Awas, Pemudik Diawasi CCTV oleh Polisi

grobogan-pospam (e)

Pantauan yang dilakukan Polres Grobogan dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah dengan pemasangan CCTV di beberapa lokasi. MuriaNewsCom (Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski tidak sepadat daerah lainnya, namun Polres Grobogan juga menaruh perhatian serius terhadap arus mudik yang melintasi wilayah tersebut.

Selain menyiapkan personel pengamanan Lebaran, berbagai upaya lain juga dilakukan guna mengamankan para pemudik yang akan pulang kampung.

Salah satunya adalah menyiapkan leaflet peta mudik 2016. Leaflet ini dibagikan pada para pemudik yang melintasi pos pengamanan lebaran. ”Dalam peta mudik ini ada beberapa informasi penting yang dibutuhkan. Seperti jalur rawan, titik istirahat, jalur alternatif, dan nomor telepon penting,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melalui Kasat Lantas AKP Nur Cahyo.

Dikatakan, selama momen Lebaran, jalur Grobogan diperkirakan akan tambah padat kendaraan. Sebab, jalur ini jadi alternatif jika jalur selatan dan pantura padat.

Terlebih jalur di Grobogan berada di tengah, sehingga bisa memudahkan akses dari berbagai arah. Di samping itu, kondisi jalan di jalur tengah ini sudah semakin mulus sehingga jadi pilihan banyak pengguna kendaraan.

Cahyo menuturkan, selain membagikan peta mudik, pihaknya juga memasang CCTV guna pantauan arus lalu lintas di sejumlah titik. Khususnya di titik yang dianggap rawan, baik kecelakaan, kejahatan dan kemacetan.

Dengan adanya CCTV ini, Cahyo menjelaskan akan membantu petugas dalam memantau kondisi arus mudik. ”Pemasangan CCTV ini sangat efektif dalam memantau arus mudik. Melalui CCTV ini bisa membantu petugas dalam memetakan daerah mana saja yang membutuhkan rekayasa lalu lintas dengan cepat,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Mampirlah di Posko Mudik Jika Anda Lelah

pati-posko lebaran (e)

Posko mudik di kawasan Alun-alun Pati akan melayani pemudik yang melintas di lokasi tersebut. Ada juga pos untuk check point kondisi kendaraan dan pengemudinya. MuriaNewsCom (Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bagi pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi, kondisi tubuh memang harus prima. Istirahat adalah salah satu hal yang diperlukan supaya kondisi tetap bagus.

Di sepanjang jalur pantura, tersedia begitu banyak pospam yang didirikan. Termasuk di Kabupaten Pati, yang tersedia enam posko mudik, yang bisa dimanfaatkan mereka yang melintas di sana.

Keenam posko mudik tersebut meliputi pos keamanan dan pos pelayanan. Pos pelayanan berada di depan PT Dua Kelinci, Jalan Pati-Kudus Km 5. Sehingga bisa dimanfaatkan.

Sementara pos pengamanan berada di lima titik lokasi. Yakni Alun-alun Pati, Terminal Pati, Widoro Kandang di Jalan Pati-Rembang Km 4, Alun-alun Juwana, dan Batursari Jalan Pati-Rembang Km 25.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, terdapat 54 personel pada masing-masing pos. Sebanyak 22 personel dari Polri, 3 personel CPM, 3 personel Kodim, 3 personel Linmas, 9 personel Satpol PP, 3 personel RAPI, 9 personel Dinas Kesehatan, dan 3 personel dari Dishub.

Sundoyo mengatakan, ada beberapa langkah antisipasi yang disiapkan. Salah satunya patroli mobil setiap satu jam sekali, pengaturan dan penjagaan lokasi rawan laka dan macet.

”Kita juga lakukan pengalihan arus lalu lintas bila jalur utama macet, penjagaan pos 24 jam, memberikan rambu-rambu peringatan, hingga memberikan layanan 3S, yakni senyum, sapa, dan salam,” ujar Kompol Sundoyo.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari saat dihubungi mengatakan, tahun ini ada pelaksanaan check point untuk pemudik dan kendaraan.

Check point dilakukan untuk mengantisipasi bila ada kemungkinan pemudik yang mulai lelah dan terganggu kesehatannya. Termasuk kendaraan yang tidak laik jalan.

”Proses check point ini memastikan agar kendaraan laik jalan dan pengendaranya sehat. Kalau mengantuk, sebaiknya istirahat dulu. Titik check point akan dilakukan di dua lokasi, yakni Pos Dua Kelinci dan Pos Batangan,” jelasnya.

Editor: Merie

 

Polres Jepara Dirikan 8 Posko Mudik

 Pos pelayanan yang didirikan di depan Shoping Center Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Pos pelayanan yang didirikan di depan Shoping Center Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Sedikitnya delapan posko didirikan di sejumlah titik strategis yang ada di Kabupaten Jepara. Itu terdiri dari lima pos pengamanan, satu pos pelayanan dan dua pos terpadu. Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemudik dan warga Jepara pada umumnya.

 Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin mengatakan, pendirian posko dilakukan untuk menjaga, memelihara, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik menjelang, pada saat dan paska Idul Fitri nanti. Lokasi pos didirikan di titik yang dinilai strategis di masing-masing wilayah.

 “Lima pos pengamanan dan satu pos pelayanan didirikan di lokasi rawan kemacetan dan kriminalitas. Selain itu kita juga membuat dua pos terpadu. Total ada 8 pos yang kami dirikan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemudik yang datang ke Jepara sebagai kota tujuan,” ujar Samsu Arifin.

 Menurutnya, pos pengamanan didirikan di wilayah Kecamatan Welahan, Mayong, Pecangaan, Bangsri dan Keling. Sedangkan pos pelayanan didirikan di shopping center Jepara (SCJ), kemudian pos terpadu di buat di Desa Bendanpete dan PTPN Balong Beji, Kecamatan Kembang.

 “Untuk mengisi pos-pos tersebut, kami akan menempatkan 270 personel dari Polres Jepara yang akan diperkuat oleh personel dari instansi terkait, seperti Kodim 0719/Jepara, Sat Pol PP Kabupaten Jepara, Dinkes Jepara, PMI Cabang Jepara, Orari/RAPI dan Saka Bhayangkara,” jelasnya.

 Samsu juga berpesan, agar warga tetap waspada saat libur Lebaran. Sebab ada beberapa potensi kerawanan maupun gangguan Kamtibmas. Antara lain pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan curanmor, sweeping ormas, tawuran antarkelompok warga, balap liar dan kebut – kebutan, penyalahgunaan narkoba, miras, petasan, aksi intoleransi beragama, terorisme, sabotase, serta bencana alam dan kebakaran.

Editor : Kholistiono

 

Bupati Jepara Ledakkan Mercon di Mapolres Jepara

 Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melempar botol miras (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melempar botol miras (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersama forum kordinasi pemerintah daerah (forkopinda) melakukan pemusnahan botol minuman keras (miras) di di belakang Mapolres Jepara pada Kamis (30/6/2016). Selain botol Miras, Marzuqi juga melempar petasan pada kubangan yang telah dinyalakan api sehingga terdengar suara ledakan kecil berkali-kali.

Miras dan petasan yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil sitaan selama Operasi Pekat Candi 2016 tahap kedua oleh jajaran Polres Jepara. Polisi berhasil mengungkap 11 kasus dengan barang bukti, total 264 botol miras resmi dan 4.111 liter miras tradisional dan oplosan. Rinciannya, 104 liter miras oplosan dan 3.618 liter miras gingseng, ciur dan arak. Para tersangka sebanyak 8 orang telah diproses dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri dan beberapa sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jepara.

 Untuk petasan, ada ratusan ribu petasan berbagai jenis. Terdiri dari petasan jenis lombok 23.440 buah, petasan sesdor 1.650 buah, petasan duduk 962 buah, petasan jenis wajik 984 buah, petasan jenis korek 74.800 buah, petasan rawet 50.000 buah, petasan korek 100.000 buah, petasan dos besar 500 buah.

 “Fenomena miras ini seperti gunung es. Masih banyak yang belum terungkap dan tertangkap pelakunya. Jadi harus diwaspadai. Sedangkan petasan, memang sudah lama saya tidak main petasan, ini bisa memusnahkan petasan dengan cara melempar dan meledakkannya,” ucap Marzuqi dengan nada santai.

 Usai pemusnahan miras tersebut, bupati juga menyinggung masalah Pilbub 2017. Dirinya memastikan tidak mencalonkan diri sebagai Bupati Jepara pada periode yang akan datang. Alasannya, ia tidak ingin memecah pegawai dan juga kader partai yang telah menyatakan mendukung Subroto (Wakil Bupati Jepara) sebagai Bakal Calon Bupati Jepara pada Pilbup 2017 mendatang.

 “Saya memilih untuk mendukung penuh beliau (Subroto-red) sebagai Bakal Calon Bupati Jepara di Pilbup 2017 nanti. Ini juga menjadi cara agar persatuan di tubuh partai PPP tetap terjaga,” terangnya.

 Ketika disinggung mengenai tekanan dari pihak lain agar dirinya tidak mencalonkan diri, Marzuqi tak memberikan jawaban. Ia hanya menegaskan bahwa pilihannya untuk tidak mencalonkan diri lagi adalah pilihan terbaik.

Editor : Kholistiono

Keren, Satu-satunya di Indonesia, Video Safety on Bus Diluncurkan Polres Jepara

 Jajaran Satlantas Polres Jepara membagikan CD Video Safety on Bus (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Jajaran Satlantas Polres Jepara membagikan CD Video Safety on Bus (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Video Safety on Bus yang diklaim satu-satunya di Indonesia diluncurkan Polres Jepara. video tersebut dibagikan kepada semua perusahaan bus, terutama perusahaan otobus (PO) bus antarprovinsi di Kabupaten Jepara, Rabu (29/6/2016) petang.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin mengatakan, setiap terjadi kecelakaan bus, sering mengakibatkan jatuh korban banyak. Itu lantaran saat terjadi kecelakaan, penumpang terjebak di dalam bus karena tak memahami kondisi bus. Guna menekan korban kecelakaan, terutama penumpang bus, Polres Jepara meluncurkan program Safety on Bus.

“Safety on Bus merupakan tayangan video dan peragaan keselamatan penumpang bus. Di mana, penumpang diberi tahu langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bus mengalami kecelakaan,” ujar Samsu Arifin kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk pelaksanaan program ini, yakni sebelum bus berangkat, terutama bus antarkota antarprovinsi, wajib menayangkan dan memperagakan prosedur keamanan di dalam bus. Program ini lazimnya dijumpai pada transportasi pesawat. Di mana, sebelum pesawat take of, pramugari memberikan penjelasan standar keselamatan pada penumpang.

“Di situ ditunjukkan mana pintu depan, mana pintu belakang, dan pintu darurat. Juga ditunjukan cara memecah kaca dengan palu keselamatan serta cara membuka pintu darurat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, selama ini ketika terjadi kecelakaan, bus acap menelan korban banyak dari pihak penumpang. Itu lantaran penumpang terjebak di dalam bus dan tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara Samsul Arifin mengatakan, selama ini belum ada perusahaan otobus yang memberikan pemahaman keselamatan kepada penumpang sebelum bus berangkat.

“Kelihatannya di Indonesia program ini baru pertama kali. Biasanya perusahaan bus hanya mengajak penumpang berdoa dan memperkenalkan awak bus kepada penumpang sebelum bus berangkat,” beber Samsul.

Nantinya, Safety on Bus menjadi standar operasional prosedur bagi bus AKAP jurusan Jepara – Jakarta sebelum bus berangkat. Setiap bus yang akan berangkat diwajibkan menayangkan dan memperagakan keselamatan di dalam bus. “Apalagi bus Jepara ini terkenal bagus-bagus dan cepat, jadi keselamatan dan kenyamanan penumpang harus menjadi prioritas,” kata Samsul.

Dia menambahkan, jumlah bus jurusan Jepara – Jakarta lebih dari 150 armada. Pada hari-hari biasa, setiap sore sedikitnya 80 bus bertolak dari Jepara ke Jakarta. Pada musim mudik seperti saat ini, jumlah bus yang berangkat membawa penumpang dari Jepara ke Jakarta kurang dari 50 armada.

Editor : Kholistiono

 

58 Orang Tewas di Jalur Pantura Rembang

tewas

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur pantura Rembang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 58 jiwa tewas  di tempat akibat kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan raya yang ada di Kabupaten Rembang. Jumlah tersebut terhitung sejak 01 Janauri 2016 sampai 29 Juni 2016.

