Mengenal Komunitas Ninja Organization Pati, Brotherhood No Limit

Anggota New NORP Pati saat mengikuti gathering anniversary ke-4 di Pasar Pragola Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada salah satu komunitas motor di Pati yang mengusung persaudaraan tanpa batas, brotherhood no limit. Adalah New Ninja Organization Pati atau yang akrab disebut New NORP.

Agenda rutin yang dilakukan anggota komunitas, di antaranya gathering bareng di depan GOR Pesantenan setiap malam Minggu, bakti sosial, hingga touring ke sejumlah event di seluruh Indonesia.

“Agenda rutinnya, kumpul-kumpul sharing tentang modifikasi motor. Banyak sekali anak-anak yang suka motor Ninja di Pati sehingga perlu ajang sharing,” kata Sekretaris New NORP, Zaenal Arifin, Rabu (12/7/2017).

Saat ini, organisasi motor Ninja yang berdiri pada 2013 itu memiliki ratusan anggota. Pencinta Ninja yang tidak tahu modifikasi akan diajari dalam komunitas tersebut.

Sementara anggota yang sudah paham seluk-beluk modifikasi motor diminta untuk tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman dalam memodif motor. “Anggota yang tidak tahu menjadi tahu, yang tahu bisa memberikan ilmu kepada teman-teman,” tuturnya.

Tak sekadar berhubungan dengan dunia motor, anggota New NORP menerapkan aspek persaudaraan yang tanpa batas. Anggota yang sakit akan dijenguk dan mendapatkan bantuan dari iuran anggota.

Mereka juga aktif menyalurkan bantuan ketika di daerahnya tertimpa bencana, seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung, dan sebagainya. Mereka yang terdiri dari lintas profesi berharap komunitas pengguna motor Ninja bisa memberikan manfaat kepada sesama.

New NORP yang berada di bawah naungan Kawasaki Ninja Indonesia (KNI) juga memiliki jejaring di tingkat nasional. Setiap event nasional, beberapa dari anggota biasanya ikut berpartisipasi.

Hal itu yang menjadi bekal dan pengalaman bagi mereka dalam membangun jejaring di tingkat nasional. “Pada saat event touring, kita banyak sekali mendapatkan wawasan. Kita pernah ikuti event di Bandung, Jakarta, sampai Surabaya,” tukas Wakil Ketua New NORP Imron Agus yang akrab disapa Gopek.

Baru-baru ini, New NORP Pati juga mengundang komunitas Ninja dari seluruh Indonesia untuk mengikuti gathering anniversary ke-4 di Pasar Pragola Pati. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan hingga Papua.

Sedikitnya seribu bikers menghadiri gathering tersebut. Mereka membangun jejaring antasesama anggota dengan beragam event, seperti hiburan, silaturahmi, baksos dengan menyantuni anak yatim, hingga pertunjukan freestyle.

“Kita semua mengakomodasi pengguna motor Ninja, dari yang 150 cc sampai 650 cc. Selain persaudaraan, kita akan tertibkan anggota yang ugal-ugalan di jalanan,” pungkas Gopek.

Editor : Kholistiono

Belasan Komunitas Muslim di Grobogan Gelar Tilawah Akbar

Belasan komunitas muslim yang tergabung dalam wadah Forum Persaudaraan Muslim Grobogan (FPMG) menggelar acara tilawah akbar Taman Hijau Kota Purwodadi, Rabu (24/5/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan  – Belasan komunitas muslim yang tergabung dalam wadah Forum Persaudaraan Muslim Grobogan (FPMG) menggelar acara Tilawah Akbar, Rabu (24/5/2017) malam. Sekitar 150 orang hadir dalam acara yang dilangsungkan di Taman Hijau Kota Purwodadi tersebut.

Acara tilawah diisi dengan membaca Alquran Surat Al-Baqarah dari ayat 142 hingga 210. Kemudian dirangkai dengan tausiah singkat dan doa bersama. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB berlangsung sekitar dua jam.

“Ini adalah kegiatan perdana dalam skala agak besar yang dilakukan FPMG. Sekitar 15 komunitas muslim yang terlibat. Tadi, banyak juga pengunjung taman kota yang ikut gabung ngaji,” ungkap Ketua FPMG Erwin Pambudi, usai kegiatan.

Menurut Erwin, dipilihnya taman kota untuk melangsungkan kegiatan dilatar belakangi beberapa alasan. Antara lain, selain tempatnya nyaman, lokasinya strategis di dalam kota sehingga mudah dijangkau dari berbagai arah.

“Disini tempatnya nyaman dan tidak terlalu bising sehingga cocok untuk melangsungkan kegiatan pada malam hari. Rencananya, kami akan bikin tilawah rutin disini. Minimal sebulan sekali,” jelasnya.

Erwin menambahkan, FPMG ini baru terbentuk sekitar 2 bulan lalu. Selain masalah dakwah, tujuan dibentuknya FPMG adalah untuk menjalin persaudaraan dan melakukan beragam kegiatan sosial bagi masyarakat.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Grup Rebana Alhihu Kudus Siap Luncurkan Album

Anggota Alhihu saat foto bersama. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Kudus – Alhihu adalah sebuah grup terbangan atau rebana yang bermarkas di Masjid Jumutan, Jalan Sunan Kudus, Gang Jumutan, Desa Demangan, Kota Kudus.

Sebenarnya Alhihu adalah sebuah nama julukan, makna ”Hi” singkatan dari kata ”Lillahi” artinya kepada Allah SWT, sedangkan makna ”Hu” singkatan dari kata ”Huwa Allahu” artinya wahai Allah SWT, sedangkan makna ”Al” di depan ialah sebagai ”Al” ma’rifat, yaitu sebagai perenungan tentang apa-apa yang dikerjakan itu harus kembali kepada Allah SWT.

Lebih sederhananya makna Alhihu itu adalah bertafakur. Adapun nama aslinya sebetulnya ialah Jam’iyyah Qashidah Tuhfatul Banin, akan tetapi memang sudah terlanjur populer dengan nama Alhihu.

Iim Alhihu, salah satu anggota grup mengatakan, berbekal alat hadrah atau rebana yang berasal dari swadaya masyarakat sejak tahun 1999 sampai saat ini, grup Alhihu dalam bersholawat masih menggunakan tradisional.

“Terlebih lagi untuk melanjutkan apa yang menjadi kebiasaan simbah KH Ma’ruf Asnawi, Alhihu selalu mengawali di setiap penampilannya dengan membaca dua kalimat syahadat, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul,” katanya.           

Dia menerangkan, grup ini mempunyai personel yang mempunyai latar belakang beragam latar belakang. Mulai dari pedagang Pasar Kliwon, guru, mahasiswa, industri kreatif, praktisi akademik, pegawai hingga seorang ustaz.

