Difasilitasi Pemkab Kudus, Pelaku Usaha Konveksi Terbantu dalam Pasarkan Produk

Eni Zunita, pemilik Jasmine Bordir saat mengikuti salah satu pameran produk unggulan yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Kudus. Pelaku usaha konveksi terbantu dengan fasilitas yang diberikan Pemkab Kudus. (Foto : Dinas Perdagangan Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Para pelaku usaha konveksi merasa sangat terbantu dengan program-program yang dijalankan Pemkab Kudus. Salah satunya, program mengikutsertakan pelaku usaha dalam berbagai pameran yang dijalankan Dinas Perdagangan Kudus.

Pameran yang diikuti juga beragam segmen dan pasarnya. Mulai dari pameran dalam skala lokal maupun nasional.

Pemilik Jasmine Bordir Eni Zunita mengatakan, dirinya beberapa kali mengikuti pemeran nasional yang diagendakan Dinas Perdagangan Kudus.

”Kami berterima kasih. Diikutkan dalam sebuah pameran sudah sangat membantu kami dalam memasarkan produk. Pasar kami yang awalnya di level lokal, secara otomatis semakin berkembang ke pasar yang lebih luas,” kata Eni Zunita.

Pihaknya berharap, di tahun-tahun mendatang program tersebut tetap dijalankan dan semakin banyak pelaku usaha konveksi yang dilibatkan. Dengan demikian, akan semakin mudah mengangkat konveksi Kudus ke level nasional atau bahkan internasional.

Dia mencontohkan, even Ramadan Runway yang baru saja berakhir penyelenggaraanya di Jakarta, merupakan momentum tepat untuk mempromosikan bordir Kudus. Sebab, even tersebut memiliki gengsi tersendiri. Banyak desainer-desainer papan atas Tanah Air ambil bagian di dalamnya.

”Kami tentu akan bangga, saat bordir Kudus dilirik para desainer untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih berkualitas. Dan, dengan mengikuti pameran-pameran seperti (Ramadan Runway 2018) ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mewujudkannya,” terang pengusaha bordir asal Desa Karangmalang ini.

Pada ajang Ramadan Runway 2018 kemarin, produk konveksi bordir yang dipamerkan Pemkab Kudus sukses menarik perhatian pengunjung. Acara yang berlangsung di Mall Kota Kasablanka Jakarta, pada 1 Juni hingga 2 Juli ini berhasil menumbuhkan gairah pelaku usaha untuk semakin kreatif dalam proses produksi.

Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung yang singgah di stan Dinas Perdagangan Kudus. Mereka tidak hanya melihat-lihat produk yang dipamerkan. Tidak sedikit dari pengunjung yang membeli bordir produksi Kudus.

Banyak yang bertanya mengenai produk bordir dari Kudus. Mereka ada yang langsung membeli. Namun ada yang sekadar bertanya. Bahkan ada juga yang menanyakan destinasi wisata di Kudus.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, Ramadan Runway merupakan even tahunan yang salah satunya bertujuan  untuk memperkenalkan busana lokal.

”Di even ini, kami juga memiliki ikatan kerja sama dengan dengan Rudy Chandra yang merupakan Ketua APPMI DKI Jakarta,” ucap Sudiharti.

Selain arena bazar produk busana, Ramadan Runway 2018 ini juga dimeriahkan sederet desainer papan atas Tanah Air. Sebut saja Ivan Gunawan, Rani Hatta, Nita Seno Adji, Harry Ibrahim, Rudy Chandra, dan Okky Setiana Dewi. Mereka menampilkan koleksi terbaiknya yang bertema Ramadan.

”Kami yakin, dengan mengikuti even-even seperti ini, maka produk-produk lokal Kudus semakin dikenal dan ini juga tentu saja memberikan efek positif dalam peningkatan usahanya. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bapak Bupati Musthofa untuk menjadikan warga Kudus semakin sejahtera,” ucapnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Lebaran, Rutan Jepara Disesaki Pembesuk

Sejumlah pengunjung rutan memadati Aula Rutan Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Aula Rutan Kelas IIB Jepara disesaki pembesuk, saat Idul Fitri 1438 hijriah. Hingga hari keempat lebaran, sudah ada 1.391 keluarga dari warga binaan datang menjenguk. Hal itu dikatakan oleh Kepala Rutan Kelas IIB Jepara Slamet Wiryono. Ia mengatakan, selama lebaran pihaknya memberikan waktu ekstra bagi para pembesuk. Disamping itu, untuk menampung banyaknya keluarga napi maupun tahanan yang datang, pihaknya memanfaatkan ruang aula yang berkapasitas lebih besar. 

“Animo berkunjungnya sangat luar biasa, oleh karenanya untuk memberikan rasa keadilan bagi pembesuk lain, diberikan waktu antara 10 hingga 15 menit guna menemui saudara mereka yang ada di rutan,” katanya, Kamis (29/6/2017).

Menurutnya, selama lebaran pembesuk diberikan waktu dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 guna menemui famili mereka yang menjadi pesakitan. Sedangkan bila hari normal, jam besuk hanya sampai pukul satu siang. Namun demikian, karena memperhatikan faktor keamanan dan kapasitas ruangan, untuk pendaftaran pembesuk diberikan tenggat khusus. 

Adapun, tambahan waktu besuk akan berlaku hingga tujuh hari selepas lebaran. Setelahnya baru diberlakukan jam normal. 

“Kalau di Jepara, yang masuk karisidenan Pati biasanya waktu tambahan jam besuk sampai tujuh hari setelah lebaran. Di lain tempat (lapas) biasanya hanya sampai tiga hari. Setelah itu berlaku normal,” tambah Slamet.

Dirinya merinci, kunjungan terbanyak ada pada hari ketiga pasca lebaran yakni 748 pembesuk. Sedangkan hari pertama ada 257 orang, hari selanjutnya ada 170. Kemudian di hari keempat ada 180 orang pembesuk. 

Guna menjaga keamanan, pihak rutan bekerjasama dengan kepolisian maupun TNI. Petugas menerjunkan personel untuk ikut membantu pengamanan saat jumlah pembesuk membludak. Dari sisi internal, petugas rutan juga memberlakukan double check kepada pengunjung, dengan menggeledah barang maupun orang, dengan metal detector ataupun secara manual. 

Editor: Supriyadi

Arti Idul Fitri Bagi Bupati Kudus Musthofa

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menganggap Idul Fitri adalah pencapaian dari sebuah kemenangan dan kebahagiaan. Kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan dari menaklukkan musuh terberat manusia, yakni hawa nafsu.

Ini disampaikan Musthofa dalam khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). Dalam khotbanya, Musthofa menyebut ajaran puasa sangat kompleks terhadap berbagai macam kemaslahatan.

“Antara lain yaitu menjaga agama, menjaga diri, menjaga kehormatan, menjaga akal, dan menjaga harta benda,” kata Mustofa yang menyebut khotbah kali ini sebagai khotbah wada’ (perpisahan).

Pasalnya, pada momen Idul Fitri tahun depan, Musthofa sudah rampung masa baktinya sebagai bupati Kudus.

Dalam proses puasa menurut dia, muara akhirnya adalah manusia muttaqin, sebagai puncak keimanan. Sedangkan output berpuasa adalah manusia berintegritas yang memiki kesalehan ritual dan sosial terhadap hubungan dengan sesama manusia.

Ia juga mengutif Surat Al Hujurat ayat 13 yang menyebut bahwa manusia diciptakan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Terbagi dalam berbagai bangsa dan suku untuk saling mengenal.

“Maknanya, di dunia tidak ada manusia yang bertahan hidup kecuali membutuhkan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sebagai mahluk sosial tentunya manusia harus memiliki sikap toleran dan saling menghormati tanpa mencampuri urusan orang lain. Tetapi saling tolong menolong dalam kebaikan untuk kesejahteraan bersama.

“Ada dua modal dalam kebhinnekaan. Yakni nilai kearifan lokal dan toleransi umat beragama. Baik kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, maupun umat beragama dengan pemerintah,” imbuhnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah diyakini mampu menciptakan negara yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur. Tentu ini butuh komitmen bersama termasuk peningkatan kualitas pendidikan untuk meraih kesejahteraan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Romantisme Langit Eropa

Mirabell Palace, Austria (club-europe.co.uk)

MuriaNewsCom – Tak bisa dimungkiri jika Eropa tetap menjadi negara impian untuk melakukan traveling, apalagi berbulan madu. Terkenal dengan negara-negaranya yang romantis, membuat turis asal Indonesia jumlahnya semakin meningkat, ditahun 2014 saja terdapat 8,9 juta turis asal Indonesia yang berkunjung kesana.

Hal ini menjadi peluang bagi Garuda Indonesia untuk bisa mengantarkan para wisatawan menjajaki indahnya negara-negara di Eropa. Memiliki empat musim dan keunikan lanskapnya, ditambah dengan bangunan-bangunan tua nan eksotis menambah daya tarik negara-negara ini. Bahkan, tak jarang kesuksesan seseorang akan semakin diakui jika ia sudah berhasil berfoto di beberapa landmark terkenal di Eropa.

Cinque Terre, Italia (lonelyplanet.com)

Untuk Anda yang merencanakan akan pergi berlibur ke sana, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Seperti paspor dan pengajuan visa. Mengajukan Visa schengen pun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah asuransi perjalanan.

Hanya dengan Visa Schengen, Anda sudah bisa mengunjungi negara-negara di Eropa. Maka, jangan sia-siakan kesempatan saat visa Schengen sudah di tangan. Silakan berkeliling Eropa dan manfaatkan kesempatan yang Ada.

Beberapa dokumen yang harus dilengkapi saat Anda mengajukan visa Schengen adalah, sebagai berikut:

  1. Passport
  2. Pas foto berwarna ukuran 3,5 cm x 4,5 cm dengan latar belakang putih dua buah.
  3. Biaya untuk pembuatan Visa, dibayarkan dalam rupiah dan cash. Biaya pembuatannya adalah 60 euro/orang untuk usia 12 tahun keatas, dan 35 euro untuk anak 6-12 tahun. Dan di bawah 6 tahun, tidak dikenakan biaya.
  4. Mendownload formulir dari website resmi kedutaan yang dituju, isi selengkap mungkin dan print out dokumen tersebut lalu bawa saat pendaftaran.
  5. Asuransi perjalanan
  6. Bukti keuangan, berupa rekening Koran selama 3 bulan, dan dana mengendap minimal 34 euro dikalikan lama tinggal di Eropa.
  7. Bukti booking pesawat. Untuk memudahkan, Anda bisa memesan tiket pesawat Garuda Indonesia di Traveloka karena buktinya akan langsung di kirim via email. Klik untuk detil selengkapnya.
  8. Bukti pemesanan penginapan.
  9. Surat keterangan kerja dan itinerary perjalanan selama di Eropa.

Asuransi perjalanan pada dasarnya akan sangat membantu dan perjalanan Anda akan semakin tenang, setiap perusahaan asuransi memiliki benefit-benefit masing-masing. Meski Garuda Indonesia selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan penumpang, namun dengan adanya asuransi perjalanan selain syarat untuk membuat visa namun juga Anda akan lebih merasa nyaman.

Garuda First Class (flightfox.com)

Penerbangan belasan jam dengan menggunakan Garuda Indonesia menyisir setiap jengkal langit menuju Eropa tak akan membuat Anda terlalu lelah, karena banyak fasilitas yang disediakan untuk menemani perjalanan Anda. Terlebih jika Anda menggunakan layanan first class. “The journey begins even before take off “. Anda akan dijemput dari titik penjemputan dan fasilitas ekslusif lainnya, di Bandara, Anda tak perlu melakukan check in. Karena semua diurus oleh assistant pribadi Anda.

Namun, tak hanya first class, di kelas Ekonomi pun Anda akan dimanjakan dengan fasilitas terbaik dari Garuda Indonesia, para awak kabin yang terkenal ramah siap membantu Anda selama di perjalanan. Jarak kursi yang cukup lega dan memungkinkan Anda untuk bisa mengistirahatkan kaki. Fasilitas hiburan selama di atas langitpun tak akan membuat Anda bosan. Dan hal ini telah diakui oleh dunia terbukti dengan diraihnya penghargaan oleh Garuda Indonesia untuk kategori Economy Class offers comfort and convenience like no other dari SkyTrax tahun 2013.

Sudah siap terbang menjelajah langit Eropa dengan Garuda Indonesia?

Editor : Akrom Hazami

Berupaya Menjaga Terumbu Karang

Bin Subiyanto M
Pegiat Ekologi  Pulau Panjang 1990 – Jepara Jateng

TERUMBU karang sebagai habitat adalah “Rumah Tinggal “yang nyaman bagi berbagai spesies organisme di laut. Ekosistem laut terumbu karang banyak yang  berada  di pantai. Tetapi ada beberapa tipe terumbu karang  yang hidup jauh di kedalaman  laut. 

Kehidupan terumbu karang dan upaya merawat kelestariannya telah lama menjadi perhatian khusus lembaga konservasi dunia. Terbukti, Conservation International (CI) meluncurkan film Virtual  reality berjudul “Valens Reef“. Film mengangkat cerita perjalanan ilmuwan  Ronald  Mambrasar dalam menjaga segitiga  terumbu karang di bentang laut  kepala burung, di barat laut Papua.

Pada pertemuan media bertajuk “Konservasi Laut di Raja Ampat dan Kaimana”  di Jakarta, Selasa 26 Juli 2016, ilmuwan senior  Conservation  International  M Sanjayan mengatakan,  Valens Reef  mengajak kita ke bawah laut Raja Ampat, melihat lebih 600 jenis terumbu karang  dan 1765 spesies ikan  yang hidup  di sana.

“Lokasi ini adalah  salah satu program konservasi laut  berbasis komunitas  yang paling  sukses  yaitu inisiatif bentang laut kepala burung,” katanya eyakinkan bahwa metode konservasi berbasis komunitas memang signifikan untuk membuat perubahan. Sekaligus menguatkan rasa cinta untuk laut Indonesia.

Namun apa hendak dikata, ketika  pada 4 maret 2017 yang lalu  kapal pesiar  MV Caledonia  kandas di perairan  Raja Ampat.  Kapal yang kandas bisa  diangkat  tetapi  merusak  1.600 meter persegi  terumbu karang aset dunia di Raja Ampat itu. Padahal telah ratusan tahun ekosistem  di barat laut Papua tersebut   menjadi habitat  ribuan spesies ikan.

Sementara itu nampaknya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI  masih amat fokus pada pengawasan terhadap Illegal-Fishing. Menenggelamkan, menyikat dan menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) pelaku pencurian ikan di wilayah kelautan  Indonesia.

Terkait KIA  Dirjen  PSDKP(Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan )  Kementerian Kelautan dan Perikanan, DR.Ir.Eko Djalmo MH, menyatakan bahwa pada 7 Maret 2017( tiga hari setelah peristiwa kandasnya Kapal MC Caledonia di Raja Ampat),  pihaknya telah menangkap  KIA  asal Vietnam dengan 44 awak kapal  di pulau Tiga Kumbik- Natuna.  Menyusul kemudian penangkapan empat KIA asal Pilipina, yang sedang penuh muatan ikan Cangkalang di wilayah laut Sulawesi pada 16 maret 2017.  Jadi total sampai bulan April sejak Januari 2017  KKP telah berhasil menangkap 106 KIA. 

Di tengah perhatian publik pada sigapnya PSDKP menangkap KIA. Ternyata ada fakta lain yang terabaikan.  Hal yang serupa di Raja Ampat Papua juga terjadi di kawasan Balai Taman Nasional di Kepulauan Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara Jawa Tengah.  Proses kerusakan terumbu karang  di wilayah itu justru telah tercatat sejak awal tahun 2017  yang disebabkan benturan dasar kapal. Akibat kapal-kapal tongkang  yang  kandas lalu menabrak terumbu Karang. Ditambah efek lintasan kapal pengangkut  batubara dari Kalimatan ke Jawa.

Kerusakan terumbu karang yang semula 200 meter persegi di bulan Januari, menyusul laporan di bulan Maret telah bertambah  menjadi 1.660 meter persegi sebagaimana terungkap pada Rapat Dengar Pendapat  Komisi B DPRD Jawa Tengah, di Semarang, 21 Maret 2017. Tercatat kerusakan meliputi wilayah Pulau Gosong, Pulau Cilik  dan Pulau Tengah.

Tahun lalu sebagian wilayah pulau tersebut, merupakan area wisata snorkeling favorit untuk menikmati keindahan bawah laut berpadu dengan   gugusan bakau atau mangrove  yang memesona dan menghiasi di pesisir puluhan pulau-pulau kecil lainnya  di Karimunjawa.

Belajar dari  kerusakan terumbu karang di Raja Ampat Papua dan Karimunjawa serta memetik inspirasi film Virtual Reality  Valens Reef . Maka  harus terus diingat, bahwa terumbu karang yang hanya menghuni 0,2 persen permukaan bumi. Namun kehebatannya, terumbu karang berfungsi sebagai habitat  lebih dari 30 persen ikan di laut  dan menghasilkan nilai ekonomi sekitar  375 miliar US dollar / per tahun  untuk pangan, perlindungan kawasan pesisir serta pariwisata.

Urgensi perlindungan terumbu karang perlu menjadi perhatian ulang  Kementerian Kelautan dan Perikanan  RI. Selain berdasarkan pada   prinsip  pengelolaaan laut yang terintegrasi, produktif dan berkelanjutan serta berkeadilan. Juga  seharusnya berdasarkan pada sangat pentingnya  penegakan hukum  yang berkaitan dengan sangsi  terhadap pelaku perusakan terumbu karang. Tepatnya perlu ditinjau kembali UU No 5 tahun 1990, seperti juga yang diusulkan  seorang  anggota DPRD Jateng, yang menyebutkan bahwa perusak terumbu karang hanya dikenakan pidana 1 tahun  dan denda 50 juta.

 Jika demikian perundangan yang diberlakukan  maka  memang betul-betul ironis dan sungguh tidak berkeadilan. Karena hukuman dan denda tersebut sangat  ringan dibandingkan dengan akibat -kerusakan  yang berdampak pada nilai ekonomi bernilai miliar US dolar dan penyelamatan kembali sistem ekologi kelautan  yang memerlukan ratusan tahun.

Memahami bahwa perlindungan terumbu karang tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan penangkapan KIA yang merambah di wilayah  RI. Maka sudah mendesak keadaan sekarang ini agar Kementerian Kelautan dan Perikanan mengintensifkan pengawasan di wilayah kawasan Konservasi  Nasional  dan perairan- perairan lain habitat terumbu karang. 

Jangan hanya memandang bunga di taman yang jauh. Lihatlah bunga di balik jendela kamarmu. Jangan hanya menilai besarnya ancaman KIA pencuri ikan, tapi, lihatlah terumbu karang, yang sejatinya ia tidak hanya menghidupi ikan di laut, tetapi juga untuk kehidupan manusia.

(Bin Subiyanto M, Direktur PADERI (Pusat Analisis Demokrasi Ekonomi keRakyatanIndonesia). Tinggal di Kudus. Artikel dimuat MuriaNewsCom, pada Senin/19/6/2017)

 

8 Posko Pengamanan Lebaran Disiapkan di Grobogan Buat Amankan Pemudik

Posko pengamanan Lebaran di Grobogan mulai dipersiapkan di beberapa titik. 9MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak delapan posko pengamanan (Pospam) disiapkan Polres Grobogan untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik Lebaran mendatang. Hal ini ditegaskan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano pada wartawan.

Menurut Satria, pospam yang disiapkan tersebut tersebar di sejumlah titik di sepanjang jalur mudik dan balik. Yakni, di Terminal Bus Purwodadi, Pasar Induk Purwodadi, Gubug, Godong, Wirosari, pertigaan Monggot Geyer, Simpanglima Purwodadi, dan Bundaran Getasrejo.

“Selain itu, kita juga akan menempatkan satu pos terpadu. Lokasinya, di depan kantor bus PO Zentrum di daerah Putat,” imbuh Kanit Patroli Ipda Afandi.

Ditambahkan, setiap Pospam itu nantinya akan ditempati anggota Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan Pramuka. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan kelengkapan pospam serta melengkapi rambu-rambu baru dan akan dipasang di sejumlah titik rawan kecelakaan.

“Pospam akan kita fungsikan H-7 dan H+7 lebaran. Sebelumnya, akan kita langsungkan gelar pasukan untuk memastikan kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Lebaran,” katanya. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Ngaji Bandongan Menjadi Andalan di Bulan Ramadan

Muhammad Yusril Muna
Alumni MA NU TBS Kudus

RAMADAN merupakan bulan yang sangat dirindukan seluruh umat Islam, karena sangat istimewa dibandingkan bulan lainnya. Di mana terdapat banyak keutamaan pada bulan suci Ramadan. Satu-satunya bulan yang tidak akan didapati pada bulan lain yaitu puasa Ramadan.

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat, bulan yang penuh magfiroh atau ampunan, dan juga bulan yang dijauhkan dari api neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah :  “Apabila datang bulan Ramadan maka dibukakan pintu-pintu surga, ditutupkan pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu”.

Maka atas dasar itu umat Islam di bulan Ramadan berduyun-duyun untuk beribadah semaksimal mungkin dan lebih menyibukan diri berlomba-lomba melakukan kebaikan. Karena Allah sudah menjanjikan akan melipatgandakan pahala kepada siapapun orang yang melakukan kebajikan dan kebaikan di bulan suci Ramadan.

Di Indonesia mempunyai berbagai kegiatan mengisi bulan Ramadan. Salah satunya ngaji bandongan. Dalam  metode ini,  santri menggali ajaran Islam melalui kitab kuning atau kitab turats.  Istilah bandongan sendiri berasal dari bahasa Sund, Ngabandungan, yang berarti memperhatikan secara seksama atau menyimak.

Dengan metode ini seorang murid akan belajar menyimak secara kolektif, namun dalam bahasa Jawa, bandongan disebutkan juga berasal dari bandong yang artinya pergi berbondong-bondong. Hal ini karena bandongan dilangsungkan dengan peserta dalam jumlah yang relatif besar. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi umat Islam yaitu menghadiri majelis ilmu di bulan suci Ramadan,  dengan kegiatan ngaji metode bandongan untuk mendapatkan ilmu.

Dalam mempraktikan metode ini, seorang kiai akan membacakan, menerjemah, dan menerangkan  kitab kuning dengan penerjemahan bahasa Jawa zaman dahulu. Pada kenyataanya ngaji bandongan ini sudah menjadi andalan di setiap pesantren, bahkan di surau, di masjid ataupun dilembaga formal atau dalam lembaga formal biasa disebut dengan “ngaji kilatan”. Kitab yang digunakan kiai adalah kitab kuning klasik yang dikarang oleh ulama terdahulu. Kitab itu seakan menjadi literatur wajib sebagai sumber referensi untuk memahami ilmu agama seperti ilmu Fiqih, ilmu Tauhid, ilmu Tasawuf dan lain sebagainya.

Masyarakat sangat senang dan bersemangat untuk datang menghadiri majlis ilmu, hanya untuk mengikuti ngaji bandongan tersebut. Karena hanya ada pada bulan Ramadan saja dan tidak ada pada bulan lainnya, dengan maksud untuk mengisi amaliyah-amaliyah Sunah di bulan suci Ramadan.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

مَنْ حَضَرَ فِيْ مَجْلِسِ العِلم فِيْ رَمَضَانِ كَتَبَ اللهُ تَعَاليَ بِكُل قَدَم سَنَة.

Barang siapa yang menghadiri majlis ilmi pada bulan Ramadan, maka Allah akan menulis setiap (langkah) telapak kakinya dengan ibadah selama satu tahun.”

Seperti dikatakan di awal, bulan Ramadan merupakan bulan yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada seluruh umat Nabi Muhammad, yang didalamnya terkucurkan rahmat dan keutamaan yang diberikan seorang hamba yang ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah atau amaliyah-amaliyah lainnya.

Maka pada bulan Ramadan, seharusnya umat Islam untuk terus meningkatkan amal ibadahnya dan kebersihan hatinya untuk tidak melakukan hal-hal negatif atau maksiat dengan melakukan amaliyah-amaliyah Sunah yang ada. Agar di bulan suci Ramadan seorang hamba bisa beribadah dengan baik dan semaksimal mungkin.

(Muhammad Yusril Muna, alumni Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Kudus. Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Walisongo Semarang. Artikel dimuat MuriaNewsCom pada Senin, 12 Juni 2017)

HUT Bhayangkara, Bupati Kudus Berharap Polri Benar-benar Mampu Melindungi dan Mengayomi

Bupati Kudus Musthofa menerima potongan tumpeng dari Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dalam tasyakuran Hari Bhayangkar ke-71. (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berharap Polri benar-benar bisa mengimplementasikan slogannya dengan baik. Yakni mampu mengayomi, melindungi, serta melayani masyarakat dengan penuh rasa aman dan nyaman.

Harapan ini disampaikan Musthofa saat tasyakuran HUT ke-71 Bhayangkara tahun 2017 di pendapa Kabupaten Kudus, Senin (10/7/2017). Menurut dia, kepolisian adalah satu kesatuan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pemerintah (daerah). Yang tujuannya sama yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Untuk bisa melayani dengan baik, maka harus ada komunikasi yang baik pula. Baik antara atasan-bawahan bahkan dengan intansi lain,” katanya.

Peringatan Hai Bhayangkara ini kali memang tak seperti biasanya, karena digelar di pendapa. Musthofa menyebut, pendapa adalah rumah rakyat dan pihak Polres juga berhak untuk menggunakannya.

“Semoga, acara Bhayangkara yang digelar di pendapa ini bisa menjadi inspirasi daerah lain,” kata Bupati yang juga dihadiri seluruh forkopinda.

Kapolres Kudus AKPB Agusman Gurning mengatakan, bahwa Polri terus meningkatkan profesionalisme setiap tahunnya. Termasuk kemajuan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan yang harus dimanfaatkan untuk kelancaran tugas-tugas kepolisian.

“Terima kasih pada semua pihak termasuk Bupati Kudus yang bersama dengan kami untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Hadiri Peringatan 116 Tahun Bung Karno, Begini yang Dirasakan Bupati Musthofa

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan Megawati Soekarno Putri saat peringatan 116 tahun Bung Karno. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menghadiri peringatan 116 tahun Bung Karno, di Blitar, Selasa (6/6/2017). Dalam kesempatan itu Musthofa mengaku bisa merasakan semangat Bapak Proklamator dalam membangun negeri ini.

Musthofa menyebut, tak hanya Pancasila, gagasan Trisakti yang dicetuskan Bung Karno dinilai masih sangat relevan pada era modern saat ini.

Oleh karenanya, sudah selayaknya manusia Indonesia mewujudkan bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya seperti yang tercetus dalam Trisakti.

“Gagasan Trisakti yang dicetuskan Bung Karno menunjukkan bahwa beliau memiliki visi atas apa yang dikerjakannya untuk Indonesia,” jelasnya.

Menurut Musthofa, Bung Karno bukan hanya seorang proklamator. Namun juga seorang peletak dasar negara yang memiliki visi negara seperti apa yang hendak diwujudkan. “Resapi nilai dari gagasan itu dan ayo bekerja keras mewujudkannya,” kata Musthofa.

Ia menambahkan, Bung Karno juga memiliki kebijaksanaan untuk merajut keragaman menjadi kekuatan. Bung Karno adalah sosok yang selalu percaya bahwa modal utama kemajuan Indonesia adalah kekuatan dan keragaman rakyatnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Melihat Keseriusan Anak-anak Mendengarkan Dongeng Islami Menunggu Buka Puasa

Suasana kegiatan mendongeng di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada banyak kegiatan yang dilakukan sambil menunggu waktu buka puasa. Seperti, pengajian singkat, membaca Alquran, hingga bagi takjil.

Ada juga yang menggelar acara dongeng Islami sebelum masuk waktu berbuka tiba. Seperti yang dilangsungkan di serambi Masjid Asy Syamiri Lathifah di Kampung Jetis, Kelurahan Purwodadi. Dalam acara dongeng ini juga diramaikan operet boneka untuk menghibur anak-anak sekitar masjid.

“Selama Ramadan, tiap minggu ada acara mendengarkan dongeng islami. Sehabis acara dongeng dilanjutkan buka bersama,” ungkap Supriyanto, salah satu takmir

masjid Lathifah, Selasa (6/6/2017).

Dijelaskan, acara dongeng Islami merupakan salah satu upaya mengenalkan anak-anak sekitar dengan masjid. Dengan adanya dongeng, anak-anak menjadi betah duduk berlama-lama di masjid dan serius menyimak cerita yang dibawakan Erwin Pambudi, sang pendongeng.

Masjid yang didirikan di atas lahan seluas 650 meter persegi itu mulai dibangun awal tahun 2015 lalu. Kemudian, peresmiannya dilangsungkan pada hari Jumat (6/11/2015) oleh Bambang Pudjiono, Bupati Grobogan saat itu. Usai diresmikan, siang harinya langsung dipakai untuk salat Jumat.

Pembangunan masjid dengan corak timur tengah itu menghabiskan dana sekitar Rp 900 juta. Selain swadaya masyarakat, sebagian dana pembangunan masjid berasal dari bantuan Pemerintah Arab Saudi melalui Yayasan Makkah Al Mukaromah.

Sementara itu, Erwin Pambudi menyatakan, melalui dongeng dan medium boneka membuat anak-anak cepat akrab dan mudah mendapat masukan. Sebab, sifat boneka yang lucu membuat anak-anak jadi senang.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Sekitar Kawasan Hutan KPH Purwodadi Kembangkan Tanaman Porang

Salah seorang petani sedang memanen porang yang ditanam di kawasan hutan Perhutani KPH Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perum Perhutani KPH Purwodadi membuka kesempatan bagi warga sekitar kawasan hutan untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki guna ditanami berbagai komoditi. Salah satunya adalah mengembangkan tanaman porang atau amorpgophallus onchophyllus. Seperti yang dilakukan puluhan warga Dusun Guwo, Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo.

“Sebelumnya, bibit porang sudah dikembangkan di kawasan hutan sini. Kemudian, kita kembangkan lagi secara intensif bersama warga. Saat ini, luas areal pengembangan porang sudah sekitar 20 hektare,” ungkap kordinator penanaman porang Sukrisno yang sehari-hari bekerja sebagai Mandor Polisi Hutan RPH Kemadohbatur tersebut.

Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa pihaknya membudidayakan tanaman jenis umbi-umbian itu. Antara lain, porang bisa hidup di bawah tanaman keras yang sudah berumur cukup tua. Hal ini berbeda dengan palawija yang hanya bisa ditanam di sela-sela tanaman keras usia muda.

”Selama ini, masih banyak areal di bawah tanaman keras yang belum dimanfaatkan. Daripada dibiarkan, tidak ada jeleknya ditanami porang yang memang bisa tumbuh bagus dengan kondisi seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, hasil yang didapat dari budi daya porang dinilai cukup menjanjikan. Dalam satu hektare lahan bisa ditanami porang sebanyak 1.500 batang dengan hasil panen maksimal bisa sebanyak 9 ton. Saat ini, harga jualnya Rp 1.500-1.900 per kg.

Sejauh ini, para petani sudah panen beberapa kali. Hasil panen langsung ditampung pembeli yang berasal dari Kecamatan Geyer.

Staf Perhutani KPH Purwodadi Agus Winarno menambahkan, untuk menanam porang cukup dilakukan sekali saja. Setelah tahun pertama, porang itu akan beranak terus sepanjang waktu. ”Jadi cara tumbuhnya mirip pohon pisang. Sekali ditaman, beberapa bulan kemudian sudah muncul anakannya,” imbuhnya.

Disinggung manfaat porang itu sendiri, Agus menyatakan cukup banyak. Menurutnya, selama ini, porang merupakan salah satu komoditas utama ekspor ke Jepang. Sebab, porang merupakan bahan baku utama untuk membuat makanan khas Jepang, Konyaku (sejenis tahu) dan Shirataki (sejenis mie).

”Di dalam negeri, porang juga laku. Tetapi yang terbanyak peminatnya adalah Negara Jepang,” sambungnya.

Selain untuk makanan, porang juga bisa digunakan untuk berbagai komoditas industri. Misalnya, bahan campuran lem, bahan campuran kertas dan bahan campuran kanji tekstil.

Terpisah, Administratur KPH Purwodadi Dewanto menyatakan, kegiatan pemanfaatan lahan di bawah tegakan di kawasan hutan berupa budi daya porang oleh masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga keamanan hutan. Ke depan pelaksanaannya bisa dilakukan dengan sistem bagi hasil  sehingga membawa keuntungan bagi masyarakat dan pendapatan Perhutani dari komoditas agroforestry.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Sistem Terintegrasi untuk Kudus Smart City

Wahyu Dwi Pranata
CEO Kudus Smart City Open Labs

PERMASALAHAN keakuratan data untuk mengambil keputusan merupakan pijakan awal sebagai parameter adil atau tidaknya sebuah kebijakan, karena data yang akurat akan mempengaruhi ketepatan dari keputusan yang diambil. Dengan tepatnya keputusan tersebut, menjadikan tidak ada pihak yang dirugikan. Lalu pertanyaannya ialah bagaimana menyajikan data yang akurat untuk pengambilan keputusan ? jawabannya adalah harus tersedia sebuah data center yang terintegrasi dari berbagai sektor di E-Government pemerintahan, data tertentu seharusnya dipublikasikan kepada khalayak. Data center tersebut yang bisa dijadikan bahan pemimpin dalam “ber-ijtihad” untuk kemaslahatan umat. Dalam hal ini mengambil keputusan yang lebih baik bagi pemerintah.

Tentunya dalam membangun pusat data (Data Center) membutuhkan sebuah perumusan yang matang. Harus ada pakar teknologi serta pakar di masing-masing sektor pemerintahan. Lalu apa untungnya data center ? sebagai contohnya seperti ini : Facebook terbentuk dari jutaan manusia yang telah terdaftar, sedikitnya 1,4 Miliar orang pada kuartal I 2015 meningkat 13% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia hanya 256 juta jiwa. Ini berarti perusahaan Facebook mengelola lebih banyak data kependudukan dari pada Indonesia. Banyaknya data yang terkumpul itulah yang kemudian dikelola dan menjadi bahan pengembangan perusahaan.

Jika kita tahu, di Facebook kita bisa mengambil keputusan berdasarkan data yang mereka miliki. Misalnya kita ingin memperkenalkan suatu produk untuk kawasan tertentu (misal : Indonesia) maka Facebook akan menampilkan iklan tersebut hanya pada akun yang bermukim atau berasal dari wilayah yang dimaksud. Jika ada perusahaan ingin mengiklankan pembalut maka Facebook bisa menyediakan layanan bagi perusahaan tersebut untuk menampilkan iklan hanya untuk perempuan dengan rentang umur 16-46 tahun (perkiraan masa menstruasi pada perempuan).

Data yang dimiliki Facebook juga tidak terbatas untuk kepentingan bisnis semata. Dalam bidang budaya Facebook bisa membaca pola komunikasi suatu wilayah melalui status, foto atau video yang dibagikan. Facebook bisa mengatakan bahwa masyarakat generasi muda Indonesia gemar melakukan pembicaraan secara aktif dimedia sosial. Dan kini Facebook telah memanfaatkan datanya untuk membuat sebuah peta (3 W) kepadatan penduduk untuk mengetahui seseorang sedang di mana dan melakukan apa dengan kerahasiaan data pribadi tetap terjaga.

Menurut Keera Morrish yang bekerja di Facebook sebagai Digital Humanitarian, data tersebut pernah digunakan untuk membantu gempa Ekuador. Dan tentunya data yang mereka miliki digunakan pula untuk mengambil keputusan guna mengembangkan Perusahaan Facebook.

Masih kurang jelas gambaran manfaat data center ? pada intinya dengan kepemilikan sebuah data center, Kita bisa membuat keputusan lebih akurat serta efisien dan efektif. Karena data center memiliki ciri khas sebagai data yang terpusat dan terintegrasi. Data tersebut menjadi data handal karena minim duplikasi.

Konsep Data Center

Untuk membangun sebuah data center dengan kapasitas data yang besar, seseorang harus memperhatikan bagaimana topologi (struktur) perancangan hardware yang akan dibangun. Topologi tersebut akan berpengaruh pada keamanan dan kecepatan akses terhadap data. Ada banyak topologi yang bisa digunakan, tentunya disesuaikan dengan struktur data center yang akan dibangun.

Data center yang dibangun oleh sebuah kawasan (daerah) bisa bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sosial, politik, ekonomi, pengembangan wisata, atau perihal lainnya. Data center tersebut bisa terdiri dari data kependudukan, data geografis (peta), data iklim, data kebencanaan, data perdagangan dan masih banyak data lain yang dapat disinkronisasikan.

Namun, dalam pemerintahan, data yang paling sering digunakaan adalah data kependudukan. Data ini yang menjadi penting untuk disatukan dengan yang lain agar tidak ada ketimpangan data (redudancy). Sebagai contohnya untuk menghitung jumlah pemilih (DPT) dalam Pemilihan Umum, kita sering kali mempertanyakan keakuratan data yang disajikan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Banyak orang-orang teriak bahwa datanya tidak sesuai dengan data yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS). Data warga miskin yang digunakan untuk penyaluran kartu sakti, bantuan sosial, program kesehatan dan lain sebagainya. Berlatar pada pentingnya keakuratan data kependudukan semacam itulah yang menjadikan alasan bahwa hadirnya data center bisa menjadi solusi.

Data Center, Kota Cerdas (Smart City) dan Internet of Things (IoT)

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempercepat pembangunan daerah merupakan salah satu ciri sebuah kota bisa dikatakan cerdas. Kota cerdas (Smart City) memiliki beberapa komponen yang di antaranya : smart people, smart environment, smart mobility, smart economy, smart goverment dan smart living. Teknologi menjadi penopang (back bone) utama dalam akselerasi pembangunan. Teknologi masuk dalam ranah pendidikan sebagai sarana memperluas ruang belajar, menawarkan konsep pendidikan tanpa batas ruang dan waktu yang digemari, juga melalui inovasi media pembelajaran berbasis digital.

Teknologi masuk di ruang ekonomi menjadikan berbelanja hanya dengan jari. Teknologi kawin dengan kebudayan seperti Jepang yang maju, namun tetap menghargai nilai-nilai luhur nenek moyangnya. Teknologi hadir di ruang keluarga seperti perangkat google home yang bisa menyalakan musik, dan mematikan lampu dengan perintah suara. Open data oleh pemerintah melalui Application Programming Interface (API) yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lain.

Sekarang bisa kita tengok sebuah negara tropis dengan luas wilayah yang tak seberapa, Singapura berhasil mengembangkan desain kota, salah satun lokasinya Garden by the Bay yang menyejukkan mata serta hati.

Namun apa daya, panggang jauh dari api, selama ini konsep yang telah ada tentang Smart City belum bisa diwujudkan secara utuh, terkhusus pada integrated system for all purpose pada sebuah daerah. Karena menurut pengamatan penulis selama ini masing-masing Satuan Kerja Peragkat Daerah (SKPD), dan dinas masih belum maksimal dalam hal koordinasi untuk membentuk satu kesepahaman pembangunan. seharusnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bapedda) berupaya lebih keras agar berhasil menjembatani pihak-pihak tersebut.

Contohnya untuk sistem peringatan dini bencana banjir, Pemerintah Kudus bisa membuat sistem terintegrasi dari alat detektor banjir yang ada di sekitar sungai dan terkoneksi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), rumah sakit, kepolisian, dan alarm yang ada bagi masyarakat setempat. Sistem tersebut bisa menyajikan data berupa ketinggian air secara akurat, luasan lokasi yang terdampak banjir dan jumlah korban banjir  secara berkala. sistem ini dimaksudkan agar kejadian bencana bisa dicegah atau ditanggulangi secara cepat melibatkan pihak-pihak yang terkoneksi.

 

Desain Sistem

Pembuatan sistem terintegrasi dalam skala besar untuk pemerintahan alangkah baiknya menggunakan desain Top to Bottom atau Top-Down (desain dari tingkatan atas ke bawah), di mana analisa kebutuhan secara makro dilakukan terlebih dahulu, kemudian dibreak down menjadi analisa kecil dimasing-masing divisi. desain sistem dengan cara ini menjadi lebih efektif dan efisien untuk proyek pembangunan infrastruktur teknologi dalam skala besar. namun sebaliknya, proses desain Bottom to Top(Bottom-Up) akan menghabiskan sumber daya jauh lebih banyak karena dalam kenyataanya untuk mengurus perubahan topologi dan sinkronisasi data dari masing-masing divisi membutuhkan waktu yang lebih panjang. Ini yang membuat desain dan implementasi sistem Bottom-Up menjadi tidak cocok untuk projek skala besar atau lebih baik kita menggabungkan keduanya.

 

Mendorong Peningkatan Peran serta Masyarakat

Nanti seiring munculnya beragam aplikasi (terintegrasi) untuk mendukung Smart City dalam suatu pemerintahan. Pemerintah harus mulai memikirkan juga bagaimana masyarakat bisa terlibat aktif dalam proses pembangunan. Dalam mensukseskan pembangunan berbasis Smart City, pemerintah perlu mengajak masyarakat untuk berperan aktif. Dalam hal ini masyarakat memiliki peran penting terkait smart people, yang merupakan salah satu dari ke enam element Smart City.

Peran serta masyarakat ini bisa dibentuk melalui karakter peduli, keepo (memiliki rasa ingin tahu), dan tidak gagap teknologi. Pembentukan karakter tersebut alangkah baiknya dimulai secepat mungkin, yang pertama tentu saja melalui keluarga. Keluarga adalah tempat karakter bisa terbentuk. Pemerintah bisa memperluas dan memperbanyak access point bersama sampai ke desa-desa atau wilayah terpencil (internet masuk desa). Karena selama ini penulis amati letak dari access point bersama (sebut saja wifi id) malah diletakkan di tempat strategis perkotaan. Cara memperluas jaringan ini seharusnya diinisiasi oleh pemerintah, misalnya pemerintah bekerja sama dengan provider tertentu dan mempersiapkan anggaran.

Alangkah baiknya kini paradigma pembangunan kita harus melihat bahwa desa merupakan masa depan dari kehidupan manusia. Menurut sebuah studi menyatakan 82,37% manusia akan hidup di kota pada tahun 2045. Teori tersebut tidak menyebutkan bahwa ramalan itu bukan efek dari urbanisasi (perpindahan orang dari desa ke kota), melainkan dari pertumbuhan jumlah penduduk serta akibat dari pembangunan desa menjadi kota.

Jika kita bisa mengantisipasi data statistik di atas maka desa bisa menjadi lebih siap dalam menghadapi globalisasi. Dengan adanya access point bersama ditingkatan masyarakat desa, ini bisa membentuk keluarga cerdas memanfatkan internet maka ke depannya akan terbentuk Smart Community pada tataran desa.

Contohnya desa-desa di Kudus penghasil tebu, jahe merah, ketela, sayuran, jeruk pamelo, dan hasil pertanian lainnya bisa dengan mudah mencari informasi melalui internet tentang pemeliharaan, cara memanen, dan harga jual dari komoditi tersebut. Ini juga bisa menghilangkan adanya tengkulak-tengkulak nakal di bidang komoditi pertanian.

Selain itu pemerintah juga bisa menyampaikan informasi secara cepat ke desa-desa melalui sambungan internet. Misalnya, pemerintah bisa menyajikan harga kebutuhan pokok di setiap pasar yang ada di Kudus, ini bermanfaat sekali bagi petani di desa yang akan menjual hasil pertaniannya ke pasar. Mereka bisa memilih tempat untuk menjual dagangannya berdasarkan informasi harga jual tertinggi di pasar.

Kata-kata penutup : pada mulanya ekplorasi teknologi dilakukan untuk kebaikan umat manusia, tetapi entah kenapa kejahatan bisa merusaknya.

(Wahyu Dwi Pranata, Tinggal di Kudus. Artikel ini dimuat di MuriaNewsCom pada Senin (5/6/2017)

Ingin Kudus Makin Maju, Ini yang Diharapkan Bupati Musthofa

Bupati Kudus Musthofa bersama sejumlah pejabat saat menggelar safari Jumat di Masjid Baitul Mukmin, Klumpit, Gebog, Jumat (2/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menginginkan ada sinergi yang kuat antara pemerintah dengan warga. Tanpa sinergi menurut dia, keinginan sebuah daerah untuk maju dan berkembang akan sulit terjadi.

Kunci utamanya yakni komunikasi yang baik, karena menjadi modal untuk memperlancar program-program pembangunan. Ini disampaikan Musthofa dalam Safari Jumat di Masjid Baitul Mukmin, Klumpit, Gebog, Jumat (2/6/2017).

Menurut dia, komunikasi yang tak baik akan memengaruhi arah pembangunan menjadi tidak fokus pada satu tujuan yang disepakati bersama. Itulah mengapa Bupati Kudus H. Musthofa terus membangun komunikasi dan memperkuat sinergi bersama seluruh jajarannya dengan masyarakat.

Termasuk kegiatan Safari Jumat menurut dia, juga sangat bermanfaat untuk membangun komunikasi. Menurutnya, acara rutin ini bukan sekadar rutinitas. Tetapi ada hal-hal yang bisa dilihat dan didengar langsung dari masyarakat.

“Inilah yang saya harapkan. Yaitu seluruh pejabat bisa langsung turun ke tengah masyarakat untuk melihat, mendengar, dan merasakan harapan saudara-saudaranya itu,” katanya.

Musthofa menginginkan, semua program pro rakyatnya merupakan buah dari komunikasi yang bagus dengan masyarakat. “Saya tidak mau lagi mendengar ada pejabat saya hanya bersumber dari ‘katanya’, tetapi lihatlah secara langsung yang sebenarnya,” ujarnya.

Menyinggung mengenai Salat Jumat yang tanpa pemberitahuan sebelumnya ini, bupati mengatakan bahwa kehadirannya tidak ingin diistimewakan. Karena salat Jumat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan.

“Salat Jumat bisa dilakukan di masjid mana saja. Dan saya ingin melaksanakannya bersama masyarakat,” pungkasnya. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Benarkah Anak Kurang Mampu Dilarang Sekolah?

Farid Jaelani, Alumni Madrasah Assalam, Kabupaten Kudus

PENDIDIKAN merupakan alat ampuh untuk pemutus kebodohan. Tak hanya itu pendidikan juga sangat penting bagi sebuah bangsa. Sebab, maju atau tidaknya sebuah bangsa itu tergantung pada tingkat pendidikan serta kualitas sumber daya manusianya. Selain itu juga pendidikan merupakan senjata penanggulangan kemiskinan baik jangka panjang maupun menengah.

Menurut Prof H Mahmud Yunus, pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak dengan tujuan peningkatan, keilmuan, jasmani dan akhlak. Sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi.                                                

Berbicara tentang pendidikan, memang benar pendidikan seharusnya sudah tidak asing di telinga anak Indonesia. Namun pada kenyataan anak di Indonesia masih ada yang belum mendapatkan pendidikan sama sekali terutama di daerah  pelosok desa. Padahal anak merupakan generasi emas bagi tonggak kejayaan Indonesia.

Selain  itu anak merupakan masa depan bangsa dan negara. Dengan demikian pemerintah sebaiknya benar-benar memperhatikan kualitas pendidikan bahkan harus merata tidak ada kesenjangan baik di desa maupu di kota.

Dengan merealisasikan program tersebut maka  dibutuhkan kerja sama antara orang tua, guru ataupun pemerintah. Di ASEAN, Indonesia termasuk negara yang penggaran pendidikannya lebih tinggi dari pada negara lain. Namun pada kenyaatan Indonesia masih ada warganya yang kekurangan dalam hal pendidikan.

Tingginya biaya pendidikan di Indonesia membuat kalangan menengah ke bawah tidak dapat menjangkaunya. Melihat kondisi anak pedesaan yang hidup di perkotaan harus rela banting tulang untuk mencari biaya tambahan hanya untuk mempertahan hidupnya.  Selain itu, bagi anak pedesaan yang tak mampu mengejar kerasnya hidup di perkotaan, maka akan tereleminasi bahkan ia rela harus menyisihkan uang jajannya.

Apakah ini yang dinamakan pendidikan merata?Pendidikan memang hak setiap warga negara. Lantas bagaimana nasib anak desa yang ingin sekolah atau melanjutakan studinya? pendidikan di negeri surga ini seolah- olah hanya dimiliki oleh orang elite saja.

Bermodalkan kemampuan ekonomi yang lebih ditambah dengan kecerdasan berpikir tinggi. Merupakan  hal pendukung pendidikan yang lebih cerah. Orang tua mereka yang berpenghasilan lebih, dapat menyekolahkan anaknya  terutama sekolah yang favorit dengan sarana dan prasarana yang lengkap, ditambah lagi guru yang lulusan luar negeri yang dijamin keprofesionalnya.

Lain halnya, dengan anak biasa yang hidup pas-pas. Mereka mati-matian bersekolah hanya saja terbengkalai dengan biaya.                                                     

 

Tentang Anak Desa                                                                      

Anak desa merupakan anak yang tinggal di hamparan desa atau tinggal jauh dari perkotaan. Berbicara tentang anak desa tentu perlu yang disoroti adalah pendidikanya. Anak desa tentunya perlu sekali pembinaan pendidikan. Melihat aktivitasnya tentunya sangat berbeda dengan aktivitas anak kota. Aktivitas anak desa, biasanya pergi ke ladang setelah pulang sekolah. Kadang-kadang, seharian penuh berada di ladang. Artinya bahwa, waktu untuk belajar mereka tidak lagi punya. Bahkan mereka kadang tidak sempat sekolah hanya untuk menyisihkan waktunya untuk di ladang.

Melihat aktivitas anak desa tentunya miris, tentang waktu pembagiannya untuk belajar. Hal ini memang sikap dari kedua orang tuanya yang kurang perhatian terhadap pendidikan anaknya. Kadang jika anak tersebut tidak membantu kedua orang tua, ia tidak akan diberi makan oleh orang tuanya.  Hal tersebut tidak menafikan bahwa orang tuanya tidak memperhatikan waktu belajarnya. Artinya, anak tak bisa sekolah jika mereka tidak mau ke ladang atau ke sawah.

Alhasil, alih-alih membuka mata pelajaran sekolah yang lalu atau mengerjakan PR pada hari semalam, justru anak langsung bergegas tidur karena kelelahan. Betapa perihnya anak yang serba kekurangan terutama di desa. Mereka bisa sekolah, kalau dia harus pergi ke ladang. Berbeda dengan anak perkotaan, mereka tak lagi menopang beban hidup atau perkonomian keluarga. Mereka disuguhi hanya belajar dan bermain. Jika mereka kurang puas dengan pelajaran di sekolah, mereka bisa ikut bimbingan belajar.                  

Dengan demikian para orang tua harus benar-benar memperhatikan anaknya. Generasi emas Indonesia itu datang dari berbagai lapisan, tak hanya dari anak perkotaan. Tapi anak desa pun bisa berprestasi bahkan bisa mengalahkan anak perkotaan.                       

 

Pendidikan Mahal

Mahalnya pendidikan di Indonesia merupakan kabar yang tidak asing lagi. Berbagai keluhan masyarakat tentang mahalnya menyekolahkan anaknya ke jenjang lebih tinggi, kadang masih melekat erat di desa. Tak hanya itu kadang ada kabar tak mengenakan tentang rusaknya bangunan sekolah, bahkan ada sekolah yang kekurangan ruang belajar dan minim tentang sarana dan prasarana.

Padahal jika dilihat APBN, pemerintah selalu menganggarkan dana untuk pendidikan 20%. Anggaran tersebut justru paling besar dari pada anggaran-anggaran lainnya. Entah apa yang menyebabakan mahalnya pendidikan di Indonesia, sehingga masih ada rakyat Indonesia yang buta huruf dan tidak melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi.  Padahal pendidikan gratis  telah diamati oleh masyarakat jasa sektor pendidikan sebagai hak sosial, ekonomi dan budaya yang seharusnya difasilitasi oleh pemerintah.           

Pembayaran pajak oleh rakyat kepada pemerintah seharusnya mampu memberikan suplai dana keringan pendidikan. Tapi pada kenyataannya, pajak yang setiap tahunnya dibayarkan kini tak ada hasil untuk keringanan pendidikan. Seharusnya masyarakat yang membayar pajak dapat subsidi oleh pemerintah, ketika mereka menyekolahkan ke sekolah negeri.            

Menurut deret ukur, bahwasanya pendidikan saat ini semakin mahal, tapi tidak ada jaminan kualitas tersendiri. Begitu sebaliknya jikalau itupun murah pasti kualitas tidak menjadi jaminan. Hal ini dirasa tidak sebanding dengan apa yang sudah ada di masyarakat mengeluarkan pajak setiap tahunnya tapi pendidikan masih tak menjadi jaminan.

Kecurangan-kecurangan  birokrasi dalam pengelolaan dana anggarannya masih misteri .Diduga, itu akibat praktik korupsi. Pihak sekolah pun kadang masih haus dengan uang yang seharusnya ia berikan pada anak didiknya. Tapi pada kenyataannya masih ada pihak sekolah yang membebani biaya sekolah, padahal biaya itupun sudah ditanggung oleh pemerintah.

Alhasil, keterbukaan dalam peran pengelolaan dana  pendidikan perlu dipertanggung jawabkan. Sebab, masih banyak anak- anak pinggiran yang mempunyai cita- cita setinggi langit. Jangan sampai mimipi itu hilang begitu saja hanya karena terbengkalai dana. Sebab maju atau tidaknya negeri ini  ada di tangan generasi penerusnya.

 

Beasiswa Yang tak Tepat sasaran

Mendapat beasiswa merupakan dambaan semua orang . Tapi lain ceritanya dengan besiswa yang khusus untuk kaum miskin. Beasiswa miskin selalu menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Tentunya dengan beasiswa tersebut yang layak menerima adalah kaum miskin. tapi pada kenyataannya yang menerima adalah kaum beruang.      

Hal ini pernah diungkapkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nashir bahwasanya ia pernah tertipu oleh mahasiswanya, saat ia masih menjabat menjadi  Rektor Universitas Diponegoro Semarang. Mahasiswanya ikut program Bidikmisi dengan mengajukan foto rumah miskin tapi setelah diteliti, mahasiswanya mempunyai rumah lain yang mewah dan mempunyai mobil pajero.                                      

Kasus tersebut merupakan ketidakadilan dalam penerimaan beasiswa. Hal demikian pemerintah harus peka dalam memberikan dana miskin tersebut. Masih banyak orang miskin yang ingin anaknya sekolah tapi jatah mereka diambil oleh orang yang tak bertanggung jawab. Padahal pemerintah selalu memberikan bantuan miskin per siswa per tahunnya ditingkatkan yaitu SD / MI menjadi  Rp 450 rib,  SMP / MTs menjadi Rp 750 ribu dan SMA/ SMK/ MA menjadi Rp 1 juta, selain itu terdapat tambahan manfat untuk mengurangi beban biaya hidup sebesar Rp 200 ribu bagi siswa dari keluarga pemegang kartu perlindungan sosial.                    

Dengan bantuan sebanyak itu mungkin pemerintah khususnya lagi birokrasi sekolah atau madrasah sebaiknya harus benar-benar mengelola dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai siswa yang mendapatkan bantuan miskin adalah siswa yang kaya raya.   Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya harus benar-benar memperhatikan warganya terutama dalam hal pendidikan. Masih banyak orang-orang pinggiran yang putus sekolah hanya gara-gara biaya yang melambung tinggi. Mereka juga ingin sekolah, layaknya orang yang mampu.

Permasalahan – permasalahan dalam dunia penddikan merupakan tanggung jawab semua pihak. Semoga ke depan dunia pendidkan semakin maju dan mampu bersaing dengan negara maju. Wallahu a’lam bishowab. (*)

 (Farid Jaelani, Anggota Klub Bahasa Arab UIN Walisongo Semarang, warga Desa Wates, Undaan, Kudus. Artikel ini dimuat MuriaNewsCom, Selasa 30 Mei  2017).                                                                                  

Antara Pahala dan Dahaga

Bakhruddin, S.Pd.I., M.Pd
Tokoh Muda NU dan Pengajar di MTS NU TBS Kudus

TULISAN ini ditujukan untuk semua muslim yang bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dalam ketaatan pada Allah Ta’ala. Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan semangat di dalam jiwa seorang mu’min dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Maka penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap Ridlo-Nya semata.

Saudaraku umat muslim yang dirahmati Allah. Ramadan bulan yang istimewa bagi umat Islam,  disebut sebagai syahrul ‘ibadah (bulan ibadah), di mana terdapat nilai ibadah dan semangat beribadah yang sangat tinggi. Pada malam bulan ini banyak orang berlomba-lomba mengerjakan amal ibadah dan kebaikan, kita bisa melihat mushola dan masjid ramai dengan orang muslim-muslimat berpakaian rapi khas santri. Pada bulan ini puasa menjadi ibadah wajib yang dilaksanakan satu bulan penuh. Amalan ini dijanjikan pahala kebaikan berlipat ganda dari Allah SWT. Namun, apakah berbuah pahala atau justru hanya menyisakan lapar dan dahaga.

Saudaraku umat muslim yang dirahmati Allah. Ada tingkatan klasifikasi puasa yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali. Tingkatan pertama, yaitu puasa orang awam, adalah puasa yang hanya menahan perut dari makan, minum, dan kemaluan dari syahwat, namun masih tetap dan tidak mampu melepaskan diri dari perbuatan dosa dan maksiat seperti menggunjing dan berbohong. Imam al-Ghazali pernah berkata, banyak orang yang berpuasa, namun ia hanya mendapatkan dari puasanya lapar dan haus. Sebab, hakikat puasa itu adalah menahan hawa nafsu, bukanlah sekedar menahan lapar dan haus. Karena orang tersebut masih melakukan perbuatan yang haram, Ghibah dan berdusta. Maka yang demikian itu membatalkan hakikat puasa. Golongan ini adalah orang-orang yang oleh Nabi Muhammad SAW disebut sebagai golongan orang yang merugi, karena mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Orang yang seperti ini tidak mendapatkan pahala yang dijanjikan oleh Allah.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Tingkatan kedua, Puasa orang khusus, yaitu puasa orang sholeh adalah puasa tidak hanya menahan perut dan kemaluan, namun juga menahan semua anggota badan dari berbagai dosa dan maksiat. Mereka menundukkan pandangan, menjaga sikap dari hal yang diharamkan, dicela dan dibenci (makruh) oleh agama dan norma, dan dari setiap hal yang dapat menyibukkan diri dari mengingat Allah.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Tingkatan ketiga, puasanya orang super khusus, yaitu puasa orang sholeh yang disertai dengan puasa hati dari berbagai keinginan yang rendah dan pikiran-pikiran yang tidak berharga, juga menjaga hati dari selain Allah secara keseluruhan. Puasa ini akan menjadi ”batal” karena pikiran selain Allah (segala pikiran tentang dunia, apapun bentuknya). Ini adalah puasanya para Nabi dan Rasul Allah SWT.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Mari kita pergunakan momen Ramadhan ini, bulan yang penuh rahmat, dengan menjadikan kita sebagai insan yang sholeh. Dengan harapan, diakhir Ramadhan kita menjadi orang yang mendapatkan rahmat-Nya. Amin.(*)

(Bakhruddin S.Pd.I., M.Pd, Aktif sebagai Pengurus di Aswaja Center dan Pengajar di MI Matholiul Hija)

Marhaban Yaa Ramadan

Bakhruddin, S.Pd.I., M.Pd
Tokoh Muda NU dan Pengajar di MTS NU TBS Kudus

MARHABAN Yaa Ramadan. Bulan suci kini telah tiba.  Tulisan ini ditujukan untuk semua muslim yang bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dengan ketaatan pada Allah Ta’ala.

Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana untuk membangkitkan semangat di dalam jiwa seorang mukmin dalam beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini. Penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik dan jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap RidloNya semata.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Ramadan, dikenal sebagai bulan paling mulia, paling agung. Kita semua menunggu kedatangannya. Doa Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis Dlo’if (Hadis yang tidak bisa dibuat acuan hukum dan akidah, namun bisa dipakai dalam fadloilul a’mal)

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

Artinya: Ya Allah berikanlah berkah kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Betapa besarnya keinginan Nabi untuk menyambut Ramadan. Sebab itu menunjukkan ada hal yang istimewa di dalamnya.

 Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Yang harusnya kita lakukan untuk menyambut Ramadan cukup dengan memahami Ramadan dengan baik. Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan seperti yang telah kita ketahui. Namun sedikit yang mengetahui keberkahan yang dimaksud.

Seperti suatu kisah, ketika teman saya yang bekerja sebagai penjahit pakaian bercerita bahwa, ia mempunyai langganan yang baik, ramah, sopan, ceria. Namun, ia baru tahu bahwa beliau adalah seorang tokoh besar di daerah setempat setelah beliau wafat. Dari berbagai sumber yang diterima bahwa orang yang baik dan sopan itulah tokoh besar yang baru wafat. Betapa kecewanya teman saya.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Begitu juga, sudah seharusnya kecewa bagi setiap orang yang baru tahu keberkahan Ramadan setelah bulan suci itu pergi meninggalkan kita. Maka kenali dan pahamilah Ramadan terlebih dahulu sebelum ia pergi jauh.

Ramadan adalah bulan penuh pengampunanan dan keberkahan, contoh di waktu fajar ada keberkahan yang dijanjikan Allah dalam hadis Nabi

 تسحروا فإن في السحور بركة,

 Bersahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur ada berkah.

Apa berkah sahur yang jelas kita rasakan? Yaitu sebagai kekuatan fisik, walaupun dengan seteguk air kita sudah mendapatkan keberkahan dan menjadikan kekuatan tersendiri. Orang yang tidak bersahur artinya ia sudah kehilangan berkahnya. Ada juga kekuatan mental yang bisa didapatkan,  sebab dengan bersahur dan niat berpuasa otak manusia terprogram untuk tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa walaupun hanya dengan segelas air. Ada orang menderita sakit Maag, seperti biasa ketika telat makan maka perutnya sakit dikarenakan asam lambungnya keluar, akan tetapi di bulan Ramadhan dia tidak merasakan sakit sedikitpun.

Saudaraku umat Muslim yang dirahmati Allah. Banyak sekali keberkahan yang ada di bulan Ramadhan yang semuanya perlu kita ketahui dan kita pahami sebelum bulan Ramadan meninggalkan kita. Mari kita belajar kepada para Ulama sehingga kita bisa memahami Ramadhan secara utuh, sehingga kita tidak akan kecewa di ahir Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan, Ji’na Ilaika bil-Ghufron (*)

(Bakhruddin S.Pd.I., M.Pd, Aktif sebagai Pengurus di Aswaja Center dan Pengajar di MI Matholiul Hija)

 

Belasan Komunitas Muslim di Grobogan Gelar Tilawah Akbar

Belasan komunitas muslim yang tergabung dalam wadah Forum Persaudaraan Muslim Grobogan (FPMG) menggelar acara tilawah akbar Taman Hijau Kota Purwodadi, Rabu (24/5/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan  – Belasan komunitas muslim yang tergabung dalam wadah Forum Persaudaraan Muslim Grobogan (FPMG) menggelar acara Tilawah Akbar, Rabu (24/5/2017) malam. Sekitar 150 orang hadir dalam acara yang dilangsungkan di Taman Hijau Kota Purwodadi tersebut.

Acara tilawah diisi dengan membaca Alquran Surat Al-Baqarah dari ayat 142 hingga 210. Kemudian dirangkai dengan tausiah singkat dan doa bersama. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB berlangsung sekitar dua jam.

“Ini adalah kegiatan perdana dalam skala agak besar yang dilakukan FPMG. Sekitar 15 komunitas muslim yang terlibat. Tadi, banyak juga pengunjung taman kota yang ikut gabung ngaji,” ungkap Ketua FPMG Erwin Pambudi, usai kegiatan.

Menurut Erwin, dipilihnya taman kota untuk melangsungkan kegiatan dilatar belakangi beberapa alasan. Antara lain, selain tempatnya nyaman, lokasinya strategis di dalam kota sehingga mudah dijangkau dari berbagai arah.

“Disini tempatnya nyaman dan tidak terlalu bising sehingga cocok untuk melangsungkan kegiatan pada malam hari. Rencananya, kami akan bikin tilawah rutin disini. Minimal sebulan sekali,” jelasnya.

Erwin menambahkan, FPMG ini baru terbentuk sekitar 2 bulan lalu. Selain masalah dakwah, tujuan dibentuknya FPMG adalah untuk menjalin persaudaraan dan melakukan beragam kegiatan sosial bagi masyarakat.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

UMK – La Tofi School Jalin Kerja Sama

Rektor UMK, Dr Suparnyo dan La Tofi dari LSCSR bersama Dr Subarkah Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Mohammad Dahlan Dekan Fakultas Teknik dan Arief Susanto dosen Fakultas Teknik. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar sepekan dari penandatanganan kerja sama antara Universitas Muria Kudus (UMK) dengan Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), kembali UMK melakukan penandatangan kerja sama.

Kali ini kerja sama dilakukan dengan The La Tofi School of Corporate Social Responsibility (LSCSR). Proses penandatanganan dengan LSCSR dilakukan di Ruang VIP Gedung RektoratUMK, Rabu (24/5/2017).

Penandatangan dilakukan oleh Rektor UMK, Dr Suparnyo dan La Tofi dari LSCSR disaksikan antara lain Dr Subarkah Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Mohammad Dahlan Dekan Fakultas Teknik dan Arief Susanto dosen Fakultas Teknik.

Suparnyo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Corporate Social Responsibility bagi sebuah perusahaan maupun institusi sangat penting. Pasalnya, itu merupakan salah satu manifestasi perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Islam dan Alquran juga banyak menjelaskan mengenai aktivitas (kegiatan) yang memuat filosofi dan unsur-unsur CSR. Begitu pun dengan ajaran-ajaran Jawa,’’ terangnya sebelum prosesi penandatanganan dilakukan.

La Tofi mengemukakan, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan UMK. Dia memandang, sebagaimana perusahaan, UMK memikul tanggung jawab yang sama terkait CSR, dengan cerita yang berbeda.

‘’Soal Semen Indonesia, misalnya. Karena secara geografis UMK tidak terlalu jauh, maka bisa mengambil peranan untuk mengurai benang kusut terkait persoalan yang terjadi di sana,’’ paparnya.

Dia menambahkan, UMK juga perlu melakukan penelitian-penelitian (riset) terkait realitas di wilayah Semen Indonesia. ‘’Nilai investasi triliunan rupiah itu, tidak mungkin berhenti begitu saja. Maka UMK harus melakukan riset yang bisa diterima semua pihak,’’ katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mewujudkan Kudus Bebas Demam Berdarah

 

Intan Puteri Yokebeth, Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

SIAPA yang tidak mengenal penyakit demam berdarah dengue (DBD)? Penyakit yang telah lama menghantui masyarakat karena dapat mengancam jiwa. Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegepty. Virus tersebut disalurkan melalui aliran darah manusia setelah nyamuk yang terinfeksi virus demam berdarah dengue menggigit manusia.

Penyakit DBD biasanya ditandai dengan demam, lemah, gelisah, nyeri pada ulu hati disertai tanda perdarahan dikulit berupa bintik perdarahan, lebam, kadang-kadang mimisan, berak darah, muntah darah, kesadaran menurun atau shock,nyeri pada pergerakan bola mata dan beberapa gejala lainnya

Wabah DBD juga menghantui masyarakat Kabupaten Kudus terutama ketika memasuki musim peralihan atau yang biasa dikenal dengan pancaroba. Cuaca yang panas menjadi hujan, datang bergantian dengan selang waktu yang cepat.

Kondisi itu berpotensi menimbulkan banyaknya genangan air tempat nyamuk bersarang. Selain faktor cuaca tingginya temuan kasus DBD di Kabupaten Kudus salah satunya, diduga karena banyaknya industri yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

Ketika salah satu orang terserang DBD, biasanya mudah menular ke warga lainnya.  Faktor minimnya pengetahuan masyarakat Kabupaten Kudus tentang demam berdarah dengue juga menjadi salah satu penyebab tingginya temuan kasus.

Adapun upaya pencegahan demam berdarah yang dapat dilakukan untuk menghindari wabah demam berdarah yaitu :

  1. Pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang demam berdarah dari cara penularannya, gejala dari demam berdarah, dan penanganannya.
  2. Melakukan penyemprotan atau pengasapan (fogging) secara bersama dalam di satu wilayah (serempak).
  3. Masyarakat melakukan proteksi diri terhadap demam berdarah dengan cara menggunakan obat nyamuk, kelambu, lotion anti nyamuk agar tidak tergigit oleh nyamuk Aedes Aegepty dan menghilangkan kebiasaan menggantung pakaian di kamar

Namun sebenarnya untuk menghindari wabah demam berdarah di Kabupaten Kudus sangatlah mudah, kunci utamanya adalah masyarakat Kabupaten Kudus tidak membiarkan adanya air tergenang yang banyak terjadi saat musim hujan, baik d idalam rumah maupun di luar rumah sehingga nyamuk Aides aegepty  tidak dapat bersarang dan berkembangbiaknya di air tegenang tersebut.

Selain itu masyarakat Kabupaten Kudus juga harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan melakukan 3 M  yaitu

  1. Menguras

Membersihkan (menguras) tempat penyimpanan air seperti tempayan, bak kamar mandi/WC, ember, gentong dll. Paling tidak seminggu sekali dilakukan pengurasan secara rutin.

  1. Menutup

Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti tempayan, drum, ember, gentong dan lain sebagainya, agar nyamuk tidak bisa masuk dan berkembang biak di tempat-tempat tersebut.

  1. Mengubur

Kubur atau timbunlah barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Ternyata mencegah terjadinya wabah DBD sangatlah mudah. Banyak cara yang sangat mudah dijalankan terutama bagi masyarakat Kabupaten Kudus jadi mulailah menjaga lingkungan sekitar dan tetap rutin melakukan kegiatan 3 M di Kabupaten Kudus untuk mewujudkan kota bebas demam berdarah.

(Intan Puteri Yokebeth, warga Kudus, Jawa Tengah. Artikel ini dimuat di MuriaNewsCom, Rabu 24 Mei 2017)

Klinik Pratama Pasuruan Lor Kudus Obati  Warga Dengan Gratis dan Dijemput

Pembina Klinik Pratama Aisiyah Pasuruan Lor, Sam’ani Intakoris saat siaga di klinik. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Klinik Pratama Aisiyah Pasuruhan lor, Kecamatan Jati, Kudus, menyediakan pengobatan gratis. Warga yang membutuhkan pengobgatan juga dijemput petugas klinik.

Pembina Klinik Pratama Aisiyah Pasuruan Lor, Sam’ani Intakoris mengatakan, pengobatan tersebut benar-benar gratis. Bahkan  kendaraan roda tiga dan juga sejumlah becak juga disiapkan. Terutama bagi masyarakat yang tak bisa ke lokasi pengobatan.

 “Ini juga bentuk sedekah dengan pengobatan yang kami lakukan. Jadi tak melulu dengan uang, namun bisa dengan pengobatan yang juga dibutuhkan masyarakat,” katanya di Kudus, Rabu (17/5/2017).

Menurut dia, sebelum pengobatan dilaksanakan, petugas sudah mengumpulkan data warga setempat yang membutuhkan. Data tersebut yang digunakan klinik memberikan pengobatan. Meskipun, masyarakat yang belum terdata juga bisa mengikuti program tahunan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga menyediakan satu buah ambulans. Tujuannya untuk menyiagakan jika ada warga yang membutuhkan pertolongan lebih. Jadi, ambulans tersebut bisa digunakan manakala masyarakat tak dapat ditangani klinik, sehingga harus dibawa ke rumah sakit.

 Dikatakan, penggunaan fasilitas ambulans, tidak dibatasi golongan atau masyarakat tertentu. Semua kalangan bisa menggunakan mobil tersebut, selama untuk kepentingan membawa pasien ke klinik atau rumah sakit.

 Editor : Akrom Hazami

 

Etika Politik Sunan Kudus dalam Kemajemukan Bangsa

Bin Subiyanto M. Pendamping  Transportasi Wisata dan UMKM  kawasan Menara Kudus

SEPULUH tahun  terakhir  jumlah rombongan peziarah ke makam Sunan Kudus di bilangan Kudus Kulon  meningkat sangat luar biasa. Angkanya sepuluh  kali lipat dari  tahun sebelumnya. Rata- rata setiap hari  7.954  peziarah. Data itu merupakan hasil penelitian penulis 100 hari  dalam tahun 2016, kecuali pada Ramadan.

 

Planologi Islam         

Setiap hari, ruas jalan di depan kompleks masjid Menara Kudus,  berjajar mobil parkir. Saking padatnya, kendaraan meluber ke jalan  di luar kawasan. Oleh karenanya,  pemkab  akan menata lokasi wisata religi tersebut agar bisa mewadahi membeludaknya peziarah.

Tercatat  terdapat 500 becak wisata  dan 800 ojek  yang bersiklus mengantar peziarah dari dan ke terminal induk wisata.

Setelah turun di kawasan Menara  semua rombongan ziarah yang berasal dari segala penjuru kota segera bersimpuh mendekat dan membaca doa,tahlil untuk Kanjeng Sunan Kudus. Selesai doa, peziarah beralih meninggalkan makam, berseloroh dahulu di serambi sebelah kanan dan kiri  Maqsjid Al Aqsa. Hampir sebagian besar berfoto selfie dengan latar Menara Kudus.

Sebelum pulang, peziarah biasanya menunaikan salat wajib dan sunnah lebih dulu. Kemudian rombongan berjalan  meninggalkan masjid, makam dan menara Kudus. Mereka lantas naik becak wisata dan ojek yang parkir di Taman Menara.

Bangunan Taman Menara  merupakan wajah baru  yang  semula  adalah peninggalan “Kota Awal”  di masa Wali Kanjeng Sunan Kudus. Ada pohon beringin yang sekarang masih  kokoh.  Yang  pada masa wali, pohon untuk mengikatkan tali sapi. Saat itu,  Sunan Kudus kerap memberi  penjelasan tentang sikap toleransi  sosial keagamaan. Termasuk kepada pemeluk agama hindu.

Konon, dari tahun ke tahun, pohon beringin membesar  dan bersamaan itu pula lokasi tersebut berkembang menjadi pusat kota awal Kota Kudus. Ada pasar, transportasi berupa dokar krangkeng, dokar putri, dan dokar  manten. Semuanya ditarik oleh satu kuda sejenis andong.

Di masa Awal Kota Kudus berdiri,  di sekitar beringin Menara  tidak pernah ada bencana, panas terik ataupun banjir. Kedamaian perdagangan  tercipta karena suasana santri yang mengutamakan bersih diri dan bersih hati, termasuk mereka kalangan pedagang.       

Setiap hari, pada masa Sunan Kudus atau Syekh Jakfar Sodiq ,pada  Abad XV, sesudah salat subuh, biasanya jemaah berjalan-jalan, semacam kegiatan ‘Car Free Day’. Di sana ada  keindahan suasana pagi saat para pedagang menggelar  berbagai dagangan.

Biasanya, pedagang menggelar dagangan dengan meja seadanya, tikar buatan sendiri, dan kursi dingklik duwur.

Dokar andong putri berlalu –lalang. Dari arah barat dan utara terkadang parkir di dekat Menara. Dari dokumen  jurnalis Belanda, menemukan  potret, ada dua andong dan sejumlah sais/kusir sedang bergaya di depan Menara.

Pasar Beringin Menara, peninggalan Sunan Kudus , dalam analisa Planologi  sesudah abad  XV,  diperkirakan merupakan bagian penting  embrio kota. Dengan Alun-alun di tengah, berupa lapangan, dan sebelah  barat  adalah masjid (Menara).

Sedangkan   sebelah utara rumah para pemuka ulama, wali, dan sunan. Dengan sebutan daerah  ndalem, lalu sekarang  dinamakan  Kelurahan Langgar Dalem. Penataan tersebut mengalami pergeseran selama  lebih dari 200 tahun.

Oleh sistem pemerintahan kolonial, semua tatanan  kota awal tersebut berubah dengan model  kadipaten.  Hanya Pasar Menara  yang masih dipertahankan oleh rakyat Kudus,  hingga lahirnya para  usaha jenang,  serta para pedagang kecil dan usaha lain yang terkait di akhir abad XIX – awal abad XX.

Di pasar inilah para pedagang kecil, dengan wadah tampah  berjualan  jadah pasar, jajanan  tradisional seperti  jenang lunak  atau bubur jenang, gethuk, cethot, orog-orog kelapa, pecel, klepon Jowo dan lain-lain. Ada juga alat rumah tangga, pisau, gunting, dan jarum benang.

Pada akhir abad XIX  seringkali  para kiai pun singgah  ke bakul-bakul  jajan di pasar.  Demikian dekat ulama dengan rakyatnya. Para kiai ingin mendengar suara hati  rakyat,  terlebih karena para beliau saat itu sedang merencanakan pembangunan  serambi besar bagian depan Masjid Menara yang sekarang melindungi  Lawang Kembar depan.

Dengan potret kehidupan pedagang, santri dan etika  yang berlaku di seputar  masjid Menara  maka tergambar  nuansa Kudus. Yakni Kudus dalam identitas bagus artinya santun, beradab,jujur,  dan rajin mengaji, serta pintar dagang  disingkat gusjigang.

 

Nasionalisme         

Dalam catatan sejarah terungkap bahwa  di lingkaran  beringin Menara, jauh sepeninggal Sunan Kudus ,tradisi wali itu  dilanjutkan oleh  para kiai, pengusaha muslim dan pemuda sekolahan Belanda,  serta  Jemaat Klentheng (Warga Cina )  yang letaknya di sebelah timur Menara.

Mereka  sering melakukan “Njagong” atau diskusi ringan  untuk menata kehidupan Kota Kudus sebelum menjadi bentuk kabupaten.

Sedemikian kebersamaan  etnis  serta  kerukunan antar dan  inter umat beragama  terjalin sejak dahulu. Masyarakat  Kudus berkarakter sosial kritis . Tidak mudah dipengaruhi, kokoh dalam prinsip, dan tidak bisa ditawar. Tidak heran jika  integritas  masyarakat Kudus tetap utuh  hingga kini.

Dalam perspektif  psikologi agama, pemeluk Islam di Kudus sangat  fanatik    terhadap akidah keimanan  serta prinsip syariahnya. Tetapi tidak ada sikap- membenci  agama lain. Pengamalan Islam diterjemahkan dalam sikap damai dalam sozial dan saling menjaga kenyamanan bermasyarakat. 

Namun bisa pula  bereaksi ekstrim  manakala  terganggu ibadahnya  dan dihina simbol  serta tokoh panutannya. Hal ini pernah  terjadi  saat konflik etnis pada 10 oktober 1918. Tetapi itu  dengan cepat  segera reda. Saat itu berkat  tokoh berpengaruh  yang  bisa melerai, yaitu  H Oemar Said Tjokroaminoto ( HOS Tjokroaminoto- Guru Keislamannya Bung Karno). 

Jadi  kesimpulannya   ada beberapa butir ajaran wali dalam sozial keIslaman. Bahwa selain ada toleransi   terhadap  umat beragama lain, juga rasa kebersamaan. Tidak mempersoalkan  perbedaan etnis dan  warga lain ketika  membangun kota atau Negara. Itulah dasar-dasar nasionalisme Sunan Kudus  yang hendak diturunkan  pada umat Islam.

Sehingga  bisa dikatakan  bahwa Sunan Kudus  memiliki konsep Etika Politik  membangun kota (Negara) dalam kemajemukan. Dan prinsip menjunjung  pluralitas atau kemajemukan itulah yang kemudian di abad XXI ini menjadi salah satu  unsur  cikal bakal  yang melahirkan  Islam Nusantara. 

Oleh karena itu sebagai pengikut Kanjeng Sunan Kudus  tidak elok lagi dalam kancah politik apa saja meluruhkan  kesadaran kemajemukan dalam Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

(Bin Subiyanto M, Direktur PADERI (Pusat Analisis Demokrasi keRakyatan Indonesia),   Pendamping  Transportasi Wisata dan UMKM  kawasan Menara Kudus. Artikel ini dimuat di MuriaNewsCom, Selasa 9 Mei 2017)

Menghayati Makna Isra Miraj  

M Agus Yusrun Nafi’, S. Ag, M. Si adalah Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kankemenag Kabupaten Kudus

ISRA Miraj di kalangan santri dan pesantren merupakan hal yang wajar, dan bersifat rutin diadakan pada 27 Rajab. Yang di dalam kajian peringatan, biasanya dibahas  tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW melaksanaan Isra dan Miraj untuk menghadap Allah SWT, disertai dengan pengalaman Rasulullah melakukan perjalanan tersebut. Hingga akhirnya mendapatkan amanat untuk diri dan umatnya berupa kewajiban pelaksanaan salat lima waktu tiap hari.

Namun di sisi lain, ternyata perjalanan Isra Miraj Rasulullah mempunyai makna yang luas. Di samping makna normatif yang terbiasa terbaca dan terdengar oleh masyarakat, yakni makna psikologis. Karena itu perlu diketahui supaya masyarakat sangat detail dan holistik dalam memahami makna perjalanan Isra Miraj Rasulullah.

Ini berarti Isra Miraj merupakan perjalanan psikologis yang perlu diketahui umat Islam sebagai bentuk pemahaman perjalanan. Supaya dapat dielaborasikan dengan makna yang lain dan mendapatkan pemahaman yang luas, dan bisa direalisasikan di kalangan masyarakat Islam Indonesia.

Menghayati Makna Isra Miraj

Salah satu problem pemahaman peringatan Isra Miraj yang kita hadapi selama ini adalah, bagaimana peringatan tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga masyarakat yang mengikuti peringatan tersebut ada perubahan yang signifikan dan positif dalam kehidupan kesehariannya setelah mendengarkan pemaparan kajian.

Perjalanan Isra Miraj kalau dikaji mengandung beberapa dimensi penghayatan makna di dalamnya. Pertama, Tes Keimanan. Fenomena tes merupakan hal yang bersifat hukum alam (sunatullah). Misalkan orang yang akan masuk di perguruan tinggi seperti saat ini harus mengikuti tes seleksi masuk di perguruan tersebut. Hal tersebut terjadi pada keyakinan umat Islam dalam meyakini perjalan Isra Miraj. Di mana Nabi Muhammad setelah melakukan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian melakukan Miraj ke langit ke tujuh dan sampai ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa tersebut memberikan ujian keimanan atau tes dengan sesuatu yang bersifat gaib, sehingga akal hanya sarana untuk memahami sesuatu. Tidak sampai dengan mendewasakan akal. Dan yang paling tepat untuk memahaminya dengan pendekatan iman dan ciri orang bertaqwa adalah salah satunya iman kepada yang gaib.

Kedua, transportasi perjalanan. Ketika Rasulullah SAW sedang tidur di Kakbah kemudian didatangi dan dibangunkan oleh malaikat Jibril serta memberikan kendaraanya yang disebut buraq dan diillustrasikan dengan bentuk lebih besar daripada keledai tetapi lebih kecil dari bagal, dan kecepatannya seperti kecepatan perjalanan cahaya bahkan mungkin bisa lebih.

Secara psikologis, dapat diartikan kalau seseorang ingin melakukan sesuatu harus ada sarana yang akan yang dipergunakan untuk perjalanan tersebut. Salat merupakan sarana orang yang beriman dalam perjalanan menghadapi hidup ini dan senantiasa harus konsisten, jejek, istikamah mulai awal sampai akhir.

Ketiga, guide (penunjuk jalan). Dalam setiap hal dibutuhkan suatu petunjuk, misalnya ketika ingin berpergian membutuhkan sarana, peta, kompas untuk menunjukan ke mana arah kita pergi. Hal tersebut bisa dilihat dalam perjalanan Isra Miraj Rasulullah yang disediakan guide yang istimewa oleh Allah SWT berupa malaikat Jibril yang senantiasa mendampingi dan memberi instruksi dalam melaksanakan perjalanan tersebut menuju Sang Pencipta Alam.

Keempat, perlu bekal dan kesiapan. Di samping membutuhkan sarana dan petunjuk jalan, seseorang yang akan melakukan perjalanan memang harus siap atau dipersiapkan. Hal ini digambarkan dalam perjalanan Isra Miraj, sebelum berangkat, Nabi disiapkan dengan jalan dibedah oleh malaikat Jibril sebagai lambang insyiroh (lapang dada), kemudian dicuci dan dibersihkan hatinya dengan iman, islam dan ilmu serta hikmah sebagai bekal hidup dalam penghambaan ke Allah.

Kemudian disediakan dua minuman, yakni satu gelas berisi arak dan satu gelas berisi susu segar, kemudian Nabi memilih susu segar. Hal tersebut menggambarkan, Nabi memilih Islam sebagai agama fitrah, tauhid dan murni. Sedangkan minuman yang berisi arak dan tidak dipilih oleh Nabi merupakan permasalahan yang dijauhinya, bahkan sampai sekarang ini menjadi permasalahan yang sangat serius melanda semua negara termasuk Indonesia seperti penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Kelima, berhenti pada tempat tertentu. Dalam setiap perjalanan tentunya kita akan melewati suatu daerah dan berhenti pada suatu daerah tertentu yang dikenal dengan istilah pos atau bila menggunakan kendaraan bermotor akan berhenti terminal. Demikian pula Nabi oleh malaikat Jibril diminta untuk berhenti pada tempat tertentu misalnya thoibah, madyan, thursinai, baitul lahin, baitul maqdis.

Di samping itu, Nabi menjumpai para nabi pada setiap langitnya dan juga mengimami para nabi dan rasul. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan umat manusia ini ada suatu kesinambungan antara satu dengan yang lain, dan memang diakui bahwa para nabi dan rasul membawa risalah yang sama, yaitu agama tauhid dan juga simbol globalisasi.

Keenam, wisata (religius). Saat ini diakui oleh para ahli psikologi bahwa wisata merupakan kebutuhan jiwa. Di samping itu rekreasi juga merupakan terapi kejiwaan, hal ini dialami oleh Nabi yang menurut kacamata manusia biasa mengalami kesedihan pada saat cobaan dari Allah datang bertubu-tubi. Cobaan dari para kaum kafir quraisy yang menyiksa bahkan membunuh umat Islam, ditinggal mati oleh dua orang yang terkasih yaitu Siti Khadijah dan Abu Thalib.

Sehingga pada saat tidur di kakbah, datanglah malaikat Jibril dengan membawa buraq untuk mengajak Nabi SAW berwisata religius, seolah-olah Allah akan menghibur sekaligus menunjukkan ayat-ayat kekuasaan Allah. Dan sekarang ini mulai dikembangkan dengan wisata religius di dunia pariwisata.

Ketujuh, oleh-oleh dari sebuah perjalanan. Sebagai manusia biasa, seseorang akan terikat oleh hukum alam, salah satunya adalah orang akan menanyakan buah tangan dari sebuah perjalanan aktivitas. Demikian juga Nabi Muhammad setelah melakukan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian melakukan Miraj ke langit ketujuh dan sampai ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa tersebut, menandai bahwa Rasulullah SAW telah mencapai derajat yang tidak dapat disanggupi oleh malaikat Jibril dan membuktikan bahwa manusia memang diciptakan pada posisi yang paling terhormat, paling baik dan paling mulia.

Dan hasil akhir perjalanan Isra Miraj adalah memperoleh perintah secara langsung dari Allah SWT yaitu perintah salat sebagai alat penghubung langsung antara bumi dan langit, dan merupakan kontak antara makhluk dengan khaliq.

Demikian gambaran perjalanan Isra Miraj yang mempunyai makna yang mendalam dan bisa direalisasikan oleh umat Islam Indonesia dalam menata diri sendiri, masyarakat dan bangsa Indonesia, semoga bermanfaat, amiin. (*)

(M Agus Yusrun Nafi’, S. Ag, M. Si juga Pengasuh Pondok Pesantren Putra Putri Sirajul Hanan Jekulo Kudus. Artikel ini dimuat MuriaNewsCom, Senin 24 April 2017).

KB Al Azhar Jekulo Kudus Bagikan 400 Bibit Tanaman

Peserta didik RA Al Azhar Kudus siapkan bibit tanaman. ( ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – KB AL-AZHAR Jekulo Kudus menyiapkan sebanyak 400 bibit untuk dibagikan secara gratis kepada warga sekitar. Pembagian bibit ini dilaksaknakan dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Pantisari RT 02/ RW IX Jekulo Kauman.

Kegiatan membagikan bibit kepada warga sekitar ini diikuti oleh seluruh peserta didik dan pendidik KB AL-AZHAR yang dimulai pada pukul 08.30 WIB. Bibit yang dibagikan kepada warga sekitar adalah bibit sayuran. Bibit sayuran dipilih untuk mempermudah masyarakat dalam menanam dan merawat bibit yang diberikan. Melalui pembagian bibit ini diharapkan masyarakat sadar dan mau menanam dengan memanfaatkan lahan atau halam rumah.

Sebanyak 400 bibit yang dibagikan disambut antusias oleh warga sekitar. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki kesadaran dan kemauan untuk menanam dan merawat lingkungan. Hal besar selalu dimulai dari hal kecil, bayangkan bila setiap setiap sekolah juga melakukan pembagian bibit sayuran, buah ataupun pohon, tentu saja bumi ini akan menjadi hijau beberapa tahun mendatang setelah bibit tersebut tumbuh. Selain untuk warga sekitar kegiatan ini juga bertujuan untuk mendidik putra putri KB AL-AZHAR berjiwa sosial dan cinta terhadap lingkungan.

Editor : Akrom Hazami

Ini Kata Polisi soal Penyebab Kematian Ibu dan Anak  di JOP

Keluarga dan rekan korban saat melihat korban yang sementara disemayamkan di kamar jenazah. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Banyak kabar miring beredar terkait penyebab kematian ibu anak, yang tenggelam di kolam arus milik Jepara Ourland Park (JOP), Kamis (20/42017). Spekulasi yang banyak berkembang korban terkena sengatan listrik, saat berada di dalam kolam. 

Diberitakan sebelumnya, Sumining (35) dan anaknya M Ilham (5) meninggal dunia setelah berenang di kolam arus milik JOP. Kuat diduga yang bersangkutan tenggelam. Namun banyak pula spekulasi yang menyebut keduanya tersengat listrik

Lalu bagaimana hasil penyelidikan kepolisian?

AKP Suwasana Kasat Reskrim Polres Jepara mengatakan, tidak ada indikasi malfungsi kelistrikan pada kolam arus tersebut. Hal itu ia ucapkan, saat dihubungi MuriaNewsCom, Sabtu (22/4/2017). 

“Kuat diduga penyebab kematian adalah tenggelam. Sebab kita juga sudah meminta keterangan pihak terkait dan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ada setrum pada kolam itu, kebocoran dari pompa juga tidak ada,” ucap Suwasana.

Dirinya mengatakan, dari keterangan berbagai pihak termasuk pengawas kolam (lifeguard), tidak mengetahui kedatangan Sumining dan M Ilham ke kolam arus tersebut. Hal itu karena di sekitar tempat terdapat banyak pepohonan dan juga banyak bangunan penghias. 

“Menurut keterangan dari penjaga, setelah area JOP dibuka masing-masing petugas bersiaga di tempat masing-masing. Pada pukul 08.30 rombongan masuk, dan pada pukul 08.45 ada korban yang terapung. Penjaga tidak tahu masuknya kedua orang itu dari mana, karena terhalang bangunan penghias berupa kerang. Di tempat itu juga banyak pepohonan. Sementara rombongan lain masih berada di kolam anak-anak,” tuturnya.

Ditanya terkait informasi dari masyarakat ihwal adanya penahanan petugas dari JOP, Suwasana menampik hal itu. “Tidak ada yang ditahan,” tegasnya. 

Namun demikian, pihaknya mengimbau manajemen JOP untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pengawasan pengunjung. Hal itu karena, kejadian nahas itu telah terjadi dua kali pada Januari 2017 dan kasus terakhir pada pertengahan bulan April. 

Sementara itu, Manajer Operasional JOP Rahman BY berjanji akan mengevaluasi kejadian dan meningkatkan pengawasan. Dikatakannya, jumlah pengawas kolam di wahana tersebut berjumlah 16 orang, dengan masing-masing yang berjaga dua orang per kolam. 

Editor  : Akrom Hazami

JOP Kembali Memakan Korban, Ibu dan Anak Tewas Tenggelam

 

 

Idaz Dekorasi Kudus Ludes Terbakar  

 

Warga berkerumun di lokasi kebakaran Idaz Dekorasi di Kajeksan, Kecamatan Kota, Kudus, Jumat malam. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kejadian kebakaran terjadi di Kajeksan, Kota, Kudus, Jumat (21/4/2017). Kebakaran melalap rumah beserta tempat penyimpanan dekorasi pernikahan Idaz Dekorasi.

Salah seorang warga di lokasi, Yusak Maulana, mengatakan, saat kebakaran terjadi, Halim, pemilik Idaz, sedang tidak ada di rumah. Hanya ada penjaga rumah.  Penjaga rumah itu menyalakan genset. Tiba-tiba muncul ledakan.

Diduga ada koneksi ke genset yang tak sempurna, sehingga berakibat korsleting. Saat itu juga, muncul api. Parahnya lagi, api cepat menyambar tabung gas. Kebakaran pun menyebar ke beberapa sudut.

Pani, warga setempat menyebutkan kalau kebakaran terjadi saat listrik sedang padam. “Nah saat listrik padam, ada pekerja yang juga masih keluarga menyalakan genset untuk menghidupkan listrik, namun ada gangguan dan terjadilah kebakaran,” katanya di lokasi kepada MuriaNewsCom.

Karena lokasi yang rapat dan dipenuhi kayu, maka api cepat menyambar lokasi sekitar. Akhirnya, amukan si jago merah tak bisa dikendalikan dan melalap tumpukan kayu dan rumah tersebut.

Kayu tersebut merupakan bahan mendekorasi pernikahan. Idaz dikenal masyarakat sebagai jasa dekorasi berkonsep Jawa. Tidak sedikit kayu berbentuk gebyok ludes.

Kebakaran menyedot perhatian masyarakat.  Dalam waktu singkat mereka mengerumuni lokasi. Terlebih lokasinya berada di gang kawasan Menara yang padat permukiman.

Ada sekitar sembilan unit mobil pemadam kebakaran milik pemkab dan perusahaan swasta yang berseliweran membantu memadamkan api.

Kapolsek Kota AKP Muh Khoirul Naim mengatakan, dari hasil pemeriksaan polisi, kebakaran terjadi diduga ledakan genset di dalam rumah. (Faisol Hadi /Aditya Cahya Saputra). 

Editor : Akrom Hazami