Sedangkan untuk korban luka ringan sampai saat ini terhitung sebanyak 286 orang. Sementara, untuk luka berat hanya 1 orang.  Secara kumulatif, di Rembang sendiri sampai saat ini terhitung sebanyak 244 kali kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah kecelakaan tersebut, terhitung kerugian material sebanyak Rp 287.985.000.

Kasatlantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsia mengaku, mayoritas kecelakaan yang terjadi di Rembang memang terjadi di jalur pantura Rembang. Yang mana jalur yang mengular mulai dari Kaliori hingga Lasem dengan jarak kurang lebih 60 kilometer tersebut banyak memakan korban jiwa maupun luka.

Berdasarkan penjelasannya, mayoritas penyebab kecelakaan yang terjadi di Rembang disebabkan oleh faktor human error (kesalahan manusia). “Cenderung (penyebabnya) faktor manusia,” jelas dia.

Sedangkan, dari jumlah tersebut dapat dipastikan akan naik hingga akhir tahun. Hal itu dikarenakan Rembang sebagai salah satu kabupaten yang dilintasi jalur pantura. Jalur itu mempunyai kesibukan yang tidak pernah ada hentinya selama 24 jam.

Editor : Akrom Hazami

 

 

320 Polisi Siaga Amankan Lebaran di Pati

polisi

Petugas Polres Pati melakukan simulasi pengamanan Lebaran di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 320 polisi disiagakan untuk mengamankan Lebaran di Pati. Dari jumlah 320 polisi, 30 personel di antaranya merupakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob Polda Jawa Tengah.

Ratusan personel tersebut disebar di berbagai lokasi. Salah satunya, pos pelayanan dan pengamanan mudik, pengamanan takbiran, pengamanan salat Idul Fitri, pengamanan lebaran kupatan atau lomban, dan pengamanan antisipasi adanya tawuran.

“Untuk pengamanan antisipasi tawuran, kami siagakan di daerah yang rawan tawuran seperti Sukolilo, Dukuhseti, Jaken dan Batangan. Untuk pengamanan tradisi Lomban, kami siagakan di Juwana dan Tayu,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (28/6/2016).

Ia menambahkan, Ops Ramadniya 2016 juga akan bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kodim 0718/Pati dengan 18 personil, Subdenpom Pati 9 personel, Satpol PP 54 personel, Relawan RAPI dan ORARI 18 personel, Dinas Kesehatan 54 personel, Kesbang Linmas, Dishubkominfo dan Pemadam Kebakaran masing-masing 18 personel, serta derek 8 personel.

“Kami juga berkoordinasi dengan pasukan tempur Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro di mana ada sekitar seratus personil di Mako yang on call. Kami berharap di Pati nantinya selalu aman selama Lebaran,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Polres Pati Siapkan Operasi Ramadniya Candi untuk Amankan Lebaran

ramadania e

Kendaraan milik jajaran Polres Pati tengah diperiksa sebelum nantinya digunakan untuk pengamanan Lebaran (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati sudah menyiapkan Operasi Ramadniya Candi untuk mengamankan Lebaran yang kurang beberapa hari lagi. Ada empat sasaran utama yang menjadi target dalam Ops Ramadniya.

Keempat sasaran tersebut, yakni manusia, barang atau benda, lokasi, dan kegiatan. “Untuk orang, kami siap mengamankan pemudik yang melintas di Pati, termasuk sopir dan pengusaha transportasi umum. Pengamanan juga dilakukan untuk masyarakat yang belanja, wisata, takbiran, dan merayakan Lebaran,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, Senin (27/6/2016).

Tak hanya itu, polisi juga mengerahkan pasukan untuk mengantisipasi adanya pelaku kriminal seperti copet, pengedar uang palsu, miras, narkoba, hingga geng atau premanisme. Hal itu diharapkan agar warga Pati bisa merayakan Lebaran dengan aman.

Barang yang akan diamankan, antara lain kendaraan pribadi atau umum untuk mudik yang melintas di Pati, petasan, miras dan narkoba, makanan dan minuman kedaluwarsa, barang hasil kejahatan, senjata tajam, senjata api, serta bahan peledak.

Adapun sejumlah tempat yang menjadi target operasi, di antaranya jalur takbir keliling, masjid dan musala, pusat keramaian seperti hiburan, wisata, toko dan perbelanjaan, pusat konsentrasi transportasi, hingga daerah rawan macet dan rawan laka.

“Kami juga akan mengamankan kegiatan warga yang melaksanakan salat Idul Fitri, belanja untuk keperluan Lebaran, takbir keliling, pembagian zakat fitri, ziarah kubur, mudik dan balik, rekreasi di berbagai tempat wisata, sampai halal bihalal,” kata Wibowo.

Ia menambahkan, tahun ini sandi operasi yang diganti menjadi Ops Ramadniya Candi dari tahun lalu dengan sandi Ops Ketupat Candi. Kendati begitu, tugasnya diakui sama, yaitu mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sehingga bisa menyelenggaran Hari raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Polwan Keliling Rembang Siap Hadang Pelaku Curanmor  

polwan 1

Polwan saat melakukan aksi keliling ke sejumlah sudut di Rembang. (Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Selain menggelar safari tarawih, Polres Rembang juga menggelar beberapa giat patroli untuk menciptakan rasa aman dan nyaman serta menjamin situasi kamtibmas tetap kondusif.

Bentuk kegiatan yang dijalankan oleh Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto, adalah dengan menerjunkan polwan untuk melaksanakan patroli dialogis dengan sambang dan berdialog dengan masyarakat.

Sehingga ada kedekatan dengan masyarakat, dan terjadi dialog dua arah. Harapannya adalah masyarakat tidak sungkan dan tidak segan, apabila ada masalah bisa langsung lapor dan tanya kepada anggota polwan yang ada di lapangan, Selasa (21/6/2016 ) malam.

Dengan adanya patroli polwan bersepeda dan dialog tersebut, kejahatan apa saja bisa dicegah.

Patroli polisi wanita bersepeda dilaksanakan saat masyarakat menjalankan ibadah Salat Tarawih, dan lainnya. Sebab, itu akan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Polwan saat melakukan aksi keliling ke sejumlah sudut di Rembang. (Humas Polres Rembang)

Polwan saat melakukan aksi keliling ke sejumlah sudut di Rembang. (Humas Polres Rembang)

 

Biasanya, aksi polwan bisa mengurangi tindak kejahatan yang terjadi saat salat dilakukan. Seperti halnya kejahatan curanmor, dan curat.

Sugiarto mengatakan,  patroli polwan bersepeda ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman. “Diharapkan masyarakat Kabupaten Rembang dapat melaksanakan kegiatan ibadah dengan aman, nyaman tanpa adanya rasa cemas atau khawatir timbulnya gangguan kamtibmas,” kata Sugiarto.

Editor : Akrom Hazami

 

Polisi Razia Kendaraan dengan Bagi Takjil di Grobogan

Polisi membagikan takjil buka puasa usai melakukan razia kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi membagikan takjil buka puasa usai melakukan razia kendaraan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara razia kendaraan bermotor yang dilakukan petugas dari Polres Grobogan sudah biasa dilakukan selama ini. Namun, acara razia, Jumat (17/6/2016) sore yang dilangsungkan di halaman GOR Simpanglima Purwodadi, sangat berbeda dari biasanya.

Pertama dari petugas yang melaksanakan razia. Para polantas semua mengenakan peci. Sedangkan para polwannya berjilbab. Dalam razia tersebut, semua kendaraan roda dua dari arah jalan Diponegoro diarahkan masuk ke halaman GOR. Pemeriksaan pada pengendara dilakukan.

Bagi pengendara yang suratnya lengkap langsung diapresiasi petugas dengan memberikan kupon. Selanjutnya, kupon tersebut bisa ditukarkan dengan menu takjil yang disediakan di pintu keluar GOR. Sebaliknya, bagi pengendara yang tidak membawa surat kendaraan lengkap langsung dikenakan sanksi tilang.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo menyatakan, kegiatan razia yang dilangsungkan dalam bulan puasa memang dilakukan berbeda dari biasanya. “Sore ini kita siapkan 1.000 kupon takjil. Kami berharap, pengendara selalu mematuhi peraturan lalu lintas dalam kondisi apapun,” tegasnya.

Bahkan, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning hadir di lokasi razia. Bahkan, sempat ikut membagikan takjil pada beberapa pengendara.

Editor : Akrom Hazami

 

Senjata Laras Panjang Sampai Pelontar Gas Air Mata Disiapkan Demi Amankan Lebaran di Pati

Petugas Polda Jawa Tengah memeriksa kondisi kendaraan dinas Polres Pati untuk pengamanan pada Lebaran yang kurang dua pekan lagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polda Jawa Tengah memeriksa kondisi kendaraan dinas Polres Pati untuk pengamanan pada Lebaran yang kurang dua pekan lagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Karo Sarpras Polda Jawa Tengah Kombes Rise Sutarjo bersama dengan Kasubbag Peralatan Khusus (alsus) Kompol Sukarman mendatangi Mapolres Pati, Jumat (17/6/2016). Keduanya datang untuk memastikan peralatan khusus yang dimiliki Polres Pati siap pakai untuk mengamankan Lebaran di Pati.

Sejumlah alsus yang diperiksa, antara lain handy talky (HT), rompi antipeluru, perlengkapan dalmas, senjata laras panjang, pelontar gas air mata, tongkat dan tenda Polri, perlengkapan penanganan kecelakaan lalu lintas, perlengkapan penanganan kemacetan, traffic cone, lampu hazard, dan sebagainya.

Sebelum Lebaran, semua alsus harus dalam keadaan baik dan siap pakai untuk pengamanan kondisi Lebaran. “Setelah kami lakukan pengecekan, semua alsus di Polres Pati kondisinya baik dan siap digunakan untuk pengamanan jelang Lebaran hingga selesai,” ujar Kompol Sukarman.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo mengaku sudah menyiapkan alsus jauh hari sebelum Ramadan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kemungkinan sejumlah alsus yang mengalami kerusakan pada saat pengamanan Lebaran.

“Sebelum diperiksa dari Polda Jawa Tengah, kami memang sudah melakukan pengecekan terlabih dahulu pada semua alsus yang digunakan untuk pengamanan Lebaran. Pengecekan tersebut, termasuk semua kendaraan dinas Polres Pati,” kata AriWibowo.

Karena itu, pihaknya saat ini menyatakan siap mengamankan Lebaran secara penuh, termasuk optimalisasi fungsi intelijen. “Kami siap mengamankan wilayah Pati. Meski begitu, kami mengimbau kepada semua warga untuk bersama-sama mengamankan Pati secara penuh,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kendaraan Dinas Polres Pati Diperiksa untuk Pengamanan Lebaran

polisi e

Karo Sarpras Polda Jawa Tengah Kombes Rise Sutarjo memeriksa kendaraan dinas Polres Pati untuk pengamanan Lebaran. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kendaraan dinas jajaran Polres Pati diperiksa di Mapolres Pati, Jumat (17/6/2016) pagi. Kegiatan yang dipimpin Karo Sarpras Polda Jawa Tengah Kombes Rise Sutarjo tersebut untuk memastikan kondisi kendaraan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Sedikitnya ada 171 unit kendaraan roda dua, 68 unit roda empat, dan 15 unit roda enam yang diperiksa. Tak hanya itu, sejumlah peralatan khusus (alsus) untuk pengamanan juga diperiksa, seperti tameng dalmas, rompi antipeluru, senjata laras panjang, pelontar gas air mata, tongkat T, dan sebagainya.

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo kepada MuriaNewsCom mengatakan, sejumlah persiapan perlu dilakukan untuk mengamankan Lebaran yang kurang dua pekan lagi. Pengamanan akan disebar di seluruh titik di 21 kecamatan di Kabupaten Pati.

“Untuk pengamanan, semua peralatan harus siap, mulai dari kendaraan operasional hingga alsus untuk kegiatan pengamanan personel. Karena itu, pemeriksaan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi apakah kendaraan dan alsus masih laik atau tidak untuk mengamankan Lebaran nanti,” imbuh Ari.

Dari hasil pemeriksaan, semua kendaraan dan alsus Polres Pati yang akan digunakan untuk pengamanan Lebaran dinyatakan dalam kondisi baik dan siap pakai. “Semua kendaraan dinas dan peralatan khusus dalam keadaan baik dan siap untuk dipakai pengamanan di wilayah Pati pada Lebaran nanti,” tukas Kombes Rise Sutarjo.

Dalam pemeriksaan tersebut, sejumlah perwira dari Polda Jateng dan Polres Pati juga hadir. Salah satunya, Kasubbag Alsus Polda Jateng Kompol Sukarman, Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago, Ksb Sarpras Polres Pati AKP Rio Budiman dan Kasi Propam Polres Pati Iptu Agus Pranowo.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pengganggu Pemudik di Perbatasan Rembang-Tuban Akan Diburu Polisi

 Jajaran perwakilan Polres Rembang bertemu dengan perwakilan Polres Tuban di Kabupaten Tuban.

Jajaran perwakilan Polres Rembang bertemu dengan perwakilan Polres Tuban di Kabupaten Tuban.

 

MuriaNewsCom, Rembang – Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur benar-benar dijaga selama musim arus mudik, nanti. Sehingga, pengganggu pemudik di wilayah perbatasan tidak akan bisa bergerak leluasa.

Hal itulah yang dilakukan jajaran Polres Rembang Jawa Tengah dan Polres Tuban Jawa Timur. Mereka akan siaga di perbatasan masing-masing provinsinya.

Persiapan itu tampak dilakukan kedua polres tersebut, di salah satu rumah makan di Tuban. Tujuannya, guna menyiapkan diri menghadapi Operasi Ramadan dan Idul Fitri 2016.

Dikutip dari info akun media sosial Facebook Humas Polres Rembang, kegiatan dihadiri perwakilan kedua polres. Di antaranya, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto, Kapolres Tuban AKBP Fadly Samad, dan pejabat kedua polres itu.

AKBP Sugiarto, mengatakan Rapat Koordinasi Lintas Batas merupakan kegiatan persiapan pengamanan Idul Fitri tahun 2016. “Yang mana ada budaya di Indonesia yaitu mudik,” kata Sugiarto.

Berdasarkan rapat terdahulu bahwa arus mudik setiap tahun mengalami kenaikan. Hal itulah yang akan diantisipasi.

Dalam kegiatan pengamanan Ramadan dan Idul Fitri 2016, kata dia, diharapkan masing-masing sektor sudah mempersiapakan dengan baik. Sebab, lalu lintas bukan merupakan tugas wilayah sektoral akan tetapi kompeherensif.

“Tujuannya sama, bagaimana meningkatkan keselamatan lalu lintas,” ujarnya.

Untuk itulah rapat koordinasi dilakukan. Tujuannya agar dalam pelaksanaan pengamanan dapat berjalan dengan baik. Tugas pokok Operasi Ramadaniah 2016 dilaksanakan secara terpusat. Dengan didukung TNI, Diskominfo Rembang, Dinkes Rembang, DPU Rembang , Jasa Raharja, dan Mitra Kamtibmas lainnya.

Operasi Ramadaniah 2016 dilakukan selama 16 hari. Mulai 30 Juni-15 Juli 2016. “Guna mewujudkan situasi Kamtibmas dan Kamseltiblancar yang kondusif sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan rasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Adapun jumlah anggota yang dikerahkan pada Operasi Ramadaniah 2016, untuk Polres Rembang akan melibatkan 475 personel.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Kendaraan Digaruk Polisi dari Arena Balap Liar di Tahunan Jepara

Puluhan kendaraan yang diamankan polisi dari arena balap liar di Tahunan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Puluhan kendaraan yang diamankan polisi dari arena balap liar di Tahunan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

        MuriaNewsCom, Jepara – Sedikitnya 34 kendaraan roda dua diamankan jajaran Polres Jepara dari arena balap liar yang ada di Jalan Raya Tahunan, tepatnya di kawasan SPBU Kali Tekuk, Tahunan, Jepara. Tak hanya pelaku balap liar, para penonton setia mereka juga turut dirazia oleh petugas.

Razia tersebut dilakukan pada Jumat (17/6/2016) sekitar pukul 01.00 dini hari tadi. Banyak personel yang dikerahkan dari berbagai satuan kepolisian, menggunakan dua mobil Dalmas, sejumlah mobil lain dan belasan kendaraan roda dua untuk mengejar para pelaku balap liar.

“Ini kegiatan razia khusus balap liar, karena selama ini kami menerima banyak masukan dan keluhan dari masyarakat adanya balap liar. Informasi yang kami terima, di sini memang sering digunakan untuk balap liar,” ujar Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi kepada MuriaNewsCom, Jumat (17/6/2016).

Menurutnya, tindakan pengamanan kendaraan berupa penyitaan itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pebalap, maupun yang sengaja menonton balapan liar. Selain kendaraan disita, sebelumnya identitas masing-masing juga telah dicatat oleh petugas.

“Kami menyita sepeda motor yang diduga digunakan untuk balapan liar. Khususnya yang tidak memiliki kelengkapan dokumen berkendara. Sebagian memang milik penonton balapan,” ungkapnya.

Sepeda motor milik penonton sengaja turut disita, katanya, karena turut menyuburkan praktik balap liar. “Jika tidak ada penonton, tidak akan ada balapan. Pemilik kendaraan nantinya diharuskan mengambil kendaraan di Mapolres sesuai dengan tanggal yang ditentukan,” imbuh Slamet.

Editor : Kholistiono

Jelang Operasi Ramadhania, Ratusan Kendaraan Polres Jepara Diperiksa Polda Jateng

Pengecekan kendaraan oleh petugas dari Polda Jateng (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pengecekan kendaraan oleh petugas dari Polda Jateng (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

           MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang digelarnya Operasi Ramadhania 2016, ratusan kendaraan Polres Jepara kondisinya dicek oleh petugas dari Polda Jawa Tengah. Kendaraan yang dicek kondisinya tidak hanya kendaraan roda empat, namun juga roda dua dan roda enam.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan, pengecekan kendaraan yang dilakukan ini dalam rangka menunjang pelaksanaan Operasi Ramadhania yang akan dimulai 30 Juni 2016 mendatang. Semua kendaraan milik semua polsek yang ada di Jepara dan Polres Jepara dicek satu persatu oleh petugas dari Polda Jateng.

“Selain kendaraan ada beberapa peralatan khusus yang juga dicek. Ini dilakukan agar dapat dipastikan bahwa kondisinya baik, sehingga mampu memberikan pelayanan dan pengamanan yang maksimal,” ujar Samsu kepada MuriaNewsCom, Kamis (16/6/2016).

Menurutnya,  saat dicek siang tadi, kondisi semua kendaraan dan peralatan khusus dalam kondisi baik dan masih layak digunakan. Hal itu tidak terlepas dari program perawatan yang dilakukan secara rutin.

“Untuk kendaraan roda dua ada 187, roda empat 61, dan roda enam ada tujuh kendaraan. Semua dalam kondisi baik. Selain kendaraan darat, juga ada kapal dan perahu yang kondisinya juga baik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dalam Operasi Ramadhania nanti, pihaknya akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik, terutama yang dianggap rentan terhadap keramaian dan kemacetan, seperti di sejumlah pasar yang ada di jalan utama Jepara-Kudus maupun di pusat kota Jepara.

 

Editor : Kholistiono

Kasat dan Kapolsek di Polres Grobogan Dimutasi

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melangsungkan acara serah terima jabatan kasat dan kapolsek di Aula Jananuraga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melangsungkan acara serah terima jabatan kasat dan kapolsek di Aula Jananuraga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jabatan sejumlah perwira di lingkup Polres Grobogan mulai hari ini Kamis (16/6/2016) resmi berganti wajah. Ini, menyusul adanya acara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning sore di Aula Jananuraga.

Sertijab itu dilakukan sesuai Surat Telegram Kapolda Jateng Nomor : ST/1654/VI/2016 tanggal 3 Juni 2016 tentang pengangkatan dan pemberhentian jabatan di lingkungan Polri.

Dalam sertijab tersebut ada beberapa perwira yang dimutasi. Antara lain, Kasat Narkoba AKP Sucipto pindah tugas jadi Kapolsek Grobogan. Tempatnya digantikan AKP Abdul Fattah.

Selain itu, ada beberapa jabatan kapolsek yang dimutasi. Yakni, Kapolsek Klambu AKP Untung Haryadi  pindah ke Polsek Kedungjati menggantikan AKP Eko Susilo yang bergeser ke Polsek Tanggungharjo.

Kemudian, Kapolsek Tanggungharjo AKP Sunaryo pindah ke Polsek Toroh menggantikan AKP Djauhari yang digeser jadi Kapolsek Panunggalan. Sedangkan Kapolsek Panunggalan AKP Asep Priyana bergeser tugas jadi Kapolsek Klambu.

Selanjutnya, AKP Mukid yang sebelumnya menduduki jabatan Kapolsek Grobogan ditarik ke Mapolres sebagai Kasubag Dalgar Bagren. Satu lagi, AKP Syamsudin yang sebelumnya menjabat Kasubag Dalgar pindah jadi Kasubag Humas menggantikan AKP Budi Djatmiko yang memasuki masa pensiun.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning dalam sambutannya mengatakan, mutasi merupakan upaya penyegaran sekaligus promosi jabatan bagi personel Polri. Karena itu, ia berharap para pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri sehingga dapat langsung melaksanakan tugasnya.

“Jabatan bukan merupakan kekuasaan atau alat untuk memperkaya diri. Jabatan itu merupakan bentuk tanggung jawab  dan amanah terhadap organisasi, masyarakat dan Tuhan. Karena itu, jalankan dengan penuh rasa syukur dan jadilah teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Pakai Narkoba, Kapolres Rembang : Anggota Harus Jauhi atau Keluarga Berantakan

polisi

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat memberikan pengarahan kepada anggotanya, Kamis.

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kapolres Rembang AKBP Sugiarto benar-benar bertekad agar anggotanya bersih dari penggunaan narkoba.

Hal itu disampaikannya saat Apel pagi anggota di Halaman Polres Rembang, Kamis (16/6/2016) pukul 08.00 WIB.

“Jangan sampai kita mengenal barang haram tersebut, karena sudah banyak contohnya anggota kita yang sudah mengenal dan bergelut dengan narkoba. Hidupnya jadi berantakan dan tidak karu-karuan,” kata Sugiarto.

Kondisi itu, menurutnya, tidak hanya merugikan diri sendiri, keluarga yang dicintai bahkan institusi pun juga ikut menanggung malu akibat ulah yang diperbuatnya.

Maka jauhi betul-betul narkoba. Dia bahkan mengingatkan, agar polisi berpikir berkali-kali untuk pakai narkoba. “Harus diingat, keluarga di rumah masih memiliki masa depan yang panjang,” tegas Sugiarto.

Dia juga berpesan agar anggota jaga kesehatan jelang Ops Ramadniya Candi 2016, 30 Juni 2016-15 Juli 2016. Dalam kesempatan itu, Sugiarto juga menyinggung soal kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anggota Polri di Pati.

“Saat melaksanakan olah TKP, harus membawa rambu petunjuk / Traffic Cone serta ada anggota lain yang membantu pengaturan,agar selalu waspada dan menjaga kesehatan personel. Jangan sampai kita mengamankan orang lain, tetapi lupa akan keamanan dan kesehatan kita sendiri,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Unik, Mendadak Ada Polisi Grobogan jadi Ustaz di Samsat

polisi kia ei

Anggota Satlantas Polres Grobogan Aiptu Hartotok saat memberikan tausiyah di kantor Samsat.  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana beda terlihat di kantor Samsat Grobogan dalam beberapa hari ini. Hal ini terkait adanya imbauan pentingnya menaati hukum dan peraturan lalu lintas yang dikemas dalam bentuk tausiyah.

Uniknya, pemberi tausiyah itu bukan datang dari ulama. Tetapi, dari personel Satlantas Polres Grobogan yang memang punya kemampuan untuk menyampaikan penyuluhan dengan kemasan religius.

“Pemberian tausiyah murni muncul karena sebagai bentuk pelayanan prima bagi masyarakat Grobogan. Khususnya yang sedang mengurus pelayanan surat kendaraan. Kegiatan ini, salah satu langkah inovasi agar program kesadaran taat hukum yang di canangkan Polri lebih bisa di terima masyarakat,” kata anggota Satlantas Polres Grobogan Aiptu Hartotok, usai memberikan tausiyah.

Hadirnya ‘ustaz’ dadakan ini memang sempat bikin kaget para pengunjung yang ada di ruang tunggu kantor Samsat. Terlebih, pemberi tausiah ini masih terlihat mengenakan seragam lengkap tetapi mengenakan kopiah hitam dan kain sarung yang dikalungkan di lehernya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo menyatakan, upaya-upaya yang bersifat menggugah kesadaran masyarakat akan terus ditingkatkan. Mulai dari hal-hal yang mendasar, semisal kewajiban mempunyai SIM, kelengkapan motor dan selalu patuh rambu-rambu lalu lintas ketika berkendara.

”Cara yang kita lakukan cukum beragam. Bisa melalui penyuluhan langsung ke berbagai lokasi, lewat spanduk, atau tausiyah seperti ini,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Maling di Pasar, Jangan Macam-Macam, Polisi Kudus Mengincarmu

cek 2 e

Kendaraan polisi yang ada di tingkat polsek diperiksa kesiapannya, di lapangan Rendeng, Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Kudus – Selain akan meningkatkan pengamanan saat arus mudik nanti, polisi juga akan menyebar anggotanya ke seluruh pasar di Kudus.

Tujuannya adalah, agar aktivitas pasar bebas dari kejahatan. Terutama, kasus pencurian, dan sejenisnya.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, pihaknya akan terus menggelar patroli. Termasuk di antaranya, dialogis terhadap masyarakat.

“Patroli dialogis itu tentunya bisa memberikan rasa aman. Karena akan diisi pengarahan, imbauan, ataupun binaan ke masyarakat. Supaya bisa selalu berhati-hati menjelang Lebaran,” ungkapnya.

Dia menilai, patroli dialogis itu akan bisa lebih mendekatkan pihak kepolisian dengan masyarakat. Sehingga kepolisian dan masyarakat bisa saling bersinergi meningkatkan rasa aman pada momen Lebaran.

Andy juga berharap masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan setiap kali mengunjungi tempat ramai. “Hati-hati adalah awal dari kondisi aman bisa tercipta,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kapolres Kudus Emoh Kendaraan Polisi Jelek saat Pantau Mudik

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai sedang mengkroscek kendaraan jajarannya di lapangan Rendeng Kota Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai sedang mengkroscek kendaraan jajarannya di lapangan Rendeng Kota Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Sebanyak 354 kendaraan polisi, baik roda dua dan empat, diperiksa Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai di lapangan Rendeng, Rabu (15/6/2016).

Tujuannya adalah untuk melakukan persiapan penjagaan dan pengawasan kegiatan arus mudik tahun 2016. Supaya, kegiatan arus mudik bisa terpantau dengan baik.

Andy mengatakan, kegiatan pemeriksaan ini untuk menyambut arus mudik mendatang. “Bila pemeriksaan kendaraan ini, ada yang kurang normal, maka akan kita evaluasi, dan benahi secara cepat,” kata Andy.

Pantauan MuriaNewsCom, pengecekan tersebut meliputi lampu, lampu sein, klakson, mesin, ban dan lainnya.

“Dengan pengecekan ini nantinya bisa membuat kinerja maksimal. Karena kita ingin memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam pemeriksaan ini seluruh kendaran polisi baik mulai dari tingkatan polsek hingga kepolisian yang ada di polres dicek. “Sehingga nantinya semua polisi yang ada di Kudus bisa bersinergi,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Operasi Pekat Bakal Sasar Salon Plus-plus di Kudus

Kasubag Bin Ops Polres Kudus AKP Surbakri (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kasubag Bin Ops Polres Kudus AKP Surbakri (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

  MuriaNewsCom, Kudus – Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan jajaran Polres Kudus bakal terus ditingkatkan. Setelah menyasar ke hotel dan kos-kosan, operasi juga bakal dilakukan terhadap salon plus-plus.

Hal itu disampaikan Kasubag Bin Ops Polres Kudus AKP Surbakri. Menurutnya, operasi pekat juga bakal menyasar salon plus-plus yang diduga terdapat di sejumlah tempat di Kudus.”Kita akan menertibkan. Kita mendengar  kabar, kalau di Kudus terdapat salon plus-plus yang masih beroperasi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, cukup banyak laporan dari masyarakat, yang menyebutkan jika terdapat salon plus-plus di Kudus ini. Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti hal tersebut dengan menyisir sejumlah salon yang disinyalir juga menjadi tempat praktik prostitusi.“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan razia ke salon plus, dan juga tempat kos-kosan lagi,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Dua Kali Razia Tempat Karaoke di Kudus, Polisi Dibuat Kecele

 Razia yang dilakukan petugas menyasar ke penginapan dan tempat lain seperti kafe ataupun tempat karaoke (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Razia yang dilakukan petugas menyasar ke penginapan dan tempat lain seperti kafe ataupun tempat karaoke (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

    MuriaNewsCom, Kudus – Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan petugas Kepolisian Resor Kudus pada Ramadan ini menyasar ke beberapa tempat yang disinyalir menjadi tempat maksiat. Di antaranya, razia menyasar ke beberapa kafe.

Dalam operasi pekat selama Ramadan ini, setidaknya Polres Kudus sudah merazia kafe sebanyak dua kali. Namun, dua kali itu pula petugas kepolisian dibuat kecele, karena kafe tutup. Hal ini, memunculkan dugaan jika razia tersebut sudah bocor duluan.

“Padahal, sebelumnya keberadaan kafe dan karaoke di Kudus selalu buka. Sehingga hal itu menjadi perhatian bagi Polres. Kemungkinan ada yang sudah tahu, sehingga ketika petugas sampai di lokasi, tempatnya tutup,” ujar Kasubag Bin Ops Polres Kudus AKP Surbakri kepada MuriaNewsCom

Operasi pekat yang dilakukan jajaran Polres Kudus tersebut, juga dengan didampingi Satpol PP . Katanya, operasi pertama dilakukan pada pagi hari, yakni menyasar sejumlah hotel dan penginapan di Kudus. Namun dalam operasi tersebut tidak membuahkan hasil yang berarti.

Sedangkan, operasi kedua dilakukan Sabtu (11/6/2016) malam. Dalam operasi tersebut berhasil.mendapatkan lima pasanganan yang bukan suami istri dalam satu kamar hotel dan dua pasang yang berada di kamar kos.”Ke depan, kami akan tingkatkan operasi pekat ini, baik itu siang atau malam hari. Kalau perlu akan dibuatkan cara agar semuanya terjaring. Terlebih pada bulan Ramadan semacam ini,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Nekat Ngamar di Hotel saat Puasa, Pasangan Tidak Resmi Ini Dijaring Polisi

kudus-pasangan mesum (e)

Petugas dari Polres Kudus sedang mendatang pasangan yang tertangkap dalam operasi pekat yang digelar Sabtu (11/6/2016) malam. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus kembali melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) di bulan puasa seperti sekarang ini. Dan sebanyak lima pasangan tanpa ikatan resmi, ditangkap di sejumlah hotel yang ada di Kudus.

Sejumlah lima pasangan tidak resmi atau bukan suami istri, tertangkap basah sedang berada di dalam kamar hotel, dan berhubungan layaknya suami istri. Bersama dengan aparat Satpol PP Kudus, kelima pasangan diamankan.

”Kami melakukan razia di dua hotel di Kudus. Ini merupakan operasi pekat yang kami jalankan selama bulan puasa. Dan memang sudah menjadi program kegiatan kami,” jelas Kasubag Bin Ops Bag Ops Polres Kudus AKP Subakri, Minggu (12/6/2016).

Tiga pasangan pertama diamankan dari Hotel Yogja, yang berada di jalur lingkar selatan arah Jati-Kaliwungu. Ketiga pasangan bukan suami istri itu, tertangkap saat sedang asyik berduaan di kamar hotel.

Di hadapan petugas, dari pasangan yang ditangkap ini, memang mengaku belum suami istri, namun hendak menikah. Kebanyakan yang ditangkap di Hotel Yogya ini, berasal dari luar kota.

Usai dari hotel tersebut, operasi selanjutnya dilakukan di Hotel Star dan Hotel Surya Kencana. Namun di kedua hotel tersebut tidak ditemukan pasangan bukan suami istri yang menginap.

Sedangkan, dua pasangan lain yang juga tertangkap adalah dari operasi di Hotel Arta. Keduanya ada yang juga berasal dari Purbalingga, namun lebih banyak yang merupakan penduduk Kudus.

”Ke depan, operasi semacam ini akan kami tingkatkan. Terlebih di bulan puasa, baik siang atau malam akan dilakukan. Ini untuk membuat Kudus tetap kondusif,” imbuh Subakri.

editor: Merie

 

Kabag dan Kasat di Polres Blora Dimutasi

 Kapolres Blora AKBP Surisman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Kapolres Blora AKBP Surisman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

  MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah Kepala Bagian (Kabag) dan Kepala Satuan (Kasat) di lingkungan Polres Blora dimutasi, Jumat (10/6/2016). Beberapa pejabat yang dimutasi tersebut menduduki jabatan baru di Polres Blora dan juga tempat lain.

Di antaranya pejabat yang diganti yaitu, Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Wilhelmus Sareng Kelang yang digantikan Kompol I Gede Arde yang sebelumnya menjabat Kabag Perencanaan. Sedangkan Kompol Wilhelmus Sareng menjalani tugas barunya sebagai Kepala Sub Bagian Perawatan dan Tahanan (Wattah) di Polda Jateng.

Kemudian, Kabag Perencanaan sekarang diisi AKP Zuwono. Lalu, jabatan Kapolsek Ngawen sekarang dijabat AKP Yulianto yang sebelumnya merupakan Kasubbag Sarpras. Untuk jabatan Kasat Res Narkoba yang semula dijabat AKP Abdul Fatah, kini digantikan AKP Suparlan. Sementara untuk AKP Abdul Fatah, ditugaskan menjadi Kasat Res Narkoba di Polres Grobogan.

Kapolres Blora AKBP Surisman menyampaikan, bagi yang baru menjabat di beberapa posisi jabatan Polres Blora agar senantiasa menyesuaikan. Ia pun menegaskan, bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik. “Jabatan itu amanah, oleh karena itu, harus benar-benar dijalankan sebaik mungkin demi kepentingan semua orang,” ujar AKBP Surisman, usai acara serah terima jabatan di Aula Aryaguna Mapolres Blora.

Kapolres mengatakan, mutasi jabatan atau alih tugas jabatan merupakan bagian dari pembinaan personel dan karir anggota Polri, sebagai reward atau penghargaan kepada para pejabat selama melaksanakan tugas.

“Mutasi jabatan ini merupakan bagian integral dari pengembangan karier anggota Polri, di mana barometer utama digunakan oleh pimpinan dalam menentukan jabatan bagi setiap anggota Polri, dilakukan melalui beberapa pertimbangan, yakni kapasitas, kompetensi, dedikasi integritas, loyalitas, moralitas, serta pendidikan dan komitmen terhadap tugas-tugasnya,” ujar Kapolres.

Editor : Kholistiono

Kapolres Blora AKBP Surisman (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Puluhan Botol Miras di Rembang Disita  

miras rembang e

Beberapa botol miras yang diamankan pihak kepolisian (Dok Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Selain berhasil membekuk empat pejudi dari salah satu warung kopi, jajaran Polres Rembang juga menyita sebanyak 58 botol miras berbabagai merek, dari berbagai tempat di wilayah hukum Polres Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Operasi Pekat Candi 2016. Dalam hal ini, tujuan kegiatan itu adalah untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang Ramdan.

“Kegiatan ini merupakan Operasi Cipta Kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Rahmadaniya Candi 2016. Tujuannya adalah memerangi penyakit masyarakat yang ada di wilayah hukum Polres Rembang. Operasi Pekat Candi 2016 ini berlangsung 31 Mei-13 Juni 2016,” ujarnya.

Ia katakan, sasaran dari Operasi Pekat Candi 2016 ini sendiri, di antaranya narkoba, miras, perjudian, gelandangan, pengemis, pengamen, premanisme, PSK, perbuatan asusila, petasan dan perbuatan lain yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Lebih lanjut Kapolres menyatakan, selama Operasi Candi ini berlangsung, pihaknya juga tidak hanya mengamankan pelaku penjudian dan menyita puluhah botol miras, namun juga melakukan pembinaan terhadap pengamen, anak jalanan dan gelandangan.

“Banyak pengaduan dari masyarakat terkait keberadaan pengamen dan anak jalanan yang dinilai cukup meresahkan bagi warga. Makanya, dalam operasi ini, kita juga melakukan pembinaan terhadap mereka,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami