Car Free Night (CFN) Kudus Selalu Tertunda Penyelenggaraannya, Sabtu Depan Dipastikan Dimulai

Pengguna jalan melintas di Alun-alun Kudus, Sabtu (29/4/2017). Nantinya Car Free Night (CFN) akan diadakan di Kudus mulai Sabtu (6/5/2017). (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)  

MuriaNewsCom, Kudus – Kudus bersiap menyelenggarakan Car Free Night (CFN) Sabtu depan (6/5/2017) di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Konsep wisata rekreasi malam yang digadang-gadang menyaingi wisata malam Jalan Malioboro Yogyakarta ini mengusung konsep UMKM dan komunitas otomotif.

Sesuai hasil rapat koordinasi terakhir CFN pada Selasa (25/4/2017) yang dipimpin Sekda Kudus, Noor Yasin dan dihadiri beberapa pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Disbudpar, Disdikpora, Polres, dan lain-lain mengkonfirmasi kepastian tanggal tersebut.

“Kita pastikan CFN dimulai tanggal 6 Mei 2017 mendatang. Tiap malam minggu hujan, membuat CFN selalu tertunda selama ini,” terang Noor Yasin.

Nantinya, CFN Kudus akan mengusung konsep UMKM dan komunitas otomotif. Para pedagang akan ditempatkan di sepanjang jalan Alun-Alun Simpang Tujuh melingkar dan ditambah Jalan Sunan Kudus sampai perempatan Kojan. Sedangkan komunitas otomotif motor dan mobil disediakan di Jalan Ahmad Yani.

Diharapkan, CFN menjadi destinasi wisata malam baru bagi keluarga di Kudus. Selanjutnya mampu meningkatkan potensi ekonomi masyarakat melalui UMKM dan pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Marak Penerobos Lampu Merah di Perempatan Jember Kudus

Polisi mengatur arus lalu lintas di perempatan Menara, Kabupaten Kudus, Sabtu sore. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengguna jalan marak yang belum taat aturan lalu lintas. Seperti halnya di perempatan Jember, Kabupaten Kudus. Selain pengguna jalan lain, ada juga pelanggar lain dari kalangan penarik becak dan ojek pengantar peziarah.

Mereka biasanya membawa penumpang dari Terminal Bakalan Krapyak ke Menara Kudus, atau sebaliknya. Hal ini tampak terlihat saat MuriaNewsCom melakukan pantauan arus lalu lintas di perempatan Jember, Sabtu (29/4/2017) sore.

Di titik itu, kepadatan arus lalu lintas amat terasa. Akibat marak penerobos lampu merah, arus lalu lintas menjadi tak karuan.  Khususnya lalu lalang becak dan ojek pengangkut para peziarah. Tampak pengemudi becak menara yang bersikeras tetap belok meskipun lampu merah. Kemudian tukang ojek banyak yang membaw peziarah lebih dari kapasitas motor. Hal ini membahayakan pengguna jalan lain.

Diharapkan, dengan adanya personel di lapangan dapat mengurai tingkat kemacetan dan mencegah terjadinya kecelakaan di perempatan

“Kami ajak seluruh pengemudi becak selalu disiplin berlalu lintas di jalan raya. Tidak ugal-ugalan sehingga mengurangi angka kecelakaan,” imbau Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Eko Rubiyanto.

Editor : Akrom Hazami

Polres Kudus Sosialisasikan Berlalu Lintas Tertib Kepada Tukang Becak

Anggota Satlantas Polres Kudus memperlihatkan video kecelakaan lalu lintas di Simpang Tujuh Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Satlantas Polres Kudus gencar memberikan pemahaman mengenai tata cara berlalu lintas tertib kepada penarik becak di Alun-alun Kudus atau Simpang Tujuh, Kamis (27/4/2017).

Upaya sosialisasi dilakukan Satlantas Polres Kudus dengan tujuan menata pengemudi becak agar lebih tertib dalam berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, dan mencegah pengemudi becak ugal-ugalan membawa penumpang di jalan.

Brigadir Devi, salah satu anggota Satlantas Polres Kudus, memperlihatkan video kecelakaan becak di Simpang Tujuh tersebut kepada pengemudi becak lain. Kemudian, Devi memberikan pemahaman mengenai tata cara tertib lalu lintas. Pihaknya ingin setiap pengemudi becak bisa mengikuti aturan dan tidak seenaknya sendiri.

“Silakan parkir becak di tempat yang telah disediakan untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas dan mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” kata Devi.

Dalam video kecelakaan becak tersebut tampak sebuah becak datang dari arah utara Simpang Tujuh menuju selatan dengan membawa seorang penumpang wanita. Namun karena tidak memperhatikan mobil yang datang dari arah timur, becak tersebut tersenggol mobil dan akhirnya terbalik. Beruntung penumpang dan pengemudi becak selamat dalam kejadian ini.

Editor : Akrom Hazami

Generasi Muda Diajak Melek Bahasa Inggris

Panitia The 2nd International Conference on Teaching English to Young Learners in Indonesia (Teylin). (UMK). (Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Tantangan di masa depan menempatkan generasi muda sebagai aktor penerus pembangunan negara. Generasi muda atau sering disebut generasi milenial perlu bersiap menghadapi era persaingan global dengan negara lain.

Universitas Muria Kudus (UMK) melalui program studi Pendidikan Bahasa Inggris mulai menginisiasi terselenggaranya konferensi internasional bertajuk “The 2nd International Conference on Teaching English to Young Learners in Indonesia (Teylin)” yang berlangsung Selasa dan Rabu (25-26/4/2017) kemarin. Adanya acara ini menunjukkan komitmen UMK dalam misi menyadarkan anak muda agar melek berbahasa Inggris.

Farid Noor Romadlon, selaku ketua penyelenggara, menjelaskan bahwa  anak muda Indonesia di masa depan memiliki potensi unggul di berbagai bidang. Untuk bisa bersaing dan tidak kalah dengan bangsa lain, penguasaan Bahasa Inggris merupakan keharusan.

“Ke depan, generasi muda akan menjadi bagian dari masyarakat global. Apabila tidak ingin kalah dan tertinggal, harus diimbangi penguasaan Bahasa Inggris yang baik,” ujar Farid saat ditemui MuriaNewsCom Rabu (26/4/2017).

Melek berbahasa Inggris seharusnya sudah dimulai dan diajarkan kepada anak sedari dini oleh kedua orang tua dan guru di sekolah. Hal ini merupakan tahap penyadaran untuk mengenalkan anak muda tentang dunia global ke depan.

“Sudah seharusnya Bahasa Inggris mulai diajarkan sejak prenary school hingga usia 12 tahun. Tahap ini merupakan tahap penyadaran,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Bus Hantam Motor di Jalan Agil Kusumadya Kudus

Polisi mendata kendaraan yang terlibat kecelakaan di Jalan Agil Kusumadya, Jati Wetan Kudus, Kamis  (27/4/2017) pukul 18.00 WIB. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Agil Kusumadya, Jati Wetan Kudus, Kamis  (27/4/2017) pukul 18.00 WIB. Kecelakaan melibatkan sebuah bus Shantika jurusan Jepara-Tangerang menabrak pengendara motor Honda Beat dengan nopol H 4099 ACE.

Motor korban masuk ke kolong muka bus dengan kondisi ringsek di bagian depan. Korban belum diketahui statusnya dan langsung dibawa ke rumah sakit Mardi Rahayu Kudus.

Saat MuriaNewsCom ke lokasi, diketahui pihak kepolisian sedang menjalankan olah TKP. Aiptu Prihato, selaku petugas laka lantas Polres Kudus sedang meminta keterangan dari sopir bus, Sutiyono (69), warga Desa Mlonggo, Jepara.

Diketahui berdasarkan informasi saksi mata di lokasi, kronologi kecelakaan terjadi karena kondisi bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jepara. Di saat yang sama, truk di depan bus melaju hati-hati melihat  pengendara motor Vixion akan menyeberang jalan dari arah barat.

Sopir bus yang kaget membanting stir ke arah kanan dan menyenggol pengendara motor Vixion yang akan menyeberang tersebut. Kemudian bus menabrak pengendara motor Honda Beat yang datang dari arah Demak hingga motor korban masuk kolong bus.

“Tadi bus ngebut dari arah utara. Untuk hindari tabrakan dengan truk di depan. Si sopir banting stir ke kanan dan nabrak motor Honda Beat,” terang Endang (52) di lokasi kejadian.

Saat ini, bangkai motor sudah dievakuasi Satlantas Polres Kudus. Bus juga sudah meninggalkan lokasi. Polisi sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai kronologis kecelakaan ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemilik Mobil yang Digelapkan Dipersilakan Ambil di Mapolres Kudus

Pemilik salah satu mobil yang digelapkan mengambil mobilnya di Mapolres Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus mempersilakan pemilik sah dari mobil hasil penggelapan tersangka M Zainul (34) untuk segera mengambil mobilnya di Mapolres Kudus. Pemilik sah diharuskan menunjukkan bukti kepemilikan dan legalitas kendaraan lainnya kepada pihak kepolisian

Satreskrim Polres Kudus menyatakan dari 20 kendaraan mobil yang sudah diamankan dari pelaku sebagai barang bukti, 10 di antaranya sudah diambil pemilik sah. Namun 10 kendaraan mobil lainnya belum diketahui pemiliknya dan masih terparkir di halaman depan Mapolres Kudus. Diharapkan, bagi warga yang kehilangan mobilnya segera melapor dan mengecek ke Mapolres Kudus.

“Pemilik mobil yang berasa kehilangan mobilnya silakan datang ke Polres Kudus untuk mengeceknya dan membawa BPKP mobil,” kata Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning.

Berdasarkan keterangan dari Humas Polres Kudus, salah satu pemilik yang sudah mengambil adalah Tito Septiana warga Desa Kandri RT 05/01 Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten Semarang. Tito sudah mengambil 2 unit Toyota Avanza dan 2 unit Honda Brio aset usaha rentalnya pada Rabu (26/4/2017).

Pihak Satreskrim Polres Kudus masih menelusuri pengembangan kasus penggelapan mobil ini. Pihaknya mengakui akan terus melakukan penyelidikan mengenai potensi adanya tersangka lain apabila ditemukan fakta dan barang bukti baru. Sampai saat ini, tersangka yang diketahui baru satu orang, M. Zainul, yang merupakan warga Nalumsari Jepara.

Editor : Akrom Hazami 

Persiku Jr Menang Telak Atas PSIR

Pemain Persiku saat melayani permainan PSIR di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Pada laga terakhir grup D Piala Soeratin 2017 Jawa Tengah, Persiku Jr mempermalukan PSIR Jr dengan skor cukup telak. Persiku menang 6 gol tanpa balas pada pertandingan yang dihelat di Stadion Wergu Wetan Kudus, Rabu (26/4/2017) sore.

Persiku Muda menguasai jalannya pertandingan dan terus mengancam gawang Laskar Dampo Awang, julukan tim PSIR. Hasilnya, pada babak pertama tim tuan rumah unggul telak empat gol tanpa balas.

Gol cepat dicetak oleh Ibnu Yahya menit ke-8 memanfaatkan umpan silang Wahab Yusrul Falah. Sepuluh menit kemudian, Wahap mencatatkan namanya di papan skor kali ini dengan bantuan Ibnu Yahya. Macan Muria Muda unggul dua gol.

Pada menit ke-24, giliran kapten Persiku Yuniar Endico merobek gawang anak Rembang melalui skema serangan balik yang cepat. Terakhir, gol Persiku di babak ini dicetak pemain pengganti, Emir Febriyanto. Baru satu menit masuk, Emir mencetak gol. Persiku unggul jauh 4-0.

Selepas rehat, Persiku masih memegang kendali permainan. Tampak Persiku seperti ingin memberikan kado terindah untuk suporter yang datang lewat penampilan mereka yang impresif. Persiku menambah dua gol pada babak ini melalui sepasang gol duet Akbar Rizky dan Andika di masa injury time.

Pelatih Persiku Muda, Widhoro Heryanto menyatakan sangat bersyukur atas kemenangan sore ini. Namun tetap fokus dan tidak bangga diri. Masih ada babak 12 besar penentuan untuk membawa Persiku lebih jauh ke semifinal bahkan final.

“Kita akan mengamankan hasil sempurna tak terkalahkan sepanjang penyisihan. Dan itu akan kita jaga hingga juara Piala Soeratin 2017,” ucap Widhoro.

Dengan hasil ini, Persiku Jr memantapkan diri sebagai pemuncak klasemen grup D Piala Soeratin 2017 Jawa Tengah unggul di atas Persijap, PSIR, Persipa, dan Persikaba. Persiku bersama Persijap lolos ke babak 12 besar Piala Soeratin 2017 Jawa Tengah dan akan berebut empat tiket menuju semifinal.

Editor : Akrom Hazami

 

UMK Gelorakan Semangat Global melalui Bahasa Inggris

Spanduk kegiatan terpasang di Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk The 2nd Teylin atau “The 2nd International Conference on Teaching English to Young Learners in Indonesia” di Hotel Griptha Kudus, Selasa-Rabu (25-26/4/2017).

Kegiatan berbentuk diskusi panel paralel ini mengusung tema “Indigenous Norms to the Coming Age of One Asia”. Artinya, penguatan karakter, nilai dan norma, serta kearifan lokal budaya kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam interaksi global melalui Bahasa Inggris.

Dengan kata lain, konferensi ini bertujuan sebagai sarana promosi untuk memperkuat posisi strategis Indonesia dengan segala identitas uniknya dengan menunjukkan kompetensi Bahasa Inggris dan karakter lokal yang sama baiknya.

Konferensi ini mengundang empat pembicara dari empat negara berbeda. Yaitu Itje Chodidjah (Indonesia), Nicholas Cooper (Inggris), Jo-Ann Netto-Shek (Singapura), dan Ramesh Nair (Malaysia). Sedangkan peserta konferensi berasal dari dalam negeri, yaitu daerah Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, dan luar negeri, yaitu Malaysia dan Singapura.

Farid Noor Romadlon, ketua panitia penyelenggara menyebutkan bahwa tujuan utama konferensi ini adalah sebagai sarana tukar wawasan mengenai metode, teknik, dan strategi pengajaran Bahasa Inggris kepada generasi muda di daerah masing-masing peserta.

Selain itu juga sebagai upaya memperkuat literasi pengetahuan mengenai pengajaran Bahasa Inggris kepada generasi muda. Nantinya, hasil presentasi peserta dalam full paper atau karya ilmiah akan dibuatkan prosiding-nya via Atlantis Press dari Prancis.

“Ini sebagai upaya kami berkontribusi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya Bahasa Inggris di masa mendatang. Khususnya bagi generasi muda agar melek informasi global,” pungkas Fadli.

Editor : Akrom Hazami

 

Bocoran Pelajar MTs N 2 Kudus Biar jadi Juara MTQ

Kegiatan KSM dan Aksioma yang digelar di MTS N 2 Kudus, Mejobo. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Perjuangan mencapai keberhasilan memang tidak mudah. Tidak ada yang instan, semua harus melalui proses. Hal ini juga dijalani Miftakul Akrom (14) pelajar MTs N 2 Kudus yang pernah menjuarai Aksioma MTQ se-Jateng tahun 2015 lalu di Boyolali.

Saat ini, Akrom merupakan pelajar MTs N 2 Kudus kelas 7. Dia berkeinginan untuk mengulangi kisah suksesnya semasa MI lalu. Sekarang dia sedang mengikuti lomba Aksioma MTQ tingkat MTs se-Kabupaten di MTs N 2 Kudus dan akhirnya jadi juara.

Saat ditemui MuriaNewsCom, Selasa (25/4/2017), dia bersedia memberitahu rahasia atau tips tips pengalamannya bisa menjuarai MTQ Se-Jateng lalu. Berikut tips-tips yang dia berikan kepada agar bisa membaca qira’ (MTQ) dengan baik dan benar.

Pertama, berkaitan dengan latihan. Seorang qori (pembaca qira) dituntut untuk serius dalam latihan. Tidak bisa setengah-setengah. Selain itu, harus tahan banting untuk terus mengulang bacaan.

“Kita perlu latihan sungguh-sungguh. Belajar yang sama guru yang tepat. Dan jangan malu bertanya,” terang Akrom

Kedua, mengenai pola makan. Untuk menghasilkan suara yang konsisten dan terjaga, hendaknya memilih makanan dan minuman yang tepat. Lebih baik minum air hangat untuk menjaga suara. Selain itu, makanan juga tidak boleh mengandung minyak.

Ketiga, penting untuk rutin berolahraga. Kebugaran jasmani merupakan syarat penting dalam berlatih qira. Hal ini berkaitan dengan olah nafas yang dibutuhkan dalam membaca Alquran

Akrom punya target pada lomba Aksioma MTQ tahun ini. Dia ingin mewakili Kudus dan mengharumkan nama sekolahnya di tingkat Provinsi Jawa Tengah. “Saya ingin membanggakan MTs N 2 Kudus. Dan saya ingin lagi menjadi juara provinsi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Cara Hentikan Peredaran Narkoba, Ini Kata Polisi Kudus  

Kasat Narkoba Polres Kudus, AKP Sukadi. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasat Narkoba Polres Kudus, AKP Sukadi memandang penting segala bentuk sinergi untuk menghentikan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Kabupaten Kudus. Upaya pencegahan dan penindakan secara tegas peredaran narkoba harus dilakukan bersama antarinstitusi penegak hukum.

“Contohnya pada kasus  narkoba yang melibatkan terpidana GBm yang ditangkap November 2016, atas kasus transaksi narkoba jenis sabu di daerah Sempalan Jati,” kata Sukadi di Kudus, Selasa (25/4/2017).

Peran Satresnarkoba Polres Kudus saat itu melakukan pencegahan dan penangkapan terhadap pelaku peredaran narkoba beserta pengamanan barang bukti dan aset pelaku. Selanjutnya peran Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Kudus adalah menjatuhkan hukuman yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Pada kasus GB, berdasarkan putusan hakim pengadilan negeri Kudus nomor : 22/pid.sus/2017/PN.Kds tertanggal 12 April 2017, Pengadilan Negeri Kudus menjatuhkan hukuman penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 800 juta serta merampas kendaraan pelaku sebagai aset yang disita oleh negara. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.

“Sinergitas antara Satresnarkoba Polres Kudus, Kejaksaan Negeri Kudus, dan Pengadilan Negeri Kudus sangat penting sebagai lembaga penegak hukum di Kudus. Perlu penguatan dan kerja sama melalui peran masing-masing,” jelasnya.

Diharapkan semakin menguatnya institusi penegak hukum di Kudus  bisa menekan angka peredaran narkoba di wilayah ini. Selain itu, memberi pertimbangan lain bagi calon pelaku yang ingin melakukan aksinya di wilayah Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

Kisah Miftakul Akrom, Pelajar Kudus yang Pernah Gagal Hingga Akhirnya Juarai MTQ Tingkat Jateng

Miftakul Akrom, saat ditemui MuriaNewsCom di MTs N 2 Kudus, Mejobo. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Miftakul Akrom (14), sosok ceria jago ngaji ini pernah bikin bangga warga Kudus. Tepatnya pada 2015 lalu, Akrom pernah menjuarai Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) tingkat MI kategori MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 lalu.

Saat itu, kegiatan digelar di Donohudan, Boyolali. Lebih hebatnya lagi, ketika momen itu, Akrom masih berusia 12 tahun. Kini, Akrom kembali mengikuti kegiatan serupa, tapi tingkat pendidikannya lebih tinggi. Yakni tingkat MTs.

Saat dijumpai MuriaNewsCom, di MTs N 2 Kudus, Selasa (25/4/2017), Akrom tampak serius mengikuti Aksioma tahun ini. Saat ditanya soal prestasinya lalu, dia antusias menceritakan pengalamannya dari awal belajar mengaji hingga bisa menjuarai Aksioma MTQ tingkat Provinsi.

“Alhamdulillah saya senang. Saya kaget bisa juara di sana. Tidak nyangka bisa juara,” ucap Akrom.

Dia mengakui, saat itu baru memulai belajar qira. Yaitu sekitar umur 11 tahun atau kelas 4 MI. Saat itu, ia mondok dan sekolah di MI Darul Ulum, Ngembalrejo, Bae milik Yayasan Darul Ulum Kudus. Di sana dia mulai belajar qira dari gurunya di sekolah.

“Dulu pertama ikut lomba qira tingkat kecamatan saya kalah. Lalu coba lagi menang. Lanjut kabupaten saya kalah lagi. Lalu coba lagi, Alhamdulillah menang,” cerita Akrom.

Sosok kelahiran Demak, 19 Januari 2003 ini mengakui, tidak mudah meraih prestasi itu. Perlu latihan sungguh-sungguh untuk mencapai sukses. Untuk jadi juara tidak bisa lewat cara praktis atau instan, semua harus melalui proses.

Saat ini, Akrom sedang mengikuti lomba Aksioma kategori MTQ tingkat MTs se-Kabupaten Kudus di MTs N 2 Kudus, sekolahnya saat ini. Ia berharap, mampu mengharumkan nama sekolahnya dan bisa mewakili Kudus lagi ke tingkat provinsi.

Editor : Akrom Hazami

 

Yel-yel Ini Ampuh jadi Pembakar Semangat Peserta KSM dan Aksioma MTs di Kudus

Peserta KSM dan Aksioma saat mengikuti pembukaan lomba di MTs N 2 Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Ada hal menarik dalam acara pembukaan ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) MTs se-Kabupaten Kudus di MTs N 2 Kudus, Mejobo, Selasa (25/4/2017) pagi.

Noor Badi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus dalam sambutannya menyanyikan sebuah yel-yel madrasah. Hal ini dimaksudkan untuk jadi penyemangat bagi kontingen peserta lomba KSM dan Aksioma di MTs N 2 Kudus yang akan berlomba mulai hari ini.

“Siswa madrasah tidak boleh kalah dengan siswa sekolah lain. Siswa madrasah bisa lebih unggul. Ajang ini sebagai wadahnya,” ujar Badi.

Menurutnya, KSM dan Aksioma merupakan dua gelaran yang dilaksanakan bersamaan untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan unggul pelajar madrasah dalam bidang sains dan seni.

Perlombaan yang dilombakan di antaranya, untuk KSM adalah matematika, fisika, dan biologi. Sedangkan untuk Aksioma adalah pidato Bahasa Inggris, tahfidz, kaligrafi, MTQ, dan Hadroh.

Berikut yel-yel yang dinyanyikan Kepala Kemenag Kudus dalam sambutannya: “Madrasah idolaku, madrasah kebanggaanku, ku yakin hari esok pasti maju”.

Editor : Akrom Hazami

Kemenag Kudus Gelar Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga  Tingkat MTs    

Peserta KSM dan Aksioma Tingkat MTs mengikuti pembukaan lomba di Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus menggelar ajang lomba bertajuk Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah(Aksioma) tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kabupaten Kudus tahun 2017 di MTs N 2 Kudus, Mejobo, Selasa (25/4/2017).

Ajang lomba ini digelar sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan minat pelajar madrasah dalam bidang sains dan seni. Selain itu juga untuk meningkatkan motivasi dan keunggulan global guna bersaing di era sekarang.

Noor Badi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus menyatakan ke depan ingin mengusulkan penambahan cabang lomba yaitu pidato Bahasa Inggris dalam even KSM dan Aksioma.

“Seharusnya ada lomba pidato Bahasa Inggris. Penting untuk daya saing dan keunggulan global. Terutama bagi siswa madrasah,” terang Badi dalam sambutannya.

KSM merupakan ajang lomba berbasis olah ilmu pengetahuan. Mata pelajaran yang dilombakan adalah Matematika, Fisika, dan Biologi. Ketiganya mewakili mata pelajaran yang biasa diujikan saat Ujian Nasional tingkat SMP.

Sedangkan Aksioma merupakan ajang lomba berbasis olah jasmani dan olah seni. Cabang lomba yang diadakan di antaranya lomba pidato Bahasa Arab, MTQ, Tahfidz, Kaligrafi, dan Hadroh. Kedua bidang KSM dan Aksioma dilakukan secara bersamaan untuk meningkatkan daya saing dan mutu madrasah di Kabupaten Kudus.

Sebelumnya, kontingen Kudus di tingkat MI pernah menjadi juara umum Provinsi Jawa Tengah Aksioma tahun 2015 dan KSM tahun 2016. Diharapkan, tahun 2017 ini Kabupaten Kudus bisa menjadi juara umum tingkat MTs di Provinsi Jawa Tengah.

Editor : Akrom Hazami

 

Konser Endank Soekamti di Kudus Dibubarkan, Panitia: Izin Sudah Disampaikan

Polisi saat memberikan penjelasan kepada para penonton konser band Endanks Soekamti di Dawe, Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Grup Band asal Yogyakarta, Endank Soekamti menyelenggarakan konser di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kudus, Senin (24/4/2017) siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB. Namun tak lama setelah konser dimulai, aparat polisi dibantu TNI datang dan menghentikan konser tersebut. Hal ini beralasan karena konser diadakan tanpa adanya izin dari Polres dan Pemkab Kudus.

Salah satu pihak penyelenggara yang tidak disebutkan namanya menyatakan, bahwa izin sudah disampaikan beberapa hari sebelum konser, namun tidak diizinkan. Alasan dari Polres Kudus, tempat konser terlalu kecil sehingga tidak layak menampung massa penonton yang banyak.

Diperkuat keterangan Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kabag Ops Kompol Tugiyanto telah menjelaskan bahwa bagi siapapun yang ingin menyelenggarakan acara, terutama acara seni budaya, harus mengantongi izin dari Polres dan Pemda Kudus.

“Kami tidak mau mempersulit masalah izin, namun ini yang diundang kan band ibukota. Pasti fans atau penontonnya banyak dalam maupun luar kota. Kami sudah saran lokasi konser dipindahkan ke lapangan Dawe atau tempat lain yg lebih besar, disini tempat kecil tak memadai,” jelas Tugiyanto.

Pihak kepolisian berupaya menjelaskan hal ini kepada personil Endank Soekamti maupun kepada penonton yang sudah hadir. Karena rawan konflik dan mengganggu keamanan ketertiban, akhirnya pihak personel dan penonton menerima penjelasan kepolisian.

Dari pantauan MuriaNewsCom, satu persatu penonton sudah meninggalkan lokasi. Mereka dapat dikenali dari pakaian hitam pop punk yang dikenakan. Banyak yang berasal dari luar kota, khususnya daerah berplat nomor motor H.

Editor : Akrom Hazami

Rahtawu Kudus Butuh Banyak Tanaman Sengon

Kepala Desa Rahtawu, Sugiyono saat melakukan aksi peduli lingkungan di desanya, akhir pekan lalu. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi alam Desa Rahtawu yang terletak di ujung utara Kabupaten Kudus dan berbentuk hutan hujan tropis memiliki peran sangat penting terhadap wilayah di selatannya. Daerah ini merupakan pusat penyimpan air dan pencegah erosi atau tanah longsor. Di sisi lain, banyak juga dimanfaatkan kayunya untuk keperluan industri.

Kepala Desa Rahtawu, Sugiyono, menyatakan bahwa perlu adanya tindakan lebih arif mengelola sumber daya hutan Rahtawu. Saat ini, penebangan pohon dianggap berlebihan dan memicu bencana. Puncaknya terjadi tanah longsor pada bulan Maret lalu yang memutus akses jalan ke desa tersebut.

Pada peringatan hari bumi Sabtu (22/4/2017) lalu, Sugiyono menjelaskan bahwa desanya membutuhkan lebih banyak pohon sengon untuk restorasi hutannya. Pohon sengon dinilai efektif mengembalikan fungsi hutan dan menambah nilai ekonomi pada masyarakat.

“Warga di sini sekarang lebih sadar pentingnya hutan dan pohon. Apalagi setelah tahu sengon bisa ditanam secara tumpangsari dengan pohon kopi. Hasilnya lebih bagus,” jelas Sugiyono saat ditemui MuriaNewsCom Sabtu (22/4/2017).

Pihaknya baru mengetahui pohon sengon bisa difungsikan sebagai naungan untuk tanaman kopi. Hasilnya lebih bagus. Masyarakat pun sangat antusias dalam memanfaatkan pohon sengon.

“Pohon sengon ternyata menambah nilai ekonomi warga. Tanaman kopi tumbuh lebih baik. Hasilnya bisa dijual warga untuk nambah-nambah penghasilan,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Maksimalkan Laga Terakhir, Persiku Incar Poin Penuh di Blora

Pemain Persiku saat berlaga di Stadion Wergu Wetan Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Persiku Kudus akan menghadapi Persikaba Blora di Stadion Kridosono, Blora pukul 15.30 WIB, Minggu (23/4/2017). Laga merupakan lanjutan Liga 3 Zona Jateng grup A putaran pertama.

Saat ini Persiku masih duduk di posisi kedua klasemen grup dengan raihan poin 5 dari tiga pertandingan. Atau di bawah Persikama Magelang di urutan pertama dengan poin 6 dari empat pertandingan.

Menghadapi Persikaba yang merupakan juru kunci klasemen sementara grup A, Persiku tetap menargetkan poin penuh. Kendati laga berlangsung di kandang lawan.

“Kami tidak mau meremehkan lawan. Kami tetap fokus menyerang dan bertahan. Tapi kami target curi poin penuh,” terang Hidayat, pelatih Persiku saat dihubungi MuriaNewsCom Sabtu (22/4/2017).

Pertandingan melawan Persikaba nanti merupakan pertandingan terakhir putaran pertama grup. Selanjutnya untuk putaran kedua akan dilanjutkan bulan Mei.

“Sebagai juara bertahan, kami target lolos penyisihan grup. Syukur, bisa jadi pemuncak klasemen,”  pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Hari Bumi, Partai Nasdem Kudus Tanam Pohon Sengon di Rahtawu 

Perwakilan Partai Nasdem Kudus menyerahkan bibit tanaman secara simbolik di Desa Rahtawu, Gebog. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April, yakni Sabtu, Partai Nasdem Kudus menginisiasi gerakan restorasi pantai utara Jawa Tengah, salah satunya di Kudus. Lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan peringatan Hari Bumi di Kudus adalah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Rahtawu dinilai sebagai wilayah hulu paling penting di Kudus karena berperan sebagai pengendali banjir, penyimpan air, dan pencegah erosi atau tanah longsor. Oleh karena itu, perlu dilakukan restorasi hutan di Rahtawu untuk menjaga kelestarian alam dan ekosistem agar terhindar dari bencana.

Partai Nasdem memiliki konsen prioritas dalam bidang lingkungan hidup. Nasdem melihat perlu dilakukan pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan agar peran Indonesia sebagai paru-paru dunia diakui dan dihargai negara lain.

“Dunia perlu berterimakasih kepada Indonesia karena alamnya yang menjadi salah satu penyuplai oksigen terbesar bagi kehidupan di bumi saat ini,” ujar Ahmad Wafi, Sekretaris DPD Partai Nasdem dalam sambutannya.

Turut hadir pula, Muhtamat, Anggota DPRD Kudus Komisi B dari fraksi Partai Nasdem. Muhtamat menyatakan ke depan Rahtawu akan dikembangkan menjadi destinasi wisata alam yang potensial di Kudus.

“Saya sudah ajukan usulan anggaran 1 miliar untuk pengembangan wisata alam di Rahtawu. Saya harap Rahtawu bisa jadi tempat wisata alami potensial ke depan,” imbuh Muhtamat kepada Sugiyono, Kepala Desa Rahtawu.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis pohon jenis sengon laut kepada Kepala Desa Rahtawu. Kemudian dilanjutkan penanaman 2000 pohon sengon laut yang dilakukan bersama kader Partai Nasdem dengan warga Rahtawu.

Editor : Akrom Hazami

 

Lokasi Kebakaran Idaz Dekorasi Kudus masih Jadi Tontonan Warga

Warga melihat lokasi kebakaran yang terjadi di Idaz Dekorasi di Kajeksan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Satu hari pascakebakaran hebat di rumah rias Idaz Dekorasi, Jalan Turaichan Adzuhri, Kelurahan Kajeksan RT 01 RW 03 Kota, Kudus, warga tampak masih penasaran.

Pantauan MuriaNewsCom, tidak sedikit warga yang mampir ke lokasi. Mereka melihat bangunan yang ludes kena api. Tidak sedikit yang mengabadikan dengan kamera ponselnya.

Sementara polisi tampak terus melakukan penyelidikan kasus kebakaran itu. Berdasarkan keterangan yang didapat dari Humas Polres Kudus, kebakaran terjadi pascahujan deras disertai petir melanda Kudus.

Menurut polisi, kronologi kejadian bersamaan dengan padamnya aliran listrik, Aris Harinurdin (45), pemilik rumah, menyalakan genset rumah. Berselang lima belas menit, mesin genset mengeluarkan api dan meledak. Menurut info, kondisi stop kontak yang belum terpasang sempurna memicu adanya percikan api yang menyambar tangki bahan bakar genset.

Aris berusaha memadamkan api tetapi api malah menyambar kayu dan perabotan lain di dalam rumah. Kemudian Aris meminta bantuan kepada warga, namun usaha dari warga juga belum menemukan hasil. Api terus membesar dan menyambar hingga bagian belakang rumah.

Sedikitnya tujuh mobil pemadam kebakaran diterjunkan. Di antaranya bantuan dari Pemkab Kudus, PT Djarum, PT Nojorono, PT Pura sudah bekerja keras memadamkan api. Alhasil api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Kota AKP Moh Khoirul Naim menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 atau sesaat sebelum maghrib. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya satu korban terkena luka bakar ringan.

Untuk kerugian belum bisa dipastikan dan masih menunggu informasi dari pemilik rumah rias yang belum bisa dimintai keterangan.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Jalannya Rapat Rolling di DPRD Kudus

Suasana jalannya rapat di DPRD Kabupaten Kudus, Jumat (21/4/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rapat penentuan pimpinan komisi A akhirnya mencapai mufakat, Jumat (21/4/2017) siang di ruang sidang komisi A. Seminggu yang lalu, rapat perombakan pimpinan komisi mengalami ketidakjelasan karena pimpinan DPRD melakukan pembatalan secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

Buntutnya, ruangan pimpinan DPRD disegel anggota dan pimpinan diberikan mosi tidak percaya oleh anggota akibat pembatalan rapat tersebut.

Rapat hari ini berjalan lancar dan cenderung tanpa hambatan. Ketua DPRD Kudus, Masan, memimpin langsung rapat penentuan pimpinan komisi A tersebut. Rapat dihadiri oleh perwakilan dari fraksi PDIP, PKB, partai Gerindra, partai Demokrat, partai Hanura, PKS, dan partai Nasdem.

Tidak berjalan lama, akhirnya disepakati struktur pimpinan komisi A dan disetujui oleh anggota rapat yang hadir. Mardijanto, dari fraksi partai Demokrat, terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua komisi A. Sunarto, dari fraksi PDIP sebagai wakil ketua, dan Sudjarwo, fraksi partai nasdem, sebagai sekretaris komisi.

“Kami berharap komisi A menjadi teladan bagi komisi-komisi lainnya untuk segera menentukan pimpinan komisi. Sehingga kerja DPRD Kudus bisa berjalan normal kembali,” ujar Mardijanto.

Rencananya komisi B juga akan menentukan pimpinan komisi hari ini. Namun sampai saat ini, rapat belum juga dimulai karena masih sedikit anggota yang hadir.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Libur Panjang, Polres Kudus Giatkan Patroli Malam

Anggota Polres Kudus saat melakukan patroli malam di salah satu sudut di kabupaten setempat, Jumat dini hari. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepolisian Resort Kudus beserta jajarannya menggalakkan kegiatan patroli bertajuk Blue Light Patrol (BLP) menjelang libur panjang Sabtu (22/4/2017) hingga Senin (24/4/2017). Kegiatan dilakukan di seluruh wilayah Kudus.

Patroli ini dilaksanakan setiap malam secara bergantian oleh kepolisian, dalam rangka mengantisipasi dan mencegah tindak kejahatan kriminal yang biasa meningkat menjelang maupun saat libur panjang.

Kasubag Humas Polres Kudus AKP Sumbar Priyono, di kota setempat, Jumat (21/4/2017) mengatakan, BLP merupakan bentuk patroli rutin berkeliling setiap malam menggunakan mobil patroli dengan menyalakan lampu biru khasnya.

“Kegiatan patroli ini sebagai pencegahan dan antisipasi tindakan rawan kejahatan. Fokus kami ke tempat-tempat kos yang rawan tindak kriminal,” ujar  Sumbar saat dihubungi MuriaNewsCom.

Sinergi kegiatan patroli ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas di lingkungan Kudus sekaligus memberikan sosialisasi mengenai kamtibmas kepada masyarakat luas.

Fokus patroli saat ini ditujukan ke objek vital di berbagai lokasi. Di antaranya SPBU, ATM, pertokoan, dan tempat yang kemungkinan ditinggal penghuninya pulang ke daerah asal.

Sampai saat ini, armada mobil patroli berjumlah 11 mobil dengan rincian 9 mobil berada di lingkungan setiap polsek dan dua mobil di lingkungan polres.

Editor : Akrom Hazami

 

Fakta Unik Pencurian di Jenggalan Kudus

Warga tampak memeriksa jemurannya di Desa Janggalan, Gang Ngelo, Kecamatan Kota, Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Janggalan khususnya RW 01 Gang Ngelo dihebohkan dengan kejadian hilangnya sandal dan jemuran pakaian secara berjamaah dini hari tadi, Kamis (20/4/2017). Kejadian ini sontak meresahkan dan membuat warga bingung.

Karena banyak keanehan yang terjadi dalam kejadian ini. Pertama, mengenai barang yang hilang. Berdasarkan info di lokasi, barang yang hilang tergolong aneh, di antaranya sandal dan jemuran pakaian. Warga kehilangan sandal namun yang hilang hanya sebelah saja. Yang sebelah lagi dibiarkan begitu saja. Kemudian jemuran pakaian, bukan pakaian saja yang diambil namun sampai gantungan baju pun diambil juga.

Kedua, mengenai lokasi penemuan barang hilang. Ada yang ditemukan di atas genting. Ada yang dimasukkan ke sumur warga sendiri. Ada yang dibawa sampai ke persawahan di belakang ADA Swalayan. Ada yang dihanyutkan ke sungai di belakang desa. Hal-hal aneh ini membingungkan warga mengenai motif pelaku.

Ketiga, mengenai pelaku. Tidak ada seorang pun warga yang menyadari maupun mengetahui sandal dan jemurannya hilang secara bersama-sama malam itu. Padahal biasanya menurut warga, jalanan desanya masih cukup ramai terdengar suara anak muda nongkrong pada jam-jam kejadian tersebut. Namun malam tadi serasa sepi.

Keempat, mengenai motif pelaku. Sampai saat ini belum diketahui tujuan sebenarnya dari pelaku. Banyak warga beranggapan ini keisengan saja dan perbuatan orang tidak waras.

“Saya tidak tahu apa tujuannya. Mungkin ini iseng dan jahil. Mungkin juga ini perbuatan orang yang ga waras,” ujar Endang Rukayah (35), warga Janggalan RW 01.

Editor : Akrom Hazami

 

Misteri Hilangnya Sandal dan Jemuran Resahkan Warga Janggalan Kudus

Warga tampak memeriksa jemurannya di Desa Janggalan, Gang Ngelo, Kecamatan Kota, Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Janggalan RW 01 Gang Ngelo, Kecamatan Kota, Kudus, dihebohkan adanya insiden aneh yang terjadi di lingkungan mereka, Kamis (20/4/2017) pagi. Sebagian besar warga kehilangan sandal dan pakaian yang mereka jemur tadi malam.

Anehnya, sandal yang hilang hanya sebelah saja dan ditemukan berada di atas genting dan sumur. Sedangkan jemuran pakaian ditemukan di beberapa lokasi, yaitu di atas genting, kebun warga, sumur, persawahan deket rumah warga, dan ada yang dihanyutkan ke sungai.

Berdasarkan informasi warga, peristiwa ini kali kedua terjadi di wilayah ini. Insiden pertama dulu diketahui dilakukan oleh anak remaja usia 25 tahun yang diduga kurang waras. Insiden kedua dini hari tadi belum diketahui pelakunya. Diperkirakan perbuatan iseng ini dilakukan pada rentang pukul 02.00-04.00 WIB dini hari.

Endang Rukayah (53), salah satu yang menjadi korban, menceritakan kronologis kejadian. Saat itu anaknya mendapati sandal dan pakaian yang dijemur di depan rumah sejak malam, sudah tidak ada. Anehnya, tetangganya pun mengalami kejadian serupa.

“Saya kira saya saja yang kehilangan jemuran, ternyata satu deret rumah dari utara ke selatan juga sama. Ini satu RW. Satu kampung,” ujar Endang saat ditemui MuriaNewsCom di lokasi, Kamis (20/4/2017).

Lebih lanjut lagi, peristiwa ini membuat resah warga dan sangat mengganggu aktivitas warga. Banyak warga yang kehilangan seragam kerja yang seharusnya dipakai hari ini.

“Anak saya mau kerja tapi seragamnya hilang. Banyak warga juga yang belum ketemu pakaian mereka. Entah hilang di mana,” terang Endang lebih lanjut.

Editor : Akrom Hazami

Truk Muat Pasir Muntilan Tabrak Becak di Kudus

Warga berada di pinggir truk usai kecelakaan lalu lintas di Jalan Museum, Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kudus tepatnya di Jalan Museum Kretek Kudus, Rabu (19/4/2017)  pukul 07.00 WIB.

Truk muat pasir tersebut menabrak sebuah becak yang mengangkut barang dagangan milik warung di sisi jalan. Truk juga sempat menyerempet warung hingga terperosok ke saluran air.

Tidak ada korban jiwa, atau luka. Namun akibat kejadian, kerugian material yang didera, ditaksir capai jutaan rupiah.

Jamini (45), pemilik barang dagangan yang diangkut becak, menuturkan kronologis kecelakaan itu. Truk melintas dari arah barat, tiba-tiba oleng ke sisi kiri jalan.

Truk pun seketika menabrak becak yang mengangkut barang dagangan. Rencananya, barang dagangan akan dipindahkan ke dalam warung.

Tabrakan itu berakibat truk terperosok ke saluran air di samping warung. Kemudian pasir dari truk juga tumpah menimbun becak dan barang dagangan.

Info di lapangan, sopir truk mengantuk sehingga kecelakaan terjadi. Truk diketahui dari Muntilan Magelang dengan tujuan Megawon Kudus.  Pasir asal Muntilan pun dipindah ke armada lain.

Jamini berharap  ganti rugi dari pengemudi truk. “Kalau misal tidak mau bayar pake uang, tidak apa-apa diperbaiki saja warung dan becaknya. Yang penting saya bisa jualan lagi. Ada komitmen katanya besok diperbaiki,” ujar Jamini.

Editor : Akrom Hazami

 

Polres Kudus Larang Warganya Ikut Tamasya Al Maidah ke Jakarta

AKP Sumbar, Kasubag Humas Polres Kudus saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantornyam Rabu (19/4/2017). (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Suhu politik Pilkada DKI yang semakin memanas dua hari terakhir, Selasa (18/4/2017) dan Rabu (19/4/2017) hari ini. Hal demikian memengaruhi keamanan di seluruh wilayah, termasuk di Kudus.

Berdasarkan maklumat dari Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, harus mencegah adanya rombongan massa dari Jawa Tengah menuju Jakarta untuk Tamasya Al Maidah. Polres Kudus pun melaksanakan patroli di Tanggulangin, Jalan Kudus – Demak, untuk melakukan pencegahan.

“Kami mendapat instruksi dari Kapolda, bahwa perlu adanya pencegahan dari warga Jateng untuk tidak ikut aksi Tamasya Al Maidah ke Jakarta. Biarlah kondisi tetap kondusif. Jangan ada pengerahan massa. Kemarin dan hari ini kita siaga satu,” jelas AKP Sumbar, Kasubag Humas Polres Kudus saat ditemui di kantor Rabu (19/4/2017).

Tindakan antisipasi ini dilakukan tidak hanya di Polres Kudus namun di seluruh jajaran kepolisian di Jawa Tengah. “Diharapkan, adanya Pilkada DKI putaran kedua tetap berjalan kondusif dan damai tanpa ada pengerahan massa dari luar Provinsi DKI untuk ikut nimbrung apalagi ikut aksi Tamasya Al Maidah,” jelasnya kembali.

Editor : Akrom Hazami

 

Suporter Macan Muria Rayakan Ulang Tahun ke-14 

Anggota saat merayakan hari jadi Suporter Macan Muria di Stadion Wergu Wetan Kudus. (MuriaNewsCom/Aditya Cahya Saputra)

MuriaNewsCom, Kudus – Suporter Macan Muria atau lebih dikenal SMM merayakan ulang tahunnya ke-14 hari ini, Rabu (19/4/2017). SMM merupakan suporter fanatik tim Persiku Kudus yang berdiri sejak 19 April 2003.

Hari ini juga bertepatan dengan laga Persiku melawan Persab Brebes yang akan diselenggarakan di Stadion Karangbirahi, Brebes sore ini pukul 15.30 WIB.

Sebelumnya, SMM telah menerima apresiasi langsung dari manajemen Persiku saat jeda istirahat pada laga Persiku melawan Persikama Magelang Minggu (16/4/2017) di Stadion Wergu Wetan dengan sajian khusus anthem song SMM yang dinyanyikan bersama. Suporter dari Persikama juga memberi ucapan selamat ulang tahun.

Rencananya acara puncak perayaan ulang tahun ke-14 SMM akan dilaksanakan pada 30 April 2017 berlokasi di halaman selatan GOR Bung Karno, Wergu Wetan Kudus. Berbeda dengan perayaan ulang tahun ke-13 tahun lalu, perayaan tahun ini akan berlangsung lebih sederhana.

“Acara perayaan besok tanggal 30 April. Kami rayakan dengan sederhana. Kita adakan live accoustic band dan tumpengan,” ujar Krisna Andriyanto, Sekretaris Jenderal SMM.

Diharapkan, pada laga hari ini Persiku dapat mencuri poin di kandang Persab Brebes sebagai kado ulang tahun SMM ke-14. Sementara Persiku masih duduk di posisi kedua klasemen Liga 3 Zona Jateng grup A dengan raihan 4 poin.

Editor : Akrom Hazami