PDIP Kudus di kantor DPC partai tersebut, Rabu (26/7/2017). Masan datang sendiri.

Diketahui, pembukaan penjaringan tersebut dilakukan sejak Senin (24/7/2017) hingga Sabtu (29/7/2017). Masan merupakan orang yang pertama mengambil formulir pendaftaran.

“Ini merupakan niat saya untuk menjadi Bupati Kudus. Dan bentuk komitmennya adalah dengan mendaftarkan diri secara langsung, serta memulainya,” kata Masan usai mengambil formulir pendaftaran.

Mengambil formulir sejak awal, menurutnya, merupakan bentuk keseriusannya maju meramaikan bursa calon bupati dari PDIP. “Berkas formulir akan saya kembalikan dalam waktu dekat ini. Secepatnya setelah semua beres, akan saya kembalikan ke partai,” ucapnya. 

Masan juga optimistis jika akan mendapatkan rekomendasi partai. Bahkan, dia mengaku tak gentar jika ada calon lain yang juga akan maju jadi cabup dari PDIP.

Editor : Akrom Hazami

 

Bisa Jadi Tumpuan PAD, DPRD Soroti Pengembangan Pariwisata di Kudus

.

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi B DPRD Kudus meminta Pemkab Kudus segera merampungkan penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Daerah (Ripparda).

Sekretaris Komisi B DPRD Kudus Aris Suliyono mengatakan, sektor pariwisata daerah bisa menjadi tumpuan pendapatan asli daerah (PAD) jika dikelola dengan baik. Menurutnya, Ripparda sangat dibutuhkan sebagai pedoman dalam pengembangan sektor pariwisata.

Dalam Ripparda itu diatur strategi pembangunan pariwisata yaitu destinasi, pemasaran, industri dan kelembagaan pariwisata. Pengelolaan pariwisata lebih tertata. “Komisi B mendesak Pemkab Kudus segera merampungkan penyusunan raperda karena ini juga menjadi amanat UU Nomor 10/2009 tentang Kepariwisataan,” katanya.

Sekda Kudus Noor Yasin pada rapat paripurna di gedung DPRD Kudus beberapa waktu lalu mengatakan jika Raperda Ripparda masih dalam tahap proses penyusunan. “Masih dalam penyusunan dan dikonsultasikan ke pemerintah atasan,” jelas dia.

Sementara itu, penerimaan retribusi pariwisata hingga semester pertama 2017 telah mencapai 52, 12 persen. Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus Sri Wahjuningsih mengatakan, penerimaan retribusi pariwisata hingga Juni lalu mencapai Rp 1,3 miliar.

Target retribusi pariwisata tahun ini ditetapkan sebesar Rp 2,51 miliar. Masing-masing pengelola objek wisata telah memiliki strategi tersendiri untuk mencapai target penerimaan retribusi.

Sisa waktu sekitar lima bulan mendatang akan dimaksimalkan untuk mencapai target. Apalagi objek wisata milik Pemkab Kudus memiliki fasilitas andalan untuk menarik minat pengunjung. “Kami optimistis target retribusi pariwisata tercapai. Retribusi tersebut diperoleh dari pemakaian kekayaan daerah, parkir wisata, penginapan, serta rekreasi dan olahraga,” ucapnya

Pemasukan retribusi terbesar antara lain diterima dari tempat rekreasi Taman Ria Colo, Museum Kretek, Taman Krida serta objek Wisata Colo. Dari sejumlah objek wisata tersebut, pemasukan terbesar diperoleh dari objek wisata Colo mencapai Rp 689,17 juta dari target setahun sebesar Rp 1,23 miliar. (NAP)

Editor : Supriyadi

DPC PDIP Kudus Buka Penjaringan Calon Bupati

Ketua Penjaringan Cabup DPC PDIP Kudus Aris S menunjukkan syarat pencalonan Bupati Kudus dari partainya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPC PDIP Kudus resmi membuka penjaringan calon Bupati Kudus. Pembukaan penjaringan tersebut dilakukan selama enam hari, terhitung Senin (24/7/2017) hingga Sabtu (29/7/2017).

Dalam penjaringan calon bupati, diketuai oleh Aris S. Sedangkan sekretarisnya M Yusuf Roni, yang juga Sekretaris DPC PDIP Kudus. Untuk anggota meliputi Joni Suryono, Hariyani dan Nur Handayani.

“Kami diberikan tugas penjaringan calon. Mulai tahapan penjaringan hingga proses verifikasi dari calon yang mendaftarkan diri,” kata Aris, di kantor DPC PDIP Kudus, Rabu (26/7/2017).

Pada metode penjaringan, akan diberlakukan secara tertutup. Hal itu sesuai dengan Peraturan Partai nomor 24 / 2017 yang baru disahkan 21 Juli lalu, sebagaimana perubahan atas Peraturan Partai nomor 4/ 2015 tentang penjaringan.

Panitia penjaringan sudah mengirimkan surat edaran mengenai penjaringan yang bersifat tertutup ke sejumlah pihak. Di antaranya pihak eksekutif, legislatif dan lainya.

Sekretaris Penjaringan, M Yusuf Roni mengatakan, yang dimaksud dengan model tertutup adalah penyelenggara tidak memasang pengumuman terbuka seperti baliho dan lain-lain. Kemudian, saat pengumuman setelah verifikasi, pihaknya akan mengumumkannya secara tertutup pula. 

“Secepatnya akan diverifikasi setelah selesai pendaftaran. Untuk kemudian diserahkan kepada DPD Jateng,” ungkap dia.

 

Editor : Akrom Hazami

Persiku Kudus Junior Juarai Liga Soeratin Zona Jateng

Tim Persiku saat dinobatkan menjadi juara Liga Soeratin 2017 di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus berhasil menjadi juara Liga Soeratin 2017. Persiku junior memenangkan pertandingan dalam zona Jateng dengan mengalahkan PSCS Cilacap di Stadion Wergu Wetan Kudus, Selasa (25/7/2017).

Kemenangan Persiku benar-benar mantap. Persiku meraih kemenangan atas PSCS dengan skor 3-0. Dengan demikian, Persiku memastikan akan melaju ke tingkat nasional.

Ketua KONI Kudus M Ridhwan mengatakan, kemenangan Persiku telah diprediksi. Karena melihat tim Persiku tampak kuat dan solid. Sudah sepatutnya Persiku menjadi juara.

“Masih ada pertandingan lainya di tingkat nasional. Kami masih berharap Persiku selalu menang dan mrmbawa Kudus lebih baik dalam hal sepak bola,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selama pertandingan, Persiku memang terlihat mendominasi pertandingan. Meskipun beberapa kali serangan lawan kerap mengancam gawang Persiku, namun berhasil diantisipasi.

Editor : Akrom Hazami

Baju Adat Kudus Terancam Punah, Ini Solusi Penanganannya

Salah satu kegiatan yang memperlihatkan baju adat Kudus, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menuturkan jika baju adat kota setempat terancam punah. Selain akibat berkurangnya perajin baju adat Kudus, juga minat warga yang kurang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto mengatakan, jika saat ini baju adat Kudus mulai jarang ditemui.

“Ini mengkhawatirkan, tengok saja perajin tutup kepala adat Kudus yang kini hanya tinggal satu orang saja. Itupun, sudah sangat tua dan tak ada regenerasi lagi,” ujar Yuli mencontohkan, Selasa (25/7/2017).

Menurut Yuli, minimnya perajin baju adat karena minat warga yang rendah. Akhirnya baju adat pun tak laku. Imbasnya, perajin pun berhenti memproduksi.

Ditambah lagi, baju adat Kudus susah dalam perawatan. Termasuk juga, dalam perawatannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pihaknya menyatakan butuh penanganan khusus agar baju adat Kudus tak lagi terancam punah. Di antaranya, penanaganan antara Dinas Pendidikan, dan Dinas Perindustrian.

“Siswa SMK bisa diajak membuatnya, minimal dengan memanfaatkan ekstrakurikuler. Kemudian Dinas Perindustrian bisa membantu mengadakan pelatihan pembuatan baju adat Kudus,” ucapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

1 Bulan, Kudus Raih 4 Penghargaan, HEBAT!

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan keterangan soal prestasi yang diraih Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus meraih empat penghargaan pada satu bulan terakhir ini. Tentu hal itu amat membanggakan bagi Kota Kretek. Mengingat, semua itu berujung pada pelayanan yang baik untuk masyarakat.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, penghargaan yang diraih sebenarnya bukan untuk dibanggakan. Tapi memang hal itu merupakan kewajiban pelayanan. Pada jumpa pers terkait prestasi ini di pendapa kabupaten setempat, Senin (24/7/2017). Musthofa didampingi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penerima penghargaan. Di antaranya Dinas Kesehatan yang menerima Paramesti atas penataan kawasan tanpa rokok.

Penghargaan yang diraih dari Kementerian Kesehatan ini buah dari kebijakan penataan kawasan tanpa rokok. Yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) dan segera akan ditindaklanjuti dengan penetapan Peraturan Daerah (Perda).

Tampak pula Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Perlindungan Penduduk, dan Keluarga Berencana.

“Dukcapil dapat penghargaan atas inovasi 2 in 1 untuk percepatan pelayanan kependudukan. Yaitu begitu bayi (yang sah) lahir langsung dapat KK dan akte kelahiran,” kata Musthofa.

Penghargaan lain yakni Bakti Koperasi dan UKM dari Kementerian Koperasi dan UKM, serta yang terakhir yakni Kabupaten/ Kota Layak Anak Tahun 2017. Penghargaan kependudukan dan Kabupaten Layak Anak diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dia tidak membatasi Kepala OPD dalam berkreasi. Semuanya diberikan kebebasan berinovasi bagi semua OPD asalkan semuanya bisa memberikan manfaat secara nyata kepada masyarakat.

Mengenai penghargaan tentang bakti koperasi dan UKM, Musthofa menuturkan semua koperasi harus bisa memberikan imbas dan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan. Untuk itu koperasi harus selalu dalam kondisi yang sehat.

“Tidak perlu kuantitas yang banyak. Tetapi bagaimana koperasi yang ada dalam kondisi sehat yang bisa memberikan kesejahteraan pada semua anggota,” imbuhnya.

Terkait Kota Layak Anak, dia menyebut kondisi di Kudus ini bagus untuk perkembangan anak. “Mulai dari fasilitas bermain yang ada, tempat edukasi, hingga fasilitasi dari pemkab,” ujarnya.

Musthofa meminta seluruh OPD menunjukkan kinerja yang terbaik dalam melayani. Ucapan terima kasih diberikan pada semua pihak termasuk media yang telah memberikan informasi secara luas. (nap)

Editor :  Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Ambil Formulir Pendaftaran Cagub Jateng di DPD PDIP, Ini Kata Musthofa Sebenarnya

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan keterangan kepada wartawan ihwal keseriusannya mencalonkan diri jadi cagub. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perjuangan) Jawa Tengah mulai membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Secara resmi, pendaftaran dibuka mulai 24 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017 di kantor Sekretariat DPD PDIP Jateng Jalan Brigjend Katamso Nomor 24 Semarang.

Bupati Kudus Musthofa pun menyambutnya dengan antusias. Musthofa mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Gubernur Jateng melalui PDIP di kantor DPD PDIP Jateng, Senin (24/7/2017). Pengambilan formulir tersebut dikuasakan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus, Achmad Yusuf Roni.

“Ini merupakan bentuk keseriusan dari saya, dengan mengambil formulir. Minta doanya mudah-mudahan rekomendasi didapatkan,” kata Musthofa di Kudus.

Keseriusan itu ditunjukkan oleh Musthofa. Mengenai anggapan yang terlalu dini, Musthofa mengaku jika hal itu merupakan wujud keseriusannya.

Disinggung mengenai nama lain yang ikut meramaikan, kata bupati, itu hal wajar. Sudah menjadi hak bagi kader partai untuk bersaing memperebutkan rekomendasi. Termasuk juga dengan Gubernur Jateng Ganjar atau lainnya.

“Semuanya bebas, bisa jadi nantinya ada wali kota lain, bupati lain yang juga berminat karena itu hak. Tapi bagaimana kinerja saya di Kudus, itu sudah terlihat,” ucapnya.

Terkait dukungan, Musthofa mengklaim jika tidak sedikit warga wilayah Jateng yang mendukungnya. Hanya semuanya tetap mengacu pada aturan dan hasil survei yang diadakan.

Informasi yang dihimpun, pada saat pengambilan formulir pendaftaran, akan diserahkan satu bendel formulir dan buklet tentang pendaftaran bakal calon gubernur serta wakil gubernur.

Verifikasi berkas pendaftar akan dilaksanakan pada 12-19 Agustus 2017. Sementara  batas waktu melengkapi berkas persyaratan pendaftaran adalah 26 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB di kantor DPD PDIP Jateng.

Seluruh nama pendaftar bakal calon gubernur dan wakil gubernur akan menjadi bahan rapat pleno DPD PDIP Jateng untuk dilaporkan ke DPP sesuai ketentuan internal partai.

Editor : Akrom Hazami

Anak-anak Ini Yakin Jika Lubang di Stasiun Wergu Bekas Tembakan Belanda

Anak-anak mengamati bagian atas Stasiun Wergu Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Kisah tentang Stasiun Wergu Kudus yang diserang dengan cara ditembaki saat terjadi Agresi Militer I Belanda, memang belum banyak diketahui. Termasuk generasi muda.

Ini yang dialami anak-anak yang tergabung dalam Omah Dongeng Marwah. Mereka mencoba menelusuri bahwa, Stasiun Wergu memang menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia.

“Saya juga baru tahu soal itu. Makanya saya penasaran juga ingin tahu. Kayaknya memang keren sekali bahwa Kudus menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia,” kata Eka, salah satu siswa SMP Kudus, yang ikut dalam acara observasi dan diskusi mengenai Stasiun Wergu, Jumat (21/7/2017).

Dia bersama-sama dengan rekan, mencoba menghitung lubang yang ada di kaca bekas stasiun tersebut. Satu persatu lubang-lubang tersebut dihitung oleh mereka. Tujuannya mengetahui dengan persis, berapa jumlah lubang yang sebenarnya.

Namun, meski menghitung bersama-sama, jumlah yang didapat ternyata berbeda-beda. Ada yang berjumlah 100 buah, ada yang 120 buah, ada yang jumlahnya kurang dari itu. 

Belanda sendiri, menyerang Stasiun Wergu dengan pesawat Mustangnya, 70 tahun yang lalu. Pesawat sendiri datang dari arah timur, menuju ke barat. Padahal, Stasiun Wergu juga dibangun Belanda dahulunya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Meski hitungannya berbeda-beda, namun anak-anak itu meyakini jika lubang-lubang itu bekas tembakan. Mereka memiliki analisanya sendiri, kenapa mereka percaya bahwa itu adalah lubang bekas tembakan.

“Kan, lubangnya memiliki ciri khas tersendiri. Lubang itu memiliki retakan yang tersebar. Kayak kalau kita gambar matahari yang mekar di sekelilingnya,” kata Dharma, siswa SMP lainnya, yang ikut dalam kegiatan tersebut. 

Sedangkan pengamat sejarah,Edy Supratno mengatakan, pihaknya juga meyakini jika lubang tersebut adalah bekas tembakan. “Ditambah lagi, stasiun ini belum direnovasi usai peristiwa tersebut. Makanya saya yakin bahwa itu bekas-bekasnya,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Gara-gara Kecelakaan di Pati,Jalur Pantura Kudus Macet Panjang

Kendaraan terjebak macet di Jalan Pati-Kudus Km 8, Desa Bumirejo, Margorejo, Pati, Sabtu (22/7/2017) siang.(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan terjadi antara mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi L 179 RO dan truk bermuatan jeruk terjadi di Jalan Pati-Kudus Km 8, Desa Bumirejo, Margorejo, Pati, Sabtu (22/7/2017) siang.

Di antara dampaknya, terjadi kemacetan lalu lintas panjang.Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 15.15 WIB kemacetan di pintu masuk Desa Pladen, Kecamatan Jekulo. Kendaraan roda empat terjebak. Sedangkan sepeda motor saling serobot melewati sisi jalan.

Kendaraan dari arah Kudus memang mengalami kemacetan yang parah. Banyak kendaraan besar yang terpaksa berhenti hingga menunggu giliran jalan meski hanya beberapa meter saja. Sementara dari arah berlawanan dari Pati, jalan masih lancar dan aman. Jalan yang longgar beberapa digunakan untuk mendahului kendaraan yang terjebak macet.

Selamet S, salah satu sopir truk penasaran dengan kemacetan yang terjadi hingga di Kudus. Dia berharap kemacetan dapat terurai dan lalu lintas dapat berjalan dengan lancar kembali. “Biasanya ada kecelakaan kalau macet seperti ini. Dan kalau jalan pantura biasanya juga memakan waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Sementara itu, Polres Kudus menyiapkan jalan alternatif yang bisa dilalui pengendara untuk mengurai kemacetan di jalan Kudus-Pati.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri menyebutkan, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk memantau kondisi di lapangan. Dibenarkan kalau kemacetan memang mengular, namun belum sampai harus mengunakan jalur alternatif.

“Masih bisa berjalan meski pelan, jadi jalur alternatif belum digunakan atau mengarahkan kendaraan kesana. Yang jelas petugas dari kami masih siaga di lapangan,” katanya.

Menurut dia, lokasi pengalihan jalur yang dimaksud adalah di jalur Jekulo yaitu SPBU Krawang ke utara melewati Desa Tanjungrejo. Jalur di sana cukup luas.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Eko Rubianto mengatakan, kecelakaan yang terjadi di Pati masih dalam penanganan. Mengingat lokasi yang berada di luar Kudus, pihaknya belum bisa menerjunkan petugas untuk membantunya.

“Kami masih melakukan menitoring terkait kemacetan. Jika diperlukan bisa digunakan pengalihan arus,” ujarnya.

 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Sampai Semester I, Pendapatan Pariwisata Pemkab Kudus Telah Mencapai Target  

Mobil wisatawan tampak berada di objek wisata Colo, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Disbudpar Kudus bidang pariwisata tahun ini mendapatkan beban target pendapatan sebesar Rp 3,51 miliar. Sampai Juni 2017, pendapatannya baru mencapai sekitar Rp 1,3 miliar.

Kepala Bidang Pariwisata pada Disbudpar Sri Wahyuningsih, mengatakan pada semester pertama, bidang pariwisata sudah mencapai target pendapatan sekitar 52 persen.  Bidang Pariwisata yakin penyerapan pendapatan akan tercapai pada tahun ini.

“Kami yakin hingga akhir tahun nanti, akan mencapai target yang dibebankan,” kata Sri di Kudus, Sabtu (22/7/2017).

Guna mengejar target, pihaknya akan melakukan upaya. Misalnya, mengintensifkan komunikasi dengan antarobjek wisata yang ada di bawah naungan pemkab.

Dari hasil kordinasi yang dilakukan, lanjut Nining, masing-masing pengelola mengaku sudah memiliki sejumlah strategi nyata. Seperti Museum Kretek, yang akan menggelar sejumlah hiburan untuk menarik pengunjung.

Pihaknya mencatat, dari sejumlah objek wisata, pemasukan terbesar diperoleh dari objek wisata Colo yang  mencapai Rp 689,17 juta dari target setahun sebesar Rp1,23 miliar. Sedangkan untuk objek wisata Krida Wisata, kontribusinya sementara sebesar Rp150,8 juta dari target Rp 229,58 juta.

Di Museum Kretek  Rp 133,6 juta dari target Rp 273,64 juta, paling kecil  Taman Ria baru terealisasi Rp5,8 juta dari target Rp14,33 juta.  

“Sejauh ini baru lokasi wisata yang ramai, sedangkan hal lainya seperti penginapan,  dan olahraga masih cukup sedikit,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

 

PKL CFD Kudus Halal Bihalal dengan Bupati  

Bupati Kudus Musthofa saat menyampaikan sambutannya di hadapan PKL di pendapa pemkab setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Para PKL Car Free Day (CFD) Kudus mendapatkan kesempatan bertemu dengan Bupati Kudus Musthofa di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (21/7/2017) sore.

Bupati Kudus Musthofa yang hadir bersama forkopinda dan pejabat pemkab ini mengatakan bahwa para PKL dan para pedagang CFD sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan. Mereka merupakan bentuk kemandirian ekonomi pedagang. “Secara pribadi bersama seluruh pejabat saya mengucapkan maaf atas semua kesalahan. Termasuk dalam melayani seluruh masyarakat,” katanya.

Bupati menambahkan bahwa dirinya berpesan pada seluruh pedagang agar tetap menjaga kebersihan dan ketertiban kota Kudus. Karena pemkab sudah menata kota dengan berbagai taman yang cantik. “Kutitipkan kebersihan kota pada Bapak dan ibu semua. Jangan sampai Kudus menjadi kota sampah,” pesannya.

Di akhir sambutan, Bupati meminta semua pedagang tetap menjaga kekompakan. Tidak mengedepankan ego untuk menang sendiri. Bahkan kalau perlu dibentuk kelompok per area.

Menjawab mengenai tambahan jam CFD, Bupati melalui Dinas Perhubungan menyetujui tambahan satu jam. Namun sebelum batas waktu berakhir, pedagang sudah mengemasi seluruh dagangan.

