Banyak Lampu PJU Dibiarkan Padam, Ini Kata DPRD Komisi C Kudus

Suasana rapat paripurna di kantor DPRD Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewCom, Kudus – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus meminta pemkab setempat, lebih peduli dengan perawatan lampu penerangan jalan umum (PJU). Karena, banyak titik PJU yang padam lama, namun tak kunjung dibenahi.

Ketua Komisi C Ahmad Yusuf mengatakan hal itu saat paripurna di kantor DPRD Kudus, Selasa (11/7/2017).  “Perawatan LPJU yang rusak atau mati, agar segera mendapatkan perhatian mengingat kondisi saat ini, LPJU sudah banyak yang padam,” kata Yusuf.

Hal tersebut ditujukan kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup.  Selain menyoroti tentang PJU, juga tentang pembangunan talut. Pihaknya meminta dinas terkait menyelesaikan pembangunan talut sebelum tiba masa musim hujan.

Sementara, Komisi D menyoroti ihwal pendidikan di Kudus. Saat ini anggaran pendidikan tinggi, dan diharapkan diimbangi dengan prestasi yang unggul pula.

Editor : Akrom Hazami

 

 

DPRD Kudus Setujui Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2016

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, SE, MM.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kabupaten Kudus menggelar Rapat Paripurna Laporan Komisi-komisi dilanjutkan penandatanganan keputusan DPRD Kabupaten Kudus, Selasa (11/7/2017). Rapat siang tadi juga mengagendakan persetujuan bersama Bupati Kudus dan DPRD Kabupaten Kudus terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran 2016.

Rapat Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan, SE, MM . Hadir pada kesempatan itu Bupati Kudus, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Unsur Forkopinda, Sekretaris Daerah dan para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, Sekretaris DPRD Kabupaten Kudus, Pimpinan SKPD, Perusahaan Daerah, Kades dan Lurah se Kabupaten Kudus.

DPRD Kabupaten Kudus menerima dan menyetujui pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran2016 pada rapat paripurna tanggal 11 Juli 2017. Dalam laporan komisi-komisi, Komisi A menyampaikan mengapresiasi pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Angaran 2016 yang memperoleh WTP dari BPK. ”Namun Komisi A menilai hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya temuan yang harus ditindaklanjuti,” kata Mardijanto, Ketua Komisi A DPRD Kudus.

 Sekretaris Komisi B Aris Suliyono menyampaikan, ada beberapa persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus. Di antaranya eksploitasi air Pegunungan Muria, penegakan Perda No. 10/2015 tentang hiburan malam dan tingginya tarif PDAM.

Komisi C yang disampaikan Ketua Ahmad Yusuf Roni memberikan saran untuk optimalisasi PAD dari sektor retribusi parkir. ”Komisi C juga memberikan perhatian khusus pada persoalan lingkungan, penerangan jalan raya dan normalisasi sungai,” ucap Yusuf Roni.

Sementara itu, Komisi D menekankan alokasi anggaran pendidikan dan bidang kesehatan. ”Komisi D sangat apresiatif kepada RSUD Dr. Loekmono Hadi yang sukses memporoleh penghargaan dalam bidang layanan kesehatan,” tandas Agus Imakudin, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus H Musthofa dalam sambutannya menegaskan, pelaksanaan APBD Kabupaten Kudus Tahun Anggaran 2016 memperoleh WTP dari BPK dan mendorong semua jajarannya terus meningkatkan kinerja agar pelaksanaan APBD Tahun Angaran 2017 dapat lebih baik lagi. (NAP)

 

Editor : Supriyadi

TPA Tanjungrejo Kudus Butuh Penanganan Lebih Bagus

Petugas melihat timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kudus menuturkan jika TPA perlu penataan lebih baik lagi. Di antaranya adalah dengan melakukan pelebaran luas TPA. Tujuannya, supaya sampah yang tertampung bisa lebih banyak.

Mandor TPA Tanjungrejo Setiyono mengatakan,  pelebaran luas TPA menjadi salah satu solusi. Jika hal itu tak bisa dilakukan, setidaknya bisa memaksimalkan ke bagian lain.  Diketahui,  TPA memiliki luas areal sekitar 5,4 hektare.

“Kalau tak bisa ada penambahan luas, maka bisa dimaksimalkan pada penataanya. Masih ada beberapa tempat yang bisa dimaksimalkan, seperti bagian selatan,” kata Setiyono di TPA Tanjungrejo, Selasa (11/7/2017).

Pihaknya mencatat, jumlah sampah yang masuk ke TPA mencapai sekitar 130 ton per hari. Jumlah itu masih bisa bertambah jika pada momen tertentu. Seperti halnya momen Lebaran.

Ketua Komisi C DPRD Kudus Yusuf Roni mengatakan, dewan akan melakukan komunikasi kepada dinas yang menangani TPA. Agar, solusi terhadap permasalahan di TPA segera tertangani.

“Kalau dilihat, perlu juga adanya petugas khusus yang menangani. Seperti halnya UPT khusus penanganan sampah. Biar lebih fokus dalam mengelola persampahan di Kudus,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Lalu Lintas di Kawasan Menara Kudus Akan Ditata Usai Dipasangi Lantai Granit

Sejumlah anggota komisi C DPRD Kudus melakukan inspeksi mendadak di Menara Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penataan Menara Kudus akan diiringi dengan penataan lalu lintas. Demikian disampaikan Pemkab Kudus.

Jaswanto, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pekerjaan Rakyat (PUPR) Kudus, mengatakan, pemkab sudah berkoordinasi soal pengaturan lalu lintas dengan Dinas Perhubungan.

