Himpun Kekuatan di Pilkada Kudus, Akhwan Rajin ’Pedekate’ ke Demokrat dan PAN

Calon Bupati Kudus Ahwan terus menjalin komunikasi dengan Demokrat dan PAN untuk memenangi Pilkada. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus asal Partai Nasdem, Akhwan terus menghimpun kekuatan untuk maju di Pilkada Kudus 2017. Anggota DPRD Jateng itu bahkan masih gencar melakukan ’pedekate’ atau pendekatan dengan partai-partai yang belum membuka pendaftaran.

Bagi Akhwan, dukungan dari berbagai kalangan sangat penting. Karena itu, tak hanya parpol yang membuka pendaftaran saja yang didekati, namun pula dengan partai lainnya yang belum membuka ataupun tak membuka.

“Kami aktif komunikasi dengan partai yang hingga kini masih belum menbuka. Kami mengajak mereka untuk koalisi dengan bertemu langsung,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Menurut dia, sejumlah partai politik yang hingga kini belum membuka pendaftaran dan sudah dijalin komunikasi adalah Partai Demokrat. Pertemuan dengan Demokrat sudah berlangsung pada Minggu (20/8/2017) lalu. Meski belum mendapatkan hasil, namun dia yakin akan mendapatkan dukungan.

Selain dengan Demokrat, Akhwan juga melakukan komunikasi dengan partai lainya. Seperti dengan PAN, yang juga dianggap sudah memiliki komunikasi apik. Namun, untuk pertemuan secara resminya, masih menunggu kabar lebih jauh dari PAN.

Sebelumnya, Akhwan sudah mendaftar ke sejumlah partai yang membuka pendaftaran. Selain Nasdem yang menjadi pengusung, partai lainya adalah PPP, Hanura, dan juga Golkar.

Editor: Supriyadi

Kapolsek Gebog: Tak Ada Laporan Korban Jambret yang Masuk ke Polisi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Gebog AKP Muhaimin mengaku belum ada laporan yang masuk kepada petugas terkait korban jambret di kawasan Gebog. 

Hanya, untuk kabar adanya jambret, pihaknya pernah mendengar sekitar dua bulan lalu dari warga. Saat itu, seorang ibu mengendarai motor malam hari di kawasan Kuburan Manisan atau timur SMP BP Gebog.

Saat itulah ada pelaku jambret yang menggeber motornya lalu mengambil tas yang dibawa ibu tersebut. 

“Tapi tak ada laporan, saya juga tahu dari orang lain. Untuk itu kami meminta masyarakat dapat melaporkan atau memberi informasi kepada kami. Jadi akan langsung kami tindaklanjuti,” ucapnya.

Baca Juga : Alamak, Jambret Bermobil Juga Incar Perhiasan Ibu-ibu di Kudus

Apalagi, pihak Polsek Gebog juga sudah rutin berpatroli untuk mengamankan warga. Khususnya patroli di malam hari yang dijalan sepi.

Meski begitu, ia meminta masyarakat lebih aktif untuk melapor ke polisi jika menjadi korban tindak kejahatan. Apapun laporan yang diberikan, àkan diterima dengan senang hati dan dipastikan akan ditindaklanjuti.

“Meski laporan yang diberikan belum jelas, kami sangat berterimakasih kepada masyarakat yang lapor. Jadi jika ada kabar apapun dimasyarakat khususnya yang meresahkan dapat langsung atau minimal memberikan informasi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Alamak, Jambret Bermobil Juga Incar Perhiasan Ibu-ibu di Kudus

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Selain jambret bermodus teguran ban kempes, jambret bermobil juga bergentayangan di Kecamatan Gebog. Meski terbilang cukup unik, jambret bermobil ini mengincar perhiasan ibu-ibu yang tengah melintas di jalanan sendiri.

Seperti diungkapkan Dian Savitri (27) warga Desa Besito RT 4 RW 3, Kecamatan Gebog. Sekitar dua pekan lalu, tak jauh dari rumahnya terdapat seorang ibu yang menjadi korban jambret bermobil. Saat itu, sang ibu sedang melaju di kawasan sepi sepulang dari Pasar Besito.

“Saat kejadian siang hari. Saat itu ibunya sedang membawa motor ke arah timur yang lokasinya agak sepi. Tiba-tiba ada mobil yang menyelip dan menjambret kalung ibu tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom

Pihaknya tak tahu persis kabar selanjutnya ataupun alamat ibu yang menjadi korban jambret bermobil tersebut. Yang diketahui, kabar tersebut langsung menjadi perbincangan kalangan masyarakat hingga kini.

Baca Juga : Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Akibat hal tersebut, warga was-was mengenakan barang berharga. Mereka khawatir jika pengalaman yang menimpa ibu korban jambret akan terjadi pada warga sekitar.

Tak hanya di Besito, kawasan Jurang juga terdengar kabar adanya aksi penjambretan. Hal itu disampaikan Harianto, warga Jurang. Pekerja swasta itu menyebut kalau kawasan Jurang beberapa kali terjadi kasus jambret. Namun pihaknya tak tahu secara langsung, melainkan dari cerita masyarakat setempat.

“Mendengar hal tersebut agar lebih hati-hati saja. Khususnya saat jalanan sepi harus lebih kencang karena biasanya jambret beraksi di tempat yang sepi,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kabupaten Kudus, khususnya Kecamatan Gebog dibikin resah dengan aksi jambret yang mengincar ibu-ibu pengguna motor matic. Selain sudah terjadi beberapa kali, aksi penjambretan ini terkesan dilakukan dengan rapi dengan melibatkan banyak orang.

Dari informasi yang beredar, aksi penjambretan sebenarnya tak dilakukan dengan cara konvensional lagi. Mereka menggunakan trik teguran ban kempes yang melibatkan empat orang, yakni dua laki-laki dan dua orang perempuan.

Dalam modus ini, dua perempuan yang saling berboncengan bertugas menegur ibu-ibu pengguna matic yang menyimpan dompet atau handphone di gendongan depan bawah setang. Teguran biasanya berkaitan dengan ban kemps. Misalkan saja “Bu, ban belakang kempes”.

Setelah itu, sang ibu yang panik akan berhenti dan menengok kebelakang. Di sinilah dua laki-laki yang sudah membuntuti dari belakang melancarkan aksinya sebagai eksekutor untuk mengambil bahan berharga di gendongan.

