Gandeng KPAD, LPAR Blusukan Hingga Pelosok Desa

  LPAR mengadakan rapat koordinasi mengenai perlindungan anak yang ada di Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


LPAR mengadakan rapat koordinasi mengenai perlindungan anak yang ada di Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual, Lembaga Perlindungan Anak Rembang (LPAR) menggandeng Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD).

Koordinator Jaringan dan Advokasi LPAR Didik Dimyati mengatakan, antara LPAR dan KPAD memiliki misi yang sama, yakni memberikan perlindungan terhadap anak dan membantu pemerintah dalam mewujudkan Rembang sebagai kabupaten layak anak.

“LPAR selalu melakukan koordinasi dengan KPAD untuk bisa sama-sama dalam memberikan edukasi terhadap warga Rembang. Apalagi, KPAD ini kan memang organisasi yang ada di masing-masing desa, sehingga, mereka tahu bagaimana kultur masyarakat setempat. Karena, kita memang blusukan sampai ke desa-desa dalam memberikan edukasi terkait perlindungan anak ini,” katanya.

Ia katakan, dari 287 desa dan 7 kelurahan yang ada di Rembang, baru ada 66 desa dan 7 kelurahan yang sudah mempunyai KPAD. “Pembentukan KPAD itu bukan wilayah kita. Sebab KPAD itu di bawah instansi pemerintah desa dan kelurahan. Dalam hal ini, KPAD juga dibina oleh BPMPKB,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk sementara ini, porsinya LPAR hanya sebagai media untuk mendidik warga Rembang supaya bisa melindungi anak anak.”Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga kita saling berkoordinasi dengan pihak terkait. Sehingga pendidikan perlindungan anak bisa selalu disalurkan ke warga Rembang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Sejumlah Pemuda di Rembang Rela Tak Dibayar Demi Selamatkan Anak-anak dari Tindak Kekerasan

 Anggota Lembaga Perlindungan Anak Rembang (LPAR) sedang menggelar rapat koordinasi di Kantor LPAR di Kelurahan Leteh (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Anggota Lembaga Perlindungan Anak Rembang (LPAR) sedang menggelar rapat koordinasi di Kantor LPAR di Kelurahan Leteh (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Meskipun Rembang sudah menyandang gelar sebagai kabupaten layak anak sejak tahun 2011, namun kekerasan terhadap anak masih rentan terjadi. Apalagi jika isu tersebut dianggap tanggungjawab pihak tertentu. Padahal, perlindungan anak merupakan tanggungjawab bersama.

Terkait hal itu, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Lembaga Perlindungan Anak Rembang (LPAR) menginginkan adanya keselamatan anak-anak dari adanya tindak kekerasan ataupun pelecehan seksual, dan hal lainnya.

Divisi Penguatan Organisasi LPAR Syafi’ul Anam mengatakan, dalam hal ini, anggota yang tergabung dalam LPAR berupaya agar tidak muncul adanya kekerasan-kekerasan ataupun pelecehan terhadap anak di Kabupaten Rembang.

“Caranya dengan memberikan edukasi terhadap anak-anak maupun masyarakat umum. Seperti halnya melarang saling membuli, saling mencemooh atau lainnya. Sebab, hal-hal seperti itu bisa memicu adanya kekerasan,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, dalam pergerakannya atau menjalankan kegiatan dalam upaya memberikan perlindungan terhadap anak tersebut, pihaknya rela untuk tak dibayar. “Ini memang sukarela, dan keberadaan kami juga diharapkan bisa memberikan support terhadap pemerintah dalam hal mewujudkan kota layak anak secara maksimal,” katanya.

Dia menambahkan, meskipum lembaga ini tidak ada anggaran dari instansi atau pemerintah, namun anggota LPAR akan selalu ikut membantu pemda dalam penyelengaraan perlindungan anak.”Terlebih, Pemda Rembang juga menginginkan kategori kabupaten layak anak bisa terus terwujud,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Ketua PD Muhammadiyah Grobogan Minta Kapolres Sikat Peredaran Miras

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PD Muhammadiyah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PD Muhammadiyah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ketua PD Muhammadiyah Grobogan Jati Purnomo meminta agar pihak kepolisian terus melakukan operasi. Khususnya, terhadap peredaran miras dan penyakit masyarakat (pekat) lainnya.

Permintaan itu dilontarkan Jati saat menerima kunjungan Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning berserta sejumlah perwira di Kantor PD Muhamadiyah Grobogan, Sabtu (30/7/2016).“Banyak dampak negatif dengan adanya miras ini. Maka dari itu, saya berharap agar operasi miras serta penyakit masyarakat lainnya lebih sering dilakukan,” kata Jati.

Dalam kesempatan itu, Jati juga mengapresiasi langkah kapolres dan jajarannya untuk selalu menjalin silaturahmi dengan tokoh agama dan ormas. Sebab, kondisi Grobogan yang selama ini relatif aman dan kondusif tidak lepas dari peran pemerintah daerah serta aparat keamanan dalam menjalin hubungan yang baik dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Agusman Gurning mengatakan, kunjungan yang dilakukan itu merupakan salah satu upaya untuk menciptakan suasana kondusif di wilayah kerjanya. Menurutnya, melalui silaturahmi, kebersamaan dan hubungan jajaran Polres Grobogan dengan seluruh elemen masyarakat akan terjalin sinergitas dan kekompakan dalam upaya untuk menjaga kamtibmas lingkungan yang kondusif.”Silaturahmi ini sebagai upaya berbagi informasi yang terus kami jalin dengan semua elemen masyarakat. Termasuk dengan para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ungkapnya.

Agusman berharap, agar para ulama dan tokoh agama selalu memberikan dukungan pemahaman pada umat dan masyarakat melalui forum keagamaan. Khususnya, dalam mengantisipasi masuknya paham radikal dan gangguan kamtibmas lainnya.

 Editor : Kholistiono

Basuki Abdullah Terpilih jadi Ketua Muhamadiyah Gebog Kudus

Suasana kegiatan Musyab di Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana kegiatan Musyab di Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 
MuriaNewsCom, Kudus – Sesuai dengan prediksi, pemilihan pengurus baru Muhammadiyah atau Musyab di Gebog Kudus berlangsung meriah. Puluhan nama muncul dalam bursa calon. Di kegiatan yang didukung PR Sukun itu pun berjalan sukses.

Tapi akhirnya, ketua yang terpilih adalah, Basuki Abdullah. Basuki dipercaya memimpin Muhammdiyah Gebog selama lima tahun ke depan. Basuki unggul atas 21 nama yang masuk bursa calon.

Panitia Kegiatan, Karmidi mengungkapkan kalau calon awalnya 22 orang, kemudian dipilih oleh sembilan orang formatur. Akhirnya terpilih satu nama yang menjadi ketua berdasarkan rapat formatur.

“Beliau sebelumnya menjabat sebagai sekertaris, dan saat Musyab ini, dipercaya menjadi ketua. Sembilan formatur percaya kalau Basuki Abdullah mampu memimpin ke depan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pengalaman menjabat sekretaris jelas menjadi nilai lebih bagi ketua yang baru. Sehingga, membuat tim formatur yakin akan kemampuannya.

Sedangkan ketua yang lama, Masnan Muslim sudah melepas jabatannya. Karena sudah menjabat selama dua kali periode lamanya. Untuk itu, dia mempercayakan kepada pengurus baru ke depannya.

Dalam tubuh pengurus, ketua dan formatur  mempercayakan sekretaris diisi oleh Karmidi, sedangkan bendahara diisi N Setiawan.

“Sementara baru tiga nama, nantinya bakal dilakukan pembahasan lebih lanjut mengenai nama nama yang masuk dalam pengurus,” ungkapnya.

Soal gebrakan ke depan, beberapa rencana sudah tertata dengan apik.  Seperti berencana membuat sekolah SMP atau SMK. Selain itu juga berencana membuat kantor terpadu yang terdapat balai pengobatan.

“Masih ada yang lainnya, namun itu baru rencana. Tinggal menunggu rapat kelanjutan bagiamana,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa, Kejaksaan Negeri Grobogan Gelar Turnamen Voli

Turnamen voli yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adyaksa (MuriaNewsCOm/Dani Agus)

Turnamen voli yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adyaksa (MuriaNewsCOm/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 20 klub ikut ambil bagian dalam turnamen voli U-17 yang dilangsungkan di GOR Simpanglima Purwodadi. Terdiri dari 12 klub putri dan 8 klub putra.

Selain dari Grobogan, klub peserta tunamen juga datang dari Semarang, Solo, Wonogiri, dan Pati.Turnamen voli antarklub ini dilangsungkan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-56. Turnamen ini dibuka secara resmi oleh Wakajati Jawa Tengah Sulijati, Senin (25/7/2017). Rencananya, turnamen voli ini akan dilangsungkan hingga Selasa, besok.

Bupati Grobogan Sri Sumarni hadir pula dalam acara pembukaan turnamen didampingi para pimpinan FKPD setempat. Hadir pula Sekretaris Grobogan Sugiyanto dan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rahman.

“Dalam rangka Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, ada banyak kegiatan yang kita lakukan. Salah satunya, turnamen voli yang dilangsungkan di Grobogan. Kami berharap, dari ajang ini bisa memunculkan bibit muda yang potensial,” kata Sulijati.

Sementara itu, meski pesertanya dari kalangan remaja, namun pelaksanaan turnamen itu mendapat perhatian cukup besar dari warga Grobogan. Indikasinya, ada ratusan penonton yang menyaksikan jalannya pertandingan hari pertama tersebut.

“Selain sepak bola, olahraga bola voli juga sangat digemari di Grobogan. Makanya, setiap ada turnamen voli penontonnya cukup banyak,” kata Sekretaris PBVSI Grobogan Suparman.

 Editor : Kholistiono

Anggota PKBM Ajigeneng Tularkan Virus Kreatif

Beberapa anggota PKBM Ajigeneng menunjukkan kerajinan  baki yang dibuat sendiri (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa anggota PKBM Ajigeneng menunjukkan kerajinan baki yang dibuat sendiri (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Anggota Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM) Ajigeneng Gunem yang mendapatkan pelatihan keterampilan, tak lantas memanfaatkan pengetahuannya tersebut untuk kepentingan sendiri.

Usai mendapatkan pelatihan keterampilan, salah satunya membuat baki lamaran, anggota kemudian menularkan aneka keterampilan tersebut kepada warga lainnya. Hal ini, agar warga juga memiliki semangat untuk kreatif.

“Kita ingin, pengetahuan yang kita dapat juga bisa ditularkan kepada yang lain. Artinya, nantinya sumber daya manusia di tempat kita juga bisa maju, dan mampu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih berkembang,” ujar Sri Haryati, salah satu anggota PKBM Ajigeneng.

Dirinya berharap, nantinya, wanita di Rembang, khususnya di wilayah Gunem bisa lebih mandiri dan bisa mensupport perekonomian keluarga, yakni melalui adanya UMKM. Sehingga, tak hanya bergantung kepada lelaki sebagai kepala keluarga.

Editor : Kholistiono

 

Ratusan Guru SLB se-Eks Karesidenan Pati Ikuti Halalbihalal

 Ketua Panitia Halalbihalal Mohtar Edy Sucipto (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Ketua Panitia Halalbihalal Mohtar Edy Sucipto (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sedikitnya ada 350 guru dari Sekolah Luar Biasa (SLB) se-eks Karesidenan Pati mengikuti acara pembinaan dan halalbihalal yang digelar di Museum Kartini Rembang pada Kamis (21/7/2016).

Ketua Panitia Mohtar Edy Sucipto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk memberikan wadah silaturrahmi antarguru SLB, khususnya yang ada di eks Karesidenan Pati. Sehingga, nantinya ada kebersamaan untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan.

“Selain halalbihalal, kita juga lakukan pembinaan. Diharapkan dengan acara seperti ini, bisa mewujudkan kebersamaan dan semangat untuk memajukan pendidikan, khususnya dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, kegiatan seperti ini sudah dilakukan beberapa kali, dan tempatnya untuk tiap tahunnya berbeda. Tahun ini, Kabupaten Rembang menjadi tuan rumah dan untuk tahun 2015 lalu, Kabupaten Pati yang menjadi tuan rumah.

Dirinya berharap, kegiatan seperti ini dapat berjalan terus nantinya. Sebab, melalui kegiatan ini, guru-guru yang mengajar di SLB dapat saling bertukar pikiran atau informasi mengenai inovasi dalam proses pembelajaran.

Editor : Kholistiono

Di Sini, Ibu-ibu Diajarkan untuk Kreatif

 

 Anggota PKBM Ajigineng menunjukan baki lamaran yang dibuat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Anggota PKBM Ajigineng menunjukan baki lamaran yang dibuat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ajigineng Kecamatan Gunem menjadi salah satu jujugan ibu-ibu di wilayah setempat, khususnya mereka yang tertarik untuk mengembangkan diri dalam berkreativitas.

Di tempat ini, ibu-ibu diajarkan untuk berkreativitas  dengan membuat beragam kerajinan. Di antaranya adalah membuat baki lamaran. “Banyak yang diajarkan di tempat ini, salah satunya membuat baki lamaran,” ujar Sri Haryati (36), salah satu warga yang aktif ikut di PKBM Ajigineng.

Dia mengatakan, dengan keberadaan PKBM Ajigineng, bisa memberikan dampak positif terhadap warga setempat. Sebab, kegiatan-kegiatan yang diadakan di tempat tersebut dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Ketimbang nganggur di rumah, mending ikut gabung kegiatan di PKBM Ajigineng Gunem ini. Karena kita dilatih untuk berkreativutas. Imbasnya, nantinya juga bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Ia katakan, seperti halnya membuat baki lamaran, yang memiliki peluang cukup potensial untuk dipasarkan. Sebab, selama ini, jika ada keperluan pernikahan, warga masih harus mencari ke pusat Kota Rembang. Padahal, jarak ke kota cukup lumayan jauh.

Editor : Kholistiono

 

Pejuang 45 Minta Warga Pati Ikut Berpartisipasi Jaga NKRI

 Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan istinya menggelar agenda pertemuan di Gedung Juang 45 Pati, Rabu (20/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan istinya menggelar agenda pertemuan di Gedung Juang 45 Pati, Rabu (20/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Perjuangan para pahlawan dalam kemerdekaan Indonesia akan sia-sia, bila generasi sekarang tidak ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, setiap warga negara mesti punya semangat untuk ikut serta menjaga persatuan dan kesatuan.

Hal itu menjadi tema dalam agenda pertemuan para pejuang dan vetaran 1945 yang berlangsung di Gedung Juang 45, Jalan P sudirman Pati, Rabu (20/7/2016). Dalam agenda tersebut, sedikitnya 115 orang yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan istrinya hadir.

Kepala Veteran Pati Letkol Inf (Purn) Ruskandar menceritakan, perjuangan para pahlawan dalam memperebutkan Indonesia dari tangan asing selama berabad-abad bukan hal yang mudah. Pengorbanan segenap jiwa dan raga para pejuang dipertaruhkan untuk kemerdekaan Indonesia.

“Perjuangan itu tidak berhenti. Sampai sekarang, kita sebagai warga harus mempertahankan perjuangan itu dengan meningkatkan solidaritas, ikut serta menjaga persatuan dan kesatuan negara, bersama prajurit TNI dan polisi. Salah satu elemen yang harus dipegang teguh adalah Pancasila, UUD 1945, dan NKRI,” ucap Ruskandar.

Dalam konteks kehidupan beragama, misalnya. Saat ini banyak gerakan ekstremis yang berupaya memecah belah bangsa. Padahal, founding fathers bangsa sudah mengajarkan untuk selalu bersatu dalam bingkai NKRI. Kendati berbeda-beda, tetapi tetap satu.

“Jangan lupa untuk memberikan semangat perjuangan kepada penerus yang dilanjutkan prajurit TNI dan polisi. Tugas mereka berat, yaitu mempertahankan NKRI, keamanan dan kedaulatan bangsa. Doakan supaya mereka diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam bertugas,” imbaunya.

Senada dengan Ruskandar, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Peltu Karlan yang diwakili Pasi Intel Kapten Inf Yahudi mengatakan, gerakan ekstremis seperti ISIS yang pernah mencuat memang berpotensi untuk memecah belah bangsa. Karenanya, semangat solidaritas persaudaraan antarumat bangsa di seluruh Indonesia harus dijaga.

“Ekstremisme dan gerakan yang berpotensi memecah NKRI bisa dilawan bila setiap masyarakat punya kesadaran bersama. Filosofi Pancasila, UUD 1945 dan NKRI harus kembali dipahami dengan baik,” ucap Yahudi.

Editor : Kholistiono

 

Koperasi di Rembang Alami Pertumbuhan Pesat

Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan bantuan pada acara Peringatan Hari Koperasi (Dok Humas Pemkab Rembang)

Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan bantuan pada acara Peringatan Hari Koperasi (Dok Humas Pemkab Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Perkembangan koperasi di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal in terlihat dari jumlah koperasi yang terus bertambah. Tahun 2015 lalu, jumlah koperasi di Rembang sebanyak 467 dengan jumlah UMKM 33.900. Untuk tahun 2016 ini, jumlah tersebut bertambah, yakni 570 dengan jumlah UMKM sebanyak 43.013.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan,  pemerintah terus mendukung berdirinya koperasi, khususnya bagi koperasi yang berlokasi di perdesaan.Sebab, untuk mengembangkan usaha agribisnis skala kecil, perlu dibentuk koperasi. Katanya, tanpa koperasi, tidak mungkin agribisnis kecil dapat berkembang.

“Pemerintah juga memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat di perdesaan maupun perkotaan, untuk mengembangkan koperasi, di antaranya melalui fasilitasi permodalan, pelatihan teknis dan manajemen,” ujar Abdul Hafidz.

Menurutnya, dengan semakin meningkatnya pertumbuhan koperasi di Rembang, menunjukkan bahwa gerakan koperasi telah dapat memberikan kontribusi yang baik bagi perekonomian di Kabupaten Rembang.

Ia menambahkan, pemerintah juga melakukan berbagai upaya agar pertumbuhan secara kuantitatif disertai dengan pertumbuhan secara kualitatif dan berkualitas. Karena penguasaan business plan yang baik, manajemen pengelolaan yang profesional, memperkuat kelembagaan dan organisasi koperasi, sangat penting demi terciptanya koperasi yang handal dan dapat menjadi penopang perekonomian rakyat Indonesia, terlebih dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Editor : Kholistiono

Ihsan Kembali Pimpin Ikatan Alumni Qudsiyyah

Ihsan kembali terpilih sebagai Ketua IKAQ (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ihsan kembali terpilih sebagai Ketua IKAQ (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Ihsan kembali terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Qudsiyah (IKAQ) untuk periode 2016-2021. Ihsan berhasil memperoleh suara terbanyak dibandingkan dengan 9 calon lainnya dan setelah Tim Ahlul Halli Wal Aqdi (Al Haq) sepakat untuk memilih Ihsan sebagai ketua.

Selain Dr. H. Ihsan, ada sembilan nama lain yang bersaing untuk menjadi ketua umum, yakni Dr. Abdul Jalil, M. Rikza Chamami, Syaiful Annas, Thubagus Manshur, Nor Aflah, Khasan Albab, H. Idham Kholid, Zainal Anwar dan Isbah Kholil.

Ketua Kongres IKAQ Khasan Albab mengatakan, pemilihan ketua kali ini berbeda dengan belumnya. “Sebelumnya, ketua umum hanya dipilih oleh sesepuh atau para kyai. Namun di saat usia Qudsiyyah menjelang 100 tahun, pemilihan Ketua Alumni Qudsiyyah dilakukan secara terbuka. Dan tentunya juga msih dalam arahan para ulama dan kyai,” katanya.

Ia katakan, dari pemilihan ketua ini, Dr. H. Ihsan mendapatkan 164 suara, Dr. Abdul Jalil mendapatkan 69 suara, M. Rikza Chamami memperoleh 42 suara, Syaiful Anas mendapat 17 suara, Thubagus Manshur 16 suara, Nor Aflah 14 suara, Khasan Albab 12 suara, H. Idham Kholid 10 suara, Zainal Anwar 10 suara dan Isbah Kholil 9 Suara.

“Setelah perolehan suara yang dipilih perwakilan alumni, maka hasilnya kami serahkan ke tim Al Haq atau tim penilai, yang selanjutnya diputuskan siapa yang diberikan amanat untuk memimpin alumni Qudsiyah. Dalam hal ini, Ihsan dipilih kembali untuk bisa membina dan mengemban amanah organisasi IKAQ ini,” tuturnya.

Sementara itu, ketua umum IKAQ terpilih Ihsan menyampaikan, siapaun yang terpilih menjadi Ketua Umum IKAQ harus bisa mengemban amanah dan menjalankan tugas. “Seperti halnya meningkatkan silaturahmi memberdayakan alumni yakni dengan cara memberikan pelatihan UMKM, mempertahankan ajaran almamater yakni tentang ajaran KHR. Asnawi dan sebagainya,” tambahnya.

Baca juga : Ikatan Alumni Qudsiyyah Adakan Pemilihan Ketua Umum

Editor : Kholistiono

 

Ikatan Alumni Qudsiyyah Adakan Pemilihan Ketua Umum

Beberapa alumni Qudsiyyah saat mengikuti kongres (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa alumni Qudsiyyah saat mengikuti kongres (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Bersamaan dengan kegiatan halalbihalal, Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) mengadakan pemilihan ketua untuk periode 2016-2021. Kogres dilaksanakan di Joglo Gedung Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), pada Senin (11/7/2016) malam.

Ada sepuluh orang yang bersaing untuk menjabat sebagai Ketua IKAQ, yakni Dr. H. Ihsan, Dr. Abdul Jalil, M. Rikza Chamami, Syaiful Annas, Thubagus Manshur, Nor Aflah, Khasan Albab, H. Idham Kholid, Zainal Anwar dan Isbah Kholil.

“Peserta konggres sebelumnya diberikan kewenangan untuk memilih nama-nama calon, dan yang masuk sepuluh besar, kemudian namanya diajukan kepada Ahlul Halli Wal Aqdi (Al Haq) yang terdiri dari 21 anggota,” ujar Kongres IKAQ Khasan Albab.

Ia katakana, anggota Al Haq sendiri terdiri dari 5 orang perwakilan masyayikh, 9 orang perwakilan dari 9 kecamatan di Kabupaten Kudus, 2 orang perwakilan dari wilayah Kabupaten Jepara, 2 orang perwakilan dari wilayah Kabupaten Demak, 1 orang perwakilan dari wilayah Semarang, 1 orang perwakilan dari wilayah Yogyakarta dan 1 orang perwakilan dari wilayah Jabodetabek.

Selanjutnya, dari 10 calon ketua umum yang namanya diajukan kepada Al Haq tersebut, kemudian dimusyawarahkan oleh Al Haq untuk diberikan mandat  menjadi ketua. Jika tidak menemui titik temu dalam musyawarah tersebut, maka pihak nadzir memiliki wewenang penuh untuk memilih Ketua Umum IKAQ.

Editor : Kholistiono

Ribuan Alumni Qudsiyyah Kudus Ikuti Halalbihalal Berbalut Baju Adat

Ribuan anggota Ikatan Almuni Qudsiyyah mengikuti acara halalbihalal (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ribuan anggota Ikatan Almuni Qudsiyyah mengikuti acara halalbihalal (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya ada 3.500 anggota Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) dari berbagai wilayah mengikuti acara halalbihalal di Joglo Gedung Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) yang berada di Jalan Sunan Kudus 194 Kauman Kudus, pada Senin (11/7/2016) malam.

Ketua Panita Halalbihalal IKAQ Chasaan Albab mengutarakan, untuk mensukseskan acara tersebut, pihaknya telah menyebar undangan lebih dari 3.500 undangan ke anggota IKAQ yang ada di berbagai wilayah.”Baik mulai dari wilayah Kudus, Jepara, Semarang, Demak, Yogyakarta dan Jabotabek,” ungkapnya.

Ia katakan, halalbihalal rutin digelar setiap tahun sekali. Namun, untuk tahun ini pelaksanaannya berbeda dengan tahun sebelumnya, yang digelar di Gedung Madrasah Qudsiyyah.“Berhubung tahun ini bertepatan dengan usia Qudsiyyah yang menginjak 1 abad, maka kita gelar secara berbeda,” paparnya.

Menurutnya, melalui halalbihalal tersebut, pihaknya juga ingin memasyarakatkan ajaran pendiri Qudsiyyah, yakni KHR Asnawi, yakni tentang kesederhanaan. Untuk itu, tema berpakaian dalam acara ini juga menggunakan pakaian adat Kasunanan.

“Kita memakai pakaian kasunanan dengan mengunakan ikat kepala, baju muslim dan sarung batik ini, untuk melambangkan kesederhanaan. Selain itu, pakaian tersebut juga memiliki arti tidak membeda-bedakan antara kasta satu dengan lainnya. Sebab kita semuanya sama, yakni menjadi  hamba Allah,” imbuhnya.

 

Editor : Kholistiono

Koperasi Padurenan Jaya jadi Rujukan Program One Village One Product di Jateng

Di KSU Padurenan Jaya menyediakan bahan baku konveksi untuk para pelaku UMKM di Desa Padurenan dan sekitarnya. Banyak keuntungan menjadi anggota koperasi ini. (MuriaNewsCom/Sundoyo Hardi)

Di KSU Padurenan Jaya menyediakan bahan baku konveksi untuk para pelaku UMKM di Desa Padurenan dan sekitarnya. Banyak keuntungan menjadi anggota koperasi ini. (MuriaNewsCom/Sundoyo Hardi)

MuriaNewsCom, Kudus – Program One Village One Product (OVOP) yang dijalankan di Koperasi Serba Usaha Paduranan Jaya, Kecamatan Gebog menuai banyak pujian. Program yang bertujuan untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produk-produk pelaku usaha di wilayah Padurenan dan sekitarnya.

KSU Padurenan Jaya menerapkan program OVOP untuk bidang bordir dan konveksi sejak tahun 2012 lalu. Sebab, dua bidang usaha inilah yang bisa dikatakan sebagai nafas perekonomian warga Desa Padurenan. Di desa yang terletak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Kudus ini, terdapat ratusan pelaku usaha bidang konveksi.

”Dalam perkembangannya, setelah mendapat berbagai kemudahan dan bantuan dari banyak pihak, KSU Padurenan Jaya berkembang dari sisi omzet,” kata Hadi Sucipto, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Kudus melalui Kabid Koperasi Adi Sumarno.

Dia mencontohkan, pada tahun 2011 lalu, koperasi ini memiliki aset sebesar 678,9 ratus juta rupiah. Sedangkan di tahun 2014, omzet meningkat menjadi Rp 2,225 miliar. Dengan kata lain, selama empat tahun telah terjadi peningkatan omzet sebesar 30,5 persen. Untuk sisi aset, dari 2011 dengan nilai Rp 909 juta, pada 2014 telah berkembang menjadi Rp 1,7 miliar.

Saat ini, omzet rata-rata pengusaha bordir di Desa Padurenan mulai Rp 3 juta per bulan. Data itu ditunjang dengan jumlah tenaga kerja hanya enam orang dan mengerjakan kain kebaya serta mukena. Sedangkan, kisaran tertinggi nilai produksi ada yang mencapai Rp 150 juta per bulan, dengan jumlah tenaga kerja 15 orang.

”Bagi pengusaha yang memiliki omzet rendah, mereka hanya memasarkan produknya di lokal Jawa Tengah. Sedangkan yang memiliki jangkauan hingga pasar nasional, mampu membukukan omzet besar dan tenaga kerja banyak,” lanjut dia.

Dari pendataan selama 2015 lalu, di Padurenan terdapat 114 unit usaha bordir dengan tenaga kerja yang terserap rata-rata lima orang. Sehingga, jumlah keseluruhan tenaga kerja yang terserap di bidang bordir ini mencapai 570 warga. Di samping berasal dari wilayah Padurenan, banyak tenaga kerja yang berasal dari desa-desa lain di sekitarnya.

Melihat potensi yang sangat besar dari pasar konveksi dan bordir mulai lingkup kabupaten hingga ekspor, maka Pemkab Kudus tidak tinggal diam. Melalui Disperinkop dan UMKM, Bupati Kudus H Musthofa meminta agar instansi terkait memberikan kemudahan dalam mengembangkan peran organisasi formal yang menaungi UKM, yakni koperasi. Hingga akhirnya, KSU Padurenan Jaya mampu menjadi koperasi yang maju seperti sekarang ini.

Pada awal berdirinya, koperasi ini mengutamakan kebutuhan modal kerja bagi anggotanya. Seiring berkembangnya koperasi, maka KSU Padurenan Jaya memiliki kegiatan usaha antara lain simpan pinjam, persewaan alat bordir komputer, dan penyediaan bahan baku bagi anggota.

”Tidak hanya anggota yang menggunakan jasa dari KSU Padurenan Jaya. Tetapi, pengusaha bordir dan konveksi yang tidak tercatat sebagai anggota diperbolehkan membeli bahan baku dan memanfaatkan jasa mesin tersebut dengan sistem sewa,” imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris KSU Padurenan Jatya Achsanudin Ismanto menjelaskan, banyak manfaat diperoleh pelaku UMKM yang menjadi anggota koperasi. Salah satunya, kemudahan mendapatkan bahan baku untuk memenuhi permintaan pasar. Selain lebih mudah, KSU Padurenan Jaya juga menjual bahan baku konveksi kepada anggotanya dengan harga terjangkau.

Di KSU Padurenan Jaya terdapat beberapa divisi untuk memudahkan dan memaksimalkan layanan kepada anggota. Mulai dari Divisi Toko yang menyediakan bahan baku, Divisi Jasa Bordir, Divisi Pemasaran Produk, Divisi Riset dan Development, sera Divisi Washing Denim.

”Kami melayan jasa bordir komputer dengan kualitas dan harga bersaing. Serta, pelayanan yang efektif dan efisien. Selain itu, juga ditunjang dengan mesin berkualitas dan tenaga ahli di bidangnya masing-masing,” ucap Achsanudin.

Sedangkan Divisi Riset dan Development bertugas mengembangkan desain produk dan kualitas. KSU Padurenan Jaya juga memfasilitasi anggota dengan berbagai pelatihan, studi banding, diskusi antaranggota. Sehingga, anggota memiliki kapabilitas dan kualitas SDM yang berdaya saing.”Divisi Washing Denim merupakan upaya peningkatan kualitas ekspor. Divisi ini antara lain meliputi pencucian kain denim dan soft denim,” terang dia.

Editor : Kholistiono

 

Pemuda Pancasila Jepara Ancam Lakukan Sweeping Tempat Karaoke

Salah satu tempat karaoke di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu tempat karaoke di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun Pemkab Jepara telah melarang tempat karaoke beroperasi pada Ramadan ini, namun faktanya sejumlah tempat karaoke di Kabupaten Jepara diketahui masih bebas beroperasi. Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) dan LSM di Jepara mengancam akan melakukan sweeping.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Jepara Murdianto mengatakan, ketika melakukan pemantauan di sejumlah tempat karaoke, didapati masih banyak tempat karaoke yang beroperasi selama bulan Ramadan.

“Dua hari lalu kami melakukan pemantauan di sejumlah tempat. Ternyata masih banyak tempat karaoke yang buka, baik yang berada di wilayah selatan, tengah maupun utara Jepara,” ujar Murdianto kepada MuriaNewsCom, Rabu (22/6/2016).

Mengetahui hal itu, pihaknya meminta agar pihak aparat, baik Satpol PP maupun kepolisian bertindak tegas. Jika tempat-tempat karaoke tersebut masih bebas beroperasi, maka pihaknya bersama sejumlah ormas dan LSM di Jepara siap melakukan sweeping.

“Kami harap aparat gencar melakukan razia, dan menindak tegas yang melanggar aturan. Ketika kesulitan, kami siap membantu melakukan razia. Tetapi jika harapan ini tidak diindahkan, maka bukan tidak mungkin kami melakukan sweeping sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, di awal Ramadan razia yang dilakukan aparat keamanan, khususnya Satpol PP memang berjalan baik. Sebab saat itu, usaha karaoke memang tutup. Tapi jelang pertengahan puasa hingga saat ini, banyak usaha karaoke yang buka. Beberapa bahkan berani buka saat siang hari.“Ketika kami melakukan pantauan, beberapa usaha karaoke yang masih buka yakni di kawasan Pungkruk, Gemulung, Bantrung, Troso/Renggung dan Sambung Oyot,” bebernya.

Hal senada juga dikatakan Koordinator aliansi ormas dan LSM Cakra Pelangi, Tyas Gondho. Sebagai langkah awal sebagai bentuk kesediaan bekerjasama, pihaknya telah berkirim surat kepada Bupati Jepara, Kapolres dan Satpol PP. Isinya, agar aparat bisa menciptakan suasana kondusif saat bulan suci. Salah satunya dengan menutup usaha karaoke selama Ramadan.“Kami menilai usaha karaoke memang akrab dengan miras dan prostitusi,” kata Tyas.

Pihaknya memaklumi jika dalam beberapa kali razia aparat Satpol PP tak menemukan karaoke masih buka. Sebab pengusaha memiliki informan yang memberikan informasi saat akan dilakukan razia.

“Bisa saja informasi razia bocor. Di Pungkruk misalnya. Sejak di Jalan Raya Mlonggo, sudah ada informannya. Sedangkan untuk sampai ke Pungkruk, aparat masih harus berjalan beberapa kilometer untuk sampai lokasi. Pemilik sudah bisa menutup dan menyembunyikan miras,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Jepara Trisno Santosa mengatakan, selama melakukan razia kondisinya aman. Jika memang ada pihak mana saja yang mengetahui ada tempat karaoke yang masih bandel, maka dapat dilaporkan ke pihaknya untuk segera ditintaklanjuti.“Kalau memang ada yang membandel, kami akan razia lagi. Untuk memastikan mereka tutup total memang bukan hal yang mudah,” katanya.

 Editor : Kholistiono

Pemuda Punya Peran Penting untuk Tekan Angka Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus Noor Haniah (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus Noor Haniah (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus Noor Haniah menyampaikan, peran pemuda sangat penting untuk bisa ikut serta menekan angka kekerasan perempuan dan anak yang ada di Kudus.

“Pemuda itu memiliki semangat yang tinggi dengan didukung latar belakang pendidikan yang bagus, oleh sebab itu, nantinya tim JPPA Kudus akan membangun jaringan. Sebab, bila mengandalkan dari Tim JPPA itu sangat minim tenaga dan fikiranya. Oleh sebab itu, para pemuda harus bisa ikut serta masuk ke jaringan JPPA ini,” kata Haniah.

Nantinya, jaringan tersebut bisa ikut serta memberikan pendidikan atau imbauan kepada masyarakat awam, terkait praktik kekerasan perempuan dan anak itu yang secara hukum jelas melanggar, dan juga merugikan korban.

“Nantinya kita akan membangun jejaring. Baik itu melalui kampus, mahasiswa, muslimat, tokoh agama maupun organisasi keagamaan, LSM dan lainnya. Supaya peran serta pemuda dalam mengurangi tindak kejahatan kekerasan perempuan dan anak yang ada di Kudus bisa dilakukan,” ujarnya.

Dia menilai, sosialisasi terhadap bahaya kekerasan perempuan dan anak juga perlu dilakukan, salah satunya melalui diskusi atau juga secara berdialog. Sehinga pemahaman mengenai tindak kekerasan tersebut dapat dipahami.

“Nanti, kita akan menggelar diskusi, dialog bersama pemuda, mahasisawa, tokoh agama, organisasi maupun LSM tentang bahayanya kekerasn itu. Sehingga hasil dialog atau diskusi itu bisa dishare atau disampaikan kepada masyarakat awam. Terlebih bisa disampaikan ke sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

KH. Abdul Hamid Suyuti Pimpin Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda 5 Tahun ke Depan

Para peserta muktamar Jam'iyyah Manaqib Nurul Huda saat mengikuti jalannya acara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para peserta muktamar Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda saat mengikuti jalannya acara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Muktamar Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda kelima di Gedung JHK Kudus berakhir, Sabtu (4/6/2016). KH Abdul Hamid Suyuti terpilih menjadi pemimpin baru menggantikan H. Surandim Ahmad.

Ketua panitia Muktamar Mahmud mengatakan, sebenarnya ada dua calon yang berhasil lolos dalam penjaringan untuk memimpin Jamiiyyah Manaqib Nurul Huda. Yakni H. Noor Cipto dan KH. Abdul Hamid Suyuti.

Setelah dilakukan pemilihan, KH Abdul Hamid Suyuti yang mendapatkan 76 suara kalah suara dengan H Noor Sucipto yang mendapat 99 suara. Hanya, setelah diumumkan, H. Noor Sucipto memilih mengundurkan diri.

”Beliau (H. Noor Sucipto) mundur. Otomatis KH. Abdul Hamid Suyuti berhak memangku jabatan pimpinan  Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda selama periode 2016-2021,” katanya.

Mahmud menyebutkan, dalam memilih pimpinan baru memang tak semua jamaah diberikan hak memilih. Melainkan hanya dilakukan perwakilan saja. Selebihnya jamaah yang ada hanya bertindak sebagai pemantau saja.

”Yang bisa memilih hanya satu orang dari masing masing kelompok jam’iyyah yang ada di Indonesia. Sedangkan undangan atau anggota lainnya sebagai pemantau,” ungkapnya.

Meski begitu, hasil Muktamar bisa diterima oleh semua jamaah. Baik jamaah dari Kudus ataupun Jawa Tengah dengan jamaah di Luar Jawa bersedia dan tak mempermasalahkan kepemimpinan KH. Abdul Hamid Suyuti.

Editor: Supriyadi

Muktamar V Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda Digelar di Kudus

Registrasi tamu undangan dilakukan pada kegiatan JMNH di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Registrasi tamu undangan dilakukan pada kegiatan JMNH di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Muktamar Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda (JMNH) kelima digelar di gedung JHK, Jumat (3/6/2016) sampai Sabtu (4/6/2016). Sekitar 800 tamu undangan maupun anggota tiba telah tiba di acara yang digelar bersama PR Sukun itu. Mereka datang dari berbagai daerah. Baik dari Kudus maupun daerah lain di Indonesia.

Sekretaris Muktamar, Alex Fahmi mengatakan, tamu undangan harus registrasi terlebih dahulu sesuai dengan alamat lengkap, kota, dan lainnya. Untuk registrasi dimulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Setelah itu, pukul 15.30 WIB hingga 17.45 WIB akan dilakukan berbagai kegiatan.”Ada beberapa kegiatan yang diadakan,” kata Alex.

Di antaranya ialah Iftitahul Majlis, pembacaan Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya), sambutan Bupati Kudus dilanjutkan pembukaan muktamar, dan tahlil.

Dilanjutkan acara lainnya, pembacaan manaqib, laporan, dan sambutan pengurus pusat. Untuk kegiatan selanjutnya, pukul 18.30 hingga 19.00 WIB akan dilakukan sambutan perwakilan pengurus jam’iyyah.

Pukul 19.00 WIB hingga 19.30 WIB sidang pleno tahap pertama (pengesahan tata tertib), pukul 19.30 WIB hingga 21.00 WIB sidang pleno tahap kedua (LPJ  2011-2016), pembentukkan pimpinan muktamar dan pembagian komisi komisi.

“Mudah-mudahan acara berjalan lancar dan tidak ada suatu kendala apapun,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Persiapan Muktamar JMNH di Kudus Terus Dimatangkan

Sekretaris panitia Muktamar Alex Fahmi, saat ditemui di JHK. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sekretaris panitia Muktamar Alex Fahmi, saat ditemui di JHK. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Panitia Muktamar ke-V Jam’iyyah Manaqib Nurul Huda se-Indonesia di Kudus terus melakukan persiapan. Adapun persiapan acara yang didukung PR Sukun itu hampir 90 persen.

Persiapan yang dilakukan di antaranya berkoordinasi dengan Pemkab Kudus. Mereka juga koordinasi dengan anggota jam’iyyah, maupun pihak keamanan setempat.

Sekretaris Panitia Muktamar V Jam’iyyah Manaqib, Nurul Huda, Alex Fahmi mengatakan, persiapan hampir 90 persen. “Saat ini tinggal menata dekorasi, maupun keperluan lainnya,” katanya kepada MuriaNewsCom di gedung JHK, Kamis (2/6/2016).

Informasinya, acara yang digelar di gedung JHK Kudus, Jumat (3/6/2016) hingga Sabtu (4/6/2016) akan dihadiri 800 undangan se-Indonesia.

“Berhubung keanggotaannya seluruh Indonesia itu sekitar 7.200 orang atau 360 kelompok, maka kita hanya mengundang perwakilan saja. Yakni ketua dan salah satu anggotanya di masing masing kelompok tersebut,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk pembukaan acaranya, panitia sudah berkoordinasi dengan ajudan bupati.”Dan mudah mudahan Pak Musthofa bisa memberikan sambutan saat pembukaan Muktamar ini Pada Jumat (3/6/2016) pukul 15.00 WIB besok,” imbuhnya.

Mereka juga akan mengusulkan pembahasan bahaya laten komunis di Muktamar V itu. Dia mengatakan, meski organisasinya itu kerap menggelar doa bersama, istigasah dan sebagainya, tapi tidak menutup kemungkinan membahas isu bangsa juga. Di antaranya, dalam kegiatan mereka akan mengusulkan pembahasan bahaya laten komunis.

“Setidaknya dalam acara Muktamar ini, akan kita usulkan tentang bahaya komunis. Sehingga setiap anggota juga bisa paham akan bahaya itu. Selain itu, organisasi ini juga bisa mempunyai cara mencegah bahaya itu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

GP Ansor Kudus Ikut Cegah Komunisme

Jpeg

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus, Sarmanto saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain isu komunisme, aliran sesat juga masih kental saat ini. Oleh sebab itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor siap mencegah paham tersebut. Yakni dengan cara ikut memantau wilayah cabang, kecamatan hingga ranting.

Pemantauan tersebut dipraktikan dengan cara memantau spanduk atau bendera, atau juga media lain yang terpasang di pinggir jalan.  Tentunya, spanduk dan sejensinya yang berkaitan dengan paham atau aliran yang dianggap sesat.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus, Sarmanto mengatakan, pihaknya akan selalu mewaspadai gerakan aliran sesat, paham sesat dan sejenisnya dengan cara mengerahkan anggotanya.

“Kita akan ikut memantau. Terlebih kita juga akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah berwenang dan pihak aparat yang ada,” katanya.

Pemantauan itu diklaim bisa memberikan sedikit penangkalan paham dan aliran sesat yang akan berkembanng di daerah tertentu.

Dirinya juga akan terus ikut serta memberikan dukungan pemerintah untuk bisa selalu menggelar diskusi atau juga pelatihan tentang bahayanya paham dan aliran sesat.

“Intinya yakni bila memang paham atau aliran itu tidak dikehandaki, tidak diizinkan berkembang oleh pemerintah, maka kita akan siap siaga ikut serta memberantas itu. Sebab paham dan aliran sesat juga bisa menghancurkan negara,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam pemantaun ini juga tidak serta merta dilakukan oleh GP Ansor sendiri. Tapi, pihaknya akan menggandeng organisasi keagamaan lainnya, tokoh agama, menggandeng aparat yang ada, dan menggandeng masyarakat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

GP Ansor Rembang Tekad Jaga NKRI

gp ansor e

Pemuda Ansor menghadiri apel kesetiaan Pancasila dan NKRI di Alun-alun Rembang, Rabu (1/6/2016). (MuriaNewsCom/AchmadHasyim)

MuriaNewsCom, Rembang – Ada pemandangan berbeda di Alun-Alun Rembang, Rabu (01/6/2016) sore. Sebanyak 874 anggota GPAnsor menghadiri apel kesetiaan Pancasila dan NKRI di Alun-alun Rembang.

Ketua PC GP Ansor Rembang M Hanies Cholil mengatakan bahwa tujuan apel ini adalah untuk mengikrarkan diri bahwa Ansor dan Banser setia pada NKRI.

“Kita masih ada di jalan yang benar. Kita ada di pihak NKRI. Kita masih mempertahankan NKRI sebagai Negara Kesatuan yang sudah final. Pancasila juga final,” ujar pemuda yang akrab disapa Gus Hanies ini.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz hadir dan memberi sambutan dalam acara tersebut. Ia mengapresiasi GP Ansor Rembang yang telah mengadakan apel kesetiaan pancasila ini.

“Globalisasi mengakibatkan semua paham bisa masuk bebas termasuk paham radikalisme. Pancasila harus diperkuat untuk menanggulangi itu,” kata Hafidz dalam sambutannya.

Ia melanjutkan, bangsa Indonesia harus belajar Pancasila dan mengajarkannya kepada generasi penerus. Pancasila juga harus dijadikan referensi dalam pendidikan moral.

Apel ini dihadiri oleh pengurus Ansor, Banser, dan Rijalul Ansor di tingkat ranting (desa/kelurahan), anak cabang (kecamatan), dan cabang (kabupaten/kota).

Apel ini dimulai sekitar pukul 15.00 sampai 17.00 WIB. Dalam apel tersebut juga ada penggalangan tanda tangan sebagai wujud kesetiaan pada Pancasila dan NKRI.

Editor : Akrom Hazami

Muhammadiyah Grobogan Siap Bantu Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

muhammadiyah e

Acara pelantikan pengurus PCM, PPCM, PCA dan PCNA se-Grobogan yang dilangsungkan di pendapa kabupaten. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Grobogan ternyata mendapat perhatian serius dari pengurus PD Muhammadiyah Grobogan.

Hal itu terungkap dalam acara pelantikan pengurus PCM, PPCM, PCA dan PCNA se-Grobogan yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Sabtu (28/5/2016).

“Kami berkomitmen untuk membantu menyukseskan program Pemkab Grobogan. Salah satunya, membantu menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir dan membantu supaya di Grobogan bisa bebas tubercoluse (TB),” ungkap Ketua PD Muhammadiyah Grobogan Jati Purnomo.

Asisten III Pemkab Grobogan Mokh Nursahid dalam kesempatan itu menyatakan, untuk memajukan Grobogan memang dibutuhkan pastisipasi dari banyak pihak. Termasuk dari kalangan ormas. Dengan dukungan banyak pihak maka upaya keberhasilan akan lebih mudah diwujudkan.

“Saat ini, muncul berbagai persoalan bangsa. Selain pemerintah, peran serta dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Salah satunya dari ormas Muhammadiyah ini,” katanya.

Ia berharap dengan dilantiknya pengurus baru ini bisa membuat berbagai upaya positif dan bermanfaat bagi banyak pihak. Ormas Muhammadiyah juga diharapkan bisa makin modern dalam mengembangkan organisasi dan membina umat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Johari Angkasa yang hadir pula dalam kesempatan itu menambahkan, masalah kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir memang masih cukup tinggi. Untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya sudah melakukan berbagai program dan menggandeng sejumlah elemen masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas program dari Muhammadiyah untuk membantu mengatasi masalah ini. Semoga dengan partisipasi dari banyak pihak bisa menekan angka kematian ibu melahirkan maupun bayi baru lahir,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Aspek Kekurangan Koperasi di Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuki (kanan) saat melepas balon dalam Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuki (kanan) saat melepas balon dalam Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peringatan Hari Koperasi bukan hanya bertujuan untuk mengaktifkan kembali kegiatan koperasi. Tetapi juga untuk mengubah image masyarakat terhadap koperasi yang masih dianggap sebagai badan usaha yang kurang efektif dan belum mampu mengangkat kesejahteraan anggota.

”Koperasi juga masih dipandang sebagai badan usaha yang hanya menguntungkan para pengurus saja. Meski kondisi ini tidak mencerminkan keadaan koperasi secara keseluruhan, harus diakui koperasi masih memiliki kekurangan. Utamanya terkait sumberdaya, manajemen dan akses pasar,” ujar Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada Apel Pencanangan Hari Koperasi ke – 69 Tahun 2016.

Dia mengingatkan bahwa ekonomi kerakyatan sebagai pilar penting bangsa. Tetapi strategi pembangunan perekonomian nasional yang kita terapkan belum serta merta mendasarkan pada perekonomian yang berbasis kerakyatan. Dengan kata lain, masih condong pada ekonomi yang berbasis pasar dan usaha besar lainnya. Implikasinya perlindungan dan keberpihakan terhadap koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) masih rendah.

”Untuk itulah melalui Peringatan Hari Koperasi mari kita jadikan momentum pembakar semangat revitalisasi. Mewujudkan terwujudnya koperasi sebagai ekonomi kerakyatan, yaitu dari, oleh dan untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Kegiatan apel pencanangan dilanjutkan jalan sehat berhadiah ini diikuti SKPD se Kabupaten, perwakilan gerakan Koperasi serta masyarakat umum. Tidak hanya puluhan door prize, pada kesempatan ini juga menyediakan berbagai macam makanan tradisional tempo dulu.

Ada Gempol Pleret, Cendol, Bubur, Gobet, Gethuk Kincau dan Tiwul. Makanan disediakan gratis untuk seluruh peserta usai melakukan jalan sehat. Lebih menariknya lagi makanan ini dibuat sendiri oleh  pengusaha makanan binaan koperasi.

Editor: Supriyadi

Pemuda Jati Kudus Ikut Cegah Paham Komunisme

Pemuda melakukan kegiatan nasionalisme di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pemuda melakukan kegiatan nasionalisme di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menggiatkan kegiatan kepemudaan memang salah satu  bentuk memberikan pendidikan paham nasionalisme. Terlebih bagi mereka yang masih muda.

Begitu halnya dengan kegiatan para pemuda yang berada di daerah Loram Kulon, Kecamatan Jati ini. Mereka sering menggelar kegiatan kepemudaan di Gedung Muslimat NU Jati Loram Kulon untuk bisa memberikan pemahaman nasionalisme terhadap warga.

Salah satu pemuda Loram Kulon Yanto (23) mengatakan, kegiatan kepemudaan ini mulai dari karang taruna, IPNU IPPNU, Ansor atau yang lainnya.”Namun salah salah satu inti dari kegiatan pemuda ini ialah ikut serta memberikan pemahaman kepada warga bahwa komunis itu  harus dilawan dengan jiwa Islami atau yang lainnya,” katanya.

Menurutnya, semua kegiatan itu mempunyai nilailebih. Yakni bisa membuat warga atau pemuda tersebut bisa mempunyai pengalaman dan mempunyai ilmu tentang kenegaraan.

Sementara itu, untuk bisa menggiatakan kegiatan para pemuda, dirinya sering membuat informasi dengan cara menempelkan jadwal kegiatan di papan informasi desa atau juga melaluli menyiarkan informasi tersebut melalui organisasi.

“Dalam mengelar kegiatan kepemudaan ini, biasanya kita secara gepuk tular (saling menginformasikan) atau juga menempel jadwal di papan informsi. Selain itu, untuk tempatnya yakni di gedung Muslimat NU Jati (Loram Kulon), dan kita juga mengundang narasumber dari berbagai tokoh masyarakat maupun juga dari kalangan akademisi (guru),” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Kesbangpol Kudus Siap Pantau Aktivitas Penganut Aliran Sabdo Kusumo

Kepala Kesbangpol Kudus, Djati Sholechah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Kesbangpol Kudus, Djati Sholechah. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Aktivitas para penganut aliran Sabdo Kusumo Kudus mulai mendapat respon serius dari Kesbangpol Kudus. Pihak Kesbangpol berjanji melakukan penelusuran dan pemantauan aktivitas para penganut aliran tersebut.

Kepala Kesbangpol Djati Sholechah mengatakan, keberadaan aliran sesat tersebut memang sudah terdapat lama. Hanya, pihaknya tidak menduga kalau organisasi tersebut masih aktif hingga sekarang.

”Secepatnya kami akan bekerjasama dengan pihak desa dan BPD setempat. Peran masyarakat juga kami libatkan untuk mengetahui perkembangan organisasi tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (23/5/2016)

Ia menjelaskan, pengawasan masyarakat memang sangat penting untuk mengetahui aktivitas para jamaah. Karena itu, jika nantinya masyarakjat menemukan perkembangan Sabdo Kusumo, ia meminta untuk segera melapor.

”Masyarakat bisa langsung lapor ke desa, dan kemudian diteruskan kepada Kejaksaan atau Kesbangpol untuk langsung ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Selain pengawasan, ia juga akan menggencarkan sosialiasi tentang gerakan aliran sesat. Ini mengingat masih banyak masyarat yang tidak tahu mengenai organisasi terlarang.

”Dari Fatwa MUI, sudah jelas jika Sabdo Kusumo menjadi organisasi larangan. Tapi banyak masyarakat yang datang ke acara organisasi lantaran tidak tahu kalau ternyata terlarang. Itu jadi bukti kurangnya sosialisasi,” ungkapnya .

Dia menambahkan organisasi yang sempat ramai puasa 2009 lalu masih aktif berkegiatan. Untuk itulah kewaspadaan organisasi agar tidak menjadi besar juga ditingkatkan.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Sabdo Kusumo, Aliran Sesat Asal Kudus Ternyata Masih Aktif