Anggota DPR RI Tanggapi Video Kebakaran Kapal di Juwana yang Menyalahkan Menteri Susi

Petugas menyemprotkan air untuk memadamkan bara api pada puing-puing kapal di kawasan tambat Pulau Seprapat, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah video kebakaran kapal di Juwana yang menyalahkan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, pengambil video menyebut bila kebakaran kapal akibat dari Peraturan Menteri (Permen) Susi yang melarang kapal (cantrang) melaut. “Banyak kapal yang terbakar, apakah Bu Susi mikir keadaan nelayan sekarang ini,” katanya dalam video tersebut.

“Bayangkan kerugian nelayan kami. Kebijakan Bu Susi melarang kapal tidak bisa melaut semua. Apakah Bu Susi mikir. Ya Allah Bu Susi, bukalah mata hati Bu Susi sekarang. Inilah bukti kapal pada dibakar, kebakaran,” lanjutnya.

Video tersebut mendapatkan tanggapan dari Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan dan pangan. Dia tidak membenarkan bila ada pihak yang memanfaatkan momen kebakaran kapal untuk menyalahkan kebijakan menteri.

“Saya luruskan, ada video tersebar memanfaatkan momen untuk melakukan pembenaran akibat regulasi dari pemerintah tentang larangan menggunakan alat tangkap tertentu. Saya rasa tidak benar,” kata Firman, Senin (17/7/2017).

Lebih lanjut, Firman mengatakan, persoalan kebakaran kapal akibat kondisi tambat kapal yang sudah tidak memungkinkan lagi. Menurutnya, kondisi tambat kapal sudah terlampau padat, tidak memiliki standar dari ketentuan undang-undang dan tidak ada disiplin dari para pemilik kapal.

Karena itu, Firman menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan kajian strategis yang bisa mengatasi persoalan nelayan di Juwana. Dia merasa, pemerintah pusat, provinsi dan daerah sudah waktunya untuk duduk bersama melakukan evaluasi.

Baca juga : VIDEO : Kapal di Juwana Terbakar, Nelayan Pati Salahkan Menteri Susi

“Kapal-kapal yang tambat di Juwana bukan miliknya orang Juwana saja. Ada yang milik orang Pemalang, Tegal, Rembang, Tuban dan sebagainya. Kondisi itu harus ada pengaturan yang tegas. Pemkab dan Pemrov harus konsen mengatasi masalah ini,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 12 kapal motor yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana mengalami kebakaran, Sabtu (15/7/2017). Api padam pada Minggu (16/7/2017), karena tidak ada akses jalan untuk mobil pemadam kebakaran.

Tiga korban luka bakar dilarikan ke rumah sakit dalam tragedi tersebut. Adapun Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 39 miliar.

Editor : Kholistiono

Ini Daftar 14 Kapal yang Mengalami Kebakaran di Juwana

Polisi tengah melakukan upaya evakuasi di sekitar kebakaran kapal di Juwana, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jumlah kapal yang mengalami kebakaran di kawasan tambat, Pulau Seprapat, Juwana, Sabtu (15/7/2017), bertambah menjadi 14 kapal.

Semula, satu kapal yang terbakar hanya menjalar di sekitarnya. Namun, api cepat menyambar kapal-kapal lain yang ditambat di kawasan tersebut.

Hingga berita ini turun, sedikitnya ada 14 kapal yang ludes terbakar api. Sementara tiga orang korban yang mengalami luka bakar dilarikan ke rumah sakit tengah mendapatkan penanganan intensif.

Sumber yang dihimpun dari Polres Pati, 14 kapal yang terbakar tersebut, di antaranya sebagai berikut.

1. Kapal Motor milik Sumarno
2. Kapal Motor milik Bagong
3. Kapal Motor milik warga Kudus
4.  Kapal Motor milik warga Ngemplak, Margoyoso
5. Kapal Motor milik PT Putra Leo
6. Kapal Motor milik PT Putra Leo
7. Kapal Motor penampung KM
8. Kapal Motor cantrang
9. Kapal Motor milik Umar
10. Kapal Motor milik Kades Bendar
11. Kapal Motor milik Tomo
12. Belum teridentifikasi
13. Belum teridentifikasi
14. Belum teridentifikasi

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, data tersebut masih bersifat sementara. Pihak kepolisian bersama dengan petugas dan relawan tengah melakukan evakuasi dan identifikasi lebih lanjut.

“Kerugian material belum bisa ditaksir. Namun, dilihat dari jumlahnya berkisar belasan miliar. Penyebabnya diduga karena aktivitas pengelasan kapal,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi masih Identifikasi Penyebab Kebakaran Kapal di Juwana Pati

Tampak kapal yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana dilalap si jago merah, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati  – Kebakaran kapal yang terjadi di tambat kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Sabtu (15/7/2017), memakan tiga korban.

Polisi masih melakukan pemeriksaan atas kasus kebakaran ini.

Kapolsek Juwana AKP Sumarni mengatakan, penyebab kebakaran diduga berasal dari pengelasan di KM milik warga Ngemplak, Margoyoso.

Namun, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam proses identifikasi.

Informasi yang dihimpun di lapangan, belasan kapal yang terbakar merupakan jenis cantrang dan freezer.

Hingga berita ini turun, sudah ada 14 kapal yang terbakar.

Kecelakaan mengakibatkan tiga korban. Mereka adalah Edi Siswanto (28) dan Karbani (45) yang merupakan warga Trimulyo, Juwana. Sedangkan satu korban lagi adalah Supardi (48), warga Bajomulyo, Juwana.

Edi dan Karbani mengalami luka bakar yang cukup serius, sehingga dirujuk ke RS Kariyadi Semarang setelah sempat dilarikan ke RS Budi Agung Juwana.

Editor : Akrom Hazami

VIDEO : Kapal di Juwana Terbakar, Nelayan Pati Salahkan Menteri Susi

Tampak kapal yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana dilalap si jago merah, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga menyalahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,  dalam insiden kebakaran belasan kapal di tambat kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Pati, Sabtu (15/7/2017).

Nelayan menuding kebakaran merupakan imbas dari kebijakan Menteri Susi yang melarang kapal  cantrang beroperasi. Akibatnya kapal tidak bisa melaut.

 

Berikut rekaman videonya:

Banyak masalah di daerah kami. Khususnya masalah di daerah Pati. Kapal banyak yang terbakar. Apalah Bu Susi mikir keadaan nelayan sekarang ini. Bayangkan berapa kerugian nelayan kami. Kebijakan Bu Susi melarang kapal tidak bisa melaut semua.

Apakah Bu Susi mikir? Ya Allah, Bu Susi. Bukalah mata hati Bu Susi sekarang. Inilah bukti kapal pada kebakaran, Bu Susi. Apakah Susi mikir? Ya Allah gusti. Bu Susi, lihat, bukalah mata hati akibat pelarangan, Bu Susi. Nelayan tidak bisa melaut.

Seperti ini keadaan bila ada musibah satu kapal akan terbakar semua. Bayangkan. karena peraturan Bu Susi ini bayak yang terdampak. Makanya bisa gak bisa kerja semua ini. nelayan mau di kemanakan, Bu Susi.

Inilah bukti rekaman kami, Bu Susi. Bu Susi yang tercinta. Tolonglah Permen Permen Bu Susi dicabut semua. Mulai kapal freezer, kapal cantrang, mulai perizinan yang sangat sulit saat ini, Bu Susi. Tidak memikirkan rakyat sama sekali. Banyak kerugian berapa kapal yang terbakar, Bu Susi. Inilah Bu Susi sebentar  lagi mau meremen (merembet), Bu Susi.

 

Editor : Akrom Hazami

Ini Identitas 3 Korban Kebakaran Kapal di Juwana

Belasan kapal yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana dilalap si jago merah, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran kapal yang terjadi di tambat kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Sabtu (15/7/2017), memakan tiga korban. Mereka dilarikan ke rumah sakit setempat.

Ketiga korban adalah Edi Siswanto (28) dan Karbani (45) yang merupakan warga Trimulyo, Juwana. Sedangkan satu korban lagi adalah Supardi (48), warga Bajomulyo, Juwana.

Edi dan Karbani mengalami luka bakar yang cukup serius, sehingga dirujuk ke RS Kariyadi Semarang setelah sempat dilarikan ke RS Budi Agung Juwana.

Sementara Supardi masih mendapatkan perawatan medis yang intensif di RS Budi Agung. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, ketiga berhasil dievakuasi dari kebakaran yang melanda belasan kapal di kawasan tambat Pulau Seprapat.

Sedikitnya sebelas kapal yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Pati terbakar.  Insiden tersebut menyebabkan tiga korban dilarikan ke Rumah Sakit Budi Agung Juwana. Mereka dibawa ke unit gawat darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif.

Editor : Akrom Hazami

11 Kapal di Juwana Pati Terbakar, 3 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Kebakaran kapal di kawasan tambat Pulau Seprapat, Juwana, Pati, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya sebelas kapal yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana, Pati terbakar, Sabtu (16/7/2017). Insiden tersebut menyebabkan tiga korban dilarikan ke Rumah Sakit Budi Agung Juwana. Keduanya dibawa ke unit gawat darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif.

Hingga berita ini turun, belum diketahui jenis kapal yang terbakar. Sejumlah petugas tengah melakukan identifikasi jenis kapal dan penyebab kebakaran.

Namun, data sementara yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan menyebutkan, sebelas kapal yang terbakar merupakan jenis cantrang dan freezer. Aktivitas pengelasan pada bagian kapal diduga menjadi penyebabnya.

Kebakaran kapal di kawasan tambat Pulau Seprapat, Juwana, Pati, Sabtu (15/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

“Informasinya, kebakaran bermula dari pengelasan pada Kapal Mekar Jaya. Sekitar sebelas kapal terbakar, mungkin lebih. Korban dua orang dibawa ke RS Budi Agung Juwana,” kata relawan Peduli Bencana Kabupaten Pati, Azka Anggara.

Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, mereka sempat terkendala karena akses menuju tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat sulit dilalui.

Editor : Akrom Hazami

Pati Segera Punya Wisata Flying Fox untuk Pertama Kalinya

Pengelola Bukit Pandang, Krisno (dua dari kanan) bersama tim provider outbond sedang melakukan survei untuk instalasi flying fox. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Potensi pariwisata di Kabupaten Pati kian menggeliat beberapa waktu terakhir. Di antara indikasinya adalah, Pati bakal memiliki wahana wisata flying fox untuk kali pertama. Flying fox yang menghubungkan dua bukit Pegunungan Kendeng setinggi 200 meter di atas permukaan laut (mdpl) diperkirakan membentang sepanjang 150 meter.

Travelers dijadwalkan sudah bisa menggunakan wahana baru ini pada 17 Agustus 2017. Wahana itu akan melengkapi kawasan wisata Bukit Pandang Ki Santamulya, Desa Durensawit, Kecamatan Kayen. Pengunjung bisa menguji adrenalin sekaligus merasakan sensasi “terbang” di antara dua bukit dengan panorama bagai surga.

Pengelola Bukit Pandang Ki Santamulya, Krisno sudah menyiapkan investasi senilai Rp 100 juta untuk membuat flying fox. Wahana yang akan menjadi andalan baru wisata “bukit pandang” tersebut diharapkan bisa melejitkan potensi dan kekayaan alam di Kabupaten Pati.

“Di Pati kan belum ada flying fox. Kami sampai harus menjual mobil untuk anak saya supaya bisa membangun flying fox, demi kemajuan wisata di Pati. Kami ingin menyuguhkan eksotisme pegunungan Kendeng kepada wisatawan,” ucap Krisno, Sabtu (15/7/2017).

Ada dua lintasan flying fox yang akan dibangun. Pertama, lintasan yang menghubungkan dua bukit dengan ketinggian ekstrem. Kedua, lintasan dengan ketinggian sedang.

Tak tanggung-tanggung, sling lintasan yang akan digunakan mampu menahan beban hingga 16 ton dengan sling backup yang bisa menanggung beban 14 ton. Pengelola menjamin keamanan flying fox tersebut, karena instalasi lintasan dilakukan ahli yang sudah tersertifikasi.

Provider outbond, Prapto Nugroho yang melakukan survei tempat tersebut sudah menyiapkan instalasi dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Mereka yang akan mengoperasionalkan flying fox kepada pengunjung.

“Prinsip kami untuk instalasi ini adalah safety yang baku dan nomor satu. Kami tidak akan bernegosiasi untuk masalah safety dan kenyamanan pengunjung. Kami benar-benar akan menyuguhkan wisata adrenalin yang luar biasa di sini,” tuturnya.

Menurutnya, sensasi flying fox yang akan segera launching di Bukit Pandang tidak kalah dengan flying fox di Umbul Sidomukti, Semarang. Rencananya, tiket untuk lintasan ekstrem dibanderol dengan harga Rp 15 ribu per orang.

Sementara lintasan dengan ketinggian sedang dibanderol Rp 10 ribu per orang. Tiket tersebut di bawah harga flying fox standar Rp 20 ribu. Tujuannya untuk mengakomodasi pengunjung lokal agar bisa menikmati flying fox dengan tiket yang terjangkau.

Editor : Akrom Hazami

 

Dewan Koperasi Soroti Kasus Koperasi Bermasalah di Pati

Polisi menggeledah Kantor Koperasi Arta Jaya Mandiri di Juwana, Rabu (12/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah kasus koperasi bermasalah yang terjadi di Kabupaten Pati mendapatkan sorotan dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Jawa Tengah. Masyarakat diminta untuk cerdas bila ingin menginvestasikan uangnya di koperasi.

Ketua Dekopin Jawa Tengah Warsono mengatakan, tidak ada istilah nasabah dalam koperasi. Sebab, koperasi hanya mengenal istilah anggota.

“Kalau pengen jadi nasabah ya jangan di koperasi, tapi di bank. Koperasi itu pemiliknya anggota, yang diminta ngurus itu pengurus dan yang diminta ngawasi itu pengawas. Jadi, masyarakat harus hati-hati,” ucap Warsono saat dihubungi MuriaNewsCom, Jumat (14/7/2017).

Dalam koperasi, tidak ada yang bisa menjamin keamanan uang yang diinvestasikan. Pasalnya, pemilik koperasi adalah anggota, sehingga anggota yang menjamin keamanan uangnya sendiri.

Berbeda dengan perbankan yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia juga menegaskan bila koperasi tidak mengenal dengan istilah deposito, karena modalnya berasal dari simpanan pokok, wajib, dan sukarela.

“Persoalannya, masyarakat tidak banyak yang tahu koperasi itu mahkluk apa. Asal hutang gampang, naruh uang dengan bunga tinggi. Itu yang harus diluruskan. Masyarakat jangan sampai mudah dibohongi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pati menggeledah Kantor Koperasi Serba Usaha (KSU) Arta Jaya Mandiri (AJM) di Jalan KH Mansyur, Juwana, Pati, Rabu (12/7/2017).

Penggeledahan dilakukan, menyusul banyaknya aduan dari masyarakat yang menyimpan uangnya di sana tetapi tidak bisa kembali. Beberapa nasabah ada yang menyetor uang untuk deposito dari Rp 160 juta hingga Rp 500 juta.

Adapun kerugian total anggota koperasi yang memiliki uang di Koperasi AJM mencapai Rp 100 miliar. Saat ini, polisi tengah melakukan penyidikan terkait dengan kasus tersebut.

Editor : Kholistiono

Kopi Robusta Khas Jolong Dikembangkan Jadi “Kopi Luwak”

Teguh menunjukkan kopi fermentasi buatannya dengan brand Kopi Koplac. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada beragam cara yang dilakukan petani kopi di Kabupaten Pati untuk menaikkan kasta kopi robusta yang banyak ditemukan di Lereng Pegunungan Muria menjadi kopi berkelas tinggi.

Kopi robusta yang biasanya harganya murah disulap menjadi kopi fermentasi dengan cita rasa dan kualitas yang tidak kalah dengan kopi Luwak. Padahal, kopi Luwak harganya terbilang selangit.

Salah satu yang mengembangkannya adalah Teguh Wikan Widodo, petani asal Desa Guwo, Kecamatan Gembong, Pati. Berbekal bakteri Cellulomonas, Teguh mampu mengubah kopi robusta menjadi kopi dengan kualitas mendekati kopi Luwak.

“Ada dua tahap agar kopi robusta bisa difermentasi dengan hasil yang mirip kopi Luwak dan aman buat lambung. Tahap pertama dilakukan untuk menghilangkan racun dalam kopi menggunakan Cellulomonas. Proses ini berlangsung selama 2×24 jam,” ucap Teguh, Jumat (14/7/2017).

Tahap kedua, lanjut dia, memasukkan bakteri Lactobacillus pada kopi selama 24 jam. Setelah kedua tahap fermentasi, kopi tinggal disangrai dan siap dipasarkan dalam bentuk biji kopi.

Sesuai riset yang dilakukan, bakteri baik dalam kopi yang sudah difermentasi tahan terhadap panas hingga 170 derajat Celcius. Karena itu, bakteri baik pada kopi tidak hilang saat disangrai.

Hasilnya, kopi fermentasi buatan Teguh memiliki rasa kecut khas Yoghurt. Berbeda dengan kopi robusta biasanya yang memiliki rasa pahit pekat.

“Aromanya juga mendekati dengan cita rasa kopi Luwak, karena ada Lactobacillus. Proses dan hasilnya sama dengan kopi Luwak. Hanya saja, kopi Luwak memanfaatkan perut Luwak untuk proses fermentasi,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, kopi fermentasi aman bagi lambung karena terjadi pembongkaran Lactose menjadi asam laktat. Dengan brand Kopi Koplac, seratus gram kopi fermentasi buatannya dibanderol dengan harga Rp 20 ribu.

Editor : Kholistiono

Guru di Pati Dibekali Pembelajaran Kurikulum 2013

Para guru berfoto bersama, seusai mengikuti pelatihan kurikulum 2013 di SDN Slungkep 02 Kayen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Guru yang mengajar di sekolah tingkat SD, SMP dan SMA di Kabupaten Pati dibekali pembelajaran kurikulum 2013. Sekolah yang menjadi tempat pelaksanaan pelatihan kurikulum 2013, salah satunya di SDN Slungkep 02 Kayen.

Mereka mendapatkan pelatihan kurikulum 2013 yang nantinya akan dijadikan sebagai bekal untuk mengajar kepada murid. Kegiatan tersebut dijadwalkan selesai pada Sabtu (15/7/2017) mendatang.

Supervisor dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, Sugiarto mengapresiasi para guru di Kabupaten Pati yang menyambut pelatihan kurikulum 2013 dengan antusias. “Peserta di Pati sangat responsif, penyelenggaraanya sangat bagus,” ucap Sugiarto, Kamis (13/7/2017).

Sebelum melakukan transfer ilmu kepada murid, guru dibekali dengan metode pembelajaran yang menggantikan kurikulum 2006. Ada sejumlah aspek yang harus diajarkan guru kepada siswa.

Salah satunya, aspek sikap spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan (skill). Ada pula muatan literasi dan karakter bangsa.

Dalam kurikulum 2013, guru tidak sekadar menekankan pada aspek ilmu pengetahuan saja. Seorang guru harus memiliki kecakapan untuk mengajarkan keterampilan, sikap, dan perilaku.

Dengan begitu, peserta didik punya bekal dari berbagai aspek yang akan bermanfaat dalam kehidupan nyata. Hasilnya, sekolah bukan sebatas sebagai lembaga formalitas untuk mengajar, tetapi diharapkan bisa mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Moral menjadi aspek penilaian yang penting dalam kurikulum 2013. Bila seorang murid bersikap buruk, nilainya juga kurang. Sebab, ada empat aspek penilaian dalam kurikulum ini, yakni keterampilan, pengeahuan, sosial, dan spiritual,” kata Sugiarto.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati, Sarpan mengaku senang dengan kehadiran kurikulum 13 yang mulai dibekalkan kepada para guru di Kabupaten Pati. Pasalnya, tugas seorang guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik sehingga dituntut untuk profesional.

Editor : Kholistiono

Gagal Nyalon Polisi, Pemuda Pati Ini Justru jadi Miliarder

Azis Sony Setiawan, miliarder muda asal Desa Karaban, Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pameo yang menyebut kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda ternyata bukan isapan jempol belaka. Hal itu yang dialami Azis Sony Setiawan, pemuda asal Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Pati.

Obsesinya menjadi polisi kandas, setelah gagal mengikuti seleksi sebanyak empat kali. Dia akhirnya memutuskan untuk mengambil studi hukum di Universitas Semarang (USM).

Siapa sangka, kegagalannya menjadi polisi justru berbuah manis. Sekarang, pemuda kelahiran 3 Desember 1990 ini justru sukses menjadi pengusaha muda dengan omzet mencapai Rp 1,8 miliar setiap bulannya.

Meski masih berusia 26 tahun dan lajang, dia mengelola usaha di bidang tekstil dengan 60 karyawan. Beragam produk yang dia jual, antara lain seprai, bantal, guling, kasur, korden, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

“Sedih kalau mau ceritain masa lalu. Pengennya jadi polisi, tapi empat kali daftar gagal. Akhirnya saya menekuni usaha dari 2009, sambil kuliah di USM,” ucap Sony, Rabu (12/7/2017).

Menjadi bos di usia muda diakui cukup susah. Sebab, dia harus melakukan manajemen usaha, termasuk karyawan dengan baik.

Beberapa kali, Sony melakukan survei pasar ke berbagai daerah. Di Medan, misalnya. Dia mendapatkan tanah yang tepat untuk pemasaran produknya.

Dari survei yang mumpuni, Sony lantas membuka cabang untuk pemasaran produk-produknya. Alumni SMK Tunas Harapan Pati ini tidak membeberkan keuntungan bersih dari usahanya. Namun, omzet setiap bulannya bisa mendekati Rp 2 miliar.

Dia berharap, kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Pati untuk tidak takut menjadi pengusaha. Bagi anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pati ini, kegagalan adalah hal biasa.

Kegagalan akan menjadi luar biasa jika seseorang tetap semangat merintis karier, meski banyak rintangan menghalangi. Dari keuletan dan kegigihan, seseorang akan mencapai titik kesuksesannya.

Editor : Kholistiono

Bermasalah, Koperasi Arta Jaya Mandiri Juwana Digeledah Polisi

Polisi menggeledah KSU Artha Jaya Mandiri di Jalan KH Mansyur Juwana, Rabu (12/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Koperasi Serba Usaha (KSU) Arta Jaya mandiri (AJM) yang terletak di Jalan KH Mansyur Juwana menambah sederet koperasi bermasalah di Kabupaten Pati. Pada Rabu (12/7/2017), polisi menggeledah kantor AJM.

Penggeledahan koperasi tersebut menyusul banyaknya aduan dari masyarakat yang menyebutkan AJM bermasalah. Dari informasi yang dihimpun, kerugian nasabah ditaksir mencapai Rp 100 miliar.

Salah satu nasabah yang merasa dirugikan, Budi Setyo mengaku telah menyetor dana Rp 160 juta untuk deposito. Bahkan, dia juga mengajak ibu dan kakaknya menyimpan uang di AJM dalam bentuk deposito hingga Rp 500 juta.

Mereka dijanjikan mendapatkan bunga 2 persen setiap bulannya. Namun, koperasi tersebut mengalami macet total pada Desember 2015 sampai sekarang.

Beberapa nasabah lain mengalihkan deposito ke tabungan biasa. Hanya saja, nasabah tidak bisa mengambil uang tabungannya dengan berbagai alasan.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengatakan, penggeledahan dilakukan atas dasar aduan dari masyarakat. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyidikan lebih lanjut.

“Ada sekitar 6.000 nasabah di AJM. Kerugiannya kami taksir mencapai ratusan miliar. Penyidikan akan secepatnya kami lakukan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PPATK,” tandas AKP Galih.

Editor : Kholistiono

Mengenal Komunitas Ninja Organization Pati, Brotherhood No Limit

Anggota New NORP Pati saat mengikuti gathering anniversary ke-4 di Pasar Pragola Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada salah satu komunitas motor di Pati yang mengusung persaudaraan tanpa batas, brotherhood no limit. Adalah New Ninja Organization Pati atau yang akrab disebut New NORP.

Agenda rutin yang dilakukan anggota komunitas, di antaranya gathering bareng di depan GOR Pesantenan setiap malam Minggu, bakti sosial, hingga touring ke sejumlah event di seluruh Indonesia.

“Agenda rutinnya, kumpul-kumpul sharing tentang modifikasi motor. Banyak sekali anak-anak yang suka motor Ninja di Pati sehingga perlu ajang sharing,” kata Sekretaris New NORP, Zaenal Arifin, Rabu (12/7/2017).

Saat ini, organisasi motor Ninja yang berdiri pada 2013 itu memiliki ratusan anggota. Pencinta Ninja yang tidak tahu modifikasi akan diajari dalam komunitas tersebut.

Sementara anggota yang sudah paham seluk-beluk modifikasi motor diminta untuk tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman dalam memodif motor. “Anggota yang tidak tahu menjadi tahu, yang tahu bisa memberikan ilmu kepada teman-teman,” tuturnya.

Tak sekadar berhubungan dengan dunia motor, anggota New NORP menerapkan aspek persaudaraan yang tanpa batas. Anggota yang sakit akan dijenguk dan mendapatkan bantuan dari iuran anggota.

Mereka juga aktif menyalurkan bantuan ketika di daerahnya tertimpa bencana, seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung, dan sebagainya. Mereka yang terdiri dari lintas profesi berharap komunitas pengguna motor Ninja bisa memberikan manfaat kepada sesama.

New NORP yang berada di bawah naungan Kawasaki Ninja Indonesia (KNI) juga memiliki jejaring di tingkat nasional. Setiap event nasional, beberapa dari anggota biasanya ikut berpartisipasi.

Hal itu yang menjadi bekal dan pengalaman bagi mereka dalam membangun jejaring di tingkat nasional. “Pada saat event touring, kita banyak sekali mendapatkan wawasan. Kita pernah ikuti event di Bandung, Jakarta, sampai Surabaya,” tukas Wakil Ketua New NORP Imron Agus yang akrab disapa Gopek.

Baru-baru ini, New NORP Pati juga mengundang komunitas Ninja dari seluruh Indonesia untuk mengikuti gathering anniversary ke-4 di Pasar Pragola Pati. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan hingga Papua.

Sedikitnya seribu bikers menghadiri gathering tersebut. Mereka membangun jejaring antasesama anggota dengan beragam event, seperti hiburan, silaturahmi, baksos dengan menyantuni anak yatim, hingga pertunjukan freestyle.

“Kita semua mengakomodasi pengguna motor Ninja, dari yang 150 cc sampai 650 cc. Selain persaudaraan, kita akan tertibkan anggota yang ugal-ugalan di jalanan,” pungkas Gopek.

Editor : Kholistiono

Mahasiswa UMK Buat Aplikasi untuk Atasi Kredit Macet Koperasi

Empat mahasiswa UMK pembuat aplikasi Simako berfoto bersama dengan dosen dan wakil rektor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) membuat aplikasi untuk mengatasi kredit macet pada anggota koperasi. Mereka adalah Budi Hantomo, Nurul Ismi, Ardi Irfanto dan Tajul Alwi.

Budi mengatakan, aplikasi tersebut diciptakan melalui program kreativitas mahasiswa yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Dalam uji coba aplikasi, mereka menggandeng Forum Komunikasi dan Kerjasama Koperasi Indonesia (FK3I) Kabupaten Pati.

“Aplikasi ini kami namakan Simako, sebuah aplikasi untuk mengatasi kredit macet pada koperasi. Untuk memudahkan pengguna, aplikasi ini berbasis pada mobile,” ucap Budi.

Simako sendiri diambil dari kata Sistem Informasi Anggota Koperasi. Cara kerjanya, anggota koperasi bisa mengecek seseorang yang memiliki kredit macet di suatu koperasi yang juga memiliki Simako.

Dengan cara itu, sebuah koperasi tidak perlu repot mencari informasi nama-nama yang memiliki track record kredit macet pada koperasi tertentu. Cukup mencari nama pada aplikasi Simako berbasis online, data kredit macet akan segera diketahui.

“Uji coba pertama kami terapkan di Kabupaten Pati. Kami menggandeng FK3I. Jika di Pati nanti jalan, baru kami akan sosialisasikan ke daerah lain, kalau perlu secara nasional,” kata Budi.

Hanya saja, aplikasi itu akan berfungsi dengan baik bila semua koperasi memiliki Simako secara bersamaan. Sebab, pemilik Simako bisa memasukkan data kredit macet yang bisa diakses semua pemilik aplikasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus dimanfaatkan dengan baik. Pegawai koperasi yang ingin mengetahui kredit macet tidak perlu mencari informasi secara manual yang butuh waktu cukup lama.

Dengan Simako, pegawai koperasi cukup memasukkan nama, kemudian muncul keterangan apakah nama tersebut mengalami kredit macet di koperasi lain atau tidak. Aplikasi ini diharapkan bisa mengantisipasi kredit macet yang berpotensi merugikan koperasi.

Editor : Kholistiono

Remaja Asal Mojolawaran Pati Nekat Gantung Diri, Ini Penyebabnya

Polisi dan tim medis saat memeriksa kondisi korban gantung diri di Desa Mojolawaran, Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Remaja berusia 17 tahun asal Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, Zamroni, ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di rumahnya, Senin (10/7/2017).

Korban ditemukan pertama kali oleh ayahnya, Sudarminto. Saat itu, korban mengalami sakit perut karena tidak bisa buang air besar (BAB).

Korban sempat diajak berobat sekitar pukul 14.00 WIB. Keluarga tidak menyangka bila setelah itu, Zamroni nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Pasalnya, seusai berobat, dia sempat membeli es di rumah tetangga. Sekitar pukul 15.00 WIB, Sudarminto memanggil anaknya, tetapi tidak kunjung ada jawaban.

“Ayah korban masuk ke kamar korban dan menemukan anaknya sudah dalam keadaan tergantung menggunakan tali plastik. Ayah korban langsung menangis histeris,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Beberapa keluarga yang mendengar teriakan sang ayah langsung mendekat. Setelah dicek, korban ternyata sudah tidak bernyawa.

Dr Findi, tim medis yang memeriksa korban menyatakan bahwa korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Sebab, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Polisi menyimpulkan, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena frustasi dengan penyakitnya yang tidak bisa sembuh. Korban sempat mengeluh kesakitan pada bagian perut karena tidak bisa BAB.

Editor : Kholistiono

HUT Bhayangkara ke-71, Forkopimda Tiup Lilin Kebhinnekaan di Alun-alun Pati

Forkopimda meniup “lilin kebhinnekaan” seusai mengikuti upacara HUT Bhayangkara ke-71 di Alun-alun Pati, Senin (10/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati meniup “lilin kebhinnekaan” dalam rangka HUT Bhayangkara ke-71 di Alun-alun Pati, Senin (10/7/2017).

Lilin berangka 71 dan puluhan lilin kecil yang mengelilinginya tersebut ditiup secara bersamaan oleh Bupati Pati Haryanto, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, dan Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma. Prosesi tiup lilin kebhinnekaan dilakukan seusai menggelar upacara yang dihadiri sekitar 700 orang.

“Momentum ini akan kami manfaatkan untuk menjadi ajang pemersatu bangsa dan silaturahmi antarsesama di Kabupaten Pati. Kami menginstruksikan kepada seluruh anggota Polres Pati untuk terus berkomitmen demi tegaknya NKRI yang adil, mandiri dan sejahtera,” ucap AKBP Hamdan.

Ke depan, ada lima hal yang akan menjadi prioritas Polres Pati. Pertama, manajemen internal Polres Pati akan diperbaiki untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan dan arogansi kewenangan.

Kedua, soliditas internal dan profesionalisme akan dimantapkan untuk mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Ketiga, Polres Pati akan mengoptimalkan modernisasi dalam penggunaan teknologi informasi untuk melayani publik.

Keempat, peningkatan kesiapsiagaan operasional melalui upaya detekni dini dan deteksi aksi dengan strategi polisional proaktif, sehingga polisi bisa dengan sigap menghadapi perkembangan situasi. Terakhir, komunikasi dan koordinasi kepada semua elemen masyarakat akan ditingkatkan.

Sementara itu, Haryanto akan mendukung langkah Polres Pati dalam mewujudkan masyarakat Pati yang aman dan bebas konflik. Sebab, tagline guyub rukun “Noto Projo Mbangun Deso” sejak awal didengungkan untuk menjaga kerukunan warga Pati, sehingga pembangunan akan mudah tercapai.

Editor : Kholistiono

Pemuda Ini Babak Belur Dikeroyok Segerombolan Pemuda Usai Nonton Dangdut

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pemuda asal Desa Pohgading, Rohmadi (23) mendadak dikeroyok massa setelah dia menjawab pertanyaan bahwa dia orang Pohgading. Pengeroyokan itu terjadi di gapura Dukuh Clekik, Pohgading, Winong, Pati, Minggu (9/7/2017) malam.

Kejadian bermula ketika Rohmadi mengendarai sepeda motor untuk pulang, seusai menonton dangdut. Saat sampai di gapura Pohgading, dia ditanya segerombolan pemuda, “Kamu orang mana?”

Setelah menjawab orang Pohgading, Rohmadi langsung dihajar orang dari belakang hingga terjatuh. Setelah jatuh tersungkur, dia dikeroyok beberapa pemuda.

Di depan polisi, Rohmadi mengaku ada sekitar 50 orang yang menghadangnya. Namun, hanya beberapa pemuda yang memukul dan mengeroyoknya.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Galih Wisnu Pradipta mengungkapkan, korban mengalami luka robek pada bagian kening kiri atas, robek pelipis kanan dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Soewondo Pati. “Kami sudah mengantongi satu nama terlapor. Kasus sudah kami dalami,” ucap AKP Galih.

Pihaknya juga sedang mencari barang bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi dan melengkapi administrasi penyidikan. Jika terbukti bersalah di pengadilan, pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Editor : Kholistiono

14 Jurnalis Ikuti Uji Kompetensi

Sejumlah wartawan melakukan wawancara doorstop dengan Pemilik The Safin Hotel, Saiful Arifin dalam sebuah uji kompetensi yang diadakan PWI Jateng di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 14 jurnalis dari berbagai media massa mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah di Ruang Pragola Setda Kabupaten Pati, Sabtu (8/7/2017).

Uji kompetensi yang didukung Pemkab Pati dan The Safin Hotel tersebut diadakan selama dua sehari, sejak Jumat (8/7/2017). Mereka berasal dari media cetak, online, radio, dan televisi.

Dua orang penguji dihadirkan dari PWI Pusat, yakni Manajer UKW Uyun Achadiat dan Kabid Organisasi PWI Sasongko Tedjo. Dalam menguji wartawan, keduanya didampingi sejumlah pengurus PWI Jawa Tengah.

Ketua PWI Jateng Amir Machmud mengatakan, uji kompetensi wartawan sangat penting diadakan untuk menciptakan kehidupan pers yang sehat. Peserta yang ikut hanya yang memenuhi syarat, salah satunya media yang berbadan hukum.

“Peserta diuji dalam melakukan tugas jurnalistik. Salah satunya, wawancara jumpa pers, wawancara cegat, menulis berita, hingga menghubungi narasumber secara langsung. Wartawan yang lolos akan mendapatkan sertifikat dari PWI Pusat dan Dewan Pers,” kata Amir.

Menurutnya, pers yang sehat bisa diciptakan dari tiga aspek, mulai dari jurnalis, perusahaan pers, hingga organisasinya. UKW diharapkan menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas jurnalis dan organisasinya.

Sementara perusahaan pers akan dilakukan verifikasi oleh Dewan Pers pada 2018. “Sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999, perusahaan pers harus berbadan hukum yang bergerak di bidang media massa,” tukas Sasongko.

Bupati Pati Haryanto yang hadir bersama Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Suharyono dan Kabag Humas Rasiman menyambut antusias sertifikasi wartawan di Kabupaten Pati. Pasalnya, media massa dinilai dapat membantu meningkatkan pembangunan daerah yang lebih baik.

Sementara pemilik The Safin Hotel, Saiful Arifin dihadirkan sebagai narasumber bagi wartawan yang tengah mengikuti uji kompetensi. Wakil Bupati Pati terpilih ini ikut terlibat dalam sebuah konferensi pers dan wawancara doorstop.

Editor : Kholistiono

Semalam, Toko Pantes dan Pasar Trangkil Ludes Dilalap Api

Warga setempat melihat kebakaran yang terjadi di Pasar Trangkil, Pati, Kamis (6/7/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasar Trangkil dan toko serba ada (toserba) Pantes di Jalan Juwana-Wedarijaksa ludes dilahap api, Kamis (6/7/2017) malam.

Kebakaran di Pasar Trangkil terjadi sekitar pukul 22.30 WIB, sedangkan toserba Pantes yang berbeda lokasi dengan Pasar Trangkil terbakar sekitar pukul 23.30 WIB.

Di Pasar Trangkil, sedikitnya tiga unit toko los ludes terbakar api. Petugas pemadam kebakaran harus berjuang lebih dari lima jam untuk memadamkan api yang berkobar besar dan menjalar dengan cepat.

“Api berhasil dipadamkan lima jam setelah petugas pemadam datang. Ada 12 unit mobil damkar yang dikerahkan. Pemkab Rembang juga ikut membantu petugas,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Rochana Sulistyaningrum.

Dari informasi yang dihimpun, sumber api di kawasan Pasar Trangkil berasal dari kios milik Rusman yang terletak di los nomor 3. Sebelum terjadi kebakaran, instalasi listrik kios milik Rusman tengah diperbaiki.

Hubungan arus pendek pada instalasi listrik di kios milik Rusman diduga menjadi penyebab kebakaran hingga membakar dua kios di dekatnya. “Tidak ada korban jiwa dan kerugian masih belum bisa ditaksir,” kata AKP Rochana.

Sementara toserba Pantes milik Tri Ariyanto, warga Gabus terbakar pada bagian lantai atas berisi tas dan pakaian. Kerugian material ditaksir sekitar Rp 2 miliar.

Luas bangunan toserba Pantes yang terbakar sekitar 400 meter persegi dan api berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam setelah petugas berjibaku melawan api. Dua unit damkar dari Pemkab Pati dan satu unit tangki milik DPU dikerahkan untuk memadamkan api.

Editor : Kholistiono

BNI Pati Beri Kejutan untuk Nasabah di Ultah ke-71

Pimpinan BNI Cabang Pati Rustianto (kanan) berfoto bersama, usai memberikan kejutan kepada salah satu nasabah di Ultah BNI ke-71, Rabu (5/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – BNI Cabang Pati memberikan kejutan kepada sejumlah nasabah pada Ulang Tahun ke-71. Mereka yang sudah menabung selama sepuluh tahun lebih diberikan bingkisan menarik dan kue ulang tahun ketika antre di Kantor BNI Cabang Pati, Jalan P Sudirman Nomor 55, Rabu (5/7/2017).

Fatkurrohman (53), nasabah asal Mintorahayu, Winong mengaku terkejut saat Pimpinan BNI Cabang Pati Rustianto meminta kepada sejumlah nasabah maju ke depan dan diberikan bingkisan, serta potongan kue ulang tahun.

“Terkejut ketika nasabah yang menabung lebih dari sepuluh tahun diminta maju ke depan, tiba-tiba diberikan bingkisan dan kue. Ternyata BNI ulang tahun ke-71. Saya ke Kantor BNI untuk mengganti buku yang sudah penuh,” ujar Fatkurrohman.

TKI yang tengah pulang kampung dari Malaysia ini sudah menjadi nasabah BNI sejak 2007 yang lalu. Dia mengaku pelayanan BNI sangat bagus, profesional dan ramah.

Selain itu, BNI sudah lama dikenal sebagai bank milik negara yang melayani dengan sangat profesional. Hal yang itu yang membuat Fatkurrohman percaya pada BNI sebagai tempat untuk menabung.

“Meskipun saat ini sudah sangat profesional dan maju, kami berharap BNI semakin meningkatkan kualitas dan pelayanannya. Terima kasih BNI Pati yang sudah memberikan kejutan,” tuturnya.

Sementara itu, Rustianto mengucapkan terima kasih kepada nasabah BNI 46 yang selama 71 tahun setia menemani perjalanan BNI 46 untuk membangun bersama negeri. Keberhasilan dan peran BNI dalam membantu pembangunan di Indonesia diakui tidak lepas dari kesetiaan nasabah.

Saat ini, BNI ikut mendukung pembangunan negeri dengan melakukan pembiayaan di bidang infrastruktur, peningkatan literasi keuangan melalui laku pandai dan layanan keuangan digital melalui pengembangan agen 46. Tak hanya itu, BNI ikut meningkatkan pemerataan melalui penyaluran bantuan sosial, pembentukan kampung BNI, rumah kreatif BUMN, dan masih banyak lagi lainnya.

Editor : Kholistiono

Diduga Mesum, Pasangan Muda-mudi di Margoyoso Pati Nyaris Kena Persekusi

Dua pasangan asal Margoyoso yang diduga berzina (kiri) saat diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sepasang muda-mudi diduga mesum di sebuah desa di Kecamatan Margoyoso, Pati hampir menjadi sasaran persekusi penduduk setempat, Selasa (4/7/2017) malam.

Warga setempat geram karena dua pasangan yang masih muda itu diduga melakukan tindakan mesum. Namun, tindakan persekusi tidak dibenarkan Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Dalam hukum, kata dia, perbuatan zina masuk dalam kategori delik aduan. Keduanya tidak akan bisa diproses secara hukum bila tidak ada pengaduan dari salah satu pihak yang dirugikan, seperti suami atau istri.

Karena itu, dia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak melakukan persekusi apapun bentuknya, termasuk dalam kasus dugaan zina sekalipun. “Kalau warga melakukan persekusi justru malah bisa dikenakan pasal penganiayaan,” ucap AKP Sugino, Rabu (5/7/2017).

Dia menyarankan, seseorang yang diduga berzina sebaiknya diamankan tanpa ada kekerasan, kemudian segera dilaporkan pihak kepolisian. Dia berjanji akan merespons cepat setiap ada laporan dari masyarakat.

“Semalam, saya sampai di lokasi sekitar 20 menit setelah mendapatkan laporan sehingga bisa segera ditangani. Jangan main hakim sendiri, karena bisa jadi malah terkena Pasal 170 KUHP,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Rawan Kebakaran Kapal, Bupati Rencanakan Pengadaan Unit Damkar di Juwana

Kebakaran yang meludeskan lima kapal nelayan di Pelabuhan Juwana, Rabu (14/6/2017) lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kapal nelayan di Juwana rawan terjadi kebakaran. Dalam tiga tahun terakhir, sedikitnya sebelas kapal ludes dilalap api.

Enam kapal terbakar terjadi pada 2015, sedangkan lima kapal habis terbakar pada 2017. Menanggapi masalah tersebut, Bupati Pati Haryanto rencananya akan mengadakan unit pemadam kebakaran yang ditempatkan di Juwana.

Sebelum pengadaan unit pemadam dilakukan, dia akan melakukan komunikasi intens dengan para pemilik kapal. Bila harga unit pemadam ternyata mahal, dia siap membantu dari Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD).

“Kami akan berkomunikasi dengan para pemilik kapal terlebih dulu. Kalau pengadaannya ternyata mahal, nanti akan didukung APBD Pati,” ungkap Haryanto, Selasa (4/7/2017).

Pengadaan unit pemadam diakui sebagai langkah kuratif, sedangkan untuk pencegahan preventif, Haryanto mengimbau kepada para pemilik kapal untuk mengutamakan keselamatan dari pekerjaan perbaikan kapal. Pasalnya, dua peristiwa kebakaran besar terjadi akibat percikan api dari aktivitas pengelasan bagian besi kapal.

Dia juga menyayangkan banyaknya kapal yang ditambatkan di sepanjang alur Sungai Juwana, dari Pelabuhan Juwana, PPI Unit sampai Jembatan Juwana. Karena itu, pihaknya juga akan membahas pembangunan kolam tambat kapal.

Tahun ini, rencana pembangunan kolam tambat kapal diawali dengan membangun akses menuju kolam tambat kapal yang berada di Desa Bajomulyo, Juwana. Lokasi itu tidak jauh dari alur Sungai Juwana.

Rencana pembangunan kolam tambat akan membuat kapal ditambat dalam posisi yang tidak berdekatan dan akses menjadi lebih lancar. Tiga langkah berupa kesadaran, pengadaan unit pemadam dan pembangunan kolam tambat diharapkan bisa mengantisipasi kerawanan kebakaran di Juwana.

Editor : Kholistiono

Warga Tlogowungu Pati Ciptakan Beras Hibrid Setara Organik

Teguh menunjukkan beras hibrid setara organik ciptaannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Terobosan menakjubkan di bidang pertanian dilakukan Teguh Wikan Widodo, warga Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Alumnus UIN Malang ini menciptakan beras hibrid yang setara dengan beras organik.

Berbekal probiotik dengan sistem fakultatif, Teguh berhasil menciptakan beras sehat yang kaya akan bakteri lactobacillus. Bakteri ini baik untuk kesehatan, terutama meningkatkan daya imunitas tubuh seseorang.

Teguh mengaku, temuannya itu dilakukan bersama salah satu dosennya di UIN Malang setelah memiliki banyak pengalaman di sebuah perusahaan di Amerika Serikat. Kini, temuannya itu akan didaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Saya banyak pengalaman menimba ilmu di sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat. Sepulang di Indonesia, saya kemudian mencoba mengembangkan beras hibrid yang menyehatkan, setara dengan beras organik,” ucap Teguh saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Senin (3/7/2017).

Menurutnya, beras jenis apapun, meski dikembangkan dengan sistem konvensional menggunakan pestisida dan pupuk anorganik bisa disulap menjadi beras organik. Sebab, beras hibrid ciptaannya mengandung bakteri selulotik Cellulomonas.

Bakteri tersebut mampu mengikat racun dan logam pada beras yang dikembangkan secara anorganik. Hasilnya, logam dan racun yang menempel pada beras dapat dieliminir sehingga beras hibrid buatannya setara dengan beras organik.

Cara yang dilakukan pun cukup mudah. Teguh hanya menyemprotkan cairan mikroba pada beras dengan dosis yang tipis. Sebanyak 40 cc air dicampur dengan 10 cc prebiotik yang lantas disemprotkan pada beras.

Dalam waktu 24 jam, beras yang disemprotkan cairan mikroba tersebut sudah bisa dimasak. Meski dimasak hingga matang, mikroba tidak akan mati karena tahan pada suhu hingga 180 derajat celcius.

Kini, beras hibrid buatan Teguh sudah dikirim ke sejumlah kota besar seperti Jakarta. Dalam seminggu, pesanannya yang dikirim ke Jakarta mencapai 8.000 kilogram beras.

Editor : Kholistiono

Bingung Mau Cari Oleh-oleh di Pati ? Ke Sini Aja

Pasar Pragola Pati. Pusat oleh-oleh khas Pati. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pati – Berburu oleh-oleh di Kabupaten Pati menjadi salah satu rekomendasi bagi pemudik saat melintas di jalur pantura timur. Ada beragam oleh-oleh yang bisa dibawa dari kota satu ini.

Misalnya batik bakaran, kerajinan kuningan, kacang, hingga makanan ringan buatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Pati. Sejumlah tempat yang bisa dijadikan jujugan untuk berburu oleh-oleh, antara lain PT Dua Kelinci, Pasar Pragola, dan Kacang Garuda.

Bila Anda dari arah Kudus, lokasi pertama yang bisa dijujug adalah PT Dua Kelinci, yang berada di Jalan Pati-Kudus Km 6. Selanjutnya, Pasar Pragola yang menampung semua oleh-oleh unggulan Pati di Jalan Pati-Kudus Km 4.

Pada bagian timur, Garuda Food Corner berada di Jalan Pati-Juwana Km 2,3. Ketiga tempat tersebut bisa menjadi rekomendasi bagi Anda saat mudik dan melintas di Pati.Pasar Pragola sendiri buka dari pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Ketiga tempat oleh-oleh tersebut berada di Jalur Pantura sehingga mudah dijangkau pemudik. Selain oleh-oleh, pemudik juga bisa berburu beragam kuliner yang ada di Bumi Mina Tani.

Editor : Kholistiono

Libur Lebaran, Bukit Pandang Disesaki Ribuan Wisatawan

Sejumlah pengunjung tengah berfoto selfie di kawasan puncak bukit pandang Pati dengan latar pegunungan Kendeng, Rabu (28/6/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Objek wisata Bukit Pandang Ki Santamulya yang terletak di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen dikunjungi ribuan wisatawan dari berbagai kota pada musim libur Lebaran.

Mereka mulai memadati kawasan wisata bukit pandang sejak Senin (26/6/2017) dan diperkirakan masih ramai dikunjungi wisatawan hingga Minggu (2/7/2017) mendatang. Selama libur Lebaran, sebagian besar pengunjung dari wisatawan yang tengah mudik.

Tantri Tyas Oktaviani (21) adalah satu di antara pengunjung asal luar kota yang tengah mudik di Pati. Mahasiswi asal Tangerang ini mengetahui bukit pandang dari Instagram.

Dia bersama keempat temannya lantas mengunjungi bukit pandang untuk menghabiskan liburannya pada Jumat (30/6/2017), setelah sebelumnya mengunjungi Waduk Gunung Rowo di Desa Sitiluhur, Gembong. “Mudik di rumah simbah sambil berlibur di Pati aja,” kata Tyas.

Meski baru pertama kali mengunjungi bukit pandang, Tyas mengaku tidak kebingungan mencari rutenya. Pasalnya, dia mengandalkan aplikasi Google Map untuk sampai di lokasi yang jaraknya sekitar 3 km dari RSUD Kayen tersebut.

Sementara itu, Redita Apriliani (20), pengunjung asal Pati Kota mengaku terkesan dengan panorama keindahan yang ditawarkan bukit pandang. Spot menarik dengan view hamparan Pegunungan Kendeng dan daratan Kabupaten Pati menjadi daya tarik tersendiri bagi Dita.

Dia tidak menyangka bila objek wisata tersebut seramai saat ini. “Mikirnya biasa aja, nggak ramai. Tapi di luar dugaan, sampai-sampai macet juga tadi. Sampai kesulitan parkirnya,” ucap Dita.

Pengelola bukit pandang, Krisno mengatakan, pengunjung bukit pandang mencapai sekitar 7.500 orang setiap harinya selama libur Lebaran. Wisatawan mulai memasuki kawasan bukit pandang dari jam 09.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Jumlah pengunjung tersebut tidak termasuk anak-anak, karena mereka tidak dikenakan tiket masuk. “Jumlah pengunjung dihitung berdasarkan tiket, sedangkan anak-anak gratis dari biaya tiket. Jumlah pengunjung termasuk anak-anak bisa lebih dari 7.500 orang setiap hari selama libur Lebaran,” tuturnya.

Untuk masuk di kawasan wisata bukit pandang, wisatawan dewasa dikenakan biaya Rp 3.000, sedangkan anak-anak gratis. Adapun biaya parkir sepeda motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.

Editor : Ali Muntoha