Kader Partai Nasdem Datangi KPU Kudus untuk Konsultasi Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Kader Partai Nasdem saat berkonsultasi di KPU Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah kader Partai Nadem datang ke Kantor KPU Kudus, Rabu (30/8/2017) sore. Tujuan mereka adalah untuk berkonsultasi ihwal syarat pendaftaran bakal calon bupati.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, kader Partai Nasdem datang secara langsung untuk konsultasi mengenai cara mendaftar sebagai calon bupati lewat jalur independen. Mereka yang datang di antaranya aktifis Sururi Mujib, dan Muhtamat.

“Mereka konsultasi calon perseorangan. Jadi kami jelaskan bagaimana syarat dan tata cara mendaftar sebagai calon perseorangan,” katanya usai bertemu dengan kader  Partai Nasdem.

Dijelaskan, mengenai persyaratan hingga kini belum final. Rencananya, finalnya persyaratan akan diumumkan pada 10 September 2017. Hanya secara garis besar, dijelaskan kalau hendak mendaftar sebagai perseorangan dapat mengumpulkan KTP elektronik sekitar 45 ribu.Jumlah tersebut, harus terkumpul lebih dari 50 persen wilayah di Kabupaten Kudus.

Disinggung mengenai calon, pihaknya tak tahu mana yang akan mendaftar. KPU hanya melayani siapa yang hendak konsultasi. Sejumlah pihak juga telah konsultasi ke KPU tentang persyaratan calon individu. Sebelumnya ada Hartoyo, Sugeng Suharto dan Sri Berdikari.

Sementara, Sururi Mujib membenarkan kalau kedatangannya memang untuk berkonsultasi mengenai pendaftaran perseorangan. Hanya untuk siapa nama calon itu, dia masih belum bisa menjelaskan. “Iya intinya berkonsultasi bagaimana syarat daftar individu. Soal calon, bisa saya kan,” jawabnya singkat

Editor : Akrom Hazami

3 Kios di Bugel Jepara Terbakar  

Petugas melakukan pemadaman kebakaran di Bugel, Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kebakaran melanda sebuah kompleks pertokoan di Desa Bugel, RT/RW : 11/3, Kecamatan Kedung, Jepara, Rabu (30/8/2017) sore. Akibatnya, tiga toko yang digunakan sebagai bengkel, studio foto dan pangkas rambut ludes.

Elya Farida warga setempat mengatakan, api kali pertama terlihat dari bengkel yang terletak di sisi utara. Setelah itu si jago merah merembet ke sisi selatan yakni studio foto dan tempat pangkas rambut. 

“Pertama kali api diketahui oleh istri yang punya studio foto. Ketika dia tengah salat, di dalam ruang studio mendengar ada suara, ketika ditengok ternyata api sudah membesar. Lalu ia keluar dan saya berusaha menolong, namun tidak bisa karena takut,” katanya. 

Saat itu, menurut Elya bengkel dan tempat pangkas rambut sudah tutup. Sementara jarum jam menunjuk pukul 15.15 WIB, saat kebakaran terjadi.  “Ada suara ledakan juga, sebanyak tiga kali. Apinya besar sekali, Kemungkinan dari kompresor dan dua komputer yang ada di studio foto,” tutur dia. 

Beruntung kejadian itu tak merembet ke kompleks pertokoan lain, yang berada di selatan lokasi kejadian. Tim pemadam kebakaran menurunkan lima mobil damkar beserta tanki penyuplai air. 

Kabid Pemadam Kebakaran Surana mengatakan, akibat kejadian tersebut kerugian ditaksir Rp 200 juta. Adapun pemilik kios bengkel diketahui bernama Saefurahman, sedangkan studio foto milik Ali Ridho dan kios potong rambut milik Sunarto.

“Untuk penyebabnya diduga karena korsleting listrik dan tidak menimbulkan korban jiwa,” urainya. 

Editor : Akrom Hazami

Penyebrangan ke Karimunjawa Jepara Tak Terpengaruh Tinggi Gelombang Laut

Warga melihat kapal penyeberangan ke Karimunjawa Kabupaten Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Penyebrangan kapal ke Karimunjawa tidak terpengaruh gelombang di Laut bagian utara Jawa Tengah. Praktis layanan hilir mudik ke pulau terluar Kabupaten Jepara itu, tidak mengalami gangguan. 

“Satu sampai dua hari yang lalu memang gelombang kencang bisa mencapai 1,5 meter sampai 2 meter. Namun kapal kita bisa mengatasi tinggi gelombang sampai maksimal 2,5 meter, jadi masih aman,” kata Manajer Cabang Jepara PT Pelayaran Sakti Makmur Sugeng Riyadi, sebagai operator Kapal Express Bahari, Rabu (30/8/2017). 

Ia mengatakan, dengan kondisi tersebut tidak memengaruhi pelayanan penyebrangan pada long weekend  pada libur hari raya Idhul Adha, yang jatuh pada 1-2 September 2017. Menurutnya, pihaknya sudah membuka reservasi untuk keberangkatan pada tanggal-tanggal tersebut. 

Terpisah, Kepala Seksi Pelabuhan Penyebrangan Kartini Supomo menyebut, berdasarkan informasi teranyar yang diperolehnya tinggi gelombang kini sudah menurun.  “Seminggu kemarin memang terjadi peningkatan tinggi gelombang, namun minggu ini sudah menurun sekitar 1 meter 1,25 meter,” katanya. 

Dikutip dari laman BMKG, tinggi gelombang di utara Jawa Tengah per hari ini berkisar di angka 0,5-1,25 meter. Adapun dari segi cuaca, diperkirakan cerah berawan dengan suhu sekitar 25-34 derajat celcius.

Editor : Akrom Hazami

Bak Film Laga, Istrinya Dijambret, Suami Kejar Pelaku Sampai Ampun-Ampun di Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano juga memberikan penghargaan pada pasangan suami istri pemberani, Warsidi (35) dan Fina Nuryanti (32), warga Desa Bugel, Kecamatan Godong. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasangan suami istri pemberani, Warsidi (35) dan Fina Nuryanti (32), warga Desa Bugel, Kecamatan Godong, Grobogan, ini patut diacungi jempol. Mereka berhasil mengejar pelaku penjambretan.

Peristiwa penjambretan itu terjadi saat Warsidi yang berboncengan dengan istrinya melintas di jalan raya Godong-Semarang. Tepatnya, masuk wilayah Desa Ketitang, Kecamatan Godong sekitar pukul 09.45 WIB.

Saat melaju dari arah barat menuju Godong, tiba-tiba ada dua orang pengendara motor Yamaha Vixion yang mendekat. Setelah itu, orang yang membonceng mendadak menyambar kalung yang dikenakan Fina. Begitu dapat kalung yang diincar, pelaku langsung berusaha kabur ke arah Purwodadi.

Melihat penjahat kabur, Warsidi berusaha mengejar dan Fina terus berteriak minta tolong warga. Beberapa saat kemudian, Warsidi akhirnya berhasil mendekati motor pelaku. Setelah itu, motor pelaku ditendang sekuat tenaga.

Tindakan ini mengakibatkan pelaku terjatuh dari motornya. Sebelum berhasil kabur lagi, kedua penjahat itu akhirnya berhasil diringkus polisi dibantu warga sekitar

Atas sikap beraninya, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memberikan apresiasi khusus pada pasangan suami istri pemberani itu.

Penghargaan itu diberikan karena aksi yang dilakukan suami istri ketika jadi korban penjambretan beberapa hari lalu. Berkat keberaniannya, dua pelaku penjambretan akhirnya bisa diamankan berikut hasil kejahatan, berupa kalung emas yang dipakai Fina.

“Tindakan yang dilakukan bapak dan ibu ini patut kita apresiasi. Berkat keberaniannya, pelaku kejahatan itu akhirnya bisa ditangkap. Begitu juga dengan kalungnya juga bisa diamankan,” kata Satria, usai menyerahkan penghargaan sejumlah uang tunai pada suami istri pemberani itu.

Menurut Satria, pelaku penjambretan itu diketahui merupakan warga Demak. Yakni, Kasmiran alias Tukul (32), Warga Kecamatan Karangawen, dan Nyoto Priyono alias Muntu (29), warga Kecamatan Mranggen.

“Dalam proses penyidikan, kedua pelaku ternyata pernah melakukan aksi serupa di wilayah Kecamatan Godong. Yakni, pada bulan Maret dan Juli tahun 2017,” imbuh Kasat Reskrim AKP Suwasana. 

 

Editor : Akrom Hazami

Polisi Grobogan Temukan Truk Hilang, Ini Reaksi Mengejutkan Si Pemilik

Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi terlihat ceria sesaat sebelum kendaraannya yang hilang diserahkan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perasaan gembira dirasakan Siswanto, warga Desa Candisari, Kecamatan Purwodadi. Kegembiraan itu muncul setelah kendaraan truknya yang hilang beberapa bulan lalu akhirnya berhasil ditemukan dan dikembalikan. Pengembalian barang bukti kejahatan pada pemiliknya itu dilakukan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Rabu (30/8/2017).

“Berkat kerja keras dari anggota dan dukungan masyarakat, truk yang dicuri akhirnya bisa ditemukan. Lain kali, harap berhati-hati dan melengkapi kendaraan dengan kunci pengaman tambahan,” kata Satria saat menyerahkan replika kunci pada korban pencurian pada bulan April lalu itu.

Dalam kesempatan itu, Satria juga menyerahkan satu barang bukti kejahatan berupa sepeda motor pada pemiliknya. Sepeda motor Yamaha Vixion milik warga Kecamatan Grobogan itu dicuri orang pada bulan Februari 2015.

Menurut Satria, dalam kegiatan Operasi Jaran Candi 2017 yang dilangsungkan 27 Juli hingga 15 Agustus, pihaknya berhasil mengungkap 11 kasus curanmor di berbagai kecamatan. Dari pengungkapan kasus ini, ada 13 tersangka yang diamankan.

Kemudian, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan. Antara lain, 11 unit sepeda motor, 1 truk, dan peralatan yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

“Selain kasus curanmor, kita juga mengungkap kasus penjambretan dan penganiayaan. Pelaku dan barang bukti hasil kejahatan berhasil kita amankan,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Kantor BPN Pati Pun Ikut Digeledah Tim Saber Pungli, Apa Hasilnya?

Polisi yang tergabung dalam Tim Saber Pungli memeriksa dokumen di loket pelayanan Kantor BPN Pati, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati juga digeledah polisi bersama Tim Saber Pungli Pati, Rabu (30/8/2017). Penggeledahan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang menyebut ada indikasi pungutan di sana.

“Informasi yang kami terima dari masyarakat, ada pungli di Kantor BPN Pati. Kami langsung mendatangi kantor tersebut dan melakukan penggeledahan di loket-loket pelayanan masyarakat,” kata Ketua Tim Saber Pungli Pati Kompol Sundoyo.

Dari hasil penggeledahan, polisi tidak menemukan adanya indikasi pungli. Pelayanan di BPN Pati diakui sudah berjalan sesuai dengan prosedur dan administrasi.

Tak hanya penggeledahan dokumen, polisi juga bertanya kepada sejumlah pengunjung yang sedang mengurus di BPN Pati. Mereka mengaku tidak ada pungli di sana.

Namun, Kompol Sundoyo melihat papan pengumuman prosedur pengurusan di BPN Pati tidak begitu jelas. Karena itu, ia meminta kepada Kepala BPN Pati untuk memasang agar masyarakat tahu.

Baca juga : Edaan…Makelar di Pelabuhan Juwana Ini Bahkan Punya Kantor Khusus

Menanggapi hal itu, Kepala BPN Pati Yoyok Hadimulyo Anwar akan segera melakukan evaluasi penempatan poster prosedur pengurusan di BPN Pati. “Sebetulnya sudah ada, tapi kami kesulitan mau menempel di mana, nanti akan kami benahi,” kata Yoyok.

Penggeledahan di Kantor BPN Pati sempat membuat banyak pegawai dan pengunjung kaget. Namun, pegawai mempersilakan untuk melakukan pemeriksaan, setelah Kompol Sundoyo mengenalkan diri sebagai Tim Saber Pungli.

Editor : Ali Muntoha

DPRD Kudus Mau Bantu Pengusaha Air Pegunungan Muria, Asal…

Ketua DPRD Kudus Masan (baju biru) saat mendengarkan keluh kesah pengusaha air pegunungan Muria di kantor dewan, Rabu.  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus menerima kedatangan pengusaha air pegunungan Muria, Rabu (30/8/2017). Dewan juga memberikan solusi kepada mereka. Diketahui, sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus. Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Kudus Masan menemui mereka secara langsung. Masan meminta mereka memproses izinya terlebih dahulu. “Dalam surat tersebut sudah dijelaskan diminta mengurus izin. Ada item satu hingga sembilan yang harus dilengkapi. Kalau ada yang sudah mengurus izin minimal tujuh item saja, maka kami bisa membantu memintakan untuk memberikan kelonggaran,” katanya kepada pengusaha air di ruang komisi C DPRD Kudus.

Masan menilai tak sulit jika pengusaha air berniat mengurus izin. Termasuk mengisi pendaftaran di BBWS, mengusulkan izin, peta bangunan dan sebagainya. Hal itu hendaknya dipatuhi. Tugas DPRD adalah mengayomi masyarakat. Dewan mau mengayomi, dengan syarat pengusaha patuh aturan.

Menurutnya, semua pengusaha harus patuh sesuai prosedur. Dalam hal ini, soal pengurusan izin. Jika proses tak dilakukan maka itu sama saja menyalahi aturan. “Saya tunggu hari ini atau besok, bagi yang sudah mengurus dapat diserahkan ke ruangan saya. Kalau tidak ada, berarti belum mengurusnya,” ujarnya.

Masan menambahkan, sebenarnya para pelaku bisnis eksploitasi air pegunungan merupakan usaha yang mahal. Investasi yang dikeluarkan juga tak sedikit bahkan mencapai ratusan juta. Seperti membeli truk tangki saja, itu sudah memakan biaya ratusan juta. Begitu pula dengan hal-hal lainya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan

Bupati Grobogan Minta CSR Perusahaan Juga untuk Bangun Infrastruktur

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan paket gizi untuk siswa SD di Kecamatan Godong. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar perusahaan yang ada di wilayahnya bisa menyisihkan sebagian dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Hal itu disampaikan Sri Sumarni saat menghadiri acara Japfa4Kids yang diselenggarakan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk unit Grobogan, yang dilangsungkan di obyek wisata Api Abadi Mrapen, Rabu (30/8/2017).

Menurut Sri, upaya yang dilakukan PT Japfa sejauh ini dinilai sudah cukup bagus. Yakni, berkomiten terhadap dunia pendidikan dan penambahan gizi siswa SD dari alokasi dana CSR.

Meski demikian, ia berharap agar sebagian dana CRS bisa disalurkan untuk pekerjaan fisik. Misalnya, mendukung perbaikan jalan kampung, membuat taman bermain anak-anak dan bedah rumah tidak layak huni.

“Harapan saya, dana CSR perusahaan bisa disalurkan untuk kegiatan fisik. Terutama, di wilayah tempat perusahaan itu berdiri. Jika ini dilakukan maka ada manfaat langsung yang akan dirasakan masyarakat di sekitar perusahaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pula acara penyerahan berbagai bantuan pada sekolah dan siswa. Antara lain, paket gizi, pelengkapan P3K, alat pengukur tinggi dan berat badan. Selain itu, acara juga dimeriahkan gebyar budaya, lomba masak, lomba catur dan pemeriksaan kesehatan.

Editor : Ali Muntoha

Edan…Makelar di Pelabuhan Juwana Ini Bahkan Punya Kantor Khusus

Tim Saber Pungli mendatangi makelar yang beroperasi di sebelah Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tim Saber Pungli Kabupaten Pati yang dipimpin Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menemukan makelar yang mangkal di kawasan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana, Rabu (30/8/2017).

Makelar tersebut memiliki kantor yang jaraknya hanya beberapa meter dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana. Saat ditanya petugas, dia mengenalkan diri dengan nama Kliwon.

Namun, setelah dicecar petugas, dia baru mengaku bila namanya Karyanto. Di kantor tersebut, Karyanto melayani berbagai macam pengurusan surat.

Salah satu pelayanan yang diberikan, antara lain SIUP, SIPI, surat laut, pengesahan surat ukur internasional, sertifikat garis muat, balik nama gros akte, dan halaman tambahan. Sayangnya, tidak ada pengunjung yang menggunakan jasanya saat Tim Saber Pungli memeriksanya.

Saat ditanya apakah Karyanto menyetor sejumlah uang kepada pegawai Kantor Pelabuhan Juwana untuk memuluskan profesinya sebagai makelar, dia hanya tersenyum dan tidak menjawabnya. Kompol Sundoyo lantas memerintahkan anggota Tim Saber Pungli untuk melakukan investagasi lebih lanjut.

“Kami memerintahkan kepada tim deteksi untuk melakukan investasi lebih lanjut apakah ada jaringan makelar yang melibatkan pegawai kantor pelabuhan. Sebab, kami menemukan adanya prosedur pengurusan surat di kantor pelabuhan yang sengaja tidak transparan,” ungkap Kompol Sundoyo.

Baca juga : Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Menurutnya, informasi prosedur pengurusan surat ada indikasi dibuat tidak transparan, agar menggunakan jasa makelar yang sudah bekerja sama dengan pegawai. Hanya saja, pihaknya belum menemukan bukti yang menguatkan indikasi tersebut.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurus surat-surat di kantor pelabuhan secara langsung, tanpa menggunakan jasa perantara. Bila sudah mengurus surat di kantor secara langsung tapi ada pungutan, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak segan melaporkan kepada Tim Saber Pungli di Mapolres Pati.

“Pegawai sudah digaji negara. Kalau masih saja melakukan pungutan kepada masyarakat, artinya mereka menghianati negara. Ini harus diberantas sampai akar-akarnya,” tandas Kompol Sundoyo.

Editor : Ali Muntoha

September Krisis Air di Jepara Diprediksi Semakin Parah

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Krisis air  bersih di Jepara diperkirakan meluas di bulan September 2017. Hal itu disebutkan oleh Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara Jamaludin, Rabu (30/8/2017). 

Prediksi tersebut dikatakannya melihat kondisi cuaca yang sangat panas dan mentari yang terik. “Diperkirakan pada bulan September akan banyak desa yang mengajukan bantuan air bersih. Hal itu terutama bagi yang menjadi langganan krisis air bersih,” kata dia. 

Menurutnya, saat ini baru tiga desa yang mengalami krisis air bersih. Yakni Desa Kedung Malang dan Kalianyar yang ada di Kecamatan Kedung dan Raguklampitan di Kecamatan Batealit.

Jamaludin menjelaskan, bantuan air bersih dilakukan dua kali dalam sepekan pada dua desa di Kecamatan Kedung. Sementara itu di Raguklampitan, droping air dilakukan sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Untuk mengatasinya, BPBD Jepara telah menyiapkan khusus untuk memberikan bantuan air bersih. Namun demikian, langkah tersebut dilakukan untuk penanggulangan jangka pendek. Untuk langkah lebih lanjut seperti pembuatan sumur pantek, hal itu belum bisa dilakukan. 

Editor : Ali Muntoha 

BIKIN HEBOH, Undangan Nikah Tiru Gaya Para Calon Bupati Kudus

Undangan pernikahan unik. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Calon pengantin di Kudus ini mencuri perhatian warga, lantaran unggahan foto undangan pernikahan mereka di media sosial, Facebook, beberapa waktu terakhir. Undangan pernikahan mereka meniru gaya sejumlah bakal calon bupati setempat.

Sebagaimana diketahui Kudus akan menggelar pemilihan bupati, pada 2018. Sejak sekarang, para bakal calon bupati dan wakil gencar memasang publikasi. Terutama berupa baliho. Tidak heran jika baliho bergambar mereka telah terpasang hampir di sebagian besar sudut Kota Kretek.

Gaya para calon bupati yang terpampang di baliho rupanya berdampak munculnya inspirasi Pungky Octavia Nurul Hidayah (21) warga Ngembal Kulon, Jati, dan Muhammad Himam Aula (23) warga Gebog, membuat undangan pernikahan. Mereka meniru gaya para bakal calon bupati.

Di foto undangan pernikahan, sosok mempelai laki-laki meniru gaya calon bupati Umar Ali atau Mas Umar. Lengkap dengan tulisan Mas Himam dengan bentuk tulisan mirip dengan yang dipakai di baliho Mas Umar. Pada foto mempelai perempuannya meniru gaya calon bupati Sumiyatun. Dengan mengenakan jilbab merah dan jas hitam. Di fotonya juga tertulis Impian Kesejahteraan yang mirip jargon Indonesia Hebat yang dipakai di baliho calon bupati Sumiyatun.

Dalam undangan juga terdapat hastag bertulisan #temaniakuhidup. Hastag tersebut  mirip dengan tagline calon bupati Kudus Masan, yang mengusu hastag #temaniakuberjuang. Mereka juga mengangkat tema pernikahan bertajuk Menaksir Masa Depan.

Kepada MuriaNewsCom, Pungky mengaku jika gaya para calon Bupati Kudus telah menginspirasinya. Dia meniru gaya calon bupati untuk kebutuhan sampul undangan pernikahannya. “Waktu melihat sudah suka dengan gayanya. Akhirnya saya dengan calon (suami) saya berunding, dan memutuskan untuk membuat undangan semacam itu,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/8/2017).

Undangan tersebut, kata dia, mendapat sejumlah respons beragam dari temannya. Tidak sedikit teman yang kaget dengan gaya undangan pernikahannya. Sebagian besar teman juga berpendapat jika undangan pernikahannya unik.

Editor : Akrom Hazami

Tinggal di Dapur dengan Atap Ambrol, Pasangan Jompo di Jepara Ini Girang Dibikinkan Rumah

Relawan Jepara Rescue membangun rumah untuk Sanimun (75) dan Rasmi (70), pasangan jompo di Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sanimun (75) dan Rasmi (70) menyungging senyum tipis di bibir mereka, lantaran suami istri asal Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Jepara, itu dibikinkan sebuah rumah baru, Rabu (30/8/2017).

Bukan oleh pemerintah, melainkan dari komunitas relawan Jepara Rescue, yang prihatin melihat rumah mereka yang atapnya ambrol dan sudah reyot termakan usia.

Kepada MuriaNewsCom, pasangan itu berkata rumah berukuran 4×6 itu dulunya adalah sebuah dapur. Sebetulnya mereka memiliki rumah yang lebih kokoh, namun setelah putri keempatnya menikah mereka memilih untuk memberikannya pada keluarga baru tersebut. 

“Kami berdua akhirnya memilih untuk tinggal di bangunan dapur. Sementara rumah kami ditinggali putri saya,” ucap Rasmi, yang memiliki empat orang anak, enam cucu dan satu cicit.

Namun sebulan belakangan, atap bangunan yang kini ditempati Sanimun dan Rasmi atapnya ambrol. Sehingga bila malam tiba, pasangan itu harus tidur di rumah anaknya, yang terletak bersebelahan. 

“Mulanya kayu usuknya rusak, saat mau dibersihkan malah ambrol. Sehingga setiap malam selepas waktu Isya, saya dan suami saya tidur di rumah anak saya,” tambah warga RT/RW : 16/3 Desa Bawu itu.

Pasangan Sanimun (75) dan Rasmi (70). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Rupanya hal itu didengar oleh relawan Jepara Rescue, yang kemudian menginisiasi bantuan berupa pembuatan rumah sederhana. Ahmad Muhlisin, ketua komunitas tersebut mengatakan, rumah sederhana tersebut memiliki rangka besi dengan atap baja ringan.

“Untuk pondasinya berdimensi 4×10 meter. Nantinya akan memuat satu kamar tidur, teras, dapur sementara kamar mandi berada di luar. Untuk biaya bedah rumah sebesar Rp 8-10 juta, sebagian besar diperoleh dari iuran anggota kami sisanya dari perusahaan yang peduli,” kata Ahmad Muhlisin, yang biasa dipanggil Bondan oleh kawan-kawannya. 

Bondan menyebut, Sanimun dan Rasmi tergolong warga miskin. Namun belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, termasuk program rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Oleh karena itu, pihaknya berinisiatif membantu, karena kenyataan di lapangan, banyak warga miskin yang belum memeroleh haknya. Hal itu diamini oleh Abud, ketua rukun tetangga setempat.

“Dulu sudah pernah didata untuk mendapatkan bantuan renovasi RTLH dari provinsi, namun hingga sekarang belum ada realisasinya. Bantuan dari pemerintah untuk Mbah Sanimun berupa BLT atau PKH pun belum pernah mengenyam,” terangnya. 

Bila sesuai rencana, rumah baru bagi Sanimun bisa dirampungkan pada ujung hari ini. 

Sanimun mengaku hanya bisa berterimakasih atas usaha yang dilakukan kelompok relawan tersebut. Ia bahkan mengaku kaget, realisasi pembangunan rumah untuknya bisa dilaksanakan dengan cepat.

“Kalau dibilang kaget ya iya. Soalnya orang begitu banyak datang ke rumah dan mau membantu mendirikan saya,” kata Sanimun.

Editor : Ali Muntoha

Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan 

Pengusaha air melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus, Rabu (30/8/2017). Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Mardiyanto, salah seorang pengusaha air di kantor dewan mengatakan, pihaknya berharap dukungan dari wakil rakyat. Pengusaha air itu meminta waktu guna melakukan pengurusan perizinan.

“Kami di sini sifatnya memohon perlindungan dan memohon bantuan supaya bisa memperjuangkan nasib kami. Jadi supaya tidak ditutup,” kata Mardiyanto saat audiensi di ruang rapat Komisi C DPRD Kudus.

Selama ini, pengusaha menggantungkan perekonomiannya dari usaha air. Di Kudus ini terdapat 202 orang pengusaha air. Di Kajar Colo, terdapat sekitar 20 depo pengisian air. Sementara air itu berasal dari buangan warga setempat. Pengusaha memanfaatkan air buangan warga, untuk dijual ke masyarakat yang membutuhkan.

“Sebenarnya kami tak bisa disebut sebagai pengusaha karena modal yang masih kecil, berbeda dengan pabrik yang besar. Kami di sini juga tak demo, karena jika demo kami bisa datangkan massa banyak sampai ribuan,” ungkap Mardiyanto.

Dia mengklaim masyarakat setempat tak ada yang keberataan dengan usaha tersebut.Selama ini, usaha berjalan tanpa masalah. Jika ada pihak yang merasa keberatan hingga melakukan unjuk rasa, dia mencurigai jika aksi itu dilakukan karena bayaran.

Editor : Akrom Hazami

 

Kantor Pelabuhan Juwana Digeledah Tim Saber Pungli

Tim Saber Pungli mendatangi Kantor Unit UPP Kelas III Juwana untuk pemeriksaan adanya dugaan pungli, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana diperiksa Tim Saber Pungli, Rabu (30/8/2017). Semua ruangan digeledah dan diperiksa.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Pati Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, pemeriksaan Kantor UPP Kelas III Juwana tersebut melibatkan semua unsur, dari polisi, TNI, pemkab, propam, dan inspektorat.

“Ada laporan dari masyarakat yang menyebutkan adanya indikasi pungutan liar di sana. Laporan itu kami tindak lanjuti dengan memeriksa seluruh ruangan untuk menemukan barang bukti,” kata Kompol Sundoyo.

Belasan petugas Tim Saber Pungli yang datang, langsung masuk ke berbagai ruangan untuk memeriksa berkas-berkas. Sasaran utama yang diperiksa paling awal adalah ruang pelayanan umum.

Di ruangan itu, Tim Saber Pungli mencium adanya prosedur penerbitan sertifikat kelayakan pada Kantor UPP Juwana yang tidak transparan. Hanya saja, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi yang menunjukkan adanya pungli.

“Soal transparansi prosedur pelayanan masyarakat masih kurang. Tapi secara keseluruhan sudah sesuai dengan ketentuan administratif,” tambahnya.

Dia meminta kepada pegawai Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Juwana untuk melengkapi tata cara prosedur pelayanan sesuai dengan aturan.

Dengan demikian, masyarakat bisa paham dengan mudah prosedur pengurusan di UPP Juwana.

Editor : Ali Muntoha

Gudang Kayu di Jati Kudus Ludes Terbakar

Petugas pemadam dan warga bersama-sama memadamkan gudang kayu di Jati, Kudus, yang terbakar, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebakaran besar terjadi di sebuah gudang kayu di Desa Jati Kulon, RT 3 RW 3, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (30/8/2017) pagi. Api melalap habis seluruh isi gudang hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga sekitar sempat panik khawatir jika api terus membesar dan merembet ke bangunan lain.

Informasi menyebutkan, api mulai membakar gudang sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga dipicu tak normalnya mesin oven kayu yang saat itu tengah dioperasikan.

Pemilik gudang, Tri Rudi (40) mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, mesin pemanas tersebut tengah digunakan untuk mengeringkan kayu. Namun mesin oven itu bekerja terlalu over, sehingga justru membakar kayu-kayu tersebut.

“Di dalam gudang banyak kayu. Jadinya api yang sudah membakar kayu yang tengah dipanaskan. makin membesar dan sampai membakar kayu lainya. Apalagi pemanas juga masih nyala yang membuat suhu dalam gudang semakin panas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kayu yang disimpan di dalam gudang sebagian besar merupakan kayu mahoni dari berbagai ukuran. Kayu-kayu tersebut merupakan pesanan dari sejumlah toko meubel yang ada di Kudus.

Ia menaksir, kerugian yang diderita akibat peristiwa itu mencapai sekitar Rp 20 juta. Yakni kerugian kayu yang terbakar sebesar Rp 18 juta, dan bangunan sekitar Rp 2 juta.

Tri Rudi mengakui, kebakaran itu baru diketahui setelah api membesar, dan terlihat dari kejauhan. Sehingga tak bisa ditangani dengan cepat dan meminimalisasi kerugian.

Kebakaran baru berhasil dijinakkan satu jam lebih setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga, berjibaku melakukan pemadaman. Sebagian besar isi gudang sudah menjadi arang.

Editor : Ali Muntoha

Warga Kudus Meninggal saat Haji, Dimakamkan di Tanah Suci

Sulti Sanaji Ngadiman, jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang meninggal dunia di Arab Saudi. (Group WA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar duka datang dari pelaksanaan haji tahun 2017. Satu jemaah haji asal Kabupaten Kudus meninggal dunia, Selasa (29/8/2017) kemarin.

Jemaah yang meninggal dunia diketahui bernama Sulti Sanaji Ngadiman (61), warga Desa Temulus, RT 1 RW 6, Kecamatan Mejobo, Kudus. Kabar yang diterima Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, jenazah Sulti langsung dimakamkan di Arab Saudi.

Kepala Kemenag Kudus, Noor Badi mengaku mengetahui ada warga Kudus yang meninggal dunia saat haji, melalui informasi yang beredar di aplikasi WhatsApp (WA). Ia kemudian melakukan pengecekan, dan memastikan kabar tersebut benar.

“Itu kabar yang kami terima, dan panitia penyelenggara haji sudah mengurus pemakaman jenazah juga. Jadi kini jenazahnya suudah dimakamkan di sana,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom Rabu (30/8/2017).

Menurut dia, kabar tersebut baru sebatas informasi lewat handphone saja. Kini, pihak Kemenag masih menunggu surat resmi dari panitia haji di Arab Saudi.

Surat keterangan tersebut, kata dia, akan dijadikan dasar bagi Kemenag Kudus untuk memberikan kabar secara resmi kepada keluarganya di Temulus.

Meski demikian, pihaknya sudah berkordinasi dengan KUA Kecamatan Mejobo, untuk memberi kabar kepada keluarga jemaah haji tersebut. Nantinya, setelah surat resmi datang akan disampaikan secara resmi pula.

“Mendapatkan surat keterangan membutuhkan waktu hingga beberapa hari, sebelum suratnya sampai. Karena memang prosesnya lama dan panjang,” imbuhnya.

Ia berharap pihak keluarga bisa menerima kabar ini dengan tabah. Ia juga berpesan kepada jemaah haji lainnya untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibdah haji, karena kondisi cuaca di Arab Saudi cukup berat.

Editor : Ali Muntoha

3 Pantai di Jepara Ramah Difabel 

Wisatawan menikmati suasana liburannya di Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Jepara dikenal dengan destinasi wisata pantainya. Namun pertanyaannya, apakah sudah layak dikunjungi bagi saudara-saudara kita yang mengalami keterbatasan atau difabel?

Founder dan Inisiator Komunitas Sahabat Difabel Noviana Dibyantari menjawab pertanyaan itu. Baginya beberapa pantai di Jepara yang sudah bersahabat bagi difabel.  “Sudah bagus, di antaranya pantai Bandengan, Pantai Kartini dan Pantai Beringin. Kebanyakan sudah bersahabat bagi difabel,” katanya, beberapa saat lalu. 

Ia mengatakan, hal itu sudah dibuktikannya ketika mengunjungi pantai-pantai tersebut. Bahkan ia menaruh apresiasi dengan dibuatnya jalur kursi roda yang ada di Alun-alun Kota Jepara. 

“Ini (jalur kursi roda) saya kira sebuah keberpihakan pemerintah setempat untuk difabel. Bahkan di kota besar seperti Semarang belum tersedia hal seperti ini, saat ada even saja dipasang jalur bantu namun setelahnya sudah digeser,” tuturnya. 

Editor : Akrom Hazami

Mobil Polisi Wirosari Grobogan jadi Unik dan Bermanfaat bagi Korban Kekeringan

Polisi saat beraksi di dekat mobil yang didesain jadi lebih unik dan bermanfaat di daerah kekeringan di Wirosari Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan cukup menarik terlihat dalam pelaksanaan drop air di wilayah Kecamatan Wirosari, Grobogan, sejak beberapa hari terakhir. Hal ini terkait dengan adanya mobil dinas Polsek Wirosari yang ikut dikerahkan untuk menyalurkan air bersih di daerah kekeringan.

Kendaraan dinas jenis pikap ini dilengkapi tandon air di bagian bak terbuka. Tandon air warna oranye ini kapasitasnya sekitar 1.000 liter.

Dengan adanya tendon air, kendaraan ini jadi punya dua fungsi sekaligus. Yakni, untuk kegiatan patroli sekaligus memberikan bantuan air bersih pada warga yang membutuhkan.

“Sebagian wilayah Wirosari selama ini memang masuk daerah rawan kekeringan. Oleh sebab itu, kami ingin berupaya membantu masyarakat di wilayah Wirosari yang sebagian mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau,” ujar Kapolsek Wirosari AKP Tony Basuki, Selasa (29/8/2017).

Menurut Tony, modifikasi mobil patroli untuk sarana penyaluran bersih tidak mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat lain, khususnya dalam hal pengawasan keamanan serta perlindungan masyarakat. Setelah, kegiatan drop air selesai dikerjakan, semua perlengkapan akan dikembalikan seperti semula. Jika dibutuhkan lagi, peralatan itu baru dipasang kembali.

Editor : Akrom Hazami

Langgar Trayek, Bus AKAP Jurusan Solo-Jakarta-Bogor Dikandangkan di Mapolres Grobogan 

Petugas gabungan tengah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan umum di kantor Dinas Perhubungan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tindakan tegas dilakukan petugas gabungan saat menggelar pengecekan kondisi angkutan umum di kantor Dinas Perhubungan Grobogan, Selasa (29/8/2017). Dalam kegiatan itu, ada satu bus, PO Mulia Indah yang diberi sanksi berat tidak boleh melakukan operasi.

Tidak hanya itu, bus jurusan Solo-Jakarta-Bogor ini tersebut juga dibawa ke Mapolres Grobogan untuk diamankan. Tindakan tegas ini dilakukan lantaran bus tersebut beroperasi tidak sesuai trayek yang dimiliki.

Sesuai trayek yang dimiliki, bus bernomor polisi AD-1633-HA ini rute operasinya melalui wilayah Kota Salatiga. Meski demikian, bus ini masih nekat melintasi jalur Grobogan.

“Saya terpaksa lewat Grobogan karena di daerah Salatiga ada proyek pengecoran,” kata sopir bus Edi Santoso pada petugas.

Akibat sanksi ini, sejumlah penumpang yang sudah ada di dalam bus tersebut akhirnya diantarkan ke Terminal Induk Purwodadi dan dialihkan pada armada lainnya. Setelah menurunkan penumpangnya, bus lalu dikandangkan ke mapolres.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, bus yang melanggar trayek baru boleh diambil setelah sidang tilang. Menurut Panji, tindakan tegas itu dilakukan untuk memberikan efek jera pada sopir bus lainnya.

“Bus yang beroperasi tidak sesuai trayek merupakan pelanggaran berat. Tindakan seperti ini disisi lain juga merugikan sopir bus lainnya,” tegasnya.

Panji menambahkan, pemeriksaan kendaraan, khususnya bua antara kota antar provinsi (AKAP) dilakukan terkait libur panjang pada akhir pekan ini. Razia gabungan akan terus digalakkan hingga menjelang Idul Adha.

Editor : Akrom Hazami

Panwaskab Jepara Buka Perekrutan Panwascam

Ketua Panwaskab Jepara Arifin (tengah) didampingi komisioner Panwaskab divisi organisasi dan SDM Abdul Kalim (kanan) dan Muntoko Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (kiri), saat memberikan keterangan kepada pewarta, Selasa (29/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Panwaskab Jepara memulai tahapan persiapan Pilgub Jateng 2018. Agenda terdekat yang akan dilaksanakan adalah membentuk Panwascam di 16 kecamatan. 

“Kami komisioner dari Panwaskab Jepara terdiri dari tiga orang baru dilantik pada Jumat (25/8/2017). Namun setelah pelantikan tersebut nyaris tidak ada waktu untuk terlena, agenda terdekat adalah perekrutan Panwascam,” kata Ketua Panwaskab Jepara Arifin, di kantornya, Selasa (29/8/2017).

Ia mengatakan, pendaftaran anggota panwascam akan dimulai pada Rabu-Selasa (6-12/9/2017). Rangkaian perekrutan panitia pengawas kecamatan akan bergulir hingga 21 September 2017. 

“Pengumuman panwascam terpilih akan dilakukan pada tanggal 25 September 2017. Untuk mengetahui terkait informasi tersebut bisa melihat media massa, facebook resmi panwaskab dan langsung menuju kantor kami di Jaln KH Ahmad Fauzan, Saripan-Jepara,” ungkap Arifin. 

Komisioner Panwaskab Divisi Organisasi dan SDM Abdul Kalim mengatakan, pihaknya ingin agar warga Jepara dapat memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi Panwascam. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jepara agar calon panwascam dapat difasilitasi surat keterangan sehat dari Puskesmas. 

Sementara itu, Komisioner Panwaskab Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Muntoko menyebutkan, dalam pemilihan anggota panwascam, memperhatikan pada kualitas calon. Hal itu mengingat, rangkaian pesta demokrasi yang sebelumnya diadakan di Jepara menuai beberapa masalah seperti perhitungan daftar pemilih tetap.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Duta Wisata 2017 Kudus, Pati, Rembang, Blora dan Rembang

Duta Wisata Duta Wisata Kudus adalah Alan Ragil Maulana merupakan pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Duta Wisata merupakan sosok yang diharapkan dapat menjadi bagian dalam menggali, memperkenalkan seni, budaya dan pariwisata daerah. Pemilihan duta wisata dilakukan dengan serangkaian tahap dan seleksi. Mereka bersaing menjadi yang terbaik untuk mengemban tugas sebagai Duta Wisata bagi daerahnya masing-masing.

Di wilayah eks Karesidenan Pati, Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora sudah memiliki Duta Wisata 2017. Sedangkan, Kabupaten Jepara baru akan melakukan pemilihan pada 8 September 2017. Adapun malam grand final Duta Wisata 2017 untuk Kabupaten Grobogan direncanakan berlangsung pada 9 September 2017.

Masa pendaftaran peserta Duta Wisata Grobogan sudah ditutup 25 Agustus lalu. Sampai hari terakhir, total ada 30 pendaftar. Rinciannya, 20 pendaftar adalah wanita dan 10 pria. Para pendaftar ini sebagian besar merupakan pelajar SMA dari beberapa sekolah di Grobogan.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Grobogan Jamiat mengatakan, tahun ini, jumlah pendaftar pria memang lebih sedikit. Yakni, hanya 10 orang saja. Kalau pendaftar wanita jumlahnya dua kalinya.

“Jumlah pendaftar tahun ini juga lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mencapai 50 orang. Hal ini terjadi karena pihak panitia memang membatasi jumlah peserta maksimal hanya 30 orang saja. Pembatasan itu dilakukan supaya pelaksanaannya bisa cepat waktunya serta lebih efektif dan efisien,” kata Jamiat.

 

Adapun untuk Duta Wisata Kudus adalah Alan Ragil Maulana merupakan pelajar SMA Negeri 1 Kudus, dan Hima Choirun Nisa mahasiswa Unnes Semarang. Di Kabupaten Pati, Duta Wisata yang terpilih pada tahun ini adalah Farizki Bagus Kurniawan, dan Gunita Wahyu Sektyanti.

Di Kabupaten Blora, Duta Wisatanya adalah Frillian Gerry Hutama yang merupakan pelajar SMA Negeri 1 Blora,  dan Septiya Risqi Umami pelajar dari SMA Negeri 1 Blora. Di Kabupaten Rembang, Duta Wisatanya merupakan siswa SMA Negeri 1 Rembang Eza Faisal Meileno Rizqi, dan Intan Sugiarti merupakan mahasiswa kebidanan.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Motivasi Mahasiswa Unisbank Semarang Biar Lebih Kreatif

Bupati Kudus Musthofa saat menjadi pembicara di kampus Unisbank, Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa berbagi pengetahuan soal bagaimana menjadi sosok kreatif, supaya mampu bersaing di dunia kerja. Sebab, kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya bidang industri kreatif.

Hal itu dapat digali melalui potensi yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Kreativitas muncul ketika adanya ide-ide baru yang berbeda dengan yang lainnya. Pada akhirnya, kreativitas tersebut akan melahirkan produk dengan nilai jual lebih.

“Kalian jangan hanya normatif, kuliah pulang dan seterusnya. Tetapi cobalah hidup lebih kreatif dan berpikir out of the box,” kata Musthofa saat jadi pembicara sekaligus motivator dalam diskusi panel ‘Membangun Industri Kreatif’ di hadapan 900-an mahasiswa baru Unisbank Semarang, Selasa (29/8/2017).

Musthofa bersama pembicara lain dari Exc. Vice President Telkom Jateng DIY Joko Raharjo, dan Rektor Unisbank Dr Hasan Abdul Rozak.

Pemikiran yang tidak biasa harus diikuti dengan berbagai ide dan semangat untuk terus belajar mengembangkan kualitas diri. Kepercayaan diri dan membangun relasi adalah dua hal pendukung yang harus dibangun untuk meraih sukses. 

Lebih lanjut, Musthofa mencontohkan adanya sekolah animasi. Produk film animasi yang dihasilkan merupakan bukti bahwa siswa SMK pun bisa menghasilkan karya kreatif.

“Termasuk bordir Kudus juga saya kembangkan agar naik kelas dengan menggandeng desainer Ivan Gunawan,” lanjutnya.

Joko mengenalkan pada berbagai kesuksesan pada era digital ini. Sebagai salah satu industri digital, ini merupakan peluang kreativitas yang bisa digali dari siapapun termasuk dari mahasiswa.

 “Kami tidak salah mengundang pak Musthofa sebagai alumni Unisbank dan Pembina Forum UMKM Jateng untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa kami,” kata Hasan.

Editor : Akrom Hazami

Karnaval di Pati Mengular 2 Kilometer, Jalanan Macet Total


Suasana karnaval pembangunan di Jalan Kolonel Sunandar Pati, Selasa (29/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Karnaval pembangunan bertema “Noto Projo Mbangun Deso” yang dihelat di sepanjang jalan di kawasan Pati Kota, Selasa (29/2/2017) menyebabkan macet total. Hal itu disebabkan panjangnya karnaval yang mengular hingga hampir menyentuh 2 kilometer.

Pantauan MuriaNewsCom di kawasan Jalan Kolonel Sunandar Pati, kendaraan roda empat yang terlanjur terjebak jalur karnaval terpaksa berhenti hampir sejam. Pasalnya, ribuan warga yang membanjiri karnaval masuk hingga ke badan jalan.

Mereka membentuk barisan di sepanjang jalan, melambaikan tangan kepada peserta karnaval, hingga mengabadikannya menggunakan telepon seluler. Kegembiraan warga meluap di sepanjang jalur yang dilewati karnaval.

Dyah Cahaya Paramudita (17), pelajar asal Winong Kidul mengaku sengaja menunggu karnaval di kawasan Pasar Puri sejak pukul 14.00 WIB. Dia senang karnaval tiba di Jalan Kolonel Sunandar sekitar pukul 15.00 WIB, setelah mulai berjalan dari Alun-alun sekitar pukul 13.30 WIB. 

“Meriah sekali ya suasananya. Saya datang bersama rombongan teman-teman SMK Tunas Harapan. Ini sudah sangat meriah, karnavalnya nggak selesai-selesai saking panjangnya,” kata Dyah.

Baca jugaRibuan Warga Pati Padati Festival Pembangunan Noto Projo Mbangun Deso

Untuk menghabiskan rombongan karnaval di satu jalan, waktu yang dibutuhkan hampir dua jam. Sebab, ada sekitar 177 kontingen yang berpartisipasi dalam karnaval.

Mukharom, pengendara roda empat asal Wedarijaksa mengaku hampir dua jam terjebak di kawasan Jalan Kolonel Sunandar. Sebelumnya, dia mengaku sudah mengetahui bila jalur tersebut akan digunakan sebagai jalur karnaval.

Namun, dia berpikir tidak berpapasan dengan rombongan karnaval. Sayangnya, setelah sampai di depan Pasar Puri, rombongan datang dan dia terpaksa mematikan kendaraannya hingga rombongan karnaval selesai.

Editor : Akrom Hazami

 

Ratusan Peserta Ikuti MTQ Tingkat Kabupaten Kudus

Kegiatan pembukaan MTQ Kudus, berlangsung di pendapa Pemkab Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pelajar mengikuti kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar ke XXXII dan Umum ke XXVII Tingkat Kabupaten Kudus.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Noor Badi mengatakan, total peserta MTQ sebanyak 370 orang. Mereka meliputi 246 MTQ Pelajar, dan untuk tingkat Umum 124 orang. Pemenang MTQ ini akan mewakili kabupaten. Untuk juara MTQ Pelajar akan ikut ke tingkat provinsi di Solo, pada November 2017. Pemenang MTQ Umum akan mengikuti tingkat provinsi di Boyolali, Desember 2017.

“Materi yang dilombakan di tingkat kabupaten, di antaranya tartil tingkat pelajar SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA putra-putri, serta tilawah pelajar SMA/SMK/MA,” kata Badi.

Pada tahun lalu, Kecamatan Jekulo keluar sebagai juara MTQ tingkat Kabupaten Kudus.

Sekda Kudus Noor Yasin berharap kegiatan lomba tak melulu menjadi yang terbaik. Tapi diharapkan, peserta bisa lebih mendalami dan mengamalkan isi Alquran. “Alquran sebagai kitab suci umat Islam, dan harus menjadi pedoman hidup dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi harus senantiasa dipahami dan juga diamalkan,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Dibantu Jualan Bule Cantik, Jamu Warga Tarub Grobogan ini Ludes dalam Hitungan Menit

Joana Marcao, bule asal Portugal ikut jualan jamu di Desa Tarub Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana perempatan Jalan Purwodadi-Blora menuju arah Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Selasa (29/8/2017) mendadak heboh.

Penyebabnya, ada perempuan bule yang mendadak menawarkan jamu gendong pada orang yang ada di sekitar lokasi itu.

Hadirnya bule berparas cantik ini tak ayal sempat bikin kaget dan mengundang daya tarik orang untuk membeli jamu. Hasilnya, hanya dalam tempo lima menit dagangan yang dijajakan sudah ludes dibeli orang.

Munculnya penjual jamu yang tidak disangka-sangka juga dimanfaatkan warga setempat untuk foto bareng. Bahkan, sebagian warga sempat saling berebut untuk bisa foto dengan penjual jamu istimewa tersebut.

Penjual jamu cantik ini memang asli orang luar negeri. Namanya, Joana Marcao yang berasal dari Portugal. Perempuan ini sudah berada di Desa Tarub sejak pertengahan Agustus lalu, dalam kapasitasnya sebagai relawan lembaga sosial internasional yang peduli dengan masalah HIV/AIDS.

Selama berada di Desa Tarub, sudah banyak aktivitas yang dilakukan Joana bersama masyarakat. Salah satunya adalah membantu jualan jamu gendong yang biasa dikerjakan Mariman (35), warga Desa Tarub yang sudah hampir 10 tahun jadi penjual jamu keliling.

“Mbak Joana ini minta izin ikut bantu jualan jamu gendong. Setelah dibantu jualan, dagangan saya laris manis. Dalam hitungan menit saja sudah ludes. Padahal, biasanya baru habis setelah keliling seharian,” katanya.

Kepala Desa Tarub Ali Maskuri menyatakan, jumlah relawan yang ada di desanya ada dua orang. Selain Joana, ada Kozumoto yang berasal dari Jepang. Keduanya akan bertugas jadi relawan hingga akhir bulan Agustus ini.

Beberapa hari lalu, kedua relawan itu juga sempat menyaksikan pagelaran wayang kulit di Balai Desa Tarub. Saat sesi goro-goro atau guyonan, Joana bahkan sempat didaulat untuk menyanyi sebuah lagu Jawa bertitel ‘Suwe Ora Jamu’. Saat menyanyi, para penonton sempat dibuat tertawa karena logat Joana yang belum begitu fasih berbahasa Jawa itu terdengar lucu.

“Selain nyanyi Suwe Ora Jamu, Mbak Joana juga pingin ikut bantu Pak Mariman jualan jamu keliling. Saat Mbak Joana bantu jualan jamu memang suasanya jadi heboh dan meriah,” katanya, Selasa (29/8/2017).

Editor : Ali Muntoha