Tim Sepak Takraw Jepara Incar Kemenangan di Demak

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tim Sepaktakraw Jepara targetkan menyabet gelar juara pada ajang bertitel Piala Bupati Demak. Berangkat pada Jumat (21/7/2017) pagi, mereka memboyong 10 atlet putra putri. 

Ketua rombongan Nurcholis mengatakan, total yang dibawa ke Kota Wali berjumlah 14 orang termasuk pendamping. Mereka menargetkan kemenangan pada ajang yang diselenggarakan Jumat-Minggu (21-23/7/2017). 

“Target kami juara. Jadi pada ajang ini kami maksimalkan betul kemampuan kami,” ujar anggota bidang kepelatihan Pengkab PSTI Jepara, Sabtu (22/7/2017). 

Suko Hartono Kabid Perencanaan dan program latihan Pengcab PSTI Jepara mengatakan hal serupa. Ia mengaku optimis akan target itu.

Namun demikian, dirinya tak menganggap enteng lawan-lawan yang akan dihadapi pada ajang tersebut. “Semua (tim) sama peluangnya, kami sudah sering bertemu peta kekuatan tidak banyak berubah. Namun demikian kita harus siap dan menyiapkan tim demi meraih juara,” harap Suko. 

Editor : Kholistiono

Hadapi PSCS Cilacap, Persijap Siap Jaga Aura Positif  

 

Suasana latihan Persijap Jepara sebelum berangkat ke Cilacap.(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap cukup percaya diri menghadapi pertandingan tandang melawan PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017). Memetik kemenangan 1-0 pada laga pertama melawan anak asuhan Barnowo, Laskar Kalinyamat yang ditukangi oleh Fernando Sales berusaha mempertahankan atmosfer tersebut. 

 “Latihan untuk mempersiapkan laga ini (lawan PSCS) telah dimulai pada Senin sore. Dan saya cukup puas dan senang dengan performa yang ditunjukan oleh pemain selama latihan,” kata Fernando.

 Ia mengatakan, saat ini anak-anak asuhnya fokus dengan permainan, usai memenangkan laga pada akhir pekan kemarin. Pelatih asal Brazil ini yakin, jika pemainnya menjaga kualitas dan bermain sesuai arahannya, Persijap dapat merebut poin di Stadion Wijayakusuma. 

Pada leg kedua ini, Persijap mendapat suntikan enam pemain anyar yang mengisi semua lini. Mereka adalah, kiper Yusuf Wahyu Prayudha, Nurmufid Fastabiqul Khoirot yang berposisi sebagai pemain belakang, Tommy Oropka, Joko Tutuko dan Syahrul Romadhon yang berposisi sebagai penyerang sayap. Sementara seorang lagi yakni Redo Rinaldi berposisi sebagai penyerang depan. 

Meskipun demikian, Fernando berkata tak lantas merubah lini tim secara drastis. Hal ini guna menjaga ritme permainan dan racikan strategi yang telah diramu oleh tim pelatih. 

“Kami memboyong 20 pemain ke Cilacap. Kami percaya jika memenangkan pertandingan ini kami akan kembali pada jalur juara. Tidak ada pilihan lain untuk laga ini, selain ya dan ya (menang dan menang),” tutur dia. 

 Adapun, informasi yang dikumpulkan oleh MuriaNewsCom, Laskar Kalinyamat bertolak ke Cilacap pada Kamis (20/7/2017) malam. Hal ini mengingat jarak antara Jepara dan Kabupaten Cilacap yang terbilang jauh, sekitar 10 jam.

 

Editor : Kholistiono 

 

 

 

 

Tega Bener, Bayi yang Baru Lahir Ini Dimasukkan Kantong Plastik Lalu Dibuang di Persawahan

Suasana evakuasi mayat bayi yang ditemukan di Desa Mayong Lor, Kecamtan Mayong, Jumat (21/07/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Mayong Lor , Kecamatan Mayong, Jepara, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat bayi, di areal persawahan. Peristiwa itu terjadi Jumat (21/7/2017) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolsek Mayong AKP Budi Santoso mengungkapkan, saat ditemukan, bayi berjenis kelamin perempuan itu dibungkus dalam kantong plastik warna merah dan dimasukan dalam tas belanja. “Tali pusar bayi tersebut masih menempel. Diperkirakan, usia bayi baru sekitar dua hari,” ujarnya. 

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Ngasiman (50). Ketika sedang menggarap sawah milik Zubaidi, ia membaui ada bau tak sedap dari arah tas belanja. Saat itu, dirinya mengira bungkusan itu adalah bangkai ayam dan tak memerdulikannya. 

Namun, karena rasa penasarannya, ia lantas menghampiri dan membuka tas belanja tersebut. Bukan bangkai ayam yang ditemukan, namun mayat bayi. Mengetahui temuannya tak lazim, Ngasiman langsung menunjukannya kepada rekannya Sudarmi dan Suheri.

“Saat itu saksi pertama atas nama Ngasiman membawa dan hendak menguburkan mayat bayi itu. Namun hal itu dihalangi oleh warga, sehingga saksi mengembalikannya ke tempat ia menemukan,” terang Kapolsek Mayong. 

Setelahnya, lanjut Budi Santoso, Ngasiman baru memberitahu temuannya kepada pemerintah desa lalu ke Polsek Mayong. “Berdasarkan pemeriksaan dari Bidan Puskesmas Mayong, bayi diperkirakan berumur dua hari. Jasad bayi kemudian dibawa ke RSUD Jepara. Sementara pelaku pembuangan masih dalam tahap penyelidikan,” tutup Budi. 

Editor : Kholistiono

2 Wajib Pajak Bandel Asal Jepara Terancam Ditahan Agustus Nanti

Sel yang disediakan khusus untuk penunggak pajak. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua wajib pajak (WP) bandel asal Jepara terancam menghuni sel khusus pelanggar pajak yang ada di Rutan IIB Jepara. Kepastian itu tinggal menunggu surat izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara Endaryono, Jumat (21/7/2017). Menurutnya dua WP bandel itu adalah pengusaha nonmebel yang menunggak pajak hingga Rp 3 miliar. “Yang satu menunggak Rp 1 miliar, sedangkan yang satu menunggak Rp 2 miliar,” tuturnya. 

Dirinya menyebut, surat izin tersebut akan turun pada bulan Agustus. Jika sudah diterima oleh KPP Pratama Jepara, pihaknya akan segera mengeksekusi putusan tersebut dan melakukan penahanan badan atau Gijzeiling pada wajib pajak bandel itu. 

Menurutnya, sebelum menerapkan hukuman tersebut pihaknya telah menyarankan keduanya untuk ikut program tax amnesty. Namun anjuran itu tidak dilaksanakan.

“Mereka berdua berasal bukan dari pengusaha kayu. Sudah kami suruh ikut tax amnesty namun mereka tidak merespon secara positif,” katanya. 

Editor : Kholistiono

Bahaya! Jembatan Gerdu Jepara Bobrok, Begini Kondisinya

Beberapa pengendara sepeda motor sedang melewati Jembatan Gerdu yang kondisinya sudah rusak. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ketika wakil rakyat dan pejabat elit sedang ribut membahas Undang-Undang tentang  pemilihan umum, warga Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Jepara, justru masih berkutat dengan jembatan bobrok. Jembatan yang berdiri di dekat bendungan karet Welahan Bum itu, menjadi akses bagi warga perbatasan Jepara dan Demak. 

Pantauan MuriaNewsCom, fisik jembatan itu telah mengalami rusak di beberapa bagian. Seperti besi pengaman yang telah patah dan kayu landasan yang telah lapuk. 

Warga yang melewati jembatan ini tentu saja harus berhati-hati. Seperti Sarbini (60), ia harus bergantian dengan para pengendara motor yang ingin melewati penguhubung dua daerah itu. 

Ia mengatakan, jembatan itu memang telah lama mengalami kerusakan. Seingat dia, pernah ada janji dari pemerintah setempat untuk membenahi.

“Kalau tidak salah tahun sebelas (2011) ada rencana akan dibetulkan. Tapi ya sampai sekarang belum,” tuturnya, Jumat (21/7/2017). 

Menurutnya, beberapa bagian memang telah diperbaiki. Namun karena pengaruh cuaca dan penggunaan kondisi jembatan itu rusak lagi. 

Dirinya menyebut, setiap hari ia menggunakan jembatan itu untuk bekerja sebagai pemelihara lembu. “Saya warga Gerdu, tapi keseharian bekerja di Dusun Godang di seberang jembatan untuk memelihara sapi,” ujarnya. 

Warga lain Sarlan (65) mengatakan hal serupa. Jembatan itu telah lama rusak. Meskipun demikian, warga tetap menggunakannya.

“Kalau jembatan di sana-sana sudah dibenarkan. Cuma ini yang belum. Padahal warga masih menggunakan sebagai penghubung, untuk mengangkut hasil pertanian dari sini (Gerdu) ke Demak,” ungkapnya. 

Dirinya menuturkan, terdapat jembatan lain, namun demikian akses tersebut dinilai lebih singkat. “Ya harapannya diperbaiki lah, wong sarana transportasi juga,” pinta Sarlan. 

Editor : Kholistiono

Persijap Sempurnakan Tim Sebelum Masuk Putaran Kedua

Persijap saat menjamu PSCS Cilacap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (15/7/2017). Pada pertandingan tersebut Skuat Laskar Pelangi unggul dengan skor 1-0. Pada Sabtu (22/7/2017), giliran PSCS Cilacap menjadi tuan rumah. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Skuad Persijap Jepara berbenah jelang putaran kedua Liga 2. Enam pemain anyar resmi direkrut, namun ada pemain lawas yang meminta keluar dari tim.

Melalui rilis media, manajemen Persijap membeberkan enam pemain anyar yang telah dikontrak. Mereka adalah kiper Yusuf Wahyu Prayudha, Nurmufid Fastabiqul Khoirot yang berposisi sebagai pemain belakang, Tommy Oropka, Joko Tutuko dan Syahrul Romadhon yang berposisi sebagai penyerang sayap. Sementara seorang lagi yakni Redo Rinaldi berposisi sebagai penyerang depan.  

Mereka, menurut manajemen telah didaftarkan pada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator. 

Menurut CEO Persijap Esti Puji Lestari, kedatangan pemain anyar diharapkan membawa perubahan positif pada tim Laskar Kalinyamat. Meskipun telah merekrut pemain anyar, tak menutup kemungkinan akan kedatangan pemain lain.

“Masih ada waktu dua pekan (hingga 5 Agustus) untuk menambah pemain baru. Jika memang ada pemain bagus dan sesuai rekomendasi pelatih, kenapa tidak,” ujar Esti, Kamis (20/7/2017). 

Terpisah, Pelatih Kepala Persijap Fernando Sales mengakui hal itu. Ia berharap dengan tambahan pemain dapat membawa tim asuhannya ke jalur kemenangan.

Disinggung terkait beberapa pemain yang tak terlihat saat sesi latihan pada Kamis pagi, Fernando mengungkap memang ada pemainnya yang keluar. “Iya, Susanto (kiper) dan satu pemain lagi meminta untuk keluar dari klub. Jadi kita tak bisa mempertahankan pemain yang ingin pergi,” kata dia. 

Sebagai ganti Susanto sebagai penjaga gawang, Fernando mengatakan telah memiliki penggantinya. 

Terkait pemasangan pemain anyar pada laga melawan PSCS Cilacap, Sabtu (22/7/2017) esok, Fernando akan melihat situasi dan kondisi tim. “Namun kita belum tahu apa mereka (pemain baru) akan dimainkan sebagai starting eleven,lebih sebagai pilihan. Karena saya tak bisa melakukan perubahan sangat drastis pada tim inti,” tutur dia.

Editor : Kholistiono

Persediaan Air di Karimunjawa Menipis

Tempat penampungan air yang ada di Dukuh Kapuran, Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom,Jepara – Persediaan air di Pulau Karimunjawa mulai menipis. Selain dipengaruhi cuaca, kondisi itu juga disebabkan besarnya konsumsi saat musim liburan.

“Debit airnya memang berkurang, karena kering saat musim kemarau dan wisatawan banyak menggunakan saat liburan,” kata Camat Karimunjawa Budi Krisnanto, Kamis (20/7/2017). 

Dirinya mengatakan, stok air di pulau tersebut disimpan pada sebuah tandon yang berada di Kapuran. Adapun air diperoleh dari aliran yang berasal dari resapan yang kemudian dialirkan menuju bak tersebut. 

Camat menyebut, kondisi tersebut hanya dirasakan warga Karimunjawa. Sementara untuk Desa Kemojan yang masih berada dalam satu pulau tidak merasakannya.

“Di Pulau Nyamuk dan Parang tidak merasakan hal tersebut (kekurangan air), di sana kondisinya masih baik,” kata dia. 

Seorang warga, Sriyanto mengakui hal itu. Menurutnya, pasokan air hanya bisa mencukupi kebutuhan warga sekali sehari. Dirinya mensinyalir, pembangunan sumur bor oleh pihak hotel juga ditengarai menjadi penyebab. 

Editor : Kholistiono

Kedapatan Nongkrong di Kafe saat Jam Sekolah, 9 Pelajar di Jepara Dihukum Lafalkan Pancasila  

 

Pelajar yang ketahuan nongkrong masih berseragam dihukum lafalkan Pancasila, Kamis  (20/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sembilan pelajar kedapatan nongkrong masih menggunakan seragam sekolah di Pantai Teluk Awur, Tegal Sambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, saat jam sekolah, Kamis (20/7/2017). Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, mereka diamankan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jepara. 

Kepada petugas, mereka beralasan telah selesai mengikuti masa orientasi sekolah. Saat diciduk oleh Satpol PP, mereka sedang berada disebuah kafe yang ada di area wisata pantai tersebut.

Selain nongkrong, sembilan pelajar tersebut juga kedapatan menyimpan gambar tidak senonoh dalam ponsel mereka. Kepada petugas, seorang siswi menyebut itu adalah gambar yang diterimanya melalui perpesanan WhatsApp. 

Agar tak mengulangi perbuatan mereka, kesembilan orang yang kebanyakan masih kelas X itu disuruh berjajar sambil melafalkan pancasila. Namun satu di antaranya, justru tidak hafal sila ketiga dan kelima.

“Tiga, persatuan bagi seluruh rakyat indonesia. Lima, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap IM, yang kemudian dihukum untuk kembali mengulang pelafalan Pancasila hingga benar oleh Satpol PP Jepara.

Selain itu, mereka juga diminta untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan mereka. “Karena mereka baru pertama kali tertangkap, kami suruh mereka untuk membuat surat pernyataan. Jika sampai tiga kali ketahuan mengulangi perbuatan, maka kami akan memanggil orang tua dan pihak sekolah. Mereka kebanyakan siswa kelas X, sementara satu di antaranya sudah kelas XII,” jelas Sutarno Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Jepara. 

Terkait gambar porno, Sutarno mengatakan, sudah menyuruh untuk menghapus dan jangan menyebarkannya kepada pelajar lain. Lebih lanjut ia mengatakan, agar pihak sekolah melakukan pengawasan lebih pada muridnya.

“Pihak sekolah agar melakukan pengawasan lebih pada muridnya. Tugas kami (Satpol PP) hanya membantu sekolah,” terangnya.

Adapun, identitas siswa-siswi yang terjaring Satpol PP adalah, MF dari Margoyoso, NTP dari Pendosawalan, JTA asal Purwogondo, MND dari Margoyoso, NNS dari Margoyoso dan RS dari Sengon Bugel, mereka berasal dari sebuah SMA swasta yang ada di Kalinyamatan. Sementara RN dari Petekeyan, IM asal Mangunan dan SA dari Petekeyan berasal dari MA swasta dari Tahunan.

Editor : Kholistiono

BBM di Karimunjawa Menipis

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Karimunjawa menipis. Hal itu karena truk pengangkut BBM yang seharusnya mendistribusikan minyak dari kapal tanker ke SPBU masih tertahan di Jepara. 

“Hari ini memang BBM di Karimunjawa langka dan mulai kehabisan. Itu karena truk tangki yang harusnya memuat BBM masih tertahan di Jepara tidak bisa menyeberang karena Kapal Siginjai mengalami kerusakan,” ujar Budi Krisnanto, Rabu (19/7/2017). 

Ia menjelaskan, kapal tanker pengangkut BBM dari Semarang telah berada di Dermaga Karimunjawa. Namun, yang menjadi persoalan truk tangki sebagai pendistribusi antara kapal dengan stasiun pengisian bahan bakar umum belum menyeberang dari Jepara. 

Hal itu memaksa warga menunggu hingga hari Jumat, ketika Kapal Siginjai selesai diperbaiki. 

Kabag Perekonomian Setda Jepara Adi Nugroho membenarkan hal itu. Ia mengatakan, opsi untuk mengangkut BBM dengan menggunakan drum tidak direkomendasikan, karena alasan keamanan. 

“Mobil untuk bawa BBM dari kapal tanker ke darat tidak bisa menyeberang karena Siginjai sedang rusak. Konfirmasi dari Pertamina baru bisa jalan hari Jumat ini. Kalau pakai drum didistribusikan dengan mobil biasa tidak dipilih karena tidak aman,” ungkap dia. 

Editor : Kholistiono

Petani Garam di Jepara Keberatan Jika Ada Impor Garam

Seorang petani garam sedang mengumpulkan garam dari lahan yang ada di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung,Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Di tengah panen garam, tersiar kabar pemerintah melalui Kementrian Perdagangan menyetujui izin impor garam industri. Hal itu kontan membuat petani garam di Kecamatan Kedung, Jepara lesu. 

Seorang petani garam Nur Achmad (54) mengatakan, saat ini harga panenan garam sedang tinggi-tingginya. Ia mengatakan, harga garam kini mencapai Rp 275.000 per 80 kilogram. 

“Seumur hidup saya baru kali ini harganya mencapai segitu. Kalau sekarang sekilonya mencapai sekitar Rp 3.000. Kalau dulu hanya Rp 400-500,” tuturnya, Rabu (19/7/2017). 

Mengetahui rencana pemerintah hendak mengizinkan impor garam, ia mengaku agak kecewa. “Ya kalau di sini ada mbok ya ambil di sini saja. Kalau ada impor harganya pasti turun,” tambahnya. 

Hal serupa diungkapkan oleh petani lain Lafiq. Ia mengatakan, keberatan dengan rencana yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat itu. 

“Kami keberatan soalnya bikin garam sekarang tidak mudah. Sebab matahari tidak maksimal, seminggu panas sehari hujan, harus kembali mengolah garam dari awal,” ucap dia. 

Editor : Kholistiono

Warga Kedungmalang Jepara Keluhkan Layanan PDAM 

Nur Rohmad menunjukan instalasi PDAM di rumahnya, Rabu (19/07/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara  – Warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Jepara, mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Hal itu lantaran semenjak Lebaran lalu, pasokan ke wilayah nelayan itu tidak mengalir lancar.

Ahmadun (60), seorang warga setempat berujar, ia membayar sekitar Rp 30 ribu sebulan untuk menikmati layanan perusahaan daerah itu. Namun nyatanya, semenjak sebulan lalu, aliran air justru tidak lancar. 

“Saya jujur saja, kalau habis bayar itu airnya lancar. Namun kalau di atas tanggal 25, pasokan air kenapa sering macet,” katanya, ditemui di rumahnya RT 1 RW 3 Desa Kedungmalang, Rabu (19/7/2017). 

Menurutnya, saat pasokan air tersendat, terkadang ia harus rela bergadang hanya untuk mendapatkan air. Hal itu lantaran air baru keluar dari keran sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. 

Warga lain, Nur Rohmad (55) mengatakan, pihak manajemen PDAM Jepara sebenarnya telah berbicara dengan masyarakat sekitar. Pada pertemuan tersebut, warga meminta untuk membuat sumur pompa baru. Akan tetapi hal itu tak dikabulkan karena tidak ada sumber air. “Kalau sekarang sudah ada airnya. Namun ya terkadang macet lagi,” ungkap dia.

Terpisah, Direktur PDAM Jepara Prabowo tidak menampik kenyataan itu. Ia menjelaskan, kondisi tersebut dikarenakan kurangnya pasokan air baku. 

“Bulan ini kami bangun sumur baru untuk penuhi pasokan air baku. Tahun ini diharapkan masalah itu selesai. Adapun lokasinya berada di Desa Dongos, yang nantinya bisa menyuplai air sebesar 10 liter per detik,” tutur dia. 

Lebih lanjut ia menyebut, untuk jangka panjang pihaknya juga akan bangun sumur tambahan lain. 

Terkait solusi jangka pendek bagi Warga Kedungmalang, Prabowo menyebut PDAM melayani bantuan air bersih. Hanya saja hal itu dilakukan atas dasar permintaan. Dirinya menyebut, beberapa saat lalu telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat setempat. 

Editor : Kholistiono

PNS di Jepara Diimbau Tak Gunakan Elpiji Melon

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengeluarkan maklumat agar PNS tak menggunakan elpiji ukuran tiga kilogram. Surat edaran bernomor 510/4127/2017 itu ditujukan kepada kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di seluruh kabupaten dan para camat. 

Dalam badan surat disebutkan, imbauan didasarkan atas beberapa keluhan akan kelangkaan tabung elpiji kemasan melon. Di samping itu, PNS sebagai warga yang dinilai mampu masih banyak yang menggunakan gas kemasan melon itu. 

Selain itu, maklumat itu didasarkan atas Permen ESDM No 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. Di sana tersurat, bahwa elpiji kemasan tertentu diperuntukan bagi keluarga berpenghasilan tak lebih dari Rp 1,5 juta per bulan. 

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara, Adi Nugroho menyebut, surat tersebut bersifat imbauan. Namun demikian ia belum mengetahui sejauh mana keefektifan surat itu.

“Itu bersifat imbauan kepada PNS. Untuk keefektifan kita belum meneliti sampai sejauh itu. Namun harapannya berpengaruh agar PNS tak membeli LPG bersubsidi,” ucapnya, Selasa (18/7/2017). 

Dirinya mengatakan, surat tersebut hanya disebar dikalangan PNS. Sementara di agen ataupun pangkalan tidak didistrisbusikan. 

Dengan hal tersebut, ia mengatakan masih ada celah bagi PNS untuk mengonsumsi jatah bagi warga miskin. Sedangkan menurutnya, PNS digolongkan warga mampu karena berpenghasilan lebih dari Rp 1,5 juta per bulan. 

Ia menyebut, dengan surat itu mencegah PNS membeli elpiji kemasan melon. Menurut Adi, jika terus dikonsumsi warga mampu, tak ayal akan memengaruhi permintaan gas tiga kilogram.  “Adapun, untuk konsumsi elpiji bulanan di Jepara berjumlah sekitar 600 ribu tabung,” jelas Adi.

Editor : Kholistiono

Bayi Tanpa Anus Asal Jepara Akan Dioperasi Besok

Jihan Novitasari, putri pasangan Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19) yang lahir tanpa memiliki lubang anus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Jihan Novitasari bayi tanpa saluran anus asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara rencananya akan dioperasi Rabu (19/7/2017). Putra dari Nor Sholeh (23) dan Risna Listyaningrum (19) itu akan ditangani oleh empat dokter spesialis. 

Hal itu dikatakan oleh Staff Humas Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang Parna.  Menurutnya, Jihan mulai dirawat di rumah sakit tersebut pada 8 Juli 2017.Ia langsung ditempatkan di ruang Perawatan Bayi Risiko Tinggi (PBRT). 

“Hal itu karena pasien tersebut mengalami cacat bawaan berupa kakinya yang kecil, saluran anus dan kelamin yang nyambung. Rencananya besok akan dioperasi dan ditangani oleh empat spesialis, yakni spesialis bedah plastik anak, ortopedi, urologi dan konsultasi di kardiologi anak,” ucapnya, Selasa (18/7/2017).  

Ia memaparkan, hari ini pasien tersebut telah didaftarkan untuk naik ke meja operasi. Namun demikian, dirinya belum bisa mengatakan detil tentang waktu operasi akan dilaksanakan. 

Terkait pembiayaan operasi dan perawatan medis Jihan, ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Namun demikian, pertanggungan biaya tidak mengkover kebutuhan sehari-hari dari orang tua Jihan.

“Kalau untuk Jihan, sudah dikover oleh JKN KIS kelas tiga. Semua biaya operasi ditanggung. Namun itu di luar biaya keseharian dari orang tuanya yang menunggu di sini. Semisal mereka terganggu aktivitas kerjanya,” tambah Parna. 

Diberitakan sebelumnya, Jihan Novitasari mengalami kelainan bawaan dan harus dirawat di RSUP Kariyadi. Meskipun pembiayaan medis telah ditanggung oleh negara, dalam hal ini JKN KIS, namun dalam hal biaya hidup selama menunggui bayinya kedua orang tuanya mengaku harus mengusahakannya sendiri.

Praktis pekerjaannya sebagai penenun kain khas Troso terhenti. Otomatis penghasilannya pun tersendat. “Ya otomatis ini tidak bekerja. Penghasilan saya perhari maksimal Rp 50 ribu sebagai buruh tenun. Kalau istri saya bekerjanya memintal benang,” tutur dia beberapa saat lalu. 

Melalui pesan singkat ia mengatakan, kondisi anaknya kini sehat. “Kalau jam operasinya saya belum tahu, lagi dirapatkan dengan dokter. Nanti menunggu keputusan dari mereka,” tutup Nor Sholeh. 

Editor : Kholistiono

Alami Kerusakan, Esok Kapal Siginjai Tak Bisa Layani Penyeberangan ke Karimunjawa  

KMP Siginjai sedang berlabuh di Dermaga Kartini Jepara. Penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa menggunakan KMP Siginjai besok off, karena kapal mengalami kerusakan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal Motor Penumpang (KMP) Siginjai tak bisa melayani penyeberangan dari Jepara menuju Karimunjawa, Rabu (19/7/2017) besok. Hal itu karena mesin kapal memerlukan perawatan.

Kabid Perhubungan Laut Dishub Jepara Suroto membenarkan hal itu. Menurutnya, kapal milik ASDP tersebut bermasalah pada bagian mesin, sehingga memerlukan perawatan untuk kenyamanan aktivitas penyeberangan. 

“Untuk besok (Rabu) Siginjai akan melakukan perawatan mesin, jadi tak bisa melayani penumpang yang mau ke Karimunjawa,” katanya Selasa (18/7/2017). 

Ia menuturkan, kapal penyeberangan lain yakni KMC Express Bahari tetap melayani penumpang. Hanya saja, untuk hari Rabu rutenya berawal dari Karimunjawa menuju Jepara. Dengan itu, praktis penyebrang dari Jepara diimbau untuk menunda kepergiannya. 

Suroto mengatakan, proses perbaikan mesin KMP Siginjai akan berlangsung di Jepara. Jika sesuai rencana, kapal tersebut akan siap berlayar pada hari Jumat (21/7/2017). 

“Kami sudah mengumumkan hal ini kepada masyarakat. Untuk Siginjai kemungkinan baru siap melayani pada hari Jumat,” tutur dia. 

Terpisah, Kasi Pelabuhan Jepara Supomo mengatakan, penyeberangan ke Karimunjawa untuk hari ini dilayani oleh KMC Express Bahari 2C. “Hari ini berangkat 2C dari Jepara ke Karimunjawa dengan penumpang 234 orang. Sedangkan penumpang dari Karimunjawa ke sini dilayani oleh KMP Siginjai untuk kemudian menjalani proses perbailan,” jelasnya.

Jika sesuai jadwal, Supomo mengatakan, penyeberangan pada hari Rabu dari Jepara ke Karimunjawa dilayani oleh Siginjai. Namun mengingat adanya kerusakan mesin, jadwal tersebut berubah.

“Ya nanti penumpang dari Jepara yang akan ke Karimunjawa, baru terlayani pada hari Jumat. Hal itu karena pada hari Kamis nanti off (tidak ada penyebrangan),” ujarnya.  

Editor : Kholistiono

Hati-hati Hoax Aktivasi KTP Elektronik

Pesan yang berisi tentang aktivasi KTP Elektronik. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Belakangan melalui jejaring pesan WhatsApp dikabarkan KTP Elektronik harus di re-aktivasi jika masa berlaku habis. Namun kabar tersebut di koreksi oleh Disdukcapil Jepara. 

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Jepara Susetiyo mengatakan, hingga kini pihaknya tak menerima instruksi tentang aktivasi KTP Elektronik. Dirinya menyebut, kartu identitas tersebut tetap berlaku dan tak perlu diaktivasi meskipun masa berlaku telah habis.

“Asalkan tidak ada perubahan data primer pada pemegang KTP Elektronik, kartu tetap berlaku tak perlu diaktivasi lagi,” katanya, Selasa (18/7/2017). 

Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun ada tanggal pemberlakuan KTP Elektronik namun Susetiyo menjamin masih dapat digunakan sebagai identitas yang sah. Namun ketika berubah status, pemilik kartu tersebut wajib melakukan update data.

“Terkait pesan berantai itu, sampai saat ini kami belum menerima instruksi tentang aktivasi itu. Nanti jika kami menerima surat edaran baru maka kami akan menyosialisasikan hal itu kepada masyarakat,” ujarnya.

Adapun bunyi pesan berantai tersebut seperti ini : 

Bagi yg sudah punya E-KTP terbitan th.2012/2013, Segera AKTIFASI kan, cukup datang ke kecamatan tidak usah mengisi blanko apapun, hanya menunjukkan KTP dan KK, setelah itu sidik jari – selesai.

KTPnya tetap KTP yg lama, hanya akses/masa berlakunya dibuka untuk seterusnya/seumur hidup.

 Contoh:

KTP si A  masa berlakunya habis tgl 21 Maret 2017, karena tidak tahu dan hanya menerima informasi bahwa KTPnya berlaku seumur hidup, maka si A santai2 saja dan si A hanya mengetahui kalau KTPnya dalam kondisi terblokir.

 Begitu ada keperluan yg berhubungan dengan KTP.

 KTP tsb tidak berfungsi, olehkarena itu….sebaiknya segera aktifasikan kembali ke kecamatan.

 Caranya seperti yang tersebut di atas.

 Semoga bermanfaat.

Editor : Kholistiono

Anak Muda di Troso Jepara Pilih Jadi Buruh Ketimbang Penenun

Kain troso terpanjang yang mencatatkan rekor MURI. Saat ini, anak-anak muda di Troso minim yang berminat untuk geluti jadi penenun. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Regenerasi penenun di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara, kalah pamor. Hal itu karena, kebanyakan kawula muda lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik. 

“Ada sekitar 6.000 perajin tenun di Desa Troso. Namun akhir-akhir ini sulit menemukan karyawan, karena kebanyakan anak muda di sini memilih bekerja di pabrik-pabrik garmen dan sebagainya yang belakangan banyak muncul di Jepara,” kata Bukhori, perajin tenun sekaligus Ketua Pokdarwis Desa Troso, Senin (17/7/2017).

Ia mengatakan, buruh tenun kini lebih banyak dari warga desa tetangga seperti Ngeling, Dongos dan Sowan. Hal itu menurutnya memunculkan kekhawatiran tersendiri terkait penerusan tradisi menenun khas Troso. 

Bukhori menyebut, dari total perajin yang ada hanya 40 persen di antaranya yang generasi muda. Sisanya didominasi oleh mereka yang telah berusia tua. 

Untuk mengatasinya, pihaknya gencar mengadakan pembinaan kepada generasi penenun muda. Hal itu dimulai dengan membentuk paguyuban yang menjaring generasi penenun muda. 

“Dari kecil kami biasakan mereka untuk menyukai dulu tentang tenun. Tahap selanjutnya mereka akan dibiasakan untuk berkreasi, sehingga menghasilkan produk tenun yang selalu selaras dengan perkembangan jaman,” tambahnya. 

Dirinya memaparkan, selain tantangan regenerasi perajin tenun Troso juga mengahadapi tantangan pengembangan motif. Bukhori mengakui, saat ini corak motif menjadi hal yang perlu dikembangkan. 

Editor : Kholistiono

Harga Garam Tinggi, Petani Girang

Tingginya harga garam di tingkat petani membuat petani senang. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tingginya harga garam di Jepara membuat petani garam tersenyum. Hal itu karena kini harga per kilogram mencapai Rp 3.500 dari sebelumnya hanya Rp 500. 

“Baru kali ini petani bisa merasakan (untung) sebelumnya kan harganya cuma Rp 300 sampai Rp 500 per kilogram,” kata Lafiq Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tirta Petani, Senin (17/7/2017). 

Tingginya harga garam disebabkan  karena pada tahun lalu petani  garam di Kawasan Kedung dan sekitarnya gagal panen. Hal itu tentu saja memengaruhi harga garam pada tahun ini. 

Di samping itu, faktor cuaca juga sangat berpengaruh pada produksi garam. Pada tahun ini, cuaca dianggap tak menentu. Hujan yang seringkali turun menyebabkan petani harus mengulang proses produksi.

“Harapannya paling tidak harganya stabil seperti sekarang. Menguntungkan bagi para petani. Namun kalau sampai ada impor ya harganya langsung anjlok. Sebab produksi garam susah, namun sudah dibanjiri barang dari luar negeri,” tambahnya. 

Editor : Kholistiono

Harga Garam di Jepara Masih Cenderung Tinggi Meski Petani Sudah Mulai Panen

Petani garam di Jepara sedang memasuki masa panen. Meskipun demikian, harganya terbilang tinggi mencapai Rp 3.500 per kilogram. Selain itu jumlah produksinya masih terbatas karena cuaca yang belum menentu, Senin (17/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Petani garam di Jepara sudah mulai panen. Meskipun demikian harga komoditas tersebut masih tinggi, per kilogram garam mencapai Rp 3.500. 

“Kita biasanya menghitungnya per tombong beratnya sekitar 80 kilogram, harganya Rp 280.000 di areal sawah garam. Namun kalau sampai di pedagang ya sampai Rp 300.000 hingga Rp 400.000 ,itu termasuk perhitungan upah buruh dan sebagainya,” tutur Lafiq seorang petani garam, Senin (17/7/2017) di persawahan garam di Bulak Baru, Kedung. 

Menurutnya, harga yang melonjak dipengaruhi stok garam yang memang kosong. Hal itu disebabkan pada tahun lalu, petani gagal panen karena cuaca yang tidak menentu. Pada keadaan normal, harga garam per kilogram hanya Rp 300 sampai Rp 500. 

Ia mengatakan, untuk lahan garam berdimensi 12×30 meter, bisa menghasilkan garam antara 1,5 ton hingga 2 ton. Namun untuk saat ini jumlah produksi terbilang masih sedikit, karena dipengaruhi faktor cuaca. 

“Bagi petani harga ini sangat menguntungkan, karena sebelumnya harganya sangat rendah,” tambahnya yang juga ketua Kelompok Usaha Bersama Tirta Petani. 

Namun demikian, faktor cuaca juga sangat memengaruhi produksi garam tahun ini. Hujan yang beberapa kali turun jelas berpengaruh pada kualitas garam. Lafiq menyebut, pada panenan kali ini kualitas garam cenderung tidak maksimal. 

Hal itu juga diakui Sugiyono. Petani garam itu mengatakan, bulan Juli ini produksi garam memang belum maksimal. “Nanti kalau bulan Agustus kemungkinan sudah ada panas penuh sehingga produksinya bisa banyak. Kalau sekarang kadang masih ada hujan turun,” ucap warga Bulak Baru itu. 

Editor : Kholistiono

Persijap Kalahkan PSCS Cilacap

Pemain Persijap Faumi Syahreza mencoba berduel dengan pemain PSCS Cilacap saat lanjutan pertandingan Liga 2 Grup 3, di Stadion GBK Jepara, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mengalahkan PSCS Cilacap 1-0, dalam lanjutan Liga 2 Grup 3, di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK) Sabtu (15/7/2017). Dengan hasil itu, rekor tak pernah kalah Laskar Nusakambangan dipatahkan oleh Laskar Kalinyamat. 

Gol Persijap dicetak oleh Yuda Risky Irawan di menit 71. Lewat sundulan, pemain bernomor 17 itu mengkonversi umpan dari Ariannis menjadi gol penentu kemenangan anak-anak asuh Fernando Sales itu. 

Dalam pertandingan, Persijap Jepara lebih banyak menguasai bola di babak awal. Sementara PSCS Cilacap tak mampu mengembangkan permainannya, meski pada menit ke-18 hingga 19, mereka sempat mengurung pemain-pemain laskar Kalinyamat. 

Peluang Persijap Jepara banyak tercipta di babak pertama. Di menit 22 Faumi Syahreza melesakan bola. Namun sayang sepakannya membentur mistar gawang PSCS Cilacap yang dijaga Ega Rizky Pramana. 

Peluang kedua dari Persijap dibuat oleh kapten tim Abdul Latif Hasyim. Pada menit ke 36, ia mencoba peruntungan dengan menembak langsung dari luar kotak gawang, namun gagal. Bola tak menemui sasaran. 

Sementara itu, peluang dari PSCS Cilacap tercipta pada menit 41. Pemain nomor punggung 78 Muh Fadlan  Gupran yang menendang bola kearah gawang Persijap. Namun Kiper Laskar Kalinyamat berhasil menyelamatkan gawangnya. 

Babak pertama, skor berakhir kacamata, 0-0 bagi kedua tim. Memasuki babak kedua, Persijap kembali menekan PSCS. Petaka bagi pemain Cilacap terjadi pada menit ke 71. Akselerasi Ariannis dan umpannya ke Yuda, berhasil dikonversi menjadi gol. 

Pelatih PSCS Cilacap Barnowo mengakui timnya kedodoran dalam 90 menit pertandingan. Ia menyebut, gol yang terjadi, murni berasal dari kesalahan lini belakang.  “Gol Persijap ke gawang kami, murni kesalahan kami. Misalnya center back dan wing back tidak saling menunggu dan atensi laju bola mestinya tidak perlu terjadi,” katanya. 

Dirinya mengatakan, tekanan yang diberikan oleh anak-anak Persijap diakui cukup menguras kepercayaan diri timnya. Hal itu menyebabkan anak asuhnya tak bisa memberikan umpan akurat dan selalu telat dalam memberikan tekanan kepada lawan.  “Selamat kepada Persijap kita tunggu nanti tanggal 22 di Cilacap. Kami harap permainan kami lebih baik, dan pola yang diterapkan oleh Persijap akan menjadi pembahasan kami,” ucap Barnowo.

Sementara itu pelatih kepala Persijap Fernando Sales menyebut, kemenangan kali ini adalah bekal berharga menapaki putaran kedua. Dirinya mengatakan PSCS menunjukan permainan yang bagus.”PSCS Cilacap bermain bagus hingga menuntut kita untuk mengeluarkan permainan terbaik kita. Dengan kemenangan ini, sekaligus mematahkan kekalahan beruntun yang kita alami. Harapannya kedepan bisa lebih melanjutkan kemenangan ini,” tuturnya. 

Fernando menyebut, kemenangan ini mengembalikan kepercayaan timnya untuk menapaki kompetisi.  

Editor : Akrom Hazami

 

UNIK, Kain Tenun Troso Jepara Terpanjang Pecahkan Rekor MURI

Panitia acara membentangkan kain tenun bertajuk Nusantara. Pada kain sepanjang 217,4 meter itu, terdapat 20 motif yang dibuat oleh tujuh perajin selama tiga bulan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kain Tenun Nusantara bikinan warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan-Jepara berhasil memecahkan rekor MURI. Lantaran kain yang memuat 20 motif itu mempunyai panjang 217,4 meter. Kain itu kini dipasang memanjang di sisi Jalan Baleg- Cemoro RT 3/5, Desa Troso hingga esok Minggu (16/7/2017).

Menurut Bukhori Baidah Ketua Pokdarwis desa setempat, pemasangan kain tersebut merupakan rangkaian dari acara Troso Festival 2017. “Acara ini bertujuan memromosikan kain tenun, supaya tenun ikat asal desa ini tetap eksis. Selain itu kami ingin menunjukan bahwa Troso merupakan destinasi wisata atraksi tenun,” katanya, seusai penyerahan piagam MURI, Sabtu (15/7/2017).

Menurutnya, kain yang kini dibentangkan merupakan hasil kerja keras tujuh perajin lokal. Memakan waktu tiga bulan, kain tenun itu memuat motif dari hampir seluruh nusantara.

Di samping itu, ia menyatakan pemecahan rekor tersebut mematahkan capaian kain tenun terpanjang sebelumnya. “Di Pontianak kalau tidak salah pernah membuat kain tenun yang panjangnya 161 meter,” tutur dia.

Dirinya bercerita, even tersebut sudah terselenggara tiga kali. Hanya di tahun sebelumnya agenda kegiatannya tidak semeriah sekarang. Selain pemecahan kain tenun terpanjang ada pula peragaan busana berbahan tenun, bazar, pentas seni, marching band dan karnaval tenun. 

Editor : Akrom Hazami

 

Minggu Depan Ribuan Calhaj Asal Jepara Akan Bermanasik  

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Pekan depan ribuan calon haji asal Jepara akan melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten. Bila sesuai rencana, kegiatan ini akan dipusatkan di Gedung Haji Jepara pada tanggal 18-19 Juli 2017. 

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Jepara Ali Arifin mengatakan, tahapan tersebut telah didahului dengan manasik di kecamatan. “Sebelumnya (manasik), telah dilakukan pada tingkat kecamatan masing-masing calon haji berasal mulai dari tanggal 3 Juli sampai tanggal 15 Juli. Pada tingkat Kelompok Bimbingah Ibadah Haji (KBIH) juga sudah diselenggarakan 15 kali,” ucapnya, Jumat (14/7/2017).

Ali mengatakan, sesuai dengan program manasik diselenggarakan sebanyak 23 kali. Kegiatan itu diselenggarakan secara bertahap, mulai dari KBIH, tingkat kecamatan dan terakhir di kabupaten. 

“Tujuannya agar calon jemaah haji sewaktu di tanah suci bisa menjalankan ibadah di sana. Sehingga harapannya bisa berhaji dengan benar-benar berkualitas,” tambahnya. 

Disinggung mengenai jumlah calon haji yang berangkat, Ali menyebut ada penyusutan. Hal itu karena ada dua calon haji yang meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke Mekah. 

“Sampai saat ini jumlah jemaah haji yang akan berangkat ada 1.105 dari sebelumnya 1.107 karena dua di antaranya meninggal dunia,” tutur dia.

Editor : Kholistiono

Pelatih Persijap Siapkan Strategi Khusus Hadapi Cilacap

Fernando Sales, Pelatih Persijap saat memeberikan instruksi di sesi latihan di SUGBK. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap dijadwalkan melakoni laga kontra PSCS Cilacap di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini (SUGBK), Sabtu (15/7/2017) sore. Pelatih Laskar Kalinyamat Fernando Sales mengaku belajar banyak dari pertandingan sebelumnya. 

“Kami berlatih untuk memperbaiki apa yang kami anggap salah pada pertandingan melawan Persibat Batang. Kami bermain cukup baik melawan mereka (Persibat) dan kami akan mencoba untuk meraih kemenangan besok,” ujar Fernando, Jumat (14/7/2017) siang. 

Ia mengatakan, timnya kini dalam kondisi percaya diri menghadapi runner up Grup 3 Liga 2 itu. Menurutnya, timnya hanya cukup bermain seperti apa yang dilakukan saat menghadapi Persibat. Hanya saja kali ini ia berharap agar anak-anak asuhnya tak gagal mencetak skor. 

Mengenai seorang pemainnya Riswan Dani yang cidera, Fernando menyatakan, belum bisa memastikan penampilannya. Namun demikian, Dani telah mengikuti sesi latihan pagi tadi. 

Disinggung terkait performa tim yang kerapkali menurun di babak kedua, Fernando menampiknya. Ia mengatakan, hal itu lebih didominasi gagalnya pemain menjalankan strategi.

“Tidak tentang stamina, namun tentang berada di tempat dan melakukan antisipasi yang tepat. Gol Persibat ke gawang kami bukan masalah stamina, begitu juga saat PSS Sleman membobol gawang kami bukan soal itu. Semua bermula dari ketidakfokusan, karena mereka (pemain) tahu apa yang harus dilakukan tapi tak melaksanakannya. Dan kami kebobolan justru berawal dari tendangan pojok dan umpan silang,” katanya. 

Terakhir, Fernando berujar telah menyiapkan strategi khusus menghadapi PSCS Cilacap. Namun demikian hal itu berpulang pada anak asuhnya di lapangan. 

“Ya kami sudah mempersiapkannya (strategi khusus) dan saya berharap pemain dapat mengeksekusinya,” tutup pelatih asal Brazil itu. 

Editor : Kholistiono

Persediaan Darah di Jepara Kritis

Petugas PMI Jepara menunjukan simpanan darah di Blood Bank. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persediaan darah di PMI Jepara kritis. Data yang tercatat di Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) Jepara total stok darah tinggal 29 kantong whole blood (WB), untuk semua golongan darah. 

Kepala PMI Jepara Sutejo mengakui hal tersebut. Menurutnya, kekurangan stok darah tersebut terjadi hampir tiap tahun.

“Kekurangan itu siklus tahunan. Jadi setiap habis momen Lebaran minat masyarakat untuk mendonor darah menurun,” ucapnya, Jumat (14/7/2017).

Namun demikian, pihaknya tetap memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Dirinya mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan solusi untuk menghadapi masalah tersebut. Satu di antaranya menyasar komunitas warga yang siap berdonor. 

“Solusi lain adalah dengan mengontak paguyuban donor darah Jepara, kita hubungi agar bisa mendonorkan darah. Solusi kedua dari keluarga yang membutuhkan darah kita minta partisipasi untuk mencari pendonor,” kata dia. 

Data yang diperoleh MuriaNewsCom, untuk stok darah  golongan A tinggal empat kantong, golongan B tujuh kantong, AB enam kantong dan O menyisakan 12 kantong darah.

Editor : Kholistiono

Wabup Jepara Minta Warga dan Ormas Ikut Awasi Peredaran Narkoba

Wakil Bupati  Jepara Andi Kristiandi. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menilai wilayahnya sebagai areal strategis dalam hal perlintasan narkoba. Tak ayal, kabupaten yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa ini, juga rentan penyalahgunaan barang terlarang itu. 

“Jepara dimanfaatkan pengedar narkoba yang melintas di wilayah ini lalu melakukan transaksi di tempat lain,” ujarnya saat membuka Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, Kamis (13/7/2017), di Pendapa Kabupaten Jepara.

Ia menyebut tingkat penyalahgunaan narkoba di Jepara cukup tinggi. Catatan Polres Jepara awal tahun 2017 hingga bulan ini sudah ada 14 kasus, dengan 16 tersangka, 12 pengedar dan empat pemakai. Sementara pada tahun lalu ada 26 kasus dengan 33 tersangka dan barang bukti sejumlah 41.028 gram shabu-shabu, 16.006 gram ekstasi dan 11.098 ganja. 

Oleh karenanya, Wabup Jepara mengimbau agar seluruh komponen masyarakat dan organisasi masyarakat atau ormas ikut serta membantu pemerintah memberantas peredaran narkoba. Andi menyebut, peran warga bisa dilakukan dengan memberikan informasi kepada aparat keamanan.

“Keberadaan warga ataupun organisasi masyarakat paling dekat dengan lingkungan, yang paling tahu apa yang terjadi di sekitar. Maka dari itu kita mengimbau supaya anggota ormas dapat memulai memperhatikan dari keluarganya sendiri, jika ada ciri penyalahgunaan narkoba supaya cepat melapor agar bisa ditindaklanjuti. Kemudian ormas berperan pula untuk dapat menyosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat hingga yang paling bawah,” tegas Andi. 

Editor : Kholistiono

Dua Desa Di Jepara Ajukan Droping Air Bersih

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Dua desa yakni Raguklampitan di Kecamatan Batealit dan Kedung Malang di Kecamatan Kedung, Jepara, mulai merasakan dampak kemarau. Kedua desa itu mulai kekurangan air bersih.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Jamaludin mengatakan, dua desa itu telah mengajukan permohonan bantuan air bersih. Namun demikian ia menyatakan kelangkaan air bersih di desa tersebut belum parah. 

“Dengan kondisi itu maka bantuan air yang dikirimkan sejumlah satu tangki air dalam kurun waktu sepekan. Rencananya, bantuan akan dikirim pekan depan,” ujarnya, Kamis (13/7/2017).

Ia melanjutkan, jika kondisi krisis air bersih meluas dan para, frekuensi droping tentu saja akan ditambah. Jamaludin menyebut, droping air akan melihat seberapa besar kebutuhan dari warga. Untuk memenuhi permintaan, BPBD Jepara akan melibatkan depo air guna memasok kepada warga.

Adapun, anggaran yang disiapkan untuk bantuan air untuk tahun ini sebesar Rp 22 juta. Jika  kekeringan meluas, pihaknya melalui Pemkab Jepara kemungkinan besar bisa menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNBP. Namun demikan, untuk menggunakannya, Pemerintah Kabupaten terlebih dahulu harus mengumumkan keadaan siaga bencana kekeringan terlebih dahulu.

Pihaknya telah memetakan beberapa daerah yang rentan kekeringan. Di antaranya, Raguklampitan, Rajekwesi, Tunngul, Pandean, Bate Gede, Kedung Malang, Karangaji, Gerdu, Kaliombo, Sinanggul dan Kepuh. 

 “Namun demikian, hingga medio bulan Juli 2017 baru dua desa itu yang mengajukan bantuan air bersih,” papar Jamaludin.

Editor : Kholistiono