PKS Jateng Bidik Pemilih Pemula untuk Menang di Pilgub

Fris Dwi Yulianto, Ketua Gema Keadilan Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggeber mesin politiknya untuk memenangkan calon yang bakal diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Terlebih pilkada serentak pada tahun itu juga akan menjadi pemanasan dalam menghadapi pemilihan umum 2019 mendatang.

Salah satu strategi yang digunakan yakni membidik para pemilih pemula dan pemuda, yang jumlahnya cukup banyak.  

Partai ini menyiapkan ruang sebagai rumah bagi para pemuda beraktualisasi dan berkarya. Hal ini ditegaskan Fris Dwi Yulianto, Ketua Gema Keadilan Jateng.

Sebagai organisasi sayap PKS, ia mengaku siap memberikan fasilitas- asilitas sebagai bentuk dorongan kepada pemuda di Jateng untuk berkarya dan mengabdi bagi Indonesia. Beberapa pelatihan penunjang dunia kreativitas, kemandirian dan jiwa sosial pemuda akan diselenggarakan Gema Keadilan Jateng.

“Selain pelatihan, kalau ada teman-teman komunitas yang hendak mengadakan agenda dan butuh ruangan. Silahkan bisa mengadakan di Rumah Khidmat, Insya Allah akan difasilitasi,” katanya dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Ia menyatakan, Gema Keadilan siap kawal dan amankan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PKS. Ia meyakini proses penentuan cagub yang dilakukan Dewan Pengurus Wilayah PKS Jateng telah sesuai dengan arahan PKS Pusat.

Serta telah memalui mekanisme demokrasi didalam dengan menyelenggarakan Pemira dan musyawarah.

Selain itu, Ketua Bidang Kepemudaan DPW PKS Jateng Ali Umar Dhani menerangkan bahwa saat ini proses penentuan cagub dan cawagub dari PKS masih dalam komunikasi serta musyawarah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Gema Keadilan yang telah berkomitmen untuk membantu PKS, siapapun yang maju. Proses (penentuan cagub) masih berlanjut, mohon doanya,” terangnya.

Beberapa waktu yang lalu DPW PKS Jateng telah menyelenggarakan pemilihan internal Raya (Pemira) oleh kader-kader PKS di seluruh Jateng. Saat ini, telah masuk pada tahapan musyawarah dan komunikasi dengan beberapa tokoh serta DPP untuk nantinya dimajukan sebagai cagub dan cawagub dari PKS.

Editor : Ali Muntoha

Mutasi Kendaraan di Jateng Bakal Dipermudah

Pemohon balik nama kendaraan sedang antre cek fisik di kantor Samsat. MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan mempermudah proses mutasi untuk balik nama kepemilikan kendaraan bermotor dari provinsi lain ke Jawa Tengah. Sistem dan regulasi dalam proses mutasi akan dipangkas dan disederhanakan dengan sistem digital.

Hal ini dilakukan lantaran selama ini banyak keluhan dari masyarakat tentang sulirnya pengurusan mutasi dari provinsi lain ke Provinsi Jateng.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jateng Ihwan Sudrajat mengatakan, pihaknya berharap sistem tersebut akan sudah mulai bisa dioperasikan pada bulan ini.

“Kami sedang mempersiapkan sistem agar regulasi bisa disederhanakan dan sekarang sedang diproses pembuatan e-samsat secara nasional. Mudah-mudahan dalam bulan ini bisa launching, sehingga cabut berkas cukup dengan sistem digital saja,” kata Ihwan dikutip dari Antaranews.com, Selasa (22/8/2017).

Dipermudahnya regulasi mutasi kendaraan ini, diharapkan akan memacu warga untuk melakukan balik nama kendaraan. Sehingga pendapatan daerah akan meningkat, dan bisa dipergunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur di Provinsi Jateng.

Ia mengakui jika saat ini mutasi dari luar provinsi belum bisa dilakukan secara online. Namun untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Sistem Administrasi Kendaraan Pajak Online atau yang disingkat “Sakpole”.

Selama ini, masyarakat mengeluh lantaran harus melakukan cabut berkas di provinsi asal kendaraan bermotor yang akan dimutasi ke Provinsi Jateng.

Masyarakat berharap proses cabut berkas bisa dilakukan daring (online) secara nasional, karena selama ini cek fisik bisa dilakukan di kantor samsat terdekat, tanpa harus ke provinsi kendaraan bermotor itu berasal.

Baca juga : Kabar Gembira, Sanksi Pajak Bermotor dan Balik Nama Gratis Hingga Desember

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ditemui para kesempatan terpisah, mengharapkan ada kesepakatan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam pengurusan mutasi kendaraan bermotor.

“Jika ada kerja sama antara pemerintah daerah asal dan pemerintah daerah tujuan serta pemerintah pusat, akan mempermudah layanan ke masyarakat,” ujarnya.

Ganjar mendorong jajarannya guna menyederhanakan regulasi pengurusan mutasi kendaraan bermotor sebagai bentuk pelayanan yang mudah, murah, dan cepat.

Editor : Ali Muntoha

Pengen Nyalon Gubernur Tanpa Melalui Parpol? Begini Caranya

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Persiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 sudah ramai dilakukan. Partai-partai politik sudah melakukan penjaringan untuk mencari sosok yang akan dijagokan.

Selama ini partai politik memang jadi kendaraan yang dianggap paling efektif untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Namun selain melalui partai politik, ada juga jalur yangbisa digunakan, yakni melalui jalur independen.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, pendaftaran untuk calon independen akan dimulai pada Januari 2018 mendatang. Menurutnya, sudah ada kelompok masyarakat yang datang ke KPU untuk berkonsultasi mengenai masalah ini.

“Ada kelompok dari Jepara, Tikus Pithi datang cari info dan mau daftar dari calon independen. Jadi sejauh ini yang tanya secara lugas baru satu,” kata Joko kepada wartawan.

Menurutnya, untuk bisa mendaftar sebagai calon independen, calon harus memenuhi persyaratan dukungan sebanyak 1,7 juta KTP. Dukungan ini minimal harus berasal dari 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Bukti dukungan ini harus diserahkan sebelum masa pendaftaran dimulai, yakni pada Desember 2017.

Setelah mendaftar dan mengumpulkan bukti dukungan, KPU akan melakukan verifikasi sebelum dinyatakan lolos atau tidak untuk ikut bertarung dalam Pilgub Jateng 2018.

Masa kampanye sendiri akan berlangsung dari 15 Februari hingga 23 Juni 2018. Pencoblosan dilaksanakan Rabu Pon 27 Juni 2018.

Joko menyebut, masa kampanye Pilkada serentak 2018 akan melewati bulan Ramadan dan libur Lebaran. Namun apakah nantinya apakah libur Lebaran nasional akan dilarang berkampanye, pihaknya masih menunggu keputusan dari KPU Pusat. “Kalau saat Lebaran dilarang, ya tidak boleh kampanye,” terangnya.

Saat Ramadan menurutnya, para calon nantinya tetap boleh berkampanya. Hanya saja pihaknya tetap akan membatasi tema kampanye. Dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan tahapan Pilkada pada 29 Agustus. Termasuk, peluncuran jingle Pilkada dan maskot Pilkada 2018.

Editor : Ali Muntoha

Kecelakan KA Tewaskan Sekeluarga di Kendal, Pemerintah Harus Ikut Tanggung Jawab

Kondisi bangkai mobil yang ditabrak KA Kaligung di Desa Gebang, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. (tribratanews)

MuriaNewsCom, Semarang – Kasus kecelakaan kereta api (KA) di Kabupaten Kendal, hingga menewaskan sekeluarga berisi lima orang, mendapat sorotan banyak pihak. Terlebih kasus ini menambah insiden yang terjadi di perlintasan sebidang yang ada di Jawa Tengah.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, pemerintah harus bertanggungjawab atas insiden-insiden seperti ini. Menurutnya, pemerintah bertanggung jawab untuk mencari jalan keluar mengenai perlintasan sebidang ini.

“Banyak kasus tabrakan, tahun ini saja, pada 13 Juni lalu mengakibatkan 2 orang meninggal. Kemudian di Grobogan 20 Mei lalu 4 meninggal, terbaru di Kendal kemarin 5 meninggal dunia. Bahkan tepat setahun yang lalu Kepala Ombusmen perwakilan Jateng menjadi korban, harusnya ini jadi perhatian pemerintah,” kata Hadi, Senin (21/8/2017).

Menurutnya, pemerintah harus mengambil langkah tegas mengenai perlintasan sebidang. Jika mampu, perlu dibangun fly over atau underpass di perlintasan sebidang. Namun jika tidak mampu dengan alasan pendanaan, maka perlintasan sebidang, terlebih yang liar tanpa palang pintu harus ditutup.

“Atau minimal batasi agar tidak bisa dilewati kendaraaan roda empat. PT KAI harusnya lebih pro aktif untuk mematok jalan-jalan ilegal,”ujarnya.

Lebih lanjut, Hadi menuturkan bahwa banyak perlintasan sebidang di Jateng yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Data dari Dinas Perhubungan Jateng, ada 1.303 perlintasan sebidang.

Selain itu, di Jateng juga ada 1.091 perlintasan KA yang tidak dijaga dam 991 perlintasan tak berpalang pintu.

Ia menuding, pemerintah terkesan melempar tanggung jawab atas banyaknya kasus kecelakaan di perlintasan sebidang ini.

Sebab, dengan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dianggap oleh pemda kewajiban pengamanan kereta pun menjadi tanggung jawab PT KAI dengan segala keistimewaan hak bagi kereta.

“Namun PT KAI juga menganggap pengamanan perlintasan sebidang menjadi kewajiban pemda. Ini karena UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda, menyesuaikan halan yang melewati perlintasan sebidang. Jika jalan nasional kewajiban pemerintah pusat, jika Jalan provinsi kewajiban pemprov. Saling lempar ini menyebabkan semakin menjamurnya perlintasan sebidang ilegal,” terangnya.

Yang menjadi masalah, kata Hadi, kecelakaan sebagian terjadi di non palang, artinya di perlintasan ilegal sehingga rakyat yang Jadi korban.

“Solusi tegas, pemda harus dikasih tenggat waktu sampai kapan perlintasan legal itu boleh beroperasi. Yang ilegal harus ditutup atau dibatasi yang sudah permanen jalannya, jadi kewajiban pemkab/kota yang belum permanen kewajiban PT KAI,”pungkasnya.

Baca juga : Polisi masih Periksa Kasus Kecelakaan KA di Kendal yang Tewaskan 5 Orang

Diberitakan, kecelakaan maut terjadi di Gemuh, Kabupaten Kendal, Minggu (20/8/2017). Kecelakaan melibatkan sebuah mobil berwarna hitam Avanza B 998 RS dan Kereta Api (KA) Kaligung di perlintasan tanpa palang pintu km 32+4/5, di Jalan Gebang Selatan, Kecamatan Gemuh.

Seketika, lima orang penumpang mobil meninggal dunia di tempat kejadian.  Seluruth korban dilarikan ke RSI Muhammadiyah Kendal.

Para korban adalah Muhammad Thamrin (63), Lina Retnowati (32), Nabila Jaquin (13), Muhammad Paris Ramadhan (2 ) dan Renan (8 bulan). Mereka satu keluarga. Sekeluarga itu baru pindah ke Kendal pada awal Ramadan 2017. Semula keluarga tersebut tinggal di Kalideres Jakarta Barat.

Editor : Ali Muntoha

Mantan Menteri ESDM Diberi Mandat untuk Perjuangkan Jateng

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said saat berpidato dalam acara Silaturahmi Warga Jateng di Balaiurang Universitas PGRI Semarang, Minggu (20/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menerima mandat dari ribuan warga Jawa Tengah untuk memperjuangkan kemajuan provinsi ini menjadi daerah yang bermartabat.

Mereka berharap jika Sudirman Said maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang dan terpilih, Jawa Tengah bakal bisa maju dan mengentaskan kemiskinan. Ini terjadi dalam acara Silaturahmi Warga Jateng di Balaiurang Universitas PGRI Semarang, Minggu (20/8/2017).

Dalam pandangan Sudirman Said, Jawa Tengah punya alasan penting untuk diperjuangkan. Menurutnya, Jawa Tengah adalah provinsi yang penting. “Tanpa Jawa Tengah Indonesia tidak akan ada,” katanya.

Ia menyatakan, segala kekurangan yang dimiliki Jateng adalah ruang yang besar untuk perbaikan dan pertumbuhan. Itulah salah satu alasan mengapa dirinya mau menerima mandat dari warga Jateng.

Alasan lainnya yakni, dia merasa memiliki utang kepada negara yang harus dibayar. Beasiswa pendidikan yang diterimanya berasal dari negara, sehingga membuatnya dientaskan dari jurang kemiskinan dianggapnya sebagai utang yang harus dibayar.

“Kalau tidak dientaskan negara, saya tidak akan sampai pada titik ini, dan bisa menempati beragam posisi yang strategis di negeri ini,” terang dia.

Alasan berikutnya adalah keinginannya mengembalikan politik seperti pada masa perjuangan dulu. Di mana politisi umumnya adalah orang-orang yang berintegritas, jujur, dan berjuang semata untuk kemajuan bangsa. “Tiga alasan itu yang membuat saya mau menerima amanat ini,” kata Pak Dirman.

Ia menyebut, politik hari ini diisi oleh tokoh politik yang korup. Ini berbeda dengan dahulu yang menurutnya banyak tokoh politik yang jujur.

Dalam acara itu, Sudirman Said juga menegaskan bahwa Jawa Tengah harus dipimpin oleh orang yang baik. “Jika ada yang lebih baik untuk Jawa tengah kita dukung,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Beri Kejutan Ulang Tahun Pasien Kanker di RSUP Kariadi

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk Suroso, pasien kanker usus yang tengah dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (18/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Ganjar Pranowo memberi kejutan kepada Suroso (21), pemuda asal Desa Gumayun, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang tengah dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (18/8/2017).

Sejak 2016 lalu Suroso, didiagnosa mengidap kanker usus. Dan hari ini Ganjar memberi kejutan, karena bertepatan dengan ulang tahun pasien itu yang ke 21 tahun.

Orang nomor satu di Jateng itu, mengajak Suroso bernyanyi bersama, sehingga melupakan penyakit yang dideritanya.

Mendapat kunjungan dari Ganjar, semangat untuk sembuh kembali terpancar dari raut wajah Suroso yang sebelumnya sering menangis meratapi penyakitnya.

“Aku ketemu Pak Gubernur, Pak Ganjar. Saya nanti akan dikemo (kemoterapi) yang ke-12 kali, semoga ada hasil bagi saya. Harapan di ulang tahun saya ini, saya bisa sembuh kembali,” ujar Suroso dengan wajah tersenyum.

Di hadapan Ganjar, pemuda omo lantas menyanyikan sebuah lagu berjudul Jangan Menyerah dari D’Masiv yang langsung disambut tepuk tangan oleh Ganjar.

Anak dari pasangan Sutaswi dan Suhadi tersebut, saat ini menjalani pengobatan di RSUP dr Kariadi dengan bantuan sejumlah pihak. Mereka terketuk hatinya untuk membantu pengobatan Suroso, setelah kabar tentang penyakit yang ia derita tersebar melalui grup Facebook MIK Semar.

Hadir dalam kesempatan pagi itu Dalang MIK Semar Rahmulyo Adiwibowo dan sejumlah punggawa. Sejumlah orang juga secara bergantian menjaga Suroso selama dirawat di RSUP Dr Kariadi. “Saya ingin menemani masa tua ibu saya, saya sangat sayang mereka,” ucap Suroso.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menjelaskan, saat ini Suroso tengah mendapat perawatan dari rumah sakit untuk proses penyembuhan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

“Dokter berusaha, kamu harus bersemangat dan berdoa, dengan doa Allah akan memudahkan. Supaya lekas nikah,” kata Ganjar memberi semangat.

Menurutnya, pihak rumah sakit cukup responsif menangani kasus ini, sehingga pasien kembali semangat dan cepat sembuh. Ia juga mengapresiasi warga yang berinisiatif menggalang donasi melalui media sosial.

“Gotong-royong seperti sangat baik, dan bisa ditularkan kepada komunitas yang lain,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Kabar Gembira, Sanksi Pajak Bermotor dan Balik Nama Gratis Hingga Desember

Warga keluar dari kantor Samsat Grobogan. Pemprov Jateng menggelar program pembebasan sanksi pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama hingga Desember 2017. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Kabar gembira bagi Anda pemilik kendaraan bermotor di Jateng. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng kembali menggelar program pembebasan sanksi administrasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama (BBN).

Apalagi program ini digelar cukup lama, hingga beberapa bulan. Yakni mulai 21 Agustus 2017 hingga 30 Desember 2017.

Kepala Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah Jateng, Ihwan Sudrajat mengatakan, program ini merupakan upaya dari pemerintah untuk meringankan beban wajib pajak. Oleh karenanya, para penunggak pajak diharapkan memanfaatkan program ini.

“Pemilik kendaraan yang enggan membayar pajak karena terlanjur terlambat, diharapkan bisa segera melunasinya,” katanya, Jumat (18/8/2017).

Menurutnya, jumlah penunggak pajak kendaraan bermotor di Jateng cukup banyak. Dari program ini, ditargetkan 10 persen dari penunggak pajak bisa melunasi.

Selain itu, program pembebasan sanksi administrasi PKB dan BBN II ini juga meningkatkan tanggung jawab sosial pengguna kendaraan untuk segera melakukan balik nama kendaraannya. Dengan demikian, kata dia, beban pajak progresif pemilik kendaraan awal bisa dibebaskan.

“Masyarakat yang kendaraannya masih menggunakan nopol luar Jateng untuk mengganti dengan nopol Jateng supaya pajaknya dibayarkan untuk digunakan bagi pembangunan di Jateng,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Siswi SMP 4 Demak yang Lumpuh Setelah Imunisasi Sudah Bisa Gerakkan Kaki

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk Niken Angelia, siswi SMP yang lumpuh setelah menjalani imunisasi campak rubella. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Setelah tiga hari mendapat perawatan di RSUP dr Kariadi Semarang, Niken Angelia, siswi SMP di Demak, yang lumpuh setelah imunisasi campak rubella, Jumat (18/8/2017) dijenguk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Saat mengetahui orang nomor satu di Jateng masuk ke ruang bangsal untuk menjenguknya, Niken terlihat langsung tersenyum. Ganjar dan Niken tampak berbincang-bincang.

Ibu Niken, Yuli Suryaningsih mengatakan, kondisi niken mulai membaik. Walaupun hingga saat ini pinggulnya belum kuat menopang, sehingga belum bisa duduk.

“Belum bisa duduk, masih sakit. Alhamdulillah sudah ada perkembangan. Makan sudah banyak,” kata Yuli kepada Ganjar.

Kemajuan kondisi Niken ditunjukkan gadis itu sendiri dengan mulai menggerakkan dan menggoyangkan kakinya. “Oh sudah bisa gerak, Alhamdulillah,” kata Ganjar saat melihat kaki Niken bisa digerakkan.

Mantan Anggota DPR RI ini mengapresiasi pihak rumah sakit yang melakukan penanganan dengan intensif terhadap Niken. Ia berharap masyarakat tidak langsung menghakimi musibah yang dialami Niken berhubungan dengan imunisasi yang dilakukannya.

“Dokter mendalami intens sampai tungkai sudah bisa digerakkan. Ini ditangani baik. Jangan sampai kemudian orang buat judgment itu karena imunisasi. Tidak ada, (kelumpuhan Niken) itu bawaan sebelumnya, maka kita rawat,” ujarnya.

Konsultan Spesialis Anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Wistiani juga mengatakan kejadian yang menimpa Niken bukan disebabkan karena vaksin, melainkan sakit bawaan. Pihak rumah sakit sudah melakukan penelusuran termasuk menerjunkan tim ke tempat Niken imunisasi di Kabupaten Demak.

“Ketika dilakukan penelusuran, ternyata terbukti tidak ada hubungan kelemahan tungkai dengan imunisasi. Anak ini memang ada kelemahan kedua tungkai sejak kecil,” terang Wistiani.

Wistiani meminta untuk pasien yang memiliki penyakit bawaan atau sedang sakit, sebaiknya disampaikan kepada dokter sebelum imunisasi.

“Kalau mau diimunisai, anak kondisi sehat tidak demam. Kalau ada hal-hal yang membuat ibu cemas, tanyakan ke dokter. Misal punya penyakit kronis, bisa diberitahukan ke petugas atau konsultasi dulu,” terang Wistiani.

Sebelumnya diberitakan, badan bagian bahwah Niken lemas tidak bisa digerakkan setelah imunisasi MR di sekolahannya. Niken sempat ditangani rumah sakit di dekat tempat tinggalnya hingga akhirnya dirujuk ke Semarang.

Editor : Ali Muntoha

6 Daerah di Jateng Darurat Kekeringan, Pemprov Siapkan 3 Ribu Tangki Air

Warga di Kabupaten Grobogan ngangsu air dari tengah hutan, karena sudah mulai dilanda kekeringan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Semarang – Setidaknya enam daerah di Jawa Tengah telah mengeluarkan status darurat kekeringan, dan belasan lainnya krisis air bersih. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan 3.000 tangki air jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Keenam daerah di Jateng yang menyatakan siaga darurat kekeringan itu, antara lain Boyolali, Temanggung, Kebumen, Banjarnegara, dan Cilacap.

Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, enam kepala daerah itu telah mengeluarkan SK tentang siaga darurat kekeringan. SK tersebut menurutnya juga telah diperkuat dengan SK Gubernur Jateng.

Sarwa mengatakan enam pemerintah kabupaten/kota tersebut telah mengajukan bantuan ke Pemprov Jateng.

“Provinsi masih memiliki 3000 tanki air dan kita juga akan meminta bantuan kepada BNPB. Biasanya ada sih tiap tahun rata-rata Rp 800 miliar hingga Rp 900 miliar,” katanya.

Saat ini menurut dia, ada 12 daerah yang sudah dipasok air bersih. Terdiri dari 22 kecematan dengan 46 desa/kelurahan dengan total 158 tanki air yang sudah dipasok.

Bahkan menurut dia, daerah yang sebelumnya tak pernah dipasok air, tahun ini juga meminta bantuan, yakni Banjarnegara. Dalam melakukan penyaluran air 3000 tanki milik pemprov, terdapat mekanisme yang harus dilalui yakni melalui Pemkab, dan diteruskan ke pihaknya.

“Kita bekerjasama dengan PDAM, dan menggunakan mekanisme harga korporate. Kalau ada permintaan saya langsung transfer dana ke PDAM,” terangnya.

Meski belum ada kejadian gawat darurat bencana, namun sudah ada peristiwa kebakaran yang terjadi di Kabupaten Wonogiri. Di Wonogiri terjadi kebakaran lahan dengan sedkit kebakaran di Gunung Gandul. Kebakaran tersebut diakui Sarwa sudah diatasi secara manual. 

“Yang menjadi sulit ketika kita menangananinya di daerah kebakaran hutan dengan minim air di dalamnya. Kecuali ada aliran sungai atau waduk yang dekat dengan lokasi kebakaran. Gak mungkinlah pakai pesawat,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Rustriningsih Malu-malu Pengen Kembali Nyalon Gubernur

Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih, tampaknya masih malu-malu menyatakan niatnya merebut kursi gubernur di Pilgub Jateng 2018 mendatang. Meski belum secara tegas menyatakan maju atau tidak, namun Rustri menyebut masih ada cukup waktu untuk memikirkan langkahnya.

Terlebih menurut dia, proses untuk pendaftaran calon gubernur di KPU Jateng masih lama. Sehingga masih ada waktu yang panjang baginya untuk memikirkan hal tersebut.

“Justru proses masih panjang, masih ada waktu untuk berpikir mempersiapkan diri. Dan pada saatnya nanti bisa dilihat arahnya ke sana atau tidak,” kata Rustri usai mengikuti upacara HUT RI di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kamis (17/8/2017).

