Terbukti Nyabu, Agus Imakudin Hanya Direhabilitasi

Tersangka sabu sedang menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

Tersangka sabu sedang menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin (AI) dinyatakan menjalani rehab di kantor BNN Jateng di Madukoro, Semarang.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru dalam gelas kasus, Rabu (27/7/2016) mengatakan, Agus direhabilitasi di BNN. Karena positif terbukti mengonsumsi sabu. Pada saat penggeledahan, sabu yang dibawanya kurang dari 1 gram.

“AI juga merupakan pengguna. AI itu pencandu berat. AI direhab,” kata Tri.

Agus akan menjalani proses itu di Balai Rehab BNN. Sampai dirasa pulih, Agus akan dibawa ke Rumah Damping di Sampangan Semarang. Sampai benar-benar pulih. “Tapi terus kami pantau,” ujarnya.

BNNP menetapkan tiga tersangka. Diketahui, Agus Imakudin sebagai pengguna dikenakan pasal 127, Nur Ade Erwansyah sebagai perantara dikenakan pasal 112 ayat (1) juncto pasal 114 ayat (1), dan Farasanti sebagai pengedar. Sedangkan VR atau NN masih berstatus sebagai saksi.

Pasal tersebut sesuai dengan Undang Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Karena Agus Imakudin dinyatakan positif menggunakan sabu, maka BNNP akan menangani AI melalui Tim Assesmen Terpadu sembari proses hukum tetap berlangsung.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

 

 

Transaksi Sabu Agus Imakudin Dilakukan di Mobil

gelar 4

Suasana gelar kasus narkoba yang melibatkan Ketua Komisi C DPRD Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru membeberkan kronologis pasti penangkapan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin.

Hal itu disampaikan saat gelar kasus di halaman kantor BNNP Jateng Kota Semarang, Rabu (27/7/2016).

Tri mengatakan terkait penangkapan tersebut, bermula saat BNNP Jateng mendapat informasi adanya transaksi narkoba di RS Tlogorejo Semarang, Senin (25/7/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari informasi tersebut pihaknya bergerak hingga mengikuti seorang pria yang turun dari mobil Pajero G-7195-DC masuk ke mobil Suzuki Vitara H-7291-TW.  “Kami ikuti mobil, termasuk hingga sampai ke kawasan Blok N 3 Puri Anjasmoro Semarang,” jelasnya.

Di lokasi tersebut pihaknya yakin kalau ada transaksi di mobil tersebut. BNNP langsung melakukan penyergapan dilanjutkan penggeledahan. “Saat digeledah ada dua orang, satu pria (Agus-red) dan teman wanitanya berinisial NN atau VR,” ungkapnya.

Adapun, lanjut dia, di mobil Agus ditemukan dua bungkus sabu-sabu yang disembunyikan dalam lipatan sikat gigi yang diletakkan di pintu kanan mobil. “Penindakan itu kami lakukan sekitar pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Dari penindakan itu berkembang hingga pihaknya menangkap Nur Ade Erwansyah, warga Desa Sunggingan, Kudus.

Dia ditangkap di sebuah warung di kawasan Graha Padma Semarang. Setelah memeriksa Nur, muncul nama baru hingga sekitar pukul 23.00 WIB, pihaknya kembali bergerak dan menangkap Farasanti , warga Barongan, Kudus.

Wanita tersebut ditangkap di Hotel Proliman Jalan Bakti nomor 5 Kudus. “Dari dia (Farasanti-red), empat paket sabut seberat 3,9 gram,” ujarnya.

Terkait NN atau VR yang ditemukan bersama Agus dalam mobil hingga saat ini statusnya hanya saksi. “Urinenya juga negatif,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Stres dan Sakit Perut Bikin Agus Imakudin Tak Dihadirkan di Gelar Kasus

gelar 2

Suasana gelar kasus Agus Imakudin yang berlangsung di kantor BNNP Jateng Semarang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin alias AI tidak dihadirkan dalam gelar perkara di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang Barat, Rabu (27/7) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, politis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut tidak dihadirkan lantaran kondisi kesehatannya bermasalah. “Dia (Agus) lagi sakit perut jadi tidak bisa dihadirkan,” katanya.

Selain alasan tersebut, lanjut dia, Agus diduga juga mengalami tekanan kejiwaan atau stres lantaran penangkapan tersebut. “Dia masih tertekan,” jelasnya.

Untuk itu dalam gelar perkara tersebut pihaknya hanya menghadirkan dua tersangka yakni Nur Ade Erwansyah (31), pengedar, dan Farasanti (28), pemasok sabu Agus.

Sebagaimana diketahui, BNNP menangkap Agus Imakudin di kawasan Puri Anjasmoro Semarang, Senin (25/7/2016) sore. Dari penangkapan itu, BNNP menemukan barang sabu sekitar 1 gram.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Begini Suasana Gelar Kasus Agus Imakudin di Kantor BNNP Jateng

Mobil yang dipakai Agus Imakudin saat tertangkap BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

Mobil yang dipakai Agus Imakudin saat tertangkap BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menggelar kasus sabu-sabu yang melibatkan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin, di halaman kantornya, di Madukoro, Kota Semarang, Rabu (27/7/2016) pagi.

Hingga sekarang, proses gelar kasus sedang berlangsung. Sejumlah pejabat BNNP Jateng hadir dalam gelar. Selain itu pula, ratusan wartawan juga telah hadir untuk meliputnya.
Pantauan MuriaNewsCom di lokasi, suasana riuh terjadi saat berlangsungnya gelar kasus.

BNNP menghadirkan beberapa barang bukti. Di antaranya adalah salah satu unit mobil warna putih dengan nopol H 7291 TW.

Di mobil itulah, Agus Imakudin tertangkap petugas BNNP, Senin (25/7/2017). Di mobil itu pula, BNNP menggeledah Agus Imakudin. Sampai akhirnya, BNNP menemukan barang haram yang tersimpan di mobil.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Kasus Agus Imakudin Digelar Pagi Ini

Kantor BNNP Jateng di Kota Semarang menjadi lokasi gelar kasus Agus Imakudin.

Kantor BNNP Jateng di Kota Semarang menjadi lokasi gelar kasus Agus Imakudin.

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNNP) Jateng menggelar kasus anggota DPRD Kudus Agus Imakudin, bersama dua rekannya, Rabu (27/7/2016) pukul 09.00 WIB.

Gelar kasus akan digelar di kantor BNNP Jateng di wilayah Madukoro, Kota Semarang. Hal itu sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.

Humas BNNP Jateng, Kompol Yuli mengirimkan pesan pendek (SMS) ponsel ke MuriaNewsCom.

Berikut isi pesan pendek tersebut.  “Mhn hadir acr PERS Realis 3 tsk anggota dewan dprd Kudus di kantor BNNP jtg hari rabu tgl 27 Juli 2016 jam 09.00 Wib. Tmks.”

Sebagaimana diberitakan, Senin (25/7/2016) sore, BNNP menggerebek Agus Imakudin, dan teman wanitanya di Puri Anjosmoro, Kota Semarang.

Petugas BNNP menemukan satu paket kecil narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam wadah plastik tempat pasta gigi.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Kasus Agus Imakudin, Anggota DPRD Kudus Segera Tes Urine 

urine

Anggota DPRD Kudus Nor Khabin melakukan rapat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam menyikapi Agus Imakudin yang tertangkap BNNP Jateng, DPRD Kudus mengambil langkah. Seperti halnya melakukan tes urine bagi semua anggota, agar jelas kebenarannya.

Hal itu diusulkan anggota DPRD Kudus, Nor Khabsin. Menurutnya tes urine harus segera dilakukan. Sebab, citra buruk sebagai perwakilan rakyat dapat tercoreng gara gara hal itu.

“Dalam pemberitaan menyebutkan, kalau AI adalah ketua komisi C DPRD Kudus. Jadi nama DPRD sudah dibawa dalam hal ini,” katanya.

Pihaknya meminta ketua DPRD agar bersifat tegas, supaya kasus tersebut segera diselesaikan. Bahkan kalau perlu tes urine dilakukan hari ini juga, Selasa (26/7/2016).

“Jangan sampai masyarakat tidak mempercayai kita lagi. Jadi dewan harus mengambil tindakan,” ujarnya.

Senada dikatakan Ketua BK Setya Budi Wibowo. Dia menuturkan kalau tes urine sifatnya sangat mendesak. Hal itu juga yang harus dilakukan supaya masyarakat tahu tentang pemimpin mereka.

“Kalau dia, dalam kinerja bagus,,aktif. Sebagai ketua komisi juga rajin. Jadi dalam bertugas sudah bagus,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

 

Demi Tes Urine, Dewan Kudus Akan Potong Gaji

tes urine urunan

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasus penangkapan Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, oleh BNNP Jateng akibat narkoba, memberi dampak.

Di antaranya, para wakil rakyat ingin membuktikan bahwa anggota DPRD lainnya tidak mengonsumsi narkoba. Mereka sepakat melakukan tes urine, serempak. Bahkan, mereka siap dipotong gajinya agar tes bisa dilakukan.

Hal itu merupakan kesepakatan dari usulan sejumlah anggota dewan. Karenanya, kegiatan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ketua DPRD Kudus Mas’an saat memimpin sidang paripurna mengatakan, tes urine untuk semua anggota dewan akan segera dilaksanakan. Untuk biaya tes urin, akan dipotong melalui gaji anggota dewan.

“Biaya tes urine akan diambilkan dari gaji anggota,” katanya sambil menggedok palu dalam rapat paripurna, Selasa (26/7/2016).

Sebelum digedok, DPRD sebenarnya mendukung tes urine. Namun, kendala biaya menjadi sebab tes tidak dapat dilaksanakan sampai sekarang.

Namun dengan bersedianya anggota dipotong gaji, maka tes urine bisa segera diagendakan.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Satpol PP Rembang Sita Belasan Liter Tuak

 Barang bukti miras dan rokok kedaluwarsa yang berhasil disita petugas Satpol PP (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Barang bukti miras dan rokok kedaluwarsa yang berhasil disita petugas Satpol PP (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang menggelar razia miras dan rokok illegal. Kali ini, petugas menyasar di wilayah Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Sarang dan Desa Tanjungan, Kecamatan Kragan serta Kecamatan Kota Rembang, Selasa (26/7/2016).

Dari tempat tersebut, petugas berhasil menyita 14 liter tuak dari warung milik Siti Rukanah warga Tanjungan, Kecamatan Kragan. Rinciannya, satu dirigen berisi 10 liter tuak dan 4 botol, masing-masing ukuran satu liter.

Selain miras, petugas juga menyita 63 bungkus rokok kedaluwarsa berbagai merek dari warung Rifai, warga Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Sarang. “Dalam razia ini, kita amankan belasan liter miras dan puluhan rokok yang sudah kedaluarsa. Ini bisa membahayakan jika dikonsumsi,” ungkap Kasi Penegak Perda Satpol PP Rembang Sudarno.

Dia mengatakan,untuk pemilik toko atau yang menjual rokok kedaluwarsa dan minuman tuak tersebut saat ini dilakukan pembinaan. “Kita terus memantau, membina dan mengarahkan mereka supaya tidak menjual rokok kedaluwarsa serta minuman keras lainnya. Sementara, dari Kecamatan Kota, yakni di toko yang berada di kawasan Jalan Kartini Rembang, petugas berhasil menyita 5 pak dan 50 bungkus rokok kedaluwarsa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Lapas Ambarawa di Grobogan

narkoba

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukan delapan paket sabu yang disita dari pelaku. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang warga Desa Taruman, Kecamatan Klambu bernama Riski Budiyanto alias Wowok diringkus polisi. Penyebabnya, pemuda 26 tahun itu ditengarai jadi pengedar narkoba jenis sabu.

”Penangkapan ini berkat informasi dari warga yang selama ini merasa curiga. Setelah kita selidiki, petugas kemudian melakukan penangkapan di desa tersebut. Kami berhasil menemukan sabu dengan berat total sekitar 2,4 gram yang telah dibungkus menjadi delapan paket dan satu alat hisapnya,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat memimpin gelar perkara, Selasa (26/7/2016).

Menurut kapolres, pelaku mengaku mendapatkan barang dari luar Grobogan Tepatnya dari sesorang yang ada di Lapas Ambarawa.

Pelaku ditengarai menjadi kaki tangannya dan dipercaya untuk menjadi penjual sekaligus perantara penjualan barang haram tersebut. Narkoba jenis sabu tersebut kemudian diedarkan di sekitar wilayah Grobogan.

Untuk mendapatkan barang, pelaku memesan dulu pada penyedianya di Lapas Ambarawa itu. Kemudian, dari penyedia dari Lapas Ambarawa itu menghubungi Mr. X yang tinggal di Semarang. Setelah itu, pelaku diminta menemui Mr. X yang diduga sebagai pemasok.

Pelaku selanjutnya mengambil sabu pesanannya di suatu tempat yang ditentukan. Setelah mendapatkan pesanan barang, pelaku kemudian menghubungi Mr. X dan mentransfer biayanya.

”Dari hasil lidik, pelaku merupakan kaki tangan yang ada di dalam Lapas Ambarawa. Identitas sudah kami kantongi, tapi masih perlu kami selidiki lagi,” ujarnya didampingi Kasat Res Narkoba AKP Abdul Fatah.

Editor : Akrom Hazami

Istri Agus Imakudin: Saya Tahu Perempuan Itu, Tapi Keluarga Kami Baik-baik Saja

istrinya lag ei

Istri Agus Imakudin hanya bisa pasrah.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Novi Okta Fitria, istri Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, mencurahkan isi hatinya, saat dihubungi MuriaNewsCom, terkait dengan penangkapan suaminya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah karena diduga menyimpan sabu-sabu. Apalagi saat ditangkap, suaminya bersama dengan perempuan lain.

Agus ”Udin” Imakudin ditangkap BNNP Jateng bersama dengan seorang perempuan berinisial VR, di salah satu ruas jalan di kompleks Perumahan Puri Anjasmoro, pada Senin (25/7/2016) sore kemarin. Saat diperiksa, ditemukan satu paket sabu-sabu seberat kurang lebih 1 gram, yang disembunyikan di sikat gigi.

Sang istri, Novi, masih berada di kantor BNNP Jateng untuk mendampingi suaminya menjalani pemeriksaan hingga Selasa (26/7/2016). Menurutnya, dia mengetahui perempuan yang ditangkap bersama suaminya itu. ”Kalau teman perempuannya yang VR itu, saya sudah tahu lama. Sejak setahun lalu,” jelasnya.

Menurut Novi, sejauh yang dia ketahui, VR adalah orang Cirebon. Namun, hanya sejauh itu yang diketahuinya mengenai VR tersebut, hingga akhirnya dirinya mendapat kabar jika suaminya tertangkap dengan perempuan tersebut.

Hanya saja, Novi menegaskan jika keluarganya baik-baik saja mengenai kabar tersebut. Meski memang dirinya kecewa dengan kejadian tersebut. ”Saya memang kecewa, marah. Namun saya tetap support Bapak (Agus Imakudin, red). Dan keluarga kami masih baik-baik saja,” tegasnya.

Menurut Novi, saat diperiksa BNN, sudah ada pengacara yang mendampingi suaminya tersebut. Pengacara itu adalah pengacara yang ditunjuk BNN, dalam pemeriksaan yang dilakukan. ”Namun pengacaranya siapa, saya lupa. Yang jelas, saya belum mau ngomong banyak. Saya tunggu pemeriksaan dahulu,” katanya.

Editor: Merie

 

Kasus Agus Imakudin, BK DPRD Pastikan Tindak Lanjuti

Ketua BK Setya Budi Wibowo (baju hitam) menjelaskan BK bakal menindak lanjuti kasus penangkapan Agus Imakudin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ketua BK Setya Budi Wibowo (baju hitam) menjelaskan BK bakal menindak lanjuti kasus penangkapan Agus Imakudin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar anggota DPRD Kudus, Agus Imakudin yang tertangkap lantaran membawa narkoba dipastikan ditindak lanjuti oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Kudus. BK memastikan dalam waktu dekat bakal menggelar rapat secara khusus untuk membahasnya.

Ketua BK DPR Kudus Setya Budi Wibowo, mengatakan lembaga dan rapat terkait hal itu bakal digelar pekan ini. Rapat dilakukan secara internal, sebelum akhirnya memutuskan langkah kebijakan.

“Paling lambat pekan depan sudah ada pembahasan. Kebetulan dalam waktu dekat ada pembahasan anggaran perubahan, setelah itu kami BK akan mengadakan pembahasan,” katanya.

Menurutnya, kabar secara pasti tentang ketua komisi C yang ditangkap masih belum diterima. Pihaknya mengaku, hanya mendapatkan kabar dari sejumlah media yang memberitakan penangkapan Agus Imakudin.

Untuk itu, komunikasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) akan dilakukan dalam waktu yang dekat pula. Hal itu, untuk mengetahui kepastian pemberitaan apakah benar atau bukan.

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

Untuk ancaman, dia mengungkapkan kalau benar melanggar janji dan sumpah, maka dapat diterapkan hukuman pemberhentian sementara atau juga di PAW. Sebab, hukuman yang diterima jika positif adalah, lima tahun.

“Sebenarnya tanpa BK juga bisa, cukup dari partai, fraksi atau dari DPRD,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Polres Grobogan Bekuk 3 Pelaku Pembunuh Sopir

 

Ketiga pelaku perampokan dan pembunuhan sopir truk yang berhasil diringkus petugas Polres Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketiga pelaku perampokan dan pembunuhan sopir truk yang berhasil diringkus petugas Polres Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus pembunuhan seorang sopir truk yang jadi PR Polres Grobogan sejak tahun 2015 akhirnya berhasil terungkap. Terkuaknya kasus ini menyusul keberhasilan polisi meringkus tiga dari lima pelaku pembunuhan sopir pengangkut benang sebanyak 9 ton yang terjadi 8 Januari 2015 lalu.

Ketiga pelaku yang diringkus, dua diantaranya adalah warga Grobogan. Yakni, Jamal (32) dan Puryono (36), keduanya warga Desa Monggot, Kecamatan Geyer. Satu pelaku lagi adalah Subarno (31), warga Mondokan, Sragen yang diringkus di rumah istrinya di Jepara. Ketiganya ditangkap pekan lalu, dalam waktu yang berlainan.

“Dua pelaku terpaksa kita tembak kakinya karena melakukan perlawanan ketika akan ditangkap. Sementara dua pelaku lainnya masih kita kejar. Jadi, total pelakunya ada lima orang. Selain tersangka kita juga amankan barang bukti satu unit truk Nopol K 1598 MF,” jelas Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Agung Ariyanto, saat gelar perkara, Selasa (26/7/2016).

Sebagaimana diberitakan, kasus perampokan disertai pembunuhan terjadi 8 Januari 2015 di Jalan Raya Purwodadi-Semarang. Tepatnya, sebelah barat jembatan timbang Desa Gubug, Kecamatan Gubug. Ketika itu, petugas mendapat laporan adanya laki-laki tak dikenal tewas tergeletak di tepi sawah.

Dari hasil penyelidikan petugas, korban yang diketahu bernama Wahyu, asal Bandung, berprofesi sebagai sopir truk. Malam sebelum kejadian, korban disuruh majikannnya mengantar benang sebanyak 9 ton diangkut truk tronton Nopol Z 8763 HJ.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku mengarah pada nama Puryono. Setelah yang bersangkutan kami ringkus, Puryono mengaku merampok benang 9 ton tersebut bersama Subarno, Jamal dan dua temannya yang kini masih buron,” jelas Kasat Reskrim.

Kepada petugas, Subarno mengaku telah menguntit truk yang dikemudikan korban sejak dari Solo. Ketika sampai di TKP, lima pelaku yang waktu itu naik mobil Toyota Avanza langsung menghadang truk yang dikemudikan korban dan meminta sopir menepi.

Pelaku lainnya, Puryono kemudian meminta sopir turun dan menyatakan ingin pinjam dongkrak. Setelah sopir turun, salah satu pelaku yang masih buron menghantam kepala korban dengan sebatang besi. Setelah meninggal, korban dibuang di tepi sawah, dan truk bersama muatannya dibawa kabur ke arah Kudus.

“Sesampai di perbatasan Demak-Kudus, muatan truk dipindah ke truk lain yang telah disiapkan pelaku. Setelah itu benang 9 ton tersebut dijual di Jakarta laku Rp 80 juta,” imbuh Agung.

Editor : Kholistiono

BNNP Jateng Pastikan Agus Imakudin Resmi Tersangka

narkoba ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng memastikan bahwa Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, jadi tersangka.

Humas BNNP Jateng Kompol Yuliasih  melalui pesan pendek (SMS) ke MuriaNewsCom, Selasa (26/7/2016). “Tersangka anggota dewannya,” kata Yuliasih.

Sebagaimana diinformasikan, Agus Imakudin sampai sekarang masih gencar menjalani pemeriksaan di kantor BNNP Jateng di Madukoro, Semarang.

BNNP menetapkan Agus Imakudin jadi tersangka penyalahgunaan narkotika. Agus Imakudin beserta temannya, digerebek di Puri Anjasmoro, Semarang. Tepatnya pada Senin (25/7/2016).

BNNP telah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, dari tangan mereka disita satu paket kecil narkotika jenis sabu. Barang haram itu disembunyikan di dalam wadah plastik tempat pasta gigi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

 

Ketua DPRD Kudus Dorong Ada Tes Urin Bagi Anggota Dewan

Ketua DPRD Kudus Masan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Ketua DPRD Kudus Masan (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tertangkapnya Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin karena kasus narkoba menjadi tamparan tersendiri bagi lembaga legislatif. Terkait penangkapan itu, hingga kini Ketua DPRD Kudus Masan masih enggan untuk berkomentar terkait sikap resmi lembaganya. “Saya no comment dulu lah, nanti saja kalau sudah jelas,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya mendorong dan setuju jika ada tes urin bagi anggota dewan secara keseluruhan. Hal itu, untuk melihat secara jelas apakah ada anggota dewan yang memang menggunakan sabu atau tidak. Sehingga, nantinya tidak ada persepsi macam-macam dari masyarakat.

Baca juga : BNNP Masih Gencar Interogasi Agus Imakudin

Namun, untuk melakukan tes urin tersebut, katanya, membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan harus melalui proses pengusulan anggaran terlebih dahulu. Sebab, tidak mungkin tes urin tersebut harus menggunakan biaya pribadi.

“Saya tidak bisa langsung memerintahkan anggota untuk lakukan tes urin. Saya di sini itu sebagai ketua bukan kepala. Untuk menentukan kebijakan, tentunya harus melakukan musyawarah terlebih dahulu,” ungkapnya.

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Editor : Kholistiono

 

Agus Imakudin Ditangkap BNN, Istri Setia Dampingi Pemeriksaan

Novi Okta Fitria berfoto bersama suaminya, Agus Imakudin.

Novi Okta Fitria berfoto bersama suaminya, Agus Imakudin.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah menangkap Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, Senin (25/7/2016) sore, terkait dugaan kepemilikan sabu-sabu seberat 1 gram.

Meski begitu, istri pria yang akrab disapa Udin itu, rupanya setia mendampingi suaminya yang saat ini masih diperiksa intensif di markas BNNP Jateng. Sang istri yang bernama Novi Okta Fitria itu, mengaku dirinya memang kecewa dengan kejadian yang menimpa suaminya.

”Saya memang ditelepon BNN pada Senin sore. Tidak lama setelah suami saya ditangkap. Saya langsung meluncur ke Semarang untuk mengecek kondisi suami saya,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Selasa (26/7/2016).

Menanggapi  penangkapan suaminya,  Novi berupaya tenang.  Dirinya juga masih terus mendampingi suaminya itu, di kantor BNNP Jateng, Madukoro, Semarang. Novi telah berada di kantor BNNP sejak Senin malam, didampingi sejumlah kerabat dekatnya.

Novi mengaku jika dirinya tidak ingin berkomentar apa-apa saat ini. Pasalnya, dia harus menenangkan dirinya, sambil terus memberikan semangat kepada suaminya yang saat ini tengah tertimpa masalah. ”Saya benar-benar belum bisa memberikan komentar apa-apa. Belum mau ngomong banyak. Ini masih diperiksa. Masih diselidiki. Tunggu saja nanti kalau memang waktunya sudah pas,” jelasnya.

Namun, Novi mengatakan jika dirinya memang kecewa mengetahui jika suaminya tertangkap karena diduga membawa sabu-sabu. Apalagi, tertangkapnya dengan seorang perempuan. ”Ya, terus terang saya kecewa. Tapi mau bagaimana lagi. Yang penting saya harus terus mendampingi bapak,” tegasnya.

Bahkan, Novi sempat mengatakan jika suaminya itu bakal segera menggelar jumpa pers, terkait dengan kasus yang dihadapinya tersebut. Namun dia belum memastikan kapan waktunya untuk itu. ”Yang jelas sekarang masih diperiksa, masih diselidiki. Nanti bapak (Agus Imakudin, red) akan menggelar jumpa pers,” imbuhnya.

Editor: Akrom Hazami/Merie

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

Agus Imakudin Jarang Bergaul di Lingkungan Sekitar Sejak jadi Anggota Dewan

Agus Imakudin (Foto: facebook)

Agus Imakudin (Foto: facebook)

MuriaNewsCom, Kudus – Penangkapan Agus Imakudin, Ketua Komisi C DPRD Kudus oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng karena kasus sabu, pada Senin (25/7/2016) sore, ternyata juga sudah didengar para tetangga.

Masudi, warga RT 1 RW 1 Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, yang rumahnya berjarak sekitar 150 meter dari rumah Agus Imakudin mengaku jika dirinya sudah mendengar jika Udin tersandung kasus narkoba. “Memang sudah denger, tapi tak begitu detail seperti apa,” katanya.

Dirinya juga menyebut, jika Udin juga jarang bergaul di lingkungan tempat tinggalnya semenjak menjadi anggota DPRD Kudus. Apalagi ketika pulang ke kediamannya, katanya, tak tentu jam berapa. “Kalau ketemu orang nyapa iya, tapi dia (Udin) itu jarang mau kumpul-kumpul dengan tetangga,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Eko yang juga merupakan tetangga dari Agus Imakudin. Menurutnya, masyarakat sekitar kurang begitu suka dengan Udin, sebab, Udin jarang bergaul dengan tetangga atau masyarakat sekitar.

“Nggak pernah kumpul-kumpul dengan tetangga, misalnya di warung atau apa. Padahal, dulu sebelum jadi anggota dewan tidak begitu. Kami juga sudah dengar selentingan-selentingan dia terjerat kasus narkoba,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

BNNP Masih Gencar Interogasi Agus Imakudin

sabu

 

MuriaNewsCom, Kudus – Terkait penangkapan Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin dii Perumahan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, Senin (25/7), kini yang bersangkutan masih intensif menjalani pemeriksaan.

Informasi yang dihimpun, Udin, panggilannya, ditangkap setelah menghadiri Rapat Paripurna Pandangan Fraksi Terhadap RAPBD Perubahan Kudus 2016 di DPRD Kudus. Dia digerebek saat mengendarai mobil di pertigaan Blok N3, Perumahan Puri Anjasmoro pukul 16.00 WIB.

Udin dipastikan membawa sabu-sabu. Setelah digeledah, petugas menemukan sabu-sabu 1 gram yang disembunyikan di dalam kemasan sikat gigi yang diselipkan di pintu mobil.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo kepada MuriaNewsCom, Selasa (26/7/2016) pagi mengatakan, “Belum ada yang baru. Nanti saya hubungi lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Agus Imakudin sebelumnya sempat dikabarkan digerebek Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, pada Sabtu (4/6/2016) di Perumahan Tamansari Majapahit, Pedurungan Semarang, Blok B2 nomor 11, Kota Semarang. Saat itu, Agus digerebek bersama seorang perempuan berinisial VR tersebut.

Namun ketika itu, saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Kepala Subdirektorat II Dit Resnarkoba Polda Jawa Tengah, AKBP Carto Nuryanto mengatakan jika tidak ada apa-apa

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna

Agus Imakudin, Ketua Komisi C DPRD Kudus (MuriaNewsCom)

Agus Imakudin, Ketua Komisi C DPRD Kudus (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menangkap Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin di Kawasan Puri Anjasmoro Senin (25/7/2016) sore.

Penangkapan politisi PDI Perjuangan oleh BNNP itu, karena diduga terlibat penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Menurut informasi, saat penangkapan Agus sedang bersama wanita dekatnya, yakni VR.

Penangkapan Agus Imakudin dikuatkan dengan beredarnya informasi di media sosial path yang diunggah oleh seseorang yang bernama Kunarto : yang isinya “Masih Anget. Barusan kita tangkap Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakhudin di Puri Anjasmoro Semarang dengan BB narkotika jenis sabu. Selamat rekan2.

Terkait dengan penangkapan Ketua Komisi C DPRD Kudus tersebut, Ketua DPRD Kudus Mas’an menyampaikan jika dirinya sebagai pimpinan dewan, untuk sampai saat ini belum mengambil sikap. “Saya no comment dulu lah. Nanti kalau sudah jelas, saya kabari,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Namun demikian, dirinya menyatakan, jika yang bersangkutan, yakni Agus Imakudin pada Senin siang kemarin masih mengikuti sidang paripurna. “Ya kemarin masih ikut paripurna dia,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Agus Imakudin sebelumnya sempat dikabarkan digerebek Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah, pada Sabtu (4/6/2016) di Perumahan Tamansari Majapahit, Pedurungan Semarang, Blok B2 nomor 11, Kota Semarang. Saat itu, Agus digerebek bersama seorang perempuan berinisial VR tersebut.

Namun ketika itu, saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Kepala Subdirektorat II Dit Resnarkoba Polda Jawa Tengah, AKBP Carto Nuryanto mengatakan jika tidak ada apa-apa.“Gak ada masalah apa-apa. Kok ini malah jadi polemik. Saya masih di Dir (Dir Res Narkoba),” katanya singkat.

Editor : Kholistiono

 

Tak Disangka! Penyebab Istri di Pati Minta Cerai Suami Sungguh Mengejutkan

 Panitera Pengadilan Agama Pati, Heryantabudi Utama. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Panitera Pengadilan Agama Pati, Heryantabudi Utama. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Banyaknya istri di Pati yang mengajukan cerai gugat ke Pengadilan Agama Pati disebabkan banyak hal. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ternyata menjadi alasan yang tidak banyak terjadi.

Justru, faktor yang paling banyak melatarbelakangi pihak istri minta cerai karena faktor perbedaan pendapatan ekonomi. Penghasilan istri yang lebih besar ketimbang suami diakui menjadi faktor yang paling banyak dalam pengajuan cerai gugat dari istri.

“Alasan ekonomi memang menjadi faktor yang paling dominan. Misalnya, suami dianggap sudah tidak bisa memberikan nafkah lagi kepada istri. Selain itu, ada pula yang mengajukan cerai gugat karena pendapatan istri lebih besar ketimbang suami,” ujar Heryantabudi Utama, Panitera Pengadilan Agama Pati, Sabtu (23/7/2016).

Sementara itu, kasus yang berlatarbelakang asmara seperti cemburu dan perselingkuhan dikatakan cukup minim. “Kasus perselingkuhan juga ada. Namun, kuantitasnya tidak banyak seperti masalah faktor pendapatan ekonomi,” tuturnya.

Istri yang mengajukan cerai gugat sebagian besar juga didominasi dari kalangan berusia 30 hingga 40 tahun. Usia itu dianggap paling rentan bagi pasangan rumah tangga untuk mengajukan cerai.

“Sangat jarang sekali pasangan rumah tangga di atas 40 tahun dan di bawah 30 tahun yang mengajukan cerai, meskipun ada beberapa. Namun, sebagian besar didominasi dari pasangan berusia 30 sampai 40 tahun,” imbuh Heryantabudi.

Baca juga : Duh…Ribuan Istri di Pati Pilih Menjanda

Editor : Kholistiono

 

Duh…Ribuan Istri di Pati Pilih Menjanda

 Seorang wanita berdiri di depan petugas Pengadilan Agama Pati untuk mengajukan perkara gugat cerai. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Seorang wanita berdiri di depan petugas Pengadilan Agama Pati untuk mengajukan perkara gugat cerai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

 

MuriaNewsCom, Pati – Tingkat perceraian di Kabupaten Pati terbilang cukup tinggi. Dalam waktu tujuh bulan selama 2016 saja, sedikitnya ada 1.052 perkara cerai gugat yang diajukan pihak istri.

Hal itu diungkap Panitera Pengadilan Agama Pati, Heryantabudi Utama. “Sampai saat ini, terhitung sejak awal 2016, Pengadilan Agama Pati mengeluarkan akta cerai sebanyak 1369 dengan total perkara 1.569. Dari jumlah tersebut, 1.052  perkara cerai gugat diajukan oleh pihak istri,” kata Heryantabudi, Sabtu (23/7/2016).

Dibanding tahun lalu, pengajuan cerai dari pihak istri meningkat cukup signifikan. Pasalnya, baru bulan ketujuh sudah ada 1.052 istri yang mengajukan cerai. Sementara itu, tahun kemarin pengajuan cerai dari istri sebanyak 1.742 dalam kurun waktu setahun.

“Kemungkinan akan mengalami peningkatan pada akhir tahun. Namun, kami tidak berharap demikian. Sebab, saat ini ada proses mediasi, di mana keduanya disarankan untuk mempertahankan keluarga ketimbang cerai,” imbuhnya.

Dikatakan, Pengadilan Agama Pati dalam sehari melaksanakan sidang perceraian sebanyak 30 sampai 50 kali. Selebihnya, sidang di luar perceraian seperti waris, gono gini, isbat nikah, dan sebagainya.

“Kalau ada masalah, sebaiknya diselesaikan dulu secara kekeluargaan. Pengadilan mestinya menjadi jalan terakhir, jangan serta-merta langsung mengajukan gugatan ketika ada masalah. Musyawarah dan saling memahami diperlukan supaya angka perceraian bisa ditekan,” imbaunya.

Editor : Kholistiono

 

 

Kasus Bupati, Kejari Jepara Belum Bisa Beri Keterangan

demo 3

Para pendukung Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melakukan aksi ihwal penetapan tersangka bupati. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Jepara yang tergabung dalam Forum Warga Jepara menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara. Mereka menuntut agar kasus Bupati Jepara Ahmad Marzuqi tidak dipolitisasi dan meminta agar instansi kejaksaan tidak dimanfaatkan oleh kepentingan pribadi.

Menanggapi hal itu, Kepala Kejari Jepara Yuni Dari Winarsih mengatakan, pihaknya menerima semua aspirasi yang disampaikan oleh pengunjuk rasa. Namun pihaknya mengaku tidak memiliki wewenang atas kasus yang menjerat orang nomor satu di Jepara itu. Sehingga, untuk sementara ini aspirasi warga ditampung untuk selanjutnya disampaikan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

“Mengenai kasus yang menimpa pak bupati, itu kewenangan kejati. Sehingga kami akan menampung semua aspirasi warga kemudian menyampaikannya kepada kejati,” ujar Yuni, Jumat (22/7/2016).

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan secara resmi dari Kejati Jawa Tengah terkait penetapan status tersangka pada Ahmad Marzuqi. Untuk itu pihaknya enggan berkomentar banyak mengenai kasus tersebut.

“Lebih jelasnya, bisa ditanyakan ke Kejati karena kami di Kejari tidak tau posisi dan detail kasusnya seperti apa,” katanya.

Ia menambahkan, aksi unjuk rasa yang memberikan masukan-masukan tersebut akan menjadi masukan yang berharga bagi Kejari Jepara. Apalagi saat ini juga sedang merayakan ulang tahun, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Temui Pendemo, Begini Kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi

demo 2

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat hadir di tengah aksi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mendapatkan dukungan dari warga Jepara yang tergabung dalam Forum Warga Jepara. Bahkan Marzuqi menemui para pendemo dan memberikan tanggapan  atas aksi yang digelar mereka.

“Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada warga Jepara yang memberikan dukungan kepada saya. Ini bagi saya sangat berharga agar bisa melampaui cobaan dengan sebaik-baiknya,” kata Marzuqi dihadapan warga menggunakan pengeras suara dan di atas bak truk yang dibawa pendemo, Jumat (22/7/2016).

Menurutnya, warga yang demo diharapkan tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Ia juga mengajar para warga untuk memberikan apresiasi kepada Gubernur dan Kajati Jawa Tengah yang masih melakukan evaluasi terhadap kasus yang saat ini menimpanya, yakni korupsi dana Banpol dengan total dana sekitar Rp 79 juta tersebut.

Sementara itu, usai menemui pendukungnya, Marzuqi memberikan keterangan kepada awak media. Menurutnya, aksi tersebut murni dari warga pendukungnya. Dia menilai, para pendukungnya tersebut merasa kasihan dan peduli terhadap bupati sekaligus guru dan kiainya. Sebab, mayoritas pendukungnya adalah para jamaah dan santri.

“Ini murni dari mereka, karena mungkin mereka merasa kasihan kepada saya kemudian memberikan dukungan sebagai wujud kepedulian terhadap guru dan kiainya,” tandasnya.

Dia menambahkan, setelah mendapatkan dukungan dari warga tersebut, pihaknya semakin yakin untuk menghadapi masalah yang tengah menimpanya dengan sabar dan tenang.

Pihaknya yakin, masalah yang tengah dihadapinya dapat segera terselesaikan. Sedangkan mengenai langkah selanjutnya, Marzuqi masih menyatakan bahwa ia masih menunggu dan melihat perkembangan. Jika dibutuhkan pengacara, maka akan segera dibentuk tim pengacaranya dalam kasus tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Bupati Jepara jadi Tersangka Korupsi, Warga Beri Dukungan

demo bupati

Warga melakukan aksi unjuk rasa mendukung Bupati Jepara Ahmad Marzuqi yang telah ditetapkan tersangka korupsi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ).

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sedikitnya seribu warga Jepara yang tergabung dalam Forum Warga Jepara menggelar aksi demo memberikan dukungan kepada Bupati Jepara Ahmad Marzuqi atas kabar penetapan tersangka kasus korupsi bantuan politik (Banpol) yang telah diproses di Kejati Jawa Tengah.

Mereka menggelar aksi di depan kantor Kejari Jepara dan dilanjutkan di depan pendapa kabupaten setempat, Jumat (22/7/2016).

Selain berorasi, mereka juga membawa sejumlah spanduk yang berisi dukungan kepada Marzuqi. Mereka juga membawa spanduk yang berisi sindiran kepada Wakil Bupati Jepara Subroto yang dianggap sebagai lawan politiknya menjelang Pilkada 2017 mendatang.

Dalam orasi mereka, disinggung mengenai pemberitaan penetapan tersangka pada Marzuqi. Menurut mereka hal itu tidak berdasar dan dianggap sebagai tindakan kriminalisasi. Mereka berasalan, dalam kasus tersebut sangat kental dengan nuansa politis menjelang persaingan Pilkada 2017.

Dalam tulisan tuntutan pendemo dikatakan, kriminalisasi ini tentu berlatar belakang sangat kental dengan nuansa politis. Karena adanya persaingan menjelang Pilkada 2017 yang akan dilaksanakan serentak tanggal 15 Februari 2017.

Yang mana Wakil Bupati Jepara Subroto yang tidak lain adalah adik kandung Jaksa Agung RI HM Prasetyo, sudah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Bupati Jepara.

“Kasus pak Marzuqi sarat dengan kepentingan politis. Ini karena berhubungan dengan Pilkada 2017,” kata salah seorang pendemo, Supriyadi kepada MuriNewsCom, Jumat (22/7/2016).

Ada beberapa tuntutan lain yang disampaikan dalam aksi tersebut, diantaranya stop kriminalisasi oleh kejaksaan, hentikan praktek KKN di institusi kejaksaan, tegakkan hukuman secara profesional, jangan gunakan institusi kejaksaan untuk kepentingan pribadi, dan patuhi lima butir instruksi presiden kepada kejaksaan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Usai jadi Tersangka Korupsi, Ini yang Dilakukan Bupati Jepara

bupati

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus korupsi bantuan poltik oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah.

Meskipun ia mengaku belum menerima surat secara resmi terkait penetapannya sebagai tersangka, dia menganggap kasus yang tengah dihadapinya sebagai sebuah cobaan. Untuk itu, dia menyatakan akan menghadapinya dengan tabah dan sabar.

“Saya sebagai warga Negara harus taat hukum. Sehingga akan saya hadapi cobaan ini, termasuk semua proses hukum yang berjalan sebagai wujud jiwa berkebangsaan,” ujar Ahmad Marzuqi saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (21/7/2016).

Menurutnya, siapapun pasti mendapatkan ujian dalam kehidupannya. Untuk itu harus bisa menerima dengan ketabahan dan kesabaran. Meski begitu, dia bakal tetap berupaya agar ujian tersebut dapat segera terselesaikan.

“Dalam Alquran telah dijelaskan bahwa bagi siapa orang-orang yang menerima ujian dengan ketabahan dan kesabaran, maka rahmat dan hidayah dari Allah akan dilimpahkan. Maka dari itu dalam masalah ini saya anggap sebagai cobaan dan ujian,” ungkapnya.

Dia mengaku kaget saat mendapatkan informasi bahwa ia ditetapkan sebagai tersangka. Padahal belum ada surat resmi yang dia terima yang menyatakan bahwa dia ditetapkan sebagai tersangka. Sehingga pihaknya belum bisa memberikan komentar banyak terkait masalah itu.

“Saya masih wait and see dulu. Saya kaget ketika berita itu muncul. Tapi tidak masalah, saya anggap sebagai ujian dan cobaan karena Allah sebelum menaikkan derajat seseorang pasti memberikan ujian dan cobaan terlebih dahulu,” terangnya.

Terkait dengan kaitannya kasus yang dia hadapi dengan Pilkada Jepara 2017, dia tidak bersedia berkomentar. Hanya, dia kembali menegaskan bahwa ini murni ujian dan cobaan, tidak ada kaitannya dengan masalah apapun.

Seperti diketahui, Ahmad Marzuqi tersangkut kasus korupsi bantuan politik PPP tahun 2012 dan 2013. Tahun pertama dengan besaran uang Rp 30 juta, dan tahun berikutnya Rp 21,5 juta. Tetapi juga ditambah kasus korupsi yang didakwakan kepada Bendahara PPP Jepara, dan telah divonis oleh Kejati. Total dana yang dipermasalahkan sebesar Rp 79 juta.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pesta Sabu, 7 Sahabat Musisi di Jepara Konangan Polisi

sabu

Tujuh orang pemuda tampak diamankan usai pesta sabu, di Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tujuh pemuda di Kota Ukir Jepara diamankan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Jepara pada 13 Juli 2016. Mereka diamankan saat melakukan pesta sabu-sabu di rumah salah seorang tersangka Romi Istanto di RT 01 RW XI Desa Cepogo, Kecamatan Kembang, sekitar pukul 00.05 WIB.

Identitas mereka adalah Romi Istanto alias Gombol, 36, warga Desa Cepogo, Kecamatan Kembang; Hidayatul Muttaqin alias Konyel, 21, warga Desa Kaligarang, Kecamatan Keling; Suryana Muhamad Karter, 23, warga Desa Kaligarang, Kecamatan Keling; Didik Setiawan, 34, warga Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri; Agus Zulianto alias Bloso, 27, warga Desa Kaligarang, Kecamatan Keling; Dadang Komara alias Buseng, 31, warga Desa Cepogo, Kecamatan Kembang dan Ahmad Solikin Domo, 31, warga Desa Tunahan Kecamatan Keling.

“Tujuh tersangka ini sudah lama kami incar, tapi cukup sulit untuk menangkapnya. Di sekitar rumah tersangka Romi dipasangi cctv, sehingga jika ada orang asing atau petugas yang akan datang sudah diketahui,” ujar Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Kamis (21/7/2016).

Menurutnya, kasus ini terungkap setelah polisi mengamankan dua tersangka lebih dulu. Yakni Didik dan Dadang di luar yang selanjutnya dibawa ke lokasi pesta sabu-sabu itu. Dari hasil penggerebekan lokasi itu, ditangkap lima orang lainnya yang tengah melakukan pesta sabu.

“Untungnya kita tangkap dulu dua tersangka di luar, kemudian melakukan penggerebekan di dalam lokasi. Kami temukan banyak barang bukti,” katanya.

Beberapa barang bukti yang diamankan pihaknya adalah satu paket sabu-sabu, dua alat hisap atau bong, satu paket sisa sabu-sabu yang habis dikonsumsi. Sedangkan dari tersangka Didik dan Dadang disita masing- masing satu paket kecil.

“Beberapa dari tujuh tersangka yang kita amankan ini merupakan musisi orkes. Selain sebagai pemakai, mereka juga mengedarkan barang haram ini,” katanya.

Selain mengamankan tujuh pelaku ini, kata Samsu, polisi juga masih mengejar satu pelaku lain yakni Pethel,warga Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan., yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan pasal 114, pasal 127 dan pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun penjara. Kini para tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Jepara untuk menunggu proses hokum lebih lanjut.

Sementara itu, salah seorang tersangka Agus Zulianto alias Bloso mengaku baru sekitar dua bulan terakhir ini mengkonsumsi sabu. Ia beralasan mengkonsumsi sabu untuk menambah stamina saat lembur kerja sebagai seorang musisi.

“Biar tidak capek. Saya konsumsi saat sedang kumpul dengan teman-teman saja, kalau sendiri tidak,” akunya.

Editor : Akrom Hazami