Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Suporter Persijap : Selamat Datang di Liga 3

Aksi massa dibendung petugas Brimob, seusai pertandingan Persijap melawan Persibas Banyumas, Sabtu (29/7/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kekalahan enam kali Persijap Jepara merembet keluar lapangan. Suporter Persijap mengadakan aksi unjuk rasa seusai pertandingan.

Yel-yel kekalahan menggema saat pertandingan memasuki menit terakhir dan Persijap kebobolan dua gol. Bukan mendukung timnya untuk lebih semangat, suporter justru menyanyikan lagu ejekan.

“Selamat datang di liga 3, selamat datang di liga 3,” teriak pendukung Persjap dari tribun bagian selatan. 

Tidak cukup di situ, setelah pertandingan usai massa masih berkumpul di luar stadion. Pasukan pengamanan dari Brigade Mobil pun harus membentuk barikade tameng. 

Dalam unjuk rasa itu, mereka berkoar-koar agar manajemen Persijap dalam hal ini CEO Esti Puji Lestari berbenah. Pantauan MuriaNewsCom, aksi itu dilakukan sejumlah pendukung yang semakin banyak menjelang petang pukul 18.00 WIB. 

Massa yang semakin banyak berkumpul di muka pintu stadion, menyebabkan keadaan ricuh. Beberapa pendukung sempat melempar benda keras ke arah petugas hingga mengenai penonton yang berlindung di belakang aparat. 

Hal itu diceritakan oleh Ferdy. Ia mengaku terkena lemparan benda keras di pahanya. Beruntung, kejadian itu tak sampai membuatnya cidera parah.

“Tadi sepertinya ada batu yang dilemparkan, terkena helm petugas lalu memantul ke arah kaki saya dan terkena,” tuturnya. 

Beruntung aparat sigap mengatasi kejadian tersebut. Arogansi massa tak berlanjut. Mereka berhasil dibubarkan. Aksi pun mereda.

Editor : Kholistiono

Permainan Persijap Sudah Dibaca Persibas

Kapten Persijap Fisabillah melancarkan protes kepada hakim garis karena menilai permainan teman-temannya telah melewati batas pertahanan atau offside, sehingga menganulir bola yang telah masuk ke gawang Persibas Banyumas di menit ke 62. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap kalah 0-2 saat melawan Persibas Banyumas, di kandang sendiri Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Sabtu (29/7/2017). Kekalahan anak asuh Fernando Sales, merupakan kejelian pelatih Persibas Nazal Mustofa dalam merendam “pemain kedua”. 

“Waktu Persijap bermain di Banyumas kami kalah, Minggu (30/4/2017). Setelah kekalahan itu kami mempelajari Persijap selalu bermain dengan adanya pemain yang muncul dari second line. Kami coba bendung itu, pada pertandingan kali ini. Kami bermain disiplin, siapapun (pemain Persijap) yang muncul dari belakang kami blok pergerakannya,” kata Mustofa saat konferensi pers. 

Namun demikian, ia menyanjung permainan yang diterapkan oleh pemain-pemain Persijap. Pada pertandingan kali ini, ia tak mematok kemenangan hanya seri. Namun ia mengatakan pada pemainnya untuk disiplin menjaga pergerakan lawan. Selain itu Persibas Banyumas, juga bermain tidak frontal. 

Sementara itu, Pelatih Persijap Fernando Sales mengakui secara gentel kekalahan timnya atas Persibas. Ia mengatakan, seluruh pemainnya bermain maksimal pada pertandingan Sabtu sore. 

“Pada babak pertama kami meraih banyak kesempatan, namun pada menit akhir tim lawan mendapatkan tendangan bebas, dan kami kehilangan konsentrasi. Gol kedua juga demikian, tercipta karena kurangnya kesigapan pemain kami. Tapi itulah permainan.Yang pasti selamat untuk Persibas,” ungkap Fernando. 

Disinggung mengenai kepemimpinan wasit, Fernando tidak mau secara gamblang menanggapi. Namun ia mengakui, faktor tersebut juga membawa imbas bagi timnya. 

“Saya tidak mau membahas tentang itu sebenarnya, itu (kalah dan menang) tanggung jawab saya sebagai pelatih. Namun ya kami merasakan kepemimpinan wasit kurang adil kepada kami. Bukan hanya di pertandingan ini, namun beberapa pertandingan lain,” jelas pria berkepala pelontos itu. 

Editor : Kholistiono

Persibas Permalukan Persijap di Kandang Sendiri

Pemain Persijap berduel dengan pemain Persibas Banyumas. (MurianewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dipermalukan di hadapan publik sendiri ketika melawan Persibas Banyumas, dengan skor 0-2 Sabtu (29/7/2017). Dengan kekalahan ini, tercatat Tim Laskar Kalinyamat mengalami enam kali kekalahan, dan terancam degradasi karena menghuni papan bawah Grup 3 Liga 2 Indonesia.

Kekalahan ini sekaligus menuntaskan dendam Persibas atau Laskar Bawor, yang pada putaran pertama dikalahkan oleh Laskar Kalinyamat di Stadion Satria 1-2, Minggu (30/4/2017). 

Pada pertandingan putaran kedua yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Persijap sebenarnya unggul di babak pertama. Banyak peluang yang diciptakan anak-anak asuh Fernando Sales. Namun semuanya gagal. 

Petaka bagi pasukan merah-merah justru lahir pada menit kritis menjelang jeda. Pada menit ke 44, sundulan pemain Persibas bernomor 11 Irkham Zahrul Mila membawa tim Banyumas memimpin 0-1. Sundulan sendiri berawal ketika terjadi pelanggaran di depan gawang Amirul Kurniawan, yang kemudian berbuah tendangan bebas. 

Pada babak kedua, peluang bagi Persijap masih berlimpah. Pada menit ke 62, Laskar Kalinyamat telah menyarangkan kulit bundar di gawang yang dikawal Syaiful Amar. Namun gol itu dianulir wasit, karena wasit mengatakan pemain Persijap telah melewati garis pertahanan Persibas.

Di menit ke 74, Persibas justru menggandakan kemenangan. Gol yang kembali diciptakan oleh pemain yang sama Mila. Ia memanfaatkan lowongnya pertahanan Persijp yang melompong, akibat Fisabillah dan Abrian yang mendapatkan perawatan di pinggir lapangan. 

Skor 2-0 bertahan hingga babak akhir, Persibas mengemas 13 poin. Sementara Persijap harus gigit jari dengan hanya mengoleksi 9 poin. 

 Editor : Khostiono

Jamu PSIR, Poin Penuh Wajib Diraih Persipur

Pemain Persipur melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Persipur kembali akan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (30/7/2017) besok. Lawan yang bakal dihadapi adalah PSIR Rembang. Bentrok kedua kesebelasan dijadwalkan mulai digeber pukul 15.00 WIB di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan.

Menjamu PSIR, torehan tiga poin alias menang ditargetkan manajemen Persipur. Hal ini dinilai realistis demi mengamankan posisi skuad Laskar Petir di klasmen sementara.

“Kita cukup diuntungkan main di kandang pada pertandingan ini. Hal ini harus bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan,” kata Manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (29/7/2017).

Meski demikian, Budi meminta agar para pemain tampil semangat dan jangan anggap remeh lawan kendati tampil di kandang. Sebab, dia menilai kekuatan PSIR juga cukup bagus.

Indikasinya, bisa dilihat saat pertemuan pertama lalu di Rembang. Dalam laga itu, Persipur berhasil menahan imbang PSIR dengan skor 1-1.“Kita tidak boleh anggap enteng lawan kendati main di kandang sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah yang dihadapi. Semua pemain inti dalam kondisi fit dan siap diturunkan dalam laga besok.

“Kita sudah lakukan persiapan untuk pertandingan lawan PSIR. Mudah-mudahan, kita bisa meraih tiga poin besok,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Indra Sjafri Minta Dukungan Suporter Pati untuk Kemenangan Timnas U-19 di Piala AFF

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri saat berfoto bersama, seusai berbincang-bincang dengan tokoh Persipa dan Patifosi di Safin Hotel. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri meminta dukungan kepada suporter Pati terkait pertandingan Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) yang akan berlangsung di Myanmar, 4-17 September 2017 mendatang.

Menurut Indra, dukungan dari para suporter dari seluruh Indonesia akan memberikan semangat kepada para pemain untuk lebih giat berlatih. Dukungan itu bisa berupa ucapan penyemangat yang disebar di media sosial.

“Kita akan berjuang pada 4-17 September. Kita akan coba lagi untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Mungkin supoter se-Indonesia, termasuk Pati, bisa berkomunikasi untuk memberikan support,” ujarnya, Kamis (27/7/2017).

Secara psikologis, lanjut Indra, anak-anak muda U-19 membutuhkan dukungan sebagai penyemangat. Satu-satunya dukungan yang dibutuhkan itu hanya ada pada suporter, termasuk seluruh masyarakat Indonesia.

Dia berharap, tidak kata-kata yang meragukan kualitas para pemain yang bertebaran di media sosial. Sebab, hal itu dianggap bukan sebagai sebuah dukungan, tapi menjatuhkan secara mental.

“Kalau dia (pemain) baca di medsos, semua mendukung, latihannya jadi semangat. Tapi kalau misalnya ada yang iseng-iseng (meragukan), itu kan anak muda yang baru belajar sepak bola, itu berpengaruh kurang baik pada semangat anak,” ungkap Indra.

Di Pati, Patifosi dikenal sebagai suporter militan dengan massa terbanyak. Patifosi juga diharapkan ikut memberikan dukungan terbaiknya kepada Timnas U-19 untuk menjadi juara di Piala AFF 2017.

Editor : Kholistiono

Persiku Kudus Junior Juarai Liga Soeratin Zona Jateng

Tim Persiku saat dinobatkan menjadi juara Liga Soeratin 2017 di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus berhasil menjadi juara Liga Soeratin 2017. Persiku junior memenangkan pertandingan dalam zona Jateng dengan mengalahkan PSCS Cilacap di Stadion Wergu Wetan Kudus, Selasa (25/7/2017).

Kemenangan Persiku benar-benar mantap. Persiku meraih kemenangan atas PSCS dengan skor 3-0. Dengan demikian, Persiku memastikan akan melaju ke tingkat nasional.

Ketua KONI Kudus M Ridhwan mengatakan, kemenangan Persiku telah diprediksi. Karena melihat tim Persiku tampak kuat dan solid. Sudah sepatutnya Persiku menjadi juara.

“Masih ada pertandingan lainya di tingkat nasional. Kami masih berharap Persiku selalu menang dan mrmbawa Kudus lebih baik dalam hal sepak bola,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Selama pertandingan, Persiku memang terlihat mendominasi pertandingan. Meskipun beberapa kali serangan lawan kerap mengancam gawang Persiku, namun berhasil diantisipasi.

Editor : Akrom Hazami

Fernando Kecewa Penampilan Anak Asuhnya

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah mengecap kemenangan 1-0 di kandang, Persijap Jepara kembali menelan kekalahan untuk kelima kalinya. Pada pertandingan tandang, Laskar Kalinyamat ditekuk 3-0 oleh lawan yang dikalahkannya, PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017) lalu. 

Kepada MuriaNewsCom, Pelatih Kepala Fernando Sales menyampaikan evaluasinya. Ia mengaku kecewa akan pernampilan anak-anak asuhnya yang tak menjalankan instruksinya di lapangan dengan baik. 

“Evaluasi untuk pertandingan terakhir, intinya tim bermain buruk. Kami tak berlatih memainkan bola panjang, tapi pemain melakukannya, kami tak berlatih menjaga individu (individual marks) namun pemain melakukannya. Kami berlatih menekan dengan formasi 4-4-3,5-4-1, tapi pemain tak melakukan apa-apa,” ujarnya, Senin (24/07/2017).

Disinggung mengenai kemungkinan PSCS Cilacap yang telah mempelajari permainan Laskar Kalinyamat, Fernando Sales menampiknya. Pelatih asal Brazil itu mengungkapkan telah menerapkan strategi yang berbeda guna menghadapi tim tersebut. 

Menurutnya, ia telah melakukan segala jenis latihan untuk menghadapi pertandingan kedua melawan Cilacap. Terkait komunikasi, Fernando pun menampiknya, sebab kini di tim Persijap telah kedatangan asisten pelatih anyar Denimar Carlos yang mahir berbahasa Indonesia serta mengerti persepakbolaan Indonesia. 

Menurutnya, pada pertandingan di Stadion Wijaya Kusuma Persijap hanya menguasai bola sekitar 40 persen. Sedangkan Cilacap, di bawah asuhan pelatih Barnowo diklaim oleh Fernando memainkan permainan yang sama seperti saat bermain di Jepara.  Menurutnya, sudah saatnya pemain Persijap juga berbenah diri, dan lebih bertanggung jawab. Menurutnya, bukan lagi strategi, pelatih ataupun manajemen yang menjadi permasalahan.

“Ini bukan lagi tentang komunikasi ataupun liga. Saya pernah berada di liga yang lebih keras dan ini tidak tentang strategi,” ungkap Fernando. 

Lebih lanjut, ia akan mengevaluasi betul permainan anak asuhnya. “Kita tidak bermain menekan, kita melakukan marking individu, dan saya tak menyuruh untuk itu. Namun ya sudahlah, sekarang waktunya untuk bekerja dan memenangkan pertandingan selanjutnya,” pungkas dia.

Editor : Kholistiono

Tim Sepak Takraw Jepara Incar Kemenangan di Demak

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tim Sepaktakraw Jepara targetkan menyabet gelar juara pada ajang bertitel Piala Bupati Demak. Berangkat pada Jumat (21/7/2017) pagi, mereka memboyong 10 atlet putra putri. 

Ketua rombongan Nurcholis mengatakan, total yang dibawa ke Kota Wali berjumlah 14 orang termasuk pendamping. Mereka menargetkan kemenangan pada ajang yang diselenggarakan Jumat-Minggu (21-23/7/2017). 

“Target kami juara. Jadi pada ajang ini kami maksimalkan betul kemampuan kami,” ujar anggota bidang kepelatihan Pengkab PSTI Jepara, Sabtu (22/7/2017). 

Suko Hartono Kabid Perencanaan dan program latihan Pengcab PSTI Jepara mengatakan hal serupa. Ia mengaku optimis akan target itu.

Namun demikian, dirinya tak menganggap enteng lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang tersebut. “Semua (tim) sama peluangnya, kami sudah sering bertemu peta kekuatan tidak banyak berubah. Namun demikian kita harus siap dan menyiapkan tim demi meraih juara,” harap Suko. 

Editor : Kholistiono

Hadapi PSCS Cilacap, Persijap Siap Jaga Aura Positif  

 

Suasana latihan Persijap Jepara sebelum berangkat ke Cilacap.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap cukup percaya diri menghadapi pertandingan tandang melawan PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017). Memetik kemenangan 1-0 pada laga pertama melawan anak asuhan Barnowo, Laskar Kalinyamat yang ditukangi oleh Fernando Sales berusaha mempertahankan atmosfer tersebut. 

 “Latihan untuk mempersiapkan laga ini (lawan PSCS) telah dimulai pada Senin sore. Dan saya cukup puas dan senang dengan performa yang ditunjukan oleh pemain selama latihan,” kata Fernando.

 Ia mengatakan, saat ini anak-anak asuhnya fokus dengan permainan, usai memenangkan laga pada akhir pekan kemarin. Pelatih asal Brazil ini yakin, jika pemainnya menjaga kualitas dan bermain sesuai arahannya, Persijap dapat merebut poin di Stadion Wijayakusuma. 

Pada leg kedua ini, Persijap mendapat suntikan enam pemain anyar yang mengisi semua lini. Mereka adalah, kiper Yusuf Wahyu Prayudha, Nurmufid Fastabiqul Khoirot yang berposisi sebagai pemain belakang, Tommy Oropka, Joko Tutuko dan Syahrul Romadhon yang berposisi sebagai penyerang sayap. Sementara seorang lagi yakni Redo Rinaldi berposisi sebagai penyerang depan. 

Meskipun demikian, Fernando berkata tak lantas merubah lini tim secara drastis. Hal ini guna menjaga ritme permainan dan racikan strategi yang telah diramu oleh tim pelatih. 

“Kami memboyong 20 pemain ke Cilacap. Kami percaya jika memenangkan pertandingan ini kami akan kembali pada jalur juara. Tidak ada pilihan lain untuk laga ini, selain ya dan ya (menang dan menang),” tutur dia. 

 Adapun, informasi yang dikumpulkan oleh MuriaNewsCom, Laskar Kalinyamat bertolak ke Cilacap pada Kamis (20/7/2017) malam. Hal ini mengingat jarak antara Jepara dan Kabupaten Cilacap yang terbilang jauh, sekitar 10 jam.

 

Editor : Kholistiono 

 

 

 

 

Meski Menang Atas Persiba, Namun Stamina Pemain PSIR Dinilai Merosot

Pertandingan PSIR vs Persiba Bantul di Stadion Krida Rembang, Kamis (20/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Laga lanjutan Liga 2, PSIR Rembang menjamu tamunya Persiba Bantul di Stadion Krida Rembang, Kamis (20/7/2017). Pada pertandingan sore tadi, PSIR menag 2-0 atas tamunya Persiba.

Gol pertama dicetak oleh Koko Hartanto (9) ketika babak pertama baru saja dimulai. Koko mampu melesakkan gol ke gawang Persiba pada menit ke-4 ketika mendapatkan umpan dari Muslimin (28) dari sisi kiri gawang lawan.

Sedangkan gol kedua dicetak Rudy Santoso (99) pada menit ke 41 dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan.

Meski mampu menang telak atas lawannya, namun, Pelatih PSIR Hadi Surento menilai, jika stamina anak asuhnya saat melawan Persiba justru menurun.

“Alhamdulillah bisa mencetak dua gol. Namun sayang, saat ini stamina pemain tengah menurun lantaran hanya jeda waktu 3 hari saja setelah bermain dengan Persis Solo pada Minggu kemarin. Sehingga performa pemain belum maksimal,” paparnya.

Saat ini, katanya, PSIR mengumpulkan poin 15. Sebab, masih ada tanggungan pertandingan dengan Persis Solo yang saat itu dihentikan lantaran ada insiden tawuran. Jika bisa mengantongi hasil dari Persis Solo maka poin PSIR bisa 18.

Sementara, Pelatih Persiba Bantul Sanbudiana mengakui, bahwa anak asuhnya lagi kehilangan konsentrasi.”Kita akui pemain-pemain kita pada babak pertama belum bisa fokus. Namun di saat babak kedua kita bisa fokus dan bisa menciptakan peluang-peluang,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Persijap Sempurnakan Tim Sebelum Masuk Putaran Kedua

Persijap saat menjamu PSCS Cilacap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (15/7/2017). Pada pertandingan tersebut Skuat Laskar Pelangi unggul dengan skor 1-0. Pada Sabtu (22/7/2017), giliran PSCS Cilacap menjadi tuan rumah. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Skuad Persijap Jepara berbenah jelang putaran kedua Liga 2. Enam pemain anyar resmi direkrut, namun ada pemain lawas yang meminta keluar dari tim.

Melalui rilis media, manajemen Persijap membeberkan enam pemain anyar yang telah dikontrak. Mereka adalah kiper Yusuf Wahyu Prayudha, Nurmufid Fastabiqul Khoirot yang berposisi sebagai pemain belakang, Tommy Oropka, Joko Tutuko dan Syahrul Romadhon yang berposisi sebagai penyerang sayap. Sementara seorang lagi yakni Redo Rinaldi berposisi sebagai penyerang depan.  

Mereka, menurut manajemen telah didaftarkan pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. 

Menurut CEO Persijap Esti Puji Lestari, kedatangan pemain anyar diharapkan membawa perubahan positif pada tim Laskar Kalinyamat. Meskipun telah merekrut pemain anyar, tak menutup kemungkinan akan kedatangan pemain lain.

“Masih ada waktu dua pekan (hingga 5 Agustus) untuk menambah pemain baru. Jika memang ada pemain bagus dan sesuai rekomendasi pelatih, kenapa tidak,” ujar Esti, Kamis (20/7/2017). 

Terpisah, Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales mengakui hal itu. Ia berharap dengan tambahan pemain dapat membawa tim asuhannya ke jalur kemenangan.

Disinggung terkait beberapa pemain yang tak terlihat saat sesi latihan pada Kamis pagi, Fernando mengungkap memang ada pemainnya yang keluar. “Iya, Susanto (kiper) dan satu pemain lagi meminta untuk keluar dari klub. Jadi kita tak bisa mempertahankan pemain yang ingin pergi,” kata dia. 

Sebagai ganti Susanto sebagai penjaga gawang, Fernando mengatakan telah memiliki penggantinya. 

Terkait pemasangan pemain anyar pada laga melawan PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017) esok, Fernando akan melihat situasi dan kondisi tim. “Namun kita belum tahu apa mereka (pemain baru) akan dimainkan sebagai starting eleven,lebih sebagai pilihan. Karena saya tak bisa melakukan perubahan sangat drastis pada tim inti,” tutur dia.

Editor : Kholistiono

Persipur Gagal Revans Saat Bertandang ke Kandang PSIS

Pemain PSIS merayakan pesta usai melesakkan gol ke gawang Persipur di Stadion Jatidiri Semarang. (Twitter PSIS @psisfcofficial)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ambisi Persipur untuk melakukan revans melawan PSIS gagal terwujud. Meski sudah berjuang maksimal, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Rabu (19/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan M Ridwan dari tendangan bebas menit ke 43. Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur dianggap melakukan pelanggaran beberapa meter di luar kotak penalti.

Di babak kedua, Persipur yang ketinggalan mencoba melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan tuan rumah.

Manajer Persipur Budi Susilo mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimakan beberapa peluang yang dimiliki, khususnya pada babak kedua.

“Penampilan anak-anak sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Sayangnya, beberapa peluang gagal menghasilkan gol,” katanya.

Dengan hasil ini, skuad Laskar Petir gagal membalas kekalahan yang didapat pada laga pertama liga 2. Meski pertandingan pembuka digelar di Purwodadi, namun PSIS berhasil menang 1-2 waktu itu.

 

Editor : Akrom Hazami

 

4 Atlet Tarung Derajat Grobogan Raih Tiket Porprov 2018


Atlet tarung derajat Grobogan Imron Amirullah berhasil meraih medali emas dalam Kejurda Jateng sekaligus menggondol tiket Porprov 2018. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Prestasi di luar dugaan berhasil diraih atlet tarung derajat Grobogan dalam even Kejurda Jateng yang juga digunakan sebagai ajang kualifikasi Porprov 2018. Sebab, dalam even yang dilangsungkan di Salatiga akhir pekan lalu, empat atlet Grobogan berhasil meraih tiket Porprov.

Dalam even Kejurda tersebut, ada lima atlet yang ambil bagian. Masing-masing, Imron Amirullah, Siti Suliyah, Santika, Kiansantang, dan Ariya.

Dari lima petarung ini hanya Ariya yang belum mendapat kepastian lolos Porprov. Namun, kesempatannya untuk lolos masih terbuka melalui kebijakan dari Pengurus Pengurus Tarung Derajat Jawa Tengah.

Selain meloloskan empat atlet ke Porprov, ada kejutan lain yang didapat dalam kejurda tersebut. Yakni, keberhasilan Imron meraih medali emas dan Siti Suliyah yang dapat perak.

“Prestasi yang didapat dari kejurda kemarin memang mengejutkan dan di luar dugaan. Semula, target kita bisa meloloskan dua atlet dalam Porprov sudah bagus. Ini malah ada empat orang yang lolos dan ada dua yang bisa dapat medali,” kata Ketua Tarung Derajat Grobogan Boedi Setiawan, Selasa (18/7/2017).

Menurut Boedi, target meloloskan dua atlet itu dinilai realistis. Sebab, cabor tarung derajat tergolong masih baru di Grobogan. Beda dengan cabor beladiri lain yang sudah eksis dan kaya prestasi. Seperti karate dan pencak silat.

“Kita belum punya banyak atlet seperti daerah lain, semisal Kudus. Selain itu, persiapan untuk menghadapi kejurda juga mepet,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman menyatakan, lolosnya empat petarung ke Porprov dinilai memang diluar prediksi. Ia pun merasa bangga dan memberikan apresiasi pada perjuangan atletuntuk meraih tiket pada Porprov tahun depan.

“Kebetulan saya sempat monitor penampilan atlettarung derajat kita saat bertanding di kejurda di Salatiga. Saya bangga dan salut dengan perjuangan mereka. Semoga dalam Porprov nanti mereka bisa meraih medali,” cetusnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan

Polisi menenangkan para suporter yang terlibat kericuhan dalam pertandingan antara PSIR vs Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pertandingan Liga 2 antara PSIR dan Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) terpaksa dibubarkan. Hal ini terjadi lantaran terjadi kericuhan atarsuporter saat babak kedua baru berjalan lima menit.

Berakhrinya pertandingan tersebut selang beberapa menit setelah pemain PSIR Rudi Santoso nomor punggung 99 menciptakan gol perdana dalam pertandingan ini.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengatakan bahwa, kalau menurut pengamatan yang ada, ricuh tadi setelah adanya gol dari tuan rumah.

“Nah mungkin itu menjadi memanasnya suporter. Pihak Panpel maupun polisi sebenarnya siap melanjutkan. Hanya saja pihak tamu tak menginginkan kelanjutan pertandingan itu,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ricuhnya pertandingan tersebut mengakibatkan pagar besi tribun timur Stadion Krida Rembang jebol. Selain itu saling lempar botol minuman, kayu dan batupun tak terhindarkan dari kedua belah suporter.

“Tadi kira-kira baru berjalan 5 menit dan setelah itu tim kita mengegolkan. Mungkin hal itu yang membuat memanasnya para suporter tamu. Misalkan nanti ada pengulangan pertandingan lagi di area netral dengan menggunakan waktu yang masih tersisi ya tergantung PSSI. Dan kami yakin kita tak kena sanksi. Sebab dari pihak suporter kita kondusif baik malai dari awal pertandingan hingga akhir pertandingan ini,” pungkasnya.

Sementara itu sebelum turun minum, tim tamu sebenarnya sudah tampil trengginas. Tim tamu beberapa kali mendapatkan peluang manis baik tendangan bebas, maupun tendangan pojok dua kali. Hanya saja peluang tersebut belum bisa dimaksimalkan hingga babak pertama usai.

Tak hanya itu, PSIR juga sempat mendapatkan tendangan bebas tepat di dapan gawang lantaran pemain tuan rumah dengan nomor punggung 77 atas nama Didik Kurniawan dijegal oleh pemain Persis Solo Egy Ardy Septian (2).

Sementara itu di tengah perjalanan tim tuan rumah dihadiahi wasit dengan kartu kuning lantaran Didik Kurniawan melakukan pelanggaran kepada pemain Persis Solo nomor 18 Dedi Cahyono Putra.

Editor : Ali Muntoha

Berlaga di Kejurnas Catur, 5 Pecatur Grobogan Diharapkan Bisa Bikin Kejutan

Ketua Percasi Grobogan Taufiq. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak lima pecatur dari Grobogan menjadi bagian dari kontingen Jawa Tengah dalam ajang Kerjurnas Catur 2017. Pelaksanaan kejurnas ke-46 dijadwalkan 16-22 Juli di Bogor Jawa Barat.

Ketua Percasi Grobogan Taufiq menyatakan, total pecatur yang memperkuat Jateng dalam Kejurnas itu ada 36 orang. Dari jumlah atlet itu, dari Grobogan menyumbangkan lima pecatur terbaiknya.

“Lima pecatur kita bisa memperkuat kontingen Jateng berdasarkan hasil yang didapat pada Kejurprov Catur di Banyumas, beberapa waktu lalu,” jelas Taufiq yang juga bertindak sebagai manajer atlet Jateng dalam kejurnas tersebut.

Dijelaskan, kelima atletnya masing-masing Agus Syaifudin, Asep Setiawan, dan Tjoe Fairudin yang secara berurutan meraih peringkat I, II dan III dalam Kejurprov lalu. Kemudian, ada nama Iswar Ade. Keempat pecatur ini akan tampil dalam nomor pertandingan kelompok terbuka.

Satu nama lagi adalah pecatur cilik Rizki Nanda Saputra. Pelajar dari SDN 02 Ngembak, Kecamatan Purwodadi tersebut mampu meraih peringkat III dalam Kejurprov. Rizki akan turun di nomor pertandingan junior F putra/putri umur 9 tahun.

Menurut Taufiq, keberhasilan meloloskan lima pecatur dalam Kejurnas merupakan sesuatu yang membanggakan. Sebab, pecatur Grobogan memang belum begitu banyak prestasinya dibandingkan cabang olahraga lainnya.

Untuk itulah, dia berharap agar kelima anak asuhnya itu mampu bikin kejutan dalam Kejurnas nanti. Meski persaingan sangat berat, namun Taufiq merasa optimis kalau di antara lima duta Grobogan itu bisa menggapai prestasi.

“Mohon doanya saja supaya anak-anak bisa membawa nama baik bagi Jawa Tengah dan Grobogan,” imbuhnya, sebelum bertolak menuju Bogor, Sabtu (15/7/2017).

 

Editor : Akrom Hazami

Persijap Kalahkan PSCS Cilacap

Pemain Persijap Faumi Syahreza mencoba berduel dengan pemain PSCS Cilacap saat lanjutan pertandingan Liga 2 Grup 3, di Stadion GBK Jepara, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mengalahkan PSCS Cilacap 1-0, dalam lanjutan Liga 2 Grup 3, di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK) Sabtu (15/7/2017). Dengan hasil itu, rekor tak pernah kalah Laskar Nusakambangan dipatahkan oleh Laskar Kalinyamat. 

Gol Persijap dicetak oleh Yuda Risky Irawan di menit 71. Lewat sundulan, pemain bernomor 17 itu mengkonversi umpan dari Ariannis menjadi gol penentu kemenangan anak-anak asuh Fernando Sales itu. 

Dalam pertandingan, Persijap Jepara lebih banyak menguasai bola di babak awal. Sementara PSCS Cilacap tak mampu mengembangkan permainannya, meski pada menit ke-18 hingga 19, mereka sempat mengurung pemain-pemain laskar Kalinyamat. 

Peluang Persijap Jepara banyak tercipta di babak pertama. Di menit 22 Faumi Syahreza melesakan bola. Namun sayang sepakannya membentur mistar gawang PSCS Cilacap yang dijaga Ega Rizky Pramana. 

Peluang kedua dari Persijap dibuat oleh kapten tim Abdul Latif Hasyim. Pada menit ke 36, ia mencoba peruntungan dengan menembak langsung dari luar kotak gawang, namun gagal. Bola tak menemui sasaran. 

Sementara itu, peluang dari PSCS Cilacap tercipta pada menit 41. Pemain nomor punggung 78 Muh Fadlan  Gupran yang menendang bola kearah gawang Persijap. Namun Kiper Laskar Kalinyamat berhasil menyelamatkan gawangnya. 

Babak pertama, skor berakhir kacamata, 0-0 bagi kedua tim. Memasuki babak kedua, Persijap kembali menekan PSCS. Petaka bagi pemain Cilacap terjadi pada menit ke 71. Akselerasi Ariannis dan umpannya ke Yuda, berhasil dikonversi menjadi gol. 

Pelatih PSCS Cilacap Barnowo mengakui timnya kedodoran dalam 90 menit pertandingan. Ia menyebut, gol yang terjadi, murni berasal dari kesalahan lini belakang.  “Gol Persijap ke gawang kami, murni kesalahan kami. Misalnya center back dan wing back tidak saling menunggu dan atensi laju bola mestinya tidak perlu terjadi,” katanya. 

Dirinya mengatakan, tekanan yang diberikan oleh anak-anak Persijap diakui cukup menguras kepercayaan diri timnya. Hal itu menyebabkan anak asuhnya tak bisa memberikan umpan akurat dan selalu telat dalam memberikan tekanan kepada lawan.  “Selamat kepada Persijap kita tunggu nanti tanggal 22 di Cilacap. Kami harap permainan kami lebih baik, dan pola yang diterapkan oleh Persijap akan menjadi pembahasan kami,” ucap Barnowo.

Sementara itu pelatih kepala Persijap Fernando Sales menyebut, kemenangan kali ini adalah bekal berharga menapaki putaran kedua. Dirinya mengatakan PSCS menunjukan permainan yang bagus.”PSCS Cilacap bermain bagus hingga menuntut kita untuk mengeluarkan permainan terbaik kita. Dengan kemenangan ini, sekaligus mematahkan kekalahan beruntun yang kita alami. Harapannya kedepan bisa lebih melanjutkan kemenangan ini,” tuturnya. 

Fernando menyebut, kemenangan ini mengembalikan kepercayaan timnya untuk menapaki kompetisi.  

Editor : Akrom Hazami

 

Persipur Imbang Lawan Persipon di Pontianak

Pemain Persipur melawan Persipon Pontianak, Jumat. (INSTAGRAM PERSIPUR PURWODADI)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesempatan meraih tiga poin gagal didapat Persipur saat bertandang ke kandang Persipon Pontianak, Jumat (14/7/2017). Sempat unggul 0-1, Persipur akhirnya harus puas bermain imbang. Satu gol yang dilesakkan pemain Persipon di menit akhir menjadikan skor pertandingan berakhir imbang 1-1 sampai peluit panjang dibunyikan.

“Kesempatan meraih tiga angka sebenarnya cukup terbuka. Sayang, kita kecolongan di menit akhir,” kata Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto.

Meski gagal dapat poin penuh namun pria yang akrab disapa Ndondot itu mengaku cukup puas. Sebab, target meraih poin, meski hanya satu angka, berhasil didapat.

“Pertandingan tandang bisa dapat angka, saya rasa sudah bagus,” jelasnya.

Dalam pertandingan tersebut, Persipur tidak bisa tampil maksimal. Kondisi fisik pemain terlihat belum begitu prima. Gol Persipur dilesakkan oleh Andi Jamal menit 76. Sedangkan gol lawan pada menit 85 oleh Hengky P.

Hal itu cukup beralasan, mengingat pada Minggu (9/7/2017) lalu, Persipur baru menjalani laga tandang melawan Sragen United. Kemudian, Kamis kemarin, pemain sudah bertolak menuju Pontianak. Kondisi ini menjadikan pemain tidak punya banyak waktu istirahat untuk memulihkan stamina.

“Anak-anak sudah berupaya tampil maksimal dalam pertandingan tadi. Dapat satu angka saya rasa sudah patut disyukuri,” imbuh pelatih Wahyu Teguh.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Pelatih Persijap Siapkan Strategi Khusus Hadapi Cilacap

Fernando Sales, Pelatih Persijap saat memeberikan instruksi di sesi latihan di SUGBK. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap dijadwalkan melakoni laga kontra PSCS Cilacap di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK), Sabtu (15/7/2017) sore. Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales mengaku belajar banyak dari pertandingan sebelumnya. 

“Kami berlatih untuk memperbaiki apa yang kami anggap salah pada pertandingan melawan Persibat Batang. Kami bermain cukup baik melawan mereka (Persibat) dan kami akan mencoba untuk meraih kemenangan besok,” ujar Fernando, Jumat (14/7/2017) siang. 

Ia mengatakan, timnya kini dalam kondisi percaya diri menghadapi runner up Grup 3 Liga 2 itu. Menurutnya, timnya hanya cukup bermain seperti apa yang dilakukan saat menghadapi Persibat. Hanya saja kali ini ia berharap agar anak-anak asuhnya tak gagal mencetak skor. 

Mengenai seorang pemainnya Riswan Dani yang cidera, Fernando menyatakan, belum bisa memastikan penampilannya. Namun demikian, Dani telah mengikuti sesi latihan pagi tadi. 

Disinggung terkait performa tim yang kerapkali menurun di babak kedua, Fernando menampiknya. Ia mengatakan, hal itu lebih didominasi gagalnya pemain menjalankan strategi.

“Tidak tentang stamina, namun tentang berada di tempat dan melakukan antisipasi yang tepat. Gol Persibat ke gawang kami bukan masalah stamina, begitu juga saat PSS Sleman membobol gawang kami bukan soal itu. Semua bermula dari ketidakfokusan, karena mereka (pemain) tahu apa yang harus dilakukan tapi tak melaksanakannya. Dan kami kebobolan justru berawal dari tendangan pojok dan umpan silang,” katanya. 

Terakhir, Fernando berujar telah menyiapkan strategi khusus menghadapi PSCS Cilacap. Namun demikian hal itu berpulang pada anak asuhnya di lapangan. 

“Ya kami sudah mempersiapkannya (strategi khusus) dan saya berharap pemain dapat mengeksekusinya,” tutup pelatih asal Brazil itu. 

Editor : Kholistiono

DPRD Jateng Pantau Kesiapan Penyelenggaraan Popnas Gulat di Grobogan

Anggota Komisi E DPRD Jateng melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan dalam rangka monitoring kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) gulat, Selasa (11/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Komisi E DPRD Jateng melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Selasa (11/7/2017). Kunjungan yang dipimpin Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asy’ari itu dilakukan dalam rangka pantauan kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) gulat yang akan dilangsungkan di Grobogan pertengahan September mendatang.

“Beberapa waktu lalu sudah diputuskan kalau Grobogan akan jadi tuan rumah Popnas untuk cabor gulat. Kami kesini untuk memantau sejauh mana kesiapannya dan kendala yang dihadapi. Kalau ada kendala nanti dari Pemprov juga akan ikut mencarikan solusi,” kata Hasan.

Rombongan wakil rakyat Jateng diterima Sekda Grobogan Moh Sumarsono di ruang rapat bupati. Hadir pula Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono, Sekretaris KONI Grobogan Edi Susanto, perwakilan dari Disporapar Jateng, KONI Jateng dan Pengurus PGSI Jateng maupun Grobogan.

Dalam kesempatan itu, Hasan menyatakan, mengingat even tersebut skala nasional maka persiapannya harus dilakukan lebih awal. Sebab, jumlah personel yang terlihat dalam Popnas itu cukup banyak karena hampir seluruh provinsi ambil bagian. Selain atlit dan ofisial juga akan terlibat instruktur pertandingan.

“Pelaksanaan Popnas akan ditempatkan di GOR Purwodadi. Meski waktunya masih sekitar dua bulan lagi namun mulai sekarang harus dipersiapkan dengan baik supaya pelaksanaan Popnas bisa sukses,” jelasnya.

Sumarsono yang kebetulan juga menjabat jadi Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Grobogan itu menyatakan, pihaknya merasa bangga karena dipercaya jadi tuan rumah Popnas gulat. Sebab, dengan adanya even ini secara tidak langsung akan bisa menarik animo masyarakat untuk menekuni olahraga gulat.

Di sisi lain, dengan ditunjuk jadi tuan rumah maka ada beberapa konsekuensi yang harus dilakukan. Antara lain, mempersiapkan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di lokasi pertandingan.

“Peralatan pertandingan seperti matras dan lainnya tentu harus tersedia. Kemudian, untuk toilet di dalam GOR juga harus kita benahi. Nantinya, untuk kesiapan penyelenggaraan Popnas gulat akan kita bahas lebih lanjut dengan semua instansi terkait. Yang pasti, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar even Popnas gulat terselenggara dengan baik,” imbuhnya. 

 

Editor : Akrom Hazami

Manajemen Persijap Belum Restui Pengunduran Diri Fernando Sales

Pelatih Persijap Fernando Sales.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap masih enggan melepas Fernando Sales sebagai pelatih kepala. Pembicaraan terkait hal tersebut, masih terus dilakukan oleh kedua belah pihak.

CEO Persijap Esti Puji Lestari berucap, ia belum sepakat akan keputusan pelatih asal Brazil tersebut. “Belum saya sepakati, jadi (Fernando Sales) masih pelatih kepala,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini permintaan pelatih berkepala pelontos itu, masih sekadar ucapan lisan. Pihak manajemen Persijap belum menerima surat pengunduran diri, secara resmi. 

Diberitakan sebelumnya, Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales menyatakan, pengunduran diri usai laga melawan Persibat Batang, Sabtu (8/7/2017). Hal itu ia umumkan dalam akun instagramnya @fscoach_37.

Pada saat dikonfirmasi, ia membenarkan statemennya di media sosial tersebut. Dirinya mengaku telah berbicara baik kepada tim ataupun manajemen terkait keinginannya mundur. “Ya saya sangat yakin (dengan keputusan meninggalkan Persijap),” tulisnya, dalam konfirmasi lewat jejaring pesan WhatsApp.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Tim Persijap Llano Mahardika mengatakan hal serupa. Saat ini pihaknya tengah mengupayakan pembicaraan lanjutan dengan Fernando. 

“Secara lisan memang ada penyampaian mundur dari Fernando. Namun sebenarnya sebagai manajemen tidak berkeinginan melepas karena masih percaya dengan kemampuan pelatih dan masih ingin bersama berjuang menempuh liga 2. Namun tentunya semua hal perlu dibicarakan lebih lanjut oleh kedua belah pihak agar jelas,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini pelatih berlisensi A UEFA itu masih berada di Jepara. Kesempatan itu akan digunakan oleh manajemen untuk membicarakan pengunduran diri Sales. 

Terkait kondisi tim jelang laga kontra PSCS Cilacap Sabtu (15/7/2017) pekan ini, Llano mengungkapkan tim Persijap tetap berlatih. Usai pernyataan undur diri Fernando, menurutnya berpengaruh pada kondisi psikologis dan teknis pemain. “Beragam (kondisi psikologis pemain). Untuk itu (latihan) akan dihandel bersama,” tulisnya singkat. 

Editor : Kholistiono

Persipur Kalah dari Sragen United Akibat Gol Penalti Andrid Wibawa

Pemain Persipur (putih) membawa bola saat meladeni Sragen United. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Ambisi Persipur untuk meraih angka saat bertanding dengan Sragen United gagal terwujud. Meski tampil apik, skuad Laskar Petir kalah tipis 1-0 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Citarum Semarang, Minggu (9/7/2017).

Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan itu dilesakkan dari titik putih, 5 menit sebelum jeda pertandingan.

Penalti tersebut diberikan setelah pemain belakang Persipur Wahyu Hendra yang dianggap handsball di kotak terlarang. Pemain Sragen United Andrid Wibawa yang dipercaya jadi alogjo pinalti sukes menjalankan tugasnya.

Di babak kedua, giliran Persipur yang melakukan tekanan. Berulang kali, serangan dari sisi kanan maupun kiri terus dilancarkan Heri Susilo dan kawan-kawan. Namun, serangan dari Jordan Foranda maupun Roberto E Sauyai tak mampu menembus kuatnya tembok pertahanan Sragen United.

Assisten Pelatih Persipur, Abdul Gani mengaku kurang puas dengan hasil akhir pertandingan. Sebab, anak asuhnya gagal memaksimaklan peluang kendati mampu mengendalikan permainan, khususnya pada babak kedua.

“Kondisi pemain memang masih maksimal. Tim Sragen United saya rasa berhak menang karena bermain lebih bagus,’’ jelasnya dalam jumpa pers usai pertandingan.

Pelatih Sragen United Jaya Hartono menegaskan, kemenangan itu dinilai sangat penting untuk mengembalikan motivasi permainan. Sebeb, sebelumnya, timnya hanya mampu menang sekali, 3 kali kalah dan sekali seri dalam lima laga sebelumnya yang sudah dijalani.

Editor : Kholistiono

Pertandingan di Pindah ke Semarang, Persipur Targetkan Poin Penuh

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target menang dibebankan para pemain Persipur saat berlaga dalam kompetisi Liga 2 melawan Sragen United, Minggu (9/7/2017). Meski demikian, untuk merealisasikan target itu bukan pekerjaan gampang. Soalnya, dalam laga nanti, Persipur statusnya bertindak jadi tim tamu.

“Target kita memang bisa dapat poin. Kalau bisa tiga poin alias menang, tidak sekadar seri saja. Kita butuh dapat poin terus supaya bisa naik klasemen ke papan atas,”  kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, di Grobogan, Sabtu (8/7/2017).

Wahyu menegaskan, upaya semaksimal mungkin akan dilakukan untuk mendapatkan angka. Guna mewujudkan ambisi, pihaknya fokus memantapkan performa tim pascalebaran. Hal itu perlu dilakukan karena pada penampilan sebelumnya masih banyak kekurangan yang terlihat. Salah satunya adalah soal kerja sama antarpemain yang belum begitu kompak. Kekurangan lainnya adalah, soal penyelesaian akhir.

Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen. Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

Dengan pindahnya tempat pertandingan, sedikit banyak akan menguntungkan Persipur. Sebab, pendukung lawan bisa dipastikan tidak banyak hadir di Semarang, dibandingkan jika laga tetap digelar di Sragen.

 

Editor : Akrom Hazami

Fernando Sales Mundur dari Kursi Pelatih Persijap

Melalui instagramnya, Fernando Sales menyatakan diri untuk mundur dari kursi pelatih Persijap. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales menyatakan pengunduran diri, usai laga Persijap melawan Persibat Batang, Sabtu (8/7/2017). Hal itu ia umumkan dalam akun instagramnya @fscoach_37.

“Pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bu Esti Lestari, Pak Llano, staf dan pemain. Ini (pengalaman melatih di Persijap) adalah pengalaman yang baik dalam hidup saya! Namun sayangnya, hasilnya tak sesuai dengan apa yang saya harapkan, Lalu saya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saya seperti yang diinginkan oleh suporter. Terima kasih banyak untuk semua yang mendukung saya dan maaf untuk semua yang saya kecewakan. #Persijapjepara #persijapjeparafans selamat tinggal!” tulis Fernando dalam bahasa Inggris.

Pernyataan itu kami konfirmasi langsung kepada sang empunya akun. Dalam perbincangan lewat jejaring pesan Whatsapp, pelatih asal Brazil ini membenarkannya.”Ya saya sangat yakin (dengan keputusan meninggalkan Persijap),” tulisnya, pukul 21.01 WIB.

Ia mengatakan, saat bermain lawan Persibat Batang pemainnya bermain bagus dan sebenarnya tak berhak atas kekalahan. Menurutnya, timnya memunyai banyak sekali kesempatan untuk mencetak angka.

Adapun, pertandingan antara Persijap dan Persibat, berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Batang. 

Sales menyebut, keputusannya itu telah ia komunikasikan dengan Manajer Persijap Llano Mahardika dan pemain. Mereka (Manajemen Persijap) meminta dirinya untuk berpikir ulang, namun pelatih berlisensi A UEFA itu mantap dengan keputusannya. 

Lebih lanjut, keputusannya untuk resign dari kursi pelatih dipicu oleh tindakan dari penonton. “Saya resign karena ada orang yang mencoba memukul saya. Saya tenang dan menghargai semuanya, namun begitu seseorang mencoba untuk tidak menghargai saya, saya juga bisa bersikap sama,” lanjutnya. 

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh suporter itu tidak mencerminkan tindakan warga Jepara ataupun suporter sejati. Sales menganggap, meskipun penonton membayar dan protes, namun mereka tak bisa masuk ke lapangan dan melakukan perbuatan sesuka hati.

Editor : Kholistiono

Laga Persipur Vs Sragen United Dipindah ke Semarang

Pemain Persipur saat melakukan latihan rutin jelang laga, di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tempat pertandingan Persipur melawan Sragen United mengalami perubahan. Sedianya, pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Sukowati Sragen, Minggu (9/7/2017). Namun, dari pihak PSSI memutuskan pertandingan itu lokasinya digeser di Stadion Citarum Semarang.

“Waktu pertandingannya tidak ada perubahan. Hanya tempatnya saja yang ganti, dari Sragen pindah ke Semarang,” ungkap manajer Persipur Budi Susilo, Kamis (6/7/2017).

Dijelaskan, sebelumnya pihak Sragen United menghendaki pertandingan itu digelar di Purwodadi meski mereka harusnya jadi tuan rumah. Alasannya, Stadion di Sragen tidak bisa digunakan untuk laga karena dalam proses renovasi.

“Jadi, sebelumnya mereka sudah kirim surat supaya menjadikan Stadion Krida Bhakti untuk homebase pertandingan. Hal ini sudah kita setujui,” jelasnya.

Namun, kemudian ada surat dari PSSI yang meminta agar pertandingan dilangsungkan di Semarang. Sebabnya, manajemen Sragen United sudah diambil alih Asprov PSSI Jateng karena mengalami masalah.

“Sebenarnya kita sudah melakukan persiapan untuk menggelar pertandingan dengan Sragen United di Purwodadi. Namun, hal ini tidak bisa terlaksana karena pertandingan dipindah ke Semarang. Hari Sabtu sore lusa, tim Persipur akan berangkat ke Semarang,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami