Stok Darah di Kota Magelang Saat Ini Tersisa Segini

Foto Ilustrasi. Petugas menunjukkan stok darah di kantor PMI. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Magelang – PMI Kota Magelang menyatakan saat ini stok darah di tempatnya tersisa 104 kantong. PMI terus melakukan pelayanan kegiatan donor darah di sejumlah tempat di Kota Magelang.

Staf Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela PMI Kota Magelang Akadika Agus Kuncoro mengatakan stok darah di PMI Kota Magelang 104 kantong. “Dengan kegiatan sosial donor darah ini, tentu menambah stok darah di PMI Kota Magelang,” ujarnya di kesempatan donor darah di Komando Distrik Militer 0705/Magelang, Kamis (24/8/2017) dikutip dari Antara.

Komando Distrik Militer 0705/Magelang saat ini menyelenggarakan kegiatan sosial berupa donor darah melibatkan personel dari berbagai satuan di Kota Magelang. Hal itu dilakukan guna mendukung PMI setempat dalam pelayanan kebutuhan darah kepada masyarakat.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Hendra Purwanasari setelah mengikuti donor darah mengatakan kegiatan dengan melibatkan ratusan personel TNI dan PNS tersebut dalam rangkaian HUT Ke-72 TNI di daerah setempat.

Ia mengemukakan tentang manfaat donor darah untuk membantu orang lain. Setelah diperiksa dan diuji keamanan dan kelayakannya oleh petugas PMI, katanya, kemudian darah tersebut digunakan untuk pasien yang membutuhkan. “Dengan donor seperti ini, kita membantu orang lain, menyelamatkan nyawa mereka,” ujarnya.

Selain membantu sesama yang membutuhkan darah, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonornya. Bagi pendonor, ujarnya, aliran darah dalam tubuhnya menjadi lebih lancar. Donor darah juga mencegah penyumbatan arteri dan meningkatkan produksi sel darah merah si pendonor.

 

Editor : Akrom Hazami

Sekda Kudus Dukung LPBI NU Deteksi Dini Bencana Banjir

Sekda Kudus Noor Yasin saat memberikan materi tentang deteksi bencana banjir. (LPBI NU Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mengadakan workshop penyusunan sistem peringatan dini bencana banjir di Kabupaten Kudus. 

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa organisasi perangkat daerah. Di antarnya BPBD Kudus, Diskominfo,  Dinas Sosial,  Dinas Kesehatan,  Dinas Kesbagpol, PSDA, PMI, ORARI,  RAPI, pramuka, dan 2 desa yang menjadi pailot projek Desa Sambung dan Desa Karangrowo.

Gufron, Ketua LPBI NU Kudus mengatakan, kegiatan tersebut untuk membangun sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam penyusunan sistem peringatan dini. Dengan begitu, bencana banjir bisa diantisipasi.

”Ini untuk kepentingan Kudus. Karena itu, semuanya harus bersinergi,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kudus memberikan apresiasi kepada LPBI NU yang menginisiasi kegiatan deteksi dini bencana banjir dengan kemasan workshop penyusunan sistem peringatan dini banjir tingkat kabupaten.

Letak Geografis kudus, lanjutnya, yang sering kali terkena bencana banjir saat musim penghujan. Hal itu menjadi perhatian untuk deteksi dini banjir. Apalagi saat ini gencar-gencarnya pembangunan insfrastruktur jalan di berbagai wilayah, menjadikan beberapa titik menjadi banjir seperti kejadian banjir tahun 2014.

”Maka dari itu dengan adanya kegiatan deteksi dini, kita bisa mengurangi resiko bencana banjir,” terangnya. 

Ia mencontohkan, pemerintah sudah melakukan relokasi warga Desa Menawan yang rawan longsor, tepatnya Dukuh Kambangan menuju ke tempat yang aman. Saat ini, prosesnya juga  tinggal menyelesaikan kelengkapan administrasi.

” Berkaca dari itu, kami harap kegiatan deteksi dini bisa membuat masyarakat melek dan menjaga lingkungan agar tidak terkena bencana, baik longsor,  banjir dan kebakaran,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Polwan Cantik Diperiksa Temannya Sendiri di Mapolres Pekalongan


Anggota Propam Polres Pekalongan memeriksa polwan di mapolres setempat. (Tribratanewskajen)

MuriaNewsCom, Kajen – Seksi Profesi dan Pengaman (Propam) Polres Pekalongan melaksanakan pemeriksaan yang dikhususkan kepada anggota polwan di lingkungan Polres Pekalongan, Kamis (24/8/2017) pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah apel pagi, serta dalam rangka memperingati HUT ke-69 Polwan.

Pemeriksaan dipimpin oleh Kasi Propam Polres Pekalongan Iptu Mustadi bersama dengan anggotanya. Mereka melaksanakan pemeriksaan kepada seluruh Polwan Polres Pekalongan. Puluhan Polwan pun patuh mengikuti kegiatan pemeriksaan tersebut.

Beberapa hal yang menyangkut kelengkapan anggota Polri diperiksa oleh petugas Propam Polres Pekalongan. Seperti Kartu Tanda Anggota dan KTP harus selalu dibawa oleh masing-masing personel saat bertugas. Selain itu SIM dan STNK baik kendaraan pribadi maupun dinas harus selalu ada dipegang oleh personel. Mereka juga memeriksa pakaian dan atributnya.

“Kita periksa kelengkapan data pribadi perorangan serta kelengkapan kendaraan. Tak lupa juga sikap, tampang dan gampol anggota Polwan itu sendiri,” kata Mustadi, dikutip dari situs resmi Polres Pekalongan.

Kegiatan yang berlangsung di depan lobi Mapolres Pekalongan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menjaga sikap tampang, kepribadian dan disiplin anggota Polwan di Polres Pekalongan. Pemeriksaan ini juga untuk persiapan pemeriksaan dari tingkat atas. Sehingga Polwan Polres Pekalongan sebelum menjadi pelopor dan contoh bagi masyarakat lain, bisa menertibkan dirinya sendiri. Setelah mampu menjadi personel yang tertib baik dalam bekerja dan bermasyarakat, diharapkan dapat memberikan tauladan bagi masyarakat lainnya.

“Alhamdulillah seluruh anggota Polwan Polres Pekalongan Polda Jawa Tengah sudah lengkap, baik surat-surat data pribadi maupun berkaitan dengan kendaraan. Sikap tampang, gampol dan performa juga sudah bagus,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kini Parkir di Jalan Adisucipto Ruas Manahan Solo Dilarang

Foto Ilustrasi, Kendaraan melakukan parkir di pinggir jalan raya, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Arus lalu lintas di Kota Solo terus ditata. Di antaranya adalah memberlakukan larangan parkir kendaraan di pinggir Jalan Adisucipto ruas kompleks Stadion Manahan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan tingkat gangguan arus lalu lintas yang kerap terjadi di titik itu.

Kebijakan larangan parkir di Jalan Adisucipto itu tak hanya berlaku saat kompleks Stadion Manahan dipakai untuk acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental. Kebijakan tersebut akan diberlakukan seterusnya. Kebijakan tersebut sudah diterapkan sejak Minggu (20/8/2017).

warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Hayati, (42), mendukung kebijakan Dishub melarang penggunaan Jalan Adisucipto sebagai lahan parkir terutama bagi pengunjung Sunday Market setiap Minggu. “Keberadaan PKL di Sunday Market kini telah ditata sehingga tersedia cukup lahan parkir di kompleks Stadion Manahan yang bisa dipakai masyarakat,” kata Hayati seperti dikutip dari Solopos.com.

Dia menilai aktivitas keluar masuk mobil yang parkir di Jalan Adisucipto mengganggu para pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menjelaskan selama ini Jalan Adisucipto ruas simpang empat Mapolresta Solo-Bundaran Manahan kerap dimanfaatkan sebagai tempat parkir pengunjung Sunday Market pada Minggu pagi hingga siang. Karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas, Dishub memberlakukan larangan parkir di ruas jalan tersebut.

“Kami sudah memasang sejumlah tanda pengumuman di sepanjang Jalan Adisucipto yang menyatakan area tersebut tidak boleh lagi untuk parkir. Kawasan tersebut kini menjadi kawasan steril parkir,” kata Hari.

Dia mengarahkan pengunjung Sunday Market memilih tempat parkir di dalam kompleks Stadion Manahan. Hari menegaskan kebijakan larangan parkir tersebut juga berlaku pada hari biasa, Senin-Sabtu.

“Jalan Adisucipto termasuk jalan protokol yang banyak dilalui kendaraan sehingga jangan sampai aktivitas parkir di badan jalan mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Kawasan itu bisa digunakan untuk parkir jika ada acara atau kebutuhan khusus,” jelas Hari.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Penghasilan Warga Miskin di Jateng Rata-rata Rp 333 Ribu Per Bulan

Seorang pemulung sedang memilah sampah di TPA Desa Bandengan. Hingga Maret 2017 jumlah warga miskin di Jateng tercatat sebanyak 4,4 juta jiwa. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Jumlah warga miskin di Provinsi Jawa Tengah hingga tahun 2017 ini masih sangat banyak. Hingga Maret 2017, jumlah warga miskin di provinsi ini tercatat sebanyak 4.450.072 jiwa, atau 13,01 persen dari total warga Jateng.

Meski demikian, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyebut, penurunan angka kemiskinan jauh lebih signifikan ketimbang daerah-daerah lain di Indonesia.

Kepala BPS Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan, inflasi periode September 2016 hingga Maret 2017 yang hanya 2,63 persen mampu menjaga garis kemiskinan sebesar 3,25 persen.

Dengan kondisi ini maka pendapatan per kapita warga miskin pun mengalami kenaikan dari Rp 322.748 per bulan pada September 2016, menjadi Rp 333.224 per kapita per bulan pada Maret 2017.

“Inflasi kita di September kecil. Cuma 2,63. Itu berpengaruh pada turunnya kemiskinan Jateng paling tinggi se-Indonesia. Turunnya 43 ribu. Bahkan di Aceh naiknya 31 ribu,” katanya dikutip dari website resmi Pemprov Jateng, Kamis (24/8/2017).

Oleh karena itu menurut dia, menjaga inflasi menjadi sangat penting untuk menekan angka kemiskinan. Dalam menjaga laju inflasi, tambah Margo, penting untuk memperhatikan terjaganya harga komoditas, terutama komoditas pangan.

Sebab komoditas pangan menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan, yakni sebesar 73,41 persen. Untuk komoditas nonpangan, antara lain perumahan, bensin, dan listrik, hanya menyumbang 26,59 persen.

“Bagaimana kita menjaga garis merah (kemiskinan) agar tidak naik tajam, supaya kemiskinan bisa kita kurangi. Kata kuncinya adalah menjaga laju inflasi. Kalau inflasi kita jaga, garis merahnya tidak bergerak, tinggal bagaimana kita menaikkan pendapatan,” jelas dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko MSi yang juga selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Jateng menyebut, untuk menekan angka kemiskinan di Jateng, organisasi perangkat daerah (OPD) perlu mempertajam program-program yang berorientasi pada kemiskinan.

“Kalau lebih dipertajam, tentu orientasi kewilayahannya menuju kepada 15 daerah (di zona merah). Tentu kita tidak bicara hanya 15 kabupaten/ kota. Tapi kita bicara prioritas. Sebanyak 15 kabupaten yang miskin, barangkali potensi dan kondisi kemiskinannya tidak sama persis,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Bupati Kudus Motivasi Kader Siaga Trantib untuk Berikan Kenyamanan Masyarakat

Bupati Musthofa saat memberikan bintek kepada kader siaga trantib (KST). (Diskominfo Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketenteraman, keamanan, serta kenyamanan dalam masyarakat merupakan kunci dalam membangun bangsa. Termasuk di dalamnya adalah daerah bahkan level terkecil adalah dalam sebuah desa.

Oleh karenanya, keberadaan kader siaga trantib (KST) menjadi penting di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Kudus H. Musthofa saat memberikan pembinaan bagi KST se-Kabupaten Kudus, di Bae, Rabu (23/8).

Untuk bisa berperan secara maksimal, KST harus paham terhadap lingkungan. Tentunya tahu kondisi dan segala perkembangan yang ada. Sehingga apabila ada permasalahan bisa segera tertangani.

“Bahkan, keberadaan KST ini saya berharap semua persoalan selesai di tingkat desa,” pesan Bupati dua periode ini.

Koordinasi dan sinergi dengan kepala desa/lurah dengan babinsa dan bhabinkamtibmas menjadi sebuah kewajiban. Tentunya dibawah koordinasi camat beserta muspika.

“Yang wajib diketahui adalah pahami semua aturan yang ada,” imbuhnya pada acara yang juga dilakukan pengukuhan 135 orang KST baru ini.

Di akhir arahan, Bupati berpesan agar kekompakan dan kebersamaan terus dijaga. Kemampuan komunikasi dengan semua pihak juga harus dioptimalkan. Selain performance dan penampilan yang rapi sebagai representasi pemda di masyarakat.

Editor: Supriyadi

Pengedar Koplo Konangan saat Beraksi di Warungasem Batang

Pelaku pengedar pil koplo dimintai pertanggungjawabannya di Mapolres Batang. (Tribratanewspolres Batang)

MuriaNewsCom, Batang – Satres Narkoba Polres Batang menangkap pengedar pil koplo, MR (32), warga Kelurahan Bandengan , Kota Pekalongan. MR berhasil ditangkap di Jalan Raya Warungasem, Wonotunggal masuk Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.

Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melalui Kasatres Narkoba AKP Hartono,mengatakan pelaku ditangkap pada pertengahan bulan agustus ini. “Sekarang sudah kami amankan dan periksa,” kata Hartono, dikutip situs resmi Polda Jateng, Rabu (23/8/2017).

Sebelumnya petugas mendapat informasi dari masyarakar bahwa di Jalan Raya Warungasem Wonotunggal sering dilakukan aksi trasaksi jual beli pil yang tidak memiliki izin edar.

“Kemudian kita tindak lanjuti dengan cara melakukan penyelidikan di tempat tersebut. Kemudian pada hari Minggu (13/8/2017) sekitar  pukul 13.00 WIB melihat empat orang yang sedang bertransaksi  pil di pinggir jalan, lalu oleh Tim Satres Narkoba Polres Batang dilakukan penangkapan,” beber Hartono.

Selain menangkap pelaku juga mengamankan barang bukti berupa satu paket besar pil warna kuning dalam plastik klip transparan yang didalam plastik hitam berjumlah 744 butir, satu unit sepeda motor Yamaha Mio  dan ponsel.

“Akibat perbuatan itu, pelaku bisa dijerat dengan pasal 197 subsider pasal 196 UU RI Nomor 36, tahun 2009 tentang  Kesehatan.

Editor : Akrom Hazami

Anggaran Pilgub Jateng 2018 Nyaris Rp 1 Triliun

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Dana yang akan dikeluarkan Pemprov Jateng untuk menggelar Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada 2018 nyaris menembus angka Rp 1 triliun.

Dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), dana yang diberikan Pemprov Jateng ke KPU untuk pelaksanaan pilgub sebesar Rp 992 miliar lebih.

Dana tersebut 30 persen lebih besar dari dana yang pelaksanaan Pilgub Jateng 2013 lalu. Peningkatan dana tersebut, karena adanya perubahan aturan, salah satunya tentang kampanye calon gubernur dan wakil gubernur yang menjadi tanggungjawab KPU.

“Jelas naik, ada perubahan undang-undang untuk mengamanatkan alat peraga kampanye dibiayai negara,” kata Diana Ariyanti, Komisioner KPU Jateng Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia.

Meski demikian menurut dia, dari dana sebesar itu paling banyak nantinya tersedot untuk pembiayaan di tempat pemungutan suara. Persentasenya mencapai 70 persen, dan 20 persen untuk panitia pemungutan suara (PPS).

Pada Pilgub Jateng 2018 mendatang, jumlah TPS nantinya sebanyak 64.171 TPS yang tersebar di 35 kabupaten/kota, 573 kecamatan, dan 8.559 desa/kelurahan.

Ia menyatakan, KPU akan segera menyosialisasikan tahapan-tahapan Pilgub Jateng dan pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota. Sosialisasi akan dimulai dengan peluncuran maskot dan jingle Pilgub Jateng 2018, yang akan dilaksanakan Selasa (29/8/2017) di Lawang Sewu Semarang.

KPU Jateng juga akan segera melakukan pembentukan badan penyelenggara, yakni panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa/kelurahan. Rekrutmen petugas badan penyelenggara dilaksanakan 12 Oktober 2017 hingga 11 November 2017.

Setelah pembentukan badan penyelenggara selesai, KPU Jateng akan memulai tahapan pemutakhiran data pemilih pada 11 Desember 2017 hingga Februari 2018. “Proses pemutakhiran data pemilih itu tahapannya dari data pemilih sementara (DPS) dan DPS hasil perbaikan,” ujarnya.

Diperkirakan jumlah data pemilih tetap (DPT) Pilgub Jateng 2018 sekitar 27 juta orang lebih berdasarkan data dari kabupaten/kota dan pencocokan serta penelitian DPS.

Editor : Ali Muntoha

Penyelundupan BBM Subsidi ke Pabrik Teh di Pekalongan Terbongkar

Warga melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Kasus penyelundupan BBM bersubsidi jenis solar di Kota Pekalongan, terbongkar, Rabu (23/8/2017) siang. BBM subsidi itu dipakai untuk operasional salah satu pabrik minuman teh besar yang terdapat di kota tersebut.

Info yang dihimpun, kasus penyelundupan terbongkar usai adanya laporan warga kepada polisi. Yaitu, ada seorang warga yang curiga dengan satu unit truk yang tengah mengisi BBM di SPBU Medono, yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Truk bernopol G 1402 LA diketahui kerap mengisi solar hingga berjam-jam lamanya di SPBU Medono.

Atas laporan warga, polisi dengan mengenakan pakaian preman, tiba di SPBU Medono, guna memastikan. Polisi melakukan pemantauan hingga berjam-jam lamanya. Karena curiga, polisi segera mendatangi truk itu. Betapa kagetnya polisi tersebut. Polisi mendapati truk itu memiliki tangki bahan bakar yang besar. Tangki modifikasi tersebut mampu memuat hampir satu ton bahan bakar.

Polisi meminta keterangan sopir truk, SC (37) warga Podosugih, Pekalongan. SC mengaku jika solar dalam jumlah besar itu digunakan untuk operasional mesin genset pabrik minuman teh.

Keterangan SC, masuknya solar ke tangki truk tetap melalui lubang tangki biasa. Hanya di tangki telah dilngkapi pipa tambahan. Pipa itu menghubungkan ke beberapa bak penampungan, yang letaknya di bawah truk. Maka jadilah truk yang normalnya mampu memuat 100 liter, kini bisa lebih dari itu. Bahkn sekitar 1000 liter.

Di bawah truk rupanya juga terpasang 3 bak. Kapasitas masing-masing bak bisa mencapai ratusan liter. Modifikasi itu ditutupi dengan aksesoris fiber, yang fungsinya menutupi bak.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Silalahi mengatakan, polisi akan memanggil pihak terkait, seperti pemilik pabrik minuman teh, dan pemilik SPBU.

Editor : Akrom Hazami

Warga Troso Jepara Dibekuk BNN karena Jadi Kurir Sabu Jaringan Aceh

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Yayan Adrian (30), warga Desa Troso, Kecamatan Pecangakan, Kabupaten Jepara, dibekuk tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. Warga Jepara ini diketahui sebagai kurir sabu jaringan Aceh.

Dari tangan Yayan petugas berhasil mengamankan barang bukti 100 gram sabu. Pengakuan tersangka, sabu itu diperoleh dari Aceh yang dikirim melalui jalur laut. Rencananya, sabu itu akan dikirim untuk diedarkan ke wilayah Jepara.

Kepala BNN Provinsi Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, tersangka tertangkap tangan saat mengambil paket sabu, Sabtu 12 Agustus 2017 lalu. Sabu tersebut diambil di bawah sebuah pohon palem, sekitar pukul 17.30 WIB.

”Ditangkap saat mengambil dua paket sabu. Setelah itu kami perdalam, dan diketahui sabu itu diperoleh dari penyelundupan via jalur laut,” katanya pada wartawan di markas BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang, Rabu (23/8/2017).

Tersangka juga digelangdang untuk menunjukkan persembunyian barang haram lain. Hasilnya, petugas berhasil kembali mengamankan satu paket bungkusan besar dan enam paket kecil dari rumah tersangka. Total barang bukti yang diamankan sebanyak 100 gram sabu.

Pelaku mengaku sudah sekitar dua bulan menjadi pengedar barang haram tersebut. Dari pengakuan pelaku, barang haram itu diperoleh dari Aceh, dan dikirim melalui jalur laut.

Tersangka juga mengakui jika narkoba itu diedarkan kepada teman-temannya yang sudah ia kenali. Meski demikian, BNN terus mencoba mengembangkan kasus ini, untuk mencari bandar besarnya.

Atas kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 114 subsider Pasal 112 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal hukuman mati.

Editor : Ali Muntoha

Anjing K9 Milik Satpol PP Buyarkan Pedagang Pasar Kanjengan yang Hadang Eksekusi

Ilustrasi anjing K9 milik Satpol PP Kota Semarang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Proses eksekusi pedagang Pasar Kanjengan Kota Semarang, Rabu (23/8/2017) hari ini sempat alot. Ratusan pedagang menolak upaya eksekusi dengan menghadang petugas gabungan dari polisi dan Satpol PP.

Ratusan pedagang tersebut membuat barisan. Petugas yang membawa tameng dan tongkat terus merangsek sempat kewalahan menghadapi warga.

Dikutip dari Tribunjateng.com, pegadang yang melakukan blokade itu akhirnya buyar setelah petugas menerjunkan dua ekor anjing K9 milik Satpol PP Kota Semarang.  Pedagang mulai menyingkir seiring dengan gonggongan anjing tersebut.

Setelah penghadangan berhasil dibuka, eksekutor dari Pengadilan Negeri Semarang, Ali Nuryahya membacakan perintah eksekusi. Pihak PT Pagar Gunung Kencana pun tidak melakukan penolakan usai pembacaan eksekusi.

Selama proses eksekusi sempat terjadi ketegangan antara pedagang dengan petugas dari Dinas Perdagangan. Namun kericuhan tak meluas dan, pedagang pasrah kiosnya dibongkar.

Eksekusi itu dilakukan di Blok C dan D Pasar Kanjengan. Blok lain lain belum dilakukan eksekusi karena proses hukumnya belum selesai. Pemkot Semarang rencana bakal membangun Pasar Kanjengan setelah tahun lalu terbakar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto memastikan, para pedagang yang kiosnya dieksekusi akan direlokasi ke Lapak Sementara Pasar Johar Blok F, di lahan Masjid Agung Jawa Tengah.

Pasar Kanjengan merupakan satu kesatuan dengan kompleks Pasar Johar yang akan direvitalisasi, selain Pasar Johar Tengah, Pasar Johar Utara, Pasar Johar Selatan, Pasar Yaik Permai, dan Pasar Yaik Baru.

Editor : Ali Muntoha

Gudang Los Tembakau Milik PTPN di Klaten Terbakar

Gudang los tembakau yang terbakar di Klaten. (Facebook)

MuriaNewsCom, Klaten – Kebakaran meluluhlantakkan gudang los tembakau milik PTPN X Kebun Kebonarum yang berada di Dukuh Gadungan, Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Rabu (23/8/17).

Dikutip dari situs resmi polisi, Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu namun sebanyak 3,5 kuintal tembakau ludes terbakar dan kerugian material ditaksir mencapai Rp 15 juta.

Petugas jaga malam los tembakau, Tugimin (55) menuturkan, sebelum kejadian tersebut salah satu petugas Sukoco sekitar pukul 22.30 wIB sempat melakukan open tembakau dan kemudian berpamitan pulang.  “Pada saat saya datang ke lokasi sekitar pukul 00.50 wIB dari jarak 50 meter, saya melihat kebakaran sudah melalap bangunan tembok dengan atap yang terbuat dari galvalum” jelasnya.

Melihat kejadian tersebut, Tugimin langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Wedi untuk meminta bantuan. Sekitar pukul 00.50 WIb, api berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran beserta kepolisian dan dibantu oleh warga sekitar.

Kapolsek Wedi AKP Sunarso menuturkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran los tembakau tersebut. “Penyebab kebakaran dalam penyelidikan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Siswa SD Terseret Arus Bengawan Solo di Klaten, Begini Kondisinya ketika Ditemukan

Petugas melakukan pengevakuasian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo di Klaten. (BPBD Klaten)

MuriaNewsCom, Klaten – Reno Fauzi (12), warga Dukuh Kauman RT 02/ RW 09, Desa Bulakan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, terseret arus sungai Bengawan Solo di Dukuh Kwogo Kulon, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Selasa (22/8/2017). Baru pada hari ini, Rabu (23/8/2017), bocah itu bisa ditemukan. Dengan lokasi penemuannya sekitar 75 meter dari lokasi korban hilang.

Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Arif Fuad Hidayat kepada MuriaNewsCom, mengatakan, korban mulanya bersama delapan temannya pergi dari rumah. Tujuannya, mereka ingin menonton karnaval di Kabupaten Sukoharjo. Belum sampai di lokasi, mereka ingin mencuci kaki di Sungai Bengawan Solo, sekitar pukul 13.15 WIB.

Korban terpeleset dan terjatuh ke tengah sungai. Kemudian korban tenggelam terbawa arus sungai yang cukup deras. Korban saat bermain menggunakan celana pendek merah seragam sekolah.  Warga bersama relawan langsung melakukan pencarian dengan peralatan seadanya.

Mendapati informasi tersebut, polisi beserta Tim SAR Kabupaten Klaten dan SAR Kabupaten Sukoharjo langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pencarian korban yang terseret arus. Tim gabungan melakukan penyelaman dan penyisiran mencari bocah yang menjadi korban hanyut di aliran sungai Bengawan Solo. Pencarian tersebut melibatkan 70 orang relawan.

Penyisiran dilakukan dari titik hanyutnya korban di dekat jembatan Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari. Tim juga melakukan penyelaman. Ada juga tim yang menyisir di permukaan menggunakan pelampung. Tim juga memasang jaring di bawah jembatan Sidoretno dan POndok, Sukoharjo.

Pencarian dilakukan kembali pagi tadi. Korban diketemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak sekira 75 meter dari lokasi. “Korban dalam keadaan MD, selanjutnya dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Sering Hadiri Kawinan, Ketua DPRD Jateng Anggap Wajar Tunjangannya Naik

Rukma Setyabudi, Ketua DPRD Jateng. (DPRD Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Dikeluarkannya Peraturan Presiden (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Hak Administratif Anggota DPRD membuat seluruh anggota dewan di Indonesia tersenyum gembira. Pasalnya, dengan dikeluarkanya aturan itu, tunjangan para wakil rakyat itu menjadi bertambah.

Meski selama ini kinerja anggota dewan masing sering menjadi sorotan, namun menurut Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi, peningkatan tunjangan untuk anggota dewan ini merupakan hal yang wajar.

Ini dikarenakan kebutuhan yang dikeluarkan anggota dewan juga cukup besar. Ia mencontohkan, tiap anggota dewan kerap mendapat undangan resepsi penikahan, penawaran pasang iklan di media massa, pengajuan proposoal bantuan hingga hingga keluhan dari masyarakat.

Sehingga gaji dan tunjangan banyak yang digunakan untuk memenuhi hal-hal tersebut. Hal ini menurutnya beda dengan pegawai negeri yang gajinya bisa utuh.

“PNS dengan gaji Rp 10 juta pulang rumah masih utuh. Tapi, buat kami yang duduk di kursi legislator enggak bisa kayak gitu dong. Kita mungkin Rp 50 juta. Karena kan dalam sebulan kira-kira diundang 20 resepsi nikah, khitanan, lahiran dan sejenisnya,” katanya dikutip dari Metrojateng.com, Rabu (23/8/2017).

Politisi PDIP ini merinci,  rata-rata setiap datang ke undangan masyarakat, ia harus nyumbang Rp 500 Ribu. “Kalau sudah kenal paling tidak Rp 1 Juta. Tinggal kalikan saja dengan 20 undangan. Maka wajar kalau kita dapat kenaikan tunjangan. Mungkin idealnya tunjangannya naik lebih dari Rp 10 Juta,” akunya

Sehingga menurut dia, sudah cukup wajar jika tunjangan dewan dinaikkan. Ia menyebut bahwa realisasi kenaikan tunjangan bakal berlaku efektif sejak APBD Perubahan disahkan pada Septemper 2017.

“Ini suatu sangat positif. Saya senang sekali. Dengan tunjangan bagus, gaji lebih mantap, kita merasa lebih cukup,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono mengatakan dengan ditekennya PP tersebut jenis dan nominal tunjangan bagi anggota DPRD bertambah. Menurutnya, penambahan itu akan membuat anggota DPRD lebih nyaman.

“Yang paling ada perubahan adalah tunjangan alat kelengkapan. Ini juga ada perubahan. Ada juga sistem penanggungjawaban biaya operasional Dewan itu dulu kan at cost, sekarang 20% at cost. Jadi sekarang lebih nyaman,” terangnya dikutip dari Detik.com.

Fasilitas bagi anggota DPRD juga ditambah, dari rumah jabatan, rumah dinas, hingga kendaraan dinas. Bahkan bila pimpinan DPRD tidak memakai kendaraan dinas, mereka akan mendapat uang transportasi.

Anggota DPRD juga mendapat tunjangan komunikasi yang dibagi menjadi 3 kategori. Kategori tinggi mendapat tunjangan komunikasi 7 kali uang representasi, kategori sedang mendapat 6 kali uang representasi, dan kategori rendah mendapat 5 kali uang representasi.

Editor : Ali Muntoha

Begini Cerita di Balik Tokoh Semar yang jadi Maskot Pilgub Jateng 2018

Foto : Merdeka.com

MuriaNewsCom, Semarang – Jika pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2013 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan tokok Werkudara sebagai maskot, pada Pilgub 2018 mendatang, kembali tokoh pewayangan yang dipilih. Punakawam paling utama, yakni Semar menjadi maskot dalam pilgub kali ini.

Dalam maskot ini, sosok Semar digambarkan memiliki ciri-ciri yang kharismatik, tersenyum, mata berkaca-kaca, rambut kuncung, tubuh gemuk (gendut), memakai sinjang atau jarik lurik Parangkusumaraja, kaki memakai ‘selop’, dan satu tangan menengadah ke atas.

KPU Jateng tak sembarangan memilih tokoh ini sebagai maskot. Ada makna dan filosofi tersendiri sebelum akhirnya dipilih sosok tersebut.

Ketua KPU Jateng Joko Purnomo mengatakan, dengan dipilihnya tokoh Semar atau yang juga disebut ‘Ki Lurah Badranaya’ dengan segala karakternya, diharapkan penyelenggaraan Pilgub Jateng dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat Jawa Tengah.

Kata ’badranaya’ berasal dari kata ‘bebadra’ yang artinya membangun sarana dari dasar dan ‘naya’ artinya nayaka yang berarti utusan.

“Maksudnya, mengemban sifat membangun melaksanakan perintah Tuhan demi kesejahteraan manusia. Semar juga berarti ‘Sang Penunjuk Makna Kehidupan,” katanya.

Secara fisik, tokoh semar tidak laki-laki dan tidak pula perempuan. Ia berkelamin laki-laki tapi juga memiliki payudara seperti perempuan. Ini adalah simbol dari laki-laki dan perempuan. Semar berambut kuncung dan berwarna abu-abu seperti anak muda yang memiliki semangat serta pribadi pelayan.

“Itulah kenapa salah satu tangan Semar menengadah ke atas, menggambarkan pelayanan senantiasa melayani umat tanpa pamrih untuk melaksanakan ibadah sesuai perintah Tuhan,” ujarnya.

Dalam pilgub kali ini KPU memilih tagline ‘Becik Tur Nyenengke’ atau yang berarti baik dan menyenangkan. Harapanya, Pilgub dan Pilkada serentak 2018 menjadi saat yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah.

“Karena masyarakat telah diberikan wewenang sebagai hakim untuk secara merdeka memilih dan memutuskan Pimpinan Jawa Tengah untuk lima tahun yang akan datang,” jelasnya.

Dia mengatakan pemilihan dan penetapan maskot Pilgub Jateng 2018 itu berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jateng Nomor 3/PP.02.3-Kpt/Prov/VII/2017.

“Dalam penyelenggaraan Pilgub Jateng diperlukan sebuah maskot sebagai media guna mempromosikan, menyemarakkan, dan memberi semangat bagi pelaksanaannya,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

KPU Batang Luncurkan Aplikasi Ciluba

Warga melakukan pencoblosan pada salah satu pesta demokrasi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Batang – Ada yang baru di Kabupaten Batang, beberapa waktu terakhir ini. Adalah adanya aplikasi android  “Catatan Informasi Pemilu Batang (Ciluba)”. Tujuannya adalah mmemudahkan warga mendapat info tentang pemilu, dan terkait lainnya.

Ketua KPU Batang Adi Pranoto mengatakan, pihaknya meluncurkan aplikasi android Ciluba. Kini, aplikasi bisa diunduh dari “playstore”. Hal ini akan memudahkan pengguna android untuk mendapatkan info pemilu.

“Tujuan aplikasi `Ciluba` adalah untuk meningkatkan peran KPU dalam melayani informasi data kepemiluan yang dibutuhkan masyarakat,” kata  Adi dikutip dari Antara.

Keberadaan aplikasi ini di antaranya menyasar pada pemilih pemula yang akrab dengan gawai atau gadget kekinian. Sebab, mereka biasa akrab dengan ponsel pintarnya.  Saat ini di Jateng, baru KPU Batang yang memiliki.

Menurut Adi, aplikasi ini murni buah pikiran dari KPU Batang. Mulai dari ide, pembuatan dan pengembangannya. Pihaknya tetap akan melakukan penyempurnaan biar lebih praktis mengaksesnya. Adapun untuk sosialisasi, KPU telah gencar melakukannya.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Utang, Pembunuhan Keji Terjadi di Bandungan Semarang

Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso dan Kadiv Humas Polda Kombes Pol Djarod Padakova saat mengintograsi pelaku pembunuhan. (Tribunnewspoldajateng)

MuriaNewsCom, Ungaran – Pembunuhan yang terjadi di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, terungkap sudah.  Yakni pembunuhan terhadap Mustaqim (30), warga Desa/Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang.

Adapun pelaku yang berhasil ditangkap adalah Listiawan alias Iwan (27) warga Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang dan Muhammad Abdul Kholiq (24) warga Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Keterangan Iwan kepada wartawan di Mapolres Semarang, Selasa (22/8/2017), korban Mustaqim saat itu meminjam sepeda motor milik Kholiq untuk digadaikan dengan mengatasnamakan Iwan. Seusai itu, setiap kali Iwan tanya apakah sepeda motor sudah ditebus atau belum. Korban selalu menjawab belum.

Iwan dan Kholiq pun akhirnya kesal dengan korban. Tak ada solusi lain bagi keduanya, selain menghabisi nyawa Mustaqim. “Sudah menolongnya, tapi tidak segera diupayakan untuk mengembalikan,” ujar Iwan.

Modus tersangka merencanakan melakukan pembunuhan terhadap korban, dengan mempersiapkan pisau dapur. Mereka membeli pisau di salah satu minimarket di Blotongan Salatiga. Keduanya bertemu korban di sekitar Bendungan Karanglo, Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Khloiq memukul kepala korban dengan menggunakan cor-coran batu dari arah belakang kepala korban. Iwan menusuk korban dengan pisau dapur sebanyak 14 kali di dada korban. Korban pun meninggal dunia. Para tersangka yang masih kesetanan itu membuang korban di tempat kejadian perkara. Sebelumnya, kedua pelaku mengambil uang di dompet korban sebanyak Rp 250 ribu, dan mengambil ponsel milik korban. Mereka juga melarikan sepeda motor korban Suzuki FU nomor polisi H 4064 VI. Sepeda motor itu lantas dijual di wilayah Boyolali.

Kadiv Humas Polda Jateng Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, pelaku melarikan diri ke Bekasi Jawa Barat. “Tersangka akan dituntut dengan hukuman seumur hidup sesuai dengan Pasal 340 KHUP subsider 338 /170,” kata Djarod.

 

Editor : Akrom Hazami

Mortir Aktif Ditemukan di Sungai Progo Temanggung

Polisi melakukan pengamanan mortir yang ditemukan di Sungai Progo Temanggung. (Humas Polres Temanggung)

MuriaNewsCom, Temanggung – Budi Marwoto (54) warga Dusun Kenalan, Desa Kranggan, Temanggung, tak sengaja menemukan mortir di bawah jembatan Progo saat mencari batu, Senin (21/8/2017) sore. Mortir diperkirakan masih aktif dan diduga merupakan peninggalan penjajah.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, pihaknya akan segera menindak lanjuti laporan dari masyarakat. Polisi melakukan pengamanan dan mendatangkan tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah untuk melakukan disposal.

“Mortir yang ditemukan diduga peninggalan penjajah dalam kondisi berkarat, terjepit batu dan terendam air sungai, setelah dilakukan identifikasi oleh Jibom ternyata mortir masih aktif kemudian dievakuasi dan diledakkan,” terangnya.

Sementara itu Budi tidak mengira pada saat mencari batu akan menemukan mortir. Saat itu, dia bersama rekannya Waliyadi (45). Keduanya setiap harinya bekerja mencari batu di daerah tersebut. “Saya kira batu, setelah dipegang dan tahu itu mortir saya langsung melapor ke Polres Temanggung,” ujar Budi.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada serta segera melaporkan ke polisi apabila menemukan benda-benda yang mencurigakan dan perlu penanganan khusus, dikarenakan di sungai Progo dimungkinkan masih banyak terdapat mortir sisa perang.

Editor : Akrom Hazami

Jaringan Pengedar Narkoba di Wonogiri Takluk di Hadapan Polisi

Polisi saat meminta keterangan pelaku narkoba di Mapolres Wonogiri. (Tribratanewspolreswonogiri)

MuriaNewsCom, Wonogiri — Aparat Satuan Narkoba Polres Wonogiri mengungkap jaringan pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu. Dari ungkap kasus, polisi menangkap dan mengamankan beberapa pelaku pengguna maupun pengedar dari tempat yang berbeda.

Kasat Narkoba Polres Wonogiri, AKP Amir Zubaidi mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Mohammad Tora, mengatakan penangkapan bermula ketika jajaran satresnarkoba melakukan penangkapan pada Fariz Nanda (25) warga Kelurahan Wonokarto. Mahasiswa ini ditangkap pada Kamis (10/08/2017) sekitar pukul 02.30 WIB. Dari hasil penyelidikan jajaran kepolisian didapati, Fariz menyimpan memiliki narkoba jenis sabu.

Kemudian anggota kepolisian melakukan pengembangan lebih lanjut lagi. Pada pukul 06.30 WIB kembali dilakukan penangkapan terhadap Bayu Bella Wijaya (27) warga Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, di penitipan motor Terminal Tirtonadi, Surakarta. Dari penangkapan tersebut diperoleh barang bukti 1 unit ponsel yang digunakan pelaku untuk melakukan transaksi.

“Dari Bayu kami peroleh informasi barang tersebut ia dapat dari Bagus Babtis Doni (29) warga Sidoharjo, Surakarta dan kemudian kami lakukan penangkapan pada pukul 11.00 WIB di salah satu Resto di Banjarsari, Surakarta,” kata Amir dikutip Tribratanewspolreswonogiri.

Selanjutnya dari penangkapan Bagus, anggota polisi mengamankan barang bukti berupa ponsel untuk transaksi, dan diperoleh informasi mengenai Yosafat Edo Febrianto (21) warga Banjarsari, Surakarta. Kemudian penangkapan terhadap Yosafat dilakukan dirumahnya pada pukul 12.30 WIB. Polisi hanya mendapatkan barang bukti berupa ponsel.

Amir menerangkan, dari penangkapan yang sebelumnya telah dilakukan. Pihaknya mendapat informasi mengenai barang yang diperoleh Yosafat berasal dari Adriel Alfa Yogi (22) warga Jebres, Surakarta. Kemudian penangkapan terhadap Adriel dilakulan pada hari tersebut sekira pukul 13.30  WIB di rumah pelaku.

“Dari penangkapan Adriel kami mengamankan ponsel yang digunakan untuk transaksi, 1 buah pipet kaca dan 1 bon atau alat hisap,” terangnya

Pengembangan data yang dilakukan anggota kepolisian Sat Resnarkoba Polres Wonogiri, berujung pada penangkapan Muhammad Faisal Mubarok (30) warga Tuban, Gondangrejo, Karanganyar di salah satu warung di Jebres, Surakarta pada pukul 16.00 WIB.

Dari Muhammad Faisal Mubarok, polisi mendapati 1 sedotan yang sudah dimodifikasi bentuknya, 1 bon atau alat hisap, timbangan digital, serta ponsel.

“Pelaku sudah kami amankan dan sudah kami tetapkan pasal yang berlaku bagi pengguna dan pengedar narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

600 Ton Beras di Gudang Bulog Randugarut Dikorupsi, Kejati : Pemerintah Rugi Rp 6 Miliar

Sejumlah pekerja tengah beraktivitas di Gudang Bulog. Kejati Jateng tengah menyelidiki dugaan korupsi beras di gudang Bulog Subdivre I Randugarut. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Dugaan kasus korupsi pengadaan beras di gudang Bulog Subdivre I Cabang Randugarut, Mangkang, Kota Semarang, tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung. sekitar enam ton beras di gudang Bulog raib diduga dikorupsi oleh oknum pegawai.

Kerugian negara yang ditimbulkan akibat kasus ini pun ditaksir mencapai Rp 6 miliar. Asisten Intelijen Kejati Jateng Jacob Hendrik Pattipeilohy mengatakan, saat ini pihaknya tengah memperdalam penyelidikan di gudang Bulog tersebut.

“Diprediksi kerugian Rp 6 Miliar lebih dan sedang diselidiki oleh tim penyidik kami di lapangan,” katanya dikutip Metrojateng.com, Selasa (22/8/2017).

Sementara menurut Kasipenkum Kejati Jateng Sugeng Riyadi, pihaknya memperkirakan ada 600 ton beras yang raib dari gudang. Oknum pegawai Bulog ditengarai melakukan korupsi itu dengan memproses pemindahan beras dari dalam ke luar gudang.

Saat ini, Kejati Jateng telah memeriksan lima saksi. Keterangan para saksi sangat dibutuhkan karena dianggap mengetahui persoalan yang terjadi.

“Keterangan para saksi masih dikaji dan penyidik masih mencari titik terang siapa yang bertanggungjawab atas dugaan penyimpangan tersebut,” ujarnya.

Penyelidikan dugaan kasus korupsi beras tersebut menurut dia, merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat. Informasi yang diterima menyebut jika praktik korupsi beras itu terjadi sejak Juni 2016 hingga 2017.

”Artinya sudah terjadi setahun terakhir. Dugaannya bekerja sama dengan pihak luar, mengambil beras yang ada di stapel. Di gudang itu kan ada pekerja dari luar yang bantu bongkar dan menata beras di stapel,” terangnya.

Modusnya yakni membuat gorong-gorong di staple, sehingga terkesan tumpukan beras penuh. “Kalau dilihat sepertinya tumpukannya tinggi, padahal itu dalamnya kosong,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

PKS Jateng Bidik Pemilih Pemula untuk Menang di Pilgub

Fris Dwi Yulianto, Ketua Gema Keadilan Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menggeber mesin politiknya untuk memenangkan calon yang bakal diusung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Terlebih pilkada serentak pada tahun itu juga akan menjadi pemanasan dalam menghadapi pemilihan umum 2019 mendatang.

Salah satu strategi yang digunakan yakni membidik para pemilih pemula dan pemuda, yang jumlahnya cukup banyak.  

Partai ini menyiapkan ruang sebagai rumah bagi para pemuda beraktualisasi dan berkarya. Hal ini ditegaskan Fris Dwi Yulianto, Ketua Gema Keadilan Jateng.

Sebagai organisasi sayap PKS, ia mengaku siap memberikan fasilitas- asilitas sebagai bentuk dorongan kepada pemuda di Jateng untuk berkarya dan mengabdi bagi Indonesia. Beberapa pelatihan penunjang dunia kreativitas, kemandirian dan jiwa sosial pemuda akan diselenggarakan Gema Keadilan Jateng.

“Selain pelatihan, kalau ada teman-teman komunitas yang hendak mengadakan agenda dan butuh ruangan. Silahkan bisa mengadakan di Rumah Khidmat, Insya Allah akan difasilitasi,” katanya dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Ia menyatakan, Gema Keadilan siap kawal dan amankan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PKS. Ia meyakini proses penentuan cagub yang dilakukan Dewan Pengurus Wilayah PKS Jateng telah sesuai dengan arahan PKS Pusat.

Serta telah memalui mekanisme demokrasi didalam dengan menyelenggarakan Pemira dan musyawarah.

Selain itu, Ketua Bidang Kepemudaan DPW PKS Jateng Ali Umar Dhani menerangkan bahwa saat ini proses penentuan cagub dan cawagub dari PKS masih dalam komunikasi serta musyawarah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Gema Keadilan yang telah berkomitmen untuk membantu PKS, siapapun yang maju. Proses (penentuan cagub) masih berlanjut, mohon doanya,” terangnya.

Beberapa waktu yang lalu DPW PKS Jateng telah menyelenggarakan pemilihan internal Raya (Pemira) oleh kader-kader PKS di seluruh Jateng. Saat ini, telah masuk pada tahapan musyawarah dan komunikasi dengan beberapa tokoh serta DPP untuk nantinya dimajukan sebagai cagub dan cawagub dari PKS.

Editor : Ali Muntoha

Perempuan Berkerudung Tewas dan Mayatnya Membusuk di Sawah Pemalang

Polisi dan medis mendatangi lokasi penemuan mayat di Desa Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. (Tribatanewspemalang)

MuriaNewsCom, Pemalang –  Kholida (50) warga Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, ditemukan tewas di lahan sawah yang ada di Desa Ambokulon, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Kondisi mayatnya ditemukan dalam keadaan membusuk. Saat ini, mayat korban telah diserahkan ke keluarganya untuk dikebumikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat ditemukan petani, Warkumi (61). Ketika itu, Warkumi dan Kartumi (49) hendak mencari sisa hasil panen padi di petak sawah milik Slamet, Desa Ambokulon. Keduanya mencium bau busuk yang menyengat. Karena penasaran, para petani itu mencari sumber bau. Tak jauh dari lokasi mereka, terlihat mayat dengan kondisi telungkup.

Keduanya segera lari tergopoh-gopoh mendatangi warga terdekat. Mereka melaporkan telah melihat mayat perempuan. Adapun ciri mayat itu, memiliki tinggi badan 150 cm, umur sekitar 50 tahun, perawakan kurus, memakai kerudung cokelat, dan mengenakan baju warna hijau serta celana pendek hitam. Sontak, warga yang duduk di pos ronda dekat lokasi, langsung melapor kepada aparat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Comal.

Kapolsek Comal AKP Utomo mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga, soal adanya mayat di sawah. Dia bersama Waka Polsek Comal, KanitReskrim, Anggota SPK, Anggota Reskrim dan tim medis Puskesmas Purwoharjo Comal dipimpin Dr Konita dan dua staf puskesmas, serta tim Inafis Polres Pemalang mendatangi lokasi. “Polisi langsung melakukan olah Tkp (Tempat Kejadian Perkara),” kata Utomo.

Akhirnya, polisi menemukan identitas korban dari warga setempat. Dari hasil pemeriksaan medis, mayat diperkirakan sudah meninggal 3 hari sampai 4 hari. “Medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan” kata salah satu anggita medis di lokasi, dr Konita.

Sementara menurut keterangan dari suami korban, Kumpul (60) yang datang ke Tkp mengatakan, istrinya mengalami gangguan jiwa. “Korban meninggalkan rumah pada hari Senin, 14 Agustus 2017 lalu,” kata Kumpul dengan nada sedih.

 

Editor : Akrom Hazami

Mutasi Kendaraan di Jateng Bakal Dipermudah

Pemohon balik nama kendaraan sedang antre cek fisik di kantor Samsat. MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan akan mempermudah proses mutasi untuk balik nama kepemilikan kendaraan bermotor dari provinsi lain ke Jawa Tengah. Sistem dan regulasi dalam proses mutasi akan dipangkas dan disederhanakan dengan sistem digital.

Hal ini dilakukan lantaran selama ini banyak keluhan dari masyarakat tentang sulirnya pengurusan mutasi dari provinsi lain ke Provinsi Jateng.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jateng Ihwan Sudrajat mengatakan, pihaknya berharap sistem tersebut akan sudah mulai bisa dioperasikan pada bulan ini.

“Kami sedang mempersiapkan sistem agar regulasi bisa disederhanakan dan sekarang sedang diproses pembuatan e-samsat secara nasional. Mudah-mudahan dalam bulan ini bisa launching, sehingga cabut berkas cukup dengan sistem digital saja,” kata Ihwan dikutip dari Antaranews.com, Selasa (22/8/2017).

Dipermudahnya regulasi mutasi kendaraan ini, diharapkan akan memacu warga untuk melakukan balik nama kendaraan. Sehingga pendapatan daerah akan meningkat, dan bisa dipergunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur di Provinsi Jateng.

Ia mengakui jika saat ini mutasi dari luar provinsi belum bisa dilakukan secara online. Namun untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Sistem Administrasi Kendaraan Pajak Online atau yang disingkat “Sakpole”.

Selama ini, masyarakat mengeluh lantaran harus melakukan cabut berkas di provinsi asal kendaraan bermotor yang akan dimutasi ke Provinsi Jateng.

Masyarakat berharap proses cabut berkas bisa dilakukan daring (online) secara nasional, karena selama ini cek fisik bisa dilakukan di kantor samsat terdekat, tanpa harus ke provinsi kendaraan bermotor itu berasal.

Baca juga : Kabar Gembira, Sanksi Pajak Bermotor dan Balik Nama Gratis Hingga Desember

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang ditemui para kesempatan terpisah, mengharapkan ada kesepakatan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam pengurusan mutasi kendaraan bermotor.

“Jika ada kerja sama antara pemerintah daerah asal dan pemerintah daerah tujuan serta pemerintah pusat, akan mempermudah layanan ke masyarakat,” ujarnya.

Ganjar mendorong jajarannya guna menyederhanakan regulasi pengurusan mutasi kendaraan bermotor sebagai bentuk pelayanan yang mudah, murah, dan cepat.

Editor : Ali Muntoha

Boyolali Antisipasi Antraks pada Hewan Kurban 

Hewan ternak disiapkan untuk kurban di Hari Raya Idul Adha yang tiba beberapa hari lagi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Mengantisipasi antraks, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali memantau hewan ternak warga di daerah endemis antraks di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego dan Kecamatan Ampel.

Kabid Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Uspet Kesmavet), Disnakan Boyolali, Widodo mengatakan, pihaknya terus memantau daerah endemis antraks. Setidaknya, pihak dinas melakukannya tiga bulan sekali. 

“Daerah endemis antraks dipantau terus. Setiap tiga bulan sekali petugas selalu datang ke sana dan melakukan vaksin ke hewan ternak milik warga,”ungkapnya dikutip dari detik.com

Pihaknya juga menyiapkan hewan kurban sehat dengan intensif memantau dengan membentuk tim, untuk mengawasi penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Pihaknya membentuk tiga tim untuk memantau di 21 lokasi penyembelihan di wilayah Boyolali Kota. Sedangkan untuk wilayah kecamatan lainnya diserahkan ke masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Selain itu, juga akan melangsungkan patroli ke masjid yang jadi lokasi penyembelihan hewan kurban. Tim tersebut juga memeriksa daging usai disembelih. Gunanya memantau kondisi daging, apakah sehat atau sebaliknya. 

Seperti cacing hati, yang biasa ditemukan pada hewan yang sekilas tampak sehat. Hati yang mengandung cacing itu menurut dia, masih bisa dikonsumsi. Asalkan cacingnya sedikit. Namun cacing-cacing itu harus dihilangkan terlebih dulu. Selain itu juga harus dimasak benar-benar matang. 

Sebelum Idul Adha, dinas juga akan melakukan sosialisasi kepada para takmir masjid. Sosialisasi meliputi tanda-tanda hewan sehat, teknik penyembelihan yang benar, teknik merebahkan hewan dan cara penanganan daging.

Editor : Akrom Hazami 

3 Penjahat yang Kerap Lolos Kejaran Polisi Akhirnya Tertangkap juga di Pekalongan

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto saat memberikan kepada wartawan usai pihaknya melakukan penangkapan di Mapolres Pekalongan. (Tribratanewspoldajateng)

MuriaNewsCom, Kajen – Tiga pelaku daftar pencarian orang (DPO) akhirnya menyerah saat ditangkap aparat dari Polres Pekalongan. Mereka ditangkap saat pelaksanaan Operasi Jaran Candi 2017 yang berlangsung selama 20 hari. Terhitung 27 Juli 2017-15 Agustus 2017.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan melalui Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto mengatakan, ketiga DPO tersebut yakni atas nama Abdurrahman (26), Bambang (34) dan Siswandi (30). Mereka melakukan tindak kejahatan pencurian pada 4 Juni 2017 di Kedungwuni, 11 Maret 2015 di Wonopringgo dan 8 Februari 2016 di Wonokerto.

“Total ada tiga DPO dengan tiga kasus selama Operasi Jaran Candi 2017. Lainnya juga ada tiga pelaku non-DPO dengan dua kasus,” katanya dikutip dari Tribratanewspoldajateng.

Ia mengatakan Operasi Jaran (kejahatan terhadap kendaraan) menyasar kendaraan-kendaraan yang menjadi sasaran kejahatan, penadahan, dan berbagai kejahatan yang barang buktinya berupa kendaraan.

Menurutnya, dalam operasi yang melibatkan seluruh jajaran Polres Pekalongan tersebut, pihaknya berhasil menyita beberapa barang bukti berupa sepeda motor. “Kasus pencurian itu ada yang dilakukan di rumah, di jalan, di area tambak,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, para pelaku bakal dijerat hukuman penjara sesuai dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Untuk menghindari hal tidak diinginkan dia berpesan kepada masyarakat agar lebih waspada dengan cara menjadi polisi bagi diri sendiri. Maksudnya yakni melakukan berbagai upaya agar terhindar dari tindak kejahatan seperti mengunci pintu dan tidak melintasi jalan sepi.

“Saya juga berurusan kepada masyarakat agar tidak ragu melapor kepada kami jika melihat atau mengetahui adanya tindak kejahatan. Pasalnya tugas menjaga keamanan atau kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami