Rumah Zakat Salurkan Beasiswa Berprestasi di Desa Sempu Kunduran Blora

Kegiatan penyaluran zakat untuk siswa berprestasi di Kunduran, Blora. (Rumah Zakat)

MuriaNewsCom, Blora  – Puluhan anak sekolah yang berprestasi di Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, menerima bantuan dari Rumah Zakat.

Tulus Prihadi Relawan Inspirasi Rumah Zakat yang berada di desa tersebut mengatakan bahwa beasiswa diberikan kepada anak berprestasi dari jenjang SD-SMA.

“Semoga dengan penyaluran beasiswa kepada anak-anak berprestasi ini dapat mengurangi beban orang tua dalam membiayai anak-anaknya bersekolah” kata Tulus di Kudus, dalam rilis persnya, Senin (31/7/2017).

Menurut Tulus, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk pembinaan yang bertujuan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena generasi pelajar yang memiliki wawasan agama dan pengetahuan yang baik akan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Pembinaan sepekan sekali atas tindaklanjut dari beasiswa ini dilakukan agar anak-anak dan para orang tua memiliki pengetahuan keagamaan, akhlak yang baik, dan bermanfaat bagi orang lain.” lanjutnya

Semantara itu Supriyanto salah satu orang tua penerima beasiswa mengaku senang atas bantuan dari Rumah Zakat.

“Terima kasih kepada Rumah Zakat. Semoga apa yang diberikan menjadi ladang amal di akhirat nanti. Semoga setiap bantuan yang dkeluarkan, Allah SWT gantikan dengan yang lebih baik, lebih banyak dan membawa keberkahan bagi keluarga dan kehidupan,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Fasbuk Gaungkan Semangat Penyair Chairil Anwar

MuriaNewsCom,  Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang di dukung Bakti Budaya Djarum Foundation bekerjasama dengan HMP SI Universitas Muria Kudus akan kembali menggelar lawatan rutin sastra dan budaya.

Kali ini menampilkan pertunjukan musik, puisi, dan diskusi dengan menghadirkan tema “Semangat Muda” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis Bae Kudus, pada Senin, (31/7/2017) pukul 19.30 WIB.

Tema “ Semangat Muda “ melambangkan remaja yang memiliki sifat optimistis, kebijaksanaan dan semangat untuk mencapai kejayaan. Bertepatan dengan bulan kelahiran sosok penyair legendaris yakni Chairil Anwar, Fasbuk edisi bulan Juli 2017 ini mengangkat pertunjukan musik yang akan mengekplorasi karya sastra puisi menjadi sebuah komposisi musik.

Kisah sepak-terjang kepenyairan Chairil Anwar hadir dalam peristiwa-peristiwa penting. Chairil merespons kebhinekaan negeri ini lewat puisi-puisinya. Pada generasi masa kini, karya beliau menjadi pemicu semangat para kreator seni untuk berkarya. Seniman yang akan tampil pada edisi bulan Juli 2017 adalah Berteriak Lantank, salah satu kelompok musik yang sudah berdiri sejak tahun 2011.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin Am mengatakan, banyak lagu dan aransemen musik yang sudah mereka ciptakan, namun pada edisi ini mereka akan menampilkan beberapa puisi Chairil Anwar yang digubah menjadi sebuah pertunjukan musik asyik.

“Selain pertunjukan akan ada diskusi bersama antara penampil dan pengunjung agar pohon kreativitas yang berupa sejumlah puisi dan esai-esainya itu sampai sekarang masih terus berbunga dan berbuah, kita mesti menelusuri ketiga hal yakni sikap hidup, gagasan, dan segala perbuatan dalam masa hidupnya yang pendek itu,” katanya.

Fasbuk adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinue untuk mencipta inovasi serta varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Guru SDLB di Kudus Ikuti Pelatihan Media Pembelajaran Sains

Guru SDLB (Sekolah Dasar Luar Bisa) se-Kabupaten Kudus mengikuti pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran sains berbasis karakteristik siswa berkebutuhan khusus . (UMK)

MuriaNewsCom, Kudus– Semua Guru SDLB (Sekolah Dasar Luar Bisa) se-Kabupaten Kudus mengikuti pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran sains berbasis karakteristik siswa berkebutuhan khusus, di gedung pertemuan guru di SDLB Purwosari Kudus, mulai Selasa-Kamis (18-20/7/2017).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 guru dari tiga sekolah yaitu SDLB Cendono Dawe, SDLB Purwosari, dan SDLB Kaliwungu Kudus. “Kegiatan pertama guru SDLB diberikan materi pembelajaran sains yang cocok untuk anak berkebtuhan Khusus (ABK). Kemudian guru SDLB dilatih membuat media pembelajaran sains, dan ketiga pendampingan untuk mengaplikasikan media pembelajaran sains berbasis saintifik sesuai kurikulum 2013,” kaata Nur Fajri, selaku ketua tim pelatihan dan pendampingan dari Universitas Muria Kudus.

Media yang dibuat dalam pelatihan tersebut di antaranya ada pembuatan  media wayang kardus, pembuatan diorama, pembuatan media tiga dimensi, pembuatan puzzle, dan pembuatan media komunikasi dari barang bekas.

“Saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini dikarenakan selain diberi materi, kita dilatih dan didampingi praktik langsung membuat media pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus yang salama ini memang kurang dalam hal fasilitas media pembelajaran,” ujar Wahyu Purwanto guru SDLB Cendono Dawe.

Anak berkebutuhan khusus dari SDLB di Kabupaten Kudus dengan ganggungan seperti tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunalaras, tunaganda, dan tunadaksa perlu diberi perhatian lebih dan keterampilan oleh guru agar mereka kelak memiliki skill, kreativitas, dan keterampilan untuk bekal di masyarakat.

Sehingga guru SDLB pun perlu pelatihan dan memiliki keterampilan yang baik agar anak didiknya juga semakin terampil.

Editor : Akrom Hazami

 

DPN APTRI Akan Gelar Rakernas

Petani tebu saat memanen hasil tanamannya di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia ( APTRI ) akan melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), di Hotel The Acacia Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat.Kamis – Jumat (20-21 Juli 2017).

Rakernas dihadiri oleh utusan pengurus DPD dan DPC APTRI seluruh Indonesia, pabrik gula, direksi pabrik gula, pedagang gula dan unsur pemerintah. Rakernas rencananya akan dibuka oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

M Nur Khabsyin Sekretaris Jenderal DPN APTRI mengatakan Rakernas akan menampilkan paparan dari para pengambil kebijakan di bidang pergulaan Nasional. Rakernas akan membahas di antaranya : tindak lanjut pembebasan PPN gula tani, HPP gula tani, HET gula, kebijakan impor gula, revitalisasi pabrik gula, peningkatan rendemen dan lainnya.