Anggota Alhihu saat foto bersama. (ISTIMEWA

 

Karena memang berkumpulnya menjadi sebuah grup bermula dari usia anak, lebih tepatnya ketika semua masih duduk di bangku SD. Tidak heran jika Alhihu juga menjadi simbol kebersamaan dalam setiap frase kehidupan bagi para personelnya.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Alhihu yaitu setiap Kamis malam berupa pembacaan sejarah Rasulullah dalam kitab Albarzanji, atau dalam istilah Jawa disebut ”berjanjenan”. Selain itu juga melayani masyarakat luas menghibur dengan kesenian hadrah, bagi warga yang mempunyai hajat, seperti acara pernikahan, khitanan, pengajian, dan lainnya.

Koleksi trofi Alhihu juga sudah banyak menghiasi lemari etalase, baik yang tingkat provinsi bahkan hingga tingkat kecamatan sekalipun. Adapun yang berupa karya ada tiga album video, merupakan hasil dari dokumentasi even besar yang telah diadakan Alhihu, pada tahun 2013 dengan judul ”sebuah nama sebuah kisah”.

Momen itu berhasil mendatangkan vokalis dari Langitan yaitu Ridwan Ashfi, tema  ”Harmoni Sholawat” tahun 2014 mengundang satu grup Hadrah Albanjari dari Surabaya yaitu Syauqul Habib.

Di tahun 2015 bertajuk ”Ayah Sejagat” menghadirkan vokalis kondang internasional yaitu Mas Yani & Mas Rofiq. Sedangkan album yang bertipe audio, sekarang dikumpulkan dalam album MP3 kompilasi Alhihu, berisikan tiga album. Kesemuanya merupakan album live recording.

Kebahagiaan keluarga Alhihu di tahun 2016 sangatlah berkesan, karena hampir sepuluh orang anggota melaksanakan pernikahan. Oleh karena itu di tahun 2017 momen tersebut akan diabadikan dalam sebuah album resmi yang akan dirilis di pertengahan tahun 2017.

Berisikan delapan lagu, tentunya dengan kemasan berbeda dari grup Hadrah yang telah ada. “Karena Alhihu memang mempunyai ciri khas tersendiri dalam memainkan nada dan memainkan alat hadrah,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Pengurus PPPKI Pati Dibekali Keterampilan Baki Hantaran

Pengurus PPPTKI Pati seusai mengikuti pelatihan baki hantaran. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Usaha baki hantaran memiliki peluang yang bagus, karena acara pernikahan selalu ada setiap bulannya. Peluang itu yang ditangkap Perkumpulan Perempuan Peduli Kasih Indonesia (PPPKI) Kabupaten Pati.

Organisasi perempuan yang bergerak di bidang sosial ini membekali pengurusnya dengan pelatihan baki hantaran. Pengurus PPPKI diharapkan punya salah satu keterampilan yang bisa digunakan untuk berburu pundi-pundi rupiah.

“Keterampilan baki hantaran sangat diperlukan, karena bisa menjadi peluang usaha yang berkelanjutan. Selain pernikahan dipastikan selalu ada, usaha baki bantaran modalnya sedikit sehingga siapa saja bisa melakukannya, asal punya keterampilan membuatnya,” ujar Kepala Bidang Pendidikan PPPKI Pati, Puji, Kamis (13/4/2017).

Pelatihan baki hantaran merupakan satu di antara pembekalan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus PPPKI. Seorang perempuan diharapkan punya peran dan kontribusi kepada keluarga, bangsa dan negara sehingga berbagai pelatihan keterampilan kerap dilakukan.

Ketua PPPKI Pati, Paulina menambahkan, PPPKI merupakan organisasi yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, kesehatan, sosial, lingkungan dan pendidikan. Pembekalan keterampilan pengurus dinilai sangat diperlukan agar mereka bisa menjadi agen-agen yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

“Penguatan SDM pengurus internal sangat diperlukan. Sesederhana keterampilan yang dimiliki, selama itu punya manfaat bagi keluarga dan masyarakat, tidak masalah. Makanya, kami akan terus berinovasi menguatkan SDM pengurus biar punya pengalaman sebelum diterjunkan di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Datsun Muria Raya Gelar 2nd Anniversary

Kegiatan yang dilakukan Datsun Muria Raya, berlangsung meriah. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Menginjak usia kedua, Datsun Muria Raya (DMR)  yang beranggotakan 60 orang dan tersebar di eks-Keresidenan Pati dan Demak melaksanakan HUT yang ke-2 di Panti Wredha Sultan Fatah, Demak. Dalam acara ini mereka mengusung tema One Love For Parents (satu cinta untuk orang tua)

Acara silaturahmi ini dihadiri oleh 200 orang. Beberapa di antaranya adalah anggota DMR, perwakilan dari Paguyuban Datsun JTG dan DIY, Jepara Otomotif Association(JOA), Kudus Car Club Association(KCCA), Komunitas Pejuang Sedekah(KPS), juga Perwakilan dari Nissan Jati Kudus.

Dalam acara ini selain merayakan HUT yang ke-2, DMR juga mengadakan pengobatan gratis untuk penghuni panti wredha. Tak hanya itu, mereka juga menggelar donor darah yang bekerja sama dengan PMI Demak, lomba mewarnai untuk anak serta Bantuan Sosial (bansos).

Selain itu, dalam pergelaran tersebut DMR juga berharap di usianya yang dua tahun, semua anggota bisa menjadi lebih baik. Terutama dalam menyayangi, menghormati, mencintai orang tua dengan setulus hati dan juga mengajarkan berbagi dan peduli kepada sesama.

”Di HUT DMR yang ke-2 ini saya juga berharap anggota smakin solid, kompak, dan exist sampai di HUT berikutnya. Tentunya acara baksos ini bisa terus dilakukan di event-event selanjutnya,” tegas Andi, Ketua Datsun Muria Raya (DMR) .

Editor: Supriyadi

Berbagai Komunitas Bersihkan Pantai di Rembang

Para pemuda dari berbagai komunitas di Rembang melakukan aksi bersih-bersih Pantai Nyamplung, di Desa Tri Tunggal, Rembang, Minggu (26/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sekitar 500 pemuda dari berbagai komunitas menggelar bakti sosial bersih-bersih Pantai Nyamplung, di Desa Tri Tunggal, Rembang, Minggu (26/3/2017). Aksi bersih-bersih pantai ini diprakarsai Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR).

Tercatat ada 20  komunitas yang berpartisipasi dalam aksi sosial ini. Di antaranya Purna Paskibraka Indonesia Rembang, Pakar, Komunitas Anti Korupsi (KPK), IMMR, 
Sahabat Noah Rembang, Kopites, RBC, Fadlan, OI, Milanisti Rembang,dan Banser Rembang.

Selain itu juga ada Ubaloka Pramuka Rembang, PSHT Rembang, HGRC,komunitas Ontel Sedan,MTMA Rembang, YVC-I Rembang dan lainnya.

Aksi ini juga untuk mendukung program pemerintah yang menjadikan Pantai Nyamplung, untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Rembang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Dwi Purwanto mengatakan, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan untuk menjngkatkan ekonomi masyarakat.

“Dan Pantai Nyamplung merupakan kawasan Samudra Wela yang akan ditata oleh pemerintah tahun ini,” katanya.

Pihaknya berharap kepada pihak desa agar mempunyai wacana dan rencana ke depannya untuk menyentuh pengembangan wisata pantai tersebut. Sementara itu, Dinbudpar siap berkoordinasi untuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang.

“Untuk itu Kopeta, IMMR dan anak-anak muda lainnya warnailah pembangunan pariwisata yang ada di desa. Pada saat musrenbangdes, usulkan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Kepala Desa Tritunggal Juhri mengaku sangat mengapresiasi melihat kepedulian generasi muda terhadap Pantai Nyamplung. Pihaknya mengakui pantai yang bersebelahan dengan Pantai Karangjahe itu belum tertata dengan baik.

“Kami akui jalan akses masuk ke sini belum memadai. Tapi kami dari pemerintah desa berencana akan membuat jalan yang langsung dari jalan pantura menuju pantai,” ucapnya.

Salah satu peserta baksos Satrio dari Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Rembang (YVC-I Rembang) Miftachussolichin sangat senang bisa berbuat sesuatu untuk Rembang. “Kegiatan bakti sosial seperti ini bisa menambah variasi kegiatan klub motor, YVC-I Rembang siap dilibatkan untuk agenda selanjutnya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Penunggang Motor Antik Berdatangan di Grobogan, Ternyata Ini Agendanya

Ratusan pengendara motor antik dari berbagai daerah sudah tiba di GOR Simpang Lima untuk menghadiri pengukuhan pengurus MACI Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pengendara motor kuno sejak pagi terlihat berseliweran di Kota Purwodadi, Sabtu (11/3/2017). Tidak sekadar melintas, pengendara yang jumlahnya mencapai ratusan itu punya titik tujuan sama. Yakni, di kompleks GOR Simpang Lima.

Hingga sore ini, sudah lebih 100 pengendara motor kuno yang sudah ada di pelataran GOR. Diperkirakan, hingga malam nanti jumlahnya masih terus bertambah.

Berkumpulnya para pengendara motor kuno yang tergabung dalam wadah Motor Antique Club Indonesia (MACI) tersebut ternyata untuk menghadiri agenda di GOR. Yakni, pengukuhan pengurus MACI Purwodadi.

“Acara pengukuhan dilangsungkan nanti malam mulai jam 19.00 WIB. Siang sampai sore, kita suguhkan hiburan buat rekan-rekan MACI dari berbagai daerah yang hadir ke sini,” ungkap Sekretaris MACI Purwodadi Yustinus Agung.

Dijelaskan, dalam pengukuhan pengurus tersebut, semua anggota MACI dari berbagai kota di Jawa Tengah hadir. Selain itu, ada pula anggota MACI dari luar Jateng yang sudah berdatangan di Purwodadi. Antara lain dari Lampung, Surabaya, Jogja dan Bandung.

“Ada juga rombongan MACI yang lagi bikin acara ziarah walisongo hadir ke sini. Tadi, mereka sudah sampai Demak dan geser ke sini, karena jaraknya dekat. Besok mereka lanjutkan lagi acara ziarahnya,” kata Agung.

Agung menambahkan, dalam pengukuhan pengurus nanti, rencananya akan dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni dan jajaran FKPD. Selain itu, pengurus MACI pusat juga dijadwalkan akan hadir.

Editor : Kholistiono

Pemuda Desa Getassrabi Kudus Bentuk Komunitas Kartun

Komunitas Kartunis Srabilor yang baru saja terbentuk oleh sejumlah pemuda Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Kudus – Sejumlah pemuda di Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, menginisiasi pembentukan sebuah komunitas kreatif, Sabtu (11/3/2017). Mereka menyebut diri sebagai komunitas Kartunis Srabilor.

Nama Srabilor diambil untuk mengabadikan tempat kelahiran, yaitu Dukuh Srabi Lor. Pembentukan komunitas tersebut dilaksanakan sesaat setelah kegiatan “Ngartun Bareng Arif Srabilor” di Pondok Al Manshur.

Pelatihan kartun yang digagas pemuda desa itu menghadirkan kartunis muda dari Semarang Cartoon Club (SECAC), Abdul Arif. Arif yang juga putra kelahiran Desa Getassrabi ikut membidani kelahiran komunitas.

“Banyak peluang yang bisa diambil dari kesenian kartun. Bahkan event pameran dan lomba tingkat nasional maupun internasional selalu terbuka tiap bulan,” kata Arif seperti dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Arif melihat, anak muda di desanya memiliki potensi yang sangat besar. Sejauh ini, kata dia, kegiatan yang menampung kreativitas anak-anak muda masih minim.

“Jujur saja, banyak waktu luang remaja yang terlewat sia-sia. Sejumlah anak bahkan putus sekolah dan memilih bekerja. Semoga dengan adanya komunitas ini kreativitas mereka bisa diwadahi,” imbuh alumnus Pendidikan Matematika UIN Walisongo itu.

Arif dan rekan-rekannya memilih kesenian kartun karena lebih mudah dipelajari. Kartun, kata dia, sudah familiar di kalangan remaja. Dengan demikian tidak sulit mengajak para remaja untuk bergabung.

Selain itu, lanjut Arif, kesenian kartun juga memiliki nilai ekonomis. Seni kartun bisa diaplikasikan dalam berbagai media. Misalnya kaus lukis dan suvenir lainnya. Karya kartun juga bisa dijual ke media massa nasional maupun internasional.

Arif berharap, kegiatan ngartun bisa menjadi alternatif bagi remaja di desanya untuk menghasilkan uang. Dia menyadari, mayoritas warga di kampungnya adalah buruh pabrik rokok dan pekerja bangunan dengan penghasilan pas-pasan. Bahkan tak sedikit anak yang putus sekolah.”Ke depan kami berharap bisa membuat banyak kegiatan untuk anak-anak muda. Seperti kegiatan literasi dan lain sebagainya,” katanya.

Koordinator pelatihan Fatkhur Rochim mengatakan, setelah komunitas tersebut pihaknya akan mengadendakan sejumlah kegiatan. Di antaranya kegiatan rutin ngartun bareng dan aktif mengikuti pameran dan kontes internasional.”Kami juga mengagendakan safari kartun ke Kota Semarang, menyambangi SECAC untuk mengenal lebih dekat tentang kartun,” katanya. 

Editor : Kholistiono

Aksi Keren, Komunitas Otomotif HBC Jepara Tambal Jalan Berlubang

komunitas otomotif Honda Brio Community (HBC) Chapter Jepara saat melakukan penambalan jalan. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Karena sering kalinya kecelakaan lalu lintas, khususnya pengendara kendaraan sepeda motor, akibat menghindari dan terperosok jalan yang berlubang di sepanjang jalan raya Jepara-Kudus, menggugah keprihatinan komunitas otomotif Honda Brio Community (HBC) Chapter Jepara.

Untuk itu, HBC Chapter Jepara menggawangi program social responsibility dengan cara yang sederhana namun dinilai bermanfaat besar bagi masyarakat, yakni dengan aksi menambal jalan berlubang.

“Kegiatan sosial yang kita kasih tema “HBC Nambal Dalan” ini, kita laksanakan pada Selasa (21/2/2017). Aksi ini kita lakukan, mengingat terjadinya peningkatan angka kejadian kecelakaan yang hampir setiap hari terjadi bahkan sampai terjadinya korban meninggal yang diakibatkan oleh lubang jalan raya sepanjang arah masuk Jepara kotakarena curah hujan yang tinggi,” kata Ahmad Kholid, Ketua Umum HBC Jepara.

Menurutnya, HBC Jepara merasa tergugah dan berusaha membantu dalam upaya preventif terjadinya kecelakaan dengan menambal lubang jalan raya Jepara – Kudus sepanjang 10 Km. Penambalan jalan ini, diawali dari depan RSUD RA. Kartini Jepara sampai Troso Jepara.

Cuaca yang sangat terik kemarin, seolah mendukung kegiatan tersebut dengan berjalan pelan. Truk yang membawa material semen,batu, pasir dan perlengkapan menambal jalan menghampiri tiap-tiap lubang di jalan untuk ditambal.

“Upaya pencegahan pada kecelakaan ini dilakukan sesuai dengan komitmen HBC bersama antara Polres Jepara tentang Traffic Accident Care Community. Kegiatan ini murni dilaksanakan dan didanai oleh anggota HBC dan uluran tangan donatur,” imbuhnya.

Disampaikan pula bahwa dengan banyaknya lubang di jalan raya dan banyaknya angka kejadian kecelakaan bukan hanya sekadar tanggung jawab dari pemerintah. Namun, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama selaku masyarakat.

“HBC berharap dengan aspek pemberdayaan dan kepedulian terhadap sesama masyarakat diyakini akan mampu meminimalkan terjadinya kecelakaan. Karena kecelakaan diakibatkan oleh banyak faktor, terutama sarana dan prasarana yang kurang mendukung. HBC Nambal Dalan ini terlaksana berkat dukungan dari masyarakat Jepara, Satlantas Polres Jepara, seluruh member HBC Jepara serta Jepara Otomotif Association,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komunitas Otomotif Pecinta Avanza-Xenia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kudus

Komunitas Otomotif Pecinta Avanza-Xenia menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Minggu (19/2/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom,Kudus – Beberapa komunitas otomotif pecinta Avanza-Xenia menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kudus, tepatnya di wilayah Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, pada Minggu (19/2/2017).   

Beberapa komunitas otomotif tersebut, di antaranya Xenia Mania Club Indonesia(XMAN) Chapter Muria Raya, Toyota Mania(TM KUPAT), dan Avanza Xenia Solution Kudus Kota Kretek (AXS Kudus Kota Kretek), AXS PlatK,AXS Bekasi,AXS Semarang Raya, TM Nasional dan XMAN pusat.

Eko Heri, Ketua XMAN Chapter Muria Raya mengatakan, yang bantuan disalurkan untuk korban banjir tersebut, merupakan hasil dari penggalangan dana dari masing-masing anggota komunitas, yang dikoordininir oleh masing-masing ketua.

“Kita bersyukur, temen-temen komunitas yang ikut berpartisipasi untuk kegiatan sosial ini cukup banyak. Penggalangan dana dilakukan oleh masing-masing komunitas tersebut, selanjutnya digabung jadi satu dan dibelanjakan kebutuhan bagi korban bencana banjir,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa bantuan yang diberikan untuk korban banjir di antaranya, alat tulis, susu, sembako, mie instan, pampers balita dan dewasa, pembalut wanita, dan beberapa lainnya.

Bantuan tersebut, diserahkan langsung kepada korban banjir yang didampingi oleh Muspika Kabupaten Kudus.”Dari data yang kami miliki, korban banjir di Desa Jati sebanyak 126 Kepala Keluarga (KK) dan 357 jiwa. Korban banjir berasal dari Dukuh Barisan,Dukuh Gendok,Dukuh Tanggulangin, dan Gang Sengkuyung.Semoga dengan sedikit uluran tangan kami dapat sedikit meringankan beban seluruh korban banjir,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

HBC Kudus Salurkan Bantuan ke Korban Banjir

Anggota HBC Kudus menyerahkan bantuan untuk korban banjir di PMI setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Tingginya curah hujan di Kudus beberapa hari ini menyebabkan sebagian wilayah terendam banjir. Wilayah yang terendam banjir di antaranya Desa Tanjungkarang, Jetis Kapuan, Jati Wetan, Pasuruhan Lor, Jati Kulon, Setrokalangan, Banget, Karangrowo dan Karangturi.

Sebanyak 212 jiwa dilaporkan mengungsi di aula Balai Desa Jati Wetan. Dapur umum sudah didirikan oleh PMI Kudus guna memasok makanan untuk para pengungsi. Akan tetapi Pihak PMI mengaku kekurangan bahan baku makanan untuk diolah.

Menanggapi hal itu, Honda Brio Community (HBC) Chapter Kudus tergerak untuk memberikan bantuan. Di antaranya berupa bahan makanan pokok. Seperti beras , telur , minyak goreng , dan air mineral.

Selain juga pakaian dalam dewasa maupun anak-anak , popok bayi dan pembalut. Bantuan tersebut diberikan ke Pihak PMI Kudus supaya di salurkan ke korban banjir .

Menurut Deni Eko Mulyono selaku Ketua HBC Kudus mengatakan, pihaknya prihatin dengan korban banjir.

“Kami memberikan sedikit bantuan supaya beban para korban banjir berkurang , dan kami berharap banjir lekas surut supaya masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semula,” kata Deni.

Editor : Akrom Hazami

Yuk, Coba Ragam Kuliner Tradisional di Festival Komukino

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom – Mahasiswa Juruan Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM) bakal menggelar Festival Komukino ke-5, yang bakal berlangsung di halaman Stadion Diponegoro Semarang, Minggu (8/ 1/2017).

Festival yang mengangkat budaya lokal Jawa Tengah tersebut akan dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan menyajikan berbagai macam potensi yang ada di Jawa Tengah. Mulai dari festival kuliner tradisional dari seluruh daerah di Jawa Tengah, festival batik, kampung dolanan, hingga lomba presenter dengan bahasa Jawa.

Tak hanya itu, dalam festival yang mengusung tema “Jawa Tengah Sae” ini juga bakal diadakan talk show dengan menghadirkan Intan Avantie, desainer muda yang sangat berbabakat. Selain itu juga hadir tokoh-tokoh muda inspiratif Jawa Tengah lainnya.

Kegiatan ini digelar atas keprihatinan mulai pudarnya budaya-budaya di Jawa Tengah seiring berkembangnya teknologi.

Editor : Kholistiono

Komunitas Jepara Otomotif Association Adakan Kopdar Merah Putih

Anggota JOA dan peserta kopdar foto bersama di Alun-alun Jepara.

Anggota JOA dan peserta kopdar foto bersama di Alun-alun Jepara.

 

MuriaNewsCom, Jepara –  Komunitas Jepara Otomotif Association (JOA) bekerjasama dengan Satlantas Polres Jepara menggelar acara perayaan kemerdekaan RI dengan tema Kopdar Merah–Putih, di alun-alun setempat, Rabu (17/8/2016).

Cara merayakan yang dilakukan juga beda. Yaitu para peserta acara kopdar adalah mobil dengan warna merah dan putih, sebagai ikon utama yang juga sebagai simbol bendera kebanggaan merah putih.

Ahmad Kholid selaku Ketua Umum JOA, mengatakan konsep ini sengaja diusung. Yakni sebagai bentuk penghormatan dan komitmen JOA terhadap bangsa. Dengan bentuknya adalah kegiatan otomotif.

“Dengan harapan penggemar otomotif mobil di Jepara semakin solid, tertib dan mampu mengedepankan nasionalisme, “ kata Kholid dalam rilis persnya ke MuriaNewsCom, Selasa (18/8/2016).

Selain diikuti anggota komunitas mobil, kopdar juga terbuka untuk umum yang memiliki mobil warna merah dan putih. Tercatat, tidak hanya warga Jepara yang ikut, tapi ada juga dari luar kota. Seperti Demak, Kudus, hingga Yogyakarta.

Ada juga diler mobil yang ikut meramaikan kegiatan. Tercatat, jumlah mobil yang ikut dalam kopdar sebanyak 128 unit.

Pada kesempatan itu Satlantas Polres Jepara memberikan apresiasi yang sangat positif terhadap kegiatan ini. Selain sebagai sarana hobi otomotif, adanya asosiasi dan kegiatan positif yang dilakukan JOA dapat membantu terwujudnya sosialisasi tertib berlalu lintas dengan mengedepankan “Keselamatan Nomor 1”.

Itu sesuai dengan sambutan yang disampaikan dari Satlantas Polres Jepara yang diwakili oleh Ipda Candra Bayu S. Wujud apresiasi dari Polres Jepara pada acara ini juga tampak dengan digelarnya acara hiburan dari tim Satlantas dengan diturunkannya mobil SIPANGLING (Polisi Panggung Keliling) serta dua badut Baseta dan Zebra. Yang merupakan produk games unggulan dan mascot Satlantas Polres Jepara.

Editor : Akrom Hazami

 

Band Indie Se-Keresidenan Pati, Silakan Daftarkan Karyamu di Kudus Indienesia

waves

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kudus Indienesia bersama Wmld memudahkan peserta band berpotensi di  Keresidenan Pati. Di antaranya dengan membuka booth baru.

Ketua Pantitia Doni PM mengatakan, para peserta setelah mendapatkan email balasan, isi formulir dan nomor pendaftaran, mereka bisa kirim ke booth-booth yang ada.

“Sebelumnya, booth hanya ada di Kudus. Yaitu di Angkringan Cekli, Kopithong, Sidji Coffee, Labasa Distro, Smookersaid Store, Zeroun Revolt Store,” katanya.

Kini ada juga di  Pati. Tepatnya di Labasa Distro Pati. Jepara ada di Simple studio musik, OMT musik studio. Sedangkan di Rembang ada di Melek Merch Rembang.

Sebelumnya, band yang telah memiliki lagu sendiri, mengirimkan lagu original karya sendiri, dengan genre bebas. Kirim lagu berupa Audio/Video (Mp3/MP4/AVI/MPEG), yang direkam dengan media bebas, asal jelas.

Karya dikirim ke email: kudusindienesia@gmail.com. Pendaftaran gratis. Batas pengumpulan karya 20 Juni – 25 Agustus 2016. Adapun live audition diadakan 4 September 2016. Grand finalnya pada 17 September 2016.

Untuk informasi lebih lanjut, peserta bisa menghubungi  085712397979 (WA Only), FB/twitter/IG: @kudusindienesia.

Editor : Akrom Hazami

 

Album Kompilasi WaveTones Sampai di Tangan Grup Band Nasional

f-pr sukun

MuriaNewsCom, Kudus – Kudus Indienesia bersama WMld  semakin gencar mempromosikan gelaran WavesTones 2016. Hal ini sebagai ajang untuk mencari bakat band-band lokal di eks-Karesidenan Pati.

Bahkan, beberapa band nasional, seperti Ungu, Souljah, ADA Band, Shaggy Dog hingga Last Child pun diberi hasil album kompilasi WaveTones pertama tahun 2014 sebagai gambaran umum skill para band lokal. Langkah itu dilakukan guna mengenalkan bakat-bakat putra daerah dalam hal bermusik.

Ketua Kudus Indienesia Doni PM mengatakan, sejauh ini para band papan atas tersebut menyambut positif adanya WavesTones. Terlebih kesempatan para band lokal dikancah nasional masih terbuka lebar.

”Langkah ini juga sebagai bukti kalau di Kudus tak hanya dikenal dengan religinya, tapi juga dikenal sebagai Kudus Kota Kreatif. Terutama pemudanya yang sangat bertalenta dalam hal seni musik,” ungkapnya.

Karena itu, lanjutnya, kesuksesan WavesTones 2014 menjadi gerbang untuk mengenalkan musisi di eks Karesidenan Pati ke tingkat nasional. Apalagi, album kompilasi WavesTones 2014 sudah digandakan ribuan dan disebar ke kota-kota besar di Indonesia.”Kami juga sudah menyebarkan album kompilasi WavesTones yang pertama ke radio-radio di kota-kota besar di Indonesia. Tanggapannya pun bagus,” imbuhnya.

Sebelumnya, Doni juga sudah bergerilya ke beberapa Coffee Shop, Angkringan, dan band ternama di eks-Karesidenan Pati untuk melakukan testimoni terkait keberadaan WavesTones tahun ini.

