TMMD di Kalisegoro, TNI dan Warga Bangun Jembatan Baru

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Jembatan jalan baru di RT 01 RW II Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 Wilayah Kodim 0733 BS Semarang,  kini dirasa sangat membantu warga masyarakat Kalisegoro.

Jembatan sepanjang 5 meter dengan panjang 2 meter ini kini telah berfungsi dan dapat dilintasi masyarakat, terutama mereka yang melintas dengan sepeda motor.

Prawoto, salah seorang warga mengatakan sebelum ada jembatan tersebut warga masyarakat dari Dukuh Kenteng menuju Sedayu harus berjalan melingkar menembus semak belukar dan nyeberang sungai berbatu. Namun setelah jembatan tersebut jadi  warga bisa bernafas lega.

“Yang paling terbantu adalah anak-anak sekolah. Mereka sekarang bisa langsung melintasi jembatan tersebut”, ujar Prawoto, Senin (31/7/2017).

Pembuatan jembatan baru tersebut menurut Pasiter Kodim 0733 BS Semarang, Kapten Inf Suradi selaku Koordinator Lapangan TMMD Reguler Ke-99, adalah hasil over prestasi. Artinya sebelumnya tidak ada dalam rencana sasaran. Namun karena adanya partisipasi lembaga desa dan masyarakat, pembangunan jembatan itu dilaksanakan karena kebutuhan.

“Jadi semua itu didanai dari swasembada masyarakat, prajurit kami dibantu masyarakat tinggal membangunkan jembatan tersebut”,  ungkap Kapten Inf Suradi. (NAP)

 

Sunani Kaget Rumahnya Jadi Mewah Setelah Dibangun Kodim 0733 Semarang

Sunani (kiri) berbincang dengan personel TNI Kodim 0733 BS Semarang usai rumahnya direhab dalam program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sunani (67) warga Kalisegoro RT 01 RW I tak menyangka rumahnya yang sebelumnya reyot dan tak layak huni, pada Rabu (2/8/2017) sudah berubah menjadi megah setelah direhab dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler Ke-99 TA 2017.

Kodim 0733 BS Semarang selaku pelaksana TMMD Reguler di wilayah Kota Semarang pada kegiatan ini berhasil merehab 20 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) warga Kalisegoro. 

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang mewakili Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega mengatakan bahwa rehab RTLH termasuk over prestasi. Pasalnya yang sebelumnya bangunan rumah dindingnya setengah bata dan setengah kayu, namun pada pelaksanaannya justru dibuat dinding bata semua.

Selain itu lantainya pun tidak plesteran semen, melainkan pasangan keramik. “Pada masing-masing rumah juga kita buatkan teras dari baja ringan”, ungkap Kapten Inf Suradi.

Sunani yang menerima penyerahan rumah bercat hijau tersebut mengaku kaget dan bahagia, karena rumahnya justru dibuat dengan dinding tembok. padahal sebelumnya merupakan pasangan papan dan sudah banyak yang rapuh.

“Kula nggih sagetipun matur sembah nuwun dateng bapak-bapak tentara. Mugi-mugi Gusti Allah ingkang paring piwales (Saya bisanya bilang terima kasih kepada bapak tentara, semoga Allah yang membalas)”, ungkap Sunani.

 

Kodim 0733 BS Semarang Datang, Rumah Warga Gunungpati Tak Lagi Berlumpur

Personel TNI dari Kodim 0733 BS Semarang menyapa warga yang melintas di ruas jalan yang dibangun melalui program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017. (Kodim 0733 BS Semarang)

SEMARANG – 190 pekerja terdiri dari 130 prajurit TNI AD Kodim 0733 BS Semarang serta satuan yang ada di Semarang, dibantu 10 anggota Polri, 10 aparatur Pemkot Semarang dan selebihnya masyarakat Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Sabtu (29/7/2017) menyelesaikan pembangunan jalan aspal sepanjang 200 meter dengan lebar 3 meter di desa tersebut.

Jalan aspal yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 ini disambut suka cita warga. “Sudah lama warga menginginkan jalan aspal di desa ini, karena bila hujan jalan pasti berubah menjadi lumpur. Dampaknya pasti lantai rumah penduduk jadi kotor. tapi setelah diaspal, kini jalan terlihat halur, rata dan bersih. Anak-anak pun juga bebas bermain dan berlarian di jalan beraspal tersebut”, ujar Gunadi, warga RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro.

Kaur Bhakti Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suryanto yang dilokasi memimpin pembangunan sasaran pengaspalan mengungkapkan pengaspalan telah dilakukan dengan volume 436M2. “Hasilnya kini sudah bisa dinikmati warga. Bahkan anak-anak pun banyak yang memanfaatkan untuk bermain dijalan aspal baru”, ungkap kapten Inf Suryanto. (nap)

Kodim Semarang Ajak Masyarakat Hidupkan Pos Kamling

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Keberadaan Pos Kamling menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan wilayah. Namun sayang keberadaan pos kamling saat ini sudah banyak yang tidak dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga keamanan lingkungan. 

Melalui program TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 Kodim 0733 BS Semarang mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan pos kamling sebagai Poso penjagaan keamanan lingkungan.

Tidak hanya mengajak warga kembali mengaktifkan pos kamling dalam program TMMD tersebut Kodim juga melakukan rehab sejumlah pos kamling. Salah satunya pos kamling dukuh Sekayu RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. 

“Keberadaan pos kamling sangat penting, untuk menjaga keamanan lingkungan mengingat kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” kata Koordinator Lapangan TMMD Kapten Inf Suradi, Kamis (27/7/2017) saat meninjau proses rehat pos kamling. 

Salah seorang warga Urip mengakui, sebenarnya warga setiap malam sudah melakukan penjagaan kampung melalui piket ronda. Hanya saja karena kondisi pos kamling yang mengalami kerusakan ronda dilakukan di tempat lain. “Nanti rencananya pos kamling yang sudah diperbaiki akan kembali dihidupkan supaya kampung lebih aman dari kejahatan. Selain untuk pos kamling nanti juga bisa digunakan untjk kegiatan warga yang lain,” ucapnya. (NAP)

TMMD Kodim 0733 Semarang, Mushola Al Ikhlas di Gunungpati Jadi Lebih Nyaman.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

Semarang – Jamaah mushola Al Ikhlas RT 01 RW ll Kalisegoro mengapresiasi upaya Kodim 0733 yang telah merehab tempat ibadah mereka.

“Setidaknya saat ini jamaah merasa nyaman lantaran mushola tersenut lebih nyaman dan adem,”ujar Sholikin warga setempat kamis (27/07).

Mushola Al Ikhlas merupakan salah satu target rehab dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di kelurahan kalisegoro, Kecamatan Gunungpati.

Pihaknya berharap agar jamaah mushola semakin banyak lantaran bangunam lebih luas. “Semoga dengan kondisi begini jamaah semakin khusyuk dan semakin banyak,” harap sholikin.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi mengaku ikut berbangga dengan apresiasi warga yang mengaku puas dengan kinerja TNI dalam membangun kelurahan Kalisegoro.

“Syukurlah, warga senang dengan kinerja kami. Semoga ini bermanfaat buat Warga,”ujarnya. (NAP)

Maryati Senang, Sekarang Jalan Menuju ke Makam Semakin Dekat

Personel TNI dan warga bergotong-royong membangun jalan dalam program TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pembuatan jalan tembus Makam di RT 1 RW II sepanjang 180 x 3 meter persegi yang merupakan program dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) membantu warga sekitar lebih dekat menuju makam umum tersebut. Jika sebelumnya warga harus memutar sedikit jauh, namun saat ini mereka tidak perlu capek untuk menuju makam.

“Mau kemakam si mbah jadi tidak memutar. kemarin ada bapak-baoak Tentara bangun jalur alternatif ke makam, jadi lumayan deket sekarang,” ungkap Maryati (37) warga sekitar, Rabu, (26/07).

