Kapolda Letakkan Batu Pertama Bangun Mapolres Jepara

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat meletakkan batu bata guna pembangunan Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat meletakkan batu bata guna pembangunan Mapolres Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengunjungi sejumlah tempat di wilayah Kabupaten Jepara. Salah satu kegiatannya adalah melakukan peletakan batu bata pembangunan Mapolres Jepara, Rabu (12/10/2016).

Mapolres Jepara bakal dirombak total. Pembangunan mapolres tersebut ditempatkan di lahan milik Polri, yang merupakan bekas bangunan asrama yang sebelumnya sudah diratakan.

Sedangkan biaya pembangunan merupakan dana hibah dari APBD Jepara senilai  Rp 3,5 miliar. Jumlah itu di antaranya untuk biaya konstruksi Rp 3,3 miliar dan untuk biaya konsultan perencanaan dan pengawasan masing-masing sebesar Rp 50 juta.

Condro menilai Jepara sebagai daerah yang sangat penting dan strategis di Jateng. Pasalnya, semua proyek strategis dan vital juga ada di Jepara. Sehingga menjadi perhatian khusus.

“Saya juga tak asing dengan Jepara sehingga tahu persis kondisinya,” terang Condro yang pernah menjabat sebagai Kapolres Kudus tahun 90 an itu.

Menurutnya, Mapolres Jepara termasuk mapolres yang bersejarah. Sepengetahuannya, Mapolres Jepara sejak tahun 45 an lokaisnya tetap sama yakni di Jalan KS Tubun.

“Kami berterimakasih kepada Pemkab dan DPRD yang menyetujui hibah untuk pembangunan Mapolres,” jelasnya.

Tapi Condro mengingatkan agar pelayanan Polres Jepara ke masyarakat harus juga ditingkatkan. “Jangan nanti bangunan baru, ber-AC anggota hanya diam di kantor tapi tidak mau turun di lapangan untuk menjadi pelayanan di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menegaskan jika pemberian hibah untuk pembangunan mapolres merupakan wujud dari kemitraan yang terjalin baik antara unsur pemerintahan dan penegak hukum serta pihak terkait lainnya. Sebelumnya, pada 2012, Pemkab juga memberikan hibah berupa lahan 6 ribu meter persegi untuk Rusunawa.

Hadir dalam prosesi itu jajaran teras Mapolda Jateng, Kapolres Jepara M Samsu Arifin, Forkopinda Jepara, Ketua MUI Jepara KH Mashudi, Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Hayatun Nufus Abdullah Hadziq dan Ketua PD Muhammadiyah Jepara KH Fachrurrazi.

Editor : Akrom Hazami

Pemkot Jambi Bakal Kirimkan Perajin Batik untuk Belajar di Rembang

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha (tengah) memberikan plakat ke Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi Komari (kiri) pada acara ramah tamah di showroom Dekranasda Lasem beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha (tengah) memberikan plakat ke Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi Komari (kiri) pada acara ramah tamah di showroom Dekranasda Lasem beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bakal menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Pemkab Rembang dalam acara studi komparatif di showroom Dekranasda Lasem, pada Rabu (31/08/2016) lalu.

Rencananya, Pemkot Jambi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bakal mengirimkan perajin batik Jambi untuk belajar lebih mendalam mengenai Batik Lasem. Sebab, ada kemiripan antara Batik Jambi dengan Batik Lasem.

Kepala Disperindag Kota Jambi Komari mengatakan, pihaknya akan melakukan kerjasama mengenai batik dengan Pemkab Rembang. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengirimkan beberapa perajin dari Jambi untuk belajar mengenai Batik Lasem.“Untuk pastinya kapan, kami belum tahu, karena masih akan kami bahas terlebih dahulu. Namun, kami usahakan tahun ini juga akan dilaksanakan kerjasama ini,” katanya.

Pihaknya juga ingin belajar mengenai proses pembuatan Batik Lasem hingga manajemen pemasarannya. Kemudian, juga terkait cara menyatukan perajin batik yang ada di Rembang. Hal ini, nantinya diharapkan ada yang bisa diterapkan di Kota Jambi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha mengatakan, pihaknya menyambut baik jika pihak Kota Jambi mau bekerjasama dengan Pemkab Rembang terkait pengembangan batik.

“Jangan khawatir mengenai fasilitas. Sebab setiap pengrajin Batik Lasem ini juga mempunyai hom stay. Jadi tidak usah menginap di hotel. Kerja sama itu, diharapkan dapat memajukan kerajinan batik. Sebab, ini merupakan warisan leluhur,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

9 PK Cantik Konangan Satpol PP Kudus Sedang Layani Pelanggan

PK 2 (e)

Petugas Satpol PP meminta keterangan sejumlah PK di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar Sembilan orang Pemandu Karaoke (PK) cantik berhasil diamankan Satpol PP Kudus, dari tempat karaoke dan kafe di Gulang, Mejobo, Kudus.

Mereka diamankan petugas saat sedang melayani pelanggannya. Kedatangan petugas membuat pesta di tempat karaoke itu bubar.

Sarjono, salah seorang petugas Satpol PP Kudus mengatakan, kafe tersebut termasuk baru beroperasi.

“Total ada Sembilan orang, hari ini baru kami panggil untuk diberikan pengarahan dan pembinaan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kesembilan PK tersebut, berasal dari berbagai wilayah. Seperti dari dalam kota, atau juga dari luar kota.

Sembilan orang itu harus membuat perjanjian di atas materai Rp 6 ribu tentang apa yang dilakukan. Dalam perjanjian itu, mereka juga tidak akan menjadi PK di Kudus.

“Jika masih nekat melanggar perjanjian oleh apa yang mereka tanda tangani. Maka kami pastikan akan menempuh jalur hukum,” kata Sarjono saat meminta keterangan kepada sejumlah PK.

Purnomo, Kasi penegak Perda Satpol PP Kudus menambahkan, berdasarkan pengalaman, setelah tertangkap petugas, PK tidak ada yang berani melanggar kesepakatan.

“Di Kudus, PK adalah pelanggaran. Sebab, aturannya menyebutkan dilarang ,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Sidang Vonis Pembunuhan di PN Jepara Ricuh

ricuh 1

Massa yang tidak diterima dengan hasil sidang di Pengadilan Negeri Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sidang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis kasus pembunuhan berencana di Pengadilan Negeri (PN) Jepara ricuh, Sabtu (6/8/2016).

Situasi memanas terjadi sejak sebelum sidang dimulai. Puluhan massa mendatangi PN Jepara dengan berteriak-teriak.

Meski pengamanan yang dilakukan oleh aparat sudah cukup ketat. Ternyata itu belum mampu meredam kemarahan massa. Sesaat sebelum sidang dimulai, para hakim terdiri dari Unggul Prayudho, Venny Mustika dan Sunoto serta terdakwa Suwarto (56) harus dikawal ekstra ketat oleh petugas kepolisian.

Suara riuh dan gaduh terdengar saat massa mulai masuk ke dalam gedung Pengadilan Negeri Jepara. Bahkan sebelum memasuki ruang sidang massa harus melewati penjagaan berlapis dari Polres Jepara dibantu satpam Pengadilan Negeri Jepara.

Saat penggeledahan terdapat dua orang (Prio dan Cipto) yang membawa senjata tajam dan secara sigap langsung ditarik oleh petugas dan dimasukkan ke dalam mobil polisi. Kemudian mereka diamankan menuju kantor polisi.

Sebelum sidang dimulai, hakim berusaha menenangkan massa karena saat sidang semua dalam kendali ketua majelis hakim. Sesaat massa dapat ditenangkan namun kembali ricuh saat terdakwa dihadirkan oleh jaksa kedalam ruang sidang dan satu orang massa berhasil diamankan karena tidak dapat dikendalikan di ruang sidang.

Hakim mulai membacakan putusan dan terdakwa diminta untuk berdiri, tak lama setelah hakim selesai memacakan putusan dan palu diketok massa tidak terima dengan putusan hakim langsung meluapkan emosinya ke arah terdakwa.

Kericuhan pun tak dapat dihindari, massa berusaha mengejar terdakwa, ada yang melompat pagar pembatas, namun polisi telah sigap langsung mengamankan terdakwa menuju mobil tahanan dan hakim, panitera dan jaksa juga langsung diamankan menuju mobil polisi.

Petugas PMI, Damkar, BPBD setelah dihubungi pihak Pengadilan Negeri Jepara langsung bergegas menuju TKP dan lakukan tindakan pertolongan terhadap korban luka.

Satu orang terluka di bagian kaki mengalami patah tulang dan satu orang lagi sesak nafas akibat menghirup asap akibat kericuhan yang menimbulkan pembakaran. Petugas PMI segera mengevakuasi korban dan dilarikan ke rumah sakit. Dengan sigap pula petugas Damkar dibantu BPBD memadamkan api yang berkobar.

Tidak hanya itu, massa yang masih keluarga korban tidak terima dengan hasil siding, beringas dan terus berusaha merangsek ke dalam gedung Pengadilan Negeri Jepara. Mereka pun sampai harus bentrok dengan aparat kepolisian dan membakar sejumlah barang di halaman Gedung Pengadilan Negeri, akhirnya massa bisa dipukul mundur barikade Sabara Polres Jepara dan api dapat dijinakkan.

Kejadian tersebut hanyalah simulasi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Jepara bekerja sama dengan Polres Jepara, BPBD Kabupaten Jepara, dan instansi terkait. Ketua Pengadilan Negeri Jepara. Eko Budi Supriyanto, mengatakan, simulasi penanganan huru-hara di Pengadilan Negeri Jepara sebagai upaya meningkatkan akreditasi pelayanan di Pengadilan Negeri Jepara.

“Hingga sekarang Pengadilan Negeri Jepara memang belum terakreditasi. Namun, diharapkan dengan adanya hasil simulasi huru-hara, Pengadilan Negeri Jepara ini bisa mendapatkan nilai akreditasi,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom, Sabtu (6/8/2016).

Editor : Akrom Hazami

 

 

Bupati Rembang Diminta Bisa Bacakan SK Remisi untuk Napi di Rutan

 Suasana di depan Rutan Kelas II B Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Suasana di depan Rutan Kelas II B Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang Suyatno berharap, agar Bupati Rembang Abdul Hafidz bisa berkunjung ke rutan untuk membacakan secara langsung surat keputusan (SK) terkait remisi bagi narapidana pada 17 Agustus nanti.

“Untuk jadwal kunjungan Bupati Rembang sebenarnya sudah diagendakan. Namun, apakah memang nanti bisa datang ke rutan atau tidak, belum ada informasi terbaru. Diharapkan, nantinya bisa datang,” ujar Suyatno kepada MuriaNewsCom.

Ia katakan, tahun lalu, surat keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) RI terkait remisi untuk para napi, dibacakan usa pelaksanaan upacara 17 Agustus di Alun-alun Rembang.

Namum katanya, untuk tahun ini akan diagendakan upacara secara sederhana di rutan untuk membacakan SK Kemenkum HAM terkait remisi tersebut. Selain itu juga akan disertakan acara penglepasan napi yang mendapatkan remisi umum dua atau bebas.Dia berharap supaya bupati bisa menyempatkan waktunya untuk menggelar upacara secara sederhana di rutan. Sekaligus bisa memberikan sambutan atau arahan lainnya.

Editor : Kholistiono

 

Maling Gasak Alat Perekam E-KTP di Nalumsari Jepara

Kantor Kecamatan Nalumsari

Kantor Kecamatan Nalumsari Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara  – Alat perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang ada di Kecamatan Nalumsari, Jepara hilang. Diketahui, hilangnya alat itu karena dicuri.

Komponen penting yang hilang adalah kamera untuk merekam foto, dan alat jaringan data penduduk. Akibat hilangnya dua komponen perekaman e-KTP itu, kini pelayanan ke masyarakat menjadi terganggu.

Kapolsek Nalumsari, AKP Karman mengemukakan, hilangnya dua buah komponen alat perekaman e-KTP tersebut diketahui pada Minggu (31/7/2016) sekitar pukul 07.45 WIB. Kejadian diketahui pertama kali oleh petugas piket. Saat itu, satu ruang yang digunakan untuk menyimpan barang tersebut tiba-tiba terbuka. Sementara kamera dan satu paket wifi yang sudah terpasang sudah tak telihat.

“Kami sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Selain itu, sudah dilakukan komunikasi dengan intel guna menyelidiki identitas pelaku. Sampai saat ini identitas pelaku belum diketahui,” ujar Karman saat dihubungi MuriaNewsCom, Kamis (4/8/2016).

Menurutnya, pencuri diduga masuk ke ruangan melewati jendela. Itu berdasarkan temuan bekas congkelan di jendela setelah dilakukan olah TKP. Diduga kuat, pelaku mencongkel jendela. Setelah berhasil masuk ruangan dan mengamankan barang curian mereka keluar melewati pintu utama.

“Di ruangan tersebut tidak ada kamera CCTV. Sehingga petugas keamanan sedikit kesulitan untuk mendeteksi indentitas pelaku. Kerugian materi akibat tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab itu ditaksir mencapai Rp 8 juta. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” terangnya.

Sementara itu, Camat Nalumsari Edi Puspodo mengatakan, setiap hari Kecamatan Nalumsari melayani perekaman sekitar 50 orang. Pelayanan dihentikan sejak kejadian tersebut. Untuk sementara, pelayanan perekaman data dialihkan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jepara.

“Kami sampai saat ini belum tahu kapan pelayanan di Kecamatan Nalumsari bisa dilakukan kembali. Yang bisa dilakukan saat ini hanya menunggu keputusan dari pimpinan Kabupaten Jepara,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Napi Rutan Jepara Selundupkan HP di Celana Dalam

rumah-tahanan

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penyelundupan barang-barang terlarang di rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Jepara berhasil digagalkan  petugas. Saat Lebaran lalu, petugas menemukan handphone (HP) dari pengunjung yang ingin diselundupkan.

Uniknya, cara-cara penyelundukan dilakukan mulai dari menyimpannya di dalam makanan, dititipkan anak kecil, hingga disimpan di pakaian dalam.

Kepala Rutan kelas II B Jepara Slamet Wiryono mengemukakan, pihaknya menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak enam HP, dalam enam kasus. Masing-masing upaya yang dilakukan cukup unik dan cerdik.

Selain menyimpan di makanan, dititipkan pada anak kecil dan di celana dalam, juga disimpan di sela-sela antara kulit luar dan kulit dalam di tas.

“Kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan itu. Memang mereka ketika ditanya tidak mengaku. Tetapi dari gelagat dan penyimpanan HP yang tidak wajar itu kami nilai sebagai upaya penyelundupan. Apalagi disimpan di dalam makanan yang mau diberikan kepada tahanan. Itu sudah jelas upaya penyelundupan,” ujar Slamet kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/8/2016)

Menurutnya, HP yang ingin diselundupkan oleh pengunjung merupakan HP yang jadul. Dia memprediksi, HP itu mau diberikan kepada narapidana atau tahanan agar dapat berkomunikasi. Upaya penyelundupan itu dilakukan ketika ramai-ramainya pengunjung yang menjenguk narapidana dan tahanan di dalam rutan.

“Pengamanan yang kami lakukan sesuai dengan SOP yang ada. Yakni ketika masuk dilakukan penggeledahan dan pemeriksanaan, baik tubuh maupun barang bawaan. Petugas yang melakukan itu juga telah dibagi-bagi, untuk pengunjung wanita, petugasnya juga wanita. Jika laki-laki, petugasnya juga laki-laki,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pintu masuk yang ada di dalam Rutan kelas II B Jepara ini juga berlapis-lapis. Sedikitnya lima sampai enam lapis pintu yang harus dilalui oleh pengunjung untuk sampai di dalam tahanan. Ketika diketahui ada upaya penyelundupan, pihaknya memberikan peringatan kepada pengunjung agar tidak mengulanginya lagi.

Editor : Akrom Hazami

 

47 Napi Rutan Rembang Diusulkan Dapat Remisi, 6 Bisa Langsung Bebas

 Suyatno, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Suyatno, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 47 narapidana yang menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rembang diusulkan mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan pada hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia.

Kepala Rutan Kelas II B Rembang Suyatno mengatakan, dari 47 napi yang diusulkan mendapat remisi tersebut, 6 di antaranya bisa langsung bebas. ”Para napi ini diusulkan mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman dari pemerintah antara 2-6 bulan per orang. Hal ini disesuaikan dengan lamanya mereka menjalani hukuman dari rutan. Remisi ini, terbagi remisi umum I dan II. Untuk yang mendapat remisi umum II, ini bisa langsung bebas,” ujarnya.

Selain itu, remisi ini juga diberikan berdasarkan kelakuan mereka selama menjalani masa hukuman di rutan dan tidak melakukan tindakan jelek, seperti suka berkelahi dan mengedarkan narkoba. “Sepanjang mereka berkelakuan baik di rutan akan diberikan remisi setiap hari-hari besar, seperti Idul Fitri, Natal dan 17 Agustus. Jadi, pemberian remisi melalui pertimbangan selektif,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk hasil keputusan dari usulan remisi tersebut, biasanya akan turun menjelang hari H.”Yakni sekitar tanggal 15 atau 16 Agustus mendatang. Ya mudah-mudahan usulan ini bisa disetujui,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Terima Remisi, 9 Narapidana di Jepara Akan Bebas

napii

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak sembilan narapidana yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Jepara bakal dibebaskan setelah selesai menjalani masa tahanan.

Mereka dijadwalkan bebas setelah mendapatkan remisi dari Kementerian Hukum dan HAM pada perayaan kemerdekaan RI, 17 Agustus 2016 mendatang.

Kepala Rutan kelas II B Jepara, Slamet Wiryono mengemukakan, pihaknya mengajukan sedikitnya 117 narapidana untuk mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan pada peringatan hari kemerdekaan RI tahun ini. Sembilan di antaranya, akan langsung bebas karena masa tahanan telah selesai dijalani.

“Ada sembilan narapidana yang akan menerima remisi umum II atau langsung bebas setelah masa tahanan mereka telah selesai. Sedangkan 108 narapidana lainnya belum bisa bebas karena masih harus menyelesaikan masa tahanannya,” ujar Slamet kepada MuriaNewsCom, Rabu (3/8/2016).

Menurutnya, kesembilan narapidana tersebut, masing-masing adalah narapidana dengan kasus pencurian empat orang, penipuan tiga orang, uang palsu satu orang dan penadah satu orang. Masing-masing mendapatkan remisi dan masa tahanan dikurangi remisi yang diterima memang sudah habis pada saat perayaan hari kemerdekaan nanti.

“Remisi itu diajukan kemudian menunggu persetujuan dari kementerian. Mengaca pada pengajuan remisi sebelumnya, memang kemungkinan besar dapat disetujui karena sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi. Meski begitu, kami tetap masih menunggu persetujuan,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, ada lima narapidana yang ada di Rutan Jepara yang belum bisa menerima remisi peringatan hari kemerdekaan tahun ini. Sebab, mereka belum menjalani masa hukuman atau masa tahanan minimal enam bulan. Sebagaimana syarat yang telah diatur, penerima remisi adalah yang telah menjalani masa tahanan minimal enam bulan dan berkelakuan baik.

“Di sini ada 122 narapidana, yang diajukan menerima remisi 117 narapidana., Sisanya lima narapidana belum diajukan karena belum memenuhi syarat,” katanya.

Ia menambahkan, 117 narapidana yang diajukan untuk menerima remisi itu, masing-masing berbeda besaran remisi yang bakal diterima. Ada yang hanya satu bulan dan ada yang sampai menerima empat bulan pengurangan masa tahanan sebagai narapidana.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Polisi Bekuk 2 Begal Asal Tayu dan Margoyoso Pati

f-begal (e)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati berhasil membekuk dua begal yang beroperasi di sejumlah tempat di Pati. Satu begal berinisial AJ (19), warga Desa Tendas, Kecamatan Tayu dan satu lagi berinisial NA (21) asal Desa Margomulyo, Kecamatan Margoyoso.

Keduanya dibekuk Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Pati, Selasa (2/8/2016). Hal ini sesuai dengan laporan Polsek Gunungwungkal pada 1 Agustus 2016. Kedua pemuda tersebut ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan sesuai dengan Pasal 365 KUHP.

Sejumlah barang bukti yang diamankan, di antaranya satu unit sepeda motor Vixion hitam bernomor polisi K 6877 ZG sebagai sarana untuk kejahatan. Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti hasil kejahatan, antara lain Honda Beat, Vario Merah, dan satu buah HP Nokia.

“Honda Beat diperoleh dari kejahatan di Jalan Desa Giling, Gunungwungkal dan Honda Vario merah hitam dari kejahatan di Jalan Desa Ngetuk, Gunungwungkal. Satu HP Nokia yang kami amankan merupakan milik pelaku yang digunakan untuk memukul korban,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Rabu (3/8/2016).

Dari hasil penyidikan yang dilakukan, ada sejumlah kawasan yang dijadikan sasaran untuk membegal korban. Salah satunya, Jalan Desa Giling, Jembulwunut, dan Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal.

“Kami tidak akan kompromi dengan setiap tindak kejahatan. Kami akan berantas pelaku kejahatan demi keamanan warga Pati. Kami juga minta kerja sama dan partisipasi dari masyarakat untuk aktif melaporkan bila ada tindak kejahatan supaya keamanan dan ketertiban bisa terjaga,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

5 Perampok Sadis Juragan Emas di Kaliori Rembang Terancam Hukuman Mati

Barang bukti yang turut diamankan Polres Rembang dari tangan tersangka perampokan dan pembunuhan (Dok. Humas Polres Rembang)

Barang bukti yang turut diamankan Polres Rembang dari tangan tersangka perampokan dan pembunuhan (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang berhasil membekuk 5 pelaku perampokan terhadap juragan emas , Sarno (54), warga Dukuh Sawahan RT 01 RW 03, Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, Rembang. Perampokan yang disertai kekerasan ini juga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Akibat perbuatannya itu, 5 tersangka dikenakan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun , 365 ayat (4) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang dilakukan 2 orang atau lebih pada malam hari di dalam rumah dengan merusak , yang mengakibatkan korban meninggal. Dalam hal ini, pelaku diancam dengan hukuman mati atau seumur hidup atau hukuman penjara 20 tahun.

“Pencurian dengan kekerasan ini terjadi pada 29 Mei 2016, yang mengakibatkan korban yakni Sarno meninggal. Kemudian, istri dari Sarno yaitu Damisih (50) sempat pingsan, karena disekap pelaku.,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Baca juga : Polres Rembang Bekuk 5 Perampok Sadis Juragan Emas di Kaliori

Ia sebutkan, 5 tersangka yang dibekuk tersebut adalah SW Bin D (46) warga Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, Pati, AG Bin S (38) warga Desa Binangun, Kecamatan Singgahan, Tuban, UB Bin A  (29) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Pati, .HD Bin D (33) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Rembang dan TG Bin R (32) warga Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Serang.

Perlu diketahui, jika empat dari tersangka, merupakan residivis, dan pernah masuk penjara dalam berbagai kasus. AG misalnya, sudah 5 kali masuk di Rutan Tuban, dengan perkara Curas dan sebagai DPO Polres Jepara,Polres Blora dan Polres Tuban. Kemudian  SW, sudah dua kali menjalani hukuman di Lapas Pati dengan perkara penipuan dan penggelapan. UB,  3 kali menjalani hukuman di Lapas Pati dengan perkara Curas dan DPO Polres Tuban dalam perkara Curat, dan TG, pernah 1 kali menjalani hukuman di Lapas Pati dalam perkara penganiayaan dengan korban Mebinggal Dunia.

Baca juga : Juragan Emas Dibantai Perampok Hingga Tewas di Kaliori Rembang

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Bekuk 5 Perampok Sadis Juragan Emas di Kaliori

Jumpa pers di Mapolres Rembang terkait kasus pembunuhan dan perampokan juragan emas (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jumpa pers di Mapolres Rembang terkait kasus pembunuhan dan perampokan juragan emas (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah dua bulan melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan dan perampokan juragan emas bernama Sarno bin Radiman (54), warga Desa Maguan RT 2 RW 3 Kecamatan Kaliori, akhirnya polisi berhasil membekuk pelaku.

Dalam hal ini, polisi berhasil membekuk 5 pelaku, masing-masing SW Bin D (46) warga Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, Pati, AG Bin S (38) warga Desa Binangun, Kecamatan Singgahan, Tuban, UB Bin A (29) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Pati, .HD Bin D (33) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Rembang dan TG Bin R (32) warga Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Serang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang Rp 80 juta, perhiasan emas berbagai macam bentuk dan jumlah diperkirakan seberat 2 kg atau sekitar Rp 500 juta, sertifikat tanah, BPKB mobil dan motor, STNK dan ijazah.

“ Kami juga mengamankan 1 sepeda motor Honda Beat, satu masker hitam, perhiasan emas berbentuk mendel / liontin, potongan lakban, baju korban, sebilah keris. DVD player, amplifier, sound sistem dan tali plastik,” ujar Kapolres, saat jumpa pers di Mapolres Rembang.

Ia katakan, aksi perampokan dan kekerasan yang mangakibatkan korban meninggal ini dilakukan pada malam hari, tepatnya pada Minggu (29/5/2016) dini hari. “Modus operandi malam hari, dengan mencongkel pintu menggunakan sajam dan masuk rumah serta mengambil barang-barang di dalam kamar korban. Tak hanya itu, aksi mereka juga tergolong sadis karena menghilangkan nyawa korban,” pungkasnya.

Baca juga : Juragan Emas Dibantai Perampok Hingga Tewas di Kaliori Rembang

Editor : Kholistiono

JMPPK Bakal Ajukan Kasasi ke MA terkait Putusan PTTUN Surabaya Soal Pabrik Semen

 Gunretno (berbaju hitam) bersama Melanie Subono, artis yang gencar menyuarakan penolakan pabrik semen di Indonesia. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Gunretno (berbaju hitam) bersama Melanie Subono, artis yang gencar menyuarakan penolakan pabrik semen di Indonesia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gunretno bakal mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait dengan putusan PTTUN Surabaya yang memenangkan upaya banding dari Pemkab Pati dan PT Sahabat Mulia sakti (SMS). Hal itu dikatakan Gunretno, Selasa (2/8/2016). “Ya, warga tetap akan berusaha sampai titik darah penghabisan. Warga akan mengajukan kasasi ke MA,” ujar Gunretno.

Tokoh JMPPK ini menilai, ada kejanggalan dalam putusan Majelis Hakim PTTUN Surabaya. Pasalnya, putusan itu bertentangan dengan keputusan dari PTUN Semarang beberapa bulan yang lalu.

“PTTUN Surabaya memang lucu. Saat warga menggugat di PTUN Semarang, keputusan ditetapkan hakim yang memang bersertifikasi lingkungan. Hasilnya, warga menang. Itu memang hakim dengan sertifikat lingkungan benaran,” ungkap Gunretno.

Namun, hakim di PTTUN Surabaya dinilai punya rekam jejak yang buruk. Gunretno menuding, hakim di PTTUN Surabaya memang punya sertifikat lingkungan, tetapi rekam jejaknya pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ada yang janggal dari keputusan PTTUN Surabaya. Itu tidak sesuai dengan putusan tingkat pertama, di mana para hakim memang sudah teruji dan memiliki sertifikat lingkungan. Warga akan terus berjuang dengan mengajukan kasasi di MA,” pungkasnya.

Baca juga : BREAKING NEWS: Pemkab Pati Menang di PTTUN Surabaya, Pabrik Semen Akan Berdiri

Editor : Kholistiono

 

BREAKING NEWS: Pemkab Pati Menang di PTTUN Surabaya, Pabrik Semen Akan Berdiri

 Pabrik semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang lama berdiri di Citeureup, Bogor. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Pabrik semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang lama berdiri di Citeureup, Bogor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya akhirnya mengabulkan permohonan banding yang dilakukan Pemkab Pati dan PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) terkait dengan rencana pendirian pabrik semen di pegunungan Kendeng.

Hal itu diungkap Kepala Bagian Hukum Setda Pati Siti Subiati, Selasa (2/8/2016) pagi. “Benar, PTTUN Surabaya mengabulkan upaya banding yang kami lakukan terkait dengan pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng,” kata Siti kepada MuriaNewsCom.

Siti mengatakan, salinan putusan itu diterima Pemkab Pati pada Senin (1/8/2016). Saat ini, salinan putusan itu akan diserahkan kepada Bupati Pati Haryanto untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut. Ditanya soal kemenangan, Siti membenarkannya. “Kalau dibilang kita menang, ya bisa dikatakan begitu karena upaya banding yang kita lakukan dikabulkan,” tuturnya.

Dengan adanya putusan PTTUN Surabaya, pabrik semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk melalui anak perusahannya, PT SMS yang selama ini mendapatkan perlawanan dari warga penolak pabrik semen, dimungkinkan akan segera berdiri.

Dari informasi yang dihimpun, Majelis Hakim PTTUN Surabaya mengabulkan upaya banding dari Pemkab Pati dan PT SMS pada 14 Juli 2016 lalu. Surat pemberitahuan putusan banding itu bernomor 70/B/2016/PT.TUN.SBY.

Editor : Kholistiono

 

Apes! 2 Jambret Ini Dibekuk Polisi Gara-gara Ban Motor Kempes

 

Dua pelaku penjambretan di Jl Diponegoro Purwodadi berhasil diamankan petugas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dua pelaku penjambretan di Jl Diponegoro Purwodadi berhasil diamankan petugas (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah berupaya melarikan diri, namun dua pelaku penjambretan yang beraksi di Kota Purwodadi akhirnya berhasil diringkus polisi. Tertangkapnya pelaku ini terjadi setelah sepeda motor yang dipakai melakukan aksi kejahatan, bannya kempes ketika melaju di depan Pasar Hewan Danyang, Kecamatan Purwodadi.

Kedua jambret tersebut masing-masing Aditya R, warga Cipondoh, Tangerang dan Eko BS, warga Sukun, Malang. Beruntung, petugas berhasil mencegah keduanya menjadi sasaran amuk warga yang ikut membantu penangkapan dua remaja tersebut.“Kedua pelaku sudah kita amankan untuk diperiksa lebih lanjut. Kemudian, barang bukti yang berhasil disita adalah satu unit sepeda motor,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Parno, Senin (1/8/2016).

Menurutnya, sebelum tertangkap, kedua pelaku sempat menjambret dompet wanita pengendara motor yang melintas di Jl Diponegoro, depan SMKN 1 Purwodadi sekitar pukul 13.00 WIB. Melihat ada jambret, korban kemudian berusaha mengejar pelaku sambil berteriak minta tolong.

Teriakan korban ini kemudian mengundang perhatian sejumlah orang dan mereka ini lantas berupaya ikut mengejar pelaku yang lari ke arah Solo. Sesampai di depan pasar hewan itulah kedua pelaku mengalami nasib nahas karena ban motornya kempes.

Apesnya lagi, pada saat bersamaan tengah ada petugas dari Polsek Purwodadi yang tengah berpatroli di sekitar perbatasan kota. Dibantu warga, petugas akhirnya berhasil meringkus kedua pelaku dan selanjutnya digelandang ke mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 Editor : Kholistiono

Dalang dan Eksekutor Pembunuh Harsiwi Terancam Pidana Seumur Hidup

 

 Sidang perdana terdakwa kasus pembunuhan Harsiwi dikawal ketat polisi, Senin (1/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sidang perdana terdakwa kasus pembunuhan Harsiwi dikawal ketat polisi, Senin (1/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kasus dugaan pembunuhan wanita bersyal bernama Harsiwi (45) di kebun tebu di Dukuh Kebon, Wedarijaksa, Pati memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pati, Senin (1/8/2016).

Hadir dalam sidang tersebut, dua terdakwa bernama Mahmudan dan Sujito. Mahmudan yang merupakan warga Tlogowungu diseret dalam meja hijau karena diduga berperan sebagai dalang, sedangkan Sujito diduga berperan sebagai eksekutor yang menghabisi wanita asal Kaborongan, Pati Lor tersebut.

Suasana sidang dipenuhi dengan ketegangan. Pasalnya, belasan keluarga korban geram dengan kelakuan terdakwa yang tega menghabisi nyawa korban. Namun, ketegangan itu tidak sampai membuat ricuh.

Belasan personel polisi dari Satuan Sabhara Polres Pati tampak berjaga-jaga untuk mengamankan sidang perdana tersebut. “Saya berharap agar para terdakwa dijatuhi hukuman maksimal. Keduanya sudah tega melakukan pembunuhan berencana,” kata Pandu Kristianto, salah satu keluarga korban.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulistyo Hadi mendakwa Mahmudan dan Sujito melanggar Pasar 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, subsider Pasal 338 lebih subsider Pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman seumur hidup, maksimal hukuman mati.

Ketua Majelis Hakim Sugiyanto mengatakan, sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan jawaban terdakwa atas dakwaan dari JPU akan digelar Senin (8/8/2016) mendatang. “Hari ini, kita mendengarkan dakwaan JPU. Pekan depan, sidang dilanjutkan dengan jawaban dari terdakwa,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat yang memakai syal ditemukan di kebuh tebu, Dukuh Kebon, Wedarijaksa, Pati. Penemuan mayat tersebut sempat menggemparkan penduduk setempat.

Tak butuh waktu lama, Jajaran Polres Pati berhasil membekuk Sujito, pelaku yang diduga menghabisi nyawa korban. Sujito dibekuk pada saat mencoba melarikan diri di Jakarta. Setelah Sujito dibekuk, polisi kemudian menangkap Mahmudan, tekan Sujito yang diduga berperan sebagai eksekutor.

Editor : Kholistiono

 

 

Sengketa Lahan dan Bangunan, HPKJ Berhadapan dengan Ahli Waris di Jepara

sengketa

Barang-barang milik HPKJ diangkut, bangunan yang disengketakan dengan ahli waris. (MuriaNewsCom/ Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus sengketa lahan dan bangunan dialami Himpunan Pengusaha Kayu Jepara (HPKJ) dengan ahli waris. Lahan dan bangunan tersebut selama ini digunakan sebagai kantor koperasi HPKJ, yang terletak di jalan KH Ahmad Fauzan, Kelurahan Saripan RT 01 RW 02, Kecamatan Kota, Jepara.

Sengketa di antara kedua belah pihak sempat memanas, lantaran ahli waris menyegel bangunan dan pihak HPKJ membuka pintu secara paksa. Kedua belah pihak masing-masing bersikukuh mengklaim kepemilikan lahan dan bangunan tersebut.

Pihak ahli waris, Abdul Rozak mengaku memiliki bukti kuat kepemilikan lahan dan bangunan tersebut yakni sertifikat. Pihaknya juga menyatakan bahwa lahan dan bangunan itu belum pernah diproses lelang. Itu berdasarkan surat dari Pengadilan Negeri yang menyatakan bahwa lahan dan bangunan itu tidak pernah dilelang.

“Dengan bukti sertifikat dan surat dari pengadilan itu, kami berhak atas lahan dan bangunan itu,” ujar Rozak kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/7/2016).

Menurutnya, pihaknya yakin bahwa lahan dan bangunan itu resmi milik ahli waris dan rencananya akan digunakan untuk pesantren. Pihaknya menggembok pintu atau menyegel karena sebelumnya sudah mengirimkan somasi ke pihak HPKJ yang isinya agar kantor dikosongkan. Sebab bangunan akan digunakan untuk membuat pesantren.

“Masalahnya dulu ada oknum yang melelang. Sehingga yang memenangkan lelang menjual kepada HPKJ pada 1984 tapi tanpa sertifikat. Sebab dulu memang sempat hilang. Kami mengurus baru dan saat ini sertifikatnya masih ada pada kami karena memang dulu tidak dijual. Dulu sempat hanya dipinjamkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua HPKJ Jepara Anas Arba’ani mengatakan, pihaknya juga memiliki bukti kuat jika tanah dan bangunan tersebut, berupa surat pernyataan jual beli lahan dan bangunan.

“Bukti itu berupa surat pernyataan dari Haji Nasirun yang menjual tanah dan bangunan kepada M Farid Makruf yang mewakili HPKJ. Proses jual beli atas tanah hak milik bersertifikat Nomor Persil 13 dengan luas 192 meter persegi itu dilakukan pada 1984. Sejak lima tahun terakhir kami memang melakukan inventarisasi aset,” terangnya.

Agar kesemuanya jelas, lanjutnya, proses sengketa ini akan diselesaikan secara hukum. Karena menyangkut organisasi dan secara kekeluargaan sudah tidak memungkinkan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Warga Ngotot Carikan Sumbangan untuk Tes Urine Anggota DPRD Kudus

urunan

Kegiatan pemberian sumbangan untuk tes urine anggota DPRD. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kudus meminta sumbangan di gedung DPRD setempat, Kamis (28/7/2016). Sumbangan dilakukan untuk membiayai tes urine anggota DPRD.

Akhlis Muhammad,satu dari sekian banyak yang meminta sumbangan mengatakan, pihaknya ingin segera mungkin DPRD melakukan tes urine. Hal itu untuk membuktikan kebersihan anggota dewan dari narkoba

“Ini merupakan aksi yang kedua, aksi ini dilakukan agar sagera mungkin mendapatkan biaya untuk tes urine semua anggota dewan,” katanya.

Menurutnya, aksi pertama di kawasan Simpang Tujuh kemarin sor. Dilanjutkan ke gedung DPRD, serta di sekitara kantor dewan.

Seorang warga, Aji, misalnya. Warga yang kebetulan tinggal di sekitar area kantor DPRD. Dia memutuskan ikut memberikan sumbangan agar tes urine untuk DPRD segara dilaksanakan.

“Mudah mudahan tidak ada lagi yang terkena narkoba. Satu saja sudah cukup. Namun tes urine juga harus tetap dilaksanakan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Usai Tangkap Agus Imakudin, BNN Akan Tes Urine Seluruh Anggota DPRD Kudus

ai tes urine dprd

Gedung DPRD Kudus.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng akan melakukan tes urine seluruh anggota DPRD Kudus. Kegiatan tersebut dilakukan secara dadakan.

Tujuannya agar tes urine tidak diketahui DPRD. Sehingga tidak ada anggota DPRD yang siap-siap lebih dulu. Atau berupaya menghindar.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tes urine anggota DPRD Kudus.

“DPRD Kudus minta kami melakukan tes urine. Surat permintaan mereka telah kami terima. Kami akan melakukan tes urine itu tiba-tiba,” kata Tri saat dihubungi wartawan, Kamis (28/7/2016).

Tes tersebut akan dimasukkan dalam agenda BNNP yang dilakukan dalam waktu dekat. Terlebih,tes menjadi bagian dari pengembangan kasus sabu yang menjerat anggota DPRD Kudus, Agus Imakudin.

Sebab, muncul informasi bahwa Agus Imakudin juga mengedarkan sabu ke anggota DPRD Kudus. “Di Kudus memang banyak peredaran narkoba,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

 

 

 

 

Agus Imakudin Diduga juga jadi Pengedar Sabu

ai e

Agus Imakudin (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah tak mau puas, dengan hanya menetapkan Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin sebagai pengguna sabu.

Lembaga pemberantas narkoba itu, tengah menelusuri peran Agus Imakudin, yang diduga juga berperan sebagai pengedar.

Berdasarkan informasi yang didapatkan MuriaNewsCom, Agus Imakudin sering menawarkan sabu ke beberapa rekannya di Kudus. Termasuk pula ke kalangan DPRD Kudus.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru mengaku juga mendapatkan informasi seperti itu. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan tetang informasi tersebut.

“Kami akan tindak lanjuti. Kami akan lakukan penelusuran. Jaringan Agus akan kami bidik,” kata Tri dihubungi wartawan.

Jika nanti BNNP menemukan barang bukti mengarah pada keterlibatan Agus jadi pengedar, BNNP akan mengubah statusnya. Yang semula pengguna, menjadi pengedar.

Diketahui, saat ini Agus ditetapkan sebagai tersangka, serta sebagai pengguna. Hal itu tak lepas dari barang bukti yang dibawa Agus Imakudin saat geledah, kurang dari 1 gram.  BNNP pun merehabilitasinya,

BNNP menetapkan tiga tersangka. Diketahui, Agus Imakudin sebagai pengguna dikenakan pasal 127, Nur Ade Erwansyah sebagai perantara dikenakan pasal 112 ayat (1) juncto pasal 114 ayat (1), dan Farasanti sebagai pengedar. Sedangkan VR atau NN masih berstatus sebagai saksi. Pasal tersebut sesuai dengan Undang Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna 

 

 

BNNP Jateng Tetapkan Kudus Darurat Narkoba

 

BNN

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng mengincar Kabupaten Kudus. Hal itu seiring tertangkapnya Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru  saat gelar kasus di halaman kantornya, Rabu (27/7/2016) mengatakan, Kudus merupakan salah satu kota yang kini akan dipantau.

“Kudus darurat narkoba. Kami akan memantau daerah tersebut,” kata Tri.

Sebagaimana diketahui, dari penangkapan Agus Imakudin. Terungkap pula peredaran narkoba di Kudus. Yang melibatkan beberapa orang. Seperti Farasanti sebagai pengedar sabu. Nur Ade Erwansyah sebagai perantara.

BNNP menetapkan tiga tersangka. Diketahui, Agus Imakudin sebagai pengguna dikenakan pasal 127, Nur Ade Erwansyah sebagai perantara dikenakan pasal 112 ayat (1) juncto pasal 114 ayat (1), dan Farasanti sebagai pengedar. Sedangkan VR atau NN masih berstatus sebagai saksi. Pasal tersebut sesuai dengan Undang Undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Rapat Komisi C DPRD Kudus Tetap Jalan Meski Ketuanya Terbelit Narkoba

rapat Komisi C

Rapat Komisi C DPRD Kudus yang dipimpin Wakil Ketua Komisi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ditangkapnya anggota DPRD Kudus Agus Imakuddin atau AI, karena sabu, ternyata tidak mengurangi kinerja komisi.

Sebab meski AI ditangkap, rapat komisi masih terus berjalan. Seperti yang tampak di DPRD Kudus, Rabu (27/7/2016).

Tanpa kegaduhan Ketua Komisi C AI, rapat berjalan. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi C Edi Kurniawan.

“Meski ketua komisi absen, namun kinerja harus tetap berjalan. Makanya dipimpin oleh wakil ketua sebagai pengganti,” kata Edi.

Hari ini, komisi C memiliki dua agenda rapat komisi. Yakni pertama yang dimulai pukul 11.00 WIB dengan KLH dan Dalbang. Kemudian berikutnya adalah rapat dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dan Dishubkominfo yang dimulai Rabu malam nanti.

Editor : Akrom Hazami

 

PDI Perjuangan Preteli Jabatan Agus Imakudin

 

Politisi PDIP Agus Imakudin. (Facebook)

Politisi PDIP Agus Imakudin. (Facebook)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penangkapan Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, karena penyalahgunaan narkoba membuat partai pengusungnya, PDI Perjuangan berang.

Partai berlambang banteng moncong putih itu, akan segera mempreteli seluruh jabatan yang melekat pada Agus Imakudin

Tak hanya bakal dicopot dari jabatannya sebagai ketua komisi, Udin juga bakal dicopot dari keanggotaan dewan dan struktur partai. Hal ini ditegaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto, kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/7/2016).

“Peraturan di partai kami jelas. Siapapun, baik anggota maupun pimpinan, jika terlibat urusan narkoba akan dilepas keanggotaanya. Tak ada kata meskipun atau apa,” katanya.

Meskipun yang dimaksud Bambang merujuk keputusan BNN Provinsi Jateng, yang menganggap Agus Imakudin sebagai pengguna, dan akan dilakukan rehabilitasi. Menurut dia, partainya tak menoleransi anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan barang haram tersebut.

Ia menyebut, dengan dilepas keanggotaanya sebagai anggota partai, maka Agus Imakudin tak berhak lagi menyandang status sebagai anggota dewan. Dalam waktu dekat PDI Perjuangan akan memroses pemberhentian Agus Imakudin tersebut.

“Kata halusnya dilepas keanggotannya. Jadi bukan anggota partai lagi. Jika bukan anggota partai, maka tidak bisa mewakili partai di legislatif, dan tidak bisa berada di struktur partai,” terang anggota DPR RI ini.

Menurut dia, pergantian antar waktu (PAW) untuk Agus Imakudin ini akan dilakukan sesuai aturan undang-undang yang berlaku. DPC PDI Perjuangan Kudus akan mengusulkan pergantian kepada KPU dan pemberitahuan kepada pimpinan dewan.

Namun Bambang belum mau menjelaskan siapa yang akan ditunjuk untuk menggantikan posisi Agus Imakudin. Jika sesuai aturan yang berlaku, lanjut dia, maka calon anggota legislatif (caleg) dengan perolehan suara terbanyak di bawah Agus Imakudin di Pileg 2014 lalu, berpeluang diangkat sebagai anggota dewan.

Pernyataan Bambang Wuryanto ini mendasarkan dari keterangan BNN Provinsi Jateng, yang menyebut Agus Imakudin terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Agus Imakudin, terbukti mengkonsumsi dan memilik sabu.

Editor : Akrom Hazami

 

Nasib Agus Imakudin di DPRD Kudus Masih Tunggu Surat Resmi dari BNN Jateng

Masan, Ketua DPRD Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Masan, Ketua DPRD Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


MuriaNewsCom, Kudus
– Meski Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin dinyatakan positif menggunakan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, namun, hinga kini belum ada sikap resmi dari pimpinan DPRD Kudus terkait nasib Udin sebagai anggota dewan.

Ketua DPRD Kudus Masan, hingga kini masih belum mengambil langkah terkait kasus Agus Imakudin. Politisi PDI Perjuangan yang juga satu partai dengan Agus Imakudin itu, masih menunggu surat resmi dari BNN Provinsi Jateng.

“Sebagai lembaga resmi, kami masih menunggu surat resmi dari pihak berwenang yaitu BNN Provinsi Jateng terkait kasus penggunaan sabu yang menyangkut anggota kami. Hal ini untuk menjadi acuan kami dalam mengambil sikap,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Jika nanti pihaknya sudah mendapatkan surat resmi, maka, akan dilakukan pembahasan di internal DPRD mengenai langkah yang diambil.  “Saya ini ketua bukan kepala. Jadi harus melakukan pembahasan terlebih dahulu kepada angggota sebelum memutuskan tindakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Kehormatan DPRD Kudus Setya Budi Wibowo juga menyampaikan, jika pihaknya akan melakukan komunikasi dengan BNN Provinsi Jateng terkait kasus ini.  “Soal tindakan, dalam waktu dekat ini akan kami rapatkan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Ini Barang Bukti yang Disita dari Kasus Agus Imakudin

gelar 6

Sejumlah barang bukti yang disita dalam gelar kasus sabu yang melibatkan Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah melakukan gelar perkara kasus sabu yang melibatkan Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, Rabu (27/7/2016).

Pantauan MuriaNewsCom di lokasi, ada beberapa barang bukti yang disita. Di antaranya mobil Suzuki Vitara, sikat gigi lipatan plus kotaknya, serta beberapa unit ponsel berbagai merek.

Selain itu ada pula sabu milik Agus Imakudin yang ditemukan dua bungkus dengan totalnya 0,9 gram.

Ada juga, barang bukti sabu milik Farasanti  3,9 gram sabu sebanyak empat bungkus. Barang bukti tersebut disita BNNP Jateng.

Kepala BNNP Jateng Kombes Tri Agus Heru dalam gelas kasus, mengatakan, kasus tersebut akan terus dikembangkan. “Terus dikembangkan,” ujarnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Ketua Komisi C Ditangkap BNNP, Ketua DPRD Kudus : Kemarin Masih Ikut Paripurna