Yuk, Percantik Rumah Anda dengan Kerajinan Jati dari Jepon Blora yang Murah Tapi Bukan Murahan

Darsono perajin kayu jati Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Darsono perajin kayu jati Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Kabupaten Blora yang memiliki kekayaan alam berupa hutan jati yang luas, membuat masyarakat sekitar berupaya memaksimalkan hal tersebut, dengan membuat kerajinan yang berbahan dasar kayu jati.

Desa Jepon, Kecamatan Jepon, Blora, merupakan salah satu sentra kerajinan kayu jati. Di sana, terdapat aneka ragam kerajinan yang menarik, untuk bisa menambah nilai artistik rumah Anda. Dan jangan khawatir, harga kerajinan dari kayu jati di tempat ini harganya bisa lebih murah dibanding di tempat lain. Namun, pastinya hal itu tidak murahan.

“Kalau ada yang beli dengan partai besar, dan langsung kesini kami bisa memberikan harga yang lebih miring,” ungkap Darsono, salah satu perajin kayu jati di Desa Jepon.

Berbagai kerajinan tangan, di tempat ini antara lain, aneka lampu hias, tempat payung, asbak, celengan, patung, piring, tempat makan, meja, kursi, dan lain-lain. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Ini Pentingnya Plafon untuk Rumahmu Agar Lebih Nyaman

Salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Rumah yang nyaman dan sejuk tentunya ingin dimiliki oleh setiap orang. Salah penunjangnya adalah salah satu bagian atap rumah, plafon. Pastikan hal-hal terkait plafon berikut sudah ada di rumah untuk mendapatkan rumah lebih enak ditempati.

Ambar Susilowati, bagian marketing dan pengembangan perumahan Graha Sakinah Kudus mengatakan plafon erfungsi sebagai atap juga berhubungan dengan sirkulasi. Sehingga fungsinya tidak jauh dari bagian sirkulasi udara lain yaitu pintu, jendela dan ventilasi.

“Jika pintu dan jendela berfungsi memasukkan udara, plafon bertugas untuk menahan, dengan mengikat udara agar tetap berada dalam bangunan,” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Sirkulasi udara yang lancar menjadi kunci menciptakan suhu bangunan yang sejuk. Agar sirkulasi udara dapat berfungsi maksimal, perhatikan tinggi plafon. Usahakan, sesuai standar memiliki tinggi antara 2,8 hingga 3,8 m. Namun ketinggian plafon hanya sebagai faktor penentu. Pemilihan bentuk plafon dan ventilasi sekeliling harus sesuai.

“Pilih jenis plafon yang tidak menghambat aliran udara. Serta posisi ventilasi udara yang masuk dari pintu dan jendela yang searah agar dapat mengalir dan diikat plafon, ” jelasnya.

Untuk plafon dapat berfungsi maksimal, maka kita harus memerhatikan jarak antara lantai dan batas plafon. Jarak inilah yang dapat mempengaruhi suhu dalam ruang, tapi bukan berarti plafon yang tinggi menjamin kesejukan suhu alam rumah.

Faktor penentunya adalah sirkulasi udara yang lancar. Ketinggian plafon hanyalah salah satu syarat yang dapat menciptakan sirkulasi udara yang lancar.
Tambahkan pula celah yang cukup antara plafon dan rangka atap. Melalui celah ini udara yang terperangkap dalam plafon dapat mengalir keluar bangunan dan pada malam hari pun suhu dalam ruang tetap terasa sejuk. Sementara siang hari udara juga dapat mengalir keluar sehingga tidak panas. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Jangan Abaikan Plafon Rumah

Salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Salah satu perumahan yang ada di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Seringkali dalam membangun sebuah rumah, faktor fisik menjadi penilaian utama hingga mengesampingkan fungsi. Salah satu yang paling mudah ditemukan adalah pemilihan desain rumah yang lebih didahulukan daripada kenyamanan. Apalagi untuk hal kecil lainnya yang tidak terlihat namun memiliki andil besar yaitu plafon.

Salah satu bagian rumah yang berada di sisi luar dan dalam rumah ini memberi banyak efek bagi rumah. “Untuk itu, sebenarnya dari pemilihan jenis plafon, ketinggian, dan penempatan harus lebih diperhitungkan untuk kenyamanan dalam rumah,” ujar Ambar Susilowati, bagian marketing dan pengembangan perumahan Graha Sakinah Kudus.

Berikut manfaat plafon untuk rumah, di antaranya sebagai penutup rangka dan rongga atap yang digunakan sebagai tempat menyembunyikan beragam instalasi seperti instalasi listrik, instalasi AC, instalasi air, detektor asap, dan lain-lain. Juga sebagai insulator panas, tempat untuk menggantung lampu dan mempercantik ruangan dengan berbagai desain plafon.

“Untuk fungsi yang sangat menunjang kenyamanan rumah adalah sebagai insulator panas yang mampu membuat kondisi rumah dalam suhu yang berbeda antara rumah satu dengan yang lain ,” jelasnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Jangan Abaikan Warna Cat Rumah Anda, Karena Berdampak Pada Kenyamanan

Sesuaikan warna cat gelap dan terang rumah agar lebih nyaman dihuni, sebab warna memengaruhi stabilitas suhu dalam ruangan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Sesuaikan warna cat gelap dan terang rumah agar lebih nyaman dihuni, sebab warna memengaruhi stabilitas suhu dalam ruangan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat akan memilih atau membangun rumah. Termasuk hal desain, biaya dan banyak hal lainnya. Namun untuk hal yang satu ini, meski sepele akan tetapi memiliki dampak yang besar. Yaitu pemilihan warna cat rumah.

Banyak warna yang diyakini mempunyai arti. Bahkan sebagian besar masyarakat warna juga memiliki kesan tersendiri. M Arifin, pemilik perumahan Twin Palace Wergu Kudus mengatakan warna memang sangat memengaruhi penghuninya. ”Terlepas dari pandangan masyarakat tentang detail arti warna, melihat perbedaan dasarnya pun sudah dapat dibedakan,” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Seperti untuk warna-warna yang terang diantaranya putih, kuning, biru muda, merah muda dan yang lainnya bersifat memantulkan cahaya. Sehingga suasana rumah menjadi lebih ‘adem’ dan nyaman. Namun saat cuaca dingin, akan terasa lebih dingin dibandingkan dengan warna gelap.

Sebaliknya, untuk warna gelap akan lebih banyak menyerap panas yang membuat suasana dalam rumah cenderung panas. Namun lebih hangat saat cuaca dingin. Sehingga dalam satu bangunan lebih baik untuk mengembangkan warna gelap dan terang agar lebih seimbang saat cuaca panas maupun dingin. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Karena Lingkungan Perumahan juga Butuh Kerindangan

Karena Lingkungan Perumahan juga Butuh Kerindangan

Karena Lingkungan Perumahan juga Butuh Kerindangan

 

KUDUS – Setiap orang pasti menginginkan hunian atau rumah mempunyai lahan kosong untuk dijadikan taman sebagai penghijauan.

Apakah lahan tersebut akan dijadikan halaman rumah, garasi (carpot) ataupun sejenisnya. Tidak heran jika hal ini kerap ditanyakan konsumen.

Marketing Griya Taman Bahagia Gondangmanis, Bae Rendy mengatakan, pihaknya menyediakan lahan rumah untuk taman kecil.

Bahkan, pembuatan taman kecil itu merupakan bagian dari bonus pembelian rumah tersebut.

Oleh sebabnya, hunian type 47 dengan lahan seluas 96 m tersebut, nantinya akan digratiskan pembuatan tamannya. Supaya nantinya hunian tersebut lebih nyaman, dan indah.

“Memang kita mengacu pada nama Griya Taman Bahagia itu sendiri. Setiap rumah harus punya tamannya. Meskipun berbentuk sederhana. Keberadaannya bisa membuat rindang perumahan ini,” paparnya.

Selain itu, lanjut Rendi, selain taman, pihaknya juga menawarkan beberapa fasilitas lainnya. Di antaranya ialah One Gate System (sistem satu pintu), keamanan 24 jam, CCTV lingkungan, jalan lingkungan lebar 8 m, bebas banjir dan yang terakhir yang paling inti ialah ruang terbuka hijau (taman mini) depan rumah.
(EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)
FOTO Salah satu sudut di perumahan Griya Taman Bahagia. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Lewat Estetika dan Kenyamanan, Jadi Bukti Komitmen Sebuah Perumahan

Perumahan di Candi Asri Regency lebih menonjolkan hiasan pagar pengaman kawasan dan gerbang dengan simbol daun dan penataan perumahan yang rapi agar konsumen nyaman. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan di Candi Asri Regency lebih menonjolkan hiasan pagar pengaman kawasan dan gerbang dengan simbol daun dan penataan perumahan yang rapi agar konsumen nyaman. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Banyaknya pilihan perumahan membuat konsumen haru benar-benar pintar memilih. Karena tak semua perumahan berkomitmen untuk kepuasan konsumen. Banyak pula yang hanya mengejar keuntungan semata dan meninggalkan pemilik rumah, meski masih ada tanggungan.

Fathur Riza salah satu marketing Candi Asri Regency Kudus mengatakan, bukti komitmen dari pengelola perumahan ada bermacam-macam. ”Namun justru yang menjadi pertimbangan bukanlah bukti nyata yang seharusnya memang dilakukan. Akan tetapi bukti tambahan yang sifatnya pelengkap,” ungkapnya.

Jika dengan memenuhi hal yang sifatnya pelengkap, maka konsumen akan mengetahui komitmen pengelola. Dirinya menambahkan hal tersebut dapat dilihat dari perawatan lingkungan perumahan.

”Yang biasa dilakukan dan mudah diamati adalah dengan fasilitas tambahan. Seperti adanya taman, perawatan lingkungan, penerangan jalan yang memadahi, servis lanjutan dan penambahan ornamen di sekitar lingkungan,” ungkapnya.

Beberapa hal tersebut menurut Riza merupakan hal yang sebenarnya memang harus dilakukan oleh pengelola, namun sifatnya tambahan. Akan tetapi apabila hal tersebut dipenuhi maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan perumahan memang berkomitmen untuk kepuasan konsumennya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Faktor Estetika yang Tetap Utamakan Keamanan Jadi Unggulan Candi Asri Regency

Perumahan di Candi Asri Regency lebih menonjolkan hiasan pagar pengaman kawasan dan gerbang dengan simbol daun dan penataan perumahan yang rapi agar konsumen nyaman. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan di Candi Asri Regency lebih menonjolkan hiasan pagar pengaman kawasan dan gerbang dengan simbol daun dan penataan perumahan yang rapi agar konsumen nyaman. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Memilih menempati hunian di kawasan perumahan makin diminati. Sebab pada perumahan segala keperluan lebih mudah didapatkan. Mulai dari pembangunan, perizinan, model up to date dan sarana serta fasilitas yang diperoleh dengan cepat dan mudah. Sementara jika membangun rumah pribadi tentunya akan lebih menguras tenaga dan waktu untuk mendapatkannya.

Banyak faktor yang menunjang kenyamanan hidup. Selain faktor di atas adapula faktor penunjang yang bisa didapatkan. ”Yaitu faktor estetika lingkungan perumahan yang memiliki fungsi besar,” ujar Fathur Riza salah satu marketing perumahan Candi Asri Regency Kudus.

Faktor estetika tersebut sifatnya pelengkap namun juga memiliki manfaat. ”Manfaat yang paling utama adalah kenyamanan masyarakat penghuni perumahan, karena lokasi yang tertata apik,” jelasnya.

Seperti di Candi Asri Regency yang menonjolkan hiasan pagar pengaman kawasan dan gerbang dengan simbol daun dan penataan perumahan yang rapi. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Perlu Perecanaan Yang Matang Untuk Rumah Tumbuh 

Perumahan Griya Taman Alkautsar yang pada bagian belakang rumah masih memiliki tanah untuk membangun ruangan serta menambah tingkat di bagian belakang (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan Griya Taman Alkautsar yang pada bagian belakang rumah masih memiliki tanah untuk membangun ruangan serta menambah tingkat di bagian belakang (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Ketika memilih untuk membangun rumah tumbuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebab, pada pembangunan rumah tumbuh ini berbeda dengan rumah pada biasanya.

“Konsep rumah tumbuh inipun memerlukan perencaan desain rumah secara matang sejak dini, karena memperhatikan berbagai faktor,” ujarDeni Dwi Haryanto, Marketing Perumahan Griya Taman Alkautsar Kudus.

Beberapa di antaranya, kemungkinan perluasan bangunan, menambah lantai, dan faktor konstruksi yang mendukung untuk penambahan ruangan. Karena jika dibuat seperti rumah jadi seperti biasanya, akan ada ketidakcocokan dalam segi bangunan.

Ia contohkan, seperti pada pondasi, model rumah tumbuh ini sama seperti pondasi rumah biasa, hanya perlu diperhatikan bahwa pondasi ini harus dapat menunjang pembangunan selanjutnya. Misalnya untuk pembangunan rumah dengan menambahkan tingkat.

“Dengan kata lain, strukturnya tidak hanya pondasi saja.Harus disiapkan, agar dapat menerima beban dari keseluruhan bangunan yang rencananya akan dikembangkan. Atau, untuk penambahan rumah sederhana dengan membangun menyamping dan kebelakang, seperti ruangan kecil yang juga membutuhkan perkiraan bangunan,” imbuhnya.

Jadi yang ditekankan pada pembangunan rumah tumbuh ini, katanya, adalah persiapan diawal. Agar kedepannya tidak perlu mengulang atau membenahi bangunan. “Jadi kalau sudah pas, tinggal dibangun lagi tanpa harus mengubah bangunan yang sudah berdiri, ” pungkasnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Punya Lahan Luas untuk Bangun Rumah, Tapi Dana Minim? Ini Solusinya

Perumahan Griya Taman Alkautsar yang pada bagian belakang rumah masih memiliki tanah untuk membangun ruangan serta menambah tingkat di bagian belakang (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan Griya Taman Alkautsar yang pada bagian belakang rumah masih memiliki tanah untuk membangun ruangan serta menambah tingkat di bagian belakang (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Memiliki rumah besar dan luas bisa jadi menjadi idaman semua orang, apalagi bagi yang memiliki keluarga banyak. Akan tetapi, masalah biaya seringkali menjadi penghambat seseorang untuk memiliki rumah yang besar, meskipun lahan sudah tersedia.

Untuk itu, pemilihan rumah tumbuh dapat dijadikan pilihan yang tepat. Rumah tumbuh adalah sebuah konsep, di mana saat membangun rumah tidak perlu membangun seluruh bangunan rumah, namun hanya sebagian saja.

“Biasanya konsep rumah tumbuh dibuat bila pemilik rumah merasa perlu mempersiapkan rumah untuk tahap pembangunan selanjutnya.Misalnya, karena diperkirakan ada anggota keluarga baru, sehingga perlu menambahkan kamar,” jelas Deni Dwi Haryanto, Marketing Perumahan Griya Taman Alkautsar Kudus.

Penambahan ini bisa dilakukan sewaktu-waktu dan saat pemilik rumah mulai memerlukan tambahan ruangan dan sudah ada dana yang tersedia. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Ini Konsep Rumah Anti Puting Beliung Karya UPGRIS

Mahasiswa UPGRIS menunjukkan konsep rumah anti puting beliung yang akan dibangun di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Mahasiswa UPGRIS menunjukkan konsep rumah anti puting beliung yang akan dibangun di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, selama ini memang dikenal sebagai daerah rawan angin puting beliung. Hal itu biasanya terjadi antara pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Angin puting beliung berbagai model acapkali ditemukan di daerah ini. Mulai angin puting beliung anak, dewasa hingga matang. Biasanya, angin itu ditemui di areal persawahan.

Namun, nasib nahas menimpa Sugianto, warga Desa Gempolsari yang rumahnya dihantam angin puting beliung hingga luluh lantak. Untuk itu, mahasiswa Universitas PGRI Semarang bersama dengan dosennya menciptakan rumah anti puting beliung di sana.

”Konsepnya, cakar ayam dibuat mengerucut, bukan persegi panjang seperti biasanya. Fungsinya, ketika ada tarikan angin yang berbentuk spiral bisa dinetralisir karena bangunannya mengikuti perilaku angin puting beliung,” ujar Setiadi Arianto, Ketua KKN saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Selasa (6/10/2015).

Ia mengatakan, karakter angin puting beliung itu menghisap dan melepas secara berulang-ulang. Karena itu, konstruksi bangunan harus menyesuaikan perilaku angin puting beliung.

”Pada bagian atas, jangan menggunakan paku payung karena mudah tercabut angin. Gunakan saja paku melingkar seperti cakram. Jangan gunakan batu bata merah, tapi batako,” imbuhnya.

Satu-satunya hal yang tidak boleh ditinggalkan, kata dia, model rumah mestinya tidak meninggalkan konsep budaya lokal. Dengan begitu, kearifan adat setempat dan konstruksi bangunan rumah berjalan beriringan. (LISMANTO/TITIS W)

Yang Ingin Kaya dari Bisnis Tanah Kaveling, Silakan Baca Ini

Salah satu tanah kaveling di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu tanah kaveling di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Saat ini bisnis jual beli tanah kaveling sedang berkembang pesat. Kebutuhan tanah meningkat dengan semakin banyaknya jumlah penduduk. Terlebih banyak pula, warga yang berbisnis ini.

Ada beberapa jenis tanah yang dijual. Namun khusus tanah yang siap bangun, ada ciri-ciri tersendiri. Wargi, salah satu marketing tanah di Gribig mengatakan tanah yang dijual memiliki karakter masing-masing. “Khusus bagi konsumen yang membutuhkan tanah siap bangun untuk membangun rumah, toko atau bangunan lainnya ada Perbedaan ” ujarnya.

Beberapa ciri ini harus ada, seperti, pertama, tanah harus sudah kering atau berbentuk pekarangan. Biasanya akan tertera dalam brosur, pamflet atau media promosi lain. Jika tidak ada, tanyakan langsung pada penjual kondisi tanahnya.

Sebab, tanah yang belum kering akan membuat bangunan mudah ambruk
Kedua selain kering, kondisi tanah juga harus sudah rata. Jangan sampai pada beberapa titik terdapat tanah yang masih tidak sama tingginya. Karena konsumen akan membutuhkan waktu untuk menata ulang tanah sebelum dibangun Sedangkan yang ketiga, kontur tanah harus baik. Kontur di sini berhubungan dengan lokasi lingkungan sekitar. Jika lingkungan dalam kondisi miring seperti di daerah dataran tinggi dan pegunungan maka tanah harus tetap dibuat rata. Sebab meski sudah rata, namun kontur tanah sekitarnya miring sehingga membuat tanah miring juga akan merusak bangunan.

“Dan jangan lupa, masalah SHM yakni Sertifikat Hak Milik, dan surat penting lain harus lengkap. Jangan sampai membeli tanah dengan kondisi yang tidak jelas badan hukumnya, ” jelasnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Lokasi Terbaik dan Harga Murah Membuat Kavling Selalu Jadi Incaran

Kavling Delima Garung Kidul, Kaliwungu, Kudus menawarkan 21 petak kavling dengan harga promo kisaran Rp 45 juta hingga Rp 55 juta. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Kavling Delima Garung Kidul, Kaliwungu, Kudus menawarkan 21 petak kavling dengan harga promo kisaran Rp 45 juta hingga Rp 55 juta. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Membeli tanah tidak hanya sekadar suka, cocok, dan nyaman dalam segala hal. Namun yang paling utama adalah cocok dalam segi lokasi dan harga. Lokasi meliputi kondisi tanah, dan lingkungan. Dengan kondisi yang baik dan lokasi yang strategis, dekat dengan berbagai akses juga membantu kehidupan sehari-hari.

Muslihan, salah satu marketing kavling Delima di Garung Kidul, Kaliwungu, Kudus mengatakan aspek tersebut yang menjadi incaran banyak orang. ”Dengan lokasi yang terjangkau dan harga murah pasti sangat diinginkan oleh para konsumen,” ujarnya.

Lokasi di dekat jalan kabupaten tersebut membuat akses keberbagai tempat menjadi lebih mudah. Serta ketersediaan lembaga kemasyarakatan juga menunjang investasi di masa depan.

Kavling ini terdiri dari 21 petak kavling dengan luas kisaran 8×12 m. Harga yang ditawarkan merupakan harga promo kisaran Rp 45 juta hingga Rp 55 juta. Harga tersebut sudah termasuk sertifikat. Sehingga konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

Konsumen dapat segera membeli tanah dan membuat rumah, karena tanah sudah dalam kondisi kering. Beberapa juga sudah terbangun rumah pribadi. ”Sudah ada dua rumah yang terbangun, jadi bagi konsumen yang ingin segera membangun rumah sudah ada rumah lainnya dan membentuk masyarakat baru,” jelasnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Ini Tren Desain Rumah Paling Favorit di Kudus

Salah satu contoh rumah modern minimalis di Candi Asri Regency Kudus yang paling tingginya jumlah permintaan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu contoh rumah modern minimalis di Candi Asri Regency Kudus yang paling tingginya jumlah permintaan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Mengikuti mode yang sedang berkembang disuatu masa menjadi kiblat bagi kebanyakan orang. Dengan mengikuti tren tersebut maka akan membantu seseorang dalam bersosial dan berkembang di lingkungan masyarakat. Begitu pula dengan tren desain rumah.

Untuk saat ini, desain minimalis modern sedang digandrungi dan diikuti oleh sebagian besar pengelola perumahan. Hal tersebut juga didasari oleh tingginya jumlah permintaan rumah minimalis modern saat ini.

Fathur Riza, salah satu marketing Candi Asri Regency Kudus menjelaskan model rumah ini memiliki banyak sekali kelebihan. ”Yang paling utama adalah kesan modern yang melekat sehingga orang lebih menyukai bentuknya,” ujarnya.

Bagi kebanyakan orang rumah minimalis juga lebih enak dilihat karena simpel. Ciri lain yang membedakan adalah bagian kusen menggunakan alumunium. ”Seperti pada bingkai jendela, pintu dan beberapa bagian lain sehingga terkesan sangat modern,” jelasnya.

Dengan menggunakan material aluminium pada bagian kusen juga menghemat anggaran. Sebab penggunaan kayu untuk kusen tentu membutuhkan banyak anggaran. Dengan masa pembangunan yang singkat juga membuat rumah minimalis lebih terjangkau.

”Karena tidak memerlukan banyak ubahan dan aksesoris permanen, seperti pada rumah non minimalis membuat waktu pengerjaan menjadi lebih cepat,” ungkapnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Ini Penyebab Rumah Panas

 

Contoh rumah Twin Palace yang desainya disesuaikan dengan kondisi iklim di Indonesia, sehingga memberikan kenyamanan penghuninya. (MuriaNewsCom)

Contoh rumah Twin Palace yang desainya disesuaikan dengan kondisi iklim di Indonesia, sehingga memberikan kenyamanan penghuninya. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Anda yang tinggal di Indonesia dengan iklim yang tropis dan panas saat musim kemarau, harus tahu bagaimana cara membuat rumah yang benar. Bisa jadi rumah yang ditempati menjadi sangat panas dan gerah, yang membuat penghuni rumah menjadi tidak betah.

Panas yang berada di dalam rumah merupakan akibat dari tingginya suhu atap akibat cuaca terik. Ada beberapa kesalahan yang tanpa disengaja atau bahkan ketidaktahuan saat membangun rumah yang membuat ruangan menjadi panas.

Muhammad Arifin, pemilik Twin Palace di Wergu Kudus mengatakan ada beberapa alasan yang menyebabkan ruangan menjadi panas. ”Yang utama adalah pemilihan material penutup atap,” ujarnya.

Material penutup atap yang mudah menyerap panas otomatis membuat suhu atap meningkat, menyebabkan ruang di bawah atap juga meningkat. Pilih material yang tidak mudah menyerap panas, seperti genting keramik atau tanah liat.

Selain pada atap, bagian ruangan juga sangat memengaruhi. ”Kurang mengalirnya sirkulasi dalam ruangan juga dapat menjadi penyebab panasnya ruangan pada rumah,” jelasnya.
Sirkulasi ini bisa dari jendela, pintu dan lubang-lubang kecil dari celah tembok.

Untuk mempercantik ruangan, cat sangat umum digunakan. Pemilihan warna-warna terang bisa membuat ruangan menjadi lebih dingin. ”Sebab warna gelap menyerap panas dengan baik dibandingkan dengan warna terang,” ungkapnya.

Untuk itu hindari warna-warna gelap pada eksterior rumah, sehingga dapat sedikit menurunkan suhu di dalam rumah. Gunakan warna cerah tetapi tidak mencolok, misalnya warna putih atau peach. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Ini yang Perlu Dilakukan Ketika Membeli Material

Rumah

KUDUS – Membangun rumah, tentunya membutuhkan berbagai jenis material. Material ini akan sangat berpengaruh pada kondisi dan kualitas rumah yang dibangun. Untuk itu perlu meneliti material sebelum membelinya adalah hal yang mutlak dilakukan.

Pastikan, untuk membeli material yang memang benar-benar berkualitas dan terjamin mutunya. Jangan lupa untuk mengecek secara detail barang yang dipilih. Karena, meskipun sudah menggunakan bahan material yang bagus juga masih banyak yang mengaku kurang puas. Ada berbagai hal yang menjadi penyebabnya.

Iwan Fitrianto, Developer Perumahan Jati Asri 2 mengatakan, ada barang yang menurun kualitasnya karena waktu. “Seperti layaknya makanan yang sudah lama diproduksi namun tidak segera digunakan, maka akan berkurang rasanya bahkan basi. Sama halnya dengan material,” ungkapnya.

Pada semen yang sudah lama tersimpan, maka teksturnya juga akan berubah. Seperti menjadi keras dan menggumpal. Memang masih dapat digunakan, namun untuk kualitasnya sudah berbeda. ” Ketika sudah dibangun, maka akan terlihat perbedaan jika dibandingkan dengan semen yang sama, akan tetapi masih baru,” ujarnya.

Tidak hanya semen, batu bata, pasir, besi serta material lain yang sifatnya aksesoris pun juga demikian. Untuk itu, perlunya konsumen untuk meneliti lebih detail. “Selain memilih material yang bagus, untuk menunjang bangunan yang kokoh perlu membeli material yang juga masih bagus teksturnya,” pungkasnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Ini Tips, Agar Tak Terkecoh Saat Membeli Perumahan

perumahan (e)

Salah satu perumahan di Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Banyak orang yang terkecoh dengan penampilan suatu bangunan yang terlihat sangat indah. Namun setelah dibeli dan ditempati , ternyata kualitasnya tidak sebanding dengan penampilannya. Bahkan, baru sesaat ditempati sudah muncul berbagai masalah, di antaranya keretakan pada bagian dinding dan pondasi atau keramik yang mulai kendor. Sebagai konsumen, tentunya harus lebih cerdas dari para pengembang.

Pada setiap perumahanakan selalu mencantumkan spesifikasi bahan, bahkan sekilas  proses pengerjaan dalam brosur. “Namun spesifikasi tersebut sebenarnya hanya bersifat umum saja, untuk memberikan hak pada konsumen mengenai bangunan,” ujar Manty Achmad dari CV. Prima Properti yang juga owner Perumahan Primaliving.

Misalnya, dalam brosur tertera  penggunaan ubin adalah jenis keramik, maka katanya, perlu ditanyakan lebih lengkap mengenai keramiknya. Mulai jenis, bahan dasar pembuatan, bahkan harga kisaran dengan bandingan jenis keramik lain.  “Karena ada banyak jenis keramik dengan harga dan kualitas yang pastinya berbeda-beda,” ujarnya.

Tidak hanya ubin, material kayu juga banyak ditemukan yang tidak sesuai. Kayu  juga sangat familier ditemukan dalam bangunan perumahan, misalnya pada jendela, pintu dan tiang. Meski tertulis menggunakan kayu jati, akan tetapi sebenarnya ada banyak sekali jenis kayu jati. Karena ada juga jenis kayu jati yang kualitasnya sangat rendah. “Dan dalam kenyataannya konsumen sering terkecoh dengan penjelasan tersebut yang dirasa cukup,” imbuhnya.

Untuk itu, konsumen dituntut untuk lebih meneliti kembali rumah yang akan dibeli. Tidak hanya jenis namun juga detail mutu dan harga pasarannya. Karena dana yang digelontorkan untuk membeli rumah tidaklah sedikit. Jadi jangan sampai ada kerugian dan penyesalan karena adanya ketidaksesuaian dengan keinginan. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Berikut Kunci Biar Tambah Kaya Saat Beli Rumah

Salah satu perumahan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi) 

Salah satu perumahan di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Memiliki rumah tentu menjadi idaman bagi setiap orang. Salah satu kebutuhan pokok manusia ini memang harus terpenuhi untuk tempat berlindung dan pusat kegiatan keluarga sehari-hari.

Rumah tersebut akan digunakan dalam jangka panjang bahkan seumur hidup. Namun tentu saja meskipun digunakan dalam waktu yang lama memikirkan prospek ke depan harga rumah juga perlu diperhatikan. Apalagi yang memiliki hobi berinvestasi rumah di perumahan.

Fathur Riza salah satu marketing Candi Asri Regency Kudus menjelaskan tidak ada salahnya jika saat membeli rumah juga memperhatikan harga jual di kemudian hari. “Untuk mengetahuinya dapat dengan melihat indikator penyebab kenaikan harga, ” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Menurutnya ada beberapa indikator kenaikan harga yang mudah untuk diamati. Di antaranya adalah dekat dengan lembaga pendidikan. Dengan banyaknya lembaga pendidikan yang di sekitar wilayah perumahan maka lokasi tersebut akan banyak diminati orang.

“Entah digunakan untuk membuat lapangan pekerjaan baru atau hanya sebagai tempat tinggal dengan lokasi yang cukup ramai, ” jelasnya.

Indikator yang lain adalah dekat dengan lapangan pekerjaan dan pusat keramaian . Seperti, perusahaan, pasar tradisional atau swalayan. Karena lokasi dekat lapangan dan pusat keramaian tersebut banyak dicari oleh banyak orang. Sehingga akses ke tempat tersebut lebih mudah. Harga jual rumah tentu lebih besar.

Selain itu dekat dengan layanan publik seperti pusat kesehatan dan pemerintahan. “Dengan lokasi yang dekat dengan beberapa hal tersebut dapat dipastikan bahwa lokasi perumahan memiliki nilai jual yang lebih bagus untuk jangka waktu lama,” imbuhnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Hati-hati saat Beli Tanah Kaveling

Salah satu tanah kaveling di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu tanah kaveling di Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Kaveling tanah menjadi pilihan yang bagus untuk investasi atau untuk pembangunan rumah karena tanah sudah diolah. Berbeda jika membeli tanah kosong yang biasanya kurang terawat karena merupakan lahan kosong.

Hal tersebut membuat bisnis kaveling menjadi marak, tidak terkecuali di Kudus. Melihat kondisi wilayah yang masih tersedia banyak lahan serta kemajuan yang pesat di sektor bisnis jual beli tanah kaveling, membuat para pebisnis menggunakan berbagai cara untuk memperoleh keuntungan. Dari sini, konsumen harus benar-benar jeli untuk memilih.

Dapat dilihat dari beberapa bisnis tanah kaveling yang harus gulung tikar. Kebanyakan dikarenakan tidak ada yang membeli. “Banyak hal yang memang perlu pertimbangan saat membeli tanah, jangan sampai ada kekeliruan karena bisnis ini rentan kesalahan,” ujar Ambar Susilowati staf marketing, pengelola dan pengembangan Graha Sakinah Karangampel dan Kaveling Kudus.

Menurutnya jual beli tanah memang cenderung lebih mudah dan cepat jika dibandingkan dengan perumahan. Namun juga lebih rentan terjadinya kesalahan bahkan gagal. Menurutnya hal penting selain lokasi dan harga adalah jenis tanah. ” Beberapa tanah kaveling yang dijual adalah bekas tanah persawahan yang tidak terpakai. Kualitas tanahnya jelas berbeda jika dibandingkan dengan tanah untuk bangunan, ” ungkapnya.

Tanah jenis ini memiliki tekstur yang gembur dan tidak rata sehingga tidak cocok untuk alas bangunan. Biasanya akan dijual lebih murah. Bagi yang ingin membangun di area tanah tersebut harus menunggu untuk pengurukan dan pengeringan yang membutuhkan waktu sangat lama serta biaya yang tidak sedikit.

Ambar juga menambahkan untuk bisnis kaveling lebih rentan terjadi kegagalan. “Sebab administrasi tanah tidak diatur detail seperti saat pembelian perumahan sehingga rentan gagal,” imbuhnya.

Dari pihak bank juga tidak menerima kredit seperti KPR perumahan yang membuat bisnis kaveling menjadi mudah serta rentan gagal. Untuk itu, sebelum membeli kaveling pilihlah kavelingan yang benar-benar sudah terbukti kualitasnya. Jika perlu ajak orang yang benar-benar ahli dalam hal pertanahan untuk mengukur kualitas tanah sesuai kebutuhan.

Pilih tanah kaveling yang sesuai dengan kebutuhannya, dan pertimbangan segala aspeknya sebelum memutuskan membeli agar tidak rugi. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Kondisi Tanah Sangat Pengaruhi Bangunan

Perumahan Persada Regency Kaliwungu. Pemilik perumahan sangat nmemperhatikan kondisi dan kualitas tanah sebelum membangun rumah. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan Persada Regency Kaliwungu. Pemilik perumahan sangat nmemperhatikan kondisi dan kualitas tanah sebelum membangun rumah. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Membeli tanah dengan harga murah tentu sangat diinginkan oleh semua orang, apalagi jika lokasi yang strategis. Jika legalitas dan semua urusan sudah dicek dan tanpa kendala, maka ada hal yang perlu dikaji kembali. Ternyata harga tanah tidak hanya dipengaruhi oleh legalitas dan lokasi semata, tetapi juga tekstur tanah.

Nicodemus Adiputra Wijaya pemilik perumahan Persada Regency Kaliwungu mengatakan, kondisi tanah tersebut berhubungan dengan kebutuhan masyarakat. Jika ingin membangunnya untuk tempat tinggal, tentu jenis tanahnya berbeda dengan yang akan digunakan sebagai kebun atau investasi. ”Membeli tanah gembur dengan yang sudah kering tentu berbeda harganya. Hal itu lah yang jarang diamati oleh masyarakat,” ujarnya.

Lokasi terbaik untuk membangun rumah adalah di daerah yang memiliki tanah keras dan kering. Sehingga pondasi yang dibangun bisa kuat dan tidak mudah mengalami pergeseran. Tanah yang gembur dapat menyebabkan pondasi bangunan tidak mampu menahan beban. Akibatnya tanah mudah bergeser dan melesak masuk ke dalam tanah. Maka bangunan tentu akan rusak yang dimulai dengan retak pada baguan dinding dan lantai, hingga bangunan menjadi ambruk.

Maka tanah yang gembur harus diuruk terlebuh dahulu. Dalam prosesnya juga tidak membutuhkan waktu yang singkat. ”Setelah diuruk maka harus menunggu tanah hingga mengeras dan kering. Untuk menunggu sampai benar-benar keras dan kering membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan sesuai dengan cuaca,” ungkapnya.

Tanah, juga baru bisa dibangun setelah benar-benar diratakan. Meski sudah kering dan keras jika tanah tidak rata juga membuat bangunan menjadi miring. ”Maka sebeum mulai dibangun kondisi tanah harus benar-benar diperhatikkan lebih dahulu,” pungkasnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Ini Batas Garansi yang Wajib Diketahui Saat Membeli Rumah

Perumahan Persada Regency Kaliwungu. Pengelola perumahan tersebut memberikan garansi untuk perbaikan rumah konsumennya. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan Persada Regency Kaliwungu. Pengelola perumahan tersebut memberikan garansi untuk perbaikan rumah konsumennya. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Tentu bagi perumahan yang berkualitas, kepuasan konsumen adalah nomor satu. Berbagai hal dilakukan dari membangun rumah yang berkualitas hingga servis yang memudahkan konsumen. Akan tetapi meski sudah berhati-hati dan memperhitungkan pembangunan rumah, kesalahan tetap mungkin terjadi. Sehingga perlu adanya garansi yang diberikan pihak pengelola pada pemilik rumah.

Nicodemus Adiputra Wijaya pemilik perumahan Persada Regency Kaliwungu mengatakan, garansi tersebut sudah menjadi hak konsumen. ”Jika terjadi kerusakan, maka sudah menjadi tugas pengelola untuk memperbaiki,” ujarnya.

Namun ada beberapa batas perbaikan yang perlu diketahui konsumen. Yang pertama adalah penyebab kerusakan. Jika kerusakan merupakan kesalahan dari pengelola maka garansi perbaikan bisa diberikan. Namun jika kerusakan berasal dari kesalahan pemilik rumah sendiri, maka tidak mendapatkan garansi. ”Jika ada kerusakan dari konsumen sendiri tetap bisa kami bantu. Namun dengan biaya ditanggung oleh konsumen sendiri, karena kerusakan bukan dari kelalaian pengelola,” jelasnya.

Selain masalah penyebab, jangka waktu garansi juga perlu diperhatikan. Biasanya pengelola akan memberikan garansi pada jangka tertentu.

Biasanya garansi diberikan selama 3 bulan dari proses serah terima rumah. Atau garansi satu musim hingga 1 tahun. Tergantung dari kebijakan pengelola perumahan masing-masing. Dalam waktu tersebut dapat digunakan untuk meminta perbaikan gratis apabila rumah mengalami kebocoran, dinding retak atau kerusakan-kerusakan lainnya.

”Jadi sebelum menggunakan garansi, cek dulu apakah masih dalam jangka waktu garansi atau tidak,” imbuhnya. (AYU KHAZMI /TITIS W)

Ini Kelebihan Investasi Tanah

Salah satu tanah kavling milik Wardi di Gribig Indah, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu tanah kavling milik Wardi di Gribig Indah, Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Tabungan tidak hanya berupa uang yang tersimpan dalam bank. Namun bisa apa saja yang nantinya bisa menghasilkan keuntungan. Bagi para jiwa usaha, memiliki banyak uang menganggur dan hanya tersimpan dalam tabungan tunai tanpa dimanfaatkan tentunya sangat disayangkan. Lebih menguntungkan saat uang tersebut berwujud benda yang akan melipat gandakan uang tabungan dikemudian hari, salah satunya dengan investasi tanah.

Wardi salah satu pengelola kavling Gribig Indah mengatakan, mempunyai tabungan tanah akan lebih menguntungkan jika dibandingkan tabungan uang yang hanya disimpan pribadi. ”Justru lebih bermanfaat ketika dibelikan tanah yang suatu hari memberikan keuntungan bahkan berlipat,” ujarnya.

Investasi dengan tanah, memiliki banyak manfaat. Pertimbangan utama membeli tanah untuk berinvestasi karena jumlah penduduk terus bertambah sementara luas tanah tetap. ”Keuntungan beli tanah yang utama adalah kenaikan harga tanah cenderung lebih tinggi, permintaan selalu naik atau pasarnya selalu ada. Jarang terjadi harga tanah turun atau orang mengalami kerugian karena membeli tanah,” jelasnya.

Selain itu, tanah tidak membutuhkan biaya perawatan atau pemeliharaan terlalu banyak. Apalagi jika tanah yang dimiliki juga dimanfaatkan untuk kebun atau membeli tanah sawah. Sehingga mendapatkan keuntungan ganda dari kenaikan harga tanah dan hasil sawah atau kebun.

Manfaat investasi tanah sudah bisa dirasakan dalam jangka pendek. ”Hal tersebut jika pemilihan tanah benar-benar dilokasi yang strategis. Namun, tentu saja harga belinya akan lebih mahal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keuntungan menjual tanah berlipat ganda baru terjadi dalam jangka panjang sekitar 3-5 tahun ke atas, dan menjual tanah tidak bisa terburu-buru. Sehingga bagi yang benar-benar ingin berinvestasi harus memiliki cadangan dana untuk kebutuhan sehari-hari. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Berikan Double Keamanan di Candi Asri Regency

Suasana perumahan di Candi Asri Regency. Perumahan tersebut menawarkah fasilitas double keamanan untuk konsumennya. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Suasana perumahan di Candi Asri Regency. Perumahan tersebut menawarkah fasilitas double keamanan untuk konsumennya. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Rumah yang nyaman untuk dihuni memang sangat diperlukan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kenyamanan rumah bisa didapatkan dari berbagai hal. Salah satunya dalam hal keamanan. Jika rumah dan lingkungannya aman maka pemilik rumah tidak perlu mengkhawatirkan keadaan rumah, bahkan saat rumah sedang ditinggalkan sementara waktu.

Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menjaga keamanan rumah. Seperti dengan kunci pintu, jendela, dan pagar ganda, dengan memasang CCTV atau dengan anjing penjaga. ”Beberapa keamanan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemilik rumah untuk keamanan pribadi, akan tetapi untuk keamanan lingkungan kami juga memfasilitasi,” ujar Fathur Riza salah satu marketing Candi Asri Regency.

Ditemui di lokasi perumahan, dirinya menjelaskan sudah menjadi hal konsumen untuk mendapatkan fasilitas keamanan lingkungan. Untuk itu, pengelola sudah membangun pagar keliling di area perumahan.

Pagar yang dibangun dengan dinding tinggi tersebut akan melindungi kawasan perumahan dari orang asing yang masuk. ”Tanpa pagar, maka orang luar mudah keluar masuk perumahan. Sehingga membuat penghuni menjadi resah jika terjadi tindak kriminal,” ungkapnya.

Selain pagar keliling, untuk memperkuat keamanan pihaknya juga membuat jalan menjadi one gate system dengan penjaga sekuriti. Dengan jalan one gate system, pengawasan kendaraan atau orang yang keluar masuk perumahan menjadi lebih mudah.

Jika masih dirasa kurang, penghuni dapat menambah pengamanan pribadi masing-masing sesuai dengan kebutuhan. ”Asal tidak mengganggu penghuni lain, dan sesuai dengan peraturan perumahan. Karena setiap orang memiliki keinginan yang berbeda,” pungkasnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Untuk Kepuasan, Konsumen Bisa Pilih Material Perumahan yang Diinginkan

salah satu perumahan yang ada di Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

salah satu perumahan yang ada di Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Membangun rumah pribadi sesuai dengan keinginan tentunya menjadi harapan banyak orang. Namun, untuk perumahan, kebanyakan akan memberikan spesifikasi material yang digunakan dan umumnya akan disamakan untuk seluruh unit rumah yang ada.

Meski menjadi kemudahan tersendiri karena konsumen tidak perlu repot untuk mengurusnya, akan tetapi tidak semua orang justru menyukai. Hal tersebut, karena kebutuhan dan keinginan konsumen yang berbeda-beda.

“Banyak orang yang malah lebih senang ketika harus ikut repot membangun rumah meski sudah diserahkan oleh developer,” ujar Iwan Fitrianto, Developer Perumahan Jati Asri 2.

Menurutnya hal tersebut wajar, mengingat rumah yang akan digunakan dalam jangka waktu lama sehingga menginginkan yang terbaik untuk rumah miliknya. Untuk itu, Iwan memberikan kenyamanan bagi konsumen untuk memilih material yang digunakan.

“Meski perumahan, namun untuk modelnya tidak cluster serta tidak perlu dipatok rinci mengenai material, desain, model serta hal lain agar lebih mudah. Kita lebih fleksibel, karena sebenarnya konsumen juga membutuhkan hal tersebut,” ungkapnya.

Bagi para konsumen, katanya agar tetap berkonsultasi dengan developer. Mengingat banyaknya pilihan material yang memiliki fungsi khusus, sehingga tidak bisa digunakan sembarangan.

“Misalnya dengan pemilihan jenis kayu, aluminium, kaca hingga desain perlu dikonsultasikan sebelum diputuskan. Sehingga, kualitas bangunan rumah tetap baik dan tidak asal-asalan,” ungkapnya.

Dengan konsultasi, maka developer akan mengarahkan kelebihan dan kekurangan dari pilihan konsumen. Agar nantinya, tidak hanya keinginan konsumen terpenuhi, akan tetapi rumah juga tetap terjamin dengan standar dan kelayakannya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Mini Market Bisa Jadi Pertimbangan Investasi Rumah

Perumahan Persada Regency Kaliwungu, Kudus. Keberadaan mini market atau swalayan di sekitar lokasi rumah mempengaruhi nilai investasi sebuah bangunan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan Persada Regency Kaliwungu, Kudus. Keberadaan mini market atau swalayan di sekitar lokasi rumah mempengaruhi nilai investasi sebuah bangunan. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Memiliki rumah impian memang menjadi harapan banyak orang. Sebagai kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi mengingat fungsi pentingnya sebagai tempat tinggal, rumah juga sangat menjanjikan untuk dikembangkan sebagai investasi jangka panjang. Dengan harga tanah yang semakin naik pastinya menguntungkan pemilik rumah.

Nicodemus Adiputra Wijaya, direktur perumahan Persada Regency Kaliwungu mengatakan bisa saja dalam waktu yang lama seseorang menjual rumahnya. Seperti pindah tempat tinggal, atau kebutuhan mendesak lain yang memungkinkan rumah harus dipindah tangankan. ”Sehingga mempertimbangkan daya jual rumah juga perlu dipikirkan, mesti hal tersebut belum terpikirkan sebelumnya untuk jangka pendek,” ujarnya.

Investasi yang berpotensi adalah yang memiliki kriteria kenaikan harga jual. Hal tersebut dapat dilihat dari lokasi salah satunya dengan melihat lingkungan sekitar rumah. Cara yang paling mudah bagi masyarakat awam, untuk melihat peluang tersebut adalah dengan memperhatikan sekeliling.

”Yang perlu diperhatikan adalah keberadaan mini market di sekitar lokasi apakah dekat atau jauh,” ungkapnya.
Sebab pada dasarnya, pembangunan mini market selalu memperhatikan banyak hal. Seperti nilai investasi bangunan dan tanah, kepadatan penduduk, prospek penjualan, dan kestrategisan lokasi yang pada dasarnya juga menjadi penilaian investasi rumah.

Menurut Nico, keberadaan mini market tersebut sangat mudah digunakan sebagai kriteria pembelian rumah yang potensial untuk hunian saat ini dan jangka panjang. Selain mini market, pabrik serta lokasi wisata juga bisa dijadikan pedoman.

Dengan mempertimbangkan nilai investasi rumah tersebut, maka masyarakat bisa lebih bijak memilih lokasi pembangunan atau pembelian rumah yang berpotensi banyak hal. Tidak hanya untuk hunian saat ini, tetapi juga prospek insvestasi masa depan. (AYU KHAZMI/TITIS W)

RT Baru Bisa Terbentuk di Kawasan Perumahan yang Luas

Salah satu kawasan perumahan yang ada di Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu kawasan perumahan yang ada di Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Ada banyak perumahan yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan. Luas kawasan perumahan menjadi salah satu pertimbangan bagi konsumen dalam memilihnya.

Selain disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan, besar tidaknya kawasan perumahan juga bisa dijadikan penilaian kualitas perumahan. Semakin besar dan padatnya perumahan, maka bisa disimpulkan bahwa perumahan tersebut baik, karena banyak masyarakat yang mempercayainya.Untuk mempermudah penilaian, pada perumahan yang besar akan membentuk wilayah RT  baru.

Ambar Susilowati Staf Marketing, Pengelolaan dan Pengembangan Graha Sakinah Karangampel mengatakan,membuat RT baru pada perumahan juga bisa terjadi.  “Jika sudah ada 30 KK maka bisa diajukan menjadi RT baru, setelah tentunya disetujui oleh perangkat desa dan akan diteruskan ke kecamatan hingga kabupaten,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut lebih memudahkan dalam mengkoordinir penghuninya ketika satu perumahan sudah terhimpun menjadi RT sendiri. Hal tersebut juga membuktikan adanya kerjasama yang baik antara penghuni perumahan dengan pemerintah setempat.

“Dengan menghimpunnya menjadi RT yang baru, juga mudah dalam menjembatani hubungan antarsesama anggota masyarakat dengan pemerintah daerah. Serta penanganan masalah-masalah kemasyarakatan yang di hadapi warga perumahan sendiri,” jelasnya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)