Promosi UMKM lewat Program Inbox, Buat Kudus Dikenal Luas

iklan-pemkab-kudus-munyus-tyg-15-nov-2016

Bupati Kudus Musthofa saat ikut meramaikan perhelatan musik, Inbox, di alun-alun setempat, beberapa pekan lalu. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Banyaknya produk dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Kudus ini, memang harus terus menerus dipromosikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memiliki banyak cara untuk mempromosikan produk-produk UMKM tersebut. Salah satu yang cukup membuat banyak orang suka adalah dengan masuk ke program televisi, Inbox SCTV.

Ya, beberapa waktu lalu, Kudus memang menjadi salah satu lokasi program acara Karnaval Inbox, yang berlangsung selama dua hari di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Dalam program yang disiarkan langsung itu, Bupati Kudus H Musthofa memperkenalkan aneka produk UMKM Kudus, yang memang patut dibanggakan. Ada batik, ada kerajinan tangan hiasan rumah, dan lain sebagainya. Termasuk biola bambu yang menjadi salah satu ciri khas dari Kudus.

”Ini adalah biola bambu yang memang satu-satunya dibuat di Kudus. Saya selalu mendorong pelaku UMKM untuk bisa membuat sesuatu yang berbeda. Salah satunya biola bambu ini,” katanya.

Dukungan Pemkab Kudus terhadap para pelaku UMKM juga terus dilakukan. Bupati mengatakan jika melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM, pihaknya membantu penuh supaya produk-produk UMKM Kudus bisa dikenal luas.

”Salah satunya melalui program Inbox ini, semoga produk-produk UMKM dari Kudus bisa dilihat banyak orang. Seluruh Indonesia, bahkan dunia. Sehingga para pelaku UMKM yang ada di wilayah ini, akan semakin memiliki tempat, dan produknya akan laris,” tuturnya.

Belum melihat program Inbox yang berisi promosi produk UMKM Kudus itu, silakan tonton sendiri video berikut ini.

Editor: Merie

 

Wahai Para Istri, Sampaikan ke Suamimu Tidak Usah Merantau

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Pasangan suami istri memang harus saling berjuang untuk bisa membangun keluarga yang baik dari sisi apapun. Dukungan satu sama lain, akan membuat sebuah keluarga semakin sejahtera.

Sudah sewajarnya memang seorang suami mencari nafkah bagi istrinya. Hanya saja, bagi para istri di Kabupaten Kudus, ada hal yang perlu disampaikan kepada suaminya, bahwa mencari nafkah tidak perlu harus sampai merantau.

Contoh pasangan suami istri yang ada di video cukai ini. Karena ingin meningkatkan taraf hidupnya, sang suami pergi merantau ke Jakarta dan meninggalkan istrinya di rumah.

Padahal, saat di Jakarta kehidupannya tidak menjadi lebih baik. Bahkan, usaha keras yang dilakukannya, tidak membuahkan hasil yang bisa membuat keluarga muda tersebut meningkat kesejahteraannya.

Karena itu, suami tersebut memutuskan untuk pulang kembali ke rumah. Dan sang istri sudah punya jawaban yang bagus, ketika suaminya hendak mencari kerja di Kudus saja. Terutama menegaskan jika tidak usah merantau kalau kemudian ingin sejahtera. Cukup di Kudus saja.

Apa itu jawabannya, saksikan saja di video sosialisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus ini.

Sosialisasi ini sebagai bagian dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Mahasiswa di Kudus Ini Ternyata Fasih Bicara Dana Cukai

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Jangan remehkan mahasiswa di Kabupaten Kudus. Mereka terbilang pintar dan pandai, termasuk dalam urusan kebijakan daerah yang memang harus diketahui banyak pihak.

Contohnya adalah saat menyosialisasikan ketentuan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Coba saja cermati video yang satu ini. Tiga orang mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kudus, begitu fasih berbicara mengenai dana cukai. Mereka paham dana cukai itu digunakan untuk apa saja.

Video tersebut adalah video yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus, sebagai salah satu cara sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Nah, sosialisasi melalui video ini juga merupakan salah satu amanat dari penggunaan dana cukai. Sehingga memang sudah sewajarnya kalau kemudian masyarakat perlu tahu tentang penggunaan dana tersebut.

Mahasiswa-mahasiswa inilah yang juga bisa menjadi salah satu pihak yang bisa menyosialisasikan penggunaan dana cukai tersebut. Sehingga masyarakat bisa mengetahui dan memahaminya dengan baik. Termasuk memperoleh manfaat dari dana ini.

Sebagaimana kata para mahasiswa itu, dana cukai digunakan untuk membangun daerah dan membuat warga semakin sejahtera. Selamat menonton. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Semangat Mariatun Ini Dapat Menjadi Teladan untuk Dirimu Bisa Sukses

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Namanya Mariatun, (27), warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Apa yang dilakukannya demi membuat hidupnya lebih baik, patut diacungi jempol dan ditiru.

Ibu satu anak tersebut, mengatakan jika perjalanan hidupnya memang tidak mudah. Keinginannya untuk meraih pendidikan tinggi layaknya teman-temannya yang lain, terhalang kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan.

Namun, Mariatun tidak menyerah. Setelah menikah, dia berpikir untuk ikut membantu keluarganya, meningkatkan taraf kesejahteraan. Caranya, dia mendaftar di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, dan mendapat beragam pelatihan.

Itulah yang membuatnya bersyukur sekarang ini, karena sudah memiliki usaha sendiri. Bahkan, sangat terbantu dengan segala bentuk pelatihan dan fasilitas yang didapatnya dari BLK Kudus.

Cerita selengkapnya Mariatun ini, bisa disaksikan di video yang satu ini. Sebuah video yang mengungkap bagaimana bermanfaatnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang didapatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dari Pemerintah Pusat.

Video ini adalah video Bagian Humas Setda Kudus, yang dibuat sebagai salah satu cara sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Jadi, inilah kisah Mariatun yang begitu tangguh menjalani hidup, dan terbantu dengan dana cukai. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Sosialisasi Dana Cukai untuk Warga Kudus Semakin Digencarkan

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Sosialisasi Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, harus diketahui seluruh warga. Karena ada begitu banyak manfaat dari dana tersebut.

Sosialisasi ini dilakukan, sebagai bagian dari melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Salah satunya adalah sosialisasi melalui video cukai, di mana isinya memang terkait wawasan mengenai dana cukai itu sendiri. Ada banyak jawaban lucu yang disampaikan warga Kudus, saat ditanya mengenai dana cukai, saat seorang reporter menanyakannya kepada warga.

Ingin tahu bagaimana reaksi warga saat ditanya soal dana cukai, lihat saja video di bawah ini, yang pastinya akan menghibur sekaligus memberikan pengetahuan tersendiri. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

PT Djarum Kudus Bagikan THR Karyawannya Rp 85,69 Miliar

MuriaNewsCom, Kudus – PT Djarum Kudus telah membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada ribuan pekerjanya pada hari ini, Selasa (28/6/2016). Pembagian THR tersebut, dibagikan di masing-masing brak yang dimiliki PT Djarum.

Corporate Affair PT Djarum Puwono Nugroho mengatakan, pembagian THR tersebut dilakukan secara cash dan jumlah besarannya sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten Kudus (UMK) Kudus, sebesar Rp 1.608.200.

“Kita memiliki 29 brak yang tersebar di empat kabupaten, yakni Kudus, Pati, Rembang dan Jepara. Tiap brak, jumlah pekerjanya berbeda, namun, rata-rata 1.800-2.000 pekerja. Tapi, ada pula yang jumlahnya mencapai 6.000, dan semuanya tentunya dapat pembagian THR,” katanya.

Untuk THR, menurutnya, jumlah uang yang dibagikan kepada sekitar 52 ribu pekerja harian maupun borong yang bekerja di perusahaan rokok ini sebanyak Rp 85,69 miliar. Pembagian uang THR tersebut, sudah dilakukan mulai pukul 10.00 WIB.

Dia menjelaskan THR yang dibagikan tidak ada keterlambatan. Sebab, sesuai dengan aturan, pembagian THR maksimal H – 7 lebaran. “Kami berharap, uang THR ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan menjelang lebaran,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Video – Madrasah Qudsiyyah Gelar Parade Dandangan

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris panitia 100 tahun Madrasah Qudsiyyah Abdul Jalil mengatakan, tradisi Dandangan jangan serta-merta bernilai ekonomis belaka. Sebab saat ini tradisi, tersebut sudah tidak bernilai budaya, terlebih bernilai keagamaan.

“Takmir masjid menara juga menyayangkan akan hal itu. Lantaran fasilitas MCK pada PKL Dandangan tidak ada,” katanya.

Oleh sebab itu, di saat acara 100 tahun Madrasah Qudsiyyah ini, yayasan menggelar parade Dandangan dengan cara mengarak beduk Menara keliling Kudus. “Bila Dandangan ini bisa dikembalikan zaman dahulu, yakni bisa bersifat seni budaya, dan keagamaan maka Kudus bisa menjadi kota yang berbudaya,” ujarnya.

Dia menambahkan, budaya Dandangan itu bermula untuk menyambut datangnya Ramadan oleh Sunan Kudus.”Namun lambat laun, malah tradisi itu berubah menjadi suasana ekonomis, budaya dan yang yang dinomortigakan yakni keagamaanya,” tambahnya.

Padahal yang tepat yakni, Dandangan itu merupakan cara untuk menyambut puasa, langsung bisa dijadikan budaya dan yang terakhir yakni ekonomis. Itu yang baik.

Editor : Akrom Hazami

 

Video – Pemuda Tewas di Lapangan Getassrabi Kudus, Ini Firasat Aneh Keluarga

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemuda tewas Muhamad Fathul Umam (17), warga Dukuh Kauman, Desa Getassrabi Rt 1 RW 7,   yang diduga dibunuh dan mayatnya dibuang di Lapangan Sipengkol desa setempat, tenyata sebelumnya menonton Dandangan.

Dia sangat suka dengan acara tradisi jelang Ramadan itu. Hal ini disampaikan pamannya,  Edwin Prasetyo (20).

Menurut warga Dukuh Kauman Desa Getassrabi mengatakan kedatangan keponakannya kemarin sore adalah pamitan. Keponakan lulusan SMP itu pamit lantaran mau menonton Dandangan saat malam harinya.

“Katanya mau nonton Dandangan, jadi dia terlihat senang sekali saat bilang mau nonton itu Dandangan,” kata Edwin kepada MuriaNewsCom.

Kepada Edwin, Umam juga tidak memberitahu lebih lanjut soal ke Dandangan bersama siapa saja. Sepegetahuannya, Umam mempunyai pribadi pendiam. Termasuk di lingkungan keluarga sendiri.

Di tubuh korban ditemukan banyak tusukan benda tajam di sekujur tubuhnya. Selain itu, sepeda motor dan hp yang kerap dipakai juga raib tanpa jejak.

Norma Yunita (25) kakak korban menjelaskan, adik itu pergi keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB. Adiknya pergi dengan mengenakan kaos dan menggenggam HP kesayangannya.

“Dia pergi pakai motor Mio Soul warna hijau. Saat itu dia terlihat mencurigakan tapi saya tanya diam saja,” kata Norma.

Sebelum adiknya pergi, dia sempat memiliki firasat yang tidak enak tentang adiknya. Akhirnya dia melarang pergi lantaran khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

Namun peringatan kakaknya tidak digubris,dan Umam malah memutar kendaraan matik miliknya dan meninggalkan rumah.

“Setelah pergi, sampai pagi tidak pulang. Ayah saya gelisah dan meminta untuk mencari. Terlebih pagi tadi terdengar kalau ada penemuan mayat,” ujarnya sambil menangis.

Benar saja, ketika dia datang dengan saudaranya ke lokasi. Dia melihat adiknya sudah menjadi mayat. Tak tampak sepeda motor dan HP di sekitar lokasi penemuan mayatnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Video – Lumpuh, Bocah 9 Tahun di Kudus Ini Diduga Kena Gizi Buruk

 

MuriaNewsCom, Kudus – Muhanmad Febri Rizki Prayogo warga Desa Golan Tepus, RT 5 RW 1 Mejobo, harus melewati hari-harinya dengan cara berdiam diri di rumah. Itu lantaran, bocah sembilan tahun tersebut tak bisa berjalan karena lumpuh yang disebabkan gizi buruk sejak kecil.

Deni Novianto (18),  paman Febri membenarkan jika keponakannya tak bisa berjalan senjak kecil. Tak hanya itu, ukuran kakinya juga terbilang kecil dan tidak mengalami pertumbuhan secara normal. Hal itulah yang membuatnya tak bisa menggunakan kedua kakinya.

”Biasanya kalau pagi hari ia tidur. Tapi, kalau malam tidak bisa diajak tidur. Ia selalu rewel hingga subuh, mungkin disebabkan rasanya sakit yang dialami. ,” katanya kepada MuriaNewsCom

Selain lumpuh, Febri juga harus dirawat seperti bayi. Pasalnya pencernaannya tidak kuat menerima makanan yang kasar, termasuk nasi. Akibatnya, setiap kali mau makanan, makanan tersebut harus ditumbuk dan dihaluskan.

Sementara, keuangan keluarga juga sangat terbatas. Sang ibu Yusmawati (32) bahkan harus kerja membanting tulang untuk menafkahi keluarga sejak suaminya meninggal karena penyakit paru-paru.

”Kakak saya kerja sebagai buruh rokok di Kudus, jadi kalau pas kerja yang jaga bergantian,” ujarnya

Deni menyebutkan, Febri juga memiliki seorang adik yang berumur tiga tahun. Hanya, kondisi ekonomi yang minim membuatnya tidak dapat mengenyam pendidikan dan harus di rumah bersama kakaknya.

Namun, berbeda dengan Prayoga yang lumpuh. Adiknya terlihat sehat dan cakap berbicara. Saat dikunjungi MuriaNewsCom, adik prayogo seolah melindungi kakaknya dari awak media, dia seolah takut kalau kakaknya kenapa kenapa. Bahkan, pintu kamar sampai dihadang untuk mencegah masuk.

Kondisi rumahnya memang sangat terbatas. Beralas tanah, dan tembok yang mulai mengelupas. Bahkan, kasur saja di dapat dari bantuan warga luar desa.

Editor: Supriyadi

Video – Ulang Tahun Pertama, Datsun Muria Raya Kuatkan Solidaritas

 

MuriaNewsCom, Kudus – Komunitas Datsun Muria Raya (DMR), yang berisi para pecinta mobil Datsun di wilayah eks-Keresidenan Pati, Minggu (22/5/2016) hari ini menggelar perayaan ulang tahun yang pertama. Di usia yang masih muda ini, komunitas ini ingin menguatkan kekompakan seluruh anggotanya.

Ketua Umum DMR eks-Kerisidenan Pati Andi mengatakan, meskipun anggota ini hanya sejkitar 50 orang, tetapi mereka sudah mempunyai rasa solidaritas dan kekeluargaan yang tinggi. Rasa ini yang akan selalu dipupuk, sehingga keberadaan komunitas ini akan bermanfaat.

Dalam perayaan ulang tahun yang dipusatkan di Taman Krida Wergu Wetan, Kudus ini, juga turut dihadiri bebagai komunitas Datsun dari seluruh Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Untuk menyolidkan kembali, kami juga mengundang 100 orang anggota komunitas Datsun lainnya se Jawa Tengah dan DIY. Supaya kita tambah kompak, hangat dan banyak saudara yang berkumpul,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, DMR ini memang terbilang baru, dibanding dengan komunitas Datsun lainnya. Oleh karenanya pihaknya juga masih membuka kesempatan bagi siapapun pemilik mobil Datsun untuk bergabung dan ikut sharing dalam komunitas ini. “Sebab kami juga sangat terbuka dan ingin sekali menjalain saudara,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Video – Puluhan Band di Kudus Deklarasikan Kebangkitan Rock

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sukun Executive mendukung Deklarasi Komunitas Rock Kudus, yang digelar di Museum Kretek, Kudus, Minggu (22/5/2016). Deklarasi ini untuk membangkitkan kembali musik rock di Kudus, setelah sempat vakum sejak 2005 lalu.

Keberadaan musik rock di Kudus memang dinilai kurang begitu menggigit. Pasalnya pertumbuhan musik yang beraliran keras tersebut di Kudus, tak semoncer di daerah-daerah lain.

Oleh sebab itu, di tahun 2016 ini puluhan band rock Kudus menggelar deklarasi bersama di Museum Kretek, untuk membangkitkan keberadaan musik rock Kudus. Deklarasi serupa sempat digelar pada tahun 2013 lalu, namun deklrasi kali ini dibikin lebih besar.

“Pada tahun 2013 kita memang menggelar deklarasi musik rock. Namun hanya sekadar acara sederhana. Sehingga di tahun 2016 ini kami bisa menggelarnya secara besar dan bisa mengumpulkanke 22 band rock yang ada di Kudus,” kata Eko, panitia deklarasi Komunitas Rock Kudus.

Diharapkan even ini bakal bisa menggairahkan kembali para pencinta musik rock, yang dinilai sudah lesu. “Untuk acara ini kami menghadirkan 22 band rock di Kudus. Di antaranya ialah The Rains, Square Gardens, M2LI, Baby Ways, X-Ray, Black Herro dan lainnya. Setiap band membawakan 3 hingga 4 lagu,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, acara digelar di Museum Kretek Kudus ini terdapat dua panggung yang berukuran besar untuk dijadikan pentas rock. Hal ini juga menjadi saya tarik tersendiri bagi pengunjung museum.

“Mudah-mudahan dengan adanya deklarasi ini sebanyak 250 anggota komunitas rock Kudus ini bisa bersatu. Sesuai dengan motto kita. Yakni solid semangat dan berkarya,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Video – Kontes Motor Modif di Mayong Jepara Berlangsung Sukses

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaksanaan kontes motor yang disponsori Sukun for Education dengan tema National Moto Contest XII Battle of Revenge, berlangsung meriah.

Ratusan motor modifikasi mengikuti acara yang digelar di halaman SMP Al-Hikmah Mayong Jepara, dari Sabtu-Minggu (14-15/5/2016). Di antara para peserta kontes, semuanya menampilkan motor modifikasi terbaik yang mereka miliki. Sehingga tampak motor-motor yang keren, cantik, dan ada yang lucu.

Agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh SMK Al Hikmah Mayong tersebut menjadi agenda terbesar dan terkonsisten di Indonesia. Pasalnya, gelaran acara tersebut telah dilakukan selama 12 kali berturut-turut setiap tahunnya.

Ketua Yayasan Al-Hikmah Mayong Mustain mengemukakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka harlah yayasan. Khusus untuk kontes motor, dimaksudkan untuk meningkatkan kreativitas, khusunya bagi para siswa.

”Jadi dalam rangka memacu mereka agar lebih berkembang. Agar memiliki karakter yang bagus. Selain itu juga untuk memacu pengemar motor modifikasi yang ada di nusantara,” katanya kepada MuriaNewsCom, Minggu (15/5/2016).

Menurutnya, melalui wadah pameran dan lomba seperti ini, diharapkan setiap tahun dapat berkembang kegiatannya. Dan lebih banyak lagi yang ikut serta, terutama untuk peserta dari luar Jawa.

”Kami melihat kreativitas peserta yang ikut kegiatan ini, sangatlah bagus. Sehingga saya yakin ke depannya akan bisa meningkat lagi peserta dan kegiatannya,” jelasnya.

Editor: Merie

 

 

Video – Persijap Sikat PSIM Yogyakarta di Kandang

 

MuriaNewsCom, Jepara – Laga ketiga Persijap Jepara di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B diselesaikan dengan sempurna. Melawan PSIM Yogyakarta, anak asuh Yusack Sutanto menang dengan skor tipis 1-0.

Tampilan ciamik ditunjukkan skuad Laskar Kalinyamat. Pertandingan berlangsung sengit karena kedua tim melakukan jual beli serangan.

Sejak kick off babak pertama, para pemain Persijap melakukan serangan. Sejumlah peluang didapatkan baik dari Persijap maupun tim lawan, PSIM Yogyakarta.

Gol semata wayang dicetak oleh striker Persijap Agung Supriyanto di menit ke-11. Proses gol yang dicetak striker andalan Persijap ini cukup baik. Agung mendapatkan umpan dari rekannya lalu disundul dan mampu ditepis oleh kiper PSIM Yogyakarta. Tepisan kiper bernama Tito Rama tak sempurna hingga mampu disontek Agung lagi dan membuahkan gol.

Usai gol  diciptakan, tempo permainan semakin menarik. Tim lawan beberapa kali melakukan upaya serangan untuk menyamakan kedudukan. Namun hingga pertandingan usai, skor tetap 1-0 untuk tuan rumah Persijap Jepara.

Atas hasil ini, pelatih Yusack puas atas penampilan para pemainnya. Meski begitu, masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi.

“Setelah gol dicetak justru agak lengah. Lawan memiliki kesempatan untuk menyerang. Tapi saya puas dengan hasil ini,” kata Yusack usai laga, Sabtu (14/5/2016)

Instruksi dari Yusack kepada pemain Persijap terlihat dijalankan dengan baik. Dalam laga ini, Yusack menggunakan formasi 2-5-3. Formasi awal tersebut digunakan untuk lebih menekankan pada kekuatan menyerang dengan menempatkan Agung Supriyanto, Korinus dan Gipsi.

Agung berada di ujung tombak sedangkan Korinus dan Gipsi menjadi penyerang lubang. Strategi ini cukup berhasil, meski Gibsi dan Korinus diganti dengan pemain lain di tengah pertandingan.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Babak Pertama, Persijap Unggul Tipis atas PSIM Yogyakarta 

 

Video – Kena Razia Satpol PP, 3 Anak Jalanan di Kudus Dihukum Jalan Sambil Jongkok

 

MuriaNewsCom, Kudus – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) kembali mengamankan tiga anak jalanan saat melakukan giat operasi PGOT, Jumat (13/5/2016), pagi tadi. Ketiga anak jalanan yang tertangkap, dihukum petugas dengan cara disuruh jalan sambil jongkok.

Supriyadi, petugas Satpol PP yang melakukan razia mengatakan, ketiga anak jalanan diberikan hukuman bukanlah tanpa sebab. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera agar anak jalanan kapok.

”Memang kami berikan hukuman agar dapat berubah. Jadi supaya mereka kapok sehingga tidak lagi menjadi anak jalanan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia menyebutkan, ketiga anak jalanan ditangkap di jalan Ahmad Yani, sekitar pabrik Djarum. Ketiga anak jalanan yang ditangkap itu, terdiri dari dua anak laki laki dan satu perempuan.

Ketiga anak jalanan tersebut, adalah MAC (17) warga Puri, Kabupaten Pati. AS (16) perempuan asal Grobogan, dan DIR (14) asal Grobogan. Mereka mengaku menjadi anak jalanan dengan tujuan mau ke Jepara.

“Jadi saat patroli rutin pagi tadi, malah menjumpai mereka, akhirnya kami menangkap mereka karena meresahkan masyarkat. Laporan terkait urat juga sering muncul,” imbuhnya.

Sementara itu, DIR anak jalanan paling kecil mengaku memilih menjadi anak jalanan setelah dibujuk AS. ”Saya dibujuk AS, katanya dengan menjadi anak jalanan bisa mudah kemana saja,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Video – MTs N 1 Kudus Siapkan Umroh dan Motor Gratis untuk Peraih Hasil UN Terbaik

 

MuriaNewsCom – Banyak cara untuk memotivasi siswa yang mengikuti UN supaya mengerjakan UN sebaik-baiknya. Salah satunya dengan menyediakan paket perjalanan umroh gratis dan sepeda motor bagi peraih hasil terbaik UN.

Hal itu juga yang dilakukan oleh MTs Negeri 1 Kudus. Demi menggungah kemampuan terbaik siswa Madrasah di Kudus ini menyediakan umroh dan sepeda motor gratis untuk peraih UN terbaik.

Kepala MTs N 1 Kudus Ali Musyafak mengatakan, sebuah tiket dan satu unit sepeda motor sengaja disiapkan pihak sekolah untuk memotivasi siswa. Namun, untuk mendapatkannya tidaklah mudah, sebab madrasah memberikan syarat yang harus dipenuhi siswa.

”Jika siswa di sini ada yang peringkat pertama Jateng, maka ia berhak tiket umroh gratis. Namun jika hanya terbaik se-Kudus, maka yang diberikan hanya sepeda motor matic Honda Vario,” katanya kepada MuriaNewsCom

Cara semacam itu, dianggap sesuai untuk mendorong siswa mendapatkan hasil yang maksimal. Para siswa dinilai lebih serius belajar untuk menjadikan terbaik, sehingga nantinya mampu memenangkan iming iming yang diberikan pihak madrasah.

Bahkan, bukan hanya kelas IX saja yang berkeinginan. Namun keinginan adik adik kelas yang juga ada hadiah lantaran terbaik di UN. Sehingga pihak madrasah mengupayakan dilakukan tiap tahun ada hadiah.

”Tahun kemarin Vario saja, tapi belum bisa diambil lantaran belum bisa menjadi yang terbaik. Beda dua poin saja dengan yang terbaik se-Kudus. Namun tahun ini para siswa lebih serius menghadapinya,” ujarnya.

Dia mengatakan, total siswa yang berkompetisi memperebutkan Umroh dan Vario sejumlah 374 siswa. Jumlah itu merupakan jumlah keseluruhan yang mengikuti UN disana. Meski hadiah sangat besar, pihak sekolah mengaku tidak menyalahi aturan. Sebab sumber biaya pribadi, tanpa biaya bos dan bantuan sekolah lainnya.

Editor: Supriyadi

Mengintip Keindahan dari Puncak Gunung Kendil

 

MuriaNewsCom – Bagi para pencinta kegiatan mendaki gunung, tidak ada salahnya memasukkan Gunung Kendil sebagai salah satu daftar pendakian. Gunung Kendil merupakan salah satu gunung di Jawa Tengah. Gunung dengan ketinggian sekitar 1305 mdpl bisa didaki melalui basecamp di Dusun Gesing, Desa Tegaron, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Untuk menuju ke basecamp, pendaki bisa mengambil dari arah Ambarawa menuju Banyubiru. Sampai di Sekolah Polisi Negara (SPN) Banyubiru ada pertigaan, ke kanan ke Salatiga dan jalan lurus menuju Dusun Gesing. Kalau dari arah Salatiga, setelah SPN belok kiri. Agar tidak tersesat di perjalanan menuju basecamp, tidak ada salahnya bertanya ke penduduk setempat.

Ketinggiannya yang tidak sampai 2.000 mdpl, membuat puncak gunung ini bisa didaki dengan jarak tempuh sekitar dua jam perjalanan. Meski demikian, keindahan alam yang terhampar dari puncak gunung ini sangat sayang jika dilewatkan begtu saja. Kita bisa melihat pemandangan indah, mulai Rawa Pening dan gunung-gunung lain di Jawa Tengah, yakni Merbabu, Merapi, Telomoyo, Ungaran, Sindoro, dan Sumbing. (*)

Video – Polisi Bersenjata Kawal Pengiriman Naskah UN ke-35 Kabupaten/Kota se-Jateng

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pengiriman naskah Ujian Nasional (UN) ke 35 Kabupaten/Kota se-Jateng dipastikan aman. Pasalnya, selain petugas Disdik Jateng, personel polisi bersenjata lengkap ikut dikerahkan untuk memastikan keamanan naskah ke tujuan dengan dengan aman dan utuh.

”Jadi kami juga dikawal oleh petugas kepolisian bersenjata lengkap saat pengiriman. Karena itu, saya pastikan naskah UN aman,” kata Kepala Disdik Jateng Nur Hadi Amiyanto, Sabtu (7/5/2016).

Selain itu, lanjutnya, dokumen tersebut sifatnya sangat rahasia. Sehingga harus diberikan pengamanan ekstra ketat. Dengan begitu, naskah tak bisa diambil oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

”Petugas polres masing masing daerah juga membantu mengamankan. Jadi tidak bisa dibocorkan apalagi sampai dibuka sebelum waktunya,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Video – Hebat, Pesona Payung Teduh Berhasil Ubah Anak Rock Jadi Pecinta Jazz

 

MuriaNewsCom, Kudus – Konser Payung Teduh yang dilangsungkan di Auditorium UMK dengan tajuk ‘Jazz in Campus 2016’ yang disuport WMild, berhasil membuat orang berubah. Faktanya, salah satu pencinta aliran musik rock berubah haluan ke Jazz setelah melihat performa Payung Teduh.

Dialah Udin, seorang warga Kudus Kota. Awalnya ia datang ke UMK atas bujuk rayu teman-temannya yang penasaran dengan Payung Teduh. Karena dipaksa ia pun asal ikut. Dalam benaknya, konser Payung Teduh akan membosankan.

Setelah melihat performanya, mindset Udin pun langsung berubah 180 derajat. Aksi apik para personel Payung Teduh langsung membuatnya terkesima. Ia pun berniat pindah haluan ke musik Jazz dengan kiblat payung teduh sebagai referensi.

”Tak kira konsernya membosankan. Tapi ternyata tidak, konsepnya asik, ramai dan lagu-lagu musik Jazznya enak didengar,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya pada musik Jazz terdapat khas sendiri tentang alunannya. Sehingga mampu membuat pendengarnya secara reflek bergerak untuk goyang sesuai dengan irama musik.

Konser Payung teduh itu, semakin meriah lantaran sebelumnya juga terdapat band pembuka, seperti Disket Band, Ayunan dan lain sebagainya.

Editor: Supriyadi

Video – Bupati Kudus: SMK Weekend jadi Ajang Promo Sekolah

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan SMK Weekend tahun ini dinilai lebih meriah ketimbang tahun sebelumnya. Bahkan, kegiatan itu merupakan ajang promosi bagi SMK.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, kegiatan SMK Weekend merupakan kegiatan untuk menunjukkan kelebihan SMK di Kudus. Dengan demikian, SMK yang ikut dapat menunjukkan kelebihannya untuk menjadi sasaran lulusan SMP melanjutkan sekolah.

“Jadi, para siswa SMP yang lulus tahun ini dapat memilih SMK yang disukai. Sebab dalam pameran banyak SMK yang menunjukkan kebolehannya,” katanya.

Pihak nya juga memberikan ucapan terima kasih kepada pihak yang sudah membantu dalam menenangkan SMK di Kudus. Dia berharap SMK di daerah lain juga bisa melakukan hal serupa.

Dalam kesempatan itu, dia juga menuturkan kegiatan tahun depan akan dilakukan lagi. Sebab sudah menjadi agenda rutin dan juga banyak masyarakatnya yang menunggu.

“Kami pastikan tahun depan akan ada kegiatan lagi. Kalau bisa harus lebih meriah dan lebih ramai lagi,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Tahun Depan, SMK Weekend juga Dipastikan Digelar

Video – Ketua DPRD Kudus Sebut Tak Tahu Jika Rumdin Pimpinan Dewan Diduga Digunakan untuk Pesta Miras

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPRD Kudus Mas’an mengaku tidak tahu menahu mengenai rumah dinas pimpinan dewan yang diduga digunakan sebagai tempat pesta miras. Sebab, hingga kini pihaknya belum mendapati laporan terkait hal tersebut.

Mas’an mengatakan, penggunaan rumah pimpinan dewan yang dikabarkan sebagai tempat pesta miras, Jikapun benar, kemungkinan dilakukan saat dia tidak berada di gedung dewan atau saat tidak jam dinas. Sehingga pengawasan olehnya juga tidak dapat terkontrol.

“Kalaupun ada, pasti diluar jam dinas. Namun, sudah sebagai tugas pimpinan dalam menjalankan tugas ini, makan hal ini akan kami selidiki,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tak tanggung-tanggung, dia juga mengancam bakal mengeluarkan sanksi untuk anggota dewan, jika terbukti melakukan perbuatan seperti yang disebutkan masyarakat, terkait dugaan pesta miras di rumah dinas pimpinan dewan. Pihaknya akan membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini.

Hanya, lanjutnya, terkait penggunaan rumah dinas, selama ini katanya sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Posisi rumah dinas yang sudah dikembalikan ke bagian umum, membuat administrasi penggunaan rumah dinas dilakukan dengan surat resmi.

Hal itu, kata Mas’an juga sudah dilakukan. Selama ini, jika ada tamu diluar jam dinas,rumah tersebut digunakan untuk menerima tamu, yang memang penggunaanya ada surat izin.”Per 6 April 2016, status rumah dinas sudah kembali ke bagian umum,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Video – Ratusan Model Cantik Bergaya di Hutan Jati Undaan Kudus

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 500 perempuan dari Undaan, Kudus, ramai-ramai bergaya di Desa Wonosoco, Sabtu (23/4/2016). Tepatnya di kegiatan “Gebyar Kartini 2016″. Kegiatan digelar tim penggerak PKK Kecamatan Undaan.

Ketua Tim penggerak PKK Kecamatan Undaan Lilik Ngesti Widya Suryani mengatakan,kegiatan ini mengangkat kembali Wonosoco sebagai desa rintisan wisata. Selain itu, dalam kegiatan ini juga sebagai ajang komunikasi. “Serta jadi ajang silaturahmi antara warga Undaan,” kata Lilik.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, dalam kegiatan tersebut ada empat jenis lomba.Di antaranya ialah Fashion Show Batik di tengah hutan jati, Tata Boga, Lomba Edukasi Kader PKK, dan Lomba Lari 5 Km.

“Dari keempat jenis lomba itu, pesertanya dari 16 desa yang ada di Undaan. Baik dari kalangan PKK, maupun warga Umum. Namun yang kita tekankan ialah khusus warga Undaan. Selain Undaan, kita tolak,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk penghargaan akan diambil juara hingga peringkat tiga. Termasuk juga akan diberikan penghargaan berupa uang tabungan.

Editor : Akrom Hazami

Video – Asyiknya Nonton Wayang Tenda Nandang Wuyung

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pernah dengar wayang tenda? Wayang ini ternyata asyik sekali untuk dinikmati.

Wayang tenda adalah wayang yang dimainkan dalam sebuah tenda. Tepatnya tenda doom atau tenda yang biasa dipakai untuk naik gunung para pecinta alam. Wayang ini dimainkan dari dalam tenda tersebut.

Nah, pertunjukan wayang tenda inilah yang semakin membuat seru peringatan Hari Kartini di TK Pelita Nusantara Kudus. Cerita yang diambil juga cerita keseharian anak-anak.

Wayang tenda yang hadir di TK Pelita Nusantara adalah dari Komunitas Wayang Tenda Nandang Wuyung dari Semarang.

Ceritanya yang diambil adalah bagaimana sosok seekor lebah bernama Kartini, yang berhasil mengalahkan orang-orang yang berniat menggunduli hutan.

Anak-anak begitu terhibur. Bahkan terkadang menjerit-jerit kalau kemudian karakter wayangnya yang berupa hewan, melontarkan raungan atau teriakan khas mereka. Meski membuat anak-anak kaget, namun mereka tetap bersemangat menyaksikannya.

Ketua Paguyuban Orang Tua Murid Pelita Nusantara Armnima Hendratmanto mengatakan, ide untuk mendatangkan wayang ini, berasal dari paguyuban.

“Kita ingin memberikan suasana berbeda pada peringatan Hari Kartini ini. Kita pilih wayang karena ingin memperkenalkan budaya nusantara berupa wayang,” jelasnya, Sabtu (23/4/2016).

Menurutnya, dengan memperkenalkan budaya sejak kecil, diharapkan anak-anak akan semakin mencintai kebudayaan Indonesia.

“Supaya sejak kecil mereka tahu ada budaya Indonesia yang bagus. Ya, wayang ini. Dan tadi memang anak-anak kelihatan senang,” imbuhnya.

Editor: Merie

Video – Jepara Carnival Terganggu Soundsystem

Penampilan salah satu peserta Jepara Carnival 2016, Minggu (17/4/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

Penampilan salah satu peserta Jepara Carnival 2016, Minggu (17/4/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaksanaan Jepara Carnival 2016 berlangsung meriah, di Alun-alun Jepara, Minggu (17/4/2016). Sayangnya, di tengah-tengah acara, terganggu soundsystem yang mendadak mati.

Ratusan peserta karnaval tengah memeragakan pakaian beraneka ragam, mendadak terhenti aksinya, karena alunan musik yang sedang mengalun mengiringi acara, mendadak mati.

Tidak ayal, gerak langkah peserta menjadi terhenti. Ada yang masih terus melangkah, ada yang berhenti menunggu musik hidup kembali.

Sayangnya, setelah menanti sekian lama, musik belum bisa dimainkan kembali. Pihak yang mengurus soundsystem ternyata tidak berhasil menghidupkan peralatan tersebut.

Akhirnya, pelaksanaan karnaval yang menampilkan aneka busana dari bahan kain batik dan tenun itu tetap berlanjut. Dengan suasana yang sepi tanpa iringan musik.

Hanya saja, tidak lama kemudian acara karnaval terpaksa berhenti sementara. Menunggu hingga soundsystem kembali berfungsi.

“Wah, bagaimana ini. Kenapa soundsystem bisa mati begini. Bisa merusak acara soalnya,” kata Erni, warga Kecamatan Jepara yang menyaksikan acara tersebut.

Tidak lama kemudian, acara benar-benar selesai. Panitia tidak lagi melanjutkan acara, meski masih ada beberapa peserta yang belum tampil. Ada kurang lebih 80 peserta yang ikut dalam acara karnaval tersebut.

Editor : Merie

 

Video – Wow! SMA 1 Kudus Rogoh Kocek Ratusan Juta untuk Selenggarakan UNBK

Komisi D DPRD Kudus saat sidak di SMA 1 Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Komisi D DPRD Kudus saat sidak di SMA 1 Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat yang berlangsung 4-6 April, sebagian sekolah sudah menggunakan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Termasuk di Kudus, salah satunya adalah SMA 1.

Penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer ini, merupakan kali pertama bagi SMA 1 Kudus. Bahkan, untuk bisa menyelenggarakan ujian dengan sistem komputerisasi ini, pihak sekolah harus menggelontorkan dana hingga ratusan juta.

Kepala SMA 1 Kudus Shodiqun mengatakan, setidaknya lebih dari Rp 200 juta telah dihabiskan dalam persiapan UNBK. Jumlah tersebut, belum lagi ditambah dengan fasilitas lainnya, agar UN berjalan lancar.

“Rp 200 juta sudah dihabiskan untuk membeli perangkat komputer. Itu saja kurang, lantaran komputer yang disiapkan lebih 100 unit,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, biaya tersebut bersumber dari bantuan pemerintah dan bantuan itu diberikan langsung ke rekening sekolah, kemudian dibelanjakan untuk perlengkapan sarana prasarananya.

Saat bantuan didapat, kata dia, pihaknya langsung bertemu dengan Presiden Jokowi. Sebab hanya beberapa sekolah saja yang mendapatkan bantuan semacam itu.

Selain bantuan dari Jakarta, untuk melengkapi kebutuhan UNBK, pihaknya juga meminta bantuan dari alumni. Pelibatan alumni ini, lantaran kebutuhan untuk membeli server UNBK, termasuk server cadangan.

“Kami hanya ada dua server, padahal kebutuhannya adalah delapan unit termasuk cadangan. Sehingga, enam server yang kurang, kami mintakan ke para alumni,” ungkapnya.

Tidak hanya server dan komputer, pihak sekolah juga membutuhkan genset guna mengantisipasi adanya pemadaman listrik. Untuk genset, pihaknya menyewa sejumlah dua unit. Untuk satu unit, harga sewanya sebesar Rp 1,750  juta per hari.

Editor : Kholistiono

 

Video – Siswa Qudsiyyah Kudus Ziarah ke Makam Pendiri

Siswa Madrasah Qudsiyyah dari berbagai jenjang pendidikan, mengikuti kegiatan ziarah makam pendiri, Sabtu (2/4/2016).(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Siswa Madrasah Qudsiyyah dari berbagai jenjang pendidikan, mengikuti kegiatan ziarah makam pendiri, Sabtu (2/4/2016).(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Memperingati satu abad berdirinya Madrasah Qudsiyah, ribuan siswa dari tingkat MI, MTs, dan MA, mengadakan ziarah ke makam pendiri madrasah, yakni KHR Asnawi, Sabtu (2/4/2016).

Panitia penyelenggara satu abad Qudsiyah Abdul Jalil mengatakan, jumlah siswa yang ziarah di makam KHR Asnawi mencapai 1.800-an. Jumlah tersebut merupakan jumlah keseluruhan siswa mulai dari MI hingga MA.

”Ada 1.800 siswa yang mengikuti kegiatan ziarah kali ini. Kegiatan dilakukan di makam KHR Asnawi, yang terletak di kompleks makam Kanjeng Sunan Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya yang juga dosen STAIN itu mengatakan, KHR Asnawi merupakan pendiri Madrasah Qudsiyah. Sehingga tiap tahun ada kegiatan ziarah bersama di makam pendiri.

Selain makam KHR Asnawi, ziarah juga dilakukan di Masayeh, yang terletak tidak jauh dari Qudsiyah. Beliau juga termasuk pendiri Qudsiyah, yang mana seorang guru sepuh di Qudsiyah dulunya.

Ali Maksum, seorang guru Qudsiyah yang sudah mengajar selama 15 tahun menambahkan, sejak awal mula Qudsiyah memang dibangun berbasis sekolah. Sehingga hingga kini madrasah tetap kokoh berdiri sebagai bentuk pendidikan formal.

”Ceritanya dulu pada tahun 1919 dibangun. Jadi dalam lambangnya dulu ada angka 1919, karena tahun berdirinya Qudsiyah ya itu,” imbuhnya.

Editor: Merie