“Di samping membahas hal-hal tersebut, rakernas APTRI juga akan membahas program kerja APTRI dan rekomendasi. Di antara usulan-usulan APTRI di bidang pergulaan,” katanya di rilis persnya.

Usulan APTRI  adalah gula tani harus dibebaskan dari pengenaan PPN sampai tingkat konsumen, seperti beras, jagung, dan kedelai. Karena gula termasuk bahan pokok yang bersifat strategis.

Sampai saat ini pedagang gula sekarang masih takut membeli gula tani karena khawatir akan menanggung PPN. Walaupun sudah ada penegasan dari Dirjen Pajak bahwa petani yang omsetnya di bawah Rp 4,8 miliar tidak dikenakan PPN.

“Kami akan mengawal revisi Perpres 71 tahun 2015 tentang penetapan bahan pokok strategis sehingga gula tani bisa masuk,” ujarnya.

Terkait dengan harga acuan gula tani (HPP) Rp 9.100 /Kg dan HET gula Rp. 12.500,-/Kg, petani kurang sependapat karena harga acuan (HPP) gula tani masih di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP). BPP gula tani sebesar Rp. 10.600,-/Kg, sedangkan HPP idealnya harus di atas BPP, sedangkan HET harus diatas HPP.

“Kami mengusulkan kepada Menteri Perdagangan HPP gula tani sebesar Rp. 11.000,- sedangkan HET gula sebesar Rp. 14.000. Angka tersebut kami anggap wajar karena satu sisi petani ada keuntungan yang wajar dari usaha tani tebu selama setahun, di sisi lain harga tersebut tidak memberatkan kepada konsumen,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Keluarga Segitiga Teater (Keset) Kudus Adakan Open Casting

Anggota Keluarga Segitiga Teater (Keset) Kudus saat melakukan proses open casting di Kudus. (Dokumen Keset)

MuriaNewsCom, Kudus – Keluarga Segitiga Teater (Keset) Kudus mengadakan kegiatan open casting di depan Pasar Kliwon Kudus, Rabu 19/7/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.

Salah satu anggota Keset, Jessy, mengatakan kegiatan merupakan bagian dari proses kreatif yang dilakukan. “Open Casting ini dalam rangka melaksanakan bagian dari proses produksi ke-XV,” kata Jessy.
Casting yang dilakukan kali ini adalah untuk mengisi posisi sebagai aktor, aktris, tata panggung, tata ilustrasi, tata rias, tata kostum, penulis buku, marketing, publisher (Copy Writing, dan lainnya. “Silakan bagi yang ingin bergabung,” ungkapnya.

Teater Keset sebelumnya sukses menggarap produksi pementasan ke XIV Rumah Tak Beratap, Rumah Tak Berasap, dan Langit Sehat dan Langit Dekat, karya Akhudiat. Di Kudus, naskah itu dimainkan di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu, (18/2/2017).

 

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Lepas Calhaj

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan sambutan pada pelepasan calhaj. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 1.315 calon haji (calhaj) asal Kudus dilepas oleh Bupati Musthofa. Acara pelepasan ini dilangsungkan di gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Rabu (19/7/2017). Dengan dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Kepala Kantor Kemenag Kudus, forkopinda, ulama, dan sejumlah pejabat.

Pada pelaksanaan haji tahun ini, ada tiga orang calhaj yang batal/tunda berangkat. Seorang meninggal dunia, dua orang tertunda karena sakit dan masih dalam masa iddah. Sehingga jumlah sebelumnya yakni sebanyak 1.318 orang.

Musthofa berpesan bahwa ibadah haji merupakan panggilan dari Allah SWT. Sehingga harus diniatkan secara ihlas dengan hati yang bersih. Sehingga jangan terganggu berbagai hal yang bisa mengurangi kualitas ibadah.

“Lupakan, tinggalkan dulu segala urusan di rumah. Yakni urusan keluarga dan pekerjaan. Percayakan pada keluarga di rumah dan fokus saja pada pelaksanaab ibadah,” kata Musthofa.

Pada acara dengan calhaj termuda berusia 20 tahun dan tertua 85 tahun itu, dia berpesan pada petugas agar melayani setiap jemaah sebaik-baiknya. Jangan sampai menjadi petugas yang eksklusif.

“Ingatlah pesan pak KH Sya’roni. Agar semuanya bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kudus Noor Badi menyampaikan rasa terima kasihnya pada Bupati Kudus. Karena telah mendukung para calhaj dengan pembebasan biaya yang di luar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Semua dikaver oleh Pemkab Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Korlantas, Kemenhub dan Kementerian PUPR Tinjau Kawasan Tertib Lalu Lintas Kudus

Korlantas, Kemenhub dan Kementerian PUPR saat tinjau Kawasan Tertib Lalu Lintas di Kudus. (Tribratanews Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabid Jemenopsrek Korlantas Polri Kombes Darto Juhartono bersama staf Kementerian Perhubungan RI, staf Kementerian PUPR RI, dan Kasubdit Dikyasa Polda Jateng AKBP Indra Mangunsong meninjau Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Kudus, Rabu (19/7/2017).

Mereka melaksanakan pemeriksaan checklist KTL tentang bentuk kerja sama dengan instansi terkait, dan pengecekan data pelanggaran,data kecelakaan, serta pengecekan sarana dan prasarana serta kondisi jalan.

Diketahui, KTL adalah suatu ruas jalan, koridor atau wilayah tertentu yang disepakati oleh instansi terkait di bidang lalu lintas dan ditetapkan melalui Perda sebagai proyek percontohan ketertiban.

Baik bagi aparat terkait dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing secara terpadu, maupun bagi pengguna jalan dalam memanfaatkan jalan sesuai dengan peruntukannya, sehingga lalu lintas dan angkutan jalan dapat terselenggara secara selamat, aman, lancar, nyaman dan efisiensi.

Kabid Jemenopsrek Korlantas Polri Kombes Darto Juhartono mengatakan masalah tertib lalu lintas merupakan salah satu bagian dari masalah kamtibmas, yang harus menjadi perhatian bersama.

KTL hendaknya jangan dilihat dari masalah sepenggal jalan yang harus tertib,namun lebih diorientasikan kepada pembinaan masyarakat tertib lalu lintas secara keseluruhan di seluruh ruas jalan yang digunakan.

Bila di KTL masyarakat sudah tertib dengan kesadarannya,maka dapat diyakini bahwa di luar jalur KTL pun mereka tertib.

“Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada di Kawasan Tertib Lalu Lintas perlu adanya koordinasi dan sinergitas secara terpadu dengan instansi terkait dengan harapan upaya-upaya yang dilakukan dapat menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kudus, khususnya di Kawasan Tertib Lalu Lintas,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tukang Ojek Colo dan Polsek Dawe Kudus Sepakat Perangi Narkoba

Polsek Dawe bersama Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria Colo Dawe (AASMM), mendeklarasikan gerakan anti narkoba, di aula Balai Desa Colo , Rabu (19/7/2017). (Tribratanews Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Polisi Sektor Dawe Kudus prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di kalangan masyarakat, beberapa waktu terakhir.Karenanya, Kanit Binmas Polsek Dawe Aiptu Sukijan mewakili Kapolsek Dawe AKP Suharyanto bersama Bhabinkamtibmas Bripka Eling Teguh S bersama Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria Colo Dawe (AASMM), mendeklarasikan gerakan anti narkoba, di aula Balai Desa Colo , Rabu (19/7/2017).

Deklarasi merupakan wujud komitmen melakukan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba ( P4GN ). “Penanggulangan narkoba tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sebab narkoba bisa menyerang berbagai golongan dan usia,” ujar Elang.

Berbagai langkah telah dilalukan polisi, di antaranya menggelar sosialisasi bahaya pencegahan, dengan memaksimalkan patroli dan Bhabinkamtibmas di masing masing desa.

Kasubbag Humas Polres Kudus AKP Sumbar mengatakan, kegiatan Polsek Dawe bersama AASMM tersebut sangat tepat sekali. Sebab Indonesia saat ini sedang perang melawan narkoba.

“Sasaran mereka adalah merusak generasi muda Indonesia karena sebagian besar yang mengonsumsi narkoba adalah dari generasi muda, menghancurkan generasi muda berarti menghancurkan Indonesia di masa depan,” kata Sumbar.

Editor : Akrom Hazami

 

Hari Pertama Sekolah, Polisi Kunduran Blora Lakukan Ini di SMK Muhammadiyah

Kapolsek Kunduran AKP Agus Budiyana, beserta Kanit Binmas dan dua orang anggota, melaksanakan pembinaan dan penyuluhan di SMK Muhammadiyah Kunduran dalam rangka Masa Orientasi Siswa (MOS), Senin (17/07/2017). (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Kapolres Blora AKBP Saptono mencanangkan program “Polisi Sahabat Pelajar” untuk melakukan giat penyuluhan dan sosialisasi tentang kenakalan remaja, dan bahaya narkoba. Terutama di kalangan remaja khususnya bagi para pelajar di tingkat SMA.

Menindak lanjuti program tersebut,  Kapolsek Kunduran AKP Agus Budiyana, beserta Kanit Binmas dan dua orang anggota, melaksanakan pembinaan dan penyuluhan di SMK Muhammadiyah Kunduran dalam rangka Masa Orientasi Siswa (MOS), Senin (17/07/2017).

Kapolsek bersama anggota memberikan materi terkait aturan dalam berlalu lintas, antisipasi bahaya penyalahgunaan narkoba maupun minuman keras serta antisipasi berkembangnya ajaran radikalisme dan terorisme yang saat ini sedang merambah dunia anak remaja.

“Siswa SMK Muhamadiyah yang belum berusia 17 tahun dilarang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Hal ini dikarenakan secara psikologis remaja yang belum berusia 17 tahun  belum dapat mengontrol emosinya  sehingga pada saat berkendara dijalan raya seringnya bersikap arogan dan belum memiliki ketrampilan berkendara yang baik,” ujar Agus.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan bahwa usia anak SMP adalah usia remaja. Di sinilah faktor dari luar mudah sekali mempengaruhi kejiwaanya. Mereka mulai mencari jati dirinya sendiri. Untuk itu, jangan sampai pada usia remaja ini justru terjerumus pada kenakalan remaja, minuman keras ataupun narkoba yang dapat merusak generasi penerus bangsa.

Termasuk waspada bahaya laten, seperti paham radikalisme anti Pancasila yang sangat santer dibicarakan di media sosial. “Jangan sampai tunas bangsa ini terjerumus bujuk rayu paham radikalisme anti Pancasila yang dapat merusak keutuhan NKRI,” jelasnya.

Polisi berharap siswa selalu bersikap disiplin dan patuh terhadap semua aturan. Serta dapat mengerti akan dampak bahaya dari narkoba serta buruknya kenakalan remaja.

Editor : Akrom Hazami

 

SMP Keluarga Awali Penerimaan Siswa Didik 2017 Dengan Permainan Liong

Pertunjukan Liong atau Dragon Dance beraksi di SMP Keluarga Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – SMP Keluarga (SMPK) Kudus mempunyai cara unik untuk menyambut masa Penerimaan Siswa Didik 2017. Yakni dengan mengadakan permainan Liong atau Dragon Dance.

Dragon Dance dimainkan oleh siswa kelas VIII tahun ini.  Sejumlah guru hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Ketum Federasi Olahraga Barongsay Indonesia (Fobi) Pengkab Kudus Reza Adrianto, dan pelatih Aryawan Wijaya.

Kegiatan juga dihadiri Kabag Pretasi dan Pelatihan Pengprov Fobi Jawa Tengah Harjana Wijaya atau Tjia Eng Bie.

Editor : Akrom Hazami

 

Demi NKRI, GP Ansor dan Banser Kawal Perppu Ormas

Demi NKRI, GP Ansor dan Banser Kawal Perppu Ormas
MuriaNewsCom, Pati – GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah akan mengawal Perppu No 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), terutama pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,” kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.
Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.
Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.
Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.
Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI. “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi,” kata Ikhwanuddin.
Editor : Akrom Hazami
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (NU Online)

MuriaNewsCom, Pati – GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah akan mengawal  Perppu No 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), terutama pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau kader ikut serta demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  “Ansor dan Banser telah berteriak lantang menentang pembubaran ormas yang merongrong NKRI. Akhirnya perjuangan menentang adanya HTI yang ingin mendirikan Khilafah Islamiyah ini mendapatkan angin segar dari pemerintah dibuatkan payung hukum Perppu,” kata Gus Tutut, panggilan akrabnya.

Itu disampaikan pada acara Halal Bihalal Ansor Banser se Jateng di Kampus Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Pati, Jumat (14/7/2017). HTI tidak semua warga tahu.

Menurutnya, jika dilihat dari ubudiyah, HTI sama dengan NU, Muhammadiyah dan lainnya. Namun yang membedakannya adalah perihal pemahaman dan keyakinannya tentang konsep negara. HTI berpikiran hendak mengubahnya dengan ideologi Khilafah Islamiyah.

Padahal NKRI dan Pancasila sudah final. Karena itu, untuk semua kader, jika ada ormas yang radikal dan mencoba merongrong kedaulatan negara, maka kader harus bereaksi. Mulai dari mendekati, menasihati dan merangkulnya. Jika yang bersangkutan nekat, pihaknya harus melaporkan ke pihak berwajib.

Ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ikhwanuddin mengatakan, sudah seharusnya kader Ansor dan Banser menghadang ormas yang mengancam NKRI.  “Siapa pun yang mencoba meruntuhkan NKRI maka harus dihadapi,” kata Ikhwanuddin.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Nyamar untuk Tangkap Pengedar Obat Ilegal di Blora

Sejumlah barang bukti yang diamankan di Mapolres Blora, Jumat. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Peredaran obat ilegal di Kabupaten Blora, meresahkan masyarakat. Sebab, warga pula yang akhirnya dirugikan. Karena itu, polisi setempat pun segera bergerak memberantasnya.

Benar saja, Satuan Reserse Narkoba Polres Blora, menangkap tiga orang penjual jamu yang kedapatan mengedar dan menjual obat ilegal tanpa dilengkapi label Departemen Kesehatan dan BPOM.

“Kami tangkap ketiga pelaku itu karena informasi masyarakat yang ditindak lanjuti dengan penyelidikan di lapangan dan terbukti ketiga pelaku menjual obat illegal di warung tempatnya menjual jamu,” ucap Kapolres Blora AKBP Saptono melalu Kasat Narkoba AKP Suparlan.

Saat dilakukan penyelidikan Kamis (13/7/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga pelaku sedang terbukti menjual jamu di warung depan rumahnya.

Ketiga pelaku penjual jamu illegal tersebut Maskudi (56), alamat Jalan Mr Iskandar, Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Blora; Endah Sriwahjuni (46) alamat Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora; dan Retno Herawati (54) alamat Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

Bukan itu saja saat dilakukan penggeledahan di warung rumahnya, obat tanpa izin  itu disembunyikan dan ditemukan oleh pihak kepolisian. Saat itu polisi melakukan penyamaran untuk membeli obat tersebut.

“Ketiganya ditangkap di tempat yang berbeda. Pelaku kami tangkap setelah anggota melakukan penyamaran dengan membeli jamu di warungnya, beber Suparlan.

Dari penangkapan itu polisi berhasil menyita ratusan obat/jamu ilegal dengan berbagai merek.  Saat ini pelaku dan barang bukti sudah ditangkap dan diamankan di sel tahanan Polres Blora untuk dilakukan penyidikan guna proses hukum lebih lanjut atas perbuatan pidana yang ia lakukan.

“Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan sudah dilakukan penahanan guna pengembangan kasus dan proses hukum,” tuturnya.

Hasil penyidikan sementara tersangka dijerat dengan pasal primer pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) subs pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) Undang-Undang RI no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Jalan Rusak, Polsek Todanan Blora Bersama Koramil dan Warga Serentak Perbaiki 

TNI, polisi, dan warga gotong royong melakukan perbaikan jalan rusak di Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Polsek Todanan Polres Blora dan Koramil Todanan bersama warga gotong royong melakukan perbaikan jalan desa dan talud dalam kegiatan TMMD di Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, Blora.

Tujuannya agar akses masyarakat lancar, sehingga penduduknya kian sejahtera. Hal itu juga untuk menyongsong suksesnya program TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2017.

“Bersama anggota TNI, kami membantu masyarakat memperbaiki jalan dan talut yang rusak.” kata Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kapolsek Todanan AKP Sutrisno, Kamis (13/07/17) pagi.

Kondisi jalan rusak di sepanjang jalan Desa Bedingin. Jalan terlihat kumuh dan kotor. Kondisi itu membahayakan pengendara karena debu mengganggu mata dan pernafasan.

“Kegiatan gotong royong TMMD ini merupakan kegiatan yang mulia untuk membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Soalnya, kalau jalan bagus atau baik, masyarakat kita akan bisa lancar beraktivitas dan lancar pula mendistribusikan hasil buminya,” ungkapnya.

Hal tersebut juga sebagai wujud nyata kepedulian mereka kepada warga. Termasuk juga untuk lebih mendekatkan TNI, polri dengan masyarakat. Selain itu juga, membantu TNI bersama warga dalam program TMMD. “Serta memberikan pesan-pesan agar selalu menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Simpan Pil Kuning di Kamar Mandi, Satuan Narkoba Polres Kudus Tangkap Pemuda Ini

MA saat memperlihatkan pil kuning di Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – MA (19) warga Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus,  ditangkap Satuan Narkoba Polres Kudus, Rabu (12/7/2017). MA kedapatan menyimpang ratusan pil kuning di rumahnya.

MA ditangkap polisi di rumahnya. Polisi menggeledah rumah MA dan menemukan ratusan pil kuning.. Sebanyak 17 bungkus plastik klip masing-masing berisi 10 butir berlogo MF siap edar. Plastik klip itu di dalam bungkus rokok yang disembunyikan di kamar mandi.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi mengatakan, pil tersebut bernama Hexymer. Obat ini merupakan golongan anti-psikotik yang berfungsi untuk mengurangi gejala psikotik atau gangguan jiwa dan penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter. “Penggunaan pil tersebut secara berlebihan dapat membuat seseorang merasakan hingga sakaw atau nge-fly, bahkan melakukan tindakan di luar kendali,” kata Sukadi.

Efek samping yang ditimbulkan, adalah pusing, mual, muntah, penglihatan menjadi kabur, jantung berdetak lebih cepat, gemetar, rasa kantuk yang berlebihan dan lain sebagainya. Jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan akan menyebabkan kecanduan, keracunan, over dosis hingga kematian.

MA pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di Mapolres Kudus. MA akan dijerat pasal 197 jo pasal 196 UU RI NO. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Editor : Akrom Hazami

Pagelaran Seni dan Pameran Media Pembelajaran PGSD UMK Pukau Penonton

Mahasiswa saat memainkan Tari Lenggok Nusantara di auditorium Universitas Muria Kudus, Selasa. (Dokumen UMK)

MuriaNewsCom, Kudus – Enam penari muncul dari samping panggung auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (11/7/2017).  Mereka mengenakan baju hijau dengan variasi atasan kuning keemasan.

Di dua pinggang penari ada variasi kain merah yang menjuntai. Bawahannya memakai jarik bermotif batik hijau kuning yang indah. Saat salah satu penari, Mila Arina, mulai menari Tari Lenggok Nusantara di depan panggung dengan lincah dan gesit, dua lampu spotlight pelangi  dari belakang menerangi panggung.

Itulah gambaran Tari Lenggok Nusantara yang dimainkan. Gerakannya sangat indah dan mempersona.  Diiringi alunan musik yang merdu dan rancak membuat tarian memukau di depan sekitar 300 penonton.

Acara merupakan bagian dari Pagelaran Seni dan Pameran Media Pembelajran PGSD FKIP UMK yang diikuti oleh semua mahasiswa PGSD semester 4 dengan tema ‘Express Your Culture and creation’.

