TMMD di Kalisegoro, TNI dan Warga Bangun Jembatan Baru

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Jembatan jalan baru di RT 01 RW II Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 Wilayah Kodim 0733 BS Semarang,  kini dirasa sangat membantu warga masyarakat Kalisegoro.

Jembatan sepanjang 5 meter dengan panjang 2 meter ini kini telah berfungsi dan dapat dilintasi masyarakat, terutama mereka yang melintas dengan sepeda motor.

Prawoto, salah seorang warga mengatakan sebelum ada jembatan tersebut warga masyarakat dari Dukuh Kenteng menuju Sedayu harus berjalan melingkar menembus semak belukar dan nyeberang sungai berbatu. Namun setelah jembatan tersebut jadi  warga bisa bernafas lega.

“Yang paling terbantu adalah anak-anak sekolah. Mereka sekarang bisa langsung melintasi jembatan tersebut”, ujar Prawoto, Senin (31/7/2017).

Pembuatan jembatan baru tersebut menurut Pasiter Kodim 0733 BS Semarang, Kapten Inf Suradi selaku Koordinator Lapangan TMMD Reguler Ke-99, adalah hasil over prestasi. Artinya sebelumnya tidak ada dalam rencana sasaran. Namun karena adanya partisipasi lembaga desa dan masyarakat, pembangunan jembatan itu dilaksanakan karena kebutuhan.

“Jadi semua itu didanai dari swasembada masyarakat, prajurit kami dibantu masyarakat tinggal membangunkan jembatan tersebut”,  ungkap Kapten Inf Suradi. (NAP)

 

Sunani Kaget Rumahnya Jadi Mewah Setelah Dibangun Kodim 0733 Semarang

Sunani (kiri) berbincang dengan personel TNI Kodim 0733 BS Semarang usai rumahnya direhab dalam program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Sunani (67) warga Kalisegoro RT 01 RW I tak menyangka rumahnya yang sebelumnya reyot dan tak layak huni, pada Rabu (2/8/2017) sudah berubah menjadi megah setelah direhab dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler Ke-99 TA 2017.

Kodim 0733 BS Semarang selaku pelaksana TMMD Reguler di wilayah Kota Semarang pada kegiatan ini berhasil merehab 20 Rumah Tak Layak Huni (RTLH) warga Kalisegoro. 

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang mewakili Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega mengatakan bahwa rehab RTLH termasuk over prestasi. Pasalnya yang sebelumnya bangunan rumah dindingnya setengah bata dan setengah kayu, namun pada pelaksanaannya justru dibuat dinding bata semua.

Selain itu lantainya pun tidak plesteran semen, melainkan pasangan keramik. “Pada masing-masing rumah juga kita buatkan teras dari baja ringan”, ungkap Kapten Inf Suradi.

Sunani yang menerima penyerahan rumah bercat hijau tersebut mengaku kaget dan bahagia, karena rumahnya justru dibuat dengan dinding tembok. padahal sebelumnya merupakan pasangan papan dan sudah banyak yang rapuh.

“Kula nggih sagetipun matur sembah nuwun dateng bapak-bapak tentara. Mugi-mugi Gusti Allah ingkang paring piwales (Saya bisanya bilang terima kasih kepada bapak tentara, semoga Allah yang membalas)”, ungkap Sunani.

 

Kodim 0733 BS Semarang Datang, Rumah Warga Gunungpati Tak Lagi Berlumpur

Personel TNI dari Kodim 0733 BS Semarang menyapa warga yang melintas di ruas jalan yang dibangun melalui program TMMD Reguler Ke-99 TA 2017. (Kodim 0733 BS Semarang)

SEMARANG – 190 pekerja terdiri dari 130 prajurit TNI AD Kodim 0733 BS Semarang serta satuan yang ada di Semarang, dibantu 10 anggota Polri, 10 aparatur Pemkot Semarang dan selebihnya masyarakat Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Sabtu (29/7/2017) menyelesaikan pembangunan jalan aspal sepanjang 200 meter dengan lebar 3 meter di desa tersebut.

Jalan aspal yang dibangun melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 ini disambut suka cita warga. “Sudah lama warga menginginkan jalan aspal di desa ini, karena bila hujan jalan pasti berubah menjadi lumpur. Dampaknya pasti lantai rumah penduduk jadi kotor. tapi setelah diaspal, kini jalan terlihat halur, rata dan bersih. Anak-anak pun juga bebas bermain dan berlarian di jalan beraspal tersebut”, ujar Gunadi, warga RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro.

Kaur Bhakti Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suryanto yang dilokasi memimpin pembangunan sasaran pengaspalan mengungkapkan pengaspalan telah dilakukan dengan volume 436M2. “Hasilnya kini sudah bisa dinikmati warga. Bahkan anak-anak pun banyak yang memanfaatkan untuk bermain dijalan aspal baru”, ungkap kapten Inf Suryanto. (nap)

Kodim Semarang Ajak Masyarakat Hidupkan Pos Kamling

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Keberadaan Pos Kamling menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan wilayah. Namun sayang keberadaan pos kamling saat ini sudah banyak yang tidak dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga keamanan lingkungan. 

Melalui program TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 Kodim 0733 BS Semarang mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan pos kamling sebagai Poso penjagaan keamanan lingkungan.

