Pemdes Dorokandang Sudah Siapkan Anggaran untuk Pelatihan Membatik Bagi Mucikari

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Sehubungan akan ditutupnya lokalisasi di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rembang, sebanyak 14 mucikari bakal diikutkan pelatihan membatik. Terkait hal ini, pemerintah desa setempat sudah mengalokasikan angaran sebesar Rp 10 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Plt Sekdes Dorokandang Arianto mengatakan, untuk keterampilan yang diajarkan pada mucikari sengaja dipilihkan membatik. Sebab, Lasem merupakan sentra batik, sehingga dinilai tepat untuk memberikan bekal keterampilan kepada mucikari.

“Untuk pelatihannya nanti akan mengundang para pengusaha atau pengrajin batik yang ada di Lasem. Sehingga nantinya di saat lokalisasi ini ditutup, maka mucikari bisa mempunyai pekerjaan lainnya,” paparnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai ke-14 mucikari tersebut, ia mengutarakan bahwa rata-rata dari mereka merupakan perempuan. “Dari 14 mucikari itu, 11 di antaranya perempuan dan  lainnya laki laki. Sehingga latihan keterampilan, sengaja dipilihkan membatik,” imbuhnya.

Dirinya juga berharap kepada keluarga mucikari supaya bisa mendukung apa yang dilakukan oleh pihak desa. Sehingga, mereka nantinya juga bisa menerima pekerjaan baru yang akan dilakukannya ke depan.

Sementara itu, salah satu mucikari yang berinisial S mengaku, bahwa dengan ditutupnya lokalisasi ini, pihaknya akan beradaptasi dengan pekerjaaan yang baru. “Ya, gimana lagi, kita harus hadapi bersama-sama. Kita akan beradaptasi dengan pekerjaan lagi. Apakah nantinya akan jadi pembatik atau menjadi karyawan swasta kita juga belum tahu,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Hujan Deras Hambat Pencarian Korban Tenggelam di Desa Putat Grobogan

 

Personel Basarnas Jepara ikut terlibat membantu mencari korban yang hanyut di Sungai Lusi Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Upaya pencarian korban tenggelam di Sungai Lusi yang melintas di Dusun Pulosono, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Grobogan mengalami kendala. Penyebabnya, hujan deras mengguyur kawasan tersebut mulai pukul 16.00 WIB.

Akibat hujan deras disertai hembusan angin kencanang membuat jarak pandang cukup terbatas. Akhirnya, pencarian terpaksa dihentikan untuk sementara sambil menunggu hujan reda. Namun, hingga menjelang magrib, hujan masih turun rintik-rintik.

“Kita berhenti dulu melakukan pencarian dengan perahu. Sementara kita pantau dari atas karena kondisi cuaca. Kalau belum ketemu, besok pagi kita lanjutkan pencariannya,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan di lokasi, Rabu (31/5/2017).

Sebelum hujan turun, pencarian bocah yang tenggelam terus dilakukan. Ada sekitar 25 personil yang terlibat dalam pencarian korban. Selain tim SAR dari BPBD, PMI dan Ubaloka,  pencarian korban juga didukung personil dari Basarnas Pos Jepara.

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Korban tenggelam seorang bocah berusia 5 tahun bernama Moh Nurcahyono, warga setempat.

Informasi yang didapat menyebutkan, sejak pagi itu korban sedang bermain di pinggiransungai bersama lima teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

Editor : Akrom Hazami

Keberadaan Alquran Virtual Tak Hambat Versi Cetaknya

 

Karyawan percetakan Menara Kudus menjilid cetakan Alquran di tempat kerjanya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dunia teknologi semakin berkembang sekarang ini. Kondisi demikian juga membuat percetakan membuat cetakan Alquran jenis virtual. Yakni, cukup dengan masuk ke fasilitas Android, Playstore sudah bisa memilih aplikasi Alquran yang hendak diunduh.

Namun, meski banyak pilihan aplikasi ternyata tak terlalu berpengaruh pada peminat baca Alquran cetak. Karena, hingga kini peminat baca Alquran cetak masih tinggi. Tampak dari jumlah pembeli.

Sahal Fathoni, Direktur Utama Percetakan Menara Kudus mengatakan keberadaan Alquran virtual tak mempengaruhi penjualannya cetakan Alquran. Hingga kini, penjualan cetakan Alquran masih tinggi.

“Saya lihat tak terlalu berpengaruh, karena setahu saya orang yang baca Alquran ya dengan kitab ini. Bukan melalui HP. Bahkan sekitar kampung saya di jalan Kiai Telingsing juga masih membaca dengan kitab, bukan melalui gadget,” kata Sahal ditemui di Kudus, Rabu (31/5/2017).

Menurut dia, dalam Alquran cetak atau kitab pastinya memiliki sejumlah rangkaian pengamanan, yang mana memastikan tulisan di dalamnya asli. Lain halnya dengan aplikasi yang mudah didapatkan, yang belum jelas kebenarannya.

Melihat hal itu, lanjut dia, masyarakat sudah bisa memilah mana yang dipilih. Yang artinya, meski sudah ada Alquran digital, namun masyarakat tidak meninggalkan Alquran cetak. Kondisi tersebut masih dirasakan hingga saat ini. Mengenai ke depannya nanti pihaknya belum tahu perkembangannya. 

“Semakin berkembangnya zaman membuat semuanya serba mudah, jadi kami juga memiliki keinginan membuat Alquran digital, namun yang ada lisensi keasliannya. Namun kembali lihat pangsa pasar, yang mana kini masih belum tertarik,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Brakkk! Avanza vs Honda Beat di Jalan Pati-Juwana, Begini Kondisi Pengendara

Kondisi sepeda motor Beat usai terlibat kecelakan dengan Avanza di Jalan Pati-Juwana, Sugiharjo, Pati, Rabu (31/5/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Avanza bernopol K 8882 GH dan sepeda motor Honda Beat bernopol K 3468 TG terjadi di Jalan Pati-Juwana, Desa Sugiharjo, Pati, Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan Avanza ringsek pada bagian depan, sedangkan Beat mengalami kerusakan berat. Pengendara dan penumpang Beat langsung dilarikan ke RSUD Soewondo untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sulasih (34), pengemudi Beat merupakan warga Desa Growong Lor, Juwana. Dia mengalami robek pada bagian bibir, robek kening, lecet pipi kanan dan opname di RSUD Soewondo Pati.

Sementara Muryati (23), penumpang Beat yang merupakan warga Agungmulyo, Juwana mengalami memar pada bagian kepala belakang. Pengemudi Avanza adalah Trimaretno (36), ibu asal Desa Sukoharjo, Margorejo.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengungkapkan, kecelakaan bermula ketika Avanza berjalan dari timur ke barat, sedangkan Beat dari arah berlawanan. Saat di TKP, Avanza tiba-tiba oleng ke kanan dan menghantam Beat.

“Dari hasil penyelidikan di lapangan, kami menyimpulkan pengemudi Avanza lalai dalam berkendara. Pengemudi kurang konsentrasi dan kurang memperhatikan arus lalu lintas, sehingga terlalu kanan dan menabrak kendaraan,” pungkas AKP Ikrar.

Editor : Kholistiono

Basarnas Pos Jepara Bantu Cari Bocah yang Hanyut di Sungai Lusi Grobogan

Personel Basarnas Jepara ikut terlibat membantu mencari korban yang hanyut di Sungai Lusi Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pencarian bocah yang tenggelam di sungai Lusi di Dusun Pulosono, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Rabu (31/5/2017) terus dilakukan. Ada sekitar 25 personel yang terlibat dalam pencarian korban. Selain tim SAR dari BPBD dan Ubaloka,  pencarian korban juga didukung personel dari Basarnas Pos Jepara.

“Kita tadi ngontak Basarnas pos Jepara untuk bantu pencarian korban. Begitu datang, mereka langsung bergabung melakukan pencarian,” kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Grobogan Budi Prihantoro di lokasi.

Dari pantauan di lokasi, pencarian korban masih difokuskan pada lokasi tenggelamnya bocah berusia 5 tahun tersebut. Dua perahu karet dikerahkan menyisir radius 100 meter dari lokasi tenggelam. “Pencairan masih kita fokuskan di sekitar lokasi korban tenggelam,” jelas Budi.

Seperti diberitakan, pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan ini menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Korban tenggelam seorang bocah berusia 5 tahun bernama Moh Nurcahyono, warga setempat.

Informasi yang didapat menyebutkan, sejak pagi itu korban sedang bermain di pinggiran sungai bersama lima teman sebayanya. Saat main asyik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai.

Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga. Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air. Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hasilnya masih nihil.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Ditinggal Sahur, Laptop Inventaris Koperasi Pundi Mataram Pati Digondol Maling

Polisi melakukan identifikasi di kantor Koperasi Pundi Mataram Pati, setelah satu laptop dicuri maling, Rabu (31/5/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Laptop merek Lenovo Core i5 senilai Rp 7 juta milik intentaris Koperasi Pundi Mataram Pati digondol maling, sesaat setelah ditinggal staf keluar untuk sahur. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengungkapkan, kedua staf koperasi saat itu sedang keluar untuk mencari makan sahur. Sementara satu staf masih berada di kantor, tetapi di ruang gudang bagian belakang.

“Ada tiga staf koperasi. Dua staf keluar untuk sahur, satunya lagi berada di ruang gudang. Salah seorang staf mendengar suara sepeda motor yang digeber kencang. Dia mengira sepeda motornya yang dicuri, setelah dicek ternyata sepeda motornya aman,” ucap Kompol Sundoyo.

Setelah staf memeriksa sejumlah barang, ternyata laptop yang baru diberi tiga hari yang lalu itu raib digondol maling. Padahal, laptop tersebut sudah disimpan di bawah meja kerja setelah digunakan untuk lembur.

Selain laptop, dompet milik seorang staf juga hilang. Dalam dompet tersebut terdapat surat identitas dan uang senilai Rp 200 ribu.

“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. Sayangnya, nomor IMEI laptop belum diketahui karena identitas laptop pada kardus terkelupas,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

Ramadan, Permintaan Cetakan Alquran Meningkat Tajam

Sahal Fathoni, Direktur Utama Percetakan Menara Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama bulan Ramadan, permintaan cetakan Alquran mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, kenaikan permintaan bisa mencapai 60 persen, dibandingkan dengan permintaan pada bulan biasanya.

Hal ini disampaikan oleh Sahal Fathoni, Direktur Utama Percetakan Menara Kudus. Sahal mengatakan seperti tahun sebelumnya, saat Ramadan selalu mengalami peningkatan permintaan. Tak hanya dari Kudus, tapi juga dari sejumlah wilayah di Indonesia.

“Kami dalam sebulan rata-rata bisa mencapai 100 ribu cetakan Alquran tiap bulan, namun saat menjelang puasa hingga puasa, permintaan cetakan Alquran naik sampai 60 persen,” katanya ditemui di Kudus, Rabu (31/5/2017).

Untuk memenuhi permintaan, sebelum Ramadan tiba, kata dia, pasokan akan adanya cetakan Alquran di percetakan dipastikan melimpah lebih dulu. Tujuannya, agar pihaknya tak kewalahan saat permintaan meningkat.

Strategi itu didapat setelah mengalami kewalahan permintaan pada sebelumnya. Yaitu jelang Ramadan, mereka tak menyiapkan pasokan cetakan melimpah. Hasilnya, begitu jelang Ramadan dan waktu Ramadan tiba, mereka kewalahan memenuhi permintaan.

Untuk cetakan Alquran yang dijual bermacam-macam harganya, yaitu di kisaran Rp 5 ribu hingga Rp 200 Ribu. Di percetakannya ada 60 varian cetakan Alquran. Seluruh varian memiliki pangsa pasar pasti.

“Kebetulan kami memiliki sejumlah distributor, dan beberapa toko mengaku habis saat puasa ini. Seperti halnya di Jakarta dan Yogyakarta juga mengalami hal yang sama,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

Varietas Padi Umur Pendek Bakal Dikenalkan pada Petani Grobogan

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menerima kedatangan dua pengurus HKTI Pusat di ruang kerjanya untuk mengenalkan varietas padi umur pendek. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menerima kedatangan dua pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Pusat di ruang kerjanya, Selasa (30/5/2017). Yakni, Eko Puguh Prasetyo dan Pudjiyanto. Ikut mendampingi pertemuan tersebut Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto dan Koordinator POPT Dargo.

Kedatangan dua pengurus HKTI pusat tersebut dalam rangka untuk mengenalkan dua varietas padi pada petani di Grobogan. Yakni, padi umur pendek varietas M70D yang bisa dipanen umur 70 hari. Kemudian, padi varietas M400D yang punya kelebihan memiliki 400 bulir per malai.

Pengenalan kedua varietas padi itu akan dilakukan dengan membuat demplot terlebih dulu. Rencananya, tiap kecamatan demplotnya ada 1 hektare ditambah demplot famili seluas 5 hektare.

Bupati Sri Sumarni menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya pengenalan varietas padi baru yang akan dilakukan oleh HKTI Pusat tersebut. Bupati berharap, adanya padi varietas baru itu bisa membawa dampak positif bagi produktivitas padi para petani.

“Berbagai upaya positif untuk kemajuan Grobogan pasti akan saya dukung. Termasuk upaya di bidang pertanian. Sebab, pertanian ini merupakan sektor utama di Grobogan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Percikan Api Diduga Penyebab Gudang Tiner di Mlonggo Terbakar

Petugas pemadam kebakaran sedang menjinakkan api yang membakar gudang penyimpanan tiner. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Percikan api diduga menjadi penyebab kebakaran, di gudang penyimpan tiner yang ada di Desa Jambu Timur, RT 3 RW 1 Kecamatan Mlonggo, Jepara, Rabu (31/5/2017). Hal itu dikatakan Kapolsek Mlonggo AKP Maryono.

“Diduga saat itu ada pekerja yang akan mengambil tiner dalam gudang. Namun dia membuka (drum) tiner menggunakan obeng, terjadilah percikan api, sedangkan saat itu suasana tengah panas jadi mudah sekali terpicu,” katanya.

Adapun karyawan yang mengalami luka bakar saat ini tengah dirawat di RSUD Kartini. Terkait kerugian, Kapolsek Mlonggo menyatakan pemilik atas nama Dedy Aris Wandi diperkirakan mencapai Rp 200 juta. 

Dalam upaya pemadaman, diturunkan enam mobil Damkar. Empat dari Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, sementara dua lainnya berasal dari perusahaan swasta. 

Saat pemadaman api, pemadaman petugas menggunakan busa khusus. Hal itu karena sifat tiner yang mudah terbakar dan sulit padam jika menggunakan air biasa. 

Sebelumnya dikabarkan, kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan tiner di Desa Jambu Timur, Rabu (31/1/2017). Seorang karyawan bernama Fakih dilarikan ke rumah sakit, karena menderita luka bakar.

Seorang saksi Sholik (39), saat kejadian ada seorang karyawan yang tengah mengambil stok tiner di gudang tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Editor : Kholistiono

Sumani Ngaku Upal yang Dibuatnya Akan Digunakan untuk Bayar Utang

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menunjukkan uang palsu yang disita dari rumah Sumani. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Masih ingat dengan ditemukannya uang palsu (upal) dari rumah Sumani Khakim warga Sluke RT 1 RW 3 Kecamatan Sluke, Rembang, beberapa waktu lalu. Ketika itu, Pengadilan Negeri (PN) Rembang melakukan proses eksekusi rumah milik Sumani karena memiliki pinjaman dengan bank yang tidak bisa dilunasi.

Dalam proses eksekusi tersebut, pihak pengadilan dikawal oleh petugas kepolisian dari Polres Rembang. Pada saat itu pula, petugas pengadilan menemukan adanya banker yang ternyata di dalamnya terdapat uang palsu dan alat cetakan uang. Atas penemuan ini, petugas kepolisian kemudian langsung melakukan pendalaman dengan memeriksa Sumani.

Di hadapan polisi, Sumani mengaku jika alat cetak uang tersebut miliknya dan sudah digunakan untuk mencetak uang. Katanya, uang itu akan digunakan untuk melunasi utang yang ditanggunggnya di bank.

“Sebenarnya saya ingin melunasi utang dengan uang palsu ini. Namun ternyata, uang ini malah hasil cetakannya tidak persis dengan aslinya. Sehingga saya hentikan proses pencetakan ini sejak 2016 silam,” akunya.

Dirinya juga mengatakan, jika bahan baku untuk uang palsu tersebut didapatkannya dari toko roti. “Kalau kertasnya itu kertas roti atau kertas minyak. Di toko roti juga ada. Di Semarang juga banyak. Namun mesin cetaknya saya beli dari orang Solo yang bernama Suyono yang kini berada di Jakarta dengan harga Rp 300 juta,” bebernya.

Mengenai sosok Suyono sendiri, dirinya mengaku baru kenal sekitar satu tahun lalu.

Editor : Kholistiono

Bocah 5 Tahun Hanyut Terpeleset di Sungai Lusi Putat Grobogan

Sejumlah warga Desa Putat sedang mencari bocah yang tercebur ke dalam sungai Lusi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – belasan anggota Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai Lusi di Dusun Pulosono, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Rabu (31/5/2017). Tindakan ini dilakukan menyusul adanya laporan anak tenggelam di sungai tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.  Korban tenggelam seorang bocah berusia 5 tahun bernama Moh Nurcahyono, warga setempat.

Informasi yang didapat menyebutkan, sejak pagi itu korban sedang bermain di pinggiran sungai bersama lima teman sebayanya. Saat main asik bermain, korban terpeleset dan tercebur ke dalam sungai. Korban yang tidak bisa berenang sempat berteriak minta pertolongan. Demikian pula, rekan korban juga ikut berteriak minta pertolongan warga.

Saat warga berdatangan ke lokasi, korban sudah tidak terlihat karena terseret arus air. Beberapa warga sempat pula menyelam di sekitar lokasi jatuhnya korban. Namun, hingga hasilnya masih nihil. “Kita masih melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai. Semoga korban bisa cepat kita temukan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Editor : Akrom Hazami

Grobogan masih Sediakan Program Mudik Gratis Bagi Perantau Tahun Ini

Warga Grobogan di Jakarta dan sekitarnya saat mengikuti program mudik gratis tahun lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Program mudik gratis masih akan dilakukan Pemkab Grobogan pada tahun 2017 ini. Hal itu disampaikan Kepala Dishub Grobogan Agung Sutanto pada wartawan, Rabu (31/5/2017).

“Tahun ini kita masih ada mudik gratis seperti tahun lalu. Mudik gratis untuk warga yang merantau di Jakarta dan sekitarnya,” katanya.

Seperti tahun sebelumnya, mudik gratis akan diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Nantinya, rombongan akan diberangkatkan bersama program mudik gratis dari Pemprov Jateng.

“Tahun lalu, ada lima bus yang kita sediakan untuk mudik gratis. Tiga bus di antaranya merupakan bantuan dari Pemprov Jateng dan dua armada lagi dari Pemkab Grobogan. Untuk tahun ini, jumlahnya hampir sama dan kapan mudik gratis dilakukan menunggu pemberitahuan lebih lanjut,” jelas Agung.

Progam mudik gratis sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Untuk warga yang bisa mengikuti program tersebut sudah dikoordinasikan oleh komunitas perantau di Jakarta.

Menurut Agung, semua pemudik gratis dari Jakarta nanti akan diturunkan di halaman Kantor Dishub untuk memudahkan koordinasi. Dari tempat ini, para pemudik nantinya akan dicarikan kendaraan menuju tempat tinggal masing-masing. Khususnya, bagi pemudik yang tidak dijemput keluarganya.

Editor : Akrom Hazami

3 Penghargaan Bergengsi Diraih Kudus dalam TOP BUMD

Bupati Kudus Musthofa dan jajarannya menunjukkan penghargaan yang diterimanya. (PDAM Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar gembira untuk warga Kabupaten Kudus. Sebab, kotanya meraih penghargaan prestasi bertaraf nasional dalam TOP BUMD, 2017. Tak tanggung-tanggung, ada tiga kategori disabetnya. 

Yakni Bupati Kudus Musthofa terpilih sebagai Top Pembina BUMD terbaik 2017, PDAM Kudus sebagai TOP BUMD 2017 dan Akhmadi Safa sebagai Top CEO/Direktur BUMD terbaik se-Indonesia pada acara Top BUMD 2017 “Great BUMD: The Key to Accelerate Economic Growth”, di Balai Kartini Jakarta, beberapa waktu lalu.

“TOP BUMD merupakan kegiatan award sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada BUMD, CEO BUMD, dan Pembina BUMD (Kepala Daerah), yang dinilai berprestasi/berkinerja yang baik, banyak melakukan improvement, serta berkontribusi tinggi dalam perekonomian daerah”, kata Prof Dr Laode M Kamaludin Ketua Dewan juri TOP BUMD 2017 dihadapan Ketua DPD RI Oesman Sapta Oedang, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan tamu undangan dalam acara tersebut.

Menurutnya, para pemenang diseleksi dari 2.000 BUMD se-Indonesia. Selanjutnya terseleksi menjadi 200 finalis dari beberapa kategori bidang usaha BUMD tersebut.
Bupati Musthofa terus mendorong jajarannya untuk berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Prestasi ini bukan akhir sebuah capaian, tetapi pemacu semangat untuk lebih inovatif.

“Kami tidak menganggap apresiasi ini sebuah titik akhir, tetapi ini sebuah perjalanan inovasi dan ikhtiar kami bersama direksi serta pegawai PDAM untuk masyarakat Kudus”, kata Musthofa.

Menurutnya, hasil ini bukan capaian bupati seorang diri, namun ini adalah hasil kerja keras direksi dan seluruh jajaran PDAM sebagai salah BUMD. 

Akhmadi Direktur PDAM Kudus mengatakan apresiasi ini tidak lepas dari dukungan, gagasan dan motivasi yang luar biasa dari bupati kepada PDAM Kudus untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanannya, “Kami bersyukur, terasa lengkap karena Kudus mendapat 3 penghargaan dalam satu even penilaian,” ucapnya.

Pihaknya mengucapkan selamat untuk bupati, semua jajaran PDAM Kudus, para stakeholder dan masyarakat atas capaian ini. “Tetapi apresiasi bukan titik perjalanan kami, kami akan terus bergerak untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan” kata Akhmadi.

Editor : Akrom Hazami

Warga Diminta Waspadai Tamu ‘Asing’

Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) Rembang Kartono. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpollinmas) mengimbau agar warga ikut waspada adanya tamu “asing” di wilayah Rembang.

Hal tersebut, sebagai salah satu upaya untuk ikut serta menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dari adanya tindakan yang mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

Kepala Kesbangpollinmas Rembang Kartono berharap, warga diminta pro aktif untuk ikuti mengawasi dan melaporkan kepada pihak berwenang, jika melihat orang asing yang mencurigakan di wilayah sekitarnya.

“Apalagi waktu Lebaran nanti. Bisa saja moment tersebut dimanfaatkan oleh orang dari luar Rembang datang ke Rembang dengan alasan mudik Lebaran atau berkunjung ke tempak famili, padahal tujuan sebenarnya bukan untuk itu. Hal seperti ini harus kita waspadai,” ujarnya.

Untuk itu, kepala desa atau pimpinan wilayah juga diminta aktif melaporkan segala hal yang memang dianggap mencurigakan.”Aparatur yang ada di wilayah masing-masing harus selalu aktif dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan. Sehingga nantinya kejadian yang tak diinginkan dapat dihindari sejak dini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Gudang Tiner di Jepara Terbakar, 1 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Suasana setelah kebakaran yang melanda gudang tiner dan mebel di Desa Jambu Timur RT 3 RW 1 Kecamatan Mlonggo, Jepara, Rabu (31/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kebakaran besar melanda sebuah gudang penyimpanan tiner dan alat mebel di Desa Jambu Timur RT 3 RW 1 Kecamatan Mlonggo, Jepara, Rabu (31/5/2017). Selain meluluhlantakan bangunan, seorang karyawan bernama Fakih dilarikan ke rumah sakit, karena menderita luka bakar.

Seorang saksi Sholik (39) mengatakan, saat kejadian ada seorang karyawan yang tengah mengambil stok tiner di gudang tersebut. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. “Nah ketika mau ambil tiner, tau-tau ada api, entah dari mana asalnya. Lalu api pun membesar,” katanya.

Akibat api tersebut, ledakan sempat terjadi sebanyak tiga kali. Beruntung nyawa Fakih masih bisa terselamatkan dan kini sedang dirawat di rumah sakit. “Ledakannya ada tiga kali, yang terakhir besar sekali,” imbuhnya.

Saksi lain Miftahur Anaf membenarkan hal itu. Saat kejadian api memang membumbung tinggi. Kontan saja hal itu menyebabkan penduduk sekitar melihat peristiwa itu. 

“Saya taunya api sudah membesar. Lalu orang-orang berkumpul melihat. Saya langsung mendekati lokasi ternyata gudang sudah terbakar hebat,” ujarnya.

Ia berujar, seorang karyawan yang mendapatkan luka bakar adalah temannya.Ia mengaku kawannya itu menderita luka disekitar dada dan muka.

“Saya sempat melihatnya medapatkan perawatan pertama di samping lokasi. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” terang Anaf.

Pantauan MuriaNewsCom, petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan busa khusus ke sumber api. Hal itu karena bahan tiner tidak mudah dipadamkan. 

Bangunan yang ada disekitar gudang pun terimbas kejadian itu. karena besarnya api, hingga menyebabkan dua buah tandon air meleleh. Selain itu, beberapa pohon yang ada di belakang bangunan itu pun terbakar. 

Selain menyimpan tiner, gudang tersebut juga dipenuhi dengan barang-barang stok toko mebel. Adapun dimensi bangunan tersebut diperkirakan 400 meter persegi.

Editor : Kholistiono

 

Pesan Penting Bupati Kudus kepada Bidan yang Terima SK CPNS

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan pesan kepada bidan yang menerima SK CPNS. ((ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa meminta para bidan agar bisa menjadi contoh hidup yang sehat di masyarakat. Hal ini disampaikannya ketika menyerahkan SK CPNS untuk 110 bidan yang berasal dari PTT.

Acara dilangsungkan di halaman pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (30/5/2017) yang dirangkai dengan apel pagi. Dengan dihadiri pejabat dan pegawai di lingkungan Kantor Bupati Kudus.

Dalam amanatnya, Musthofa juga berpesan agar para bidan bisa ringan tangan membantu tetangga dan saudaranya yang membutuhkan. Apalagi terkait dengan kesehatan yang merupakan disiplin ilmunya. “Jangan merasa kalau sudah PNS merasa lebih dari yang lain. Tetapi harus bisa mengabdi bagi masyarakat,” pesan Musthofa.

Terkait dengan peningkatan jenjang karir, bupati sangat terbuka memberikan kesempatan bagi yang mau untuk menunjukkan kinerja yang terbaik. Dirinya akan objektif memberikan penilaian bagi seluruh pegawainya.

“Jangan merasa nyaman dengan posisi sekarang. Tetapi ini adalah titik awal kalian menggapai sukses yang lebih di masa mendatang,” lanjutnya.

Editor : Akrom Hazami

Truk Bermuatan Kertas 4 Ton Tabrak Rumah di Sarirejo Pati

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Kendaraan truk bermuatan kertas bekas seberat empat ton menabrak rumah warga di kawasan Jalan Pati-Juwana Km 1, Desa Sarirejo, Pati, Selasa (30/5/2017) malam pukul 20.00 WIB.

Truk bernomor polisi K 1910 GB tersebut dikendarai Kusnan (40), warga Terban, Jekulo, Kudus. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 4 juta, karena pagar rumah warga mengalami rusak parah. Pemilik kendaraan sepakat untuk mengganti rugi pagar rumah Hadi yang ditabrak.

Sulikan, salah satu saksi mengungkapkan kronologi kecelakaan tersebut. Truk melaju dalam keadaan sedang menuju arah jalan Juwana.

Tepat di gapura masuk Desa Sarirejo, seorang pengendara Mio keluar menuju arah selatan. Lantaran kaget, sopir kemudian banting setir, oleng, terguling menghantam pagar rumah Hadi hingga roboh.

Kejadian tersebut sempat menjadi tontonan warga. Polisi yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi dan mengatur lalu lintas.
Editor : Kholistiono

Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor Tabrak Pohon di Jalan Gabus-Tambakromo

Kondisi pengendara dan kendaraan setelah mengalami kecelakaan tunggal menabrak pohon di Jalan Gabus-Tambakromo, Rabu (31/5/2017) pagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Jalan Gabus-Tambakromo, Desa Sonorejo, Tambakromo, Pati, Rabu (31/5/2017) pukul 09.00 WIB.

Pengendara sepeda motor Vega bernopol BH 4276 QE, Sutrisno (58) yang merupakan warga Sonorejo, Tambakromo, menabrak pohon yang berada di tepi jalan.

Hal itu disebabkan pengendara melaju dengan kecepatan tinggi dalam kondisi menikung, sehingga tidak bisa menguasai kendaraan. Akibatnya, pengendara menabrak pohon di pinggir jalan.

Eko Sulistyo, salah satu saksi mengatakan, kecelakaan terjadi saat pengendara melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi. Pengendara melewati jalan menikung dan menabrak salah satu pohon di pinggir jalan.

Kecelakaan tunggal tersebut menyebabkan pengendara mengalami luka memar pada bagian pinggang kanan dan lecet tangan kanan. Polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Soewondo.

Sementara kondisi sepeda motor mengalami ringsek pada bagian depan dan tidak dapat dikendarai secara normal. Adapun kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan Rp 500 ribu.

Beruntung, kondisi jalan dalam keadaan lengang sehingga tidak mengakibatkan kecelakaan beruntun. Pengendara masih sadar dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Soewondo untuk memastikan kondisi kesehatannya pascakecelakaan.

Editor : Kholistiono

Lebaran Masih Lama, Penjual Kembang Api di Grobogan Mulai Marak

Penjual kembang api menjajakan dagangannya di salah satu sudut di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski Lebaran masih sekitar 25 hari lagi namun sejauh ini sudah banyak pedagang kembang api yang bermunculan. Terutama di sepanjang jalan A Yani Purwodadi atau tepatnya disekitar pasar induk. Di salah satu jalan protokol ini, ada sekitar 10 pedagang kembang api musiman yang berjualan di pinggiran jalan.

Wahyuni, salah seorang pedagang kembang api menyatakan, biasanya ia berjualan mulai seminggu sebelum dan setelah Lebaran. Namun, kali ini, ia sengaja berjualan bersamaan dengan masuknya bulan puasa.

Hal itu dilakukan karena banyak orang yang membeli kembang api pada awal puasa. Kebanyakan, kembang api itu akan dinyalakan bersamaan dengan waktu berbuka puasa.

“Sekarang banyak yang menyalakan kembang api untuk menyemarakkan waktu buka puasa. Makanya, sejak awal puasa, saya sudah jualan,” cetus ibu satu anak itu.

Kembang api yang disediakan para pedagang itu cukup beragam. Baik modelnya maupun harganya. Harga kembang api ada yang dijual Rp 1.000 hingga diatas Rp 100 ribu per bungkus.

Menurut penuturan pedagang, sejauh ini pembeli kembang api itu dinilai lumayan. Meski demikian, jumlah pembeli itu dirasa belum mencapai puncak karena hari Lebaran masih cukup lama.

“Sekarang ini memang sudah ada yang beli. Nanti paling ramai mendekati Lebaran,” imbuh Sayo, pedagang lainnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Jepara Dapat Tambahan Kuota Elpiji Melon 8 Persen Selama Ramadan

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Kuota tambahan elpiji tiga kilogram untuk bulan Ramadan di Jepara telah terdistribusi. Kabupaten ini mendapatkan tambahan 8 persen, dari total kuota bulanan yang mencapai 683.694 tabung. 

Winarso, seorang pemilik agen elpiji kemasan melon di Jepara mengaku telah mendapatkan tambahan kuota tabung tersebut. Ia mengatakan, tambahan itu sebanyak 8 persen dari jumlah bulanan. Menurutnya, kuota itu telah diterima sejak awal bulan Ramadan. 

“Ada belasan elpiji di Jepara. Kuota tambahan didistribusikan melalui agen-agen itu. Kami sendiri mendapatkan jatah 2 ribu tabung elpiji tiga kilogram,” ujar pemilik Agen PT Koes Putro Negoro. 

Ia mengungkapkan, saat ini belum ada gejolak akibat kelangkaan stok di pasaran. Dengan tambahan itu, masyarakat Jepara menurutnya telah tercukupi. “Saat ini stok elpiji masih aman, tidak ada gejolak yang disebabkan kelangkaan di pasaran,” tuturnya.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Jepara Adi Nugroho menuturkan, pihaknya memang telah mengajukan tambahan kuota kepada Pertamina. Namun demikian, realisasinya didistribusikan langsung kepada agen. “Sampai saat ini tidak ada gejolak harga maupun ketersediaan gas elpiji kemasan tiga kilogram di Jepara,” tegas Adi.

Editor : Kholistiono

Parkir di Depan Pasar Kliwon Kudus Ditata

Sejumlah becak berjajar di depan pasar Kliwon Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selain menyiapkan parkir megah Pasar Kliwon Kudus, penataaan juga dilakukan di sejumlah wilayah setempat. Seperti halnya kawasan sekitar bendera depan Pasar Kliwon dan Jalan Jenderal Sudirman depan Pasar Kliwon.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Dishub. Pada kawasan depan Kliwon sekitar tiang bendera sudah dipasang pembatas untuk lokasi parkir. Sedang lokasi yang kosong diperuntukkan untuk pejalan kaki yang hendak memasuki Kliwon.

“Selama ini sudah banyak digunakan untuk parkir, sehingga pengunjung bingung mencari tempat masuk. Dan sekarang fungsinya kami kembalikan lagi agar pengunjung lebih nyaman,” kata Sudiharti saat meninjau lokasi.

 Menurut dia, dengan ditata semacam itu, kawasan Kliwon lebih terlihat rapi. Jika selama ini adalah parkir, maka dengan diberlakukannya parkir megah di Kliwon tak ada lagi kendaraan yang parkir di kawasan tempat pemasang bendera depan Kliwon.

 Sementara untuk depan pasar sepanjang jalan jenderal Sudirman juga sama. Jika sebelumnya selalu digunakan untuk parkir mobil, maka kini semuanya sudah diparkirkan di gedung parkir. Sepanjang jalan tersebut, digunakan untuk parkir becak.

 Kadinas Perhubungan Kudus Didik Sugiharto mengatakan, untuk memastikan kawasan Kliwon tertata dengan apik, sedikitnya 20 petugas sudah disiapkan. Mereka disiagakan untuk mengatur dan memantau. Momen puasa ini jadi percontohan, sehingga Lebaran nanti sudah terbiasa. “Kita lihat dulu apakah parkirnya mampu penuh atau tidak,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Penutupan Lokalisasi Dorokandang Berdampak Positif Terhadap Psikologis Anak

Suasana kampung lokalisasi Dorokandang yang tidak beroperasi selama Ramadan ini. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Tidak beroperasinya lokalisasi di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Rembang, selama Ramadan ini, dinilai berdampak positif terhadap warga setempat, khususnya anak-anak. Warga bisa lebih nyaman dalam melaksanakan puasa.

Hal itu diungkapkan oleh Arianto, Plt Sekdes Dorokandang. Lokalisasi yang berada di area perkampungan warga, dinilai dapat memengaruhi mental dan psikologis anak.

“Anak-anak terkadang juga bermain atau sekadar melewati wilayah itu. Secara langsung, terkadang anak-anak melihat bagaimana gaya hidup yang terjadi di lokalisasi, meski hanya dari luar. Namun, hal itu jelas berdampak terhadap psikologis anak,” ungkapnya.

Dengan tidak beroperasinya tempat tersebut selama Ramadan dan dilanjutkan dengan penutupan yang bakal dilakukan pada 27 Juni mendatang, hal itu dinilai sangat positif. Anak-anak, diharapkan tidak lagi melihat gaya hidup yang terjadi di lokalisasi tersebut.

Dirinya juga mengatakan, jika pada Ramadan ini, pihaknya terus melakukan pantauan terhadap tempat tersebut. Jika ada yang masih nekat buka, pihak desa maupun kecamatan akan bertindak tegas.

Editor : Kholistiono

Bupati Perintahkan Pantau Harga Sembako di Belasan Pasar di Jepara

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi (empat dari kiri) saat memimpin rapat koordinasi Ekonomi, Keuangan, dan Perdagangan (Ekuinda) di Ruang Rapat I Setda Jepara, Selasa (30/5/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memerintahkan jajarannya untuk melakukan pantauan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Hal itu lantaran, memasuki Ramadan 1438 H, harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. 

Marzuqi mengatakan, pantauan tersebut akan dilakukan pada 12 pasar tradisional yang ada di Jepara. Jika ditemukan adanya indikasi kenaikan harga kebutuhan pasar yang tinggi, maka pihaknya tak segan untuk melakukan operasi pasar. 

“Jika memang ada peningkatan harga yang tidak seimbang, segera lakukan operasi pasar,” tegas Bupati Jepara saat memimpin rapat koordinasi Ekonomi, Keuangan, dan Perdagangan (Ekuinda) di Ruang Rapat I Setda Jepara, Selasa (30/5/2017).

Ia mengemukakan, pantauan terhadap kebutuhan dan harga tersebut harus dilakukan secara langsung ke pasar-pasar tradisional. Bukan hanya di tingkat penjual, pantauan menurut Marzuqi perlu dilakukan di tingkat penyuplai dan agen. 

Selain itu, dirinya juga meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jepara, untuk bersiaga. Mereka bertugas untuk mempersiapkan langkah strategis dan terkoordinir guna menjamin stabilitas stok dan harga kebutuhan pokok masyarakat. 

“Pengawasan tak hanya pada kelayakan dan mutu barang konsumsi. Awasi juga peredaran bahan berbahaya,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Inah Nuroinah mengatakan, beberapa komoditi kebutuhan warga mengalami kenaikan signifikan. Di antaranya, cabe merah keriting naik menjadi Rp 26.667 per kilogram dari harga semula Rp 16.742 per kilogram, cabe merah teropong naik menjadi Rp 30.533 per kilogram dari sebelumnya Rp 18.528 per kilogram. Adapun cabe rawit merah naik dari harga Rp 19.262 per kilogram menjadi Rp 55.111 per kilogram.

Sedangkan, harga bawang putih naik dari harga Rp 37.587 per kilogram menjadi Rp 58.333.  “Hal ini dikarenakan terbatasnya distribusi dan meningkatnya permintaan, sedangkan distribusinya tidak lancar,” jelas Inah. 

Editor : Kholistiono

Selama Ramadan, Jam Pelajaran di Sekolah Kudus Dikurangi 10 Menit

Kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama puasa Ramadan tahun ini, para siswa mendapatkan keringanan mengikuti  proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Karena, selama sebulan ini, setiap mata pelajaran (mapel) dikurangi 10 menit lamanya. Praktis, siswa bisa pulang lebih cepat.

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus sudah membuat surat edaran terkait hal itu. Surat edaran itu telah disebarkan ke SD dan SMP di Kudus. 

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, aturan tersebut sudah berjalan dengan baik di sekolah. Seperti mapel Bahasa Indonesia, yang biasanya 45 menit, selama puasa jadi 35 menit. Begitu pula dengan kegiatan pelajaran lainya.

 “Tak hanya soal pelajaran saja, Untuk kegiatan yang berhubungan dengan fisik contohnya olahraga ditiadakan. Hal itu agar para siswa dapat tetap menjalankan puasa selama Ramadan ini,” katanya.

 

Kegiatan fisik akan diganti dengan aktivitas keagamaan seperti sebelum masuk sekolah membacaAlquran atau ceramah yang diisi dari guru agama. Selain itu, ada pesantren kilat di setiap sekolah.

Momen Ramadan dianggap sangat pas jika lebih banyak diisi dengan aktivitas keagamaan. Hal itu guna meningkatkan keimanan siswa. Dia menambahkan, untuk masuk sekolah tetap pukul 07.00 WIB. Sedangkan untuk pulang sekolah antara pukul 12.00 WIB. Meski dikurangi jamnya, namun kegiatan KBM tetap berjalan seperti biasa hanya ekstrakurikuler yang diliburkan sementara.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Lebaran, Masyarakat Grobogan Harus Membantu Ciptakan Suasana Aman

 

Menjelang Lebaran, Bupati Grobogan Sri Sumarni memimpin rakor bidang politik dan keamanan di gedung Riptaloka, Selasa (30/5/2017) sore. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Seluruh masyarakat diminta ikut berpartisipasi agar momen Hari Raya Idul Fitri mendatang bisa berjalan aman, tertib dan lancar. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga suasana kondusif di lingkungannya masing-masing.

“Suasana kondusif yang terjaga sampai saat ini harus terus kita jaga. Mari, kita bersama-sama berupaya menciptakan rasa aman. Meski ada perbedaan namun semangat kerukunan dan kebersamaan harus selalu dikedepankan,” tegas Bupati Grobogan Sri Sumarni saat memimpin rakor bidang politik dan keamanan di gedung Riptaloka, Selasa (30/5/2017) sore.

Selain bupati, rakor polkam yang dimulai pukul 16.00 WIB itu juga dihadiri Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Kasdim 0717 Purwodadi Mayor Ngatijo, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Grobogan Sri Wisnu Respati dan Asisten I Mokh Nursahid. Hadir pula sejumlah anggota DPRD, pimpinan SKPD terkait, Muspika, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sri juga meminta agar pihak TNI-Polri melibatkan masyarakat dalam menciptakan kamtimnas. Para Babinsa TNI dan Babinkamtibmas Polri yang bersinggungan langsung dengan masyarakat diharap terus menjalin komunikasi dan sinergitas di desa-desa.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbanglinmas Grobogan Yudhi Sudarmunanto menambahkan, rakor itu bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antara pemerintah dengan instansi vertikal dalam upaya menjaga suasana kondusif. Di samping itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk evaluasi bagi semua pihak dalam menyusun langkah dini baik secara internal maupun lintas koordinasi.

“Dengan terciptanya strategi pencegahan konflik melalui rakor ini, kami harap setiap ancaman dapat ditangkal lebih dini. Dengan demikian stabilitas sosial dan kondusifitas lingkungan dapat terjadi,” terangnya. 

Editor : Akrom Hazami