Sam’ani: Pak Bupati Kudus Belum Mengizinkan Saya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kandidat kuat calon bupati Kudus yang digadang-gadang maju pada pilkada 2018 mendatang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris punya pengakuan jujur, kenapa dirinya tidak akan mencalonkan diri.

Menurut Sam’ani, sejak awal dirinya memang tidak ingin maju dalam pemilihan kepala daerah tersebut. “Jujur, saya tidak (ingin nyalon),” katanya usai jumpa pers di Green Cafe, Jumat (21/7/2017). 

Pria yang hari ini berulang tahun itu, memang tidak mengatakan banyak hal, terkait dengan tidak majunya dia pada pilkada ini. Hanya menegaskan jika, dirinya masih ingin mengabdi sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Saya masih 12 tahun lagi pensiun. Jadi, saya laksanakan dulu tugas dan fungsi saya sebagai PNS sebaik-baiknya,” jelasnya.

Alasan masih berstatus PNS itu, menjadi salah satu alasan kenapa dia tidak mencalonkan diri. Selain enam alasan lain seperti, belum mendapat restu orang tua, bukan orang partai, bermodal pas-pasan, atau tidak mempunyai rekomendasi.

Oran tua, menurut Sam’ani, bukan hanya merujuk kepada kedua orang tuanya saja, melainkan juga kepada atasannya. Yakni Bupati Kudus. “Atasan itu juga termasuk orang tua lho, ya. Dan memang pak bupati belum memberikan izin. Makanya menjadi salah satu alasan,” katanya.

Sam’ani sendiri memutuskan bahwa 93% dirinya tidak akan maju sebagai calon bupati. Sedangkan 7%, tergantung kepada rahasia dan keajaiban Allah SWT.

Terkait dengan para pendukungnya yang selama ini menginginkannya maju, Sam’ani mengatakan lebih dini mereka mengetahui keputusannya tidak mencalonkan diri itu, akan lebih baik. “Karena mereka sudah tahu sejak awal. Daripada nanti-nanti, malah membuat mereka makin kecewa. Lebih baik sekarang,” jelasnya.

Namun Sam’ani menegaskan bahwa dirinya sudah memberikan penjelasan kepada pendukungnya, untuk mengerti dan memahami keputusannya itu. “Semua sudah memahaminya,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Bermodal Pas-pasan, Sam’ani Pastikan Tak Nyalon Bupati Kudus

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu kandidat yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon bupati Kudus, pun bersuara. Adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus Sam’ani Intakoris, yang menyatakan dirinya tidak akan maju dalam pesta demokrasi tahun 2018 mendatang.

Dalam jumpa pers yang digelar Jumat (21/7/2017), di Green Cafe, Sam’ani mengatakan bahwa dirinya tidak akan maju sebagai calon bupati. “Keputusan saya ini sudah bulat. Saya 93% tidak akan menyalonkan diri sebagai calon bupati pada pilkada mendatang,” katanya di hadapan sejumlah wartawan.

Sam’ani mengatakan, 93% opsi tidak mencalonkan diri itu, didasari pada beberapa pertimbangan. Setidaknya ada tujuh poin kenapa dirinya memutuskan untuk tidak mencalonkan diri.

Pertimbangan itu adalah belum ada restu orang tua (bapak dan ibu), masih pegawai negeri sipil (PNS) aktif, bukan orang partai, tidak mempunyai rekomendasi, modal pas-pasan, pertimbangan apa mampu jadi bupati, dan mempertimbankan antara manfaat atau mudharatnya.

Sedangkan pertimbangan 3% sisanya adalah soal rahasia dan keajaiban Allah SWT. “Memang begitulah. Saya sudah mempertimbangkannya dengan matang-matang soal ini (untuk tidak maju). Kalau alasan yang tujuh sebelumnya tadi bisa gugur, maka yang 3% juga kemungkinan masih dipertimbangkan lagi (untuk maju),” paparnya.

Namun tidak dipungkiri Sam’ani bahwa aturan soal PNS yang harus mengundurkan diri saat akan nyalon bupati, juga menjadi salah satu pertimbangan penting. 

“Saya masih 12 tahun lagi menjadi PNS. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menjalankan tugas dan fungsi saya sebagai PNS dengan sebaik-baiknya saja,” tegasnya.

Sam’ani sendiri, adalah salah satu sosok disebut-sebut menjadi calon kuat jadi Bupati Kudus, dari kalangan birokrat. Selain Sam’ani, nama lainnya adalah Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kudus, Sumiyatun. Bahkan, Sumiyatun mengklaim sudah didukung pengurus anak cabang PDIP Kudus. 

Editor : Akrom Hazami

 

Beri Sinyal Didukung Partai Hijau, MU Masih Simpan Rapat Namanya

Haryanto (tengah), dalam jumpa pers yang digelar untuk mengumumkan Tim Adhoc Pemenangan MU dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang, di kediaman MU, Jumat (21/7/2017).
(MuriaNewsCom/ Merie)ca

MuriaNewsCom, Kudus – Umar Ali alias Mas Umar (MU) memantapkan dirinya untuk maju sebagai calon bupati pada Pilkada Kudus 2018. Meski mengklaim bahwa dirinya sudah didukung beberapa partai politik (parpol), namun parpol mana saja itu, masih disimpan rapat.

Koordinator Tim Adhoc Pemenangan MU Haryanto mengatakan, memang pihaknya belum akan mengeluarkan nama-nama parpol yang mendukung pencalonan MU. ”Nanti saja kalau kemudian rekomendasi sudah di tangan, baru kita berani untuk mendeklarasikannya. Tapi sekarang, kami terus melakukan koordinasi,” jelasnya, Jumat (21/7/2017).

Namun Haryanto membenarkan jika memang pihaknya didekati partai-partai ”hijau” yang memiliki kursi di Kudus ini. Namun, soal kepastian rekomendasinya, memang masih menunggu pembicaraan lebih lanjut.

”Kalau partai hijau memang banyak sekali kabarnya. Namun, kita tidak menutup kemungkinan semua parpol untuk bisa mendukung kami. Karenanya, kita gencar melakukan koordinasi. Termasuk saat ini, Mas Umar pergi ke luar kota untuk urusan itu,” tuturnya.

Haryanto juga membenarkan bahwa sudah ada satu parpol yang 90% mendukung MU. Hanya, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengumumkan hal tersebut. ”Kami masih melihat dinamika yang berkembang saat ini. Namun yang 90% tadi, memang sudah kami kantongi,” katanya.

Ditegaskan Haryanto, jika MU hanya akan maju sebagai calon bupati. Dan bukan sebagai calon wakil bupati. Hal ini sudah merupakan niat kuat dan tekad dari yang bersangkutan. ”Tetap maju sebagai calon bupati. Tidak yang lain,” tegasnya.

MU juga belum akan berbicara mengenai siapa yang akan mendampinginya nanti dalam pencalonan. Meski begitu, pihaknya membuka semua kalangan untuk bisa menjadi calon pendamping MU. ”Kita akan berbicara mengenai pendampingnya, setelah soal rekomendasi ini selesai. Sehingga itu dulu yang akan kita intensifkan,” katanya.

Selain itu, Haryanto menambahkan jika tugas lain yang juga menjadi prioritas adalah mengenalkan MU hingga ke akar rumput. Sehingga seluruh masyarakat Kudus mengenal yang bersangkutan.

”Kami akui bahwa belum semua warga Kudus mengenal MU. Sehingga tugas kami adalah bagaimana meningkatkan kepopuleran itu terlebih dahulu. Kami juga sudah menggandeng lembaga survei untuk bisa melaksanakan tugas tersebut. Hanya memang itu adalah untuk keperluan internal kami sendiri. Yang jelas, MU sudah melakukan serangkaian pendekatan secara personal dengan berbagai kalangan masyarakat. Dan itu lebih efektif untuk sekarang,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Calon Bupati Kudus Mas Umar Tunjuk Haryanto jadi Ketua Tim Pemenangan

Haryanto (kiri), dalam jumpa pers yang digelar untuk mengumumkan Tim Adhoc Pemenangan MU dalam Pilkada Kudus 2018 mendatang, di kediaman MU, Jumat (21/7/2017). (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Keseriusan Umar Ali atau yang dikenal sebagai Mas Umar (MU) untuk maju sebagai calon bupati Kudus pada Pemilukada 2018 mendatang, semakin tampak dengan ditunjuknya tim yang akan memenangkan pencalonannya.

Secara resmi, MU menunjuk H Haryanto sebagai koordinator Tim Adhoc Pemenangan MU pada pemilukada mendatang. Ini dilakukan sebagai upaya agar seluruh aktivitas dan statement mengenai MU, bisa berasal dari satu pintu.

”Saya memang sudah resmi ditunjuk Mas Umar untuk menjadi koordinator tim pemenangan. Meski memang masih secara adhoc, ya. Nanti kalau misalnya rekomendasi sudah turun, maka akan ada tim resmi lagi yang menangani,” terang Haryanto, dalam jumpa pers di kediaman MU, Jumat (21/7/2017).

Tugas tim ini, menurut Haryanto yang merupakan pengusaha, adalah bagaimana mengkomunikasikan semua yang dibutuhkan MU guna memuluskan langkahnya, maju di pilkada. Termasuk salah satunya berkomunikasi dengan partai-partai yang ada di Kabupaten Kudus, demi dukungan yang dibutuhkan.

Haryanto mengatakan, kebutuhan tim ini sendiri dianggap mendesak. Seiring dengan popularitas MU yang terus naik, maka perlu tim yang tepat untuk menangananinya. ”Artinya, partai atau masyarakat, bisa melewati satu pintu yang terpercaya, jika kemudian berbicara mengenai MU. Dan saya siap untuk itu,” tegasnya.

Dinamika dan konstelasi politik menjelang Pilkada Kudus, sebagaimana dikatakan Haryanto, berlangsung dengan cepat dan masif. Sehingga semua harus bisa disikapi dengan baik. ”Karena memang sampai sekarang, kita masih terus melakukan pendekatan dengan semua elemen masyarakat, untuk mendukung MU maju sebagai calon bupati,” paparnya.

Kemunculan MU, disebut Haryanto ternyata dapat diterima dengan baik masyarakat luas. Indikasinya adalah dengan makin banyaknya dukungan dari berbagai komunitas yang ada di Kudus.

Selain itu, dorongan beberapa stakeholder yang ada, juga menambah bukti bahwa kehadiran MU memang diharapkan. Selain tentu saja, respon partai politik (parpol) yang baik dengan munculnya nama MU. ”Apalagi, progres dukungan masyarakat setiap hari mengalir deras kepada MU. Ini yang membuat kami semakin yakin akan pencalonan MU ini,” katanya.

Ditanya mengenai strategi pemenangan yang akan dilakukan tim terhadap MU, Haryanto mengatakan jika hal itu masih rahasia. Namun, yang akan dilakukan tim dalam waktu dekat, adalah melakukan survei terhadap elektabilitas MU.

”Ya, kami sudah menggandeng salah satu lembaga survei untuk melaksanakan ini. Karena bagaimanapun, survei bagi kami penting, untuk mengetahui dengan tepat, bahwa MU memang layak untuk masyarakat Kudus,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

PKS Usung Bowo Maju di Bursa Pilkada Kudus 2018

Setya Budi Wibowo, siap meramaikan bursa pilihan Bupati Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilihan Kepala Daerah Kudus 2018 mendatang, nampaknya bakal makin ramai. Sebab, salah satu tokoh Kudus, Setya Budi Wibowo, siap meramaikan bursa pilihan bupati. Mas Bowo, panggilan akrabnya, akan meramaikan pilkada dengan kendaraan dari PKS. Mas Bowo mengatakan, dirinya terpilih dari PKS untuk maju mewakili partai.

Dia terpilih, setelah sebelumya dilakukan pemilihan calon yang akan diusung dalam Pilkada Kudus 2018. Pemilihan calon dari PKS, sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu.

“Sudah ada pemilihan tersendiri dari partai. Pemilihannya, dijaring beberapa nama yang dianggap mampu. Saat itu terpilih 10 nama baik dari dalam partai maupun luar, dan dari 10 dipilih lima hingga jadi tiga. Dan kemudian dipilih kembali hingga tinggal satu saja,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Jumat (16/6/2017).

Menurut dia yang juga Ketua Komisi D DPRD Kudus itu, sebagai petugas partai sudah siap akan segala sesuatunya. Pihaknya siap menjalankan amanat partai, untuk maju di Pilkada Kudus awal 2018 mendatang. Terlebih partai mendukung secara penuh.

Mengenai pasangan yang akan diusung, pihaknya masih belum bisa membicarakannya. Karena hingga kini, komunikasi dengan sejumlah partai lainnya masih dilakukan, yang nantinya akan mengerucut pada pemilihan calon bupati dan wakilnya.

“Dari partai tak harus sebagai calon bupatinya, namun  bisa juga sebagai wakilnya. Tergantung bagaimana kondisinya nanti,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Buka Puasa Bareng, Sri Hartini dan Abdul Wachid Bagi-bagi Speaker Masjid

Anggota DPR RI Abdul Wachid dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sri Hartini memberikan bantuan alat pengeras suara kepada pengurus masjid dan musala di Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPR RI Abdul Wachid dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, Sabtu (3/6/2017) petang menggelar buka puasa bersama kader Gerindra dan warga Kudus.

Kegiatan buka puasa bersama dilakukan di kediaman Sri Hartini, di Jalan Suryo Kusumo VI, Nomor 99, Desa Jepang, Mejobo, Kudus. Ratusan orang hadir dalam kegiatan yang digelar di hari kedelapan Ramadan tersebut.

Abdul Wachid dan Sri Hartini keduanya menjadi jago Partai Gerindra dalam Pilkada serentak 2018 mendatang. Abdul Wachid dijagokan sebagai bakal calon gubernur Jawa Tengah, sementara Sri Hartini akan diusung sebagai bakal calon bupati Kudus.

Kegiatan ini dihadiri 250 orang, yang terdiri dari kader Partai Gerindra, masyarakat dan sejumlah tamu undangan lainnya.

“Buka puasa ini kami isi dengan dialog untuk menguatkan jalinan silaturahmi antarkader dan juga masyarakat,” kata Wachid yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jateng tersebut.

Dalam dialog tersebut, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat. Mulai dari kondisi saat ini di Kudus dan Jawa Tengah, harapan ke depan dan berbagai program dan usulan yang disampaikan kepada dua legislator tersebut.

Sementara Sri Hartini menyatakan silaturahmi adalah hal yang utama. Dari silaturahmi menurutnya, berbagai masalah ataupun persoalan bisa dicarikan solusi dan dipecahkan secara bersama.

Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid dan Sri Hartini juga memberikan bantuan seperangkat alat pengeras suara untuk masjid dan musala di Kabupaten Kudus. Pemberian bantuan disampaikan langsung kepada para pengurus masjid dan musala.

Editor : Ali Muntoha

Buka Puasa Bareng, Sri Hartini dan Abdul Wachid Bagi-bagi Speaker Masjid

Anggota DPR RI Abdul Wachid dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sri Hartini memberikan bantuan alat pengeras suara kepada pengurus masjid dan musala di Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPR RI Abdul Wachid dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, Sabtu (3/6/2017) petang menggelar buka puasa bersama kader Gerindra dan warga Kudus.

Kegiatan buka puasa bersama dilakukan di kediaman Sri Hartini, di Jalan Suryo Kusumo VI, Nomor 99, Desa Jepang, Mejobo, Kudus. Ratusan orang hadir dalam kegiatan yang digelar di hari kedelapan Ramadan tersebut.

Abdul Wachid dan Sri Hartini keduanya menjadi jago Partai Gerindra dalam Pilkada serentak 2018 mendatang. Abdul Wachid dijagokan sebagai bakal calon gubernur Jawa Tengah, sementara Sri Hartini akan diusung sebagai bakal calon bupati Kudus.

Kegiatan ini dihadiri 250 orang, yang terdiri dari kader Partai Gerindra, masyarakat dan sejumlah tamu undangan lainnya.

“Buka puasa ini kami isi dengan dialog untuk menguatkan jalinan silaturahmi antarkader dan juga masyarakat,” kata Wachid yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jateng tersebut.

Dalam dialog tersebut, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat. Mulai dari kondisi saat ini di Kudus dan Jawa Tengah, harapan ke depan dan berbagai program dan usulan yang disampaikan kepada dua legislator tersebut.

Sementara Sri Hartini menyatakan silaturahmi adalah hal yang utama. Dari silaturahmi menurutnya, berbagai masalah ataupun persoalan bisa dicarikan solusi dan dipecahkan secara bersama.

Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid dan Sri Hartini juga memberikan bantuan seperangkat alat pengeras suara untuk masjid dan musala di Kabupaten Kudus. Pemberian bantuan disampaikan langsung kepada para pengurus masjid dan musala.

Editor : Ali Muntoha

Didukung 8 PAC PDIP Kudus Maju di Pilkada, Sumiyatun Siap Mundur dari PNS

Tampak dukungan dari sejumlah perwakilan PAC PDIP Kudus kepada Sumiyatun agar maju dalam Pilbup Kudus mendatang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sumiyatun atau yang biasa dipanggil Mami, menyatakan siap bersaing dalam bursa Pilbup Kudus mendatang. Sumiyatun menyatakan kalau dai banyak mendapatkan dukungan dari PDIP Kudus.

“Saya siap bersaing, apalagi dengan dukungan dari ratusan kader PDIP Kudus serta delapan PAC PDIP Kudus,” kata Sumiyatun, Kamis (1/6/2017) dalam acara Deklarasi Dukungan 8 PAC PDIP Kudus untuk Sumiyatun.

Sumiyatun yang kini kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, menyatakan siap dengan segala tahapan yang akan dilewati. Termasuk juga, dengan syarat yang harus dipenuhi dengan melepas PNS miliknya.

“Aturan akan saya tempuh, kalau menang harus mundur dari PNS ya siap. Pokoknya sesuai dengan aturan yang berlaku saja,” jawabnya singkat.

Acara hari ini, kata Sumiyatun,sama sekali tak diketahui olehnya. Bahkan pihaknya sendiri mengaku kaget, akan aksi para kader PDIP Kudus, yang mengusungnya menjadi calon Bupati dari PDIP Kudus. Pihaknya hanya berniat aktivitas seperti biasanya saja.

“Tadi mau ke pendapa Kudus dipanggil bapak Bupati Kudus. Namun di jalan malah ada hal semacam ini, jadi saya kaget kok demikian,” ungkapnya. .

Dalam deklarasi dukungan terhadap Mami, ratusan kader terus berteriak-teriak lantang mendukung Sumiyatun bisa maju jadi Bupati Kudus, bukanlah wakil.

Editor : Akrom Hazami