Ini Kendala yang Menghambat Proses Kesembuhan Kiki

 Kiki, bocah yang alami kelumpuhan mendadak saat mendapatkan kunjungan dari beberapa polwan (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Kiki, bocah yang alami kelumpuhan mendadak saat mendapatkan kunjungan dari beberapa polwan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejak kisahnya diekspos media, banyak pihak yang berdatangan untuk mengulurkan bantuan pada Rahma Fariski (9), warga Dusun Bendo, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Tidak sedikit pula yang bersedia membantu mengobatkan Kiki supaya kelumpuhan mendadaknya bisa segera sembuh.

Namun, ada satu kendala yang dihadapi untuk mengobatkan siswa kelas V SDN 01 Getasrejo tersebut. Yakni, Kiki selalu menolak ketika hendak diajak berobat ke rumah sakit.

“Hal inilah yang paling sulit alam proses pengobatan. Anaknya, pasti menangis dan langsung menolak kalau diajak periksa ke rumah sakit. Sampai saat ini, kami masih membujuknya pelan-pelan supaya mau diobati,” ungkap Suharti, ibu kandung Kiki.

Beberapa anggota polwan yang berkunjung ke rumah Kiki juga sempat membujuknya agar mau berobat. Namun, begitu mendengar kata rumah sakit, Kiki langsung menangis.

Seperti diketahui, musibah yang menimpa Kiki itu berawal saat ia bermain di rumah saudaranya, hari Minggu, 8 Mei lalu. Saat itu, Kiki yang bermain balon dengan mengenakan sandal hak tinggi, tiba-tiba terjatuh karena tidak bisa menjaga keseimbangan.“Ketika itu, anak saya tidak merasakan keluhan apa-apa. Jadi kami tidak merasa khawatir,” cerita Basrun, ayah kandung Kiki.

Namun, selang empat hari setelah peristiwa itu, Kiki tiba-tiba merasa nyeri di bagian punggungnya ketika masih mengikuti pelajaran di sekolah. Lantara tidak kuat menahan sakit, Kiki sempat menangis hingga akhirnya diantarkan pulang oleh gurunya.

Sesampai di rumah, Kiki merasakan mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya. Kedua orang tuanya kemudian langsung membawanya ke RSUD dr. Raden Soedjati Purwodadi. Kiki pun langsung diperiksa dan dilakukan rontgen pada bagian yang sakit. Namun, hasil foto tersebut tidak bisa menunjukan gejala yang menjadi penyebab kelumpuhan.

Oleh pihak rumah sakit, Kiki disarankan dirujuk ke rumah sakit yang punya peralatan medis lebih lengkap. Kedua orang tua Kiki diberi pilihan rumah sakit di Solo dan Semarang.

Akibat mengalami kelumpuhan tersebut, hampir seluruh aktivitas keseharian Kiki hanya dilakukan dengan tiduran dan duduk. Saat duduk, dia harus dijaga dengan pengaman di samping kanan-kirinya agar tidak terjatuh.Meski mengalami kelumpuhan, Kiki sampai saat ini tetap sekolah. Setiap hari, Kiki diantarkan ke sekolah oleh ibunya Suharti yang mendorongnya di kursi roda.

Kursi roda ini merupakan hasil sumbangan berbagai pihak yang digalang oleh Komunitas Wisata Grobogan. Dengan kursi roda inilah Suharti mengantarkan anak keduanya ke sekolahan yang berjarak sekitar 2 km dari rumahnya.

Baca juga :Melihat Keceriaan Bocah Penyandang Kelumpuhan saat Dikunjungi Polwan

Editor : Kholistiono

 

Melihat Keceriaan Bocah Penyandang Kelumpuhan saat Dikunjungi Polwan

 

Kiki tampak ceria ketika dikunjungi Kasat Lantas AKP Nur Cahyo dan para Polwan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kiki tampak ceria ketika dikunjungi Kasat Lantas AKP Nur Cahyo dan para Polwan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Raut ceria terpancar dari wajah Rahma Fariski (9), warga Dusun Bendo, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan. Hal ini terlihat saat bocah yang akrab disapa Kiki itu dikunjungi empat anggota Polwan Polres Grobogan, Kamis (4/8/2016). Keceriaan itu barangkali cukup wajar. Sebab, selama ini, cita-cita bocah yang mengalami kelumpuhan mendadak tersebut adalah menjadi seorang Polwan.

Kiki yang ditemani beberapa teman bermainnya bahkan ikut bernyanyi bersama polwan yang datang ke rumahnya. Kedua orang tuanya, Basrun dan Suharti juga terlihat haru melihat kunjungan yang dilakukan anggota Satlantas tersebut.Ikut hadir pula Kasat Lantas AKP Nur Cahyo dan Kaurbinops Iptu Afandi. Sejumlah anggota satlantas ikut pula dalam kesempatan tersebut.

Menurut Nur Cahyo, kunjungan itu dilakukan untuk memberikan motivasi pada Kiki dan keluarganya. Terlebih, dari pemberitaan media disebutkan kalau punya cita-cita jadi seorang polwan.

”Makanya, kami sengaja mengajak anggota polwan untuk ikut kesini biar anak ini merasa senang dan termotivasi biar bisa sembuh. Kami ikut prihatin dengan kondisinya saat ini. Semoga Kiki lekas diberikan kesembuhan agar bisa beraktifitas seperti teman lainnya,” ungkap Nur Cahyo.

Dalam kesempatan itu, Nur Cahyo juga sempat menyerahkan sebuah kendaraan milik Basrun yang sejak beberapa hari lalu sempat ditahan di Polres Grobogan. Hal ini lantaran Basrun terjaring operasi saat ada razia di bundaran Getasrejo.

Saat terjaring razia, Basrun terkena tindakan tilang. Sebab, dia tidak punya SIM dan kendaannya juga tidak dilengkapi spion dan kelengkapan lainnya. “Masalah tilangnya sudah kita selesaikan dan hari ini kendaraan bapak kita antarkan sekalian ke sini. Tolong, nanti dilengkapi kelengkapan kendaraannya,” lanjut Cahyo.

Saat ada razia, Basrun ketika itu hendak membelikan obat buat anaknya. Sampai beberapa hari lamanya, tilang kendaraan itu belum diurus karena dia belum memiliki uang.“Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. Semoga dengan adanya kunjungan ini, anak saya makin bersemangat,” kata Basrun.

Editor : Kholistiono

 

Kapolres Grobogan Mendadak Kumpulkan Tokoh Agama

 

 

Kapolres Grobogan dan jajarannya menggelar pertemuan dengan tokoh agama di mapolres (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan dan jajarannya menggelar pertemuan dengan tokoh agama di mapolres (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara ternyata mendapat perhatian serius dari Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning. Hal ini, terlihat dengan adanya pertemuan dengan tokoh agama yang ada di Grobogan, Rabu (3/8/2016) sore di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesbanglinmas Yudhi Sudarmunanto, Ketua FKUB Toha Karim Amrullah, Sekretaris MUI Mahbub Ulil Albab dan pejabat dari Kantor Kemenag Grobogan. Terlihat pula, tokoh lintas agama dan beberapa tokoh masyarakat.

“Kasus kerusuhan di Tanjung Balai banyak menuai keprihatinan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia termasuk tokoh lintas agama, tokoh masyarakat serta aparat keamanan di Grobogan. Untuk mencegah merebaknya konflik sosial antarumat beragama tersebut, kami mengajak tokoh agama dan masyarakat di sini untuk berdiskusi secara langsung guna menciptakan wilayah Grobogan yang kondisif dan bebas dari berbagai konflik,” kata Agusman.

Menurutnya, untuk mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat, maka perlu terjalin silaturahmi yang kokoh dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hal ini juga perlu mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun unsur aparat keamanan.

Pada kesempatan itu, Agusman juga menyampaikan pentingnya nilai luhur Pancasila serta sikap saling menghormati kebebasan menganut keyakinan beragama sesuai amanah UUD 1945 yang harus tetap dipegang oleh seluruh warga negara Indonesia.

Dia juga meminta agar masyarakat Grobogan jangan mudah terprovokasi adanya informasi melalui broadcast media sosial. Sebab, belum tentu informasi tersebut benar adanya.

“Harap berhati-hati dalam menyebarkan suatu broadcast yang didapat dari orang lain. Teliti dan cek kebenarannya. Bila perlu bisa langsung menghubungi saya. Saya berharap, melalui pertemuan ini bisa terwujud situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” imbuh Agusman.

Editor : Kholistiono

 

Kapolres Grobogan Terjun ke Jalan Ikut Atur Lalu Lintas

 

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning terlihat ikut mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning terlihat ikut mengatur lalu lintas dan menyeberangkan anak sekolah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan yang tidak biasanya terjadi di Jalan Diponegoro Purwodadi, Rabu (3/8/2016). Di mana, ada sosok polisi ‘baru’ yang ikut bertugas membantu arus lalu lintas di kawasan yang banyak terdapat sekolahan tersebut.

Mengenakan topi dan rompi hijau, polisi yang satu ini juga ikut membantu menyeberangkan anak sekolah menuju sekolahan ataupun pengguna jalan lainnya. Tidak banyak tahu kalau sosok polisi yang satu ternyata adalah Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning.

“Masak, polisi yang itu adalah kapolres, mas. Saya kira anggota Satlantas baru yang ditugaskan di sekitar sini saat jam berangkat atau pulang sekolah,” kata Imam, salah seorang pelajar SMA ketika diberitahu mengenai sosok polisi yang ikut bertugas mengatur lalu lintas di situ.

Selain membantu menyeberangkan, Agusman juga beberapa kali sempat memberikan nasehat pada para pelajar. Mereka diminta untuk selalu berhati-hati saat berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas guna keselamatan bersama.“Adik-adik harap hati-hati kalau mau menyeberang jalan. Jangan lupa, selalu mematuhi aturan lalu lintas, ya,” pesan Agusman pada beberapa pelajar.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan itu merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan diri dengan berbagai elemen masyarakat. Hal itu juga sesuai dengan program 100 hari yang dicanangkan Kapolri supaya anggota lebih mendekatkan diri pada masyarakat.

 Editor : Kholistiono

 

Melihat Aksi Polisi dan TNI Menari di Hadapan Ribuan Suporter Bola

 Puluhan anggota polisi  dan TNI menyuguhkan tari Gemu Famire untuk menghihur pencinta bola di Stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Puluhan anggota polisi dan TNI menyuguhkan tari Gemu Famire untuk menghihur pencinta bola di Stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ada pemandangan yang berbeda pada di lapangan Stadion Krida Rembang pada laga Indonesia Soccer Champhionsip (ISC) seri B yang mempertemukan PSIR vs Persibat Batang pada Sabtu (30/7/2016) lalu.

Pada saat pemain turun minum usai peluit panjang ditiup pada babak pertama, puluhan personel kepolisian dan TNI tiba-tiba merangsek ke tengah lapangan. Mereka kemudian menyusun formasi dan tiba-tiba langsung “berlenggak-lenggok” ketika ada musik dihidupkan.

Sontak, ribuan penonton yang memadati stadion langsung bertepuk tangan dan menikmati suguhan menarik dari puluhan personel polisi dan TNI tersebut. Ya, inilah tari Gemu Famire asal Kupang Nusa Tenggara Timur, yang sengaja dipertunjukkan di hadapan suporter bola.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pertunjukan tari Gemu Famire ini diharapkan bisa menghibur ribuan pecinta bola. “Dengan hal seperti ini, diharapkan tensi tinggi penontong bisa diredam, dan tentunya harapannya suasana bisa lebih kondusif,” ujarnya.

Dia melanjutkan, untuk pertunjukan tari saat pertandingan bola memang baru pertama kali ini. Sebab “Ini sebagai hadiah untuk penonton, karena penonton tenang dan sportif. Maka, dalam hal ini kita berikan sedikit hiburan ini,” imbuhnya.

Dirinya berharap, pertandingan bola di Stadion Krida Rembang bisa terus berjalan dengan kondusif. “Sehingga suguhan tarian yang dibawakan polisi dan TNI bisa selalu ditunjukan kepada penonton. Dan suasananya juga bisa bervariasi” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Ketua PD Muhammadiyah Grobogan Minta Kapolres Sikat Peredaran Miras

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PD Muhammadiyah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PD Muhammadiyah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ketua PD Muhammadiyah Grobogan Jati Purnomo meminta agar pihak kepolisian terus melakukan operasi. Khususnya, terhadap peredaran miras dan penyakit masyarakat (pekat) lainnya.

Permintaan itu dilontarkan Jati saat menerima kunjungan Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning berserta sejumlah perwira di Kantor PD Muhamadiyah Grobogan, Sabtu (30/7/2016).“Banyak dampak negatif dengan adanya miras ini. Maka dari itu, saya berharap agar operasi miras serta penyakit masyarakat lainnya lebih sering dilakukan,” kata Jati.

Dalam kesempatan itu, Jati juga mengapresiasi langkah kapolres dan jajarannya untuk selalu menjalin silaturahmi dengan tokoh agama dan ormas. Sebab, kondisi Grobogan yang selama ini relatif aman dan kondusif tidak lepas dari peran pemerintah daerah serta aparat keamanan dalam menjalin hubungan yang baik dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Agusman Gurning mengatakan, kunjungan yang dilakukan itu merupakan salah satu upaya untuk menciptakan suasana kondusif di wilayah kerjanya. Menurutnya, melalui silaturahmi, kebersamaan dan hubungan jajaran Polres Grobogan dengan seluruh elemen masyarakat akan terjalin sinergitas dan kekompakan dalam upaya untuk menjaga kamtibmas lingkungan yang kondusif.”Silaturahmi ini sebagai upaya berbagi informasi yang terus kami jalin dengan semua elemen masyarakat. Termasuk dengan para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ungkapnya.

Agusman berharap, agar para ulama dan tokoh agama selalu memberikan dukungan pemahaman pada umat dan masyarakat melalui forum keagamaan. Khususnya, dalam mengantisipasi masuknya paham radikal dan gangguan kamtibmas lainnya.

 Editor : Kholistiono

Biar Tak Gegabah Gunakan Senpi, Ratusan Polisi di Grobogan Dites Psikologi

Kapolres AKBP Agusman Gurning memberikan pengarahan sebelum anggotanya mengikuti tes psikologi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres AKBP Agusman Gurning memberikan pengarahan sebelum anggotanya mengikuti tes psikologi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan anggota Polres Grobogan mendapat pengarahan dari Kapolres AKBP Agusman Gurning, Jumat (29/7/2017). Pengarahan itu dilakukan kapolres sebelum anggotanya mengikuti tes psikologi yang dilangsungkan di Aula Stikes Annur Purwodadi.

Jumlah personel yang ikut tes sebanyak 145 orang. Mereka yang ikut tes khusus anggota yang selama ini dibekali dengan senjata api. Selain anggota yang bertugas di mapolres, pemegang senpi di jajaran polsek juga ikut dites. Pelaksanaan tes dilakukan oleh Bagian Sumber Daya Manusia (Sumda) Polres Grobogan bersama Bagian Psikologi Polda Jawa Tengah.

Agusman Gurning menyatakan, pemeriksaan atau tes psikologi merupakan prosedur tetap (protap) kepada anggota yang saat ini memengang senjata api. Selain itu, tes ini juga menjadi sebuah syarat utama yang harus dilalui sebelum petugas mendapatkan izin resmi.

“Tes psikologi itu sangat penting dilakukan untuk meminimalisasi penyalahgunaan senjata api saat bertugas. Bagi yang tidak lulus tes maka kita tidak akan segan untuk menarik senjata dari tangan anggota pemegang senpi tersebut,” tegasnya.

Tes psikologi sebagai kontrol dalam mengetahui layak atau tidak seorang anggota Polri memegang senjata api. Sebab, tidak semua anggota yang sudah mengikuti tes psikologi dan lulus berhak memegang senjata api. Sebab, masih ada penilaian terhadap mental kepribadian dan emosi sehari-hari.

Menurut Agusman, dalam Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2007, anggota Polri yang memegang senjata api, sesuai dengan hasil psikotes harus memiliki beberapa kriteria. Yakni, penyesuaian dan penguasaan diri, pengendalian emosi, serta daya tahan pikiran, dan stres atau kematangan mental.

“Diharapkan dengan kriteria itu, anggota Polri yang memegang senjata api dapat mengontrol emosi, sehingga tidak cepat mengambil keputusan menggunakannya. Sebab senjata api merupakan pendukung tugas, bukan untuk gagah-gagahan dan menakut-nakuti masyarakat,” sambungnya.

Editor : Kholistiono

Jadi Tukang Sapu Jalan Dadakan, Polisi di Grobogan Ini Banjir Pujian

 Anggota Satlantas Polres Grobogan Aiptu Tukijo dibantu petugas Dishubkominfo membersihkan pecahan kaca yang berceceran di jalan raya (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Anggota Satlantas Polres Grobogan Aiptu Tukijo dibantu petugas Dishubkominfo membersihkan pecahan kaca yang berceceran di jalan raya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan agak unik terjadi di Jalan Purwodadi-Solo km 5, tepatnya di depan Kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Grobogan. Hal ini terkait adanya seorang anggta Satlantas yang terlihat sedang menyapu jalan untuk membersihkan pecahan kaca yang berceceran di situ.

Polantas yang mendadak jadi tukang sapu ini adalah Aiptu Tukijo. Dia merupakan salah satu polisi senior di Satlantas Polres Grobogan. Ceritanya, saat itu Tukijo tengah mendapat tugas untuk mengamankan arus lalu lintas di sekitar situ. Sesampai di depan Kantor Dinhubkominfo Grobogan, Tukijo melihat banyak pecahan kaca di sisi jalan sebelah barat.

Seketika diapun segera berhenti dan kemudian meminjam sapu lidi milik warga sekitar situ. Selanjutnya, dengan menggunakan sapu tersebut pecahan kaca itupun dikumpulkan.

Salah seorang pegawai Dinhubkominfo yang melihat ada polantas bersih-bersih, kemudian ikut membantu. Sekitar 15 menit, pecahan kaca sudah berhasil dibersihkan.“Pecahan kaca yang tercecer di jalan ini sangat membahayakan pengendara. Terutama bagi pengguna sepeda motor. Makanya, saya langsung berinisiatif untuk membersihkan pecahan kaca yang berceceran di situ,” kata polisi yang bertugas dibagian pelayanan SIM itu.

Aksi bersih-bersih yang dilakukan Polantas ini tak ayal mengundang perhatian warga. Beberapa di antaranya bahkan sempat mengabadikan momen langka itu melalui kamera handphone. “Salut atas tindakan Pak Polisi tadi. Semula saya kira ada kecelakaan di situ. Ternyata, polisinya lagi membersihkan pecahan kaca,” kata Triyono, warga yang kebetulan melintas di situ.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo mengatakan, pihaknya selama ini memang menggiatkan patroli rutin. Terutama, mulai momen menjelang dan sesudah Lebaran karena banyak kendaraan yang melintasi wilayah Grobogan.

”Ketika melakukan tugas patroli, kami tekankan pada anggota agar membantu masyarakat di jalur yang dilintasi. Termasuk membantu untuk mengamankan hal-hal yang sekiranya membahayakan pengguna jalan,” katanya.

 Editor : Kholistiono

 

7 Pemuda Asal Pati Dilantik Jokowi sebagai Perwira Remaja TNI-Polri

 Sejumlah perwira remaja asal Pati berfoto bersama. (Dok. Kodim 0718/Pati)


Sejumlah perwira remaja asal Pati berfoto bersama. (Dok. Kodim 0718/Pati)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak tujuh pemuda asal Pati dilantik Presiden Joko Widodo bersama dengan 720 orang perwira remaja (Paja) TNI-Polri lainnya di Lapangan Sapta Marga kompleks Akademi Militer Magelang, Selasa (26/7/2016). Mereka dilantik dalam upacara Prasetya Perwira Remaja (Praspa) 2016.

Ketujuh Paja asal Pati yang dilantik, di antaranya Sony Ponco Patrio (24) asal Bumiharjo, Winong, Ery Setyawan (23) asal Purworejo, Margorejo, Muhammad Amirudin (23) asal Ngepungrojo, Pati, Ryan Mitha Pangesty asal Sinomwidodo, Tambakromo, Nanang Novianto asal Mojomulyo, Tambakromo, dan Ahmad Yulia Arifin asal Pucakwangi. Satu orang lulus TNI AU, empat orang lulus TNI AD, dan dua orang lulus dari Akpol.

“Kami bangga ada pemuda Pati yang dikukuhkan sebagai Perwira Remaja TNI-Polri. Kami berharap mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang baik dengan menyebarkan semangat nasionalisme yang didapatkan dari pendidikan,” kata Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

Selama empat tahun, mereka ditempa dalam pendidikan, baik fisik, akademik, maupun kepribadian. Mereka tidak hanya dituntut cakap secara akademik, tetapi juga pelajaran militer.

“Taruna harus punya fisik yang prima dan handal, karena ke depan diharapkan menjadi seorang pemimpin dengan dinamika yang tinggi. Tak hanya fisik, mereka juga digembleng agar punya sikap dan kepribadian yang baik, seperti aspek kejujuran, semangat juang, dan selalu menjaga penampilan dengan rapi,” imbuhnya.

Ketiga aspek yang harus dimiliki seorang perwira remaja TNI-Polri itu disebut sebagai Tripola Dasar. Kecakapan yang ada dalam “tripola dasar” itu harus dimiliki dalam seorang perwira remaja, termasuk tujuh pemuda asal Pati yang baru saja dilantik orang nomor satu di RI, Joko Widodo.

Editor : Kholistiono

 

Biar Naik Bus Aman, Polisi Kudus Bocorkan Rahasianya

bus aman

Kasatlantas Polres Kudus AKP Aron S saat membocorkan rahasia aman naik bus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan di Alas Roban Batang dengan enam penumpang tewas menjadi perhatian polisi. Termasuk Polres Kudus.

Satlantas Polres Kudus mengimbau masyarakat agar lebih waspada jika hendak melakukan perjalanan.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Aron S mengatakan, sebelum bepergian menggunakan bus, hendaknya warga memerhatikan beberapa hal.

“Pertama, penumpang dapat memiliki kontak aduan, seperti PO (perusahaan otobus) yang dinaiki, atau sms aduan jika bus terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Biasanya, dalam bus mencantumkan nomor yang bisa dihubungi saat darurat atau ada yang dirugikan. Seperti halnya jika sopir bus ugal ugalan.

Kedua adalah, nomor lain yang dapat dihubungi adalah kepolisian setempat. Nomor kantor polisi seperti polres sangat penting untuk disimpan. Sebab, jika sopir bus dalam mengemudikan seenaknya, maka penumpang dapat lapor atau menghubungi nomor kantor polisi.

Dia menjamin petugas kepolisian bakal siap dihubungi kapanpun. Terlebih tugas dari polisi adalah mengayomi masyarakat.

“PO juga seharusnya dapat melakukan pengecekan terhadap bus yang dimiliki. Yakni kondisi bus, dan melakukan uji KIR secara rutin. Hal itu dilakukan agar bus yang digunakan aman digunakan dan laik jalan,” ungkapnya.

Hal itu, lanjutnya seperti rem, oli, tekanan ban serta keselamatan lain bus harus menjadi perhitungan. Sebelum bus diberangkatkan terlebih dahulu diperiksa.

Sopir bus juga harusnya berhati hati. Sebab, sekali lengah atau ngantuk dapat membahayakan penumpang. Dan sekali saja lengah maka kelemahan menumpang yang jadi taruhannya.

“Sopir bus dapat menjaga kesehatan. Jadi dalam mengemudikan armada wajib dengan kondisi tubuh yang fit, dan sehat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Kendaraan di Grobogan Terjaring Razia

Petugas dari Dishubkominfo dan Polres Grobogan tengah memeriksa kelengkapan para pengendara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Dishubkominfo dan Polres Grobogan tengah memeriksa kelengkapan para pengendara (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan kendaraan terjaring razia dalam operasi gabungan yang dilakukan Dishubkominfo dan Satlantas Polres Grobogan, Rabu (20/7/2016). Kendaraan yang terjaring razia kali ini tidak hanya sepeda motor saja. Tetapi banyak pula kendaraan pengangkut barang dan sejumlah bus.

Pelaksanaan razia pascalebaran itu dilangsungkan di Jalan Raya Purwodadi-Solo Km 5, tepatnya di depan Kantor Dishubkominfo Grobogan. Saat razia berlangsung, kendaraan dari kedua arah langsung diarahkan masuk ke halaman Kantor Dishubkominfo yang lokasinya memang sangat luas.

Dihalaman inilah, sudah ada banyak petugas dari dua instansi yang siaga. Setelah berada di halaman, petugas langsung melakukan pemeriksaan pada pengendara.

Para pengendara sepeda motor yang tidak melengkapi dengan kelengkapan kendaraan, seperti SIM, STNK dan helm langsung dikenakan sanksi tilang.

Demikian pula, kendaraan roda empat khususnya truk dan bus juga diberikan sanksi serupa. Kebanyakan, kendaraan angkutan barang maupun penumpang ini ditilang lantaran uji KIR sudah mati, kondisi kendaraan tidak layak jalan serta melanggar trayek.

“Saya tadi keluar sebentar mau beli bensin di SPBU Sukorejo. Makanya tidak bawa helm. Ternyata di sini ada razia,” kata Agus Triyono, salah seorang pengendara sepeda motor yang terjaring razia.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo menyatakan, kegiatan razia itu dilakukan berdasarkan analisa dan evaluasi yang dilakukan pada triwulan II tahun 2016, karena masih banyak pengendara yang tidak tertib berlalulintas. Khususnya, tidak mengenakan helm bagi pengendara sepeda motor.

“Dari sini kemudian kita kerjasama dengan Dishubkominfo untuk melangsungkan kegiatan. Kita pilih lokasi di jalur Purwodadi-Solo, karena di sini merupakan salah satu daerah rawan kecelakaan,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

 

Pokemon Go di Ponsel Polisi Kudus Tak Ada, Adanya Game COC

Wakapolres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono memeriksa salah satu ponsel anggotanya agar tidak ada permainan Pokemon Go. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Wakapolres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono memeriksa salah satu ponsel anggotanya agar tidak ada permainan Pokemon Go. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Dilarangnya polisi bermain game ‘Pokemon Go’ ternyata benar-benar diseriusi. Untuk memastikan hal itu benar berjalan, maka sejumlah ponsel pintar polisi diperiksa atau inspeksi mendadak (sidak), di Mapolres Kudus, Senin (18/7/2016).

Proses pemeriksaan ditangani Wakapolres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono. Yudi mendatangi anggotanya satu per satu. Kemudian, Yudy meminjam ponsel polisi bersangkutan, dan memastikan tidak ada game Pokemon.

Pantauan di lokasi, titik pertama sidak yang dituju adalah bagian piket jaga di gerbang masuk mapolres.

Sidak kemudian dilanjutkan pada bagian Sat Sabhara. Dilanjutkan ke beberapa bagian lain di mapolres. Hasilnya, Yudy tidak menemukan ponsel polisi yang memiliki Pokemon Go.

“Adanya COC, yang Pokemon tidak ada dalam hp para polisi di sini,” jawab Yudi singkat sambil menunjukkan ponsel pintar milik salah seorang polisi.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai menambahkan kalau larangan kepada polisi sangat jelas. Sehingga bagi yang melanggar akan diberikan teguran secara langsung.

Editor : Akrom Hazami

 

Game Pokemon Go Dilarang Dimainkan Polisi Kudus

pokemon1 e

Kapolres Kudus Andy Rifai menunjukkan permainan pokemon Go di ponsel pintar (smartphone). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Game yang sedang marak, ‘Pokemon Go’, rupanya menuai reaksi polisi. Polres Kudus melarang anggotanya bermain  Pokemon Go.

Hal itu diungkapkan Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai. Menurutnya, pihak kepolisian sudah menegaskan kalau bermain Pokemon Go kurang bermanfaat. Karenanya, dia menginstruksikan agar anggota tidak memainkannya.

“Tadi saat apel pagi sudah saya imbau. Jadi tidak ada petugas kepolisian yang bermain Pokemon Go. Itu sudah saya tegaskan kepada seluruh anggota kepolisian,” katanya, Senin (18/6/2016).

Menurutnya, bermain Pokemon Go hanya menyita waktu saja. Seorang yang bermain harus mencari cari Pokemon dengan terus melihat layar ponsel. Dari aspek keselamatan, hal demikian dapat membahayakan.

Terlebih, permainannya itu mengarahkan pemainnya untuk kemana-mana. Hal itu juga mampu mengurangi konsentrasi polisi saat bertugas.

“Polisi juga sudah capek dengan banyak waktu bergegas. Dari pada bermain Pokemon Go, lebih baik memaksimalkan tugasnya saja,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Antisipasi Terorisme, Polres Rembang Gelar Latihan Road Blocker for Police

 

Latihan penggunaan Road Blocker for Police  yang digelar di Mapolres Rembang (Dok Humas Polres Rembang)

Latihan penggunaan Road Blocker for Police yang digelar di Mapolres Rembang (Dok Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk menghadapi aksi kejahatan dan antisipasi aksi terorisme, Polres Rembang menggelar latihan penggunaan Road Blocker for Police, yakni alat pengamanan markas. Alat ini digunakan sebagai barikade oleh aparat keamanan dalam rangka kondisi darurat.

Sosialisasi dan pelatihan penggunaan Road Blocker for Police yang diberikan kepada anggota Sat Sabhara Polres Rembang, tersebut berlangsung pada Sabtu (16/7/2016). Latihan ini dilakukan, guna mengukur tingkat kecepatan, kepekaan, kesiapsiagaan, serta ketanggapan personel Polres Rembang kususnya Sat Sabhara, apabila terjadi suatu tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Rembang, terutama tindak kejahatan yang melarikan diri dengan menggunakan kendaraan.

“Tugas Sat Sabhara memang tak lepas dari patroli, penjagaan , pengamanan hingga tim reaksi cepat urai massa. Bukan hanya itu saja, diharapkan juga sebagai pasukan terdepan untuk mengatasi bentuk tindakan kejahatan,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Menurutnya, penggunaan alat Road Blocker for Police yang dilatihkan hari ini, untuk mengantisipasi apabila terjadi kontijensi dan perlu adanya penghadangan terhadap pelaku kejahatan yang menggunakan kendaraan. Road Bloker, katanya, adalah peralatan taktis yang didesign menyerupai paku dengan berjajar rapat, sehingga apabila dilewati kendaraan, maka ban roda akan kehilangan udara dan kempes yang mengakibatkan menghambat laju kendaraan hingga berhenti.

”Ini sebagai bukti kita sebagai polisi harus siap menghadapi kondisi apa pun. Menjaga keselamatan masyarakat dan keamanan negara dari ancaman teroris itu adalah lebih penting yang harus dilakukan seorang polisi,” ungkapnya.

 

Editor : Kholistiono

Begini Aksi Polisi Kalau Sedang Menari

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto tampak ikut berlatih menari Fa Mi Re (Dok. Humas Polres Rembang)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto tampak ikut berlatih menari Fa Mi Re (Dok. Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Bertempat di halaman Mapolres Rembang, ratusan personel kepolisian mengikuti latihan menari Gemu Fa Mi Re, pada Sabtu ( 16/7/2016). Tampak Kapolres Rembang AKBP Sugiarto, Wakapolres, para Kabag, Kasat dan Kasubbag ikut dalam latihan tersebut.

Beberapa personel terlihat cukup kaku menggerakkan tubuhnya mengikuti gerakan instruktur. Meski demikian, mereka terlihat sangat semangat, apalagi, latihan ini diikuti secara beramai-ramai oleh personel kepolisian.

Tari Gemu Fa Mi Re ini sendiri, merupakan tarian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, tepatnya dari daerah Flores. Pertunjukan tarian ini biasanya diperuntukkan pada acara pesta maupun perayaan lain di daerah NTT.

“Ini merupakan wujud rasa kecintaan terhadap budaya asli Indonesia serta upaya untuk menjaga kelestarian budaya tradisional. Di sini kita latihan juga ada yang mengarahkan, dan intruktur terus memberi motivasi selama latihan, sehingga kita juga bisa cepat tanggap untuk berlatih,” ujar Kapolres.

 

Editor : Kholistiono

Ribuan Penonton Padati Pentas Dangdut di Tasikagung Rembang

 

Ribuan penontong tampak memadati pentas dangdut New Pallapa (Dok Humas Polres Rembang)

Ribuan penontong tampak memadati pentas dangdut New Pallapa (Dok Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang terjunkan puluhan personel untuk mengamankan pertunjukkan pentas dangdut New Pallapa dalam rangka sedekah laut yang digelar di Dukuh Kramatan, Desa Tasikagung, Kecamatan/Kabupaten Rembang, pada Jumat (15/7/2016) malam.

Ribuan penonton nampak memadati lokasi pertunjukkan untuk menikmati hiburan musik dangdut, yang mendatangkan artis-artis top dari Jawa Timur, yang selama ini memang sudah taka sing bagi Saudara New Pallapa.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Sabhara AKP Binuka mengatakan, Polres Rembang menurunkan 70 personel bersama Polsek Rembang. Dalam pengamanan ini, personel yang bertugas diminta fokus mengamankan jalanya pentas dangdut New Palapa dan mencegah serta mengamankan peluang kericuhan saat pentas dangdut berlangsung.

“Kami tekankan agar personel bisa mengendalikan situasi dan kondisi di lapangan. Personel juga tidak boleh lengah dalam menjalankan tugas pengamanan, karena situasi dan kondisi di lapangan dapat berubah setiap saat karena banyaknya penonton yang melihat pentas dangdut,”  ujarnya.

Pada kesempatan itu, juga disampaikan imbauan kepada para penonton sebelum pertunjukan berlangsung. Penonton diminta untuk tidak berjoget di atas panggung dan saling menjaga ketertiban, sehingga acara yang digelar dapat dinikmati bersama.

 

Editor : Kholistiono

Satlantas Polres Pati Tetap Layani Ratusan Pemohon SIM Meski Material Habis

Petugas Satlantas Polres Pati tengah mengawasi ujian teori SIM, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Satlantas Polres Pati tengah mengawasi ujian teori SIM, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati tetap melayani ratusan pemohon SIM setiap harinya, kendati material SIM habis. Sebagai pengganti sementara, pemohon diberikan resi pembayaran SIM dari BRI sebagai bukti.

“Kalau material SIM sudah tersedia dari Mabes Polri atau Polda Jawa Tengah, pemohon bisa mengambilnya di Kantor Satlantas Polres Pati. Bila pemohon ternyata sudah merantau di luar kota dan tidak bisa mengambil, bisa diwakilkan keluarga dengan menyertakan resi dan fotokopi KTP,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Jumat (15/7/2016).

Namun, pihaknya tidak bisa memastikan kapan material SIM tersebut kembali tersedia. Sebab, tersedianya material SIM menjadi wewenang dari Mabes Polri. Bila sudah tersedia, pihaknya akan segera mengumumkan kepada masyarakat luas.

Ikrar menambahkan, material SIM habis sudah sejak pertengahan Ramadan hingga sekarang. Meski demikian, pelayanan tetap dibuka, lantaran permohonan SIM dari kalangan pemudik meningkat tajam usai Lebaran.

“Resi pembayaran dari BRI itu bisa menjadi bukti bagi pemohon. Jadi, ketika ada operasi lalu lintas di jalan, resi itu bisa digunakan sebagai surat jalan. Resi tidak berlaku ketika material SIM sudah tersedia,” tambah AKP Ikrar.

Mochammad Zazuli, pemudik asal Kayen merupakan satu di antara pemohon yang membawa surat jalan SIM usai mengurus pembuatan SIM. Rencananya, bila meterial SIM jadi, ia meminta kepada saudaranya untuk mengambil SIM di Satlantas.

“Saya meninggalkan resi pembayaran dan fotokopi KTP kepada saudara saya. Kalau material SIM sudah tersedia, saya minta saudara untuk mengambil dan mengirimkan ke Jakarta. Sebab, besok saya harus berangkat ke Jakarta untuk bekerja,” tutur Zazuli.

Zazuli mengaku cukup beruntung, karena lolos uji teori dan praktik pembuatan SIM. Berbeda dengan Mustakim, pemohon asal Pati Kota yang gagal dalam ujian praktik. Ia menjatuhkan satu patok pembatas dan kaki menyentuh tanah sekali.

Sesuai dengan aturan, kesalahan dalam ujian praktik tidak boleh lebih dari satu kali. Akibatnya, Mustakim diminta untuk mengulangi ujian praktik pada 23 Juli 2016 mendatang.

“Dalam ujian praktik, pemohon harus memutari angka delapan sebanyak dua kali, selanjutnya putaran utara dua kali dan selatan dua kali. Terakhir, pemohon harus melewati lintasan zig zag. Kalau melakukan kesalahan lebih dari satu kali, pemohon dinyatakan gagal dan harus mengulanginya lagi,” tukas Bintara Urusan SIM Satlantas Polres Pati Aiptu Sutopo.

Editor : Kholistiono

Polisi Baik Hati Ini Bantu Bersihkan Jagung yang Tumpah di Jalan Raya

Anggota Satlantas Polres Grobogan membantu membersihkan jagung yang berceceran di jalan raya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan membantu membersihkan jagung yang berceceran di jalan raya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan tak biasa terjadi di Jalan Purwodadi – Semarang, tepatnya di Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi, Jumat (15/7/2016). Hal ini terkait adanya dua anggota Satlantas Polres Grobogan yang sibuk membantu memunguti jagung pipilan yang tumpah dan tercecer di jalan raya.

Aksi yang dilakukan Aiptu Muhammad Duriyat dan Brigadir Harry itu tak ayal juga menarik perhatian para pengguna jalan raya. Bahkan, beberapa pengendara motor maupun penumpang mobil yang lewat di situ sempat mengabadikan momen langka itu lewat kamera handphone. ”Jagung yang tercecer di jalan raya cukup membahayakan pengguna jalan. Sebab, roda kendaraan bisa selip ketika melindas jagung pipilan ini,” kata Duriyat.

Jagung yang tumpah itu sebelumnya sudah dimasukkan dalam karung dan dimuat dalam mobil boks. Namun, dalam perjalanan, diperkirakan pintu mobil boks terbuka, sehingga ada beberapa karung yang berisi jagung di dalamnya jatuh ke jalan raya. Lantaran karungnya pecah, maka jagungnya berceceran.

“Saat itu, kami kebetulan sedang patroli rutin, dan melihat ada jagung berceceran. Setelah kami cek, jagung itu jatuh dari mobil boks. Selanjutnya, kami minta kendaraannya untuk berhenti dan kami bantu sopirnya untuk membersihkan jagung supaya dimasukkan lagi dalam karung,” imbuh Duriyat.

Anggota Satlantas Polres Grobogan membantu mengangkat jagung yang sempat tumpah di jalan raya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satlantas Polres Grobogan membantu mengangkat jagung yang sempat tumpah di jalan raya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sopir kendaraan itu semula tidak sadar jika muatannya berjatuhan di jalan raya. Dia baru tahu, setelah kendaraannya dihentikan polisi. ”Semula saya mengira akan ditilang. Ternyata diberitahu kalau muatan kami jatuh di jalanan,” ujar sopir mobil boks tersebut.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo mengatakan, pihaknya memang menggiatkan patroli rutin. Terutama, dalam momen Lebaran, karena banyak kendaraan yang melintasi wilayah Grobogan.

”Ketika melakukan tugas patroli, kami tekankan pada anggota agar membantu masyarakat di jalur yang dilintasi. Termasuk membantu untuk mengamankan saat masyarakat melakukan panen,” katanya.

 

Editor : Kholistiono

Permohonan Pembuatan SIM di Pati Meningkat 150 Persen

 Seorang pemohon SIM tengah melaksanakan ujian praktik berkendara di Satlantas Polres Pati, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Seorang pemohon SIM tengah melaksanakan ujian praktik berkendara di Satlantas Polres Pati, Jumat (15/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Permohonan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Pati meningkat 150 persen. Hal itu disebabkan banyaknya pemudik yang membuat SIM, sebelum balik merantau.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari kepada MuriaNewsCom mengatakan, hari normal biasanya pengajuan pembuatan SIM berkisar di angka 50 orang pemohon. Namun, permintaan meningkat tajam sejak arus balik pada Sabtu (9/7/2016) hingga sekarang.

“Kalau hari normal biasanya 50 pemohon, saat ini mencapai seratus sampai 200 pemohon. Puncaknya pada Senin dan Selasa pekan ini hingga mencapai 200 an pemohon,” kata AKP Ikrar, Jumat (15/7/2016).

Jumlah tersebut, katanya, hanya permohonan pembuatan SIM baru. Sementara itu, total permohonan untuk pengurusan perpanjangan, mutasi masuk dan ke luar, hingga peningkatan golongan SIM mencapai angka 300 hingga 400 pemohon setiap hari.

Mochammad Zazuli, perantauan Jakarta asal Kayen mengatakan, ia harus membuat SIM karena usianya sudah 18 tahun. Selain itu, ia memanfaatkan momen libur Lebaran untuk mengurus SIM. Sebab, ia setiap hari harus bekerja di Jakarta dan pulang setiap setahun sekali pada saat Lebaran.

“Mumpung masih di Pati, saya manfaatkan untuk membuat SIM. Soalnya, Sabtu besok saya harus balik ke Jakarta. Padahal, pembuatan SIM menyesuaikan KTP. Karena itu, kami manfaatkan mudik di Pati ini untuk membuat SIM, sebelum balik Jakarta,” ungkap Zazuli.

Hari ini, Zazuli dinyatakan lolos tes pembuatan SIM, setelah melewati ujian teori dan praktik. Dalam ujian praktik, Zazuli hanya melakukan satu kesalahan, yaitu satu patok pembatas jatuh.”Beruntung sekali, karena saya hanya membuat satu kesalahan sehingga dinyatakan lulus. Kalau buat dua kesalahan saja, saya harus mengulang ujian praktik pada 28 Juli 2016. Padahal, saya harus mulai balik ke Jakarta besok,” pungkasnya.

 

Editor : Kholistiono

 

Polwan Cantik Ini Rela Punguti Sampah di Objek Wisata Karang Jahe Rembang

Polwan sedang memunguti sampah yang berserakan di objek wisata Karang Jahe Rembang (Dok. Humas Polres Rembang)

Polwan sedang memunguti sampah yang berserakan di objek wisata Karang Jahe Rembang (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Beberapa personel polisi wanita (polwan) terlihat memunguti sampah yang berserakan di kawasan wisata Karang Jahe Rembang. Mereka rela berpanas-panasan dan tak peduli tangan kotor.

Kapolres Rembang AKBP Suigarto menyampaikan, hal tersebut merupakan salah satu bentuk revolusi mental. Apalagi, Polri sebagai pelopor tertib sosial di ruang publik , harus bisa memberi contoh kepada masyarakat.

“Dalam rangka merevolusi mental anggota, salah satunya dengan menerapkan program gerakan pungut sampah (GPS). Gerakan ini harus tertanam di jiwa para anggota Polres Rembang . Apabila anggota melihat , menemukan sampah, baik berupa apapun seperti, plastik, puntung rokok ataupun dedaunan yang kering diharuskan memungutnya dan kemudian memasukannya ke ke ranjang sampah,” ujar Kapolres.

Apalagi menurutnya, objek wisata pantai di Rembang saat libur panjang Lebaran tahunh ini , terdapat puluhan ribu pengunjung yang datang. Hal ini, katanya, berdampak terhadap adanya sampah yang berserakan di mana – mana .

“Untuk itu, kita berikan contoh kepada masyarakat untuk gerakan pungut sampah ini.  Program GPS ini, diharapkan akan membawa perubahan-perubahan pada diri anggota, yaitu untuk lebih tertib, bersih dan disiplin. Anggota yang semula acuh pada keadaan sekitar, perlahan akan menjadi peduli akan kondisi di sekitarnya,” ungkapnya.

Pihaknya selalu menekankan kepada anggota untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya. “Sesama anggota harus bisa saling mengingatkan. Melalui gerakan pungut sampah ini, akan menumbuhkan sikap disiplin anggota dan kepekaannya terhadap apa yang ada di sekitar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Biar Tetap Bugar, Ini yang Dilakukan Polres Rembang Terhadap Tahanan

Para tahanan Polres Rembang sedang melakukan senam ringan (Dok. Humas Polres Rembang)

Para tahanan Polres Rembang sedang melakukan senam ringan (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran badan, sebanyak 13 orang tahanan yang berada di ruang tahanan Polres Rembang menggelar olahraga bersama yang dipimpin Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Ipda Masriyadi , Rabu (13/7/2016) pagi.

“Senam ringan ini dilakukan bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan para tahanan selama berada di dalam ruang tahanan sekaligus agar badan tetap sehat dan bugar. Dengan pola tersebut, diharapkan semua tahanan tetap sehat tidak merasa jenuh namun merasa aman dan nyaman selama beberapa di dalam ruang tahanan,” ujar Ipda Masriyadi.

Kegiatan olahraga yang selalu rutin dilaksanakan setiap hari ini disambut baik oleh para tahanan, karena mereka dapat berolahraga mengeluarkan keringat selama beberapa lama berada di dalam tahanan.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menekankan terhadap anggotanya, khususnya Satuan Tahti dan Jaga Tahanan agar selalu mengawasi sekaligus memperlakukan tahanan dengan baik.

“Mungkin orang kurang simpatik terhadap para pelaku kejahatan dengan melekatnya sebuah label tersangka. Bahkan mungkin mereka tidak lagi dihiraukan saat kembali hidup normal di masyarakat, namun kewajiban kita sebagai sesama manusia, yakni memperlakukan mereka sesuai haknya,” kata Kapolres.

Menurutnya, pelayanan terhadap tahanan yang berstatus sebagai tersangka dalam proses penyidikan, tidak hanya sebatas pada personalnya saja, tetapi juga harus mendapatkan pelayanan kesehatan agar kondisi tubuh tetap bugar, seperti mengajak tahanan untuk olahraga bersama.

“Untuk memberikan pelayanan di tahanan Polres Rembang , tidak hanya sebatas pada kewajiban saja, tapi mereka juga perlu mendapatkan hak pelayanan untuk pemenuhan kesehatan, agar kondisi tahanan tidak rentan terhadap penyakit. Karna itu perlu dilakukan penyegaran melalui olahraga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Puluhan Personel Kepolisian Disiagakan untuk Pantau Arus Balik di Jalur Pantura Rembang

Beberapa petugas Satlantas Polres Rembang sedang mengatus arus lalu lintas (Dok.Humas Polres Rembang)

Beberapa petugas Satlantas Polres Rembang sedang mengatus arus lalu lintas (Dok.Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Puluhan personel kepolisian dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rembang disiagakan untuk memantau arus balik di Jalur Pantura Rembang. Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi terlihat memantau langsung arus lalu lintas di Jalur Pantura Rembang dan mengecek pelaksanaan tugas anggotanya yang bertugas pengaturan arus lalu lintas.

“Situasi arus lalu lintas pada arus balik Lebaran ini ramai lancar. Peningkatan volume kendaraan dari arah timur ( Surabaya ), walaupun padat namun tidak terjadi kemacetan.  Jumlah kendaraan kan selalu bertambah tiap tahun. Namun demikian, Jalur Pantura Rembang ramai lancar, sehingga para pemudik yang hendak kembali lagi ke tempat asalnya tidak perlu khawatir sepanjang mengikuti aturan berlalulintas ,” katanya,

Dia mengaku hingga saat ini pihaknya belum ada menerima laporan atau kendala selama Pelaksanaan Operasi Ramadniya Candi 2016, khususnya di wilayah hukum Polres Rembang. “Kita juga sudah menyiapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas, jika pada jalur utama mengalami kemacetan karena ada tradisi Syawalan di Taman Kartini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kisah Brigadir Wiwik, Polisi di Rembang yang Nyambi jadi Tukang Sedot WC

Brigadir Wisnu Santoso saat menjalani pekerjaan sampingan sebagai tukang penyedot WC (Dok Humas Polres Rembang)

Brigadir Wisnu Santoso saat menjalani pekerjaan sampingan sebagai tukang penyedot WC (Dok Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah ada polisi nyambi jadi pemulung di Malang, dan polisi yang juga nyambi jadi tukang tambal ban di Makassar, kini ada juga polisi yang nyambi jadi tukang sedot WC di Rembang. Ia adalah Brigadir Wisnu Santoso, yang bertugas di Polsek Lasem.

Saat jam dinas, Brigradir Wisnu Santoso atau yang akrab dipanggil Wiwik siaga di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Lasem. Mulai dari mengecek buku laporan, menulis daftar anggota yang piket, maupun berkoordinasi dengan sesama anggota lainnya, terkait kondisi Kamtibmas.

Kemudian, di luar jam kerjanya sebagai polisi, pria yang tinggal di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem ini nyambi sebagai tukang penyedot WC. Tiap kali ada orderan menyedot WC, praktis Wiwik tak punya banyak waktu untuk istirahat. Tak berselang lama, baju seragamnya berganti kaos.

Bapak tiga anak ini memiliki semangat menjaga profesionalitas yang patut diapresiasi. Brigadir Wiwik dianggap pandai memanfaatkan peluang untuk mendapatkan pendapatan lebih di luar pendapatan pokok di kepolisian.“Saya melakukan itu sebagai upaya mencari uang tambahan guna keperluan keluarga. Selain itu, dengan cara seperti ini, waktu juga tak terbuang percuma,” ujarnya.

Katanya, ia akan terus melanjutkan profesi ganda ini dengan tetap bertugas di kepolisian dan sisa waktunya untuk penyedot WC. Pekerjaan sampingan ini, katanya, sudah lebih 6 tahun digelutinya.

Ia tegaskan, pekerjaan tambahan itu tidak sampai mengganggu tugas utamanya sebagai anggota Polri. Sebab, ia hanya menerima job menguras WC setelah lepas piket dari Mapolsek Lasem. Biasanya saat menjalankan pekerjaan sebagai tukang sedot WC, Brigadir Wiwik dibantu dua orang pekerjanya. Bau menyengat dari tinja tidak dihiraukan, karena yang terpenting adalah mencari penghasilan yang halal buat istri dan tiga putranya.

Brigadir Wisnu Santoso sedang bertugas di SPK Polsek Lasem (Dok Humas Polres Rembang)

Brigadir Wisnu Santoso sedang bertugas di SPK Polsek Lasem (Dok Humas Polres Rembang)

Menurutnya, ide awal sebagai penyedot WC yakni pada tahun 2010 lalu. Saat itu, Brigadir Wiwik sering melihat mobil tinja yang melintas di depan rumahnya. “Nah, lantaran sering mondar-mandir, terlintas di pikiran saya untuk merintis usaha sebagai penyedot WC, dan setelah terjun, ternyata usaha sampingan itu berjalan lancar. Sekali order biasanya dapat penghasilan Rp 500 ribu,” katanya.

Bahkan karena pekerjaan sampingannya tersebut, Brigadir Wiwik mendapatkan julukan di masyarakat dan teman-teman sejawatnya sebagai Wiwik Septc Tank.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kapolsek Lasem AKP Eko Budi Santoso menganggap Brigadir Wisnu sebagai sosok polisi pekerja keras. Aktivitas kedinasan tak pernah diabaikan. Ia pribadi sempat kaget, ketika mengetahui anggotanya tersebut juga merangkap menjadi tukang sedot WC.

“Tentunya kami memberikan dorongan semangat bagi Brigadir Wisnu Santoso. Dia memiliki semangat untuk melindungi dan mengayomi masyarakat, sekaligus semangat mencari tambahan penghasilan halal, demi menghidupi keluarga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Setiap Tiga Jam, Seribu Kendaraan Lewati Jalur Pantura Kudus

kudus-arus balik (e)

Ribuan kendaraan melintas jalur pantura Kudus pada arus balik yang mencapai puncaknya pada Sabtu (9/7/2016) malam hingga Minggu (10/7/2016) pagi. MuriaNewsCom (Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Arus balik Lebaran 2016 sudah dimulai sejak Sabtu (9/7/2016) kemarin. Dalam satu jamnya, kendaraan yang melintasi jalur pantura Kudus mencapai seribu kendaraan.

Kendaraan yang lewat itu memang didominasi kendaraan pribadi. Berdasarkan catatan atau data dari Posko Mudik Terminal Induk Jati Kudus, ribuan kendaraan sudah melintas pada Sabtu pagi hingga malam hari.

Kepala Jaga Posko Mudik Terminal Induk Jati Kudus Ipda Uji Andi H
mengutarakan, untuk arus balik Lebaran saat ini masih terbilang ramai lancar.

”Kalau dari pantauan dan pengamatan kita, kurang lebih ada sekitar 1000-an mobil  per tiga jamnya, yang sudah mulai perjalanan arus balik. Yakni dari daerah timur seperti Surabaya menuju ke Jakarta,” terangnya, Minggu (10/7/2016).

Dia menilai, arus balik meningkat pada Sabtu malam. Diperkirakan aurs balik terjadi semalam, di mana kendaraan yang melintas semakin padat saja. Ribuan kendaraan lewat setiap satu jamnya.

”Semalam memang puncak arus balik. Karena diketahui bahwa Senin (11/7/2016), pegawai sudah harus kembali bekerja. Sehingga mereka memilih pulang lebih cepat,” katanya.

Namun menurut Ipda Andi, masih terlihat juga kendaraan dengan pelat polisi Jakarta, yang melintas menuju ke arah timur atau Surabaya. Diperkirakan mereka ini adalah yang memilih mudik hari-hari terakhir libur Lebaran.

Sejauh ini, situasi arus lalu lintas di jalur pantura Kudus, masih terbilang ramai lancar. Dari sekitar 3.000-3.500 an kendaraan yang melintasinya, kendaraan roda dua masih terbilang tidak banyak.

”Kalau kendaraan roda dua belum terlalu signifikan. Hanya beberapa saja. Tidak banyak. Yang banyak memang kendaraan pribadi. Kebanyakan memang memakai kendaraan pribadi untuk mudik, ya,” imbuhnya.

Editor: Merie

Hari Ini Arus Balik Diperkirakan Akan Dimulai

Jpeg

Kepala Jaga Posko Mudik Terminal Induk Jati Kudus Ipda Suwondo sedang memberikan penjelasan arah menuju Surabaya kepada pemudik yang berasal dari Tangerang. MuriaNewsCom (Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Arus balik memang belum dimulai. Namun saat arus mudik beberapa waktu lalu, puluhan ribu kendaraan melintasi jalur Kudus yang merupakan jalur pantura.

Kepala Jaga Posko Mudik Terminal Induk Jati Kudus Ipda Suwondo mengatakan, arus mudik bahkan masih terlihat hingga Kamis (7/7/2016) kemarin.

”Dari pantauan kami, kendaraan yang melintas mencapai 30-40 ribu kendaraan pribadi, yang melintasi Kudus. Jadi, kami perkirakan arus mudik memang masih terjadi saat Kamis kemarin,” terangnya.

Jumlah puluhan ribu kendaraan itu, termasuk mobil probadi dan motor. Ini terlihat dari nomor polisi yang tertera, di mana banyak yang merupakan nomor polisi luar kota.

Suwondo mengatakan, untuk arus balik diperkirakan akan berlangsung mulai Jumat (8/7/2016) atau hari ini. ”Soalnya pada Senin (11/7/2016) mendatang, sudah masuk kerja. Kemungkinan banyak yang akan balik pada Jumat ini,” jelasnya.

Untuk penjagaan di posko sendiri, menurut Suwondo, ada kurang lebih 35-40 personel yang bergantian jaganya. Jumlah tersebut terdiri dari 11 personel dari pihak kepolisian. ”Dan selebihnya terdiri dari BPBD, TNI, PMI, maupun
relawan lainnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk arus lalu lintas terbilang ramai lancar. Suasana juga kondusif selama Lebaran kemarin. Pihaknya terus memantau kondisi wilayah di sekitar posko mudik.

”Terlebih bagi pemudik yang bersepeda motor, kami imbau supaya istirahatnya cukup. Baik sore atau malam hari. Dan malam hari sangat berisiko untuk perjalanan pemudik motor. Sehingga harus dijaga staminanya,” imbuhnya.

Editor: Merie