Guru Swasta Kudus Dapat Bantuan dari Pemkab

Bupati Kudus Musthofa saat memberi sambutan pada kegiatan pemberian bantuan ke guru swasta. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus peduli dengan para guru swasta dari tingkat PAUD hingga SMA. Termasuk guru lembaga keagamaan, yakni TPQ, dan madrasah diniah (madin). Pemkab memberikan bantuan kepada mereka di pendapa setempat, Senin (19/6/2017).

Bupati Kudus Musthofa menyerahkan Rp 16,31 miliar. Dengan rincian Rp. 7,918 miliar untuk 5.279 orang guru swasta dan Rp 8,396 miliar untuk 9.329 orang guru lembaga keagamaan.

Penyerahan yang dilakukan dengan cash ini dijamin Musthofa bahwa uangnya utuh tanpa potongan. Karena pihak bank dihadirkan untuk menyerahkan secara langsung bantuan kesejahteraan guru ini. Sedangkan OPD hanya memverifikasi datanya saja.

“Saya tidak ingin menerima SMS atau WA yang berisi keluhan adanya potongan tentang bantuan guru ini,” kata Musthofa.

Dia mengharapkan dari para guru untuk mengabdikan yang terbaik bagi anak-anak bangsa. Termasuk bekerja dengan ihlas.

“Jangan dilihat dari nominalnya. Tetapi inilah wujud perhatian kami pada para guru sebagai keluarga besar kami sebagai bagian yang tidak terpisahkan,” jelasnya.

Menghadapi Lebaran ini, bupati berpesan agar para guru tetap menjaga kekompakan dan persaudaraan. Ini menjadi sangat vital bagi nasib pendidikan dan secara lebih luas adalah untuk kemajuan daerah dan bangsa ini. (NAP)

Editor : Akrom Hazami

Begitu Bergeloranya Para Penyair Ini Saat Ngabuburit Baca Puisi

Seorang penyair muda saat tampil dalam kegiatan Fasbuk di UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah penyair tampak bersemangat saat gelaran ngabuburit Asik yang digelar Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae Kudus, Sabtu (17/6/2017) sore.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, dalam perhelatan sastra itu ada sejumlah nama penyair muda. Yaitu Drifarossa Aisy Aufanuha M, Aprilia Kurniawati, Fitriana Sari, Nian Aviani, Aan & Yahya.

“Kegiatan berlangsung meriah. Antusiasme penonton juga tinggi,” kata Arfin.

Arfin melanjutkan, bulan puasa bukanlah berarti menjadi halangan untuk menciptakan sebuah karya. Dengan suasana hening dan khusyuk yang membuat ide-ide semakin banyak bermunculan, tentu akan dapat membuat ruang imajinasi untuk berkembang.

“Karya-karya sastra religi tertuang menghiasi suasana Ramadan pada edisi bulan Juni 2017. Ngabuburit Asik adalah judul tema yang diangkat Fasbuk pada edisi bulan Juni 2017. Pertunjukan kali ini diselenggarakan bertepatan dengan bulan puasa (Ramadan), bulan suci penuh berkah, penuh hikmah dan penuh rahmat,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Ngabuburit Sambil Bersastra, Saksikan di Kegiatan Fasbuk

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya. Kali ini menampilkan pertunjukan musik, puisi, dan diskusi dengan menghadirkan tema “Ngabuburit Asik” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO. BOX 53 Bae Kudus, pada hari Sabtu, 17 Juni 2017, pukul 16.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatkaan, bulan puasa bukanlah berarti menjadi halangan untuk menciptakan sebuah karya. Dengan suasana hening dan khusyuk yang membuat ide-ide semakin banyak bermunculan, tentu akan dapat membuat ruang imajinasi untuk berkembang.

“Karya-karya sastra religi tertuang menghiasi suasana Ramadan pada edisi bulan Juni 2017. Ngabuburit Asik adalah judul tema yang diangkat Fasbuk pada edisi bulan Juni 2017. Pertunjukan kali ini diselenggarakan bertepatan dengan bulan puasa (Ramadan), bulan suci penuh berkah, penuh hikmah dan penuh rahmat,” katanya dalam rilis persnya.

Kegiatan  akan menampilkan pemuda-pemudi Kudus dengan puisi religi karya mereka sendiri. Selain itu juga akan ada penampilan musik religi (rebana) dan musik akustik untuk menambah suasana ngabuburit menjadi semakin asik dan menyenangkan.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Kudus Menjual Gusjigang di Jakarta

Bupati Kudus Musthofa saat berada di Jakarta. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus punya Gusjigang, singkatan dari Bagus, Ngaji dan Berdagang, merupakan Spirit of Kudus. Itulah judul yang diangkat Bupati Kudus Musthofa saat paparan nominasi peraih Adipura Kencana tahun 2017 di Gedung Rimbawan I Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Selasa (13/6/2017).

Gusjigang diangkat karena filosofi ini adalah fondasi masyarakat Kudus dalam meraih sukses. Baik dari sisi budaya, religi, edukasi, bahkan dalam menjaga alam dan lingkungan.

Yaitu bagus yang bukan hanya perilaku baik serta fisik yang tampan, tetapi juga bersih diri dan lingkungan. Sedangkan ngaji adalah semangat terus belajar. Dan dagang merupakan kreativitas masyarakat dalam berbisnis. “Ada tiga poin Gusjigang ini. Yakni fleksibel, relational, dan akulturatif. Output yang dihasilkan adalah kinerja yang baik,” kata Musthofa.

Mengenai kelestarian alam dan lingkungan, Musthofa telah bertekad menjadikan Kudus sebagai Kota di Tengah Taman. Untuk itu telah diimbangi dengan anggaran yang cukup untuk mewujudkannya. “Namun demikian, untuk menjaga lingkungan yang baik dan bersih, butuh peran serta aktif masyarakat yang dimulai oleh para siswa,” imbuhnya.

Konsep 3R (reduce, reuse, recycle) terus dibudayakan. Sehingga timbulan sampah bisa diolah atau dimanfaatkan kembali. Bahkan tempat pembuangan sampah (TPA) ditata menjadi taman yang cantik. Termasuk peran masyarakat dan perusahaan telah membuahkan hasil nyata. Diantaranya taman-taman yang dibangun tanpa APBD. Kesemuanya turut memberikan kontribusi bagi keindahan dan kelestarian lingkungan.

Tim penilai yang beranggotakan 19 orang ini merupakan pakar pada bidangnya. Ir. Sarwono Kusumaatmaja selaku ketua mengapresiasi yang dilakukan Pemkab Kudus. Diharapkan ini bisa terus berlanjut agar Kudus semakin baik terutama lingkungan dan alamnya.

Penilaian adipura kencana ini mencakup semua aspek. Termasuk perekonomian. Sebagaiman yang disampaikan Dr Connie Rahakundini yang kaget dengan raihan PDRB Kabupaten Kudus yang tinggi. Sore itu dirinya mengapresiasi yang dilakukan Bupati Kudus dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dengan Gusjigang-nya. (NAP)

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Cek Penyaluran Rastra

Bupati Kudus Musthofa saat mengecek penyaluran beras sejahtera, pada Kamis (15/6/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengecek penyaluran beras untuk keluarga sejahtera (rastra). Diketahui, penyaluran rastra dilakukan secara nasional untuk mereka warga yang kurang mampu. Tidak heran jika Kabupaten Kudus mengecek pula data penerima dengan diverifikasi ulang. Tujuannya biar benar-benar tepat sasaran.

Hal ini adalah hasil raker bupati dengan seluruh camat dan kepala desa atau lurah baru-baru ini. Hasilnya ribuan data direvisi. Termasuk di antaranya warga yang sudah meninggal atau sudah meningkat kesejahteraannya.

Penyaluran rastra dimulai pada Kamis (15/6/2017) di setiap kecamatan di Kudus. Musthofa tidak ingin masyarakatnya menerima beras yang tidak layak konsumsi. Untuk itu dirinya mengecek secara langsung penyaluran rastra tersebut.

“Meski ini agak telat, tetapi saya pastikan beras ini bagus. Saya berpesan jangan dijual dan disalahgunakan,” kata Musthofa.

Diai hanya ingin seluruh masyarakat Kudus bisa merasakan Lebaran dengan bahagia. Tak terkecuali masyarakat yang berhak mendapatkan rastra ini. “Saya minta segera disalurkan semua sebelum Lebaran harus beres. Saya tidak ingin mendengar ada warga saya yang susah di hari Lebaran,” imbuhnya.

Mendekati lebaran ini tak lupa bupati berpesan agar seluruh masyarakat Kudus tetap menjaga kebersamaan. Persaudaraan dan toleransi yang sudah baik ini menjadi modal berharga bagi kemajuan bersama. (NAP)

Editor : Akrom Hazami

Pemira UMK Akan Terapkan Sistem E-voting

Pakar teknologi informasi UMK, Muhammad Arifin . (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Pada 20 Juni 2017, para mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) akan mengikuti pemilihan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang akan menahkodai roda pemerintahan mahasiswa selama setahun ke depan.

Ada yang menarik dari proses pemilihan ketua BEM UMK itu, yakni karena akan menggunakan sistem e-voting. Jika pada pemilihan ketua BEM  ini menggunakan e-voting, ini artinya untuk keli kedua sistem itu telah diterapkan di UMK.

Pakar teknologi informasi UMK, Muhammad Arifin mengatakan, kelebihan sistem e-voting, yaitu tidak bisa dimanipulasi, karena satu Nomor Induk Mahasiswa (NIM) hanya bisa dipergunakan untuk menyalurkan satu suara.

Dia menambahkan, dengan menggunakan sistem e-voting, saat melakukan pemilihan, pemilik suara (mahasiswa) tinggal meng-klik pasangan calon yang akan dipilih, kemudian memasukkan pasword yang diberikan petugas.

‘’Sebagaimana pemilu pada umumnya di Indonesia, setelah menyalurkan suaranya dalam Pemira, mahasiswa harus menyelupkan jari ke tinta, sebagai bukti (tanda) sudah menyalurkan suara dalam Pemira,’’ papar Arifin.

Arifin yang menangani teknologi informasi (IT)-nya dalam sistem e-voting Pemira UMK ini, menambahkan, kelebihan lain dari sistem ini, tim IT sendiri tidak bisa melacak atau melakukan penelusuran, siapa saja yang telah memilih (menyalurkan suara).

‘’Bahkan hasil sementara pemilihan pun tidak akan bisa diketahui, sebelum waktu pemungutan suara berakhir. Agar Pemira berjalan maksimal, kesiapan tim IT KPUM menjadi penting. Untuk itu, tim IT akan diberikan pembekalan atau pelatihan terlebih dahulu,’’ lanjut Arifin.

Ika Larasati dari Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) didampingi Syarif Haidar Budairi, mengatakan, dalam penyelenggaraan Pemira kali ini, UMK kembali mendapatkan support dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus seperti tahun sebelumnya. ‘’Salah satu bentuk dukungan KPU Kabupaten Kudus, yaitu dengan meminjamkan bilik suara untuk pemungutan suara dalam Pemira,’’ katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 Kemeriahan Peringatan Nuzulul Quran di Pendapa Pemkab Kudus

Suasana peringatan Nuzulul Quran di Pendapa Pemkab Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus mengadakan kegiatan peringatan Nuzulul Quran tahun 1438 H di pendapa kabupaten setempat, Senin (12/6/2017).

Acara ini mengambil tema ‘Dengan Hikmah Nuzulul Quran Kita Bangun Masyarakat Qurani yang Tenteram Sejahtera Lahir dan Batin’. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Kudus Musthofa bersama seluruh forkopinda dan tokoh agama.

Musthofa dalam kesempatan itu menuturkan agar umat Islam di Kudus, tetap memegang Alquran adalah sebagai tuntunan. Baik dalam kehidupan sebagai mahluk pribadi maupun dalam kehidupan sebagai mahluk sosial.

“Berkumpul dengan orang saleh, membaca Alquran serta selalu berdzikir, sudah pasti itu merupakan teladan yang baik,” pesan Musthofa.

Di akhir sambutan, bupati kembali mengingatkan pentingnya toleransi dan sikap saling menghormati. Terutama di bulan suci Ramadan ini. Karena bangsa kita persatuan untuk kemajuan bersama.

Prof Dr Ahmad Rofiq, MA Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Semarang sebagai pembicara mengatakan kekuatan bangsa ini terletak pada empat hal. Yakni ilmunya ulama, adilnya umara, dermawannya orang kaya, serta doanya orang fakir.

“Pak bupati ini selain selalu berusaha berihtiar untuk adil, juga punya kekuatan untuk mengambil kebijakan bagi kepentingan rakyat,” kata Guru Besar yang juga Wakil Ketua MUI Jateng ini.

Editor : Akrom Hazami

Raih Hibah, FKIP UMK Adakan Workshop Lesson Study

Narasumber Sumar Hendayana, Ph.D saat menyampaikan keterangannya di Ruang Seminar lantai II, Gedung Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK, mulai Kamis-Sabtu (8-10/6/2017). (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan acara Sosialisasi dan Workshop Lesson Study dengan tema, “Lesson Study for Learning Community dan Penyusunan Lesson Design and Teaching Material,” dengan menghadirkan Narasumber Sumar Hendayana, Ph.D  di Ruang Seminar lantai II, Gedung Pascasarjana Universitas Muria Kudus (UMK, mulai Kamis-Sabtu (8-10/6/2017).

Acara Workshop ini terselenggara berkat keberhasilan FKIP UMK memenangkan Hibah Lesson Study dari Kemenristekdikti tahun 2017. Dari 70 PTN/ PTS yang mengajukan proposal hibah Lesson Study. Hanya 15 proposal yang diterima, dan FKIP UMK termasuk bagian dari pihak yang berhasil memenangkannya.

Sumar Hendayana, Ph.D yang merupakan alumnus Clarkson University, New York, USA membawakan materi berjudul, Peningkatan Mutu Pembelajaran di Perguruan Tinggi melalui Lesso Study For Learning Community (LSLC). Acara ini utamanya diikuti oleh hampir semua dosen FKIP UMK. Selain itu ada beberapa dosen Fakultas Teknik UMK, dan perwakilan undangan dari beberapa guru. Total peserta sekitar 80 orang.

“Pelaksanaan hibah Sosialisasi dan Workshop Lesson Study ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di perguruan tinggi, kalau pembelajaran membaik, maka mutu mahasiswa akan meningkat, sehingga nantinya akan berdampak positif bagi mutu universitas.” kata Sumar yang juga merupakan Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jawa Barat.

Selain itu ada juga ada berbagi Ppngalaman implementasi Lesson Study  yang pernah dilakukan oleh Ibu Yuni Ratnasari, M.Pd. (Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UMK), dan Ibu Rokhis Setiawati, M.Pd. (guru Ekonomi SMA N 1 Bae Kudus).

“Dengan Lesson Study dan  Lesson Design, Pembelajaran tentang Materi Ekonomi akuntansi dengan fokus Koperasi pada Kelas X IPS S yang saya lakukan dulu pada 18 April lalu atas bimbingan Bapak Sumar Hendayana. Alhamdulillah berjalan baik, pembelajaran lebih menarik, antusiasme dan mutu pembelajaran siswa meningkat. Selain pembelajaran di kelas, siswa juga saya ajak ke koperasi sekolah, sehingga siswa lebih tahu lebih jelas tentang materi koperasi, karena materi sangat kontekstual,” tutur Rokhis saat berbagi pengalaman di depan peserta.

Sharing yang kedua disampaikan oleh Yuni Ratnasari, M.Pd., yang telah melakukan Lesson Study hasil dari hibab Ibm Pendampingan Lesson Study KKG Sekolah Dasar Berbasis Budaya Lokal Juwana. “Pengalaman saya melakukan Lesson Study dengan saya sebagai guru model dan guru SD di Juwana Pati sebagai guru model tentang pembelajaran Lesson Study berbasis budaya lokal pati menjadikan kelas lebih hidup,” katanya.

Tahapnya di antaranya Perencanaan, Pelaksanan dan Refleksi. Ketiga siswa diberi tugas kelompok, hasilnya siswa bisa bekerja sama dan aktif. Siswa berani menjawab ketika ditanya siswa lainnya. Ketika open class dan banyak orang masuk, siswa tidak merasa terpengaruh dan tidak terganggu, malah siswa lebih semangat dan hasil pembelajaran meningkat dan lebih bermakna.

“Kegiatan hibah ini ada beberapa kegiatan, pertama Sosialisasi dan Workshop Lesson Study, nanti semester gasal ada open class yang dilakukan di tiga prodi di FKIP yaitu Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Bimbingan dan Konseling (BK), dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan mata kuliah yang sudah ditentukan. Setelah itu diakhir kegiatan, ada acara seminar hasil,” tutur Dr Sri Utaminingsih, M.Pd. selaku ketua Tim LSLC UMK.

Ketua panitia workshop Drs Muh Syafei mengatakan workshop ini adalah hibah yang diterima UMK dari Dikti. “Alhamdulillas lolos dan dibiayai Dikti. Workshop ini adalah bagian awal pelaksanaan hibah. Tujuan kegiatan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengajaran dan pembelajaran dosen sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Syafei.

Sementara itu, Dr Murtono, M.Pd selaku Wakil Rektor Bidang I UMK mengatakandalam acara workshop ini pihaknya berharap narasumber memberi kiat-kiat praktis sehingga peserta terupgrade kembali untuk menjadi pengajar yang professional tanpa meninggalkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

Buka Puasa Bareng, Sri Hartini dan Abdul Wachid Bagi-bagi Speaker Masjid

Anggota DPR RI Abdul Wachid dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sri Hartini memberikan bantuan alat pengeras suara kepada pengurus masjid dan musala di Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPR RI Abdul Wachid dan Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, Sabtu (3/6/2017) petang menggelar buka puasa bersama kader Gerindra dan warga Kudus.

Kegiatan buka puasa bersama dilakukan di kediaman Sri Hartini, di Jalan Suryo Kusumo VI, Nomor 99, Desa Jepang, Mejobo, Kudus. Ratusan orang hadir dalam kegiatan yang digelar di hari kedelapan Ramadan tersebut.

Abdul Wachid dan Sri Hartini keduanya menjadi jago Partai Gerindra dalam Pilkada serentak 2018 mendatang. Abdul Wachid dijagokan sebagai bakal calon gubernur Jawa Tengah, sementara Sri Hartini akan diusung sebagai bakal calon bupati Kudus.

Kegiatan ini dihadiri 250 orang, yang terdiri dari kader Partai Gerindra, masyarakat dan sejumlah tamu undangan lainnya.

“Buka puasa ini kami isi dengan dialog untuk menguatkan jalinan silaturahmi antarkader dan juga masyarakat,” kata Wachid yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jateng tersebut.

Dalam dialog tersebut, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat. Mulai dari kondisi saat ini di Kudus dan Jawa Tengah, harapan ke depan dan berbagai program dan usulan yang disampaikan kepada dua legislator tersebut.

Sementara Sri Hartini menyatakan silaturahmi adalah hal yang utama. Dari silaturahmi menurutnya, berbagai masalah ataupun persoalan bisa dicarikan solusi dan dipecahkan secara bersama.

Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid dan Sri Hartini juga memberikan bantuan seperangkat alat pengeras suara untuk masjid dan musala di Kabupaten Kudus. Pemberian bantuan disampaikan langsung kepada para pengurus masjid dan musala.

Editor : Ali Muntoha

Mahasiswa UMK Rancang Alat Pengering Ikan Asin Tenaga Angin

Pemasangan rangkaian elektronik yakni merancang automatic fish dryer. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Terinspirasi membantu meningkatkan produktivitas nelayan Kabupaten Pati, khususnya di Dukuhseti, yang banyak warganya jadi nelayan dan memproduksi ikan asin, empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) merancang alat pengering ikan (automatic fish dryer) dengan menggunakan tenaga angin.

Keempat mahasiswa itu adalah Ahmad Edi Waluyo dan M Imha Ainun Najib (Prodi Teknik Informatika), Erna Mutiasari (Prodi Agroteknologi) dan Miftahul Inayah (Prodi Akuntansi) dengan Rina Fiati ST. MCs. sebagai dosen pembimbing.

‘’Di daerah pesisir Kabupaten Pati, banyak nelayan yang juga memproduksi ikan asin. Namun proses produksinya masih konvensional, yakni dijemur di bawah terik matahari,’’ ujar salah satu dari mereka, Edi Waluyo.

Edi dan teman-temannya tersebut melihat, proses pengeringan secara konvensional ini memakan waktu lama. ‘’Proses pengeringan ikan asin dengan cara konvensional, bisa memakan waktu dua hari,’’ paparnya.

Untuk itulah, dia dan teman-temannya pun melakukan observasi dan kajian, yang akhirnya muncul ide membuat automatic fish dryer dengan menggunakan tenaga angin. Mesin automatic fish dryer rancangan mahasiswa UMK ini memiliki tinggi mesin 120 cm dan lebar 40 cm, dengan kapasitas 3 rak atau sekitar 3 kg.

Menurut keterangan Edi dan teman-temannya, mesin rancangannya itu memiliki keunggulan untuk proses produksi ikan asin bagi para nelayan, karena waktu pengeringan yang dibutuhkan jadi lebih singkat. ‘’Hanya butuh waktu sekitar 6 jam saja,’’ ungkapnya.

Mengenai energi angin yang dipergunakan, jelasnya, karena di daerah pesisir itu kaya energi angin, yang bisa dimanfaatkan untuk energi listriknya, sehingga bisa hemat. ‘’Keunggulan lain automatic fish dryer dengan menggunakan tenaga angin ini, yaitu tidak terpatok pada cuaca. ‘’Dengan mesin ini, musim hujan pun nelayan bisa memproduksi ikan asin,’’ paparnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tanggap Bencana, NU Kerja Sama dengan Australia

Rombongan Tim Monev Lembaga penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pusat melakukan kegiatan di Kudus, di pendapa kabupaten setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Rombongan Tim Monev Lembaga penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Pusat melakukan kegiatan di Kudus, di pendapa kabupaten setempat, beberapa hari lalu.

Mereka bersama Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) dan Departement Of Foreigh Affairs and Trade (DFAT) perwakilan Dubes Australia disambut Sekda Kabupaten Kudus Nor Yasin.

Ketua LPBI NU pusat M Ali yusuf mengatakan Kudus dipilih karena berdasarkan data dari BNPB Jawa Tengah, termasuk tiga besar rawan bencana se-Indonesia.

“Kesiapsiagaan bencana tidak hanya relawan, namun lebih penting dari masyarakat. Karena yang mengenal daerahnya dan kali pertama terdampak. Ke depan, kami akan memberi pengerahan dan pelatihan tanggap bencana sejak dini kepada masyarakat,” kata Ali dalam rilis persnya. 

Dia menjelaskan,  program kesiapsiagaan dari LPBI NU ini,  sudah berjalan sejak 2016. Juga bekerja sama dengan pemerintah Australia melalui DFAT. 

Selain itu ada rencana membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Forum ini sebagai wadah kordinasi antar lembaga,  ormas, relawan, pemerintah daerah dan dunia usaha. Tujuannya, agar bantuan disalurkan nantinya tidak saling tumpuk dan pembagian tugas lebih jelas. 

Dari Kedutaan Australia Piter Edward mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB)  yang memiliki kewenangan terhadap tanggap bencana di Indonesia.

“Memang lembaga yang bergerak di bidang siaga bencana di Indonesia banyak. Mereka juga luar biasa,  sebab relawannya siap terjun ke medan terberat sekalipun,” terangnya. 

Sementara itu Ketua LPBI NU Kabupaten Kudus Gufron mengatakan, jumlah anggotanya ada 79 orang,  tapi yang telah mengikuti pelatihan tanggap bencana sekitar 25 anggota.

Mereka di latih segala hal yang berkaitan dengan kebencanaan, “Monitoring evaluasi ini,  sungguh bermanfaat.  Kami mendapatkan masukan dari pusat yang harus diperbaiki di daerah,” jelasnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Ribuan Warga Kudus Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila

Bupati Kudus Musthofa berbaur bersama usai upacara Hari Lahir Pancasila di alun-alun setempat, Kamis. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan warga Kabupaten Kudus mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (1/6/2017). Kegiatan upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Kudus Musthofa.

Dalam amanatnya, Musthofa membacakan amanat Presiden RI Jokowi. Dikatakannya bahwa upacara yang digelar kali pertama ini adalah untuk lebih mendalami, memahami, bahkan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila merupakan hasil satu kesatuan proses dari founding fathers, ulama, dan pejuang kemerdekaan untuk menyatukan bangsa,” kata Musthofa.

Hal itu disampaikannya di hadapan pelajar, ormas, pegawai, serta berbagai unsur lain. Keberagaman yang ada di Indonesia adalah sebuah takdir. Namun dengan Bhinneka Tunggal Ika, semua dapat dipersatukan dari berbagai suku, agama, agama, dan berbagai golongan yang ada.  “Kebhinnekaan yang tengah diuji ini kita harus kuat dan tetap bersatu menuju bangsa yang adil dan makmur di tengah kemajemukan,” ucapnya.

Seusai upacara, bupati membaur bersama seluruh tokoh agama yang ada di Kudus. Ini merupakan sebuah bukti bahwa di Kudus menjunjung toleransi yang tinggi.  “Inilah toleransi di Kudus sebagai wujud pengamalan Pancasila. Kudus replikanya Indonesia dalam keberagaman yang tetap penuh persaudaraan,” ujar bupati.

Editor : Akrom Hazami

 

Angkat Bordir di Level Nasional, Dinas Perdagangan Kudus Ambil Bagian di Even Ramadan Runway 2018

Desainer kondang Ivan Gunawan ikut mempromosikan produk UMKM Kudus. (Dinas Perdagangan Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Perdagangan tidak ingin setengah-setengah dalam mempopulerkan produk-produk perdagangan di wilayah kerjanya. Salah satunya dalam mengangkat produk konveksi bordir yang saat ini sangat marak di Kudus.

Selain menggelar serangkaian pameran atau ekspo, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus juga mengikutsertakan produk dari para pelaku usaha bordir dalam berbagai pameran di level nasional. Inilah yang mendasari Dinas Perdagangan untuk ambil bagian dalam even bergengsi Ramadan Runway 2018 yang berlangsung di Mall Kota Kasablanka Jakarta, pada 1 Juni sampai 2 Juli mendatang.

Dalam even ini, Dinas Perdagangan Kudus menyewa satu stand yang diisi berbagai produk bordir dari para pelaku usaha di Kudus. Even yang diselenggarakan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DKI Jakarta tersebut menghadirkan 78 label busana muslim.

”Ramadan Runway merupakan even tahunan yang salah satunya bertujuan  untuk memperkenalkan busana lokal. Apalagi, kami juga memiliki kerja sama dengan Rudy Chandra yang merupakan Ketua APPMI DKI Jakarta,” kata Sudiharti, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.

Selain arena bazar produk busana, Ramadan Runway 2018 ini juga dimeriahkan sederet desainer papan atas Tanah Air. Sebut saja Ivan Gunawan, Rani Hatta, Nita Seno Adji, Harry Ibrahim, Rudy Chandra, dan Okky Setiana Dewi. Mereka menampilkan koleksi terbaiknya yang bertema Ramadan.

”Kami yakin, dengan mengikuti even-even seperti ini, maka produk-produk lokal Kudus semakin dikenal dan ini juga tentu saja memberikan efek positif dalam peningkatan usahanya. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bapak Bupati Musthofa untuk menjadikan warga Kudus semakin sejahtera,” ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus juga sudah beberapa kali menjalin kerja sama dengan Ivan Gunawan. Bersama 3 desainer APPMI DKI Jakarta, Ivan Gunawan menggelar fashion show sepakat mengusung kekhasan bordir Kudus dalam busana bertemakan ‘Savana Muria’. Ivan Gunawan juga sempat hadir pada beberapa pameran perdagangan Kudus yang berlangsung pada akhir 2016 lalu. 

Editor : Akrom Hazami

 

3 Penghargaan Bergengsi Diraih Kudus dalam TOP BUMD

Bupati Kudus Musthofa dan jajarannya menunjukkan penghargaan yang diterimanya. (PDAM Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar gembira untuk warga Kabupaten Kudus. Sebab, kotanya meraih penghargaan prestasi bertaraf nasional dalam TOP BUMD, 2017. Tak tanggung-tanggung, ada tiga kategori disabetnya. 

Yakni Bupati Kudus Musthofa terpilih sebagai Top Pembina BUMD terbaik 2017, PDAM Kudus sebagai TOP BUMD 2017 dan Akhmadi Safa sebagai Top CEO/Direktur BUMD terbaik se-Indonesia pada acara Top BUMD 2017 “Great BUMD: The Key to Accelerate Economic Growth”, di Balai Kartini Jakarta, beberapa waktu lalu.

“TOP BUMD merupakan kegiatan award sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada BUMD, CEO BUMD, dan Pembina BUMD (Kepala Daerah), yang dinilai berprestasi/berkinerja yang baik, banyak melakukan improvement, serta berkontribusi tinggi dalam perekonomian daerah”, kata Prof Dr Laode M Kamaludin Ketua Dewan juri TOP BUMD 2017 dihadapan Ketua DPD RI Oesman Sapta Oedang, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan tamu undangan dalam acara tersebut.

Menurutnya, para pemenang diseleksi dari 2.000 BUMD se-Indonesia. Selanjutnya terseleksi menjadi 200 finalis dari beberapa kategori bidang usaha BUMD tersebut.
Bupati Musthofa terus mendorong jajarannya untuk berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Prestasi ini bukan akhir sebuah capaian, tetapi pemacu semangat untuk lebih inovatif.

“Kami tidak menganggap apresiasi ini sebuah titik akhir, tetapi ini sebuah perjalanan inovasi dan ikhtiar kami bersama direksi serta pegawai PDAM untuk masyarakat Kudus”, kata Musthofa.

Menurutnya, hasil ini bukan capaian bupati seorang diri, namun ini adalah hasil kerja keras direksi dan seluruh jajaran PDAM sebagai salah BUMD. 

Akhmadi Direktur PDAM Kudus mengatakan apresiasi ini tidak lepas dari dukungan, gagasan dan motivasi yang luar biasa dari bupati kepada PDAM Kudus untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanannya, “Kami bersyukur, terasa lengkap karena Kudus mendapat 3 penghargaan dalam satu even penilaian,” ucapnya.

Pihaknya mengucapkan selamat untuk bupati, semua jajaran PDAM Kudus, para stakeholder dan masyarakat atas capaian ini. “Tetapi apresiasi bukan titik perjalanan kami, kami akan terus bergerak untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan” kata Akhmadi.

Editor : Akrom Hazami

Pesan Penting Bupati Kudus kepada Bidan yang Terima SK CPNS

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan pesan kepada bidan yang menerima SK CPNS. ((ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa meminta para bidan agar bisa menjadi contoh hidup yang sehat di masyarakat. Hal ini disampaikannya ketika menyerahkan SK CPNS untuk 110 bidan yang berasal dari PTT.

Acara dilangsungkan di halaman pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (30/5/2017) yang dirangkai dengan apel pagi. Dengan dihadiri pejabat dan pegawai di lingkungan Kantor Bupati Kudus.

Dalam amanatnya, Musthofa juga berpesan agar para bidan bisa ringan tangan membantu tetangga dan saudaranya yang membutuhkan. Apalagi terkait dengan kesehatan yang merupakan disiplin ilmunya. “Jangan merasa kalau sudah PNS merasa lebih dari yang lain. Tetapi harus bisa mengabdi bagi masyarakat,” pesan Musthofa.

Terkait dengan peningkatan jenjang karir, bupati sangat terbuka memberikan kesempatan bagi yang mau untuk menunjukkan kinerja yang terbaik. Dirinya akan objektif memberikan penilaian bagi seluruh pegawainya.

“Jangan merasa nyaman dengan posisi sekarang. Tetapi ini adalah titik awal kalian menggapai sukses yang lebih di masa mendatang,” lanjutnya.

Editor : Akrom Hazami

Rutan Kudus Dapat Giliran Pertama Tarawih Keliling Kakanwil Kemenkumham Jateng

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah Bambang Sumardiono mengikuti tarawih perdana di Rutan Kelas IIB Kudus, Jumat (26/5/ 2017) malam. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah Bambang Sumardiono mengikuti tarawih perdana di Rutan Kelas IIB Kudus, Jumat (26/5/ 2017) malam.

Bambang mengatakan, kegiatandiikuti 113 tahanan dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). “Jumlah hari ini 195 orang Tahanan dan WBP di Rutan Kelas IIB Kudus,” katanya dalam rilis persnya.

Bambang dalam tausiahnya menyampaikan bahwa di bulan suci Ramadan 1438H ini, dia mengajak kepada seluruh pegawai, tahanan dan WBP di Rutan Kelas IIB Kudus t meningkatkan keimanan dan ketakwaan. “Terutama  di bulan Ramadan, bulan yang penuh rahmat dan barakoh ini,” pungkasnya.
Editor : Akrom Hazam

 

Pentas Kolosal Visualisasi Tradisi Dandangan Kudus Diadakan Besok

Peserta kirab Dandangan saat beraksi pada tahun lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan menyelenggarakan pentas kolosal visualisasi Dandangan di kota setempat, Jumat ((26/5/2017). Perhelatan itu merupakan bagian dari kegiatan Dandangan, tahun ini. Tema yang diusung Menggali Tradisi, Meneguhkan Kudus Religius. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto mengatakan, persiapan pentas kolosal visualisasi Dandangan sudah matang dilakukan. Sesuai jadwal, kegiatan itu akan diadakan pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB.”Bukan kirab, tapi pentas kolosal visualisasi tradisi Dandangan,” kata Yuli kepada MuriaNewsCom, Kamis (25/5/2017).

Menurutnya, pentas kolosal melibatkan sekitar 100 talen dari sejumlah sanggar tari di Kudus. Visualisasi menggambarkan kondisi Kudus tempo dulu. Mulai dari kebiasaan masyarakat hingga cerita tentang awal puasa yang diumumkan Kanjeng Sunan Kudus.

Selain pentas kolosal, lanjut Yuli, ada juga penampilan grup rebana yang melibatkan 200 personel dari berbagai kelompok rebana di Kudus. Di akhir pementasan, akan ada aksi rampak bedug. “Ada 9 bedug yngg akan dipukul bupati dan jajaran forkopinda, dan dilanjutkan oleh pemain rampak bedug.” terangnya.

Penyelenggaraan visualisasi Dandangan yang digelar Pemkab Kudus melalui Disbudpar ini, diadakan sejak 2008. Dia melanjutkan beberapa hal terkait penyelenggaraan Dandangan tahun ini.
Pada tahun ini, jumlah UKM yang meramaikan Dandangan sekitar 21 kabupaten dan kota se-Jateng. Tradisi Dandangan sendiri diperkirakan ada sejak 400 tahun yang lalu.

Editor : Akrom Hazami

UMK – Perum Jamkrindo Resmi Jalin Kerja Sama

Kerja sama antara UMK dan Perum Jamkrindo di Jakarta, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) dan Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), resmi menjalin kerja sama. Itu ditandai dengan ditandatanganinya naskah kerja sama di Kantor Perum Jamkrindo, Jakarta, baru-baru ini.

Rektor UMK, Dr Suparnyo hadir langsung di Jakarta ditemani Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Dr. Subarkah untuk melakukan penandatangan kerja sama dalam bidang pendataan dan pemeringkatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

‘’Selain dengan UMK, kerja sama juga dilakukan Perum Jamkrindo dengan perguruan tinggi, yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Negeri Jember (Unej), dan Univesitas Sumatera Utara (USU),’’ ujar Suparnyo, Selasa (23/5/2017) di rilis persnya..

Dalam penandatanganan kerja sama dengan UMK dan universitas lain di Jakarta itu, Perum Jamkrindo dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut), Diding S Anwar, disaksikan antara lain Direktur Keuangan Investasi dan Rrsiko Rusdono Banu, Direktur Bisnis Penjaminan Bhakti Prasetyo, Direktur Operasional dan Jaringan R. Sophia Alizsa, dan Ketua Dewan Pengawas Perum Jamkrindo, Braman Setyo.

Dia pun menyambut baik kerja sama dengan Perum Jamkrindo, karena memiliki tujuan positif dalam mendorong peningkatan UMKM, melalui layanan konsultasi manajemen, pendampingan serta pemeringkatan yang dilakukan.

‘’Sebagai mitra resmi Perum Jamkrindo setelah dilakukan penandatanganan MoU, kami akan bekerja semaksimal mungkin dalam membantu pendataan yang pada gilirannya untuk Tayang Publik Pemeringkatan UMKM,’’ katanya.

Subarkah menambahkan, kerja sama antara UMK dengan Perum Jamkrindo ini terjalin, setelah sebelumnya pihak Perum Jamkrindo melakukan kunjungan ke kampus UMK sekitar awal Mei lalu.

‘’Alhamdulillah, proses persiapan kerja sama dengan Perum Jamkrindo berjalan lancar, sehingga sekitar pertengahan Mei kemarin sudah dilakukan penandatanganan kerja sama secara resmi,’’ tuturnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Aneh, Mobil di Blora Hampir Masuk Jurang Gara-gara Penumpang Misterius

Warga melihat mobil yang nyasar di Desa Kemiri, Jepon, Blora. ((ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Pengalaman misteri dirasakan Andung Panji Tisna warga Tambaksari, Kecamatan Kota, Blora. Tepatnya saat mobilnya nyasar di Desa Kemiri, Kecamatan Jepon, Blora.

Andung merupakan sopir mobil Toyota Kijang warna biru K 9085 CE. Saat itu Andung mengantar empat orang ke rumah kakek mereka di Desa Kemiri. Perjalannya sampai di lokasi Minggu (21/5/2017)malam.

Andung di hadapan polisi mengaku, dia dapat orderan mengantarkan warga dari Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur ke Blora. Pada Minggu malam, Andung berhasil sampai ke Desa Kemiri. Para penumpang berjumlah empat orang turun ke rumah kakek.

Sedangkan Andung menunggu di depan rumah kakek mereka. Karena mereka belum bayar. Begitu azan subuh berkumandang, Andung tersadar jika tidak berdiri di depan rumah, melainkan di dekat pohon mangga. Ternyata rumah itu tak ada. Mobilnya juga hampir ke jurang.

Kapolsek Jepon, AKP Joko Priyono, Selasa (23/5/2017) mengatakan,  sementara keterangan dari sang sopir yang didapatkan tidak ada unsur mengada-ada. Meskipun saat ditanyai masih dalam keadaan bingung, karena syok. “Bukan karena efek minuman keras, karena kondisi sopir juga normal, juga tidak tercium aroma miras dari bau mulut sopir,” tegas dia.

Editor : Akrom Hazami

Grup Rebana Alhihu Kudus Siap Luncurkan Album

Anggota Alhihu saat foto bersama. (ISTIMEWA

MuriaNewsCom, Kudus – Alhihu adalah sebuah grup terbangan atau rebana yang bermarkas di Masjid Jumutan, Jalan Sunan Kudus, Gang Jumutan, Desa Demangan, Kota Kudus.

Sebenarnya Alhihu adalah sebuah nama julukan, makna ”Hi” singkatan dari kata ”Lillahi” artinya kepada Allah SWT, sedangkan makna ”Hu” singkatan dari kata ”Huwa Allahu” artinya wahai Allah SWT, sedangkan makna ”Al” di depan ialah sebagai ”Al” ma’rifat, yaitu sebagai perenungan tentang apa-apa yang dikerjakan itu harus kembali kepada Allah SWT.

Lebih sederhananya makna Alhihu itu adalah bertafakur. Adapun nama aslinya sebetulnya ialah Jam’iyyah Qashidah Tuhfatul Banin, akan tetapi memang sudah terlanjur populer dengan nama Alhihu.

Iim Alhihu, salah satu anggota grup mengatakan, berbekal alat hadrah atau rebana yang berasal dari swadaya masyarakat sejak tahun 1999 sampai saat ini, grup Alhihu dalam bersholawat masih menggunakan tradisional.

“Terlebih lagi untuk melanjutkan apa yang menjadi kebiasaan simbah KH Ma’ruf Asnawi, Alhihu selalu mengawali di setiap penampilannya dengan membaca dua kalimat syahadat, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul,” katanya.           

Dia menerangkan, grup ini mempunyai personel yang mempunyai latar belakang beragam latar belakang. Mulai dari pedagang Pasar Kliwon, guru, mahasiswa, industri kreatif, praktisi akademik, pegawai hingga seorang ustaz.

Anggota Alhihu saat foto bersama. (ISTIMEWA

 

Karena memang berkumpulnya menjadi sebuah grup bermula dari usia anak, lebih tepatnya ketika semua masih duduk di bangku SD. Tidak heran jika Alhihu juga menjadi simbol kebersamaan dalam setiap frase kehidupan bagi para personelnya.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Alhihu yaitu setiap Kamis malam berupa pembacaan sejarah Rasulullah dalam kitab Albarzanji, atau dalam istilah Jawa disebut ”berjanjenan”. Selain itu juga melayani masyarakat luas menghibur dengan kesenian hadrah, bagi warga yang mempunyai hajat, seperti acara pernikahan, khitanan, pengajian, dan lainnya.

Koleksi trofi Alhihu juga sudah banyak menghiasi lemari etalase, baik yang tingkat provinsi bahkan hingga tingkat kecamatan sekalipun. Adapun yang berupa karya ada tiga album video, merupakan hasil dari dokumentasi even besar yang telah diadakan Alhihu, pada tahun 2013 dengan judul ”sebuah nama sebuah kisah”.

Momen itu berhasil mendatangkan vokalis dari Langitan yaitu Ridwan Ashfi, tema  ”Harmoni Sholawat” tahun 2014 mengundang satu grup Hadrah Albanjari dari Surabaya yaitu Syauqul Habib.

Di tahun 2015 bertajuk ”Ayah Sejagat” menghadirkan vokalis kondang internasional yaitu Mas Yani & Mas Rofiq. Sedangkan album yang bertipe audio, sekarang dikumpulkan dalam album MP3 kompilasi Alhihu, berisikan tiga album. Kesemuanya merupakan album live recording.

Kebahagiaan keluarga Alhihu di tahun 2016 sangatlah berkesan, karena hampir sepuluh orang anggota melaksanakan pernikahan. Oleh karena itu di tahun 2017 momen tersebut akan diabadikan dalam sebuah album resmi yang akan dirilis di pertengahan tahun 2017.

Berisikan delapan lagu, tentunya dengan kemasan berbeda dari grup Hadrah yang telah ada. “Karena Alhihu memang mempunyai ciri khas tersendiri dalam memainkan nada dan memainkan alat hadrah,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Warga Purworejo Kudus Tanam Kebun Gizi

Warga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam di Desa Purworejo, Bae, Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Purworejo, Bae, Kudus, mulai memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam berbagai jenis sayuran. Rencananya aneka sayuran akan ditanam dalam media polybag seperti cabai, tomat, sawi, terong dan berbagai jenis sayuran lainya.

Melalui wadah Ketahanan Rumah Lingkungan Lestari yang dibentuk oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat, kelompok ibu ini, diajarkan untuk peduli ketahanan pangan di lingkungan rumah.

Kegiatan yang diawali dengan penyemaian bibit tersebut dihadiri oleh pejabat desa, tokoh masyarakat dan babinsa setempat membuat kegiatan bertambah hikmat.

Jazri, Sekdes Purworejo, menyampaikan pentingnya ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

“Nantinya tanaman sayur-sayuran ini selain bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, juga diharapkan bisa saling berbagi kepada tetangga dan masyarakat Desa Purworejo.

Taufiq Inisiator KRPL Desa Purworejo relawan inspirasi Rumah Zakat ini berharap setelah di bagikannya bibit dan media tanam polybag ke masing-masing warga.

Editor : Akrom Hazami

 

Fasbuk Membedah Berita Hoax dengan Cerdas dari Sudut Kampus UMK  

Suasana diskusi di sela-sela kegiatan yang diadakan Fasbuk bertemakan Hoax, Hoex Hoam di UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Memberantas hoax atau kabar palsu saat ini, sangat sulit. Itu tak lepas dari minat masyarakat mengonsumsi berita palsu tersebut.

Demikian disampaikan salah satu narasumber dari Redaktur Budaya MuriaNewsCom, Akrom Hazami, saat kegiatan diskusi Hoax Hoex Hoam. Judul tema yang diangkat Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) itu menghangat saat kegiatan yang digelar di Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (20/5/2017) malam.

“Masyarakat rupanya sangat minat dengan berita palsu atau hoax yang ada. Diam-diam, mereka terus mencari berita hoax. Itulah di antara hal yang memicu hoax tumbuh subur. Meski itu meresahkan,” kata Akrom.

Menurutnya, berita palsu itu tak akan menyebar jika warga sadar kalau itu tak benar. Ironisnya, warga korban berita hoax justru ikut menyebarkan. Kondisi yang massif itulah yang membuat berita palsu menjamur.

Mohammad Noor Ahsin, narasumber lain yang merupakan dosen Program Studi PBSI UMK, mengatakan, hoax amat berbahaya. “Hendaknya masyarakat kini, lebih jeli, bisa membedakan mana berita palsu dan yang tidak. Di antaranya adalah mencari berita itu di media lain. Jika tak ada, itu mengindikasikan berita palsu,” ujarnya.

Kegiatan Fasbuk edisi bulan Mei 2017 itu menghadirkan beberapa mahasiswa dari UMK, STAIN Kudus dan STIKES Muhammadiyah. Mereka membacakan puisi karya mereka.

Editor : Akrom Hazami

Berbagai Elemen Dukung Penguatan Kudus jadi Kota Santri

Suasana diskusi publik yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus bekerja sama dengan STAIN Kudus dan PC Fatayat NU Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Para tokoh dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kudus, mendukung penguatan Kabupaten Kudus sebagai Kota Santri. Dukungan itu mengemuka dalam diskusi publik yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kudus bekerja sama dengan STAIN Kudus dan PC Fatayat NU Kudus.

Diskusi itu dihadiri antara lain KH Hamdani Ketua Majelis Ulama Indonesia/ MUI Kudus, H Abdul Hadi Ketua PCNU Kudus, H A Hilal Majdi Ketua PD Muhammadiyah, Akhwan Sukandar DPRD Jateng, Sri Hartini DPRD Jateng, Ilwani (DPRD Kudus), Ulwan Hakim DPRD Kudus, Umar Ali pengusaha, dan Saekan Muchit STAIN Kudus.

Penanggung jawab kegiatan Kisbiyanto, Kudus merupakan kabupaten dengan beragam julukan yang melekat. Mulai dari sebutan Kota Wali karena keberadaan dua makam anggota Walisongo, yaitu Sunan Kudus dan Sunan Muria, hingga Kota Jenang.

‘’Kudus itu unik. Satu kabupaten yang menyandang banyak julukan. Selain dikenal sebagai Kota Wali dan Kota Jenang, juga dikenal dengan Kota Santri, Kudus Kretek, Kota Dagang, dan lainnya,’’ katanya.

Akan tetapi dalam pertemuan dengan tokoh lintas sektoral itu, lebih menekankan Kudus sebagai Kota Santri. Menurut Kisbiyanto, Santri merujuk pada religiousitas dan berbasis pada nilai-nilai keagamaan.

‘’Religiousitas dan nilai-nilai keagamaan ini, termasuk ciri menonjol hingga Kabupaten Kudus menyandang predikat Kota Santri. Kudus jadi jujugan para generasi muda untuk memperdalam agama, dengan banyaknya pesantren yang berdiri. Sehingga predikat Kudus Kota Santri menjadi penguat atas berbagai predikat lain yang melekat,’’ paparnya

Editor : Akrom Hazami

Fasbuk Angkat Tentang Hoax di UMK

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation, bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya.

Kali ini menampilkan pertunjukan kolaborasi antara musik tradisi dan modern, serta diskusi dengan menghadirkan tema “Hoax Hoex Hoam” di lapangan basket Universitas Muria Kudus (UMK), kampus Gondangmanis Bae, Kudus, Sabtu, (20/5/ 2017) pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, Hoax Hoex Hoam adalah judul tema yang diangkat Fasbuk pada edisi bulan Mei 2017. “Pertunjukan kali ini menghadirkan beberapa mahasiswa dari UMK, STAIN Kudus dan STIKES Muhammadiyah,” kata Arfin dalam rilis persnya.

Mereka akan membacakan puisi-puisi karya sendiri. Pengangkatan tema itu, tak lepas dari berita dan diperbincangkan secara tidak nyata. Banyaknya berita hoax seringkali membuat perselisihan bahkan pemicu perpecahan, karena sulit untuk membedakan berita benar atau berita palsu yang begitu bebasnya sekarang.

Ditambah lagi berita itu beredar di media sosial, serta minimnya pengetahuan orang tentang pemberitaan. Akrom Hazami, Redaktur Budaya MuriaNewsCom dan Mohammad Noor Ahsin, dosen di Progam Studi PBSI UMK akan mengulas tentang hoax, dari sudut pandang yang berbeda secara mendalam dalam sesi diskusi di sela-sela pertunjukan.

Fasbuk sendiri adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinyu untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya, sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut di gelar di berbagai tempat kantung budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

Pelajar NU Jateng Akan Gelar Rakerwil 1 di Kudus

Panitia mengadakan kegiatan persiapan Rakwerwil 1 di Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Pelajar Nahdlatul Ulama Jateng akan menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah 1 (Rakerwil) di Kabupaten Kudus pada 24 – 25 Mei 2017. Rencana, akan melibatkan 400 kader militan IPNU IPPNU yang berasal dari 36 cabang kabupaten dan kota se-Jawa tengah.

Gedung SMA dan SMP NU Al – Ma’ruf terpilih menjadi tempat pelaksana Rakerwil yang akan dihadiri oleh beberapa tokoh NU Jateng. Seperti KH Ubaidillah Shodaqoh Rois Syuriah NU Jateng, H Abu Hapsin Umar Ketua Tanfidziyah NU Jateng, KH Ulil Albab Arwani Rois Syuriah PCNU Kudus, KH Ma’shum AK Syuriah PC NU Kudus,  H Abdul Hadi M Ketua Tanfidziyah PC NU Kudus.

Abu Hasan kordinator acara, mengatakan, selain merencanakan program kerja tiga tahun ke depan, Rakerwil yang diselenggarakan di Kudus juga diharapakan menjadi langkah awal untuk pengawalan pelajar Jateng. Karena itu sebelum upacara pembukaan, panitia menjadwalkan kegiatan konvoi tawasul (sowan wali) di kompleks makam menara.

“Konvoi tawasul ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar pelajar NU Jateng dalam menjaga tradisi NU, selain itu sebagai santri, IPNU IPPNU senantiasa ngalap berkah para wali  seperti Syeh Ja’far Shodiq ( Sunan Kudus) dan KHR Asnawi,” kata Abu Hasan.

Kecemasan IPNU dan IPPNU Jateng terhadap perkembangan pelajar dewasa ini, mulai dari pergaulan, pendidikan hingga rasa nasionalisme menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan Rakerwil di Kudus.

Rekan Ferial Farkhan selaku Ketua PW IPNU Jateng mengatakan Rakerwil 1 yang diselenggarakan di Kudus ini harapannya bisa menelurkan program kerja yang  menjadi wadah kreativitas sebagai bentuk  pengawalan pelajar di Jateng, juga PC IPNU IPPNU Kudus yang selama ini dianggap mapan secara organisasi dan kaderisasi bisa menjadi motivasi untuk cabang cabang lain dalam ber-IPNU IPPNU.

Editor : Akrom Hazami