PSIR Matangkan Persiapan Jelang Tandang ke Magelang

Pemain PSIR mendapatkan arahan dari tim pelatih sebelum berangkat ke Magelang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Jelang tandang melawan PPSM Magelang pada 8 Juli besok, PSIR Rembang terus melakukan latihan untuk memperkuat pertahanan.

Hal tersebut dilakukan, lantaran tim tuan rumah dinilai mempunyai keunggulan kecepatan. “Mereka memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, khususnya dalam serangan balik. Namun demikian, kita sudah menyiapkan strategi untuk membendung setiap serangan tim tuan rumah,” kata Pelatih PSIR Hadi Surinto.

Dia menilai, keunggulan tuan rumah memang mengandalkan kecepatan serangan balik, sehingga PSIR harus mengantisipasi itu.

Dirinya memastikan, semua pemain dalam keadaan fit dan akan berangkat pada Kamis (6/7/2017) ini. Sehingga nantinya bisa beradaptasi dengan lapangan yang digunakan untuk bertanding.

“Hari ini kita berangkat, dan pemain tidak ada yang absen. Hanya ada satu pemain cadangan yang kemarin cedera, tapi tak mempengaruhi permainan,” katanya.

Sementara Ketua Umum GANSTER Rembang Pujianto menyatakan, akan memberangkatkan ratusan anggotanya untuk mendukung tim yang menjadi kebanggan warga Kabupaten Rembang. 

Terkait jumlah pasti, pihaknya baru akan melakukan rapat koordinasi dengan koordinator lapangan. Sementara keberangkatan, Pujianto menyatakan, jika tanggal 8 Juli 2017 pagi, para suporter sudah berada di Stadion Dr H Moch Soebroto Magelang tempat bertandingnya PPSM Magelang vs PSIR Rembang.

Editor : Kholistiono

Pelatih  Persijap Junior Cari Solusi Masalah Stamina 

Skuad Persijap Junior. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto) 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Junior terus mematangkan strategi jelang laga kontra PSCS Cilacap Junior, pada putaran pertama semifinal Piala Soeratin Jateng 2017. Selain itu, tim pelatih juga harus menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah, yang didapat usai laga uji coba.

“Kami menggelar latihan dan uji coba. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari uji coba itu, seperti stamina pemain yang terkuras pada babak kedua,” ujar pelatih Persijap Junior Taufan Bayu Laksana.

Ia dan tim pelatih akan coba menuntaskan hal itu di sisa latihan, sebelum berlaga pada Minggu (9/7/2017). 

Perjalanan Persijap Junior menapaki babak semifinal pun tak mudah. Sempat mereguk empat kali kemenangan dan sekali imbang. Tim ini pernah dua kali mengalami kekalahan.  

Dengan perolehan tersebut, Persijap Junior berhak lolos ke babak 12 besar, bersama Persibat Batang Junior dan ISP Purworejo, di Grup H.

Sementara itu, Manajer Persijap Junior Ronald Seger Prabowo berujar, di sisa dua latihan ingin permasalahan teknis itu segera menemukan solusi. 

“Sisa dua latihan harus benar-benar dimanfaatkan. Selain kendala teknis, kami terus memompa motivasi bertanding para pemain,” pungkas Ronald.

Editor : Kholistiono

Persijap Jajal Eks Kiper Timnas Junior

Persijap sedang menjajal kemampuanYusuf Wahyu Prayudha, yang merupakan bekas kiper Timnas U-13 dan U-16.  (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara masih mencoba memenuhi kuota penjaga kiper, yang saat ini hanya dihuni oleh Amirul Kurniawan dan Susanto. Kini tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu, sedang menjajal kemampuan Yusuf Wahyu Prayudha, yang merupakan bekas kiper Timnas U-13 dan U-16. 

Sebelum Yusuf, beberapa kiper telah menjajal latihan di Stadion Bumi Kartini. Namun karena permasalahan teknis dan kompetensi yang tak prima, tim pelatih urung merekrut calon kiper tersebut. Mereka adalah Ridwan dan M. Fauzah Jauhar Malik yang sempat merapat ke Jepara. 

Chief Excecutive Organizer (CEO) Persijap Jepara Esti Puji Lestari mengatakan, posisi kiper Persjap cukup vital. Sesuai rencana pengembangan tim, pihaknya ingin merekrut kiper muda yang sarat pengalaman. 

“Kalau kita inginnya mencari kiper yang muda namun kaya pengalaman. Dengan usia muda kita masih bisa mengembangkan, sesuai rencana Persijap 5 Years Plan. Kalau senior tak bisa lama bermain dengan kita. Namun hingga kini belum ada rekomendasi untuk kita,” tuturnya. 

Direktur Teknik Persijap Carlos Raul Sciucatti menyebut, meski pernah berstatus kiper Timnas Junior, namun pihaknya perlu melihat kemampuan Yusuf. “Status Yusuf masih sebagai pemain seleksi. Dia sudah berada di Jepara dalam dua hari terakhir ini,” ujarnya. 

Perlu diketahui, Yusuf merupakan kiper kelahiran Pasuruan, 14 Maret 1998. Pemain bertinggi 183 cm ini sebelumnya bermain untuk Persekap Pasuruan dan PSBK Blitar. Di level junior, ia pernah tergabung dengan Frenz United dan Persema Malang Junior. Selain itu, ia juga pernah memperkuat tim Pra PON Jatim.

Editor : Kholistiono 

Libur Panjang Usai, Laskar Dampo Awang Geber Latihan


Tim PSIR saat menggelar latihan di stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – Libur panjang Lebaran 2017 sudah berakhir. Para skuad PSIR Rembang pun mulai menggiatkan latihan kembali guna untuk mempersiapkan laga lajutan di Stadion Krida Rembang.

Pelatih laskar Dampo Awang Hadi Surinto mengatakan bahwa setelah libur lebaran selama 7 hari, kini para pemain menjalani latihan.

“Latihan itu tentunya sebagai bekal untuk mempersiapkan tim bertandang melawan tim tuan rumah PPSM Magelang pada tanggal 8 Juli 2017 mendatang,” katanya.

Sementara itu, di saat menjalani latihan rutin di bulan Ramadan, ia mengutarakan bahwa ia tetap menggeber latihan guna melatih fisik anak asuhnya.

“Selama bulan ramadan, para pemain ini tetap menjalani latihan untuk tetap menjaga fisik agar tetap bugar. Latihan dilakukan setiap sore hari, selama bulan puasa,” paparnya.

Dia  menambahkan, untuk latihannya sendiri sudah dimulai pada pekan ini. “Untuk  waktu pagi dimulai dengan tes fisik pemain. Sehingga disaat latihan pertama kali seusai libur dapat dijalankan dengan baik,”pungkasnya.

Pada laga penyisihan putaran pertama, PSIR masih menyisakan pertandingan. Diantaranya, melawan tuan rumah PPSM Magelang pada 8 Juli. Dan menjamu PERSIS Solo di Stadion Krida Rembang pada 15 Juli mendatang.

Editor: Supriyadi

 

Persipur Mulai Gelar Latihan Pasca Libur Panjang

Para pemain Persipur kembali menjalani latihan di Stadion Krida Bhakti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Latihan rutin mulai digelar lagi buat pemain Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti. Ini merupakan latihan, pascaskuad Laskar Petir menjalani libur panjang selama puasa dan Lebaran.

“Anak-anak sudah mulai latihan sejak Kamis (29/6/2017) kemarin. Ini adalah latihan hari ketiga pascalebaran,” kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, Sabtu (1/7/2017).

Dari pantauan di lapangan, hampir semua pemain sudah mengikuti latihan. Termasuk pemain yang berasal dari luar Jawa.

Para pemain terlihat belum melakukan latihan berat. Hari ini, agenda latihan hanya berlangsung sekitar satu jam saja. Yakni, dari jam 07-08 WIB.

Menurut Wahyu, latihan kali ini masih fokus untuk mengembalikan kebugaran pemain. Hal itu perlu dilakukan karena pemain baru saja menjalani libur cukup panjang. “Masih latihan ringan saja. Biar kondisi fisik kembali fit,” jelasnya.

Dalam beberapa hari ke depan, porsi latihan akan ditingkatkan. Hal ini sebagai persiapan menjalani pertandingan lanjutan liga-2 melawan Sragen United. “Jadwal pertandingan selanjutnya lawan Sragen, tanggal 9 Juli. Kita main tandang nanti,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Manajemen Persipur Diminta Tambah Striker

Persipur butuh tambahan striker lagi untuk menghadapi sisa kompetisi Liga 2. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski dinilai sudah punya cukup pemain, namun manajemen Persipur diminta menambah beberapa pemain lagi untuk menghadapi sisa kompetisi Liga 2. Hal itu dicetuskan sejumlah pemerhati Persipur berdasarkan penampilan tim berjuluk Laskar Petir dalam lima laga yang sudah dijalani.

“Penampilan Persipur sudah lumayan bagus. Namun, penambahan striker kayaknya perlu jadi prioritas,” jelas Heriyanto, salah seorang Persipurmania.

Menurutnya, dalam liga pertandingan yang sudah dilakoni, produktivitas gol Persipur dinilai belum tajam. Indikasinya, dari lima laga baru tujuh gol yang bisa dilesakkan ke gawang lawan. Kemudian gol kemasukan ada empat gol.

“Saya rasa butuh satu lagi striker yang andal. Kemudian, satu gelandang yang bisa menyuplai serangan kayaknya juga perlu ditambah. Kalau posisi belakang dan kiper, saya rasa sudah cukup,” cetusnya.

Manajer Persipur Budi Susilo ketika diminta komentarnya menyatakan, pihaknya memang sedang mencari tambahan pemain untuk melengkapi kebutuhan tim. Salah satu yang dirasa masih perlu adalah tambahan striker.

“Kita sedang cari striker lagi yang sudah matang. Minimal butuh satu lagi untuk melengkapi pemain yang sudah ada,” katanya.

Budi sudah meminta pelatih Wahyu Teguh untuk memonitor pemain yang bisa direkrut. Dalam waktu dekat, diharapkan sudah bisa dapat tambahan striker seperti kriteria yang diinginkan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Empat Pemain Persijap yang Akan Dipinjamkan  

Pemain Persijap mendapatkan pengarahan dari pelatih. (Persijap)

MuriaNewsCom, Jepara – Kabar terkait pemain Persijap yang akan segera dipinjamkan, dibenarkan oleh Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales. Ia berujar ada empat pemain yang akan hijrah ke tim lain.

Mereka adalah Ravy Bagustian, Putut Ragil, Gipsy Salat Taalaita dan Ahmad Rendi Reonaldo. 

Sales mengatakan telah membicarakan rencana itu kepada pemain bersangkutan. Menurutnya, pemain yang akan dipinjamkan telah menunjukan keinginan mereka untuk mengikuti skema tersebut. 

“Ravy, bagi saya dia adalah pemain yang bagus yang dipunyai oleh tim, baik dalam keseluruhan, karakter, atitud, disiplin dan semangat. Namun sayangnya di posisinya ada 3-4 pemain yang berposisi sama. Jadi saya mengungkapkan bahwa Produta meminta manajemen untuk mengirimnya sebagai pinjaman. Jadi ini kesempatan baginya untuk tidak dicadangkan lagi,” tuturnya.

Sedangkan Putut, menurut Sales awalnya mendaftar sebagai penyerang, namun kini ia memilih sebagai pemain sayap. Namun saya beritahu dia, bahwa di posisinya kita sudah punya Arianis, Rafi dan Hendrico. Jadi, menurut Fernando Putut menyetujui rencana peminjamannya.

Untuk Rendi dan Gipsy, menurut pelatih asal Brasil itu merupakan pemain bagus, dan memunyai kualitas permainan yang unik.

“Rendi, dia tekniknya bagus namun sepertinya dia harus meninggalkan zona nyamannya untuk bermain di luar Jepara. Sementara Gipsy, ia sudah memberikan 100 persen kemampuannya, namun performanya lambat laun menurun dan dia setuju,” ungkapnya.

Ia paham akan konsekuensi yang diambilnya, termasuk ketidaksukaan suporter. Namun dirinya sudah memutuskannya.

“Saya paham akan keputusan yang saya ambil. Suporter mungkin tak akan suka keputusan ini. Saya mengerti mereka seperti idola bagi penggemar. Namun saya sudah memutuskan,” tegasnya. 

Editor : Kholistiono

Ini Kata Pelatih Persijap Usai Laga Uji Coba Lawan Sragen FC Pacitan

Para pemain Persijap menjalani pemanasan jelang uji coba melawan SU Pacitan FC. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara kembali menelan kekalahan pada laga uji coba, Minggu (11/6/2017) Laskar Kalinyamat ditekuk Sragen FC Pacitan 2-1. Hasil buruk itu menjadi yang kedua, setelah sebelumnya tumbang di Stadion Jatidiri dikalahkan PSIS Semarang Sabtu (3/6/2017) dengan skor 1-0.

Perlu diketahui, pada babak pertama, Persijap berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol Hendriko, 0-1. Di paruh kedua, tim tuan rumah Sragen FC Pacitan, membalikan keadaan dengan mencetak dua gol lewat kaki Okka. Pertandingan berakhir bagi keunggulan tuan rumah 2-1. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Persijap Fernando Sales memaparkan evaluasi pertandingan. Ia mengaku tak senang akan hasil yang dicapai. 

“Di babak pertama kami tampil mengontrol permainan. Banyak kesempatan untuk membuat lebih dari satu gol. Permainan yang mengesankan,” ujarnya, via perpesanan multimedia, Minggu malam (12/6/2017). 

Setelah turun minum, Fernando mengaku mengubah komposisi pemain. Ia ingin memberikan kesempatan pada beberapa penghuni bangku cadangan untuk menunjukan kemampuan mereka. 

Hal itu ia lakukan untuk mengevaluasi kinerja tim. Namun sayang, performa yang ditunjukan oleh pemainnya tak seperti babak pertama. 

“Hari ini memberikan perasaan yang beragam pada saya. Babak pertama kami memainkan permainan yang menarik, sangat vertikal, dengan beberapa kombinasi. Babak kedua tim tak menunjukan gairah dan semangat yang sama seperti babak pertama. Dan untuk bermain di Liga 2 harus mempunyai gairah, semangat dan komitmen yang lebih daripada teknik,” imbuhnya. 

Terkait hasil tersebut, Fernando mengaku mahfum dengan kritikan, kekecewaan dan kemarahan dari para penggemar akan hasil yang diraih. Dirinya juga merasa tidak senang akan hasil yang diperoleh. 

“Saya yang pertama tak senang akan hasil yang diperoleh. Saya adalah yang pertama marah terutama kepada diri saya sendiri karena tidak memenangkan pertandingan,” lanjut Fernando. 

Sekembalinya ke Jepara, tim pelatih mengaku tak ada waktu untuk menyesali kekalahan dan mengeluh. Pada Senin (12/6/2017) ia langsung berlatih di Stadion Gelora Bumi Kartini. 

Terakhir, ia memberikan pujian pada beberapa pemain yang menunjukan permainan bagus saat melawan SFC Pacitan. Di antaranya Adit yang bermain sebagai playmaker, Saddan yang bermain sangat bagus setelah sembuh dari cidera. 

Pada lini belakang ia memuji penampilan back Sabil dan Rico yang dinilainya sangat solid. “Abrian meskipun terbilang masih anak-anak namun karakternya sangat impresif. Performa yang bagus ditunjukan sebagai tim. Dan sebagian individu menunjukan penampilan yang bagus. Saya tak suka berbicara tentang individu tertentu, namun kali ini beberapa di antaranya menunjukan permainan bola yang bagus,” pungkas Fernando.

Editor : Kholistiono

Jadwal Libur Latihan Pemain Persipur Diperpanjang

Pemain Persipur Purwodadi saat melangsungkan laga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jadwal libur latihan pemain Persipur pada bulan puasa ternyata mengalami perubahan. Sedianya, mulai awal Juni lalu, para pemain dijadwalkan mulai latihan lagi. Namun, hingga saat ini, belum ada aktivitas latihan yang terlihat di Stadion Krida Bhakti. Bahkan, di mes pemain yang ada di kompleks stadion suasananya juga sepi. Sebelumnya, para pemain mendapat jatah libur beberapa hari sebelum puasa.

Pelatih Persipur Wahyu Teguh menyatakan, ada perubahan jadwal latihan bagi anak asuhnya dalam bulan puasa ini. Hal itu dilakukan lantaran para pemain banyak yang berasal dari luar Jawa.

“Setelah libur awal puasa, harusnya latihan mulai awal Juni lalu. Namun, akhirnya liburnya diperpanjang. Kemungkinan, pekan depan mulai ada latihan selama beberapa hari. Setelah itu pemain libur lagi menyambut Idul Fitri. Beberapa hari setelah Lebaran, kita mulai lagi latihannya,” jelasnya.

Menurut Wahyu, meski tidak bisa penuh, latihan di bulan puasa tetap digelar. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap prima. Soalnya, beberapa hari pascalebaran, kompetisi liga 2 kembali dilanjutkan.

“Meski puasa latihan tetap kita langsungkan. Namun, menu latihan akan kita sesuaikan karena kondisi puasa. Selama libur, para pemain juga kita latihan sendiri sekadar menjaga kebugaran,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Persijap Tantang SU Pacitan FC pada Laga Uji Coba

Suasana latihan tim Persijap sebelum melawat ke Pacitan, untuk menghadapi pertandingan uji coba melawan SU Pacitan FC, Jumat (9/6/2017), sore. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara akan menantang Sragen United Pacitan FC (SU Pacitan FC), pada laga uji coba di Stadion Pacitan, Minggu (11/6/2017). Laga ini merupakan yang kedua setelah Laskar Kalinyamat takluk pada pertandingan uji coba kontra PSIS (1-0) minggu lalu.

Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales mengatakan, laga ini merupakan kesempatan baginya untuk melihat kemampuan pemainnya yang sering menghuni bangku cadangan. Di samping itu ajang ini akan dimaksimalkan untuk mengetes pemain-pemain baru.

“Kami membawa 22 pemain ke Pacitan, beberapa pemain inti sengaja kami tinggal untuk memberikan kesempatan pemain lain menunjukan kemampuannya,” tuturnya, Jumat (9/6/2017).

Adapun, pemain baru yang akan dibawa oleh Sales di antaranya Syarul Romadhon (penyerang sayap), Afif Rosidi (bek), Tabah (penyerang) dan Yusuf yang berposisi sebagai kiper.

Sementara itu Direktur Teknik Persijap Carlos Raul Sciucatti juga berharap ajang ini bisa mematangkan persiapan tim persijap, menghadapi sisa leg pertama. 

Editor : Kholistiono

Llano Ingin Jadikan Persijap Lumbung Pemain Nasional

General Manager anyar Persijap Llano Mahardika. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – General Manager anyar Persijap Llano Mahardika ingin membawa timnya sebagai lumbung pemain nasional. Menurutnya, tim berjuluk Laskar Kalinyamat selalu menghasilkan kiper dan pemain belakang yang bagus.

“Di posisi kiper kita sempat ada nama Danang Wihatmoko, Joko dan sekarang Amirul. Selain itu, ada nama Alamsyah, Syahrul dan lain-lain. Kita tidak hanya ingin tim ini sebagai pencetak kiper dan back (pemain belakang) yang bagus tapi bagaimana tim ini menjadi suplier Timnas,” ujar mantan CEO Persebaya ini. 

Ia berujar optimis pada tim yang kini ditukangi oleh pelatih kepala Fernando Sales. Menurutnya, Persijap bukanlah tim yang jelek. Beberapa kali permainan pemain selalu menguasai bola hanya saja memang belum bisa mencetak gol. Keakraban para pemain menurutnya hal yang perlu ditingkatkan. 

Selain itu, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan adalah belum adanya penyerang yang haus gol. Hal itu menurut Llano menjadi langkah jangka pendek yang perlu segera diselesaikan. 

“Tim ini dalam dua atau tiga tahun kedepan akan jadi  besar kok, mereka akan menjadi pemain yang memunyai nama besar. Namun semua ada prosesnya. Persijap bukanlah tim yang jelek, hanya saja perlu ditingkatkan chemistry antarpemainnya,” imbuhnya. 

Disamping itu, ia akan berusaha meningkatkan komunikasi antara manajemen dan pendukung. Hal itu menurutnya menjadi penting mengingat posisi Persijap sebagai tim kebangaan warga Jepara. 

Terkait kebutuhan pemain, Llano mengajak seluruh suporter untuk dapat menyumbangkan nama. “Silakan ajukan nama, mungkin di luar sana ada pemain bagus yang bisa kami rekrut,” ujarnya kepada fans Persijap saat acara diskusi dan buka bersama di mess pemain, Senin (5/6/2017) lalu. 

Disisi manajemen, Llano memandang ada beerapa persoalan yang perlu segera diselesaikan. Di antaranya sistem tiketing. 

Editor : Kholistiono

Laga Uji Coba Persijap di SGBK Masih Terganjal Perizinan

 

Suasana bukber dan diskusi antara manajemen dan suporter Persijap Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Persijap Jepara Fernando Sales mengaku masih membutuhkan beberapa kali ajang uji coba, untuk menjajal strategi yang pas untuk timnya. Namun sayang, untuk pertandingan uji coba yang bertempat di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK), hingga kini belum mendapatkan lampu hijau dari aparat keamanan.

Hal itu diungkapkan Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari, saat diskusi manajemen dan suporter Laskar Kalinyamat, Senin (5/6/2017) petang. Di penghujung acara, ia membacakan draft ikrar damai antarsuporter dan manajemen. Ia lantas menyerahkan rumusan tersebut kepada perwakilan pendukung untuk dipelajari. 

Secara singkat, draft tersebut berisi tentang kesepakatan antar manajemen dan suporter, agar menjaga suasana kondusif, di saat dan sesudah Persijap bermain di kandang. 

“Tanpa ini (kesepakatan ikrar damai) izin keamanan sulit didapatkan setelah apa yang terjadi kemarin. Pada saat ini kita harus jadi suporter dewasa, untuk ambil langkah strategis supaya hubungan dengan pihak keamanan baik. Karena sangat sedih bagi saya untuk tidak dapat mengadakan pertandingan di Jepara lagi, karena ini adalah akarnya Jepara. Dulu saya janji tak akan bawa Persijap keluar Jepara,” ujarnya. 

Ia meminta kepada perwakilan suporter yang hadir saat itu untuk mendiskusikan draft tersebut. Setelahnya, Esti meminta agar kesepakatan tersebut disetujui pendukung. Dengan itu ia berharap, suporter dan manajemen tercipta visi untuk menjaga kedamaian pada saat dan sesudah pertandingan Persijap digelar di SGBK. 

Esti mengatakan, saat ini telah mendapatkan tawaran dari berbagai klub untuk mengadakan beberapa pertandingan uji coba. Namun hingga saat ini dirinya belum mengiyakan. Termasuk tawaran dari Timnas U19.

“Pertemuan ini (buka bersama dan diskusi) juga penting karena saya bisa bertatap muka dengan mereka. Namun demikian ini bukan hal pertama. Kemungkinan kalau ini (izin tak diberikan) akan melakukan pertandingan away tandang, tapi saat ini sedang mencari yang dekat, karena kalau puasa kan transportasinya agak sulit. Namun kita masih berusaha agar setidaknya ada satu pertandingan home di bulan Ramadan, karena banyak yang meminta tapi bergantung perizinan,” imbuhnya. 

Sementara itu, Fernando Sales mengaku saat ini tengah mencari strategi yang pas untuk timnya. Dikatakannya, pada saat laga-laga awal Liga 2 strateginya berjalan.

“Kita menerapkan banyak strategi (pada saat latihan). Strategi yang saya terapkan berjalan baik saat melawan PSGC dan Persibas. Namun karena beberapa pemain cidera, performa mereka menurun jadi saya pikir untuk menata garis pertahanan. Saya suka bermain menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 karena kita bisa memainkan pola menyerang, namun kadang kita tak bisa menerapkannya,” katanya. 

Di samping itu, beberapa hal yang masih perlu dibenahi olehnya adalah faktor konsentrasi dan kurangnya penyerang yang haus gol. Terkait Playmaker Fernando berkata masih memiliki Gipsy dan Adit. Hanya saja Gipsy sempat mengalami infeksi gigi, hingga permainannya menurun. 

“Kita pernah melakukan pertandingan tertutup dengan tim lokal, dan tim berhasil membuat skor. Kita juga masih memiliki pertandingan kandang namun hal itu menunggu dari perizinan. Dan tentu saja kami memerlukan banyak pertandingan uji coba,” tutup Pelatih asal Brazil tersebut.

Editor : Kholistiono

PSIR Kembali Gelar Latihan Pekan Depan

Pemain PSIR saat mengikuti latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Pada bulan Ramadan ini, pemain PSIR Rembang diliburkan untuk latihan selama sepekan. Rencananya, tim akan kembali menggelar latihan pada pekan depan, sebelum melakoni laga lanjutan Liga 2.

Pelatih fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, latihan nantinya akan ditekankan pada pemantapan mental tim. Seperti halnya kegesitan saat membawa bola, memfokuskan pada konsentrasi pemain supaya tak salah umpan dan lainnya.

Dia menilai, selama ini, saat menjamu lawan, rata-rata para pemain masih gagal fokus atau salah umpan. Sehingga, latihan kedepan mental para pemain akan ditata dengan matang.

“Kita akui memang salah umpan pasti terjadi di saat menjamu para lawan. Tak hanya itu, salah umpan itu tidak terlepas dari mental para pemain yang masih down, bermain secara terburu-buru, dan tidak bermain secara rileks,” paparnya.

Dengan adanya latihan selama bulan Ramadan di saat sore hari ini, pihaknya berharap mental anak asuhnya bisa terjaga. Baik ketika melakoni laga di kandang maupun saat tandang.

“Mudah-mudahan, nantinya latihan ini bisa memantapkan mental pemain. Selain itu, yang paling inti yakni bagaimana caranya para pemain itu bisa memainkan permainan dengan rileks dan terbuka. Sehingga mereka bisa menikmati permainan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Persijap Incar Kemenangan di Jatidiri

Suasana latihan tim Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, beberapa saat lalu.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap memboyong 25 pemain untuk menghadapi PSIS, pada laga persahabatan di Stadion Jatidiri, sore ini. Ajang ini akan dimanfaatkan anak-anak Fernando Sales untuk menjajal strategi dan memainkan pemain baru sebelum memasuki kompetisi di bulan Juli. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Persijap Fernando Sales mengatakan, timnya siap menghadapi Mahesa Jenar. Ia mengincar kemenangan untuk meningkatkan kepercayaan diri menghadapi kompetisi Liga 2 yang akan bergulir kembali pada bulan Juli nanti.

“Sampai saat ini, semua pemain kami belum ada yang mengalami cidera. Pada pertandingan kami tentu saja ingin memenangkannya. Hal ini untuk memberikan rasa percaya diri kepada tim bergerak maju untuk mencapai tujuan kami,” katanya, Sabtu (3/6/2017). 

Di samping tujuan di atas, Sales juga mengungkapkan keinginannya utuk dapat melihat performa beberapa pemain. Hal itu karena, jeda antara putaran pertama dan kedua yang dinilainya tak cukup untuk melihat permainan sebagian dari pemainnya.

Dilansir dari fanpage Persijap, ada empat pemain yang dibawa ke Semarang. Mereka adalah Tommy Oropka (penyerang), Nurmufid Fastabiqul Khoirot (pemain bertahan) Joko Tutuko (penyerang) dan Syahrul Romadhon (penyerang). 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada laga kontra PSIS yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.30 WIB itu, Sales ingin menjajal strategi baru. 

“Laga ini adalah kesempatan bagi saya untuk melihat kemampuan pemain anyar, mencoba formasi baru dan memberikan kesempatan bagi pemain yang sering berada di bangku cadangan untuk bermain serta tentu saja menyiapkan tim untuk berlaga di dua pertandingan sebelum masuk ke putaran kedua,” imbuh pelatih asal Brazil ini. 

Ditanya mengenai racikan strategi, Sales menginstruksikan pemainnya untuk tidak kaku namun lebih fleksibel menyikapi pertandingan. 

“Strategi lebih kompleks dari sekedar formasi 1-3-4-3, 1-4-2-3-1 atau 1-4-4-2, tentu saja kita telah memiliki strategi. Mereka (pemain Persijap) tahu di mana dan bagaimana saya instruksikan mereka untuk menekan, bagaimana mereka menata garis pertahanan. Namun, permainan selalu berubah setiap waktu. Yang lebih penting dari formasi adalah, setiap pemain harus bersiap untuk segala macam keadaan,” tutup Sales. 

Editor : Kholistiono

Laga Kontra PSIS Akan Dijadikan Ajang Uji Coba Pemain Anyar Persijap

Pemain Persijap menjalani latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Laga persahabatan Persijap kontra PSIS Semarang Sabtu (3/6/2017), akan dimanfaatkan oleh tim pelatih Laskar Kalinyamat untuk menjajal pemain anyar. Ada Tommy Oropka dan Fastabiqul Khoirot yang kemungkinan diturunkan pada uji coba itu. 

Hal itu dikatakan oleh CEO Persijap Esti Puji Lestari, kepada MuriaNewsCom, terkait dua pemain anyar tersebut. ” Fastabiqul masih seleksi. Nanti kita coba lawan PSIS dulu, dari situ kita lihat bisa kita kembangkan untuk penawaran kontrak,” ujarnya. 

Sementara Tommy Oropka diketahui telah bergabung dengan Persjiap. Ia sendiri telah melakukan seleksi dengan tiga pemain lain, pada medio Bulan April lalu. Meskipun demikian, ia belum bisa dipasang pada pertandingan reguler Liga 2, sebab pendaftaran pemain anyar hanya bisa dilakukan setelah putaran pertama berakhir. 

Ditanya terkait posisi kiper, Esti mengatakan, masih dalam proses pencarian. Ia mengaku saat ini memang masih kekurangan pemain pada posisi tersebut, namun demikian, pihaknya berusaha mencari orang yang tepat. 

“Kalau kita inginnya mencari kiper yang muda namun kaya pengalaman. Dengan usia muda kita masih bisa mengembangkan, sesuai rencana Persijap 5 Years plan. Kalau senior tak bisa lama bermain dengan kita. Namun hingga kini belum ada rekomendasi untuk kita,” jawabnya. 

Terkait kekalahan beruntun yang menerpa timnya, Esti masih percaya akan skuad Persijap saat ini. “Saya percaya akan tim selama mereka masih mau bekerja sama, saya yakin dan mereka tak usah khawatir. Saya juga tak akan bongkar pemain. Saya selalu memberikan kesempatan selama mereka masih menjalani rutinitas dan mengikuti instruksi pelatih. Kecuali mereka tak lagi bersemangat,” ungkap Esti. 

Sementara itu di bidang manajemen, Esti menunjuk General Manajer baru, yakni Liano Mahardika. Ia diketahui pernah menukangi Persebaya sebagai CEO. Dengan hal tersebut ia berharap agar menjadikan klub asal Jepara itu lebih profesional.

Editor : Kholistiono

Persipur Kena Sanksi Denda Rp 25 Juta dari Komdis PSSI, Ini Sebabnya

Penonton pertandingan membeludak saat laga Persipur lawan Persis Solo. Akibat melebihi kapasitas, manajemen kena sanksi denda dari PSSI. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim Persipur mendapat sanksi denda sebesar Rp 25 juta dari PSSI. Putusan itu berdasarkan hasil sidang yang dilakukan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI beberapa hari lalu di Jakarta. 

Denda yang dijatuhkan buat Persipur diberikan untuk dua kategori pelanggaran yang dilakukan. Pertama, Persipur kena denda Rp 10 juta karena dalam satu pertandingan dapat lima kartu kuning. Kedua, Persipur kenda denda lagi Rp 15 juta karena penonton pertandingan meluber.

Manajer Persipur Budi Susilo saat dimintai komentarnya membenarkan info adanya sanksi denda dari komdis PSSI tersebut. “Iya, kita kena denda dua kali dan totalnya Rp 25 juta. Selain Persipur banyak tim, panpel atau pemain yang juga kena sanksi dari PSSI. Bentuk sanksi yang diterima beda-beda tergantung pelanggarannya,” jelasnya.

Menurut Budi, denda pertama didapat saat Persipur melakoni laga tandang melawan PSIR Rembang. Dalam laga tersebut, ada lima pemain Persipur yang dapat kartu kuning. Kemudian, denda kedua didapat saat Persipur jadi tuan rumah saat menjamu Persis Solo. Saat itu, penonton yang hadir melebihi kapasitas dan banyak diantaranya duduk di pinggir lapangan.

“Sesuai ketentuan, pelanggaran seperti itu memang dapat sanksi denda. Untuk denda sudah kita bayarkan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Persijap Terus Buru Pemain

Pemain Persijap saat menjalani latihan beberapa waktu lalu. Saat ini, Persijap masih terus berburu pemain. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mulai mendatangkan pemain baru untuk memperkuat skuat Laskar Kalinyamat pada kompetisi Liga 2. Mereka adalah Tommy Oropka eks pemain Pusamania Borneo FC dan Fastabiqul Khoirot mantan Timnas U-23. Namun sayang, mereka tak bisa dimainkan di sisa leg (putaran) pertama.

CEO Persijap Jepara Esti Puji Lestari mengungkapkan, kedua pemain tersebut telah berlatih di Jepara beberapa waktu lalu. Tommy Oropka bahkan telah berada di Bumi Kartini sejak bulan April lalu, saat seleksi tiga pemain lain. 

“Hanya saja mereka belum bisa dimainkan pada leg pertama karena belum didaftarkan ke operator PT Liga Indonesia Baru. Mereka baru bisa didaftarkan pada saat putaran pertama Liga 2 berakhir. Sehingga mereka baru bermain pada awal putaran kedua,” ujar Esti, Senin (29/5/2017).

Menurut Esti, alasan untuk mendatangkan Fastabiqul didasarkan atas penamilannya yang dinilai apik di Timnas U-23. Selain itu pemain tersebut juga berpengalaman dalam sepak bola profesional. Terakhir ia pernah memperkuat tim Musi Banyuasin. 

“Harapannya mereka bermain maksimal bersama Persijap, pada sisa kompetisi Liga 2 musim ini,” kata Esti. 

Posisi yang masih lowong di Laskar Kalinyamat adalah kiper. Pelatih Persijap Fernando Sales sempat mengatakan penjaga gawang di timnya belum maksimal. Saat ini mereka baru memiliki dua kiper, dari jumlah ideal tiga orang.

Editor : Kholistiono

Pemain PSIR Libur Sepekan di Awal Ramadan

Tim PSIR saat menggelar latihan di Stadion Krida beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pemain PSIR Rembang mendapatkan jatah libur latihan selama satu pekan pada awal bulan Ramadan.

Pelatih Fisik PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, dalam sepekan awal Ramadan, para pemain diberikan kesempatan untuk bisa menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.

“Dalam sepakan di awal Ramadan ini, para pemain sama sekali tidak ada program latihan. Sebab, libur awal puasa ini untuk memberikan kesempatan bagi pemain yang menunaikan ibadah puasa, berkumpul bersama keluarganya masing – masing,” kata Devid.

Namun setelah libur usai, barulah para pemain akan menjalankan latihannya. Hanya saja latihannya tersebut mempunyai porsi yang berbeda dengan hari-hari biasa.

“Setelah libur, barulah diadakan latihan. Akan tetapi, porsi program latihannya itu berbeda dibandingkan hari biasa. Semula rutin latihan pada pagi dan sore hari. Begitu puasa, latihan hanya berlangsung sore hari. Itupun sifatnya lebih ke arah latihan ringan dan menjaga mental bertanding,” bebernya.

Dia menambahkan, sejumlah kelemahan akan dievaluasi. Kesalahan umpan, kemudian koordinasi antarlini dan komunikasi pemain perlu menjadi perhatian khusus. “Jangan sampai selama bulan Ramadan, kondisi Laskar Dampo Awang semakin drop dari sisi fisik maupun kualitas permainan,” pungkasnya.

Untuk klasemen sementara, PSIR Rembang menduduki posisi 3, dengan poin 9. Sedangkan puncak klasemen, ditempati Persis Solo yang mengantongi nilai 13, disusul PSIS Semarang juga dengan nilai 13, namun kalah selisih gol dari Persis Solo.

Posisi ke 4 sampai juru kunci, secara berurutan diduduki Persipur Purwodadi, PPSM Magelang, Sragen United, Persipon Pontianak dan Persiba Bantul.

Editor : Kholistiono

20 Tim Ramaikan Alhikmah Futsal Champhionship

SMPN 1 Welahan, juara Alhikmah Futsal Champhionship. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ajang Al Hikmah Futsal Championship bertekad menyemai bibit pesepak bola dalam ruangan. Acara yang diadakan di Gor Takraw Welahan (24-25/5/2017) itu, diikuti 18 tim dari Jepara dan 2 dari Kabupaten Demak, tingkat SMP/MTs.

Kepala SMK Al Hikmah 2 Welahan Rizka Annisa mengatakan, ajang ini sengaja digelar untuk menyaring bibit unggul futsal. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan berdampak positif bagi tumbuh kembang remaja. 

“Satu di antara banyak inti tujuan event ini adalah untuk mencari bibit unggul di sini. Hal itu karena siswa SMK yang kami bimbing,  sempat meraih peringkat 2 dalam Porsema tingkat Kabupaten Jepara,” ujarnya saat acara berlangsung.

Di samping itu, acara tersebut merupakan rangkaian dari Harlah Yayasan Al Hikmah Mayong ke-39. Selain tujuan tersebut, ajang ini juga bermaksud memberi sambutan hiburan pada calon siswa baru.

Selain peserta dari SMP/MTs, ajang ini juga diikuti oleh peserta eksebisi tingkat SD. Tidak hanya futsal, adapula lomba  suporter. Sedangkan total hadiah yang diperebutkan adalah sekitar Rp 4 juta rupiah.

Selain hadiah tersebut bagi tim yang masuk ke babak semifinal akan diberi sertifikat. Hal itu bertujuan untuk bisa menambah poin, jika siswa ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.”Ke depan rencananya kegiatan ini akan diadakan secara rutin. Karena ini event yang pertama,” tutur Rizka.

 

Daftar Juara Alhikmah Futsal Champhionship

Juara 1 SMPN 1 Welahan

Juara 2 SMPN 1 Pecangaan

Juara 3 SMP Islam Al Hikmah Mayong

Editor : Kholistiono

Sambut Ramadan, Jadwal Latihan Persipur Bakal Diliburkan

Pemain Persipur saat melakukan latihan di Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jadwal latihan pemain Persipur rencananya akan diliburkan beberapa hari seiring datangnya bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada Sabtu (27/5/2017) mendatang. Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh usai melangsungkan latihan di Stadion Krida Bhakti, Rabu (24/5/2017) sore.

“Kamis besok, kita masih latihan. Tapi hanya pagi hari saja,” ujarnya.

Setelah itu, jadwal latihan mulai diliburkan beberapa hari sampai memasuki Ramadan. Rencananya, Kamis (1/6/2017) akan dilangsungkan latihan kembali. Latihan dalam bulan puasa rencananya akan dilangsungkan sampai 16 Juni.

“Setelah itu pemain libur lagi menyambut Idul Fitri. Beberapa hari setelah Lebaran, kita mulai lagi latihannya,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, meski tidak bisa penuh, latihan di bulan puasa tetap digelar. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap prima. Soalnya, beberapa hari pascalebaran, kompetisi Liga 2 kembali dilanjutkan.

“Meski puasa latihan tetap kita langsungkan. Namun, menu latihan akan kita sesuaikan karena kondisi puasa,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

10 Menit Akhir Jadi Momen Persipur Raih Poin Penuh di Kandang

Penyerang Persipur Dewangga (nomor 29) dan Yanto Marlon Kewer merayakan gol yang dilesakkan ke gawang Persiba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Harapan pendukung Persipur agar tim kesayangannya berhasil meraih tiga angka akhirnya terwujud, Minggu (21/5/2017). Menjamu tamunya Persiba Bantul, tim berjuluk Laskar Petir mampu menang telak dengan skor 3-0 di Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Grobogan.

Meski demikian, tanda-tanda kemenangan tak kunjung didapat dalam laga yang disaksikan sekitar 3.000 penonton tersebut. Soalnya, hingga memasuki menit ke 80, skor pertandingan masih imbang tanpa gol.

Kondisi ini sempat membikin tegang para tifosi dan jajaran manajemen. Sebab, tim tamu sore itu tampil penuh semangat dan berulang kali nyaris membikin gol.

Suasana tegang akhirnya sirna setelah Yanto Marlon Kewer mampu bikin gol dari tendangan bebas di menit ke-83. Stadion kembali bergemuruh setelah tiga menit berselang giliran striker Dewangga yang mencatatkan namanya di papan skor. Pada masa injury time, penyerang Roberto E Sauyai mampu mencetak satu gol penutup.

“Pertandingan sore ini sangat menegangkan. Selama 80 menit, Persiba tampil disiplin dan berulang kali mampu merepotkan kita,” cetus Asisten Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Wahyu menyebut, kemenangan ini dinilai sangat penting untuk mendongkrak moral pemainnya. Sebab, dalam laga sebelumnya lawan Persis, timnya menelan kekalahan 0-1 di kandang sendiri.

Sementara dari kubu Persiba terlihat cukup kecewa dengan kekalahan yang didapat. Terlebih, kekalahan itu diperoleh ketika pertandingan hanya tinggal menyiksakan waktu 10 menit saja.

“Sebenarnya kita sudah tampil maksimal dan mampu memberikan tekanan pada Persipur. Sayang sekali, kita lengah pada 10 menit terakhir sehingga kebobolan tiga gol,” ujar Pelatih Persiba Purwanto.

Editor : Ali Muntoha

 

PSIR Bekuk Sragen United Tanpa Balas

PSIR Rembang berhasil unggul 2-0 saat menjamu Sragen United di Stadion Krida Rembang, Minggu (21/5/2017) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah melesakkan satu gol di gawang Sragen United pada babak pertama, PSIR Rembang tak mau puas begitu saja. Setelah peluit babak kedua ditiup, Laskar Dampo Awang semakin trengginas menggebrak pertahanan lawan.

Kerja keras pemain PSIR kembali membuahkan hasil dengan terciptanya gol dari sundulan kaptain tim Heru Wibowo (5). Gol ini tercipta setelah Heru berhasil memanfaatkan umpan tendanan bebas bebas yang dilakukan Yoni Ustaf Bukhori (11)  di menit 47 atau di menit awal babak dua.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor PSIR 2 dan Sragen United 0. Dari pertandingan tersebut, poin sementara yang diperoleh oleh PSIR yakni 9 poin.

Saat ditanya MuriaNewsCom, pelatih Sragen United Jaya Hartono mengaku tak sempat menyangka jika anak asuhnya tak mampu membednung serangan PSIR hingga harus kebobolan dua gol.

“Saya tidak menyangka bila kita kebobolan 2 gol. Kalau dibandingkan, ya kita sama-sama lah permainan ini. Sama bagusnya,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa komposisi pemainnya memang saat ini masih seadanya. “Pemain kita masih seadanya. Namun dari segi permainan ya sama-samalah,” ungkapnya.

Di sisi lain, pelatih PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, bahwa anak asuhnya kini masih butuh evaluasi yang matang.

“Dari perjalanan pertandingan tadi, masih banyak yang perlu dievaluasi. Terlebih para pemain masih salah umpan, dan belum fokus. Sehingga babak pertama agak belum terkontrol atau dikuasai,” paparnya.

Kendati demikian, ia sangat bangga dengan penampilan pemain PSIR yang mampu menambah poin.

Editor : Ali Muntoha

Babak Pertama PSIR vs Sragen United, Skor 1-0

Pemain PSIR menggiring bola saat menjamu Sragen United di Stadion Krida Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – PSIR Rembang berhasil membobol gawang Sragen United, pada menit akhir babak pertama dalam Liga 2, di Stadion Krida Rembang, Minggu (21/5/2017) sore.

Satu-satunya gol di babak pertama ini melalui tendangan kaki kiri pemain PSIR Rembang Rudi Santoso (99). Gol tercipta setelah terjadi kemelut di depan gawang Sragen United. Peluang yang muncul bisa dimanfaatkan dengan apik striker laskar Dampo Awang tersebut.

Dari pantauan MuriaNewsCom, setelah kesempatan di menit akhir tersebut dimanfaatkan dengan baik, tak pelak suasana gemuruh ribuan suporter PSIR menjadi pecah.

Sebelumnya, kesempatan juga didapat oleh pemain PSIR nomor punggung 9 Koko Hartanto melalui sundulan. Namun sundulan tersebut masih berada di atas mistar gawang Sragen United.

Sementara itu, Sragen United juga tak mau ketinggalan menunjukan taringnya. Meski sebagai tim tamu, namun kesempatan juga dapat dicipatakan melalui tendangan pemain nomor (10) Jodi Kurniadhi. Namun sayangnya tendangan kerasnya tersebut masih melenceng di samping gawang PSIR.

Editor : Ali Muntoha

 

Turnamen Street Soccer Bersama Sukun di CFD Grobogan Seru. Ini Juaranya

Turnamen High School Street Soccer di arena car free day (CFD) Grobogan berlangsung seru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan even High School Street Soccer di arena car free day (CFD) di Jalan R Suprapto Purwodadi, Minggu (21/5/2017), berlangsung seru. Selain dibanjiri penonton, jalannya pertandingan mulai babak awal hingga final juga berjalan sengit.

Dalam even yang digelar bersama Sukun Spirit of Sport tersebut, masing-masing peserta berupaya menjadi yang terbaik dalam even street soccer perdana di Grobogan tersebut.

“Animo penonton saya nilai cukup bagus. Pertandingan juga berlangsung seru dan sportif. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung acara ini. Yakni, dari Sukun Spirit of Sport, Polres Grobogan, Dinas Lingkungan Hidup, Disporabudpar, Formi dan berbagai pihak lainnya,” kata Sekretaris Asosiasi Street Soccer Indonesia (ASSI) Jawa Tengah Rochmansah Setiawan.

Tim dari MAN Purwodadi akhirnya berhasil keluar sebagai juara. Dalam laga final, MAN berhasil mengalahkan SMK Pemnas Purwodadi. Kemudian, juara ketiga diraih tim SMK Gajah Mada Purwodadi.

Untuk juara I berhak mendapatkan hadiah Rp 1,5 juta. Kemudian juara II Rp 1 juta, dan juara III Rp 750 ribu. Selanjutnya, suporter dari SMA PGRI Purwodadi dinobatkan jadi juara dan berhak dapat hadiah uang Rp 1 juta.

Tim juara, yakni MAN Purwodadi nantinya akan disertakan untuk turnamen di arena CFD Kudus, bulan Agustus 2017 mendatang. Pesertanya nanti adalah para juara High School Street Soccer dari empat kota. Yakni, Kudus, Jepara, Pati, dan Grobogan. Demikian pula tim suporter terbaik juga akan dilombakan pula dalam ajang tersebut.

“Juara di Kudus nanti akan dapat kesempatan mengikuti ajang Street Soccer di Singapura. Sedangkan untuk juara suporter akan dapat bonus ke Bali,” ungkap Rochmansah Setiawan.

Even itu digelar dalam rangka mengenalkan olahraga Street Soccer pada masyarakat Grobogan. Sebelumnya, pihaknya sudah menggelar even untuk menyosialisasikan Street Soccer ke beberapa kota. Seperti Solo, Pati, Kudus, dan Jepara.

Menurutnya, Street Soccer saat ini masih masuk kategori olahraga rekreasi. Sehingga induk organisasi masih di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia atau lebih dikenal dengan singkatan FORMI.

“Street Soccer belum masuk olahraga prestasi tetapi masih dalam kategori olahraga rekreasi. Meski demikian, antusias masyarakat sejauh ini cukup menggembirakan,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Pelatih Kiper Persijap Tak Segan Cadangkan Pemain Malas

Pelatih kiper Persijap Muhamad Halim. (MuriaNewsCom/Padhang P)

MuriaNewsCom, Jepara – Penjaga gawang Persijap mendapat evaluasi dari tim pelatih. Pelatih kiper Laskar Kalinyamat Muhamad Halim mengaku tak enggan mencadangkan pemainnya jika tak menunjukan performa bagus.

“Posisi tersebut harus menunjukan performa di sesi latihan dan kesiapan serta keseriusan mendekati hari pertandingan,” ujarnya, dalam rapat internal yang digelar, Jumat (19/5/2017) sore.

Seperti diketahui,Persijap kini hanya memiliki dua penjaga gawang Susanto dan Amirul Kurniawan. Padahal idealnya untuk posisi tersebut dibutuhkan tiga orang, sebagai lapis ketiga.

Persijap sendiri pernah membuka seleksi untuk posisi tersebut, pada awal Mei 2017. Kala itu Ridwan bersama tiga pemain lain yang berposisi sebagai back dan striker diuji. Namun sayang, ia tak dilirik oleh tim pelatih. 

Susanto,  sempat menjadi pilihan utama pada laga-laga awal Persijap. Namun karena dinilai ‘over confident’ saat melawan Persibangga, ia dicadangkan. Posisinya digantikan kiper yang lebih muda, Amirul Kurniawan. 

“Dia (Amirul) hanya perlu banyak bertanding biar dewasa dalam permainan dan tepat dalam mengambil keputusan. Ia menunjukan permainan bagus saat melawan PSS Sleman karena mampu mengagalkan tendangan penalti,” tutur Halim. 

Halim menegaskan, baginya tak ada kiper utama dan cadangan. Baginya setiap penjaga gawang harus menunjukan performa serta motivasi yang kuat. Meskipun masuk dalam lini inti, namun jika tak menunjukan motivasi yang bagus maka ia tak segan untuk membangku cadangkan. 

“Semua kiper utama di Persijap, tinggal siapa yang diturunkan. Maka kami menyiapkan keduanya untuk siap dan dinilai performanya dalam sesi latihan maupun pertandingan,” tegas Halim. 

Sementara itu CEO Persijap Esti Puji Lestari bertekad akan memperbaiki kondisi komunikasi antara tim pelatih, pemain dan manajemen. Selain itu, jajaran pemain dan pelatih tidak akan mengulang kekalahan yang telah dialami Persijap selama tiga kali. 

Esti berujar, Persijap juga akan menambah pemain baru jelang leg kedua. Dirinya mengatakan ada tiga posisi yang rawan yakni kiper, tengah dan depan. “Saya menyadari perlunya pembenahan dalam tim. Saya pun setuju tim ini butuh pola pengembangan penyerangan dan lini tengah. Namun sementara menunggu bursa transfer dibuka, percayakanlah pada skema yang dimainkan pelatih,” tuturnya.

Dirinya juga mengakui, masukan yang diberikan oleh suporter sangat membangun. Namun dirinya mengingatkan, pada awal laga Persijap sempat membuat tim lain takut dan memperbaiki pola pertahanannya. 

Sementara itu pelatih Persijap Fernando Sales mengakui beban kekalahan yang diderita oleh timnya. “Kekalahan apapun adalah beban karena kami tidak mencapai tujuan. Saya sebagai pelatih harus menerima ini. Kami harus bekerja lebih keras lagi untuk membawa tim ini kembali meraih kemenangan,” paparnya.

 

Editor : Akrom Hazami