Mantan politisi PDI Perjuangan ini menyebut, langkah untuk mencalonkan diri pada pemilihan kepala daerah harus berasal dari hati nurani, bukan hanya berdasarkan minat semata.

“Kalau saya menggarisbawahi, mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah itu, bukan didasarkan pada minat atau tidak. Tapi ini sebuah panggilan yang dirasakan seseorang untuk ikut berpartispasi dalam proses regenarasi dalam kepemimpinan,” ujarnya.

Terkait kabar adanya parpol yang melamar dirinya untuk diusung sebagai cagub, Rustri menyebut, pihaknya tetap menjaga komunikasi dengan partai-partai politik. Menurutnya, lamaran tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi dirinya.

“Kalau ada yang melamar, itu satu kehormatan besar, karena tidak mudah tentunya untuk bisa dicalonkan oleh partai. Apa lagi saya sebagai orang yang sekarang ada di luar, biasanya (partai) mendahulukan kader,” akunya.

Usai menjadi wakil gubernur Jateng, Rustri juga mengaku hanya sibuk berkegiatan di rumah. Terlebih upayanya untuk maju dalam Pilgub Jateng 2014 lalu gagal, lantaran tak mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. Meski demikian, Rustri menyebut, kalau dirinya terus mengikuti perkembangan politik saat ini.

Sementara itu, pengamat politik dari Unwahas Semarang Joko Prihatmoko menyebut, Rustri harus segera menegaskan sikap untuk maju atau tidak dalam Pilgub Jateng 2018. Rustri menurutnya, tak perlu malu-malu.

“Rustri tidak perlu malu. Kalau tampil iya, kalau tidak, tidak. Sikap dia yang selalu ingin bersih justru akan melemahkan dia,” paparnya.

Ia juga menilai, statemen yang menyebut Rustri masih menjalin komunikasi dengan parpol adalah sinyal bahwa mantan bupati Kebumen itu masih mempunyai hasrat untuk menjadi gubernur.

”Bahasa ia mengaku sudah melakukan komunikasi politik dengan parai itu bahasa halusnya ia ada minat untuk mencalonkan diri,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Petani yang Jalan Kaki dari Tawangmangu Diajak Sarapan Ganjar di Gubernuran

Para petani dari Tawangu berjalan kaki menuju Kota Semarang untuk memberi dukungan kepada Ganjar Pranowo. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang- Setelah jalan kaki selama tiga hari tiga malam, puluhan petani dari Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (17/8/2017) tiba di Kota Semarang. Para petani ini langsung menuju kantor Gubernur Jateng, di Jalan Pahlawan Semarang, untuk bertemu dan mendukung Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng 2018.

Rombongan petani yang melakukan aksi jalan kaki Tawangmangu-Semarang langsung bersujud sebagai bentuk syukur saat tiba di depan kantor Gubernur Jateng. Sebelumnya mereka menempuh rute Tawangmangu-Semarang dengan berjalan kaki sejak Senin (14/8/2017).

Ganjar yang tiba di kantor gubernuran bersama istri, Siti Atikoh langsung dikerubuti para petani untuk bersalaman. Setelah bersalaman, Ganjar mengajak berfoto bersama dan sarapan di ruang VVIP kantor gubernur.

Ganjar sendiri mengaku kaget dan terharu mendapat dukungan dari petani dengan jalan kaki. Apalagi beberapa di antara mereka adalah teman sekolah dan tetangga Ganjar di Tawangmangu. Terlebih kedatangan mereka bertepatan dengan momen 17 Agustus.

“Ini sesuatu yang mengharukan sekaligus membahagiakan, ada satu semangat dari kawan-kawan waktu sekolah, tetangga kiri kanan untuk hadir pas 17 Agustus. Kado jugalah buat kita,” kata Ganjar.

Ia mengaku sempat tak percaya dengan kabar yang didapatnya tentang rencana petani yang hendak jalan kaki itu. “Saya pikir itu bercanda, tapi kemarin sore saya dikirimi foto ada gambarnya Pak Wali Kota Solo Rudi dan Bupati Boyolali Seno Samudro yang lagi menyematkan tali putih `sekali putih tetap putih`, tolong dititipkan Mas Ganjar,” ujarnya.

Besari selaku koordinator petani menjelaskan bahwa aksi jalan kaki Tawangmangu-Semarang tersebut adalah nazar atas langkah Ganjar Pranowo yang mendaftar kembali menjadi calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023.

“Kami merasa di bawah kepemimpinan Pak Ganjar, Jateng menjadi lebih baik sehingga mendukung lagi pencalonannya untuk yang kedua kalinya,” katanya.

Ia mengungkapkan, selama perjalanan tidak menemui halangan berarti dan tidak mematok target waktu kedatangan. Selama perjalanan menurut dia, mereka mampir ke kepala daerah yang diusung PDIP dan yidur di masjid atau musala.

Editor : Ali Muntoha

Tiga Polisi Digerebek di Tempat Pesta Narkoba, Begini Ancaman Kapolda Jateng

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Tiga anggota polisi kedapatan dalam pesta narkoba dengan sejumlah perempuan di rumah kos yang berada di Jalan Ngesrep Barat, Kelurahan Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang. Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono pun geram dan mengeluarkan ancaman serius.

Tiga anggota Polri yang digerebek saat pesta narkoba itu yakni Bripka DR, Bripka AS, dan Bripka DM. Mereka ditangkap saat Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai lokasi pesta narkotika.

Polda Jateng mengancam akan memberikan sanksi tegas, jika ketiga oknum polisi itu terbukti ikut pesta. Meskipun dalam hasil pemeriksaan urine ketiga oknum polisi itu dinyatakan negatif narkoba.

Wakapolda Jateng Brigjen Pol Indrajit mengatakan, tiga oknum polisi itu hingga kini masih mejalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jateng. Menurut dia, jika ketiga oknum itu tak bisa menunjukkan bukti saat penggerebekan tengah bertugas atau tidak, maka akan diberi sanksi tegas.

” Kami saat ini sedang melakukan penyelidikan. Kapolda berjanji kalau dia tidak bertugas akan dipecat,” katanya dikutip dari Tribun Jateng, Kamis (17/8/2017).

Pihaknya juga tengah mengonfirmasi ke pimpinan satuan tiga oknum itu, tentang tujuan mendatangi Tempat Kejadian Perkara saat dilakukan penggerebekan. ” Kami sedang tanyakan kepada pimpinannya apakah mereka sedang tugas atau bergabung dengan pelaku. Inilah yang masih kami dalami,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarod Padakova menyatakan hasil tes urine terhadap tiga oknum polisi yang terjaring dalam penggerebekan narkoba di sebuah rumah di Kota Semarang, negatif.

“Hasil tes urine ketiganya negatif, namun masih didalami peran ketiganya di tempat tersebut,” kata Djarod dikutip Antarajateng.com

Dalam penyidikan perkara itu, polisi telah menetapkan satu tersangka yakni BH yang merupakan penghuni rumah berlantai 2 itu. BH dijerat pidana atas kepemilikan barang bukti berupa sabu-sabu yang ditemukan saat penggerebekan.

Menurut dia, penyidik melakukan olah tempat kejadian di rumah yang dipasangai cukup banyak kamera CCTV itu. “Di depan rumah saja ada tiga CCTV,” katanya.

Rumah yang diduga sebagai lokasi transaksi narkotika itu sudah diintai oleh penyidik sekitar sepekan  sebelumnya. Petugas menggerebek rumah itu saat tiga oknum polisi itu masuk ke dalam.

Djarod menambahkan saat penggerebekan terdapat empat laki-laki dan seorang perempuan di dalam rumah. Tidak lama berselang, kata dia, datang tiga wanita lain ke rumah tersebut. Keseluruh polisi mengamankan 8 orang dari dalam rumah itu.

Sebelumnya, dalam penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu  Sabtu (12/8), pukul 03.03 dini hari, itu polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sekitar 100 gram sabu-sabu, ekstasi, serta alat hisap.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Pati Bingung Dikabarkan jadi Korban Penipuan Swissindo

Bupati Pati Haryanto. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto dikabarkan terkena penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup yang mengatasnamakan UN-Swissindo.

Kabar itu bersumber dari Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar dalam sebuah pemaparan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah, Rabu (16/8/2017).

Namun, Haryanto justru tidak mengetahui apa itu UN-Swissindo. Dia juga tidak tahu tentang kabar tentang penipuan yang mencatut namanya.

“Apa itu UN-Swissindo. Saya malah tidak tahu. Itu diklarifikasi ya,” ujar Haryanto saat ditemui MuriaNewsCom, usai menghadiri upacara penyerahan remisi umum narapidana di Lapas Kelas II B Pati, Kamis (17/8/2017).

Sebelumnya, Kombes Pol Lukas Akbar menyebut Bupati Pati Haryanto mejadi salah satu korban penipuan yang mengatasnamakan UN-Swissindo. Saat ini Ditreskrimsus Polda Jateng tengah melakukan penelurusan, termasuk kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu.

Baca juga : Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menyebut ada sekitar 30 warga Pati yang terkena penipuan UN-Swissindo. Mereka membayar sejumlah uang untuk menjadi anggota UN-Swissindo.

Korban dijanjikan mendapatkan fasilitas berupa pelunasan hutang ke enam prime bank, seperti Mandiri, BNI, BRI, BCA, Danamon, dan CIMB Niaga. Namun, surat kuasa yang diberikan kepada anggota untuk melunasi hutang di bank dipastikan pihak OJK sebagai bentuk penipuan.

Editor : Ali Muntoha

Nah lho…Bupati Pati Juga Diduga Kena Tipu Swissindo

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Kasus penipuan yang dilakukan UN-Swissindo yang menimpa puluhan warga Kabupaten Pati, ternyata diduga menimpa orang nomor satu di Bumi Mina Tani.

Bupati Pati Haryanto dikabarkan ikut menjadi korban penipuan berkedok voucher human obligation dan biaya peningkatan kesejahteraan hidup tersebut.

Hal ini diterangkan Direskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar, saat mendatangi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng, Rabu (16/8/2017). Menurutnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, bupati Pati menjadi salah satu korban.

Saat ini, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk menyelidiki sejauh mana kerugian yang ditimbulkan akibat aksi kejahatan tersebut.

“Sedang kami dalami termasuk yang menimpa bupati Pati. Jika ditemukan akan diproses hukum sesuai pasal 378 tentang Penipuan, diperkuat UU ITE jika mereka melakukan penipuan via media online. Ancaman hukumannya sampai empat tahun,” katanya dikutip dari Metrojateng.com.

Menurutnya, dari hasil monitoring yang dilakukan, kasus penipuan ini telah merambah di dua kota di Jateng. Yakni di Kabupaten Pati dan Purwokerto. Di Pati sendiri dilaporkan ada 30-an warga yang menjadi korban.

“Kami memonitor bahwa ada temuan adanya pemberian surat kuasa Swissindo tersebut masuk Pati dan Purwokerto. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk melapor ke pihak berwajib jika ada relawan yang menawarkan surat kuasa atas nama Swissindo,” ujarnya.

Kepala OJK Jateng Moch Ihsanuddin masih menyelidiki aksi tipu-tipu yang dilakukan Swissindo dengan menyebar surat kuasa palsu.

Baca juga : Duh, 30 Warga Pati Jadi Korban Penipuan UN Swissindo

Menurutnya ada indikasi sejumlah perbankan lainnya yang jadi korban kasus penipuan tersebut. Yakni tujuh bank umum, 41 BPR, satu lembaga pembiayaan serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Ia menegaskan, kegiatan Swissindo ilegal karena tidak mengantongi izin dari OJK. Ia pun mengimbau kepada para debitur dan pelaku jasa keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran palsu tersebut.

“Para korban sebaiknya menempuh upaya hukum agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar,” tegasnya.

Baca juga : Puluhan Anggota UN Swissindo di Pati Berencana Datangi Bank Mandiri

Sebelumnya, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo setelah ada korban hingga 30 nasabah. “Penipuan ini sudah ada di sejumlah daerah, termasuk Pati. Ada sekitar 30 nasabah yang tertipu UN-Swissindo di Pati,” kata Kompol Sundoyo, Sabtu (12/8/2017).

Modus dari penipuan tersebut, salah satunya meminta korban untuk mencari debitur bermasalah untuk diajak bergabung, meminta korban membayarkan sejumlah uang pendaftaran untuk menjadi anggotanya dan mencari korban yang terlibat kredit macet, serta menjanjikan akan menyelesaikan hutangnya dengan jaminan surat berharga negara.

Editor : Ali Muntoha

PTUN Tolak Adili Gugatan Walhi soal Pabrik Semen Indonesia Rembang

Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Gugatan Wahana Lingkungan Hidup terhadap izin Gubernur Jateng Nomor 660.1/4 tahun 2017 tentang penambangan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, kembali mental. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang menolak mengadili gugatan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Hakim Ketua Diah Widiastuti dalam sidang perlawanan Dismisal atas permohonan gugatan terhadap Izin Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/4 tahun 2017 di PTUN Semarang, Rabu (16/8/2017).

Pengadilan memutuskan menolak perlawan dari pelawan terhadap putusan dismisal. “Mempertahankan keputusan Ketua PTUN tentang putusan dismisal,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/4 tahun 2017 merupakan produk tata usaha negara.

Menurut dia, terbitnya surat tersebut merupakan pelaksanaan dari pertimbangan putusan Mahkamah Agung tentang Peninjauan Kembali izin lingkungan pabrik PT Semen Indonesia yang diterbitkan sebelumnya. “Penerbitan surat nomor 660.1/4 tahun 2017 tersebut merupakan bagian keputusan berantai yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum Walhi, Ivan Wagner, menyatakan kekecewannya. Menurut dia, pertimbangan hukum hakim yang menolak perlawanan tersebut sama sekali tidak memiliki argumentasi hukum dalam menilai pokok perlawanan.

“Hakim juga sama sekali tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang disampaikan pelawan,” katanya.

Ia menyatakan, tim kuasa hukum akan mengkaji upaya hukum lain meski sesungguhnya peluang tersebut sudah tertutup.

Sebelumnya, Walhi kembali menggugat Gubernur Jawa Tengah atas terbitnya izin Nomor 660.1/4 tahun 2017 tentang penambangan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Izin tersebut menggantikan aturan sebelumnya tentang kegiatan penambangan PT Semen Indonesia yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Editor : Ali Muntoha

Kades di Batang Anggap Sudirman Said Berani Lawan Koruptor

Mantan menteri ESDM Sudirman Said saat bertemu para kepala desa se-Kabupaten Batang, Selasa (15/8/2017). (Foto : Humas Sudirman Said)

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said tak memungkiri jika ia bukanlah satu-satunya sosok terbaik yang patut memimpin Jawa Tengah lima tahun ke depan. Ia pun menyatakan tak segan untuk mendukung dan tokoh terbaik tersebut.

Hal ini ditegaskan mantan Menteri ESDM tersebut saat bertemu kepala desa de-Kabupaten Batang, Monggo Moro, Gringsing, Batang, Selasa (15/8/2017).

“Jika ada yang lebih baik dari saya, mari kita junjung bersama untuk Jawa tengah yang lebih baik,” ujarnya.

Karena menurut dia, untuk membangun Jawa Tengah adalah tugas bersama. Seluruh rakyat mesti turut serta berbuat demi kebaikan provinsi ini.  Sudirman Said mengaku, orang-orang yang baik ini patut untuk diajak kerja bersama.

“Membangun Jawa tengah itu bukan hanya kerja perorangan, tapi kerja bersama untuk rakyat yang lebih baik”, ucapnya Sudirman Said sewaktu berkumpul bersama seluruh kepala desa se Kabupaten Batang, di Monggo Moro, Gringsing, Selasa 15 Agustus 2017.

Dalam kunjungan ini, secara bergantian kepala desa seluruh Kabupaten Batang memberikan sambutan atas kehadiran Sudirman Said. Mereka menyambutnya sebagai seorang yang berani.

Ahmad Rojikin, Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Batang mengatakan Sudirman Said sebagai tamu penting dan istimewa.

Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu terbaik Jateng. Seorang pemberani yang terus meluangkan waktunya untuk berkarya untuk Jateng,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebut bahwa tidak banyak orang yangg berani melawan koruptor kecuali Sudirman Said. Keberanian ini adalah hal yang baik bagi Jawa Tengah ke depan. “Kita harus bersama dukung Sudirman Sa’id karena terbukti, pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar Ajak Keroyok Kemiskinan di Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandatangani deklarasi antiradikalisme dan terorisme usai upacara HUT ke-67 Provinsi Jateng, Selasa (15/8/2017). (Humas Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengajak semua pihak terutama pemerintah kabupaten/kota di Jateng untuk lebih serius menurunkan angka kemiskinan. Pasalnya, jumlah warga miskin di provinsi ini masih sangat banyak, dan angkanya jauh lebih tinggi dari angka nasional.

“Saya sampaikan di pidato saya tadi, kemiskinan masih tinggi, mesti dikeroyok bersama-sama,” kata Ganjar usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah, di Lapangan Pancasila (Simpang Lima) Semarang, Selasa (15/8/2017).

Angka kemiskinan di Jawa Tengah saat ini masih berada pada angka 13,19 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 10,70 persen. Ganjar mengaku, kondisi ini menjadi perhatian serius.

Karena, meski tiap tahunnya angka kemiskinan selalu mengalami penurunan namun angkanya masih belum terlalu signifikan.

Menurutnya, peran serta dan partisipasi kabupaten/ kota sangat penting untuk mengoptimalkan penurunan kemiskinan. Karena data yang ada selama ini selalu berubah dan berbeda-beda.

”Sehingga perlu keberanian melakukan introspeksi diri untuk memperbaiki kekurangan yang ada di birokrasi, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain kemiskinan, masih ada beberapa hal yang harus terus didorong dan dioptimalkan. Di antaranya pemberantasan pungli, peningkatan integritas, dan antikorupsi.

Karenanya, pemerintah harus mau berhijrah menjadi pemerintah yang responsif dan cepat merespon persoalan yang ada di masyarakat. “Inilah perbaikan yang sebenarnya kita harapkan dan masyarakat menunggu itu,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemprov Klaim Pabrik di Pati Bisa Kendalikan Harga Garam

Seorang petani garam sedang mengumpulkan garam dari lahan yang ada di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung-Jepara. Pemprov Jateng bakal membangun pabrik garam besar di Pati. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang- Pemprov Jateng akan mulai membangun pabrik garam berkapasitas 40 ribu ton di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati, Oktober 2017 mendatang. Pabrik ini nantinya akan menghasilkan garam dengan kualitas unggul, serta mampu mengendalikan harga garam, sehingga tak merugikan petani.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu, mengatakan, pabrik garam ini nantinya akan menghasilkan garam kualitas baik untuk kebutuhan konsumsi industri. Setidaknya kadar yodium garam atau Natrium Chlorida (NaCl) mencapai angka 96.

“Saat ini garam rakyat yang ada rata-rata NaCl-nya baru 86. Maka nanti menggunakan teknologi tertentu agar NaCl bisa lebih tinggi,” katanya.

Teknologi yang dibuat BPPT, saat ini masih diperhitungkan biayanya. Karena untuk mengalirkan air laut butuh lahan sangat luas.

Meskipun semakin luas area lahan untuk perlintasan air lautnya, maka kualitas garam makin bersih dan kadar NaCl makin tinggi. “Jadi nanti garamnya benar-benar putih,” ujarnya.

Pada dasarnya, imbuh Peni, adanya pabrik garam ini adalah untuk mengendalikan harga ketika ada panen raya agar harga tidak anjlok karena dipermainkan tengkulak. Nantinya, petani garam menjual produksinya ke pabrik milik pemerintah dengan harga yang ditetapkan.

“Ke depan harapan kita ada penetapan harga garam misalnya harga pembelian pemerintah (HPP) seperti pada beras,” jelasnya.

Baca juga : Pati Akan Dibangun Pabrik Garam Besar, Ganjar Minta Oktober Mulai Digenjot

Sebelumnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta agar pabrik garam di Pati ini digenjot pembangunannya.

Ia menyebut, studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) rencana pembangunan pabrik garam kapasitas besar di Jateng telah tuntas. Pemprov menargetkan, Oktober tahun ini harus sudah mulai dibangun.

“Saya sudah meminta Oktober tahun ini diground breaking (peletakan batu pertama) agar lebih cepat, kalau itu bisa dilaksanakan maka intervensi Pemprov Jateng akan segera dimulai,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Panglima TNI Heran Ada Orang Ngaku Ulama Tapi Ingin Ubah Pancasila

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto : Setkab)

MuriaNewsCom, Semarang – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku heran jika ada orang-orang yang mengaku ulama tetapi ingin mengubah pancasila.

Hal tersebut diungkapkan Gatot saat Tausiah Kebangsaan memperingati HUT Ke-72 RI di kawasan Bundaran Tugu Muda Semarang, Senin (14/8/2017) malam.

“Alangkah anehnya kalau sekarang muncul ulama dengan pakaian ulama, tetapi ingin mengubah pancasila. Pasti bukan ulama Indonesia,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Panglima menduga “ulama” tersebut merupakan orang Indonesia yang pura-pura berpakaian ulama, membohongi rakyat, dibayar untuk merusak rakyat.

Ia menyatakan aneh jika ada ulama yang ingin mengubah Pancasila karena justru ulama yang merumuskan dan menyusun landasan berdirinya NKRI. “Ulama sudah mempersatukan, menyatukan, berjuang, dan menyiapkan landasan,” ujarnya.

Berdasarkan sejarah, lanjut dia, kiai dan ulama selalu menjadi ujung tombak perjuangan NKRI. “Setelah dimotori para kiai, semua ikut. Kristen ikut, Katolik ikut, Buddha ikut,” katanya.

Dalam kondisi terkini, kata dia, dunia mengakui ibadah Ramadan di Indonesia sebagai yang teraman di dunia. “Ada yang tidak senang, berusaha memecah belah. Jangan mau terprovokasi,” terangnya.

Oleh karena itu, kata Panglima, ulama dan santri berperan dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang majemuk ini.

Editor : Ali Muntoha

Pati Akan Dibangun Pabrik Garam Besar, Ganjar Minta Oktober Mulai Digenjot

Petani di Jepara tengah memanen garam. Pemprov Jateng akan mulai membangun pabrik garam besar di Pati pada Oktober 2017 mendatang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bakal membangun pabrik garam dengan kapasitas besar di Kabupaten Pati. Rencananya, pabrik dengan kapasitas produksi mencapai 40 ribu ton itu bakal dibangun di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Pati.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memastikan persiapan untuk pembangunan pabrik garam itu telah siap. Mulai dari studi kelayakan atau feasibility study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) telah tuntas, sehingga pembangunan bisa segera digenjot.

“Saya sudah meminta Oktober tahun ini di-ground breaking (peletakan batu pertama) agar lebih cepat, kalau itu bisa dilaksanakan maka intervensi Pemprov Jateng akan segera dimulai,” katanya, Senin (14/8/2017).

Untuk pembangunan pabrik garam itu telah disiapkan lahan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dan desa setempat. Ia menyebut, pemerintah desa setempat juga bersedia mendukung penyediaan lahan milik kas desa Raci seluas 700 hektare.

“Bahkan desa tetangga, juga bersiap mendukung penyediaan lahan,” ujarnya.

Secara nasional, kebutuhan garam industri secara nasional mencapai 2 juta ton. Sedangkan pabrik garam kapasitas besar di Jateng ini nantinya mampu memproduksi sekitar 40 ribu ton. Sehingga setidaknya dapat membantu kebutuhan garam industri nasional.

Dari hasil koordinasi dengan pihak petambak garam, lanjutnya, para petambak siap dengan penerapan teknologi geomembrane atau ulir. Namun petani garam membutuhkan kepastian harga.

“Karena selama ini mereka menjualnya ke tengkulak, maka yang seperti ini mesti diselesaikan,” katanya.

Selain itu, para petambak berharap ada  gudang untuk stok garam. Terkait hal ini, Pemkab Demak juga bersedia menyediakan lahan. Menurutnya, gudang garam ini penting yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk intervensi dari pemprov melalui resi gudang.

“Kalau pabrik sudah jadi, harapan saya ada contoh yang bisa ditiru,” ujarnya.

Terkait supply bahan baku produksi, nantinya para petambak akan setor ke pabrik, kemudian pabrik akan mengolah dan menjualnya. Petambak juga meminta agar mereka bisa menjual ke pabrik secara langsung, tidak melalui perantara.

Sementara untuk kontinyuitas persediaan bahan baku, Ganjar juga meminta pada Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) untuk menyuntikan teknologi yang tepat supaya bisa berkelanjutan. Sejumlah daerah yang memiliki ‘air tua’ atau kadarnya bagus untuk garam yakni di Pati, Demak, Brebes, Jepara, dan Rebang.

“Apalagi ini ada momentum bagus, kondisi cuaca rasanya sudah masuk kemarau, maka ini potensi yang segera harus dilakukan,” kata Ganjar.

Editor : Ali Muntoha

Jangan Lewat Simpanglima Semarang Besok, karena Ada Upacara Hari Jadi Jateng

Warga beraktivitas di Simpanglima Semarang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Dalam rangka pelaksanaan upacara Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (15/8/2017) kawasan Simpanglima (Lapangan Pancasila) Semarang ditutup untuk jalur transportasi, mulai pukul 06.30 WIB. Terkait hal tersebut, masyarakat diharap mencari jalur alternatif lain di sekitar Simpanglima.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Dadang Somantri menyampaikan, penutupan jalan dilakukan mengingat pada hari tersebut dilaksanakan upacara bendera peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah. Berkaitan dengan hal itu, arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan Sriwijaya, Jalan Veteran, kawasan Kampung Kali, Jalan Erlangga, Jalan Pandanaran II, dan sekitarnya.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena kawasan Simpanglima ditutup sebentar untuk upacara bendera Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah. Kami mohon pengguna jalan mencari jalur alternatif lain di sekitar Simpanglima. Penutupan kawasan Simpanglima juga akan dilakukan pada Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Kamis 17 Agustus,” katanya.

Ditambahkan, pada Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah tersebut, seluruh peserta kembali mengenakan pakaian adat, seperti yang biasa digunakan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setiap tanggal 15. Namun, pakaian yang digunakan kaum pria pada upacara kali itu adalah beskap Jawi Jangkep, lengkap dengan blangkon, keris, dan selop. Pakaian tersebut merupakan pakaian khas Jawa Tengah yang berasal dari kaum bangsawan dan keluarga keraton Surakarta.

“Untuk wanita juga menggunakan pakaian kebaya khas Jawa Tengah dengan kain jarik dan selop,” beber Dadang.

Ditambahkan, pesta rakyat sebagai pucak peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah kembali akan diselenggarakan di luar ibukota provinsi ini, yakni di Kabupaten Jepara, mulai 25-27 Agustus mendatang. Beragam acara digelar di Alun-alun Jepara, mulai dari Pameran Produk Kriya Dekranasda, UMKM Food Festival dan Kuliner, Pameran Peningkatan Produk Industri Agro, Pojok Konsultasi Bisnis, Parade Band, Lomba Nyanyi, Lomba Fotografi, Pameran Digital Kreatif Media, Festival Olahraga Rekreasi Daerah.

“Pada 25 Agustus malam, juga akan ada Pertunjukan Seni Budaya Jawa Tengah yang diikuti seluruh kabupaten/ kota. Silakan datang ke Alun-alun, dan nikmati ragam seni dan budaya yang ada di provinsi ini,” jelas Dadang.

Pada 26 Agustus akan dilangsungkan Pesta Obor, Dekranasda Carnival, Gowes Jelajah Jepara, Festival Kupat/ Lepet/ Jajanan Pesisir, Ketoprak Kontemporer, Bumi Kartini Night Run, Penjualan Sembako Murah, Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk Disabilitas. Ada pula band dengan dimeriahkan artis nasional Kunto Aji and Friend. Para pemuda yang hendak mencari lowongan kerja, bisa memanfaatkan job fair yang diselenggarakan pada 25-26 Agustus. Ada pula Pameran UMKM Binaan BNP2TKI.

Kemeriahan Hari Jadi Jawa Tengah masih berlanjut pada 27 Agustus dengan Festival Thongtek Jepara, Senam Pagi, Jalan Sehat, Lomba Menggambar dan Mewarnai, Orkes Melayu Ersa Musik, serta Penutupan Pesta Rakyat dengan menghadirkan grup band kondang Shaggydog. Sebelumnya, pada 24 Agustus juga diselenggarakan Jateng Bersalawat di Lapangan Mrican Mulyo Harjo Jepara.

“Selama 25-27 Agustus itu juga, disediakan makan gratis di dapur umum yang berada di sekitar alun-alun. Sama seperti namanya, pesta rakyat, kegiatan ini diselenggarakan untuk masyarakat Jawa Tengah, termasuk warga Jepara. Ayo catat tanggalnya, dan ikuti kegiatannya untuk bersama memeriahkan Hari Jadi Jawa Tengah,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazamii

Hanya 5 Orang Nyalon Gubernur Lewat PDIP, Takut Sama Ganjar?

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng (petahana) yang tingkat popularitasnya belum bisa ditandingi calon lain. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah telah menutup penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng untuk Pilkada 2018 mendatang. Ada 25 tokoh yang mendaftarkan diri, baik melamar sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.

Dari jumlah tersebut, hanya lima orang saja yang mendaftar sebagai calon gubernur, termasuk gubernur petahana Ganjar Pranowo. Hal ini berbeda dengan Pilgub 2013 lalu, di mana pendaftar cagub melalui PDIP cukup banyak dan dari berbagai kalangan.

Sebut saja selain Ganjar, ada Rustriningsih yang saat itu menjabat sebagai wakil gubernur. Hadi Prabowo yang waktu itu menjadi Sekda Jateng juga mendaftar. Ada juga mantan Pangdam IV/Diponegoro, Mulhim Asryof, Djoko Besariman (Hanura), Don Murdono (mantan bupati Sumedang), Budi Supriyanto  (Pemuda Pancasila) ataupun Riyanta dari unsur pengusaha.

Banyak pihak yang menyebut, para tokoh lebih memilih mengincar posisi calon wakil gubernur melalui PDIP, karena elektabilitas petahana (Ganjar Pranowo) masih sangat kuat.  Apalagi dalam pilgub lalu, Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmiko berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara 6.962.417 atau 48,82 persen.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng kepada wartawan mengatakan, sebenarnya ada enam orang mendaftar untuk posisi calon gubernur. Hanya saja hingga 11 Agustus 2017 lalu, satu calon tak mengembalikan formulir pendaftaran.

“Ke-25 pendaftar itu terdiri dari enam orang mendaftar bakal calon gubernur dan 19 orang mendaftar bakal calon wakil gubernur. Sedangkan yang mengembalikan formulir pendaftaran hanya 19 orang,” katanya dikutip dari Antaranews.com.

Lima tokoh yang memperebutkan rekomendasi sebagai cagub dari PDIP yakni, Sunarna (Bupati Klaten), Wardoyo (Bupati Sukoharjo), Musthofa (Bupati Kudus), Lestariyono Loekito, dan Ganjar Pranowo (petahana).

Dominasi Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2018 memang masih sangat besar. Hal ini pun diakui bakal calon gubernur Sudirman Said. Meski demikian, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengaku tak gentar.

“Di mana-mana incumbent populer, yang masuk belakangan berjuang, ini tantangan kita,” kata Sudirman dikutip dari Tribunjateng.com.

Sudirman mengaku, akan terus mengejar popularitas agar dapat bersaing dengan incumbent. Cara yang diambilnya yakni terjun langsung bertemu masyarakat, serta merangkul unsur partai politik dan tokoh agama.

Editor : Ali Muntoha

Siap Head to Head di Pilgub Jateng, Golkar Tutup Pintu Koalisi dengan PDIP?

Foto : Golkar

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Golkar tampaknya sudah sangat percaya diri untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 mendatang. Bahkan Golkar berharap bisa tanding head to head dengan PDI Perjuangan, sebagai pemenang dalam pemilu lalu.

Ketua DPD 1 Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono mengatakan, harapannya dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang hanya ada dua pasang calon. Dengan dua pasang calon ini, menurutnya akan lebih menguntungkan untuk melawan calon dari PDI Perjuangan.

“Menurut teori, pengalaman, pengamatan, dan `feeling`, kalau `head to head` siapa pun, termasuk saya dengan PDIP itu menarik, probability-nya untuk menang itu lebih tinggi daripada jika calonnya ada tiga,” kata Wisnu, dikutip dari Antaranews.com, Senin (14/8/2017).

Ia mengakui, jika pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang ada tiga calon, maka PDI Perjuangan yang akan diuntungkan. Sementara jika head to head peluang untuk Golkar cukup besar.

“Kalau calonnya tiga, secara teori PDIP diuntungkan walaupun pelaksanaannya tergantung operasi di lapangan. Akan tetapi, kami bicara teori dahulu,” ujarnya.

Dengan harapan ini, kemungkinan Golkar tidak akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, sama seperti Pilgub Jateng 2013 lalu. Saat itu PDI Perjuangan tampil sebagai partai tunggal yang mengusung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, sementara Golkar berkoalisi dengan Demokrat mengusung Bibit Waluyo- Sudijono Sastroadmodjo.

Meski demikian, Partai Golkar juga memastikan akan berkoalisi dengan partai politik lain karena jumlah kursi di DPRD Jateng yang tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri. “Pengalaman kami dengan PPP lebih baik, PPP bersama kita di tiga pilkada lalu, yakni Demak, Batang, dan Banjarnegara,” ujarnya.

Wisnu menyatakan, partainya akan melakukan melakukan survei internal guna menentukan calon yang akan diusung pada Pilgub Jateng 2018. Survei itu akan dilakukan pada sejumlah nama potensial, termasuk Wisnu Suhardono.

“Akhir bulan ini ada survei, termasuk saya (yang ikut disurvei), yang hasilnya jelek enggak usah diusung,” katanya.

Wisnu mendapat dorongan dari internal Golkar untuk maju bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono bahkan menyebut 35 DPD II kabupaten/kota di Jateng dan DPD I Jateng sudah bulat mendukung pencalonan Wisnu SUhardono.

Editor : Ali Muntoha

Rangkaian HUT Jateng, Selasa Besok Simpanglima Semarang Ditutup

Rangkaian pesta rakyat yang bakal memeriahkan HUT Jateng 2017. (Pemprov Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Anda yang berada di Kota Semarang, Selasa (15/8/2017) besok disarankan untuk tidak melintas di kawasan Simpanglima Semarang, atau lebih baik memilih jalan alternatif. Pasalnya, jalan di kawasan tersebut akan ditutup total sejak pagi hari, karena digunakan untuk upacara Hari Jadi ke-67 Provinsi Jawa Tengah.

Jalan akan ditutup mulai pukul 06.30 WIB hingga rangkaian upacara peringatan rampung digelar.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng Dadang Somantri mengatakan, dengan penutupan itu, maka arus lalu lintas akan dialihkan ke Jalan Sriwijaya, Jalan Veteran, kawasan Kampung Kali, Jalan Erlangga, Jalan Pandanaran II, dan sekitarnya.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat karena kawasan Simpanglima ditutup sebentar untuk upacara bendera Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah. Kami mohon pengguna jalan mencari jalur alternatif lain di sekitar Simpanglima. Penutupan kawasan Simpanglima juga akan dilakukan pada Upacara HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Kamis 17 Agustus,” katanya dikutip dari jatengprov.go.id, Senin (14/8/2017).

Menurut dia, pada Upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah tersebut, seluruh peserta kembali mengenakan pakaian adat, seperti yang biasa digunakan di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setiap tanggal 15. Namun, pakaian yang digunakan kaum pria pada upacara kali itu adalah beskap Jawi Jangkep, lengkap dengan blangkon, keris, dan selop.

Pakaian tersebut merupakan pakaian khas Jawa Tengah yang berasal dari kaum bangsawan dan keluarga keraton Surakarta. “Untuk wanita juga menggunakan pakaian kebaya khas Jawa Tengah dengan kain jarik dan selop,” ujarnya.

Ia menyatakan, puncak peringatan HUT akan digelar pesta rakyat yang dipusatkan di Alun-alun Jepara. Dalam pesta rakyat itu akan digelar mulai dari Pameran Produk Kriya Dekranasda, UMKM Food Festival dan Kuliner, Pameran Peningkatan Produk Industri Agro, Pojok Konsultasi Bisnis, Parade Band, Lomba Nyanyi, Lomba Fotografi, Pameran Digital Kreatif Media, Festival Olahraga Rekreasi Daerah.

“Pada 25 Agustus malam, juga akan ada Pertunjukan Seni Budaya Jawa Tengah yang diikuti seluruh kabupaten/ kota. Silakan datang ke alun-alun, dan nikmati ragam seni dan budaya yang ada di provinsi ini,” jelas Dadang.

Pada 26 Agustus akan dilangsungkan Pesta Obor, Dekranasda Carnival, Gowes Jelajah Jepara, Festival Kupat/ Lepet/ Jajanan Pesisir, Ketoprak Kontemporer, Bumi Kartini Night Run, Penjualan Sembako Murah, Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk Disabilitas.

Ada pula band dengan dimeriahkan artis nasional Kunto Aji and Friend. Kemudian festival, job fair, orkes melayu dan lainnya juga bakal menyemarakkan. Pesta rakyat sendiri akan ditutup dengan penampilan dari Shaggydog.

“Selama 25-27 Agustus itu juga, disediakan makan gratis di dapur umum yang berada di sekitar alun-alun. Sama seperti namanya, pesta rakyat, kegiatan ini diselenggarakan untuk masyarakat Jawa Tengah, termasuk warga Jepara. Ayo catat tanggalnya, dan ikuti kegiatannya untuk bersama memeriahkan Hari Jadi Jawa Tengah,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoh

Sudirman Said Dekati Gerindra dan PKS demi Rebut Kursi Gubernur Jateng

Sudirman Said saat melakukan pertemuan dengan pengurus DPD Partai Gerindra Jateng, Sabtu (12/8/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said semakin gencar melakukan pendekatan terhadap partai politik, untuk memuluskan langkahnya untuk merebut kursi gubernur dalam Pilkada Jateng 2018 mendatang. Sudirman Said, terlihat melakukan pendekatan dengan Partai Gerindra dan PKS Jateng.

Ini terlihat dalam  safari politiknya, akhir pekan kemarin (Sabtu (12/8/2017). Sudirman bersama rombongan mengunjungi Kantor DPD Partai Gerindra Jateng, dan DPW PKS Jateng.

Di kantor Partai Gerindra, Sudirman Said terlihat disambut dengan hangat. Bahkan Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wachid memperkenalkan Sudirman Said di depan kader Gerindra sebagai calon gubernur.

Menurutnya konsolidasi ini sudah atas persetujuan Prabowo Subianto. Karena beberapa kali sudah melakukan pertemuan.

“Ini adalah kesempatan, karena kader sudah banyak yang mendesak dan bertanya siapa yang akan diusung pada Pilgub Jateng. Nanti bisa juga Pak Sudirman bawa baliho atau gambar sehingga lebih mudah memperkenalkan,” katanya.

Sudirman Said selanjutnya diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan membicarakam tentang bagaimana membangun bangsa, khususnya Jawa Tengah ke depan. Selanjutnya terjadi diskusi yang hangat antara Sudirman Said dengan pengurus DPD Gerindra Jawa Tengah dan para kader.

“Terima kasih telah diberi kesempatan, dan saya siap melakukan kompetisi!” Tegas Sudirman Said menutup sambutannya.

Sebelum ke kantor DPD Partai Gerindra Jateng, Sudirman Said juga melakukan kunjungan ke kantor DPW PKS Jateng. Di PKS Sudirman Said disambut ketua DPW PKS Jateng Kamal Fauzi, pengurus dan kader PKS.

Dalam pertemuan ini, Sudirman Said menyebut sudah membahas mengenai calon pemimpin Jateng. “Ini pertemuan reguler, untuk menyamakan persepsi dan melaporkan perkembangan di lapangan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha