Korban Bus Indonesia Guling di Kudus, 4 Tewas, dan 45 Luka Akan Disantuni Jasa Raharja

Korban masih dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan bus Indonesia dengan 10 kendaraan di Jalan Lingkar Proliman Kudus, menyebabkan banyak korban. Data yang dicatat PT Jasa Raharja ada 4 orang tewas dan sekitar 45 orang luka-luka.

Arya Bramanto mengatakan, jumlah korban tewas ada 4 orang. Korban tewas saat ini berada di RS Mardi Rahayu Kudus.

Dari info yang dihimpun di lapangan, jumlah korban tewas mencapai 4 orang.  Korban masih berada di RS Mardi Rahayu. Korban tewas adalah :

  1. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus
  2. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus.
  3. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  4. Falik (30) warga Besito Kudus

Sedangkan korban luka dirawat di dua rumah sakit. Rinciannya, 33 orang dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus. Sedangkan 12 orang luka dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Baca juga Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Para korban baik tewas maupun luka akan mendapatkan santunan kecelakaan yang sudah dijamin oleh UU No 33 tahun 1964 dan UU No 34 tahun 1964. Besar santunan yaitu Rp 50 juta per jiwa dan bagi korban luka ada santunan biaya pengobatan Rp 20 juta per orang.

Diberitakan, kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan 11 kendaraan.

Editor : Akrom Hazami

 

Tragedi Bus Indonesia Guling Tewaskan 4 Orang di Kudus, 11 Kendaraan Terlibat

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lingkar selatan, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (31/8/8/2017) malam.

Data yang diterima di lapangan, ada banyak kendaraan yang terlibat:

  1. Bus PO Indonesia nomor polisi H-7519 UV
  2. Mitshubishi L300 nomor polisi K1949 BN
  3. Avansa nopol : H 9189 BF
  4. Luxio nopol : H9144LR
  5. Sepeda motor Mio nopol: K 2495 BR
  6. Sepeda motor Supra nopol K 5710PK
  7. sepeda motor Beat nopol K2918RR
  8. Sepeda motor CB150R nopol K3449PR
  9. Sepeda motor Vario K 4972 QB
  10. Sepeda motor Vario K3290HE
  11. Sepeda motor Vixion K4295LM

Identitas pengendara bus Indonesia Ikhwan Mukminin Bin Margono (46)  warga Desa Tireman RT 01/02, Kecamatan/Kabupaten Rembang.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Kronologinya, bus Indonesia berjalan dari arah Pati ke Jepara dengan kecepatan tinggi dengan kondisi rem dan handrem blong sebelum terjadi laka lantas. Sampai di lokasi kejadian di Proliman, bus banting setir ke kiri kemudian mengguling ke kanan, selanjutnya menimpa minibus dan sepeda motor yang sedang menunggu lampu trafik menyala hijau.

Editor : Akrom Hazami

4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Indonesia Guling di Kudus

Bangkai kendaraan yang guling dan tertabrak di jalan pantura Proliman Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Dari info yang dihimpun MuriaNewsCom di lapangan, jumlah korban tewas mencapai 4 orang.  Korban masih berada di RS Mardi Rahayu. Korban tewas adalah :

  1. Sri Mulyaningsih (36) warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus
  2. Edi Handoko (40), warga Wates RT 2 RW 1, Undaan, Kudus.
  3. Joko Purnomo (37) warga Jetis RT 3 RW 4 Kudus
  4. Falik (30) warga Besito Kudus

Kerabat korban meninggal dari Sri Mulyaningsih, Zainal Arifin (62) di RS Mardi Rahayu Kudus mengatakan, kedua korban meninggal yakni Sri Mulyaningsih dan Edi Handoko, adalah saudaranya. “Saya tahu dari buka FB (Facebook) kalau ada kecelakaan. Saya curiga, dan mendatangi lokasi. Serta ke RS,” kata Zainal.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Karena penasaran, Zainal pun tanya kepada petugas rumah sakit untuk melihat korban luka dan yang meninggal dunia. Ternyata, Zainal mengenal wajah dua korban yang meninggal dunia. Korban Sri Mulyaningsih merupakan keponakannya. Sedangkan Edi Handoko adalah suami Sri.

Sementara dua anak Sri, Feri Setiawan (7) dan Ahmad Algaruk Haidar (7) mengalami luka-luka. Infonya, kata Zainal, keluarga keponakannya pergi naik sepeda motor. Saat di lokasi kejadian, sepeda motornya ikut terkena badan bus yang terseret.

Baca jugaBus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

“Sepeda motor (milik korban) ketindihan mobil. Luka pada korban Edi memar di sejumlah bagian tubuh. Tapi wajah masih bisa dikenali. Sedangkan luka Sri di paha tapi wajah masih bisa dikenali,” ungkapnya.

 Saat ini, korban meninggal masih berada di RS Mardi Rahayu Kudus. Sementara lokasi kejadian, arus lalu lintas masih ditutup untuk jalur dari Proliman ke Undaan. Bangkai bus masih di lokasi. Arus pantura di jalan lingkar Proliman merayap.

Editor : Akrom Hazami

DETIK-DETIK Bus Indonesia Terguling di Jalur Pantura Proliman Kudus

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Menurut salah satu penumpang bus yang selamat, Ahmad Zainal Fuadi (30) warga Sukosono, Kedung, Jepara, bus melintas dari Surabaya. Dia naik bus Indonesia dari Lamongan, Jawa Timur.  Dirinya duduk di barisan kursi penumpang nomor 2.

“Saat itu penumpang bus penuh.  Bahkan ada penumpang yang berdiri. Pas habis magrib. Bus ngebut. Bus jalannya tidak stabil. Tiba-tiba bus guling. Banyak penumpang berteriak Allahu Akbar,” kata Zainal ditemui di RS Mardi Rahayu Kudus.

Baca jugaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Bus guling lebih dulu. Kemudian, bus terseret dan mengenai mobil dan sejumlah sepeda motor. “Tadi banyak penumpang berlarian cari selamat di tempat kejadian,” ujarnya.

Sampai sekarang, bangkai kendaraan bus telah dikelilingi garis polisi dengan keadaan masih guling.  Petugas polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas yang mengalami macet.

Editor : Akrom Hazami

KRONOLOGI Bus PO Indonesia Guling di Kudus

Warga mengerumuni lokasi kejadian bus guling di jalur pantura Proliman Tanjung, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam.  Insiden melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa unit sepeda motor.

Dari penuturan saksi mata, Edy di lokasi kecelakaan, mulanya bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pati, hendak ke arah barat. Namun sesampainya di Proliman, lampu lalu lintas menyala kuning. Kecepatan bus yang tinggi, mengakibatkan sopir bus kesulitan mengerem.

Baca juga : Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

“Lampu bangjo nyala kuning. Sopir bus banting setir ke kiri hingga naik ke median jalan, dan menabrak Avanza, minibus, dan sepeda motor yang sedang berhenti di jalan dari Undaan,” kata Edy di lokasi kecelakaan.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus IPTU Ngatmin mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan kasus ini. Dari keterangan saksi kepada polisi, kecelakaan bermula bus melintas dengan kecepatan tinggi mau ke Jepara. Sesampainya di lokasi kecelakaan, bus kesulitas mengontrol. “Bus banting setir ke kiri. Sampai akhirnya bus naik ke median jalan hingga terguling mengenai Avanza, dan beberapa kendaraan,” kata Ngatmin.

Baca jugaBus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Pantauan di lokasi saat ini, bangkai kendaraan bus telah dikelilingi garis polisi dengan keadaan masih guling.  Petugas polisi masih melakukan pengaturan arus lalu lintas yang mengalami macet.

Editor : Akrom Hazami

Bus Indonesia Guling di Kudus, Banyak Korban Berjatuhan

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. 

Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa unit sepeda motor.

Keterangan Kanit Laka Satlantas Polres Kudus IPTU Ngatmin, polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi. Sejumlah petugas telah berada di lokasi kejadian untuk mengatur dampak kecelakaan lalu lintas. Hasil penelurusan polisi sementara, kecelakaan berakibat banyak korban.

“Ada 10 lebih korbannya. Kepastiannya saya belum ngecek. Korban dibawa ke Mardi Rahayu (RS Mardi Rahayu) dan RSUD (RSUD Loekmono Hadi),” kata Ngatmin kepada MuriaNewsCom, di lokasi.

Baca jugaBus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Pantauan di tempat kejadian, sejumlah mobil ambulans hilir mudik membawa penumpang bus, atau pengendara yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. 

Bus saat ini masih terguling melintang di badan jalan. Sedangkan kendaraan yang ditabrak, terlempar beberapa meter. Akibat kecelakaan lalu lintas, ratusan warga masih mengerumuni lokasi kecelakaan.

Editor : Akrom Hazami

 

Bus PO Indonesia Guling Usai Tabrak Avanza dan Sepeda Motor di Proliman Tanjung Kudus

Polisi saat berada di lokasi bus guling di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Kudus, tepatnya di Proliman, Tanjung, Kudus, Kamis (31/8/2017) malam. Kecelakaan melibatkan bus PO Indonesia L 7519 UV jurusan Semarang-Surabaya, dengan Avanza, minibus, serta beberapa sepeda motor.

Akibat kecelakaan, sejumlah penumpang mengalami luka. Belum jelas, apakah ada korban meninggal dunia atau tidak.

Saksi mata, Edy, mengatakan, kecelakaan terjadi saat bus melaju kencang dari arah timur atau Pati. Sesampainya di Proliman, lampu lalu lintas menyala kuning. Kecepatan bus yang tinggi, mengakibatkan sopir bus kesulitan mengerem.

“Lampu bangjo nyala kuning. Sopir bus banting setir ke kiri hingga naik ke median jalan, dan menabrak Avanza, minibus, dan sepeda motor yang sedang berhenti di jalan dari Undaan,” kata Edy di lokasi kecelakaan.

Bus terguling melintang di badan jalan. Sedangkan kendaraan yang ditabrak, terlempar beberapa meter. Akibat kecelakaan lalu lintas, ratusan warga pun mengerumuni lokasi kecelakaan.

Editor : Akrom Hazami

Tunggu Minibus Baru, Belasan Mobil Dewan yang  Dikandangkan Masih Bisa Digunakan

Mobil dinas anggota dewan dikandangkan. Mereka akan mendapat ganti berupa tunjangan transportasi Rp 8 juta per bulan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus mengusulkan tiga mobil minibus untuk menunjang kinerjanya tahun depan. Sambil menunggu minibus anyar, belasan mobil dinas milik pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) yang sudah dikembalikan masih bisa digunakan para anggota dewan. 

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kudus Sudjadmiko Muhardi mengatakan, usulan mobil baru dilaksanakan pada APBD murni 2018 mendatang. Tiga mobil minibus itu, akan digunakan untuk keperluan dinas. Sehingga, usai digunakan harus langsung dikembalikan ke DPRD Kudus.

“Jadi sambil menunggu, mobil yang dikembalikan masih bisa digunakan. Namun, tidak bisa dibawa pulang karena harus kembali ke dewan,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/8/2017).

Dia menjelaskan, tiga minibus tersebut dugunakan untuk sejumlah keperluan dewan. Seperti halnya kunjungan, inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah instansi pemerintah, atau juga keperluan lain kedinasan.

”Yang jelas, mobil yang dipakai tidak boleh dibawa pulang ke rumah,” tegasnya.

Dia menambahkan, saat ini masih menggagas aturan terkait peminjaman mobil dinas baru tersebut. Aturan tersebut, berbunyi bagi yang meminjam dan merusak, harus membenahi mobil yang dipinjamnya. Karena, tiap anggota sudah dapat anggaran transportasi.  

“Apalagi jumlah mobil juga terbatas, yaitu sejumlah 14 mobil saja. Yaitu empat mobil komisi, delapan fraksi, Badan Kehormatan satu dan Banleg satu mobil,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Tak Kapok Jual Miras, Ibu Paruh Baya Asal Kudus Dibui 2 Bulan

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah saat melakukan penindakan miras di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang penjual sekaligus agen minuman keras (miras) asal Gebog terpaksa mendekam dalam jeruji besi selama dua. Ia terpaksa diseret ke ranah hukum, lantaran tak kapok berjualan minuman keras meski dalam masa hukuman percobaan.

