Banyak Info Lowongan di Bursa Kerja, Warga Grobogan Bingung Tentukan Pilihan

Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono berbincang dengan salah satu penjaga stand pameran bursa kerja di gedung Wisuda Budaya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara job fair atau pameran bursa kerja yang diselenggarakan Dinsosnakertrans Grobogan di Gedung Wisuda Budaya ternyata mendapat perhatian cukup besar dari para pencari kerja. Indikasinya ada ratusan orang yang datang untuk mencari pekerjaan pascaacara pembukaan pameran, Rabu (26/7/2017).

Sebagian besar pengunjung terlihat cukup serius untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini bisa dilihat dengan berkas lamaran yang sudah disiapkan dari rumah.

Meski demikian, banyak pencari kerja yang mengaku pusing saat datang ke acara ini. Pasalnya, mereka ini ternyata bingung untuk memilih lowongan kerja (loker) mana yang akan dipilih.

“Jadi saya malah bingung mau melamar yang mana. Soalnya, lowongan kerjanya banyak sekali,” kata Meilani, salah seorang pengunjung job fair.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto menyatakan, jumlah peserta job fair ada 30 perusahaan. Sebanyak 13 perusahaan dari Grobogan dan 17 lainnya dari luar daerah. Ada ribuan lowongan kerja yang tersedia untuk 46 jenis jabatan.

Acara job fair dibuka Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono. Sejumlah perwakilan FKPD dan pejabat terkait terlihat hadir dalam pembukaan. Rencananya, bursa kerja akan dilangsungkan hingga Kamis besok.

Sumarsono berharap dalam job fair nanti banyak pencari kerja yang bisa tertampung. Dengan demikian, jumlah pengangguran secara tidak langsung juga akan turun.

“Jumlah pencari kerja tahun 2016 berkisar 10 ribu orang. Dari jumlah ini, baru sekitar 62 persen yang terserap. Jadi, adanya job fair ini kita harapkan bisa menekan angka pengangguran,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Mayatnya Ditemukan di Hutan Grobogan, Ternyata Semula Mau Ziarah, tapi Malah Meninggal

Petugas mengevakuasi mayat yang ditemukan di hutan Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Grobogan, Rabu (26/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sosok mayat perempuan ditemukan di Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Grobogan, tepatnya di kawasan hutan KPH Gundih, Rabu (26/7/2017). Mayat perempuan itu ditemukan petugas KPH Gundih saat berpatroli di kawasan hutan jati.

Saat melintas, petugas mencium bau menyengat. Setelah ditelusuri, bau itu berasal dari sosok mayat perempuan yang masih mengenakan pakaian lengkap dan memakai jilbab. Penemuan mayat tersebut selanjutnya dilaporkan pada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana menyatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Setelah ditelusuri, identitas mayat berhasil diketahui.

Identitasnya adalah Salem (70), warga Dusun Kukunrejo, Desa Gumantar, Kecamatan Mondokan, Sragen. Ciri-ciri mayat juga banyak kecocokan dengan keterangan pihak keluarga yang sudah 10 hari terakhir mencari keberadaan korban.

“Setelah kita identifikasi, jenazah kita serahkan pada pihak keluarga. Ciri-ciri yang disampaikan keluarga banyak kecocokan,” jelasnya.

Dari hasil keterangan pihak keluarga, korban saat itu sedang pamit pergi ke pemakaman orang tuanya yang lokasinya di tengah hutan pada hari Minggu (16/7/2017). Saat berangkat, korban naik ojek hingga pinggir jalan raya menuju makam.

Dari jalan raya, korban berjalan kaki menuju pemakaman yang jaraknya masih sekitar dua kilometer.

“Sejak pamit mau ziarah itu, korban tidak kembali lagi ke rumah. Keluarga juga sempat mencari ke berbagai tempat dan menyebarkan foto korban. Tapi hasilnya nihil,” jelasnya.

Suwasana menambahkan, korban diduga terpeleset dalam perjalanan ke pemakaman. Saat ditemukan, posisinya telungkup pada sebuah tebing.

 

Editor : Akrom Hazami

 

MELAWAN MAUT, Siswa Ngombak dan Kentengsari Kecamatan Kedungjati Grobogan Seberangi Sungai untuk Sekolah

Sejumlah warga menyeberangi Sungai Tuntang yang menghubungkan Desa Kentengsari dan Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga di Desa Kentengsari dan Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Grobogan mengharapkan adanya bangunan jembatan yang menghubungkan kedua wilayah.

Sebab, tidak adanya jembatan menyebabkan warga setempat harus menempuh bahaya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Yakni, menyeberangi sungai Tuntang yang membelah kedua desa tersebut.

“Akses terdekat memang dengan menyeberangi sungai Tuntang. Kalau mau memutar juga bisa sebenarnya. Tapi jarak tempuhnya bisa sampai lima kilometer,” ujar Sugiyono, warga Dusun Ngawuran, Desa Kentengsari.

Untuk melakukan berbagai aktivitas dengan menyeberangi sungai selebar 50 meter itu bisa lebih mudah ditempuh jika kondisi air dangkal. Seperti saat musim kemarau seperti ini. Saat ini, kedalaman air berkisar 1-2 meter.

Sebagai pengaman, warga memasang tambang berukuran cukup besar yang dikaitkan di kedua sisi sungai. Saat menyeberang, salah satu tangan warga berpegangan pada tambang.

Saat anak sekolah berangkat dan pulang, aktivitas warga di lokasi tersebut terlihat lebih ramai. Para orang tua menggendong anaknya menyeberangi sungai supaya pakaiannya tidak basah.

Jika orang tuanya tidak sempat mengantar, sejumlah bocah bersama menyeberangi sungai. Biasanya, mereka melepas pakaian sekolah dan sepatunya dan mengenakan kaos dan celana biasa.

Ketika sudah sampai seberang sungai, mereka mengenakan lagi seragamnya. Sedangkan, kaos dan celana pendek yang basah dilepas dan dimasukkan tas plastik.

“Melakukan aktivitas dengan menyeberangi sungai sudah jadi rutinitas sehari-hari kalau debit sungai turun. Kalau sungai penuh air, terpaksa kita lewat jalur memutar,” imbuh Hartejo, warga lainnya.

Kepala Desa Ngombak Kartini mengatakan, setiap hari terdapat ratusan orang yang memanfaatkan jalur sungai untuk beraktivitas. Baik anak sekolah, petani dan pedagang.

Terkait dengan kondisi itu, memang sempat muncul usulan untuk membangun sebuah jembatan gantung.

“Untuk saat ini pihak desa belum memungkinkan untuk membuat jembatan. Kami butuh dukungan dari Pemkab, provinsi atau pusat untuk merealisasikan usulan warga,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Gaun Bikinan Siswi SMKN 1 Purwodadi Raih Peringkat III Tingkat Jawa Tengah

Siswa SMKN 1 Purwodadi Noriana Pratiwi berhasil raih peringkat III dalam ajang seleksi daerah calon competitor Asean Skills Competition XII yang diselenggarakan Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, akhir pekan lalu.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Daftar nama siswa SMKN 1 Purwodadi yang berhasil jadi juara bertambah lagi. Terbaru, ada siswi yang meraih titel peringkat III dalam ajang seleksi daerah calon kompetitor Asean Skills Competition XII yang diselenggarakan Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Pelaksanaan seleksi ini dilangsungkan di LPK Alwine Semarang.

Siswi yang meraih prestasi berprestasi adalah Noriana Pratiwi. Saat ini, Noriana tercatat sebagai siswi kelas XII jurusan tata busana.

Dalam ajang tersebut, puluhan peserta dari berbagai SMK diharuskan membuat sebuah gaun. Proses pembuatan dimulai dari membikin desain, pola hingga menjahit gaun sampai jadi.

“Untuk pembuatan gaun dari awal sampai selesai disediakan waktu totalnya 9 jam. Semua bahan dan peralatan sudah disediakan panitia,” jelas Noriana yang ditemui di sekolahannya, Selasa (25/7/2017).

Dalam lomba tersebut, siswi asal Desa Pakis, Kecamatan Kradenan itu tidak menyangka jika hasil karyanya bisa dinobatkan meraih peringkat III. Sebab, hasil karya pesaingnya dinilai juga cukup bagus. Terlebih, itu adalah keikutsertaannya mengikuti lomba untuk pertama kalinya.

Guru pembimbing yang mendampingi lomba Khunayah menambahkan, sebelum tampil mengikuti even tersebut, pihaknya sudah membekali Noriana dengan persiapan khusus. Termasuk, melatihnya membuat belasan gaun pesta berbagai model.

“Menghadapi even itu, kami memang melakukan persiapan serius. Alhamdulillah, bisa dapat juara III,” kata guru yang tinggal di Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati itu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Purwodadi Sukamto menyatakan, selain penghargaan, setiap siswa yang dapat prestasi akan dikasih reward. Besar kecilnya reward ini kita sesuaikan dengan level juara yang didapatkan.

“Pemberian reward ini sudah kita lakukan sejak lama. Hal ini kita terapkan sesuai dengan slogan kami bahwa SMKN 1 Purwodadi adalah ‘Sekolahnya para Juara’,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini, pihak sekolah selalu mendukung setiap kegiatan positif yang ingin dilakukan para siswa. Baik kegiatan dalam bidang akademisi maupun ekstrakurikuler, termasuk olahraga dan ketrampilan.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Keren, Guru Multimedia SMKN 1 Purwodadi ini Raih Peringkat II Tingkat Nasional

Guru multimedia SMKN 1 Purwodadi Vivi Nur Azizah berhasil menggapai juara II dalam lomba keahlian guru produktif (LKGP) tingkat nasional akhir pekan lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Prestasi tingkat nasional diraih guru SMKN 1 Purwodadi, baru-baru ini. Guru multimedia Vivi Nur Azizah berhasil menduduki peringkat II dalam lomba keahlian guru produktif (LKGP) tingkat nasional akhir pekan lalu.

Pelaksanaan lomba yang diikuti guru SMK dari berbagai daerah dilangsungkan di kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Meski belum berhasil menjadi yang terbaik namun prestasi itu dinilai sudah membanggakan.

“Terus terang, saya tidak menyangka bisa dapat juara II. Soalnya, saingan dalam lomba ini cukup berat karena levelnya nasional,” ujar Vivi, Selasa (25/7/2017).

Menurutnya, LKGP tersebut sudah dilangsungkan dua kali. Tahun lalu, ia sempat ikut berpartisipasi. Namun, prestasi akhir hanya dapat urutan keenam.

Belajar dari pengalaman perdana, Vivi kembali ikut LKGP tahun 2017. Hasilnya, prestasinya naik bisa jadi peringkat II.

Untuk bisa mengikuti final LKGP tersebut butuh proses panjang. Sebab, peserta terlebih dulu harus menjalani tahapan seleksi online. Yakni, membuat perangkat pembelajaran berikut hasil video berdurasi 20 menit. Hasil pembuatan video disimpan dalam keping DVD dan diberi label yang sesuai dengan tema.

“Peserta yang ikut seleksi sekitar 330 an. Setelah diseleksi terpilih 50 finalis dari berbagai jurusan. Khusus jurusan multimedia terjaring 10 finalis,” ungkap guru asal Gemolong, Sragen yang sudah 6 tahun mengajar di SMKN 1 Purwodadi itu.

Lulusan Desain Komunikasi Visual UNS Surakarta itu menyatakan, semua peserta diwajibkan menjalani empat tahapan dalam final. Yakni, tes kognitif tertulis, tes kompetensi dengan praktik bikin video berdurasi 10 menit, paparan prestasi terbaik dan praktik mengajar.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Purwodadi Sukamto menyatakan, prestasi yang diraih salah satu gurunya tersebut memang di luar prediksi. Meski memintanya untuk berupaya keras, namun tidak ada target yang dibebankan dalam LKGP tersebut.

“Apa yang diraih ibu Vivi ini memang membanggakan. Semoga ini bisa melecut semangat guru lainnya untuk meraih prestasi,” katanya. (nap)

 

Editor : Akrom Hazami

 

3 Calon Haji Grobogan Meninggal Menjelang Keberangkatan

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melepas keberangkatan jemaah haji di pendapa kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rombongan calon haji Grobogan berkurang jumlahnya. Hal ini menyusul adanya tiga orang calhaj yang meninggal dunia. Hal itu disampaikan Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag Grobogan Ali Ichwan, di sela-sela acara pamitan haji di pendapa kabupaten, Selasa (25/7/2017).

Ali menjelaskan, rombongan jemaah keseluruhan sebelumnya ada 980 orang. Terdiri 974 jemaah dan 6 petugas haji.

“Beberapa waktu lalu, ada tiga jemaah kita yang meninggal. Jadi jumlah rombongan keseluruhan nantinya ada 977 orang,” jelasnya.

Menurut Ali, keberangkatan jemaah haji Grobogan perdana akan dilangsungkan 1 Agustus mendatang, yakni untuk kloter 17. Kemudian, kloter 64 pada 15 Agustus. Sementara kloter 65 dan 66 berangkat pada hari yang sama, yakni 16 Agustus.

“Jumlah kloternya ada empat. Pemberangkatan perdana dilangsungkan pukul 05.00 WIB atau habis subuh,” katanya.

Ditambahkan, jemaah haji kloter 17 dan 65 diisi sebanyak 355 orang yang seluruhnya dari Grobogan. Kemudian, ada 136 orang masuk kloter 64 dan 221 orang ikut kloter 66. Untuk kloter 64 bergabung dengan jamaah Kabupaten Semarang dan kloter 66 gabung Kota Semarang.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Biar Ibadah Lancar, Bupati Grobogan Minta Jemaah Haji Patuhi Jadwal

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat melepas keberangkatan jemaah haji di pendapa kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan calon haji melangsungkan acara pamitan dengan Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta jajaran FKPD di pendapa kabupaten, Selasa (25/7/2017). Acara pamitan juga dihadiri Kepala Kemenag Grobogan Hambali serta para petugas yang akan mendampingi para jemaah.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni meminta para jemaah supaya mematuhi aturan dan jadwal pelaksanaan ibadah yang sudah ditetapkan. Sebab, adanya jadwal tersebut bertujuan supaya pelaksanaan ibadah berjalan lancar.

“Seperti diketahui, orang yang melaksanakan ibadah haji ini jumlahnya jutaan. Maka harus diatur supaya ibadah bisa aman dan lancar. Hal ini hendaknya benar-benar diperhatikan,” jelasnya.

Sri juga meminta para jemaah haji agar menjaga kondisi kesehatan. Sebab, waktu keberangkatan menuju tanah suci sudah cukup dekat. Yakni mulai awal Agustus nanti.

Kepada para petugas haji, Sri juga meminta agar mereka bisa mengemban tugas dengan amanah. Yakni, dengan memberikan pelayanan maksimal pada jemaah selama berada di tanah suci.

“Tugas pendamping ini sangat berat. Untuk itu, saya minta agar para petugas ini bisa bersikap sabar dan amanah selama menjalankan tugas,” pesannya.

Editor : Akrom Hazami

 

6 Kalinya Pemkab Grobogan Raih Penghargaan KLA Kategori Pratama

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise menyerahkan penghargaan KLA kategori pratama kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni di Pekanbaru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan kembali menorehkan prestasi pada bidang BP3AKB. Yakni, berhasil lagi meraih penghargaan kabupaten / kota layak anak (KLA) untuk kategori pratama.

Penghargaan KLA itu diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni di Pekanbaru, Sabtu (23/7/2017).

“Prestasi yang kita capai di bidang KLA ini boleh dibilang membanggakan. Sebab, pengharaan KLA ini sudah enam kali berhasil kita dapat,” ungkap Kepala BP3AKB Grobogan Adi Djatmiko.

Dijelaskan, empat penghargaan KLA sebelumnya didapat tahun 2009, 2011, 2012, 2013 dan 2015. Penghargaan itu diberikan karena pemkab dinilai telah melakukan upaya konkret terhadap pemenuhan hak sipil anak dan adanya forum anak dari tingkat desa sampai kabupaten.

Menurut Adi, ada beberapa kebijakan lain yang mendukung diraihnya penghargaan KLA itu. Yakni, pembangunan taman cerdas dan pembentukan peraturan Bupati Grobogan Nomor 7 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, juga telah dibentuk lembaga perlindungan anak berbasis masyarakat desa (LPAD) dan adanya peran karang taruna dalam perlindungan anak.

“Program yang sudah ada ini akan segera kita evaluasi untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi. Dan, kami juga berharap peran serta dari semua pihak untuk mendukung program terhadap anak-anak ini,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Peringatan Hari Anak Nasional di Tlogotirto Grobogan Panen Pujian

Ratusan warga Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus memadati komplek lapangan untuk memperingati Hari Anak Nasional, Minggu (23/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pihak memberikan apresiasi positif terkait acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dilangsungkan warga Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, Minggu (23/7/2017) lalu. Sebab, kegiatan peringatan itu jarang diselenggarakan.

Selain itu, acara yang dilangsungkan di kompleks lapangan Desa Tlogotirto tersebut dipadati ratusan warga. Mulai anak-anak, hingga orang tua dengan sukarela menghadiri acara yang dilangsungkan sore hingga jelang petang tersebut.

“Apa yang dilakukan masyarakat Desa Tlogotirto dalam memperingati Hari Anak Nasional patut diapresiasi. Semoga, kegiatan semacam itu bisa ditiru masyarakat desa lainnya,” jelas Agus Winarno, warga Purwodadi yang kebetulan sempat menyaksikan semaraknya peringatan HAN di Tlogotirto tersebut.

Kepala Desa Tlogotirto Tri Adi Saputra menyatakan, dalam peringatan HAN ini ada sekitar 500 warga yang hadir. Untuk menyemarakkan suasana, pihaknya mendatangkan hiburan beragam badut lucu biar anak-anak terhibur. Peringatan HAN ini dilaksanakan oleh Lembaga Perlindungan Anak Desa (LPAD) Tlogotirto yang sudah terbentuk beberapa waktu lalu.

“Peringatan Hari Anak Nasional tadi ramai sekali dan meriah. Ratusan warga ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemarin. Tidak hanya anak-anak, orang tua juga senang dengan acara ini,” jelas Adi, Senin (24/7/2017).

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan tidak semata-mata hanya untuk memperingati HAN yang jatuh pada tanggal 23 Juli. Tetapi ada tujuan lain yang jadi sasaran. Yakni, menciptakan momen bagi orang tua supaya bisa meluangkan sedikit waktunya untuk bermain bersama anaknya.

Adi menyatakan, hak anak adalah bagian dari hak azasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan dipenuhi oleh orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara. Salah satunya adalah hak anak untuk bermain.

Dalam rangka memenuhi sebagian hak anak tersebut, di Desa Tlogotirto sudah dibuatkan taman bermain. Lokasinya berada di sebelah utaran lapangan sepak bola.

Adanya taman bermain tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Indikasinya, setiap sore hari, banyak anak-anak yang terlihat gembira saat bermain di tempat tersebut. Sedangkan bagi anak muda bisa main sepak bola di lapangan. Sementara orang tua yang mengantar anaknya bermain bisa olahraga jogging atau jalan santai di areal taman bermain.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga Tanjungrejo Grobogan Terbakar

Petugas pemadam kebakaran bersama warga berupaya memadamkan kobaran api di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan. (MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi lagi di Grobogan, Minggu (23/7/2017). Sebuah rumah di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan ludes terbakar, sekitar pukul 12.30 WIB. Rumah yang terbakar diketahui milik Kardi (42), warga yang tinggal di Dusun Sawit.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong. Beberapa jam sebelum kejadian, pemilik rumah sudah berangkat ke sawah  bersama para petani lainnya.

Peristiwa kebakaran diketahui ketika nyala api sudah membesar dan memunculkan asap yang cukup tebal. Melihat kepulan asap tebal, para petani yang ada disawah segera berlarian menuju perkampungan.

Untuk mencegah mengganasnya api, puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya ini tidak membawa hasil lantaran banyak barang mudah terbakar di dalam rumah serta adanya hembusan angin cukup kencang saat kejadian.

Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran Grobogan tiba dilokasi kejadian. Meski demikian, petugas pemadam dibantu warga masih butuh waktu lebih dari satu jam untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus mencegah menjalarnya api ke rumah lain yang berdekatan.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, rumah dan seluruh isinya habis terbakar. Untuk tafsir kerugian material sekitar Rp 100 juta,” kata Kaur Pembangunan Desa Tenjungrejo Supriyanto.

Menurutnya, diduga kebakaran disebabkan konsleting listrik. Hal itu dimungkinkan lantaran saat kejadian rumah dalam kondisi kosong.

Editor : Akrom Hazami 

Polres Grobogan Manfaatkan Momen MOS untuk Sosialisikan Tertib Berlalu Lintas

Polwan dari Satlantas Polres Grobogan menyampaikan sosialisasi pada siswa baru SMAN 1 Purwodadi, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS) untuk siswa baru digunakan digunakan jajaran Satlantas Polres Grobogan buat menyampaikan sosialisasi. Khususnya, sosialisasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas ke berbagai sekolah.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, para pelajar sejauh ini memang memiliki risiko tinggi alami kecelakaan. Penyebabnya, mereka belum memahami dengan baik aturan berkendara di jalan raya. Selain itu tingkat emosional tinggi, kontrol terbatas, belum memiliki risiko tanggungan keluarga juga jadi faktor lainnya.

Secara umum kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan pelajar masih rendah. Mereka ini mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya, hanya sekadar bisa. Akan lebih ideal, bila mereka memahami aturan berlalu lintas dan terampil dalam berkendara. “Melalui momen MOS ini kita jadikan salah satu upaya pembinaan tertib berlalu lintas sejak dini. Selain SMP, sosialisasi juga sampaikan di untuk siswa SMA,” katanya, Sabtu (22/7/2017).

Diharapkan, setelah dapat sosialisasi, para siswa ini nantinya dapat menjadi pelopor tertib berlalu lintas di kalangan keluarga dan lingkungannya. Selain itu, harapan ke depan, adanya sosialisasi bisa berdampak dengan turunnya angka kecelakaan, khususnya di kalangan pelajar.

Dalam sosialisasi tertib berlalu lintas, petugas tidak sekadar menyampaikan materi saja.  Tetapi juga mengadakan tanya jawab dan permainan yang menarik.

“Hadiah berupa alat tulis diberikan bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan. Dengan model begini, kegiatan sosialisasi tidak monoton,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pengurus Kwarcab Grobogan Studi Banding ke Banyumas

Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro  saat menghadiri salah satu agenda, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 80 pengurus Kwarcab Grobogan mengadakan studi banding ke Banyumas, Sabtu (22/7/2017). Studi banding yang dipimpin Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro  itu juga diikuti oleh Andalan Cabang, Pusdiklatcab, DKC, Ketua Kwartir Ranting dan Pinsaka. Kedatangan pengurus dari Grobogan diterima Ketua Kwarcab Banyumas Achmad Supartono di pendapa Bumi Emas Banyumas.

 

Menurut Icek, kegiatan studi banding tujuan utamanya adalah untuk  mencari informasi lebih mendalam tentang pengelolaan dan administrasi kegiatan kepramukaan. Dipilihnya Banyumas karena selama ini, Kwarcab tersebut sudah memiliki banyak prestasi. Baik di level Jateng maupun nasional.

“Prestasi Kwarcab Banyumas sudah tidak diragukan lagi. Makanya, kita perlu belajar kesana. Hasil studi banding ini akan digunakan sebagai pengalaman dalam mengelola Kwarcab Grobogan menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Kwarcab Banyumas Achmad Supartono merasa gembira dengan adanya kunjungan tamu dari Grobogan tersebut. Dengan adanya kunjungan itu, dia berharap makin mempererat tali silaturahmi dan bisa saling bertukar informasi.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

  Film Produksi SMKN 1 Purwodadi Jadi Juara Lomba Film Indie

Kajari Grobogan Edi Handojo menyerahkan penghargaan pada juara lomba film indi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –   Prestasi baru diraih tim dari SMKN 1 Purwodadi dalam lomba film indie yang digelar Kejaksaan Negeri Grobogan. Dalam ajang itu, film produksi tim SMKN 1 Purwodadi berjudul ‘Mulailah Sadar” berhasil meraih juara.

Selain dapat titel terbaik, film bertema kesadaran hukum itu juga menghasilkan dua penghargaan lainnya. Masing-masing, pemeran pria terbaik dan sutradara terbaik atas nama satu orang yakni, Yoga Dwi Yulian.

Untuk peringkat II, diraih film berjudul ‘Harus Taat Aturan’ produksi SMAN 1 Purwodadi. Satu film lainnya produksi SMA PGRI Wirosari berjudul ‘Terhempas Terali Kasih’ berhasil meraih perigkat III.

Kajari Grobogan Edi Handojo menyatakan, jumlah peserta LFI ada 35 film. Pesertanya datang dari kalangan sekolah SMA/SMK. Tiap peserta boleh mengirimkan film lebih dari satu karya.

Menurutnya, lomba film yang baru pertama dilakukan ini bertujuan untuk menyemarakkan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-57. Melalui ajang ini juga bisa jadi sarana bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimiliki dalam membuat sebuah film.

“Film yang disertakan dalam lomba kali ini bagus-bagus. Adapun film yang diikutkan dalam festival ini temanya tentang masalah yang berkaitan hukum dengan durasi maksimal selama 10 menit,” katanya usai penyerahan piala pada pemenang lomba, Sabtu (22/7/2017).

 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Bakal Ada Job Fair, Pencari Kerja di Grobogan Mulai Berburu Kartu Kuning

Puluhan orang sedang mengurus kartu kuning di kantor Disnakertrans Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana kantor Disnakertrans Grobogan terlihat lebih ramai beberapa hari terakhir ini. Kebanyakan, mereka yang datang ke kantor tersebut bertujuan untuk mencari kartu pencari kerja atau yang lebih dikenal dengan istilah kartu kuning.

 

Banyaknya pencari kerja itu salah satunya disebabkan bakal adanya acara job fair atau pameran bursa kerja di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi. Rencananya, acara bursa kerja yang digelar Disnakertrans itu bakal dilangsungkan selama dua hari. Yakni, 26-27 Juli mendatang.

“Saya mencari kartu kuning untuk persiapan melamar pekerjaan saat job fair nanti. Mumpung waktunya masih lama, saya persiapkan berkas mulai sekarang,” kata Ratna, salah seorang pencari kartu kuning, Sabtu (22/7/2017).

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto menyatakan, pencari kartu kuning memang ada kenaikan. Tepatnya, setelah pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK beberapa waktu lalu dan momen Lebaran.

Menurutnya, pencari kerja yang dihitung berdasarkan kepengurusan kartu  AK 1 berkisar 150 orang per hari. Sebelumnya, pencari kartu kuning sekitar 20 hingga 50 orang per hari.

“Setiap selesai kelulusan biasanya memang banyak yang cari kartu kuning. Permintaan kartu kuning terus mengalir karena kebetulan kita akan melangsungkan acara job fair,” jelasnya.

Ditambahkan, acara pameran bursa kerja selama dua hari itu akan diikuti sedikitnya puluhan perusahaan. Selain dari wilayah Grobogan, beberapa perusahaan dari kabupaten tetangga juga sudah mamastikan untuk berpartisipasi dalam acara itu. Seperti, dari Semarang, Jepara, Demak, dan Solo.

 “Dalam acara ini cukup banyak tenaga kerja yang bisa terserap, jumlahnya bisa ribuan. Oleh sebab itu, bagi yang ingin mendapatkan pekerjaan, harap persiapkan diri mulai sekarang,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pemasangan Palang Pintu Perlintasan KA di Katong Grobogan Bakal jadi Percontohan

Pengendara motor berhenti di perlintasan kereta api di Desa Katong yang sudah dilengkapi palang pintu dan petugas jaga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemasangan palang pintu sederhana di perlintasan kereta di Desa Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan mendapat apresiasi banyak pihak. Sebab, adanya palang pintu bisa menekan terjadinya kecelakaan. Selain itu, apresiasi juga diberikan karena pembuatan palang berasal dari swadaya masyarakat yang menghendaki supaya perlintasan tidak ditutup.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto menjelaskan, pembuatan palang pintu secara swadaya yang dilakukan warga Katong memang patut diapresiasi. Bahkan, pihaknya akan menjadikan pembuatan palang swadaya sebagai percontohan bagi desa lainnya yang wilayahnya juga terdapat perlintasan sebidang.

Menurut Agung, hal itu akan dilakukan setelah izin untuk melegalkan palang pintu yang dibuat secara swadaya oleh warga tersebut keluar. Beberapa waktu lalu, pihak desa sudah mengirimkan permintaan izin kepada Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementrian Perhubungan.

“Setelah palang pintu dibuat, pihak Desa Katong memang mengirimkan surat kepada Direktur Keselamatan DJKA Kemenhub untuk melegalkan perlintasan. Sebab, sekarang perlintasan sudah dilengkapi palang pintu dan ada petugas jaga. Namun, sampai saat ini, izinnya belum turun. Kita harapkan dalam waktu dekat sudah keluar,” jelasnya.

Agung menyatakan, sejauh ini masih ada banyak perlintasan kereta yang tidak berpintu dan ada penjaganya. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah perlintasan  keseluruhan

ada 139 titik. 

Perlintasan ini terbentang dari arah barat ke timur. Mulai Kecamatan Tegowanu, Tanggungharjo, Kedungjati, Gubug, Godong, Karangrayung, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Pulokulon, Geyer, Kradenan, dan Gabus.

“Dari 139 titik ini, baru 11 titik perlintasan yang dilengkapi pintu atau dijaga petugas. Sementara titik perlintasan lainnya belum ada pintu maupun penjaganya. Beberapa 

perlintasan  yang arus lalu lintasnya cukup ramai biasanya ada penjaga swadaya. Untuk menekan kecelakaan, salah satu upayanya adalah memasang rambu peringatan di perlintasan dan garis kejut,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Ada Wacana, Sarana Transportasi BRT Bakal Masuk Wilayah Grobogan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Sarana transportasi masyarakat berupa Bus Rapid Transit (BRT) saat ini ramai diperbincangkan banyak pihak. Hal ini terkait dengan kabar bakal dibukanya jalur BRT dari Semarang hingga masuk wilayah Grobogan.

Meski demikian, jalur BRT nantinya tidak sampai di kota Purwodadi. Tetapi hanya berakhir di Kecamatan Gubug saja.

“Informasinya, jalur BRT akan dibuka tahun ini. Tapi hanya sampai Gubug saja,” ujar Arifin, warga Gubug.

Informasi yang didapat menyatakan, jalur BRT nanti panjangnya sekitar 30 km. Yakni, mulai Stasiun Tawang hingga depan Terminal Gubug.

Kepala Dinas Perhubungan Grobogan Agung Sutanto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, operasional BRT kewenangannya berada pada Dinas Perhubungan Provinsi Jateng.

Menurut Agung, informasi yang didapat, koridor BRT jalur Semarang-Grobogan hanya sampai di depan Terminal Gubug. Di depan terminal nanti akan dibangun shelter BRT pada tepi jalan. Pembuatan shelter kemungkinan juga ditempatkan di daerah Tegowanu.

“Memang ada rencana operasional BRT dari Semarang sampai Gubug. Namun, sejauh ini kami belum mengetahui dengan pasti kapan dilakukan,” jelasnya, Jumat (21/7/2017).

 

Editor : Akrom Hazami

 

Pecah Ban, Truk Tronton Tanpa Muatan Terjang Median Jalan di Purwodadi Grobogan

Pot bunga di atas pulau jalan di sebelah barat Mapolres Grobogan rusak diterjang truk yang mengalami pecah ban, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kecelakaan tunggal terjadi di jalan Gajah Mada Purwodadi, tepatnya di sebelah barat Mapolres Grobogan, Jumat (21/7/2017). Sebuah truk tronton tanpa muatan mengalami pecah ban depan sebelah kanan saat melintas sekitar pukul 13.15 WIB.

Akibat kejadian ini, sopir truk Agung Prasetyanto (48), warga Gemah Raya, Kota Semarang tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Kemudian, truk warna merah dengan nomor polisi H 1657 TG justru melaju naik ke tengah median jalan dan menabrak pot bunga yang ada di atasnya.

Pot bunga berbentuk persegi panjang itu hancur akibat tertabrak truk. Setelah menghantam pot keempat, kendaraan berhenti dan akhirnya di bisa dikemudikan ke pinggir jalan.

Tidak ada korban dalam musibah tersebut. Sopir truk dan kernetnya tidak mengalami luka sedikitpun tetapi masih terlihat kaget dengan musibah yang dialami.

“Sepanjang perjalanan tadi tidak ada kendala. Setelah masuk kota Purwodadi ban depan sebelah kanan pecah. Untungnya, tidak ada korban,” kata Agung.

Menurutnya, sebelumnya truk tersebut dipakai mengantar spring bed ke Solo. Saat mengalami musibah pecah ban, ia dalam perjalanan pulang menuju Semarang.

Kanit Patroli Satlantas Grobogan Ipda Afandi menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait yang menangani taman jalan untuk menangani kerusakan pot bunga tersebut.

“Bagian pot yang berceceran ke jalan sudah kita bersihkan agar tidak membahayakan pengguna jalan. Dari dinas terkait juga sudah kita kasih tahu kejadian ini,” katanya di lokasi.

Editor : Akrom Hazami

Setelah Diperlebar, Ditemukan Lagi Fosil Hewan Purba di Banjarejo Grobogan

Fosil hewan purbakala baru ditemukan di lokasi penemuan stegodon di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)obog

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelebaran lokasi penemuan fosil gajah purba jenis stegodon di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, membawa hasil yang mengejutkan. Hal ini menyusul ditemukannya beberapa fosil hewan purbakala baru di lokasi pelebaran.

Fosil yang ditemukan ini boleh dibilang juga cukup mengejutkan. Sebab, bukan merupakan fosil dari potongan tubuh stegodon. Tetapi, berasal dari spesies hewan purbakala jenis lainnya.

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, sedikitnya ada beberapa potongan fosil yang sudah terlihat.  Antara lain, satu potongan fosil berbentuk seperti tanduk. Kemudian, ada beberapa potongan fosil gigi buaya. Benda purbakala baru ini ditemukan pada areal pelebaran di sebelah utara lokasi ditemukannya fosil stegodon.

“Fosil berbentuk tanduk diperkirakan dari spesies banteng purba. Untuk kepastiannya, masih akan diteliti oleh tim ahli purbakala yang masih melangsungkan penelitian lapangan di lokasi,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam upaya penyelamatan temuan fosil gajah purba jenis stegodon memang dilakukan pelebaran areal penemuan, sejak beberapa hari lalu. Semula luas areal penemuan fosil stegodon berukuran 4 x 5 meter saja. Kemudian, lokasinya akan dilebarkan hingga ukuran sekitar 10 x 10 meter.

Menurut Taufik, pelebaran areal itu dilakukan untuk memudahkan dalam upaya penyelematan temuan fosil. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan masih adanya potongan fosil disekitarnya.

“Dari perkiraan tim ahli, sekitar lokasi itu masih ada fosil yang terpendam. Makanya, areal perlu dilebarkan untuk memastikan prediksi tersebut. Prediksi ini ternyata akurat dengan munculnya fosil baru,” katanya.

Selain melebarkan lokasi penemuan, tim ahli sebelumnya juga sudah melakukan beberapa kegiatan. Yakni, mengumpulkan berbagai data lapangan dan mendokumentasikan lokasi dan fosil yang sudah terlihat.

Editor : Akrom Hazami

 

Pekan Depan, Disnakertrans Grobogan Bikin Acara Bursa Kerja

Warga memanfaatkan kegiatan bursa kerja di Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada kabar gembira bagi Anda yang sedang bingung mencari pekerjaan. Sebab, Disnakertrans Grobogan rencananya bakal menggelar acara job fair atau pameran bursa kerja di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi.

Rencananya, acara bursa kerja bakal dilangsungkan selama dua hari. Yakni, 26-27 Juli mendatang.

“Ini merupakan penyelenggaran job fair ketiga yang sudah kita lakukan. Sebelumnya, kita juga sudah membuat acara serupa tahun 2015 dan 2016,” kata Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto, Kamis (20/7/2017).

Acara pameran bursa kerja selama dua hari itu akan diikuti sedikitnya puluhan perusahaan. Selain dari wilayah Grobogan, beberapa perusahaan dari kabupaten tetangga juga sudah mamastikan untuk berpartisipasi dalam acara itu. Seperti, dari Semarang, Jepara, Demak, dan Solo.

“Dalam acara ini cukup banyak tenaga kerja yang bisa terserap, jumlahnya bisa ribuan. Oleh sebab itu, bagi yang ingin mendapatkan pekerjaan, harap persiapkan diri mulai sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah penggangguran di wilayahnya dinilai masih cukup tinggi lantaran kurangnya penyerapan tenaga kerja. Sejauh ini, angka penyerapan tenaga kerja ini berkisar 60 persen.

Untuk bisa memenuhi target tersebut, pihaknya berupaya meningkatkan angka penyerapan tenaga kerja. Salah satunya, dengan menggelar bursa kerja. Diharapkan melalui kegiatan ini ada kenaikan angka penyerapan tenaga kerja dibandingkan tahun sebelumnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ada Peraturan Baru dari Menteri Keuangan, Rapat Pembahasan ABPD Grobogan 2018 Ditunda

Anggota Badan Anggaran DPRD Grobogan dan pihak eksekutif melangsungkan rapat pembahasan awal untuk membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2018. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rapat pembahasan awal untuk membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2018 akhirnya ditunda pelaksanaannya. Hal itu menyusul keluarnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru mengenai penyusunan APBD.

Salah satu hal yang muncul dalam PMK itu adalah kewajiban mengalokasikan anggaran 25 persen dari dana APBD untuk pembiayaan infrastruktur. Sementara alokasi pembiayaan infrastruktur yang disiapkan hanya berkisar 16 persen.

“Pembahasan KUA-PPAS APBD 2018 kita tunda dulu untuk menyesuaikan dengan adanya PMK. Kita jadwalkan pembahasannya pada 27-29 Juli mendatang,” kata Wakil Ketua DPRD HM Nurwibowo yang memimpin rapat tersebut.

Rapat antara pihak eksekutif dan badan anggaran DPRD Grobogan tersebut dilangsungkan di ruang paripurna utama,  Kamis (20/7/2017). Ada dua agenda yang disiapkan dalam rapat itu.

Pertama, pembahasan KUA-PPAS dan pemberian tambahan penghasilan bagi PNS yang dijadwalkan berlangsung tiga hari. Yakni, mulai Kamis hingga Sabtu lusa.

Agenda kedua, adalah membahas dan menyempurnakan raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2016 atas hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah.

Setelah pembahasan KUA-PPAS dan pemberian tambahan penghasilan bagi PNS, rapat dilanjutkan dengan agenda kedua. Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Moh Sumarsono diminta menyampaikan catatan dari hasil evaluasi gubernur terkait pelaksanaan APBD tahun anggaran 2016.

Editor : Akrom Hazami

Seribu Warga Grobogan Bakal Ikut Aksi Damai Tolak Full Day School di Semarang

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan –  Aksi damai menolak full day school (FDS) akan dilakukan Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) se-Jateng, Jumat (21/7/2017) besok di Semarang. Dalam aksi ini, warga dari Grobogan yang peduli dengan dunia pendidikan juga akan ikut ambil bagian.

“Kita akan kerahkan sekitar 1.000 orang untuk ikut aksi damai besok. Pesertanya dari berbagai unsur masyarakat yang peduli dengan dunia pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan,” jelas salah satu korlap aksi damai dari Grobogan Fakhrurozi, Kamis (20/7/2017).

Menurut Fakhrur, rombongan peserta aksi damai akan berkumpul pada Jumat pagi. Setelah itu, mereka bergerak bersama menuju titik kumpul di Simpanglima Semarang.

“Peserta akan salat Jumat dulu di Masjid Biturrohman Simpanglima. Habis jumatan baru menggelar aksi ke kantor Gubernur Jateng,” jelasnya.

Dijelaskan, penolakan FDS itu dilakukan karena kebijakan ini akan membawa dampak cukup besar. Terutama, keberadaan madrasah diniyah (madin) bisa terancam eksistensinya.

“Kalau FDS diterapkan, anak-anak berada di sekolah sampai sore. Padahal, kegiatan di madin kebanyakan dilangsungkan sore hari. Karena anak masih sekolah maka madin terancam tidak ada kegiatan belajar,” kata Fakhrur .

Fakhur menambahkan, dengan adanya kebijakan FDS, seolah keberadaan dan jasa madin tidak diakui. Padahal, selama puluhan tahun, lembaga ini sudah ikut memberikan andil cukup besar dalam bidang keagamaan dan pendidikan karakter.

“Kami merasa kebijakan FDS itu tidak pas. Oleh sebab itu, kebijakan ini harus dicabut,” imbuhnya. 

Diketahui,  KMPP akan mengerahkan massa lebih dari 10 ribu orang untuk melakukan aksi damai menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Sekolah di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan nomor 9 Semarang pada Jumat, pukul 13.00 WIB.

 

Editor : Akrom Hazami

Perhutani KPH Purwodadi Buka Kesempatan Pihak Ketiga Kelola Potensi Wisata

Administratur KPH Purwodadi Dewanto dan staf terkait melangsungkan rapat pengembangan wisata di wilayah hutan bersama pengelola dan calon pengelola potensi wisata. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski berada di kawasan hutan, namun pengelolaan potensi wisata yang dimiliki Perum Perhutani KPH Purwodadi bisa dikelola pihak ketiga. Khususnya, dari pihak desa yang berdekatan dengan potensi wisata tersebut.

Administratur KPH Purwodadi Dewanto menyatakan, sejauh ini sudah ada dua potensi wisata alam yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Seperti objek wisata bukit cinta di Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan. Kemudian, obyek wisata air terjun Widuri di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo.

Saat ini, ada pihak yang mengajukan untuk jadi pengelola Wisata Arga Wana Tirta yang lokasinya berada di dua wilayah. Yakni, Desa Beketel, Kayen, Pati dan Desa Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan.

“Kita baru saja mengadakan rapat pengembangan wisata di wilayah KPH Purwodadi bersama pengelola dan calon pengelola potensi wisata,” jelas Dewanto, Kamis (20/7/2017).

Dijelaskan, pengembangan wisata di kawasan hutan saat ini memang menjadi salah satu target untuk menambah pendapatan dari sektor nonkayu. Dalam pengembangan ini, Perhutani membuka kesempatan pada pihak ketiga untuk jadi pengelola.

Namun, untuk bisa jadi pengelola tentunya ada persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi dan disepakati bersama. Seperti, penanggung jawab, rencana pengelolaan dan master plan pengembangan jangka panjang.

“Potensi wisata yang ada di kawasan hutan KPH Purwodadi ini cukup banyak. Untuk bisa jadi pengelola nantinya ada hak dan kewajiban yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Tanda Datangnya Musim Kemarau Terlihat di Jalan Utama Kota Purwodadi Grobogan

Jalan aspal tampak menguning akibat dari dedaunan yang gugur di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain berkurangnya curah hujan dan teriknya cuaca, ada tanda alam yang terlihat di kota Purwodadi terkait masuknya musim kemarau. Yakni, rontoknya bunga pohon angsana.

Banyaknya bunga dari pohon peneduh itu menyebabkan kondisi sejumlah ruas jalan utama di Kota Purwodadi terlihat beda dari biasanya. Sebab, aspal jalan yang biasanya berwarna hitam berubah jadi kuning. Warna kuning ini berasal dari bunga yang berguguran dan menutup aspal.

Seperti diketahui, sejumlah ruas jalan protokol di kawasan kota, memang ditanami banyak pohon angsana untuk penghijauan. Kondisi pohon saat ini tingginya sudah mencapai 10 meter.

Dari pantauan di lapangan, saat ini, hampir semua pohon angsana itu tengah mengeluarkan bunga. Saat ada angin berhembus, bunga bunga itu berguguran jatuh ke jalan dan trotoar. Bahkan, kendaraan yang yang parkir di pinggir jalan juga terkena rontokan bunga yang berjatuhan.

“Kondisi seperti ini, sudah rutin terjadi tiap tahun. Saat bunga berguguran, terlihat seperti salju turun. Dari cerita orang tua, kalau bunga angsana sudah berjatuhan biasanya sudah masuk kemarau. Jadi, fenomena itu merupakan tanda alam,” kata Warsito, salah satu pedagang kaki lima di kawasan alun-alun Purwodadi, Rabu (19/7/2017).

Rontoknya bunga angsana itu di satu sisi bikin repot petugas kebersihan. Sebab, setelah dibersihkan, tidak lama berselang, kondisi jalan kembali berubah kuning.

“Memang rontoknya bunga angsana itu bikin sibuk petugas kami yang di lapangan. Tetapi, hal itu sudah kita antisipasi. Soalnya, kondisi ini terjadi tiap tahun,” kata Kasi Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Noer Rochman.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Persipur Gagal Revans Saat Bertandang ke Kandang PSIS

Pemain PSIS merayakan pesta usai melesakkan gol ke gawang Persipur di Stadion Jatidiri Semarang. (Twitter PSIS @psisfcofficial)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ambisi Persipur untuk melakukan revans melawan PSIS gagal terwujud. Meski sudah berjuang maksimal, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu (19/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan M Ridwan dari tendangan bebas menit ke 43. Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur dianggap melakukan pelanggaran beberapa meter di luar kotak penalti.

Di babak kedua, Persipur yang ketinggalan mencoba melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan tuan rumah.

Manajer Persipur Budi Susilo mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimakan beberapa peluang yang dimiliki, khususnya pada babak kedua.

“Penampilan anak-anak sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Sayangnya, beberapa peluang gagal menghasilkan gol,” katanya.

Dengan hasil ini, skuad Laskar Petir gagal membalas kekalahan yang didapat pada laga pertama liga 2. Meski pertandingan pembuka digelar di Purwodadi, namun PSIS berhasil menang 1-2 waktu itu.

 

Editor : Akrom Hazami

 

6 Keluarga di Grobogan Ikut Program Transmigrasi

Calon Transmigran Grobogan saat diberi serangkaian pelatihan sebelum diberangkatkan menuju lokasi tujuan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 6 keluarga yang berasal dari beberapa desa akan diberangkatkan menuju daerah tujuan transmigrasi. Hal itu disampaikan Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Grobogan Hadi Purmiyanto saat ditemui di kantornya, Rabu (19/7/2017).

Menurut Hadi, dari 6 keluarga tersebut, sebanyak 4 keluarga nantinya akan ditempatkan di daerah Sepunggur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Sedangkan 2 keluarga lagi ditempatkan di kawasan Kalibera, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

“Peminat program transmigrasi di Grobogan masih cukup tinggi. Namun, kuota yang ditetapkan pemerintah terbatas. Tahun ini, hanya 6 keluarga saja yang dapat. Tahun lalu ada 10 keluarga yang berangkat transmigrasi dengan tujuan Bulungan,” katanya.

Sebelum diberangkatkan, ada beragam materi yang disampaikan pada calon transmigran. Antara lain, bidang pertanian, peternakan, pertukangan, kesehatan, aturan serta kebijakan transmigrasi dan bimbingan mental keagamaan. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai kondisi tempat tujuan berikut budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Mengenai rencana keberangkatan ke daerah tujuan transmigran, Hadi menyatakan belum berani memastikan. Sebab, pihaknya masih menunggu surat perintah pemberangkatan (SPP) terlebih dahulu dari pusat.

“Kepastian pemberangkatan belum ada kabar. Biasanya, pelaksanaannya pada bulan Oktober atau November,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami