Sumringah, Anak Yatim dan Jompo di Pati Terima Angpau Lebaran dari Anggota DPR RI

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan memberikan santunan kepada anak yatim piatu di Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo, Pati. (MuriaNewsCom)

Anggota Komisi IX DPR RI Sri Wulan memberikan santunan kepada anak yatim piatu di Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo, Pati. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan anak yatim piatu dan kaum dhuafa di Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, tampak sumringah. Mereka mendapat angpau berupa santunan Lebaran dari Anggota Komisi IX dari Fraksi Gerindra DPR RI, Sri Wulan.

Pemberian santuan dilakukan di Desa Kedalingan, Kecamatan Tambakromo, Pati, dalam sebuah acara buka bersama, Senin (4/7/2016) sore. Setiap anak yatim atau piatu, maupun nenek-nenek jompo mendapatkan santunan dari legislator asal Kabupaten Pati tersebut.

“Ini merupakan bagian rasa syukur kami, dengan berbagi dengan sesama. Santunan seperti ini sudah rutin kami lakukan, untuk meringankan beban saudara dan anak-anak kita ini,” kata Sri Wulan, kepada MuriaNewsCom, Selasa (5/7/2016).

Santunan yang diberikan kepada anak yatim piatu tersebut berupa uang tunai, perlengkapan sekolah dan kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk orang tua jompo, diberi santunan uang dan kebutuhan sehari-hari.

Tak hanya nenek-nenek jompo, sejumlah tukang becak tua juga mendapat santunan. Kakek-kakek tua itu masih tetap bekerja menarik becak meski umurnya sudah uzur, demi menyukupi kebutuhan keluarganya.

“Banyak orang tua yang sudah uzur, namun masih tetap bekerja. Ini membuat kami prihatin, sehingga kami ingin mencoba sedikit meringankan beban mereka,” ujarnya.

Pemberian santunan ini dilakukan bekerja sama dengan SMK Tama Jaya School, Jakenan, Pati. Bersama sejumlah guru, dan ulama di daerah Tambakromo, politisi Partai Gerindra ini memberikan satu persatu santunannya. Sebelumnya Sri Wulan dan sekolah ini juga melakukan pembagian takjil gratis.

Editor : Ali Muntoha

Anggota Pramuka Kwarcab Grobogan Berlebaran di Jalanan

Anggota pramuka peduli Kwarran Tawangharjo membantu kelancaran arus lalu lintas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota pramuka peduli Kwarran Tawangharjo membantu kelancaran arus lalu lintas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan anggota pramuka Kwarcab Grobogan dipastikan tidak akan bisa berlebaran dengan keluarga. Bahkan, mereka ini harus merayakan lebaran dijalanan. Soalnya, puluhan pramuka ini memang sengaja dikerahkan untuk membantu pengamanan Lebaran.

“Sekitar 50 anggota pramuka peduli yang kita kerahkan untuk membantu pengamanan Lebaran. Mereka nanti akan kita tempatkan di sejumlah pos pelayanan dan pos pengamanan Lebaran yang ada di beberapa lokasi. Kegiatan pramuka peduli ini rutin kita lakukan tiap menjelang Lebaran,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro, usai melepas pramuka peduli yang akan bertugas dalam momen Lebaran, Sabtu (2/7/2016).

Menurut Icek, tugas yang diemban pada momen ini dinilai sangat berat. Sebab, para anggota pramuka terpaksa harus meninggalkan rumah karena menjalankan tugas.

“Semua anggota yang dapat tugas harap melakanakan dengan penuh semangat dan tanggung jawab,” pesan Icek.

Selain disebar di pos dalam kota, ada satu regu pramuka peduli yang membantu pengamanan arus mudik. Yakni, anggota pramuka dari Kwarran Tawangharjo.

“Ada 25 anggota pramuka peduli Kwarran Tawangharjo yang kita siapkan untuk membantu aparat dalam mengantur lalu lintas. Khususnya, di sekitar perempatan Tawangharjo yang saat lebaran cukup padat dan ramai kendaraan. Baik menuju Blora maupun ke Makam Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Tarub,” ungkap Sekretaris Kwartir Ranting Tawangharjo Suyadi.

Selain mengerahkan anggota, sebuah posko simpatik juga didirikan pramuka peduli di perempatan Tawangharjo. Posko ini nantinya yang bisa digunakan untuk beristirahat dan memberikan informasi bagi para pemudik.

 

 

Warga Rembang Mau Mudik? Jangan Lupa, Lapor Polisi

mudik lapor

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat melakukan kegiatan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Bagi warga Rembang yang hendak meninggalkan rumah, guna mudik Lebaran, harus memerhatikan ini.

Yaitu terlebih dahulu bisa melapor kepada pihak kepolisian terdekat. Hal itu sebagai upaya preventif pencegahan tindak kriminalitas selama rumah sedang kosong.

AKBP Sugiarto, Kapolres Rembang meminta warga Rembang yang hendak mudik agar bisa melapor. “Karena, ketika mereka lapor, kita memiliki data rumah mana saja yang ditinggal pemiliknya,” ujarnya kepada MuriaNewsCom (1/7/2016)

Ia menjanjikan, ketika rumah ditinggal mudik oleh pemiliknya, pihaknya akan intens meningkatkan patroli.  “Sebelumnya kami sudah rutin patroli, namun, ketika punya data rumah mana saja yang ditinggal mudik, maka kami akan tingkatkan patroli,” jelasnya.

Ia juga mejelaskan, wilayah Rembang Kecamatan Kota merupakan wilayah yang memiliki intensitas kriminal paling tinggi ketimbang lainnya.

Hal itu dikarenakan, Rembang Kota memiliki unsur penduduk yang lebih heterogen ketimbang wilayah lain. “Rembang Kota kan banyak perumahan. Biasanya perumahan merupakan tempat yang paling rawan,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Pemudik Gratis Grobogan Tiba di Kampung Halaman

pemudik

Rombongan warga Grobogan di Jakarta saat tiba di Kantor Dishubkominfo setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Rona ceria terpancar dari wajah ratusan warga Grobogan ikut fasilitas mudik gratis yang disediakan Pemkab Grobogan. Hal ini terlihat begitu mereka turun dari bus yang dinaiki dari Jakarta, Jumat (1/7/2016) dini hari.

Rombongan warga Grobogan di Jakarta yang pulang kampung dengan fasilitas mudik gratis ini tiba sekitar pukul 02.15 WIB. Rombongan yang diangkut dengan dua bus itu semuanya turun di Kantor Dishubinfokom Grobogan di Jl Purwodadi-Solo km 5, Kecamatan Toroh.

Para pemudik berangkat dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta sehari sebelumnya, Kamis siang sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka ini diberangkatkan bersama dengan rombongan pemudik lainnya di Jawa Tengah.

Rombongan pemudik ini berasal dari berbagai kalangan. Ada yang pedagang asongan, pembantu rumah tangga, karyawan pabrik, dan buruh bangunan. Di antara pemudik ini mengaku sudah tidak pernah pulang kampung cukup lama. Ada yang lima sampai 10 tahun tidak pulang saat Lebaran karena terbentur beberapa alasan.

“Akhirnya, saya bisa Lebaran di kampung halaman. Terima kasih pada Pemkab Grobogan yang sudah menyediakan mudik gratis,” kata Suherman, salah seorang pemudik.

Kepala Dishubinfokom Grobogan Agung Sutanto menjelaskan, mudik gratis buat warga Grobogan di Jakarta itu sudah tiga kali dilangsungkan. Untuk tahun ini, hanya dua bus yang disediakan dengan jumlah penumpang yang terangkut sebanyak 120 orang.

“Saya bersyukur perjalanan mudik gratis ini tidak ada kendala dan rombongan datang sesuai jadwal yang ditentukan. Para pemudik ini berasal dari berbagai wilayah di Grobogan,” jelas mantan kabag humas itu.

Menurut Agung, semua pemudik gratis memang diturunkan di halaman Kantor Dishubkominfo untuk memudahkan koordinasi. Dari tempat ini, para pemudik nantinya akan dicarikan kendaraan menuju tempat asal masing-masing. Khususnya, bagi pemudik yang tidak dijemput keluarganya.

Editor : Akrom Hazami

 

Arsitektur Masjid Kuno di Kudus Bikin Dunia Terpikat

 Warga melintas di depan Langgar Bubrah Kudus, yang menarik minat wartawan Inggris untuk menelitinya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melintas di depan Langgar Bubrah Kudus, yang menarik minat wartawan Inggris untuk menelitinya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ternyata Kabupaten Kudus menyimpan kekayaan budaya. Di Kabupaten ini terdapat banyak sekali masjid-masjid kuno dengan desain yang unik. Yakni menggabungkan kebudayaan dua agama, yakni Islam dan Hindu.

Keberagaman dan keindahaan Kudus ini pula, yang membuat salah satu wartawan dari Inggris, terpikat dan mencoba menguak masjid-masjid kuno tersebut.

Wartawan tersebut bernama Lyden, yang bertugas untuk salah satu koran yang terbit di Inggris. Sekretaris Juru Pelihara Bangunan Bersejarah Kudus, Fahmi Yusron, mengatakan, kedatangan wartawan Inggris ke Indonesia terjadi saat masih dijajah Belanda.

Wartawan itu tertarik untuk menguak rahasia sejumlah masjid kuno. Di antaranya Masjid Menara Kudus, Langgar Bubrah, maupun masjid-masjid lainnya di Kudus. Masjid-masjid itu kental akan nilai toleransinya. “Dia merupakan wartawan dari Inggris. Sengaja datang untuk menguak rahasia masjid-masjid di Kudus,” katanya, Kamis (30/6/2016).

Leyden juga disebut-sebut sangat tertarik dengan rahasia ajaran Sunan Kudus, dalam menyebarkan Islam. Sehingga ingin menelitinya lebih lanjut.

“Selain dianggap sebagai kota santri, Kudus juga mempunyai magnet tersendiri bagi wartawan luar tersebut. Yakni di Kudus bisa terdapat berbagai umat beragama, yang hidup berdampingan secara rukun, damai dan saling menghormati,” tuturnya.

Di Kudus memang terdapat bebagai macam suku, mulai dari Jawa, Tionghoa, maupun Arab. Mereka bisa hidup berdampingan dengan memeluk agamanya masing-masing.

Dia menambahkan, dari 125 situs atau sejarah Islam yang ada di Kudus, rata-rata tidak semuanya bisa terkuak oleh wartawan tersebut.

“Sebab untuk menguak sejarah kota Islam ini, harus seseorang yang mempunyai ilmu ma’rifat yang mumpuni. Sebab kota ini atau bangunan-bangunan sejarah Islam yang di Kudus semuanya adalah peninggalan wali yang memang diijabahi oleh Allah SWT. Dan itupun belum tentu bisa dilakukan oleh orang biasa untuk menguaknya,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Jumlah Pengusaha yang Dilibatkan di Pasar Murah Grobogan Kurang

pasar murah

Puluhan warga antusias membeli aneka sembako dalam pasar murah di halaman Setda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar jumlah pengusaha yang dilibatkan dalam kegiatan pasar murah tahun depan diperbanyak. Hal itu perlu dilakukan agar pelaksanaan pasar murah bisa lebih semarak dan barang yang ditawarkan makin beragam.

“Pelaksanaan pasar murah sepanjang bulan puasa tahun ini saya nilai sudah cukup bagus. Hanya, jumlah pengusaha dan UMKM perlu diperbanyak agar makin ramai dan masyarakat lebih terbantu dalam mendapatkan barang dengan harga murah,” tegas Sri saat menutup pelaksanaan pasar murah di halaman Setda Grobogan, Kamis (30/6/2016).

Sri menyatakan, kegiatan pasar murah yang digelar setiap bulan puasa dinilai cukup bagus. Sebab, kegiatan tersebut sedikit banyak bisa membantu warga kurang mampu. Soalnya, warga kurang mampu bisa membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga murah.

“Kegiatan pasar murah saya nilai banyak sisi positifnya dan mengena buat masyarakat. Oleh sebab itu, program ini perlu terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menambahkan, sepanjang bulan puasa ini akan digelar pasar murah di 20 titik. Yakni, di setiap kecamatan yang jumlahnya 19 dan satu titik terakhir di halaman setda.

“Kegiatan pasar murah dimulai Kamis (9/6/2016) lalu di Desa Tambakan, Kecamatan Gubug. Pasar murah merupakan agenda rutin tiap tahun saat bulan puasa,” katanya.

Menurut Anang, dalam kegiatan ini, pihaknya mengalokasikan 60 ton beras untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah. Selain beras, ada beberapa kebutuhan pokok lainnya. Yakni, 14.400 liter minyak goreng, 16 ton gula pasir, sirup 8.000 botol, telur 6 ton, dan mi instan sebanyak 40.000 bungkus.

Selain dari pemkab, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak lainnya yang ikut pula membuka stand. Yakni, dari organisasi wanita, seperti PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UMKM.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ratusan Personel Gabungan Amankan Pemudik di Kudus

bupati

Bupati Kudus Musthofa memeriksa kesiapan personel Operasi Ramadniya di alun-alun setempat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa memeriksa kesiapan personel pengamanan arus mudik Lebaran di alun-alun setempat, Kamis (30/6/2016).

Sekitar 850 orang personel siap. Mereka berasal dari unsur polisi, TNI, BPBD, pramuka, tim medis, dan lainnya.

Dalam apel kegiatan Ramadniya, ini Musthofa berpesan bahwa keamanan itu harus ditingkatkan. Supaya pemudik yang melintasi jalur mudik Kudus bisa aman, nyaman dan tenang. “Biar pemudik nyaman,” kata Musthofa.

Sementara itu, dalam pengamanan arus mudik, personel gabungan itu akan menampati pos mudik yang sudah disediakan di berbagai titik yang ada di Kudus. Termasuk Pos Mudik PR Sukun yang ada di Alun-alun Kudus tersebut.

Di Pos Mudik PR Sukun mempunyai panjang sekitar 25 meter dan luas 6 meter. Dilengkapi pula dengan dua buah AC, ruang tamu dan sebagainya.

Bupati menuturkan, Operasi Ramadniya ini akan dipantau. Mengingat, kondusivitas wilayah Kudus nantinya bisa terjaga.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, pihaknya akan terus memantau Operasi Ramadniya ini hingga selesai.”Sehingga arus mudik bisa lancar dan aman,” katanya.

Sementara itu disinggung mengenai jalur atau titik kerawanan bagi pemudik, dirinya menuturkan bahwa hal itu terletak di jalur lingkar Kudus Ngembal.

Sementara titik kerawanan laka lantas itu ada di wilayah jalur lingkar Kudus Ngembal hingga Gondoarum (Jekulo). Sebab titik itu merupakan ruas pantura.

Pihaknya akan terus koordinasi demi kelancaran arus mudik di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

Tenang, Selama Lebaran Puskesmas Buka 24 Jam di Grobogan

puskesmas

Kepala Dinkes Grobogan Johari Angkasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan –  Buat warga yang membutuhkan layanan kesehatan selama Lebaran nanti tidak perlu khawatir. Sebab, selama momen Lebaran ini, semua puskesmas di wilayah Grobogan membuka pelayanan 24 jam penuh. Hal itu ditegaskan Kepala Dinkes Grobogan Johari Angkasa ketika dimintai komentarnya soal kesiapan puskesmas sepanjang Lebaran nanti.

“Semua puskesmas kita siapkan untuk memberikan pelayanan 24 jam selama arus mudik dan balik nanti. Jadi, layanan 24 jam kita mulai H-7 sampai H+7. Kita harapkan kebijakan ini bisa memudahkan para pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan,” ungkap Johari.

Menurutnya, jumlah puskesmas yang ada saat ini ada 30 unit yang tersebar di 19 kecamatan. Pada hari biasa, pelayanan di puskesmas berakhir sesuai jam kerja. Kecuali, untuk layanan bersalin dan puskesmas yang sudah dipakai rawat inap.

Saat ini, petugasnya tengah mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk menyambut arus mudik maupun balik nanti. Salah satu kebutuhan yang sangat penting diperhatikan adalah stok obat jangan sampai menipis.

Selain soal obat, lanjut Johari, penjadwalan petugas yang berjaga juga penting dilakukan. Rencananya, jam kerja akan dibagi tiga sif dengan tiga orang petugas yang siaga di setiap sif. Tiga orang petugas ini terdiri dari sopir ambulans, petugas medis dan perawat.

Johari menambahkan, pada momen Lebaran ini, pihaknya juga menyiagakan tim medis di pos pengamanan (Pospam) yang disiapkan pihak kepolisian. Di samping itu, beberapa unit mobil ambulan juga ikut disiapkan di pospam.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

 

Pemudik Lintasi Kudus, Waspadai 4 Titik Kemacetan Ini

lalu lintas

Arus lalu lintas terlihat padat di jalan Johar Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Memasuki H-7 Lebaran, kepadatan arus lalu lintas di Kudus mulai tampak. Hal itu terlihat di beberapa jalan protokol kota. Kondisi ini menimbulkan jalur penting kota menjadi padat merayap.

Pantauan MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016). Kepadatan tampak di Jalan Jenderal Sudirman. Tepatnya di area Pasar Kliwon Kudus. Di jalur penghubung Alun-alun Kudus dengan jalur pantura Ngembal itu, beberapa kali mengalami macet.

Karenanya, para pemudik yang melintasi titik itu, hendaknya bersabar. Atau supaya perjalanan mudik lebih lancar, bisa menghindari jalur tersebut.

Kepadatan juga tampak di Jalan M Basuno Ploso Jati Kudus atau di wilayah Pasar Bitingan dan pusat perbelanjaan Matahari. Banyak angkutan umum jurusan Kudus-Jetak atau juga becak yang bebas mengangkut dan menurunkan penumpang secara bebas.

Selanjutnya di Jalan Sunan Muria atau juga Alun-alun Kudus hingga Poroliman Barongan. Banyaknya mobil yang parkir di kompleks pertokoan, kerap membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

Termasuk juga di jalur Jalan Johar Kudus. Ada beberapa aktivitas pertokoa yang kerap berbuntut ketersendatan arus lalu lintas. Banyak warga berburu kebutuhan Lebaran di sejumlah pertokoan.

Ada juga di Jalan Kudus-Jepara. Tepatnya di depan ADA Swalayan Kudus. Para pengguna jalan harus berhati-hati. Banyak mobil atau kendaraan roda dua yang keluar-masuk ke lokasi perbelanjaan itu.

Editor : Akrom Hazami

Puasa jadi Wahana untuk Ajarkan Agar Tidak Berpura-pura

Ribuan anak-anak yatim atau piatu mendatangi undangan buka puasa bersama Pura Group, di Gedung JHK Kudus. (ISTIMEWA)

Ribuan anak-anak yatim atau piatu mendatangi undangan buka puasa bersama Pura Group, di Gedung JHK Kudus.
(ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Momen puasa tahun ini, diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi semua orang, untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur Pura Group Y Moeljono Soebijanto, saat buka puasa bersama dengan ribuan anak yatim, di Gedung JHK Kudus. ”Harapannya bahwa puasa merupakan wahana mendidik disiplin dan kejujuran. Tidak perlu berpura-pura, namun jujur dalam semua hal,” jelasnya.

Didampingi Manager General Affair Pura Group Iwan Wijaya, Moeljono mengatakan bahwa puasa diharapkan bisa menjadi diri pribadi seseorang, menjadi pribadi yang berkualitas.

”Hal ini untuk mendorong kita semua agar dapat menghadapi kehidupan yang lebih kompetitif. Sehingga ke depannya, akan bisa menjadikan kehidupan yang lebih baik lagi,” paparnya.

Pura Group sendiri membagikan 6.000 bingkisan dan menyantuni 1000 anak yatim. Yang terdiri dari 24 yayasan yatim piatu yang tersebar di Kabupaten Kudus. Serta anak-anak yatim atau piatu dari karyawan, yang semuanya berjumlah kurang lebih 1.000 anak.

Acara ini sendiri, merupakan agenda rutin di Pura Group, dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan. Ini sebagai bentuk bentuk kepedulian perusahaan terhadap anak yatim dan piatu di wilayah Kabupaten Kudus.

Hadir dalam kesempatan itu, para kiai-kiai sepuh yang ada di Kudus ini. Ditambah jajaran Forkopimda Kudus bersama tamu undangan lainnya. Semuanya berbaur menjadi satu dalam suasana yang khidmat.

Selain buka bersama dan santunan anak yatim ini, Pura Group juga memberikan paket bingkisan kepada warga sekitar perusahaan, yang berjumlah 6.000 paket bingkisan.

Semuanya tersebar di wilayah pabrikan Pura Group berdiri. Seperti wilayah Kecamatan Jati, Kecamatan Kota, dan wilayah Kecamatan Jekulo. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Kudus yang sudah berkiprah bersama perusahaan itu sendiri.

”Semoga perusahaan tetap bisa bermanfaat bagi semua pihak. Serta bisa menjalin dan mempereat tali silahturrahmi. Semoga acara ini juga menjadi berkah bagi kita semua,” imbuh Moeljono.

Editor: Merie

 

 

320 Polisi Siaga Amankan Lebaran di Pati

polisi

Petugas Polres Pati melakukan simulasi pengamanan Lebaran di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 320 polisi disiagakan untuk mengamankan Lebaran di Pati. Dari jumlah 320 polisi, 30 personel di antaranya merupakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob Polda Jawa Tengah.

Ratusan personel tersebut disebar di berbagai lokasi. Salah satunya, pos pelayanan dan pengamanan mudik, pengamanan takbiran, pengamanan salat Idul Fitri, pengamanan lebaran kupatan atau lomban, dan pengamanan antisipasi adanya tawuran.

“Untuk pengamanan antisipasi tawuran, kami siagakan di daerah yang rawan tawuran seperti Sukolilo, Dukuhseti, Jaken dan Batangan. Untuk pengamanan tradisi Lomban, kami siagakan di Juwana dan Tayu,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (28/6/2016).

Ia menambahkan, Ops Ramadniya 2016 juga akan bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kodim 0718/Pati dengan 18 personil, Subdenpom Pati 9 personel, Satpol PP 54 personel, Relawan RAPI dan ORARI 18 personel, Dinas Kesehatan 54 personel, Kesbang Linmas, Dishubkominfo dan Pemadam Kebakaran masing-masing 18 personel, serta derek 8 personel.

“Kami juga berkoordinasi dengan pasukan tempur Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro di mana ada sekitar seratus personil di Mako yang on call. Kami berharap di Pati nantinya selalu aman selama Lebaran,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Rumah Tahanan Kudus Disulap jadi Pondok Pesantren Selama Ramadan

Jpeg

Tadarus Alquran dilakukan narapidana dan tahanan di Pesantren Ramadan di Rutan Kelas IIB Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 142 orang tahanan dan narapidana Rutan Kelas IIB Kudus menggelar pesantren Ramadan, sebulan penuh.

Kepala Rutan Kelas II B Kudus Masjuno melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Beny mengatakan, kegiatan ini dimulai dari awal Ramadan hingga menjelang Lebaran nanti. Dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa.

Adapun kegiatan itu ialah mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB merupakan Baca Tulis Alquran (BTA), pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB pendidikan rohani, pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB tadarus Alquran, pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB istirahat.

Kegiatan berlanjut pukul13.00 WIB hingga 14.45 WIB tadarus Alquran, pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB Salat Asar dan membaca selawat. Setelah itu, masuk ke sel dan menunggu buka puasa.

Diketahui, untuk kegiatan tadarus Alquran, pihak rutan telah memilih napi atau tahanan yang mahir. Sebab tadarus tersebut langsung disuarakan melalui pengeras suara di masjid rutan.

Tadarus dibagi dua sif. Yakni siang dan malam. Bagi sif siang, diikuti 15 orang dan sif malam ada10 orang. Sedangkan peserta BTA ada 101 orang.

Pihak rutan juga memantau kefasihan, Tajwid dan kelancaran mereka membaca Alquran.

Peserta BTA diseleksi. Karena hanya napi atau tahanan yang kurang bisa memahami Alquran yang boleh ikut.

Pesantren Ramadan dibimbing oleh mahasiswa  STAIN maupun dari instansi pemerintah lainnya.

Sementara itu, untuk pendidikan kerohanian, para napi atau tahanan diikutsertakan semua. Sebab pendidikan kerohanian ini dinilai penting untuk bisa membangun jiwa dan mentalnya sesuai dengan ajaran agama yang ada.

Editor : Akrom Hazami

 

6 Lokasi di Pati yang Dipenuhi Banyak Penjahat Saat Lebaran

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo memberikan arahan kepada personil pengamanan Lebaran di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo memberikan arahan kepada personil pengamanan Lebaran di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ada enam lokasi rawan kriminalitas di Pati saat Lebaran. Keenam lokasi tersebut, antara lain terminal bus di Pati dan Juwana, halte bus Puri, halte bus Gemeces, tempat mangkal tukang ojek, pusat perbelanjaan, dan jalur lingkar selatan (JLS) Pati.

Di enam lokasi tersebut, dimungkinkan terjadi rebutan penumpang, copet, jambret atau tukang hipnotis, calo tiket liar, pencurian dengan cara membius korban, penipuan, hingga bajing loncat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Pati melakukan langkah antisipatif dengan melaksanakan penyelidikan atau deteksi dini. “Kami sudah melakukan upaya antisipatif untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kejahatan di lokasi-lokasi tersebut,” kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (28/6/2016).

Selain deteksi ini dengan memaksimalkan fungsi intelijen, Polres Pati juga akan melakukan patroli pada jam-jam rawan kriminalitas, menempatkan personil keamanan, berkoordinasi dengan instansi terkait, dan membentuk tim reaksi cepat.

“Kami juga sudah menggelar latihan pra operasi Ramadniya Candi untuk memantapkan materi dan meningkatkan kemampuan personil yang akan bertugas di lapangan pada Lebaran nanti. Pengamanan akan dimulai pada H-7 Lebaran dan berakhir pada H+7 Lebaran,” pungkas Sundoyo.

Editor : Akrom Hazami

Keciput Kudus Beraneka Rasa Ternyata Terinspirasi dari Celetukan Mahasiswa

Salah seorang kerabat Zahroni ikut membantu mengemasi keciput kedalam kemasan kantong plastic. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah seorang kerabat Zahroni ikut membantu mengemasi keciput kedalam kemasan kantong plastic. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Memproduksi camilan keciput dengan varian rasa telah dilakukan Zahroni, warga Jalan Sunan Kudus Desa Demaan, Kota, Kudus. Dia mengakui ide itu berasal dari mahasiswa asal Bogor, Jawa Barat.

Zahroni menceritakan, usaha keciput sudah berjalan mulai tahun 1985. Sekitar tahun 2010 atau enam tahun silam, ada beberapa mahasiswa dari IPB (Institut Pertanian Bogor) datang ke Kudus untuk praktik.

Mereka pun mampir dan memberikan masukan. Yaitu makanan keciput juga bisa dibikin dengan berbagai rasa. “Itu pun kami coba,” kata Zahroni.

Masukan tersebut masuk akal. Karena pembeli bisa memberikan pilihan. Hal itu bias memajukan usaha rumahannya.

Sejak itu, dia memproduksi keciput dengan berbagai varian. Mulai dari rasa cokelat, jagung bakar, keju dan coco pandan.

Adapun pengerjaannya dilakukan oleh saudara, dan kerabat sekitar.

Kini, produksinya pun diburu warga Kudus. Terutama untuk menjadi sajian saat Lebaran. Sejauh ini, dia masih menyediakan untuk pasar dalam kota.

Editor : Akrom Hazami

 

Lebaran, Polisi Rembang Siapkan 5 Pospam  

Pos pelayanan yang ada di sisi utara Alun-alun Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pos pelayanan yang ada di sisi utara Alun-alun Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Lima Pos Pengamanan (Pospam) dari Satlantas Polres Rembang bakal ikut andil dalam mengamankan pemudik yang melewati jalur Kabupaten Rembang.

Lima pos tersebut terdiri dari empat pos yang berada di jalur pantura Rembang.  Yakni Kaliori, Lasem, Kragan dan Sarang. Lalu, satu lagi pospam berada di jalur Rembang-Blora yakni di Kecamatan Bulu.

“Selain itu ada satu pos pelayanan (Posyan) yang berada di sisi utara Alun-alun Rembang,” kata Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsia kepada MuriaNewsCom (28/6/2016).

Pendirian pospam tersebut, merupakan upaya dalam memberikan pelayanan lebih. Utamanya agar mudah dan cepat saat menangani kasus kecelakaan, dan lainnya.

“Untuk pospam didirikan di titik-titik yang dinilai memiliki kerawanan lebih,”  ungkapnya.

Selain rawan kecelakaan, imbuh Ghifar, juga rawan pelanggaran dan kriminalitas.

“Dengan adanya beberapa pos tersebut setidaknya bisa memberikan pelayanan lebih cepat bagi masyarakat dan pemudik yang melintasi wilayah Rembang,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Pati Diimbau Tak Belanja Berlebihan

 

 Kepala Disperindag Pati Riyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kepala Disperindag Pati Riyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)


MuriaNewsCom, Pati –
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pati Riyoso mengingatkan kepada warga Pati untuk tidak belanja berlebihan menjelang Lebaran. Pasalnya, permintaan yang tinggi akan memicu kenaikan harga.

“Saya rasa perayaan Lebaran dengan kebutuhan yang semakin meningkat itu wajar. Namun, alangkah lebih baiknya bila belanja dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebihan. Dengan begitu, harga diharapkan bisa stabil sampai Lebaran nanti,” kata Riyoso.

Dikatakan, saat Lebaran biasanya komoditas yang paling banyak diburu, antara lain daging sapi, daging ayam pedaging, hingga daging ayam kampung. Per Senin (27/6/2016), harga daging ayam berkisar di angka Rp 32 ribu per kg.

Sementara itu, harga ayam kampung mencapai Rp 65 ribu per kg. Untuk kebutuhan pokok seperti beras, harganya masih stabil di angka Rp 8 ribu hingga Rp 9,5 ribu per kg.

“Saya kira harga pada level itu masih wajar. Karena itu, bila permintaan di pasar meningkat sedangkan ketersediaan barang minim, harga dipastikan melonjak. Kami berharap agar harga tetap stabil sampai Lebaran nanti,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

23 Sopir Bus Wajib Pipis Biar Tak Kecelakaan di Rembang

bus e

Petugas sedang memeriksa kondisi bus yang digelar Polres Rembang, Senin (27/6/2016). (Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan sopir bus angkutan mudik Lebaran dicegat petugas gabungan Polres dan Dishubkominfo, di kawasan Terminal Rembang, Senin (27/6/2016). Petugas memeriksa detil bus yang mereka gunakan untuk mengangkut penumpang.

Tak hanya itu, para sopirnya juga diperiksa. Urine mereka diperiksa untuk mendeteksi para sopir itu mengonsumsi narkoba atau tidak. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi kecelakaan yang diakibatkan sopir yang terpengaruh narkoba.

Pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB, dengan dipimpin Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ghifar. Untuk melakukan tes urine, dikerahkan personel dari Satnarkoba dan Dokkes Polres Rembang.

“Ada sekitar 23 armada dan plus sopirnya yang dilakukan uji kelayakan dan tes urine di terminal Rembang. Ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan saat mudik lebaran di jalan raya,” katanya.

Jelang Lebaran ini diperkirakan membuat arus lalu lintas makin padat. Kondisi itu, juga menjadi rawan terjadi kecelakaan. Salah satu antisipasi lainnya, kata Ghifar, dapat mencegah terjadinya kecelakaan, dengan memastikan kondisi kesehatan para pengemudi. Terutama, pengemudi bus.

“Dari sopir yang kami periksa, tak ada yang positif terpengaruh miras ataupun narkoba. Tes ini juga untuk mencegah masuknya narkoba di Rembang,” paparnya.

Ia mengatakan, pemeriksaan armada dengan tujuan untuk menjaga agar kendaraan umum yang akan digunakan dalam mudik Lebaran 2016 sesuai dengan kapasitas dan kelayakan dalam beroperasi.

Beberapa hal yang diperiksa di antaranya ban, lampu, klakson, kipas kaca, serta fasilitas tanggap darurat seperti kotak obat, segitiga pengaman, palu pemecah kaca, dan alat pemadam kebakaran. Surat-surat kendaraan menjadi syarat mutlak bagi armada bus untuk beroperasi.

Ia memastikan, semua kendaran Lebaran berasal dari terminal di Kabupaten Rembang wajib lulus uji kendaran dan sopir lulus tes urine. “Kalau tidak lulus uji maka kendaran dan sopir tidak boleh membawa penumpang,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Peserta Pesantren Ramadan di Kudus Disiapkan Hadiah Menarik

pesantren ramadan 2 r

Peserta Pesantren Ramadan di Masjid Baitul Muttaqin, Barongan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan bingkisan menarik disiapkan panitia remaja Pesantren Ramadan. Bingkisan tersebut nantinya akan diberikan kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan saat lomba Cerdas Cermat Remaja.

Pembina kegiatan remaja Pesantren Ramadan Arif Prasetyo mengatakan, puluhan bingkisan itu berupa alat tulis, perlengkapan sekola, dan yang lainnya.

“Setiap hari guru akan memberikan pertanyaan kepada santri Pesantren Ramadan. Baik itu mengenai Fiqih, Tajwid, Sejarah Islam maupun yang lain. Nah, setelah itu,guru tersebut akan mencatat siapa saja yang bisa menjawab pertanyaan itu,” katanya.

Akan tetapi untuk pemberian hadiah tersebut akan diserahkan saat kegiatan takbir keliling Idul Fitri. “Untuk pemberiannya, kita serahkan saat malam hari. Yakni ketika takbir keliling Idul Fitri yang akan datang,” ujarnya.

Pemberian hadiah berupa alat tulis karena pesertanya terdiri dari siswa hingga mahasiswa.

Editor : Akrom Hazami

 

Saat yang Lain ke Mal, Ratusan Pemuda di Kecamatan Kota Kudus Ini Pilih Pesantren Ramadan

pesantren ramadan e

Kegiatan Pesantren Ramadan oleh pemuda berbgai desa di Kecamatan Kota yang tersentra di Masjid Baitul Muttaqin, Poroliman, Barongan, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Sekitar 200 pemuda dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Kota, menggelar pesantren Ramadan di Masjid Baitul Muttaqin, Poroliman, Barongan, Kudus, Senin (27/6/2016).

Pembina kegiatan Pesantren Ramadan Arif Prasetyo mengatakan, kegiatan diikuti para pemuda. Baik mulai dari tingkatan SD hingga mahasiswa. “Adapun pesertanya ialah para pemuda dari Desa Barongan, Kaliputu, Singocandi, dan Burikan. Namun untuk kegiatan ini tersentra di wilayah Barongan Kudus,” kata Arif.

Dia melanjutkan, kegiatan yang sudah digelar mulai Sabtu (25/6/2016) ini akan berakhir hingga Rabu (29/6/2016).

Dari informasi yang didapat, kegiatan yang sudah berjalan puluhan tahun tersebut memang bertujuan untuk memupuk jiwa para pemuda. Supaya mereka selalu menghidupkan atmosfer Ramadan di masjid.

“Setidaknya, para pemuda itu bisa selalu menghidupkan masjid di saat bulan puasa. Dan tidak serta merta untuk berkunjung ke tempat keramaian, perbelanjaan dan sejenisnya,” ujarnya.

Dari pantuan MuriaNewsCom, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB ini juga diberikan materi sesuai dengan tingkatan peserta.

“Materinya itu ada Fiqih, Sejarah Islam, Hadits, Aqidah Akhlak, Tajwid dan umum. Akan tetapi kita juga sesuaikan dengan tingkatan pesertanya. Sebab kita juga mengelompokkan peserta mulai dari SD hingga mahasiswa,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk kegiatan ini panitia juga telah menyediakan alat tulis. Baik buku maupun bolpoin.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Perempuan Ini Bisa Bawa Pulang Hingga Rp 5 Juta dari Penukaran Uang Baru

Uang baru dengan berbagai macam pecahan banyak diburu warga saat mendekati Lebaran. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

Uang baru dengan berbagai macam pecahan banyak diburu warga saat mendekati Lebaran. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus  Meskipun cenderung sepi, namun jasa penukaran uang tak pernah hilang. Keuntungan yang menggiurkan menjadi salah satu penyebabnya. Pasalnya, dari tiap transaksi penjual jasa penukaran uang bisa mengantongi untung hingga 15 persen.

Terlebih, mereka tidak usah keluar modal dan hanya bertindak menjadi jasa tukar uang saja. Sugiarti (38) misalnya, dia mengakui kalau sekarang keuntungannya hanya 10 persen dari yang dijual saja. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya 5 persen saja saat awal dasar di Kudus.

“Sekarang kami ambil 10 persen. Jadi untuk Rp 100 ribu kami dapat Rp 10 ribu. Namun dulu waktu awal hanya ambil 5 persen saja,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/6/2016).

Berbeda saat mendekati Lebaran nanti, para penyedia jasa tukar uang menaikkan jadi 15 persen. Sehingga untuk Rp 100 ribu mendapat Rp 15 ribu. Jumlah tersebut dikarenakan bank makin antre dan sudah tutup.

Menurutnya, harga tukar naik menjadi sepuluh persen mulai dilaksanakan pada H-10 Lebaran, dan semakin mendekati Lebaran jasanya akan dinaikkan menajdi 15 persen. Sebab pada waktu itu, nuansa penukarnya sangat banyak. Sehingga harga dinaikkan. Terlebih jumlahnya juga sudah banyk berkurang dan untuk menukarkannya lebih sulit.

Dia mengatakan sudah menekuni usahanya selama tiga tahun. Dan selama ini mendapatkan untung yang lumayan, terlebih modalnya adalah uang pinjaman.

Banyaknya nominal yang dapat ditukar, mulai Rp 2 ribu hingga Rp 20 ribu. Namun setiap nominal memiliki keramaian sendiri-sendiri. Seperti Rp 20 ribu misalnya. Umumnya sasaran yang menukarkan uang adalah dari golongan menengah ke atas.

Dia mengatakan, untuk penukaran uang Rp 2 ribu, paling sedikit sebanyak Rp 200 ribu. Sedangkan paling banyak untuk Rp 20 ribu, paling sedikit Rp 2 juta. Namun yang paling banyak dicari adalah nominal Rp 2 ribu sampai Rp 10 ribu.

Dari hasil usahanya, rata-rata perhari minimal terdapat yang menukar Rp 500 ribu. Sehingga hasil yang didapat sangat banyak. Dia menjelaskan, meskipun usahanya merupakan usaha tahunan, namun hasil yang didapat juga banyak. Seperti tahun kemarin, dia berhasil mengeruk keuntungan sekitar Rp 5 Juta.

Editor : Ali Muntoha

Keruwetan Lalu Lintas di Kudus Dipantau dari Kamera Pengawas

Pengendara sedang melintas di depan pospam Lebaran di Kudus. Selain pospam polisi juga melakukan pengawasan melalui CCTV. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

Pengendara sedang melintas di depan pospam Lebaran di Kudus. Selain pospam polisi juga melakukan pengawasan melalui CCTV. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain mengerahkan personel di sejumlah titik di jalur mudik, Polres Kudus juga melakukan pemantauan terhadap kemacetan melalui kamera pengawas atau CCTV. Ada lima unit CCTV yang dipasang di beberapa titik jalan di Kudus.

Kanit Digyasa Polres Kudus Iptu Ngatimin mengatakan, CCTV itu dipasang di titik-titik yang rawan macet. Menurut dia, kelima unit CCTV ini telah beroperasi dan menjadi salah satu bagian untuk pengawasan lalu lintas.

“Kelima titik tersebut terdapat  pada  Terminal Induk, Pertigaan Ngembal, kawasan Matahari, Simpang Tujuh serta pada jalan Kudus-Jepara km 7,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/6/2016).

CCTV tersebut terpasang dan dapat dipantau secara online. Ketika ada kepadatan arus maupun kesemerawutan lalu lintas yang terpantau dari CCTV, petugas akan langsung bergerak ke lokasi untuk mengurai kendaraan.

“Pengguna jalan pada hari raya lebih meningkat dari hari biasanya. Untuk itulah dibutuhkan penindakan yang cepat dan tepat. Kami juga meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi kepada kami,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

 

Penjual Jasa Penukaran Uang Baru di Kudus Mengeluh

Warga tengah menukarkan uang baru ke jasa penukaran uang di Kudus. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

Warga tengah menukarkan uang baru ke jasa penukaran uang di Kudus. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Para penjual jasa penukaran uang baru yang tersebar di sejumlah titik keramaian di Kabupaten Kudus, mulai mengeluh. Pasalnya, minat warga untuk menukarkan uang baru menurun. Tak tanggung-tanggung penurunannya hingga 50 persen.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan ini. Salah satunya banyak pekerja yang memilih menukarkan uang baru langsung di bank, karena tak dipungut biaya. Kondisi ini membuat jasa penukaran uang baru menjadi sepi.

Seperti yang dialami Sugiarti (38). Penjual jasa penukaran uang baru asal Kota Semarang ini, sudah sejak pekan lalu mangkal di kawasan Simpang Tujuh Kudus. Namun jumlah penukaran uang yang didapatnya tak semenggembirakan seperti tahun lalu.

Ia menyebut, pada tahun lalu per hari bisa menukar uang baru hingga Rp 2 juta, sementara tahun ini per hari hanya maksimal Rp 1 juta saja.

“Tahun ini sepi. Kalau awal buka jasa tukar uang di awal puasa dulu sepi wajar, tapi kalau sampai sekarang masih sepi itu yang rasanya aneh,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/6/2016).

Menurut dia, sepinya penukar uang juga disebabkan belum keluarga THR bagi para karyawan. Hal itu jelas mempengaruhi omzet harian para penyedia jasa.

Selain itu, hal lainnya adalah pada momen Lebaran kali ini berbarengan dengan masuk sekolah. Sehingga membuat kebutuhan keluarga sudah meningkat dan mengurangi beberapa kebutuhan.

“Jasa tukar uang di bank juga berpengaruh. Sebab masyrakat banyak yang beralih kesana ketimbang menukar ke sini,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Diganggu Penjahat Atau Bermasalah Saat Melintas di Kudus? Merapat Saja ke Pospam Ini

Pospam di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, akan mulai beroperasi pada 1 Juli 2016 mendatang. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

Pospam di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, akan mulai beroperasi pada 1 Juli 2016 mendatang. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama musim mudik dan balik Lebaran, polisi menerjunkan kekuatanya untuk melakukan pengamanan. Sepanjang jalur mudik didirikan pos-pos pengamanan dan pelayanan.

Di jalur pantura Kudus Polres Kudus yang didukung PR Sukun mendirikan lima pospam. Kelima pospam itu didirikan di tempat startegis, yang menjadi jalur mudik dan balik. Pospam ini akan beroperasi mulai 1 Januari 2016 hingga Operasi Ramadhania 2016 berakhir.

Kasatlantas Kudus AKP Aron S melalui Kanit Digyasa Polres Kudus Iptu Ngatmin mengatakan, di setiap pospam disiagakan personel gabungan. Menurut dia, pospam berada di titik yang sangat mudah dijangkau, sehingga masyarakat atau pemudik yang mendapatkan masalah bisa langsung merapat ke pospam ini.

Termasuk jika ada potensi kejahatan, petugas yang berjaga di pos-pos itu bisa bergerak cepat menghadang pelaku kejahatan.

“Lima titik pospam itu yakni, di Terminal Induk Kudus, di kawasan Jati, Depan Matahari, di Ada Swalayan, Simpang Tujuh atau depan pendapa, dan di SPBU Klaling, Jekulo. Kelima lokasi tersebut sangat dekat dengan keramaian,”katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/6/2016).

Menurutnya, posisi pospam tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Yakni pospam yang sebelumnya berada di SPBU Krawang, kini diubah di SPBU Klaling. Hal ini dilakukan lantaran SPBU Krawang dinilai sudah terlalu penuh.

Meski dipindah, namun dia meyakini tidak akan mengurangi keamaman. Sebab, petugas untuk patroli juga disiagakan sesering mungkin. Hal itu untuk melihat kondisi jalan selama Lebaran.

“Kami total ada 90 personel, itu baru dari Satlantas saja. Belum lagi dengan tambahan personel lainnya yang juga bertugas di pos,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Pos PAM dan Ambulans Siaga di Jalur Maut Pantura Rembang

Jajaran Polda Jateng memeriksa kesiapan pospam di jalur pantura Rembang. (Humas Polres Rembang)

Jajaran Polda Jateng memeriksa kesiapan pospam di jalur pantura Rembang. (Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jalur pantura Rembang menjadi salah satu jalur mudik yang cukup rawan kecelakaan. Di jalur ini banyak ditemui, jalur-jalur tengkorak yang sering memicu kecelakaan dengan korban jiwa.

Untuk mengantisipasinya Polres Rembang yang didukung PR Sukun mendirikan sejumlah pos pengamanan terpadu. Pos pengamanan dan pelayanan ini tersebar dari perbatasan Rembang-Pati, hingga perbatasan Rembang-Jawa Timur.

Di setiap pos disiapkan personel gabungan, untuk melakukan pengamanan jalur mudik. Tak hanya itu, di setiap pos juga disiapkan tim medis untuk memberi pertolongan jika terjadi kecelakaan ataupun jika ada pemudik yang terserang penyakit mendadak.

Selain itu, Kapolres Rembang AKBP Sugiharto menyebut, untuk menghindari adanya fatalitas saat terjadi kecelakaan, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah puskesmas untuk menyiagakan mobil ambulans.

“Mobil ambulans milik puskesmas disiagakan di pospam, mulai jalur pantura Kaliori, Bulu, hingga perbatasan wilayah Blora, Lasem, Kragan, dan Sarang (perbatasan Jawa Timur). Mobil ambulans akan siaga 24 jam,” katanya.

Menurut dia, ada enam unit pospam yang didirikan di sepanjang jalur mudik Lebaran. Yakni Pos pam I Kaliori, Pos Pam II Lasem, Pos Pam III Kragan, Pos Pam IV Sarang, Pos Pam V Bulu, dan pos pelayanan di Alun-alun Rembang. “Di setiap pospam dijaga sejumlah personel gabungan terdiri dari personel Polri, tenaga medis, dibantu instansi terkait,” ujarnya.

Kesiapan pospam ini pada Sabtu (25/6/2016) kemarin juga telah dipantau Kepala Biro Operasi Polda Jateng Kombes Pol Tatang, bersama Direktur Sabhara Kombes Pol Tetra M Putra. Pejabat dari Polda Jateng untuk melakukan pemantauan persiapan Operas Ramadhaniyah 2016 di jajaran Polres Rembang.

Pospam yang dikunjungi adalah Pos yang terletak di Alun-alun Rembang. Mereka disambut Kapolres Rembang, Kabag Ops Kompol Yohan Setiajid, Kasat Lantas AKP Ahmad Ghifar, dan Kasat Sabhara AKP Binuka S.

Editor : Ali Muntoha

Di Saat Kalian Libur Lebaran, Mereka-mereka Ini Bertaruh Nyawa

Salah satu anggota pemadam kebarakan tengah mencoba mengendalikan api yang membakar sebuah rumah, baru-baru ini. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

Salah satu anggota pemadam kebarakan tengah mencoba mengendalikan api yang membakar sebuah rumah, baru-baru ini. (MuriaNewsCom / Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Lebaran menjadi momen spesial bagi setiap Muslim. Musim libur Lebaran menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama sanak saudara, dan piknik ke sejumlah tempat-tempat wisata.

Namun di tengah-tengah kebahagiaan berlebaran, ada orang-orang yang setia menjaga libur Lebaran kalian tak terganggu. Bahkan tak sedikit mereka-mereka ini harus bertaruh nyawa, demi menjaga libur Lebaran tak bermasalah.

Mereka-mereka ini adalah para petugas yang tetap berdinas selama libur Lebaran. Mereka yakni petugas pemadam kebakaran, petugas PLN, polisi dan lainnya. Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku dengan api yang jika tak terkontrol, maka nyawa menjadi taruhannya.

Mereka ini akan bersiaga kapanpun, termasuk saat musim libur Lebaran. Di Kudus ada ratusan petugas pemadam kebaran yang bersiaga, jika sewaktu-waktu ada rumah terbakar. Kepala Pemadam Kebakaran Kudus Hardi Cahyana, menyebut, selama Lebaran Kudus menyiapkan enam pos pemadam milik Djarum. Petugas akan siap melayani masyarakat kapanpun selama 24 jam

“Ada enam pos, yakni di Pos Pengkol, Pos Kaliwungu, Pos Tanjung Karang, Pos Bakalan Krapyak, Pos Burikan serta Pos Oasis. Semuanya selalu siap jika ada kebakaran,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (26/6/2016).

Menurutnya, keenam pos itu, diyakini lebih dekat dengan masyarakat sekitar. Sehingga pemadam bisa langsung cepat mendatangi ke lokasi-lokasi kebakaran. Di setiap pos ada petugas yang standbay secara bergiliran. Menurut dia, total ada 130 personel yang bersiaga di enam pos itu selama Lebaran.

“Meski saat Lebaran, risiko kebakaran tetaplah ada. Untuk itulah kewaspadaan masyarakat terdapat lingkungan tetap menjadi kewaspadaan. Khususnya adanya arus pendek dan jaringan listrik,” terangnya.

Begitu juga dengan petugas PLN. Mereka akan bekerja memastikan listrik yang mengalir ke rumah-rumah warga tak terganggu. Jika ada kerusakan, mereka akan bergegas melakukan perbaikan di jaringan listrik yang sangat berbahaya. Salah sedikit saja, mereka bisa langsung kehilangan nyawa.

Polisi yang berjaga selama musim mudik dan balik dan pengamanan Lebaran juga sangat rentan terhadap bahaya. Pasalnya, tak sedikit polisi yang menjadi korban dari keteledoran pengguna jalan. Contohnya saat terjadi kecelakaan di jalur pantura Pati-Rembang beberapa waktu lalu, dan anggota Polsek Genuk yang ditabrak pengendara tak dikenal.

Editor : Ali Muntoha