Tidak hanya mengajak warga kembali mengaktifkan pos kamling dalam program TMMD tersebut Kodim juga melakukan rehab sejumlah pos kamling. Salah satunya pos kamling dukuh Sekayu RT 04 RW I Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. 

“Keberadaan pos kamling sangat penting, untuk menjaga keamanan lingkungan mengingat kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” kata Koordinator Lapangan TMMD Kapten Inf Suradi, Kamis (27/7/2017) saat meninjau proses rehat pos kamling. 

Salah seorang warga Urip mengakui, sebenarnya warga setiap malam sudah melakukan penjagaan kampung melalui piket ronda. Hanya saja karena kondisi pos kamling yang mengalami kerusakan ronda dilakukan di tempat lain. “Nanti rencananya pos kamling yang sudah diperbaiki akan kembali dihidupkan supaya kampung lebih aman dari kejahatan. Selain untuk pos kamling nanti juga bisa digunakan untjk kegiatan warga yang lain,” ucapnya. (NAP)

TMMD Kodim 0733 Semarang, Mushola Al Ikhlas di Gunungpati Jadi Lebih Nyaman.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

Semarang – Jamaah mushola Al Ikhlas RT 01 RW ll Kalisegoro mengapresiasi upaya Kodim 0733 yang telah merehab tempat ibadah mereka.

“Setidaknya saat ini jamaah merasa nyaman lantaran mushola tersenut lebih nyaman dan adem,”ujar Sholikin warga setempat kamis (27/07).

Mushola Al Ikhlas merupakan salah satu target rehab dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di kelurahan kalisegoro, Kecamatan Gunungpati.

Pihaknya berharap agar jamaah mushola semakin banyak lantaran bangunam lebih luas. “Semoga dengan kondisi begini jamaah semakin khusyuk dan semakin banyak,” harap sholikin.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi mengaku ikut berbangga dengan apresiasi warga yang mengaku puas dengan kinerja TNI dalam membangun kelurahan Kalisegoro.

“Syukurlah, warga senang dengan kinerja kami. Semoga ini bermanfaat buat Warga,”ujarnya. (NAP)

Maryati Senang, Sekarang Jalan Menuju ke Makam Semakin Dekat

Personel TNI dan warga bergotong-royong membangun jalan dalam program TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pembuatan jalan tembus Makam di RT 1 RW II sepanjang 180 x 3 meter persegi yang merupakan program dari TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) membantu warga sekitar lebih dekat menuju makam umum tersebut. Jika sebelumnya warga harus memutar sedikit jauh, namun saat ini mereka tidak perlu capek untuk menuju makam.

“Mau kemakam si mbah jadi tidak memutar. kemarin ada bapak-baoak Tentara bangun jalur alternatif ke makam, jadi lumayan deket sekarang,” ungkap Maryati (37) warga sekitar, Rabu, (26/07).

Ia menceritakan dengan pembuatan jalan tembus ini warga sekitar sangat terbantu. Apalagi sebelumnya jalan menuju makan hanya ada satu akses. “Alhamudilillah membantu warga RT 1 yg mau ke makam,”imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menuturkan pembuatan jalur tembus menuju makam ini merupakan usulan dari warga sekitar ketika melakukan survei di RW II. “Kami dibantu warga diarahkan. kebetulan warga ingin TMMD juga diarahkan di makam ini dengan jalan tembus,” terang Suradi. (NAP)

Ada TMMD, Sunardi Tidak Lagi Mencuci Motor Setiap Hari

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang baru saja menyelesaikan tugasnya di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati. Salah satu yang menjadi obyek pembangunan di desa tersebut yakni di RT 1 RW I dengan pengaspalan jalan.

Sebelumnya jalan ini kondisinya jelek dan sering menjatuhkan warga lantaran licin serta kondisi yg tidak rata.

Sunardi (23) warga setempat saat ditemui Kamis (20/07) mengaku pernah mengganti velg kendaraannya lantaran jatuh di dekat rumahnya akibat lubang jalan pada malam hari.Selain itu dengan kondisi jalan yang belum diaspal, menyebabkan cepat kotornya kendaraan yg dimilikinya. Terlebih ketika musim hujan jalan cenderung licin dan berlumpur.

“Sekarang diaspal lumayan jarang nyuci motor. Kan kemarin ada pengaspalan jalan sama pak tentara. Jalannya mulus sekarang jarang nyuci motor,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Maimunah (45), yang mengapresiasi perhatian dari TNI yang memberikan jalan mulus bagi warga sekitar.”Terima kasih sudah di buat bagus jalannya. Naik motor jadi nyaman pas pulang kerja,” imbuhnya.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi sebelumnya mengatakan tidak hanya pengaspalan jalan, namun dalam pelaksanaan TMMD, pembangunan akan menyentuh semua aspek yang pada intinya membantu masyarakat agar lebih sejahtera.

“Di sini (Kalisegoro) kita tidak hanya pengaspalan saja, tapi ada banyak kegiatan. Seperti Bedah rumah, membuka Jalan akses bagi warga, sampai rehab Mushola. Semoga warga berkenan atas pengabdian kami,” imbuhnya.(nap)

TMMD Kodim 0733 BS Semarang, Bangun Jalan dan Tingkatkan Kesehatan Warga

Warga Kalisegoro, Gunungpati mendapatkan pengobatan gratis yang merupakan bagian dari kegiatan TMMD Ke-99 Tahun 2017 yang dilaksanakan Kodim 0733 Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 BS Semarang di kelurahan Kalisegoro Gunungpati Semarang, Rabu (19/7/2017) digelar Pengobatan Gratis yang melibatkan dokter dan petugas Puskesmas Kecamatan Gunungpati.
Warga se-Kecamatan Gunungpati pun memanfaatkan kegiatan ini dengan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis.