Kepala Satpol-PP Kudus Djati Solechah menyatakan, penjual sekaligus agen miras tersebut bernama Nurhayati (54) warga Desa Besito RT 7 RW 7 Gebog. Dia harus dikurung berdasarkan Hasil Keputusan Sidang PN atas pelanggaran Perda Kab. Kudus No 12 Tahun 2004 ttg Minuman Beralkohol atas 2 (dua)  kasus hari ini Rabu,  30 Agustus 2017.

“Jadi biar kapok. Soalnya kalau hanya tipiring, ia akan menjual miras lagi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/8/2017).

Menurut dia, warga Gebog itu sudah beberapa kali tertangkap berjualan miras. Salah satunya saat penindakan tanggal 5 Juli 2017 lalu, Satpol PP berhasil menindak langsung di warung dan rumahnya.

Akibat hal tersebut, dia langsung diberikan hukuman tipiring dengan hukuman percobaan. Belum selesai masa hukumannya, dia kembali menjalankan aktivitas jualan miras di rumahnya. Satpol-PP pun menangkap kembali di rumahnya, usai upacara 17 an lalu

“Atas dasar itulah yang bersangkutan dibawa ke PN  untuk diproses. Dan akhirnya diputuskan kurungan dua bulan penjara,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya penjual miras yang tertangkap akan membuat jera para penjual dan agen miras lainya. Sehingga Kudus akan benar-benar bebas dari miras.

Editor: Supriyadi

Mobil Dinas Ditarik, Anggota Dewan Kudus Diberi Ganti Rp 8 Juta per Bulan

Mobil dinas anggota dewan dikandangkan. Mereka akan mendapat ganti berupa tunjangan transportasi Rp 8 juta per bulan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kendaraan dinas milik pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) telah dikembalikan. Pengembalian tersebut, akan diganti dengan tunjangan transportasi dewan. Besaran tunjangan transportasi dewan, diisukan sebesar Rp 8 juta untuk tiap anggota.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kudus Sudjadmiko Muhardi mengatakan, nominal Rp 8 juta diambil dari survey harga sewa mobil di Kudus selama sebulan. Dari hasil survey, setelah dirata-rata dibagi angka yang keluar untuk ganti sewa mobil sejumlah Rp 8 juta.

“Angka itu seperti kalau sewa mobil selama sebulan. Namun itu merupakan usulan, masih menunggu perbup juga,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, dari 45 Anggota DPRD Kudus, hanya empat yang tidak mendapatkan tunjangan transportasi. Mereka berasal dari unsur pimpinan, yaitu ketua DPRD Kudus, dan tiga wakil ketua DPRD. Empat pimpinan DPRD Kudus tersebut masih mengenakan mobil dinas.

Hingga kini, kata dia, tercatat 13 mobil dari jumlah total 14 mobil yang sudah dikembalikan dari alat kelengkapan dewan. Tinggal satu mobil yang belum dikembalikan dan masih dipinjam oleh anggota Sutejo.

Mobil tersebut, lanjut dia, masih dipinjam beberapa hari lagi sejak Rabu (30/8/2017) kemarin. Rencananya, mobil akan segera dikembalikan dalam waktu dekat ini setelah anggota dewan mendapatkan mobil baru.

Sementara, Ketua komisi A DPRD Kudus Mardijanto, mengatakan sudah mengembalikan mobil dinas sebagai ketua komisi tiga pekan lalu. Dia mengembalikan untuk memberi contoh sebagai ketua komisi mengembalikan sejak dini.

“Kami tak masalah mobil dikembalikan, tak akan terganggu kinerja kami. Apalagi tiap anggota dewan juga sudah memiliki kendaraan masing-masing,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Fantastis, Anggota DPRD Kudus Bakal Bawa Pulang Gaji Rp 33,9 Juta per Bulan

Ketua DPRD Kudus Masan bersama wakil pimpinan dewan disaksikan Bupati Kudus H Musthofa saat menandatangi hasil rapat paripurna, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus akan mendapatkan gaji yang fantastis mulai September, bulan depan. Tak tanggung-tanggung, dengan kenaikan tersebut, gaji anggota dewan diperkirakan akan tembus di atas Rp 33,9 juta tiap bulannya.

Kenaikan tersebut diatur Peraturan Daerah tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Kudus, serta  mengacu pada menyesuaikan aturan peraturan pemerintah nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kudus Sudjadmiko Muhardi mengatakan, Paripurna DPRD Kudus yang mengatur tentang Peraturan Daerah tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Kudus, sudah diparipurnakan awal Agustus lalu. Sehingga, mulai bulan depan, yakni September 2017 ini siap naik.

“Dalam PP  18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, berbunyi kalau aturan berlaku  setelah ditetapkan perda. Jadi, jika perda ditetapkan Agustus, maka gaji anggota dewan akan naik setelahnya di September 2017,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, pemberian kenaikan gaji baru akan dicairkan setelah pembahasan perubahan. Sehingga, jika hingga September 2017 belum rampung, maka pemberiannya akan dirapel pada bulan berikutnya.

Mengenai prosesnya kini sedang berada di Pemkab Kudus dan masih dalam tahapan penyusunan Peraturan Bupati (Perbup). Nantinya, Perbup tersebut yang menjadi dasar untuk kenaikan gaji para wakil rakyat.

Hanya saja, berdasarkan amanah PP Nomor 18 Tahun 2017 perhitungan gaji terbagi dalam beberapa kelompok. Untuk kelompok anggota dewan yang tidak menjabat sebesar Rp 33,94 jutaan, anggota menjabat sekretaris dan alat kelengkapan Rp 33,97 jutaan, anggota dewan menjabat wakil ketua dan ketua alat kelengkapan Rp Rp 34 jutaan, Wakil Ketua DPRD Kudus Rp 37 jutaan dan Ketua DPRD Kudus Rp 45 jutaan.

“Angka tersebut masih asumsi, jadi masih menunggu kemampuan daerah berapa. Serta menunggu Perbup tentang hal itu,” jelas dia.

Editor: Supriyadi

Kader Partai Nasdem Datangi KPU Kudus untuk Konsultasi Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Kader Partai Nasdem saat berkonsultasi di KPU Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah kader Partai Nadem datang ke Kantor KPU Kudus, Rabu (30/8/2017) sore. Tujuan mereka adalah untuk berkonsultasi ihwal syarat pendaftaran bakal calon bupati.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, kader Partai Nasdem datang secara langsung untuk konsultasi mengenai cara mendaftar sebagai calon bupati lewat jalur independen. Mereka yang datang di antaranya aktifis Sururi Mujib, dan Muhtamat.

“Mereka konsultasi calon perseorangan. Jadi kami jelaskan bagaimana syarat dan tata cara mendaftar sebagai calon perseorangan,” katanya usai bertemu dengan kader  Partai Nasdem.

Dijelaskan, mengenai persyaratan hingga kini belum final. Rencananya, finalnya persyaratan akan diumumkan pada 10 September 2017. Hanya secara garis besar, dijelaskan kalau hendak mendaftar sebagai perseorangan dapat mengumpulkan KTP elektronik sekitar 45 ribu.Jumlah tersebut, harus terkumpul lebih dari 50 persen wilayah di Kabupaten Kudus.

Disinggung mengenai calon, pihaknya tak tahu mana yang akan mendaftar. KPU hanya melayani siapa yang hendak konsultasi. Sejumlah pihak juga telah konsultasi ke KPU tentang persyaratan calon individu. Sebelumnya ada Hartoyo, Sugeng Suharto dan Sri Berdikari.

Sementara, Sururi Mujib membenarkan kalau kedatangannya memang untuk berkonsultasi mengenai pendaftaran perseorangan. Hanya untuk siapa nama calon itu, dia masih belum bisa menjelaskan. “Iya intinya berkonsultasi bagaimana syarat daftar individu. Soal calon, bisa saya kan,” jawabnya singkat

Editor : Akrom Hazami

DPRD Kudus Mau Bantu Pengusaha Air Pegunungan Muria, Asal…

Ketua DPRD Kudus Masan (baju biru) saat mendengarkan keluh kesah pengusaha air pegunungan Muria di kantor dewan, Rabu.  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus menerima kedatangan pengusaha air pegunungan Muria, Rabu (30/8/2017). Dewan juga memberikan solusi kepada mereka. Diketahui, sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus. Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Menanggapi itu, Ketua DPRD Kudus Masan menemui mereka secara langsung. Masan meminta mereka memproses izinya terlebih dahulu. “Dalam surat tersebut sudah dijelaskan diminta mengurus izin. Ada item satu hingga sembilan yang harus dilengkapi. Kalau ada yang sudah mengurus izin minimal tujuh item saja, maka kami bisa membantu memintakan untuk memberikan kelonggaran,” katanya kepada pengusaha air di ruang komisi C DPRD Kudus.

Masan menilai tak sulit jika pengusaha air berniat mengurus izin. Termasuk mengisi pendaftaran di BBWS, mengusulkan izin, peta bangunan dan sebagainya. Hal itu hendaknya dipatuhi. Tugas DPRD adalah mengayomi masyarakat. Dewan mau mengayomi, dengan syarat pengusaha patuh aturan.

Menurutnya, semua pengusaha harus patuh sesuai prosedur. Dalam hal ini, soal pengurusan izin. Jika proses tak dilakukan maka itu sama saja menyalahi aturan. “Saya tunggu hari ini atau besok, bagi yang sudah mengurus dapat diserahkan ke ruangan saya. Kalau tidak ada, berarti belum mengurusnya,” ujarnya.

Masan menambahkan, sebenarnya para pelaku bisnis eksploitasi air pegunungan merupakan usaha yang mahal. Investasi yang dikeluarkan juga tak sedikit bahkan mencapai ratusan juta. Seperti membeli truk tangki saja, itu sudah memakan biaya ratusan juta. Begitu pula dengan hal-hal lainya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan

BIKIN HEBOH, Undangan Nikah Tiru Gaya Para Calon Bupati Kudus

Undangan pernikahan unik. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Calon pengantin di Kudus ini mencuri perhatian warga, lantaran unggahan foto undangan pernikahan mereka di media sosial, Facebook, beberapa waktu terakhir. Undangan pernikahan mereka meniru gaya sejumlah bakal calon bupati setempat.

Sebagaimana diketahui Kudus akan menggelar pemilihan bupati, pada 2018. Sejak sekarang, para bakal calon bupati dan wakil gencar memasang publikasi. Terutama berupa baliho. Tidak heran jika baliho bergambar mereka telah terpasang hampir di sebagian besar sudut Kota Kretek.

Gaya para calon bupati yang terpampang di baliho rupanya berdampak munculnya inspirasi Pungky Octavia Nurul Hidayah (21) warga Ngembal Kulon, Jati, dan Muhammad Himam Aula (23) warga Gebog, membuat undangan pernikahan. Mereka meniru gaya para bakal calon bupati.

Di foto undangan pernikahan, sosok mempelai laki-laki meniru gaya calon bupati Umar Ali atau Mas Umar. Lengkap dengan tulisan Mas Himam dengan bentuk tulisan mirip dengan yang dipakai di baliho Mas Umar. Pada foto mempelai perempuannya meniru gaya calon bupati Sumiyatun. Dengan mengenakan jilbab merah dan jas hitam. Di fotonya juga tertulis Impian Kesejahteraan yang mirip jargon Indonesia Hebat yang dipakai di baliho calon bupati Sumiyatun.

Dalam undangan juga terdapat hastag bertulisan #temaniakuhidup. Hastag tersebut  mirip dengan tagline calon bupati Kudus Masan, yang mengusu hastag #temaniakuberjuang. Mereka juga mengangkat tema pernikahan bertajuk Menaksir Masa Depan.

Kepada MuriaNewsCom, Pungky mengaku jika gaya para calon Bupati Kudus telah menginspirasinya. Dia meniru gaya calon bupati untuk kebutuhan sampul undangan pernikahannya. “Waktu melihat sudah suka dengan gayanya. Akhirnya saya dengan calon (suami) saya berunding, dan memutuskan untuk membuat undangan semacam itu,” katanya saat dihubungi, Rabu (30/8/2017).

Undangan tersebut, kata dia, mendapat sejumlah respons beragam dari temannya. Tidak sedikit teman yang kaget dengan gaya undangan pernikahannya. Sebagian besar teman juga berpendapat jika undangan pernikahannya unik.

Editor : Akrom Hazami

Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan 

Pengusaha air melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus, Rabu (30/8/2017). Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Mardiyanto, salah seorang pengusaha air di kantor dewan mengatakan, pihaknya berharap dukungan dari wakil rakyat. Pengusaha air itu meminta waktu guna melakukan pengurusan perizinan.

“Kami di sini sifatnya memohon perlindungan dan memohon bantuan supaya bisa memperjuangkan nasib kami. Jadi supaya tidak ditutup,” kata Mardiyanto saat audiensi di ruang rapat Komisi C DPRD Kudus.

Selama ini, pengusaha menggantungkan perekonomiannya dari usaha air. Di Kudus ini terdapat 202 orang pengusaha air. Di Kajar Colo, terdapat sekitar 20 depo pengisian air. Sementara air itu berasal dari buangan warga setempat. Pengusaha memanfaatkan air buangan warga, untuk dijual ke masyarakat yang membutuhkan.

“Sebenarnya kami tak bisa disebut sebagai pengusaha karena modal yang masih kecil, berbeda dengan pabrik yang besar. Kami di sini juga tak demo, karena jika demo kami bisa datangkan massa banyak sampai ribuan,” ungkap Mardiyanto.

Dia mengklaim masyarakat setempat tak ada yang keberataan dengan usaha tersebut.Selama ini, usaha berjalan tanpa masalah. Jika ada pihak yang merasa keberatan hingga melakukan unjuk rasa, dia mencurigai jika aksi itu dilakukan karena bayaran.

Editor : Akrom Hazami

 

Gudang Kayu di Jati Kudus Ludes Terbakar

Petugas pemadam dan warga bersama-sama memadamkan gudang kayu di Jati, Kudus, yang terbakar, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebakaran besar terjadi di sebuah gudang kayu di Desa Jati Kulon, RT 3 RW 3, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (30/8/2017) pagi. Api melalap habis seluruh isi gudang hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga sekitar sempat panik khawatir jika api terus membesar dan merembet ke bangunan lain.

Informasi menyebutkan, api mulai membakar gudang sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga dipicu tak normalnya mesin oven kayu yang saat itu tengah dioperasikan.

Pemilik gudang, Tri Rudi (40) mengatakan, sebelum kebakaran terjadi, mesin pemanas tersebut tengah digunakan untuk mengeringkan kayu. Namun mesin oven itu bekerja terlalu over, sehingga justru membakar kayu-kayu tersebut.

“Di dalam gudang banyak kayu. Jadinya api yang sudah membakar kayu yang tengah dipanaskan. makin membesar dan sampai membakar kayu lainya. Apalagi pemanas juga masih nyala yang membuat suhu dalam gudang semakin panas,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kayu yang disimpan di dalam gudang sebagian besar merupakan kayu mahoni dari berbagai ukuran. Kayu-kayu tersebut merupakan pesanan dari sejumlah toko meubel yang ada di Kudus.

Ia menaksir, kerugian yang diderita akibat peristiwa itu mencapai sekitar Rp 20 juta. Yakni kerugian kayu yang terbakar sebesar Rp 18 juta, dan bangunan sekitar Rp 2 juta.

Tri Rudi mengakui, kebakaran itu baru diketahui setelah api membesar, dan terlihat dari kejauhan. Sehingga tak bisa ditangani dengan cepat dan meminimalisasi kerugian.

Kebakaran baru berhasil dijinakkan satu jam lebih setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga, berjibaku melakukan pemadaman. Sebagian besar isi gudang sudah menjadi arang.

Editor : Ali Muntoha

Warga Kudus Meninggal saat Haji, Dimakamkan di Tanah Suci

Sulti Sanaji Ngadiman, jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang meninggal dunia di Arab Saudi. (Group WA)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabar duka datang dari pelaksanaan haji tahun 2017. Satu jemaah haji asal Kabupaten Kudus meninggal dunia, Selasa (29/8/2017) kemarin.

Jemaah yang meninggal dunia diketahui bernama Sulti Sanaji Ngadiman (61), warga Desa Temulus, RT 1 RW 6, Kecamatan Mejobo, Kudus. Kabar yang diterima Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus, jenazah Sulti langsung dimakamkan di Arab Saudi.

Kepala Kemenag Kudus, Noor Badi mengaku mengetahui ada warga Kudus yang meninggal dunia saat haji, melalui informasi yang beredar di aplikasi WhatsApp (WA). Ia kemudian melakukan pengecekan, dan memastikan kabar tersebut benar.

“Itu kabar yang kami terima, dan panitia penyelenggara haji sudah mengurus pemakaman jenazah juga. Jadi kini jenazahnya suudah dimakamkan di sana,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom Rabu (30/8/2017).

Menurut dia, kabar tersebut baru sebatas informasi lewat handphone saja. Kini, pihak Kemenag masih menunggu surat resmi dari panitia haji di Arab Saudi.

Surat keterangan tersebut, kata dia, akan dijadikan dasar bagi Kemenag Kudus untuk memberikan kabar secara resmi kepada keluarganya di Temulus.

Meski demikian, pihaknya sudah berkordinasi dengan KUA Kecamatan Mejobo, untuk memberi kabar kepada keluarga jemaah haji tersebut. Nantinya, setelah surat resmi datang akan disampaikan secara resmi pula.

“Mendapatkan surat keterangan membutuhkan waktu hingga beberapa hari, sebelum suratnya sampai. Karena memang prosesnya lama dan panjang,” imbuhnya.

Ia berharap pihak keluarga bisa menerima kabar ini dengan tabah. Ia juga berpesan kepada jemaah haji lainnya untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibdah haji, karena kondisi cuaca di Arab Saudi cukup berat.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Peserta Ikuti MTQ Tingkat Kabupaten Kudus

Kegiatan pembukaan MTQ Kudus, berlangsung di pendapa Pemkab Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pelajar mengikuti kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar ke XXXII dan Umum ke XXVII Tingkat Kabupaten Kudus.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Noor Badi mengatakan, total peserta MTQ sebanyak 370 orang. Mereka meliputi 246 MTQ Pelajar, dan untuk tingkat Umum 124 orang. Pemenang MTQ ini akan mewakili kabupaten. Untuk juara MTQ Pelajar akan ikut ke tingkat provinsi di Solo, pada November 2017. Pemenang MTQ Umum akan mengikuti tingkat provinsi di Boyolali, Desember 2017.

“Materi yang dilombakan di tingkat kabupaten, di antaranya tartil tingkat pelajar SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA putra-putri, serta tilawah pelajar SMA/SMK/MA,” kata Badi.

Pada tahun lalu, Kecamatan Jekulo keluar sebagai juara MTQ tingkat Kabupaten Kudus.

Sekda Kudus Noor Yasin berharap kegiatan lomba tak melulu menjadi yang terbaik. Tapi diharapkan, peserta bisa lebih mendalami dan mengamalkan isi Alquran. “Alquran sebagai kitab suci umat Islam, dan harus menjadi pedoman hidup dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi harus senantiasa dipahami dan juga diamalkan,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Ekspresi Lucu Bocah-bocah TK Cahaya Nur Kudus saat Diimunisasi Dokter Cantik

Ekspresi anak didik TK Cahaya Nur Kudus ketika disuntik imunisasi measles rubella. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selalu ada “drama” di tengah-tengah imunisasi yang dilaksanakan di sekolah. Sejak dulu, hingga kini pun imunisasi seolah-olah menjadi momok yang begitu menakutkan.

Beragam cara dilakukan bocah-bocah ini untuk menghindari imunisasi. Mulai dari bersembunyi, pura-pura sakit, bahkan ada yang melawan dan menendang seperti video yang beredar di medsos belakangan terakhir.

Begitu juga dengan anak didik di KB-TK Cahaya Nur Kudus, Selasa (29/8/2017). Lihatlah ekspresi lucu mereka ketika mendapatkan suntikan imunisasi MR (measles rubella). Ada yang biasa saja, ada yang menahan takut, bahkan ada bocah yang sok seolah tegar menahan suntikan, yang membuat orang tuanya terpingkal-pingkal melihatnya.

Untuk membuat anak didiknya mau diimusinasi, sekolah ini memang melakukan langkah edukasi yang cukup panjang.

Apalagi menurut  Sr Anna Damiana PI, Kepala KB TK Cahaya Nur Kudus, tak semua orang tua menerima begitu saja mengenai suntikan imunisasi. Sebagian orang tua justru khawatir jika anaknya harus diimunisasiIMR, terlebih pelaksanaan di sekolah dengan petugas dari Puskesmas.

“Kami pertama memberikan penjelasan lewat surat kepada seluruh orang tua. Jika ada yang mempertanyakan, maka guru akan melaporkan kepada saya untuk saya temui secara langsung yang bersangkutan,” katanya kepada wartawan di sela-sela imunisasi di KB TK Cahaya Nur.

Salah satu anak didik TK Cahaya Nur Kudus menahan sakit sambil mengacungkan jempol saat disuntik imunisasi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Menurut dia, orang tua siswa mempertanyakan apakah ada dokter yang bertugas ataukah tidak. Selain itu, mengenai jarum suntik yang digunakan juga dipertanyakan apakah steril dan sekali pakai ataukah tidak.

Menjawab pertanyaan tersebut, pihak sekolah menjelaskan kalau terdapat dokter yang menangani langsung untuk proses imunisasi. Selain itu, jarum suntik yang digunakan juga sekali pakai, sehingga orang tua tak perlu khawatir.

“Sebenarnya otangtua juga masih ragu dengan petugas dari Puskesmas. Tapi dari kami menejelaskan kalau petugas puskesmas sekarang profesional dan sangat bagus. Apalagi ada dokternya juga,” ujarnya.

Sementara, untuk para siswa yang diimunisasi sejumlah 150 siswa. Untuk memberi pemahaman, selama sepekan penuh materi yang diberikan adalah materi tentang imunisasi dan dampaknya. Bahkan video tentang imunisasi juga diputarkan agar anak memahaminya.

Selain itu, lanjut dia, para pendidik juga memberikan contoh proses imunisasi. Harapnya, para siswa tidak kaget dan siap menjalani proses imunisasi.

“Kami mendukung program pemerintah pusat, makanya kami berusaha agar semua siswa dapat imunisasi,” ungkap dia.

Dalam sekolah tersebut, terdapat beberapa siswa yang tak bisa diimunisasi hari ini. Karena, sebagian sudah diimunisasi dan sebagian lainnya sedang sakit. Untuk itu, sekolah memberi rujukan agar diberikan imunisasi serupa di klinik.

Editor : Ali Muntoha

Kudus Borong Medali Emas Kejurprov Tenis Meja 2017

Tim tenis meja asal Kudus saat foto bersama di Bojonegoro, Jawa Timur. (Tim Tenis Meja Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kejurprov Tenis Meja 2017  telah usai dilaksanakan, di Banjarnegara, Minggu  (27/8/2017). Pada kejuaraan tersebut, kembali Kudus berhasil memborong juara umum dan membawa pulang banyak medali emas.

Heni Sandra, perwakilan pelatih tim tenis meja Kudus mengatakan, pada pertandingan yang diselenggarakan selama lima hari itu, Kudus membawa sembilan medali emas, tiga medali perak dan delapan perunggu.

“Alhamdulillah PTM Kudus kembali jadi juara umum di Kejurprov Tenis Meja 2017. Sejumlah medali kembali terkumpul dan itu membanggakan Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya beberapa medali emas yang didapat Kudus meliputi juara beregu pemula putra, beregu pemula putri,  beregu juara putra, beregu junior putri, dan tunggal junior putri. Sedang untuk yang medali perak, seperti beregu kadet putra dan beregu kadet putri.

Dengan perolehan tersebut, Kudus mendapatkan medali paling banyak dengan jumlah 20 medali. Hal itu pula yang menbuat Kudus menjadi juara umum dalam Kejurprov Tenis Meja tahun ini.

Sementara, posisi kedua perolehan terbanyak medali adalah Cilacap dengan 6 medali. 6 medali meliputi tiga emas,  dan tiga perak, ketiga adalah Klaten dengan  9 medali meliputi satu medali emas, empat medali perak dan empat perunggu.

Untuk tuan rumah juga kalah jauh dengan daerah lain, tuan rumah terpaksa puas dengan perolehan satu emas dan tiga perunggu. Sedang daerah lain seperti Blora dan Kendal juga harus puas dengan satu medali perunggu.  

Editor : Akrom Hazami

Kantor Kecamatan Jekulo Kudus Diusulkan Diganti Bangunan Baru

Komisi A DPRD Kudus saat melakukan foto bersama Camat  Jekulo Dwi Yusi Sasepti di tempat pelayanan Kecamatan Jekulo, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, mengusulkan adanya pembangunan gedung baru, tahun ini. Gedung yang mereka pakai saat ini, terlalu kurang tertata, dan menimbulkan kurang enak dilihat.

Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti mengusulkan pembangunan gedung baru kantor Kecamatan Jekulo. Tujuannya, biar gedung  menjadi lebih baik, dan tertata. Pantauan MuriaNewsCom, gedung kantor kecamatan menempati  bangunan cagar budaya. Gedung yang sudah tua, membutuhkan perawatan ekstra. Bahkan, sejumlah sudut eks Kawedanan Jekulot itu terlihat kurang perawatan.

“Rencana pembangunan sudah lengkap. Usulan juga sudah kami sampaikan, tinggal menunggu di APBD 2018 mendatang. Mudah-mudahan dapat,” kata Dwi saat kedatangan DPRD Kudus Komisi A, di kantor Kecamatan Jekulo, Senin (28/8/2017).

Besaran anggaran yang diusulkan Rp 8 miliar. Dana itu akan digunakan untuk menata sejumlah tempat. Mulai pagar depan kantor, pintu keluar dan masuk, serta taman di depan gedung. Bagian kiri dan kanan gedung akan didirikan bangunan yang berfungsi sebagai kantor kecamatan. Sedangkan bagian belakang, jadi tempat santai sekaligus gedung rapat terbuka.

Sedangkan gedung Eks Kawedanan Jekulo dibiarkan. Karena untuk membenahinya butuh waktu lama. Fungsinya akan menjadi gedung serbaguna. Dalam pembangunan tersebut, juga akan meruntuhkan satu gedung milik PDAM Kudus. Untuk pembongkaran gedung, sudah dikomunikasikan dengan Direktur PDAM Kudus Achmadi Safa.

Ketua Komisi A DPRD Kudus Mardijanto mendukung atas usulan pembangunan gedung baru kantor Kecamatan Jekulo. “Kami akan lihat dulu  usulan dari instansi lainya yang masuk. Mana yang benar-benar membutuhkan dan mendesak, akan dianggarkan terlebih dahulu,” kata Mardijanto.

Menurut dia, kantor Kecamatan Jekulo memang membutuhkan penanganan yang serius. Bertempat di gedung cagar budaya, tentu membutuhkan perawatan dan perhatian yang intens.

Editor : Akrom Hazami

Petani Tebu di Kudus Ngluruk Istana Negara, Ini yang Mereka Tuntut

Para petani tebu dari Kabupaten Kudus sebelum bertolak ke Jakarta untuk menggelar aksi demo. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –  Puluhan petani tebu dari Kudus, ngluruk ke Jakarta untuk memprotes kebijakan pemerintah mengenai gula, Senin (28/8/2017) hari ini. Mereka bergabung dengan para petani tebu lain dari seluruh Indonesia yang merasa nasibnya tak digubris pemerintah.

Aksi ini digelar lantaran para petani tebu merasa tercekik dengan kebijakan pembelian gula yang sangat murah, dan dibukannya keran impor. Tempat yang bakal menjadi lokasi demo adalah Istana Negara serta kementerian terkait.

Para petani tebu ini bertolak dari Kudus Minggu (27/8/2017) dengan menumpang bus. Mereka mendesak pemerintah agar mengeluarkan kebijakan pembelian gula segarga Rp 11 ribu per kilogram.

Seorang petani yang ikut berangkat, Agus, mengatakan jumlah petani tebu yang ikut aksi asal Kudus sejumlah 49 petani.

“Ada sejumlah tuntutan yang akan kami sampaikan. Seperti halnya meminta pemerintah mengehentikan impor gula ke Indonesia. Khususnya saat musim giling seperti saat ini,” katanya kepada wartawan.

Mereka mendesak pemerintah menghentikan impor gula, lantaran gula produksi petani lokal masih belum terserap.

Ini dikarenakan kebijakan Bulog yang membeli gula jauh di bawah biaya produksi. Agus menyebut, Bulog hanya membeli gula produksi petani seharga Rp 9,7 ribu per kilogram.

Padahal biaya produksi yang mereka keluarkan mencapai Rp 10,600 per kilogram. Apalagi saat ini menurut dia, kondisi petani tebu tengah terpuruk, lantaran curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu lalu, hingga membuat hasil panen tak maksimal.

“Akibat cuaca kami mengalami rugi banyak. Jika biasanya bisa menghasilkan 1.000-1.200 kuintal per hektare, kini turun menjadi 500-600 kuintal per hektarenya. Apalagi tanaman tebu dalam panen membutuhkan 10 bulan,” ungkap dia.

Sementara, Sekretaris Jenderal DPN APTRI M Nur Khabsyin menambahkan, Bulog membeli gula petani masih di bawah   biaya pokok produksi (BPP) Rp10.600 per kilo. Untuk itu, kini petani menolak menjual gula ke perusahaan milik negara itu.

“Pemerintah harus bertindak dengan menghentikan impor gula. Karena hancurnya harga gula disebabkan impor tersebut,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Akhwan Tak Akan Daftarkan Diri jadi Bakal Calon Bupati Kudus Lewat PKB

Salah satu bakal calon Bupati Kudus, Akhwan, saat memberikan keterangan pers, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu bakal calon Bupati Kudus Akhwan mengaku enggan mendaftarkan diri melalui DPC PKB Kudus. Alasannya, dia optimistis mendapatkan rekomendasi dari sejumlah partai politik yang didaftarnya.

Akhwan diketahui telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Nasdem, Partai Golkar, PPP, dan Partai Hanura. Termasuk, dia juga telah berkomunikasi dengan partai yang tidak membuka penjaringan bakal calon sekalipun, seperti Demokrat dan PAN.

Diketahui, DPC PKB Kudus akan membuka penjaringan bakal calon bupati, mulai 27 Agustus hingga 11 September 2017.  Partai berlambang Bintang Sembilan itu bisa mengusung calon bupati, dengan syarat harus berkoalisi dengan partai politik lain. Guna memenuhi kursi sebanyak 9.

“Saya tidak akan daftar ke PKB.  Karena sudah cukup (kursi) dari partai yang saya jalin komunikasi. Sudah cukup sebagai syarat daftar bupati,” kata Akhwan saat dihubungi MuriaNewsCom, di Kudus, Sabtu (26/8/2017).

PKB saat ini mengantongi 6 kursi di DPRD Kudus. Jumlah kursi itu lebih banyak dibandingkan dengan yang dikantongi Partai Nasdem, Golkar, PPP, dan Hanura. Diketahui, Partai Nasdem mengantongi 4 kursi, Golkar 4 kursi, PPP 3 kursi, dan Hanura 3 kursi. “Kan sudah cukup kursinya. Kursi dari partai yang saya ajak komunikasi itu,” ujarnya.

Kendati demikian, politisi Partai Nasdem itu tetap menjalin hubungan baik dengan partai yang juga membuka penjaringan calon bupati. Seperti PDI Perjuangan, dan Partai Gerindra.

Editor : Akrom Hazami

Pasien BPJS Kudus Jika Ditolak Rumah Sakit karena Kamar Penuh, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Tim medis tengah melakukan tindakan terhadap korban kecelakaan. BPJS Kesehatan memastikan pasien berhak meminta surat keterangan jika kamar di rumah sakit penuh. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama ini banyak keluhan rumah sakit yang menolak pasien peserta BPJS Kesehatan dengan alasan kamar penuh, dan diharuskan naik kelas.

Namun Kepala BPJS Kesehatan Kudus Dody Pamungkas menyebut, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan pasien jika rumah sakit menyebut kamar sudah penuh.

Langkah tersebut yakni dengan meminta surat keterangan jika kamar sudah penuh. Ia mencontohkan, jika ada pasien dengan kepesertaan BPJS Kesehatan kelas II datang ke rumah sakit, dan dinyatakan kamar kelas II penuh, rumah sakit wajib memberi surat keterangan.

Dengan surat keterangan itu menurutnya, pasien tersebut bisa naik kelas secara gratis. Namun fasilitas ini hanya bisa digunakan maksimal untuk tiga hari perawatan.

”Jika kamar di kelasnya sudah kosong, harus kembali ke kelasnya semula. Namun jika sudah terlanjur enak dan meminta dirawat di kelas yang lebih tinggi, pasien dikenakan biaya sendiri,” katanya, Sabtu (26/8/2017).

Ia menyatakan, setiap pasien berhak untuk dirawat sesuai ketentuan. Sehingga pihak rumah sakit harus melayani, termasuk memberi surat keterangan.

Jika rumah sakit tak mau memberikan surat keterangan tersebut,  pasien dapat melaporkannya kepada BPJS Kesehatan.

“Setelah dilaporkan kalau pasien tak diberikan haknya, selanjutnya kami yang akan bertindak. Apakah rumah sakit masih mau kerja sama dan dibina atau bagaimana,” ujarnya

Dia menambahkan, jika rumah sakit bersedia memberikan surat tersebut dan benar kamar penuh, pasien juga seharusnya dapat naik kelas secara gratis, dengan batas waktu maksimal tiga hari. Dalam waktu tersebut jika ada kamar kosong, dapat kembali ke kelasnya semula.

Sejauh ini BPJS Kesehatan bermitra dengan 290 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), yang meliputi 70 puskesmas, 135 Dokter praktik perorangan, 36 dokter praktik gigi perorangan dan 49 klinik pratama. Selain itu, BPJS Kesehatan Kudus juga bekerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) sejumlah 18 rumah sakit, 14 Apotek dan 8 Optik.

Editor : Ali Muntoha

Pekan Depan, Golkar Kirim Nama Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus ke DPD Jateng

Ketua tim penjaringan DPD Partai Golkar Kudus, Joni Dwi Harjono saat menerima pengembalian berkas Balon Bupati Kudus Umar Ali beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pendaftaran Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus dan Bakal Calon Wakil Bupati Kudus dari DPD Partai Golkar, resmi ditutup Sabtu (19/8/2017) lalu. Rencananya, pekan depan nama-nama yang telah lolos administrasi akan dikirim ke DPD Partai Golkar Provinsi Jateng.

Ketua tim penjaringan DPD Partai Golkar Kudus, Joni Dwi Harjono mengatakan, setelah pendaftaran ditutup, tahapan selanjutnya adalah pleno. Pleno akan dilakukan DPD Partai Golkar Kudus sebagai langkah verifikasi. Setelah itu, baru diajukan ke DPD Partai Golkar Provinsi Jateng.

“Rencananya pekan depan akan kami kirim ke DPD Provinsi (Jateng) pekan depan. Dalam usulan nanti, minimal tiga orang calon dan maksimal lima orang calon untuk masing-masing posisi,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom

Menurut dia, dari hasil pembukaan pendaftaran, sudah terkumpul lima pelamar sebagai bakal calon bupati dan dua sebagai wakil. Sejauh ini, semua berkas yang sudah terkumpul sudah lengkap.

Disebutkan, untuk Balon Bupati Kudus, terdapat Sri Hartini, Mawahib, Umar Ali, Akhwan, dan Djoni Rahardjo. Sedang untuk Bakal Calon Wakil Bupati Kudus, yang mendaftar adalah Mawahib dan Maesyaroh asal Partai Idaman.

Ditambahkan, penjaringan cabup-cawabup partai Golkar sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan partai Golkar. Karena pada Pileg 2009 Golkar dianggap menang dan menjadi ketua DPRD Kudus.

Editor: Supriyadi