Hariyanto, salah watu warga Desa Jurang, Kecamatan Gebog mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Bahkan, dari kabar yang beredar di masyarakat sudah banyak kasus penjambretan bermodal teguran ban kemps yang terjadi di Gebog.

”Dua pekan lalu, kabarnya juga ada dua yang dijambret dengan modus itu. Malah sampai ada tiga korban. Lokasinya kalau tidak salah di Jalan Sukuntex,” katanya.

Selain itu, di Jalan Gondosari kabarnya juga ada tujuh orang yang kejambret. Hanya saja, ia tak tahu pasti kebenarannya. Akan tetapi kabar tersebut sudah beredar luas dan semakin membuat masyarakat was-was.

”Di grup-grup WhatsApp juga banyak beredar. Karena itu, ada kekhawatiran dari masyarakat. Istri saya sendiri ketakutan. Ia pun pilih menyimpan hp dan dompet di saku daripada di gendongan ataupun tas,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Kabid Humas Polda Jateng: Polisi Harus Melek Media Sosial

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol R. Djarod Padakova saat memimpin apel di Mapolres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol  R. Djarod Padakova berpesan kepada anggota kepolisian Polres Kudus, agar tidak gagap teknologi (gaptek) terhadap media sosial. Artinya, setiap anggota harus melek media sosial. 

Pesan tersebut disampaikan saat bertandang ke Mapolres Kudus, Kamis (24/8/2017). Dia mengatakan, setiap anggota kepolisian dapat aktif di media sosial. Seperti Facebook yang banyak digunakan masyarakat dan dijadikan tempat berbagi informasi.

“Anggota polisi dapat memantau media sosial. Manfaatnya sangat banyak, seperti menangkal adanya berita hoax sehingga jika ada berita hoax dapat Langsung diluruskan,” katanya.

Baca Juga: Akun Medsos Anggota Polres Kudus Tak Bisa Dibuka Humas Polda Jateng, Ini Alasannya

Dalam menangkal berita hoax, kata dia, tak melulu harus menggunakan akun sosial media milik Polres Kudus. Namun juga bisa menggunakan akun pribadi tiap anggota. Sehingga, masyarakat juga bisa lebih nyaman.

Selain itu, masyarakat sangat familiar akan sosial media. Media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat.

“Jika masyarakat enggan melaporkan kejadian, maka petugas dapat memantau lewat media sosial. Dan informasi dapat diluruskan anggota,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

 

Pendaftaran Dibuka,  Berikut Syarat KASKUS Half Marathon di Kudus

Ronny W. Sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork menjelaskan tentang perlombaan KASKUS Half Marathon. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan KASKUS Half Marathon baru dilaksanakan Minggu (24/9/2017) bulan depan. Meski begitu, pendaftaran untuk mengikuti kegiatan sudah dibuka oleh panitia, baik secara online maupun offline.

Ronny W. Sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork mengatakan, pendaftaran secara online dibuka sejak 8 Agustus lalu hingga 10 September 2017 dengan alamat www.kaskuskudushalfmarathon.com.  Sedangkan untuk pendaftaran secara offline, dimulai 25-27 Agustus 2017, 1-3 September 2017 dan  8-10 September 2017.

“Pendaftaran secara offline dapat langsung ke kantor Bupati Kudus mulai jam 12.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Bagi warga Kudus bisa langsung ke kantor Bupati,” katanya saat press conference di Crystal Palace lt 7 Semarang, Kamis (24/8/2017).

Menurut dia, publikasi kegiatan baru mulai dikerjakan hari ini. Meski demikian, tercatat sekitar 500 pendaftar lomba dari taget 3.100 peserta sudah mendaftar. Mereka melakukan pendaftaram setelah melihat dan mendaftar dari KASKUS .

Baca Juga : Meriahkan HUT Kudus, KASKUS Gelar  KASKUS Kudus Half Marathon

Mengenai biaya pendaftaran, kata dia, untuk half marathon Rp 125 ribu, 10 Kilometer Rp 100 ribu dan 5 Kilometer Rp 75 ribu. Sedang untuk yang Kids fun run 1 kilometer Rp 75 ribu. Biaya pendaftaran tersebut, akan dikembalikan bentuk kaos peserta, nomor dada dengan timing chip, race guide, tas peserta, dan produk dari sponsor.

Sementara itu disinggung mengenai biaya, Ronny menyebutkan, total hadiah mencapai Rp 84 juta. Dengan rincian juara Half Marathon Rp 12 juta, runner up Rp 8 juta, dan peringkat tiga Rp 4 juta.

Kemudian untuk Marathon 10 kilometer, juara mendapat Rp 6 juta, runner up Rp 4 juta dan peringkat tiga Rp 2 juta. Kemudian untuk Marathon 5 kilometer, juaranya Rp 3 juta, runner up Rp 2 juta dan peringkat tiga Rp 1 juta.

“Sedangkan untuk yang Kids Fun Run 1 kilometer. Tidak ada hadiahnya lantaran itu untuk hiburan untuk  anak bersama dengan keluarga,”ujarnya.

Sementara itu, Darditio Santoso, Even Organizer (EO) kegiatan dari DND Production mengatakan, kalau rute lari dimulai dari Simpang Tujuh Kudus dan ke utara lewat Oasis kemudian ke timur hingga perempatan UMK  dan diteruskan ke utara hingga ke Perusahaan Air Minum Cleo dan tembus ke Kantor Kecamatan Bae dan kembali ke Simpang Tujuh.

Sedangkan untuk syaratnya berusia minimal 15 tahun dan maksimal 90 tahun. Sedang Kids fun run 1 kilometer minimal tiga tahun maskimal 12 tahun. Cut off time, Marathon 3,5 jam, 10 Kilometer 2 jam dan 5 Kilometer 1,5 dan Kids fun run 1 jam. 

“Selain itu, peserta harus dalam keadaan sehat dan berlari di jalur yang disediakan panitia, ” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Akun Medsos Anggota Polres Kudus Tak Bisa Dibuka Humas Polda Jateng, Ini Alasannya

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus –  Beberapa akun media sosial (medsos) milik anggota Polres Kudus yang diperiksa Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova ternyata tak bisa dibuka. Alasannya, beberapa anggota tersebut tak memiliki paketan internet dan harus bergantung pada WiFi.

”Waktu dibuka, ada yang paketannya habis. Jadi akunnya tak bisa dibuka dan harus bergantung dengan WiFi,” kata Djarod, Kamis (24/8/2017).

Meski begitu, pemeriksaan tetap berjalan lancar. Puluhan akun media sosial milik anggota yang diperiksa juga tak disalahgunakan. Karena itu, ia meminta semua anggota polisi melek media supaya lebih dikenal masyarakat.

”Handphone milik anggota juga sudah canggih, semua smartphone. Untuk itu, sudah selayaknya untuk melek media,” ujarnya.

Baca Juga : Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga lebih efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, tambah Djarod, ia yakin handphone canggih yang dimiliki anggota sudah dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, hal itu tak akan memberatkan dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

Editor: Supriyadi

Meriahkan HUT Kudus, KASKUS Gelar  KASKUS Kudus Half Marathon

Bupati Kudus Musthofa (tengah) saat press conference di Crystal Palace lt 7, Kamis (24/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Semarang – Kabupaten Kudus bakal memasuki hari jadi ke 468 pada September mendatang. Untuk memeriahkan hari jadi tersebut, KASKUS menggelar acara KASKUS Kudus Half Marathon dalam sejumlah kriteria.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, KASKUS Kudus Half Marathon ini bakal digelar Minggu (24/9/2017). Kegiatan tersebut, terselenggara dari kerjasama antara Pemkab Kudus dengan komunitas online, KASKUS.

“Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan KASKUS. Ini merupakan mimpi saya setelah menjabat hampir 10 tahun di Kudus, yang akhirnya terwujud,” katanya saat press conference di Crystal Palace lt 7, Crowne Hotel, Kamis (24/8/2017).

Menurut dia, perayaan ulang tahun ke-468 ini memiliki tujuan untuk menunjukkan perkembangan Kota Kretek kepada masyarakat luas. Selain itu, dengan adanya kegiatan Marathon juga menjadi promosi Kabupaten Kudus, mulai dari kuliner, wisata, budaya, dan juga keindahan alam. 

Sementara itu, Ronny W. sugiadha, Chief Marketing Officer KASKUS berwork mengatakan, dalam perlombaan nanti, terdapat empat kategori yang dolombakan dalam acara tersebut. Yaitu, Half Marathon (21 K) 10 kilometer, 5 kilometer dan Kids fun run 1 kilometer.

Dijelaskan, pihak KASKUS memilih Kudus, karena memenuhi sejumlah kriteria dalam perlombaan marathon. Selain jalannya yang sudah mulus, pemandangan alamnya juga dianggap indah dengan background Gunung Muria. 

“KASKUS ini kan dari Sabang sampai Merauke, setelah sebelumnya kami membuat acara lari di Jakarta, kami juga membuat di wilayah lain. Apalagi, pengakses KASKUS juga banyak dari Semarang dan sekitarnya, termasuk Kudus,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Akun Medsos Anggota Polres Kudus Diperiksa Kabid Humas Polda Jateng

 

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova (kanan) saat memeriksa handphone anggota Polres Kudus, Kamis (24/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Akun media sosial (medsos) anggota Polres Kudus diperiksa jajaran Humas Polda Jateng, Kamis (24/8/2017). Tak tanggung-tanggung, pemeriksaan dilakukan langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol R.Djarod Padakova.

Pemeriksaan sendiri dilakukan orang nomor satu di jajaran Humas Polda Jateng itu usai memimpin apel anggota di halaman Mapolres Kudus. Tujuannya, ia ingin mengetahui pemanfaatan medsos oleh anggota, terutama dalam menciptakan kondusifitas melalui opini publik.

”Menciptakan opini publik bukanlah perkara yang mudah, kendati demikian kita harus tetap berusaha,” katanya.

Salah satu caranya, lanjutnya, dengan mempublikasikan berbagai prestasi yang dilakukan oleh Polri. Mulai dari keberhasilan mengungkap kasus, memberitakan berbagai terobosan-terobosan dan kegiatan-kegiatan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri dimata masyarakat.

Karena itu, apabila melihat atau menemui kejadian apapun yang berhubungan dengan aksi seorang Polisi yang heroik di lapangan, hendaknya direkam atau difoto menggunakan HP masing-masing. Kemudian hasilnya diposting ke media sosial seperti facebook, YouTube dan lain lain.

”Mengapa saya memilih media sosial? Karena media sosial merupakan media yang paling mudah diakses. Sehingga hal ini diharapkan akan efektif untuk meningkatkan citra Polri di mata masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, Djarod yakin anggota Polres Kudus memiliki handphone canggih dan dilengkapi dengan akun media sosial. Karenanya, ia menilai hal itu tak akan memberatkan masing-masing anggota dan bisa dilaksanakan dengan maksimal.

”Handphone milik anggota sudah canggih. Semuanya smartphone. Sehingga sudah selayaknya untuk melek media,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Bangun Gedung 5 Lantai, Izin RS Mardi Rahayu Kudus Lengkap

RS Mardi Rahayu menyiapkan alat berat untuk melakukan pembangunan gedung lima lantai. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan gedung lima lantai yang dilakukan RS Mardi Rahayu saat ini mulai digalakkan. Sejumlah persiapan, termasuk  izin pun sudah dinyatakan lengkap jauh-jauh hari sebelumnya.

Humas RS Mardi Rahayu Kudus, Maria Reni mengatakan, sebelum pembangunan gedung baru tersebut, terlebih dahulu pihak rumah sakit sudah mengurus izinnya. Izin tersebut mencakup keseluruhan persiapan pembangunan gedung.

”Izinya sudah ada, mulai dari IMB, penurunan trotoar, andal, bahkan izin HO juga sudah ada. Pokoknya semua lengkap,” katanya melalui pesan WhatsApp (WA), Rabu (23/8/2017).

Menurut Reni, semua izin yang sudah disebutkan itu, sudah ada sebelum pembangunan gedung dimulai. Ini lantaran kepengurusan izin diurus sendiri oleh pihak rumah sakit tanpa melalui perantara ataupun pihak ketiga.

”Karena itu kami berani melakukan pembangunan. Kalau  satu belum lengkap, kami tak bisa melakukan pembangunan,” tegasnya.

Baca Juga : Mardi Rahayu Bangun Gedung 5 Lantai, Bupati Kudus; Pengurusan Izin Bisa Sambil Jalan

Sebelumnya, dalam kegiatan ground breaking 21 Agustus lalu, Bupati mengapresiasi pembangunan gedung medik lima lantai ini. Kelengkapan sarana yang ada diharapkan mampu menjadi solusi layanan kesehatan di Kudus. Sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke RS lain di luar Kudus.

“Saya berharap pasien tidak perlu sampai ke Semarang. Cukup kita selesaikan di Kudus,” harapnya pada semua faskes di Kudus termasuk RS milik pemda RSUD dr. Loekmono Hadi.

Semakin meningkatnya layanan kesehatan di Kudus ini menjadi sebuah kemajuan. Bahkan bupati dua periode ini berharap Kudus bisa menjadi pusat dan rujukan wilayah pantura timur, bahkan seluruh pantura.

Editor: Supriyadi

Berbobot 980 Kg, Sapi Milik Warga Kudus Laku Rp 51 Juta

Sidi Pramono, Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memeriksa sapi di pasar hewan, Jati, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Idhul Adha tahun ini membawa berkah tersendiri bagi peternak sapi asal Desa Bacin RT 6/RW 1, Kecamatan Kota Kudus, Husain. Pasalnya, sapi jenis metal berbobot 980 kilogram miliknya laku hingga Rp 51 juta.

”Alhamdulillah laku lumayan. Kalau tidak untuk kurban mungkin lakunya kurang dari harga itu,” katanya saat menjual sapi miliknya di Pasar Hewan, Jati, Rabu (23/8/2017).

Husain mengatakan, harga Rp 51 juta memang terbilang wajar. Apalagi sapi miliknya bobotnya berada di atas rata-rata. Hanya saja, karena pembeli digunakan untuk kebutuhan kurban, ia pun melepas dengan harga kesepakatan tersebut.

”Saya memiliki beberapa sapi di rumah. Beratnya juga bervariasi. Mulai dari 300 kilogram hingga yang paling besar 980 kilogram. Menjelang Idul Adha seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang membutuhkan sapi untuk hewan kurban,” ungkapnya

Ia menjelaskan, pihaknya memang satu dari sekian pedagang sapi yang memasok ke sejumlah wilayah. Sapi-sapi tersebut, rata-rata dijual ke luar Kudus, seperti Semarang, Kendal, hingga Jakarta.

Hanya saja, untuk sapi-sapi miliknya, didatangkan dari Jawa Timur. Selain kualitasnya bagus, benih sapi dari jawa timur merupakan peranakan sapi unggulan.

“Tahun kemarin saya malah memiliki sapi berbobot satu ton lebih. Sapi tersebut laku dengan harga Rp 60 jutaan lebih,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Disenggol Sepeda Motor, Pengendara Vario Asal Kudus Tewas ‘Dihajar’ Truk

Truk tangki bernopol N- 9823-UN diamankan Polres Kudus untuk dimintai keterangan. (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasib nahas dialami Arifin, warga Desa Karmalang RT 2/RW 3, Kecamatan Gebog, Kudus. Pria berusia 37 tahun itu meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan R. Agil Kusumadya, Rabu (23/8/2017).

Kanit Laka Pada Polres Kudus Iptu  I Ngatmin mengatakan, kecelakaan bermula saat Arifin yang mengendarai Honda Vario bernopol K 4013 AR melaju dari arah utara (Kudus) ke Selatan (Semarang) dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di lokasi kecelakaan, pengendara Vario berserempetan dengan sepeda motor lain dari arah yang sama. Karena tak mampu menguasai kendaraan, akhirnya terpental ke kiri.

Nahas, di samping kiri terdapat truk tangki yang juga berjalan beriringan. Korban pun langsung terbentur  truk tangki bernomor polisi N- 9823-UN yang dikendarai Ropi’i (43) warga Desa Gondang Legi Kulon RT 5/RW 1 Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang.

Melihat adanya kecelakaan, pengendara motor yang menyenggol Vario langsung kabur, dan hingga kini masih belum diketahui identitasnya. 

“Setelah itu, korban sempat dibawa ke rumah sakit Mardi Rahayu. Namun, nyawanya tak tertolong dan meninggal di rumah sakit,” katanya.

Dari diagnosa dokter, korban luka pada kaki kanan dengan luka robek. Hanya saja, karena benturan yang cukup keras, korban sempat kehilangan banyak darah.

Sementara, kondisi sapir truk tangki, Ropi’i tidak mengalami luka apapun akibat kecelakaan tersebut.

Editor: Supriyadi

27 Agustus, PKB Mulai Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus

Wakil Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani.  (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kudus berencana membuka pendaftaran Bakal Calon (Balon) Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Kudus untuk Pilkada 2018 mendatang.

Rencananya pendaftaran akan dilakukan selama 16 hari, dimulai tanggal 27 Agustus 2017 hingga 11 September 2017 mendatang.

Ketua DPC PKB Kudus, Ilwani mengatakan pendaftaran resmi dimulai Minggu (27/8/2017) pagi. Bagi para calon yang berminat mendaftar, dipersilakan langsung ke kantor DPC PKB Kudus, di Jalan Ganesha, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota. 

”Sesuai jadwal, pendaftaran akan dibuka mulai 27 Agustus dan berakhir tanggal 11 September. Karena itu yang ingin mendaftar silahkan bersiap-siap,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (23/8/2017).

Ilwani menyebutkan, dalam pendaftaran nanti, semua orang diperbolehkan mengikuti proses pendaftaran. Baik itu politisi, birokrat, ataupun masyarakat umum yang memenuhi persyaratan. Hanya, dalam prosesnya nanti, PKB mengutamakan keterbukaan hingga selesai.

”Jadi kami terbuka. Siapa saja boleh, asal memenuhi persyaratan,” tegasnya.

Hanya saja, lanjut pria yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kudus ini, untuk persyaratan bisa dilihat di kantor DPC. Ia mengaku sampai saat ini masih menyempurnakan persyaratan.

”Persyaratan bisa diambil langsung di kantor DPC  PKB mulai Minggu hingga jadwal ditentukan,” tandasnya.

Ilwani menambahkan, setelah pendaftaran, mereka yang dianggap memenuhi persyaratan wajib menyampaian visi misi. Penyampaian visi misi bakal calon ini akan digelar pertengahan September mendatang.

“Setelah itu, pengumuman pendaftaran akan keluar pada Oktober mendatang. Pengumuman tersebut, juga sekaligus keluarnya rekomendasi yang keluar dari partai,” imbuhnya.

Editor : Supriyadi

Kabar Gembira, Daftar BPJS Kesehatan di Kudus Bisa Lewat Aplikasi WhatsApp

Kegiatan publik ekpose BPJS Kesehatan Cabang Kudus di Kantor BPJS Kudus, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – BPJS Kesehatan Kudus membuat pelayanan pendaftaran kepesertaan JKN KIS baru dengan lebih mudah. Kini, bagi masyarakat yang hendak mendaftar sebagai kepesertaan BPJS kesehatan, bisa dilayani melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Kepala BPJS Kesehatan Dody Pamungkas mengatakan, pendaftaran menggunakan WA sudah berlangsung beberapa waktu. Pendaftaran tersebut, dikhususkan bagi kepesertaan BPJS Kesehatan secara mandiri di wilayah  Kantor Cabang Kudus, yakni Kabupaten Kudus, Jepara, dan Purwodadi.

“Syarat pendaftarannya cukup mudah, pertama foto kartu keluarga, foto KTP Elektronik, foto buku tabungan, menginformasikan kelas rawat inap yang diinginkan serta menginformasikan faskes 1 yang dipilih,” katanya saat publik ekpose di kantor Cabang BPJS Kesehatan Kudus, Selasa (22/8/2018).

Setelah melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan, lanjut dia, calon kepesertaan dapat mengirimkan semua syarat pendaftaran ke WA dengan nomor 082223821820. Dengan model semacam itu, dinilai mempermudah dalam pendaftaran peserta baru.

Menurut dia, saat calon kepesertaan kebingungan, juga dapat dilayani dengan aplikasi WA tersebut. Calon peserta tinggal menanyakan hal yang tak dimengerti ke nomor tersebut. Seperti halnya soal Faskes 1 dan lain sebagainya.

“Setelah semuanya jelas dan lengkap, informasi pembayaran dapat dilakukan melalui SMS. Kemudian, kartu tersebut akan dicetak hari berikutnya dan langsung diantar ke rumah peserta JKN KIS BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, jumlah masyarakat yang ikut BPJS Kesehatan per 30 Juni 2017 mencapai 2.145.360 jiwa. Jumlah tersebut juga meliputi yang ter-cover dalam Jamkesda, yang terdiri  27.586 jiwa (Kudus), 6.767 jiwa (Jepara), dan Grobogan 27.663 jiwa.

“Kami juga bermitra dengan 290 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang meliputi 70 Puskesmas, 135 dokter praktik perorangan, 36 dokter praktik gigi perorangan, dan 49 Klinik Pratama,” jelasnya.

Selain itu, BPJS Kesehatan Kudus juga bekerjasama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) sebanyak 18 rumah sakit, 14 apotek, dan 8 optik.

Editor: Supriyadi

Sore Ini, 4 Nama Bakal Calon Bupati Kudus Asal Hanura Dikirim ke DPD

Satu dari empat bakal calon Bupati Kudus Akhwan saat mengembalikan berkas pendaftaran ke DPC Partai Hanura. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati Kudus dari DPC Partai Hanura resmi ditutup 18 Agustus lalu. Dari hasil pendaftaran, terdapat empat nama yang mendaftar dan akan dikirim ke DPD Jateng.

Ketua penjaringan bakal calon Bupati Kudus Partai Hanura, Sutriyono mengatakan, keempat nama tersebut adalah Umar Ali atau Mas Umar, Sri Hartini, Akhwan, dan Djoni Rahardjo. Keempatnya mendaftar sebagai bakal calon Bupati Kudus.

“Sore ini, Selasa (22/8/2017), saya akan mengirimnya ke DPD Jateng. Keempatnya juga sudah dikatakan lengkap sebagai bakal calon Bupati Kudus,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Sebelumnya, lanjutnya, satu dari keempat bakal calon, yakni Sri Hartini nyaris gagal karena belum bisa menunjukkan surat dari Pengadilan Negeri (PN) tentang pernyataan tidak pailit atau tidak terlilit hutang.

Beruntung, tim penjaringan memberi batas waktu hingga 19 Agustus sebelum berkas dikirim ke DPD. Dalam waktu yang ditentukan itu, Sri Hartini telah menyelesaikan syaratnya termasuk menyusulkan syarat tersebut.

“Kami dari Hanura agak susah, terdapat 22 persyaratan yang harus dilengkapi oleh bakal calon. Dan keempatnya sudah bisa melengkapinya,” ujarnya.

Disinggung bakal calon lain yang sudah komunikasi, dia mengaku ada dua bakal calon yang sudah komunikasi. Yaitu Masan dari PDIP dan Maesyaroh asal Partai Idaman.

“Tapi, pak Masan hanya mengajak koalisi tanpa mendaftar. Sedangkan Maesyaroh hanya mengambil berkas sebagai wakil dan tidak mengembalikan berkasnya,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Ini Pesan Terakhir Pemuda Pati yang Tewas Gantung Diri di Kudus

Polisi dan warga tengah mengevakuasi mayat yang tergantung di pintu kamar kos di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. (Foto : Polsek Bae)

MuriaNewsCom, Kudus – Johan Rudianto (23), warga Desa Banyutowo RT 03 RW 02, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar kos miliknya di Desa Dersalam, Kecamatan Bae ternyata sempat meninggalkan pesan.

Pesan tersebut tertulis dalam aplikasi WhatsApp yang ditujukan kepada sebuah nomor di hpnya. Sayang nomor tersebut tak bernama dan belum bisa dihubungi.

Kapolsek Bae AKP Sardi mengatakan, pesan tersebut diketahui saat petugas memeriksa handphone yang disimpan dalam saku celana. Setelah diperiksa percakapannya, ternyata korban sempat mengirim pesan ke salah satu nomor.

“Dalam pesan tertulis tolong rawat mayatku. Sayangnya, dalam nomor tersebut tak dikasih nama, sehingga tidak diketahui siapakah pemilik nomor telepon,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom.

Baca Juga: Warga Kudus Ini Syok Lihat Mayat Tergantung di Pintu Kamar Kosnya

Pihak kepolisian juga tengah menyelidiki siapa pemilik nomor tersebut. Namun hingga kini masih belum bisa ditemukan siapakah pemilik dari nomor tersebut. Hanya, dia menduga kalau pemilik nomor merupakan orang yang sangat disayangi hingga disayangi olehnya.

Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit hati atau putus cinta. Hal itu juga kalau melihat usia yang masih muda. Hanya saja dugaan tersebut masih belum pasti. Saat ini pihaknya bersama petugas lainnya masih melakukan penyeledikan.

“Yang pasti, bunuh diri itu tak akan menyelesaikan masalah. Karena itu, jangan berpikir pendek,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Warga Kudus Ini Syok Lihat Mayat Tergantung di Pintu Kamar Kosnya

Polisi dan warga tengah mengevakuasi mayat yang tergantung di pintu kamar kos di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus. (Foto : Polsek Bae)

MuriaNewsCom, Kudus – Penghuni rumah kos milik Ngadiran (47) di Desa Dersalam RT 04 RW 01, Gang 9, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, dibuat syok setelah mendobrak kamar yang dihuni Johan Rudianto (23), Selasa (22/8/2017) dini hari tadi.

Bagaimana tidak, setelah pintu didobrak, pemilik dan penghuni kos mendapati Johan sudah tak bernyawa dengan kondisi tergantung di pintu. Johan yang merupakan warga Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, itu ditemukan meninggal dunia dengan tubuh sudah kaku.

Sebelumnya mereka memang sudah memperkirakan ada sesuatu yang terjadi dengan Johan, namun tak menyangka jika pemuda itu gantung diri. Awalnya penghuni kos lain merasa curiga lantaran sejak Senin (21/8/2017) pagi Johan tak kelihatan, sementara kamar dalam posisi terkunci.

Dari kecurigaan itu, akhirnya penghuni kos dan warga melapor ke polisi. Setelah polisi dan pemilik kos datang, pintu kamar Johan akhirnya dibuka dengan cara didobrak. Dari sinilah diketahui jika Johan sudah meninggal dunia.

“Diduga sudah meninggal pagi sebelum atau malamnya. Karena saat petugas datang, kondisi mayat sudah dalam keadaan kaku,” kata Kapolsek Bae AKP Sardi, saat dihubungi MuriaNewsCom.

Menurutnya, saaat ditemukan tubuh korban tergantung dengan tali warna hijau terikat di lehernya. Mayat Johan pun sudah dilakukan pemeriksaan oleh dr Dewi Aprilia, tim medis dari Puskesmas Dersalam.

Dari hasil pemeriksaan diindakasi Johan meninggal dunia karena bunuh diri. Karena di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.

Editor : Ali Muntoha

Mardi Rahayu Bangun Gedung 5 Lantai, Bupati Kudus; Pengurusan Izin Bisa Sambil Jalan

Bupati Kudus Musthofa (tiga dari kiri) saat menghadiri pembukaan pembangunan gedung lima lantai RS Mardi Rahayu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – RS Mardi Rahayu Kudus mulai mengerjakan proyek bangunan lima lantai, Senin (20/8/2017). Dalam pembangunan tersebut, Bupati Kudus Musthofa berpesan jika pengurusan izin dapat dilakukan sambil jalan.

“Kalau izinya masih belum diproses, maka proses izin pembangunan bisa dilaksanakan sambil paralel atau sambil jalan. Artinya apa, artinya gedung tetap dibangun sambil mengurus izinnya,” katanya saat sambutan dalam pemancangan tiang pancang pertama.

Bupati memberikan RS kelonggaran lantaran Mardi Rahayu merupakan rumah sakit swasta. Selain itu, kebutuhan akan bangunan yang dibangun sangat dibutuhkan masyarakat.

Dengan jadinya gedung medik sentral, Bupati berharap pengobatan masyarakat ke rumah sakit bakal lebih maju. Sehingga, persoalan kesehatan masyarakat akan berhenti di Kudus, dan tak perlu merambah rumah sakit luar Kudus.

“Jangan sampai lupa, untuk tetap konsisten dalam melayani masyarakat kecil,” pesannya.

Sementara, Direktur Umum RS Mardi Rahayu Kudus dokter Pujianto mengatakan, bangunan anyar dibutuhkan karena sejumlah bangunan sudah berusia 43 tahun dan untuk memenuhi standar akreditasi RS. Sebagai contoh kamar operasi yang harus menggunakan sistem bertekanan positif, serta tersedianya alat Hepafilter untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.

“Perlu juga penambahan lima kamar operasi menjadi delapan kamar, dukungan central sterile and supply department serta ruang perawatan stroke yang terintegrasi dengan ICU,” jelasnya.

Dalam detail gedung baru nanti, lantai dasar sebagai ruang tunggu kamar operasi dan IVLCU/IRIN serta CSSD. Lantai dua delapan kamar operasi,  dan suport peralatan kamar operasi. Lantai tiga ICU, lantai empat ruang perawatan stroke 25 bed serta lantai lima ruang VVIP sambilan bed.

Di sisi lain untuk pengawas pembangunan dipercayakan CV Aretas Semarang, perencana dari PT Global rancang Selaras Yogyakarta. Sedangkan kontraktor pelaksana PT Tigamas Mmitra Selara dengan masa pengerjaan selama 10 bulan.

Editor: Supriyadi

Duar !!, Suara Ledakan di Depan Kantor KONI Kudus Gegerkan Warga

Pengguna jalan dan puluhan siswa SD 1 dan 3 Wergu Wetan melihat sumber ledakan yang berada di depan Kantor KONI Kudus, Senin (21/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Suara ledakan terdengar jelas dari depan gedung KONI Kudus di Jalan Gor, Desa Wergu Wetan, Senin (21/8/2017) siang.

Suara ledakan yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu, sontak menggegerkan pengguna jalan dan puluhan siswa SD 1 dan 3 Wergu Wetan yang berada di depan sumber suara.

Sebagian besar pengurus KONI yang berada di kantor juga langsung keluar. Puluhan siswa SD 1 dan 3 Wergu Wetan, Kota Kudus yang sedang beristirahat juga melakukan hal yang sama. Mereka bahkan langsung berlari menuju arah ledakan karena penasaran.

Lantaran khawatir, sejumlah guru mencoba menghalang-halangi siswa datang ke sumber ledakan. Siswa kemudian diminta kembali ke kelas meninggalkan lokasi ledakan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Ketua KONI Kudus M Ridwan mengatakan, ledakan keras tersebut berasal dari travo milik PLN yang berada di tikungan depan Kantor KONI. Hanya, ledakan tersebut bukan pertama kali. Beberapa bulan lalu, ledakan juga pernah terjadi hingga keluar api.

“Sebelumnya pernah sampai keluar api setelah ledakan terjadi. Tapi ini tidak. Hanya suaranya yang sangat keras,” katanya kepada MuriaNewsCom

Ia menambahkan, setelah melihat trafo yang meledah, pihak KONI langsung menghubungi PLN untuk meminta penanganan. Apalagi, karena kejadian tersebut sejumlah pelanggan di sekitar lokasi terpaksa beraktivitas tanpa listrik karena padam.

“Kalau kantor KONI tidak mati. Listrik di sini (Kantor KONI) jaringannya berbeda dari travo yang meledak. Tapi wilayah lain mungkin padam lantaran travo,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

 

Samator Surabaya Juarai Sukun Cup II 2017

Tim Samator Surabaya mengangkat tropi juara setelah mengalahkan Yuso Yogyakarta di ajang Sukun Cup 2017. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim Voli Samator Surabaya, berhasil menjadi juara dalam Turnamen Bola Voli Sukun Cup II 2017, Minggu (20/8/2017) malam. Bertempat di Gedung Sport Center Sukun, Samator berhasil mengangkat tropi juara dan membawa hadiah uang pembinaan Rp 30 juta.

Samator Surabaya keluar sebagai juara setelah mengalahkan  Yuso Yogyakarta di pertandingan final. Dalam pertandingan tersebut, Yuso tak berdaya melawan Samator Surabaya  dan kalah dengan skor 3-0 sekaligus.

Kalah dari Samator Surabaya, Yuso Yogyakarta masih keluar sebagai runner-up. Dengan posisi Runner up, Yuso pulang membawa hadiah uang pembinaan sebesar Rp 20 juta serta tropi.

Sementara, pada laga perebutan peringkat tiga, antara Sukun Surya Muda melawan C7K Kudus berlangsung sengit. Kedua tim langsung jual beli serangan senjak peluit awal pertandingan ditiup. Meski begitu, Sukun Surya Muda berhasil keluar sebagai pemenang setelah menekuk C7K dengan skor 3-2.

Dengan posisi itu, selain mendapat tropi, Sukun Surya Muda juga berhak membawa uang pembinaan sebesar Rp 13 juta. Sedang peringkat keempat C7K juga membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 7 juta.

C7K tak dapat melaju ke final lantaran kalah dalam pertandingan sebelumnya atas Samator Surabaya. C7K kalah dengan skor 3-2 dalam laga tersebut. Sedangkan Sukun Surya Muda pun mengalami hal yang sama dengan kalah atas Yuso dengan skor 3-2 pula.

 

Hasil Turnamen Voli Sukun Cup II 2017

  • Juara

 Samator Surabaya

 Hadiah: Tropi Juara dan Uang Pembinaan Rp 30 juta 

  • Runner up

 Yuso Yogyakarta

 Hadiah tropi dan uang pembinaan Rp 20 juta

  • Peringkat Tiga

 Sukun Surya Muda

 Hadiah: Tropi dan uang pembinaan Rp 13 juta

  • Peringkat Empat

 C7K Kudus

 Hadiah : Tropi dan uang pembinaan Rp 7 juta

 

Editor: Supriyadi

Samator Surabaya Tantang Yuso Yogyakarta di Final Sukun Cup 2017

Tim C7K Kudus berusaha meraih angka saat menghadapi Samator Surabaya di semifinal Sukun Cup 2017, di Sukun Sport Center , Minggu (20/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol HadI)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim Voli Samator Surabaya akhirnya mendapat tiket menuju final Sukun Cup II 2017 setelah mengandaskan juara bertahan C7K Kudus dengan skor 3-2 di Sukun Sport Center , Minggu (20/8/2017).

Kemanangan tersebut bakal membuat laga final semakin panas. Pasalnya tim asal Surabaya itu akan berhadapan dengan Yuso Yogyakarta di partai final, Minggu (20/8/2017) malam nanti, pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penampilan Samator memang sangat meyakinkan.  Meski di set pertama mereka kalah 21-25, juara Proliga itu berhasil bangkit di set kedua dengan skor 25-20.

Kemanangan di set kedua pun berhasil digandakan di set ketiga. Lagi-lagi skornya 25-20. Hanya, di set keempat, Samator terlihat kedodoran. Mereka harus mengakui keunggulan C7K dengan skor 17-25. Beruntung mental mereka kembali di set kelima dengan skor 17-10.

Editor: Supriyadi

Tundukkan Tuan Rumah, Yuso Yogyakarta Melaju ke Final Sukun Cup

Tim voli Yuso Yogyakarta dipaksa menguras keringat dengan bertanding lima set saat menghadapi tim tuan rumah Sukun Surya Muda, di Sukun Sport Center, Minggu (20/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim voli Yuso Yogyakarta berhasil melaju ke final Sukun Cup 2017 yang digelar di Sukun Sport Center, Minggu (20/8/2017). Kepastian tersebut diraih setelah mengalahkan tuan rumah Sukun Surya Muda dengan skor 3-2.

Di babak pertama Yuso mampu tampil menawan. Serangan demi serang diracik dan dilancarkan dengan skuat tenaga. Beberapa kali mereka pun dibuat jatuh bangun atas serangan Sukun Surya Muda. Hanya saja, Yuso berhasil menang dengan skor 25-19.

Tertinggal satu angka, pada babak kedua Sukun makin ganas menggencarkan serangan. Strategi apik yang dibuat sang pelatih terbukti topcer. Bahkan, keduanya sering kejar-kejaran angka. Namun, sukun berhasil menang 25-23.

Kemenangan Sukun Surya Muda di set kedua ternyata berhasil membangkitkan semangat pemain. Dengan seragam biru tua, Sukun Surya Muda kembali mendapatkan kemenangan kedua dengan skor 25-19.

Hanya saja, di set keempat keberuntungan Sukun mulai pudar. Di set ini, Yuso tak mau kalah dengan bermain ngotot. Kali ini Yuso merebut kemenangan atas Sukun dengan skor 25- 23.

Pertandingan dipaksa memasuki babak kelima. Pada pertandingan ini Yuso terlihat lebih siap sejak awal pertandingan. Terlihat, Yuso selalu memimpin semenjak awal pertandingan hingga usai babak kelima. Dengan skor 15-12, Yuso memastikan kemenangan dan maju kebabak final  

Pertandingan final sendiri akan berlangsung malam nanti. Yuso menanti pemenang dari pertandingan antara C7K Kudus dengan Samator Surabaya. Kedua tim baru beranding siang ini sekitar jam 13.00 WIB guna meriah tiket final.

Editor: Supriyadi

 

Penampilan Sanggar Tari Ciptoning Asri di FASBuk Bikin Kagum

Penampilan sanggar Ciptoning Asri berhasil memikat perhatian penonton. (FASBuk)

MuriaNewsCom, Kudus – Penampilan sanggar tari Ciptoning Asri dalam acara FASBuk di Auditorium UMK, Sabtu (19/8/2017) berhasil menyedot perhatian penonton. Dengan tema Nitik  Sasmaya, ratusan penonton bahkan dibuat kagum dalam penampilan tersebut.

Panitia kegiatan FasbuK Arfin mengatakan, dalam pementasan kali ini sanggar Ciptoning Asri memberikan pertunjukan tari batik. Di mana tari tersebut menggambarkan karya batik yang telah ada pada zaman kerajaan-kerajaan yang telah turun temurun dilestarikan sampai sekarang.

Selain itu,  batik juga terdapat nilai-nilai luhur pembelajaran tentang makna dan nilai-nilai kehidupan.

“Membatik merupakan salah satu pembelajaran pengendalian diri yang bagus diterapkan sejak dini, mempererat tali persaudaraan dan persatuan. Proses pembuatan batik dari mulai menggambar pola, nyanting, hingga nglorot yang dilakukan dengan bekerja sama akan menghasilkan karya yang indah,” katanya saat menjelaskan tentang sinopsis pementasan

Tanpa adanya kerjasama, lanjutnya, ia yakin batik tak akan seindah ini. Apalagi, membatik prosesnya tak mudah. Jika ada yang kurang, ia yakin batik tak akan sempurna dan sulit untuk diterima masyarakat.

Sementara itu, salah satu penonton FASBuk, Afandi mengaku terkesima dengan penampilan tari Ciptoning Asri. Dia menilai pementasan tari tersebut sangat rapi dan memiliki gerak tarian yang khas, terutama dalam lenggak-lenggoknya.

Setelah itu, dari unsur kostum juga sangat pas. Tak ada yang kontras dan maching dengan gerakan penari.

”Ini menandakan semua persiapan sudah disiapkan sedemikian rupa sejak awal. Makannya pentas sangat seru dan sangat mengagumkan,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

 

Pemilik Gudang Tebu yang Terbakar Rugi Puluhan Juta

Petugas kebakaran dan warga mencoba memadamkan api yang melalap habis gudang tebu di Desa Jurang, Kudus, Sabtu (19/8/2017).
(MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik gudang ampas tebu dan gudang gula tumbu yang terbakar adalah Kasdi (70). Warga Desa Jurang, RT 1 RW 1
Kecamatan Gebog itu harus mengalami kerugian mencapai Rp 50 jutaan, atas gudangnya yang habis terbakar.

Kasdi mengatakan, kebakaran tersebut tak hanya membuat kerugian pada bangunan saja. Namun isi dalam gedung miliknya juga habis. Padahal di dalamnya terdapat banyak pasokan gula tumbu.

“Ada sekitar empat ton gula tumbu sudah terkemas. Belum lagi yang masih dimasak dalam wadahnya serta tumpukan tebu yang juga habis terbakar. Jadi kalau Rp 50 juta lebih kerugianya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pria bertubuh gemuk itu menceritakan, saat kejadian kebakaran pihaknya sedang berada di rumahnya, yang tak jauh dari gudang. Saat itu, terdapat warga yang memberi kabar kalau gudangnya kebakaran.

Mendapatkan kabar yang tak enak, pihaknya langsung panik. Dia langsung datang ke lokasi sambil menghubungi pemadam kebakaran. Namun sesampainya di gudang,  kobaran api sudah melalap hampir seluruh gudang miliknya.

“Api muncul dari arah barat gudang menuju ke timur. Ampas tebu dan plastik yang kering sangat mudah terbakar. Apalagi, cuaca hari ini sangat panas dengan angin yang cukup kencang,” ungkap dia.

Editor : Ali Muntoha

Gapsty Jepara Tak Berdaya Hadapi C7K

gapsty Jepara memberi perlawanan sengit saat berhadapan dengan C7K Kudus di Sukun Sport Center, Sabtu (19/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim voli Gapsty Jepara tak berdaya melawan ketangguhan tim voli dari C7K Kudus. Tak main-main, Gapsty kalah telak dengan 3-0 langsung dalam pertandingan di Sukun sport center Gebog, Sabtu (19/8/2017).

Pada babak pertama, Gapsty Jepara sudah mulai memberikan perlawanan yang sengit. Kedua tim juga terlihat saling mengejar angka.Namun, usaha dari tim kota ukir tak membuahkan hasil dengan kekalahan 25 -22.

Memasuki babak kedua, Gapsty semakin kehilangan semangat bertanding. Kesalahan dalam pertandingan dimanfaatkan betul oleh lawan, hingga kembali Gapsty Jepara kembali telan kekalahan pada babak kedua dengan skor 25-11.

Kondisi tak begitu berubah terlihat pada babak ketiga. Semangat bertarung yang sudah mulai tumbuh dari Gapsty Jepara tak membuat C7K gentar. Hasilnya, kembali Kemenagan bakan C7K Kudus terulang. Tiga kemenangan beruntun diraih oleh C7K dan keluar sebagai pemenang pertandingan.

Editor: Supriyadi