Darminto, warga Kalisegoro mendapat pengobatan setelah diperiksa tenaga medis dan kedapatan batuk radang. Bapak berusia hampir 70 tahun ini termasuk perokok berat. Karenanya dokter menyarankan untuk berhenti merokok untuk memperingan radang tenggorokannya.
Sementara Darmini (57) mengalami gatal-gatal di seluruh tangan dan badannya. Oleh dokter juga diberikan obat-obatan berupa penghilang gatal dan vitamin.

Pengobatan gratis disambut antusias oleh masyarakat Kalisegoro. Pasalnya dengan adanya Pengobatan Gratis Program TMMD ini warga merasa terbantu mengatasi dan menangani penyakitnya.”Kami senang ada kegiatan seperti. Terima kasih Pak TNI,” ucapnya.

Mayor Inf Harton, Danramil Semarang Tengah sebagai perwira pendamping kegiatan membenarkan antusiasme warga. Banyak warga yang menghendaki pemeriksaan dan pengobatan gratis diperpanjang. “Namun karena program TMMD ada batas waktunya, maka dijalankan sesuai program,” jelas dia. (NAP)

Outbond Kebangsaan TMMD, Kodim 0733 BS Semarang Ajarkan Anak-anak Cinta Tanah Air

Anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti acara outbond di sela-sela TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang, Minggu (16/7/2017) bersuka cita dalam kegiatan Outbond Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang, yakni Kalisegoro Gunungpati.

Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega melalui Kaur Bhakti Kapten Inf Suryanto mengatakan bahwa dalam kegiatan outbound tersebut terselip pendidikan mental dan spiritual membentuk generasi yang memiliki kepekaan sosial, kebersamaman dan setia kawan.

“Anak-anak kita ajak bermain dengan materi-materi permainan tim. Kerjasama antar personal dan kelompok kami tenamkan, sehingga mereka mengerti makna persatuan dan kesatuan. Intinya mereka bisa merasakan Berat Sama Dipikul, Ringan sama Dijinjing”, ungkap Kapten Inf Suryanto.

Dandim berharap dengan outbound tersebut anak-anak jiwanya tertanam semangat kebersamaan dan setia kawan yang menjadi dasar dari semangat bela negara dan cinta tanah air. (nap)

Kodim 0733 Semarang Ajak Warga Gunungpati Peduli Kesehatan

Petugas memeriksa kesehatan warga Kelurahan Kalisegoro Gunungpati di sela-sela pelaksanaan TMMD Reguler ke-99 Tahun 2017. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan warga yang terdiri dari orang tua dan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang antusias mengikuti penyuluhan kesehatan, yang merupakan program TMMD Reguler ke-99 tahun 2017, Sabtu (15/7/2017).

Penyuluhan tersebut, dilakukan untuk semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui gerakan hidup sehat. Dalam penyeluhan tersebut Kodim menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Masyarakat pun cukup antusias mendengarkan penyuluhan yang diberikan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Salah satu warga Suharni mengaku, selama ini warga memang belum begitu menyadari akan pentingnya kesehatan. Padahal kata dia menjaga pola hidup sehat sebenarnya tidaklah sulit. “Sebenarnya tidak sulit tapi karena mamang belum terbiasa saja,” katanya.

Pasiter Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Suradi mengatakan, kesehatan sangat penting dan menjadi harta manusia yang paling berharga. Tidak ada kesehatan bisa dikatakan tidak ada kesempatan untuk menikmati kehidupan.

Pola Hidup sehat tidaklah sulit, karena bisa dilakukan di lingkungan sendiri, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola makan yang sehat.

“Oleh karena itu melalui penyuluhan ini diharapkan warga masyarakat semakin meningkatan kesadaran dan bisa menerapkan pola hidup sehar di lingkungan masing-masing,” katanya.

Menurut dia menjaga kesehatan adalah penting mengingat saat ini biaya pengobatan dan perawatan sangat mahal. Bahkan banyak orang yang terpaksa menjual seluruh harta miliknya demi menyembuhkan penyakit.

“Mulai melakukan pola hidup sehat dari sekarang akan menjadi investasi berharga bagi kesehatan kini dan nanti,” imbuhnya. (NAP)

Isi Khotbah Jumat, Anggota TNI Ini Tekankan Bela Negara Bagian dari Iman

Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang Kapten Inf Bahrodin saat mengisi kotbah di Mushola Al Fatah Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Ustad Kapten Inf Bahrodin saat bertindak sebagai khotib salat Jumat di Mushola Al Fatah Kalisegoro Kecamatan Gunungpati Semarang, Jumat (14/7/2017) menegaskan bahwa Islam juga mengatur hal bela negara sebagai bagian dari iman. Oleh karena itu kemerdekaan bangsa Indonesia, juga tak lepas dari semangat bela negara rakyat semua.
Khotbah Jumat yang disampaikan oleh Kaur Komsos Kodim 0733 BS Semarang ini digelar juga dalam rangka Komsos rangkaian Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang.
Di hadapan jamaahnya, Ustad Bahrodin juga menyampaikan pentingnya semangat kebersamaan didalam menjalin persatuan dan kesatuan yang menjadi dasar bela negara. “Bela negara dilakukan dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam perbedaan namun terbingkai satu dalam Bhineka Tunggal Ika yang texrdapat dalam Lambang Negara Garuda Pancasila,” ujarnya.
Oleh karena itu semangat toleransi juga perlu dikedepankan dalam koridor kebangsaan demi menjaga keutuhan NKRI. (NAP)

Suparman Minta, Pavingisasi TMMD Tidak Tebang Pilih.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang dikalisegoro  mendapat apresiasi dari warga sekitar. Hal itu terlihat dari tingkat partisipasi masyakarat yang ikut dalam pembuatan pavingisasi pada Kamis (13/07) di RT 06 RW II kelurahan Kalisegoro.

Salah satu warga RT 3 RW II Anton Ubaidillah menyebutkan program pavingisasi yang dilakukan diakses pemukiman warga ini sangat membantu. Apalagi jika harus menunggu dari pemkot semarang akan lebih lama lagi. “Bagus sih sebenarnya program ini. Tapi jika boleh jangan hanya di RT 06 saja. kan yang perlu diperbaiki tidak hanya ditempat itu,” imbuhnya.

Menurut Dia, jika setiap jalan diperbaiki baik dengan pavingisasi maupun diaspal, maka warga akan terbantu meski bukan jalan umum yang diakses masyarakat luas namun semestinya pembangunan dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Yang butuh perbaikan bukan satu RT saja. Masih banyak jalan yang perlu perhatian. Semoga saja tahun depan dapat terakomodir baik dari TMMD Kodim 0733 maupun dari pemkot,” imbuh Anton.

Mulato, Warga lainnya berujar, sangat mengapresiasi perbaikan jalan yang dilakukan TNI di desa Kalisegoro. apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau sangat tepat untuk pengerjaan jalannya. “Dulu waktu hujan pasti sering “mbletok” (tanah liat) jalannya. sehingga dengan jalan yang telah dipaving diharapkan tidak lagi seperti dulu. warga tidak was-was ketika lewat,”imbuhnya. (NAP)

TMMD, Kodim 0733 Semarang Kampanyekan Program KB

Salah seorang warga Kalisegoro Gunungpati mendapat sosiliasi Program Keluarga Berencana pada TMMD Reguler 99 TA 2017 yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Masyarakat Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang akhirnya menyadari betapa pentingnya program Keluarga Berencana bagi keluarga. Bukan saja untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, namun juga untuk menjaga kesehatan organ reproduksi serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sedikitnya ada 100 masyarakat Kalisegoro yang mengikuti Penyuluhan dan 35 orang mendapatkan Pelayanan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB Gratis yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Semarang. Penyuluhan digelar Kamis (13/7/2017) di Balaidesa Kalisegoro dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 99 TA 2017.

Sumarni (32) salah satu peserta KB yang ikut memasang implant mengaku semakin mantab mengikuti KB setelah mendapatkan penyuluhan. “Sebenarnya sudah ingin KB pada tahun lalu, tapi kini semakin mantab karena anak sudah dua. Bayangan saya kalau tidak ikut KB dan nambah anak, nantinya akan semakin berat menanggung beaya kebutuhannya, seperti sekolah dan lainnya”, ungkap Sumarni.

Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH, Pasipers Kodim 0733 BS Semarang yang mendampingi pelaksanaan Penyuluhan dan Pemasangan Alat Kontrasepsi KB mengatakan kesadaran masyarakat akan KB semakin tinggi. “Mereka sudah memahami manfaat KB bagi kesehatan maupun keluarga. Umumnya mereka perlu adanya pihak yang bisa mendorong agar lebih yakin dan mantap untuk sesegera mungkin ber-KB”, ujar Mayor Caj (K) Opik Hopiah SH.

Selanjutnya diluar momentum TMMD, Kodim 0733 BS Semarang yang memiliki 351 Bintara Pembina Desa (Babinsa) akan terus mendorong masyarakat agar sadar KB. “Para Babinsa yang juga dibekali kemampuan penyuluhan KB akan dioptimalkan di wilayah masing-masing dalam rangka mendorong kesadaran ber-KB”, ungkap Mayor Caj (K) Opik Hopiah mewakili Dandim 0733 BS Semarang. (nap)

TMMD Kodim 0733 Lakukan Pavingisasi di Kalisegoro Gunungpati.

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan TNI dengan baju doreng, Kamis (13/07) bersama warga RT 06 RW II bergotong royong melakukan pavingisasi jalan warga sepanjang 200 M persegi dalam rangka TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Kodim 0733 Semarang. Kegiatan pavingisasi ini merupakan salah satu dari program TMMD yang dilakukan di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati Semarang.

Kordinator lapangan TMMD Kodim 0733 Semarang Kapten Inf Suradi menjelaskan pavingisasi akses jalan warga ini lantaran mendapat masukan dari masyakat ketika melakukan survei. Diakuinya kendala akses jalan yang tidak layak dilalui sering dikeluhkan masyarakat sekitar. Rusaknya kondisi jalan mendapat perhatian dari tim TMMD. 

“Belum semua jalan warga mendapat sentuhan dari pemerintah, oleh karena itu kami hadir juga dalam rangka membantu Pemkot Semarang untuk memberikan pelayanan akses jalan yang memadahi. kami lihat juga masih banyak jalan yang tanah liat,” terangnya.

Suradi berharap agar kedepan pemkot dapat segera membenahi akses jalan yang belum terkondisi dengan baik. hal itu lantaran TMMD hanya berlangsung singkat 30 hari saja. “Sehingga sisanya kami berharap kepada pemkot Semarang,”imbuhnya. (nap)

 

TMMD di Kalisegoro Gunungpati, Kodim 0733 Semarang Terjunkan 150 Personel

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Kodim 0733 BS Semarang menerjunkan sedikitnya 150 personel TNI untuk melaksanakan program TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Koordinator Lapangan TMMD Kapten Inf Suradi mengatakan, personel yang diterjunkan terdiri dari, bebebagi kesatauan, diantaran Kodim, Arhanudse, Yonkav, Zeni, dan lainnya. “Total kita terjunkan 150 personel,” ujarnya, Rabu (5/7/2017) saat meninjau lokasi TMMD.

Dia menjelaskan, selain personel dari TNI juga dibantu masyarakat sekitar. Hal itu membuktikan kedekatan TNI dengan masyarakat.

Menurut Kapten Inf Suradi, seluruh personel diterjunkan untuk membantu masyarakat untuk melakukan berbabgai kegiatan mulai dari pembangunan fisik dan non fisik. “Sasaran kita adalah rumah tidak layak huni, pembangunan jalan dan jembatan, serta dibidang kesehatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama berjalannya program TMMD beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

TMMD Fokus Infrastruktur dan Kesehatan Masyarakat

Personel TNI dan warga bahu membahu memperbaiki jalan dalam program TMMD di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang. (Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang dilakasanakan Kodim 0733/ BS Semarang di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang fokus pada pembangunan fisik dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, selama TMMD berlangsung yakni mulai Selasa (4/7) sampai Rabu (2/8), TNI akan melakukan berbagai kegiatan.

Komandan Kodim 0733 BS Semarang Kolonel Inf Zaenul Bahar mengatakan, program TMMD TNI ini, sejalan dengan cita-cita pemerintah, membangun desa dan menata kota. Utamanya pembangunan infrastruktur pedesaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya saat pembukaan TMMD Reguler ke 99 tahun 2017 di Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, Selasa (4/7).

Ia menjelaskan, beberapa program di bidang kesehatan yang akan dilakukan, diantaranya adalah pengobatan gratis, sampai penyuluhan di bidang kesehatan.

Sementara itu, untuk program fisik dilakukan program bedah rumah terhadap 20 rumah tidak layak huni milik warga kurang mampu. Selain itu juga ada pembangunan jalan dan jembatan, rehap tempat ibadah serta fasilitas umum.

Dandim mengatakan, program TMMD dalam bentuk pembangunan fisik menjadi bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan  program TMMD,” terangnya. (NAP)

Begini Kinerja Perusda BPR BKK Purwodadi Selama Setahun

 

Direktur Utama BPR BKK Purwodadi Koesnanto secara simbolis menyerahkan kunci pada pemenang utama berupa satu unit mobil (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Direktur Utama BPR BKK Purwodadi Koesnanto secara simbolis menyerahkan kunci pada pemenang utama berupa satu unit mobil (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selama kurun waktu setahun terakhir, yakni periode Juni 2015-Juni 2016, kinerja PD BPR BKK Purwodadi dinilai membaik. Hal itu disampaikan Direktur Utama PD BPR BKK Purwodadi Koesnanto saat penarikan undian Tamades BKK yang dilangsungkan di rumah makan Danau Resto Purwodadi, Kamis (4/8/2016).

Dia menjelaskan, selama kurun waktu setahun tersebut, penyaluran kredit yang diberikan pada masyarakat naik 14,52 persen. Yakni, dari Rp 408 miliar menjadi Rp 467 miliar. Sementara dana dari nasabah yang berhasil dihimpun juga naik 20,61 persen. Dari  Rp 246 miliar menjadi Rp 450 miliar.

Kemudian, untuk jumlah nasabah penabung juga mengalami peningkatan sebanyak 15.901 orang. Yakni, dari semula 124.882 orang menjadi 140.783 orang. Demikian juga dengan aset yang dimiliki naik dari Rp 464 miliar jadi Rp 560 miliar atau 20,70 persen.

“Prestasi yang kita raih ini sudah pasti merupakan kebanggaan tersendiri. Meski demikian, kami akan menjadikan prestasi ini sebagai sebuah cambuk untuk bekerja lebih baik lagi,” katanya.

Koesnanto menyatakan, salah satu kunci keberhasilan itu berkat komitmen untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Kemudian, menyediakan produk dan layanan jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat.

Satu kiat lagi yang dilakukan, lanjutnya, adalah dengan penerapan  strategi  “Five Know”  atau lima poin implementasi pekerjaan yang harus diketahui oleh seluruh karyawan. Kelima poin itu adalah memahami wilayah kerja, nasabah, diri sendiri, kompetitor, dan aturan yang ada.

 Editor : Kholistiono

Duh, Ada Pengelola Perpustakaan Desa Belum Tahu Lokasi Perpusda

 

Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto menyampaikan sambutan sebelum membuka bintek bagi pengelola perpustakaan desa dan sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto menyampaikan sambutan sebelum membuka bintek bagi pengelola perpustakaan desa dan sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah jadi pengelola perpustakaan desa maupun sekolah, namun banyak di antara mereka ternyata belum pernah berkunjung ke perpustakaan daerah (Perpusda) Grobogan.

Hal itu terungkap saat digelarnya acara bintek bagi pengelola perpusatakaan desa dan sekolah yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Rabu (3/8/2016). Di mana, sebelum membuka acara, Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto sempat melontarkan pertanyaan spontan pada peserta bintek.“Tolong dijawab jujur. Dari sekian banyak peserta ini, apakah ada yang belum tahu lokasi Perpusda Grobogan?,” tanyanya.

Mendapat pertanyaan ini, beberapa peserta dengan lantang menjawab jika belum tahu keberadaan Perpusda tersebut. Sugiyanto pun langsung mengapresiasi kejujuran beberapa peserta bintek yang rencananya akan digelar selama tiga hari tersebut.

“Nanti setelah acara bintek semua peserta harap diajak ke Perpusda biar tahu kondisinya. Lokasinya dekat dari tempat bintek, yakni berada di Jalan Jenderal Sudirman, di sebelah utara alun-alun. Sebagai pengelola perpustakaan desa maupun sekolah, petugas ini harus tahu dulu soal Perpusda,” kata Sugiyanto.

Sugiyanto juga meminta kepada peserta bintek agar mengikuti acara sampai tuntas. Sebab, banyak ilmu yang didapat dalam bintek dan nantinya bisa diaplikasikan di tempat tugasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perpusda Grobogan Endang Sartini menyatakan, dalam bintek ini diikuti 75 perserta. Terdiri 50 pengelola perpustakaan sekolah dan 25 pengelola perpustakaan desa.

Diharapkan, melalui kegiatan ini bisa menambah motivasi para peserta. Selain itu, melalui bintek akan membuat pengelola lebih memahami tugasnya.“Ada banyak materi yang akan diberikan pada peserta baik teori maupun praktek. Untuk narasumber, selain dari kita juga dari Kantor Perpusda Jawa Tengah,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Kapolres Grobogan Mendadak Kumpulkan Tokoh Agama

 

 

Kapolres Grobogan dan jajarannya menggelar pertemuan dengan tokoh agama di mapolres (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan dan jajarannya menggelar pertemuan dengan tokoh agama di mapolres (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara ternyata mendapat perhatian serius dari Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning. Hal ini, terlihat dengan adanya pertemuan dengan tokoh agama yang ada di Grobogan, Rabu (3/8/2016) sore di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesbanglinmas Yudhi Sudarmunanto, Ketua FKUB Toha Karim Amrullah, Sekretaris MUI Mahbub Ulil Albab dan pejabat dari Kantor Kemenag Grobogan. Terlihat pula, tokoh lintas agama dan beberapa tokoh masyarakat.

“Kasus kerusuhan di Tanjung Balai banyak menuai keprihatinan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia termasuk tokoh lintas agama, tokoh masyarakat serta aparat keamanan di Grobogan. Untuk mencegah merebaknya konflik sosial antarumat beragama tersebut, kami mengajak tokoh agama dan masyarakat di sini untuk berdiskusi secara langsung guna menciptakan wilayah Grobogan yang kondisif dan bebas dari berbagai konflik,” kata Agusman.

Menurutnya, untuk mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat, maka perlu terjalin silaturahmi yang kokoh dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hal ini juga perlu mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun unsur aparat keamanan.

Pada kesempatan itu, Agusman juga menyampaikan pentingnya nilai luhur Pancasila serta sikap saling menghormati kebebasan menganut keyakinan beragama sesuai amanah UUD 1945 yang harus tetap dipegang oleh seluruh warga negara Indonesia.

Dia juga meminta agar masyarakat Grobogan jangan mudah terprovokasi adanya informasi melalui broadcast media sosial. Sebab, belum tentu informasi tersebut benar adanya.

“Harap berhati-hati dalam menyebarkan suatu broadcast yang didapat dari orang lain. Teliti dan cek kebenarannya. Bila perlu bisa langsung menghubungi saya. Saya berharap, melalui pertemuan ini bisa terwujud situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” imbuh Agusman.

Editor : Kholistiono

 

Bupati Rembang Imbau Calhaj untuk Sering ‘Jalan-jalan’

 Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan sambutan di acara manasik haji masal dan sekaligus melepas calon haji Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan sambutan di acara manasik haji masal dan sekaligus melepas calon haji Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengimbau kepada seluruh calon haji untuk lebih sering jalan-jalan atau berolahraga. Hal ini, agar jemaah nanti memiliki kondisi fisik yang bugar, sehingga bisa mengikuti rangkaian ibadah haji dengan sempurna.

“Sering olahraga, jalan-jalan. Hal ini bisa dilakukan kalau pagi atau sore hari. Sebab ibadah haji di Makkah nanti juga banyak jalan-jalannya. Namun jalan-jalan itu untuk ibadah. Bila Anda latihan olahraga jalan-jalan setiap pagi, maka akan terbiasa saat menunaikan ibadah haji,” ucap Hafidz.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada suluruh calon jemaah haji bisa menunaikan ibadah haji dengan sempurna.”Sebenarnya ibadah haji itu hanya 6 hari saja. Yakni mulai dari tanggal 8 hingga 13 Zulhijjah saja. Setelah 6 hari itu, Anda sudah menyandang haji. Bukan 42 hari, sebab 42 hari itu hanya prosesnya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, tanggal 8 Zulhijjah itu merupakan untuk persiapan menuju ke Arofah. Sementara itu, tanggal 9 hingga 13 ada kegiatan mabit di Mina.Bupati juga jemaah dari Rembang bisa menjaga nama baik negara Indonesia.

“Jangan mudah emosi dengan warga lain, dengan jemaah lain. Jangan mudah emosi, karena kalau mudah marah maka akan menghilangkan niat haji tersebut. Sebab marah itu bisa melunturkan pahala haji,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Calhaj Rembang Diajari Cara Buang Hajat di Pesawat

 Calon jemaah haji asal Rembang ketika mengikuti pembekalan di Pendapa Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Calon jemaah haji asal Rembang ketika mengikuti pembekalan di Pendapa Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Naik pesawat sepertinya kegiatan langka bagi calon haji (Calhaj) dari Kabupaten Rembang. Sehingga mereka memerlukan pelatihan sebelum terbang bersama ‘burung besi’ tersebut menuju ke Tanah Suci.

“Kemenag berupaya semua tahapan haji dipelajari oleh calon jemaah haji dulu. Termasuk, tahapan naik pesawat. Mereka diberikan pemahaman seputar tata cara ketika berada di pesawat, termasuk bagaimana kalau ingin buang hajat,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama Rembang  Ruchbah.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan karena sebagian besar calhaj sudah berusia lanjut. Sehingga saat melakukan yang sebenarnya tidak melakukan kesalahan. Tahapan naik pesawat, juga harus dilakukan. Ini karena banyak calhaj yang baru pertama kali naik pesawat.

“Bila bapak dan ibu akan buang air kecil atau besar di toilet pesawat, maka bisa memakai air secukupnya. Setelah itu bisa menggunakan tisu toilet dengan secukupnya. Dan tisu tersebut jangan sampai berceceran di bawah,” imbaunya.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada jemaah untuk lebih hati-hati. “Bila ingin keluar pemondokan, maka bawalah uang secukupnya saja. Selebihnya bisa disimpan di koper. Selain itu juga jangan mudah melempar senyum ke orang lain yang tidak dikenal. Dikhawatirkan, bisa menimbulkan hal yang negatif,” harapnya.

Editor : Kholistiono

 

Tambah Satu Lagi, Calhaj Asal Rembang Gagal Berangkat

 Pembekalan calon jemaah haji oleh Kementrian Agama Rembang di Pendapa Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Pembekalan calon jemaah haji oleh Kementrian Agama Rembang di Pendapa Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Mendekati jadwal keberangkatan calon jemaah haji (calhaj) asal Rembang, ternyata ada satu lagi calhaj yang gagal berangkat. Hal ini, karena yang bersangkutan meninggal dunia, yaitu atas nama Farhan Kastam Tompo dari Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang. Sejatinya, Kastam tergabung dalam kloter 65.

Sebelumnya, ada juga calhaj yang meninggal dunia, yaitu Kasni binti Sulikan Ngariban, warga Desa Karang Lincak, Kecamatan Kragan. Kasni tercatat tergabung dalam kloter 38.

Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Haji pada Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang Solehudin mengatakan, untuk tahun 2016 ini  calon haji yang mulanya berjumlah 791, saat ini tinggal 789.”Sebab atas nama Kasni kloter 38, warga Desa Karanglincak, Kecamatan Kragan itu meninggal bulan lalu. Sedangkan yang atas nama Farhan Kastam Tompo, kloter 65 meninggal pada Minggu kemarin lantaran sakit,” kata Soleh.

Dalam hal ini, dirinya berharap tidak ada calon jemaah haji yang gagal berangkat lagi. “Semoga semuanya berjalan lancar untuk bisa tunaikan ibadah haji. Apalagi, mereka memang sudah menunggu lama untuk bisa haji,” imbuhnya.

Selain itu, saat disinggung mengenai pemondokan jemaah asal Rembang, pihaknya mengatakan, jika nantinya akan disediakan 3 titik pemondokan jemaah.”Untuk pemondokan jemaah haji asal Rembang nantinya ada tiga titik pemondokan. Di antaranya ialah dua pemondokan di Mahbas Jin, Makkah untuk kloter 38 dan 48, sedangkan satu lagi di Raudhah untuk kloter 65,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

APBD Perubahan Grobogan Akhirnya Disetujui Dewan

DPRD Grobogan Agus Siswanto menandatangani persetujuan APBD perubahan disaksikan Bupati Grobogan Sri Sumarni (MuriaNewsCom/Dani Agus)

DPRD Grobogan Agus Siswanto menandatangani persetujuan APBD perubahan disaksikan Bupati Grobogan Sri Sumarni (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah melalui serangkaian pembahasan, APBD Perubahan tahun 2016 akhirnya disetujui DPRD Grobogan dalam sidang Paripurna yang berlangsung Selasa (2/8/2016) malam.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto tersebut, semua fraksi memberikan persetujuan terhadap hasil pembahasan APBD perubahan yang dilakukan Pansus III.

Dalam APBD perubahan tersebut ada beberapa poin yang berubah dari APBD penetapan. Misalnya pada sektor pendapatan daerah mengalami kenaikan sebesar Rp 203 juta lebih. Besarnya pendapatan daerah dalam APBD penetapan sebesar Rp 2,203 triliun lebih.

Kemudian, pada sektor belanja daerah mengalami kenaikan Rp 203 juta lebih. Besarnya belanja daerah dalam APBD penetapan lalu sebesar Rp 2,249 triliun lebih. Dalam APBD perubahan ini tidak ada defisit anggaran.

Sementara itu, Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan bahwa keputusan bersama tentang persetujuan APBD perubahan ini berdampak baik bagi upaya peningkatan pembangunan daerah.

Selanjutnya, kesepakatan bersama antara dewan dan pemkab dalam APBD Perubahan ini akan dimintakan evaluasi pada Gubernur Jawa Tengah. Evaluasi ini perlu dilakukan agar tercapai keserasian antara kebijakan daerah dan kebijakan nasional.

“Kami sampaikan terima kasih pada anggota dewan atas selesainya pembahasan APBD perubahan tahun 2016 ini. Kami juga meminta kepada dinas-dinas terkait supaya segera melaksanakan pembangunan yang bersifat fisik supaya dapat diselesaikan secepatnya, sehingga tidak molor melewati tahun anggaran 2016,” katanya.

Editor : Kholistiono

Ini Saran Agar Masyarakat Terhindar Dari Kartu BPJS Palsu

 

Kepala Cabang Utama BPJS Kudus Agus Purwono didampingi Kabag Humas Ayong Muhtarom menggelar jumpa pers dengan wartawan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Cabang Utama BPJS Kudus Agus Purwono didampingi Kabag Humas Ayong Muhtarom menggelar jumpa pers dengan wartawan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Adanya kartu BPJS palsu di Jawa Barat yang ramai diberitakan beberapa waktu lalu mendapat perhatian serius dari Kepala Cabang Utama BPJS Kudus Agus Purwono. Hal itu terungkap saat Agus menggelar jumpa pers dengan wartawan yang ada di Grobogan, Selasa (2/8/2016).

Menurut Agus, agar terhindar memiliki kartu BPJS palsu maka ada satu cara yang mesti dilakukan. Yakni, mendaftarkan diri melalui kantor BPJS atau layanan online yang sudah disediakan.“Kalau daftarnya lewat jalur resmi dari BPJS maka tidak akan terhindar dari permasalahan. Jadi, jangan ngurus BPJS secara sembarangan,” katanya.

Agus menyatakan, selama ini memang ada beberapa kendala yang menyebabkan masih banyak masyarakat yang meminta bantuan pihak lain untuk mengurus kartu BPJS. Salah satunya, adalah jauhnya akses dari rumah warga ke kantor BPJS. Khususnya, warga yang tinggal di pelosok.

Menyikapi masalah ini, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan upaya terobosan. Khususnya di Grobogan. Yakni, membuka pelayanan secara periodik di eks kawedanan yang ada di wilayah tersebut. Dengan langkah ini akan mendekatkan jarak tempuh buat warga yang ingin mendapatkan pelayanan BPJS.

“Jadi, kita akan bikin layanan seperti Samsat atau SIM keliling. Untuk sementara kita tempatkan di eks kawedanan dulu mengingat personel juga terbatas,” imbuh Agus didampingi Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muhtarom.

Agus menambahkan, sejauh ini, jumlah warga Grobogan yang sudah tercakup BPJS sebanyak 806.207 orang atau baru 56 persen. Sedangkan 625.328 orang atau 44 persen belum jadi peserta. Diharapkan dengan adanya layanan baru akan meningkatkan jumlah peserta BPJS.

Editor : Kholistiono

 

Baru Ada 3 PKL yang Jualan di Tempat Relokasi

 

Suasana tempat relokasi masih terlihat sepi karena belum banyak PKL yang berjualan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana tempat relokasi masih terlihat sepi karena belum banyak PKL yang berjualan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tempat relokasi PKL kawasan Alun-alun Purwodadi ternyata belum sepenuhnya digunakan untuk berjualan. Indikasinya, pada hari pertama, Senin (2/8/2016) tempat relokasi di jalan depan Pegadaian hingga SDN 4 Purwodadi masih terlihat lengang, dari sore hingga malam.

Dari pantauan di lapangan, baru ada tiga PKL yang jualan di tempat relokasi sementara itu. Dua PKL jualan di depan SDN 4 dan satunya lagi di depan Rumah Dinas Ketua DPRD Grobogan.”Hari pertama belum banyak yang buka. Mungkin dua atau tiga hari lagi mulai ramai yang jualan,” kata Rini, salah satu PKL yang sudah buka di tempat relokasi.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Nur Wakhid menyatakan,  ada beberapa kendala yang dihadapi ketika harus berjualan di lokasi baru. Yakni, kaveling yang relatif sempit, karena ukurannya hanya 3,5 x 4 meter. Dengan kondisi ini, sebagian PKL harus membuat tenda baru yang disesuaikan dengan lokasi.”Tempat jualan lama di alun-alun, ukurannya lebih luas. Makanya, kami perlu menyiapkan tenda dulu yang ukurannya disesuaikan dengan lokasi sekarang,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga masih mencari solusi guna mendapatkan suplai listrik ke tenda PKL. Sebelumnya, masalah listrik tidak jadi kendala ketika masih jualan di tempat lama.

Editor : Kholistiono