Meriahnya Takbir Keliling di Grobogan

Warga mengikuti takbir keliling di Kelurahan/Kabupaten Grobogan, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara takbir keliling di Grobogan ternyata tidak hanya dilakukan saat momen Idul Fitri saja. Saat malam menjelang Idul Adha, ada juga sekelompok warga yang melangsungkan takbir keliling.

Salah satunya dilakukan warga yang berada di lingkungan Pucang, Kelurahan Grobogan. Pelaksanaan takbir keliling yang dilangsungkan selepas Isya diawali dari pelataran Masjid Baitul Muslimin. Peserta takbir keliling mengambil rute jalan raya di kawasan Kelurahan Grobogan dan berakhir di pelataran masjid.

Acara takbir keliling itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya orang yang melihat dari depan rumah maupun pinggir jalan raya yang dilalui rombongan takbir keliling itu.

Bahkan, beberapa pengendara sempat berhenti untuk menyaksikan rombongan takbir keliling melintas. Sebagian diantaranya tampak mengabadikan momen istimewa itu dengan kamera handphone.

Sekitar 300 orang yang mengikuti kegiatan takbir keliling pada Kamis (31/8/2017) malam. Selain berjalan kaki, ada juga peserta yang naik motor dan kendaraan bak terbuka. Sebagian peserta yang berjalan kaki tampak membawa lampion warna-warni.

Lurah Grobogan Kartini menyatakan, takbir keliling saat Idul Adha sudah jadi agenda rutin masyarakat di Lingkungan Pucang. Menurutnya, selain menjalin silaturahmi, momen seperti itu dilangsungkan sebagai salah satu sarana untuk menyiarkan agama Islam. Khususnya, saat momen Idul Adha.

“Kegiatan takbir keliling ini memang cukup unik karena dilangsungkan saat Idul Adha. Biasanya, acara seperti ini marak dilakukan saat Idul Fitri,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Polres Grobogan Buka Posko Pengaduan Korban First Travel

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menunjukkan posko pengaduan korban First Travel yang ditempatkan di kantor Satreskrim. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus ribuan warga yang gagal diberangkatkan umrah oleh perusahaan penyelenggara ibadah umroh (PPIU) First Travel ternyata mendapat perhatian cukup serius dari Polres Grobogan.

Indikasinya, bisa dilihat dengan dibukanya posko pengaduan di ruang Satreskrim bagi warga Grobogan yang ikut jadi korban First Travel, Kamis (31/8/2017).

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menyatakan, pembukaan posko pengaduan bertujuan untuk menampung keluhan atau aduan dari warga. Pembukaan posko dilakukan karena dari informasi yang diterima, ada ratusan waga Grobogan yang mendaftarkan umrah lewat First Travel tetapi belum kunjung diberangkatkan.

”Sejauh ini memang belum ada aduan dari masyarakat yang jadi korban First Travel. Jika nanti ada laporan masuk, akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga Grobogan yang jadi korban First Travel sempat mengadu ke kantor Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Jateng di Semarang. Jumlah pendaftar yang mengadu ke AMPHURI ini mencapai 160 orang. Dalam pengaduannya mereka menuntut uangnya dikembalikan atau segera diberangkatkan umrah.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali menyatakan, kasus yang menimpa korban First Travel itu bisa diselesaikan dengan baik. Harapannya, para korban nantinya bisa tetap berangkat menunaikan ibadah umroh atau setidaknya uangnya bisa dikembalikan.

Terkait kasus tersebut, Hambali meminta kepada masyarakat supaya mengambil hikmahnya. Untuk selanjutnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat memilih PPIU ketika ingin menunaikan ibadah umroh.

”Pesan saya, masyarakat agar lebih hati-hati. Cari informasi tentang PPIU yang menawarkan jasanya. Atau supaya lebih jelas, bisa minta informasi ke kantor Kemenag untuk mengetahui PPIU yang resmi dan sudah terakreditasi lembaganya,” pesannya. 

Editor : Supriyadi

Libatkan Ribuan Santri Ponpes, Peringatan Hari Santri di Grobogan Diprediksi Lebih Semarak

Kabag Kesra Moh Arifin memimpin rakor persiapan peringatan HSN di ruang rapat Setda Grobogan lantai I, Kamis (31/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Grobogan diperkirakan lebih semarak dibanding tahun lalu. Ribuan santri dari pondok pesantren yang tersebar di berbagai kecamatan bakal dilibatkan untuk mendukung peringatan HSN.

”Peringatan HSN akan dilangsungkan 22 Oktober nanti. Pelaksanaan HSN ini kita upayakan agar meriah dan menarik dengan melibatkan ribuan santri,” kata Kabag Kesra Moh Arifin, usai menggelar rapat persiapan HSN di ruang rapat Setda Grobogan lantai I, Kamis (31/8/2017).

Rapat koordinasi persiapan HSN dihadiri Ketua PCNU Grobogan Abu Mansyur dan jajaran pengurusnya. Hadir pula Ketua Syuriah PCNU KH Khambali serta perwakilan dari sejumlah ponpes.

Menurut Arifin, dalam rakor disepakati akan dibentuk sebuah kepanitiaan khusus HSN. Panitia ini akan melibatkan unsur Pemkab Grobogan, PCNU, Ponpes dan sejumlah pihak terkait lainnya. Pihak panitia inilah nantinya yang akan merumuskan konsep terbaik agar pelaksanaan HSN bisa sesuai rencana.

”Banyak usulan terkait peringatan HSN. Seperti diadakan pentas seni, pawai ta’aruf, dan lainnya. Nanti, untuk rangkaian acara terbaik akan diputuskan panitia. Satu kegiatan yang pasti dilakukan adalah upacara peringatan HSN di alun-alun,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bahayakan Pengendara, Rekahan Jalan di Jalur Danyang-Pulokulon Mulai Ditangani

Sejumlah pekerja menangani rekahan jalan di jalur Danyang-Pulokulon yang kondisinya membahayakan pengendara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sorotan sejumlah pihak terhadap banyaknya ruas jalan yang merekah di jalur Danyang-Pulokulon tampaknya mendapat respons dari dinas terkait. Indikasinya, rekahan jalan yang membahayakan pengendara itu mulai ditangani.

Dari pantauan di lapangan, tampak ada beberapa pekerja yang sedang menutup rekahan jalan dengan kerikil dan pasir. Setelah dipadatkan pada bagian paling atas ditutup dengan lapisan aspal.

“Penanganan rekahan jalan sudah kita lakukan sejak dua hari lalu. Butuh waktu beberapa hari lagi untuk menutup rekahan jalan karena titiknya cukup banyak,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono, Rabu (30/8/2017).

Rekahan ini persis berada di tengah jalan yang dibuat dengan konstruksi beton. Panjang rekahan ini bervariasi, antara 5 sampai 10 meter dengan lebar bisa mencapai 10 cm. Bagi kendaraan roda empat, kondisi jalan yang merekah ini tidak begitu terasa. Tetapi buat kendaraan roda dua sangat berbahaya. Jika roda sampai terperosok dalam rekahan tersebut, kemungkinan terjatuh cukup tinggi.

Sementara itu, meski merasa senang dengan perbaikan tersebut namun warga berharap agar upaya penanganan rekahan jalan dilakukan lebih maksimal. Misalnya, dengan membuat fondasi penahan yang kuat dibagian pinggir cor beton.

Hal itu perlu dilakukan karena penyebab utama munculnya rekahan itu akibat sisi pinggir cor beton hanya diuruk dengan tanah. Kondisi ini menyebabnya lapisan tanah tidak bisa berfungsi maksimal sebagai penahan ketika ada kendaraan berat yang melintas.

“Kalau rekahan cuma diisi kerikil dan ditutup aspal tidak akan kuat lama. Soalnya, sebelumnya sudah ditangani dengan cara seperti ini. Tetapi, tidak lama lagi rekahan itu kembali muncul,” cetus Wartono, warga Kandangan, Kecamatan Purwodadi. 

Editor : Akrom Hazami

 

Pemkab Grobogan Diminta Prioritaskan Pembuatan Tempat Penampungan Sampah Sementara

Tumpukan sampah liar di pinggir jalan raya Purwodadi-Semarang dikeluhkan pengendara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pihak meminta agar Pemkab Grobogan menaruh perhatian serius pada masalan penanganan sampah. Salah satunya, dengan membuat tempat penampungan sampah sementara (TPSS) atau menyediakan kontainer di sejumlah titik.

Permintaan itu dilontarkan karena saat ini makin marak tempat pembuangan sampah liar. Kebanyakan, tempat pembuangan sampah liar ini berada di pinggir jalan raya yang dilalui banyak pengendara. Antara lain, di ruas jalan raya meruju arah Semarang, Pati, Boyolali dan Solo.

Dengan membuat TPSS atau menyediakan kontainer memang menjadi salah satu solusi untuk menekan volume sampah. Sebab, sampah bisa terkumpul dalam satu titik sehingga mudah diangkut menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Adanya tumpukan sampah liar membuat pemandangan menjadi kurang sedap. Apalagi, saat musim hujan tiba. Ketika kena air hujan, bau menyengat dari sampah yang membusuk sering mengganggu kenyamanan pengendara.

“Tempat pembuangan sampah liar di pinggir jalan itu sudah berlangsung cukup lama. Namun, sejauh ini belum ada solusinya,” kata Risma, pengendara motor yang biasa melintasi tumpukan sampah liar di wilayah Kecamatan Godong, Rabu (30/8/2017).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Ahmadi Widodo menyatakan, pembuatan TPSS memang dinilai cukup efektif mengatasi keberadaan tempat pembuangan sampah liar itu. Meski demikian, untuk membuat TPSS butuh lahan tersendiri.

“Penyediaan lahan ini seringkali jadi salah satu kendalanya. Disamping itu, butuh dukungan pula anggaran yang cukup besar. Saat ini, kita sudah ada beberapa TPSS dan menyediakan kontiner di sejumlah titik. Namun memang belum menjangkau ke semua kecamatan,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Bak Film Laga, Istrinya Dijambret, Suami Kejar Pelaku Sampai Ampun-Ampun di Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano juga memberikan penghargaan pada pasangan suami istri pemberani, Warsidi (35) dan Fina Nuryanti (32), warga Desa Bugel, Kecamatan Godong. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasangan suami istri pemberani, Warsidi (35) dan Fina Nuryanti (32), warga Desa Bugel, Kecamatan Godong, Grobogan, ini patut diacungi jempol. Mereka berhasil mengejar pelaku penjambretan.

Peristiwa penjambretan itu terjadi saat Warsidi yang berboncengan dengan istrinya melintas di jalan raya Godong-Semarang. Tepatnya, masuk wilayah Desa Ketitang, Kecamatan Godong sekitar pukul 09.45 WIB.

Saat melaju dari arah barat menuju Godong, tiba-tiba ada dua orang pengendara motor Yamaha Vixion yang mendekat. Setelah itu, orang yang membonceng mendadak menyambar kalung yang dikenakan Fina. Begitu dapat kalung yang diincar, pelaku langsung berusaha kabur ke arah Purwodadi.

Melihat penjahat kabur, Warsidi berusaha mengejar dan Fina terus berteriak minta tolong warga. Beberapa saat kemudian, Warsidi akhirnya berhasil mendekati motor pelaku. Setelah itu, motor pelaku ditendang sekuat tenaga.

Tindakan ini mengakibatkan pelaku terjatuh dari motornya. Sebelum berhasil kabur lagi, kedua penjahat itu akhirnya berhasil diringkus polisi dibantu warga sekitar

Atas sikap beraninya, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan apresiasi khusus pada pasangan suami istri pemberani itu.

Penghargaan itu diberikan karena aksi yang dilakukan suami istri ketika jadi korban penjambretan beberapa hari lalu. Berkat keberaniannya, dua pelaku penjambretan akhirnya bisa diamankan berikut hasil kejahatan, berupa kalung emas yang dipakai Fina.

“Tindakan yang dilakukan bapak dan ibu ini patut kita apresiasi. Berkat keberaniannya, pelaku kejahatan itu akhirnya bisa ditangkap. Begitu juga dengan kalungnya juga bisa diamankan,” kata Satria, usai menyerahkan penghargaan sejumlah uang tunai pada suami istri pemberani itu.

Menurut Satria, pelaku penjambretan itu diketahui merupakan warga Demak. Yakni, Kasmiran alias Tukul (32), Warga Kecamatan Karangawen, dan Nyoto Priyono alias Muntu (29), warga Kecamatan Mranggen.

“Dalam proses penyidikan, kedua pelaku ternyata pernah melakukan aksi serupa di wilayah Kecamatan Godong. Yakni, pada bulan Maret dan Juli tahun 2017,” imbuh Kasat Reskrim AKP Suwasana. 

 

Editor : Akrom Hazami

Polisi Grobogan Temukan Truk Hilang, Ini Reaksi Mengejutkan Si Pemilik

Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi terlihat ceria sesaat sebelum kendaraannya yang hilang diserahkan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perasaan gembira dirasakan Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi. Kegembiraan itu muncul setelah kendaraan truknya yang hilang beberapa bulan lalu akhirnya berhasil ditemukan dan dikembalikan. Pengembalian barang bukti kejahatan pada pemiliknya itu dilakukan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Rabu (30/8/2017).

“Berkat kerja keras dari anggota dan dukungan masyarakat, truk yang dicuri akhirnya bisa ditemukan. Lain kali, harap berhati-hati dan melengkapi kendaraan dengan kunci pengaman tambahan,” kata Satria saat menyerahkan replika kunci pada korban pencurian pada bulan April lalu itu.

Dalam kesempatan itu, Satria juga menyerahkan satu barang bukti kejahatan berupa sepeda motor pada pemiliknya. Sepeda motor Yamaha Vixion milik warga Kecamatan Grobogan itu dicuri orang pada bulan Februari 2015.

Menurut Satria, dalam kegiatan Operasi Jaran Candi 2017 yang dilangsungkan 27 Juli hingga 15 Agustus, pihaknya berhasil mengungkap 11 kasus curanmor di berbagai kecamatan. Dari pengungkapan kasus ini, ada 13 tersangka yang diamankan.

Kemudian, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Antara lain, 11 unit sepeda motor, 1 truk, dan peralatan yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

“Selain kasus curanmor, kita juga mengungkap kasus penjambretan dan penganiayaan. Pelaku dan barang bukti hasil kejahatan berhasil kita amankan,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Bupati Grobogan Minta CSR Perusahaan Juga untuk Bangun Infrastruktur

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan paket gizi untuk siswa SD di Kecamatan Godong. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar perusahaan yang ada di wilayahnya bisa menyisihkan sebagian dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat menghadiri acara Japfa4Kids yang diselenggarakan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk unit Grobogan, yang dilangsungkan di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Rabu (30/8/2017).

Menurut Sri, upaya yang dilakukan PT Japfa sejauh ini dinilai sudah cukup bagus. Yakni, berkomiten terhadap dunia pendidikan dan penambahan gizi siswa SD dari alokasi dana CSR.

Meski demikian, ia berharap agar sebagian dana CRS bisa disalurkan untuk pekerjaan fisik. Misalnya, mendukung perbaikan jalan kampung, membuat taman bermain anak-anak dan bedah rumah tidak layak huni.

“Harapan saya, dana CSR perusahaan bisa disalurkan untuk kegiatan fisik. Terutama, di wilayah tempat perusahaan itu berdiri. Jika ini dilakukan maka ada manfaat langsung yang akan dirasakan masyarakat di sekitar perusahaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pula acara penyerahan berbagai bantuan pada sekolah dan siswa. Antara lain, paket gizi, pelengkapan P3K, alat pengukur tinggi dan berat badan. Selain itu, acara juga dimeriahkan gebyar budaya, lomba masak, lomba catur dan pemeriksaan kesehatan.

Editor : Ali Muntoha

Mobil Polisi Wirosari Grobogan jadi Unik dan Bermanfaat bagi Korban Kekeringan

Polisi saat beraksi di dekat mobil yang didesain jadi lebih unik dan bermanfaat di daerah kekeringan di Wirosari Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan cukup menarik terlihat dalam pelaksanaan drop air di wilayah Kecamatan Wirosari, Grobogan, sejak beberapa hari terakhir. Hal ini terkait dengan adanya mobil dinas Polsek Wirosari yang ikut dikerahkan untuk menyalurkan air bersih di daerah kekeringan.

Kendaraan dinas jenis pikap ini dilengkapi tandon air di bagian bak terbuka. Tandon air warna oranye ini kapasitasnya sekitar 1.000 liter.

Dengan adanya tendon air, kendaraan ini jadi punya dua fungsi sekaligus. Yakni, untuk kegiatan patroli sekaligus memberikan bantuan air bersih pada warga yang membutuhkan.

“Sebagian wilayah Wirosari selama ini memang masuk daerah rawan kekeringan. Oleh sebab itu, kami ingin berupaya membantu masyarakat di wilayah Wirosari yang sebagian mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau,” ujar Kapolsek Wirosari AKP Tony Basuki, Selasa (29/8/2017).

Menurut Tony, modifikasi mobil patroli untuk sarana penyaluran bersih tidak mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat lain, khususnya dalam hal pengawasan keamanan serta perlindungan masyarakat. Setelah, kegiatan drop air selesai dikerjakan, semua perlengkapan akan dikembalikan seperti semula. Jika dibutuhkan lagi, peralatan itu baru dipasang kembali.

Editor : Akrom Hazami

Langgar Trayek, Bus AKAP Jurusan Solo-Jakarta-Bogor Dikandangkan di Mapolres Grobogan 

Petugas gabungan tengah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum di kantor Dinas Perhubungan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan tegas dilakukan petugas gabungan saat menggelar pengecekan kondisi angkutan umum di kantor Dinas Perhubungan Grobogan, Selasa (29/8/2017). Dalam kegiatan itu, ada satu bus, PO Mulia Indah yang diberi sanksi berat tidak boleh melakukan operasi.

Tidak hanya itu, bus jurusan Solo-Jakarta-Bogor ini tersebut juga dibawa ke Mapolres Grobogan untuk diamankan. Tindakan tegas ini dilakukan lantaran bus tersebut beroperasi tidak sesuai trayek yang dimiliki.

Sesuai trayek yang dimiliki, bus bernomor polisi AD-1633-HA ini rute operasinya melalui wilayah Kota Salatiga. Meski demikian, bus ini masih nekat melintasi jalur Grobogan.

“Saya terpaksa lewat Grobogan karena di daerah Salatiga ada proyek pengecoran,” kata sopir bus Edi Santoso pada petugas.

Akibat sanksi ini, sejumlah penumpang yang sudah ada di dalam bus tersebut akhirnya diantarkan ke Terminal Induk Purwodadi dan dialihkan pada armada lainnya. Setelah menurunkan penumpangnya, bus lalu dikandangkan ke mapolres.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, bus yang melanggar trayek baru boleh diambil setelah sidang tilang. Menurut Panji, tindakan tegas itu dilakukan untuk memberikan efek jera pada sopir bus lainnya.

“Bus yang beroperasi tidak sesuai trayek merupakan pelanggaran berat. Tindakan seperti ini disisi lain juga merugikan sopir bus lainnya,” tegasnya.

Panji menambahkan, pemeriksaan kendaraan, khususnya bua antara kota antar provinsi (AKAP) dilakukan terkait libur panjang pada akhir pekan ini. Razia gabungan akan terus digalakkan hingga menjelang Idul Adha.

Editor : Akrom Hazami

Ini Duta Wisata 2017 Kudus, Pati, Rembang, Blora dan Rembang

Duta Wisata Duta Wisata Kudus adalah Alan Ragil Maulana merupakan pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Duta Wisata merupakan sosok yang diharapkan dapat menjadi bagian dalam menggali, memperkenalkan seni, budaya dan pariwisata daerah. Pemilihan duta wisata dilakukan dengan serangkaian tahap dan seleksi. Mereka bersaing menjadi yang terbaik untuk mengemban tugas sebagai Duta Wisata bagi daerahnya masing-masing.

Di wilayah eks Karesidenan Pati, Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora sudah memiliki Duta Wisata 2017. Sedangkan, Kabupaten Jepara baru akan melakukan pemilihan pada 8 September 2017. Adapun malam grand final Duta Wisata 2017 untuk Kabupaten Grobogan direncanakan berlangsung pada 9 September 2017.

Masa pendaftaran peserta Duta Wisata Grobogan sudah ditutup 25 Agustus lalu. Sampai hari terakhir, total ada 30 pendaftar. Rinciannya, 20 pendaftar adalah wanita dan 10 pria. Para pendaftar ini sebagian besar merupakan pelajar SMA dari beberapa sekolah di Grobogan.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Jamiat mengatakan, tahun ini, jumlah pendaftar pria memang lebih sedikit. Yakni, hanya 10 orang saja. Kalau pendaftar wanita jumlahnya dua kalinya.

“Jumlah pendaftar tahun ini juga lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 50 orang. Hal ini terjadi karena pihak panitia memang membatasi jumlah peserta maksimal hanya 30 orang saja. Pembatasan itu dilakukan supaya pelaksanaannya bisa cepat waktunya serta lebih efektif dan efisien,” kata Jamiat.

 

Adapun untuk Duta Wisata Kudus adalah Alan Ragil Maulana merupakan pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang. Di Kabupaten Pati, Duta Wisata yang terpilih pada tahun ini adalah Farizki Bagus Kurniawan, dan Gunita Wahyu Sektyanti.

Di Kabupaten Blora, Duta Wisatanya adalah Frillian Gerry Hutama yang merupakan pelajar SMA Negeri 1 Blora,  dan Septiya Risqi Umami pelajar dari SMA Negeri 1 Blora. Di Kabupaten Rembang, Duta Wisatanya merupakan siswa SMA Negeri 1 Rembang Eza Faisal Meileno Rizqi, dan Intan Sugiarti merupakan mahasiswa kebidanan.

Editor : Akrom Hazami

Dibantu Jualan Bule Cantik, Jamu Warga Tarub Grobogan ini Ludes dalam Hitungan Menit

Joana Marcao, bule asal Portugal ikut jualan jamu di Desa Tarub Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana perempatan Jalan Purwodadi-Blora menuju arah Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Selasa (29/8/2017) mendadak heboh.

Penyebabnya, ada perempuan bule yang mendadak menawarkan jamu gendong pada orang yang ada di sekitar lokasi itu.

Hadirnya bule berparas cantik ini tak ayal sempat bikin kaget dan mengundang daya tarik orang untuk membeli jamu. Hasilnya, hanya dalam tempo lima menit dagangan yang dijajakan sudah ludes dibeli orang.

Munculnya penjual jamu yang tidak disangka-sangka juga dimanfaatkan warga setempat untuk foto bareng. Bahkan, sebagian warga sempat saling berebut untuk bisa foto dengan penjual jamu istimewa tersebut.

Penjual jamu cantik ini memang asli orang luar negeri. Namanya, Joana Marcao yang berasal dari Portugal. Perempuan ini sudah berada di Desa Tarub sejak pertengahan Agustus lalu, dalam kapasitasnya sebagai relawan lembaga sosial internasional yang peduli dengan masalah HIV/AIDS.

Selama berada di Desa Tarub, sudah banyak aktivitas yang dilakukan Joana bersama masyarakat. Salah satunya adalah membantu jualan jamu gendong yang biasa dikerjakan Mariman (35), warga Desa Tarub yang sudah hampir 10 tahun jadi penjual jamu keliling.

“Mbak Joana ini minta izin ikut bantu jualan jamu gendong. Setelah dibantu jualan, dagangan saya laris manis. Dalam hitungan menit saja sudah ludes. Padahal, biasanya baru habis setelah keliling seharian,” katanya.

Kepala Desa Tarub Ali Maskuri menyatakan, jumlah relawan yang ada di desanya ada dua orang. Selain Joana, ada Kozumoto yang berasal dari Jepang. Keduanya akan bertugas jadi relawan hingga akhir bulan Agustus ini.

Beberapa hari lalu, kedua relawan itu juga sempat menyaksikan pagelaran wayang kulit di Balai Desa Tarub. Saat sesi goro-goro atau guyonan, Joana bahkan sempat didaulat untuk menyanyi sebuah lagu Jawa bertitel ‘Suwe Ora Jamu’. Saat menyanyi, para penonton sempat dibuat tertawa karena logat Joana yang belum begitu fasih berbahasa Jawa itu terdengar lucu.

“Selain nyanyi Suwe Ora Jamu, Mbak Joana juga pingin ikut bantu Pak Mariman jualan jamu keliling. Saat Mbak Joana bantu jualan jamu memang suasanya jadi heboh dan meriah,” katanya, Selasa (29/8/2017).

Editor : Ali Muntoha

Kiat Perhutani KPH Purwodadi Cegah Kebakaran Hutan

Sejumlah personel Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan KPH Purwodadi berupaya memadamkan api yang membakar kawasan hutan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Musibah kebakaran di wilayah hutan terutama saat musim kemarau ternyata sudah menjadi perhatian serius dari Perhutani KPH Purwodadi Grobogan.

Untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran, beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan. Salah satunya meningkatkan kesiagaan personel yang tergabung dalam Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) Hutan.

“Ada beberapa posko Satdalkar di wilayah KPH Purwodadi. Tugas utama Satdalkar ini adalah melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran hutan. Anggota Satdalkar selalu apel siaga rutin,” jelas Administratur KPH Purwodadi Dewanto, Selasa (29/8/2017).

Dijelaskan, selain petugas Perhutani, anggota Satdalkar ini juga diisi pihak luar. Antara lain, dari anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Anggota Satdalkar ini sebelumnya sudah mendapat serangkaian pelatihan dasar pemadaman kebakaran berikut penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Untuk mendukung tugas pemadaman, lanjut Dewanto, di setiap posko Satdalkar juga dilengkapi peralatan. Yakni, APAR dan alat pemadaman api tradisional. Dengan adanya peralatan maka akan memudahkan petugas untuk menangani jika terjadi kebakaran hutan sewaktu-waktu.

Selain mengatasi kebakaran, fungsi Satdalkar juga memberikan serangkaian sosialisasi pada masyarakat. Yakni, meminta masyarakat agar tidak menyulut api sembarangan di kawasan hutan, karena bisa menyulut kebakaran yang lebih besar.

Masyarakat sekitar hutan juga diminta agar tidak membakar sisa hasil panen tanpa pengawasan.

Menurut Dewanto, pada musim kemarau seperti ini, tingkat kerawanan terjadinya  kebakaran hutan memang sangat tinggi. Sebab, banyak daun dan semak yang mengering sehingga mudah sekali terbakar.

“Selama ini memang sempat terjadi peristiwa kebakaran hutan di wilayah KPH Purwodadi. Tetapi skalanya tidak begitu besar karena cepat ditangani,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Jadi Tuan Rumah Popnas Gulat, Ini yang Disiapkan Pemerintah Grobogan

Panitia Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat menggelar rapat persiapan yang dimpimpin Sekda Grobogan Moh Sumarsono, Selasa (29/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Moh Sumarsono meminta agar penyelenggaraan even Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat bulan September 2017 mendatang bisa sukses dan berjalan lancar. Hal itu disampaikan Sumarsono saat memimpin rapat dengan panitia Popnas, Selasa (29/8/2017).

Menurutnya, beberapa waktu lalu sudah diputuskan kalau Grobogan akan jadi tuan rumah Popnas untuk cabor gulat. Even Popnas akan dilaksanakan pada 13-20 September 2017 di GOR Simpanglima Purwodadi.

“Sebagai tuan rumah, banyak tugas berat yang harus kita lakukan. Oleh sebab itu, semua panitia harus saling berkoordinasi dengan baik supaya even Popnas gulat bisa sukses,” katanya.

Rapat membahas kesiapan Popnas gulat juga dihadiri Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman. Hadir pula Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono.

Panitia Popnas juga melibatkan berbagai dinas dan instansi terkait lainnya. Seperti dari TNI, POLRI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Bappeda hingga BPPKAD.

Sumarsono menyatakan, mengingat even tersebut skala nasional maka persiapannya harus dilakukan lebih cermat. Sebab, jumlah personel yang terlibat dalam Popnas itu cukup banyak karena hampir seluruh provinsi ambil bagian. Selain atlet dan ofisial juga akan terlibat instruktur pertandingan.

Sumarsono yang kebetulan juga menjabat jadi Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan itu menyatakan, pihaknya merasa bangga karena dipercaya jadi tuan rumah Popnas gulat. Sebab, dengan adanya even ini secara tidak langsung akan bisa menarik animo masyarakat untuk menekuni olahraga gulat.

Di sisi lain, dengan ditunjuk jadi tuan rumah maka ada beberapa konsekuensi yang harus dilakukan. Antara lain, mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di lokasi pertandingan.

Editor : Ali Muntoha

Lebih Banyak Cewek yang Daftar Duta Wisata Grobogan, Cowoknya ke Mana?

Pemilihan Duta Wisata Grobogan 2016 lalu. Tahun ini jumlah pendaftar antara Mas dan Mbak Grobogan justru tak seimbang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ajang pemilihan Duta Wisata Grobogan 2017 tampaknya bakal sedikit berbeda dari sebelumnya. Karena, pendaftar untuk kategori Mas Grobogan jumlahnya lebih kecil dibandingkan peminat kategori Mbak Grobogan.

Masa pendaftaran peserta Duta Wisata Grobogan sudah ditutup 25 Agustus 2017 lalu. Sampai hari terakhir, total ada 30 pendaftar.

Rinciannya, 20 pendaftar adalah wanita dan 10 pria. Para pendaftar ini sebagian besar merupakan pelajar SMA dari beberapa sekolah di Grobogan.

“Untuk tahun ini, jumlah pendaftar pria memang lebih sedikit. Yakni, hanya 10 orang saja. Kalau pendaftar wanita jumlahnya dua kalinya. Tahun sebelumnya, jumlah pendaftar pria dan wanita ini berimbang,” kata Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Jamiat, Selasa (29/8/2017).

Jumlah pendaftar tahun ini juga lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 50 orang. Hal ini terjadi karena pihak panitia memang membatasi jumlah peserta maksimal hanya 30 orang saja.

Pembatasan itu dilakukan supaya pelaksanaannya bisa cepat waktunya serta lebih efektif dan efisien.

“Kalau pesertanya terlalu banyak, acaranya baru selesai hingga lewat tengah malam. Oleh sebab itu, jumlah pesertanya kita batasi hanya 30 orang saja. Untuk grand final pemilihan duta wisata akan dilangsungkan 9 September 2017 di pendapa,” kata Jamiat.

Editor : Ali Muntoha

Putung Rokok Diduga Sebagai Biang Kebakaran Hutan Gundih Grobogan

Kawasan hutan jati di pinggir Jalan Purwodadi-Solo KM 16 yang terbakar tampak menghitam, Senin (28/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Terbakarnya kawasan hutan milik Perhutani KPH Gundih, di Grobogan, dimungkinkan dari tindakan sepele.

Yakni, adanya orang yang membuang puntung rokok sembarangan, sehingga mengenai daun-daun kering dan akhirnya menyulut kebakaran pada Minggu (27/8/2017) malam.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok. Kemungkinan, ada pengendara yang membuang puntung rokok secara tak sengaja, hingga terbawa angin dan mengenai daun serta dahan-dahan kering,” jelas Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi pada wartawan, Senin (28/8/2017).

Menurutnya, dugaan itu sangat dimungkinan karena lokasi kejadian berada di pinggir jalan raya Purwodadi-Solo km 16. Setiap hari, jalur ini banyak dilewati pengendara lintas kabupaten. Baik motor, mobil atau kendaraan besar.

Kebakaran di kawasan hutan itu terjai puluk 18.15 WIB dan bisa dipadamkan dua jam kemudian. Dari pantauan di lapangan, bekas kebakaran masih terlihat jelas. Banyak pohon jati dan tanah yang menghitam akibat terjilat api.

Tidak jauh dari lokasi kebakaran, terdapat tumpukan sampah. Meski sudah ada plang larangan, namun banyak orang masih membuang sampah di kawasan itu.

Baca : 4 Hektare Hutan Perhutani Gundih Grobogan Terbakar

Administratur KPH Gundih Sudaryana menambahkan, kebakaran tersebut tidak sampai mematikan pohon jati yang ada di petak 103B seluas 4 hektare tersebut. Menurutnya, pohon jati memiliki kelebihan tahan dengan kebakaran.

“Meski kena kebakaran tetapi kondisi pohon masih tetap hidup. Kejadian kebakaran ini sudah jadi perhatian serius saat musim kemarau,” ujarnya.

Dia menyatakan, kerawanan kebakaran di musim kemarau pada hutan jati memang cukup tinggi.

Setelah kebakaran tersebut, pihaknya akan membuat sekat dengan membersihkan dedaunan yang mengering di sekitar hutan, sehingga risiko kebakaran bisa dipersempit. Selain itu, upaya lain adalah memberikan penyuluhan kepada warga.

Editor : Ali Muntoha

Duh Senengnya Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian di Grobogan Ini Diangkat jadi PNS

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan SK pengangkatan CPNS pada Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rona ceria terlihat dari wajah 10 orang yang selama ini bertugas sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) Kementerian Pertanian yang ditempatkan di Grobogan.

Hal ini setelah mereka secara resmi menerima SK pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diserahkan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Senin (28/8/2017).

Acara penyerahan SK yang dilangsungkan di ruang rapat bupati juga dihadiri Sekda Grobogan Moh Sumarsono. Tampak pula, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Suhadi, Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Sumarni menyatakan, pengangkatan THL-TBPP sebagai CPNS merupakan sebuah program pengecualian. Sebab, saat ini pemerintah sedang melaksanakan moratorium penerimaan CPNS.

Pengecualian itu dilakukan karena keberadaan THL-TBPP termasuk dalam kebutuhan pegawai yang mendesak, guna mendukung program nawacita. Yakni, program di bidang swasembada pangan dan peningkatan hasil pertanian secara menyeluruh.

“Dengan pengangkatan Saudara sekalian menjadi CPNS diharapkan dapat membantu meningkatkan kemajuan bidang pertanian di wilayah Grobogan,” katanya.

Menurut Sri, sampai saat ini masih banyak tenaga di instansi pemerintah yang belum mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi CPNS.

Oleh sebab itu, ia berpesan pada 10 THL-TBPP yang diangkat CPNS agar senantiasa bersyukur. Dengan diangkat jadi CPNS mereka diharapkan bisa bekerja lebih baik lagi dalam memberikan penyuluhan secara tepat dan bermanfaat kepada para petani.

“Dengan diangkat sebagai CPNS bukan berarti perjuangan telah berakhir. Justru sebaliknya, perjuangan baru dimulai. Dengan status yang baru diharapkan bisa lebih berdedikasi terhadap pekerjaan dan pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto menambahkan, jumlah THL-TBPP keseluruhan masih ada 49 orang. Dari jumlah itu, hanya ada 10 orang yang diangkat jadi CPNS. Sementara 39 tenaga lainnya belum bisa diangkat CPNS karena usianya melebihi batasan yang ditentukan.

Editor : Ali Muntoha

Kolaborasi Dalang Cilik dan Sinden Bule dari Hungaria Bikin Heboh Warga Tarub Grobogan

Aksi dalang cilik Cannavaro dan sinden dari Hungaria Agnes Serfozo bikin meriah pagelaran wayang kulit di Balaidesa Tarub, Kecamatan Tawangharjo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pagelaran wayang kulit di Balai Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Minggu (27/8/2017) malam hingga Senin (28/8/2017) dini hari berlangsung meriah dan spesial.

Hadirnya dua bintang tamu membuat suasana pagelaran wayang kulit makin heboh dan membikin puas ratusan penonton.

Dua bintang tamu itu adalah larasati atau sinden dari luar negeri. Yakni, Agnes Serfozo yang berasal dari Hungaria.

Meski bukan orang Jawa, namun suara perempuan yang akrab dipanggi Aggy ini tidak kalah dengan tiga sinden lainnya. Bahkan, banyak penonton yang sempat tak percaya jika salah satu pelantun gending atau tembang dalam pagelaran itu adalah orang manca negara.

Penampilan Aggy malam itu memang seperti tiga sinden lainnya. Yakni, memakai jarit dan kebaya biru serta mengenakan konde.

“Saya mengucapkan terima kasih sudah diberikan kesempatan tampil di Desa Tarub. Saya merasa senang karena dapat sambutan hangat dari masyarakat sini,” ungkap Aggy dalam bahasa Jawa yang disampaikan dengan sangat fasih.  

Satu bintang tamu lainnya adalah dalang cilik Ahmad Cannavaro Heriyanto yang usianya baru 8 tahun.

Dalang cilik Cannavaro yang saat ini masih duduk kelas III SDN 02 Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, tampil sebagai dalang pembuka pagelaran.

Putra Kades Bandungsari Ledy Heriyanto itu tampil sekitar satu jam, mulai pukul 20.30 WIB. Meski usianya baru 8 tahun, namun penampilannya sempat mengundang decak kagum para penonton.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang utama Ki Supandi Sudarsono itu memainkan lakon ‘Brojodento Mbalelo’. Dalam pagelaran wayang ini, penabuh gamelan dibawakan oleh anggota Karang Taruna Eka Bakti Desa Bandungsari.

Pentas kesenian tradisional itu juga disaksikan oleh dua orang asing. Yakni, Joana Marcao dari Portugal dan Kozumoto dari Jepang. Keduanya sudah berada di Desa Tarub selama sepekan dalam kapasitasnya sebagai sukarelawan lembaga sosial yang peduli dengan masalah HIV/AIDS.

Saat sesi goro-goro atau guyonan, Joana bahkan sempat didaulat untuk menyanyi sebuah lagu Jawa bertitel ‘Suwe Ora Jamu’. Saat menyanyi, logat Joana yang belum begitu fasih berbahasa Jawa itu tak ayal mengundang gelak tawa para penonton.

Kepala Desa Tarub Ali Maskuri mengaku sangat puas dengan jalannya pentas kesenian tradisional tersebut. Menurut Ali, pentas kali ini dirasakan paling meriah dibandingkan acara serupa tahun-tahun sebelumnya.

“Pagelaran wayang kulit ini diadakan dalam rangka memperingati HUT RI. Hadirnya Adik Cannavaro dan Mbak Aggy memang membuat pagelaran wayang malam ini jadi beda dari biasanya,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

4 Hektare Hutan Perhutani Gundih Grobogan Terbakar

Beginilah penampakan kobaran api yang membakar kawasan hutan milik Perhutani KPH Gundih, Minggu (27/8/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran menimpa kawasan hutan milik Perhutani KPH Gundih, Minggu (27/8/2017) malam. Meski tidak ada korban jiwa. namun kebakaran ini sempat membuat panik warga dan pengendara yang melintas di jalur Purwodadi-Solo.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa kebakaran diketahui selepas Magrib, sekitar pukul 18.15 WIB. Banyaknya dedaunan dan ranting kering menyebabkan kobaran api cepat membesar.

Beberapa warga yang melihat ada kebakaran di wilayah hutan langsung menghubungi kantor pemadam. Sekitar 30 menit kemudian, tiga mobil damkar sudah tiba di lokasi kejadian.

Aksi pemadaman berlangsung hampir dua jam lamanya. Dalam pemadaman ini, petugas damkar juga mendapat dukungan dari anggota Koramil dan Polsek Geyer serta puluhan warga sekitar kawasan hutan.

“Ada puluhan warga yang ikut membantu memadamkan api. Upaya pemadaman juga didukung dari TNI dan Polisi,” kata Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Grobogan Lulun Surono yang kebetulan rumahnya tidak jauh dari lokasi kebakaran tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga mencoba menjinakkan api yang membakar hutan Perhutani di Gundih, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Saat pemadaman dilakukan, arus lalu lintas dari kedua arah sempat tersendat karena kendaraan harus berjalan pelan dan bergantian.

Sebelum kebakaran dipadamkan, para pengendara sempat terganggu kepulan asap. Hal ini terjadi karena lokasi kebakaran hanya berjarak beberapa meter di sebelah timur jalan Purwodadi-Solo km 16.

Camat Geyer Aries Ponco ketika dimintai komentarnya menyatakan, kebakaran terjadi di petak 103 B yang masuk wilayah Desa/Kecamatan Geyer. Berdasarkan perkiraan sementara, luas areal hutan yang terbakar sekitar 4 hektare.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa itu. Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan. Kalau ingin dapat informasi lebih lanjut bisa dikoordinasikan dengan pihak KPH Gundih,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tampil dengan 10 Pemain, Persipur Tahan Imbang Sragen United

Penyerang Persipur Ilham Wibisono mendapat pengawalan ketat dari pemain Sragen United sepanjang pertandingan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tampil di kandang sendiri, Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Persipur gagal meraih poin penuh saat menjamu Sragen United, Minggu (27/8/2017). Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi itu, akhirnya berkesudahan imbang tanpa gol.

Dalam laga tersebut, Persipur harus berjibaku nyaris 90 menit demi mendapatkan satu angka. Hal ini disebabkan ganjaran kartu merah yang didapat pemain Persipur Roberto E Sauyi saat pertandingan baru berjalan 7 menit.

Pemain bernomor punggung 23 diberikan kartu merah karena bersitegang hingga akhirnya menampar salah satu pemain lawan.

Meski tampil dengan 10 pemain, namun permainan Persipur justru bisa berkembang. Berulang kali, peluang berhasil didapat. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadikan peluang itu gagal membuahkan gol.

“Pertandingan kali ini merupakan perjuangan paling berat. Praktis kita hanya punya 10 pemain sejak menit awal. Oleh sebab itu, hasil imbang ini patut kita syukuri,” cetus pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Selain menegangkan, laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton juga berlangsung keras. Berulangkali pelanggaran keras dilakukan tim tamu.

Dalam laga itu, wasit Moh Masrukin dari Malang mengeluarkan satu kartu merah dan enam kartu kuning. Dari tim tamu, ada lima pemainnya yang diganjar kartu kuning dan satu lagi buat Persipur.

Dari kubu Sragen United terlihat cukup kecewa dengan hasil imbang tanpa gol. Sejak awal, mereka menargetkan bisa meraih angka penuh dalam laga tersebut.

“Kesempatan meraih kemenangan sebenarnya cukup terbuka karena lawan main 10 pemain. Sayang, keuntungan ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Pelatih Sragen United Eko Firmandoyo.

Editor : Ali Muntoha

Terbakar, 4 Rumah Warga Sukorejo Grobogan Hangus Tak Bersisa

Salah satu rumah yang tinggal puing-puing setelah hangus terbakar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tak berapa lama setelah kebakaran terjadi di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, anggota Damkar Grobogan kembali harus menjalankan tugas. Yakni, memadamkan kebakaran di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Sabtu (26/8/2017).

Amuk kebakaran di Desa Sukorejo lebih parah dari peristiwa di Desa Kramat. Dalam peristiwa ini, sedikitnya ada empat rumah warga di Dusun Jetak yang terbakar habis.

Dari empat rumah tersebut, dua bangunan milik Jafar (70), warga yang tinggal di wilayah RT 01, RW 06. Sedangkan dua rumah lainnya milik Mintono (60), dan Aryanto (30). Semua bangunan rumah yang ludes terbakar terbuat dari bahan kayu jati.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran diketahui warga sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, warga yang lewat di jalan sempat melihat ada kobaran api dari rumah Jafar di bagian belakang. Sebelum kejadian, beberapa warga sempat mendengar suara letusan.

Ketika warga hendak memeriksa ke rumah tersebut, kobaran api mendadak sudah membesar karena ada hembusan angin kencang saat itu. Melihat kejadian itu, puluhan warga berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Meski sudah berupaya keras, namun pemadaman gagal dilakukan. Sebaliknya, kobaran api makin susah dikendalikan dan menyambar dua rumah terdekat.

Sekitar 30 menit kemudian, lima mobil damkar tiba di lokasi. Meski sudah banyak armada yang dikerahkan, namun pemadaman masih sulit dilakukan karena banyak barang mudah terbakar di tiga rumah tersebut. Setelah berjibaku hampir 2 jam, kobaran api akhirnya bisa dikendalikan.

Kapolsek Tegowanu AKP Bambang Uwarno menyatakan, saat kejadian, kondisi rumah Jafar dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang ziarah ke Klaten. Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan sementara, api diperkirakan berasal dari kompor yang lupa dimatikan hingga mengakibatkan tabung gas meledak.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 300 juta,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Persipur Target Poin Penuh Lawan Sragen United

Pemain Persipur saat melakoni latihan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu tugas berat kembali dijalani Persipur, Minggu (27/8/2017). Yakni, Laskar Petir akan menjamu Sragen United di Stadion Krida Bakti Purwodadi.

Meski saat ini Persipur di urutan keempat klasemen sementara, namun posisinya belum 100 persen aman ancaman degradasi. Sebab, masih ada dua tim lainnya yang juga punya peluang bertahan di Liga 2. Yakni, Sragen United dan PPSM Magelang.

Oleh sebab itu, laga melawan Sragen United jadi pertandingan penentuan. Kalau sampai seri, apalagi kalah, maka kans bertahan makin kecil. “Laga lawan Sragen besok sangat krusial. Oleh sebab itu, pemain kita minta tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan,” tegas manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (27/8/2017).

Baik Persipur maupun Sragen United dan PPSM Magelang, sama-sama sudah menjalani 12 pertandingan. Persipur memiliki poin 14. Sementara Sragen punya  poin 13 dan berada persis di bawah Persipur. Sedangkan PPSM berada di urutan keenam dengan poin 12.

“Kita hanya terpaut satu angka dengan Sragen dan dua angka dari PPSM. Jadi, dengan selisih nilai tipis ini maka tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan dalam pertandingan besok,” cetus Budi.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh juga memahami kondisi saat ini. Target tiga pon jadi harga mati saat bentrok dengan Sragen United. Dalam laga melawan besok, Wahyu mengaku tidak meramu taktik khusus. Dia minta pemain konsentrasi penuh sepanjang 90 menit dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin.

“Kita akan tampil seperti biasanya. Semua pemain harus fokus ke pertandingan dan jangan sampai bikin kesalahan sendiri,” ucap Wahyu.

 

Editor : Akrom Hazami

Ditinggal Pengajian, Rumah Warga Kramat Grobogan Ludes Terbakar

Puluhan warga dan petugas memadamkan kebakaran di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Sabtu (26/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebakaran terjadi di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, Grobogan, Sabtu (26/8/2017) sekitar pukul 10.30 WIB. Akibatnya, dua unit rumah milik Rustamto (60), ludes dilalap api.

“Selain rumah, seluruh barang dan harta berharga yang ada di dalamnya ikut habis. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 300 juta,” ungkap Kades Kramat Agus Ali Subhan.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kebakaran, rumah kondisi kosong. Beberapa waktu sebelumnya, pemilik rumah yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) di desa tersebut sudah pergi beraktifitas. Sementara istrinya Warsini, sekitar satu jam sebelum kejadian pergi ikut pengajian di rumah tetangganya.

Kebakaran itu baru diketahui warga ketika api sudah membesar. Semula, warga mengira munculnya asal tebal akibat pembakaran sampah.

Warga makin curiga karena asap justru semakin tebal. Beberapa warga mencoba mendatangi rumah tersebut. Ternyata, rumah bagian belakang sudah terbakar.

“Melihat peristiwa ini, warga berupaya untuk melakukan pemadaman sebisanya. Namun, lantaran saat itu ada hembusan angin kencang maka pemadaman jadi sulit dan apinya makin cepat membesar,” jelas Agus.

Selain itu, banyaknya barang mudah terbakar menyebabkan nyala api makin cepat membesar dan menjalar hingga rumah depan. Menurut Agus, bagian depan rumah selama ini difungsikan toko kelontong serta kebutuhan pertanian.

Meski sudah dibantu empat unit mobil damkar, namun upaya menjinakkan api tak mudah. Api pun melahap seluruh rumah berikut isinya. Tak lama kemudian, kobaran api itu padam dengan sendirinya.

“Dalam rumah itu juga terdapat stok pupuk milik kelompok tani yang ikut terbakar. Pemilik rumah adalah Ketua Poktan di Desa Kramat,” imbuhnya.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara, kebakaran dipicu dari sisa bara api dalam pawon yang belum sepenuhnya dimatikan.

“Sebelum berangkat pengajian, istri pemilik rumah sempat masak dulu. Kemungkinan, api belum padam betul dan menjalar ke tumpukan kayu kering dekat pawon hingga membakar dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu,” jelas Agus.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Cantik Polres Grobogan Salurkan Bantuan Air Bersih

Sejumlah polwan dari Polres Grobogan memberikan bantuan air bersih di salah satu desa di Kecamatan Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan polwan Polres Grobogan menyalurkan bantuan air bersih ke desa di Kecamatan Karangrayung, Sabtu (26/8/2017).

Mereka memberikan bantuan kepada warga yang mengalami musibah kekeringan. Bantuan air bersih dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke 69 polwan yang jatuh1 September.

“Penyaluran bantuan air bersih di daerah bencana kekeringan merupakan rangkaian acara memperingati HUT Polwan. Kegiatan sosial penyaluran bantuan air bersih ini merupakan salah satu wujud kepedulian kami kepada warga yang membutuhkan pasokan air bersih,” ungkap Aiptu Sri Lestari yang memimpin kegiatan distribusi air bersih tersebut.

Bantuan air bersih yang disalurkan sepanjang hari ini disalurkan ke tiga desa. Masing-masing, Desa Karangsono Cekel dan Telawah. Dia berharap bantuan yang disalurkan ini dapat meringankan beban warga yang terkena musibah kekeringan.

Warga menyambut gembira saat bantuan datang. Begitu mobil tangki datang, puluhan warga langsung berduyun-duyun membawa wadah untuk mengambil jatah air.

“Saya senang sekali ada bantuan air bersih. Saat kekeringan seperti in, kami harus ambil air cukup jauh atau membeli,” kata Suminah, salah seorang warga Desa Cekel.

Editor : Akrom Hazami

Dana Membangun Jembatan di Grobogan Ternyata Fantastis, Ini Angkanya

Sejumlah warga membuat jembatan darurat dari konstruksi kayu dan bambu untuk akses penyeberangan saat elevasi sungai dangkal karena dampak kemarau. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Harapan banyak warga agar daerahnya dibangunkan jembatan tampaknya tidak bisa direalisasikan dengan cepat. Faktor dana menjadi salah satu kendala utama untuk pembangunan jembatan di wilayah Grobogan.

Kadinas PUPR Grobogan Subiyono menyatakan, dari pendataan lapangan yang dilakukan, kebutuhan jembatan mencapai 163 titik. Banyaknya kebutuhan itu disebabkan wilayah Grobogan memiliki sekitar 200 sungai. Baik sungai besar yang melintasi antar kabupaten, sungai antar kecamatan dan anakan sungai.

Dijelaskan, kebutuhan 163 jembatan itu rinciannya adalah 150 jembatan kecil dan sedang, 8 jembatan gantung, dan  5 jembatan permanen. Hal ini disesuaikan dengan kondisi sungai yang akan dibuatkan jembatan di atasnya.

Pembangunan jembatan kecil dan sedang butuh dana skitar Rp 500 sampai Rp 700 juta per titik. Kemudian anggaran untuk membangun jembatan permanen per titik sekitar Rp 7 miliar. Sedangkan pembangunan jembatan gantung butuh duit sekitar Rp 5 miliar per titik.

“Untuk pembangunan jembatan butuh dana besar sekali. Kalau dibangun semua maka harus ada anggaran sekitar Rp 176 miliar,” jelasnya.

Menurut Subiyono, untuk saat ini, anggaran Pemkab Grobogan belum memungkinkan untuk membangun semua jembatan karena terbatasnya anggaran.

Sebagian besar anggaran yang tersedia masih  diprioritaskan dulu untuk perbaikan infrastruktur jalan. Pada tahun ini, alokasi perbaikan jalan nilainya hampir Rp 400 miliar.

Pada tahun ini, lanjutnya, baru dapat membangun atau memperbaiki dua jembatan permanen yang jadi akses pengubung antar kecamatan. Yakni, jembatan di Kecamatan Godong dan Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus yang dianggarkan Rp 7 miliar.

Selain itu, ada dua jembatan gantung yang dibangun pada tahun ini. Pembangunan jembatan gantung tersebut terealisasi setelah ada bantuan dari Kementerian PUPR.

Ditambahkan, selain jalan, infrastruktur jembatan itu telah masuk program prioritas. Alokasi anggaran pembangunan jembatan nanti dipilih lagi yang tingkat kebutuhannya paling mendesak. Kalau tidak bisa tahun ini akan dianggarkan tahun depan dengan melihat kemampuan keuangan daerah.

“Meski dana kita terbatas untuk pembangunan jembatan namun kami tetap melakukan upaya. Salah satunya, mengajukan proposal bantuan pada Pemprov dan Kementerian PUPR,” jelasnya.

Sementara itu, belum adanya pembangunan jembatan membuat warga setempat menggunakan sarana seadanya untuk akses penyeberangan. Sebagian ada yang membuat jembatan darurat dari konstruksi kayu dan bambu.

Kemudian, ada yang memanfaatkan perahu atau rakit untuk menyeberangi sungai. Bahkan, ada juga yang nekat hanya menggunakan tambang untuk menyeberang.

Editor : Ali Muntoha