Video – Sedang Layani Pelanggan, 8 PK di 2 Kafe Dijaring

uplod jam 17 00 PK Kudus 1

PK dimintai keterangan di kantor Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya delapan pemandu karaoke (PK), ditertibkan Satpol PP saat kegiatan razia. Ke delapan PK tersebut, tertangkap basah saat melayani pelanggan di Kudus.

Hal itu disampaikan Muhtarom, penyidik Satpol PP Kudus. Menurutnya, kedua tempat tersebut berada di kafe daerah Ruko Panjunan dan sebuah tempat karaoke yang terdapat di lingkar selatan Jati-Jetak.

“Total delapan, oleh petugas sebagian langsung dibawa ke Satpol PP untuk diberikan pembinaan saat itu juga. Sedangkan tiga lainnya baru diberikan pembinaan segera,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Rata-rata, kedelapan PK tersebut berasal dari luar Kudus. Seperti Pati, Jepara bahkan dari Cirebon, Jawa Barat. Namun, dua di antaranya merupakan asli Kudus.

Menurutnya, ke delapan PK harus menandatangani perjanjian di atas materai tentang apa yang dilakukan. Yakni tidak akan menjadi pemandu karaoke di Kudus. Sebab, tidak semua titik, jadi tempat karaoke di Kudus. Terlebih memakai PK.

“Jika masih nekat melanggar perjanjian dengan apa yang mereka tanda tangani. Maka kami pastikan akan menempuh jalur hukum,” ancamnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pengalaman, setelah tertangkap petugas, biasanya tidak akan ada lagi yang kembali tertangkap. Sehingga sampai sekarang belum ada yang mencapai proses hukum.

“Kami hanya menjalankan tugas, jadi kami melakukan hal semacam ini. Sebab mereka sudah melanggar perda tentang karaoke di Kudus,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Video – Ratusan Ribu Buku Bacaan Berjenjang  Banjiri SD dan MI di Kudus

Pemberian bantuan buku baca berjenjang secara simbolis (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemberian bantuan buku baca berjenjang secara simbolis (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kudus mendapatkan ratusan ribu buku bacaan berjenjang dari USAID Prioritas, yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.

Bantuan bukun bacaan berjenjang tersebut, dimaksudkan untuk membantu proses pembelajaran siswa di kelas untuk tingkat SD sederajat. Buku tersebut, sekaligus tindak lanjut dari pelatihan yang diberikan terhadap tenaga pendidik oleh USAID Prioritas dan Disdikpora beberapa waktu lalu.

Purnomo, Kordinator USAID Prioritas Kabupaten Kudus mengatakan, ratusan ribu buku bacaan berjenjang tersebut dibagikan secara bertahap. Untuk tahap awal ini, buku dibagikan di dua kecamatan yang ada di Kudus, yakni Kecamatan Gebog dan Dawe.

“Untuk di Kecamatan Gebog, ada 17 sekolah yang mendapatkan bantuan buku. Sedangkan untuk Kecamatan Dawe, sekolah yang mendapatkan sebanyak 15. Jadi, total dalam tahap awal sejumlah 32 sekolah,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, masing-masing sekolah yang mendapatkan buku sebanyak 600 buah dalam satu paket. Buku tersebut merupakan buku berjenjang yang nominalnya mencapai Rp 7 jutaan.

Untuk di Kudus, lanjutnya, terdapat 175 sekolah yang mendapatkan bantuan. 137  untuk sekolah dasar dan sisanya untuk MI. Meski demikian, buku yang diterima jumlahnya sama, antara satu sekolah dengan sekolah lain.

“Jadi, total buku yang diberikan adalah 105 ribu buku untuk 175 sekolah yang terdapat di Kudus. Pembagian dilakukan dalam beberapa tahap, dan untuk  tahap adalah awal bulan ini,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

 

Video – Bupati Janji Bakal Serahkan Petisi Nelayan Pati Kepada Menteri Susi

Bupati Pati Haryanto menemui nelayan dan akan menyerahkan petisi nelayan kepada Menteri Susi Pudjiastuti. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menemui nelayan dan akan menyerahkan petisi nelayan kepada Menteri Susi Pudjiastuti. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto berjanji akan menyerahkan petisi berisi tuntutan dari nelayan Pati kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Petisi itu diserahkan perwakilan nelayan kepada Haryanto di depan Kantor Bupati Pati, Selasa (29/3/2016).

Petisi tersebut berbunyi “Kami para nelayan dan pekerja perikanan di Pati dengan ini menyatakan kekecewaan kami yang sangat dalam atas kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti yang telah menyengsarakan dan mematikan kehidupan perekonomian para nelayan dan pekerja perikanan di seluruh pelosok Indonesia.”

Berkaitan dengan hal tersebut, nelayan meminta kepada Presiden RI Joko Widodo agar mempertimbangkan kembali penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI demi peningkatan hidup kesejahteraan para nelayan, serta ketenangan dan kepastian usaha di bidang perikanan.

Hal ini sesuai dengan janji calon presiden Joko Widodo yang diucapkan di depan nelayan Desa Karangsong, Indramayu saat berkampanye dulu bahwa akan dengan sekuat tenaga memperjuangkan nasib dan hidup nelayan beserta keluarganya di seluruh Indonesia.”

Petisi itu ditandatangani Hadi Sutrisno atas nama seluruh nelayan dan pekerja perikanan Pati. “Saya paham betapa sulitnya nelayan dengan adanya peraturan menteri ini. Itu sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat, saya akan meneruskan surat-surat dan petisi ini kepada pemerintah pusat. Kalau saya yang punya kebijakan, sudah barang tentu akan saya lakukan untuk rakyat saya, untuk nelayan saya,” kata Haryanto di depan awak media.

Haryanto sendiri mengaku sudah membuat surat sampai empat kali kepada Menteri Susi. Surat kelima ditujukan kepada Menteri Koordinator Maritim dan Sumberdaya Rizal Ramli. Kendati begitu, surat-surat itu diakui belum pernah ditanggapi.

“Saya sudah melayangkan surat-surat sebanyak lima kali kepada kementerian. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan. Saya juga sudah melaporkan kepada gubernur kaitannya dengan masalah ini. Kami berharap pemerintah bisa memahami kondisi ini,” tukasnya.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Nelayan Pati Pilih Mati Perjuangkan Kapal Cantrang Ketimbang Mati Kelaparan

Video – Hore…Warga Pedesaan di Kudus Bakal Bisa Nonton Film di Bioskop Secara Gratis

Kasi Seni Budaya, Tradisi dan Bahasa Kebudayaan pada Disbudpar Kuds Giyono (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kasi Seni Budaya, Tradisi dan Bahasa Kebudayaan pada Disbudpar Kuds Giyono (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Masyarakat pedesaan di Kudus dalam waktu dekat bakal bisa menonton film di bioskop, tanpa perlu jauh-jauh ke gedung bioskop yang terdapat di perkotaan. Hal ini, karena bantuan mobil bioskop yang diterima Pemkab Kudus, operasionalnya bakal diprioritaskan ke pedesaan.
Kepala Disbudpar Kudus melalui Kasi Seni Budaya,Tradisi dan Bahasa Kebudayaan Giyono mengatakan, jika saat ini pihaknya masih menyiapkan sumber daya manusia yang dikhususkan untuk pengoperasian mobil bioskop tersebut.

Menurutnya, dengan adanya mobil bioskop tersebut, nantinya masyarakat bisa lebih tahu mengenai sejarah dan kebudayaan Kabupaten Kudus. Karena, untuk pemutaran film, nantinya pihaknya lebih kepada film dokumenter atau film yang berkaitan dengan sejarah Kudus.

“Dengan cara semacam itu, akan mampu membuat masyarakat jadi lebih tertarik belajar sejarah dan budaya. Sebab cara yang digunakan adalah dengan cara menonton film,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk saat ini pihaknya telah menyiapkan puluhan film lokal, baik dokumenter maupun tentang sejarah. Adapula, katanya, dokumentasi budaya dari daerah lain.

“Ada pula atraksi penampilan barongan, barongsai, dan lain sebagainya. Dengan demikian maka masyarakat akan mengetahui tentang hal kebudayaan. Sedangkan, untuk film nasional, kita masih belum punya,” ujarnya.

Dirinya menyatakan, jika sasarannya adalah masyarakat desa, khususnya di daerah perbatasan, akan lebih kena. Sebab, masyarakat desa masih kental dengan budaya.

Editor : Kholistiono

 

Video – Ribuan Nelayan Rembang Ancam Duduki Istana Negara Hingga Presiden Mau Lengserkan Susi

Ribuan nelayan di Rembang melakukan aksi demo (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ribuan nelayan di Rembang melakukan aksi demo (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Usai menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Rembang, ribuan nelayan di Kota Garam ancam akan menduduki Istana Negara pada Hari Nelayan Nasional pada 6 April nanti.

Hal tersebut disampaikan oleh Suyoto, Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Bangkit Kabupaten Rembang, Senin (28/3/2016). Ia katakan, ribuan nelayan yang melakukan demo saat ini, akan ikut bergabung dengan nelayan dari seluruh Indonesia pada Hari Nelayan Nasional.

“Kita nanti ke Jakarta, kita akan turun jalan di Jakarta. Kita akan duduki Istana Negara sampai Bapak Jokowi mengatakan “Okelah Susi Pudjiastuti dilengserkan”. Nanti menyesuaikan moment Hari Nelayan Nasional pada tanggal 6 April,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Ia menyebut, aksi ribuan nelayan yang menggeruduk DPRD setempat hanyalah demo pemanasan saja. Bahkan, Suyoto menganalogikan demo ribuan nelayan itu hanya sebagai gerimis saja.

“Ini baru awalnya, ibarat hujan baru gerimisnya. Karena,ini kaitannya dengan perut. Semua nelayan banyak yang tidak bisa melaut karena peraturan Susi. Makanya, bisa sebanyak  ini. Bayangkan, jika nanti jadi demo besar-besaran di Jakarta,” ujarnya.

Dalam aksi yang melibatkan para istri nelayan tersebut, juga diwarnai dengan penandatanganan bersama pada kain kafan sepanjang 10 meter. Kemudian diakhiri dengan penyerahan Petisi Nelayan Kabupaten Rembang kepada perwakilan DPRD setempat.

Adapun isi petisi tersebut, yakni nelayan dan pekerja perikanan Rembang, menyatakan kekecewaannya yang sangat dalam atas kinerja Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti. Karena, Susi dinilai telah menyengsarakan dan mematikan kehidupan perekonomian para nelayan dan pekerja di seluruh pelosok Indonesia.

Berkaitan dengan hal tersebut, mereka memohon bantuan kepada Bupati Rembang, Ketua DPRD, dan kepada Presiden RI agar mempertimbangkan kembali Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan, demi peningkatan hidup kesejahteraan para nelayan, serta ketenangan dan kepastian usaha di bidang perikanan.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Ribuan Nelayan Rembang Demo, Tuntut Susi Turun dari Kursi Menteri

 

Video – Buntut Bentrok Pasar Penampungan Ngabul Jepara, Korban Lapor Polisi

Aksi bentrok yang terjadi antara pedagang pasar penampungan Ngabul, bersama Satpol PP Jepara, Selasa (22/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aksi bentrok yang terjadi antara pedagang pasar penampungan Ngabul, bersama Satpol PP Jepara, Selasa (22/3/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Upaya eksekusi pasar penampungan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, pada Selasa (22/3/2016) menyisakan persoalan. Karena, upaya eksekusi hingga terjadi bentrok antara pedagang dengan aparat Satpol PP Jepara itu mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka. Korban yang mengalami luka-luka di pihak pedagang tersebut melaporkan ke pihak kepolisian.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang pedagang Abdul Rozak. Menurut dia, beberapa korban luka akibat bentrok kemarin langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Jepara.

“Kemarin sore langsung datang ke Polres untuk melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat Satpol PP,” kata Rozak kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/3/2016).

Baca juga : 3 Orang Pingsan, dan Ibu-ibu Menangis saat Bentrok Pedagang di Ngabul Jepara 

Menurutnya, beberapa pedagang memang mengalami luka-luka. Bahkan ada yang mengalami luka yang cukup serius ketika dilakukan visum. Luka yang dialami yakni memar dan terjadi masalah di bagian leher.

“Kebanyakan lukanya memar karena aksi dorong-dorongan kemarin. Apapun hasilnya nanti, pedagang minta keadilan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang lain, Audi mengatakan, peristiwa bntrok kemarin seharusnya tidak terjadi. Apalagi sepengetahuan dirinya aparat telah diwanti-wanti oleh Bupati Jepara agar tidak melakukan tindakan kekerasan.

“Tapi di lapangan terjadi gesekan hingga beberapa pedagang sampai tak sadarkan diri. Seharusnya gesekan seperti kemarin tidak usah terjadi, apalagi mayoritas pedagang adalah ibu-ibu,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Video – Jembatan Kedungbule Jepara Makan Korban, 1 Tewas, 1 Luka Parah

Korban mendapatkan perawatan di rumah sakit (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Korban mendapatkan perawatan di rumah sakit (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jembatan Kedungbule, Jalan Jepara-Kudus tepatnya di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara, Selasa (22/3/2016) sore tadi. Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor dan bus, hingga mengakibatkan satu korban tewas dan satu lainnya kritis.

Peristiwa ini bermula ketika pengendara sepeda motor Vario dengan nomor polisi H 5922 NF yang diketahui bernama Rukemi (49), warga Desa Kalianyar, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Rukemi memboncengkan Habib Mustafa (49).

Kendaraan yang dikendaraibertabrakan dengan Bus Dewi Sri jurusan Jepara – Semarang dengan nomor polisi H 1435 BE  yang dikemudikan oleh Heru Fitriyanto (25), warga Desa Tempuran, Demak.

Akibat kejadian tersebut, Rukemi, yang mengendarai sepeda motor tewas di lokasi kejadian, karena mengalami luka parah pada bagian kepala. Sedangkan Habib, mengalami patah tulang pada tangan dan luka di pelipisnya. Saat ini, kondisinya kritis . Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Kartini Jepara.

Salah seorang saksi mata, Murdi mengatakan, saat kejadian, bus yang sedang melaju dari dari arah selatan tersebut hendak menyalip truk di depannya. Namun dari arah yang berlawanan ada sepeda motor korban yang sedang melaju. Kemudian, bus menyalip di luar jalur.

“Kecelakaan terjadi tepat di jembatan. Bus yang mau menyalip tersebut langsung menabrak pengendara motor. Satu orang langsung meninggal di lokasi,” katanya.

Kecelakaan tersebut sudah ditangani Satlantas Polres Jepara. Sedangkan sopir bus saat ini diamankan di Mapolres untuk dimintai keterangan.

Editor : Kholistiono

 

Video – Ratusan Anak PAUD Peringati Hari Air

Anak-anak dari berbagai PAUD dan KB di Desa Rahtawu dan Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus, menyiramkan air ke pohon yang mereka tanam dalam rangka Hari Air, Selasa (22/3/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

Anak-anak dari berbagai PAUD dan KB di Desa Rahtawu dan Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus, menyiramkan air ke pohon yang mereka tanam dalam rangka Hari Air, Selasa (22/3/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan anak dari lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Kelompok bermain (KB) yang berasal dari Desa Menawan dan Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, memperingati Hari Air yang jatuh pada Selasa (22/2016).

Kegiatan yang dilangsungkan di areal persawahan Desa Rahtawu itu, diisi dengan penanaman pohon bersama-sama. Masing-masing anak yang ikut kegiatan ini, melakukan penanaman pohon berbagai jenis. Pohon yang ditanam adalah pohon produktif, yang mampu menghasilkan bagi warga sekitar nantinya.

Bersama orang tua mereka, anak-anak itu kemudian menanam pohon dan menyiramkan air ke atasnya. Meski belum memahami maksudnya, namun mereka sangat antusia mengikuti kegiatan tersebut.

Apalagi saat diajak turun ke areal sawah. Mereka terlihat gembira dan tidak berhenti saling bercanda dengan rekan-rekannya. Suasana makin meriah, karena anak-anak saling berebutan untuk menanam dan menyiram tanamannya.

“Senang tadi menanam pohon,” kata Agus, salah satu murid PAUD saat ditanya kesannya mengikuti kegiatan itu.

Kegiatan ini diikuti sembilan KB dan PAUD yang ada di dua desa tersebut. Kegiatan ini juga disebut sebagai upaya pengenalan lingkungan bagi anak-anak. Meski harus menyusuri jalanan Desa Rahtawu yang naik turun, namun anak-anak itu tetap senang. Sedang orang tuanya terlihat ngos-ngosan.

Editor: Merie

 

Video – Tidak Ingin Dirugikan? Segera Tera Ulang Timbangan Anda

H Haryo Saputro petugas tera dari Balai Metrologi wilayah Pati sedang mengecek timbangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

H Haryo Saputro petugas tera dari Balai Metrologi wilayah Pati sedang mengecek timbangan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan timbangan para pedagang, ternyata tidak pas ukuran atau takarannya. Hal itu diketahui dari banyaknya timbangan yang dilakukan tera ulang timbangan.

Petugas Tera dari Balai Metrologi wilayah Pati H Haryo Saputro mengungkapkan, tera ulang merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pedagang. Dengan adanya tera ulang, maka baik konsumen maupun produsen terlindungi dan tidak ada yang dirugikan.

”Kan yang dapat dirugikan bukan hanya dari konsumen saja. Namun pedagang juga dapat dirugikan, jika beratnya lebih berat pemberat. Sehingga, barang yang seharusnya berat satu kilo, dapat menjadi satu kilo lebih,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, hal yang membuat timbangan menjadi tidak pas, disebabkan terlalu seringnya dipakai. Selain itu, pemakaian dalam jangka yang lama juga membuat timbangan menjadi aus, sehingga butuh di tera kembali.

Mengenai timbangan yang harus di tera, bukan hanya untuk timbangan standart atau timbangan biasa saja. Melainkan, semua jenis timbangan dapat di tera termasuk timbangan berat dalam kategori kuintal bahkan ton.

Untuk melakukan tera ulang, pedagang atau yang memiliki timbangan dapat datang di tempat yang sudah di tentukan. Waktu tera dapat dijalankan setahun sekali, dikelompokkan dalam tiap kecamatan di Kudus.

”Kalau hari ini hari pertama, terdapat puluhan timbangan yang butuh dibenarkan. Rencananya, di Kudus membutuhkan waktu hingga tiga bulan karena memang banyak timbangan yang harus di cek,” imbuhnya
Untuk tera yang dilakukan, tidak dilaksanakan secara gratis. Melainkan terdapat tarif tersendiri sesuai dengan kerusakan atau pembenahan pada tiap timbangan.

”Kalau full servis timbangan kecil Rp 30 ribu, sedangkan untuk timbangan besar Rp 55 ribu,” jelasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Video – Heli Jatuh di Poso, Warga Blora jadi Korban Tewas

Setu, ayah Serda Karmin saat menunjukkan foto anak semata wayangnya di Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Setu, ayah Serda Karmin saat menunjukkan foto anak semata wayangnya di Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kecelakaan helikopter Bell 412 EP di Poso Sulawesi Tengah pada Minggu (20/3/2016) sekitar pukul 18.00 waktu setempat menewaskan 13 anggota TNI.

Salah satu korban meninggal adalah Serda Karmin (27) warga Dukuh Karang Anyar, Desa Pilang, Randublatung, Blora.

Dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, Suyatno, Kepala Desa Pilang mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar dari Komando Rayon Militer (Koramil) Randublatung pada Minggu (20/3/2016) pukul 19.00 WIB. “Saya dapat kabar dari Koramil, dan langsung saya kabarkan ke keluarga. Namun, saat itu juga pihak keluarga menanti kebenaran apakah benar Serda Karmin meninggal pada kecelakaan helikopter di Poso,” ungkap Suyatno.

Dari pantauan MuriaNewsCom pada Senin (21/3/2016) di kediaman korban, sudah nampak warga memadati rumah. “Sudah sejak pagi warga berdatangan untuk mendoakan korban,” ujar Kapten Jumantiko, Danramil Randublatung.

Korban merupakan anak tunggal dari pasangan Setu (55) dan Karmi (47). Setu, ayah korban mengaku sebelumnya tidak ada firasat atas meninggal anak semata wayangnya itu. “Kami keluarga meminta agar jenazah korban dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Surya Kusuma Randublatung, namun arahan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, seluruh korban nantinya dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta. “Korban dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta. Untuk keluarga diakomodasi kedatangannya ke Jakarta menggunakan jalur darat sampai Semarang. Dari Semarang menggunakan pesawat komersil menuju Jakarta,” ujar Letkol Inf Susilo Dandim 0721 Blora di kediaman korban.

Direncanakan pihak keluarga diberangkatkan ke Jakarta dengan menggunakan helikopter dari Markas Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) Semarang. “Rencananya helikopter turun di Mayon (Markas Batalyon) 410 Alugoro Blora untuk membawa pihak keluarga korban menuju Semarang. Sesampainya di Semarang. Keluarga menggunakan pesawat komersil menuju Jakarta. Namun, istri korban menolak mungkin trauma atas meninggalnya suaminya,” ujar Letkol Inf Susilo.

Serda Karmin meniggalkan dua orang anak. Anak pertama laki-laki bernama Vino Tirta Wirayudha yang masih berusia 2,5 tahun dan anak kedua, perempuan, bernama Viola yang masih berusia satu tahun.

Editor : Akrom Hazami

Video – Didemo Warga, Kades Karangampel Kudus malah Sakit

Warga melakukan aksi di depan kantor Balai Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga melakukan aksi di depan kantor Balai Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan warga Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, melakukan aksi unjuk rasa di depan balai desa setempat, Senin (21/3/2016). Namun ternyata, mereka harus kecewa, karena Kepala Desa, Suwardi, tidak bisa menemui, guna memberikan penjelasan.

Demo warga karena dilatarbelakangi pada akhir Desember 2015 berdiri los pasar desa, serta tempat parkir baru di samping pabrik rokok Djarum, di desa setempat. Akibatnya, usaha milik warga di lokasi depan pabrik menjadi sepi, bahkan tidak laku.

Camat Kaliwungu Budi Utomo yang menemui pendemo, mengatakan, kades sedang tidak berada di tempat. Sehingga belum bisa memberikan penjelasan kepada pendemo.

“Dari keterangan perangkat desa, kades sedang sakit sehingga tidak bisa datang. Untuk itulah kades tidak dapat menyampaikan dan menemui warga yang sedang melakukan unjuk rasa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Di hadapan warga, camat berjanji akan membantu mencari solusi. Untuk itu, pihaknya akan menemui kades dan membahasnya. Setelah itu, baik pemdes maupun kecamatan akan melakukan konsultasi kepada pemkab.

Menurutnya, semua yang dilakukan pasti ada dasarnya. Termasuk pula dengan adanya aksi yang dilakukan para warga ataupun juga yang dilakukan pihak desa. Untuk itulah perlu dicari dulu dasarnya. Dia mengakui, parkir yang dikeluhkan warga memang berdampak langsung. Mulai dari menggangu jalan, sampai berakibat pada kemacetan jalan.

Sabar, selaku kordinator aksi mengatakan, tuntutan para warga harus segera diselesaikan. Jika tidak, maka pemerintah desa sama saja tidak memperdulikan nasib warganya. Ada beberapa tuntutan warga, pertama menolak bengkok desa digunakan sebagai tempat parkiran sepeda motor yang baru, dan segera hentikan titipan sepeda motor yang berada di los pasar.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Marah, Warga Karangampel Kudus Unjuk Rasa di Balai Desa 

 

Video – Mantan Dirut PDAM Jepara Ambil Formulir Penjaringan Calon Bupati di PDIP

Agus Prasetyo Yuwono bersama para relawannya saat mendatangi kantor DPC PDIP Jepara, untuk mengambil formulir pendaftaran penjaringan Bakal Calon Bupati Jepara 2017 (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Agus Prasetyo Yuwono bersama para relawannya saat mendatangi kantor DPC PDIP Jepara, untuk mengambil formulir pendaftaran penjaringan Bakal Calon Bupati Jepara 2017 (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nur Isdiyanto mendeklarasikan diri untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati Jepara dengan mendaftarkan diri pada sesi penjaringan bakal calon dari PDIP Jepara,kali ini giliran mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara Agus Prasetyo Yuwono yang mendatangi kantor DPC PDIP Jepara untuk mengambil formulir.

Agus datang bersama belasan relawan dengan lima mobil yang telah dipasangi gambar dirinya. Dia menyatakan dengan tegas niatan untuk ambil bagian di Pilkada Jepara sebagai Bakal Calon Bupati Jepara.

“Saya yakin dengan PDIP ini, makanya saya ingin mencalonkan diri dalam pilkada nanti melalui PDI-P,” ujar Agus yang juga merupakan adik kandung tokoh PDIP Jepara Almarhum Yuli Nugroho, kepada MuriaNewsCom, Selasa (1/3/2016).

Menurutnya, dirinya yakin bakal menjadi calon bupati dalam gelaran Pilkada 2017 nanti. Sebab, sejumlah modal telah dia miliki, baik dukungan dari warga maupun dari para tokoh di Jepara maupun di luar Jepara.
“Saya juga mendapatkan restu dari Mbah Maimun Zubair. Sekitar satu tahun lalu, saya sudah mulai melakukan sosialisasi tentang rencana pencalonan bupati kepada masyarakat. Baik kepada kalangan atas, menengah hingga bawah. Hampir semua wilayah di Jepara sudah saya datangi,” terang Agus.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dirinya ingin melanjutkan perjuangan sang kakak, yang dulunya memang dikenal sebagai politisi ulung di Jepara, dan menjabat sebagai Ketua DPRD Jepara sekaligus pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Jepara. Dirinya yakin, jika PDIP bakal meloloskan dirinya dalam proses penjaringan ini.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Jepara Dian Kristiandi kembali menyatakan, bahwa DPC PDIP hanya melakukan proses penjaringan, dan hasilnya diserahkan kepada DPP PDIP. Menurut dia, semua orang boleh mendaftarkan diri dan mengikuti penjaringan bakal calon ini.

“Yang menyetujui siapa yang nanti akan diusung PDIP Jepara adalah DPP PDIP, bukan DPC PDIP Jepara,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Nyatakan Maju di Pilkada Jepara, Arwin Klaim Dapat Restu dari Wakil Bupati

Video – Jembatan Roboh, Warga Harus Mencari Jalan Lain Sejauh 10 Km di Somosari Jepara

Warga Berdatangan Melihat jembatan yang ambrol akibat derasnya arus air sungai. (MuriaNewsCom/WahyuKhoiruz Zaman)

Warga berdatangan melihat jembatan yang ambrol akibat derasnya arus air sungai. (MuriaNewsCom/WahyuKhoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Cuaca buruk kembali mengakibatkan musibah di Kabupaten Jepara. Kali ini giliran jembatan di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Jepara roboh akibat derasnya arus air sungai setempat. Peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi, Selasa (1/3/2016).

Baca juga : Giliran Jembatan Somosari Jepara Roboh Akibat Air Sungai Terlalu Deras

Petinggi Desa Somosari Mustamir mengatakan, jembatan tersebut berada di Dukuh Sejeruk, menuju Dukuh Kedawung, Suwengen dan Prapatan. Ada ratusan kepala keluarga (KK) warga yang berada di tiga dukuh tersebut. Akibat jembatan roboh, akses jalan terputus dan warga terpaksa harus mencari jalan lain yang jaraknya mencapai sekitar 10 kilometer.

”Ya sangat jauh, kalau 10 kilometer ada karena harus muter ke arah Mayong. Ada ratusan KK yang akses jalannya terganggu sehingga harus muter,” ujar Mustamir kepada MuriaNewsCom, Selasa (1/3/2016).

Menurutnya, akses jalan lain selain memutar juga kualitas jalan yang dapat ditempuh sebagian dalam kondisi rusak. Kondisi ini tentu saja membuat warga kesusahan ketika harus ke dukuh lain yang semestinya jaraknya dekat atau berada di seberang sungai.

”Mau bagaimana lagi, untuk sementara memang harus muter. Karena jembatan cukup panjang, jadi belum ada solusi untuk mengatasi masalah ini. Kalau pun diperbaiki juga membutuhkan dana besar dan waktu yang lama,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ketika peristiwa amblesnya jembatan terjadi hujan, dan aliran sungai sangat deras. Bahkan, air sungai meluap ke sejumlah area persawahan dengan luasan sekitar 4 hektare.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Baca juga :

Air Sungai Meluap, Jembatan di Desa Papasan Jepara Roboh

Fix! Rp 3 Miliar untuk Perbaikan Jembatan Serong Jepara

Video – Nyatakan Maju di Pilkada Jepara, Arwin Klaim Dapat Restu dari Wakil Bupati

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nur Isdiyanto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nur Isdiyanto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nur Isdiyanto secara resmi menyatakan diri maju sebagai Bakal Calon Bupati, setelah mendaftarkan diri dalam penjaringan bakal calon di kantor partai PDIP Jepara, Senin (29/2/2016). Dia mengaku telah mendapatkan restu dari sejumlah pihak, termasuk Wakil Bupati Jepara Subroto.

“Saya sudah mendapatkan restu dari orang tua, dan Pak Wabup. Saya sempat menghadap ke Pak Wabup dan beliau meminta keinginan saya untuk maju dilanjutkan saja,” ujar Arwin kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Menurutnya, meski bupati dan wakil bupati yang saat ini masih menjabat belum secara terang-terangan maju lagi sebagai bakal calon di Pilkada 2017,namun, dirinya tidak sungkan-sungkan untuk terlebih dahulu mendeklarasikan diri sebagai bakal calon bupati.

“Ini saya mengawali untuk terang-terangan. Saya pilih partai PDIP karena yang sudah membuka pendaftaran dan beberapa pertimbangan lainnya,” ungkap Arwin.

Lebih lanjut dia mengemukakan, sejauh ini dirinya cukup optimistis mampu berkompetisi di pilkada ini. Bahkan, dirinya siap menantang siapa saja, dengan berbagai acara agar memenangkan Pilkada 2017.

“Saya siap dan mantap untuk maju dan memenangkan Pilkada 2017 sebagai Bupati Jepara,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Pilkada Jepara Semakin Seru, Seorang PNS Ramaikan Bursa Pencalon Bupati

Video – Tratak Pesta Siaga Pramuka di Alun-alun Jepara Roboh, 2 Orang Luka dan 2 Mobil Rusak

Tenda yang digunakan untuk pelaksanaan pesta siaga roboh diterjang angin (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Tenda yang digunakan untuk pelaksanaan pesta siaga roboh diterjang angin (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pesta Siaga Pramuka Cabang Jepara yang digelar di Alun-alun Jepara, Senin (29/2/2016) pagi tadi diwarnai tragedi. Angin kencang tiba-tiba datang menerjang, hingga mengakibatkan sebagian besar tratak (tenda) yang dipasang oleh panitia roboh. Tak hanya tratak, sejumlah pohon dan pot bunga besar ikut diterjang angin.

Akibat dari robohnya tratak, dua orang mengalami luka-luka yang cukup parah hingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat. Kedua korban luka merupakan unsurpembina pramuka.

“Tiba-tiba ada angin kencang, semua tenda terbawa angin sampai ke jalan. Ada korban dua orang pembina, yang mengalami luka parah di bagian tangan, dan di bagian kepala.Korban kemudian dilarikan ke puskesmas,” ujar Sekretaris Kwarcab Jepara Sholeh Sudarsono kepada MuriaNewsCom, Senin (29/2/2016).

Menurutnya, setelah peristiwa tersebut, semua kegiatan pesta siaga langsung dialihkan ke area Sekretariat Daerah (Setda) Jepara, dan di Pendapa Kabupaten Jepara. Pihaknya sudah memastikan jika semua kegiatan berjalan lancar, kecuali satu, yakni donor darah.

“Donor darah baru ada segelintir orang, lalu ada angin tadi. Untuk kegiatan lainnya masih berjalan lancar,” katanya.

Dia menambahkan, selain itu ada dua mobil yang juga rusak. Satu mobil merk Ertiga tertimpa besi tratak yang terbawa angin, dan satu mobil lainnya merk Avanza tertimpa tiang bendera.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Bocah Asal Sekuro Jepara Hanyut dan Ditemukan Sudah Tewas

Video – Seru, Drag Race Motor Bebek di Lumpur ini Bikin Ketawa Ngakak Warga Jepara

Aksi peserta drag race Di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara tak jarang mengundang tawa para penontonnya. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Aksi peserta drag race Di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara tak jarang mengundang tawa para penontonnya. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara –Drag race di jalan beraspal sudah biasa, drag race dengan motor kros di lumpur juga sudah biasa. Di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara ada drag race menggunakan motor bebek bahkan motor tua dengan roda standart di arena yang berlumpur.

Kehebohan dan keseruan aksi pemuda yang mengendarai sepeda motornya mampu membuat kagum para penonton. Bahkan, para penonton dapat tertawa lepas saat melihat aksi para pebalap yang berjatuhan karena tergelincir di arena balapan.

Pertunjukan ini digelar hampir setiap sore hari. Bahkan untuk hari Jumat dan Minggu, penonton yang ingin melihat aksi mereka semakin membeludak. Tak hanya dari warga sekitar saja, tetapi juga dari berbagai desa yang berada di luar wilayah Kecamatan Tahunan.

Arena balap ini memanfaatkan lahan sawah yang kosong. Tujuannya untuk membuat hiburan dan melepas kepenatan selama seharian bekerja. Bahkan tak hanya mampu dijadikan hiburan, tetapi juga mampu dijadikan wahana olahraga.

Salah seorang pemain, Sutrisno mengatakan, dalam drag race ini siapa saja boleh ikut. Syaratnya pun sederhana, yakni ban atau roda sepeda motor tidak boleh menggunakan roda kotak-kotak, tetapi harus standart. Selain itu, sepeda motor tidak boleh menggunakan motor kros.

”Kalau saya ini jadi hiburan sekaligus olahraga. Seru sekali dan asik,” katanya.
Drag race ini tidak hanya dinikmati para pemainnya saja, melainkan juga para penonton. Seperti yang dirasakan oleh Andre, warga setempat. Dia mengatakan, menonton balapan tersebut sangat menarik, tak jarang dia terbawa suasana keseruan dan tertawa lepas ketika melihat pemain terjatuh karena tergelincir.

”Arenanya sangat licin, berlumpur apalagi habis turun hujan. Jadi seru kalau melihat ada pemain yang jatuh,” ungkapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Video – Truk Guling ke Sawah di Kecapi Jepara Malah jadi Tontonan

Sejumlah warga ada yang menonton dan membantu mengevakuasi kayu muatan truk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah warga ada yang menonton dan membantu mengevakuasi kayu muatan truk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Truk bermuatan sarat kayu sisa mebel H 1 535 QE. Truk tersebut terguling dan terperosok di area persawahan di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara, Kamis (25/2/2016) sore. Beruntung, sopir dan empat penumpang truk tersebut dalam kondisi selamat.

Salah seorang saksi yang juga warga setempat, Suriyah menceritakan, truk tersebut awalnya melaju dari arah utara ke selatan. Saat berada di jalan tanjakan, truk tersebut tak kuasa melaju hingga akhirnya berjalan mundur dan terguling di sawah.

“Di belakang truk itu ada kendaraan lain tapi berhasil menghindar dengan belok ke kiri. Sedangkan truk itu, terus berjalan mundur,” ujar Suriyah kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/2/2016).
Menurut dia, sebelum akhirnya masuk ke sawah sedalam lebih dari dua meter, truk itu sempat menabrak pembatas jembatan. Namun, kerasnya benturan membuat pembatasan jembatan roboh dan truk langsung terperosok ke dalam sawah.

“Saya melihatnya miris. Tapi kok beruntung sopir dan kernetnya selamat,” imbuh Suriyah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, truk nahas itu dikemudikan oleh Simen, warga Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Akibat peritiwa ini, arus lalu lintas di lokasi kejadian mengalami kemacetan panjang.

Sementara itu, warga setempat masih melakukan pembongkaran muatan truk. Itu dilakukan agar truk ringan saat dievakuasi. Sedangkan sang sopir mendapatkan bantuan dari warga untuk mendapatkan perawatan karena mengalami luka-luka.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :
Truk Tercebur di Sungai Jepara Usai Sopirnya Pulang dari Nonton Orkes Dangdut 

Video – Air Hujan Genangi Rumah Warga di Dua Kelurahan di Jepara

Banjir masuki rumah warga di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Kota Jepara, Kamis (25/2/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Banjir masuki rumah warga di Kelurahan Jobokuto, Kecamatan Kota Jepara, Kamis (25/2/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ternyata banjir tidak hanya menggenangi sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Jepara, namun juga masuk ke sejumlah rumah warga di dua kelurahan di Jepara. Yakni Kelurahan Jobokuto dan Kauman, Kecamatan Kota Jepara. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah Jepara sejak dini hari hingga menjelang siang tadi, Kamis (25/2/2016).

Dari pantauan MuriaNewsCom, sedikitnya ada 50 rumah warga yang terendam air hujan. Rata-rata, rumah tersebut berada di RT 5 dan RT 6 di RW 2 Kelurahan Jobokuto. Sedangkan di Kelurahan Kauman ada di RT 2 dan RT 3 RW 3. Air masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 cm.

Baca juga :

Hujan Lebat Semalam, Sejumlah Ruas Jalan di Jepara Banjir 

Sejumlah Ruas Jalan Tergenang Air, Ini Tanggapan Wakil Ketua DPRD Jepara 

Salah seorang warga setempat, Supriyadi mengatakan, bencana banjir di kampungnya tersebut sudah dimulai sejak tiga hari lalu. Ketika hujan lebat dapat dipastikan air sampai masuk ke dalam rumah.

”Ini karena jalan diperbaiki dan ditinggikan, tapi saluran air tidak diperbaiki,” kata Supriyadi kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, pihaknya menyayangkan bencana ini kepada pemerintah. Sebab, ketika yang diperbaiki saluran air terlebih dahulu, kemudian baru jalan diperbaiki dimungkinkan tidak terjadi banjir. ”Kalau sudah begini, kami tentu saja yang dirugikan,” ucapnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Video – Dubes Inggris Belajar Mengukir dari Tukang

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timur Leste, Moazza Malik ketika menggantikan sejenak pekerjaan Zai Yanto yaitu mengukir. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timur Leste, Moazza Malik ketika menggantikan sejenak pekerjaan Zai Yanto yaitu mengukir. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste, Moazza Malik mengunjungi Kabupaten Jepara dan melakukan pemantauan terhadap sejumlah perusahaan bidang mebeler di kota ukir. Dalam salah satu momen kunjungannya, Dubes yang fasih berbahasa Indonesia ini menyempatkan belajar mengukir dari salah satu tukang ukir di Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, Jepara, Selasa (23/2/2016).

Mulanya, Malik mengamati proses mengukir dari sejumlah pekerja ukir di salah satu perusahaan mebel di Desa Mindahan itu. Dia mengaku kagum dengan keindahan ukir kayu Jepara.
”Menarik sekali, boleh saya mencoba,” ucap Malik kepada salah satu pekerja ukir bernama Zai Yanto.

Kemudian bergegas Zai Yanto mempersilakan Malik mengukir. Ukiran kayu untuk ranjang yang sedianya akan diekspor ke Eropa dan Inggris dilanjutkan Malik. ”Bagaimana kalau kita tukar posisi,” kata Malik kepada Zai disusul senyum.

Setelah menyelesaikan ukiran ulir bunga, Malik beranjak dari tempat duduk untuk mengukir. Pahat dan palu untuk mengukir diletakan di meja. Kembali, Zai melanjutkan pekerjaannya.

Sebelum meninggalkan perusahaan mebel milik Rohmanan, Malik berpesan kepada Zai untuk mengajari anak-anaknya mengukir. Hal itu agar ukir Jepara tidak musnah dan tercipta regenerasi.
”Ya, anak saya yang pertama sekarang sudah belajar mengukir,” kata Zai, yang bekerja sebagai pengukir sejak 25 tahun lalu.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Video – Seleksi Pemain Persijap Mulai Dilakukan Pencoretan

Peserta seleksi pemain Persijap tengah berebut bola dalam sebuah sesi pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Peserta seleksi pemain Persijap tengah berebut bola dalam sebuah sesi pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap mulai melakukan pencoretan dalam seleksi pemain yang dipimpin pelatih Muhlisin, Senin (22/2/2016). Hal itu dilakukan setelah sesi seleksi sebelumnya dilakukan pemantauan kondisi dan kualitas para peserta seleksi.

”Ini merupakan sesi ketiga seleksi, setelah sebelumnya kami melihat kemampuan mereka, kali ini kami mulai melakukan pencoretan,” ujar Muhlisin kepada MuriaNewsCom, disela-sela proses seleksi di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Senin (22/2/2016).

Menurut dia, semua peserta seleksi sejak awal terlihat sangat antusias mengikuti proses ini. Sedikitnya 40 peserta dengan intens mengikuti proses yang digelar. Dari jumlah tersebut, pihaknya mencoret belasan calon pemain.

”Kami melihat kemampuan mereka memang masih butuh digenjot dan diasah lagi. Sebab, mayoritas peserta seleksi ini masih sangat muda,” katanya.

Meski mulai dilakukan pencoretan peserta seleksi, nantinya pihaknya masih bisa melakukan tambal sulam pemain sesuai dengan kebutuhan tim. Terlebih, antusias para peserta seleksi cukup tinggi. Bahkan, informasi yang dia terima ada sejumlah calon pemain yang ingin ikut seleksi namun menunggu turnamen kampung yang digelar di beberapa wilayah usai.

”Ya masih bisa memungkinkan untuk ikut seleksi tahap berikutnya. Tahap pertama ini kami cukupkan. Nanti tinggal proses latihan, dan selama proses latihan masih bisa kami menambah atau mengurangi jumlah pemain,” terangnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, peserta seleksi pemain dipenuhi wajah-wajah baru, meskipun ada beberapa pemain lama di antaranya Anam Syahrul, Agung Supriyanto, dan Ahmad Bachtiar. Sesi seleksi sore tadi dimulai dengan pemanasan dan permainan penuh. Tim pelatih memantau penampilan para peserta seleksi ini.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Video – Warga CFD Kudus Tukarkan Sampah Mereka dengan Goodybag

kudus-hari bebas sampah-2 (e)

Seorang warga menukarkan sampah plastiknya kepada panitia Hari Bebas Sampah Nasional, yang digelar di Alun-alun Kudus, Minggu (21/2/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ternyata, warga Kudus banyak juga yang masih menggunakan sampah plastik dalam aktivitasnya sehari-hari.

Ini terbukti saat ada kesempatan menukarkan sampah plastik mereka dengan goodybag sebagai pengganti plastik. Banyak warga yang kemudian beramai-ramai menukarkan sampah plastiknya dengan goodybag tersebut.

”Tadi saya bawa sampah plastik dari rumah. Terus saya tukarkan ke tempatnya panitia ini. Saya dapat gantinya dua buah goodybag,” kata Yuli, warga Krandon, Kecamatan Kota, Kudus, yang ditemui di arena car free day (CFD), Minggu (21/2016).

Yuli menukarkan sampah plastiknya itu, kepada panitia ”1.000 Goodybag untuk Kudus Bebas Sampah”, yang menggelar peringatan Hari Bebas Sampah Nasional, tadi pagi. ”Saya sudah tahu kalau akan ada penukaran sampah dengan goodybag. Makanya sampah bekas jus tadi, saya bawa ke sini,” jelasnya.

Muna, dari Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Kudus, mengatakan jika kegiatan ini memang bertujuan untuk mengajak warga tidak lagi menggunakan sampah plastik.

”Kita bagi-bagi goodybag yang terbuat dari kain, kepada siapa saja yang menukarkan sampah plastiknya. Karena kita tahu bahwa sampah plastik itu mencemari lingkungan,” jelasnya kepada MuriaNewsCom.

Selain penukaran sampah plastik dengan goodybag, dalam kegiatan ini juga digelar acara pemungutan sampah yang banyak bertebaran di lokasi CFD. Kemudian flasmob bebas sampah yang dilakukan peserta, dan beberapa kegiatan menarik lainnya.

Menurut Muna, ada banyak hal yang harus diperhatikan warga, jika masih terus menggunakan sampah. Yakni kondisi lingkungan yang terus menurun. ”Apalagi sampah plastik tidak bisa cepat teruai. Sehingga memang sebisa mungkin dihindari,” imbuhnya.

Even ”1.000 Goodybag untuk Kudus Bebas Sampah” ini didukung banyak pihak. Selain Komunitas Kresek, ada juga Komunitas Omah Aksi, anak-anak SMA 2 Kudus, mahasiswa Undip Semarang, dan berbagai kalangan lainnya.

Kegiatan ini juga didukung penuh PR Sukun melalui program Sukun for Better Life. Sehingga diharapkan kegiatan ini bisa mendukung kegiatan pelestarian lingkungan di Indonesia, khususnya di Kudus.

Editor: Merie

 

Video – Peringati Bapak Pandu Dunia, Siswa SD Al Firdaus Purwodadi Lakukan Penanaman Pohon

Siswa SDIT Al Firdaus sedang menanam pohon kelengkeng di halaman sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Siswa SDIT Al Firdaus sedang menanam pohon kelengkeng di halaman sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Aksi penanaman pohon dilakukan puluhan siswa SDIT Al Firdaus Purwodadi, Sabtu (20/2/2016). Penanaman belasan pohon di halaman sekolah itu dilakukan dalam rangka memperingati Bapak Pandu Dunia Baden Powell.

“Semua murid kita libatkan dalam acara ini, kecuali anak kelas VI. Pohon yang kita tanam adalah kelengkeng dan lokasi penanaman hanya dilakukan di lingkup sekolahan saja,” jelas Kepala SDIT Al Firdaus Purwodadi Bambang Sismedi Saputro.

Dipilihnya acara penanaman pohon itu, dilatarbelakangi beberapa alasan. Antara lain untuk mengenalkan dan memberikan pelajaran pada siswa agar peduli pada masalah lingkungan. Ditanamnya pohon peneduh, dalam jangka panjang akan menjadikan lingkungan sekolah jadi bersih, asri dan sehat.

“Selain itu, dalam beberapa tahun nanti kita juga akan punya keuntungan dari aksi yang dilakukan hari ini. Yakni, anak-anak bisa panen kelengkeng di halaman sekolah,” ujar Bambang.

Selain penanaman pohon, ada kegiatan lain yang dilakukan. Yakni, menggelar acara senam pramuka yang diikuti seluruh siswa dan guru.

Editor : Kholistiono

 

Video – Avanza Putih Ini Nyemplung di Selokan Makam Kaliputu

Mobil Avanza putih bernomor K 8845 RR terlihat teronggok di dalam sungai di depan makam Kaliputu, turut Jalan Sosrokartono, Kecamatan Kota, Kudus, pada Jumat (19/2/2016). ISTIMEWA

Mobil Avanza putih bernomor K 8845 RR terlihat teronggok di dalam sungai di depan makam Kaliputu, turut Jalan Sosrokartono, Kecamatan Kota, Kudus, pada Jumat (19/2/2016). (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Jalan Sosrokartono, Kecamatan Kota, Kudus, mendadak ramai pada Jumat (19/2/2016), sekitar pukul 16.00 WIB.

Pengguna jalan dikejutkan dengan terjun bebasnya sebuah mobil Avanza, ke dalam sungai yang ada di depan makam Kaliputu, Kudus. Bahkan, posisinya melintang di tengah-tengah selokan.

Dari penuturan warga yang ada di lokasi, mobil diketahui melaju dari arah selatan jalan. Entah apa alasannya, tiba-tiba saja mobil sudah terjun bebas ke dalam sungai kecil yang ada di depan makam.

Warga yang melihat kejadian itu, langsung mengerubungi lokasi. Diketahui kemudian bahwa mobil bernomor polisi K 8845 RR, rusak cukup parah di bagian depan.

”Tidak tahu itu kenapa bisa terjun ke dalam sungai. Tahu-tahu sudah di dalam sungai. Kita yang ada di sana, kaget juga. Kita hampiri untuk mengetahui apa yang terjadi,” jelas Ahmad, salah seorang warga yang kebetulan melintas di Jalan Kaliputu, saat kejadian berlangsung.

Sedangkan pengemudi mobil, terlihat cukup tenang dengan kejadian tersebut. Dia melangkah keluar dari mobil, kemudian mengambil sejumlah barang di dalamnya.

Diketahui kemudian, pengemudi laki-laki itu menelepon bantuan untuk menderek mobilnya. Setelah itu, dia meninggalkan lokasi dengan diboncengkan rekannya yang datang.

Kejadian itu cukup membuat arus lalu lintas menjadi tersendat. Banyak warga yang berhenti untuk melihat kondisi kendaraan. Beberapa di antaranya terlihat memfoto mobil tersebut.

Belum terlihat ada aparat kepolisian di lokasi kejadian. Sementara mobil Avanza tipe Veloz itu, masih teronggok di dalam selokan menunggu diderek.

Editor: Merie

 

Video – Bupati Rembang Baru Akan Buat Akun Twitter untuk Tampung Aspirasi Publik

Setelah resmi menjadi Bupati Rembang, Abdul Hafidz segera membuat akun twitter untuk menampung aspirasi publik. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Setelah resmi menjadi Bupati Rembang, Abdul Hafidz segera membuat akun twitter untuk menampung aspirasi publik. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah secara resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto segera gerak cepat.

Meskipun serah terima jabatan dengan Penjabat Bupati Rembang Suko Mardiono baru akan dilakukan pada Senin (22/2/2016) mendatang. Namun, Bupati dan Wakil Bupati Rembang periode 2016-2021 itu mulai mengantor pada Kamis (18/2/2016) pagi.

Dari pantauan MuriaNewsCom, keduanya sibuk menemui satu per satu tamu dari berbagai kalangan yang hendak menemui mereka. Para tamu istimewa tersebut, mengantri untuk bisa berbincang dengan Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto.

Ketika disambangi awak media, Hafidz mengaku hendak memberikan pelayanan kepada publik melalui twitter. Namun, ia baru akan membuat akun twitter pribadi pekandepan. Ia berharap, nantinya masyarakat bisa menyampaikan aspirasi melalui twitter.

”Saya secara pribadi akan buka twitter. Nanti panjenengan bisa mengakses semua informasi dari saya. Silahkan masyarakat memberikan aspirasi melalui twitter saya. Tapi ini belum buat, mungkin pekan depan,” ungkap Hafidz.

Ia menilai twitter merupakan media komunikasi yang cepat, tepat, dan effisien untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. ”Memang tuntutan ya, tidak bisa dihindari. Itu merupakan cara yang baik untuk berkomunikasi lebih cepat, tepat, dan effisien,” tandasnya.

Penggunaan twitter oleh kepala daerah di wilayah Jawa Tengah merupakan instruksi langsung dari Gubernur Ganjar Pranowo. Ganjar mengharuskan setiap kepala daerah melek terhadap sosmed terutama twitter sebagai media penyampaian aspirasi publik.

Editor : Titis Ayu Winarni

 

Video – Ini Pengakuan Tersangka Pembunuh Ruslan yang Menggemparkan

Adegan saat korban Ruslan dijemput oleh salah seorang tersangka di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Adegan saat korban Ruslan dijemput oleh salah seorang tersangka di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus pembunuhan secara sadis yang menimpa Ruslan, warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, Jepara sebelumnya menjadi misteri. Kini sudah mulai terang lantaran kepolisian telah mengamankan para tersangka dan melakukan rekonstruksi pembunuhan itu, pada Kamis (18/2/2016) di Mapolres Jepara.

Berdasarkan sejumlah keterangan hasil interogasi dan hasil rekonstruksi yang telah dilakukan kepolisian. Terungkap modus dan alasan para tersangka melakukan pembunuhan terhadap Ruslan hingga tewas dalam kondisi mengenaskan.

Adegan demi agedan pembunuhan telah diperagakan, mulai dari rapat mengenai rencana pembunuhan hingga bagaimana teknis pembunuhan yang akan dilakukan. Secara rapi mereka melakukan melakukan eksekusi terhadap Ruslan.

Dari pengakuan salah seorang tersangka, Karnadi. Warga sudah sangat kesal kepada korban yang selama ini seolah meneror warga dengan cara santet. Para warga di sekitar yang berurusan dengan korban banyak yang menderita penyakit yang tidak wajar, bahkan ada yang sampai meninggal.

“Saya juga sakit selama hampir dua tahun. Sebelumnya sempat bermasalah dengan korban masalah kecil, yaitu urusan kayu karena korban bakul kayu. Korban mengancam menyantet, dan saat saya sakit korban juga mengaku telah menyantet saya,” terang Karnadi kepada MuriaNewsCom, Kamis (18/2/2016).

Menurut dia, warga lain juga anggota keluarganya ada yang mengalami sakit yang tidak wajar. Mereka meyakini jika penyakit tersebut karena santet yang dilakukan oleh korban.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, isu dukun santet yang digelontorkan itu yang mampu menprovokasi warga sehingga melakukan pengeroyokan kepada korban. Pihaknya menuding kasus pengeroyokan hingga menewaskan korban tersebut ada kaitannya dengan kasus sebelumnya.

“Sebelumnya korban dianiaya di hutan, dan sampai dijatuhkan ke jurang. Namun masih selamat dan dirawat di rumah sakit. Setelah pulang dari rumah sakit, malam harinya dieksekusi itu. Sedangkan pelaku penganiayaan pertama itu masih buron,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Seorang Warga Jepara Tewas Mengenaskan Karena Dianiaya

Benda Ini Diduga Digunakan Pelaku untuk Menghabisi Ruslan

13 Warga jadi Tersangka Penganiayaan yang Tewaskan Ruslan di Jepara 

Isu Dukun Santet Jadi Pemicu Warga Menghabisi Ruslan