Persijap Kalahkan PSCS Cilacap

Pemain Persijap Faumi Syahreza mencoba berduel dengan pemain PSCS Cilacap saat lanjutan pertandingan Liga 2 Grup 3, di Stadion GBK Jepara, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mengalahkan PSCS Cilacap 1-0, dalam lanjutan Liga 2 Grup 3, di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK) Sabtu (15/7/2017). Dengan hasil itu, rekor tak pernah kalah Laskar Nusakambangan dipatahkan oleh Laskar Kalinyamat. 

Gol Persijap dicetak oleh Yuda Risky Irawan di menit 71. Lewat sundulan, pemain bernomor 17 itu mengkonversi umpan dari Ariannis menjadi gol penentu kemenangan anak-anak asuh Fernando Sales itu. 

Dalam pertandingan, Persijap Jepara lebih banyak menguasai bola di babak awal. Sementara PSCS Cilacap tak mampu mengembangkan permainannya, meski pada menit ke-18 hingga 19, mereka sempat mengurung pemain-pemain laskar Kalinyamat. 

Peluang Persijap Jepara banyak tercipta di babak pertama. Di menit 22 Faumi Syahreza melesakan bola. Namun sayang sepakannya membentur mistar gawang PSCS Cilacap yang dijaga Ega Rizky Pramana. 

Peluang kedua dari Persijap dibuat oleh kapten tim Abdul Latif Hasyim. Pada menit ke 36, ia mencoba peruntungan dengan menembak langsung dari luar kotak gawang, namun gagal. Bola tak menemui sasaran. 

Sementara itu, peluang dari PSCS Cilacap tercipta pada menit 41. Pemain nomor punggung 78 Muh Fadlan  Gupran yang menendang bola kearah gawang Persijap. Namun Kiper Laskar Kalinyamat berhasil menyelamatkan gawangnya. 

Babak pertama, skor berakhir kacamata, 0-0 bagi kedua tim. Memasuki babak kedua, Persijap kembali menekan PSCS. Petaka bagi pemain Cilacap terjadi pada menit ke 71. Akselerasi Ariannis dan umpannya ke Yuda, berhasil dikonversi menjadi gol. 

Pelatih PSCS Cilacap Barnowo mengakui timnya kedodoran dalam 90 menit pertandingan. Ia menyebut, gol yang terjadi, murni berasal dari kesalahan lini belakang.  “Gol Persijap ke gawang kami, murni kesalahan kami. Misalnya center back dan wing back tidak saling menunggu dan atensi laju bola mestinya tidak perlu terjadi,” katanya. 

Dirinya mengatakan, tekanan yang diberikan oleh anak-anak Persijap diakui cukup menguras kepercayaan diri timnya. Hal itu menyebabkan anak asuhnya tak bisa memberikan umpan akurat dan selalu telat dalam memberikan tekanan kepada lawan.  “Selamat kepada Persijap kita tunggu nanti tanggal 22 di Cilacap. Kami harap permainan kami lebih baik, dan pola yang diterapkan oleh Persijap akan menjadi pembahasan kami,” ucap Barnowo.

Sementara itu pelatih kepala Persijap Fernando Sales menyebut, kemenangan kali ini adalah bekal berharga menapaki putaran kedua. Dirinya mengatakan PSCS menunjukan permainan yang bagus.”PSCS Cilacap bermain bagus hingga menuntut kita untuk mengeluarkan permainan terbaik kita. Dengan kemenangan ini, sekaligus mematahkan kekalahan beruntun yang kita alami. Harapannya kedepan bisa lebih melanjutkan kemenangan ini,” tuturnya. 

Fernando menyebut, kemenangan ini mengembalikan kepercayaan timnya untuk menapaki kompetisi.  

Editor : Akrom Hazami

 

Persipur Imbang Lawan Persipon di Pontianak

Pemain Persipur melawan Persipon Pontianak, Jumat. (INSTAGRAM PERSIPUR PURWODADI)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesempatan meraih tiga poin gagal didapat Persipur saat bertandang ke kandang Persipon Pontianak, Jumat (14/7/2017). Sempat unggul 0-1, Persipur akhirnya harus puas bermain imbang. Satu gol yang dilesakkan pemain Persipon di menit akhir menjadikan skor pertandingan berakhir imbang 1-1 sampai peluit panjang dibunyikan.

“Kesempatan meraih tiga angka sebenarnya cukup terbuka. Sayang, kita kecolongan di menit akhir,” kata Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto.

Meski gagal dapat poin penuh namun pria yang akrab disapa Ndondot itu mengaku cukup puas. Sebab, target meraih poin, meski hanya satu angka, berhasil didapat.

“Pertandingan tandang bisa dapat angka, saya rasa sudah bagus,” jelasnya.

Dalam pertandingan tersebut, Persipur tidak bisa tampil maksimal. Kondisi fisik pemain terlihat belum begitu prima. Gol Persipur dilesakkan oleh Andi Jamal menit 76. Sedangkan gol lawan pada menit 85 oleh Hengky P.

Hal itu cukup beralasan, mengingat pada Minggu (9/7/2017) lalu, Persipur baru menjalani laga tandang melawan Sragen United. Kemudian, Kamis kemarin, pemain sudah bertolak menuju Pontianak. Kondisi ini menjadikan pemain tidak punya banyak waktu istirahat untuk memulihkan stamina.

“Anak-anak sudah berupaya tampil maksimal dalam pertandingan tadi. Dapat satu angka saya rasa sudah patut disyukuri,” imbuh pelatih Wahyu Teguh.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Pelatih Persijap Siapkan Strategi Khusus Hadapi Cilacap

Fernando Sales, Pelatih Persijap saat memeberikan instruksi di sesi latihan di SUGBK. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap dijadwalkan melakoni laga kontra PSCS Cilacap di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK), Sabtu (15/7/2017) sore. Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales mengaku belajar banyak dari pertandingan sebelumnya. 

“Kami berlatih untuk memperbaiki apa yang kami anggap salah pada pertandingan melawan Persibat Batang. Kami bermain cukup baik melawan mereka (Persibat) dan kami akan mencoba untuk meraih kemenangan besok,” ujar Fernando, Jumat (14/7/2017) siang. 

Ia mengatakan, timnya kini dalam kondisi percaya diri menghadapi runner up Grup 3 Liga 2 itu. Menurutnya, timnya hanya cukup bermain seperti apa yang dilakukan saat menghadapi Persibat. Hanya saja kali ini ia berharap agar anak-anak asuhnya tak gagal mencetak skor. 

Mengenai seorang pemainnya Riswan Dani yang cidera, Fernando menyatakan, belum bisa memastikan penampilannya. Namun demikian, Dani telah mengikuti sesi latihan pagi tadi. 

Disinggung terkait performa tim yang kerapkali menurun di babak kedua, Fernando menampiknya. Ia mengatakan, hal itu lebih didominasi gagalnya pemain menjalankan strategi.

“Tidak tentang stamina, namun tentang berada di tempat dan melakukan antisipasi yang tepat. Gol Persibat ke gawang kami bukan masalah stamina, begitu juga saat PSS Sleman membobol gawang kami bukan soal itu. Semua bermula dari ketidakfokusan, karena mereka (pemain) tahu apa yang harus dilakukan tapi tak melaksanakannya. Dan kami kebobolan justru berawal dari tendangan pojok dan umpan silang,” katanya. 

Terakhir, Fernando berujar telah menyiapkan strategi khusus menghadapi PSCS Cilacap. Namun demikian hal itu berpulang pada anak asuhnya di lapangan. 

“Ya kami sudah mempersiapkannya (strategi khusus) dan saya berharap pemain dapat mengeksekusinya,” tutup pelatih asal Brazil itu. 

Editor : Kholistiono

DPRD Jateng Pantau Kesiapan Penyelenggaraan Popnas Gulat di Grobogan

Anggota Komisi E DPRD Jateng melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan dalam rangka monitoring kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) gulat, Selasa (11/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Komisi E DPRD Jateng melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Selasa (11/7/2017). Kunjungan yang dipimpin Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asy’ari itu dilakukan dalam rangka pantauan kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) gulat yang akan dilangsungkan di Grobogan pertengahan September mendatang.

“Beberapa waktu lalu sudah diputuskan kalau Grobogan akan jadi tuan rumah Popnas untuk cabor gulat. Kami kesini untuk memantau sejauh mana kesiapannya dan kendala yang dihadapi. Kalau ada kendala nanti dari Pemprov juga akan ikut mencarikan solusi,” kata Hasan.

Rombongan wakil rakyat Jateng diterima Sekda Grobogan Moh Sumarsono di ruang rapat bupati. Hadir pula Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono, Sekretaris KONI Grobogan Edi Susanto, perwakilan dari Disporapar Jateng, KONI Jateng dan Pengurus PGSI Jateng maupun Grobogan.

Dalam kesempatan itu, Hasan menyatakan, mengingat even tersebut skala nasional maka persiapannya harus dilakukan lebih awal. Sebab, jumlah personel yang terlihat dalam Popnas itu cukup banyak karena hampir seluruh provinsi ambil bagian. Selain atlit dan ofisial juga akan terlibat instruktur pertandingan.

“Pelaksanaan Popnas akan ditempatkan di GOR Purwodadi. Meski waktunya masih sekitar dua bulan lagi namun mulai sekarang harus dipersiapkan dengan baik supaya pelaksanaan Popnas bisa sukses,” jelasnya.

Sumarsono yang kebetulan juga menjabat jadi Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan itu menyatakan, pihaknya merasa bangga karena dipercaya jadi tuan rumah Popnas gulat. Sebab, dengan adanya even ini secara tidak langsung akan bisa menarik animo masyarakat untuk menekuni olahraga gulat.

Di sisi lain, dengan ditunjuk jadi tuan rumah maka ada beberapa konsekuensi yang harus dilakukan. Antara lain, mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di lokasi pertandingan.

“Peralatan pertandingan seperti matras dan lainnya tentu harus tersedia. Kemudian, untuk toilet di dalam GOR juga harus kita benahi. Nantinya, untuk kesiapan penyelenggaraan Popnas gulat akan kita bahas lebih lanjut dengan semua instansi terkait. Yang pasti, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar even Popnas gulat terselenggara dengan baik,” imbuhnya. 

 

Editor : Akrom Hazami

Manajemen Persijap Belum Restui Pengunduran Diri Fernando Sales

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap masih enggan melepas Fernando Sales sebagai pelatih kepala. Pembicaraan terkait hal tersebut, masih terus dilakukan oleh kedua belah pihak.

CEO Persijap Esti Puji Lestari berucap, ia belum sepakat akan keputusan pelatih asal Brazil tersebut. “Belum saya sepakati, jadi (Fernando Sales) masih pelatih kepala,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini permintaan pelatih berkepala pelontos itu, masih sekadar ucapan lisan. Pihak manajemen Persijap belum menerima surat pengunduran diri, secara resmi. 

Diberitakan sebelumnya, Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales menyatakan, pengunduran diri usai laga melawan Persibat Batang, Sabtu (8/7/2017). Hal itu ia umumkan dalam akun instagramnya @fscoach_37.

Pada saat dikonfirmasi, ia membenarkan statemennya di media sosial tersebut. Dirinya mengaku telah berbicara baik kepada tim ataupun manajemen terkait keinginannya mundur. “Ya saya sangat yakin (dengan keputusan meninggalkan Persijap),” tulisnya, dalam konfirmasi lewat jejaring pesan WhatsApp.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Tim Persijap Llano Mahardika mengatakan hal serupa. Saat ini pihaknya tengah mengupayakan pembicaraan lanjutan dengan Fernando. 

“Secara lisan memang ada penyampaian mundur dari Fernando. Namun sebenarnya sebagai manajemen tidak berkeinginan melepas karena masih percaya dengan kemampuan pelatih dan masih ingin bersama berjuang menempuh liga 2. Namun tentunya semua hal perlu dibicarakan lebih lanjut oleh kedua belah pihak agar jelas,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini pelatih berlisensi A UEFA itu masih berada di Jepara. Kesempatan itu akan digunakan oleh manajemen untuk membicarakan pengunduran diri Sales. 

Terkait kondisi tim jelang laga kontra PSCS Cilacap Sabtu (15/7/2017) pekan ini, Llano mengungkapkan tim Persijap tetap berlatih. Usai pernyataan undur diri Fernando, menurutnya berpengaruh pada kondisi psikologis dan teknis pemain. “Beragam (kondisi psikologis pemain). Untuk itu (latihan) akan dihandel bersama,” tulisnya singkat. 

Editor : Kholistiono

Persipur Kalah dari Sragen United Akibat Gol Penalti Andrid Wibawa

Pemain Persipur (putih) membawa bola saat meladeni Sragen United. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Ambisi Persipur untuk meraih angka saat bertanding dengan Sragen United gagal terwujud. Meski tampil apik, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Citarum Semarang, Minggu (9/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan dari titik putih, 5 menit sebelum jeda pertandingan.

Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur Wahyu Hendra yang dianggap handsball di kotak terlarang. Pemain Sragen United Andrid Wibawa yang dipercaya jadi alogjo pinalti sukes menjalankan tugasnya.

Di babak kedua, giliran Persipur yang melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan Sragen United.

Assisten Pelatih Persipur, Abdul Gani mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimaklan peluang kendati mampu mengendalikan permainan, khususnya pada babak kedua.

“Kondisi pemain memang masih maksimal. Tim Sragen United saya rasa berhak menang karena bermain lebih bagus,’’ jelasnya dalam jumpa pers usai pertandingan.

Pelatih Sragen United Jaya Hartono menegaskan, kemenangan itu dinilai sangat penting untuk mengembalikan motivasi permainan. Sebeb, sebelumnya, timnya hanya mampu menang sekali, 3 kali kalah dan sekali seri dalam lima laga sebelumnya yang sudah dijalani.

Editor : Kholistiono

Pertandingan di Pindah ke Semarang, Persipur Targetkan Poin Penuh

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target menang dibebankan para pemain Persipur saat berlaga dalam kompetisi Liga 2 melawan Sragen United, Minggu (9/7/2017). Meski demikian, untuk merealisasikan target itu bukan pekerjaan gampang. Soalnya, dalam laga nanti, Persipur statusnya bertindak jadi tim tamu.

“Target kita memang bisa dapat poin. Kalau bisa tiga poin alias menang, tidak sekadar seri saja. Kita butuh dapat poin terus supaya bisa naik klasemen ke papan atas,”  kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, di Grobogan, Sabtu (8/7/2017).

Wahyu menegaskan, upaya semaksimal mungkin akan dilakukan untuk mendapatkan angka. Guna mewujudkan ambisi, pihaknya fokus memantapkan performa tim pascalebaran. Hal itu perlu dilakukan karena pada penampilan sebelumnya masih banyak kekurangan yang terlihat. Salah satunya adalah soal kerja sama antarpemain yang belum begitu kompak. Kekurangan lainnya adalah, soal penyelesaian akhir.

Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen. Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

Dengan pindahnya tempat pertandingan, sedikit banyak akan menguntungkan Persipur. Sebab, pendukung lawan bisa dipastikan tidak banyak hadir di Semarang, dibandingkan jika laga tetap digelar di Sragen.

 

Editor : Akrom Hazami

Fernando Sales Mundur dari Kursi Pelatih Persijap

Melalui instagramnya, Fernando Sales menyatakan diri untuk mundur dari kursi pelatih Persijap. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales menyatakan pengunduran diri, usai laga Persijap melawan Persibat Batang, Sabtu (8/7/2017). Hal itu ia umumkan dalam akun instagramnya @fscoach_37.

“Pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bu Esti Lestari, Pak Llano, staf dan pemain. Ini (pengalaman melatih di Persijap) adalah pengalaman yang baik dalam hidup saya! Namun sayangnya, hasilnya tak sesuai dengan apa yang saya harapkan, Lalu saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saya seperti yang diinginkan oleh suporter. Terima kasih banyak untuk semua yang mendukung saya dan maaf untuk semua yang saya kecewakan. #Persijapjepara #persijapjeparafans selamat tinggal!” tulis Fernando dalam bahasa Inggris.

Pernyataan itu kami konfirmasi langsung kepada sang empunya akun. Dalam perbincangan lewat jejaring pesan Whatsapp, pelatih asal Brazil ini membenarkannya.”Ya saya sangat yakin (dengan keputusan meninggalkan Persijap),” tulisnya, pukul 21.01 WIB.

Ia mengatakan, saat bermain lawan Persibat Batang pemainnya bermain bagus dan sebenarnya tak berhak atas kekalahan. Menurutnya, timnya memunyai banyak sekali kesempatan untuk mencetak angka.

Adapun, pertandingan antara Persijap dan Persibat, berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Batang. 

Sales menyebut, keputusannya itu telah ia komunikasikan dengan Manajer Persijap Llano Mahardika dan pemain. Mereka (Manajemen Persijap) meminta dirinya untuk berpikir ulang, namun pelatih berlisensi A UEFA itu mantap dengan keputusannya. 

Lebih lanjut, keputusannya untuk resign dari kursi pelatih dipicu oleh tindakan dari penonton. “Saya resign karena ada orang yang mencoba memukul saya. Saya tenang dan menghargai semuanya, namun begitu seseorang mencoba untuk tidak menghargai saya, saya juga bisa bersikap sama,” lanjutnya. 

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh suporter itu tidak mencerminkan tindakan warga Jepara ataupun suporter sejati. Sales menganggap, meskipun penonton membayar dan protes, namun mereka tak bisa masuk ke lapangan dan melakukan perbuatan sesuka hati.

Editor : Kholistiono

Laga Persipur Vs Sragen United Dipindah ke Semarang

Pemain Persipur saat melakukan latihan rutin jelang laga, di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen, Minggu (9/7/2017). Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

“Waktu pertandingannya tidak ada perubahan. Hanya tempatnya saja yang ganti, dari Sragen pindah ke Semarang,” ungkap manajer Persipur Budi Susilo, Kamis (6/7/2017).

Dijelaskan, sebelumnya pihak Sragen United menghendaki pertandingan itu digelar di Purwodadi meski mereka harusnya jadi tuan rumah. Alasannya, Stadion di Sragen tidak bisa digunakan untuk laga karena dalam proses renovasi.

“Jadi, sebelumnya mereka sudah kirim surat supaya menjadikan Stadion Krida Bhakti untuk homebase pertandingan. Hal ini sudah kita setujui,” jelasnya.

Namun, kemudian ada surat dari PSSI yang meminta agar pertandingan dilangsungkan di Semarang. Sebabnya, manajemen Sragen United sudah diambil alih Asprov PSSI Jateng karena mengalami masalah.

“Sebenarnya kita sudah melakukan persiapan untuk menggelar pertandingan dengan Sragen United di Purwodadi. Namun, hal ini tidak bisa terlaksana karena pertandingan dipindah ke Semarang. Hari Sabtu sore lusa, tim Persipur akan berangkat ke Semarang,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

PSIR Matangkan Persiapan Jelang Tandang ke Magelang

Pemain PSIR mendapatkan arahan dari tim pelatih sebelum berangkat ke Magelang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Jelang tandang melawan PPSM Magelang pada 8 Juli besok, PSIR Rembang terus melakukan latihan untuk memperkuat pertahanan.

Hal tersebut dilakukan, lantaran tim tuan rumah dinilai mempunyai keunggulan kecepatan. “Mereka memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, khususnya dalam serangan balik. Namun demikian, kita sudah menyiapkan strategi untuk membendung setiap serangan tim tuan rumah,” kata Pelatih PSIR Hadi Surinto.

Dia menilai, keunggulan tuan rumah memang mengandalkan kecepatan serangan balik, sehingga PSIR harus mengantisipasi itu.

Dirinya memastikan, semua pemain dalam keadaan fit dan akan berangkat pada Kamis (6/7/2017) ini. Sehingga nantinya bisa beradaptasi dengan lapangan yang digunakan untuk bertanding.

“Hari ini kita berangkat, dan pemain tidak ada yang absen. Hanya ada satu pemain cadangan yang kemarin cedera, tapi tak mempengaruhi permainan,” katanya.

Sementara Ketua Umum GANSTER Rembang Pujianto menyatakan, akan memberangkatkan ratusan anggotanya untuk mendukung tim yang menjadi kebanggan warga Kabupaten Rembang. 

Terkait jumlah pasti, pihaknya baru akan melakukan rapat koordinasi dengan koordinator lapangan. Sementara keberangkatan, Pujianto menyatakan, jika tanggal 8 Juli 2017 pagi, para suporter sudah berada di Stadion Dr H Moch Soebroto Magelang tempat bertandingnya PPSM Magelang vs PSIR Rembang.

Editor : Kholistiono

Pelatih  Persijap Junior Cari Solusi Masalah Stamina 

Skuad Persijap Junior. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto) 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Junior terus mematangkan strategi jelang laga kontra PSCS Cilacap Junior, pada putaran pertama semifinal Piala Soeratin Jateng 2017. Selain itu, tim pelatih juga harus menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah, yang didapat usai laga uji coba.

“Kami menggelar latihan dan uji coba. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari uji coba itu, seperti stamina pemain yang terkuras pada babak kedua,” ujar pelatih Persijap Junior Taufan Bayu Laksana.

Ia dan tim pelatih akan coba menuntaskan hal itu di sisa latihan, sebelum berlaga pada Minggu (9/7/2017). 

Perjalanan Persijap Junior menapaki babak semifinal pun tak mudah. Sempat mereguk empat kali kemenangan dan sekali imbang. Tim ini pernah dua kali mengalami kekalahan.  

Dengan perolehan tersebut, Persijap Junior berhak lolos ke babak 12 besar, bersama Persibat Batang Junior dan ISP Purworejo, di Grup H.

Sementara itu, Manajer Persijap Junior Ronald Seger Prabowo berujar, di sisa dua latihan ingin permasalahan teknis itu segera menemukan solusi. 

“Sisa dua latihan harus benar-benar dimanfaatkan. Selain kendala teknis, kami terus memompa motivasi bertanding para pemain,” pungkas Ronald.

Editor : Kholistiono

Persijap Jajal Eks Kiper Timnas Junior

Persijap sedang menjajal kemampuanYusuf Wahyu Prayudha, yang merupakan bekas kiper Timnas U-13 dan U-16.  (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara masih mencoba memenuhi kuota penjaga kiper, yang saat ini hanya dihuni oleh Amirul Kurniawan dan Susanto. Kini tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu, sedang menjajal kemampuan Yusuf Wahyu Prayudha, yang merupakan bekas kiper Timnas U-13 dan U-16. 

Sebelum Yusuf, beberapa kiper telah menjajal latihan di Stadion Bumi Kartini. Namun karena permasalahan teknis dan kompetensi yang tak prima, tim pelatih urung merekrut calon kiper tersebut. Mereka adalah Ridwan dan M. Fauzah Jauhar Malik yang sempat merapat ke Jepara. 

Chief Excecutive Organizer (CEO) Persijap Jepara Esti Puji Lestari mengatakan, posisi kiper Persjap cukup vital. Sesuai rencana pengembangan tim, pihaknya ingin merekrut kiper muda yang sarat pengalaman. 

“Kalau kita inginnya mencari kiper yang muda namun kaya pengalaman. Dengan usia muda kita masih bisa mengembangkan, sesuai rencana Persijap 5 Years Plan. Kalau senior tak bisa lama bermain dengan kita. Namun hingga kini belum ada rekomendasi untuk kita,” tuturnya. 

Direktur Teknik Persijap Carlos Raul Sciucatti menyebut, meski pernah berstatus kiper Timnas Junior, namun pihaknya perlu melihat kemampuan Yusuf. “Status Yusuf masih sebagai pemain seleksi. Dia sudah berada di Jepara dalam dua hari terakhir ini,” ujarnya. 

Perlu diketahui, Yusuf merupakan kiper kelahiran Pasuruan, 14 Maret 1998. Pemain bertinggi 183 cm ini sebelumnya bermain untuk Persekap Pasuruan dan PSBK Blitar. Di level junior, ia pernah tergabung dengan Frenz United dan Persema Malang Junior. Selain itu, ia juga pernah memperkuat tim Pra PON Jatim.

Editor : Kholistiono 

Libur Panjang Usai, Laskar Dampo Awang Geber Latihan


Tim PSIR saat menggelar latihan di stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – Libur panjang Lebaran 2017 sudah berakhir. Para skuad PSIR Rembang pun mulai menggiatkan latihan kembali guna untuk mempersiapkan laga lajutan di Stadion Krida Rembang.

Pelatih laskar Dampo Awang Hadi Surinto mengatakan bahwa setelah libur lebaran selama 7 hari, kini para pemain menjalani latihan.

“Latihan itu tentunya sebagai bekal untuk mempersiapkan tim bertandang melawan tim tuan rumah PPSM Magelang pada tanggal 8 Juli 2017 mendatang,” katanya.

Sementara itu, di saat menjalani latihan rutin di bulan Ramadan, ia mengutarakan bahwa ia tetap menggeber latihan guna melatih fisik anak asuhnya.

“Selama bulan ramadan, para pemain ini tetap menjalani latihan untuk tetap menjaga fisik agar tetap bugar. Latihan dilakukan setiap sore hari, selama bulan puasa,” paparnya.

Dia  menambahkan, untuk latihannya sendiri sudah dimulai pada pekan ini. “Untuk  waktu pagi dimulai dengan tes fisik pemain. Sehingga disaat latihan pertama kali seusai libur dapat dijalankan dengan baik,”pungkasnya.

Pada laga penyisihan putaran pertama, PSIR masih menyisakan pertandingan. Diantaranya, melawan tuan rumah PPSM Magelang pada 8 Juli. Dan menjamu PERSIS Solo di Stadion Krida Rembang pada 15 Juli mendatang.

Editor: Supriyadi

 

Persipur Mulai Gelar Latihan Pasca Libur Panjang

Para pemain Persipur kembali menjalani latihan di Stadion Krida Bhakti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Latihan rutin mulai digelar lagi buat pemain Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti. Ini merupakan latihan, pascaskuad Laskar Petir menjalani libur panjang selama puasa dan Lebaran.

“Anak-anak sudah mulai latihan sejak Kamis (29/6/2017) kemarin. Ini adalah latihan hari ketiga pascalebaran,” kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, Sabtu (1/7/2017).

Dari pantauan di lapangan, hampir semua pemain sudah mengikuti latihan. Termasuk pemain yang berasal dari luar Jawa.

Para pemain terlihat belum melakukan latihan berat. Hari ini, agenda latihan hanya berlangsung sekitar satu jam saja. Yakni, dari jam 07-08 WIB.

Menurut Wahyu, latihan kali ini masih fokus untuk mengembalikan kebugaran pemain. Hal itu perlu dilakukan karena pemain baru saja menjalani libur cukup panjang. “Masih latihan ringan saja. Biar kondisi fisik kembali fit,” jelasnya.

Dalam beberapa hari ke depan, porsi latihan akan ditingkatkan. Hal ini sebagai persiapan menjalani pertandingan lanjutan liga-2 melawan Sragen United. “Jadwal pertandingan selanjutnya lawan Sragen, tanggal 9 Juli. Kita main tandang nanti,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Manajemen Persipur Diminta Tambah Striker

Persipur butuh tambahan striker lagi untuk menghadapi sisa kompetisi Liga 2. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski dinilai sudah punya cukup pemain, namun manajemen Persipur diminta menambah beberapa pemain lagi untuk menghadapi sisa kompetisi Liga 2. Hal itu dicetuskan sejumlah pemerhati Persipur berdasarkan penampilan tim berjuluk Laskar Petir dalam lima laga yang sudah dijalani.

“Penampilan Persipur sudah lumayan bagus. Namun, penambahan striker kayaknya perlu jadi prioritas,” jelas Heriyanto, salah seorang Persipurmania.

Menurutnya, dalam liga pertandingan yang sudah dilakoni, produktivitas gol Persipur dinilai belum tajam. Indikasinya, dari lima laga baru tujuh gol yang bisa dilesakkan ke gawang lawan. Kemudian gol kemasukan ada empat gol.

“Saya rasa butuh satu lagi striker yang andal. Kemudian, satu gelandang yang bisa menyuplai serangan kayaknya juga perlu ditambah. Kalau posisi belakang dan kiper, saya rasa sudah cukup,” cetusnya.

Manajer Persipur Budi Susilo ketika diminta komentarnya menyatakan, pihaknya memang sedang mencari tambahan pemain untuk melengkapi kebutuhan tim. Salah satu yang dirasa masih perlu adalah tambahan striker.

“Kita sedang cari striker lagi yang sudah matang. Minimal butuh satu lagi untuk melengkapi pemain yang sudah ada,” katanya.

Budi sudah meminta pelatih Wahyu Teguh untuk memonitor pemain yang bisa direkrut. Dalam waktu dekat, diharapkan sudah bisa dapat tambahan striker seperti kriteria yang diinginkan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Empat Pemain Persijap yang Akan Dipinjamkan  

Pemain Persijap mendapatkan pengarahan dari pelatih. (Persijap)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabar terkait pemain Persijap yang akan segera dipinjamkan, dibenarkan oleh Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales. Ia berujar ada empat pemain yang akan hijrah ke tim lain.

Mereka adalah Ravy Bagustian, Putut Ragil, Gipsy Salat Taalaita dan Ahmad Rendi Reonaldo. 

Sales mengatakan telah membicarakan rencana itu kepada pemain bersangkutan. Menurutnya, pemain yang akan dipinjamkan telah menunjukan keinginan mereka untuk mengikuti skema tersebut. 

“Ravy, bagi saya dia adalah pemain yang bagus yang dipunyai oleh tim, baik dalam keseluruhan, karakter, atitud, disiplin dan semangat. Namun sayangnya di posisinya ada 3-4 pemain yang berposisi sama. Jadi saya mengungkapkan bahwa Produta meminta manajemen untuk mengirimnya sebagai pinjaman. Jadi ini kesempatan baginya untuk tidak dicadangkan lagi,” tuturnya.

Sedangkan Putut, menurut Sales awalnya mendaftar sebagai penyerang, namun kini ia memilih sebagai pemain sayap. Namun saya beritahu dia, bahwa di posisinya kita sudah punya Arianis, Rafi dan Hendrico. Jadi, menurut Fernando Putut menyetujui rencana peminjamannya.

Untuk Rendi dan Gipsy, menurut pelatih asal Brasil itu merupakan pemain bagus, dan memunyai kualitas permainan yang unik.

“Rendi, dia tekniknya bagus namun sepertinya dia harus meninggalkan zona nyamannya untuk bermain di luar Jepara. Sementara Gipsy, ia sudah memberikan 100 persen kemampuannya, namun performanya lambat laun menurun dan dia setuju,” ungkapnya.

Ia paham akan konsekuensi yang diambilnya, termasuk ketidaksukaan suporter. Namun dirinya sudah memutuskannya.

“Saya paham akan keputusan yang saya ambil. Suporter mungkin tak akan suka keputusan ini. Saya mengerti mereka seperti idola bagi penggemar. Namun saya sudah memutuskan,” tegasnya. 

Editor : Kholistiono

Ini Kata Pelatih Persijap Usai Laga Uji Coba Lawan Sragen FC Pacitan

Para pemain Persijap menjalani pemanasan jelang uji coba melawan SU Pacitan FC. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara kembali menelan kekalahan pada laga uji coba, Minggu (11/6/2017) Laskar Kalinyamat ditekuk Sragen FC Pacitan 2-1. Hasil buruk itu menjadi yang kedua, setelah sebelumnya tumbang di Stadion Jatidiri dikalahkan PSIS Semarang Sabtu (3/6/2017) dengan skor 1-0.

Perlu diketahui, pada babak pertama, Persijap berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol Hendriko, 0-1. Di paruh kedua, tim tuan rumah Sragen FC Pacitan, membalikan keadaan dengan mencetak dua gol lewat kaki Okka. Pertandingan berakhir bagi keunggulan tuan rumah 2-1. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Persijap Fernando Sales memaparkan evaluasi pertandingan. Ia mengaku tak senang akan hasil yang dicapai. 

“Di babak pertama kami tampil mengontrol permainan. Banyak kesempatan untuk membuat lebih dari satu gol. Permainan yang mengesankan,” ujarnya, via perpesanan multimedia, Minggu malam (12/6/2017). 

Setelah turun minum, Fernando mengaku mengubah komposisi pemain. Ia ingin memberikan kesempatan pada beberapa penghuni bangku cadangan untuk menunjukan kemampuan mereka. 

Hal itu ia lakukan untuk mengevaluasi kinerja tim. Namun sayang, performa yang ditunjukan oleh pemainnya tak seperti babak pertama. 

“Hari ini memberikan perasaan yang beragam pada saya. Babak pertama kami memainkan permainan yang menarik, sangat vertikal, dengan beberapa kombinasi. Babak kedua tim tak menunjukan gairah dan semangat yang sama seperti babak pertama. Dan untuk bermain di Liga 2 harus mempunyai gairah, semangat dan komitmen yang lebih daripada teknik,” imbuhnya. 

Terkait hasil tersebut, Fernando mengaku mahfum dengan kritikan, kekecewaan dan kemarahan dari para penggemar akan hasil yang diraih. Dirinya juga merasa tidak senang akan hasil yang diperoleh. 

“Saya yang pertama tak senang akan hasil yang diperoleh. Saya adalah yang pertama marah terutama kepada diri saya sendiri karena tidak memenangkan pertandingan,” lanjut Fernando. 

Sekembalinya ke Jepara, tim pelatih mengaku tak ada waktu untuk menyesali kekalahan dan mengeluh. Pada Senin (12/6/2017) ia langsung berlatih di Stadion Gelora Bumi Kartini. 

Terakhir, ia memberikan pujian pada beberapa pemain yang menunjukan permainan bagus saat melawan SFC Pacitan. Di antaranya Adit yang bermain sebagai playmaker, Saddan yang bermain sangat bagus setelah sembuh dari cidera. 

Pada lini belakang ia memuji penampilan back Sabil dan Rico yang dinilainya sangat solid. “Abrian meskipun terbilang masih anak-anak namun karakternya sangat impresif. Performa yang bagus ditunjukan sebagai tim. Dan sebagian individu menunjukan penampilan yang bagus. Saya tak suka berbicara tentang individu tertentu, namun kali ini beberapa di antaranya menunjukan permainan bola yang bagus,” pungkas Fernando.

Editor : Kholistiono

Jadwal Libur Latihan Pemain Persipur Diperpanjang

Pemain Persipur Purwodadi saat melangsungkan laga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jadwal libur latihan pemain Persipur pada bulan puasa ternyata mengalami perubahan. Sedianya, mulai awal Juni lalu, para pemain dijadwalkan mulai latihan lagi. Namun, hingga saat ini, belum ada aktivitas latihan yang terlihat di Stadion Krida Bhakti. Bahkan, di mes pemain yang ada di kompleks stadion suasananya juga sepi. Sebelumnya, para pemain mendapat jatah libur beberapa hari sebelum puasa.

Pelatih Persipur Wahyu Teguh menyatakan, ada perubahan jadwal latihan bagi anak asuhnya dalam bulan puasa ini. Hal itu dilakukan lantaran para pemain banyak yang berasal dari luar Jawa.

“Setelah libur awal puasa, harusnya latihan mulai awal Juni lalu. Namun, akhirnya liburnya diperpanjang. Kemungkinan, pekan depan mulai ada latihan selama beberapa hari. Setelah itu pemain libur lagi menyambut Idul Fitri. Beberapa hari setelah Lebaran, kita mulai lagi latihannya,” jelasnya.

Menurut Wahyu, meski tidak bisa penuh, latihan di bulan puasa tetap digelar. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap prima. Soalnya, beberapa hari pascalebaran, kompetisi liga 2 kembali dilanjutkan.

“Meski puasa latihan tetap kita langsungkan. Namun, menu latihan akan kita sesuaikan karena kondisi puasa. Selama libur, para pemain juga kita latihan sendiri sekadar menjaga kebugaran,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Persijap Tantang SU Pacitan FC pada Laga Uji Coba

Suasana latihan tim Persijap sebelum melawat ke Pacitan, untuk menghadapi pertandingan uji coba melawan SU Pacitan FC, Jumat (9/6/2017), sore. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara akan menantang Sragen United Pacitan FC (SU Pacitan FC), pada laga uji coba di Stadion Pacitan, Minggu (11/6/2017). Laga ini merupakan yang kedua setelah Laskar Kalinyamat takluk pada pertandingan uji coba kontra PSIS (1-0) minggu lalu.

Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales mengatakan, laga ini merupakan kesempatan baginya untuk melihat kemampuan pemainnya yang sering menghuni bangku cadangan. Di samping itu ajang ini akan dimaksimalkan untuk mengetes pemain-pemain baru.

“Kami membawa 22 pemain ke Pacitan, beberapa pemain inti sengaja kami tinggal untuk memberikan kesempatan pemain lain menunjukan kemampuannya,” tuturnya, Jumat (9/6/2017).

Adapun, pemain baru yang akan dibawa oleh Sales di antaranya Syarul Romadhon (penyerang sayap), Afif Rosidi (bek), Tabah (penyerang) dan Yusuf yang berposisi sebagai kiper.

Sementara itu Direktur Teknik Persijap Carlos Raul Sciucatti juga berharap ajang ini bisa mematangkan persiapan tim persijap, menghadapi sisa leg pertama. 

Editor : Kholistiono

Llano Ingin Jadikan Persijap Lumbung Pemain Nasional

General Manager anyar Persijap Llano Mahardika. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – General Manager anyar Persijap Llano Mahardika ingin membawa timnya sebagai lumbung pemain nasional. Menurutnya, tim berjuluk Laskar Kalinyamat selalu menghasilkan kiper dan pemain belakang yang bagus.

“Di posisi kiper kita sempat ada nama Danang Wihatmoko, Joko dan sekarang Amirul. Selain itu, ada nama Alamsyah, Syahrul dan lain-lain. Kita tidak hanya ingin tim ini sebagai pencetak kiper dan back (pemain belakang) yang bagus tapi bagaimana tim ini menjadi suplier Timnas,” ujar mantan CEO Persebaya ini. 

Ia berujar optimis pada tim yang kini ditukangi oleh pelatih kepala Fernando Sales. Menurutnya, Persijap bukanlah tim yang jelek. Beberapa kali permainan pemain selalu menguasai bola hanya saja memang belum bisa mencetak gol. Keakraban para pemain menurutnya hal yang perlu ditingkatkan. 

Selain itu, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah belum adanya penyerang yang haus gol. Hal itu menurut Llano menjadi langkah jangka pendek yang perlu segera diselesaikan. 

“Tim ini dalam dua atau tiga tahun kedepan akan jadi  besar kok, mereka akan menjadi pemain yang memunyai nama besar. Namun semua ada prosesnya. Persijap bukanlah tim yang jelek, hanya saja perlu ditingkatkan chemistry antarpemainnya,” imbuhnya. 

Disamping itu, ia akan berusaha meningkatkan komunikasi antara manajemen dan pendukung. Hal itu menurutnya menjadi penting mengingat posisi Persijap sebagai tim kebangaan warga Jepara. 

Terkait kebutuhan pemain, Llano mengajak seluruh suporter untuk dapat menyumbangkan nama. “Silakan ajukan nama, mungkin di luar sana ada pemain bagus yang bisa kami rekrut,” ujarnya kepada fans Persijap saat acara diskusi dan buka bersama di mess pemain, Senin (5/6/2017) lalu. 

Disisi manajemen, Llano memandang ada beerapa persoalan yang perlu segera diselesaikan. Di antaranya sistem tiketing. 

Editor : Kholistiono

Laga Uji Coba Persijap di SGBK Masih Terganjal Perizinan

 

Suasana bukber dan diskusi antara manajemen dan suporter Persijap Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Persijap Jepara Fernando Sales mengaku masih membutuhkan beberapa kali ajang uji coba, untuk menjajal strategi yang pas untuk timnya. Namun sayang, untuk pertandingan uji coba yang bertempat di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), hingga kini belum mendapatkan lampu hijau dari aparat keamanan.

Hal itu diungkapkan Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari, saat diskusi manajemen dan suporter Laskar Kalinyamat, Senin (5/6/2017) petang. Di penghujung acara, ia membacakan draft ikrar damai antarsuporter dan manajemen. Ia lantas menyerahkan rumusan tersebut kepada perwakilan pendukung untuk dipelajari. 

Secara singkat, draft tersebut berisi tentang kesepakatan antar manajemen dan suporter, agar menjaga suasana kondusif, di saat dan sesudah Persijap bermain di kandang. 

“Tanpa ini (kesepakatan ikrar damai) izin keamanan sulit didapatkan setelah apa yang terjadi kemarin. Pada saat ini kita harus jadi suporter dewasa, untuk ambil langkah strategis supaya hubungan dengan pihak keamanan baik. Karena sangat sedih bagi saya untuk tidak dapat mengadakan pertandingan di Jepara lagi, karena ini adalah akarnya Jepara. Dulu saya janji tak akan bawa Persijap keluar Jepara,” ujarnya. 

Ia meminta kepada perwakilan suporter yang hadir saat itu untuk mendiskusikan draft tersebut. Setelahnya, Esti meminta agar kesepakatan tersebut disetujui pendukung. Dengan itu ia berharap, suporter dan manajemen tercipta visi untuk menjaga kedamaian pada saat dan sesudah pertandingan Persijap digelar di SGBK. 

Esti mengatakan, saat ini telah mendapatkan tawaran dari berbagai klub untuk mengadakan beberapa pertandingan uji coba. Namun hingga saat ini dirinya belum mengiyakan. Termasuk tawaran dari Timnas U19.

“Pertemuan ini (buka bersama dan diskusi) juga penting karena saya bisa bertatap muka dengan mereka. Namun demikian ini bukan hal pertama. Kemungkinan kalau ini (izin tak diberikan) akan melakukan pertandingan away tandang, tapi saat ini sedang mencari yang dekat, karena kalau puasa kan transportasinya agak sulit. Namun kita masih berusaha agar setidaknya ada satu pertandingan home di bulan Ramadan, karena banyak yang meminta tapi bergantung perizinan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Fernando Sales mengaku saat ini tengah mencari strategi yang pas untuk timnya. Dikatakannya, pada saat laga-laga awal Liga 2 strateginya berjalan.

“Kita menerapkan banyak strategi (pada saat latihan). Strategi yang saya terapkan berjalan baik saat melawan PSGC dan Persibas. Namun karena beberapa pemain cidera, performa mereka menurun jadi saya pikir untuk menata garis pertahanan. Saya suka bermain menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 karena kita bisa memainkan pola menyerang, namun kadang kita tak bisa menerapkannya,” katanya. 

Di samping itu, beberapa hal yang masih perlu dibenahi olehnya adalah faktor konsentrasi dan kurangnya penyerang yang haus gol. Terkait Playmaker Fernando berkata masih memiliki Gipsy dan Adit. Hanya saja Gipsy sempat mengalami infeksi gigi, hingga permainannya menurun. 

“Kita pernah melakukan pertandingan tertutup dengan tim lokal, dan tim berhasil membuat skor. Kita juga masih memiliki pertandingan kandang namun hal itu menunggu dari perizinan. Dan tentu saja kami memerlukan banyak pertandingan uji coba,” tutup Pelatih asal Brazil tersebut.

Editor : Kholistiono

PSIR Kembali Gelar Latihan Pekan Depan

Pemain PSIR saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Pada bulan Ramadan ini, pemain PSIR Rembang diliburkan untuk latihan selama sepekan. Rencananya, tim akan kembali menggelar latihan pada pekan depan, sebelum melakoni laga lanjutan Liga 2.

Pelatih fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, latihan nantinya akan ditekankan pada pemantapan mental tim. Seperti halnya kegesitan saat membawa bola, memfokuskan pada konsentrasi pemain supaya tak salah umpan dan lainnya.

Dia menilai, selama ini, saat menjamu lawan, rata-rata para pemain masih gagal fokus atau salah umpan. Sehingga, latihan kedepan mental para pemain akan ditata dengan matang.

“Kita akui memang salah umpan pasti terjadi di saat menjamu para lawan. Tak hanya itu, salah umpan itu tidak terlepas dari mental para pemain yang masih down, bermain secara terburu-buru, dan tidak bermain secara rileks,” paparnya.

Dengan adanya latihan selama bulan Ramadan di saat sore hari ini, pihaknya berharap mental anak asuhnya bisa terjaga. Baik ketika melakoni laga di kandang maupun saat tandang.

“Mudah-mudahan, nantinya latihan ini bisa memantapkan mental pemain. Selain itu, yang paling inti yakni bagaimana caranya para pemain itu bisa memainkan permainan dengan rileks dan terbuka. Sehingga mereka bisa menikmati permainan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Persijap Incar Kemenangan di Jatidiri

Suasana latihan tim Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, beberapa saat lalu.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap memboyong 25 pemain untuk menghadapi PSIS, pada laga persahabatan di Stadion Jatidiri, sore ini. Ajang ini akan dimanfaatkan anak-anak Fernando Sales untuk menjajal strategi dan memainkan pemain baru sebelum memasuki kompetisi di bulan Juli. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Persijap Fernando Sales mengatakan, timnya siap menghadapi Mahesa Jenar. Ia mengincar kemenangan untuk meningkatkan kepercayaan diri menghadapi kompetisi Liga 2 yang akan bergulir kembali pada bulan Juli nanti.

“Sampai saat ini, semua pemain kami belum ada yang mengalami cidera. Pada pertandingan kami tentu saja ingin memenangkannya. Hal ini untuk memberikan rasa percaya diri kepada tim bergerak maju untuk mencapai tujuan kami,” katanya, Sabtu (3/6/2017). 

Di samping tujuan di atas, Sales juga mengungkapkan keinginannya utuk dapat melihat performa beberapa pemain. Hal itu karena, jeda antara putaran pertama dan kedua yang dinilainya tak cukup untuk melihat permainan sebagian dari pemainnya.

Dilansir dari fanpage Persijap, ada empat pemain yang dibawa ke Semarang. Mereka adalah Tommy Oropka (penyerang), Nurmufid Fastabiqul Khoirot (pemain bertahan) Joko Tutuko (penyerang) dan Syahrul Romadhon (penyerang). 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada laga kontra PSIS yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.30 WIB itu, Sales ingin menjajal strategi baru. 

“Laga ini adalah kesempatan bagi saya untuk melihat kemampuan pemain anyar, mencoba formasi baru dan memberikan kesempatan bagi pemain yang sering berada di bangku cadangan untuk bermain serta tentu saja menyiapkan tim untuk berlaga di dua pertandingan sebelum masuk ke putaran kedua,” imbuh pelatih asal Brazil ini. 

Ditanya mengenai racikan strategi, Sales menginstruksikan pemainnya untuk tidak kaku namun lebih fleksibel menyikapi pertandingan. 

“Strategi lebih kompleks dari sekedar formasi 1-3-4-3, 1-4-2-3-1 atau 1-4-4-2, tentu saja kita telah memiliki strategi. Mereka (pemain Persijap) tahu di mana dan bagaimana saya instruksikan mereka untuk menekan, bagaimana mereka menata garis pertahanan. Namun, permainan selalu berubah setiap waktu. Yang lebih penting dari formasi adalah, setiap pemain harus bersiap untuk segala macam keadaan,” tutup Sales. 

Editor : Kholistiono

Laga Kontra PSIS Akan Dijadikan Ajang Uji Coba Pemain Anyar Persijap

Pemain Persijap menjalani latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Laga persahabatan Persijap kontra PSIS Semarang Sabtu (3/6/2017), akan dimanfaatkan oleh tim pelatih Laskar Kalinyamat untuk menjajal pemain anyar. Ada Tommy Oropka dan Fastabiqul Khoirot yang kemungkinan diturunkan pada uji coba itu. 

Hal itu dikatakan oleh CEO Persijap Esti Puji Lestari, kepada MuriaNewsCom, terkait dua pemain anyar tersebut. ” Fastabiqul masih seleksi. Nanti kita coba lawan PSIS dulu, dari situ kita lihat bisa kita kembangkan untuk penawaran kontrak,” ujarnya. 

Sementara Tommy Oropka diketahui telah bergabung dengan Persjiap. Ia sendiri telah melakukan seleksi dengan tiga pemain lain, pada medio Bulan April lalu. Meskipun demikian, ia belum bisa dipasang pada pertandingan reguler Liga 2, sebab pendaftaran pemain anyar hanya bisa dilakukan setelah putaran pertama berakhir. 

Ditanya terkait posisi kiper, Esti mengatakan, masih dalam proses pencarian. Ia mengaku saat ini memang masih kekurangan pemain pada posisi tersebut, namun demikian, pihaknya berusaha mencari orang yang tepat. 

“Kalau kita inginnya mencari kiper yang muda namun kaya pengalaman. Dengan usia muda kita masih bisa mengembangkan, sesuai rencana Persijap 5 Years plan. Kalau senior tak bisa lama bermain dengan kita. Namun hingga kini belum ada rekomendasi untuk kita,” jawabnya. 

Terkait kekalahan beruntun yang menerpa timnya, Esti masih percaya akan skuad Persijap saat ini. “Saya percaya akan tim selama mereka masih mau bekerja sama, saya yakin dan mereka tak usah khawatir. Saya juga tak akan bongkar pemain. Saya selalu memberikan kesempatan selama mereka masih menjalani rutinitas dan mengikuti instruksi pelatih. Kecuali mereka tak lagi bersemangat,” ungkap Esti. 

Sementara itu di bidang manajemen, Esti menunjuk General Manajer baru, yakni Liano Mahardika. Ia diketahui pernah menukangi Persebaya sebagai CEO. Dengan hal tersebut ia berharap agar menjadikan klub asal Jepara itu lebih profesional.

Editor : Kholistiono

Persipur Kena Sanksi Denda Rp 25 Juta dari Komdis PSSI, Ini Sebabnya

Penonton pertandingan membeludak saat laga Persipur lawan Persis Solo. Akibat melebihi kapasitas, manajemen kena sanksi denda dari PSSI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim Persipur mendapat sanksi denda sebesar Rp 25 juta dari PSSI. Putusan itu berdasarkan hasil sidang yang dilakukan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI beberapa hari lalu di Jakarta. 

Denda yang dijatuhkan buat Persipur diberikan untuk dua kategori pelanggaran yang dilakukan. Pertama, Persipur kena denda Rp 10 juta karena dalam satu pertandingan dapat lima kartu kuning. Kedua, Persipur kenda denda lagi Rp 15 juta karena penonton pertandingan meluber.

Manajer Persipur Budi Susilo saat dimintai komentarnya membenarkan info adanya sanksi denda dari komdis PSSI tersebut. “Iya, kita kena denda dua kali dan totalnya Rp 25 juta. Selain Persipur banyak tim, panpel atau pemain yang juga kena sanksi dari PSSI. Bentuk sanksi yang diterima beda-beda tergantung pelanggarannya,” jelasnya.

Menurut Budi, denda pertama didapat saat Persipur melakoni laga tandang melawan PSIR Rembang. Dalam laga tersebut, ada lima pemain Persipur yang dapat kartu kuning. Kemudian, denda kedua didapat saat Persipur jadi tuan rumah saat menjamu Persis Solo. Saat itu, penonton yang hadir melebihi kapasitas dan banyak diantaranya duduk di pinggir lapangan.

“Sesuai ketentuan, pelanggaran seperti itu memang dapat sanksi denda. Untuk denda sudah kita bayarkan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami