IKKP Dukung Pati Jadi Salah Satu Kekuatan Ekonomi Indonesia

Ketua IKKP Firman Soebagyo (dua dari kiri) berfoto bersama dengan warga Pati di depan Gedung DPR RI. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) siap mendukung Pati menjadi salah satu daerah yang menopang kekuatan ekonomi Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua IKKP Firman Soebagyo, Senin (31/7/2017).

IKKP tidak sekadar wadah bagi tokoh-tokoh dari Kabupaten Pati. Lebih dari itu, IKKP merupakan organisasi masyarakat (ormas) daerah yang berdasarkan Pancasila dan berbadan hukum.

IKKP juga sudah memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang taat pada asas. Pasalnya, organisasi yang tidak berbadan hukum dan taat asas dapat dibubarkan pemerintah berdasarkan UU atau Perppu Ormas.

“Kita baru saja menggelar silaturahmi dan halal bihalal di Gedung DPR bersama para tokoh, termasuk Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati terpilih Saiful Arifin. Tujuannya untuk merajut persatuan keluarga Pati,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Sebagai salah satu ormas daerah, Firman mengaku IKKP siap menjembatani untuk menjadikan Pati sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. Pasalnya, Pati punya segudang potensi, dari perikanan, pertanian, perkebunan, wisata, hingga sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Tokoh yang berkiprah di panggung nasional juga sangat banyak. Salah satunya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso.

“Itu sebabnya, kami ingin menyatukan para tokoh dari Pati untuk memberikan kontribusi yang terbaik buat daerahnya dan nasional. Kami siap mendukung Pati jadi salah satu kekuatan ekonomi nasional,” tuturnya.

Salah satu keberhasilan Pati untuk nasional, antara lain surplus pertanian yang bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional. Sama halnya industri perikanan di Pati yang saat ini meningkat pesat.

Editor : Akrom Hazami

 

Berniat Bakar Daun Tebu, Tubuh Petani Tamansari Pati Terpanggang Hingga Tewas


Warga melihat kondisi korban yang meninggal dunia terpanggang di kebun tebu, Desa Semirejo, Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang petani asal Dukuh Kerep Kulon, Desa Tamansari, Tlogowungu, Sudarwi (60) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terpanggang di lahan tebu miliknya di Desa Semirejo, Gembong, Minggu (30/7/2017).

Kapolsek Gembong AKP Giyanto mengungkapkan, korban bersama dua orang kulinya saat itu membakar daun tebu kering yang sudah ditebang. Sekitar pukul 11.30 WIB, dua orang kulinya mengajaknya pulang.

Namun, korban menolak karena masih ada beberapa bagian daun tebu kering yang belum terbakar. Kedua kulinya pun memutuskan untuk pulang, sedangkan korban masih melanjutkan aktivitasnya.

“Diduga korban jatuh pingsan karena terlalu banyak menghirup asap hasil pembakaran daun tebu kering. Asap mengakibatkan korban mengalami sesak napas, jatuh dan tidak sadarkan diri,” ucap AKP Giyanto, Senin (31/7/2017).

Saat tidak sadarkan diri, tubuh korban terbakar api yang menjalar. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dalam keadaan mengenaskan. Sekujur tubuhnya kaku akibat terpanggang.

Petugas medis yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyimpulkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. Hasil visum menunjukkan, korban meninggal dunia murni karena terbakar api.

Giyanto mengimbau kepada para petani untuk berhati-hati saat membakar daun tebu kering dan tidak lupa untuk selalu bersama teman. Dengan demikian, bila ada salah satu yang pingsan akibat terlalu banyak menghirup asap bila diselamatkan.

Editor : Akrom Hazami

 

HAMI Ingatkan Kades di Pati untuk Hati-hati Gunakan Dana Desa


Pengurus HAMI Pati berfoto bersama seusai mengikuti pelantikan di Hotel 21 Pati, Minggu (30/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Kabupaten Pati mengingatkan kepada kepala desa dan pemerintah desa untuk berhati-hati menggunakan dana desa. Sebab, dana desa yang jumlahnya besar dinilai rawan menjadi masalah.

Terutama, bila penggunaan anggaran dana desa tidak sesuai aturan. Karena itu, pemdes disarankan untuk cermat menggunakan dana desa sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis, serta memiliki kemanfaatan pada masyarakat.

“Pemdes sudah semestinya menggunakan anggaran desa sesuai juklak dan juknis. Jangan sampai ada niat buruk seperti korupsi atau mengambil keuntungan pribadi dari dana desa. Pengawasannya saat ini melibatkan semua unsur,” kata Ketua DPC HAMI Pati Bowo Setiadi, usai pelantikan pengurus HAMI di Hotel 21 Pati, Minggu (30/7/2017).

Menurutnya, kehati-hatian pemdes dalam menggunakan dana desa harus dilakukan dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai pembuatan. Pasalnya, kesalahan fatal dalam pelaporan, apalagi ada indikasi korupsi, bisa membawa oknum pemdes ke penjara.

Tidak bermaksud menakut-nakuti, tapi Bowo ingin mengingatkan agar pemdes bisa menghindari pelanggaran hukum akibat ketidaktahuan atau unsur ketidaksengajaan. “Jangan sampai niatnya baik, tidak korupsi, tapi malah berurusan dengan hukum karena ketidaktahuan,” imbuhnya.

Pihaknya juga siap memberikan advokasi kepada pemdes bila diperlukan. Bahkan, advokasi yang diberikan HAMI rencananya dilakukan secara gratis, termasuk konsultasi hukum.

Pengurus HAMI sendiri dibentuk untuk menyatukan pada advokat yang ada di Pati. Mereka berharap, HAMI bisa menjadi wadah bagi advokat muda di Pati yang juga konsen pada agenda advokasi dan konsultasi hukum gratis.Editor : Akrom Hazami

Sedekah Bumi, Warga Tanjungrejo Pati Arak Jolen Berharap Harga Ketela Membaik

Warga Tanjungrejo, Margoyoso, Pati mengarak hasil bumi dalam peringatan sedekah bumi, Sabtu (29/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Pati menggelar sedekah bumi dengan mengarak hasil bumi, Sabtu (29/7/2017). Hasil bumi itu yang disebut dengan jolen.

Penduduk setempat yakin, jolen membawa berkah bagi pertanian. Karena itu, tak sedikit dari mereka yang berebut jolen seusai diarak keliling kampung.

Warga setempat, Budi Hantomo menuturkan, sedekah bumi di desanya menjadi wujud syukur kepada Tuhan dari hasil bumi yang menjadi mata pencaharian sehari-hari. Kendati hasil bumi tahun ini dianggap gagal, tetapi penduduk tetap mengadakan sedekah bumi.

“Warga sekitar banyak yang bekerja sebagai kuli mikul, kuli giling, mengupas ketela, beternak sapi hingga petani ketela. Komoditas ketela makin terpuruk. Kami berharap, sedekah bumi ini akan membawa perubahan yang lebih baik untuk komoditas ketela,” ucap Budi.

Menurutnya, orang Jawa masih bisa bersyukur atas segala berkah yang diberikan Tuhan. Kendati hasil bumi menurun karena harga ketela anjlok, mereka tetap merayakan sedekah bumi.

Padahal, ketela disebut sebagai komoditas terbesar di desanya. Bahkan, hamparan tanah milik penduduk bukanlah sawah, tetapi perkebunan ketela. Hal itu yang membuat warga cukup prihatian dan berharap “jolen” bisa membuat harga ketela membaik.

“Jolen itu berisi hasil bumi penduduk yang sudah didoakan tetua desa. Kami yakin jolen bisa membawa berkah. Semoga komoditas ketela kembali membaik agar petani tidak merugi,” harapnya.

Selain arak-arakan, warga juga memperingati sedekah bumi dengan karnaval dan pagelaran wayang. Tradisi itu diperingati setiap setahun sekali pada bulan Apit dalam penanggalan Jawa.

Editor : Kholistiono

Pengurus SMSI Jateng Siapkan Langkah Strategis untuk Media Online

Pengurus SMSI Jawa Tengah berfoto bersama dengan Ketua PWI Jateng Amir Machmud di Kompleks Gedung Pers Semarang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Semarang – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Tengah menyiapkan langkah strategis untuk membangun industri media online yang sehat. Hal itu disebabkan derasnya arus informasi yang tidak terfilter di dunia maya.

Ketua SMSI Jateng Setiawan Hendra Kelana mengatakan, informasi yang mengalir deras di dunia siber tanpa filter membuat keberadaan organisasi media online sangat dibutuhkan. Organisasi punya peran dan kontribusi untuk menyehatkan media online, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya berita hoax.

“Dunia informasi sudah mulai bergeser ke platform gadget. Itu sebabnya, keberadaan SMSI sangat penting untuk ikut membangun industri media online yang sehat, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang keberadaan media siber,” kata Hendra, Kamis (27/7/2017).

Hendra menegaskan, SMSI Jateng juga akan konsen membenahi kepengurusan internal agar selaras dengan misi SMSI Pusat untuk menjadi konstituen Dewan Pers. Karena itu, pihaknya berupaya untuk melengkapi administrasi pengurus dan anggota untuk didaftarkan ke Dewan Pers.

Editor : Kholistiono

Lokalisasi Mawar Indah di Batursari Pati Akhirnya Ditutup

Suasana penutupan lokalisasi Mawar Indah di Batursari, Batangan, Pati, Rabu (28/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lokalisasi “Mawar Indah” yang terletak di kawasan Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Pati akhirnya ditutup, Rabu (28/7/2017) pukul 14.00 WIB.

Penutupan tempat esek-esek tersebut melibatkan pihak kepolisian, TNI, Satpol PP, pemerintah desa dan penduduk setempat. “Penutupan dilakukan setelah melalui mekanisme rapat, karena adanya desakan dari warga,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Selain itu, penutupan lokalisasi di Desa Batursari dilaksanakan untuk menegakkan Perda Kabupaten Pati. Pemda sudah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali kepada pengelola lokalisasi.

Surat peringatan pertama dilayangkan pada 13 Juni 2017, kedua pada 5 Juli 2017, dan terakhir pada 19 Juli 2017. Lantaran membandel, kawasan tersebut akhirnya ditutup paksa.

Ratusan warga sempat menggelar aksi membentangkan spanduk saat penutupan berlangsung. “Tempat Prostitusi Mawar Indah Desa Batursari ditutup dan dilarang untuk beroperasi kembali, mengganggu ketertiban masyarakat,” begitu bunyi spanduk yang dibentangkan warga.

“Sekitar 500 orang berjalan ke lokalisasi, membentangkan spanduk dan menempeli rumah-rumah mesum dengan stiker larangan beroperasi kembali. Penutupan berlangsung aman, tidak ada konflik,” kata Kompol Sundoyo.

Penutupan lokalisasi diharapkan dapat meredam amukan masyarakat, sehingga situasi bisa terjaga dengan baik. Pasalnya, penduduk sekitar selama ini merasa resah dengan adanya lokalisasi di desanya.

Editor : Kholistiono

Pati Disebut Penyelenggara Jumbara Paling Sukses Sepanjang Sejarah

Pengurus PMI Pati Tresya Oktavera Wedyastantri menunjukkan piala bersama Bupati Pati Haryanto dan anggota PMR Pati, Kamis (27/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati disebut sebagai tuan rumah penyelenggaraan Jumbara dan Temu Karya Sukarelawan PMI Tingkat Jawa Tengah terbaik sepanjang sejarah. Hal itu disampaikan Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana dalam laporannya, Kamis (27/7/2017).

“Penyelenggaraan Jumbara dan Temu Karya Sukarelawan PMI ini paling sukses sepanjang sejarah,” kata Sarwa. Ada beberapa faktor yang membuat kegiatan tersebut diakui paling sukses sepanjang sejarah.

Salah satunya, lokasi Bumi Perkemahan Regaloh yang memiliki tanah datar, dekat kota dan banyak penginapan yang dimanfaatkan orang tua peserta untuk mengantar atau menjemput putra-putrinya. Selain itu, acara berlangsung sangat kondusif.

“Acaranya juga berlangsung aman dan kondusif sampai selesai. Bahkan, sama sekali tidak ada laporan kehilangan barang dari peserta. Belum lagi, sambutan yang begitu ramah dari warga setempat,” ucap Sarwa.

Tak hanya itu, Pati juga sukses meraih juara pertama untuk kategori Sukarelawan PMI dengan nilai 78,45. Sementara kategori Palang Merah Remaja (PMR), Pati menyabet peringkat dua dengan nilai 67,45.

Adapun peringkat jumbara dan temu karya, Pati juga menduduki peringkat kedua. “Saya sangat bangga dengan perolehan itu. Selain berhasil dalam prestasi, kita juga sukses dalam menyelenggarakan kegiatan,” tukas Bupati Pati Haryanto.

Editor : Kholistiono

Indra Sjafri Minta Dukungan Suporter Pati untuk Kemenangan Timnas U-19 di Piala AFF

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri saat berfoto bersama, seusai berbincang-bincang dengan tokoh Persipa dan Patifosi di Safin Hotel. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri meminta dukungan kepada suporter Pati terkait pertandingan Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) yang akan berlangsung di Myanmar, 4-17 September 2017 mendatang.

Menurut Indra, dukungan dari para suporter dari seluruh Indonesia akan memberikan semangat kepada para pemain untuk lebih giat berlatih. Dukungan itu bisa berupa ucapan penyemangat yang disebar di media sosial.

“Kita akan berjuang pada 4-17 September. Kita akan coba lagi untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Mungkin supoter se-Indonesia, termasuk Pati, bisa berkomunikasi untuk memberikan support,” ujarnya, Kamis (27/7/2017).

Secara psikologis, lanjut Indra, anak-anak muda U-19 membutuhkan dukungan sebagai penyemangat. Satu-satunya dukungan yang dibutuhkan itu hanya ada pada suporter, termasuk seluruh masyarakat Indonesia.

Dia berharap, tidak kata-kata yang meragukan kualitas para pemain yang bertebaran di media sosial. Sebab, hal itu dianggap bukan sebagai sebuah dukungan, tapi menjatuhkan secara mental.

“Kalau dia (pemain) baca di medsos, semua mendukung, latihannya jadi semangat. Tapi kalau misalnya ada yang iseng-iseng (meragukan), itu kan anak muda yang baru belajar sepak bola, itu berpengaruh kurang baik pada semangat anak,” ungkap Indra.

Di Pati, Patifosi dikenal sebagai suporter militan dengan massa terbanyak. Patifosi juga diharapkan ikut memberikan dukungan terbaiknya kepada Timnas U-19 untuk menjadi juara di Piala AFF 2017.

Editor : Kholistiono

Rumah Mantan Bupati Pati Tasiman Dibobol Maling

Mantan Bupati Pati Tasiman menunjukkan gembok rumahnya yang dirusak maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah Mantan Bupati Pati Tasiman di kawasan perumahan Rendole, Muktiharjo, dibobol maling, Rabu (26/7/2017) dini hari. Namun, tidak ada barang yang berhasil dicuri di rumah tersebut.

Maling gagal mengangkut barang. Penyebabnya, maling diduga mengalami kebingungan saat hendak mengambil barang di dalam rumah.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, maling menuju brankas yang berada di kamar bagian barat. Brankas tersebut berisi perhiasan, sertifikat tanah, dan uang tunai.

Hanya saja, maling yang diduga berjumlah lebih dari satu orang tidak bisa membuka brankas tersebut. Panik tidak bisa membuka brankas, maling yang sempat membawa brankas ke ruang tengah sehingga langsung kabur.

Padahal, ada sejumlah barang berharga di ruang tengah seperti laptop dan sepeda motor. Diduga panik dan konsentrasi pada brankas, maling pun kabur.

Tasiman membenarkan adanya upaya pencurian di rumahnya. “Pelaku masuk lewat pintu depan, karena waktu itu lupa mengunci,” ucap Tasiman.

Petugas kepolisian yang mendapatkan informasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menduga, komplotan pencuri sudah mengetahui kondisi rumah Tasiman.

Pasalnya, maling tertuju pada brankas penyimpanan harta benda milik Mantan Bupati Pati tersebut. Beruntung, aksi maling gagal sehingga Tasiman mengaku cukup lega.

Editor : Kholistiono

Puluhan Prajurit TNI AD di Pati Dilatih Seni Bela Diri Yongmoodo

Sejumlah anggota Kodim 0718/Pati terlihat tengah melakukan latihan seni bela diri yongmoodo di markas setempat, Rabu (26/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan prajurit TNI AD dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0718/Pati dilatih seni bela diri yongmoodo di markas setempat, Rabu (26/7/2017).

Mereka dilatih untuk meningkatkan ketangkasan prajurit dalam melaksanakan tugas di satuan teritorial. “Yongmoodo merupakan jenis ketangkasan yang wajib dimiliki setiap prajurit TNI AD,” ucap Pasi Ops Kodim 0718/Pati Kapten Inf Suyani.

Dia menyebutkan, seni bela diri yongmoodo berasal dari Korea Selatan yang cocok digunakan untuk anggota militer. Setiap prajurit TNI AD harus punya ketangkasan bela diri untuk meningkatkan fisik, sehingga bisa diandalkan saat bertugas.

Pelatih yongmoodo sendiri merupakan anggota Kodim yang berkualifikasi sabuk hitam. Tak hanya untuk mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari, latihan seni bela diri yongmoodo akan menjadi bekal pada setiap kejuaraan daerah (kejurda).

Latihan yang dipimpin Serda Priyanto dan Serda Handik tersebut diawali dengan gerakan peregangan dan pemanasan. Anggota lantas berlari mengelilingi markas, sebelum mengikuti latihan inti.

“Anggota yang ikut latihan usianya sudah tidak lagi muda. Namun, kami sangat mengapresiasi semangatnya dalam berlatih saat mengikuti instruksi dari pelatih sabuk hitam,” kata Serda Priyanto.

Tak hanya melatih anggota TNI, Serda Priyanto kerap melatih seni bela diri kepada siswa maupun atlet yongmoodo. Dia berharap, seni bela diri menjadi bekal untuk meraih prestasi di bidang olahraga maupun membela diri dari tindak kejahatan.

Editor : Kholistiono

Tokoh Pati Firman Soebagyo Ditetapkan sebagai Anggota DPR RI Terbaik 2017

Anggota DPR RI Firman Soebagyo saat bertemu dengan konstituennya di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tokoh asal Desa Kedalon, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Firman Soebagyo ditetapkan sebagai anggota DPR RI terbaik 2017 di urutan pertama bersama sembilan anggota DPR lainnya. Penetapan itu dilakukan lembaga independen Panggung Indonesia (PI), baru-baru ini.

Ada sejumlah kriteria yang menjadi syarat untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Salah satunya, anggota DPR tidak terlibat korupsi, tidak kontroversi, kehadiran rapat tinggi, dan aspiratif turun ke konstituen.

“Ada banyak pertimbangan sebagai bahan penilaian. Kami merasa perlu memberikan penghargaan kepada wakil rakyat yang berprestasi karena pengabdiannya kepada masyarakat Indonesia,” ujar CEO PI, Ichwanudin Siregar, Rabu (26/7/2017).

Saat dikonfirmasi, Firman mengaku terkejut dengan penghargaan tersebut. Sebab, sejak menjadi anggota DPR RI, ia hanya berpikir dan memperjuangkan nasib rakyat tanpa harus berharap pada penghargaan.

Meski begitu, dia mengucapkan terima kasih kepada lembaga yang memberinya penghargaan. Apresiasi tersebut menjadi pemacu semangat agar lebih baik memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Doakan kami agar konsisten menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, tetap berada di jalur yang benar, peduli dengan nasib rakyat di tengah ancaman asing dari bidang pangan hingga industri teknologi informasi (TI),” kata Firman.

Menurutnya, berpolitik yang baik dan benar mesti mengedepankan asas rasionalitas, etika dan sopan santun. Di mata Firman, keberhasilan partai politik diukur dari perannya dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Asal tahu, Firman yang lahir di Pati, 2 April 1953 merupakan anak dari seorang petani dan pedagang palawija. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang sederhana.

Tahu akan beban keluarga, Firman muda memutuskan untuk mengadu nasib ke luar daerah. Sejak itu, Firman pernah menjadi seorang pembantu hingga pedagang rokok. Semua dilakukan untuk membiayai sekolahnya.

Dia tidak pernah bermimpi menjadi seorang politisi, karena harapannya menjadi seorang hakim atau jaksa. Namun, ia sadar bila hidup hanya Tuhan yang menentukan.

Proses perjalanan hidup yang cukup berat itu membuat Firman tahu akan kondisi masyarakat bawah. Pada akhirnya, pengalaman hidup tersebut menjadi spirit untuk selalu dekat dan memperjuangkan nasib rakyat selama menjadi anggota DPR RI.

Selain Firman, sembilan wakil rakyat yang mendapatkan predikat anggota DPR terbaik 2017, di antaranya Lukman Edy, Taufik Kurniawan, Ahmad Basarah, Herman Kheron, Zulkieflimansyah, Martin Hutabarat, Nurdin Tampubolon, Reni Marlinawati, dan Jonny G Plate.

Editor : Kholistiono

Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK AKN Marzuqi Paling Diminati, Ini Alasannya

Seorang guru SMK AKN Marzuqi mengajarkan komputer pada siswa di laboratorium komputer. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satu dari tiga jurusan di SMK Telkom Terpadu yang paling diminati adalah teknik komputer dan jaringan (TKJ). Lebih dari 50 persen siswa di sana mengambil jurusan tersebut.

Salah satunya, Luluk Ihda Azizah (16), siswi asal Desa Cengkalsewu, Sukolilo. Ada sejumlah alasan yang membuatnya memilih jurusan TKJ.

“Dunia siber dan teknologi sekarang bukan lagi menjadi tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Artinya, peluang kerja di bidang komputer dan jaringan terbuka lebar,” ujar Luluk, siswi yang pernah meraih peringkat dua di kelasnya.

Selain itu, SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi disebut memiliki jaringan dengan sejumlah perusahaan terkemuka di bidangnya. Salah satunya, PT Telkom Akses yang konsen di bidang maintenance jaringan dan PT Proxy Indonesia Solutions.

Beberapa rekanan penyerap alumni juga siap menampung lulusan SMK AKN Marzuqi. Misalnya, PT Astra, perusahaan garmen dan masih banyak lagi lainnya.

“Saya diminta orang tua untuk mondok dan sekolah di sini. Setelah lulus nanti, pengen langsung kerja di jaringan perusahaan sekolah. Terlebih, jurusan TKJ yang saya ambil peluang kerjanya banyak,” ucap Luluk.

Kendati TKJ menjadi jurusan yang diminati, Kepala SMK AKN Marzuqi Ali Ihsan memastikan bila dua jurusan lainnya, rekayasa perangkat lunak dan teknik kendaraan ringan juga punya peluang kerja yang tinggi. Beberapa perusahaan diakui sudah bersiap menyerap tenaga kerja dari alumni.

Saat ini, sekolah yang berdiri pada 2004 tersebut memiliki lebih dari 400 siswa. Sebanyak 60 persen lulusannya bekerja sesuai dengan bidang jurusannya, sedangkan 40 persen lainnya melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Editor : Kholistiono

Seniman Pati Sajikan Pertunjukan Seni Dolanan Anak dan Tari Tradisional

Pentas seni tari Padang Bulan dari Sanggar Arimbi yang dipentaskan di kawasan Pasar Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah seniman di Pati menyajikan pertunjukan seni dolanan anak dan tari tradisional dalam pentas seni tahunan Widyas Budaya yang dihelat di kawasan Pasar Gabus, Pati, baru-baru ini.

Dalam pertunjukan tersebut, beragam jenis seni dolanan anak ditampilkan, mulai dari lompat tali, dakon, cublak-cublak suweng, sunda manda, gundu, pecle atau engklek, dan masih banyak lagi lainnya. Selama bermain, mereka mengenakan busaha tradisional.

Aneka jenis tari tradisional anak-anak juga dipentaskan. Salah satunya, tari Padang Bulan dan Pitik Walik yang dipentaskan anak-anak dari Sanggar Tari Arimbi dengan rias busana dari Pandu Wedding Studio.

Mereka mengenakan kemben tradisional dari jarik bermotif batik klasik dengan kalung dan mahkota bernuansa zaman kerajaan. Ratusan penonton memadati kawasan Pasar Gabus untuk menyaksikan pagelaran seni tersebut.

Pemilik Pandu Wedding Studio Evi Septimardianti mengungkapkan, busana itu dibuat secara khusus untuk mengingatkan kepada para penonton akan keindahan pakaian orang Jawa zaman dulu. Busana seperti itu biasanya digunakan dayang saat mendampingi puteri kerajaan.

“Busana semacam itu sudah jarang digunakan pada zaman globalisasi sekarang ini. Makanya, kami suguhkan dalam pentas tahunan untuk mengingatkan bahwa seorang perempuan terlihat sangat cantik dan anggun menggunakan busana trasional,” ucap Evi.

Sementara itu, Pengasuh Sanggar Tari Arimbi Novi Iskandar mengatakan, Tari Padang Bulan dipentaskan untuk memberikan pesan edukatif kepada anak-anak zaman sekarang yang lebih suka bermain gadget ketimbang bersosial.

Tari Padang Bulan mengajarkan kepada anak-anak untuk tidak tidur terlalu sore, mengajak anak-anak bermain bersama menyaksikan keindahan bulan. “Ada pesan bagi anak-anak untuk bersosial dalam lagu itu, juga pesan religius untuk bersyukur menikmati pemandangan bulan yang indah,” pungkas Novi.

Editor : Kholistiono

Siswa SMK Telkom AKN Marzuqi Diajari Ilmu Nahwu Shorof

Kiai Toha menajarkan ilmu nahwu shorof di kelas SMK Telkom AKN Marzuqi dengan mengenakan sarung, batik dan peci. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada yang menarik dari kebiasaan akademik di SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki yang terletak di kawasan pesisir laut utara Jawa, Selempung, Dukuhseti, Pati.

Selain diajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan jurusan masing-masing, semua siswa mendapatkan ilmu agama Islam. Salah satunya, ilmu tata bahasa Arab yang dikenal dengan nahwu shorof.

Uniknya, pelajaran nahwu shorof diampu seorang kiai dari Ngemplak, Margoyoso yang tetap mengenakan sarung di kelas. Dia adalah KH Ahmad Thoha Islamil, ketua yayasan yang ikut membidani lahirnya SMK Telkom AKN Marzuqi.

“Ilmu agama yang diajarkan di sini disebut takhasus.Siswa diajarkan bahasa Arab, tauhid, fikih, hafalan Juz Amma, Yasin, Tahlil sampai hafalan Alquran Juz 30 seperti madrasah pada umumnya,” ujar Kiai Thoha.

Dengan adanya pelajaran takhasus, murid akan mendapatkan dua rapor, yaitu rapor umum dan takhasus. Rapor umum berupa penilaian murid seperti sekolah menengah kejuruan (SMK) pada umumnya, sedangkan rapor takhasus berupa penilaian ilmu-ilmu agama yang diajarkan.

SMK Telkom AKN Marzuqi sendiri memiliki tiga jurusan, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Mereka disiapkan untuk bekerja di sejumlah perusahaan besar pascalulus.

Sofia Nafika, misalnya. Santriwati yang juga siswa SMK Telkom AKN Marzuqi itu jauh-jauh belajar dari Ujungwatu, Jepara. Selain ingin belajar agama, Sofia ingin ditempatkan di perusahaan ternama setelah lulus.

“Banyak tetangga yang setelah lulus dari sini langsung ditempatkan ke perusahaan besar. Saya ingin ikut jejak mereka. Alih-alih bisa nyantri untuk belajar agama di sini, saya berharap bisa langsung kerja setelah lulus,” tandas Sofia.

Editor : Kholistiono

Tengkorak Pria Bersarung Kotak-kotak Ditemukan di Hutan Lindung Cluwak

Tengkorak kepala manusia yang ditemukan di kawasan hutan lindung Desa Sentulsalak, perbatasan Cluwak dan Gunungwungkal, Pati, Jumat (22/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok tengkorak lengkap dengan pakaian, sarung dan korek api ditemukan di kawasan hutan lindung Desa Sentulsalak, Cluwak, Pati, Jumat (21/7/2017).

Tengkorak yang masih misterius itu pertama kali ditemukan Sukiman (60), petani asal Desa Jrahi, Gunungwungkal. Saat ditemukan, tengkorak dalam keadaan berantakan, mengenakan batik coklat, sarung kotak warna merah, dan korek merek Tukai warna biru.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, saya berangkat mengambil kayu bambu di sekitar aliran sungai milik negara, Sentulsalak, Cluwak yang berbatasan dengan Jrahi, Gunungwungkal. Saat mendekati tebing setinggi 30 meter, saya lihat ada kerangka tengkorak manusia,” ujar Sukiman.

Setelah pulang, Sukiman melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat yang kemudian ditindaklanjuti petugas kepolisian. Hasil proses identifikasi menunjukkan, tengkorak yang ditemukan merupakan laki-laki berusia sekitar 50 tahun.

Hal itu terlihat dari ciri-ciri tengkorak dengan tulang caput humeri atau tulang kemaluan, karena sudut lebih vertikal. Adapun gigi geraham pada tengkorak menunjukkan bila korban berusia 50 tahun.

“Dari hasil identifikasi yang kami lakukan dengan tim medis, mayat diperkirakan meninggal dunia sekitar enam bulan yang lalu atau lebih. Sebab, semua jaringan tubuh sudah habis, tinggal tulang belulang saja,” kata AKP Sutopo, Kapolsek Gunungwungkal.

Pihak kepolisian menduga, korban meninggal dunia karena terpeleset dan terjatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar 30 meter. Sampai saat ini, belum ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga ke Polsek Cluwak maupun Gunungwungkal.

Atas kesepakatan bersama, Kepala Desa Jrahi Surani dan masyarakat lantas memakamkan kerangka tersebut di tempat pemakaman umum (TPU) Jrahi. Dia menilai, kerangka itu dikebumikan agar bisa mendapatkan tempat yang layak.

Editor : Kholistiono

Kecelakaan Avanza vs Truk di Jalan Pati-Kudus, Satu Orang Tewas

Keadaan mobil Avanza berpelat nomor Surabaya seusai kecelakaan dengan truk bermuatan jeruk di Jalan Pati-Kudus Km 8, Sabtu (22/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan antara mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi L 179 RO dan truk bermuatan jeruk terjadi di Jalan Pati-Kudus Km 8, Desa Bumirejo, Margorejo, Pati, Sabtu (22/7/2017) siang.

Mobil Avanza yang diduga milik anggota TNI AL tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah. Hampir separuh badan mobil bagian depan mengalami ringsek total.

Sumber yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah Jufriaderi warga Desa Rawabaru, Kecamatan Semampir, Surabaya. Dia merupakan pengemudi Avanza berpenumpang istri dan dua anaknya yang duduk di bagian tengah.

“Satu orang meninggal dunia. Istri dan dua anaknya selamat. Sementara sopir truk bermuatan jeruk juga selamat,” ujar seorang sumber yang melihat kejadian.

Ada banyak atribut TNI dalam mobil tersebut, seperti baju hingga pelat nomor bertuliskan TNI AL. Dalam keadaan ringsek, terlihat airbag pada bagian penumpang samping pengemudi menyembul.

Sumber juga menyebutkan, kecelakaan terjadi saat mobil Avanza melaju dari barat ke timur (Semarang-Surabaya). Mobil disebut ambil posisi terlalu kanan hingga menabrak truk yang melaju dari timur ke barat.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan jalan pantura mengalami macet total sepanjang sekitar lima kilometer. Sampai berita ini dilaporkan, petugas masih melakukan proses identifikasi dan evakuasi.

 

Editor : Kholistiono

Mengenal Pak Giek, Sosok Bapak Pendidikan Pati yang Diprasastikan

Bupati Pati Haryanto meresmikan prasasti Mathias Soegijono di depan Pati Hotel, Jumat (21/7/2017). (Dokumen Humas Setda Pati)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto meresmikan prasasti Mathias Soegijono di halaman Pati Hotel, Jumat (21/7/2017).

Soegijono adalah perintis pendidikan menengah pertama di Pati. Pendiri SMP Rendole yang sekarang berganti nama SMPN 1 Pati itu dikenal masyarakat dengan panggilan Pak Giek.

Pendidikan menengah pertama tersebut, pertama dibangun pada zaman kolonial Belanda dan Jepang. Dia dikenal sebagai sosok yang ikut mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan pada era kolonialisme.

Jasa yang besar di bidang pendidikan itu yang membuat Pemkab Pati memutuskan untuk memberi penghargaan kepada Soegijono sebagai Bapak Pendidikan Kabupaten Pati. Piagam penghargaan itu diberikan Haryanto kepada keluarga Soegijono.

“Perjuangan Pak Giek membuat murid pada zaman kolonialisme mendapatkan pendidikan yang layak. Banyak siswa berprestasi yang akhirnya menjadi tokoh besar karena jasa beliau,” ujar Haryanto.

Salah satu murid Pak Giek, antara lain Marsekal Muda TNI (Purn) Sri Diharto. Alumni SMPN 1 Pati ini menuturkan, Pak Giek pada saat itu bisa mengobarkan semangat para murid di tengah keterbatasan.

Kendati punya banyak peluang untuk berkarier di pusat, Pak Giek lebih suka memilih menjadi pengajar di Pati. Dari banyak kajian dan pertimbangan tersebut, Pemkab akhirnya memberikan penghargaan kepada Pak Giek sebagai Bapak Pendidikan di Pati.

“Kami berharap Pemkab Pati bisa meneladani perjuangan beliau untuk terus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Pati. Sebab, kemajuan bangsa berawal dari SDM yang berkualitas. SDM berkualitas berawal dari pendidikan,” kata Diharto.

Sementara itu, putra pertama Pak Giek, Michael Sumariyanto, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab dan SMPN 1 Pati yang sudah membangun prasasti sebagai penanda sejarah. Dia berharap, prasasti tersebut bisa mengingatkan para generasi pengajar muda di Kabupaten Pati untuk meneruskan perjuangan Pak Giek.

Editor : Kholistiono

 

Pelaku IKM di Pati Sebut Impor Tapioka Tidak Rasional

Mashuri Cahyadi (merah) saat mengadukan persoalan tepung tapioka kepada Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo di Ngemplak, Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani singkong di Pati mengalami sebuah bencana besar dengan apa yang disebut impor. Sebagian dari mereka rela untuk tidak panen, ketimbang harus dihargai dengan sangat murah dan tidak layak.

Mashuri Cahyadi, salah seorang pelaku industri kecil menengah (IKM) di Pati menjelaskan, harga singkong yang anjlok disebabkan adanya impor dari perusahaan-perusahaan besar. Sebagian impor tepung tapioka, beberapa impor singkong.

“Kami sempat mendapat pertanyaan dari petani, kenapa pelaku IKM membeli singkong dengan murah. Kami jawab, kalau kami beli dan produksi, kami jual ke mana? Tidak ada yang beli. Permintaan tapioka berkurang karena dihantam impor,” kata Mashuri, Rabu (19/7/2017).

Dia menyebut, perusahaan besar yang mengimpor tapioka tidak rasional. Pasalnya, ketersediaan singkong di Pati mengalami surplus. Selain itu, kualitas tapioka di Pati dikatakan sudah berstandar internasional ISO.

Buktinya, lanjut Mashuri, sebagian perusahaan besar dan menengah ada yang masih menggunakan tepung tapioka dari Pati. Misalnya, PT Moundrem Karton dan PT Mekabox Karton di Jawa Timur, PT Cipta Paperia di Banten, hingga perusahaan bumbu PT Ajinomoto.

“Kalau alasannya tapioka lokal tidak memenuhi spesifikasi, buktinya sebagian perusahaan besar yang menerapkan standar ISO masih pakai tepung lokal meski kapasitasnya tidak besar. Maka, impor tapioka atau singkong itu langkah yang tidak masuk akal, irasional,” tegasnya.

Sementara perusahaan yang enggan memakai tepung lokal, Mashuri menyebutkan ada beberapa, seperti PT Sinar Mas, PT Fajar Surya Wisesa, PT Cheil, PT Japfa, dan masih banyak lainnya. Mereka semestinya memberikan kuota untuk pemakaian tepung lokal.

Editor : Kholistiono

Pengusaha Muda Asal Pati Masuk Majalah Forbes sebagai Local Champions

Witjaksono (tiga dari kiri), pengusaha muda asal Pati yang masuk dalam daftar Local Champions 2017 di Majalah Forbes. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom,Pati – Pengusaha muda asal Pati, Witjaksono (35) masuk Majalah Forbes sebagai satu di antara lima “Local Champions 2017” di Indonesia. Dia dinilai Forbes memiliki kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia melalui ekspor dari hasil pemberdayaan ekonomi lokal.

Forbes bukan majalah sembarangan. Majalah yang mengupas bisnis dan finansial asal Amerika Serikat ini dikenal sebagai parameter majalah di dunia.

Saat dihubungi MuriaNewsCom, Kamis (20/7/2017), Witjaksono mengucapkan terima kasih kepada Forbes yang sudah memasukkan namanya dalam lima daftar local champion di Indonesia. Dia berharap, apresiasi dari Forbes bisa membuatnya lebih bersemangat untuk berbuat lebih kepada masyarakat.

“Terima kasih Forbes yang sudah memasukkan nama saya dalam local champion, di mana ini menjadi saya lebih memacu untuk berbuat lebih baik untuk masyarakat,” ucap Witjaksono.

Pendiri perusahaan perikanan PT Dua Putra Utama Makmur (DPUM) yang berpusat di Jalan Pati-Juwana itu bertengger di Majalah Forbes bersama empat pengusaha besar lainnya, seperti Irfan Anwar (36) dari Medan, Kris Taenar Wiluan (68) dari Batam, Andee Widjaja (47) dari Gresik, dan Gusti Ngurah Anom (46) dari Bali.

Dia memberikan pesan kepada para pemuda bahwa Kabupaten Pati punya potensi yang besar dalam banyak hal, terutama sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Karena itu, SDA dan SDM itu mesti dikolaborasikan untuk melakukan pembangunan yang lebih baik.

“Pemuda Pati terkenal dengan karakternya yang kuat, tangguh dan berani. Oleh sebab itu, kita harus berpikir positif untuk kemajuan Pati secara khusus dan masyarakat luas secara umum,” pesan Witjaksono kepada pemuda Pati.

Editor : Kholistiono

TNI-Polri Gelar Simulasi Penanganan Bencana di Sungai Juwana

Petugas gabungan melakukan simulasi penanggulangan bencana di kawasan Sungai Silugangga, Juwana, Rabu (19/7/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota TNI dan Polri menggelar simulasi penanganan bencana di sepanjang alur Sungai Silugangga, Juwana, Pati, Rabu (19/7/2017).

Simulasi penanggulangan bencana tersebut melibatkan pasukan gabungan dari Kodim 0718/Pati, pasukan pengendali massa (dalmas) Polres Pati, Satuan Polisi Air, Basarnas, BPBD dan BNPB. Salah satu bagian simulasi terpenting, di antaranya meminimalisasi korban bencana.

Pasi Ops Kodim 0718/Pati Kapten Inf Suryani mengatakan, simulasi penanggulangan bencana diperlukan kesiapsiagaan pananganan secara sistematis, terpadu dan terkoordinasi. Hal itu untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan risiko bencana.

“Tim SAR menjadi penggerak awal kejadian bencana. Mereka juga mendukung kegiatan penanggulangan bencana seperti bantuan teknis, manajemen, peralatan dan dukungan logistik. Analisa situasi di daerah bencana juga tugasnya,” kata Kapten Inf Suryani.

Sementara itu, Kapolsek Juwana AKP Sumarni menegaskan, simulasi menjadi upaya untuk meningkatkan kemampuan Tim SAR dalam menanggulangi bencana, terutama bencana kebakaran kapal dengan lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Karena itu, pihaknya meminta kepada instansi terkait untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan tim. “Insiden kebakaran kemarin membuat kita berpikir keras untuk melakukan rekayasa supaya Tim SAR bisa menjangkau lokasi, meski tidak ada akses untuk mencapai lokasi kebakaran,” ucap AKP Sumarni.

Dia berharap, simulasi penanggulangan bencana dapat meningkatkan kemampuan Tim SAR bila sewaktu-waktu diterjunkan ke daerah bencana dengan lokasi yang sulit dijangkau sekalipun. Ada tujuh tim yang dibentuk dalam simulasi tersebut, yakni tim pemadam, tim SAR, tim pengamanan lokasi, tim pam jalur, tim evakuasi, tim lokalisir, dan tim pengamanan barang.

Editor : Kholistiono

Tahun Depan, Biaya Transportasi Haji di Pati Dianggarkan Dalam APBD

Peserta bimbingan KBIH IPHI Pati saat mengikuti bimbingan di Gedung Haji Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Usulan anggota Komisi A DPRD Pati Haryono terkait pembebasan biaya transportasi yang dibebankan calon jemaah haji (calhaj) mendapatkan respons yang positif dari eksekutif. Tahun depan, biaya transportasi haji di Pati akan dianggarkan APBD.

“Kami sering mendapatkan laporan dan keluhan mengenai biaya transportasi haji yang dibebankan kepada calhaj. Padahal, amanat UU Nomor 13 Tahun 2008, transportasi calhaj dari daerah asal ke embarkasi dan dari embarkasi ke daerah asal menjadi tanggung jawab pemda,” ujar Haryono, Rabu (19/7/2017).

Tahun ini, masing-masing calhaj dibebankan biaya transportasi Rp 400 ribu, setelah usulan biaya Rp 450 ribu tidak diterima. Tahun lalu, calhaj dibebankan biaya transportasi sebesar Rp 430 ribu.

Kendati biaya transportasi calhaj selama ini sudah mendapatkan bantuan dari pemda, Haryono menilai tidak cukup karena tidak sesuai dengan amanat UU. Meski demikian, dia merasa cukup lega karena eksekutif merespons positif usulannya untuk menganggarkan biaya calhaj ke embarkasi melalui APBD.

“Dalam rapat Kemenag dengan forum komunikasi KBIH kemarin sempat diputuskan biaya transportasi sebesar Rp 450 ribu. Saya angkat tangan, karena itu bukan tanggung jawab calhaj tapi pemda. Akhirnya diputuskan Rp 400 ribu dan kami masih memberikan toleransi,” kata Haryono yang juga Ketua KBIH IPHI Pati.

Selain pembebasan biaya transportasi haji, Haryono juga mengusulkan agar ketentuan pembiayaan transportasi calhaj ditetapkan dengan peraturan daerah (perda). Hal itu sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 35 ayat 1 dan 2 UU Nomor 13 Tahun 2008.

“Sekarang sudah lega dan bersyukur, karena perjuangan yang cukup panjang akhirnya direspons positif Pak Bupati. Kami berharap, amanat UU segera diimpelementasikan tahun depan dan dibuat perda tahun ini,” harapnya.

Secara terpisah, Bupati Pati Haryanto yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Pati menuturkan, pemberangkatan jemaah haji ke embarkasi tahun ini masih ada swadaya dari calhaj. Namun, biaya transportasi itu sudah dianggarkan APBD untuk tahun depan.

Dia berharap, fasilitasi pemda untuk transportasi calhaj dapat meringankan beban jemaah. “Selaku Ketua IPHI dan kepala daerah, memang tahun ini belum bisa memberikan fasilitas sepenuhnya, karena masih ada swadaya. Tapi tahun depan sudah dianggarkan di APBD,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Anggota DPR RI Usulkan Pembuatan Pelabuhan Baru di Juwana

Sejumlah kapal yang ditambat di kawasan Pelabuhan Juwana dalam posisi berdekatan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengusulkan pembuatan pelabuhan baru di Juwana, menyusul kawasan tambat kapal yang rawan mengalami kebakaran massal.

Pengelolaan pelabuhan yang profesional diharapkan menjadi solusi atas persoalan yang dialami pemilik kapal di Juwana. “Harus segera dipikirkan untuk pelabuhan baru yang dikelola secara profesional,” ucap Firman, Selasa (18/7/2017).

Menurutnya, persoalan tambat kapal di Juwana sudah mencakup kepentingan nasional sehingga tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Pasalnya, kapal perikanan yang berlabuh di Juwana bukan milik orang Pati saja, tetapi juga pengusaha dari berbagai daerah.

Bila pemerintah tidak punya anggaran yang cukup untuk membangun pelabuhan baru, Firman menyarankan untuk diserahkan kepada pihak swasta. Pelabuhan baru dinilai bukan hanya menjadi solusi atas persoalan kebakaran kapal, tapi juga dapat mendukung perputaran ekonomi sektor perikanan di Kabupaten Pati.

“Saya sudah berkomunikasi dengan kementerian, harus cari solusi dan dipikirkan untuk pelabuhan baru yang dikelola secara profesional. Kalau memang pemerintah tidak punya anggaran, perlu dibuat pelabuhan swasta. Pemilik kapal kalau mau tambat nyewa tempat,” tuturnya.

Selain itu, Firman menyarankan agar anggota dewan di tingkat daerah bisa mengusulkan regulasi yang mengatur kawasan pelabuhan di Juwana. Regulasi tersebut bisa dirumuskan dalam peraturan daerah (perda).

Dengan begitu, tingkat risiko kebakaran kapal dapat diminimalisasi dengan baik. Terlebih, Juwana selama ini dikenal sebagai kota kecilnya Pati dengan pertumbuhan ekonomi yang terus mengalami peningkatan pesat.

“Sektor perikanan menjadi salah satu andalan perekonomian di Kabupaten Pati. Kalau insiden kebakaran massal kerap terjadi, suplai tangkapan ikan berkurang. Akibatnya, denyut ekonomi di sana ikut-ikutan melesu,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menegaskan, upaya pembangunan kolam tambat kapal sudah direncanakan. Bahkan, pengadaan pembangunan akses jalan menuju lokasi kolam tambat akan dilakukan tahun ini.

Adapun pembangunan kolam tambat dijadwalkan tahun depan dengan sharing anggaran dari APBN, APBD Provinsi Jawa Tengah dan APBD Pati. Dia berharap, pembangunan akses jalan dan kolam tampat dapat mengantisipasi sejumlah persoalan nelayan seperti kebakaran kapal.

Editor : Kholistiono

Nelayan Juwana Sepakati Konsensus Pascakebakaran

Tokoh nelayan bersama petinggi Polres Pati dan Kodim 0718/Pati menyepakati konsensus bersama cegah kebakaran di kawasan Pelabuhan Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah tokoh nelayan di Juwana menyepakati konsensus bersama “cegah kebakaran” pascakebakaran yang meludeskan 12 kapal pada Sabtu (15/7/2017) lalu.

Konsensus itu disepakati dalam sebuah pertemuan bersama petinggi Polres Pati dan Kodim 0718/Pati. Mereka sepakat untuk mengantisipasi aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran kapal, seperti pengelasan, pengecatan, dan perbaikan mesin di kawasan tambat yang padat kapal.

“Konsensus dibuat untuk meminimalisasi terjadinya kebakaran massal saat satu kapal terbakar. Pengusaha dan anak buah kapal (ABK) yang melakukan perbaikan kapal harus ditempatkan di kawasan yang jauh dari kapal-kapal lainnya,” ujar Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Selasa (18/7/2017).

Selain itu, para nelayan juga sepakat untuk ikut bersama-sama menjaga situasi yang kondusif di kawasan pelabuhan Juwana. Koordinasi dan komunikasi dengan pihak kepolisian dan TNI juga akan diintensifkan.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menambahkan, nelayan perlu menjalin sinergitas secara kontinyu dengan Tim SAR. Pelatihan tim penanggulangan bencana terpadu dan upaya untuk mendekatkan peralatan SAR ke lokasi pelabuhan juga dianggap darurat untuk mencegah kebakaran sedini mungkin.

“Pelabuhan Juwana sudah sering mengalami kebakaran kapal dalam waktu yang tidak lama. Penyebabnya sama, kelalaian pekerja dalam satu kapal yang mengakibatkan kapal lain ikut hangus terbakar. Maka, upaya pencegahan sangat darurat untuk dilakukan,” tutur Kompol Sundoyo.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 12 kapal motor yang ditambat di kawasan Pulau Seprapat, Juwana mengalami kebakaran dengan tiga korban luka bakar dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 39 miliar. Saat ini, Tim Terpadu Sat Reskrim Polres Pati, Dit Krimum Polda Jateng dan Tim Labfor Semarang tengah melakukan identifikasi terkait penyebab kebakaran.

Editor : Kholistiono

IKM Tapioka Krisis, DPR Panggil 3 Menteri ke Pati

Anggota DPR RI Firman Soebagyo (berbaju putih) saat meninjau langsung lokasi IKM tapioka di Ngemplak, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Krisis yang melanda industri kecil menengah (IKM) tapioka di Pati menjadi perhatian khusus anggota DPR RI Firman Soebagyo. Politisi senior Golkar ini memanggil tiga menteri untuk datang ke Pati, meninjau secara langsung dan menyelesaikan masalah tersebut.

Firman menilai, krisis IKM tapioka di Pati disebabkan impor di tengah ketersediaan tapioka lokal yang melimpah. Akibatnya, harga singkong turun drastis dan berimbas pada nasib para petani.

“IKM tapioka di Pati dalam posisi yang sangat memprihatinkan. Hampir semua produk-produk pertanian kita mengalami tantangan berat karena adanya impor. Padahal, produksi tapioka di Pati mengalami surplus,” ucap Firman, Senin (17/7/2017).

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI ini menyebutkan, masalah utama pelaku IKM tapioka di Pati adalah produksi yang meningkat, tetapi tidak ada serapan. Ketimpangan itu semakin terasa saat data kebutuhan tapioka nasional cukup besar, pada saat yang sama, serapan lokal menurun.

Hal itu disebabkan kecenderungan pabrik-pabrik besar mengedepankan impor untuk bahan baku tapioka. Bila kondisi itu dibiarkan, nasib petani singkong di Pati menjadi taruhannya.

Kondisi itu menurut Firman tidak sejalan dengan konsep pemerintah dalam menarik investasi untuk mengembangkan usaha. Sebab, investasi dan usaha harus berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja, kesejahteraan masyarakat, termasuk penggunaan bahan baku lokal.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Pedagangan dan Perindustrian. Atas surat Pak Wapres Jusuf Kalla, saya meminta Pak Menteri untuk hadir ke Pati meninjau langsung kondisi di lapangan dalam waktu dekat. Pak Menteri sangat responsif menanggapi persoalan ini,” kata Firman.

Sementara itu, salah satu anggota paguyuban IKM tapioka, Mashuri Cahyadi menjelaskan, minimnya serapan tapioka lokal yang membuat harga singkong anjlok menyebabkan para petani enggan memanen singkong. Mereka lebih memilih tidak panen ketimbang tekor.

Soal kualitas singkong yang dianggap Staf Khusus Wapres RI Michiko Nachi tidak memenuhi spesifikasi, Mashuri menepisnya. Pasalnya, pelaku IKM di Pati, terutama Ngemplak sudah menerapkan standar internasional ISO.

“Ada sejumlah industri menengah yang beli tapioka Ngemplak dengan standar ISO. Artinya masalah spek sudah masuk. Kalau perusahaan besar beralasan tidak sesuai spek itu tidak rasional, karena sama-sama pake standar ISO,” tutur Mashuri.

Karena itu, impor yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar dianggap sebagai sebuah bencana besar bagi para petani. Bagi dia, impor datang bukan untuk memenuhi kekurangan dalam negeri, tapi untuk membunuh produk tapioka lokal.

Editor : Kholistiono

1.670 Calon Jemaah Haji Pati Bersiap Bertolak ke Tanah Suci

Ketua IPHI Kabupaten Pati Haryanto saat memberikan pesan kepada peserta KBIH IPHI Pati, sebelum bertolak ke Tanah Suci. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 1.670 calon jemaah haji (calhaj) dari kabupaten Pati bersiap bertolak ke Tanah Suci pada 8 Agustus 2017. Mereka yang akan berangkat terbagi ke dalam enam kloter, yakni kloter 39, 88, 89, 90, 91, dan 92.

Kloter 39 berangkat pada 8 Agustus dan kembali pada 19 September, kloter 88 berangkat pada 22 Agustus dan kembali pada 3 Oktober, kloter 89 berangkat pada 23 Agustus dan kembali pada 4 Oktober. Sementara kloter 90 berangkat pada 4 Oktober, kloter 91 berangkat 24 Agustus kembali 5 Oktober, dan kloter 92 berangkat 24 Agustus kembali 4 Oktober.

Bupati Pati Haryanto yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pati mengatakan, Pemkab Pati saat ini belum bisa memberikan fasilitas sepenuhnya. Pemberangkatan masih ada swadaya dari calhaj.

Namun, Pemkab Pati sudah mengalokasikan anggaran dari APBD untuk fasilitasi pemberangkatan calhaj tahun depan. Dia berharap, fasilitasi pemberangkatan calhaj tahun depan bisa meringankan beban calhaj.

“Saya berpesan kepada calhaj agar bisa mengatur waktu selama di Tanah Suci. Jangan hanya buru kesenangan, tapi utamakan bisa melaksanakan wajib, rukun dan sunah-sunahnya. Mungkin yang kurang fit saat di Tanah Suci, harus bisa mengatur,” pesan Haryanto, Senin (17/7/2017).

Sementara itu, Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) IPHI Pati Haryono mengungkapkan, ada peningkatan jumlah calhaj yang cukup drastis pada IPHI. Tahun ini, jumlah calhaj di IPHI mencapai 963 orang, setelah tahun sebelumnya hanya 600 orang.

Dalam memberikan bimbingan, KBIH IPHI tidak sekadar membekali dengan pengetahuan sekilas. Namun, Anggota DPRD Pati ini berupaya agar calhaj mampu melaksanakan ibadah secara mandiri dan tidak mengandalkan pengawalan orang lain.

“Kami selalu berupaya membekali calhaj agar bisa melaksanakan kegiatan ibadah, baik wajib, rukun dan sunah-sunahnya dengan sempurna. Tujuannya para calhaj bisa menjadi haji yang mabrur,” tandas Haryono.

Editor : Kholistiono