Ia menceritakan dengan pembuatan jalan tembus ini warga sekitar sangat terbantu. Apalagi sebelumnya jalan menuju makan hanya ada satu akses. “Alhamudilillah membantu warga RT 1 yg mau ke makam,”imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menuturkan pembuatan jalur tembus menuju makam ini merupakan usulan dari warga sekitar ketika melakukan survei di RW II. “Kami dibantu warga diarahkan. kebetulan warga ingin TMMD juga diarahkan di makam ini dengan jalan tembus,” terang Suradi. (NAP)

Ketua RT harus “Kepo” dengan Warga Baru

Warga Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti sosialisasi tentang Kamtibnas yang dilaksanakan Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Penyuluhan/Sosialisasi tentang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Selasa (25/7) dilaksanakan Kodim 0733 Kota Semarang di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini diikuti 50 warga setempat.

Dalam pemaparannya, Kapolsek Gunungpati Kompol Bagiyo Prayi menyebutkan setiap warga harus saling memiliki sikap peduli terutama terkait kamtibmas. Hal ini sebagai langkah antisipasi merebaknya faham radikal dikalangan masyarakat.

Peran Ketua RT dinilai memiliki peranan penting karena menjadi ujung tombak dalam mengantisipasi merebaknya penyebaran faham radikal dan terorisme. 

“Warga harus saling cari tau atau Kepo ketika ada warga baru tinggal dipemukiman. Ini sangat penting buat diantisipasi,”ujarnya.

Tidak hanya itu, Kapolsek juga meminta warga untuk tetap melaksanakan sistem keamanan lingkungan atau siskampling pada malam hari. 

Selain menjaga keamanan lingkungan, dengan berkumpulnya warga juga dapat menambah keguyuban dari masing-masing warga.

“Kan kalau pagi sampai sore kerja, nah pas malam bisa kumpul sebentar dengan tetangga melalui siskampling. Pokok intinya yakni sesama warga saling memiliki rasa tanggung jawab,”imbuhnya.

Sementara itu, Kaur Komsos Kapten Infantri Bahrudin menambahkan jika mendapati adanya tindakan yang mengancam kamtibmas, masyarakat diminta segera melapor ke pihak berwajib, baik ke polsek maupun ke Bintara pembina desa atau babinsa.

“Ingat, jangan melakukan aksi main hakim sendiri, laporkan saja ke Kami. jika menangkap maling atau sesuatu yang mencurigakan lainnya. kita negara hukum jadi biar hukum yang berproses,”ujar Bahrudin. (NAP)

 

Ada TMMD, Sunardi Tidak Lagi Mencuci Motor Setiap Hari

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang baru saja menyelesaikan tugasnya di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Salah satu yang menjadi obyek pembangunan di desa tersebut yakni di RT 1 RW I dengan pengaspalan jalan.

Sebelumnya jalan ini kondisinya jelek dan sering menjatuhkan warga lantaran licin serta kondisi yg tidak rata.

Sunardi (23) warga setempat saat ditemui Kamis (20/07) mengaku pernah mengganti velg kendaraannya lantaran jatuh di dekat rumahnya akibat lubang jalan pada malam hari.Selain itu dengan kondisi jalan yang belum diaspal, menyebabkan cepat kotornya kendaraan yg dimilikinya. Terlebih ketika musim hujan jalan cenderung licin dan berlumpur.

“Sekarang diaspal lumayan jarang nyuci motor. Kan kemarin ada pengaspalan jalan sama pak tentara. Jalannya mulus sekarang jarang nyuci motor,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Maimunah (45), yang mengapresiasi perhatian dari TNI yang memberikan jalan mulus bagi warga sekitar.”Terima kasih sudah di buat bagus jalannya. Naik motor jadi nyaman pas pulang kerja,” imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi sebelumnya mengatakan tidak hanya pengaspalan jalan, namun dalam pelaksanaan TMMD, pembangunan akan menyentuh semua aspek yang pada intinya membantu masyarakat agar lebih sejahtera.

“Di sini (Kalisegoro) kita tidak hanya pengaspalan saja, tapi ada banyak kegiatan. Seperti Bedah rumah, membuka Jalan akses bagi warga, sampai rehab Mushola. Semoga warga berkenan atas pengabdian kami,” imbuhnya.(nap)

TMMD Kodim 0733 BS Semarang, Bangun Jalan dan Tingkatkan Kesehatan Warga

Warga Kalisegoro, Gunungpati mendapatkan pengobatan gratis yang merupakan bagian dari kegiatan TMMD Ke-99 Tahun 2017 yang dilaksanakan Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 BS Semarang di kelurahan Kalisegoro Gunungpati Semarang, Rabu (19/7/2017) digelar Pengobatan Gratis yang melibatkan dokter dan petugas Puskesmas Kecamatan Gunungpati.
Warga se-Kecamatan Gunungpati pun memanfaatkan kegiatan ini dengan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis.

Darminto, warga Kalisegoro mendapat pengobatan setelah diperiksa tenaga medis dan kedapatan batuk radang. Bapak berusia hampir 70 tahun ini termasuk perokok berat. Karenanya dokter menyarankan untuk berhenti merokok untuk memperingan radang tenggorokannya.
Sementara Darmini (57) mengalami gatal-gatal di seluruh tangan dan badannya. Oleh dokter juga diberikan obat-obatan berupa penghilang gatal dan vitamin.

Pengobatan gratis disambut antusias oleh masyarakat Kalisegoro. Pasalnya dengan adanya Pengobatan Gratis Program TMMD ini warga merasa terbantu mengatasi dan menangani penyakitnya.”Kami senang ada kegiatan seperti. Terima kasih Pak TNI,” ucapnya.

Mayor Inf Harton, Danramil Semarang Tengah sebagai perwira pendamping kegiatan membenarkan antusiasme warga. Banyak warga yang menghendaki pemeriksaan dan pengobatan gratis diperpanjang. “Namun karena program TMMD ada batas waktunya, maka dijalankan sesuai program,” jelas dia. (NAP)

Outbond Kebangsaan TMMD, Kodim 0733 BS Semarang Ajarkan Anak-anak Cinta Tanah Air

Anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti acara outbond di sela-sela TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang, Minggu (16/7/2017) bersuka cita dalam kegiatan Outbond Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang, yakni Kalisegoro Gunungpati.

Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega melalui Kaur Bhakti Kapten Inf Suryanto mengatakan bahwa dalam kegiatan outbound tersebut terselip pendidikan mental dan spiritual membentuk generasi yang memiliki kepekaan sosial, kebersamaman dan setia kawan.

“Anak-anak kita ajak bermain dengan materi-materi permainan tim. Kerjasama antar personal dan kelompok kami tenamkan, sehingga mereka mengerti makna persatuan dan kesatuan. Intinya mereka bisa merasakan Berat Sama Dipikul, Ringan sama Dijinjing”, ungkap Kapten Inf Suryanto.

Dandim berharap dengan outbound tersebut anak-anak jiwanya tertanam semangat kebersamaan dan setia kawan yang menjadi dasar dari semangat bela negara dan cinta tanah air. (nap)

Kodim 0733 Semarang Ajak Warga Gunungpati Peduli Kesehatan

Petugas memeriksa kesehatan warga Kelurahan Kalisegoro Gunungpati di sela-sela pelaksanaan TMMD Reguler ke-99 Tahun 2017. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan warga yang terdiri dari orang tua dan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang antusias mengikuti penyuluhan kesehatan, yang merupakan program TMMD Reguler ke-99 tahun 2017, Sabtu (15/7/2017).

Penyuluhan tersebut, dilakukan untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui gerakan hidup sehat. Dalam penyeluhan tersebut Kodim menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Masyarakat pun cukup antusias mendengarkan penyuluhan yang diberikan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Salah satu warga Suharni mengaku, selama ini warga memang belum begitu menyadari akan pentingnya kesehatan. Padahal kata dia menjaga pola hidup sehat sebenarnya tidaklah sulit. “Sebenarnya tidak sulit tapi karena mamang belum terbiasa saja,” katanya.

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suradi mengatakan, kesehatan sangat penting dan menjadi harta manusia yang paling berharga. Tidak ada kesehatan bisa dikatakan tidak ada kesempatan untuk menikmati kehidupan.

Pola Hidup sehat tidaklah sulit, karena bisa dilakukan di lingkungan sendiri, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola makan yang sehat.

“Oleh karena itu melalui penyuluhan ini diharapkan warga masyarakat semakin meningkatan kesadaran dan bisa menerapkan pola hidup sehar di lingkungan masing-masing,” katanya.

Menurut dia menjaga kesehatan adalah penting mengingat saat ini biaya pengobatan dan perawatan sangat mahal. Bahkan banyak orang yang terpaksa menjual seluruh harta miliknya demi menyembuhkan penyakit.

“Mulai melakukan pola hidup sehat dari sekarang akan menjadi investasi berharga bagi kesehatan kini dan nanti,” imbuhnya. (NAP)

Isi Khotbah Jumat, Anggota TNI Ini Tekankan Bela Negara Bagian dari Iman

Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Bahrodin saat mengisi kotbah di Mushola Al Fatah Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Ustad Kapten Inf Bahrodin saat bertindak sebagai khotib salat Jumat di Mushola Al Fatah Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Jumat (14/7/2017) menegaskan bahwa Islam juga mengatur hal bela negara sebagai bagian dari iman. Oleh karena itu kemerdekaan bangsa Indonesia, juga tak lepas dari semangat bela negara rakyat semua.
Khotbah Jumat yang disampaikan oleh Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang ini digelar juga dalam rangka Komsos rangkaian Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang.
Di hadapan jamaahnya, Ustad Bahrodin juga menyampaikan pentingnya semangat kebersamaan didalam menjalin persatuan dan kesatuan yang menjadi dasar bela negara. “Bela negara dilakukan dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam perbedaan namun terbingkai satu dalam Bhineka Tunggal Ika yang texrdapat dalam Lambang Negara Garuda Pancasila,” ujarnya.
Oleh karena itu semangat toleransi juga perlu dikedepankan dalam koridor kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI. (NAP)

Suparman Minta, Pavingisasi TMMD Tidak Tebang Pilih.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang dikalisegoro  mendapat apresiasi dari warga sekitar. Hal itu terlihat dari tingkat partisipasi masyakarat yang ikut dalam pembuatan pavingisasi pada Kamis (13/07) di RT 06 RW II kelurahan Kalisegoro.

Salah satu warga RT 3 RW II Anton Ubaidillah menyebutkan program pavingisasi yang dilakukan diakses pemukiman warga ini sangat membantu. Apalagi jika harus menunggu dari pemkot semarang akan lebih lama lagi. “Bagus sih sebenarnya program ini. Tapi jika boleh jangan hanya di RT 06 saja. kan yang perlu diperbaiki tidak hanya ditempat itu,” imbuhnya.

Menurut Dia, jika setiap jalan diperbaiki baik dengan pavingisasi maupun diaspal, maka warga akan terbantu meski bukan jalan umum yang diakses masyarakat luas namun semestinya pembangunan dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Yang butuh perbaikan bukan satu RT saja. Masih banyak jalan yang perlu perhatian. Semoga saja tahun depan dapat terakomodir baik dari TMMD Kodim 0733 maupun dari pemkot,” imbuh Anton.

Mulato, Warga lainnya berujar, sangat mengapresiasi perbaikan jalan yang dilakukan TNI di desa Kalisegoro. apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau sangat tepat untuk pengerjaan jalannya. “Dulu waktu hujan pasti sering “mbletok” (tanah liat) jalannya. sehingga dengan jalan yang telah dipaving diharapkan tidak lagi seperti dulu. warga tidak was-was ketika lewat,”imbuhnya. (NAP)

TMMD, Kodim 0733 Semarang Kampanyekan Program KB

Salah seorang warga Kalisegoro Gunungpati mendapat sosiliasi Program Keluarga Berencana pada TMMD Reguler 99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Masyarakat Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang akhirnya menyadari betapa pentingnya program Keluarga Berencana bagi keluarga. Bukan saja untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, namun juga untuk menjaga kesehatan organ reproduksi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sedikitnya ada 100 masyarakat Kalisegoro yang mengikuti Penyuluhan dan 35 orang mendapatkan Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB Gratis yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang. Penyuluhan digelar Kamis (13/7/2017) di Balaidesa Kalisegoro dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 99 TA 2017.

Sumarni (32) salah satu peserta KB yang ikut memasang implant mengaku semakin mantab mengikuti KB setelah mendapatkan penyuluhan. “Sebenarnya sudah ingin KB pada tahun lalu, tapi kini semakin mantab karena anak sudah dua. Bayangan saya kalau tidak ikut KB dan nambah anak, nantinya akan semakin berat menanggung beaya kebutuhannya, seperti sekolah dan lainnya”, ungkap Sumarni.

Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH, Pasipers Kodim 0733 BS Semarang yang mendampingi pelaksanaan Penyuluhan dan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB mengatakan kesadaran masyarakat akan KB semakin tinggi. “Mereka sudah memahami manfaat KB bagi kesehatan maupun keluarga. Umumnya mereka perlu adanya pihak yang bisa mendorong agar lebih yakin dan mantap untuk sesegera mungkin ber-KB”, ujar Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH.

Selanjutnya diluar momentum TMMD, Kodim 0733 BS Semarang yang memiliki 351 Bintara Pembina Desa (Babinsa) akan terus mendorong masyarakat agar sadar KB. “Para Babinsa yang juga dibekali kemampuan penyuluhan KB akan dioptimalkan di wilayah masing-masing dalam rangka mendorong kesadaran ber-KB”, ungkap Mayor Caj (K) Opik Hopiah mewakili Dandim 0733 BS Semarang. (nap)

TMMD Kodim 0733 Lakukan Pavingisasi di Kalisegoro Gunungpati.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan TNI dengan baju doreng, Kamis (13/07) bersama warga RT 06 RW II bergotong royong melakukan pavingisasi jalan warga sepanjang 200 M persegi dalam rangka TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang. Kegiatan pavingisasi ini merupakan salah satu dari program TMMD yang dilakukan di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Semarang.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menjelaskan pavingisasi akses jalan warga ini lantaran mendapat masukan dari masyakat ketika melakukan survei. Diakuinya kendala akses jalan yang tidak layak dilalui sering dikeluhkan masyarakat sekitar. Rusaknya kondisi jalan mendapat perhatian dari tim TMMD. 

“Belum semua jalan warga mendapat sentuhan dari pemerintah, oleh karena itu kami hadir juga dalam rangka membantu Pemkot Semarang untuk memberikan pelayanan akses jalan yang memadahi. kami lihat juga masih banyak jalan yang tanah liat,” terangnya.

Suradi berharap agar kedepan pemkot dapat segera membenahi akses jalan yang belum terkondisi dengan baik. hal itu lantaran TMMD hanya berlangsung singkat 30 hari saja. “Sehingga sisanya kami berharap kepada pemkot Semarang,”imbuhnya. (nap)

 

TMMD di Kalisegoro Gunungpati, Kodim 0733 Semarang Terjunkan 150 Personel

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kodim 0733 BS Semarang menerjunkan sedikitnya 150 personel TNI untuk melaksanakan program TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Koordinator Lapangan TMMD Kapten Inf Suradi mengatakan, personel yang diterjunkan terdiri dari, bebebagi kesatauan, diantaran Kodim, Arhanudse, Yonkav, Zeni, dan lainnya. “Total kita terjunkan 150 personel,” ujarnya, Rabu (5/7/2017) saat meninjau lokasi TMMD.

Dia menjelaskan, selain personel dari TNI juga dibantu masyarakat sekitar. Hal itu membuktikan kedekatan TNI dengan masyarakat.

Menurut Kapten Inf Suradi, seluruh personel diterjunkan untuk membantu masyarakat untuk melakukan berbabgai kegiatan mulai dari pembangunan fisik dan non fisik. “Sasaran kita adalah rumah tidak layak huni, pembangunan jalan dan jembatan, serta dibidang kesehatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama berjalannya program TMMD beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

TMMD Fokus Infrastruktur dan Kesehatan Masyarakat

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang dilakasanakan Kodim 0733/ BS Semarang di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang fokus pada pembangunan fisik dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, selama TMMD berlangsung yakni mulai Selasa (4/7) sampai Rabu (2/8), TNI akan melakukan berbagai kegiatan.

Komandan Kodim 0733 BS Semarang Kolonel Inf Zaenul Bahar mengatakan, program TMMD TNI ini, sejalan dengan cita-cita pemerintah, membangun desa dan menata kota. Utamanya pembangunan infrastruktur pedesaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya saat pembukaan TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, Selasa (4/7).

Ia menjelaskan, beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

Perbaiki Kondisi Perekonomian Keluarga, Ini Pilihan Warga Grobogan

Beberapa warga Grobogan yang ikut program transmigrasi beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

Beberapa warga Grobogan yang ikut program transmigrasi beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain merantau, tekad sebagian warga Grobogan untuk mengubah kondisi perekonomian juga dilakukan dengan cara mengikuti program transmigrasi. Meski tidak segencar beberapa tahun lalu, namun sejauh ini masih cukup banyak warga yang ingin ikut program tersebut.

Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, untuk tahun 2016 ini, direncanakan ada 20 kepala keluarga (KK) yang akan ikut program transmigrasi di tiga daerah tujuan. Yakni, 10 KK akan ditempatkan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Kemudian, 5 KK di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dan 5 KK lagi di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

“Tahun ini, alokasi transmigrasi umum untuk sementara hanya 20 KK. Mengenai jadwal keberangkatannya masih menunggu surat perintah pemberangkatan (SPP) terlebih dahulu dari pusat. Berdasarkan tahun sebelumnya, pemberangkatan peserta transmigrasi ini dilangsungkan sekitar bulan Oktober,” jelas Andung didampingi Kabid Transmigrasi Hadi Purmiyanto.

Andung menjelaskan, pada tahun 2015 lalu, pihaknya juga memberangkatkan transmigran sebanyak 20 KK. Dari jumlah ini, sebanyak 5 KK ditempatkan di daerah Ayu Melingo, Gorontalo. Kemudian, 5 KK lagi di Satai Lestari SP3, Kabupaten Tanjung Utara, Kalimantan Barat. Selanjutnya, 5 KK di UPT Keliling Semulung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2014 lalu ada tujuh KK yang berangkat transmigrasi dengan daerah tujuan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kemudian, pada tahun 2013 ada 30 KK yang dikirim. Adapun daerah tujuannya ada di Kabupaten Kayong Utara, Kalbar dan Kabupaten Barito Timur, Kalteng. Kemudian, di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Donggala, keduanya di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pada tahun 2012 lalu, ada 51 KK yang berangkat transmigrasi dan tahun 2011 ada 60 KK. Kemudian ditahun 2010 ada 50 KK serta tahun 2009 sebanyak 70 KK yang ikut transmigrasi,” terang Andung.

Editor : Kholistiono

 

Desa di Jepara ini Gunakan Prinsip Bagi Rata Dana Desa

Proses pengaspalan di jalan Desa Langon Kecamatan Tahunan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

Proses pengaspalan di jalan Desa Langon Kecamatan Tahunan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah mulai merealisasikan program dana desa, dengan kucuran dana ratusan juta rupiah. Wewenang terhadap dana itu diberikan seutuhnya kepada pemerintah di tingkat desa. Untuk menggunakan dana itu, Pemdes Langon Kecamatan Tahunan, Jepara menggunakan prinsip bagi rata kepada RT yang ada di desa setempat.

Petinggi Desa Langon, Santoso mengatakan, dana tersebut dibagi rata di setiap RT untuk pembangunan infrastruktur. Misalnya untuk pengaspalan jalan, pembetonan jalan, dan perbaikan jembatan. Selain itu, dana desa juga digunakan untuk perbaikan tempat ibadah.

”Tahun pertama prinsip saya sama rata, sama rasa agar tidak ada kecemburuan. Tahun ini baru mulai skala prioritas,” kata Santoso.

Lebih lanjut dia mengemukakan, pengelolaan dana desa, sepenuhnya diserahkan kepada panitia pelaksana kegiatan. Hanya saja, ada rambu-rambu yang mesti ditaati penerima bantuan dana desa. Itu seperti spesifikasi jenis kegiatan harus sesuai dengan yang ada dalam peraturan bupati.

”Spek kegiatan kami sesuaikan dengan yang sudah ada di Perbub,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 5 RW 3 Desa Langon, Karnawi mengatakan, pembangunan infrastruktur di desanya sangat terbantu dengan ada dana desa. Sebelum ada alokasi dana desa, untuk perbaikan jalan rusak maupun saluran air, warga harus iuran. Namun, setelah ada dana desa, meski warga masih ditarik iuran, tapi nominalnya lebih kecil.

”Dulu kalau mau menambal jalan rusak atau membeton jalan, ya, warga iuran. Tapi, dengan adanya dana desa ini warga menjadi terbantu. Masih iuran tapi kecil,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Ini Kenang-kenangan untuk Letkol Inf Ariful Mutaqin Agar Kangen Blora

Pemberian kenang-kenangan kepada Letkol Inf Ariful Mutaqin. (Istimewa)

Pemberian kenang-kenangan kepada Letkol Inf Ariful Mutaqin. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Blora –Kodim 0721/Blora menggelar acara pelepasan Dandim Lama Letkol Inf Ariful Mutaqin dan penerimaan Dandim baru Letkol Inf Susilo, pada Sabtu (27/2/2016).

Menurut Kasdim Blora Mayor Kav Burhanuddin, acara tradisi di satuan Kodim Blora tersebut merupakan hal yang baru, karena sebelumnya belum pernah dilaksanakan. “Acara tradisi merupakan sebuah prosesi sumpah setia kepada satuan, dimana prajurit itu bertugas, dan itu merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi prajurit itu sendiri maupun satuan,” Jelas Kasdim.

Pada acara itu, di awali pengalungan karangan bunga oleh Dandim lama Letkol Inf Ariful Mutaqin kepada Dandim baru Letkol Inf Susilo, di pintu gerbang masuk Makodim 0721/Blora. Dalam hal ini, Danramil 03/Banjarejo Kapten Inf Sukemi mewakili seluruh perwira dan anggota menyerahkan kengan-kenang kepada Dandim lama berupa Foto Karikatur.

“Kenang-kenang ini jangan dilihat dari bentuknya, tapi ini merupakan kepedulian dan kesetiaan anggota, agar Letkol Inf Arifull Mutaqin, dimanapun bertugas agar selalu ingat satuan Kodim Blora yang tercinta ini,” ujar Kapten Inf Sukemi.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Ada yang Baru di Jajaran Kodim 0721/Blora

Penggunaan Dana Desa di Pati Diimbau untuk Pemberdayaan

Seorang warga Desa Margorejo tengah melintas di areal persawahan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang warga Desa Margorejo tengah melintas di areal persawahan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Dana desa yang digelontorkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada 421 desa yang ada di Kabupaten Pati diimbau untuk digunakan sebagai pemberdayaan. Hal itu diharapkan bisa memberdayakan masyarakat yang pada akhirnya bisa menyejahterakan warga secara berkelanjutan.

“Dana desa itu jangan hanya digunakan untuk infrastruktur saja, seperti pembangunan jalan, gorong-gorong dan lainnya. Lebih dari itu, dana desa juga harus diprioritaskan untuk hal-hal yang bersifat memberdayakan,” ujar Bupati Pati Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Salah satu contoh kegiatan pemberdayaan, di antaranya ternak itik, kambing, sapi, budi daya holtikultura dan usaha-usaha yang bisa memberdayakan masyarakat. Hal ini dinilai jauh lebih penting, karena memiliki dampak yang berkelanjutan dan tidak habis pakai.

“Pemberdayaan itu kemudian ditampung dalam satu wadah bernama Badan Usaha Milik Desa. BUMDes inilah nantinya yang berfungsi stretegis sebagai pilar kesejahteraan rakyat,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Cegah Prostistusi, Ini Langkah Pemdes Dersalam Terhadap Rumah Kos di Wilayahnya

Sejumlah rumah kos yang ada di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. (MURIA NEWS / EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Untuk menciptakan keamanan, ketentraman dan keindahan, saat ini Pemerintah Desa Dersalam, Kecamatan Bae telah memperketat rumah kos. Dengan tujuan, penginapan atau rumah sewa tersebut tidak disalahgunakan oleh penghuninya.

Lanjutkan membaca

Waspadai DB, Pemdes Payaman Bersih-bersih Desa

Warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo saling bercengkrama usai melakukan bersih-bersih desa untuk meminimalisir penyakit demam berdarah.(MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) Payaman, Kecamatan Mejobo melakukan bersih-bersih desa beserta warganya. Kebersihan yang difokuskan pada pekarangan kosong itu nantinya diharapkan dapat meminimalkan tempat berkembangnya nyamuk demam berdarah.

Lanjutkan membaca