Beraksi Pakai Jimat Sakti di KA Purwojaya, Pencuri Ini Malah Tertangkap di Purwokerto

Foto Ilustrasi. Pelaku kejahatan mempertanggungjawabkan perbuatannya. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Ada-ada saja yang dilakukan warga ini. Dengan berbekal jimat biar tak konangan mencuri, justru malah tertangkap. Hal itu terjadi di KA Purwojaya relasi Gambir-Purwokerto-Cilacap. Adalah Sugeng Subagyo (61), warga Bojong Rangkong, Jakarta Timur. Sugeng mengakui perbuatannya saat dimintai keterangan di Stasiun Purwokerto, Kamis (24/8/2017).

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan, pihaknya berhasil menangkap pencuri dari atas KA Purwojaya. “Penangkapan terhadap pelaku berawal dari kecurigaan personel Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) yang sedang bertugas mengawal KA Purwojaya, yakni Gus Gigih dan Dika Rimba,” katanya di Purwokerto, dikutip Antara.

Pencuri itu beraksi dengan memegang jimat. Dengan tujuan biar tak tertangkap. Tapi yang terjadi, pencuri itu malah tertangkap petugas KA. Jimat itu berisi sisik penyu, bunga kantil, dan mata uang kuno. “Jimat itu diyakini pelaku sebagai pengasihan dan biar tidak diketahui kalau mencuri,” ujarnya.

Pelaku diketahui mondar-mandir dan melakukan aktivitas mencurigakan di dalam Kereta Eksekutif 3 KA Purwojaya. Pelaku yang pura-pura baru keluar dari toilet segera berjalan kembali ke tempat duduknya, yakni nomor 7B.

Saat berjalan, pelaku dengan cepat mengambil tas bukan miliknya dari rak barang di atas tempat duduk depan tempat duduknya. Petugas Polsuska bersama kondektur segera menangkap pelaku dan menurunkannya di Stasiun Purwokerto.

Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa tiga buku ukuran folio yang biasa digunakan pelaku untuk dimasukkan ke dalam tas korban sebagai pengganti laptop yang dia curi.

Selain itu, petugas juga menemukan kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Tjandra Washita yang diduga palsu karena foto pada KTP tersebut merupakan wajah pelaku.

Petugas juga menemukan satu lembar surat izin mengemudi (SIM) bukan atas nama pelaku, dua obeng, 10 “Micro SD” yang diduga dari telepon pintar curian karena isinya berbeda-beda, serta. Ditemukan juga satu buah `power bank`, satu unit telepon pintar merek Xiaomi, dan dua buah `buff` atau penutup wajah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Usai Kontes, Sepeda Motor Kece Ini Ditegur Polisi Magelang 

Polisi menegur pemilik sepeda motor modifikasi di Desa Kalegen, Polsek Bandongan, Kota Magelang. (polresmagelangkota.com)

MuriaNewsCom, Magelang – Polres Magelang terus melakukan penertiban ke seluruh sudut kota setempat. Termasuk juga, mereka melakukannya hingga pedesaan. Tak heran jika polisi kerap menemukan pelanggaran di desa.

Salah satunya adalah, ditemukannya kendaraan sepeda motor modifikasi. Namun, modifikasi yang dilakukan tidak mengindahkan aturan lalu lintas. Dalam hal ini, adalah kelengkapan bagian kendaraan yang diabaikan.

Brigadir Nawa Luki, Bhabinkamtibmas Desa Kalegen Polsek Bandongan Resor Magelang Kota memberikan imbauan dan pesan kamtibmas saat patroli sambang di Dudun Kalegen. Pihaknya menemukan kendaraan tersebut dan menegur pemiliknya.

Madi, warga Kalegen yang asyik mengendarai sepeda motor warna ungu dihentikan polisi. Dalam bincang singkatnya, Brigadir Nawa memberi imbauan kepada Madi untuk melengkapi bagian dari sepeda motornya yang kurang. Seperti halnya, kaca spion dan ban sepeda motor. Seban ban sepeda motor tak standar malah rawan mengancam pengendara.

“Lek Di, minta tolong nanti apa besok, kalau pas senggang, motornya dipasangi spion dan ban juga diganti yang standar demi keselamatan,” kata Nawa dikutip dari web resmi polres setempat.

Dengan senyum malu-malu, Mardi, menyanggupinya. Dalam waktu dekat,dia siap melengkapi kendaraannya biar nyaman dipakai, dan tak mengancam keselamatannya berlalu lintas.

“Iya pak Nawa, mohon maaf, kemarin itu motor saya ikutkan kontes jadi belum saya pasangi kelengkapannya,” kata Mardi dengan senyum malunya.

Editor : Akrom Hazami

Meriahkan HUT Kudus, KASKUS Gelar  KASKUS Kudus Half Marathon

Bupati Kudus Musthofa (tengah) saat press conference di Crystal Palace lt 7, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Semarang – Kabupaten Kudus bakal memasuki hari jadi ke 468 pada September mendatang. Untuk memeriahkan hari jadi tersebut, KASKUS menggelar acara KASKUS Kudus Half Marathon dalam sejumlah kriteria.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, KASKUS Kudus Half Marathon ini bakal digelar Minggu (24/9/2017). Kegiatan tersebut, terselenggara dari kerjasama antara Pemkab Kudus dengan komunitas online, KASKUS.

“Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan KASKUS. Ini merupakan mimpi saya setelah menjabat hampir 10 tahun di Kudus, yang akhirnya terwujud,” katanya saat press conference di Crystal Palace lt 7, Crowne Hotel, Kamis (24/8/2017).

Menurut dia, perayaan ulang tahun ke-468 ini memiliki tujuan untuk menunjukkan perkembangan Kota Kretek kepada masyarakat luas. Selain itu, dengan adanya kegiatan Marathon juga menjadi promosi Kabupaten Kudus, mulai dari kuliner, wisata, budaya, dan juga keindahan alam. 

Sementara itu, Ronny W. sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork mengatakan, dalam perlombaan nanti, terdapat empat kategori yang dolombakan dalam acara tersebut. Yaitu, Half Marathon (21 K) 10 kilometer, 5 kilometer dan Kids fun run 1 kilometer.

Dijelaskan, pihak KASKUS memilih Kudus, karena memenuhi sejumlah kriteria dalam perlombaan marathon. Selain jalannya yang sudah mulus, pemandangan alamnya juga dianggap indah dengan background Gunung Muria. 

“KASKUS ini kan dari Sabang sampai Merauke, setelah sebelumnya kami membuat acara lari di Jakarta, kami juga membuat di wilayah lain. Apalagi, pengakses KASKUS juga banyak dari Semarang dan sekitarnya, termasuk Kudus,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Stok Darah di Kota Magelang Saat Ini Tersisa Segini

Foto Ilustrasi. Petugas menunjukkan stok darah di kantor PMI. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Magelang – PMI Kota Magelang menyatakan saat ini stok darah di tempatnya tersisa 104 kantong. PMI terus melakukan pelayanan kegiatan donor darah di sejumlah tempat di Kota Magelang.

Staf Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela PMI Kota Magelang Akadika Agus Kuncoro mengatakan stok darah di PMI Kota Magelang 104 kantong. “Dengan kegiatan sosial donor darah ini, tentu menambah stok darah di PMI Kota Magelang,” ujarnya di kesempatan donor darah di Komando Distrik Militer 0705/Magelang, Kamis (24/8/2017) dikutip dari Antara.

Komando Distrik Militer 0705/Magelang saat ini menyelenggarakan kegiatan sosial berupa donor darah melibatkan personel dari berbagai satuan di Kota Magelang. Hal itu dilakukan guna mendukung PMI setempat dalam pelayanan kebutuhan darah kepada masyarakat.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari setelah mengikuti donor darah mengatakan kegiatan dengan melibatkan ratusan personel TNI dan PNS tersebut dalam rangkaian HUT Ke-72 TNI di daerah setempat.

Ia mengemukakan tentang manfaat donor darah untuk membantu orang lain. Setelah diperiksa dan diuji keamanan dan kelayakannya oleh petugas PMI, katanya, kemudian darah tersebut digunakan untuk pasien yang membutuhkan. “Dengan donor seperti ini, kita membantu orang lain, menyelamatkan nyawa mereka,” ujarnya.

Selain membantu sesama yang membutuhkan darah, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonornya. Bagi pendonor, ujarnya, aliran darah dalam tubuhnya menjadi lebih lancar. Donor darah juga mencegah penyumbatan arteri dan meningkatkan produksi sel darah merah si pendonor.

 

Editor : Akrom Hazami

Polwan Cantik Diperiksa Temannya Sendiri di Mapolres Pekalongan


Anggota Propam Polres Pekalongan memeriksa polwan di mapolres setempat. (Tribratanewskajen)

MuriaNewsCom, Kajen – Seksi Profesi dan Pengaman (Propam) Polres Pekalongan melaksanakan pemeriksaan yang dikhususkan kepada anggota polwan di lingkungan Polres Pekalongan, Kamis (24/8/2017) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah apel pagi, serta dalam rangka memperingati HUT ke-69 Polwan.

Pemeriksaan dipimpin oleh Kasi Propam Polres Pekalongan Iptu Mustadi bersama dengan anggotanya. Mereka melaksanakan pemeriksaan kepada seluruh Polwan Polres Pekalongan. Puluhan Polwan pun patuh mengikuti kegiatan pemeriksaan tersebut.

Beberapa hal yang menyangkut kelengkapan anggota Polri diperiksa oleh petugas Propam Polres Pekalongan. Seperti Kartu Tanda Anggota dan KTP harus selalu dibawa oleh masing-masing personel saat bertugas. Selain itu SIM dan STNK baik kendaraan pribadi maupun dinas harus selalu ada dipegang oleh personel. Mereka juga memeriksa pakaian dan atributnya.

“Kita periksa kelengkapan data pribadi perorangan serta kelengkapan kendaraan. Tak lupa juga sikap, tampang dan gampol anggota Polwan itu sendiri,” kata Mustadi, dikutip dari situs resmi Polres Pekalongan.

Kegiatan yang berlangsung di depan lobi Mapolres Pekalongan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menjaga sikap tampang, kepribadian dan disiplin anggota Polwan di Polres Pekalongan. Pemeriksaan ini juga untuk persiapan pemeriksaan dari tingkat atas. Sehingga Polwan Polres Pekalongan sebelum menjadi pelopor dan contoh bagi masyarakat lain, bisa menertibkan dirinya sendiri. Setelah mampu menjadi personel yang tertib baik dalam bekerja dan bermasyarakat, diharapkan dapat memberikan tauladan bagi masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah seluruh anggota Polwan Polres Pekalongan Polda Jawa Tengah sudah lengkap, baik surat-surat data pribadi maupun berkaitan dengan kendaraan. Sikap tampang, gampol dan performa juga sudah bagus,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kini Parkir di Jalan Adisucipto Ruas Manahan Solo Dilarang

Foto Ilustrasi, Kendaraan melakukan parkir di pinggir jalan raya, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Arus lalu lintas di Kota Solo terus ditata. Di antaranya adalah memberlakukan larangan parkir kendaraan di pinggir Jalan Adisucipto ruas kompleks Stadion Manahan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan tingkat gangguan arus lalu lintas yang kerap terjadi di titik itu.

Kebijakan larangan parkir di Jalan Adisucipto itu tak hanya berlaku saat kompleks Stadion Manahan dipakai untuk acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental. Kebijakan tersebut akan diberlakukan seterusnya. Kebijakan tersebut sudah diterapkan sejak Minggu (20/8/2017).

warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Hayati, (42), mendukung kebijakan Dishub melarang penggunaan Jalan Adisucipto sebagai lahan parkir terutama bagi pengunjung Sunday Market setiap Minggu. “Keberadaan PKL di Sunday Market kini telah ditata sehingga tersedia cukup lahan parkir di kompleks Stadion Manahan yang bisa dipakai masyarakat,” kata Hayati seperti dikutip dari Solopos.com.

Dia menilai aktivitas keluar masuk mobil yang parkir di Jalan Adisucipto mengganggu para pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menjelaskan selama ini Jalan Adisucipto ruas simpang empat Mapolresta Solo-Bundaran Manahan kerap dimanfaatkan sebagai tempat parkir pengunjung Sunday Market pada Minggu pagi hingga siang. Karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas, Dishub memberlakukan larangan parkir di ruas jalan tersebut.

“Kami sudah memasang sejumlah tanda pengumuman di sepanjang Jalan Adisucipto yang menyatakan area tersebut tidak boleh lagi untuk parkir. Kawasan tersebut kini menjadi kawasan steril parkir,” kata Hari.

Dia mengarahkan pengunjung Sunday Market memilih tempat parkir di dalam kompleks Stadion Manahan. Hari menegaskan kebijakan larangan parkir tersebut juga berlaku pada hari biasa, Senin-Sabtu.

“Jalan Adisucipto termasuk jalan protokol yang banyak dilalui kendaraan sehingga jangan sampai aktivitas parkir di badan jalan mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Kawasan itu bisa digunakan untuk parkir jika ada acara atau kebutuhan khusus,” jelas Hari.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Pengedar Koplo Konangan saat Beraksi di Warungasem Batang

Pelaku pengedar pil koplo dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Batang. (Tribratanewspolres Batang)

MuriaNewsCom, Batang – Satres Narkoba Polres Batang menangkap pengedar pil koplo, MR (32), warga Kelurahan Bandengan , Kota Pekalongan. MR berhasil ditangkap di Jalan Raya Warungasem, Wonotunggal masuk Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasatres Narkoba AKP Hartono,mengatakan pelaku ditangkap pada pertengahan bulan agustus ini. “Sekarang sudah kami amankan dan periksa,” kata Hartono, dikutip situs resmi Polda Jateng, Rabu (23/8/2017).

Sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakar bahwa di Jalan Raya Warungasem Wonotunggal sering dilakukan aksi trasaksi jual beli pil yang tidak memiliki izin edar.

“Kemudian kita tindak lanjuti dengan cara melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Kemudian pada hari Minggu (13/8/2017) sekitar  pukul 13.00 WIB melihat empat orang yang sedang bertransaksi  pil di pinggir jalan, lalu oleh Tim Satres Narkoba Polres Batang dilakukan penangkapan,” beber Hartono.

Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti berupa satu paket besar pil warna kuning dalam plastik klip transparan yang didalam plastik hitam berjumlah 744 butir, satu unit sepeda motor Yamaha Mio  dan ponsel.

“Akibat perbuatan itu, pelaku bisa dijerat dengan pasal 197 subsider pasal 196 UU RI Nomor 36, tahun 2009 tentang  Kesehatan.

Editor : Akrom Hazami

Penyelundupan BBM Subsidi ke Pabrik Teh di Pekalongan Terbongkar

Warga melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Kasus penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar di Kota Pekalongan, terbongkar, Rabu (23/8/2017) siang. BBM subsidi itu dipakai untuk operasional salah satu pabrik minuman teh besar yang terdapat di kota tersebut.

Info yang dihimpun, kasus penyelundupan terbongkar usai adanya laporan warga kepada polisi. Yaitu, ada seorang warga yang curiga dengan satu unit truk yang tengah mengisi BBM di SPBU Medono, yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Truk bernopol G 1402 LA diketahui kerap mengisi solar hingga berjam-jam lamanya di SPBU Medono.

Atas laporan warga, polisi dengan mengenakan pakaian preman, tiba di SPBU Medono, guna memastikan. Polisi melakukan pemantauan hingga berjam-jam lamanya. Karena curiga, polisi segera mendatangi truk itu. Betapa kagetnya polisi tersebut. Polisi mendapati truk itu memiliki tangki bahan bakar yang besar. Tangki modifikasi tersebut mampu memuat hampir satu ton bahan bakar.

Polisi meminta keterangan sopir truk, SC (37) warga Podosugih, Pekalongan. SC mengaku jika solar dalam jumlah besar itu digunakan untuk operasional mesin genset pabrik minuman teh.

Keterangan SC, masuknya solar ke tangki truk tetap melalui lubang tangki biasa. Hanya di tangki telah dilngkapi pipa tambahan. Pipa itu menghubungkan ke beberapa bak penampungan, yang letaknya di bawah truk. Maka jadilah truk yang normalnya mampu memuat 100 liter, kini bisa lebih dari itu. Bahkn sekitar 1000 liter.

Di bawah truk rupanya juga terpasang 3 bak. Kapasitas masing-masing bak bisa mencapai ratusan liter. Modifikasi itu ditutupi dengan aksesoris fiber, yang fungsinya menutupi bak.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Silalahi mengatakan, polisi akan memanggil pihak terkait, seperti pemilik pabrik minuman teh, dan pemilik SPBU.

Editor : Akrom Hazami

Anjing K9 Milik Satpol PP Buyarkan Pedagang Pasar Kanjengan yang Hadang Eksekusi

Ilustrasi anjing K9 milik Satpol PP Kota Semarang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Proses eksekusi pedagang Pasar Kanjengan Kota Semarang, Rabu (23/8/2017) hari ini sempat alot. Ratusan pedagang menolak upaya eksekusi dengan menghadang petugas gabungan dari polisi dan Satpol PP.

Ratusan pedagang tersebut membuat barisan. Petugas yang membawa tameng dan tongkat terus merangsek sempat kewalahan menghadapi warga.

Dikutip dari Tribunjateng.com, pegadang yang melakukan blokade itu akhirnya buyar setelah petugas menerjunkan dua ekor anjing K9 milik Satpol PP Kota Semarang.  Pedagang mulai menyingkir seiring dengan gonggongan anjing tersebut.

Setelah penghadangan berhasil dibuka, eksekutor dari Pengadilan Negeri Semarang, Ali Nuryahya membacakan perintah eksekusi. Pihak PT Pagar Gunung Kencana pun tidak melakukan penolakan usai pembacaan eksekusi.

Selama proses eksekusi sempat terjadi ketegangan antara pedagang dengan petugas dari Dinas Perdagangan. Namun kericuhan tak meluas dan, pedagang pasrah kiosnya dibongkar.

Eksekusi itu dilakukan di Blok C dan D Pasar Kanjengan. Blok lain lain belum dilakukan eksekusi karena proses hukumnya belum selesai. Pemkot Semarang rencana bakal membangun Pasar Kanjengan setelah tahun lalu terbakar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto memastikan, para pedagang yang kiosnya dieksekusi akan direlokasi ke Lapak Sementara Pasar Johar Blok F, di lahan Masjid Agung Jawa Tengah.

Pasar Kanjengan merupakan satu kesatuan dengan kompleks Pasar Johar yang akan direvitalisasi, selain Pasar Johar Tengah, Pasar Johar Utara, Pasar Johar Selatan, Pasar Yaik Permai, dan Pasar Yaik Baru.

Editor : Ali Muntoha

Gudang Los Tembakau Milik PTPN di Klaten Terbakar

Gudang los tembakau yang terbakar di Klaten. (Facebook)

MuriaNewsCom, Klaten – Kebakaran meluluhlantakkan gudang los tembakau milik PTPN X Kebun Kebonarum yang berada di Dukuh Gadungan, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Rabu (23/8/17).

Dikutip dari situs resmi polisi, Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu namun sebanyak 3,5 kuintal tembakau ludes terbakar dan kerugian material ditaksir mencapai Rp 15 juta.

Petugas jaga malam los tembakau, Tugimin (55) menuturkan, sebelum kejadian tersebut salah satu petugas Sukoco sekitar pukul 22.30 wIB sempat melakukan open tembakau dan kemudian berpamitan pulang.  “Pada saat saya datang ke lokasi sekitar pukul 00.50 wIB dari jarak 50 meter, saya melihat kebakaran sudah melalap bangunan tembok dengan atap yang terbuat dari galvalum” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, Tugimin langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Wedi untuk meminta bantuan. Sekitar pukul 00.50 WIb, api berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran beserta kepolisian dan dibantu oleh warga sekitar.

Kapolsek Wedi AKP Sunarso menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran los tembakau tersebut. “Penyebab kebakaran dalam penyelidikan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Siswa SD Terseret Arus Bengawan Solo di Klaten, Begini Kondisinya ketika Ditemukan

Petugas melakukan pengevakuasian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo di Klaten. (BPBD Klaten)

MuriaNewsCom, Klaten – Reno Fauzi (12), warga Dukuh Kauman RT 02/ RW 09, Desa Bulakan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, terseret arus sungai Bengawan Solo di Dukuh Kwogo Kulon, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Selasa (22/8/2017). Baru pada hari ini, Rabu (23/8/2017), bocah itu bisa ditemukan. Dengan lokasi penemuannya sekitar 75 meter dari lokasi korban hilang.

Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Arif Fuad Hidayat kepada MuriaNewsCom, mengatakan, korban mulanya bersama delapan temannya pergi dari rumah. Tujuannya, mereka ingin menonton karnaval di Kabupaten Sukoharjo. Belum sampai di lokasi, mereka ingin mencuci kaki di Sungai Bengawan Solo, sekitar pukul 13.15 WIB.

Korban terpeleset dan terjatuh ke tengah sungai. Kemudian korban tenggelam terbawa arus sungai yang cukup deras. Korban saat bermain menggunakan celana pendek merah seragam sekolah.  Warga bersama relawan langsung melakukan pencarian dengan peralatan seadanya.

Mendapati informasi tersebut, polisi beserta Tim SAR Kabupaten Klaten dan SAR Kabupaten Sukoharjo langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pencarian korban yang terseret arus. Tim gabungan melakukan penyelaman dan penyisiran mencari bocah yang menjadi korban hanyut di aliran sungai Bengawan Solo. Pencarian tersebut melibatkan 70 orang relawan.

Penyisiran dilakukan dari titik hanyutnya korban di dekat jembatan Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari. Tim juga melakukan penyelaman. Ada juga tim yang menyisir di permukaan menggunakan pelampung. Tim juga memasang jaring di bawah jembatan Sidoretno dan POndok, Sukoharjo.

Pencarian dilakukan kembali pagi tadi. Korban diketemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak sekira 75 meter dari lokasi. “Korban dalam keadaan MD, selanjutnya dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

KPU Batang Luncurkan Aplikasi Ciluba

Warga melakukan pencoblosan pada salah satu pesta demokrasi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Batang – Ada yang baru di Kabupaten Batang, beberapa waktu terakhir ini. Adalah adanya aplikasi android  “Catatan Informasi Pemilu Batang (Ciluba)”. Tujuannya adalah mmemudahkan warga mendapat info tentang pemilu, dan terkait lainnya.

Ketua KPU Batang Adi Pranoto mengatakan, pihaknya meluncurkan aplikasi android Ciluba. Kini, aplikasi bisa diunduh dari “playstore”. Hal ini akan memudahkan pengguna android untuk mendapatkan info pemilu.

“Tujuan aplikasi `Ciluba` adalah untuk meningkatkan peran KPU dalam melayani informasi data kepemiluan yang dibutuhkan masyarakat,” kata  Adi dikutip dari Antara.

Keberadaan aplikasi ini di antaranya menyasar pada pemilih pemula yang akrab dengan gawai atau gadget kekinian. Sebab, mereka biasa akrab dengan ponsel pintarnya.  Saat ini di Jateng, baru KPU Batang yang memiliki.

Menurut Adi, aplikasi ini murni buah pikiran dari KPU Batang. Mulai dari ide, pembuatan dan pengembangannya. Pihaknya tetap akan melakukan penyempurnaan biar lebih praktis mengaksesnya. Adapun untuk sosialisasi, KPU telah gencar melakukannya.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Utang, Pembunuhan Keji Terjadi di Bandungan Semarang

Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso dan Kadiv Humas Polda Kombes Pol Djarod Padakova saat mengintograsi pelaku pembunuhan. (Tribunnewspoldajateng)

MuriaNewsCom, Ungaran – Pembunuhan yang terjadi di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, terungkap sudah.  Yakni pembunuhan terhadap Mustaqim (30), warga Desa/Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

Adapun pelaku yang berhasil ditangkap adalah Listiawan alias Iwan (27) warga Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang dan Muhammad Abdul Kholiq (24) warga Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Keterangan Iwan kepada wartawan di Mapolres Semarang, Selasa (22/8/2017), korban Mustaqim saat itu meminjam sepeda motor milik Kholiq untuk digadaikan dengan mengatasnamakan Iwan. Seusai itu, setiap kali Iwan tanya apakah sepeda motor sudah ditebus atau belum. Korban selalu menjawab belum.

Iwan dan Kholiq pun akhirnya kesal dengan korban. Tak ada solusi lain bagi keduanya, selain menghabisi nyawa Mustaqim. “Sudah menolongnya, tapi tidak segera diupayakan untuk mengembalikan,” ujar Iwan.

Modus tersangka merencanakan melakukan pembunuhan terhadap korban, dengan mempersiapkan pisau dapur. Mereka membeli pisau di salah satu minimarket di Blotongan Salatiga. Keduanya bertemu korban di sekitar Bendungan Karanglo, Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Khloiq memukul kepala korban dengan menggunakan cor-coran batu dari arah belakang kepala korban. Iwan menusuk korban dengan pisau dapur sebanyak 14 kali di dada korban. Korban pun meninggal dunia. Para tersangka yang masih kesetanan itu membuang korban di tempat kejadian perkara. Sebelumnya, kedua pelaku mengambil uang di dompet korban sebanyak Rp 250 ribu, dan mengambil ponsel milik korban. Mereka juga melarikan sepeda motor korban Suzuki FU nomor polisi H 4064 VI. Sepeda motor itu lantas dijual di wilayah Boyolali.

Kadiv Humas Polda Jateng Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, pelaku melarikan diri ke Bekasi Jawa Barat. “Tersangka akan dituntut dengan hukuman seumur hidup sesuai dengan Pasal 340 KHUP subsider 338 /170,” kata Djarod.

 

Editor : Akrom Hazami

Mortir Aktif Ditemukan di Sungai Progo Temanggung

Polisi melakukan pengamanan mortir yang ditemukan di Sungai Progo Temanggung. (Humas Polres Temanggung)

MuriaNewsCom, Temanggung – Budi Marwoto (54) warga Dusun Kenalan, Desa Kranggan, Temanggung, tak sengaja menemukan mortir di bawah jembatan Progo saat mencari batu, Senin (21/8/2017) sore. Mortir diperkirakan masih aktif dan diduga merupakan peninggalan penjajah.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, pihaknya akan segera menindak lanjuti laporan dari masyarakat. Polisi melakukan pengamanan dan mendatangkan tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah untuk melakukan disposal.

“Mortir yang ditemukan diduga peninggalan penjajah dalam kondisi berkarat, terjepit batu dan terendam air sungai, setelah dilakukan identifikasi oleh Jibom ternyata mortir masih aktif kemudian dievakuasi dan diledakkan,” terangnya.

Sementara itu Budi tidak mengira pada saat mencari batu akan menemukan mortir. Saat itu, dia bersama rekannya Waliyadi (45). Keduanya setiap harinya bekerja mencari batu di daerah tersebut. “Saya kira batu, setelah dipegang dan tahu itu mortir saya langsung melapor ke Polres Temanggung,” ujar Budi.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada serta segera melaporkan ke polisi apabila menemukan benda-benda yang mencurigakan dan perlu penanganan khusus, dikarenakan di sungai Progo dimungkinkan masih banyak terdapat mortir sisa perang.

Editor : Akrom Hazami

Jaringan Pengedar Narkoba di Wonogiri Takluk di Hadapan Polisi

Polisi saat meminta keterangan pelaku narkoba di Mapolres Wonogiri. (Tribratanewspolreswonogiri)

MuriaNewsCom, Wonogiri — Aparat Satuan Narkoba Polres Wonogiri mengungkap jaringan pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu. Dari ungkap kasus, polisi menangkap dan mengamankan beberapa pelaku pengguna maupun pengedar dari tempat yang berbeda.

Kasat Narkoba Polres Wonogiri, AKP Amir Zubaidi mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora, mengatakan penangkapan bermula ketika jajaran satresnarkoba melakukan penangkapan pada Fariz Nanda (25) warga Kelurahan Wonokarto. Mahasiswa ini ditangkap pada Kamis (10/08/2017) sekitar pukul 02.30 WIB. Dari hasil penyelidikan jajaran kepolisian didapati, Fariz menyimpan memiliki narkoba jenis sabu.

Kemudian anggota kepolisian melakukan pengembangan lebih lanjut lagi. Pada pukul 06.30 WIB kembali dilakukan penangkapan terhadap Bayu Bella Wijaya (27) warga Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, di penitipan motor Terminal Tirtonadi, Surakarta. Dari penangkapan tersebut diperoleh barang bukti 1 unit ponsel yang digunakan pelaku untuk melakukan transaksi.

“Dari Bayu kami peroleh informasi barang tersebut ia dapat dari Bagus Babtis Doni (29) warga Sidoharjo, Surakarta dan kemudian kami lakukan penangkapan pada pukul 11.00 WIB di salah satu Resto di Banjarsari, Surakarta,” kata Amir dikutip Tribratanewspolreswonogiri.

Selanjutnya dari penangkapan Bagus, anggota polisi mengamankan barang bukti berupa ponsel untuk transaksi, dan diperoleh informasi mengenai Yosafat Edo Febrianto (21) warga Banjarsari, Surakarta. Kemudian penangkapan terhadap Yosafat dilakukan dirumahnya pada pukul 12.30 WIB. Polisi hanya mendapatkan barang bukti berupa ponsel.

Amir menerangkan, dari penangkapan yang sebelumnya telah dilakukan. Pihaknya mendapat informasi mengenai barang yang diperoleh Yosafat berasal dari Adriel Alfa Yogi (22) warga Jebres, Surakarta. Kemudian penangkapan terhadap Adriel dilakulan pada hari tersebut sekira pukul 13.30  WIB di rumah pelaku.

“Dari penangkapan Adriel kami mengamankan ponsel yang digunakan untuk transaksi, 1 buah pipet kaca dan 1 bon atau alat hisap,” terangnya

Pengembangan data yang dilakukan anggota kepolisian Sat Resnarkoba Polres Wonogiri, berujung pada penangkapan Muhammad Faisal Mubarok (30) warga Tuban, Gondangrejo, Karanganyar di salah satu warung di Jebres, Surakarta pada pukul 16.00 WIB.

Dari Muhammad Faisal Mubarok, polisi mendapati 1 sedotan yang sudah dimodifikasi bentuknya, 1 bon atau alat hisap, timbangan digital, serta ponsel.

“Pelaku sudah kami amankan dan sudah kami tetapkan pasal yang berlaku bagi pengguna dan pengedar narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Perempuan Berkerudung Tewas dan Mayatnya Membusuk di Sawah Pemalang

Polisi dan medis mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. (Tribatanewspemalang)

MuriaNewsCom, Pemalang –  Kholida (50) warga Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, ditemukan tewas di lahan sawah yang ada di Desa Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Kondisi mayatnya ditemukan dalam keadaan membusuk. Saat ini, mayat korban telah diserahkan ke keluarganya untuk dikebumikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat ditemukan petani, Warkumi (61). Ketika itu, Warkumi dan Kartumi (49) hendak mencari sisa hasil panen padi di petak sawah milik Slamet, Desa Ambokulon. Keduanya mencium bau busuk yang menyengat. Karena penasaran, para petani itu mencari sumber bau. Tak jauh dari lokasi mereka, terlihat mayat dengan kondisi telungkup.

Keduanya segera lari tergopoh-gopoh mendatangi warga terdekat. Mereka melaporkan telah melihat mayat perempuan. Adapun ciri mayat itu, memiliki tinggi badan 150 cm, umur sekitar 50 tahun, perawakan kurus, memakai kerudung cokelat, dan mengenakan baju warna hijau serta celana pendek hitam. Sontak, warga yang duduk di pos ronda dekat lokasi, langsung melapor kepada aparat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Comal.

Kapolsek Comal AKP Utomo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga, soal adanya mayat di sawah. Dia bersama Waka Polsek Comal, KanitReskrim, Anggota SPK, Anggota Reskrim dan tim medis Puskesmas Purwoharjo Comal dipimpin Dr Konita dan dua staf puskesmas, serta tim Inafis Polres Pemalang mendatangi lokasi. “Polisi langsung melakukan olah Tkp (Tempat Kejadian Perkara),” kata Utomo.

Akhirnya, polisi menemukan identitas korban dari warga setempat. Dari hasil pemeriksaan medis, mayat diperkirakan sudah meninggal 3 hari sampai 4 hari. “Medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan” kata salah satu anggita medis di lokasi, dr Konita.

Sementara menurut keterangan dari suami korban, Kumpul (60) yang datang ke Tkp mengatakan, istrinya mengalami gangguan jiwa. “Korban meninggalkan rumah pada hari Senin, 14 Agustus 2017 lalu,” kata Kumpul dengan nada sedih.

 

Editor : Akrom Hazami

Boyolali Antisipasi Antraks pada Hewan Kurban 

Hewan ternak disiapkan untuk kurban di Hari Raya Idul Adha yang tiba beberapa hari lagi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Mengantisipasi antraks, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali memantau hewan ternak warga di daerah endemis antraks di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego dan Kecamatan Ampel.

Kabid Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Uspet Kesmavet), Disnakan Boyolali, Widodo mengatakan, pihaknya terus memantau daerah endemis antraks. Setidaknya, pihak dinas melakukannya tiga bulan sekali. 

“Daerah endemis antraks dipantau terus. Setiap tiga bulan sekali petugas selalu datang ke sana dan melakukan vaksin ke hewan ternak milik warga,”ungkapnya dikutip dari detik.com

Pihaknya juga menyiapkan hewan kurban sehat dengan intensif memantau dengan membentuk tim, untuk mengawasi penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Pihaknya membentuk tiga tim untuk memantau di 21 lokasi penyembelihan di wilayah Boyolali Kota. Sedangkan untuk wilayah kecamatan lainnya diserahkan ke masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Selain itu, juga akan melangsungkan patroli ke masjid yang jadi lokasi penyembelihan hewan kurban. Tim tersebut juga memeriksa daging usai disembelih. Gunanya memantau kondisi daging, apakah sehat atau sebaliknya. 

Seperti cacing hati, yang biasa ditemukan pada hewan yang sekilas tampak sehat. Hati yang mengandung cacing itu menurut dia, masih bisa dikonsumsi. Asalkan cacingnya sedikit. Namun cacing-cacing itu harus dihilangkan terlebih dulu. Selain itu juga harus dimasak benar-benar matang. 

Sebelum Idul Adha, dinas juga akan melakukan sosialisasi kepada para takmir masjid. Sosialisasi meliputi tanda-tanda hewan sehat, teknik penyembelihan yang benar, teknik merebahkan hewan dan cara penanganan daging.

Editor : Akrom Hazami 

3 Penjahat yang Kerap Lolos Kejaran Polisi Akhirnya Tertangkap juga di Pekalongan

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto saat memberikan kepada wartawan usai pihaknya melakukan penangkapan di Mapolres Pekalongan. (Tribratanewspoldajateng)

MuriaNewsCom, Kajen – Tiga pelaku daftar pencarian orang (DPO) akhirnya menyerah saat ditangkap aparat dari Polres Pekalongan. Mereka ditangkap saat pelaksanaan Operasi Jaran Candi 2017 yang berlangsung selama 20 hari. Terhitung 27 Juli 2017-15 Agustus 2017.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan melalui Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto mengatakan, ketiga DPO tersebut yakni atas nama Abdurrahman (26), Bambang (34) dan Siswandi (30). Mereka melakukan tindak kejahatan pencurian pada 4 Juni 2017 di Kedungwuni, 11 Maret 2015 di Wonopringgo dan 8 Februari 2016 di Wonokerto.

“Total ada tiga DPO dengan tiga kasus selama Operasi Jaran Candi 2017. Lainnya juga ada tiga pelaku non-DPO dengan dua kasus,” katanya dikutip dari Tribratanewspoldajateng.

Ia mengatakan Operasi Jaran (kejahatan terhadap kendaraan) menyasar kendaraan-kendaraan yang menjadi sasaran kejahatan, penadahan, dan berbagai kejahatan yang barang buktinya berupa kendaraan.

Menurutnya, dalam operasi yang melibatkan seluruh jajaran Polres Pekalongan tersebut, pihaknya berhasil menyita beberapa barang bukti berupa sepeda motor. “Kasus pencurian itu ada yang dilakukan di rumah, di jalan, di area tambak,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, para pelaku bakal dijerat hukuman penjara sesuai dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Untuk menghindari hal tidak diinginkan dia berpesan kepada masyarakat agar lebih waspada dengan cara menjadi polisi bagi diri sendiri. Maksudnya yakni melakukan berbagai upaya agar terhindar dari tindak kejahatan seperti mengunci pintu dan tidak melintasi jalan sepi.

“Saya juga berurusan kepada masyarakat agar tidak ragu melapor kepada kami jika melihat atau mengetahui adanya tindak kejahatan. Pasalnya tugas menjaga keamanan atau kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Dalang Ki Manteb Datangi DPC PDIP Banyumas Ambil Formulir Pilkada

ILUSTRASI

MuriaNewsCom,  Purwokerto – Dalang kondang Ki Manteb Soedharsono mengambil formulir bakal calon wakil bupati periode 2018-2023 melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Banyumas. Hal ini tampak saat Ki Manteb mendatangi  kantor DPC PDI Perjuangan Banyumas, Senin (21/8/2017).

“Mas Juli (Ketua DPRD Banyumas Juli Krisdianto) secara resmi mengambil formulir pendaftaran sebagai calon bakal wakil bupati. Beliau ditemani dalang kondang (Ki Manteb Soedharsono), mbahnya, jadi enggak perlu surat kuasa karena Mas Juli-nya hadir,” kata Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Periode 2018-2023 DPC PDIP Banyumas, Arie Suprapto dikutip Antara.

Kedatangan Juli ke Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Senin, didampingi istri Inke Meila Dheres, dan dua putranya.  Juli yang merupakan Sekretaris DPC PDIP Banyumas itu mewakilkan kepada Ki Manteb Soedharsono saat pengambilan formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati.

Menurut dia, pengambilan formulir yang dikuasakan jika calon pendaftar tidak bisa hadir. Rencananya, formulir pendaftaran bakal calon wakil bupati itu akan dibawa pulang lebih dulu dan dikembalikan Juli Krisdianto, Selasa (22/8).

Sementara itu, Ki Manteb Soedharsono mengaku datang sebagai wakil dari keluarga besar almarhum Ki Dalang Sugino Siswocarito. Dalam hal ini, dia mengaku telah meminta agar Juli Krisdianto untuk tidak terburu-buru mendaftar sebagai bakal calon bupati tetapi menjadi bakal calon wakil bupati lebih dulu.

Sementara Juli Krisdianto mengaku ditelepon oleh Ketua DPC PDIP Banyumas Budhi Setiawan pada hari Jumat (18/8) dan dipersilakan untuk mendaftar sebagai bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati.

“Saya mendaftar karena mendapat restu dari ketua saya. Saya juga mendapat restu dari keluarga, dari eyang saya, eyang Manteb Soedharsono,” kata Juli.

Editor : Akrom Hazami

Mayat Perempuan Penuh Tato Asal Cilacap Ditemukan di Paguyangan Brebes

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Brebes – Mayat perempuan penuh tato ditemukan di pinggir jalan arah Tuk Sirah Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (20/8/2017). Identitas mayat baru berhasil ditemukan Polres Brebes, Senin (21/8/2017). Perempuan tersebut diduga tewas karena dibunuh.

Data yang dikantongi Polsek Paguyangan, korban bernama Desti Pratika (27) warga jalan Salam RT 05 RW 03, Kelurahan Kepudang, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Korban saat ini diautopsi di RSUD Brebes. Dari tubuh korban, tampak darah keluar dari hidung, mulut berbusa dan lidah menjulur akibat cekikan serta luka memar di bagian ketiak.

Adapun ciri-ciri korban di antaranya bertubuh gempal, kulit putih dan rambut ikal panjang dengan tinggi badan sekitar 150 sentimeter. Ketika korban ditemukan mengenakan celana jeans biru dan kaos warna merah muda serta jaket jeans biru. Pada tubuh korban juga ada beberapa tato, di antaranya di lengan kanan bergambar kepala tengkorak dan tulisan warna “DESTY” serta di bawah perut bergambar Love bersayap.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto melalui Kapolsek Paguyangan AKP Bowo Ciptohadi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. Polisi mengungkapkan dari identitas yang ditelusuri diketahui korban merupakan ibu rumah tangga. “Untuk lebih lanjut, kita masih akan terus selidiki,” kata Bowo.

Sejumlah saksi mata yang melihat korban, Karso (30) warga Dukuh Benda Winduaji,  melihat hal yang mencurigakan sebelum korban dibuang. Pada Sabtu (19/8/2017)  sore, Karso melihat mobil Kijang warna gelap di lokasi penemuan mayat. Tak lama kemudian, Karso melihat mayat tersebut. Mulanya, Karso menganggap jika itu boneka bekas karnaval yang dibuang pemiliknya.

Editor : Akrom Hazami

Penyebab Kebakaran Pasar Pagi Kaliwungu Kendal Baru Bisa Dipastikan 3 Hari ke Depan

Petugas melakukan pemeriksaan kebakaran di pasar pagi Kaliwungu, Kaupaten Kendal, Senin. (Facebook)

MuriaNewsCom, Kendal – Sejumlah pihak terkait masih melakukan pencarian penyebab kebakaran pasar pagi Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Di antaranya seperti turunnya Puslabfor Bareskrim Mabes Polri Cabang Semarang, dan petugas kebakaran kabupaten setempat, Senin (21/8/2017) pagi hingga siang ini.

Pasar diketahui mengalami kebakaran pada Sabtu (19/8/2017). Kebakaran menyebabkan hampir sebagian besar bangunan ludes terbakar. Api kali pertama muncul dari bagian belakang pasar. Kemudian api cepat menjalar ke bagian tengah pasar. Akibat kebakaran, tidak sedikit pedagang yang kehilangan lapaknya. Sesuai rencana, pemkab setempat akan membangun pasar darurat sebagai pengganti sementara.

Tampak seorang petugas pemadam kebakaran, melakukan penyiraman air ke lokasi. Sebab, dimungkinkan ada bara api dan asap yang mengepul. Letaknya berada di puing-puing sisa kebakaran. Sampai saat ini, tidak lagi ditemukan kobaran api. “Puing yang ada di reruntuhan masih menyimpan bara. Makanya asap masih mengepul,” ujar petugas pemadam kebakaran tersebut.

Sementara pagi tadi, Puslabfor turun ke lokasi mencari barang bukti untuk kebutuhan penelitian. Sekitar empat orang turun langsung. Mereka menuju titik awal api muncul yakni di bagian belakang pasar. Yaitu di kios milik warga bernama Siti Sarbiah, penjual gerabah. Dari Siti, polisi mendapatkan data jika pemilik kios memastikan telah mematikan aliran listrik kiosnya.

Tidak berhenti di situ, Puslabfor juga memeriksa saluran listrik. Mereka mengambil kabel gosong dan sisa puing dari tanah lokasi kebakaran. Kepada wartawan, salah satu petugas Puslabfor, AKBP Teguh P mengatakan pihaknya akan melakukan penelitian penyebab kebakaran. Kemungkinan hasilnya baru keluar 2-3 hari kemudian.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Boyolali Yakin Ganjar Pranowo Dapat Rekomendasi PDIP

Ganjar Pranowo, diyakini akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Bupati Boyolali, Seno Samodro meyakini bursa rekomendasi dari PDIP untuk calon Gubernur Jateng 2018 sudah selesai. PDIP tinggal menentukan siapa yang mendapat rekomendasi calon wakil gubernur.

Pernyataan Seno didasari keyakinannya bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan kembali mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur. “Ya tinggal ramainya itu nanti siapa wakil yang akan mendampingi,” kata Seno, Minggu (20/8/2017).

Dengan keyakinan rekomendasi akan jatuh ke Ganjar, ia pun salut kepada beberapa tokoh internal PDIP di Jateng yang ikut bursa untuk mendapat rekomendasi pencalonan Pilgub. Namun begitu Seno belum mempunyai pandangan siapa saja tokoh yang berpotensi mendampingi Ganjar. “Pasangannya Ganjar siapa? Ya itu terserah Ibu Mega (Ketum PDIP),” ujarnya lagi.

Seno memprediksi wakilnya nanti bisa dari kalangan internal PDIP ataupun dari luar internal partai. Bisa saja kombinasinya sama seperti pasangan gubernur dan wakil gubernur saat ini atau malah mengambil pasangan wakil dari luar internal. “Pastinya saya tidak tahu. Tapi bisa saja mengambil wakil dari polisi atau militer,” tegasnya.

Alasan ia mendukung petahana untuk maju kembali menurutnya cukup beralasan. Selain mengenal pribadi Ganjar secara dekat, berbagai program pembangunan politisi berambut putih tersebut dalam rangka pembangunan di Jateng sampai saat ini dinilainya cukup berhasil.

Di sisi lain, meski beredar suara di kalangan akar rumput agar Seno ikut bursa pencalonan, namun ia menampiknya. Ia menilai jabatan Bupati Boyolali untuk periode keduanya ini masih panjang sehingga tak etis untuk ditinggalkan. Terlebih ia mempunyai hutang ke masyarakat Boyolali untuk merealisasikan janji-janji kampanyenya saat maju dalam Pilbup lalu.

“Jabatan saya sebagai Bupati Boyolali masih panjang. Kalau durung rampung, ditinggalkan mboten sae,” ucapnya. 

Editor : Akrom Hazami

Gali Kubur, Malah Nemu Amunisi di Kedu Temanggung

Polisi memeriksa lokasi penemuan granat di Desa Kedu, Kabupaten Temanggung. (Tribratanewspoldajateng)

MuriaNewsCom, Temanggung – Puluhan amunisi senjata api yang diduga masih aktif ditemukan oleh penggali kubur, di kompleks pemakaman Desa Kedu, Kabupaten Temanggung,beberapa hari lalu.

Kapolsek Kedu AKP Sri Haryono menjelaskan penemuan tersebut berawal saat seorang penggali kubur menggali tanah untuk pemakaman salah seorang warga desa yang meninggal dunia. Atas  penemuan tersebut kemudian langsung melaporkan kepada polisi.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kemudian mendatangi TKP. Dan setelah didata terdapat 92 amunisi aktif, 55 butir amunisi laras panjang dan 37 butir amunisi jenis FN,” jelasnya dikutip Tribratanewspoldajateng.

Lebih jauh Sri menerangkan, selain amunisi ditemukan juga sepucuk senapan angin dan satu bilah pedang (bajonet). “Semua barang bukti setelah didata, kemudian kami amankan di mako Polsek Kedu,” ujarnya.

Sementara itu, Darno (45) penggali kubur mengatakan mengaku kaget saat cangkulnya mengenai benda keras, dengan rasa penasarannya Ia mengecek benda tersebut, yang kemudian diketahui amunisi.

“Awalnya saya kaget pas cangkul mengenai benda keras, saya kira batu setelah dicek ternyata amunisi dan senjata,” katanya.

Setelah diselidiki oleh petugas Polres Temanggung, ternyata makam yang digali tersebut merupakan makam Z Gana seorang purnawirawan TNI yang meninggal pada tahun 1980. Kemungkinan benda tersebut ikut dipendam saat pemakamannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Hingga Senin Pagi, Polisi masih Periksa Kasus Kecelakaan KA di Kendal yang Tewaskan 5 Orang

Kondisi bangkai mobil yang ditabrak KA Kaligung di Desa Gebang, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. (tribratanews)

MuriaNewsCom, Kendal – Kecelakaan maut terjadi di Gemuh, Kabupaten Kendal,Minggu (20/8/2017). Kecelakaan melibatkan sebuah mobil berwarna hitam Avanza B 998 RS dan Kereta Api (KA) Kaligung di perlintasan tanpa palang pintu km 32+4/5, di Jalan Gebang Selatan, Kecamatan Gemuh.

Saksi mata, Eko Purwanto (30) melihat kjadian berawal saat mobil akan melewati perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu. Tiba-tiba ada kereta api melintas. Nahas, bagian belakang mobil tertabrak KA. Seketika, lima orang penumpang mobil meninggal dunia di tempat kejadian.  Seluruth korban dilarikan ke RSI Muhammadiyah Kendal.

Para korban adalah Muhammad Thamrin (63), Lina Retnowati (32), Nabila Jaquin (13), Muhammad Paris Ramadhan (2 ) dan Renan (8 bulan). Mereka satu keluarga. Sekeluarga itu baru pindah ke Kendal pada awal Ramadan 2017. Semula keluarga tersebut tinggal di Kalideres Jakarta Barat.

Mereka baru menetap di Penyangkringan, Kecamatan Weleri ,kabupaten Kendal. Rencananya, mereka dari Penyangkringan menuju rumah kakeknya, Suwandi, di Tejorejo, Ringinarum, Kendal. “Cucu saya yang SMP itu telepon saya terus. Bilang Kek saya mau main ke rumah kakek,” kata Suwandi kakek korban, menirukan cucunya dikutip dari tribunjateng.com.

Katanya, cucunya telepon sekitar pukul 11.30 WIB. Sekitar 20 menit kemudian Avanza hitam itu mengalami kecelakaan. Saat melintasi perlintasan tanpa penjaga palang pintu, tiba-tiba tersambar KA Kaligung.

Posisi mobil itu sedang berada di atas rel kereta api. Saat itu, KA yang sedang melintas cepat menyambar mobil. Hingga mobil pun terpental dan terseret. Korban terlempar keluar dari mobil dan bergelimpangan.

Suwandi tak tahu apa yang terjadi. Namun ada firasat tak enak hati. Kenapa si cucu tidak menelepon lagi. Dirinya pun telepon ponsel Lina, anaknya. Telepon masuk tapi tak diangkat. Kemudian telepon cucunya, juga masuk dan tidak ada yang mengangkat. Suwandi pun makin deg-degan dan hatinya gundah.

Suwandi menelepon anaknya yang lain. Barulah dikabari jika anak cucunya mengalami kecelakaan tertabrak kereta api. Suwandi berusaha tegar meski sangat berat. Dia pun bergegas ke rumah sakit di Kendal untuk memastikan dan melihat langsung tubuh anak cucunya. Kelima jenazah kemudian dibawa ke rumah kakak pertama Lina di Desa Tejorejo, Ringinarum.

Sementara kondisii KA Kaligung tak mengalami masalah kendati usai menabrak mobil. “Keretanya aman dan normal sampai tujuan. Tak ada kerusakan,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Edy Kuswoyo.

Baca juga : Kecelakan KA Tewaskan Sekeluarga di Kendal, Pemerintah Harus Ikut Tanggung Jawab

Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya melalui Kasat Lantas AKP Edi Sutrisno, mengatakan, kronologi dari tabrakan maut tersebut bermula dari Avanza yang berjalan dari arah barat atau Weleri menuju arah timur ke Gemuh. Sesampainya di lokasi, mobil Avanza tersebut belok kanan melintas jalur kereta api sebidang tanpa palang pintu dan saat itu juga melintas Kereta Api Kaligung jurusan Tegal – Semarang dari arah barat.

“Diduga pengemudi mobil ketika melintas jalur rel kurang berhati-hati dan akhirnya tertabrak Kereta Api hingga terseret ke timur sejauh 25 meter”, terangnya.

Polisi sampai saat ini masih melakukan mendalam ihwal kasus kecelakaan ini. 

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jateng, Harwan Muldidarmawan mengatakan pihaknya bakal segera mencairkan santunan untuk ahli waris korban. Para korban dijamin UU.34 Tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Besar santunan kematian untuk korban meninggal karena kecelakaan adalah Rp 50 juta dan segera diserahkan kepada ahli waris.
Adapun ketentuan ahli waris sudah ada dalam undang-undang tersebut. Pencairannya dilakukan pada hari ini, Senin (21/8/2017).

Editor : Akrom Hazami

Satu Calhaj Asal Banyumas Meninggal Dunia di Arab Saudi

Calon haji saat melakukan persiapan sebelum pemberangkatan ke asrama haji Donohudan Boyolali. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Kepala Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Badrussalam, mengatakan, dari data sistem komputerisasi terpadu yang diterima di Donohudan Boyolali, jemaah meninggal bertambah satu.

Yakni, Solikhin Mursidik Yastubi (50) warga Purwokerto Selatan RT 03 RW 10 Kabupaten Banyumas yang tergabung dalam kloter 46. Sejauh ini, jemaah calon haji asal Embarkasi Solo yang dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi, hingga Jumat (18/8/2017) petang ini, bertambah satu orang. Totalnya menjadi lima orang.

Menurut Badrussalam, jemaah asal Banyumas tersebut dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi pada Kamis (17/8/2017). Karena menderita sakit gangguan pernafasan. Jenazahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

“Dengan bertambahnya satu jemaah meninggal asal Purwokerto itu, sehingga totalnya menjadi lima orang. Jika ditambah satu orang lainnya yang meninggal di asrama haji Donohudan, totalnya menjadi enam orang,” kata Badrussalam dikutip dari Antara.

Ia mengatakan PPIH Embarkasi Solo pada Jumat ini, dijadwalkan telah memberangkatkan rombongan calhaj sebanyak empat kloter yakni 67, 68, 69, dan 70 yang semuanya berasal dari Kota Semarang.

Rombongan calhaj kloter 67 telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Adi Soemarmo Solo di Boyolali pada pukul 03.59 WIB dengan sebanyak 360 orang disusul kloter 68 pada pukul 07.53 WIB sebanyak 359 orang.

“Jemaah calhaj kloter 69 diberangkatkan ke Tanah Suci pada pukul 12.03 WIB sebanyak 357 orang. Kami saat ini sedang menunggu keberangkatan kloter 70 yang rencananya diterbangkan sekitar pukul 19.35 WIB,” katanya.

Menurut dia, PPIH Embarkasi Solo dengan diberangkatkan jemaah calhaj kloter 69 asal Kota Semarang jumlah seluruhnya yang sudah diterbangkan ke Tanah Suci sebanyak 24.642 orang dari total calhaj 2017 sebanyak 34.112 orang.

Selain itu, jemaah calhaj yang dirujuk dan dirawat ke rumah sakit hingga kini berkurang hanya empat orang, sedangkan sebelumnya mencapai tujuh orang. Namun, jemaah yang dirawat jika sudah sembuh dan diizinkan oleh dokter yang merawat akan dterbangkan bersama jemaah kloter berikutnya.

Jemaah yang masuk asrama haji Donohudan Boyolali, ada empat kloter yakni 71 asal Kota Semarang dan Demak, 72 (Demak), 73 (Demak), dan 74 (Demak dan Salatiga). Jemaah empat kloter ini, rencana di berangkatkanke Tanah Suci, pada Sabtu (19/8).

Editor : Akrom Hazami