Di antara acara adalah penampilan 18 grup tari yang berbeda dari hampir seluruh nusantara seperti penampilan tari Geyol Denok Semarang, Tari Galaksi Surya Majapahit, Tari Pendet Bali, dan sebagainya. Selain tari ada fashion show batik seni rupa,  dan ada 10 penampilan grup band mewakili seni musik. Ada juga pameran media pembelajaran dan juga donor darah kerja sama dengan KSR Kampus UMK.

“Kita latihan bareng sama teman-teman sebelum pentas sebanyak 5 kali. Seterusnya latihan sendiri sendiri untuk menghafal gerakan. Tari Lenggok Nusantara yang kami mainkan memadukan tarian rampak dan modern,” kata Mila, yang juga mahasiswi PGSD Kelas C semester 4 saat ditemui usai pentas. 

Kegiatan ini merupakan produk mata kuliah Pendidikan Seni dan Sumber Media semester empat. Mahasiswa boleh memilih bidang seni yaitu bisa seni rupa, seni tari musik. Kegiatan ini sudah diadakan kali keempat. Tujuan pementasan dan gelar karya ini secara khusus membekalai mahasiswa terampi. “Secara umum untuk melestarikan kebudayan dan seni daerah,” ungkap Nur Fajri,  selaku dosen mata kuliah seni Prodi PGSD FKIP UMK.

Kaprodi PGSD Ika oktavianti, mengaku sangat bersykur dan bangga kepada mahasiswa yang dengan sukarela latihan dan bekerja keras untuk menggelar acara ini. “Sampai semewah dan semegah ini. Acara yang sangat bermanfaat ini semoga bisa digelar lagi untuk tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Rektor UMK Dr Suparnyo mengapresiasi kegiatan yang merupakan wujud kreativitas mahasiswa yang mengandung banyak nilai karakter. Ada nilai kejujuran, kreativitas, kerja sama, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan sebagainya. 

“Karya mahasiswa yang bagus bisa dikembangkan dan kalau ada yang menarik dan orisinil hasil karya mahasiswa bisa dipatenkan,” ujar Suparnyo.

Editor : Akrom Hazami

 

Alumni TBS Kudus Luncurkan Buletin Jumat Aulawi

KH Choiruzyad TA sedang menyampaikan ceramah dalam Halaqoh Kubro di halaman MA NU TBS Kudus. (Dok IKSAB)

MuriaNewsCom, Kudus – Ikatan Alumni Madrasah NU TBS Kudus (IKSAB) menggelar Halaqoh Kubro di halaman Madrasah TBS Jalan KH Turaichan Adjhuri 23 Kudus pada Kamis (6/7/2017) malam. Di tengah berlangsungnya pertemuan itu, ribuan alumni yang mendaulat diri sebagai penerus Sunan Kudus meluncurkan sebuah buletin.

 Berdasarkan rencana buletin tersebut akan dibagikan ke masjid yang ada di Kudus. Yaitu pada pelaksanaan ibadah salat Jumat. Bagi masyarakat di luar kotadapat mengakses secara online atau mengunduh di situs santrimenara.com.

Abdulloh Hamid mewakili Pengurus Pusat IKSAB dalam sambutannya mengatakan sebagai santri yang pernah mengaji di Kudus dirinya mengajak semua alumni meniru jejak Sunan Kudus. Menurutnya, Sunan Kudus selain dikenal sebagai salah satu anggota Walisongo dengan gelar Waliyul Ilmi juga sangat toleran.

“Salah satu ajaran Sunan Kudus itu memiliki jiwa toleran. Jadi pertemuan kali ini kami ingin meneguhkan pada titik itu baik laku dan tulisan melalui buletin Aulawi” terangnya

Dalam buletin tersebut nantinya tersaji berbagai macam tulisan ringan bertema menarik yang berkaitan dengan masalah sosial masyarakat. Terlebih kata Hamid, menyangkut urusan agama dan laku kebudayaan nusantara.

“Kita sudah bentuk tim dan tema selama setahun ke depan sudah ditentukan. Fokus masalah agama dan sosial dengan referensi ulama di Kudus,” paparnya

Menurut Hamid, saat ini banyak sekelompok masyarakat yang semena-mena melakukan tindak kekerasan atas nama agama. Parahnya lanjut dia, kondisi itu bertolak belakang dengan ajaran agama apapun.

Pihaknya berharap alumnus TBS Kudus yang turut menghadiri Halaqoh Kubro kali ini dapat berbagi peran dengan pemerintah untuk bersama-sama memberantas benih terorisme berkedok agama.

 “Karena itu kita mulai dari Kudus dari masjid yang ada dengan memberikan konten-konten bernuansa Islam yang sejuk. Masjid sangat strategis apabila sampai kelompok garis keras mendominasi bisa berbahaya bagi negara,” tegasnya

 Lulusan alumnus TBS tahun 2015 itu optimistis Buletin Awlawi akan diterima masyarakat dan dapat menjadi sebuah bacaan ringan serta sebagai rujukan. Ia mengaku akan sangat berterimakasih apabila pemerintah serta berbagai gerakan anti terorisme turut memberikan koreksi perihal isi.

“Edisi perdana ini kami cetak sebanyak1000 eksemplar. Kita bagi secara gratis ke sejumlah masjid yang ada di Kudus berjumlah kurang lebih 664. Semoga bermanfaat itu saja harapan kami sebagai santri,” tandasnya

Editor : Akrom Hazami

4 Mahasiswa UMK Rancang Aplikasi Android Deteksi Dini Kanker Payudara

Tim perancang Sadari 3D Hologram Berbasis Android memperlihatkan rancangannya di Universitas Muria Kudus. (Dok UMK).

MuriaNewsCom, Kudus – Hingga kini, kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit menakutkan bagi perempuan. Tak pelak, pengetahuan untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara menjadi niscaya, sehingga bisa secepatnya diatasi jika ada gejala.

Uswatun Hasanah, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (Prodi TI) Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (FT UMK), mengutarakan hal itu, Kamis (6/7/2017). Untuk itulah, dia bersama tiga mahasiswa Prodi TI UMK lain, merancang sebuah aplikasi untuk melakukan deteksi dini kanker payudara.

Aplikasi yang disebutnya dengan ‘’Sadari 3D Hologram Berbasis Android’’ ini merupakan karyanya bersama Maulida Ni’matus Sholikhah, Muhammad Rieza Maulana dan Deni Kusuma Wijaya. ‘’Sadari’’ merupakan akronim ‘’Periksa Payudara Sendiri’’.

 

Menurut Uswatun Hasanah, ide membuat aplikasi ini, bermula dari salah satu anggota keluarga yang mengidap kanker payudara, dan baru diketahui setelah stadium dua. ‘’Dari sinilah, saya dan teman-teman kemudian mencoba merancang aplikasi ini,’’ tuturnya.

Harapannya, aplikasi ini bisa berkontribusi positif bagi masyarakat dalam memberikan pemahaman mengenai kanker payudara. ‘’Aplikasi ini sudah kami uji coba bersama dosen, mahasiswa, dan beberapa pihak lain,’’ katanya.

Muhammad Rieza Maulana, menambahkan, pembuatan aplikasi ini, mulai dari riset awal hingga jadi, sekitar empat bulan. ‘’Perancangan hingga finalisasi, dilakukan per Maret hingga Juni,’’ ungkapnya diamini Maulida Ni’matus Sholikhah dan Deni Kusuma Wijaya.

Untuk ke depan, Uswatun Hasanah dan teman-temannya, berharap agar aplikasi rancangannya bisa diakses oleh masyarakat luas. ‘’Ini berbasis android, sehingga ke depan diharapkan bisa diunduh melalui Google Play Store,’’ paparnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mahasiswa UMK Ikuti Kegiatan Internasional di Luar Negeri

Rektor Dr Suparnyo bersama mahasiswa yang mengikuti kegiatan internasional di luar negeri di UMK. (Dok UMK)

MuriaNewsCom, Kudus – Sembilan mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) dipastikan mengikuti kegiatan internasional di luar negeri. Kepastian itu nampak melalui pelepasan yang dilakukan oleh pihak universitas di Ruang VIP Gedung Rektorat, Selasa (4/7/2017).

Pelepasan dilakukan oleh Rektor Dr Suparnyo dan dihadiri para pejabat teras UMK, antara lain Dr Subarkah Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Dr Slamet Utomo Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dr M Arwani kepala Lembaga Informasi dan Komunikasi, dan para dosen pendamping. 

Empat dari sembilan mahasiswa akan mengikuti teaching internship program atau program praktik pengalaman lapangan (PPL) di tiga sekolah mitra Hatyai University, Thailand, yakni Hatyai Amnuaywit Technological College (ANW), Pitchalai Prepatory School (P.Prep) dan Mattayom Siriwanwaree 2 Rattapum (Siriwanwaree 2).

Mereka adalah Ulfa Aulia Nurzuliyan (Prodi Bimbingan dan Konseling/ BK), Ayu Puji Astuti dan Vega Afifah (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris/PBI), serta Vivi Niswatuzzahro (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar/ PGSD).

‘’Teaching internship program atau PPL ini, berlangsung cukup lama, yaitu 5 – 24 Juli. Selain PPL, mahasiswa juga akan ikut dalam perkuliahan dan melakukan aktivitas bersama mahasiswa Hatyai University,’’ ujar Diah Kurniati.

Dua mahasiswa, Heni Pratiwi (Prodi BK) dan Nur Maulida Fadliyani (Prodi PGSD), akan mengikuti university visit di Universitas Malaya, Malaysia. ‘’Kegiatannya antara lain academic discussion, cultural sharing dan school visit. Untuk kepastian waktunya, masih menunggu konfirmasi dari sana,’’ Diah menambahkan.

Sedang tiga mahasiswa Fakultas Pertanian, yaitu Drajat Puji Setiawan, Riza Ramadhani dan Ikhyari Fatati Noryana, dijadwalkan mengikuti Summer Program: Agri-Relationship of ASEAN Universities Network di Universitas Thaksin, Thailand, 17-31 Juli 2017.

Slamet Utomo, mengatakan, bahwa sebelum pelepasan, terlebih dahulu para mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan internasional di luar negeri, diberi pembekalan terlebih dahulu.

‘’Mengikuti kegiatan internasional ini tugas yang tidak ringan, makanya sebelumnya diadakan pembekalan terlebih dahulu. Harapannya, kegiatan ini membawa berkah bagi semuanya dan bisa membawa UMK lebih baik,’’ paparnya.

Sementara Rektor Suparnyo mengingatkan, agar para mahasiswa senantiasa memegang ciri dan budaya bangsa Indonesia. ‘’Jangan sampai meninggalkan budaya bangsa yang santun, sopan dan toleran, karena budaya itu mencerminkan bangsa,’’ ungkapnya. 

Editor : Akrom Hazami

4 Hal yang Harus Dijaga dan Dihindari Usai Lebaran, Kata Kiai di Kudus Ini

KH Sofiyan Hadi menyampaikan tausiyah dalam halalbihalal keluarga besar Universitas Muria Kudus. (Dokumen UMK)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, KH Sofiyan Hadi berpesan agar usai Lebaran (Idul Fitri) ini, umat senantiasa menjaga empat hal. Empat hal itu adalah tawadhu’, qana’ah, wara’ (wira’i) dan yaqin.

KH Sofiyan Hadi mengutarakan hal itu dalam tausiyahnya pada halal bihalal keluarga besar Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium Kampus, Senin (3/7/2017). Halal bihalal dihadiri jajaran pengurus Yayasan Pembina (YP) UMK, Rektor, para dekan, dosen dan karyawan.

‘’Ramadan telah telah lewat. Dan seiring dengan Idul Fitri ini, semoga kita semua masuk dalam kategori umat yang muttaqin, umat yang bertakwa,’’ ujarnya di depan ratusan pimpinan, dosen, karyawan dan staf akademik yang hadir.

Dalam halal bihalal yang dibuka oleh Rektor Dr Suparnyo itu, Sofiyan mengemukakan, tawadhu’ atau rendah hati, merupakan salah satu ciri ketakwaan orang Islam. ‘’Maka jadilah orang yang rendah hati, apapaun jabatan yang Anda miliki,’’ pesannya.

Hal lain, yaitu seorang Islam itu harus bisa menjadi orang yang qana’ah (kaya hati). Lalu haru wara’ (wira’i), yaitu memastikan kehalalan apa yang dipakai dan dikonsumsi, serta harus yaqin. ‘’Dalan berdoa, orang Islam harus penuh keyakinan,’’ tambahnya.

Selain pesan-pesan itu, KH Sofiyan mengingatkan agar senantiasa menghindari ‘4 M’ yang merusak. 4 M itu adalah merasa berkuasa, merasa pandai (cerdas), merasa kaya, dan merasa ‘alim. ‘’Empat hal ini harus dihindari,’’ tuturnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Pesan Bupati Kudus saat Halal Bihalal

Bupati Kudus Musthofa saat berhalal bihalal di pendapa pemkab setempat, Senin. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa melakukan halal bihalal dan silaturahmi dengan seluruh pegawai di pendapa kabupaten setempat, Senin (3/7/2017).

Hadir pula tokoh lintas agama. Hal itu memperlihatkan keragaman yang ada di Kudus. Itu menjadi perpaduan warna yang harmonis dalam persaudaraan.

“Inilah wujud toleransi yang ada di Kudus. Apapun keyakinannya, tetapi kami bersaudara untuk bersama membangun Kudus,” kata Musthofa.

Musthofa menuturkan saat ini Kudus dalam kondisi tenteram, aman, dan nyaman. Sehingga masyarakatnya bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik untuk senantiasa berupaya meningkatkan kesejahteraan.

“Bisa saya katakan, bahwa Kudus ini replikanya Indonesia. Meski kami berbeda, tetapi kami tetap menjaga kerukunan dengan baik,” tegasnya.

Bupati selalu berpesan, agar masyarakat Kudus tidak mudah terprovokasi hal-hal yang bisa merusak persatuan. Hanya dengan inilah, Kudus bisa maju dan semakin sejahtera.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ajang Ramadan Runway 2018 Jadikan Bordir Kudus Lebih Dikenal Luas

Pengunjung tengah mengamati produk bordiran Kudus di stan Dinas Perdagangan Kudus dalam Ramadhan Runway 2018. (Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus )

MuriaNewsCom, Kudus – Even Ramadan Runway 2018 di Mall Kota Kasablanka Jakarta yang saat ini berlangsung menjadikan produk konveksi Kudus, terutama bordir semakin dikenal luas. Tidak hanya di pasar lokal, namun juga pada tataran pasar nasional.

Pada ajang yang diselenggarakan mulai 1 Juni sampai 2 Juli mendatang tersebut, Kabupaten Kudus melalui Dinas Perdagangan ambil bagian dengan menyewa satu stand. Produk-produk konveksi Kudus yang dipamerkan dalam kegiatan ini didominasi bordir.

Mengikuti even Ramadan Runway 2018 juga dinilai strategis untuk memasarkan produk lokal Kudus. Lantaran, di ajang ini menghadirkan sederet desainer papan atas Tanah Air. Sebut saja Ivan Gunawan, Rani Hatta, Nita Seno Adji, Harry Ibrahim, Rudy Chandra, dan Okky Setiana Dewi. Mereka menampilkan koleksi terbaiknya yang bertema Ramadan.

Kehadiran desainer-desainer kondang ini mampu menjadi daya tarik masyarakat untuk datang menyaksikan Ramadan Runway tahun ini. Pengunjung dimanjakan koleksi-koleksi busana muslim yang beragam, baik dari model hingga harga. Mulai dari busana syar`i hingga busana modest muslim. Tidak hanya busana muslim wanita, busana muslim untuk kalangan pria juga dihadirkan dengan berbagai corak, dari yang etnik hingga simpel.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, Ramadan Runway merupakan even tahunan yang salah satunya bertujuan  untuk memperkenalkan busana lokal. ”Di even ini, kami juga memiliki ikatan kerja sama dengan dengan Rudy Chandra yang merupakan Ketua APPMI DKI Jakarta,” ucap Sudiharti.

”Kami yakin, dengan mengikuti even-even seperti ini, maka produk-produk lokal Kudus semakin dikenal dan ini juga tentu saja memberikan efek positif dalam peningkatan usahanya. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bapak Bupati Musthofa untuk menjadikan warga Kudus semakin sejahtera,” ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus juga sudah beberapa kali menjalin kerja sama dengan Ivan Gunawan. Bersama 3 desainer APPMI DKI Jakarta, Ivan Gunawan menggelar fashion show sepakat mengusung kekhasan bordir Kudus dalam busana bertemakan ‘Savana Muria’. Ivan Gunawan juga sempat hadir pada beberapa pameran perdagangan Kudus yang berlangsung pada akhir 2016 lalu. (nap)

Editor :  Akrom Hazami

Pos Pengaman Lebaran di Blora Tiba-tiba Didatangi Kapolres

Kapolres Blora AKBP Surisman bersama Ketua Cabang Bhayangkari dan pejabat utama Polres Blora melakukan foto bersama di depan salah satu pospam Lebaran. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Kapolres Blora AKBP Surisman bersama Ketua Cabang Bhayangkari dan pejabat utama Polres Blora melakukan pengecekan kesiapan, baik personel dan sarana prasarana Pos Pelayanan dan Pengamanan Operasi Ramadniya Candi 2017 di seluruh wilayah Kabupaten Blora, Kamis (22/6/2017).

Surisman memberikan semangat kepada para petugas yang selalu melaksanakan tugas dengan ikhlas menjaga keamanan serta situasi kamtibmas mudik Idul Fitri 1438 H agar tetap kondusif.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan semua pos dan personel yang bertugas sudah dalam keadaan siap memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat beraktivitas ataupun mudik dan melintas jalur Kabupaten Blora.

“Mulai Pos Pelayanan terminal Ngawen, Pos Pam Blok T, Pos Pam alun-alun Blora, Pos Pam Wulung Randublatung, Pos Pam Kantor Pos Cepu sampai dengan Pos Pam DX Jiken,” kata Surisman melalui web resmi Polres Blora.

Kepada personel yang bertugas di Pos, Surisman memberikan penekanan agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat agar mengedepankan profesionalitas dan humanis.

Selain itu, dia juga mengecek langsung sarana prasarana pendukung seperti, alat komunikasi informasi (HT), tongkat T, senter, borgol, lampu kedip, senpi genggam, rompi anti pluru dan alat P3K.

“Pengecekan dilakukan untuk memastikan Personil dan alat alat pendukung telah siap untuk melaksanakan tugas pengamanan Hari Raya Lebaran ini.Disamping dari Polri ada instansi lain yang akan mendukung Operasi ini yaitu dari Dinas Kesehatan, Pol PP, Dishub dan TNI,” ujarnya.

Dalam kunjungannya Surisman bersama Ketua Bhayangkari Olivia Surisman memberikan bingkisan kepada para petugas Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan sebagai tanda tali kasih dan perhatian kepada anggota yang berjaga di Pos Pam/Yan.

Dia juga memberi arahan kepada personel akan tugas yang harus dilakukan personil Pos Pam Ops Ramadniya Candi 2017. Dengan adanya Pos Pengamanan ini diharapkan masyarakat merasa aman dan tenang saat melakukan mudik dan berlebaran bersama keluarga.

Editor : Akrom Hazami

 

Yayasan Al-Kamal Fasilitasi Penyaluran Infaq dan Sedekah di Mejobo Kudus

Suasana pemberian santunan kepada anak yatim di Kabupaten Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Yayasan Al-Kamal Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, menyalurkan santunan untuk anak yatim dan duafa. Santunan dilakukan di Masjid Wali Al-Makmur Desa Jepang, belum lama ini. Yayasan Al-Kamal memang konsisten menghimpun dana infak dan sedekah dari para warga yang berkecukupan.

Penyerahan santunan dihadiri para tokoh dan sesepuh desa, antara lain Sudiyono, H Sunarto, dan H. Mastur (Ketua Takmir). Hadir pula dalam kesempatan itu, pengasuh Pondok Pesantren Huffadh Al-Ghuraba’, KH. Mustamir AH.

Santunan yang diberikan berupa uang, perlengkapan sekolah seperti tas, buku, pensil, sepatu, dan lainnya. ”Santunan ini selain dalam rangka Ramadan dan sekaligus menyongsong tahun ajaran baru,’’ ujar Ketua Yayasan Al-Kamal, M Subarkah.

Subarkah menjelaskan, dalam kesempatan ini, ada 89 anak yatim, yang diberi santunan. ”Penerima santunan itu mulai dari peserta didik pra sekolah atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD/ MI, SMP/ MTs., dan ada delapan yang sedang mempersiapkan diri studi lanjut ke jenjang SMA,’’ terangnya didampingi Budi Susiono, Wakil Ketua Yayasan Al-Kamal.

Ketua Panitia Santunan Yayasan Al-Kamal M Ridwan mengatakan, acara penyantunan itu cukup menarik, karena bersamaan dengan itu, ada lembaga dan warga berkecukupan lain yang menyalurkan infak dan sedekahnya secara langsung.

‘’Lembaga dan aghniya yang ikut memberikan santunan, yakni Lembaga Amal Zakat dan Infaq Nahdlatul Ulama (Lazisnu), UD. Daffa, dan Badan Keswadayaaan Masyarakat (BKM). Ini menunjukkan, bahwa para aghniya begitu peduli dengan para dhuafa dan yatama. Kepedulian ini selain perlu diapresiasi, juga bisa menjadi teladan bagi yang lain. Bahwa dari harta-harta para aghniya, ada hak anak yatim dan duafa,’’ katanya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Produk Bordir Kudus Mampu Tarik Perhatian Pengunjung Ramadan Runway 2018

Warga tampak berada di stan Dinas Perdagangan Kudus di kegiatan Ramadan Runway 2018. (Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kehadiran Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus dalam ajang Ramadan Runway 2018 diyakini mampu menjadi ajang promosi bagi produk-produk yang diikutsertakan dalam acara ini. Produk konveksi bordir yang dipamerkan Pemkab Kudus sukses menarik perhatian pengunjung acara yang berlangsung di Mall Kota Kasablanka Jakarta, pada 1 Juni sampai 2 Juli mendatang.

Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung yang singgah di stan Dinas Perdagangan Kudus. Mereka tidak hanya melihat-lihat produk yang dipamerkan. Tidak sedikit dari pengunjung yang membeli bordir produksi Kudus.

”Banyak yang bertanya mengenai produk bordir dari Kudus. Mereka ada yang langsung membeli. Namun ada yang sekadar bertanya. Bahkan ada juga yang menanyakan destinasi wisata di Kudus,” kata salah satu penjaga stand Dinas Perdagangan Kudus di ajang Ramadan Runway 2018.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, Ramadan Runway merupakan even tahunan yang salah satunya bertujuan  untuk memperkenalkan busana lokal. ”Di even ini, kami juga memiliki ikatan kerja sama dengan dengan Rudy Chandra yang merupakan Ketua APPMI DKI Jakarta,” ucap Sudiharti.

Selain arena bazar produk busana, Ramadan Runway 2018 ini juga dimeriahkan sederet desainer papan atas Tanah Air. Sebut saja Ivan Gunawan, Rani Hatta, Nita Seno Adji, Harry Ibrahim, Rudy Chandra, dan Okky Setiana Dewi. Mereka menampilkan koleksi terbaiknya yang bertema Ramadan.

”Kami yakin, dengan mengikuti even-even seperti ini, maka produk-produk lokal Kudus semakin dikenal dan ini juga tentu saja memberikan efek positif dalam peningkatan usahanya. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dicita-citakan Bapak Bupati Musthofa untuk menjadikan warga Kudus semakin sejahtera,” ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus juga sudah beberapa kali menjalin kerja sama dengan Ivan Gunawan. Bersama 3 desainer APPMI DKI Jakarta, Ivan Gunawan menggelar fashion show sepakat mengusung kekhasan bordir Kudus dalam busana bertemakan ‘Savana Muria’. Ivan Gunawan juga sempat hadir pada beberapa pameran perdagangan Kudus yang berlangsung pada akhir 2016 lalu. (nap)

Editor : Akrom Hazami

 

Pemira di UMK jadi Embrio Pembelajaran Demokrasi

Pembukaan Pemira di Auditorium Kampus UMK. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Posisi dan peran Pemilu Raya (Pemira) mahasiswa sangat strategis sebagai embrio pembelajaran demokrasi bagi generasi bangsa, tak terkecuali bagi mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus, Moh Khanafi, mengatakan hal itu dalam sambutannya pada pembukaan Pemira mahasiswa UMK, di Auditorium Kampus UMK, Selasa (20/6/2017). Pemira digelar untuk memilih calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), baik untuk tingkat fakultas maupun universitas.

“Pemira ini menjadi ruang pembelajaran dan embrio yang positif bagi mahasiswa, sebagai implementasi pembelajaran demokrasi. Pemira bagi mahasiswa merupakan miniatur proses demokrasi,’’ katanya didampingi didampingi dua anggota KPU lain, Eni Misdayani dan Naily Syarifah.

Pada Pemira yang dibuka Rektor Dr Suparnyo mengatakan, bahwa dengan menjalankan Pemira di kampus ini, baik para calon ketua BEM maupun mahasiswa yang menyalurkan hak suaranya, sudah melaksanakan hak dasarnya. ‘’Hak dasar itu adalah untuk memilih dan hak untuk dipilih,’’ tegasnya.

Khanafi juga mengapresiasi, karena dalam Pemira, UMK telah menerapkan prinsip efisiensi dari sisi anggaran. ‘’Pemilihan menggunakan e-voting ini, bagus karena telah menerapkan prinsip efisiensi anggaran. KPU sendiri belum menggunakan e-voting, dengan berbagai faktor atau pertimbangan,’’ paparnya.

Suparnyo mengemukakan, tahun ini adalah tahun kedua penyelenggaraan pemilihan BEM melalui Pemira. ‘’Dengan pemilihan secara langsung, mahasiswa bisa memilih calon berdasarkan profil, kiprah dan track record para calon yang ada,’’ tuturnya.

Senada dengan Rektor, Presiden BEM UMK, Syafiq Bulloh Amin yang sebentar lagi melepas jabatannya. Ia berharap, mahasiswa tidak asal pilih. ‘’Yang terpenting, siapa pun yang terpilih, calon lain dirangkul untuk bersama dan membangun UMK,’’ pesannya.

Editor : Akrom Hazami