BNI Pati Beri Kejutan untuk Nasabah di Ultah ke-71

Pimpinan BNI Cabang Pati Rustianto (kanan) berfoto bersama, usai memberikan kejutan kepada salah satu nasabah di Ultah BNI ke-71, Rabu (5/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – BNI Cabang Pati memberikan kejutan kepada sejumlah nasabah pada Ulang Tahun ke-71. Mereka yang sudah menabung selama sepuluh tahun lebih diberikan bingkisan menarik dan kue ulang tahun ketika antre di Kantor BNI Cabang Pati, Jalan P Sudirman Nomor 55, Rabu (5/7/2017).

Fatkurrohman (53), nasabah asal Mintorahayu, Winong mengaku terkejut saat Pimpinan BNI Cabang Pati Rustianto meminta kepada sejumlah nasabah maju ke depan dan diberikan bingkisan, serta potongan kue ulang tahun.

“Terkejut ketika nasabah yang menabung lebih dari sepuluh tahun diminta maju ke depan, tiba-tiba diberikan bingkisan dan kue. Ternyata BNI ulang tahun ke-71. Saya ke Kantor BNI untuk mengganti buku yang sudah penuh,” ujar Fatkurrohman.

TKI yang tengah pulang kampung dari Malaysia ini sudah menjadi nasabah BNI sejak 2007 yang lalu. Dia mengaku pelayanan BNI sangat bagus, profesional dan ramah.

Selain itu, BNI sudah lama dikenal sebagai bank milik negara yang melayani dengan sangat profesional. Hal yang itu yang membuat Fatkurrohman percaya pada BNI sebagai tempat untuk menabung.

“Meskipun saat ini sudah sangat profesional dan maju, kami berharap BNI semakin meningkatkan kualitas dan pelayanannya. Terima kasih BNI Pati yang sudah memberikan kejutan,” tuturnya.

Sementara itu, Rustianto mengucapkan terima kasih kepada nasabah BNI 46 yang selama 71 tahun setia menemani perjalanan BNI 46 untuk membangun bersama negeri. Keberhasilan dan peran BNI dalam membantu pembangunan di Indonesia diakui tidak lepas dari kesetiaan nasabah.

Saat ini, BNI ikut mendukung pembangunan negeri dengan melakukan pembiayaan di bidang infrastruktur, peningkatan literasi keuangan melalui laku pandai dan layanan keuangan digital melalui pengembangan agen 46. Tak hanya itu, BNI ikut meningkatkan pemerataan melalui penyaluran bantuan sosial, pembentukan kampung BNI, rumah kreatif BUMN, dan masih banyak lagi lainnya.

Editor : Kholistiono

Indosat Ooredoo Luncurkan Inovasi Rp 1 Per Detik dan Gratis Akses Aplikasi Tertentu

Promosi Indosat Ooredo progam Rp 1 per detik dan gratis akses aplikasi tertentu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Indosat Ooredoo kembali  meluncurkan inovasi produk terbarunya dengan memberikan ekstra kuota untuk akses aplikasi sehari-hari kepada seluruh pelanggan IM3 Ooredoo. Progam tersebut adalah progam Rp 1 per detik dan gratis akses aplikasi tertentu.

Hari Sukmono, Head of Region Central and West Java Indosat Ooredoo mengatakan, dengan progam tersebut, pelanggan dapat menggunakan aplikasi favoritnya tanpa khawatir menghabiskan kuota utama.

“Keuntungan lainnya, para pelanggan dapat juga menelpon dengan tarif Rp 1/detik ke semua operator. Ini adalah inovasi terbesar dan paling berani dengan menggabungkan dua keuntungan, aplikasi terbaik dan tarif nelpon terbaik dalam satu paket yang tidak ada tandingannya,” katanya.

Inovasi tersebut, kata dia merupakan kelanjutan dari misi IM3 Ooredoo dalam memberikan kebebasan internet untuk pelanggan di Indonesia. Aplikasi yang digratiskan adalah jenis media sosial terpopuler seperti Facebook, Twitter, dan Path, aplikasi chat seperti WhatsApp, BBM, Line, dan Facebook Messenger.

Selain itu, sejumlah aplikasi berbasis transportasi seperti Gojek, Grab, dan Uber juga sama. Semua aplikasi sehari-hari favorit pelanggan dapat dinikmati tanpa menggunakan kuota utama.

Selain penggunaan aplikasi media sosial, IM3 Ooredoo memahami bahwa menelpon masih penting bagi pelanggan. Oleh karena itu, IM3 Ooredoo juga meluncurkan tarif nelpon terbaik, serta memberikan kebebasan untuk melakukan panggilan ke semua operator. Pelanggan bebas menelepon hanya dengan tarif Rp 1/detik ke semua operator selama 30 detik pertama.

“IM3 Ooredoo selalu menjadi pelopor inovasi produk telekomunikasi yang membawa pengalaman pelanggan ke level selanjutnya, bahkan menjadi trendsetter dan sering kali dicontoh oleh yang lain,” ungkap dia.

Pihaknya memahami bahwa pelanggan suka menggunakan banyak aplikasi dan tetap ingin berkomunikasi melalui sambungan telepon. Dengan Aplikasi Tanpa Kuota dan Rp 1/detik ke semua operator, IM3 Ooredoo dapat memberikan produk yang memiliki 2 manfaat terbaik sekaligus dalam satu paket yang tidak ada tandingannya.

Dijelaskan, kalau keuntungan dalam produk ini dapat dinikmati oleh semua pelanggan paket IM3 Ooredoo tanpa perlu mengeluarkan biaya mahal, mulai dari Freedom Starterpack, Freedom Mini, Freedom Internet Plus, dan Freedom Combo. Sekarang pelanggan dapat berkomunikasi dengan keluarga dan semua teman sepuasnya menggunakan aplikasi favorit dan panggilan telepon. 

Editor : Kholistiono

30 Calon Jemaah Umrah Dewangga Bersiap Berangkat ke Tanah Suci pada 29 April 2017

Calon jemaah umrah PT Dewangga seusai mengikuti manasik umrah di Hotel New Merdeka Pati, Sabtu (15/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 30 calon jemaah umrah PT Dewangga Lil Hajj wal Umroh bersiap berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (29/4/2017) mendatang. Persiapan itu dilakukan dengan manasik umrah yang diadakan di New Merdeka Hotel, Pati, Sabtu (15/4/2017).

General Manager Dewangga, Clara Vapriolis mengatakan, para calon jemaah umrah akan berangkat dari Pati ke Yogyakarta yang akan difasilitasi PT Dewangga. Dari Yogyakarta, mereka akan transit di Singapura selama dua jam menggunakan Silk Air.

Sementara keberangkatan dari Singapura ke Jeddah menggunakan maskapai Scoot. Dia berharap, para jemaah yang akan menjadi Tamu Allah mendapatkan kemudahan, keringanan dalam menjalani ibadah, diberi kesehatan dan selamat sampai tujuan.

Clara mengungkapkan, salah satu fasilitas terbaik yang diberikan kepada calon jemaah umrah PT Dewangga, sesuai dengan tagline yang Njawani. Leader dan mutawwifnya berasal dari orang Jawa, termasuk menu masakannya.

“Tujuannya agar kami merasa satu keluarga dan guyub bersama. Dengan mengusung konsep Njawani, para jemaah diharapkan bisa mendapatkan kemudahan selama menjalani ibadah umrah sekaligus sebagai tamu Allah di Tanah Suci,” ucap Clara.

Sementara itu, KH Abdul wahid, seorang kiai asal Cluwak yang menjadi pembimbing manasik umrah menuturkan, manasik penting dilakukan karena ada hubungannya dengan kebenaran dalam sebuah ibadah. Pasalnya, pelaksanaan ibadah umrah yang tidak sesuai rukun dan wajib syarat-syarat umrah diakui akan sia-sia.

“Itulah sebabnya, PT Dewangga mengutamakan pelaksanaan manasik karena menyangkut para calon jemaah supaya nanti mendapatkan ridha Allah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Umumnya, orang-orang yang baru menjalankan ibadah umrah masih awam. Setelah mendapatkan bekal dari sini, mereka diharapkan bisa melaksanakan umrah secara optimal, sesuai rukun dan wajib ibadah umrah,” tutur Wahid.

Selain keberangkatan pada 29 April, PT Dewangga juga akan memberangkatkan 45 calon jemaah umrah pada saat Ramadan. Mereka akan menjalankan ibadah umrah di tengah suasana Ramadan di Tanah Suci yang penuh dengan berkah.

Bahkan, Dewangga yang semula akan memberangkatkan 40 orang menambah kuota menjadi 45 orang, karena banyaknya permintaan dari masyarakat. Saat Ramadan, para calon jemaah diharapkan bisa menjalani ibadah umrah dengan suasana sahur dan buka di Tanah Suci, termasuk malam Lailatul Qadar.(nak)

Editor : Kholistiono

Mudahnya Punya Rumah Sesuai Selera, Baca Ini!

Rumah Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Rumah merupakan kebutuhan setiap orang. Rumah menjadi tempat berlindung saat panas atau hujan turun. Bahkan ternyata rumah juga berfungsi lebih dari itu.

Rumah juga berfungsi sebagai media penggambaran jiwa dari sosok penghuninya. Dewasa ini, rumah benar-benar menjadi sebuah tempat istimewa bagi penghuni. Tempat untuk memanjakan diri, dan berkreasi, serta menjadi titik pembangun mood sebelum beranjak pergi ke luar.

Rumah Kudus Home Design and Build adalah solusi tepat. Cocok bagi Anda yang ingin punya desain rumah sendiri, desain interior rumah sendiri, atau ingin membangun rumah sesuai dengan keinginan Anda. Rumah Kudus adalah penyedia Jasa yang bergerak dalam bidang arsitektur, desain interior dan kontraktor bangunan.

Rumah Kudus telah berpengalaman bertahun tahun mendesain serta membangun rumah,  mulai dari rumah bergaya Minimalis, Modern, Rustic, vintage maupun ancient houses.  Tim ahli dari Rumah Kudus siap membantumu. Informasi bisa ke saluran telepon/WA 0815 1566 1600, atau klik di sini . (pro)

Editor : Akrom Hazami

 

Dewangga Buka Paket Ibadah Umroh Selama Ramadan

Para jemaah umroh PT Dewangga periode Maret 2017 berfoto bersama, sebelum berangkat ke Tanah Suci. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Biro perjalanan umroh dan haji plus PT Dewangga Lil Hajj Wal Umroh membuka paket ibadah umroh selama Ramadan yang berlangsung sekitar Mei 2017 mendatang.

Ada dua paket yang ditawarkan calon jemaah umroh, yakni paket ramadan awal dan ramadan akhir. Paket ramadan awal akan dilaksanakan pada 1 hingga 10 Ramadan, sedangkan paket ramadan akhir dilaksanakan pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Direktur PT Dewangga Endro Dwi Cahyono mengatakan, calon jemaah umroh bisa mendapatkan paket umroh ramadan awal dengan harga Rp 25 jutaan, sedangkan paket ramadan akhir Rp 33 jutaan. Calon jemaah umroh akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci selama bulan Ramadan.

“Ramadan merupakan hari yang istimewa. Setiap Muslim pasti memiliki impian untuk beribadah di Tanah Suci selama Ramadan. Ini yang membuat calon jemaah akan semakin kusyuk menjalankan ibadah umroh di Baitullah,” ujar Endro, Kamis (9/3/2017).

Sementara pada Maret 2017, sudah ada para jemaah umroh yang berangkat ke Tanah Suci dari 4 hingga 12 Maret 2017 mendatang. Dengan paket terjangkau seharga USD 1.700, para jemaah umroh mendapatkan beragam fasilitas dan pelayanan yang maksimal.

“Kami selalu mengutamakan pelayanan yang maksimal kepada calon jemaah umroh, mulai dari soal makanan, hotel yang dekat, hingga fasilitas perjalanan dari Pati kembali ke Pati gratis. Setiap bulan, kami selalu memberangkatkan pada jemaah umroh secara rutin. Alhamdulillah, jemaah puas,” tutur Endro.

Totok Supriyanto, salah satu jemaah umroh Dewangga asal Desa Tambaharjo, Pati mengaku senang dengan pelayanan PT Dewangga. Menurutnya, Dewangga tidak hanya menepati apa yang sudah disampaikan sebelumnya, tetapi juga pendampingan dan komunikasinya dengan jemaah diakui sangat baik.

Karena itu, Totok merekomendasikan kepada para calon jemaah umroh untuk memilih Dewangga sebagai biro perjalanan umroh terbaik. “Harganya pas, pelayanannya puas. Ini pengalaman yang saya alami selama mengikuti umroh di Dewangga,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Maksimal Layani Jemaah Umroh, Dewangga Jemput di Bandara Ahmad Yani Secara Gratis

Para jemaah PT Dewangga berfoto bersama di depan Kabah, seusai melaksanakan ibadah umroh. (Dok. Dewangga)

MuriaNewsCom, Pati – Untuk mewujudkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaahnya, PT Dewangga Lil Hajj wal Umroh menjemput puluhan jemaah umroh di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Penjemputan kepada jemaah umroh secara gratis merupakan bagian dari fasilitas yang diberikan PT Dewangga.

General Manager PT Dewangga Clara Vapriolis ikut serta dalam penjemputan jemaah umroh yang tiba di Tanah Air tersebut. “Ini wujud dari komitmen kami untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang terbaik kepada jemaah umroh, dari pemberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air,” ujar Clara.

Dia mengatakan, PT Dewangga merupakan salah satu biro perjalanan umroh terbaik di Pati. Dengan mengusung tagline Mitra Ibadah Keluarga yang Paling Njawani, Dewangga selama ini telah membuktikan memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah umroh.

Tak hanya makanan yang sesuai dengan selera Nusantara, hotel yang disediakan juga tidak terlalu jauh. Terlebih, pendamping ibadah umroh berasal dari orang Jawa sendiri sehingga sesuai dengan kebiasaan dan kultur jemaah yang berangkat.

Baca juga : Dewangga Siapkan 38 Calon Jemaah Umroh Berangkat ke Tanah Suci Periode Maret 2017

Surahman, salah satu jemaah umroh PT Dewangga mengaku sangat puas dengan pelayanan Dewangga. Selain harganya terjangkau, paket City Tour ke Singapura memberikan pengalaman lebih dalam hal berwisata di situs-situs Islam di sana. Selain, komunikasi Dewangga dengan para jemaah terjalin dengan sangat baik.

“Hanya dengan telepon, semuanya bisa terakomodasi dengan baik. Fasilitas yang diberikan kepada jemaah sesuai dengan penjelasan di awal. Bahkan, jemaah bisa melakukan request makanan sesuai dengan selera. Petugasnya sangat sigap, apapun bisa ditindaklanjuti. Pada malam hari pun, petugas melayani dengan baik,” tuturnya.

Karena itu, dia merekomendasikan kepada calon jemaah umroh untuk memilih Dewangga sebagai mitra ibadah saat berkunjung ke Tanah Suci. Selain fasilitas dan pelayanannya sangat Njawani, petugasnya diakui ramah dan bagus.

Editor : Kholistiono

Dewangga Siapkan 38 Calon Jemaah Umroh Berangkat ke Tanah Suci Periode Maret 2017

Calon jemaah umroh Dewangga yang akan berangkat 4 Maret 2017 mengikuti manasik umroh di Hotel New Merdeka Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 38 calon jemaah umroh PT Dewangga Lil Hajj Wal Umroh disiapkan untuk berangkat ke Tanah Suci pada 4-12 Maret 2017 mendatang. Persiapan matang dilakukan dengan menggelar manasik haji di Hotel New Merdeka Pati, Sabtu (18/2/2017) lalu.

Mereka dibekali pengetahuan seputar umroh oleh KH Mukhtar Mustofa. Calon jemaah umroh dibekali dengan pengetahuan syarat, rukun dan kewajiban ibadah umroh.

“Sesudah niat ihram, kita harus niat untuk melakukan tawaf. Selanjutnya, kita sya’i dilanjut dengan tahalul dan langsung kembali seperti tidak berihram,” ujar KH Mukhtar.

Owner Dewangga Lil Hajj wal Umroh, Endro Dwi Cahyono menambahkan, tren umroh saat ini terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari statistik pemerintah, antuasiasme warga untuk beribadah haji dan umroh kelompok menengah sangat tinggi.

Kendati ada kebijakan penambahan kuota jemaah haji dari pemerintah RI, tetapi warga tidak terpengaruh pada jangka waktu antrean pemberangkatan haji. Menurutnya, masyarakat sudah mulai berpikir, sembari menunggu pelaksanaan haji, mereka menunaikan ibadah umroh untuk mengobati kerindungan dengan Rasulullah SAW.

Baca juga : Dewangga Berangkatkan 40 Jemaah Umroh ke Tanah Suci
“Semangat itu yang menginspirasi PT Dewangga untuk selalu memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik untuk jemaah. Akomodasi hotel diupayakan yang terdekat, kebersihan dan kerapian juga diutamakan, termasuk pendamping profesional saat pemberangkatan sampai pulang ke Tanah Suci. Dengan demikian, jemaah merasa nyaman dan kusyuk menjalankan ibadah umroh,” ungkap Endro.

Dewangga sendiri sudah mengantongi izin dari Kementerian Agama RI sebagai biro umroh. Saat ini, Dewangga tengah menunggu izin untuk haji plus sehingga pelayanan masyarakat untuk melaksanakan ibadah ke Tanah Suci semakin lengkap.

Pada Maret 2017, kuota untuk ibadah umroh sudah penuh sehingga jemaah yang ingin berangkat ke Tanah Suci bisa mendaftarkan diri pada bulan April. Menjelang Ramadan, harga visa dan fasilitas biasanya naik, tetapi Dewangga tidak menaikkan harga sehingga calon jemaah bisa berangkat ke Tanah Suci hanya dengan Rp 22 juta.

Editor : Kholistiono

Ayo Gabung Jadi Reseller Muntira

acne-series-e

MuriaNewsCom, Kudus – Ingin berbisnis dengan mudah,murah dan tetap terlihat cantik serta tahu bagaimana memelihara kecantikan wajah dan tubuhnya? Gabung aja dalam reseller Muntira Skin Care. Di bawah bendera PT Muntira Kosmeditama yang sudah terstandarisasi dari BPOM dan bersertifikat halal dari MUI ini membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat berbisnis kecantikan dengan menjadi reseller produk Muntira.

Caranya pun mudah, hanya tinggal registrasi Rp 50 ribu sudah mendapatkan katalog dan brosur produk . Selanjutnya melakukan pembelian perdana minimal Rp 1 juta dan berikutnya tanpa minimal transaksi. Hanya mulai menjual dan mendapatkan keuntungan.
lifting-series-e

Selain itu, mendapatkan diskon 20%, bonus perekrutan downline dan bonus akhir tahun. Apabila bertransaksi minimal Rp 6 juta per bulan bisa mendapat free ongkir untuk pulau Jawa. Dalam reseller Muntira juga terdapat jenjang downline mulai dari early bronze, bronze, silverie, goldie dan diamonia. Tiap jenjang downline mempunyai ketentuan dan keuntungan tersendiri. Atau lebih jelasnya bisa langsung datang ke Klinik Muntira Skin Care di Jalan Sunan Kudus No. 223 Kudus Telp. 0291-439010 Hp. 085726335924 Pin BBM 5D005CA4.

whitening-series-e

Keuntungan Menjadi Reseller Muntira :

  1. Sistem mudah dipelajari
  2. Hasil menguntungkan
  3. Tidak memerlukan modal besar
  4. Mendapatkan bonus bila mencapai target
  5. Mendapatkan member card reseller MUNTIRA
  6. Semakin tampil cantik setiap saat

 

Editor : Akrom Hazami

Rekening Kas Desa Gribig Raih Hadiah Umrah

berita-ekonomi

Perwakilan Bank Jateng Syariah memberikan hadiah udian kepada perwakilan Desa Gribig, Gebog, Kabupaten Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus-  Kepala Desa Gribig selaku pemegang rekening kas desa berhasil meraih hadiah undian Tabungan iB Bima Periode I tahun 2016 berupa perjalan umrah. Desa Gribig merupakan salah satu desa yang bermitra dengan Bank Jateng Syariah Kudus.

Penyerahan hadiah langsung diserahkan oleh Pimpinan Bank jateng Syariah Kudus Fatkunoor kepada Kepala Desa Gribig yang disaksikan  Camat Gebog Saeful Huda dalam acara Gathering dengan kepala desa se Kecamatan Gebog.

Pemenang undian tersebut berdasar pengundian yang dilakukan pada saat pengundian hadian Grand Price di Pekalongan sebanyak enam pemenang hadian umrah masing-masing diraih oleh Rek Kas Desa Gribig Kudus, MPKU PS PDM Surakarta, KJKS BMT Wirodesa Pekalongan, Nur Faridah Capem  UMS, PCM Kec. Selogiri Sukoharjo, Pujiati Capem Unissula Semarang.

Bank Jateng Syariah Kudus terus melakukan inovasi untuk melayani masyarakat.  Salah satunya pelayanan yang dapat mempercepat akses keuangan desa se Kabupaten Kudus dengan jemput bola.  Di samping layanan tersebut juga dapat diakses melalui ATM Bank Jateng  dan ATM berlogo Bersama dan ATM Prima.

Menurutnya, dalam satu tahun pemilik rekeining tabungan iB Bima dapat mengikuti undian berhadiah dua kali dalam setahun. Sehingga semakin banyak saldo tabungan yang dimiliki maka kesempatan mendapat hadiah semakin besar.

Dari sisi pinjaman, Bank Jateng Syariah Kudus mempunyai Pinjaman iB Multi Guna, iB Modal Kerja, iB Investasi, KPR iB Griya, iB Bima Emas dan iB Talangan Umrah. Saat ini juga telah diluncurkan produk Pinjaman Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) dengan cakupan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan.

Editor : Akrom Hazami

Smartfren Bisa Bantu Pelaku UMKM Luaskan Pasar

 

Regional Head Smartfren North Central Java Arinto Utama memberikan uraian mengenai keunggulan teknologi 4G LTE yang dimiliki Smartfren yang membuatnya leading dibanding operator lainnya di Indonesia.(MuriaNewsCom/Merie)

Regional Head Smartfren North Central Java Arinto Utama memberikan uraian mengenai keunggulan teknologi 4G LTE yang dimiliki Smartfren yang membuatnya leading dibanding operator lainnya di Indonesia.(MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Teknologi informasi memang sudah melesat jauh sekarang ini. Operator telepon saling berlomba meningkatkan kualitas demi pelanggan, termasuk bagaimana membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meningkatkan luasan pasar mereka.

Regional Head Smartfren North Central Java Arinto Utama mengatakan, kemudahan akses komunikasi bagi masyarakat Indonesia, sudah menjadi sebuah keharusan sekarang ini.

”Dan sekarang ini, teknologi 4G LTE juga sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Termasuk di Jawa Tengah ini,” katanya, dalam peluncurkan paket promosi baru Smartfren ”Beli Kuota, Perangkatnya Gratis”, MG Setos Semarang, Rabu (9/11/2016).

Menurut Ari, teknologi tersebut memiliki banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat. Misalnya saja untuk para pelaku UMKM, bisa memperluas pasar mereka.

”Karena dengan hadirnya teknologi ini, mereka dapat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan komoditasnya. Juga bisa digunakan dalam bidang entertainment, seperti streaming video ataupun video call dengan kualitas yang jernih, dibandingkan teknologi 3G,” tuturnya.

Jaringan 4G Advanced Smartfren sendiri, sudah menjangkau 200 kota besar dan kabupaten di Indonesia. Inilah yang membuat jaringan ini harus dimaksimalkan secara baik. ”Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Sehingga kami menghadirkan program-program promosi yang memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Misalnya melalui program ”Beli Kuota, Perangkatnya Gratis”, Smartfren memberikan beragam pilihan harga, dengan benefit berupa bundling Andromax, dari mulai Rp 650 ribu hinga Rp 1,699 juta. Melalui program ini, selain mendapatkan kuota yang besar, pelanggan juga bisa mendapatkan ratis Andromax 4G LTE.

”Melalui beragam riset serta survei yang kami lakukan, rupanya masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa teknologi 4G LTE itu merupakan teknologi yang majal. Padahal, teknologi tersebut memiliki banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat,” tegas Ari.

Apa yang dilakukan Smartfren ini, rupanya telah membuat operator yang satu ini, melesat dalam peringkat layanan bidang 4G. Saat ini, Smartfren leading dibanding operator-operator lainnya. ”Dan ke depan, kami akan terus meningkatkan layanan kami, sehingga akan tetap leading. Namun sampai saat ini, di bidang 4G ini, kami adalah leader-nya dibanding yang lain,” imbuhnya.

Editor: Merie

KPP Pratama Jepara Siap Genjot Tax Amnesty Tahap Dua

pajek

Petugas sedang melakukan pelayanan khusus tax amnesty di KPP Pratama Jepara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah sukses pada pelaksanaan program tax amnesty tahap pertama, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara menyatakan siap menggenjot program pengampunan pajak tahap dua.

“Sesuai dengan program dari pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jendral Pajak, amnesti pajak dilaksanakan tiga tahap. Tahap pertama sampai 30 September 2016, dan kini di bulan Oktober kami melayani amnesti pajak untuk tahap dua,” ujar Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono kepada MuriaNewsCom.

Tahap pertama yang berakhir pada 30 September 2016 lalu, KPP Pratama Jepara tergolong sukses lantaran berhasil di angka deklarasi Rp 1,1 triliun lebih dengan angka tebusan mencapai Rp 23,8 miliar lebih.

Menurut Endaryono, suksesnya pelaksanaan tax amnesty di KPP Pratama di tahap pertama lalu tidak hanya hasil dari kerja keras petugas pajak. Namun juga semua masyarakat yang telah sadar akan pentingnya pajak bagi pembangunan bangsa. Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang selama ini sudah turut membantu melakukan sosialisasi amnesti pajak.

“Untuk tahap dua ini kami siap untuk lebih meningkatkan intensitas sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat. Selain itu juga akan menggarap beberapa sektor yang barangkali belum optimal di tahap pertama kemarin,” katanya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, pihaknya juga akan mulai memaksimalkan penerimaan di sektor UMKM yang ada di Jepara. Sebab diketahui banyak perusahaan yang berlabel UMKM di Kabupaten Jepara yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti tax amnesty.

“Tetapi jelas UMKM yang memiliki omzet besar. Misalnya UMKM yang memiliki omzet di bawah Rp 4,8 miliar hanya dikenakan 0,5 persen dari total harta yang diungkap. Sementara yang mengungkapkan hartanya atau omzetnya di atas Rp 10 miliar, hanya dikenakan 2 persen saja hingga penutupan pelaksanaan Tax Amnesty,” jelasnya.

Ia menegaskan, di luar UMKM, semuanya tetap dikenakan 3 % untuk pelaksanaan amnesti pajak tahap kedua ini. Sedangkan untuk tahap ketiga atau terakhir nanti juga persentase uang tebusan akan naik.

Editor : Akrom Hazami

Deklarasi Amnesti Pajak di KPP Pratama Jepara Tembus Rp 1,1 Triliun

Sejumlah wajib pajak memenuhi ruang pelayanan amnesti pajak di KPP Pratama Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wajib pajak memenuhi ruang pelayanan amnesti pajak di KPP Pratama Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Periode pertama program amnesti pajak telah ditutup pada 30 September 2016. Sampai batas akhir periode pertama tersebut, deklarasi harta kekayaan wajib pajak yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara tembus di angka Rp 1,1 triliun.

Angka tersebut naik cukup tinggi dibanding beberapa hari menjelang berakhirnya periode pertama pelayanan program amnesti pajak. Selain itu, angka tebusan yang ada juga naik dari sebelumnya dan menembus angka Rp 23,8 miliar. Itu terjadi setelah membeludaknya wajib pajak yang datang ke kantor KPP Pratama pada hari terakhir periode pertama yakni Jumat (30/9/2016).

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono mengatakan, pada hari terakhir periode pertama amnesti pajak, pihaknya menerima wajib pajak hingga malam hari, meski sebelumnya diumumkan pelayanan dibuka hanya sampai petang hari. Itu dilakukan agar semua wajib pajak yang ingin mengikuti program amnesti pajak dapat terlayani.

“Hari terakhir periode pertama program amnesti pajak diikuti 248 wajib pajak. Total wajib pajak yang mengikuti program ini di periode pertama sebanyak lebih dari 800 wajib pajak,” ujar Endaryono, Sabtu (1/10/2016).

Menurutnya, antusiasme masyarakat Jepara cukup tinggi dalam memanfaatkan periode pertama amnesti pajak. Terbukti, peningkatan wajib pajak di hari terakhir periode pertama naik 100 persen jika dibanding di awal-awal program ini digulirkan.

“Data yang sudah masuk ke kami sudah tembus Rp23,8 miliar. Kalau total keseluruhan uang tebusan di periode pertama ini belum masuk ke kami datanya,” kata Endaryono.

Lebih lanjut ia mengemukakan, wajib pajak yang mengikuti program ini, didominasi pengusaha mebel. Baik pengusaha kelas menengah, hingga eksportir. Sedangkan angka paling besar dalam deklarasi maupun tebusan adalah pengusaha industri rokok. Hal ini menunjukan, niat masyarakat mengikuti program amnesty pajak cukup tinggi.

“Gerai-gerai pajak yang kami tempatkan di bank-bank juga ramai dikunjungi wajib pajak. Rata-rata mereka datang berkonsultasi dan minta dihitungkan uang tebusan,” terangnya.

Pihaknya berharap, di periode kedua program amnesty pajak nantinya juga akan banyak diserbu wajib pajak. Ke depan, pihaknya akan lebih gencar mensosialisasikan program pengampunan pajak ini.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Batas Akhir Periode I Amnesti Pajak, KPP Pratama Jepara Buka Layanan Hingga Petang

Kepala KPP Pratama Jepara ketika memberikan penjelasan mengenai amnesti pajak kepada para pengusaha di Kecamatan Welahan, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala KPP Pratama Jepara ketika memberikan penjelasan mengenai amnesti pajak kepada para pengusaha di Kecamatan Welahan, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Antusiasme masyarakat Jepara untuk mengikuti program amnesti pajak cukup tinggi. Menjelang batas akhir untuk periode pertama pada 30 September 2016 ini, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara membuka jam layanan tambahan. Layanan dibuka sampai petang pukul 18.00 WIB.

Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono mengemukakan, jam layanan tambahan tersebut dimulai sepekan sebelum batas akhir periode pertama amnesti pajak. Selain itu, pihaknya juga membuka layanan pada akhir pekan.

“Yang biasanya hanya sampai sore hari, kali ini sampai petang. Yang biasanya akhir pekan libur, jadi tetap masuk dan tetap kami layani,” kata Endaryono kepada MuriaNewsCom, Rabu (28/9/2016).

Menurutnya, semua itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat atau wajib pajak agar semuanya terlayani. Apalagi periode pertama amnesti pajak ini cukup mendapatkan antusiasme yang besar dari mereka.

“Selain jam layanan kita tambah, kita juga sudah menambah lokasi pelayanan. Ada 11 gerai yang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Jepara. Ada di bank dan ada di pasar modern. Untuk layanan di kantor KPP Pratama sendiri, kami menyediakan ruangan khusus, dengan luas ruangan yang cukup untuk melayani beberapa orang sekaligus,” jelas Endaryono.

Pada prinsipnya, pihaknya memberikan layanan semaksimal mungkin. Di samping itu juga memberikan kenyamanan bagi para wajib pajak, yang ingin mengikuti program amnesti pajak. Tak hanya itu, pihaknya juga bersedia menerima keluhan dari masyarakat atau wajib pajak mengenai pelayanan yang ada diberikan oleh petugas KPP Pratama Jepara.

Ia menambahkan, membeludaknya masyarakat yang ingin mengikuti program amnesti pajak diantisipasi menjelang batas akhir periode pertama karena pada periode pertama  amnesti pajak ini tarif tebusan sangat rendah. Jika dibanding periode berikutnya, yakni periode kedua dan ketiga, jelas lebih rendah di periode pertama ini.

Editor : Akrom Hazami

Tebusan Amnesti Pajak di KPP Pratama Jepara Capai Rp 12,46 M

KPP Pratama Jepara memberikan sosialisasi mengenai program amnesti pajak kepada para pengusaha di Kecamatan Welahan Jepara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

KPP Pratama Jepara memberikan sosialisasi mengenai program amnesti pajak kepada para pengusaha di Kecamatan Welahan Jepara, baru-baru ini. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang berakhirnya batas berakhirnya periode pertama program amnesti pajak pada 30 September 2016, angka tebusan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara sudah tembus Rp 12,46 miliar. Angka tersebut merupakan tebusan dari 173 wajib pajak yang telah mengikuti program amnesti pajak di KPP tersebut.

“Itu jumlah tebusan yang dibayarkan wajib pajak. Kalau untuk harta kekayaan yang dideklarasikan totalnya sekitar Rp 545,79 miliar,” ujar Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono kepada MuriaNewsCom, Selasa (27/9/2016).

Menurutnya, penentuan angka tebusan tersebut tidak bisa langsung dipersentasekan dari total harta kekayaan yang dideklarasikan. Sebab, masing-masing wajib pajak berbeda-beda angka harta kekayaan yang dideklarasikan.

“Ada yang kena tebusan sangat sedikit dan ada yang agak banyak. Itu sesuai dengan jenis harta kekayaan yang dideklarasikan. Kami menentukan berapa tebusan yang harus dibayar per-wajib pajak, bukan secara global,” terang Endaryono.

Lebih lanjut ia mengemukakan, antusiasme masyarakat Jepara cukup tinggi dalam mengikuti program pengampunan pajak. Beberapa kali dilakukan sosialisasi, juga banyak yang hadir untuk mengikutinya. Selain itu, wajib pajak yang datang sendiri ke kantor KPP Pratama Jepara juga semakin banyak.

“Apalagi mendekati masa akhir periode pertama program amnesti pajak ini. Wajib pajak yang ingin mengikuti amnesti pajak semakin banyak. Mereka tentu ingin mendapatkan tebusan dengan angka yang rendah dari pada saat memasuki periode kedua dan ketiga,” jelasnya.

Endaryono menambahkan, program gerai pelayanan amnesti pajak juga masih tetap berjalan. Selain itu pelayanan mobil keliling untuk melayani konsultasi juga masih dilaksanakan. Diharapkan, masyarakat atau wajib pajak tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti amnesti pajak pada periode awal ini agar angka tebusan jauh lebih rendah.

Editor : Akrom Hazami

KPP Pratama Jepara Beri Penghargaan Pembayar Pajak Tertinggi

Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono mengungkapkan terima kasihnya kepada Soebandi di Kecamatan Welahan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)  

Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono mengungkapkan terima kasihnya kepada Soebandi di Kecamatan Welahan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara memberikan penghargaan kepada Soebandi, sosok yang selama ini dinilai mampu membayar pajak tertinggi dan turut serta mensukseskan program amnesti pajak di kabupaten setempat. Penghargaan tersebut diberikan di sela-sela sosialisasi amnesti pajak di Kecamatan Welahan, Jepara.

Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono mengemukakan, Soebandi adalah wajib pajak yang selama ini terbilang taat dan patuh pada pajak di Jepara. Selain itu, meski sudah taat dan patuh pajak, Soebandi juga diketahui ikut serta dalam program amnesti pajak.

“Beliau seorang pengusaha rokok yang cukup besar di Kabupaten Jepara. Selama ini beliau yang cukup besar dalam membayar pajak dibanding yang lainnya,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Jumat (23/9/2016).

Menurutnya, meski selama ini Kabupaten Jepara dikenal sebagai kota ukir dan banyak sekali pengusaha mebel dengan kelas ekspor. Namun, kontribusi para pengusaha itu tidak sebesar yang dilakukan oleh Soebandi. Untuk itu, pihaknya berharap, sosok Soebandi tersebut dapat menginspirasi para wajib pajak lainnya.

“Selain itu pula, pak Soebandi juga mendukung penuh program amnesti pajak. Ia mampu memberikan contoh, bahkan juga mampu menginisiasi agenda sosialisasi amnesti pajak kepada sejumlah pengusaha di wilayah Kecamatan Welahan,” terang Endaryono.

Lebih lanjut, Endaryono mengatakan, sosialisasi amnesti pajak yang digelar di Kecamatan Welahan tersebut juga berkat kerja sama dengan pemerintah desa setempat, dan dibantu oleh Soebandi. Ada sejumlah pengusaha besar dan menengah yang turut serta hadir dalam sosialisasi tersebut.

“Diharapkan dengan sosialisasi kepada masyarakat secara langsung dapat memberikan pemahaman yang utuh mengenai program amnesti pajak. Sebab, ketika pemahaman tidak utuh dikhawatirkan masyarakat takut dengan program yang bertujuan membangun bangsa tersebut,” jelasnya.

Dari agenda sosialisasi tersebut, masyarakat atau pengusaha di kawasan Kecamatan Welahan cukup antusias mendengarkan dan aktif bertanya mengenai amnesti pajak. Menurut Endaryono, itu menunjukkan bahwa masyarakat mendukung penuh program dari pemerintah untuk pembangunan tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Kodim 0719 Jepara: Wujudkan Bela Negara dengan Patuh Bayar Pajak

Sebuah spanduk dukungan Kodim 0719 Jepara terhadap kepatuhan membayar pajak terpasang di arena lapangan yang digunakan untuk pembukaan program TMMD. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sebuah spanduk dukungan Kodim 0719 Jepara terhadap kepatuhan membayar pajak terpasang di arena lapangan yang digunakan untuk pembukaan program TMMD. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Kodim 0719 Jepara secara resmi telah memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pada Selasa (20/9/2016) dan akan berakhir pada 19 Oktober 2016. Program tersebut selain melakukan pembangunan fisik juga ada kegiatan nonfisik.

Disadari atau tidak, pelaksanaan pembangunan bangsa membutuhkan pendanaan. Salah satu sumber pendanaan negara yang paling besar adalah dari sektor pajak. Untuk itu, dalam TMMD kali ini, antara TNI dengan sektor perpajakan saling mendukung.

“Kita wujudkan bela negara dengan patuh membayar pajak. Sebab pajak juga menjadi sektor yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara ini,” kata Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki, Selasa (20/9/2016).

Pada program TMMD reguler ke-97 yang dipusatkan di Desa Bringin Kecamatan Batealit Jepara, dan dibuka di lapangan sepak bola Desa Bantrung Kecamatan tersebut, terlihat antara Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama dengan Kodim 0719 Jepara dan instansi terkait saling mendukung.

Di lokasi pembukaan TMMD banyak terpasang spanduk berkait dengan kepatuhan membayar pajak termasuk amnesti pajak yang saat ini terus disosialisasikan pemerintah. Kalimat mewujudkan bela negara dengan patuh bayar pajak juga tertulis dalam spanduk yang ada di area lapangan pembukaan TMMD tersebut.

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono mengatakan, pajak menjadi sektor terbesar penyumbang pendapatan negara atau APBN bagi bangsa Indonesia. Antara sektor pajak dengan TNI memiliki kesamaan dalam pembangunan bangsa.

“Taat dan patuh membayar pajak juga menjadi wujud bela negara. Dengan ketaatan dan kepatuhan membayar pajak itu, turut berkontribusi di dalam pembangunan bangsa dan negara ini,” kata Endaryono.

Ia menambahkan, dalam membangun bangsa yang hebat, semua sektor harus mendukung. Apalagi sektor yang bersinggungan secara langsung, seperti program TMMD baik melalui program fisik maupun nonfisiknya, dan dengan sektor pajak sebagai penyokong dana.

Editor : Akrom Hazami

Banyak Pengusaha di Jepara Tak Bayar Pajak

Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono saat memberikan keterangan tentang pentingnya pajak untuk pembangunan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ))

Kepala KPP Pratama Jepara, Endaryono saat memberikan keterangan tentang pentingnya pajak untuk pembangunan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ))

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara mencatat, kontribusi para pengusaha di Kabupaten Jepara untuk negara melalui ketaatan terhadap pajak masih sangat rendah. Dari 239 ribu pengusaha yang berpotensi memberikan kontribusi pajak, hanya 22 ribu yang terdaftar di KPP Pratama Jepara.

“Itu artinya tidak lebih dari 10 persen saja pengusaha yang berkontribusi terhadap pajak. Yang lainnya tidak terdaftar secara administratif di kantor pajak dalam bentuk NPWP dan tidak membayar pajak,” ujar Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono kepada MuriaNewsCom, Sabtu (17/9/2016).

Menurutnya, secara keseluruhan kontribusi nonpegawai termasuk di dalamnya adalah para pengusaha, hanya sekitar Rp 33 miliar. Itu jauh dibawah kontribusi pegawai yang mencapai Rp 78 miliar lebih. kondisi itu berbeda dengan kalangan pegawai seperti PNS, dan karyawan swasta maupun buruh.

“Total penduduk di Jepara sekitar 1,1 juta orang. Dari jumlah itu, yang berpotensi memiliki NPWP sekitar 314 ribu orang. Tetapi faktanya baru 68.650 orang yang memiliki NPWP. Artinya baru 21 persen yang ikut di dalam pembangunan negara,” terangnya.

Dari jumlah 68.650 tersebut, justru 46 ribunya yang terdaftar di kantor pajak atau memiliki NPWP adalah kalangan pegawai, baik negeri maupun swasta. Angka itu jauh di atas kalangan pengusaha. Padahal, kata Endaryono, pengusaha memiliki waktu dan aktivitas yang lebih longgar dengan penghasilan yang lebih besar daripada pegawai.

“Sedangkan yang menyampaikan SPT secara keseluruhan juga masih jauh di bawah 68 ribu wajib pajak tersebut. Ini yang menjadi keprihatianan kita,” katanya.

Ia juga menyayangkan di Jepara banyak sekali pengusaha yang sudah eksportir namun banyak sekali yang belum taat pajak. Bahkan, dia juga mengetahui banyak pula yang berusaha menghindari pajak dengan berbagai cara.

“Konsidi itulah yang menjadi salah satu alasan dikeluarkannya undang-undang tax amnesty. Harapannya, mereka yang belum patuh terhadap pajak dapat memanfaatkan pengampunan pajak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, satu atau dua tahun depan direncanakan negara akan mampu mengetahui penghasilan warganya. Melalui itu juga akan diketahui siapa saja yang taat dan tidak taat terhadap pajak. Sehingga diharapkan kesempatan amnesti pajak dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Editor : Akrom Hazami

Meneladani Nabi Ibrahim, Mari Berkurban dan Taat Bayar Pajak

amnesti

Ilustrasi KPP Pratama Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Pada momentum perayaan Hari Raya Idul Adha, semua umat muslim dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan agama. Itu penting karena sebagai wujud ketakwaan pada Allah SWT.

Anjuran berkurban tersebut berawal dari era Nabi Ibrahim. Kala itu, Ibrahim diminta untuk mengorbankan apa yang menjadi milik dan yang dicintainya karena ia paham bahwa sejatinya semua milik Allah SWT. Tak disangka, Ibrahim bakal mengorbankan anak kesayangannya bernama Ismail, Tuhan melalui kuasa-Nya mengirimkan hewan sebagai ganti Ismail untuk dikurbankan dengan cara disembelih.

Selain hikmah berqurban, Nabi Ibrahim juga mengajarkan cinta pada tanah air. Itu seperti yang tertuang dalam kitab suci Alquran Surat Al Baqarah ayat 126 dan Surat Ibrahim ayat 35. Keduanya disebutkan bahwa Nabi Ibrahim berdoa agar negerinya aman, sentosa.

Kini bertepatan pada hari raya Idul Adha 1437 H, kiranya perlu untuk meneladani sosol Nabi Ibrahim. Tidak hanya melakukan qkurban di masjid, musala atau di rumah masing-masing. Namun juga meneladani kecintaan terhadap tanah air.

Salah satu implementasi cinta tanah air adalah dengan taat membayar pajak. Ketaatan membayar pajak sangat berdampak pada keberlangsungan bangsa karena pajak menjadi sumber pendanaan negara paling besar di Republik Indonesia.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara, Endaryono mengatakan, di negeri ini, kewajiban warga negara adalah membayar pajak yang peruntukannya diatur oleh negara. Sebab, pajak menjadi sektor terbesar menyumbang pendanaan negara.

“Kalau pajak ini tidak dibayar, hal-hal berkaitan pembangunan, sarana dan prasarana, gaji PNS dan sebagainya, tidak mungkin bisa terpenuhi. Jadi, kita sebagai warga negara yang baik harus mengikuti ketentuan yang diatur oleh negara. Artinya, kita mengeluarkan atau membayar pajak adalah wujud kecintaan kita kepada tanah air,” kata Endaryono.

Termasuk dengan berkurban pula, akan mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat Indonesia untuk kemaslahatan umat dan peduli kepada sesama dan fakir miskin di seluruh Indonesia. “Semoga Indonesia bisa semakin sejahtera dan mandiri,” pungkasnya.

Saking pentingnya cinta tanah air, umat Islam khususnya di Indonesia tidak asing dengan istilah hubbul wathon minal iman (Cinta tanah air sebagian dari iman). Ungkapan itu muncul sebagai upaya pemersatu bangsa agar semua umat Islam bersatu untuk membela tanah air.

Editor : Akrom Hazami

Sosialisasi Laporan Pajak Pribadi Digelar di Jepara

laporan-pajak

Perwakilan Inspektorat Pemkab Jepara menggelar sosialisasi laporan pajak-pajak pribadi (LP2P) di Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (8/9/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Usai digelar sosialisasi amnesti pajak yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara, kini giliran Inspektorat Pemkab Jepara yang menggelar sosialisasi laporan pajak-pajak pribadi (LP2P) di Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (8/9/2016) dengan pemateri utama adalah KPP Pratama Jepara.

Sekretaris Inspektorat Jepara, Heny Nurcahyani menjelaskan, sejalan dengan perkembangan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta untuk meningkatkan integritas di lingkungan Pejabat dan Pegawai Negeri Sipil (PNS), perlu dilakukan penyesuaian terhadap ketentuan mengenai kewajiban dan tata cara penyampaian  LP2P bagi pejabat atau pegawai.

“Terkait hal tersebut, Inpektorat Pemkab Jepara melaksanakan sosialisasi tata cara pengisian laporan pajak–pajak pribadi (LP2P). Dengan peserta yang terdiri dari para Pejabat Pengelola Kepegawaian dan Bendahara Pengeluaran di seluruh SKPD dan Sekolah,” ujar Heny.

Menurutnya, pelaksanaan acara ini berdasarkan ketentuan UU RI No. 6 Tahun 1993 tentang Tata Cara Perpajakan, UU No. 7 Tahun 1993 tentang Pajak Penghasilan, Keputusan Mendagri No. 4 Tahun 2004 tentang LP2P. Tujuan utamanya untuk menyatukan persepsi tentang pelaporan LP2P yang cepat, tepat dan tertib administrasi.

Kegiatan ini menampilkan dua pemateri sekaligus. Pemateri pertama dari  KPP Pratama Jepara tentang tata cara Pengisian LP2P dan pemateri kedua dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tentang Disiplin PNS.

Sementara itu, Sekda Jepara Sholih dalam sambutan menyatakan pelaporan LP2P ini wajib dan sangat penting. Dasarnya adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 1986 Jo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2004, Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 800/300/Sj tanggal 23 Januari 2013 tentang Penyampaian Laporan Pajak-Pajak Pribadi (LP2P) Tahun 2013.

“Pada prinsipnya seluruh  PNS golongan III dan IV di setiap SKPD berkewajiban untuk melaporkan LP2P kepada Inspektorat yang kemudian dilanjutkan ke Mendagri,” katanya.

Ia menambahkan, manfaatnya sangat jelas dan laporan tersebut berguna untuk pencegahan kebocoran penerimaan uang Negara dari sektor pajak. Untuk itu dengan adanya acara ini diharapakan, kepala SKPD melalui bendahara masing-masing agar rutin menyampaikan laporan LP2P setiap tahunnya.

Tercatat data di BKD jumlah pegawai golongan III ke atas di Kabupaten Jepara ada 7.809 PNS. Terdiri 1.442 orang PNS golongan III/a dan Golongan III/b keatas jumlahnya mencapai 6.367 PNS. Pengurusan LP2P ini akan banyak diurus pada akhir tahun. Namun diingatkan ini sudah bulan September, untuk itu  seluruh PNS diimbau agar secepatnya dapat mulai  mengisi LP2P.

Editor : Akrom Hazami

KPP Pratama Jepara Sosialisasikan Amnesti Pajak ke Pejabat

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono menjelaskan mengenai amnesti pajak kepada pejabat di Kabupaten Jepara, Rabu (7/9/2016). (MuriaNewsCom/ Wahyu KZ)

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono menjelaskan mengenai amnesti pajak kepada pejabat di Kabupaten Jepara, Rabu (7/9/2016). (MuriaNewsCom/ Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara menggelar sosialisasi Amnesti Pajak kepada pejabat, baik yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkopinda), pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun pimpinan instansi lainnya di Pendapa Kabupaten Jepara, Rabu (7/9/2016). Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda Update Tax Amnesty.

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono menjelaskan, pihaknya menggelar agenda tersebut untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai amnesti pajak kepada pejabat dan pimpinan instansi di Kabupaten Jepara. Itu dilakukan agar semua unsur dan elemen paham betul mengenai program pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan nasional tersebut.

“Saya berharap keresahan dan kegelisahan terkait kegiatan tax amnesty ini bisa terjawab dengan lega. Kami merasa perlu mendapatkan dukungan terutama unsur pemerintah tingkat kabupaten untuk melancarkan pelaksanaan program tax amnesty ini,” ujar Endaryono saat memberikan sambutan awal dalam kegiatan tersebut.

Endaryono mengakui belakangan ini banyak bergulir rumor bernada amnesti pajak salah sasaran, mengejar masyarakat kecil, dan lain sebagainya. Maka pihaknya merasa penting untuk memberikan paparan yang jelas tentang amnesti pajak. “Selain persoalan tersebut yang harus terjawab, juga kami sampaikan begaimana latar belakang dan pentingnya amnesti pajak ini bagi pembangunan bangsa,” katanya.

Menurutnya, kondisi ekonomi negara saat ini cukup memprihatinkan. Kementerian Keuangan sampai memangkas anggaran. Pertama, anggaran dipangkas sebesar Rp 133 triliun, dan kemarin juga dilakukan penghematan sebesar Rp 137 T, berupa penghematan anggaran dan penundaan Dana Alokasi Umum (DAU). “Itu terjadi karena penerimaan pajak berjalan stagnan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi global sudah sangat melambat dan dampaknya ke negara kita. Sekarang negara butuh dana dari pajak,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, muncul Undang-Undang tentang Amnesti Pajak, nomor 11 tahun 2016 yang hanya sedikit sekali itu dijelaskan bahwa amnesti pajak untuk semua warga Indonesia, yang sudah memenuhi persyaratan baik secara subjektif maun objektif. “Yang memenuhi persyaratan berupa penghasilan yang di atas Rp 4,5 juta. Tapi perlu diketahui bahwa penghasilan tidak hanya gaji saja tetapi semua tambahan kemampuan ekonomis. Misal saya punya gaji 30 juta, istri buka kos-kosan, dan yang lain itu masuk penghasilan kita,” terangnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini masih banyak di antara kita, khususnya warga Jepara yang memenuhi persyaratan untuk membayar pajak termasuk pula memenuhi persyaratan mengikuti amnesti pajak, tetapi tidak mendaftarkan diri. “Yang sudah punya NPWP dan gaji dipotong oleh bendahara. Masih punya hak ikut amnesti jika masih punya sumber penghasilan lain dalam bentuk usaha maupun yang lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih mengatakan, sektor pajak di negara Indonesia memang sangat penting karena mayoritas pendapatan Negara dari sektor tersebut. Program amnesti pajak juga tidak kalah penting, untuk memperbaiki pendapatan negara.

“Saking pentingnya, sampai-sampai pak Presiden sendiri secara langsung melakukan sosialisasi amnesti pajak. Kebetulan kami juga mengikuti saat sosialisasi di Semarang beberapa waktu lalu,” kata Sholih.

Ia berharap agar semua wajib pajak yang berkewajiban atau berhak mengikuti amnesti pajak segera melakukan pendaftaran, atau jika belum paham mengenai program amnesti pajak dapat segera dikonsultasikan.

Editor : Akrom Hazami

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf Minta Warga Jepara Taat Pajak

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf  menghadiri pengajian di Pendapa Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf  menghadiri pengajian di Pendapa Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Dai kondang Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghadiri pengajian di Pendapa Kabupaten Jepara, yang dikemas dalam acara Jepara Bersholawat. Pada momen tersebut, Habib yang memiliki suara khas tersebut meminta agar warga Jepara taat pajak.

“Semoga semua warga masyarakat Jepara taat terhadap pajak,” ucap Habib Syech di sela-sela mauidhoh hasanahnya di hadapan ribuan jamaah pengajian tersebut, Jumat (2/9/2016) malam.

Menurut Habib Syech, ketaatan terhadap pajak menunjukkan kecintaan terhadap negara dan bangsa Indonesia. Apalagi dalam Islam juga mengenal cinta tanah air sebagai bagian yang sangat penting.

Hal senada juga disampaikan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi yang hadir pula sebagai tuan rumah Jepara Bersholawat. Menurut Marzuqi , semua warga Jepara harus taat terhadap pajak. Sebab, sangat besar peran pajak terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

“Kontribusi sektor pajak sangat besar dalam pendanaan kebutuhan negara. Sehingga, semua warga masyarakat Kabupaten Jepara sebagai masyarakat yang taat kepada pemerintah harus menaati pajak,” kata Marzuqi.

Lebih tegas ia mengatakan, pada momentum dilaksanakannya program amnesti pajak seperti saat ini, diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua wajib pajak. Lebih-lebih wajib pajak yang selama ini nunggak atau pun tidak membayar pajak secara penuh.

Habib Syech dalam acara tersebut, seperti halnya pada acara-acara di tempat lain, lebih banyak mengumandangkan sholawat nabi dengan suara khas yang dimilikinya. Kehadirannya mendapatkan sambutan yang sangat meriah oleh masyarakat Jepara dan sekitarnya. Terbukti, jamaah tidak hanya dari Jepara, namun juga dari Kudus, Demak dan kota tetangga lainnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tontowi Ajak Setiap Atlet dan Warga Bisa Taat Bayar Pajak

 

Jajaran KPP Pratama Jepara berfoto bersama pebulutangkis Indonesia Tantowi Ahmad, di Ocean View, Senin (29/8/2016). Tontowi memang datang untuk berlibur usai meraih medali emas di Olimpiade Brasil. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jajaran KPP Pratama Jepara berfoto bersama pebulutangkis Indonesia Tantowi Ahmad, di Ocean View, Senin (29/8/2016). Tontowi memang datang untuk berlibur usai meraih medali emas di Olimpiade Brasil. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kedatangan pebulutangkis Tontowi Ahmad yang baru saja meraih medali emas di Olimpiade Rio de Jenairo, Brasil, di Kabupaten Jepara, memang mendapat sambutan yang luar biasa.

Bukan saja disambut Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan warga yang mengetahui kedatangannya di Ocean View, namun juga disambut jajaran Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jepara, yang juga sengaja menyambutnya.

Owi (sapaan Tantowi Ahmad, red) merasa senang mendapatkan sambutan yang hangat tersebut. Bahkan, sebagai atlet kelas dunia, ia juga mengaku senang dengan apresiasi yang diberikan pemerintah setelah mendapatkan medali emas.

”Peran pemerintah sangat penting. Termasuk juga soal pendanaan. Jadi pajak juga sangat penting, karena seperti yang kita tahu dana dari pemerintah banyak yang didapat melalui pajak,” kata Owi kepada MuriaNewsCom, Senin (29/8/2016).

Tak hanya itu. Owi juga mengajak para atlet untuk tetap taat terhadap pajak. Selain itu juga berharap agar masyarakat Indonesia selalu taat dan patuh terhadap pajak, mengingat pentingnya peran pajak untuk bangsa ini.

”Yang pasti, mudah-mudahan pemerintah terus mendukung atlet Indonesia. Sebab atlet tidak dapat berprestasi tanpa pendanaan. Atlet dan masyarakat harus taat terhadap pajak,” katanya.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono mengatakan, pembinaan maupun penghargaan untuk atlet di Indonesia lebih bagus lagi melalui pendanaan yang cukup.

”Untuk itu peran pajak dalam menyumbang dana ke negara sangat penting. Semoga atlet di Indonesia ini terus berprestasi, dengan peran pemerintah terutama dalam hal pembinaan dan penghargaan,” katanya.

Owi tiba di Residence Hotel Ocean View, Tegalsambi, Jepara, sekitar pukul 14.00 WIB. Owi didampingi istrinya Michelle Harminc dan anak laki-lakinya yang bernama Danish Arsenio Ahmad.

Ocean View merupakan lokasi yang pertama dipilih Owi untuk berlibur. Kebetulan resort itu memang milik Vira, yang tak lain adalah ibu kandung Michelle Harminc.

Kehadiran Owi di Jepara ini menarik perhatian berbagai kalangan di Kota Ukir. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bahkan mendatangi Owi di Ocean View. Puluhan warga juga memadati salah satu resort ternama di Jepara itu. Tentu saja, mereka juga tak melewatkan momen itu untuk berfoto bersama peraih emas olimpiade itu.

Editor: Merie

Rp 360 juta Uang Tebusan Amnesti Pajak Terkumpul di KPP Pratama Jepara

pajak

Petugas dari KPP Pratama melayani masyarakat yang berkonsultasi mengenai amnesti pajak di gerai BNI cabang Jepara, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Sekitar 46 wajib pajak telah membayar tebusan amnesti pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara. Dari jumlah tersebut, uang tebusan yang telah terkumpul sekitar Rp 360 jutaan.

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono mengatakan, data 46 wajib pajak yang telah ikut program amnesti pajak itu sampai Kamis (25/8/2016). Data itu terus bertambah seiring dengan masih dibukanya pelayanan amnesti pajak di wilayah Kabupaten Jepara.

“Animo masyarakat untuk mengikuti program amnesti pajak di Jepara cukup tinggi. Ada sekitar 400-an wajib pajak yang telah mendatangi pelayanan amnesti pajak di KPP Pratama Jepara, untuk berkonsultasi,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Jumat (26/8/2016).

Menurutnya,dari jumlah wajib pajak yang telah mengikuti amnesti pajak itu diketahui belum ada yang memasukkan uang dari luar negeri, alias semuanya masih bersifat deklarasi aset dalam negeri. Selain itu juga didominasi wajib pajak pribadi, bukan badan.

“Kalau saya melihatnya antusiasme masyarakat atau wajib pajak dengan amnesti pajak ini cukup tinggi. Untuk itu, kami membuka 11 tempat layanan amnesti pajak baru yang tersebar di kantor perbankan maupun di toko dan di tempat-tempat strategis,” ungkapnya.

Endaryono juga mengemukakan, khusus di perbankan memang untuk memberikan kemudahan. Ketika di bank, baik di BNI maupun di Bank Mandiri dan BRI, masyarakat bisa konsultasi dan mengurus langsung. Setelah semuanya selesai, berkasnya baru kemudian diserahkan ke kantor KPP Pratama Jepara.

“Digerai ini bisa dilakukan konsultasi dan pengurusan lainnya, termasuk membayar tebusan. Setelah berkas lengkap baru ke kantor KPP Pratama Jepara. Itu lebih mudah dan tidak perlu bolak-balik,” katanya.

Pihaknya juga membuka layanan melalui nomor Whatsapp di 0812 1010 516. Baru beberapa hari dibuka layanan melalui nomor WA tersebut, ia mengaku antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk berkonsultasi.

Editor : Akrom Hazami

Animo Tinggi, KPP Pratama Jepara Buka 11 Titik Gerai Amnesti Pajak

pajak

Pihak KPP Pratama Jepara terus menyiapkan diri menghadapi program amnesti pajak, Kamis. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Mempertimbangkan animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap program amnesti pajak. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama membuka sebanyak 11 titik gerai amnesti pajak. Gerai tersebut merupakan tempat layanan untuk program amnesti pajak dan ditempatkan di sejumlah lokasi, seperti di perbankan dan toko besar yang ada di Kabupaten Jepara.

Pembukaan pelayanan di luar kantor KPP Pratama tersebut dilakukan di BNI cabang Jepara, Kamis (25/8/2016). Secara simbolis, gerai tersebut dibuka ditandai dengan pemotongan pita di pintu ruangan khusus di lantai satu BNI cabang Jepara.

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono mengatakan, melalui gerai tersebut diharapkan semakin memudahkan pelayanan amnesti pajak bagi para masyarakat khususnya wajib pajak. Sebanyak 11 titik yang dipilih merupakan tempat yang dinilai strategis bagi masyarakat yang berpotensi memanfaatkan program amnesti pajak.

“Melihat animo masyarakat yang begitu tinggi terhadap program amnesti pajak, kami membuka layanan di tempat-tempat strategis. Seperti di perbankan agar semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan pelayanan tentang amnesti pajak,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/8/2016) usai meresmikan gerai amnesti pajak di kantor BNI cabang Jepara.

Menurutnya, khusus di perbankan memang untuk memberikan kemudahan. Ketika di bank, baik di BNI maupun di Bank Mandiri dan BRI, masyarakat bisa konsultasi dan mengurus langsung. Setelah semuanya selesai, berkasnya baru kemudian diserahkan ke kantor KPP Pratama Jepara.

“Digerai ini bisa dilakukan konsultasi dan pengurusan lainnya, termasuk membayar tebusan. Setelah berkas lengkap baru ke kantor KPP Pratama Jepara. Itu lebih mudah dan tidak perlu bolak-balik,” katanya.

Lebih lanjut Endaryono mengemukakan, selain di perbankan pihaknya juga membuka layanan di toko swalayan dan di kecamatan yang ada di Kabupaten Jepara. Untuk di kecamatan sendiri, pelayanan menggunakan mobil keliling yang telah terjadwal. Di toko dan di kecamatan tersebut dibuka layanan untuk lebih mendekatkan pelayanan dengan masyarakat.

“Ibaratnya kita lakukan jemput bola. Selain memudahkan juga mendekatkan layanan ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, pimpinan BNI cabang Jepara, Bagus Ardani Sutoyo mengatakan, pihaknya senang dapat bekerjasama secara langsung dengan KPP Pratama Jepara. Ia mengaku mendukung penuh program pemerintah khususnya memberikan penyadaran untuk taat pajak.

“Seperti yang kita ketahui bahwa pajak sangat penting bagi pembangunan negeri ini. Keuangan negara ditopang oleh sektor pajak. Kami di perbankan sangat mendukung itu,” ungkapnya.

Sejauh ini petugas yang ada di BNI telah dididik mengenai amnesti pajak baik di Jakarta maupun dari KPP Pratama Jepara melalui bintek. Sehingga nantinya pelayanan juga dapat dilakukan oleh petugasnya. Namun rencananya, pelayanan akan tetap didampingi dari petugas KPP Pratama Jepara.

Selain membuka gerai untuk layanan amnesti pajak. KPP Pratama Jepara juga menambah jam layanan. Tidak hanya jam kerja biasa saja, namun juga akhir pekan baik Sabtu maupun Minggu.

Editor : Akrom Hazami

KPP Pratama Jepara: Pelayanan Amnesti Pajak Tak Dibebani Biaya Apapun

amnesty e

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara menegaskan bahwa pelayanan amnesti pajak tidak dibebani biaya apapun. Sehingga wajib pajak diminta untuk datang langsung ke kantor pelayanan amnesti pajak yang ada di KPP Pratama Jepara.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono. Menurutnya, layanan terkait program amnesti pajak yang dilaksanakan oleh Ditjen Pajak tidak dibebankan biaya apapun, termasuk juga di KPP Pratama Jepara.

“Seluruh pembayaran uang tebusan amnesti pajak dilakukan melalui sistem elektronik e-billing pada Bank Persepsi,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Senin (22/8/2016).

Lebih lanjut ia mengemukakan, apabila ada oknum pegawai yang meminta imbalan dalam bentuk apapun dalam pelayanan amnesti pajak, maka wajib pajak atau masyarakat dapat melaporkannya. Pelaporan dapat dilakukan secara langsung di KPP Pratama Jepara maupun melalui layanan pengaduan amnesti pajak di 1500 200 atau hotline Direktur Jenderal Pajak di 0813 1050 3747.

“Ketika melakukan pengaduan juga harus disertai informasi lengkap seperti identitas pegawai terutama nama dan unit kerja oknum pegawai yang bersangkutan dan identitas pelapor termasuk nama dan nomor KTP,” ungkap Endaryono.

Ia juga mengatakan, wajib pajak atau masyarakat diimbau untuk datang langsung ke help desk di KPP Pratama Jepara, atau ke ruang khusus pelayanan amnesti pajak yang telah disediakan. Itu penting agar menghindari oknum yang meminta imbalan tertentu dengan menawarkan jasa pengurusan amnesti pajak namun tidak dapat dipertanggung jawabkan.

“Diharapkan datang sendiri ke KPP Pratama Jepara, kami sudah menyiapkan ruangan khusus. Kami juga menjamin kerahasiaan identitas wajib pajak yang mengikuti program amnesti pajak ini,” terangnya.

Ia menambahkan untuk menghindari antrean dan penumpukan di akhir periode pertama amnesti pajak 30 September 2016. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat atau wajib pajak agar tidak menunggu hingga menjelang akhir periode tersebut.

Editor : Akrom Hazami