Menpora Apresiasi Program Satu Desa Satu Klub Askab Jepara 

Menpora Imam Nahrawi saat bersalaman dengan pemain bola lokal asal Jepara, saat pembukaan Kompetisi klub yang digelar Askab PSSI Jepara, Senin (7/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membuka kompetisi antarklub lokal yang diselenggarakan oleh Askab PSSI Jepara, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (7/8/2017).

Dalam sambutannya Menpora mengapresiasi  kompetisi itu, sebagai ikhtiar mencari bibit unggul persepakbolaan tanah air. Ia juga memuji langkah Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Jepara, yang menginisiasi program “Satu Desa Satu Klub”.

“Terima kasih Askab PSSI Jepara dengan program Satu Desa Satu Klub (bola), hal itu merupakan upaya untuk memotret bibit ataupun talenta muda melalui kompetisi di desa-desa. Itu akan menjadi role modele  pembinaan sepak bola,” kata Nahrawi. 

Ketua Askab PSSI Jepara Samsul Anwar berharap, kedatangan Menpora RI menjadi cambuk untuk persepakbolaan lokal di Bumi Kartini. Ia menyatakan di Jepara ada 80 klub yang terbagi atas tiga level. 

“Di samping itu, kami juga menyelenggarakan kursus pelatih lisensi D di desa-desa. Hingga saat ini ada 30 lisensi, pada tahun sebelumnya ada 25 orang yang lulus lisensi D. Harapannya, ke depan semua klub lokal di bawah binaan Askab PSSI Jepara sudah menggunakan pelatih berlisensi D,” ungkap Samsul, dalam pidato pembukaan. 

Adapun pada pertandingan pembuka tersebut, dipertandinkan laga antara PSPB Bulu melawan PSPB Troso. 

Editor : Akrom Hazami

432 Atlet di Grobogan Ramaikan Kejurkab Bulutangkis 2017

Atlet bulutangkis melakukan pemanasan di GOR Simpanglima, Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Even Kejurkab Bulutangkis tahun 2017 berlangsung semarak. Sebanyak 432 atlet ikut ambil bagian dalam even yang dilangsungkan di GOR Simpanglima, Purwodadi.

Kejurkab dibuka secara resmi oleh Ketua PBVSI Jateng Andy Kridasusila, Senin (7/8/2017). Sebelum membuka kejurkab, Andy terlebih dahulu melangsungkan pelantikan pengurus PBVSI Kabupaten Grobogan. Kejurkab juga dihadiri Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman dan sejumlah pejabat terkait.

Ketua Panitia Kejurkab Joko Sriyono menyatakan, peserta sebanyak 432 atlet tersebut terbagi dalam 21 kelas yang dipertandingkan. Yakni, mulai kelas pra dini hingga veteran.

Even kejurkab dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu lusa. Jumlah pertandingan keseluruhan ada 437 partai. Terdiri 289 partai tunggal dan 58 partai ganda.

“Dalam even kejurkab kali ini ada 25 klub lokal yang ambil bagian. Kejurkab kali ini pesertanya melimpah,” kata Joko.

Ketua PBVSI Kabupaten Grobogan Sumarli menambahkan, olahraga bulutangkis sejauh ini memang masih digemari masyarakat. Selama ini, sudah banyak prestasi yang mulai didapat pebulutangkis Grobogan dalam even provinsi maupun nasional.

“Melalui even kejurkab ini kita harapkan bisa muncul bibit muda yang potensial,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kena Pinalti Menit Akhir, Persipur Gagal Dulang Angka di Magelang

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesempatan membawa pulang satu angka di Magelang gagal diraih Persipur, Minggu (6/8/2017). Hadiah pinalti yang diberikan untuk PPSM di menit akhir membuar skor pertandingan berkesudahan 3-2 buat tuan rumah.

Dalam pertandingan itu, skuad Laskar Petir sudah tampil all out untuk meraih angka. Sempat tertinggal 1-0 lebih dulu, Persipur akhirnya mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada babak pertama.

Pada awal babak kedua, PPSM kembali unggul 2-1. Namun, tim besutan Wahyu Teguh kembali berhasil menyamakan kedudukan jadi 2-2.

Sayangnya, pada menit akhir menjelang pertandingan usai, tuan rumah mendapat hadiah pinalti yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh PPSM.  Akhirnya, skor akhir pertandingan berubah jadi 3-2 buat keunggulan PPSM.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk meraih angka di Magelang. Sayangnya, kesempatan meraih hasil imbang gagal kita dapat karena lawan dapat pinalti pada menit akhir,” Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Editor : Ali Muntoha

Ketajaman Dewangga Diandalkan Saat Persipur Lawan PPSM Magelang

Striker Persipur Albebta Dewangga mendapat pengawalan ketat saat pertandingan dengan PPSM Magelang pada pertemuan pertama, Mei lalu di Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim Persipur kembali akan turun lapangan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (6/8/2017) besok. Kali ini, tim besutan Wahyu Teguh akan melakoni laga tandang melawan tuan rumah PPSM Magelang.

Meladeni PPSM, para pemain ditarget bisa memetik poin demi mengamankan posisi di klasemen sementara. “Kita akan berupaya untuk bisa mencuri poin di Magelang. Minimal, harus bisa satu poin ,” cetus Wahyu Teguh.

Dalam laga melawan PPSM, striker Persipur Albebta Dewangga bakal diandalkan untuk mengoyak gawang lawan. Pada pertemuan pertama di Purwodadi, Persipur berhasil menang 2-0. Satu gol kemenangan dicetak striker bernomor punggung 29 itu.

“Kita harapkan Dewangga bisa tampil prima besok. Namun, kontribusi pemain lainnya juga kita harapkan demi mendapatkan poin di Magelang,” kata Wahyu.

Wahyu menegaskan, semua anak asuhnya dalam kondisi fit dan siap dimainkan melawan PPSM. Semangat pemain dinilai juga meningkat pascaraih kemenangan 1-0 saat menjamu PSIR Rembang, pekan lalu.

“Kondisi anak-anak tidak ada masalah. Semua pemain siap diturunkan,” katanya.

Manajer Persipur Budi Susilo meminta supaya timnya memanfaatkan pertandingan yang tersisa untuk mendulang angka sebanyak mungkin. Hal itu diperlukan guna menghindari degradasi ke kompetisi di level bawahnya.

Menurut Budi, sesuai ketentuan PSSI, dari setiap grup di Liga 2, tim yang menempati peringat 5 sampai terakhir bakal kena turun kasta. Artinya, tim yang aman adalah yang menempati maksimal urutan keempat.

Saat ini, peringkat Persipur dalam klasemen sementara menempati urutan keempat dengan poin 11. Puncak klasmen ditempati Persis Solo disusul PSIS Semarang dan PSIR Rembang.

Di bawah Persipur, menempel ketat Sragen United dengan poin 10. Di bawah Sragen ada PPSM Magelang yang punya nilai 9.

“Selisih nilai kita dengan Sragen dan PPSM cukup tipis. Makanya, pertandingan tersisa harus dimaksimalkan meraih angka untuk mengamankan posisi,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Persijap Dihantui Degradasi

Skuad Persijap Jepara 2017. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap kalah (lagi) melawan Persibangga 1-0, di Stadion Goentoer Darjono, Kamis (3/8/2017). Dengan hasil tersebut, klub asal Jepara itu tak bergeming dari posisi tujuh. Sementara lawannya, mempersempit jarak poin dengan Laskar Kalinyamat. 

Perlu diketahui, Persijap tak mampu mengalahkan tim besutan Achmad Muhariah dalam dua pertandingan. Pada laga kandang di Stadion Gelora Bumi Kartini Minggu (7/5/2017), Persatuan Sepakbola Indonesia Jepara yang saat itu diarsiteki Fernando Sales kalah 0-1.

Drama yang sama rupanya berulang, saat bertandang ke Persibangga, tim yang kini dilatih Carlos Raul Sciucatti menderita kekalahan dengan poin yang sama.

Meskipun tak merubah urutan klasemen, namun hasil itu tidak diinginkan oleh Persijap. Lantaran, masih ada empat laga lagi yang harus dilakoni Faumi cs.

Bahkan dua pertandingan tandang yang akan dilaksanakan pada medio Agustus dan September, Laskar Kalinyamat harus melawan pemuncak klasemen grup 3 PSS Sleman dan PSGC Ciamis yang menempati trap ketiga.

Seusai pertandingan, pelatih Persijap Carlos menyebut, beberapa keputusan wasit merugikan pemainnya. “Wasit memberikan beberapa keputusan yang salah dan itu berpengaruh pada permainan di lapangan,” tutur dia.

Sementara itu, Pelatih Persibangga Achmad Muhariah bersyukur atas kemenangan yang dicapai timnya.  “Hasilnya sangat kami syukuri, akhirnya kami meraih kemenangan di kandang, mudah-mudahan dengan hasil ini anak-anak akan semakin percaya diri menghadapi sisa pertandingan,” ujarnya. 

Catatan dari Persibangga pun tak begitu menggembirakan. Dari 10 kali pertandingan, hanya dua kemenangan dibukukan, satu kali seri dan sisanya kekalahan. 

Saat ini, Persibangga memiliki poin tujuh poin. Sementara Persijap Jepara masih ajeg mengoleksi 9 poin, dengan tiga kali kemenangan dan tujuh kali kekalahan.

Editor: Supriyadi

Persipur Harus Bisa Manfaatkan Pertandingan Sisa

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Manajer Persipur Budi Susilo meminta supaya timnya memanfaatkan pertandingan yang tersisa untuk mendulang angka sebanyak mungkin. Hal itu diperlukan guna menghindari degradasi ke kompetisi di level bawahnya.

Menurut Budi, sesuai ketentuan PSSI, dari setiap grup di Liga 2, tim yang menempati peringat 5 sampai terakhir bakal kena turun kasta. Artinya, tim yang aman adalah yang menempati maksimal urutan keempat.

Saat ini, peringkat Persipur dalam klasemen sementara menempati urutan keempat dengan poin 11. Puncak klasmen ditempati Persis Solo disusul PSIS Semarang dan PSIR Rembang.

Di bawah Persipur, menempel ketat Sragen United dengan poin 10. Di bawah Sragen ada PPSM Magelang yang punya nilai 9.

“Selisih nilai kita dengan Sragen dan PPSM cukup tipis. Makanya, pertandingan tersisa harus dimaksimalkan meraih angka untuk mengamankan posisi,” katanya.

Budi menyatakan, Persipur masih punya lima pertandingan sisa. Terdekat melawat ke kandang PPSM Magelang. Selepas itu, Persipur masih melakoni laga dengan Persiba Bantul, Persis Solo, Sragen United, dan Persipon Pontianak.

 

Editor : Akrom Hazami

Carlos Targetkan Kemenangan Persijap saat Lawan Persibangga Purbalingga Besok

Pemain Persijap saat melakoni latihan di stadion Gelora Bumi Kartini beberapa saat lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih anyar Persijap Carlos Raul Sciucatti menyebut anak asuhnya sudah melupakan enam kekalahan silam. Ia menyebut, Persijap akan berfokus memenangkan laga melawan Persibangga Purbalingga Kamis (3/8/2017).

“Tidak ada seri ataupun kalah, target poin yang akan kita bawa pulang adalah 3,” ucapnya, Rabu (2/8/2017).

Ditanya tentang kondisi pemain, ia mengatakan semuanya berada dalam kondisi prima. Tidak ada dari pemainnya yang mengalami cedera.

Ia berkata, pemainnya sudah mengerti apa yang diinstruksikan guna membawa ambisi balas dendam di stadion Goentor Darjono. Sebelumnya, ketika Persibangga melawan Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini Minggu (7/5/2017), Laskar Jendral Soedirman mempermalukan Laskar Kalinyamat dengan skor 0-1. 

Kini kedua tim itu memiliki motivasi kuat untuk merebut kemenangan, karena keduanya berada di zona merah degradasi. Persijap hanya meraih 9 poin sementara Persibangga berada satu trap di bawah Laskar Kalinyamat dengan hanya mengemas 4 poin.

Menurut Carlos, kemenangan sangat penting untuk timnya. Hal itu sebagai bekal untuk Persijap melakoni laga-laga selanjutnya. Apalagi, dalam jadwal Persijap harus melakoni dua kali tandang melawan pemuncak klasemen grup 3 PSS Sleman dan PSGC Ciamis yang menempati urutan ketiga. Selain itu masih ada dua kali pertandingan kandang kontra Persip Pekalongan lalu Persibat Batang. 

“Harapannya, kita disini bisa meraih tiga poin lalu dikandang tiga poin lagi dan tandang tiga poin. Kita akan memanfaatkan (pertandingan) sisa tersebut,” tutup Carlos. 

Editor : Akrom Hazami

 

Ditunjuk jadi Pelatih Persijap, Carlos Raul Optimistis

Carlos Raul Sciucatti kini ditunjuk menjadi pelatih Persijap. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Fernando Sales tak lagi menduduki kursi pelatih kepala Persijap Jepara. Hal itu karena pelatih asal Brazil itu gagal membawa Laskar Kalinyamat berprestasi di ajang Liga 2. Klub sepak bola asal Jepara itu justru tenggelam di zona degradasi, setelah mengalami enam kali kekalahan dari sembilan laga.

Sebagai gantinya, manajemen Persijap menunjuk Carlos Raul Sciucatti. Ia bukanlah sosok yang baru bagi Laskar Kalinyamat, karena ia pernah merumput di Jepara pada musim 200-2009. Di samping itu, pada musim ini ia juga menjabat sebagai direktur Teknik tim asal Bumi Kartini tersebut. 

“Saya percaya Carlos mampu mengambil alih posisi ini karena dia orang yang paling bisa saya percayai. Kemampannya tidak dilakukan lagi karena pernah membawa Persijap memenangkan laga persahabatan melawan Persib dan beberapa pertandingan uji coba pra musim lalu,” ujar CEO Persijap Esti Puji Lestari, Rabu (2/8/2017).

Sementara itu Carlos mengaku tak sabar membuktikan hasil arahannya kepada juniornya. “Kalau dulu memulai karir (di Persijap) sebagai pesepakbola profesional rasanya agak tegang, takut dan nervous. Tapi kalau ini (melatih) rasanya ingin sekali besok cepat datang, dan saya percaya sama anak-anak bisa melakukan yang terbaik dan harapannya meraih hasil bagus,” kata dia, di tengah-tengah sesi latihan jelang laga melawan Persibangga, Kamis (3/8/2017).

Adapun, perombakan lain juga terjadi di sisi asisten pelatih. Muhammad Yusuf yang selama ini bertindak sebagai orang kedua, kini tak lagi berada di kursi kepelatihan Persijap. Ia mengundurkan diri setelah laga melawan PSCS Cilacap.

Editor : Akrom Hazami

Persipur Terancam Kena Sanksi Denda dari PSSI

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sanksi berupa denda tampaknya bakal didapat Persipur pascabentrok dengan PSIR Rembang, Minggu (30/7/2017) lalu. Karena dalam laga di Stadion Krida Bhakti itu banyak kartu kuning yang dikeluarkan wasit.

Total kartu kuning yang dicabut wasit ada delapan. Yakni, enam kartu buat pemain Persipur dan dua kartu buat PSIR.

Kartu kuning buat Persipur masing-masing dilayangkan untuk Wahyu Hendra Pambudi menit (58), Jance Fernando Matindas (66), Roberto E Sauyai (60), dan Yohanes Edgard Rahawarin (74). Kemudian, kiper Persipur Kurnia Sandi dan pemain tengah Rizkiyana Muttaqin diberikan kartu pada masa injury time babak kedua.

Pemberian sanksi denda itu mengacu pada pertemuan pertama kedua kesebelasan di kandang PSIR Rembang. Setelah laga itu, Persipur kena denda Rp 10 juta karena dalam satu pertandingan dapat lima kartu kuning.

Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, sejauh ini belum ada surat dari komdis PSSI terkait sanksi dari pertandingan kemarin. Ia bahkan belum mengetahui jika dalam laga tersebut ada enam pemainnya yang diganjar kartu kuning.

“Sesuai aturan kalau dapat lima kartu kuning dalam satu pertandingan memang bisa kena denda. Dalam pertemuan pertama dengan PSIR kita memang kena denda karena dapat lima kartu kuning,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Suporter Persijap : Selamat Datang di Liga 3

Aksi massa dibendung petugas Brimob, seusai pertandingan Persijap melawan Persibas Banyumas, Sabtu (29/7/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan enam kali Persijap Jepara merembet keluar lapangan. Suporter Persijap mengadakan aksi unjuk rasa seusai pertandingan.

Yel-yel kekalahan menggema saat pertandingan memasuki menit terakhir dan Persijap kebobolan dua gol. Bukan mendukung timnya untuk lebih semangat, suporter justru menyanyikan lagu ejekan.

“Selamat datang di liga 3, selamat datang di liga 3,” teriak pendukung Persjap dari tribun bagian selatan. 

Tidak cukup di situ, setelah pertandingan usai massa masih berkumpul di luar stadion. Pasukan pengamanan dari Brigade Mobil pun harus membentuk barikade tameng. 

Dalam unjuk rasa itu, mereka berkoar-koar agar manajemen Persijap dalam hal ini CEO Esti Puji Lestari berbenah. Pantauan MuriaNewsCom, aksi itu dilakukan sejumlah pendukung yang semakin banyak menjelang petang pukul 18.00 WIB. 

Massa yang semakin banyak berkumpul di muka pintu stadion, menyebabkan keadaan ricuh. Beberapa pendukung sempat melempar benda keras ke arah petugas hingga mengenai penonton yang berlindung di belakang aparat. 

Hal itu diceritakan oleh Ferdy. Ia mengaku terkena lemparan benda keras di pahanya. Beruntung, kejadian itu tak sampai membuatnya cidera parah.

“Tadi sepertinya ada batu yang dilemparkan, terkena helm petugas lalu memantul ke arah kaki saya dan terkena,” tuturnya. 

Beruntung aparat sigap mengatasi kejadian tersebut. Arogansi massa tak berlanjut. Mereka berhasil dibubarkan. Aksi pun mereda.

Editor : Kholistiono

Permainan Persijap Sudah Dibaca Persibas

Kapten Persijap Fisabillah melancarkan protes kepada hakim garis karena menilai permainan teman-temannya telah melewati batas pertahanan atau offside, sehingga menganulir bola yang telah masuk ke gawang Persibas Banyumas di menit ke 62. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap kalah 0-2 saat melawan Persibas Banyumas, di kandang sendiri Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Sabtu (29/7/2017). Kekalahan anak asuh Fernando Sales, merupakan kejelian pelatih Persibas Nazal Mustofa dalam merendam “pemain kedua”. 

“Waktu Persijap bermain di Banyumas kami kalah, Minggu (30/4/2017). Setelah kekalahan itu kami mempelajari Persijap selalu bermain dengan adanya pemain yang muncul dari second line. Kami coba bendung itu, pada pertandingan kali ini. Kami bermain disiplin, siapapun (pemain Persijap) yang muncul dari belakang kami blok pergerakannya,” kata Mustofa saat konferensi pers. 

Namun demikian, ia menyanjung permainan yang diterapkan oleh pemain-pemain Persijap. Pada pertandingan kali ini, ia tak mematok kemenangan hanya seri. Namun ia mengatakan pada pemainnya untuk disiplin menjaga pergerakan lawan. Selain itu Persibas Banyumas, juga bermain tidak frontal. 

Sementara itu, Pelatih Persijap Fernando Sales mengakui secara gentel kekalahan timnya atas Persibas. Ia mengatakan, seluruh pemainnya bermain maksimal pada pertandingan Sabtu sore. 

“Pada babak pertama kami meraih banyak kesempatan, namun pada menit akhir tim lawan mendapatkan tendangan bebas, dan kami kehilangan konsentrasi. Gol kedua juga demikian, tercipta karena kurangnya kesigapan pemain kami. Tapi itulah permainan.Yang pasti selamat untuk Persibas,” ungkap Fernando. 

Disinggung mengenai kepemimpinan wasit, Fernando tidak mau secara gamblang menanggapi. Namun ia mengakui, faktor tersebut juga membawa imbas bagi timnya. 

“Saya tidak mau membahas tentang itu sebenarnya, itu (kalah dan menang) tanggung jawab saya sebagai pelatih. Namun ya kami merasakan kepemimpinan wasit kurang adil kepada kami. Bukan hanya di pertandingan ini, namun beberapa pertandingan lain,” jelas pria berkepala pelontos itu. 

Editor : Kholistiono

Persibas Permalukan Persijap di Kandang Sendiri

Pemain Persijap berduel dengan pemain Persibas Banyumas. (MurianewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dipermalukan di hadapan publik sendiri ketika melawan Persibas Banyumas, dengan skor 0-2 Sabtu (29/7/2017). Dengan kekalahan ini, tercatat Tim Laskar Kalinyamat mengalami enam kali kekalahan, dan terancam degradasi karena menghuni papan bawah Grup 3 Liga 2 Indonesia.

Kekalahan ini sekaligus menuntaskan dendam Persibas atau Laskar Bawor, yang pada putaran pertama dikalahkan oleh Laskar Kalinyamat di Stadion Satria 1-2, Minggu (30/4/2017). 

Pada pertandingan putaran kedua yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Persijap sebenarnya unggul di babak pertama. Banyak peluang yang diciptakan anak-anak asuh Fernando Sales. Namun semuanya gagal. 

Petaka bagi pasukan merah-merah justru lahir pada menit kritis menjelang jeda. Pada menit ke 44, sundulan pemain Persibas bernomor 11 Irkham Zahrul Mila membawa tim Banyumas memimpin 0-1. Sundulan sendiri berawal ketika terjadi pelanggaran di depan gawang Amirul Kurniawan, yang kemudian berbuah tendangan bebas. 

Pada babak kedua, peluang bagi Persijap masih berlimpah. Pada menit ke 62, Laskar Kalinyamat telah menyarangkan kulit bundar di gawang yang dikawal Syaiful Amar. Namun gol itu dianulir wasit, karena wasit mengatakan pemain Persijap telah melewati garis pertahanan Persibas.

Di menit ke 74, Persibas justru menggandakan kemenangan. Gol yang kembali diciptakan oleh pemain yang sama Mila. Ia memanfaatkan lowongnya pertahanan Persijp yang melompong, akibat Fisabillah dan Abrian yang mendapatkan perawatan di pinggir lapangan. 

Skor 2-0 bertahan hingga babak akhir, Persibas mengemas 13 poin. Sementara Persijap harus gigit jari dengan hanya mengoleksi 9 poin. 

 Editor : Khostiono

Jamu PSIR, Poin Penuh Wajib Diraih Persipur

Pemain Persipur melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Persipur kembali akan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (30/7/2017) besok. Lawan yang bakal dihadapi adalah PSIR Rembang. Bentrok kedua kesebelasan dijadwalkan mulai digeber pukul 15.00 WIB di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan.

Menjamu PSIR, torehan tiga poin alias menang ditargetkan manajemen Persipur. Hal ini dinilai realistis demi mengamankan posisi skuad Laskar Petir di klasmen sementara.

“Kita cukup diuntungkan main di kandang pada pertandingan ini. Hal ini harus bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan,” kata Manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (29/7/2017).

Meski demikian, Budi meminta agar para pemain tampil semangat dan jangan anggap remeh lawan kendati tampil di kandang. Sebab, dia menilai kekuatan PSIR juga cukup bagus.

Indikasinya, bisa dilihat saat pertemuan pertama lalu di Rembang. Dalam laga itu, Persipur berhasil menahan imbang PSIR dengan skor 1-1.“Kita tidak boleh anggap enteng lawan kendati main di kandang sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah yang dihadapi. Semua pemain inti dalam kondisi fit dan siap diturunkan dalam laga besok.

“Kita sudah lakukan persiapan untuk pertandingan lawan PSIR. Mudah-mudahan, kita bisa meraih tiga poin besok,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Indra Sjafri Minta Dukungan Suporter Pati untuk Kemenangan Timnas U-19 di Piala AFF

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri saat berfoto bersama, seusai berbincang-bincang dengan tokoh Persipa dan Patifosi di Safin Hotel. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri meminta dukungan kepada suporter Pati terkait pertandingan Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) yang akan berlangsung di Myanmar, 4-17 September 2017 mendatang.

Menurut Indra, dukungan dari para suporter dari seluruh Indonesia akan memberikan semangat kepada para pemain untuk lebih giat berlatih. Dukungan itu bisa berupa ucapan penyemangat yang disebar di media sosial.

“Kita akan berjuang pada 4-17 September. Kita akan coba lagi untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Mungkin supoter se-Indonesia, termasuk Pati, bisa berkomunikasi untuk memberikan support,” ujarnya, Kamis (27/7/2017).

Secara psikologis, lanjut Indra, anak-anak muda U-19 membutuhkan dukungan sebagai penyemangat. Satu-satunya dukungan yang dibutuhkan itu hanya ada pada suporter, termasuk seluruh masyarakat Indonesia.

Dia berharap, tidak kata-kata yang meragukan kualitas para pemain yang bertebaran di media sosial. Sebab, hal itu dianggap bukan sebagai sebuah dukungan, tapi menjatuhkan secara mental.

“Kalau dia (pemain) baca di medsos, semua mendukung, latihannya jadi semangat. Tapi kalau misalnya ada yang iseng-iseng (meragukan), itu kan anak muda yang baru belajar sepak bola, itu berpengaruh kurang baik pada semangat anak,” ungkap Indra.

Di Pati, Patifosi dikenal sebagai suporter militan dengan massa terbanyak. Patifosi juga diharapkan ikut memberikan dukungan terbaiknya kepada Timnas U-19 untuk menjadi juara di Piala AFF 2017.

Editor : Kholistiono

Persiku Kudus Junior Juarai Liga Soeratin Zona Jateng

Tim Persiku saat dinobatkan menjadi juara Liga Soeratin 2017 di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus berhasil menjadi juara Liga Soeratin 2017. Persiku junior memenangkan pertandingan dalam zona Jateng dengan mengalahkan PSCS Cilacap di Stadion Wergu Wetan Kudus, Selasa (25/7/2017).

Kemenangan Persiku benar-benar mantap. Persiku meraih kemenangan atas PSCS dengan skor 3-0. Dengan demikian, Persiku memastikan akan melaju ke tingkat nasional.

Ketua KONI Kudus M Ridhwan mengatakan, kemenangan Persiku telah diprediksi. Karena melihat tim Persiku tampak kuat dan solid. Sudah sepatutnya Persiku menjadi juara.

“Masih ada pertandingan lainya di tingkat nasional. Kami masih berharap Persiku selalu menang dan mrmbawa Kudus lebih baik dalam hal sepak bola,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selama pertandingan, Persiku memang terlihat mendominasi pertandingan. Meskipun beberapa kali serangan lawan kerap mengancam gawang Persiku, namun berhasil diantisipasi.

Editor : Akrom Hazami

Fernando Kecewa Penampilan Anak Asuhnya

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah mengecap kemenangan 1-0 di kandang, Persijap Jepara kembali menelan kekalahan untuk kelima kalinya. Pada pertandingan tandang, Laskar Kalinyamat ditekuk 3-0 oleh lawan yang dikalahkannya, PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017) lalu. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Kepala Fernando Sales menyampaikan evaluasinya. Ia mengaku kecewa akan pernampilan anak-anak asuhnya yang tak menjalankan instruksinya di lapangan dengan baik. 

“Evaluasi untuk pertandingan terakhir, intinya tim bermain buruk. Kami tak berlatih memainkan bola panjang, tapi pemain melakukannya, kami tak berlatih menjaga individu (individual marks) namun pemain melakukannya. Kami berlatih menekan dengan formasi 4-4-3,5-4-1, tapi pemain tak melakukan apa-apa,” ujarnya, Senin (24/07/2017).

Disinggung mengenai kemungkinan PSCS Cilacap yang telah mempelajari permainan Laskar Kalinyamat, Fernando Sales menampiknya. Pelatih asal Brazil itu mengungkapkan telah menerapkan strategi yang berbeda guna menghadapi tim tersebut. 

Menurutnya, ia telah melakukan segala jenis latihan untuk menghadapi pertandingan kedua melawan Cilacap. Terkait komunikasi, Fernando pun menampiknya, sebab kini di tim Persijap telah kedatangan asisten pelatih anyar Denimar Carlos yang mahir berbahasa Indonesia serta mengerti persepakbolaan Indonesia. 

Menurutnya, pada pertandingan di Stadion Wijaya Kusuma Persijap hanya menguasai bola sekitar 40 persen. Sedangkan Cilacap, di bawah asuhan pelatih Barnowo diklaim oleh Fernando memainkan permainan yang sama seperti saat bermain di Jepara.  Menurutnya, sudah saatnya pemain Persijap juga berbenah diri, dan lebih bertanggung jawab. Menurutnya, bukan lagi strategi, pelatih ataupun manajemen yang menjadi permasalahan.

“Ini bukan lagi tentang komunikasi ataupun liga. Saya pernah berada di liga yang lebih keras dan ini tidak tentang strategi,” ungkap Fernando. 

Lebih lanjut, ia akan mengevaluasi betul permainan anak asuhnya. “Kita tidak bermain menekan, kita melakukan marking individu, dan saya tak menyuruh untuk itu. Namun ya sudahlah, sekarang waktunya untuk bekerja dan memenangkan pertandingan selanjutnya,” pungkas dia.

Editor : Kholistiono

Tim Sepak Takraw Jepara Incar Kemenangan di Demak

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tim Sepaktakraw Jepara targetkan menyabet gelar juara pada ajang bertitel Piala Bupati Demak. Berangkat pada Jumat (21/7/2017) pagi, mereka memboyong 10 atlet putra putri. 

Ketua rombongan Nurcholis mengatakan, total yang dibawa ke Kota Wali berjumlah 14 orang termasuk pendamping. Mereka menargetkan kemenangan pada ajang yang diselenggarakan Jumat-Minggu (21-23/7/2017). 

“Target kami juara. Jadi pada ajang ini kami maksimalkan betul kemampuan kami,” ujar anggota bidang kepelatihan Pengkab PSTI Jepara, Sabtu (22/7/2017). 

Suko Hartono Kabid Perencanaan dan program latihan Pengcab PSTI Jepara mengatakan hal serupa. Ia mengaku optimis akan target itu.

Namun demikian, dirinya tak menganggap enteng lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang tersebut. “Semua (tim) sama peluangnya, kami sudah sering bertemu peta kekuatan tidak banyak berubah. Namun demikian kita harus siap dan menyiapkan tim demi meraih juara,” harap Suko. 

Editor : Kholistiono

Hadapi PSCS Cilacap, Persijap Siap Jaga Aura Positif  

 

Suasana latihan Persijap Jepara sebelum berangkat ke Cilacap.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap cukup percaya diri menghadapi pertandingan tandang melawan PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017). Memetik kemenangan 1-0 pada laga pertama melawan anak asuhan Barnowo, Laskar Kalinyamat yang ditukangi oleh Fernando Sales berusaha mempertahankan atmosfer tersebut. 

 “Latihan untuk mempersiapkan laga ini (lawan PSCS) telah dimulai pada Senin sore. Dan saya cukup puas dan senang dengan performa yang ditunjukan oleh pemain selama latihan,” kata Fernando.

 Ia mengatakan, saat ini anak-anak asuhnya fokus dengan permainan, usai memenangkan laga pada akhir pekan kemarin. Pelatih asal Brazil ini yakin, jika pemainnya menjaga kualitas dan bermain sesuai arahannya, Persijap dapat merebut poin di Stadion Wijayakusuma. 

Pada leg kedua ini, Persijap mendapat suntikan enam pemain anyar yang mengisi semua lini. Mereka adalah, kiper Yusuf Wahyu Prayudha, Nurmufid Fastabiqul Khoirot yang berposisi sebagai pemain belakang, Tommy Oropka, Joko Tutuko dan Syahrul Romadhon yang berposisi sebagai penyerang sayap. Sementara seorang lagi yakni Redo Rinaldi berposisi sebagai penyerang depan. 

Meskipun demikian, Fernando berkata tak lantas merubah lini tim secara drastis. Hal ini guna menjaga ritme permainan dan racikan strategi yang telah diramu oleh tim pelatih. 

“Kami memboyong 20 pemain ke Cilacap. Kami percaya jika memenangkan pertandingan ini kami akan kembali pada jalur juara. Tidak ada pilihan lain untuk laga ini, selain ya dan ya (menang dan menang),” tutur dia. 

 Adapun, informasi yang dikumpulkan oleh MuriaNewsCom, Laskar Kalinyamat bertolak ke Cilacap pada Kamis (20/7/2017) malam. Hal ini mengingat jarak antara Jepara dan Kabupaten Cilacap yang terbilang jauh, sekitar 10 jam.

 

Editor : Kholistiono 

 

 

 

 

Meski Menang Atas Persiba, Namun Stamina Pemain PSIR Dinilai Merosot

Pertandingan PSIR vs Persiba Bantul di Stadion Krida Rembang, Kamis (20/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Laga lanjutan Liga 2, PSIR Rembang menjamu tamunya Persiba Bantul di Stadion Krida Rembang, Kamis (20/7/2017). Pada pertandingan sore tadi, PSIR menag 2-0 atas tamunya Persiba.

Gol pertama dicetak oleh Koko Hartanto (9) ketika babak pertama baru saja dimulai. Koko mampu melesakkan gol ke gawang Persiba pada menit ke-4 ketika mendapatkan umpan dari Muslimin (28) dari sisi kiri gawang lawan.

Sedangkan gol kedua dicetak Rudy Santoso (99) pada menit ke 41 dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan.

Meski mampu menang telak atas lawannya, namun, Pelatih PSIR Hadi Surento menilai, jika stamina anak asuhnya saat melawan Persiba justru menurun.

“Alhamdulillah bisa mencetak dua gol. Namun sayang, saat ini stamina pemain tengah menurun lantaran hanya jeda waktu 3 hari saja setelah bermain dengan Persis Solo pada Minggu kemarin. Sehingga performa pemain belum maksimal,” paparnya.

Saat ini, katanya, PSIR mengumpulkan poin 15. Sebab, masih ada tanggungan pertandingan dengan Persis Solo yang saat itu dihentikan lantaran ada insiden tawuran. Jika bisa mengantongi hasil dari Persis Solo maka poin PSIR bisa 18.

Sementara, Pelatih Persiba Bantul Sanbudiana mengakui, bahwa anak asuhnya lagi kehilangan konsentrasi.”Kita akui pemain-pemain kita pada babak pertama belum bisa fokus. Namun di saat babak kedua kita bisa fokus dan bisa menciptakan peluang-peluang,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Persijap Sempurnakan Tim Sebelum Masuk Putaran Kedua

Persijap saat menjamu PSCS Cilacap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (15/7/2017). Pada pertandingan tersebut Skuat Laskar Pelangi unggul dengan skor 1-0. Pada Sabtu (22/7/2017), giliran PSCS Cilacap menjadi tuan rumah. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Skuad Persijap Jepara berbenah jelang putaran kedua Liga 2. Enam pemain anyar resmi direkrut, namun ada pemain lawas yang meminta keluar dari tim.

Melalui rilis media, manajemen Persijap membeberkan enam pemain anyar yang telah dikontrak. Mereka adalah kiper Yusuf Wahyu Prayudha, Nurmufid Fastabiqul Khoirot yang berposisi sebagai pemain belakang, Tommy Oropka, Joko Tutuko dan Syahrul Romadhon yang berposisi sebagai penyerang sayap. Sementara seorang lagi yakni Redo Rinaldi berposisi sebagai penyerang depan.  

Mereka, menurut manajemen telah didaftarkan pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. 

Menurut CEO Persijap Esti Puji Lestari, kedatangan pemain anyar diharapkan membawa perubahan positif pada tim Laskar Kalinyamat. Meskipun telah merekrut pemain anyar, tak menutup kemungkinan akan kedatangan pemain lain.

“Masih ada waktu dua pekan (hingga 5 Agustus) untuk menambah pemain baru. Jika memang ada pemain bagus dan sesuai rekomendasi pelatih, kenapa tidak,” ujar Esti, Kamis (20/7/2017). 

Terpisah, Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales mengakui hal itu. Ia berharap dengan tambahan pemain dapat membawa tim asuhannya ke jalur kemenangan.

Disinggung terkait beberapa pemain yang tak terlihat saat sesi latihan pada Kamis pagi, Fernando mengungkap memang ada pemainnya yang keluar. “Iya, Susanto (kiper) dan satu pemain lagi meminta untuk keluar dari klub. Jadi kita tak bisa mempertahankan pemain yang ingin pergi,” kata dia. 

Sebagai ganti Susanto sebagai penjaga gawang, Fernando mengatakan telah memiliki penggantinya. 

Terkait pemasangan pemain anyar pada laga melawan PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017) esok, Fernando akan melihat situasi dan kondisi tim. “Namun kita belum tahu apa mereka (pemain baru) akan dimainkan sebagai starting eleven,lebih sebagai pilihan. Karena saya tak bisa melakukan perubahan sangat drastis pada tim inti,” tutur dia.

Editor : Kholistiono

Persipur Gagal Revans Saat Bertandang ke Kandang PSIS

Pemain PSIS merayakan pesta usai melesakkan gol ke gawang Persipur di Stadion Jatidiri Semarang. (Twitter PSIS @psisfcofficial)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ambisi Persipur untuk melakukan revans melawan PSIS gagal terwujud. Meski sudah berjuang maksimal, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu (19/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan M Ridwan dari tendangan bebas menit ke 43. Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur dianggap melakukan pelanggaran beberapa meter di luar kotak penalti.

Di babak kedua, Persipur yang ketinggalan mencoba melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan tuan rumah.

Manajer Persipur Budi Susilo mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimakan beberapa peluang yang dimiliki, khususnya pada babak kedua.

“Penampilan anak-anak sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Sayangnya, beberapa peluang gagal menghasilkan gol,” katanya.

Dengan hasil ini, skuad Laskar Petir gagal membalas kekalahan yang didapat pada laga pertama liga 2. Meski pertandingan pembuka digelar di Purwodadi, namun PSIS berhasil menang 1-2 waktu itu.

 

Editor : Akrom Hazami

 

4 Atlet Tarung Derajat Grobogan Raih Tiket Porprov 2018


Atlet tarung derajat Grobogan Imron Amirullah berhasil meraih medali emas dalam Kejurda Jateng sekaligus menggondol tiket Porprov 2018. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi di luar dugaan berhasil diraih atlet tarung derajat Grobogan dalam even Kejurda Jateng yang juga digunakan sebagai ajang kualifikasi Porprov 2018. Sebab, dalam even yang dilangsungkan di Salatiga akhir pekan lalu, empat atlet Grobogan berhasil meraih tiket Porprov.

Dalam even Kejurda tersebut, ada lima atlet yang ambil bagian. Masing-masing, Imron Amirullah, Siti Suliyah, Santika, Kiansantang, dan Ariya.

Dari lima petarung ini hanya Ariya yang belum mendapat kepastian lolos Porprov. Namun, kesempatannya untuk lolos masih terbuka melalui kebijakan dari Pengurus Pengurus Tarung Derajat Jawa Tengah.

Selain meloloskan empat atlet ke Porprov, ada kejutan lain yang didapat dalam kejurda tersebut. Yakni, keberhasilan Imron meraih medali emas dan Siti Suliyah yang dapat perak.

“Prestasi yang didapat dari kejurda kemarin memang mengejutkan dan di luar dugaan. Semula, target kita bisa meloloskan dua atlet dalam Porprov sudah bagus. Ini malah ada empat orang yang lolos dan ada dua yang bisa dapat medali,” kata Ketua Tarung Derajat Grobogan Boedi Setiawan, Selasa (18/7/2017).

Menurut Boedi, target meloloskan dua atlet itu dinilai realistis. Sebab, cabor tarung derajat tergolong masih baru di Grobogan. Beda dengan cabor beladiri lain yang sudah eksis dan kaya prestasi. Seperti karate dan pencak silat.

“Kita belum punya banyak atlet seperti daerah lain, semisal Kudus. Selain itu, persiapan untuk menghadapi kejurda juga mepet,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman menyatakan, lolosnya empat petarung ke Porprov dinilai memang diluar prediksi. Ia pun merasa bangga dan memberikan apresiasi pada perjuangan atletuntuk meraih tiket pada Porprov tahun depan.

“Kebetulan saya sempat monitor penampilan atlettarung derajat kita saat bertanding di kejurda di Salatiga. Saya bangga dan salut dengan perjuangan mereka. Semoga dalam Porprov nanti mereka bisa meraih medali,” cetusnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan

Polisi menenangkan para suporter yang terlibat kericuhan dalam pertandingan antara PSIR vs Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pertandingan Liga 2 antara PSIR dan Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) terpaksa dibubarkan. Hal ini terjadi lantaran terjadi kericuhan atarsuporter saat babak kedua baru berjalan lima menit.

Berakhrinya pertandingan tersebut selang beberapa menit setelah pemain PSIR Rudi Santoso nomor punggung 99 menciptakan gol perdana dalam pertandingan ini.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengatakan bahwa, kalau menurut pengamatan yang ada, ricuh tadi setelah adanya gol dari tuan rumah.

“Nah mungkin itu menjadi memanasnya suporter. Pihak Panpel maupun polisi sebenarnya siap melanjutkan. Hanya saja pihak tamu tak menginginkan kelanjutan pertandingan itu,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ricuhnya pertandingan tersebut mengakibatkan pagar besi tribun timur Stadion Krida Rembang jebol. Selain itu saling lempar botol minuman, kayu dan batupun tak terhindarkan dari kedua belah suporter.

“Tadi kira-kira baru berjalan 5 menit dan setelah itu tim kita mengegolkan. Mungkin hal itu yang membuat memanasnya para suporter tamu. Misalkan nanti ada pengulangan pertandingan lagi di area netral dengan menggunakan waktu yang masih tersisi ya tergantung PSSI. Dan kami yakin kita tak kena sanksi. Sebab dari pihak suporter kita kondusif baik malai dari awal pertandingan hingga akhir pertandingan ini,” pungkasnya.

Sementara itu sebelum turun minum, tim tamu sebenarnya sudah tampil trengginas. Tim tamu beberapa kali mendapatkan peluang manis baik tendangan bebas, maupun tendangan pojok dua kali. Hanya saja peluang tersebut belum bisa dimaksimalkan hingga babak pertama usai.

Tak hanya itu, PSIR juga sempat mendapatkan tendangan bebas tepat di dapan gawang lantaran pemain tuan rumah dengan nomor punggung 77 atas nama Didik Kurniawan dijegal oleh pemain Persis Solo Egy Ardy Septian (2).

Sementara itu di tengah perjalanan tim tuan rumah dihadiahi wasit dengan kartu kuning lantaran Didik Kurniawan melakukan pelanggaran kepada pemain Persis Solo nomor 18 Dedi Cahyono Putra.

Editor : Ali Muntoha

Berlaga di Kejurnas Catur, 5 Pecatur Grobogan Diharapkan Bisa Bikin Kejutan

Ketua Percasi Grobogan Taufiq. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak lima pecatur dari Grobogan menjadi bagian dari kontingen Jawa Tengah dalam ajang Kerjurnas Catur 2017. Pelaksanaan kejurnas ke-46 dijadwalkan 16-22 Juli di Bogor Jawa Barat.

Ketua Percasi Grobogan Taufiq menyatakan, total pecatur yang memperkuat Jateng dalam Kejurnas itu ada 36 orang. Dari jumlah atlet itu, dari Grobogan menyumbangkan lima pecatur terbaiknya.

“Lima pecatur kita bisa memperkuat kontingen Jateng berdasarkan hasil yang didapat pada Kejurprov Catur di Banyumas, beberapa waktu lalu,” jelas Taufiq yang juga bertindak sebagai manajer atlet Jateng dalam kejurnas tersebut.

Dijelaskan, kelima atletnya masing-masing Agus Syaifudin, Asep Setiawan, dan Tjoe Fairudin yang secara berurutan meraih peringkat I, II dan III dalam Kejurprov lalu. Kemudian, ada nama Iswar Ade. Keempat pecatur ini akan tampil dalam nomor pertandingan kelompok terbuka.

Satu nama lagi adalah pecatur cilik Rizki Nanda Saputra. Pelajar dari SDN 02 Ngembak, Kecamatan Purwodadi tersebut mampu meraih peringkat III dalam Kejurprov. Rizki akan turun di nomor pertandingan junior F putra/putri umur 9 tahun.

Menurut Taufiq, keberhasilan meloloskan lima pecatur dalam Kejurnas merupakan sesuatu yang membanggakan. Sebab, pecatur Grobogan memang belum begitu banyak prestasinya dibandingkan cabang olahraga lainnya.

Untuk itulah, dia berharap agar kelima anak asuhnya itu mampu bikin kejutan dalam Kejurnas nanti. Meski persaingan sangat berat, namun Taufiq merasa optimis kalau di antara lima duta Grobogan itu bisa menggapai prestasi.

“Mohon doanya saja supaya anak-anak bisa membawa nama baik bagi Jawa Tengah dan Grobogan,” imbuhnya, sebelum bertolak menuju Bogor, Sabtu (15/7/2017).

 

Editor : Akrom Hazami