Ketua paguyuban pedagang CFD Nono Ani Sulastri mengatakan bahwa bupati ini adalah sosok yang peduli pada pedagang termasuk pedagang di CFD. Karena itulah tidak salah apabila disebut sebagai Bapaknya pedagang. “Terima kasih, Pak Musthofa. Atas kesempatan yang diberikan pada kami bisa berjualan di CFD Kudus ini,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Diajari Cara Pembuatan Pakan Ternak dari Fermentasi Kulit Ketela, Peternak Desa Lau Kudus Takut

mahasiswa KKN asal Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengajarkan cara membuat pakan ternak alternatif kepada warga, di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah mahasiswa KKN asal Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengajarkan cara membuat pakan ternak alternatif kepada warga, di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus, Jumat (21/7/2017) sore.

Yakni warga diajarkan membuat pakan ternak dari kulit singkong. Sejumlah peternak belum mau menggunakan kulit singkong atau ketela fermentasi untuk pakan ternak. Mereka takut, jika diberi makan dari kulit ketela difermentasi, binatang ternak akan mati.

Seperti diungkapkan Sumini (60). Warga yang memiliki sejumlah ekor kambing mengaku tak pernah memberikan ternaknya kulit ketela. Dia takut, jika sampai diberikan malah kambingnya mati.

“Kulit ketela bisa membuat hewan ternak mati. Jadi saya tidak berani memberikan kulit ketela. Bisa rugi banyak malah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Meskipun sudah dibekali dengan cara melakukan fermentasi, warga masih takut mempraktikannya. Mereka masih memilih rerumputan. Sebab di kawasan Lau masih banyak didapati rumput.

Selamet (56) peternak lain juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku belum mau menggunakan kulit ketela. Di kalangan masyarakat meyakini jika kulit ketela akan meracuni hewan. “Itu membuat warga takut untuk memberikannya sebagai bahan ternak,” ucapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Sam’ani: Pak Bupati Kudus Belum Mengizinkan Saya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kandidat kuat calon bupati Kudus yang digadang-gadang maju pada pilkada 2018 mendatang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris punya pengakuan jujur, kenapa dirinya tidak akan mencalonkan diri.

Menurut Sam’ani, sejak awal dirinya memang tidak ingin maju dalam pemilihan kepala daerah tersebut. “Jujur, saya tidak (ingin nyalon),” katanya usai jumpa pers di Green Cafe, Jumat (21/7/2017). 

Pria yang hari ini berulang tahun itu, memang tidak mengatakan banyak hal, terkait dengan tidak majunya dia pada pilkada ini. Hanya menegaskan jika, dirinya masih ingin mengabdi sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Saya masih 12 tahun lagi pensiun. Jadi, saya laksanakan dulu tugas dan fungsi saya sebagai PNS sebaik-baiknya,” jelasnya.

Alasan masih berstatus PNS itu, menjadi salah satu alasan kenapa dia tidak mencalonkan diri. Selain enam alasan lain seperti, belum mendapat restu orang tua, bukan orang partai, bermodal pas-pasan, atau tidak mempunyai rekomendasi.

Oran tua, menurut Sam’ani, bukan hanya merujuk kepada kedua orang tuanya saja, melainkan juga kepada atasannya. Yakni Bupati Kudus. “Atasan itu juga termasuk orang tua lho, ya. Dan memang pak bupati belum memberikan izin. Makanya menjadi salah satu alasan,” katanya.

Sam’ani sendiri memutuskan bahwa 93% dirinya tidak akan maju sebagai calon bupati. Sedangkan 7%, tergantung kepada rahasia dan keajaiban Allah SWT.

Terkait dengan para pendukungnya yang selama ini menginginkannya maju, Sam’ani mengatakan lebih dini mereka mengetahui keputusannya tidak mencalonkan diri itu, akan lebih baik. “Karena mereka sudah tahu sejak awal. Daripada nanti-nanti, malah membuat mereka makin kecewa. Lebih baik sekarang,” jelasnya.

Namun Sam’ani menegaskan bahwa dirinya sudah memberikan penjelasan kepada pendukungnya, untuk mengerti dan memahami keputusannya itu. “Semua sudah memahaminya,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Mahasiswa Undip KKN di Kudus Ajarkan Warga Buat Pakan Ternak Berbahan Kulit Singkong

Mahasiswa KKN asal Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengajarkan cara membuat pakan ternak alternatif kepada warga, di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah mahasiswa KKN asal Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengajarkan cara membuat pakan ternak alternatif kepada warga, di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus, Jumat (21/7/2017) sore. Jika biasanya pakan ternak dari rerumputan, kini warga diajarkan membuatnya dari kulit singkong.

Aldo Rhamadhan N, perwakilan mahasiswa mengatakan, warga bisa membuatkan pakan ternak menggunakan kulit singkong. Dengan kulit singkong, peternak tak perlu risau dengan ketersediannya. Tak lain karena kulit singkong mudah didapat di Lau.

Biasanya kulit singkong diberikan kepada binatang ternak, namun tanpa difermentasi. Padahal, jika tak difermentasi, jika diberikan dalam jumlah banyak bisa beracun. “Selain itu, pemberian kulit singkong tanpa fermentasi juga memiliki zat anti nutrisi,” kata Aldo di Desa Lau.

Dengan pemberian fermentasi, maka kandungan kulit ketela bisa memiliki zat yang tinggi.  Itu akan membuat ternak semakin gemuk.

“Kulit ketela bisa digunakan untuk pakan ternak. Caranya dengan memfermentasi dengan sejumlah zat yang meliputi EM4 dan limbah kecap,” katanya kepada MuriaNewsCom

Mengenai pembuatan EM4, dapat memanfaatkan sayur-sayuran dan juga buah-buahan dari limbah makanan. Caranya, dengan dicacah kecil-kecil, kemudian sayuran seperti kol, diberi air kelapa dan gula pasir. Setelah dibiarkan selama sepekan dengan kedap udara, bisa disaring dan diambil sarinya.

“Setelah itu tinggal dituangkan sekitar dua tutup botol dicampur air untuk satu ember kulit pisang. Setelah itu dikasih juga cairan limbah kecap dengan jumlah yang lebih banyak dari EM4,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Bermodal Pas-pasan, Sam’ani Pastikan Tak Nyalon Bupati Kudus

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu kandidat yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon bupati Kudus, pun bersuara. Adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris, yang menyatakan dirinya tidak akan maju dalam pesta demokrasi tahun 2018 mendatang.

Dalam jumpa pers yang digelar Jumat (21/7/2017), di Green Cafe, Sam’ani mengatakan bahwa dirinya tidak akan maju sebagai calon bupati. “Keputusan saya ini sudah bulat. Saya 93% tidak akan menyalonkan diri sebagai calon bupati pada pilkada mendatang,” katanya di hadapan sejumlah wartawan.

Sam’ani mengatakan, 93% opsi tidak mencalonkan diri itu, didasari pada beberapa pertimbangan. Setidaknya ada tujuh poin kenapa dirinya memutuskan untuk tidak mencalonkan diri.

Pertimbangan itu adalah belum ada restu orang tua (bapak dan ibu), masih pegawai negeri sipil (PNS) aktif, bukan orang partai, tidak mempunyai rekomendasi, modal pas-pasan, pertimbangan apa mampu jadi bupati, dan mempertimbankan antara manfaat atau mudharatnya.

Sedangkan pertimbangan 3% sisanya adalah soal rahasia dan keajaiban Allah SWT. “Memang begitulah. Saya sudah mempertimbangkannya dengan matang-matang soal ini (untuk tidak maju). Kalau alasan yang tujuh sebelumnya tadi bisa gugur, maka yang 3% juga kemungkinan masih dipertimbangkan lagi (untuk maju),” paparnya.

Namun tidak dipungkiri Sam’ani bahwa aturan soal PNS yang harus mengundurkan diri saat akan nyalon bupati, juga menjadi salah satu pertimbangan penting. 

“Saya masih 12 tahun lagi menjadi PNS. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai PNS dengan sebaik-baiknya saja,” tegasnya.

Sam’ani sendiri, adalah salah satu sosok disebut-sebut menjadi calon kuat jadi Bupati Kudus, dari kalangan birokrat. Selain Sam’ani, nama lainnya adalah Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kudus, Sumiyatun. Bahkan, Sumiyatun mengklaim sudah didukung pengurus anak cabang PDIP Kudus. 

Editor : Akrom Hazami

 

2 SMA di Kudus Terapkan Lima Hari Sekolah

Warga melintas di depan gedung SMA 1 Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua SMA di Kudus sudah menerapkan progam sekolah full day school (FDS) lima hari. Yakni SMA 1 Kudus dan SMA 2 Kudus.  FDS sudah diterapkan beberapa hari lalu.

Plt Kepala SMA 1 Kudus, Sutarsih, didampingi Waka Kurikulum, Teguh, mengatakan bahwa sesuai dengan surat edaran Gubernur Jawa Tengah yang diterima. SMA/SMK sederajat akan diberlakukan lima hari sekolah. Untuk itu sekolahnya segera menerapkan hal tersebut.

“Ini sudah berjalan semenjak Senin (17/7/2017) lalu. Dan Rencananya akan diberlakukan selama satu semester ini, sesuai dengan pedoman surat edaran gubernur,” kata Sutarsih.

Menurut dia,  penerapan sekolah sehari penuh itu siswa harus masuk pada pukul 06.40 WIB. Kemudian akan pulang pada pulang pukul 15.45 WIB. Sementara khusus Jumat, para siswa akan masuk pada pukul 06.40 WIB dan pulangnya pukul 15. 15 WIB. Dan tiap hari, kegiatan ekstrakurikuler dilakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB.

“Istirahat pertama  dilakukan pada jam 09.15 WIB sampai jam 09.30 WIB.   Istirahat kedua dari jam 11.45 WIB hingga  12.45 WIB. Pada istirahat kedua digunakan untuk makan siang, dan salat,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Beri Sinyal Didukung Partai Hijau, MU Masih Simpan Rapat Namanya

Haryanto (tengah), dalam jumpa pers yang digelar untuk mengumumkan Tim Adhoc Pemenangan MU dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang, di kediaman MU, Jumat (21/7/2017).
(MuriaNewsCom/ Merie)ca

MuriaNewsCom, Kudus – Umar Ali alias Mas Umar (MU) memantapkan dirinya untuk maju sebagai calon bupati pada Pilkada Kudus 2018. Meski mengklaim bahwa dirinya sudah didukung beberapa partai politik (parpol), namun parpol mana saja itu, masih disimpan rapat.

Koordinator Tim Adhoc Pemenangan MU Haryanto mengatakan, memang pihaknya belum akan mengeluarkan nama-nama parpol yang mendukung pencalonan MU. ”Nanti saja kalau kemudian rekomendasi sudah di tangan, baru kita berani untuk mendeklarasikannya. Tapi sekarang, kami terus melakukan koordinasi,” jelasnya, Jumat (21/7/2017).

Namun Haryanto membenarkan jika memang pihaknya didekati partai-partai ”hijau” yang memiliki kursi di Kudus ini. Namun, soal kepastian rekomendasinya, memang masih menunggu pembicaraan lebih lanjut.

”Kalau partai hijau memang banyak sekali kabarnya. Namun, kita tidak menutup kemungkinan semua parpol untuk bisa mendukung kami. Karenanya, kita gencar melakukan koordinasi. Termasuk saat ini, Mas Umar pergi ke luar kota untuk urusan itu,” tuturnya.

Haryanto juga membenarkan bahwa sudah ada satu parpol yang 90% mendukung MU. Hanya, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengumumkan hal tersebut. ”Kami masih melihat dinamika yang berkembang saat ini. Namun yang 90% tadi, memang sudah kami kantongi,” katanya.

Ditegaskan Haryanto, jika MU hanya akan maju sebagai calon bupati. Dan bukan sebagai calon wakil bupati. Hal ini sudah merupakan niat kuat dan tekad dari yang bersangkutan. ”Tetap maju sebagai calon bupati. Tidak yang lain,” tegasnya.

MU juga belum akan berbicara mengenai siapa yang akan mendampinginya nanti dalam pencalonan. Meski begitu, pihaknya membuka semua kalangan untuk bisa menjadi calon pendamping MU. ”Kita akan berbicara mengenai pendampingnya, setelah soal rekomendasi ini selesai. Sehingga itu dulu yang akan kita intensifkan,” katanya.

Selain itu, Haryanto menambahkan jika tugas lain yang juga menjadi prioritas adalah mengenalkan MU hingga ke akar rumput. Sehingga seluruh masyarakat Kudus mengenal yang bersangkutan.

”Kami akui bahwa belum semua warga Kudus mengenal MU. Sehingga tugas kami adalah bagaimana meningkatkan kepopuleran itu terlebih dahulu. Kami juga sudah menggandeng lembaga survei untuk bisa melaksanakan tugas tersebut. Hanya memang itu adalah untuk keperluan internal kami sendiri. Yang jelas, MU sudah melakukan serangkaian pendekatan secara personal dengan berbagai kalangan masyarakat. Dan itu lebih efektif untuk sekarang,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami