Jadi Tuan Rumah Popnas Gulat, Ini yang Disiapkan Pemerintah Grobogan

Panitia Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat menggelar rapat persiapan yang dimpimpin Sekda Grobogan Moh Sumarsono, Selasa (29/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Moh Sumarsono meminta agar penyelenggaraan even Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat bulan September 2017 mendatang bisa sukses dan berjalan lancar. Hal itu disampaikan Sumarsono saat memimpin rapat dengan panitia Popnas, Selasa (29/8/2017).

Menurutnya, beberapa waktu lalu sudah diputuskan kalau Grobogan akan jadi tuan rumah Popnas untuk cabor gulat. Even Popnas akan dilaksanakan pada 13-20 September 2017 di GOR Simpanglima Purwodadi.

“Sebagai tuan rumah, banyak tugas berat yang harus kita lakukan. Oleh sebab itu, semua panitia harus saling berkoordinasi dengan baik supaya even Popnas gulat bisa sukses,” katanya.

Rapat membahas kesiapan Popnas gulat juga dihadiri Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman. Hadir pula Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono.

Panitia Popnas juga melibatkan berbagai dinas dan instansi terkait lainnya. Seperti dari TNI, POLRI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Bappeda hingga BPPKAD.

Sumarsono menyatakan, mengingat even tersebut skala nasional maka persiapannya harus dilakukan lebih cermat. Sebab, jumlah personel yang terlibat dalam Popnas itu cukup banyak karena hampir seluruh provinsi ambil bagian. Selain atlet dan ofisial juga akan terlibat instruktur pertandingan.

Sumarsono yang kebetulan juga menjabat jadi Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan itu menyatakan, pihaknya merasa bangga karena dipercaya jadi tuan rumah Popnas gulat. Sebab, dengan adanya even ini secara tidak langsung akan bisa menarik animo masyarakat untuk menekuni olahraga gulat.

Di sisi lain, dengan ditunjuk jadi tuan rumah maka ada beberapa konsekuensi yang harus dilakukan. Antara lain, mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di lokasi pertandingan.

Editor : Ali Muntoha

Kudus Borong Medali Emas Kejurprov Tenis Meja 2017

Tim tenis meja asal Kudus saat foto bersama di Bojonegoro, Jawa Timur. (Tim Tenis Meja Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kejurprov Tenis Meja 2017  telah usai dilaksanakan, di Banjarnegara, Minggu  (27/8/2017). Pada kejuaraan tersebut, kembali Kudus berhasil memborong juara umum dan membawa pulang banyak medali emas.

Heni Sandra, perwakilan pelatih tim tenis meja Kudus mengatakan, pada pertandingan yang diselenggarakan selama lima hari itu, Kudus membawa sembilan medali emas, tiga medali perak dan delapan perunggu.

“Alhamdulillah PTM Kudus kembali jadi juara umum di Kejurprov Tenis Meja 2017. Sejumlah medali kembali terkumpul dan itu membanggakan Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya beberapa medali emas yang didapat Kudus meliputi juara beregu pemula putra, beregu pemula putri,  beregu juara putra, beregu junior putri, dan tunggal junior putri. Sedang untuk yang medali perak, seperti beregu kadet putra dan beregu kadet putri.

Dengan perolehan tersebut, Kudus mendapatkan medali paling banyak dengan jumlah 20 medali. Hal itu pula yang menbuat Kudus menjadi juara umum dalam Kejurprov Tenis Meja tahun ini.

Sementara, posisi kedua perolehan terbanyak medali adalah Cilacap dengan 6 medali. 6 medali meliputi tiga emas,  dan tiga perak, ketiga adalah Klaten dengan  9 medali meliputi satu medali emas, empat medali perak dan empat perunggu.

Untuk tuan rumah juga kalah jauh dengan daerah lain, tuan rumah terpaksa puas dengan perolehan satu emas dan tiga perunggu. Sedang daerah lain seperti Blora dan Kendal juga harus puas dengan satu medali perunggu.  

Editor : Akrom Hazami

Indonesia Pusaka Bergema di GBK Usai Laga Persijap vs Persibat

Pemain Persijap berkumpul di tengah lapangan membentuk lingkaran dan suporter menanyikan lagu Indonesia pusaka. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Suporter Persijap (Banaspati, Jetman dan CNS) menyanyikan Indonesia Pusaka dan menyalakan lampu sorot yang ada di handphone.

Hal ini terjadi setelah Laskar Kalinyamat tidak terima akan keputusan kontroversial wasit Supriawan yang menghadiahkan penalti bagi tim tamu pada injury time, saat laga Persijap vs Persibat, Minggu (27/8/2017).

Diberitakan sebelumnya, pertandingan Persijap melawan Persibat Batang pada lanjutan laga Liga 2 Grup 3, berakhir tanpa peluit panjang. Lantaran, tim tuan rumah Laskar Kalinyamat tak terima keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti bagi Laskar Alas Roban. 

Sempat protes, akhirnya tim Persijap pun walk out dalam keadaan unggul 2-1. 

Setelah itu, Persijap yang kini menghuni papan bawah dengan mengoleksi 12 poin (sebelum bermain dengan Persibat) berkumpul di tengah lapangan. Mereka membentuk formasi melingkari garis tengah lapangan.

Sementara ratusan fans yakni Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati), Jepara Tifosi Mania (Jetman) dan Curva Nord Syndicate (CNS) tetap duduk di tribun sambil menyalakan lampu sorot telepon genggam. Sesaat kemudian terdengar lagu Indonesia Pusaka yang diciptakan oleh Ismail Marzuki.

 

Indonesia Tanah Air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Tetap di puja-puja bangsa,” nyanyian tersebut bergema. 

 

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati pun sempat menitikan air mata melihat tindakan fans. Ia menyatakan bangga dan terharu akan solidaritas dan perbuatan penggemar yang tidak ricuh.  “Hari ini kita menjadi satu,” ucapnya.

Pantauan MuriaNewsCom, sempat terlihat adanya api namun demikian hal itu dapat segera dikendalikan oleh petugas polisi.

Editor : Ali Muntoha

Persijap Bakal Laporkan Kepemimpinan Wasit Supriawan

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti memprotes kebijakan wasit memberi penalti kepada Persibat Batang. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap tidak terima dengan keputusan wasit pemimpin pertandingan melawan Persibat, Supriawan yang memberikan hadiah penalti kepada tim tamu.

Pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Gelora Bumi Kartini itu Minggu (27/8/2017), berakhir dengan walk outnya Pemain Laskar Kalinyamat pada kedudukan unggul 2-1. 

Adapun tim wasit yang dikepalai oleh Supriawan itu, beranggotakan Nur Wakhid Romdoni dari Batam, Agus Kasiyanto dari Pasuruan, dan Akbar yang bertindak sebagai wasit cadangan. 

Manajer Tim Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, pihaknya tidak menerima keputusan yang dilakukan oleh wasit asal Malang tersebut. Menurutnya, keputusan itu sangatlah tidak adil, karena menurutnya pemainnya tidak melakukan pelanggaran di kotak penalti.

“Kinerja wasit dan perangkat pertandingan sangat buruk. Saya tidak terima dan akan saya laporkan. Wasit tugasnya harus jaga keadilan dong,” katanya. 

Ia menyebut, timnya beberapa kali menerima keputusan yang tidak adil, bukan saja dipertandingan tersebut. Esti pun mengaku telah melaporkannya, namun hingga kini pihaknya belum juga menerima keputusan.

Manajer Persijap Esti Puji Lestari sedang berbicara pada pemainnya, setelah permainan melawan Persibat Batang dihentikan pada menit ke 93. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Sementara itu Pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati tak mau mengomentari lebih lanjut akan pertandingan tersebut. Namun ia mengaku seluruh suporter dan penonton mengetahui apa yang terjadi pada saat injury time dimana pemain Persibat jatuh di kotak penalti Persijap. 

“Belum ada keputusan dari wasit. Namun ini luar biasa tanpa mengerjai siapapun kita bisa mendapatkan hasil seperti ini. Tiga penonton (Suporter Persijap, CNS, Banaspati dan Jetman) hari ini menjadi satu, hari ini sangat luar biasa, suporter satu tujuan,” tegasnya, sambil menahan haru.

Baca juga : Geger…Persijab Walk Out Saat Lawan Persibat Meski Sudah Unggul

Terpisah, Pelatih Persibat Daniel Roekito mengaku kecewa akan pertandingan hari ini. Ia menyebut, semua keputusan wasit haruslah dihormati dan dilaksanakan.

“Bingung, keputusan wasit kan jelas. Kalau seperti ini tanya saja Pengawas Pertandingan. Namun apapun itu keputusan wasit harus dieksekusi kalau tidak ya serahkan kepada official. Langkah ke depan kita tunggu saja, kita juga melakukan protes bahwa hal itu (penalti) harus dieksekusi.  Namun tidak dilanjutkan demi keamanan wasit ya selesai sudah. Wong itu jelas pelanggaran pemain saya juga merasa dilanggar sedang menguasai bola,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Tampil dengan 10 Pemain, Persipur Tahan Imbang Sragen United

Penyerang Persipur Ilham Wibisono mendapat pengawalan ketat dari pemain Sragen United sepanjang pertandingan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tampil di kandang sendiri, Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Persipur gagal meraih poin penuh saat menjamu Sragen United, Minggu (27/8/2017). Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi itu, akhirnya berkesudahan imbang tanpa gol.

Dalam laga tersebut, Persipur harus berjibaku nyaris 90 menit demi mendapatkan satu angka. Hal ini disebabkan ganjaran kartu merah yang didapat pemain Persipur Roberto E Sauyi saat pertandingan baru berjalan 7 menit.

Pemain bernomor punggung 23 diberikan kartu merah karena bersitegang hingga akhirnya menampar salah satu pemain lawan.

Meski tampil dengan 10 pemain, namun permainan Persipur justru bisa berkembang. Berulang kali, peluang berhasil didapat. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadikan peluang itu gagal membuahkan gol.

“Pertandingan kali ini merupakan perjuangan paling berat. Praktis kita hanya punya 10 pemain sejak menit awal. Oleh sebab itu, hasil imbang ini patut kita syukuri,” cetus pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Selain menegangkan, laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton juga berlangsung keras. Berulangkali pelanggaran keras dilakukan tim tamu.

Dalam laga itu, wasit Moh Masrukin dari Malang mengeluarkan satu kartu merah dan enam kartu kuning. Dari tim tamu, ada lima pemainnya yang diganjar kartu kuning dan satu lagi buat Persipur.

Dari kubu Sragen United terlihat cukup kecewa dengan hasil imbang tanpa gol. Sejak awal, mereka menargetkan bisa meraih angka penuh dalam laga tersebut.

“Kesempatan meraih kemenangan sebenarnya cukup terbuka karena lawan main 10 pemain. Sayang, keuntungan ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Pelatih Sragen United Eko Firmandoyo.

Editor : Ali Muntoha

Geger…Persijap Walk Out Saat Lawan Persibat Meski Sudah Unggul

Petugas keamanan mengungsikan wasit karena pertandingan antara Persijap Jepara vs Persibat Batang semakin ricuh. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pertandingan Persijap vs Persibat di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (27/8/2017), berakhir tanpa peluit panjang.

Hal itu karena kontroversi keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti di menit akhir pertandingan, dalam kondisi tim tuan rumah unggul 2-1. Tak terima dengan keputusan wasit, Laskar Kalinyamat pun walk out.

Babak pertama Laskar Kalinyamat kebobolan terlebih dahulu di menit 28. Keunggulan sementara bagi Persibat itu dicetak oleh Hapidin, yang menyepak bola dari tendangan sudut. 

Proses gol terjadi saat  Hapidin menendang dari sisi kiri pertahanan Persijap itu, sempat ditepis oleh penjaga gawang Amirul Kurniawan. Namun sayang antisipasi yang dilakukannya, justru membuat si kulit bundar bersarang di gawangnya. 

Sementara Persijap yang berusaha membobol pertahanan tim tamu, tak bisa menceploskan satupun gol. Hingga wasit Supriawan meniup peluit jeda babak pertama, kedudukan unggul bagi tim tamu Persibat. 

Babak kedua dimulai, Persijap Jepara terus berusaha menekan pertahanan Persibat. Hingga menit di 51, Tommy Oropka berhasil membobol gawang Laskar  Alas Roban.

Gol berawal dari kemelut di depan gawang, sesaat setelah sepakan pojok yang dilepaskan oleh Adit Wafa.  Bola yang disambut oleh sundulan kepala Abdul latif Hasim, terdampar di kaki Tommy Oropka. Pemain asal Papua ini lantas mengarahkan tendangan lemah ke sisi kiri gawang Muh Sendri Johansyah, dan gol. Skor imbang. 

Di menit ke 62, Tommy kembali mencatatkan namanya di papan skor. Bola yang ditendang oleh penjaga gawang Persijap Amirul Kurniawan, melambung jauh dan disambut oleh pemain berambut jambul itu. Ia lolos tanpa kawalan ketat dan menceploskan bola. Skor 2-1, Laskar Kalinyamat unggul. 

Petaka bagi Persijap terjadi pada menit-menit akhir pertandingan. Pemain nomor 32 Persibat, Ishak Yustinus Mesak Djober terjatuh di kotak penalti, akibat singgungan dengan pemain Persijap Syarif Wijianto. 

Wasit Supriawan kemudian memberikan kartu kuning, namun belum jelas ditujukan kepada siapa. Saat itulah keadaan lapangan pun ricuh. Tim Persijap mengklaim pemainnya tak melakukan pelanggaran, dan melakukan sapu bersih. Namun wasit bersikukuh.

Baca juga : Persijap Bakal Laporkan Kepemimpinan Wasit Supriawan

Keadaan pun semakin riuh dengan protes yang dilancarkan oleh  tim pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti. Adu argumen pun sempat terjadi, hingga tim tuan rumah memberikan bukti berupa rekaman pertandingan untuk diperlihatkan kepada tim wasit. 

Akan tetapi titik temu tak terjadi. Persijap akhirnya walk out pada menit ke 93. Sedangkan tim Persibat bersama wasit kembali le lapangan dan hendak mengeksekusi penalti.

Namun hal itu dibatalkan, karena keadaan stadion semakin ricuh. Akhirnya petugas keamanan mengungsikan wasit dan dibawa pergi menggunakan kendaraan lapis baja meninggalkan arena pertandingan.

Editor : Ali Muntoha

Persipur Target Poin Penuh Lawan Sragen United

Pemain Persipur saat melakoni latihan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Satu tugas berat kembali dijalani Persipur, Minggu (27/8/2017). Yakni, Laskar Petir akan menjamu Sragen United di Stadion Krida Bakti Purwodadi.

Meski saat ini Persipur di urutan keempat klasemen sementara, namun posisinya belum 100 persen aman ancaman degradasi. Sebab, masih ada dua tim lainnya yang juga punya peluang bertahan di Liga 2. Yakni, Sragen United dan PPSM Magelang.

Oleh sebab itu, laga melawan Sragen United jadi pertandingan penentuan. Kalau sampai seri, apalagi kalah, maka kans bertahan makin kecil. “Laga lawan Sragen besok sangat krusial. Oleh sebab itu, pemain kita minta tampil habis-habisan untuk meraih kemenangan,” tegas manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (27/8/2017).

Baik Persipur maupun Sragen United dan PPSM Magelang, sama-sama sudah menjalani 12 pertandingan. Persipur memiliki poin 14. Sementara Sragen punya  poin 13 dan berada persis di bawah Persipur. Sedangkan PPSM berada di urutan keenam dengan poin 12.

“Kita hanya terpaut satu angka dengan Sragen dan dua angka dari PPSM. Jadi, dengan selisih nilai tipis ini maka tidak ada jalan lain kecuali meraih kemenangan dalam pertandingan besok,” cetus Budi.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh juga memahami kondisi saat ini. Target tiga pon jadi harga mati saat bentrok dengan Sragen United. Dalam laga melawan besok, Wahyu mengaku tidak meramu taktik khusus. Dia minta pemain konsentrasi penuh sepanjang 90 menit dan memanfaatkan peluang sebaik mungkin.

“Kita akan tampil seperti biasanya. Semua pemain harus fokus ke pertandingan dan jangan sampai bikin kesalahan sendiri,” ucap Wahyu.

 

Editor : Akrom Hazami

Persijap Yakin Bisa Rengkuh 3 Poin Di Laga Kandang Terakhir

Suasana latihan Persijap di Stadion GBK jelang laga melawan Persibat Batang. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara menargetkan tiga angka saat laga terakhir di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) melawan Persibat Batang, Minggu (27/8/2017) sore. Pelatih Tim Laskar Kalinyamat Carlos Raul Sciucatti optimistis dengan hal itu.

“Kami sangat antusias untuk dapat menang. Saya bilang ke rekan-rekan masih ada harapan dan pertandingan kali ini sangat penting sekali bagi kita,” ucapnya, Sabtu (26/8/2017).

Carlos mengungkapkan, semua anak asuhnya dalam keadaan siap tempur menghadapi tim yang sempat mengalahkan Persijap, 1-0 dikandang Stadion Mohammad Sarengat, Batang. Perlu diketahui, kini Persijap baru mengemas 12 poin. Sementara calon lawannya sudah mengumpulkan 18 poin.

Ditanya kehadiran Fisabillah eks pemain Persijap yang kini membela Persibat, ia mengaku tak khawatir. Hal itu karena pihaknya telah mengetahui gaya bermain dari pemain belakang itu.

“Tidak khawatir, kita ambil positifnya saja, kami sudah tahu kelemahan dan kapasitas dia bermain,” kata dia.

Terkait strategi, ia mengatakanan tak ada yang khusus. Pola permainan yang akan disuguhkannya serupa dengan apa yang diterapkan saat ia mulai menduduki kursi kepelatihan Persijap.

“Kita tidak tertekan, justru sangat termotivasi, ini laga terakhir dan kita bermain di kandang, ya semoga saja kita masih bisa bermain di babak playoff jika memenangkan pertandingan ini,” tutup Carlos.

Editor : Ali Muntoha

Samator Surabaya Juarai Sukun Cup II 2017

Tim Samator Surabaya mengangkat tropi juara setelah mengalahkan Yuso Yogyakarta di ajang Sukun Cup 2017. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim Voli Samator Surabaya, berhasil menjadi juara dalam Turnamen Bola Voli Sukun Cup II 2017, Minggu (20/8/2017) malam. Bertempat di Gedung Sport Center Sukun, Samator berhasil mengangkat tropi juara dan membawa hadiah uang pembinaan Rp 30 juta.

Samator Surabaya keluar sebagai juara setelah mengalahkan  Yuso Yogyakarta di pertandingan final. Dalam pertandingan tersebut, Yuso tak berdaya melawan Samator Surabaya  dan kalah dengan skor 3-0 sekaligus.

Kalah dari Samator Surabaya, Yuso Yogyakarta masih keluar sebagai runner-up. Dengan posisi Runner up, Yuso pulang membawa hadiah uang pembinaan sebesar Rp 20 juta serta tropi.

Sementara, pada laga perebutan peringkat tiga, antara Sukun Surya Muda melawan C7K Kudus berlangsung sengit. Kedua tim langsung jual beli serangan senjak peluit awal pertandingan ditiup. Meski begitu, Sukun Surya Muda berhasil keluar sebagai pemenang setelah menekuk C7K dengan skor 3-2.

Dengan posisi itu, selain mendapat tropi, Sukun Surya Muda juga berhak membawa uang pembinaan sebesar Rp 13 juta. Sedang peringkat keempat C7K juga membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 7 juta.

C7K tak dapat melaju ke final lantaran kalah dalam pertandingan sebelumnya atas Samator Surabaya. C7K kalah dengan skor 3-2 dalam laga tersebut. Sedangkan Sukun Surya Muda pun mengalami hal yang sama dengan kalah atas Yuso dengan skor 3-2 pula.

 

Hasil Turnamen Voli Sukun Cup II 2017

  • Juara

 Samator Surabaya

 Hadiah: Tropi Juara dan Uang Pembinaan Rp 30 juta 

  • Runner up

 Yuso Yogyakarta

 Hadiah tropi dan uang pembinaan Rp 20 juta

  • Peringkat Tiga

 Sukun Surya Muda

 Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp 13 juta

  • Peringkat Empat

 C7K Kudus

 Hadiah : Tropi dan uang pembinaan Rp 7 juta

 

Editor: Supriyadi

Samator Surabaya Tantang Yuso Yogyakarta di Final Sukun Cup 2017

Tim C7K Kudus berusaha meraih angka saat menghadapi Samator Surabaya di semifinal Sukun Cup 2017, di Sukun Sport Center , Minggu (20/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol HadI)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim Voli Samator Surabaya akhirnya mendapat tiket menuju final Sukun Cup II 2017 setelah mengandaskan juara bertahan C7K Kudus dengan skor 3-2 di Sukun Sport Center , Minggu (20/8/2017).

Kemanangan tersebut bakal membuat laga final semakin panas. Pasalnya tim asal Surabaya itu akan berhadapan dengan Yuso Yogyakarta di partai final, Minggu (20/8/2017) malam nanti, pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penampilan Samator memang sangat meyakinkan.  Meski di set pertama mereka kalah 21-25, juara Proliga itu berhasil bangkit di set kedua dengan skor 25-20.

Kemanangan di set kedua pun berhasil digandakan di set ketiga. Lagi-lagi skornya 25-20. Hanya, di set keempat, Samator terlihat kedodoran. Mereka harus mengakui keunggulan C7K dengan skor 17-25. Beruntung mental mereka kembali di set kelima dengan skor 17-10.

Editor: Supriyadi

Tundukkan Tuan Rumah, Yuso Yogyakarta Melaju ke Final Sukun Cup

Tim voli Yuso Yogyakarta dipaksa menguras keringat dengan bertanding lima set saat menghadapi tim tuan rumah Sukun Surya Muda, di Sukun Sport Center, Minggu (20/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim voli Yuso Yogyakarta berhasil melaju ke final Sukun Cup 2017 yang digelar di Sukun Sport Center, Minggu (20/8/2017). Kepastian tersebut diraih setelah mengalahkan tuan rumah Sukun Surya Muda dengan skor 3-2.

Di babak pertama Yuso mampu tampil menawan. Serangan demi serang diracik dan dilancarkan dengan skuat tenaga. Beberapa kali mereka pun dibuat jatuh bangun atas serangan Sukun Surya Muda. Hanya saja, Yuso berhasil menang dengan skor 25-19.

Tertinggal satu angka, pada babak kedua Sukun makin ganas menggencarkan serangan. Strategi apik yang dibuat sang pelatih terbukti topcer. Bahkan, keduanya sering kejar-kejaran angka. Namun, sukun berhasil menang 25-23.

Kemenangan Sukun Surya Muda di set kedua ternyata berhasil membangkitkan semangat pemain. Dengan seragam biru tua, Sukun Surya Muda kembali mendapatkan kemenangan kedua dengan skor 25-19.

Hanya saja, di set keempat keberuntungan Sukun mulai pudar. Di set ini, Yuso tak mau kalah dengan bermain ngotot. Kali ini Yuso merebut kemenangan atas Sukun dengan skor 25- 23.

Pertandingan dipaksa memasuki babak kelima. Pada pertandingan ini Yuso terlihat lebih siap sejak awal pertandingan. Terlihat, Yuso selalu memimpin semenjak awal pertandingan hingga usai babak kelima. Dengan skor 15-12, Yuso memastikan kemenangan dan maju kebabak final  

Pertandingan final sendiri akan berlangsung malam nanti. Yuso menanti pemenang dari pertandingan antara C7K Kudus dengan Samator Surabaya. Kedua tim baru beranding siang ini sekitar jam 13.00 WIB guna meriah tiket final.

Editor: Supriyadi

 

Gapsty Jepara Tak Berdaya Hadapi C7K

gapsty Jepara memberi perlawanan sengit saat berhadapan dengan C7K Kudus di Sukun Sport Center, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim voli Gapsty Jepara tak berdaya melawan ketangguhan tim voli dari C7K Kudus. Tak main-main, Gapsty kalah telak dengan 3-0 langsung dalam pertandingan di Sukun sport center Gebog, Sabtu (19/8/2017).

Pada babak pertama, Gapsty Jepara sudah mulai memberikan perlawanan yang sengit. Kedua tim juga terlihat saling mengejar angka.Namun, usaha dari tim kota ukir tak membuahkan hasil dengan kekalahan 25 -22.

Memasuki babak kedua, Gapsty semakin kehilangan semangat bertanding. Kesalahan dalam pertandingan dimanfaatkan betul oleh lawan, hingga kembali Gapsty Jepara kembali telan kekalahan pada babak kedua dengan skor 25-11.

Kondisi tak begitu berubah terlihat pada babak ketiga. Semangat bertarung yang sudah mulai tumbuh dari Gapsty Jepara tak membuat C7K gentar. Hasilnya, kembali Kemenagan bakan C7K Kudus terulang. Tiga kemenangan beruntun diraih oleh C7K dan keluar sebagai pemenang pertandingan.

Editor: Supriyadi

Sukun Surya Muda Paksa PU Purwodadi Bertekuk Lutut

Pertandingan antara tim tuan rumah Sukun Surya muda melawan PU Purwodadi, dalam Sukun Cup II 2017. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim tuan rumah Sukun Surya Muda, tampil perkasa dalam laga Sukun Cup II 2017, di Sukun Sport Center Gebog, Sabtu (19/8/2017) sore. Dengan kostum biru muda, tim Sukun mampu memaksa tim PU Purwodadi kalah dengan skor 3-2.

Pertandingan sengit sudah muncul sejak awal pertandingan. Serangan demi serangan dilakukan oleh tim tuan rumah. Hingga akhirnya, laga awal dimenangkan Sukun Surya Muda dengan skor 25-19. 

Memasuki babak kedua, PU Purwodadi tak mau kehilangan muka dengan dua kali kekalahan. Dengan bola-bola cepat, PU Pengairan Purwodadi, berhasil meraih kemenangan dengan skor 25-21.

Skor imbang pada dua laga membuat kedua tim makin bersemangat. Namun Kembali tim tuan rumah tak mau kecolongan lagi, dengan persaingan sengit, Sukun menekan PU Pengairan Purwodadi dengan skor 25-23.

Pertandingan semakin seru saat memasuki babak keempat. Keinginan menang tim asal Grobogan nampaknya sangat kuat, hingga kembali meraih menang dengan skor 25-22.

Skor Kembali imbang, memaksa kedua tim melanjutkan ke babak kelima. Pada babak penentuan ini, Sukun Surya Muda tampil ganas dan memaksa lawan untuk kalah. Dibabak terakhir, lawan kalah dengan skor 15-11.

Editor : Ali Muntoha

Menang di Kandang Persiba, Persipur Jauhi dari Zona Degradasi

Striker andalan Persipur Albebta Dewangga Santosa (29) jadi pahlawan kemenangan Persipur saat bentrok dengan Persiba Bantul, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Sabtu (19/8/2017). Bertanding di kandang Persiba Bantul, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 dalam “bentrok” yang dihelat di Stadion Sultan Agung.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita oleh pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, ratusan suporter Persipur yang ikut nglurug ke Bantul juga larut dalam kegembiraan.

Alhamdulillah, akhirnya menang. Kemenangan ini sangat penting artinya dan makin membuka kesempatan untuk tetap bertahan di liga 2,” kata Aan Koes, tifosi Persipur.

Dalam laga itu, striker Persipur Dewangga layak dinobatkan sebagai man of the match. Sebab, satu-satunya gol kemenangan yang tercipta dalam laga ini dilesakkan pemain bernama lengkap Albebta Dewangga Santosa itu pada menit ke-28.

“Anak-anak tampil luar biasa sore ini. Khususnya, Dewangga layak dapat apresiasi tersendiri. Saya sangat salut dengan kegigihan pemain untuk mendapatkan tiga angka,” kata manajer Persipur Budi Susilo.

Torehan tiga angka dinilai Budi sangat berarti. Dengan kemenangan itu, posisi Persipur di klasmen sementara naik ke peringkat empat dengan poin 14. Sebelumnya, posisi Persipur berada di urutan keenam.

Meski baru saja dapat tiga angka, namun Budi meminta para pemain tidak puas diri. Soalnya, masih ada dua laga sisa yang harus dijalani. Yakni, melawan Sragen United dan Persipon Pontianak.

“Kita masih punya dua laga lagi dan semuanya digelar di Purwodadi. Jadi, masih ada tugas berat yang harus kita jalani,” cetus Budi.

Editor : Ali Muntoha

Yuso Yogyakarta Reguk Kemenangan di Laga Pembuka Sukun Cup II 2017

Laga pembuka antara Porvit Kudus vs Yuso Yogyakarta dalam Sukun Cup II 2017. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Laga pembuka Sukun Cup II 2017 di Sukun Sport Center Gebog, Kudus, Sabtu (19/8/2017) berlangsung cukup panas. Setelah tampil trengginas, tim Yuso Yogyakarta berhasil mereguk kemenangan dari tim Porvit Kudus, dengan skor akhir 3-1.

Tim Yuso sudah mulai tampil ”menendang” sejak babak pertama, dan langsung menggencarkan serangan. Tim Porvit Kudus sebenarnya juga tampil apik, namun di babak ini mereka terpaksa harus ditekuk dengan skor 25-18.

Kemenangan di babak pertama membuat tim Yuso semakin kuat. Smash tajam terus menghantam Porvit, hingga dengan raihan poin yang hampir sama yakni 25-19.

Dua babak kalah tak menyurutkan semangat tim Porvit. Di sesi ketiga, tim dari Kudus ini terus melakukan serangan hingga terjadi kejar-kejaran poin. Usaha Porvit Kudus pun membuahkan hasil dengan skor 26-24.

Skor 2-1 membuat kedua tim semakin panas. Keduanya mengeluarkan kekuatan mereka dan teknik masing-masing. Namun Yuso tak mau melepas kemenangan hingga akhirnya pertandingan ketiga dimenangkan Yuso Yogyakarta dengan skor 25-20.

Editor : Ali Muntoha

Yuso Yogyakarta v Porvit Kudus Jadi Laga Pembuka Sukun Cup II 2017 Siang Ini

Para pemain Yuso Yogyakarta usai menjajal lapangan Sukun Sport Center. Siang ini, mereka akan meladeni perlawanan Porvit Kudus. (foto : Instagram Yuso)

MuriaNewsCom, Kudus – Turnamen bola voli bergengsi di Kota Kudus, Sukun Cup II 2017 bergulir hari ini (19/08/2017). Turnamen yang berlangsung di Sukun Sport Center Gebog, Kudus tersebut akan mempertemukan Yuso Yogyakarta versus Porvit Kudus di laga pembuka. Pertandingan kedua tim ini bakal berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.

Di kancah bola voli nasional, nama Yuso sudah tidak asing lagi. Klub yang berdiri pada tahun 1952 tersebut merupakan kontestan Livoli Divisi Utama 2016 lalu. Kemarin, para pemain Yuso sudah menjajal lapangan Sukun Sport Center yang akan digunakan untuk bertanding hari ini.

Sementara itu, Porvit Kudus juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Bermain di kota sendiri, klub voli yang bermarkas di Desa Tanjungkarang ini siap memberikan perlawanan sengit. Situasi inilah yang akan menjadikan pertandingan menjadi semakin menarik untuk disaksikan.

Di pertandingan selanjutnya, PU Purwodadi akan bertemu dengan tuan rumah Sukun Surya Muda. Laga yang berlangsung pada pukul 16.00 WIB ini juga menjanjikan ketegangan di setiap set pertandingan. Usai laga PU Purwodadi kontra Sukun Surya Muda, turnamen bola voli Sukun Cup II 2017 menghadirkanlaga  C7K Kudus melawan Gapsty asal Jepara pada pukul 18.30 WIB .

Sedangkan, pertandingan terakhir di hari pertama akan ditutup pertarungan PPLP Jateng melawan salah satu klub papan atas di Tanah Air, Samator Surabaya. Laga PPLP Jateng versus Samator Surabaya dijadwalkan berlangsung pada pukul 20.30 WIB.

Sukun Cup II 2017 digelar sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-70 PR Sukun Kudus dan HUT ke-72 Republik Indonesia. Turnamen ini tersebut akan dihelat selama dua hari, yakni 19 dan 20 Agustus 2017. ”Kedelapan tim tersebut akan mengikuti pertandingan dengan sistem gugur. Jadi tak ada kesempatan bagi tim untuk bermain-main,” kata Sugiyono, Ketua Panitia Sukun Cup II 2017. (pro)

Editor : Ali Muntoha

Terancam Degradasi, Persipur Usung Misi Libas Tuan Rumah Persiba Bantul

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ujian cukup berat bakal dijalani skuad Persipur, Sabtu (19/8/2017) besok. Yakni, menjalani bentrok dengan tuan rumah Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung.

Laga ini cukup krusial bagi tim berjuluk Laskar Petir. Sebab, hanya dengan meraih poin maka kesempatan untuk bertahan di liga 2 tetap terbuka. Sebaliknya, jika sampai kalah maka peluang menghindari degradasi makin sulit dilakukan.

”Kita menyadari betapa pentingnya laga lawan Persiba. Oleh sebab itu, kami bakal tampil habis-habisan,” tegas pelatih Persipur Wahyu Teguh, Jumat (18/8/2017).

Menurut Wahyu, dalam laga melawan Persiba, dia tidak meracik taktik khusus. Semua pemain diminta konsentrasi penuh sepanjang 90 menit dan memanfaatkan peluang yang didapat sebaik mungkin.

”Kita akan tampil seperti biasanya. Semoga bisa menang seperti saat pertemuan pertama di Purwodadi,” cetus Wahyu.

Seperti diketahui, dari klasemen sementara di grup 4, Persipur masih bercokol di urutan keenam. Sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI, tim yang aman dari degradasi maksimal berada pada urutan keempat.

Dari delapan tim di grup 4 ini, hanya ada tiga tim yang hampir bisa dipastikan tetap bertahan. Yakni, PSIS Semarang, Persis Solo, dan PSIR Rembang.

Sementara tiga tim lainnya masih bersaing ketat memperebutkan satu tempat di posisi keempat. Yakni, Sragen United (13 poin) yang saat ini ada di urutan keempat, PPSM Magelang (12 poin) di urutan kelima dan Persipur yang punya 11 poin.

Dua tim lainnya tipis peluangnya untuk bertahan. Yakni, Persiba Bantul (4 poin) yang berada di juru kunci dan Persipon Pontianak (7 poin) di urutan ketujuh.

Dari tiga laga tersisa, pertandingan paling dekat adalah melawat ke kandang Persiba Bantul. Selepas itu, Persipur bakal jadi tuan rumah saat menjamu Sragen United dan Persipon Pontianak.

Editor: Supriyadi

150 Pesilat Berebut Gelar Juara di Bupati Jepara Cup

Para pesilat bertarung dengan seluruh kemampuan di ajang Bupati Jepara Cup. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kejuaraan Pencak Silat bertajuk Bupati Jepara Cup ke-5 kembali digelar. Ajang bergengsi yang dihelat di Gedung Wanita ini bakal diikuti 150 siswa dari mulai dari jenjang SD, SMP, dan SMA. 

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat. Hal itu kami lakukan sejak dini dengan maksud agar pencak silat Jepara dapat mengharumkan nama daerah,” kata Wakil Ketua Harian II Ikatan Pencak Silat (IPSI) Jepara Umar Muslim, Kamis (17/8/2017).

Umar menyebut, kejuaraan tersebut diselenggarakan dalam rangka mencari bibit-bibit unggulan daerah. Selain itu, ajang kejuaraan itu juga untuk memeringati HUT Kemerdekaan RI ke 72. 

“Melalui kejuaraan ini, kita bersama-sama mencari bibit-bibit baru atlet silat yang matang dan tangguh sebagai masa depan olahraga silat dari Jepara,” kata dia.

Hal itu menurut Umar sangat penting sebab, peminat olahraga tradisional Indonesia itu. “Selama ini, peminat pencak silat di Jepara cukup menurun, karena anak-anak Jepara diajak berlatih keras kurang berminat,” urainya. 

Adapun kelas yang dipertandingkan berjumlah 18 macam, untuk tingkat SD sampai SMA. Pemenang kejuaraan nantinya akan diberi uang pembinaan dan piala, pada acara resepsi HUT Kemerdekaan RI ke 72 di Pendapa Kabupaten Jepara, esok. 

Editor: Supriyadi

Persijap Tantang Elang Jawa

Pemain Persijap saat melakoni latihan di stadion Gelora Bumi Kartini beberapa saat lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dijadwalkan melawan PSS Sleman, yang merupakan pemuncak klasemen grup 3 Liga 2, Jumat (18/8/2017). Melawat ke Stadion Maguwoharjo, Laskar Kalinyamat membawa 18 pemain untuk menghadapi skuat Elang Jawa. 

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti mengatakan, seluruh pemain yang dibawa ke Yogyakarta dalam kondisi siap tempur. Namun demikian ia mengakui, pertandingan melawan Sleman tidaklah mudah.

“Pasti sulit karena mereka sudah lolos. Mereka (PSS Sleman) akan tampil percaya diri dan tanpa beban. Namun saya percaya, kami akan mendapatkan hasil positif,” kata Charly, sapaan akrab Carlos Raul. 

Akan tetapi Charly yakin bisa mencuri tiga poin di Maguwoharjo. Kemenangan bagi Persijap menjadi sebuah hal mutlak, jika tidak ingin terlempar ke Liga 3 alias Liga Nusantara (Linus).

Saat ini tim dari Jepara itu baru mengemas 12 poin dari 11 kali pertandingan, empat kemenangan dan tujuh kali didera kekalahan. Adapun posisinya menempati urutan keenam dari delapan tim di grup 3. 

Sementara, calon lawannya PSS Sleman mengemas 28 poin, hasil dari sembilan kemenangan, satu kali seri dan satu kali kekalahan. 

Pertandingan di Sleman merupakan perjumpaan kedua Persijap dan PSS. Pada laga pertama di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini Jepara, PSS Sleman mengandaskan tim tuan rumah dengan skor 0-1, Rabu (17/5/2017). 

Pemilik Klub Persijap Esti Puji Lestari berharap pemainnya dapat menunjukan performa prima, layaknya pertandingan melawan Persip Pekalongan. Ia menginginkan pemainnya bermain dengan semangat juang tinggi.

“Saya berharap pemain memiliki semangat yang sama seperti pertandingan terakhir kemarin. Pelatih juga saya harapkan memiliki strategi yang mumpuni untuk bisa mengatasi permainan PSS yang memiliki pemain berkualitas. Tapi kami (Persijap) akan selalu berusaha yang terbaik,” tutup Esti. 

Editor: Supriyadi

Delapan Tim Voli Ramaikan Sukun Cup II 2017

Pemain Tim Sukun berupaya mengalahkan lawannya tim tuan rumah JVC Purwodadi di Kapolres Grobogan Cup tahun lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam rangka HUT RI ke-72 dan tasyakuran PR Sukun ke-70, Sukun Spirit of Sport kembali menggelar turnamen voli. Sesuai jadwal, turnamen tersebut akan dihelat selama dua hari (19-20 Agustus 2017) di Sukun Sport Center.

Ketua panitia turnamen voli, Sugiyono mengatakan, pertandingan voli ini akan diikuti oleh delapan tim. Kedelapan tim tersebut adalah, Sukun Surya Muda, Yuso Yogyakarta, Porvit Kudus, DPU Pengairan Grobogan, C7K Kudus, Gapzty Jepara, PPLP Jateng, dan kontestan Proliga Samator Surabaya.

”Kedelapan tim tersebut akan mengikuti pertandingan dengan sistem gugur. Jadi tak ada kesempatan bagi tim untuk bermain-main,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Apalagi, lanjutnya, kedelapan tersebut merupakan tim hebat yang telah memiliki jam terbang tinggi. Selain tuan rumah Sukun Surya Muda, nama-nama seperti Yuso Yogyakarta , PPLP Jateng, hingga Samator Surabaya sudah membumbung tinggi di dunia voli nusantara.

Hanya saja, lawan-lawan yang dihadapi juga tak kalah hebat. Tahun lalu, C7K juga berhasil menyabet gelar juara Sukun Cup 2016 setelah mengalahkan tim tuan rumah. Tak hanya itu, sang juara bertahan Sukun Cup ini juga seringkali melambungkan namanya di turnamen tingkat regional.

”Karena itu, jangan sampai terlewatkan. Pertandingannya akan digelar mulai pukul 14.00,” ujarnya. (Pro)

Editor: Supriyadi

3 Pertandingan Sisa jadi Penentuan Nasib Persipur

Pemain Persipur saat melakoni laga beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom0

MuriaNewsCom, Grobogan – Jurang degradasi dari Liga 2 saat ini mengancam Persipur. Pasalnya, dari klasemen sementara di grup 4, tim berjuluk Laskar Petir ini bercokol di urutan keenam. Sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI, tim yang aman dari degradasi maksimal berada pada urutan keempat.

Meski kondisinya cukup mengkhawatirkan, namun kans untuk lepas dari degradasi masih terbuka. Caranya, memaksimalkan tiga laga tersisa dengan torehan poin penuh. “Kesempatan untuk tetap bertahan di Liga 2 masih ada. Hal ini harus dimanfaatkan. Tiga laga ke depan harus bisa menang,” cetus Aryono, salah seorang tifosi Persipur.

Dari delapan tim di grup 4 ini, hanya ada tiga tim yang hampir bisa dipastikan tetap bertahan. Yakni, PSIS Semarang, Persis Solo, dan PSIR Rembang. Sementara tiga tim lainnya masih bersaing ketat memperebutkan satu tempat di posisi keempat. Yakni, Sragen United (13 poin) yang saat ini ada di urutan keempat, PPSM Magelang (12 poin) di urutan kelima dan Persipur yang punya 11 poin.

Dua tim lainnya tipis peluangnya untuk bertahan. Yakni, Persiba Bantul (4 poin) yang berada di juru kunci dan Persipon Pontianak (7 poin) di urutan ketujuh. Dari tiga laga tersisa, pertandingan paling dekat adalah melawat ke kandang Persiba Bantul (19/8/2017) mendatang. Selepas itu, Persipur bakal jadi tuan rumah saat menjamu Sragen United dan Persipon Pontianak.

“Masih ada peluang. Caranya, meraih poin penuh di tiga laga tersisa. Kalau ini bisa dilakukan maka kesempatan bertahan cukup besar. Disisi lain, kita harapkan rival kita kalah dalam laga sisa,” kata manajer Persipur Budi Susilo

Editor : Akrom Hazami

Persijap Menang Lawan Persip Pekalongan

Pemain Persijap saat lawan Persip Persip Pekalongan di Stadion GBK Jepara.(MuriaNewsCom /Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap menang 2-0 atas Persip Pekalongan, pada laga yang dihelat di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (13/8/2017).

Dua gol kemenangan Laskar Kalinyamat diborong oleh Jufri Fahrul Usemahu. Ia mencatatkan namanya di papan skor pada menit 27 dan 57. 

Gol pertama adalah hasil konversi sundulan kepala Usemahu, dari servis bola mati yang diceploskan ke tiang jauh. Sementara gol pengunci kemenangan dihasilkan dari kerjasama apik Usemahu, yang menerima umpan silang Redo Rinaldi, lalu menyarangkannya di gawang Persip yang dijaga Apsah Murbawan. 

Pada permainan kali ini, Persijap Jepara menerapkan umpan-umpan pendek yang kemudian menusuk jantung pertahanan Persip. Sementara itu tim asal Pekalongan justru menerapkan umpan jauh. 

Asisten Pelatih Persip Pekalongan Sudiyat berujar, anak asuhnya tak dapat menguasai lapangan tengah. Selain itu, ia juga mengatakan mental bermain pemainnya agak menurun. 

“Permainan lapangan tengah kita kalah telak. Selain itu mental pemain kita juga menurun. Hal itu akan menjadi evaluasi jelang pertandingan selanjutnya,” kata dia. 

Sementara itu, CEO Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, kunci kesuksesan pemain persijap terletak pada semangat bertanding.

“Kegigihan bertanding dari anak-anak Persijap serta semangat pemain menjadi pembeda pada pertandingan kali ini. Soal strategi saya kira sama saja. Namun pemain disiplin dalam menerapkan instruksi pelatih untuk melakukan tendangan langsung ke gawang,” ujarnya. 

Editor : Akrom Hazami 

 

Persipur Takluk di Solo

Pemain Persipur saat menahan bola saat laga melawan Persis Solo, Minggu. (Instagram Persipur) 

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya Persipur untuk keluar dari zona degradasi makin berat. Hal ini menyusul kekalahan Persipur saat berlaga melawan Persis Solo, Minggu (13/8/2017).

Dalam laga yang dihelat di Stadion Manahan itu, Persipur sudah ketinggalan 2-0 di babak pertama. Kemudian, pada babak kedua lagi-lagi ada 2 gol yang kembali bersarang di gawang tim berjuluk Laskar Petir tersebut. 

Pada pertandingan tersebut, penampilan Persipur sangat beda dari biasanya. Praktis sepanjang 90 menit, tuan rumah mendikte permainan. Hasilnya, Persis mampu unggul telak 4-0.

Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengakui jika penampilan timnya berada di bawah performa. Tidak biasanya, timnya mudah dikalahkan lawan.

“Ini adalah kekalahan dengan skor paling banyak sepanjang kompetisi ini. Anak-anak tampil antiklimaks,” katanya.

Menurut Wahyu, setelah kebobolan dua gol di babak pertama, berbagai perubahan strategi sudah coba dilakukan. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan.

“Saya akui, hari ini kita tampil kurang maksimal,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami 

 

4 Cabang Olahraga Bakal Gelar Pra-Porprov di Grobogan

Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman saat menggelar rapat persiapan Pra Porprov dengan pengurus cabor tinju. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ajang Pra-Porprov untuk empat cabang olahraga (cabor) bakal dihelat di Grobogan. Hal itu disampaikan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman pada wartawan, Jumat (11/8/2017).

Menurut Facthur, empat cabor tersebut adalah catur, tinju, balap motor dan bola voli. Pelaksanaannya akan dilangsungkan dalam kurun waktu Oktober dan November.

“Tanggal pastinya masih menunggu keputusan resmi. Yang pasti, pada Oktober dan November empat cabor akan melangsungkan Pra-Porprov di Grobogan,” jelasnya.

Terpilihnya Grobogan sebagai tuan rumah Pra-Porprov dinilai cukup membanggakan. Sebab, sejauh ini, belum pernah ada penyelenggaraan Pra Porprov di Grobogan. Terlebih, kali ini ada empat cabor sekaligus.

Terkait dengan rencana itu, Fatchur mengaku sudah menjalin koordinasi dengan pengurus empat cabor di level kabupaten. Tujuannya, untuk mulai mempersiapkan segala sesuatu supaya pelaksanaan Pra-Porprov nanti bisa sukses.

“Kepercayaan jadi tuan rumah Pra-Porprov ini berat tanggungjawabnya. Oleh sebab itu, jauh hari sudah kita harus persiapkan sebaik mungkin. Lebih-lebih ada empat cabor yang bakal melaksanakan Pra-Porprov di sini,” imbuhnya.

Selain dengan pengurus cabor, koordinasi dengan pihak lainnya juga akan dilakukan. Seperti dengan jajaran keamanan, dinas terkait serta pengusaha hotel. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Program Satu Desa Satu Lapangan di Jepara, Menpora : Akan Disinergikan dengan Dana Desa

Menpora Imam Nahrawi saat bersalaman dengan pemain bola lokal asal Jepara, saat pembukaan Kompetisi klub yang digelar Askab PSSI Jepara, Senin (7/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan menyinergikan program Satu Desa Satu Lapangan dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, melalui Dana Desa. Hal itu diungkapkannya, selepas membuka kompetisi lokal Askab PSSI Jepara, Senin (7/8/2017). 

Menurut Nahrawi, dengan adanya program satu desa satu lapangan, anak-anak pedesaan punya wadah untuk mengembangkan potensi khususnya sepak bola. Ia mengatakan, saat ini program tersebut memang masih di bawah kementriannya. 

“Tahun depan harapannya bisa masuk dana desa. Pada tahun yang akan datang kita akan koordinasikan dengan Kemendes harapannya bantuan itu bisa diterima oleh desa, yang punya tanah kas desa. Sedangkan desa yang tanahnya telah dialihfungsikan akan kembalikan jadi lapangan desa, rehabnya akan dibantu oleh pemerintah,” janji Menpora. 

Oleh karena itu, program tersebut bisa menjadi pemantik semangat untuk pengembangan olahraga terutama di desa. Dirinya juga mengatakan apresiasinya terhadap program satu desa satu klub, yang diselenggarakan oleh Askab PSSI Jepara. 

“Dengan program itu (satu desa satu lapangan) bisa bersinergis pula dengan program yang diadakan di Jepara yakni satu desa satu klub. Dengan semakin banyak klub yang berkompetisi maka pemain bisa bermain dengan baik,” ujarnya. 

Ketua Askab PSSI Jepara Samsul Anwar menyebutkan, program satu desa satu lapangan di Jepara tak berjalan dengan mulus. “Harapannya program tersebut bisa dikondisikan, bisa dilaksanakan di setiap desa. Karena di Jepara khususnya tidak setiap desa memiliki lapangan sepak bola. Hal itu menjadi penghambat bagi perkembangan desa,” urainya. 

Menurutnya, program Satu Desa Satu Klub merupakan program ikutan dari Askab PSSI Jepara untuk menyukseskan program pemerintah. Oleh karenanya, kedatangan Menpora diharap bisa mewujudkan program Satu Desa Satu Lapangan. 

Editor : Akrom Hazami