Dari testimoni yang dilakukan, semua Coffee Shop ataupun angkringan siap membantu jalannya acara. Baik menjadi outlet untuk penyerahan formulir peserta ataupun pemutaran album kompilasi.”Hasilnya sangat bagus. Hampir semua yang di testimoni menyambut positif acara WavesTones. Mereka juga bersedia memutar album kompilasi yang akan dibuat,” kata Doni.

Selain itu, tambah Doni, mereka juga mengapresiasi keberadaan WavesTones. Apalagi, di eks-Karesidenan Pati WavesTones diharapkan bisa menjadi pelopor kebangkitan band lokal untuk merambah belantika musik Tanah Air.

Editor : Kholistiono

Pencinta Motor Antik, MACI Jombang, Saling Temu Kangen

MACI

Anggota MACI foto bersama pada kegiatan Halal Bihalal di Jombang, Jawa Timur.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Para pencinta motor antik yang tergabung di Motor Antique Club Indonesia (MACI) Jombang, Jatim, saling temu kangen di acara yang digelar bersama Sukun Premiere, Sabtu (30/7/2016).

Hal itu dilakukan saat kegiatan Halalbihalal MACI Jombang. Di momen itu, ratusan anggota MACI, baik dari dalam kota, atau luar kota, hadir. Seperti dari Kudus, Semarang, Yogyakarta, hingga Makassar dan Samarinda, di acara yang digelar di Gedung Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Jombang, Jawa Timur.

Ketua MACI Jombang Dwi Ardyanto mengatakan, kehadiran anggota MACI dari seluruh wilayah jadi hal istimewa. Selain membuat acara tambah meriah, juga tambah hangat.

”Ini juga menjadi surprise bagi panitia dan MACI Korwil Timur. Semula kami tidak tahu kalau sedulur dari Makassar dan Samarinda akan hadir,” katanya.

Padahal, lanjutnya, cuaca pas acara digelar kurang bersahabat. Kala itu, Kota Jombang tengah hujan lebat hingga beberapa jam. Meski begitu, sedikitnya 700 anggota tak surut untuk melakukan silaturahmi dan Halalbihalal.

”Kalau dari catatan panitia, acara Halalbihalal dihadiri 700 anggota dan tamu undangan,” ujarnya.

Disinggung terkait kedatangan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Dadang mengaku, orang nomor satu di Jombang tersebut belum bisa datang langsung karena ada tugas ke luar.

”Beliau (Bupati Jombang) memang belum bisa hadir. Tapi ada perwakilan yang datang,” ungkapnya.

Meski begitu, acara Halalbihalal tetap berjalan meriah. Para tamu undangan dan anggota MACI larut dalam hingar-bingar acara yang disuguhkan panitia.

”Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua anggota MACI yang sudah menyempatkan diri hadir. Termasuk PR Sukun yang menjadi sponsor. Selain itu, kami minta maaf jika ada ketidaknyamanan, baik dari tempat ataupun pelayanan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Taman Belajar Organik Diminta Jadi Wadah Pembelajaran Agrobisnis di Pati

 Bupati Pati Haryanto mengunjungi areal persemaian di Sekretariat Taman Belajar Organik (TBO) Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Bupati Pati Haryanto mengunjungi areal persemaian di Sekretariat Taman Belajar Organik (TBO) Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto meminta kepada anggota komunitas Taman Belajar Organik (TBO) supaya bisa menjadi wadah bagi pengusaha di Pati.  “Selama ini, pekerjaan yang paling banyak diburu adalah menjadi pegawai negeri sipil (PNS), polisi atau TNI. Padahal, kalau pengen cepat sukses dan kaya, ya jadi wirausahawan atau pengusaha seperti beragam jenis usaha yang dirintis TBO,” ujar Haryanto.

Karena itu, TBO diharapkan bisa menjadi perekat komunitas yang akan menciptakan produk-produk pertanian, perkebunan, hingga perikanan berbasis organik. Selain mengampanyekan proses produksi yang sehat karena bebas pestisida, TBO mesti bisa melahirkan pengusaha-pengusaha yang mandiri.

“Untuk menjadi pengusaha memang susah. Butuh perjuangan dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. Saya juga mengalami hal itu ketika kesulitan merintis tambak di dekat rumah di Desa Raci, Batangan. Namun, setelah beberapa tahun berjuang, hasilnya di luar dugaan,” ucap Haryanto.

Berkaca dari itu, TBO benar-benar diharapkan menjadi salah satu pioner di bidang agrobisnis dan pengolahan limbah dengan konsep pemberdayaan anggota. Dengan begitu, para pemuda bisa bekerja sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya.

“Pemuda harus bangga jadi orang desa. Dari segala sumber kekayaan alam yang ada di desa, seorang pemuda bisa mengembangkannya menjadi produk berdaya saing tinggi. Di situlah kemandirian akan tercipta dan warga Pati siap bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

Desa Kedungbulus Pati Bakal Jadi Sentra Daun Kelor

 

Bupati Pati Haryanto berkunjung ke lokasi pengembangan sayuran Taman Belajar Organik (TBO) di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto berkunjung ke lokasi pengembangan sayuran Taman Belajar Organik (TBO) di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong rencananya akan dijadikan sebagai sentra daun kelor. Upaya itu dilakukan komunitas Taman Belajar Organik (TBO) yang melihat potensi alam berupa daun kelor yang melimpah di daerahnya.

“Mayoritas penduduk setempat sudah menanam daun kelor. Karena itu, kita harus bisa memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang melimpah itu menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Ketua Karang Taruna desa setempat, Rusmani kepada MuriaNewsCom.

Dilihat dari aspek kesehatan, kata dia, daun kelor punya manfaat untuk menyembuhkan penyakit asam urat. Kandungan nutrisinya juga baik untuk kesehatan tubuh. Karena itu, daun kelor yang selama ini sebatas digunakan untuk pakan ternak akan disulap menjadi beragam produk makanan bernilai ekonomi tinggi.

“Saat ini, kami tengah mengembangkan produk mi hijau dari daun kelor. Formulanya sudah ketemu, tinggal bagaimana kita bisa mengembangkan formula itu menjadi sebuah produk untuk dijual. Kami ingin menjadikan Desa Kedungbulus sebagai sentra daun kelor di Pati,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan itu, pihaknya akan menggandeng Taman Belajar Organik (TBO) Kecamatan Gembong sebagai salah satu komunitas yang konsen di bidang pemberdayaan tanaman organik. Dengan demikian, produk olahan dari pemanfaatan daun kelor tak hanya berkhasiat untuk kesehatan tubuh, tetapi juga bebas dari pestisida.

Ke depan, pihaknya bersama TBO akan mengembangkan semacam pusat belajar, sehingga pemuda bisa belajar tentang pengembangan sayuran organik. “Tak hanya mengembangkan desa sebagai sentra daun kelor di Pati, kami bersama TBO juga ingin melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang pengembangan tanaman organik yang bisa menambah penghasilan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

WavesTones 2016 Banjir Dukungan

f-sukun

MuriaNewsCom, Kudus – Gelaran WavesTones 2016 bersama WMld yang digelar Kudus Indienesia sepertinya tak mau tanggung dalam berekspresi. Mereka sengaja gerilya ke beberapa coffee shop, angkringan, dan band ternama di eks-Karesidenan Pati untuk melakukan testimoni terkait acara WavesTones.

Ketua Kudus Indienesia Doni PM mengatakan, dari semua testimoni yang dilakukan, semua coffee shop ataupun angkringan siap membantu jalannya acara. Baik menjadi outlet untuk penyerahan formulir peserta ataupun pemutaran album kompilasi.

“Sudah beberapa hari ini kami melakukan testimoni. Hasilnya sangat bagus. Hampir semua yang di testimoni menyambut positif acara WavesTones. Mereka juga bersedia memutar album kompilasi yang akan dibuat,” kata Doni.

Selain itu, lanjut Doni, mereka juga mengapresiasi keberadaan WavesTones. Apalagi, di eks-Karesidenan Pati WavesTones diharapkan bisa menjadi pelopor kebangkitan band lokal untuk merambah belantika musik Tanah Air.

“Para band-band lokal yang sudah dikenal juga menyambut baik. Mereka menilai sudah saatnya band lokal dimunculkan ke permukaan. Terlebih kualitas mereka juga tak kalah bagus, ujarnya.

Dengan banyaknya dukungan tersebut, Doni semakin yakin WavesTones tahun ini akan lebih sukses dibandingkan tahun 2014 lalu. Terlebih, tahun ini antusias para peserta jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

“Kami yakin WavesTones tahun ini bisa lebih meriah dan bagus. Selain kualitas para peserta, support dari luar sudah mengalir. Tinggal pelaksanaannya saja,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Puluhan Pramuka Saka Wanabakti Grobogan Dilatih Jadi Pemandu Wisata

 

Anggota pramuka Saka Wanabakti Purwodadi sedang mendapat pembekalan jadi pemandu wisata (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota pramuka Saka Wanabakti Purwodadi sedang mendapat pembekalan jadi pemandu wisata (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan anggota pramuka Saka Wanabakti pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi, Minggu (17/7/2016) mendapat pelatihan yang berbeda dari biasanya. Mereka mendapat latihan menjadi seorang pemandu wisata.

Acara pelatihan tersebut digelar di Wana Wisata Air Terjun Widuri yang terletak di petak 55 b RPH Tlogomanik, BKPH Pojok, di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo. Pelatihan sengaja dilakukan pada hari Minggu karena tiap akhir pekan tempat itu paling ramai pengunjung.

“Kebetulan di wilayah kita punya potensi wisata yang cukup menarik, berupa air terjun. Makanya, sengaja adik-adik kita beri pelatihan jadi pemandu di sini. Total, ada 20 orang yang ikut pelatihan. Kegiatan ini merupakan pendalaman materi Krida Guna Wana Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Pemanduan,” kata Ketua II Pimpinan Saka Wanabakti yang juga menjabat Wakil Administratur KPH Purwodadi Ronny Merdyanto.

 Anggota pramuka Saka Wanabakti Purwodadi selfi di depan air terjun usai mendapat pelatihan jadi pemandu wisata (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Anggota pramuka Saka Wanabakti Purwodadi selfi di depan air terjun usai mendapat pelatihan jadi pemandu wisata (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebelum latihan jadi pemandu, para pramuka terlebih dulu mendapat pembekalan pengetahuan umum. Yakni, pehamanan lengkap mengenai tempat wisata. Seperti lokasi, desa, luasan lahan, sejarah serta profil air terjun.

Hal itu dilakukan supaya para pramuka bisa memberikan informasi yang lengkap dan memuaskan jika ada pertanyaan dari pengunjung. Sebab, seringkali pengunjung menanyakan beberapa informasi, tetapi tidak bisa mendapatkan jawaban yang lengkap.

Selanjutnya, para pramuka diajak berkeliling melihat lokasi wana wisata oleh instruktur. Para pramuka mendapatkan pula petunjuk mengenai tempat mana yang aman dan cukup berbahaya untuk didatangi pengunjung.

“Setelah itu, baru mereka kita bekali dengan pengetahuan dasar pemandu wisata. Dalam sesi ini, kita ajarkan bagaimana caranya agar bisa jadi pemandu yang baik bagi pengunjung,” imbuh Ronny didampingi Pamong Saka Wanabakti Agus Winarno.

Editor : Kholistiono

Halalbihalal yang Digelar Warga di Pinggiran Rel Kereta Api Tegowanu Berlangsung Meriah

Pentas dangdut yang digelar Ampera pada acara halalbihalal (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pentas dangdut yang digelar Ampera pada acara halalbihalal (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara halalbihalal yang dilangsungkan di Desa Tegowanu Kulon RT 06 RW 03, Kecamatan Tegowanu, Grobogan berlangsung meriah. Ratusan warga setempat kompak hadir dalam acara yang digelar di  pekarangan warga yang ada di sebelah utara rel kereta, pada Sabtu (16/7/2016) malam.

Acara yang disupport PR Sukun ini digagas oleh Anak Muda Pinggir Rel Kereta (Ampera). Sekedar diketahui, wilayah  RT 06 tersebut memang berada di pinggiran rel kereta jalur Surabaya-Jakarta. Selama acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut beberapa kali terlihat kereta melintas. Baik dari arah Jakarta maupun Surabaya. “Acara halal bi halal secara meriah seperti ini baru pertama dilakukan. Penggagasnya adalah anak muda yang menamakan Ampera,” kata Ketua RT Yuliadi.

Perayaan halalbihalal diawali dengan tahlilan dan doa bersama. Kemudian dirangkai dengan pengajian singkat dengan pembicara Kiai Hisyam, salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Halal bihalal yang digelar Ampera (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Halal bihalal yang digelar Ampera (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah warga saling bersalaman untuk bermaafan, dilanjutkan acara hiburan. Yakni, pertunjukan Orkes Dangdut TA and TA. Ribuan warga ikut larut dalam hiburan yang berlangsung ramai dan meriah tersebut.

Kepala Desa Tegowanu Kulon Dwi Ningsih mengaku cukup salut dengan upaya kawula muda atau karang taruna untuk menggelar acara tersebut. Diharapkan, melalui kegiatan ini bisa makin merekatkan kerukunan warga Tegowanu Kulon.

“Selama ini kondisi di Tegowanu Kulon selalu kondusif dan hal ini harus terus kita pertahankan. Terima kasih pada Ampera dan PR Sukun yang sudah banyak membantu hingga acara ini bisa terselenggara dengan baik,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Mempesonanya Ikan Cupang di Kudus

Masyarakat yang melintas di Alun-alun Kudus menyempatkan diri melihat ikan cupang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masyarakat yang melintas di Alun-alun Kudus menyempatkan diri melihat ikan cupang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Muria Cupang Community ingin memperlihatkan kepada masyarakat Kudus, bahwa peliharannya merupakan ikan yang mempesona.

Salah seorang anggota komunitas Catur Wijayanto mengatakan, pihaknya ingin memberikan pengetahuan tentang ikan cupang.

“Setidaknya warga Kudus bisa tahu dan paham ikan cupang itu sendiri,” katanya.

Mereka memamerkan ikan cupang di Alun-alun Kudus. Kegiatan juga merupakan aksi amal pada Ramadan.

“Kita melakukan lelang ikan cupang ini. Jika hasil lelang itu didapat, maka akan kita belikan takjil.  Takjil hasil pembelian dari lelang itu bisa kita bagikan kepada warga yang melintas di alun-alun Kudus,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk lelang tersebut harganya juga bervariasi. Baik mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Mahalnya harga tergantung dari jenis dan warna ikan.

Salah satu pembeli ikan cupang, Akib (40) mengatakan, dirinya membeli ikan cupang karena tertarik dari segi warna maupun ekornya. Selain itu, dirinya juga ingin menambah koleksi ikan di rumahnya.

“Ya, bagus sih. Saya juga ingin menambah ikan saya yang ada di rumah. Sehingga nantinya bisa tambah banyak koleksinya,” katanya.

Tak hanya itu, dirinya juga memamerkan koleksi ikannya melalui media sosial. Tak, jarang koleksinya tersebut pernah diminati oleh pembeli dari luar negeri.

“Pernah, ikan ini dibeli oleh luar negeri. Misalkan saja Malaysia, Singapura, Thailand dan lainnya. Sebab ikan cupang ini selain dijadikan hobi, juga dapat dijadikan untuk peluang usaha,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Muria Starlet Club Bagikan Takjil

MSC 1

 

MuriaNewsCom, Kudus – Komunitas mobil yang tergabung dalam Muria Starlet Club (MSC) mengadakan kegiatan bakti sosial di bulan Ramadan ini dengan membagikan takjil, yang dipusatkan di kawasan Jalan Tanjung, Kudus.

MSC 2

Selanjutnya, mereka juga mengadakan acara buka bersama yang dilakukan di @Home Kudus. Peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya, dari Demak, Pati, Jepara, Kudus, Purwodadi, Blora serta dari Indonesian Starlet Club (ISC) Chapter Semarang. (Pengirim : Wahyu Permadi)

Berbagi di Bulan Ramadan, Komunitas Datsun Muria Raya Gelar Sahur on The Road

Anggota Komunitas Datsun Muria Raya berbagi makanan sahur kepada tukang becak (MuriaNewsCom)

Anggota Komunitas Datsun Muria Raya berbagi makanan sahur kepada tukang becak (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Bulan Ramadan memang penuh berkah. Setiap orang berlomba-lomba berbuat kebaikan di bulan ini, seperti halnya yang dilakukan Komunitas Datsun Muria Raya. Pada Ramadan ini, mereka menggelar Sahur on The Road, Minggu (19/06/2016).

Ketua Komunitas Datsun Muria Raya Andi Catur Agustiawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu cara bagi anggota komunitas untuk berbagi dan menebarkan sesuatu semangat yang positif kepada masyarakat.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan kami di bulan Ramadan. Selain Sahur on The Road, kami juga berbagi takjil dan buka bersama. Tentunya, hal seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap empati dan semangat untuk berbagi, terutama bagi anggota komunitas,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

f-sahur datsun 2 (e)

Ia katakan, kegiatan ini menyasar kepada beberapa masyarakat yang membutuhkan makanan untuk kebutuhan sahur. “Ada tukang becak, anak jalanan, dan kami juga bagikan makanan sahur ini ke beberapa masjid,” imbuhnya.

Dirinya berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini juga, anggota Komunitas Datsun Muria Raya bisa lebih dekat dengan masyarakat. Pihaknya juga berencana, kegiatan sosial seperti ini ke depannya masih dapat dilakukan lagi.

Editor : Kholistiono

Sukun Special Bike CommunityGowes Bareng di Pangandaran

Para anggota SSBC Kudus berfoto bareng usai menaklukkan lintasan Pangandara, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para anggota SSBC Kudus berfoto bareng usai menaklukkan lintasan Pangandara, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

Kudus – Sukun Special Bike Community (SSBC) Kudus kembali melakukan even rutin luar kota. Kali ini, mereka memilih Kawasan Pangandaran di Jawa Barat, sebagai lokasi gowes bareng. Sebanyak 50 anggota SSBC melintasi rute sepanjang 65 kilometer.

Salah satu pengurus SSBC Kudus Wachid Sudjono mengatakan, Pangandaran memang menjadi pilihan tepat bagi para anggota SSBS. Apalagi, dengan jarak 60 kilometer, mereka harus melewati jalanan yang berliku, meliputi kawasan pengunungan, kampung hingga akhirnya sampai di Pantai Pangandaran.

”Banyak peserta yang terkesima melihat panorama alam selama melintas. Seakan-akan, rasa lelah mereka terbayarkan dengan pemandangan yang disuguhkan selama melintas,” kata Wachid.

Dia menyebutkan, even ke luar kota termasuk ke Pangadaran memang bukan yang pertama kali. Sebelumnya, SSBC sudah melakukan gowes gowes ke luar kota hingga beberapa kali dengan tempat yang berbeda.

”Setelah ini, kami juga berencana melakukan touring ke Pacitan. Tapi waktunya belum ditentukan karena akan masuk Bulan Ramadan,” ungkapnya.

Di Pacitan, lanjut Wachid, jarak yang akan ditempuh juga hampir sama. Yakni antara 60 kilometer hingga 70 kilometer. Selain itu, elevasi atau tingkat kemiringan juga dipilih yang standart.

”Di Pacitan kan terkenal dengan elevasinya. Ada beberapa lintasan yang digunakan untuk latihan para atlet downhill. Tapi, karena di sini pesertanya para pencinta sepeda, kita ambil yang aman-aman saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk even ke Pacitan dimungkinkan akan diikuti oleh semua anggota komunitas. Apalagi, pihak panitia berencana menempatkan even saat long weekend sekaligus temu kangen.

”SSBC memiliki anggota sekitar 100 peserta. Kalau saat long weekend, kemungkinan bisa ikut semua. Karena itu, even berikutnya rencananya akan ditaruh di long weekend,” tambahnya.

Editor : Supriyadi