“Kalau informasi, rencananya akan dilakukan dengan cara tiket atau kartu yang dikhususkan bagi warga di sini (setempat). Supaya masyarakat setempat masih bisa melakukan aktivitas, seperti biasa. Kendaraan masih bisa masuk,” kata Jaswanto di Kudus, Senin (10/7/2017).

Adapun soal trotoar, Jaswanto menuturkan itu bukan milik pemerintah, memainkan milik YM3SK. Untuk itu, belum bisa dilakukan pembangunan.

Ketua Komisi C DPRD  Kudus Ahmad Yusuf Roni mengatakan, pemerintah harus punya cara untuk mengatur lalu lintas di area menara.

Editor : Akrom Hazami

Granit India untuk Dipasang di Kawasan Menara Kudus Tiba Pekan Ini

Sejumlah anggota komisi C DPRD Kudus melakukan inspeksi mendadak di Menara Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tak lama lagi masyarakat Kudus bisa menikmati kawasan Menara yang lebih apik. Di antaranya adalah adanya lantai granit yang dipasang di titik itu. Sesuai rencana, granit tiba di Kudus dalam waktu tak lama lagi.

Jaswanto, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Pekerjaan Rakyat (PUPR) Kudus mengatakan, granit impor akan tiba pekan ini. Dijadwalkan granit sampai di Kudus, pada 12 Juli. “Rencananya demikian, pada awal pekan akan sampai di Kudus,” kata Jaswandi di Kudus, Selasa (10/7/2017).

Lantai granit memiliki corak warna hitam dan warna hijau. Dengan kombinasi warna tersebut, membuat kawasan Menara akan jadi lebih bagus. Setelah granit terpasang, kawasan Menara Kudus dilengkapi dengan lampu hias seperti lampu taman.

Selain pemasangan batu granit, drainase juga akan diperbaiki dengan lebar 1 meter persegi. Pengerjaan memakan waktu hingga 180 hari ke depan. Proyek dilaksanakan oleh konsorsium (KSO) PT Putra Mas Indah Baroe dan PT Kokoh Prima Perkasa.

Penataan kawasan Menara menelan biaya Rp 9,8 miliar. Pembangunan dilakukan di dua ruas, yaitu jalan di area Menara sepanjang sekitar 493 meter, serta Jalan Madurekso yang panjangnya kurang lebih 167 meter. Total panjang mencapai 660 meter. Sedang untuk lebar 5,1 meter.

Editor : Akrom Hazami

PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu Kudus Gelar Porseni

Anggota PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu Kudus mengikuti Porseni di Balai Desa Mijen. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – PAC IPNU-IPPNU Kaliwungu, menggelar Porseni XVII halaman dan aula Balai Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Sabtu (8/7/2017). Sederet kegiatan diadakan di beberapa tempat yang berbeda.

Abdul Basyir, panitia kegiatan, mengatakan kegiatan diadakan sejak Selasa (4/7/2017). Puncak kegiatan diadakan pada Sabtu.

“Banyak kegiatan yang sudah dilaksakan, seperti melakukan kunjungan ke sejumlah ranting di Kaliwungu, untuk melihat administrasi di tiap ranting yang juga digunakan sebagai lomba tertib administrasi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sejumlah kegiatan lainnya yang sudah berlangsung. Di antaranya, lomba MTQ, lomba paduan suara, lomba protokoler simulasi pelantikan, lomba rebana dan juga futsal yang berlangsung di United Futsal.

Selain itu, kegiatan juga makin meriah dengan pelaksanaan lomba PBB yang berlangsung di halaman Balai Desa Mijen. Kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan teater sebagai penutup acara di lokasi itu.

“Ini merupakan salah satu bentuk nyata program kerja ikhtitam periodesasi Masa Khidmah 2015-2017 PAC IPNU – IPPNU Kaliwungu. Sebagai bentuk ajang unjuk bakat para anggota IPNU-IPPNU se Kaliwungu yaitu Porseni ke-XVII,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Forsikabanu Akan Lebih Aktif Mulai Sekarang

Anggota Forsikabanu di lokasi pembentukan Gedung Kesenian Kawedanan Bae, Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Silaturahim Alumni Banat NU (Forsikabanu) Kudus resmi terbentuk pada Sabtu (8/7/2017). Kegiatan pembentukan itu diselenggarakan di Gedung Kesenian Kawedanan Bae.

S Nafisatun, Ketua Forsikabanu mengatakan, forum ini merupakan wadah bagi alumni dari Madrasah Banat. Dengan alumni berasal dari Kudus dan daerah lainnya. Seperti Jepara, Pati, dan Jakarta.

“Pusatnya berada di Kudus. Dengan wilayahnya masing-masing kecamatan.Total pengurus mencapai 253 orang,” kata Nafisatun usai pengukuhan di lokasi.

Sebenarnya ikatan alumni Banat sudah terbentuk sejak 1989.  Namanya ketika itu adalah Ikabanu. Lambat laun itu vakum. Baru pada 2008, berubah nama jadi Forsikabanu. Tapi ikatan alumni itu berjalan kurang maksimal. Baru mulai 2016, forum tersebut mencoba digiatkan kembali.

Sejumlah kegiatan akan dilaksanakan di tiap wilayah. Dengan gagasan kegiatan dari masing-masing wilayah sendiri. Misalnya pengajian, pelatihan dan sejumlah kegiatan yang positif, dengan memanfaatkan alumni.

“Kegiatan yang sudah jalan seperti santunan dan bagi-bagi takjil saat puasa. Kami berterimakasih pada segenap anggota dan donatur yang sudah membantu kami,” ucapnya.

Dia berpesan, semua alumni Banat bisa bergabung di ikatan alumni tersebut. Karena, itu hak dari seluruh alumni Banat mulai dari TK hingga SMA dan SMK.

Editor : Akrom Hazami

 

Layanan SKCK Online di Kudus Kurang Diminati

Petugas memberikan legalisir SKCK kepada pemohon di Mapolres Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Masyarakat Kudus kurang berminat dengan SKCK online. Hal ini tampak dari masih banyaknya warga yang langsung membuat SKCK ke Mapolres Kudus.

 Hal itu disampaikan oleh Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Mulyono. Dia mengatakan minat warga mengurus SKCK secara online masih cukup rendah. Mereka memilih datang langsung ke Polres Kudus. “Masih banyak yang datang kemari (Mapolres Kudus) untuk mengurus secara langsung ketimbang mereka yang mengurus secara online,” katanya di Kudus, Jumat (7/7/2017).

Padahal sebenarnya layanan SKCK secara online, mampu memberikan kemudahan kepada masyarakat tanpa harus datang ke kantor Polres Kudus. Dengan demikian dari segi waktu lebih irit.  Adapun proses pengajuannya, pemohon mengisi identitas diri pada website skck.jateng.polri.go.id.

Selanjutnya, kata dia, kode registrasi dari pengisian identitas diri tersebut dicetak, yang nantinya harus diserahkan ke Polres Kudus sebagai syarat pencetakan SKCK. Selain itu, ada pula persyaratan tambahan yang harus dibawa saat pencetakan SKCK di Polres Kudus, seperti SKCK lama yang asli dan atau fotokopi, satu lembar fotokopi kartu keluarga, satu lembar fotokopi KTP dan foto ukuran 4×6 empat lembar.

“Dengan model online jelas memberikan kemudahan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Permintaan SKCK di Polres Kudus Membeludak

Warga tampak sibuk melakukan permohonan SKCK di Mapolres Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pascalebaran tahun ini, pemohon pengajuan Surat Keterangan Catatan Kepolisian  (SKCK) mengalami peningkatan drastic di Polres Kudus. Peningkatannya mencapai sekitar 100 persen.

Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Mulyono mengatakan, pihaknya mencatat pengajuan SKCK pada hari biasa rata-rata 120 pengajuan per hari. Tapi saat ini, pemohonnya mencapai sekitar 230 orang per hari. “Saat ini memang sangat ramai permohonannya. Bahkan permohonan sudah mulai ramai semenjak satu pekan lalu di Polres Kudus,” katanya kepada wartawan di mapolres setempat, Jumat (7/7/2017).

Menurut dia, lulusan SMA mendominasi pemohon. Kebanyakan, SKCK yang diminta untuk syarat pengajuan pekerjaan. Selain permohonan baru, tidak sedikit warga yang memperpanjang masa SKCK. Warga memanfaatkan momen mumpung di kampung halaman, untuk memperpanjang masa SKCK.

Seperti halnya Dian Safitri, dia memperpanjang masa SKCK untuk persyaratan melamar kerja. “Buat SKCK lagi, perpanjangan untuk syaraf bekerja. Sebenarnya sudah ada panggilan namun syaratnya ditambah dengan SKCK,” ucapnya.

Pekerjaan yang didapatkan ada di luar Kudus. Untuk itu, dibutuhkan SKCK dari Polres Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Kata Wali Murid dan Kepala SD 5 Jepang Kudus Soal Pungutan Sekolah

Pekerja menyelesaikan pembagunan lapangan sekolah di halaman SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Mejobo, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah wali murid SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, mengaku tak keberatan memberikan uang iuran Rp 50 ribu ke sekolah. Seperti diungkap Ririn Kusumawati (24) wali murid dari salah satu siswa SD 5 Jepang menuturkan, dirinya senang bisa membantu sekolah.”Kecuali kalau jumlahnya sampai Rp 200 Ribu, maka bisa keberatan. Namun ini hanya Rp 50 ribu saja sehingga masih terjangkau. Jadi tak masalah,” kata Ririn kepada MuriaNewsCom di sekolah itu, Kamis (6/7/2017).

  Baca jugaSurat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran

Apalagi, kata dia, sekolah memang tidak punya lapangan yang layak. Saat musim hujan, lapangan yang ada seperti kolam. Penuh air dan licin.

Ida Fariana, salah satu wali murid SD 2 Jepang mengatakan hal yang sama. Dia tak keberataan jika harus membayar Rp 50 ribu untuk kebutuhan sekolah. Untuk itu uang yang sudah terbayar juga tak akan diambilnya.

Sukmo Aning Lestari, Kepala SD 5 Jepang mengaku, sekolah memang meminta iuran Rp 50 ribu kepada wali murid. Uang tersebut digunakan untuk pembangunan lapangan voli bersama di halaman SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, serta digunakan untuk tasyakuran kenaikan kelas.

“Kami memang tak meminta biaya dari pemerintah akan hal itu. Karena kami hanya membutuhkan Rp 25 jutaan. Jadi dengan iuran saja sudah cukup. Kecuali kalau jumlahnya sampai ratusan juta,” ungkap dia. 

Editor : Akrom Hazami

Pungutan SD 5 Jepang Kudus Ini Berganti Nama jadi Uang Amal

Sekretaris Disdikpora Kudus Kasmudi saat melakukan mediasi antara SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Disdikpora Kudus telah menelusuri kasus pungutan liar di SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo.

Diketahui, pungutan tampak dari surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala SD 5 Jepang, Sukmo Aning Lestari. Dalam surat nomor 005/34/13.10.08/2017 tanggal 15 Juni 2017, disebutkan pungutan atas dasar kesepakatan SD 2,4 dan 5 Jepang yang memang berada dalam satu kompleks.

  Baca jugaSurat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran

Peruntukannya adalah untuk membangun lapangan voli. Berdasarkan musyawarah tiga kepala SD tersebut, biaya perbaikan lapangan voli menelan anggaran Rp 23,7 juta. Setiap siswa dibebani iuran Rp 50 ribu.

Sekretaris Disdikpora Kasmudi mengatakan, dari hasil pertemuan sekolah dan wali murid menyepakati jika iuran itu berganti nama menjadi uang amal atau sedekah. Orang tua juga tidak keberatan.

“Tadi sudah saya mediasi​, mereka ingin membantu dan beramal untuk sekolah. Sehingga, uang yang sudah terlanjur diberikan kepada sekolah tidak diambil. Melainkan digunakan sebagai amalan dan sedekah,” katanya usai mediasi dengan wali murid dengan pihak SD, di Kudus, Kamis (6/7/2017).

Kendati demikian, sekolah dilarang melakukan hal tersebut lagi. Mengingat pemkab sudah mengalokasikan dana yang tidak sedikit. Termasuk untuk membenahi fasilitas dan keperluan siswa.

Berdasarkan pantauan, pengerjaan lapangan voli sudah mulai dikerjakan.

Editor : Akrom Hazami

Ibu Penjual Miras di Besito Kudus Terus Membandel

Petugas mengamankan miras dari toko milik Nuryati di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penjual minuman keras (miras) Nuryati (54), warga Desa Besito RT 7 RW 7, Gebog, Kudus, benar-benar tak kapok berurusan dengan Satpol PP setempat. Satpol PP kembali mengamankannya, di toko milik Nuryati, pada Rabu (5/7/2017). Padahal beberapa waktu lalu, pemilik toko telah terjerat kasus tersebut.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah menuturkan, pihaknya bereaksi setelah adanya laporan keresahan warga ihwal penjualan miras. Satpol PP segera menindaklanjuti ke lokasi. Hasilnya, petugas mendapati botol miras dalam jumlah besar disimpan di toko milik Nuryati.

“Ada lebih dari 50 krat yang kami amankan. Miras tersebut terkumpul dari berbagai jenis dan merek dengan kadar alkohol yang berbeda-beda,” kata Djati saat melakukan penindakan di lokasi.

 

Dari catatan Satpol PP,  pemilik toko sudah dua kali terjerat persoalan soal penjualan miras. Pertama pada 2010 lalu, yang bersangkutan sudah diproses tipiring. Kemudian perkara kembali terulang saat 2014 lalu, dan kembali dilakukan tipiring. Kini, perkara kembali terulang dengan kasus serupa.

Sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan, pemilik atau penjual akan dipanggil terlebih dahulu, guna pemeriksaan lebih lanjut  “Sebenarnya tempat penjualan miras sudah beberapa kali diwaspadai,  karena beberapa kali pula kedapatan,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, aktivitas penindakan berlangsung lancar. Aksi juga menjadi perhatian masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

Surat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran

Surat Edaran (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah SD di Kudus melakukan penarikan pungutan liar kepada siswanya. Sekolah itu adalah SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Penarikan itu tertera di surat edaran yang ditandatangani Kepala SD 5 Jepang, Sukmo Aning Lestari. Dalam surat nomor 005/34/13.10.08/2017 tanggal 15 Juni 2017, disebutkan pungutan atas dasar kesepakatan SD 2,4 dan 5 Jepang yang memang berada dalam satu kompleks.

Peruntukannya adalah untuk membangun lapangan voli. Berdasarkan musyawarah tiga kepala SD tersebut, biaya perbaikan lapangan voli menelan anggaran Rp 23,7 juta. Setiap siswa dibebani iuran Rp 50 ribu.

Pihak SD sampai sekarang belum bisa dikonfirmasi. Ketika didatangi wartawan, hanya tampak penjaga sekolah.

Sekretaris Disdikpora Kudus, Kasmudi mengatakan, pihaknya akan menelusuri info itu. Sebab yang jelas, sekolah dilarang melakukan pungutan, tanpa persetujuan komite.

“Dalam waktu dekat ini akan kami telusuri. Jika memang terbukti adanya iuran, maka kami akan menindak sebagaimana mestinya,” katanya kepada wartawan.

Kasmudi menjelaskan, apapun bentuknya, hal tersebut dilarang. Karena, semua fasilitas sudah dipenuhi oleh pemerintah, baik daerah hingga pusat.

Editor : Akrom Hazami

Nasabah BRI Kesal Gara-gara ATM Tak Berfungsi di Kudus

Nasabah melakukan transaksi melalui ATM di Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kudus kesal gara-gara tak bisa bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM), Selasa (4/7/2017).

Nasabah tak bisa beraktivitas transaksi keuangan dari mesin ATM. Misalnya penarikan tunai, transfer, pembelian maupun pembayaran lain.

Tak berfungsinya ATM BRI ini terjadi di seluruh Indonesia. Kondisi demikian sangat menghambat  kegiatan aktivitas nasabah.

Pantauan di lapangan, sejumlah nasabah mencoba mengambil uang di ATM. Namun tak ada yang berhasil menariknya meski sudah beberapa kali pindah. “Tak bisa dipakai, ATM lagi trobel,” ungkap seorang ibu di ATM yang ada di samping kantor DPRD Kudus. ATM BRI eror juga terjadi ATM BRI Ramayana, Menara, dan PG Rendeng.

Subkhan Efendi, Manajer Operasional BRI Cabang Kudus dikonfirmasi menjelaskan, ATM BRI memang terganggu akibat pemeliharaan jaringan.

“Kejadian ini masih dalam proses perbaikan, itu disebabkan pasokan listrik PLN di server induk mengalami gangguan. Yang berakibat, jaringan BRI secara nasional terganggu,”jelasnya

Efendi mengatakan, hingga Selasa siang, pelayanan nasabah sudah mulai pulih. Meski belum keseluruhan. Pihak bank juga terus melakukan pembenahan agar pelayanan dapat kembali berjalan normal.

 

Editor : Akrom Hazami

Pembangunan Pusat Perdagangan Kudus Diselesaikan Tahun Ini

Pelaku usaha bordir sedang memperlihatkan produknya di salah satu stan pameran di Kabupaten Kudus. Produk bordir nantinya akan mengisi bangunan pusat perdagangan yang dibangun Pemkab Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus berjanji akan menyelesaikan pembangunan pusat perdagangan (Trade Center) tahun ini. Saat ini pengerjaan bangunan fisik terus digencarkan, supaya bisa secepatnya difungsikan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, pusat perdagangan digencarkan agar selesai. Anggaran yang disediakan Rp 11 miliar. Anggaran dialokasikan dari APBD.

“Tahun ini akan diselesaikan pembangunannya, sehingga harapannya mulai awal tahun depan sudah dapat dimanfaatkan bangunannya,” kata Sudiharti di Kudus, Senin (3/7/2017).

Nantinya pusat perdagangan itu dibangun dua lantai. Yang mana pada sisi tengahnya berlubang. Bangunan khusus itu untuk kegiatan pameran.

Lokasi bangunan ada di seberang terminal induk Kudus, Desa Jatiwetan, Jati. Lokasi itu memiliki luas sekitar 500 meter persegi. Status tanah merupakan milik desa dan itu bisa digunakan.

Gedung itu rencananya akan dijadikan sebagai pusat perdagangan batik dan bordir khas Kudus. Rencananya dibangun sebagai pusat perdagangan hasil UMKM yang sejenis. Batik dan bordir khas Kudus memiliki potensi cukup besar.

“Nanti untuk mempromosikan akan digencarkan dengan sejumlah kegiatan atau pameran pameran,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Manfaatkan Libur Lebaran dengan Berwisata di Kudus, Ini Lho

Taman Krida (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Lebaran biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. Termasuk juga di Kudus. Tentu bagi warga yang biasa merantau, momen ini akan dimanfaatkan secara maksimal.

Di Kudus, ada sejumlah tempat wisata yang layak dikunjungi. Sebagian besar tempat dikelola pemerintah daerah. Objek wisata itu selalu ramai kunjungan.

 

  1. Colo

Taman Ria Colo. (MuriaNewsCom)

 

Lokasi pertama yang menjadi sasaran masyarakat adalah Gunung Muria yang terdapat di kawasan Colo. Sekali Anda menapakkan kaki di Colo, banyak objek wisata yang bisa dikunjungi.

“Colo banyak objek wisata, mulai dari Taman Ria Colo atau pesanggrahan, kemudian yang terkenal dengan air terjun Montelnya hingga wisata air tiga rasa Rejenu,” kata Kabid Pariwisata Kudus Wahyuningsih.

Untuk tiket masuk kawasan Colo, pengunjung dibebankan biaya sebesar Rp 2 ribu per orang, tahun ini. Kemudian di sejumlah lokasi wisata seperti di Taman Ria Colo, pengunjung ditarik biaya sebesar Rp 3 ribu per orang.  Biasanya saat Lebaran kawasan ini menjadi sasaran wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Yuli Kasianto menyebutkan, untuk kawasan wisata Colo beberapa tak dikelola oleh Pemkab Kudus. Seperti air terjun Montel dikelola Perhutani, serta air tiga rasa di Rejenu dikelola oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi, dalam mengunjungi kawasan Montel dan juga Rejenu, setiap orang dibebankan retribusi sebesar Rp 5 ribu. Bersiaplah melihat indahnya pemandangan alam yang masih hijau dan tertata apik secara alami.

Masih di Colo,  juga terdapat makam Sunan Muria, satu dari sembilan Walisongo yang sangat terkenal. Saat usai berziarah dan kaki keluar dari makam, pengunjung langsung disambut dengan pemandangan yang luar biasa.

“Kalau wisata di kawasan Colo, H+1 Lebaran buka. Karena masyarakat biasaya mulai berdatangan ke tempat wisata mulai Lebaran kedua,” ungkap Yuli.

 

  1. Hutan Pinus Kajar

 

Hutan Pinus Kajar (ISTIMEWA)

 

Selain Colo, wilayah wisata lain yang masih berada di kawasan atas adalah di Hutan Pinus Kajar. Dengan penataan yang apik itu, pastinya lokasi wisata alam dapat dinikmati oleh keluarga atau rombongan. Segudang foto dan perbincangan akan wisata tersebut juga banyak ditemukan dengan mudah. 

Objek wisata itu merupakan milik swasta, sehingga mereka bebas menaikkan tarif sesuai kebijakan pengelola. Informasi yang dihimpun, sekali masuk kawasan hutan pinus, biaya per orangnya sekitar  Rp 4 ribu.

 

  1. Museum Kretek

Museum Kretek (MuriaNewsCom)

 

Lokasi wisata lain yakni Museum Kretek. Di lokasi itu terdapat wahana edukasi dan sejarah kretek. Rumah adat kudus juga masih kokoh berdiri. Apalagi pada libur Lebaran, Museum Kretek menyuguhkan musik, yang semakin ramai.

Biaya masuk selama Lebaran, sejumlah Rp 3 ribu per orangnya.  “Kalau Museum Kretek juga kami buka H+1. Pokonya semua wisata Pemkab sudah buka saat lebaran. Kami juga menyediakan tenaga tambahan agar tidak kewalahan nanti,” ucap Yuli.

 

  1. Taman Krida

Taman Krida (MuriaNewsCom)

 

Selain itu, Taman Krida juga menjadi objek wisata yang bagus untuk berlibur. Sama halnya dengan museum, Taman Krida juga memiliki lokasi yang menarik dikunjungi. Dalam Taman Krida juga terdapat Taman Lampion yang menjadi sasaran liburan saat malam hari. Biaya retribusinya, sejumlah Rp 3 ribu. Biaya yang murah untuk berwisata di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Sidorekso Bertakbir Berlangsung Meriah

Peserta meramaikan kegiatan Sidorekso Bertakbir di Kudus. (MuriaNewsCom /Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan takbir keliling yang digelar oleh Karang taruna Bahurekso Desa Sidorekso Kecamatan Kaliwungu, berlangsung meraih. Meski sebelumnya sempat diguyur hujan, namun kegiatan tersebut tak mempengaruhi kemeriahan acara.

 Abdul Basyir, panitia penyelenggara mengatakan, kegiatan takbir keliling yang diselenggarakan tahun ini, meriah seperti tahun sebelumnya. Pada tahun ini kegiatan takbir keliling diikuti oleh 12 kelompok. 

“Meski sempat diguyur hujan, namun panitia masih semangat. Begitu pula para peserta yang terdiri dari seluruh warga di Desa Sidorekso ini,” katanya kepada MuriaNewsCom. 

Pada saat hujan, panitia sebenarnya was-was akan ramai tidaknya peserta. Kemudian, satu persatu peserta berdatangan ke lokasi acara di samping balai desa. Setelah itu, panitia menyelenggarakan pertemuan untuk menentukan jalannya kegiatan. 

Hasilnya, kegiatan tetap dilanjutkan dengan mendatangkan sejumlah kreasi dari masing-masing musala yang mengikuti kegiatan malam ini. Hebatnya, meski hujan masih turun namun ratusan warga tetap datang meramaikannya.

Para peserta setelah berjajar di tempat yang ditentukan, kemudian mulai beranjak berkeliling desa dengan melalui sejumlah gang. Beruntung, saat dimulainya pawai takbir keliling, hujan mulai reda hingga membuat kegiatan makin meriah. 

Para warga yang tak mengikuti kegiatan tersebut, tak mau melewatkan melihat keramaian malam ini. Bahkan, tak jarang sejumlah warga mengabadikan momen dengan kamera. 

Editor : Akrom Hazami 

Sopir Bus Pemudik yang Tabrak Truk Tangki di Kudus Luka Parah

Korban kecelakaan memberikan keterangan kepada wartawan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan antara bus pemudik PO New Aurel H 1717 BE dengan truk tangki Pertamina H 1981 GS di Kaliwungu, Kudus, Jumat (23/6/2017) siang, menyebabkan sopir bus terluka. Sopir bus, Supriyanto (39), mengalami luka parah. Akibatnya, Supriyanto harus menjalani perawatan intensif di RS Mardi Rahayu.

Humas RS Mardi Rahayu Reni, mengatakan, Supriyanto dirawat di RS Mardi Rahayu. Supriyanto mengalami luka parah di bagian kepala. “Sore ini pasien dioperasi. Ada dua dokter yang menangani, yaitu dokter junior dan dr Ngatman,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sementara, Wahono (50) kernet truk tangki Pertamina mengatakan, dirinya mengalami luka di pelipis bagian kiri. Hal itu akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi. Sopir truk, Sudarsono (50) warga Semarang juga mengalami luka ringan. Kini, sudah mendapatkan penanganan.

“Beruntung tangki yang dibawa kosong karena habis mengisi BBM Pertalite di SPBU Peganjaran. Rencana mau ke Semarang untuk mengisi kembali tangki ke SPBU kembali,” ucapnya.

Diberitakan, kecelakaan terjadi saat bus melaju oleng. Truk tangki yang melaju dari lawan arah berupaya menghindar. Namun jarak yang terlalu dekat, membuat benturan kendaraan tak terelakkan.

Editor : Akrom Hazami

Bus Pemudik Hantam Truk Tangki di Kudus 

Bus yang nyungsep di jalur lingkar selatan Jetak, Kaliwungu, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan pemudik kembali terjadi di jalur Kabupaten Kudus. Kali ini melibatkan bus pemudik PO New Aurel H 1717 BE dengan truk tangki Pertamina H 1981 GS di jalur lingkar selatan Jetak, Kaliwungu, Kudus, Jumat (23/6/2017) siang.

Saat kecelakaan, bus dengan tulisan Rombongan Bus Mudik Lebaran Kementerian Kesehatan di bagian belakang, dalam kondisi tanpa penumpang. Informasi lapangan, seluruh penumpang sudah turun sebelum kecelakaan.

Sopir bus diinformasikan mengalami luka. Saat ini, sopir bus tak sadarkan diri dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sedangkan sopir truk mengalami luka ringan. Sopir truk sedang diperiksa sekarang.

Kanit Laka Polres Kudus AKP Ngatmin, saat di lokasi, menuturkan kronologi kecelakaan. Bus melaju oleng. Truk tangki yang melaju dari lawan arah berupaya menghindar. Namun jarak yang terlalu dekat, membuat benturan kendaraan tak terelakkan.

“Kami masih menyelidiki kasus tersebut. Sopir bus mengalami luka dan tak sadarkan diri dan saat ini dibawa ke rumah sakit. Sementara sopir mobil Pertamina juga mengalami luka namun tak parah karena masih sadar, saat ini masih diselidiki,” katanya kepada MuriaNewsCom.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Ketua DPRD Kudus Sidak Penyaluran Rastra, Minta Beras Berkutu Jangan Diterima

Sidak penyaluran beras masyarakat sejahtera (Rastra). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Masan menggelar sidak penyaluran beras masyarakat sejahtera (Rastra) di Balai Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (19/6/2017).

Masan mengatakan, sidak ini digelar untuk memastikan kualitas beras yang diterima warga baik dan sudah sesuai dengan ketentuan. “Jika ada beras yang kualitasnya buruk, berkutu, bau, atau berasnya lembut, dikembalikan saja. Jangan diterima. Laporkan ke camat agar diganti oleh Bulog,” katanya.

Dari pantauannya, beras rastra yang telah disalurkan kualitasnya baik. Beras itu merupakan beras panenan tahun ini, atau maksimal enam bulan berada di gudang penyimpanan beras milik Bulog.

“Dibanding tahun sebelumnya, kualitas rastra tahun ini lebih baik. Ini merupakan hasil dari desakan Pemkab Kudus agar Bulog menyalurkan rastra dengan kualitas baik untuk masyarakat di Kudus,” katanya.

Masan berharap beras seharga Rp 1.600 per kilogram yang telah disalurkan, dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga penerima. Terlebih saat ini menjelang Lebaran, harga-harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan.

“Beras rastra ini memang tidak diberikan kepada semua masyarakat. Ada syarat dan kategori penerimanya. Jadi bagi yang tidak menerima, jangan iri. Yang menerima juga tidak usah dipamer-pamerkan,” katanya.

Masan justru berharap warga yang tahun ini mendapat jatah rastra, tahun depan tidak lagi masuk dalam daftar penerima rastra. Itu artinya, tingkat perekonomian warga semakin meningkat.

Pada sidak kemarin, politisi PDI Perjuangan itu juga memberi kejutan kepada warga lanjut usia. Ia meminta sebanyak 12 warga yang usianya paling tua, untuk maju untuk menerima rastra gratis. “Uangnya disimpan saja, Rastranya biar saya yang bayar,” katanya.

Di Kudus, total ada sebanyak 35.166 keluarga penerima rastra. Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti mengatakan, ada sebanyak 4.773 keluarga di Kecamatan Jekulo yang mendapat jatah rastra tahun ini. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 288 keluarga, dari jumlah tahun lalu sebanyak 5.061 keluarga. Penyaluran rastra kini masih terus berlangsung di sejumlah desa.

Editor: Supriyadi

Ribuan Karyawan Pabrik Rokok Gentong Gotri Terima THR 

Karyawan melakukan antre menerima THR di Pabrik Rokok Gentong Gotri Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan karyawan Pabrik Rokok Gentong Gotri, menerima THR 2017. Ribuan karyawan tersebut mendapatkan THR sejumlah 55 persen dari jatah THR dari nilai UMK Kudus 2017.

Agus Suparyanto, perwakilan pabrik mengatakan, jumlah karyawan yang mendapatkan THR tahun ini ada ribuan orang. Rinciannya, 1.025 tenaga borong, 23 orang tenaga harian dan 24 orang tenaga bulanan. Jumlah tersebut merupakan jumlah buruh pabrik yang ada di Kudus.

“Hari ini mulai pencairan, rencananya pencairan akan dilakukan hingga Sabtu mendatang, atau sehari sebelum Lebaran tiba,” katanya kepada MuriaNewsCom di pabrik itu, Kamis (22/6/2017).

Menurutnya, jumlah THR yang diberikan Rp 957.000 untuk tiap karyawan. Dengan jumlah tersebut, secara keseluruhan perusahaan sudah mengeluarkan biaya sebesar Rp 1,04 miliar. 

Direncanakan, dua bulan setelah Lebaran, pemberian THR tahap kedua akan ditambah sebesar 10 persen kembali dari jumlah yang mereka terima.

“Meski terlambat dan jumlahnya tak penuh inilah kemampuan perusahaan. Kami harap dengan THR ini dapat membantu kebutuhan karyawan selama lebaran nanti,” jelasnya.
Editor : Akrom Hazami

 

Melihat Kemeriahan Buka Puasa Bersama Kudus Press Club

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kudus Kholid Seif saat memberikan sambutan. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – Kudus Press Club (KPC) didukung penuh PR Sukun mengadakan buka puasa bersama di United Futsal Stadium Kudus, Rabu (21/7/2017).

Sejumlah pihak yang hadir, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kudus Kholid Seif, perwakilan PR Sukun Hilmy T Wartono dan Burhamsyah R Wartono. Hadir pula Co Founder KPC sekaligus pemilik MuriaNewsCom dan Koran Muria, DK Hendratmanto.

Suasana buka bersama di United Futsal Stadium Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

 

Kegiatan dihadiri pula oleh wartawan media cetak, media elektronik, hingga media online, yang bertugas di Kudus, serta tokoh masyarakat setempat.

Kholid Seif mengatakan, kegiatan merupakan bentuk penyambung tali silaturahmi. Terutama antarkalangan pers. “Ini sangat bagus. Banyak manfaatnya,” kata Kholid saat memberi sambutan.

Editor : Akrom Hazami

 

Gara-gara Ramai Mi Instan Mengandung Babi, Operasi Pasar Modern di Kudus Digencarkan


Petugas dari Pemkab Kudus melakukan pemeriksaan mi yang mengandung babi di salah satu minimarket, Rabu (21/6/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus memburu keberadaan mi Samyang asal Korea yang mengandung babi. Dari beberapa pasar modern yang jadi target, pemkab belum menemukan satu pun adanya mi yang mengandung babi tersebut.

Kepala Bidang Fasilitas Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Imam Prayitno,  mengatakan pihaknya sudah mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan modern, khusus mencari mi yang mengandung babi. Hasilnya, tak ditemukan mi itu. 

“Kami mulai dari sejumlah minimarket hingga supermarket yang ada di Kudus. Kami mencari tapi tak menemukan mi yang dimaksud,” kata Imam kepada wartawan di Kudus, Rabu (21/6/2017). 

Pihaknya masih mewaspadai adanya mi beredar di Kudus. Sampai saat ini, pihaknya masih terus mencari keberadaan mi. Pihaknya juga memberikan imbauan kepada pengelola toko agar tak menjual mi dengan kandungan babi.

“Mereka (pengelola toko) tahu mi yang mengandung babi. Mereka telah berhati-hati jangan sampai ada mi yang masuk dalam toko mereka,” ucap Imam menirukan pengelola toko. 

Dikatakan, empat produk mi yang dicari yaitu Samyang (mi instan U-Dong), Samyang (mi instan rasa Kimchi), Nongshim (mi instan Shin Ramyun Black), dan Ottogi (mi instan Yeul Ramen).

Editor : Akrom Hazami

Dua Tewas Akibat Bus Pemudik Tabrakan dengan Carry di Kudus

Penumpang bus yang mengalami kecelakaan berada di lokasi  jalur pantura Kudus Pati di Desa Klaling, Jekulo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bus Safari Dharma Raya jurusan Jakarta-NTB nopol B 7168 IV pengangkut pemudik kecelakaan. Tepatnya di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kudus, Rabu (21/6/2017) pagi. Bus ditabrak mobil Carry H 8655 EE. Akibat kecelakaan, dua orang penumpang mobil Carry meninggal.

Dua orang meninggal adalah Agus Siswanto dan Moh Agus Susanto, warga Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Kedua korban tewas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Mardi Rahayu Kudus. Dua orang penumpang mobil carry Ustadi dan Barul asal Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, dibawa ke Rumah Sakit Umum Nurussyifa Kudus dan RS dr Loekmono Hadi.

Keterangan sopir bus Safari Dharma Raya Budi Sulistyo, mobil Carry berjalan dari arah timur, oleng ke kanan. “Saya mencoba banting setir bus untuk hindari tabrakan. Mobil Carry malah mengikuti arah bus,” kata Budi yang juga warga Balikpapan, Kalimantan Timur.

Akibatnya, tabrakan pun terjadi. Roda depan bus tercebur ke sawah pinggir jalan. Dengan kondisi kendaraan ringsek bagian depan. Seluruh penumpang bus sekitar 34 orang selamat. Kondisi mobil Carry ringsek.

Tampak bus yang mengalami kecelakaan di jalur pantura Kudus Pati di Desa Klaling, Jekulo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi(

 

 

Keterangan seorang penumpang, saat kejadian, dirinya sedang tidur. Jadi tidak tahu kondisi yang sebenarnya sebelum kejadian. Dia mengalami luka ringan di bagian tangan kanan dan kiri. Karena kena pecahan kaca.

Kecelakaan juga berakibat arus lalu lintas jadi tersendat. Sejumlah petugas polisi telah siaga mengatur arus lalu lintas.

Kapolsek Jekulo AKP Subakri mengatakan kalau petugas Polsek ikut serta membantu mengurai arus lalu lintas. Sebab, arus lalu lintas sempat terganggu.

Humas RS Mardi Rahayu Kudus Maria Renny K kepada MuriaNewsCom membenarkan adanya dua orang penumpang mobil Carry yang tewas. Saat ini masih di RS Mardi Rayahu.

“Korban di bawa ke sini (RS Mardi Rahayu) sekitar pukul 05.30 WIB sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Reni.

Editor : Akrom Hazami

 

Disdikpora Siapkan Rp 30 Juta untuk Atasi Masalah SD 3 Prambatan Lor Kudus

Suasana ruang guru saat pembahasan dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus terpaksa menyelesaikan persoalan yang muncul di SD 3 Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu. Dinas menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 juta, guna menyelesaikan sejumlah persoalan sekolah itu.

Sekretaris Disdikpora Kudus Kasmudi menjelaskan, uang Rp 30 juta tersebut merupakan talangan yang bisa digunakan sekolah guna menyelesaikan sejumlah persoalan. Sehingga, pada hari ini Juga persoalan disana akan diselesaikan dengan tuntas.

“Jika uang talangan yang disiapkan masih kurang, masih bisa diambilkan kembali uang talangan lagi. Pokonya hari ini semuanya masalah akan diselesaikan dengan tuntas,” kata Kasmudi, di Kudus, Selasa (20/6/2017).

Menurut Kasmudi, sejumlah persoalan akan diselesaikan dengan uang tersebut. Termasuk juga dengan uang tabungan siswa, uang iuran Rp 50 ribu wali murid dan juga untuk membayar gaji penjaga sekolah yang tertunggak selama tiga bulan.

Saat ini, pihaknya belum tahu di mana uang tabungan siswa berada. Karena, Wara Sri Hartati, Kepala  SD Prambatan Lor tak berada di tempat. “Nanti akan kami telusuri sebab masalahnya. Yang penting sekarang bagaimana menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul di SD 3 ini,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami