Alokasi Dana Tambahan Penghasilan Pegawai di Grobogan Turun Drastis

Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Ketua DPRD Agus Siswanto menandatangani dokumen KUA-PPAS dalam rapat paripurna di gedung DPRD Grobogan, Senin (31/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Usulan kenaikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) yang diusulkan Bupati Grobogan akhirnya mendapat persetujuan dari pihak legislatif. Persetujuan dari wakil rakyat disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Grobogan, Senin (31/7/2018). Dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, seluruh anggota menyatakan persetujuannya.

Meski disetujui tetapi kenaikan TPP mulai tahun 2018 itu tidak menjangkau semua golongan pegawai, seperti tahun 2017. Sebab, alokasi dana untuk TPP 2018 hanya sekitar Rp 1 miliar saja. Sementara pada tahun 2017 ini, alokasi kenaikan TPP nilainya berkisar Rp 58 miliar.

Kenaikan TPP pada tahun depan akan diterima guru dan petugas medis di daerah terpencil. Tahun depan TPP pegawai di daerah terpencil ini naik Rp jadi 600 ribu. Sebelumnya TPP yang diterima sama dengan staf, yakni sebesar Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu.

Kemudian, TPP untuk sekretaris kecamatan disamakan nilainya dengan sekretaris dinas atau badan, yakni sebesar Rp 2 juta. Sebelumnya TPP yang didapat Rp 1,7 juta.

Untuk posisi kepala dinas, besaran TPP ada yang naik dan ada yang turun. Sebab, semua TPP untuk kepala dinas ini besarnya disamaratakan, yakni Rp 4,5 juta.

Pada tahun ini, besarnya TPP didasarkan pada tipe dinasnya. Yakni, kepala dinas tipe A Rp 5 juta, tipe B Rp 4,5 juta dan tipe C Rp 3,5 juta per bulan.

Untuk TPP sekda pada 2018 sebesar Rp 10 juta atau tidak naik. Kemudian untuk posisi Asisten Sekda, Inspektur, Kepala Badan, Sekretaris DPRD dan Staf Ahli Bupati juga masih sama, yakni sebesar Rp 6 juta.

“Keputusan kenaikan TPP ini mulai berlaku pada tahun depan. Penganggaran TPP ini sudah dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018,” ungkap Sekda Grobogan Moh Sumarsono.

Bupati Grobogan Sri Sumarni yang hadir dalam paripurna tersebut menyampaikan terima kasih pada wakil rakyat atas disetujuinya permohonan pemberian tambahan penghasilan bagi PNS. “Kita harapkan, dengan tambahan penghasilan nanti ada peningkatan kinerja. Yakni, memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat,” kata Sri.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Hebat, Grup Band SMKN 1 Purwodadi Berjaya di Ajang Festival Tingkat Kabupaten

Guru kesenian SMKN 1 Purwodadi Tri Kuntarto (tengah) berpose bersama punggawa Smekenda Band usai penyerahan piala. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Dominasi SMA di ajang festival band level Kabupaten Grobogan akhirnya terhenti. Hal ini menyusul keberhasilan Smekensa, grup band dari SMKN 1 Purwodadi menjadi juara dalam ajang festival band antar SMA tingkat kabupaten yang dilangsungkan pekan lalu di alun-alun.

Dalam ajang itu, Smekensa berhasil mengungguli grup band dari SMA yang sebelumnya selalu mendominasi juara.

“Prestasi yang kita raih ini memang membanggakan. Baru kali ini, kita akhirnya bisa juara I di ajang festival band,” ungkap guru kesenian SMKN 1 Purwodadi Tri Kuntarto yang juga bertindak selaku pelatih dan pendamping ketika ditemui di sekolahannya, Senin (31/7/2017).

Grup Band Smekensa diperkuat lima personel. Masing-masing, Rahmadila K Nisa siswa kelas XI jurusan multimedia yang memegang keyboard dan vokalis Rizky Katon Gumintang siswa kelas XII jurusan multimedia. Tiga punggawa lainnya adalah siswa kelas XII jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Yakni, Kurnia Edo (gitaris),

M Ihsan C (drummer) dan Rohmad hariyadi (bass).

Meski even yang diikuti hanya level kabupaten, namun grup band itu melakukan persiapan cukup serius. Sebab, dalam even itu, mereka memang ditargetkan untuk bisa jadi juara.

“Selama persiapan, anak-anak saya motivasi terus bahwa mereka bisa juara dalam even itu. Saya cukup yakin karena kemampuan personilnya kali ini sangat bagus. Dengan motivasi yang diberikan, anak-anak akhirnya terlecut semangatnya dan bisa jadi juara,” tambah Tri.

Rizky Katon Gumintang vokalis grup band Smekensa menambahkan, dalam festival tersebut, semua peserta membawakan lagu wajib berjudul Bendera dari grup band Coklat. Untuk lagu pilihan adalah Zamrud Khatulistiwa milik Chrisye.

Selain jadi juara, dalam even itu grup band Smekensa juga meriah tiga penghargaan perorangan (the best). Yakni, untuk pemain gitar, drum, dan keyboard. (nap)

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Grobogan Kloter 17 Dimajukan 

Ratusan koper jemaah haji Grobogan kloter 17 dikumpulkan di halaman Masjid Jabalul Khoir Simpanglima Purwodadi dan selanjutnya dikirim ke Donohudan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jemaah haji Grobogan yang tergabung dalam kloter 17 akan diberangkatkan Selasa (1/8/2017) dini hari nanti. Rencananya, jemaah haji akan dilepas menuju asrama Donohudan dari pendapa kabupaten, pukul 02.00 WIB.

Jadwal keberangkatan jemaah haji ini mengalami sedikit perubahan. Yakni, pemberangkatan maju sekitar tiga jam dari jadwal semula.

“Sebelumnya, rencana pemberangkatan dilakukan habis Subuh. Tetapi, ada perubahan sehingga jadwalnya maju jadi pukul 02.00 WIB,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Grobogan Hambali yang ditemui saat mengecek pengiriman koper jemaah di Masjid Jabalul Khoir Simpanglima Purwodadi, Senin (31/7/2017).

Dijelaskan, majunya jadwal keberangkatan itu dilakukan karena 351 jemaah kloter 17 dijadwalkan sudah harus tiba di Donohudan pukul 05.00 WIB. Supaya bisa tepat waktu tersebut maka pihaknya harus menyesuaikan jadwal keberangkatan jemaah.

Menurut Hambali, untuk kloter 64 akan diberangkatkan pada 15 Agustus. Sementara kloter 65 dan 66 berangkat pada hari yang sama, yakni 16 Agustus.

“Jumlah kloternya ada empat. Yakni, kloter 17, 64, 65 dan 66. Jumlah jemaah keseluruhan ada 977 orang,” katanya.

Ditambahkan, jemaah haji kloter 17 dan 65 diisi sebanyak 355 orang yang seluruhnya dari Grobogan. Kemudian, ada 136 orang masuk kloter 64 dan 221 orang ikut kloter 66. Untuk kloter 64 bergabung dengan jemaah Kabupaten Semarang dan kloter 66 gabung Kota Semarang.

Disinggung soal pengiriman koper jemaah, Hambali menyatakan, semuanya berjalan lancar sesuai rencana. Koper dikirim lebih awal dari keberangkatan jemaah.

“Koper jemaah haji kloter 17 sudah komplit tidak ada yang ketinggalan. Jumlah koper ada 351,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ribuan Atribut Merah Putih Mulai Menghiasi Kota Purwodadi

Ribuan Atribut Merah Putih berupa bendera dan umbul-umbul sudah terpajang di berbagai lokasi di kota Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan kota Purwodadi terlihat beda dibandingkan hari sebelumnya, Senin (31/7/2017). Hal ini terkait dengan sudah banyaknya atribut sambut HUT RI yang terpasang di beberapa ruas jalan protokol.

Dari pantauan di lapangan, atribut merah putih yang terpasang ini wujudnya berupa bendera dan umbul-umbul. Lokasi yang sudah dipenuhi atribut merah putih ini di antaranya adalah sekeliling bundaran Simpanglima dan Jalan Gajah Mada.

Kemudian, jalan raya di kawasan alun-alun dan sekitar pasar juga sudah marak merah putih. Selain itu berbagai perkampungan, seperti kampung Jetis, Jengglongo, dan Jajar juga sudah banyak terpasang bendera maupun umbul-umbul berbagai ukuran.

“Pemasangan bendera maupun umbul-umbul merah putih sudah kita lakukan sejak Minggu kemarin. Sehari kemarin, kita sudah pasang sekitar 1.000 atribut. Hari ini nanti kita lanjutkan lagi pemasangan di titik lainnya,” kata Lurah Purwodadi Hendro Sutopo.

Menurut Hendro, selain menyambut momen Hari Kemerdekaan RI, pemasangan ribuan atribut merah putuh itu dilakukan untuk menggugah rasa nasionalisme yang dinilai mulai menurun. Salah satu indikasinya adalah banyaknya warga yang tidak memajang bendera merah putih di depan rumah saat momen HUT RI. Bagi sebagian orang khususnya mereka yang mengalami masa penjajahan, kondisi ini dirasa cukup memprihatinkan.

“Dari pengamatan sejauh ini, memang pemasangan bendera merah putih saat Agustusan sudah kurang semarak dalam beberapa tahun belakangan. Terutama, di kawasan kota Purwodadi. Nah, untuk tahun ini, kita bikin kawasan kota jadi lautan merah putih,” cetus mantan Lurah Kalongan, Wirosari, dan Grobogan itu.

Dalam rangka pemasangan atribut merah putih tersebut, pihaknya bersama jajaran Muspika Purwodadi sebelumnya sudah mengumpulkan berbagai komponen yang berada di jalan protokol. Mulai dari warga, pengusaha, pimpinan BUMD / BUMN, kepala kantor pemerintahan dan swasta serta para ketua RW dan ketua RT se-Kelurahan Purwodadi.

Dari pertemuan itu, muncul tanggapan positif dan dukungan dari berbagai komponen masyarakat tersebut. Bahkan, mereka juga siap menyumbangkan bendera maupun umbul-umbul untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan.

“Sekitar 2.000 bendera maupun umbul-umbul nanti yang akan kita siapkan. Selain itu, warga di seluruh RS juga ikut berpartisipasi memasang sendiri di lingkungannya,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Bangunan Zaman Belanda di Sumber Jatipohon Grobogan Ini Pernah Ditempati Perdana Menteri Indonesia

Inilah kondisi bangunan lama yang dibangun di era penjajahan Belanda yang berada di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sebuah bangunan lama bergaya Eropa yang masih terdapat di Desa Sumber Jatipohon, Kecamatan Grobogan, Grobogan ternyata menyimpan catatan penting.

Bangunan itu pernah ditempati Perdana Menteri Indonesia ke-9 Burhanuddin Harahap bersama keluarganya selama hampir setahun lamanya. Burhanuddin tinggal di tempat itu dalam statusnya sebagai tahanan politik di era Orde Lama.

Kisah ini diketahui banyak diketahui banyak orang sampai saat ini. Salah satu saksi yang masih mengetahui peristiwa itu adalah Mbah Karto Sudirjo alias Rasipin, warga Desa Sumber Jatipohon.

“Burhanuddin Harahap tinggal di rumah itu sekitar tahun 1960 karena masalah politik. Sekitar satu tahun ada di situ dan tidak ada warga yang berani mendekat ke sana,” kata pria yang sudah berusia 91 tahun itu.

Selama ditempati Burhanuddin, sekitar bangunan itu dijaga aparat keamanan. Untuk kebutuhan sehari-hari, ada salah seorang warga setempat bernama Rasmin yang melayani.

Karto sering lewat dekat bangunan tersebut. Tetapi, ketika lewat dia tidak berani menengok ke arah bangunan karena takut ditegur aparat. Ketika melintas, ia sering mendengar suara radio dari dalam bangunan.

Di Desa Sumber Jatipohon pada waktu itu sebenarnya terdapat rumah tahanan negara. Lokasinya ada di pinggir jalan Purwodadi-Pati, samping kiri balai desa. Namun, bekas bangunannya sudah tidak ada lagi saat ini.

“Rumah tahanan waktu itu hanya untuk menampung pelaku kejahatan saja. Kapasitasnya, juga tidak terlalu besar. Saya tahu persis karena bekerja jadi penjaga rumah tahanan itu dari tahun 1953-1982,” kata pria yang memiliki 6 anak, 17 cucu dan 10 cicit itu.

Bangunan lama itu selesai dibangun pada 13 Oktober 1935, sesuai tulisan yang tercetak di tembok depan sisi kiri. Meski dibangun pada era penjajahan, pembuat bangunan itu bukan orang Belanda. Tetapi, pengusaha keturunan Tionghoa dari Purwodadi bernama Tan Liong Pin.

Pengusaha itu membuat bangunan untuk pesanggrahan atau istirahat. Lokasinya memang cocok untuk pesanggrahan karena ada di ketinggian dan di selatan bangunan bisa melihat pemandangan alam hamparan hutan jati.

Pada tahun 1950, bangunan itu dijual pemiliknya pada perusahaan kayu milik negara yang kini bernama Perum Perhutani. Oleh pihak Perhutani, bangunan dengan beberapa kamar yang dinamakan Wana Marto itu dijadikan tempat penginapan dengan label ‘City View Jatipohon’.

Sebelumnya, ada empat bangunan pesanggrahan yang berdiri di sekitar lokasi yang sekarang jadi obyek wisata Bukit Pandang tersebut. Selain milik Tan Liong Pin, ada bangunan milik Bupati Grobogan periode 1933-1944 Raden Adipati Sukarman Martohadinegoro dan pengusaha Tionghoa lainnya bernama Tiong Sam.

Satu bangunan lagi didirikan oleh dokter berkebangsaan Belanda bernama Van Palisen. Sehari-hari dokter itu bertugas di Rumah Sakit Zending yang didirikan pemerintah kolonial Belanda tahun 1924 yang kini menjadi RSUD Dr R Soedjati.

Dari empat bangunan itu, hanya satu yang masih terselamatkan hingga saat ini. Tiga bangunan lainnya sudah roboh belasan tahun lalu karena tidak ada yang merawat.

Editor : Kholistiono

Perempuan Asal Ciamis Jabar Ini Sudah 15 Tahun Jualan Bendera di Grobogan

Bu Yayah, salah satu penjual bendera dan atribut merah putih musiman di Kota Purwodadi sedang merapikan barang dagangannya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Penjual bendera dan atribut merah putih musiman mulai bermunculan di kawasan Kota Purwodadi menjelang momen Agustusan. Di sejumlah ruas jalan protokol, sudah terlihat penjual bendera yang menggelar dagangannya di pinggir jalan di bawah pohon peneduh.

Hampir semua pedagang musiman ini berasal dari Ciamis, Jawa Barat. Salah satunya adalah Bu Yayah, yang mangkal di pinggir jalan Gajah Mada dengan hutan kota.

“Saya sudah sampai Purwodadi dua hari lalu. Setelah sampai sini langsung jualan,” katanya, Sabtu (29/7/2017).

Yayah mengaku tiap tahun selalu ikut berjualan bendera. Selama 15 tahun pekerjaan itu digeluti tiap mendekati bulan Agustus.

“Tiap tahun saya jualan di sini. Kalau saya hitung sudah 15 kali ini saya ke Purwodadi. Kami jualan ke sini dengan banyak kawan atau rombongan,” jelasnya.

Yayah mengaku senang jualan bendera di Purwodadi. Selain omzetnya selalu bagus, suasana Purwodadi dinilai tidak terlalu bising seperti kota besar lainnya.

Di samping itu, biaya hidup di Purwodadi dinilai cukup murah sehingga bisa menekan pengeluaran.“Saya kerasan jualan disini. Semoga tahun ini dagangan saya laris,” harapnya.

Selain menjual bendera berbagai ukuran, pedagang musiman ini juga menyediakan umbul-umbul dan atribut lainnya. Harga barang yang dijual itu bervariasi, mulai Rp 10-50 ribu.

Editor : Kholistiono

Jamu PSIR, Poin Penuh Wajib Diraih Persipur

Pemain Persipur melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Persipur kembali akan menjalani laga lanjutan Liga 2, Minggu (30/7/2017) besok. Lawan yang bakal dihadapi adalah PSIR Rembang. Bentrok kedua kesebelasan dijadwalkan mulai digeber pukul 15.00 WIB di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan.

Menjamu PSIR, torehan tiga poin alias menang ditargetkan manajemen Persipur. Hal ini dinilai realistis demi mengamankan posisi skuad Laskar Petir di klasmen sementara.

“Kita cukup diuntungkan main di kandang pada pertandingan ini. Hal ini harus bisa dimaksimalkan untuk meraih kemenangan,” kata Manajer Persipur Budi Susilo, Sabtu (29/7/2017).

Meski demikian, Budi meminta agar para pemain tampil semangat dan jangan anggap remeh lawan kendati tampil di kandang. Sebab, dia menilai kekuatan PSIR juga cukup bagus.

Indikasinya, bisa dilihat saat pertemuan pertama lalu di Rembang. Dalam laga itu, Persipur berhasil menahan imbang PSIR dengan skor 1-1.“Kita tidak boleh anggap enteng lawan kendati main di kandang sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah yang dihadapi. Semua pemain inti dalam kondisi fit dan siap diturunkan dalam laga besok.

“Kita sudah lakukan persiapan untuk pertandingan lawan PSIR. Mudah-mudahan, kita bisa meraih tiga poin besok,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Penanganan Kerusakan Infrastruktur di Grobogan Ini Mendesak Ditangani

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono mendampingi Anggota Komisi D DPRD Jateng saat mengunjungi areal sawah di Desa Karangsari, Kecamatan Brati yang selalu kebanjiran. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan Subiyono meminta dukungan dari Anggota Komisi D DPRD Jateng untuk menangani kerusakan infrastruktur yang dinilai mendesak dilakukan. Sebab, kerusakan infrastruktur itu membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat sekitar.

Menurut Subiyono, kerusakan infrastruktur yang jadi skala prioritas utama adalah penanganan amblesnya jalan di pinggir Kali Tirto di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari. Penanganan ini perlu dilakukan karena amblesnya jalan itu mengancam rumah penduduk.

“Di sekitar lokasi bencana banyak rumah penduduk. Bahkan, beberapa rumah sebelumnya sudah roboh karena tanah di belakangnya ambles,” katanya.

Prioritas berikutnya adalah penanganan longsornya bahu jalan penghubung utama Desa Lebengjumuk dan Desa Lebak di Kecamatan Grobogan. Longsornya bahu jalan ini mengancam terputusnya akses warga kedua desa tersebut.

Kemudian, longsornya bahu jalan di sayap jembatan penghubung Desa Mlowokarangtalun dan Desa Randurejo di Kecamatan Pulokulon juga mendesak ditangani. Sebab, jika dibiarkan maka longsornya bahu jalan itu bisa mengancam robohnya jembatan.

Selain itu, penanganan longsornya bahu jalan penghubung Desa Kenteng, Kecamatan Toroh dengan Desa Bangsri, Kecamatan Geyer sepanjang hampir 100 meter juga butuh penanganan segera. Sebab, sebelum longsoran itu ditangani maka pihaknya tidak bisa memperbaiki ruas jalan di titik longsor tersebut.

Satu prioritas lagi yang mendesak adalah penyodetan Sungai Satrian di Desa Karasangsari, Kecamatan Brati. Selama ini, aliran air dari sungai ini tidak bisa masuk seluruhnya ke Sungai Lusi. Akibatnya, luapan air selalu menggenangi areal sawah dan menyebabkan ratusan petani sering gagal panen dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini adalah lokasi sawah yang selalu kebanjiran dan menyebabkan petani gagal panen. Kami butuh dukungan untuk menangani infrastruktur tersebut karena biaya yang diperlukan sangat besar. Kalau semuanya mengandalkan ABPB kabupaten tidak memungkinkan. Soalnya, buat perbaikan jalan juga butuh dana besar,” jelas Subiyono saat mengantar anggota komisi D DPRD Jateng di Desa Karangsari.

Editor : Kholistiono

Anggota DPRD Jateng Kaget Lihat Kondisi Jalan Hancur di Grobogan

Anggota Komisi D DPRD Jateng mengadakan pertemuan dengan Kepala DPUPR Grobogan Subiyono dan para kepala bidang saat melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Sabtu (29/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Anggota Komisi D DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja ke Grobogan, Sabtu (29/7/2017). Begitu sampai di Grobogan, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso langsung singgah di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) di jalan Gajah Mada, depan terminal Induk Purwodadi.

Wakil rakyat sebanyak enam orang itu diterima Kepala DPUPR Grobogan Subiyono dan para kepala bidang di ruang rapat. Dalam kesempatan itu, Subiyono sempat memaparkan tentang kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di wilayahnya.

Menurut Subiyono, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan ada 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 48 persen atau sekitar 400 km.

Pada tahun ini, sudah dialokasikan dana sebesar Rp 392 miliar untuk perbaikan jalan sepanjang 141 km yang terbagi dalam 236 paket pekerjaan. Dana tersebut, sebesar Rp 200 miliar didapat dari pinjaman daerah melalui Bank Jateng.

Dengan alokasi dana sebanyak itu ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 141 km. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia.

“Kondisi jalan kabupaten di Grobogan sangat panjang. Sebagai gambaran, panjang jalan ini jaraknya dari Purwodadi sampai Jakarta, pulang pergi,” kata mantan Kadinas Pengairan Grobogan itu.

Usai menyampaikan paparan singkat, Subiyono sempat menayangkan slide foto perbaikan jalan yang dilakukan saat ini. Kemudian, ada pula foto mengenai jalan longsor dan kondisi jalan kabupaten yang belum sempat tersentuh perbaikan.

Saat melihat foto-foto ini, wakil rakyat dari Jateng itu sempat kaget. Bahkan, ada yang sampai tidak percaya jika kondisi jalan dengan tekstur tanah itu milik kabupaten.

“Waduh, kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Saya piker itu jalan milik desa. Ternyata masih ada jalan milik kabupaten yang kondisinya seperti itu,” cetus Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso.

Terkait dengan kondisi tersebut, Hadi menyatakan, pihaknya akan berupaya untuk membantu Pemkab Grobogan untuk menuntaskan perbaikan jalan dan penanganan bencana. Yakni, dengan meminta pihak Pemprov Jateng untuk memprioritaskan bantuan perbaikan jalan atau jalan longsor yang ada.

Editor : Kholistiono

Produk Makanan dan Minuman dari Jagung di Grobogan Bakal Dipatenkan

Inilah beragam produk olahan makanan dan minuman dari bahan jagung yang ditampilkan dalam lomba masakan khas Jawa Tengah yang dilangsungkan di Taman Mini Indonesia Indah, akhir pekan lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Produk olahan makanan dan minuman dari bahan jagung di Grobogan rencananya bakal dipatenkan. Hal itu menyusul keberhasilan produk tersebut meraih  peringkat II dalam lomba masakan khas Jawa Tengah yang dilangsungkan di Taman Mini Indonesia Indah, akhir pekan lalu.

Kasi Destinasi Wisata Disporabudpar Grobogan Ruswandi menyatakan, dalam lomba tersebut, ada dua piala dan piagam yang didapat. Yakni, peringkat II untuk kategori kudapan berbahan jagung. Kemudian, peringkat II untuk kategori minuman berbahan jagung.

“Produk makanan dan minuman yang dilombakan harus terbuat dari bahan nonberas. Kita bikin produk dari bahan jagung yang jadi potensi pertanian andalan Grobogan,” jelasnya.

Meski hanya meraih peringkat II, namun produk dari bahan jagung itu dinilai sangat layak disajikan sebagai menu di hotel berbintang. Terkait dengan penilaian ini, pihaknya disarankan oleh panitia lomba untuk mematenkan produk tersebut.

“Ini merupakan peluang untuk memasarkan produk tersebut. Ke depan, upaya untuk mematenkan produk makanan dan minuman akan kita lakukan,” jelasnya.

Ruswandi menyatakan, tujuan utama lomba tersebut memang untuk mengangkat potensi pangan lokal. Seperti singkong, jagung, kedelai, kacang hijau dan hasil pertanian lainnya. Dari cipta menu tersebut diharapkan bisa mengurangi ketergantungan dengan bahan dari terigu.

“Potensi pangan lokal yang kita miliki di luar beras, sangat melimpah. Nah, potensi ini harus bisa dimanfaatkan untuk bahan pangan alternatif tetapi harus ada kreasi dan inovasinya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ada Peraturan Baru, Penghasilan Anggota DPRD Grobogan Bakal Bertambah

Kegiatan rapat paripurna di DPRD Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penghasilan anggota dan pimpinan DPRD Grobogan direncanakan bakal naik mulai bulan September mendatang. Kenaikan ini merupakan imbas dengan munculnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Sekretaris DPRD Grobogan Pangkat Djoko Widodo mengatakan, besarnya gaji pokok anggota dan pimpinan DPRD nilainya tidak berubah. Tetapi, kenaikan ada pada tunjangan yang didapat.

Saat ini, masih dibahas rancangan peraturan daerah (raperda) untuk menindaklanjuti PP tersebut. Dalam draf raperda tersebut juga ada penghasilan baru. Yakni tunjangan transportasi dan tunjangan reses.

“Kenaikan penghasilan harus dimasukkan ke dalam perda. Landasan kenaikan adalah PP baru. Dijadwalkan, paling lambat bulan Agustus nanti, perda harus sudah selesai,” katanya.

Informasi yang didapat menyebutkan, besarnya tunjangan transportasi direncanakan senilai Rp 300 ribu per hari. Sedangkan tunjangan reses Rp 2,7 juta per bulan. Kebutuhan anggaran untuk dua pos tunjangan ini sekitar Rp 11 juta per bulan tiap orang.

“Sudah ada prediksi mengenai besarnya tunjangan. Namun, nanti masih dilihat dengan kemampuan keuangan daerah dan menunggu peraturan menteri dalam negeri,” kata Pangkat.

 

Editor : Akrom Hazami

Kakek Tewas Gantung Diri di Rumah Kosong Karangasem Grobogan

Tim medis Puskesmas Wirosari dan inafis Polres Grobogan melakukan pemeriksaan pada pelaku gantung diri. (MuriaNewsCom/Dani Agus)iri

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa orang gantung diri terjadi di Dusun Sarip, Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Jumat (28/7/2017). Seorang kakek berusia 72 bernama Ngadimin ditemukan gantung diri di rumah kosong milik anaknya usai Jumatan.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa gantung diri kali pertama diketahui oleh anak korban bernama Wagimin (43). Selepas salat Jumat, Wagimin tidak mendapati ayahnya di rumah. Namun, orang yang dicari tidak ditemukan.

Selanjutnya, ia mencoba mencari ke rumah adiknya yang sudah lama kosong. Saat mencari ke dalam salah satu kamar, Wagimin mendapati tubuh ayahnya tergantung di bawah belandar rumah dengan leher terjerat tali plastik.

Melihat kenyataan itu, Wagimin sontak kaget dan selanjutnya berteriak minta pertolongan warga. Mendengar teriakan tersebut, warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Saat diperiksa, masih terdapat denyut nadi pada tubuh korban. Selanjutnya, warga berupaya melarikan korban menuju puskesmas. Namun, ketika hendak dibawa untuk mendapatkan pertolongan, korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya, warga melaporkan kejadian itu pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Plh Kapolsek Wirosari Iptu Eko Bambang menyatakan, saat petugas tiba di lokasi, posisi korban sudah diturunkan dan ditempatkan di meja ruang tamu. Setelah dilakukan pemeriksaan dari tim medis Puskesmas Wirosari dan inafis Polres Grobogan, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban murni bunuh diri dan tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. Pihak keluarga sudah menerima dan jenazahnya sudah kita serahkan untuk dimakamkan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pompa Rusak, Pelanggan PDAM di Penawangan Grobogan Ngangsu Air

Instalasi pengolahan air PDAM unit Penawangan tidak bisa mengalirkan air ke rumah pelanggan karena pompa rusak. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pelanggan air PDAM di wilayah Kecamatan Penawangan, Grobogan, dibikin kacau dalam beberapa hari terakhir. Gara-garanya, pasokan air ke rumah pelanggan terhenti total.

Padahal pelanggan di wilayah Penawangan ini jumlahnya mencapai ribuan dan tersebar di beberapa desa. Antara lain Desa Wolo, Penawangan, dan Ngeluk.

Akibat macetnya pasokan air itu, aktivitas para pelanggan sehari-hari jadi terganggu. Terlebih bagi pelanggan yang mengandalkan pasokan air untuk keperluan usaha. Seperti warung makan dan industri rumah tangga.

“Saya minta pihak PDAM segera menangani masalah terhentinya pasokan air ini Sebagai pelanggan, saya protes dengan macetnya air selama berhari-hari ini,” kata Yulianto, salah seorang pelanggan PDAM.

Terhentinya aliran PDAM, membuat Yulianto terpaksa ngangsu (ambil) air ke sumur tetangga. Kebetulan sumber air di sumur milik tetangga dekatnya cukup besar sehingga bisa dipakai oleh beberapa keluarga. Meski demikian, ada juga warga yang terpaksa beli air karena kebutuhannya cukup banyak tiap hari.

Terkait dengan terhentinya pasokan air itu, ia sempat mendatangi kantor pusat PDAM  di Purwodadi untuk melayangkan komplain serta minta penjelasan penyebab macetnya pasokan air tersebut. Dari petugas di situ dijelaskan jika terhentinya pasokan air disebabkan adanya kerusakan pompa di instalasi pengolahan air unit Penawangan.

Sementara itu, Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan jika pasokan air ke rumah pelanggan di wilayah Penawangan terhenti sejak beberapa hari lalu. Hal itu disebabkan pompa di instalasi pengolahan air mengalami kerusakan.

“Untuk PDAM unit Penawangan ada kerusakan pompa. Saat ini, proses perbaikan masih kita lakukan dan hari ini kita targetkan sudah bisa selesai,” jelasnya.

Bambang menyatakan, terkait dengan kondisi itu, pihaknya sudah melakukan upaya darurat untuk bisa mengalirkan air ke rumah pelanggan. Yakni, dengan menginjeksi air dari mobil tangki ke saluran distribusi. Namun, mengingat kapasitas terbatas maka tidak semua rumah pelanggan bisa mendapatkan pasokan air yang diinjeksi tersebut. “Mudah-mudahan, sore atau malam ini pasokan air sudah normal,” imbuhnya. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pembangunan Jembatan Penghubung 2 Desa di Kecamatan Kedungjati Bisa Diwujudkan, Begini Caranya

Warga Desa Kentengsari dan Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, membutuhkan pembangunan jembatan untuk memudahkan aktivitas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Keinginan warga Desa Kentengsari dan Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Grobogan dibangunkan jembatan gantung masih ada peluang kendati pihak desa belum memiliki anggaran.

Caranya, dengan pihak desa diminta mengajukan permohonan bantuan keuangan khusus ke pemkab atau provinsi untuk pembangunan jembatan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono menanggapi harapan warga dua desa tersebut untuk dibangunkan jembatan di atas sungai Tuntang.

“Beberapa waktu lalu, Desa Karangsari, Kecamatan Brati berhasil mendapat bantuan pembangunan jembatan gantung. Caranya dengan mengajukan bantuan ke provinsi,” katanya.

Menurutnya, dari hasil pemetaan yang dilakukan akses jalan di Desa Ngombak menjadi aset desa. Kondisi ini menyebabkan pihaknya tidak bisa menganggarkan karena jadi kewenangan desa.

Subiyono menyatakan, kebutuhan pembangunan jembatan besar maupun gantung memang cukup tinggi. Sebab, wilayah Grobogan terdapat sekitar 200 aliran sungai. Beberapa di antaranya merupakan aliran sungai besar, seperti Lusi, Serang, dan Tuntang.

Terkait kondisi itu, sudah banyak alokasi dana yang disalurkan untuk pembangunan jembatan. Sebelum dibangun jembatan, terlebih dahulu harus dilakukan kajian teknis. Yakni, untuk melihat lokasi, potensi, jumlah penduduk dan biaya. “Kalau hasil kajian teknis dinyatakan layak maka pembangunan jembatan di lokasi tersebut akan diprioritaskan,” jelasnya.

Ditambahkan, saat ini, pihaknya sedang mengkaji dan mendata jumlah kebutuhan jembatan tersebut untuk dimintakan bantuan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pada tahun ini, pihak kementrian memberikan bantuan jembatan gantung di Kecamatan Pulokulon dan Kradenan.

Kepala Desa Ngombak Kartini mengatakan, setiap hari terdapat ratusan orang yang memanfaatkan jalur sungai untuk beraktivitas. Baik anak sekolah, petani dan pedagang. Terkait dengan kondisi itu, memang sempat muncul usulan untuk membangun sebuah jembatan gantung.

Menurut Kartini, pihaknya akan tetap berupaya mencari jalan keluar agar jembatan tersebut bisa terwujud. Sebab, keberadaan jembatan dibutuhkan warga desanya dan desa tetangga. “Untuk saat ini pihak desa belum memungkinkan untuk membuat jembatan. Kami butuh dukungan dari pemkab, provinsi atau pusat untuk merealisasikan usulan warga,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Dalang Kondang ini Diminta Bantu Turunkan Angka Pernikahan Usia Anak di Grobogan

Pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Pandawa Kumpul’ itu menghadirkan dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berbagai komponen masyarakat dilibatkan dalam upaya menurunkan angka pernikahan usia anak di Grobogan. Salah satunya pada dalang wayang kulit ketika melangsungkan pentas.

“Untuk menurunkan angka pernikahan usia anak tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Tetapi juga butuh dukungan dari banyak pihak. Termasuk dalang dan krunya,” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Wagino saat menghadiri pagelaran wayang kulit di pelataran GOR Simpanglima Purwodadi, Kamis (27/7/2017) malam.

Menurut Wagino, upaya untuk menurunkan angka pernikahan usia anak memang perlu dilakukan serius. Terutama di wilayah Grobogan.

Sebab, angka pernikahan usia anak di Grobogan menempati urutan tertinggi di Jateng. Data tahun 2015, angka pernikahan usia anak di Jateng sebanyak 3.870 kasus. Khusus di Grobogan ada 263 kasus pernikahan usia anak.

“Kasus pernikahan usia anak di Grobogan menempati rangking tertinggi di Jateng. Kondisi ini tentunya cukup memperihatinkan dan butuh perhatian kita bersama. Oleh sebab itu, saya minta pada pak dalang agar menyelipkan imbauan pada masyarakat supaya tidak menikahkan anaknya pada usia dini,” jelas pejabat kelahiran Gungung Kidul itu.

Pernikahan usia anak di sisi lain juga memberikan dampak tersendiri. Seperti rentan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terputusnya akses pendidikan Rata-rata mereka yang melakukan pernikahan dalam usia anak tidak melanjutkan sekolah setelah menikah.

Pentingnya menekan perkawinan dini ini juga perlu dilakukan guna menekan angka kematian ibu dan bayi saat persalinan. “Angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Grobogan juga cukup tinggi. Kalau tidak salah menempati urutan kedua di Jawa Tengah. Jadi dari sini, ada korelasi antara menikah usia anak dengan tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan,” imbuh Wagino.

Pagelaran kesenian tradisional wayang kulit itu dilangsungkan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-24. Pagelaran wayang kulit dengan lakon ‘Pandawa Kumpul’ itu menghadirkan dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas dari Surakarta. Pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibuka Sekda Grobogan Moh Sumarsono itu dibanjiri ribuan penonton hingga usai.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Anak Nikah di Grobogan Setiap Tahun

Berbagai komponen masyarakat mengikuti acara Advokasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Kamis (27/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Masih banyaknya kasus pernikahan usia anak di wilayahnya membuat prihatin Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hal itu diungkapkan saat membuka acara Advokasi Pencegahan Pernikahan Usia Anak yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Kamis (27/7/2017).

“Tiap tahun, masih ada ratusan pernikahan dalam usia anak. Hal ini cukup memperihatinkan dan harus kita atasi bersama-sama,” tegasnya.

Sejumlah pihak ikut diundang dalam acara yang diselenggarakan BP3AKB Grobogan tersebut. Seperti dari tokoh masyarakat, ormas, pelajar SMP dan SMA, dan forum anak.

Menurut Sri Sumarni, orang tua mempunyai peran penting dalam mencegah terjadinya pernikahan usia anak. Sebab, pengawasan dan pola asuh merupakan tanggung jawab dari orang tua. Di samping itu, pemahaman norma agama yang lebih juga perlu diberikan pada anak.

”Banyak orang tua yang beranggapan anak segera dinikahkan agar meringankan beban perekonomian keluarga. Bahkan, banyak yang terpengaruh budaya menghindari stigma anaknya menjadi perawan tua. Pemikiran ini harus diubah,” katanya.

Pernikahan usia anak di sisi lain juga memberikan dampak tersendiri. Seperti rentan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terputusnya akses pendidikan Rata-rata mereka yang melakukan pernikahan dalam usia anak tidak melanjutkan sekolah setelah menikah.

Pentingnya menekan perkawinan dini ini karena rentan terhadap kematian ibu dan bayi saat persalinan. Selain itu, pernikahan usia anak bisa memicu perkembangan dan psikologi anaknya ketika dewasa. 

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Kantor KPU Grobogan Dilengkapi Rumah Pintar Pemilu, Ini Tujuannya

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi komisioner KPU Jati Purnomo melihat keberadaan RPP. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah rumah pintar pemilu (RPP) tersedia di kantor KPU Grobogan. Keberadaan RPP ini diresmikan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kamis (27/7/2017).

Selain bupati, acara peresmian RPP juga dihadiri Ketua KPU Jateng Joko Purnomo dan komisioner KPU Grobogan. Hadir pula, komisioner KPU dari beberapa kabupaten tetangga, pejabat terkait, ormas, parpol dan pelajar.

RPP yang diberi label ‘Serambi Pemilu’ ini menempati ruangan yang sebelumnya dipakai untuk aula. RPP yang boleh diakses masyarakat luas ini berfungsi seperti sebuah perpustakaan.

Di dalam RPP berisikan berbagai informasi mengenai perjalanan Pemilu di Indonesia. Tidak hanya itu, sejumlah aturan perundang-undangan, hasil pemilu dan kliping pemberitaan juga tersedia dalam bentuk buku maupun digital.

“Tujuan RPP memberikan informasi tentang kegiatan-kegiatan Pemilu yang lalau maupun yang akan dilaksanakan mendatang. Di sini juga tersedia berbagai macam informasi dan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan pemilu sampai kepada tata cara Pemilu.  Termasuk menganai Pemilukada dan pilpres,” kata Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Dalam RPP juga dilengkapi tayangan video pelaksanaan perjalanan Pemilu yang ada di Indonesia dan Kabupaten Grobogan. Untuk menyimak video ini disediakan satu ruangan tersendiri di bagian belakang kantor KPU.

“RPP ini merupakan program KPU Pusat untuk media sosialisasi dan edukasi bagi seluruh masyarakat. RPP ini terbuka untuk umum. Siapa saja boleh datang kesini,” cetusnya.

Selain memberikan informasi, tujuan lain RPP adalah untuk mencerdaskan pengunjung agar tidak canggung ketika mengikuti tahapan Pemilu. Terutama kepada para pemilih pemula. Diharapkan, dengan adanya RPP ini akan berdampak dengan naiknya partisipasi masyarakat dalam memberikan hak politiknya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Puluhan Polisi Grobogan Dilatih Kiat Menangkal Pemberitaan Negatif

Puluhan anggota Polres Grobogan yang tergabung dalam brigadir pengelola informasi dokumentasi (PID) mengikuti pelatihan, Kamis (27/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan personel Polres Grobogan mengikuti Pelatihan Counter Opini Pemberitaan Negatif, Kamis (27/7/2017). Pelatihan yang dilangsungkan di aula Jananuraga ini dipimpin Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi. Hadir pula Kabag Ops Kompol Parno, kabag, kasat, kapolsek dan brigadir pengelola informasi dokumentasi (PID) yang sudah terbentuk beberapa waktu lalu.

Wahyudi menjelaskan, kegiatan penegakan hukum dan pembinaan masyarakat tidak akan cukup dilaksanakan berdasarkan tindakan polisi semata. Tetapi juga dibutuhkan opini positif yang berpihak kepada polri. Utamanya, untuk mendukung program polri yaitu, polisi yang profesional modern dan terpercaya.

“Pembentukan Brigadir  PID ini secara umum adalah untuk membantu kinerja Humas Polres Grobogan. Peran humas ini sangat penting untuk menyuarakan berita ataupun informasi kepada masyarakat melalui media sosial,” jelasnya. 

Pelatihan yang dilaksanakan tersebut  untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang akan dapat mengembangkan tugas kehumasan, serta untuk membentuk kemampuan polri. Khususnya, dalam mengelola informasi dan meluruskan informasi negatif menjadi opini positif.

Paur Humas Polres Grobogan Aiptu Teddy Hernomo selaku narasumber dalam pelatihan itu menyatakan, hadirnya media sosial di satu sisi memang banyak sekali manfaatnya. Seperti menambah teman, memperluas jaringan, dan mencari berbagai informasi.

Namun, di sisi lain, banyak pula hal-hal negatif yang ada dibalik medsos tersebut. Misalnya, banyak berita tidak benar atau hoax yang sering muncul dalam medsos.

“Keberadaan medsos memang seperti dua mata pisau. Banyak manfaat dan juga ada dampak negatifnya. Hal inilah yang harus jadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Untuk menekan dampak negatif, salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang keberadaan media sosial tersebut. Termasuk peraturan perundangan yang mengatur masalah tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

Petani Bawang Merah Grobogan Dibikin Melek Metode Soil Block

Petani bawang merah dari Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu mendapat pembelajaran cara membuat persemaian biji menggunakan soil block, Kamis (27/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Inovasi untuk mempermudah pembuatan benih bawang merah melalui sistem true seed shallot (TSS) atau tanam biji dikenalkan pada petani di Desa Kandangrejo, Kecamatan Klambu, Grobogan, Kamis (27/7/2017). Yakni, melalui metode persemaian biji menggunakan soil block.

Pengenalan metode melalui kegiatan temu lapang ini diberikan tim ahli dari Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah yang dipimpin Profesor Agus Hermawan. Hadir pula dalam kesempatan itu, Sekretaris Dinas Pertanian Grobogan Ahmad Zulfa Kamal dan sejumlah pegawai di bidang hortikultura.

TSS merupakan cara penanaman dengan menggunakan biji bawang merah. Selama ini, penanaman yang lazim dilakukan petani adalah menggunakan umbi bawang merah.

Pada penanaman bawang merah sistem TSS, biji disemai di lahan dan butuh areal cukup luas. Dengan metode soil block, biji bawang merah cukup ditempatkan pada media tertentu yang dipadatkan dan membentuk media padat.

Saat proses pembuatan soil block, di tengah media sudah otomatis terdapat lubang untuk menaruh biji bawang merah yang akan disemai. Melalui metode ini, memungkinkan petani untuk menghasilkan bibit bawang merah dengan perakaran yang bagus dan bisa tumbuh dengan baik ketika nantinya dipindah tanam ke lahan.

Dengan metode ini, petani tidak perlu butuh lahan luas untuk membuat bibit lewat TSS. Tetapi, bisa memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah dengan diberi peneduh.

Selain dikenalkan, tim ahli juga mengajari langsung para petani cara membuat soil block. Kemudian, pihak BPTP Jateng juga memberikan peralatan untuk membuat soil block bagi petani. Diharapkan, nantinya petani dari Desa Kandangrejo bisa menjadi penangkar benih TSS lewat metode soil block tersebut.

Profesor Agus Hermawan menyatakan, tujuan temu lapang tersebut di antaranya adalah untuk menyebarluaskan inovasi pengembangan produksi umbi benih bawang merah asal biji (TSS). Yakni, melalui metode tanam benih langsung (tabela) dan pindah tanam dari media soil block pada petani.

“Melalui kegiatan ini juga bertujuan untuk mempercepat alih inovasi pengembangan produksi umbi benih bawang merah asal biji (TSS). Pada tahun 2017 ini, BPTP Jateng bekerjasama dengan Dinas Pertanian Grobogan serta petani kooperatif  membuat demplot percontohan di Kandangrejo,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menambahkan, sejauh ini, penamanan bawang merah dengan TSS sudah cukup familiar dengan petani. Setidaknya, petani di tiga kecamatan sudah berhasil membudidayakan bawang merah dengan TSS. Yakni, Kecamatan Klambu, Tanggungharjo, dan Penawangan

 

Editor : Akrom Hazami

 

Puluhan Penyandang Disabilitas di Grobogan dapat Bantuan Kursi Roda

Bupati Sri Sumarni secara simbolis menyerahkan bantuan kursi roda pada penyandang disabilitas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebanyak 32 penyandang disabilitas dari berbagai kecamatan mendapat bantuan kursi roda, Kamis (27/7/2017).

Bantuan kursi roda ini, 12 unit di antaranya berasal dari Pemkab Grobogan. Sedangkan 20 unit lainnya sumbangan dari Yayasan Anne Avantie Foundation yang didukung perantau yang tergabung dalam Paguyuban Rantau Grobogan (PRG).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni di ruang rapat setda. Hadir pula Kepala Dinsos Grobogan Andung Sutiyoso, perwakilan dari Yayasan Anne Avantie Foundation dan PRG.

Sri Sumarni meminta agar dinas terkait membuat pendataan jumlah penyandang disabilitas yang ada di wilayahnya. Hal itu diperlukan agar pemkab bisa membuatkan program, khususnya bantuan peralatan pada penyandang disabilitas tersebut.

“Kami berharap dinas terkait dibantu camat dan kades bisa membuat database penyandang disabilitas se-kabupaten. Kalau punya data yang lengkap akan memudahkan dan membantu ketika membikin program untuk mereka,” tegas Sri usai menyerahkan bantuan kursi roda.

Selain melakukan pendaataan, dinas terkait juga diminta lebih aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan yayasan sosial di berbagai daerah. Sebab, seringkali yayasan tersebut punya berbagai program, khususnya bantuan yang disalurkan pada penyandang disabilitas.

“Sebagian bantuan yang kita serahkan ini didapatkan berkat kerjasama dengan yayasan sosial. Inilah salah satu manfaat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan yayasan sosial tersebut,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Kota Purwodadi Siap Dipenuhi Bendera Merah Putih

Lurah Purwodadi Hendro Sutopo mengumpulkan berbagai komponen masyarakat yang berada di jalan protokol kawasan kota di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rasa nasionalisme sebagian warga dinilai menurun saat ini. Salah satu indikasinya adalah banyaknya warga yang tidak memasang bendera merah putih di depan rumah saat momen HUT RI.

Bagi sebagian orang khususnya mereka yang mengalami masa penjajahan, kondisi ini dirasa cukup memprihatinkan.

“Dari pengamatan sejauh ini, memang pemasangan bendera merah putih saat Agustusan sudah kurang semarak. Terutama, di kawasan kota Purwodadi,” kata Lurah Purwodadi Hendro Sutopo, ditemui di Grobogan, Rabu (26/7/2017).

Terkait dengan kondisi itu, Hendro akan membuat gebrakan dalam momen HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Yakni, akan menyemarakkan kawasan kota dengan pemasangan umbul-umbul serta bendera merah putih. Utamanya, di sepanjang ruas jalan protokol kawasan kota.

Dalam rangka pemasangan atribut merah putih tersebut, pihaknya sudah mengumpulkan berbagai komponen yang berada di jalan protokol. Mulai dari warga, pengusaha, pimpinan BUMD / BUMN, kepala kantor pemerintahan dan swasta serta para ketua RW dan ketua RT se-Kelurahan Purwodadi. Pertemuan tersebut juga melibatkan jajaran Muspika Purwodadi.

Dari pertemuan itu, muncul tanggapan positif dan dukungan dari berbagai komponen masyarakat tersebut. Bahkan, mereka juga siap menyumbangkan bendera maupun umbul-umbul untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan.

“Sekitar 2.000 bendera maupun umbul-umbul nanti yang akan kita siapkan. Kita juga sudah siapkan petugas yang akan memasang. Rencananya, per 1 Agustus akan kita pasang. Para ketua RW dan ketua RT juga minta memberitahukan warganya untuk memasang bendera,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mulai Beralih Fungsi, Anggota Dewan Soroti Penggunaan GOR Simpanglima Purwodadi

Warga tampak melakukan aktivitas di GOR Simpanglima Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan diminta menata penggunaan Gedung Olahraga (GOR) yang ada saat ini. Sebab, GOR di kawasan Simpanglima ini sering dipakai untuk kegiatan di luar olahraga. Terutama, buat acara pernikahan.

Beralih fungsinya GOR ini menyebabkan berkurangnya lagi tempat untuk kegiatan olahraga.

“Namanya GOR harusnya diprioritaskan untuk kegiatan olahraga saja. Kalau acara lainnya sebaiknya cari tempat di luar GOR. Misalnya, di gedung Wisuda Budaya,” kata anggota DPRD Grobogan Moh Kamal Sidiq saat berlangsung rapat paripurna DPRD Grobogan, Rabu (26/7/2017). .

Menurutnya, kalaupun terpaksa digunakan untuk acara di luar olahraga maka frekuensinya harus dibatasi. Porsinya tidak boleh lebih banyak dari penyelenggaraan kegiatan olahraga.

“Sarana prasarana untuk menggelar aktivitas olahraga di Grobogan ini masih minim. Jadi, keberadaan GOR memang lebih banyak dibutuhkan untuk kegiatan olahraga,” tegas politisi dari Partai Golkar itu.

Sementara itu, sejumlah pihak sebelumnya sempat meminta Pemkab Grobogan agar membuat lagi sebuah tempat yang bisa dipakai buat beragam kegiatan olahraga. Baik untuk sekadar tempat latihan, maupun menggelar sebuah even kejuaraan.

Pernyataan itu dilontarkan seiring minimnya tempat untuk menggelar aktivitas olahraga di Grobogan. Kondisi ini menyebabkan beberapa cabang olahraga yang saat ini masih eksis, terpaksa harus menggelar latihan di tempat seadanya. Misalnya, taekwondo yang rutin berlatih di teras Stadion Krida Bhakti Purwodadi.

“Dengan sarana yang minim kita masih bisa masuk empat besar di Porprov lalu. Dengan prestasi ini kita harapkan bisa menggugah semangat dari pemkab untuk membenahi sarana dan prasarana olahraga. Soalnya, tahun depan sudah ada penyelenggaraan Porprov lagi,” cetus Maryono, salah seorang pemerhati olah raga di Purwodadi.

Editor : Akrom Hazami

Pelamar Kerja Lulusan SD Warnai Persaingan Bursa Kerja dengan Sarjana

Pelamar kerja memenuhi stan salah satu perusahaan di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pencari kerja yang datang di acara job fair atau pameran bursa kerja ternyata tidak hanya dibikin bingung dengan banyaknya lowongan kerja (loker). Tetapi, ada sejumlah pencari kerja yang bingung dengan ijazah yang dimiliki. Sebab, bekal mereka hanya berupa ijazah SD.

“Saya memang hanya lulus SD saja. Karena kondisi ekonomi saya tidak bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Setelah lulus, saya kerja serabutan,” ujar Sukirman, warga Kecamatan Wirosari yang ditemui MuriaNewsCom di lokasi job fair, Rabu (26/7/2017).

Pemuda 18 tahun itu menyatakan, kedatanganya ke lokasi job fair memang untuk mencari loker. Namun, dari informasi yang didapat, tidak ada loker yang membuka kesempatan bagi lulusan SD.

“Saya lihat dari tadi, persyaratan ijazah minimal SMA. Ini, saya masih cari-cari barangkali ada perusahaan yang mau menampung lulusan SD. Jadi pesuruh atau tenaga kebersihan gak papa,” katanya.

Kepala Disnakertrans Grobogan Nurwanto menyatakan, sampai saat ini memang masih ada pencari kerja lulusan SD. Data tahun 2016, ada 10.795 pencari kerja yang terdaftar di kantornya.

Dari jumlah itu, sebanyak 62 persennya adalah lulusan SMA, 24 persen lulusan SMP, dan 5 persen lulusan SD. Sisanya adalah sarjana. Dari pencari kerja tersebut, baru sebanyak 6.786 orang yang tertampung atau mendapat pekerjaan.

“Memang, masih ada lulusan SD yang terdaftar jadi pencari kerja. Tahun lalu, jumlahnya ada 500-an orang,” katanya.

Ditambahkan, tidak tertampungnya semua pencari kerja disebabkan beberapa faktor. Antara lain, jenis ketrampilan pencari kerja tidak sesuai dengan jenis keterampilan yang dipersyaratkan pengguna atau perusahaan. Kemudian, jenis pekerjaan yang ditawarkan di sisi lain juga kurang diminati pencari kerja.

 

Editor : Akrom Hazami

Anggota DPRD Grobogan Doakan Perdamaian Palestina saat Rapat Paripurna

Anggota DPRD Grobogan saat melakukan rapat paripurna, Rabu (26/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada hal menarik saat berlangsung rapat paripurna DPRD Grobogan, Rabu (26/7/2017). Yakni, adanya selingan doa bersama untuk Palestina di tengah rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Agus Siswanto itu.

Acara doa bersama itu muncul saat pembacaan pandangan umum yang disampaikan Sriyanto, selaku juru bicara Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP). Sebelum mengakhiri pembacaan, Sriyanto sempat menyinggung konflik yang saat ini sedang terjadi di Palestina. Khususnya, di sekitar kawasan masjid Al Aqsa. Terkait dengan kondisi itu, Sriyanto meminta semua yang hadir untuk berdoa dan membacakan surat Al-Fatihah demi perdamaian di Palestina.

“Mari kita berdoa agar konflik di Palestina segera berakhir dan tercipta sebuah perdamaian,” katanya mengawali doa bersama.

Rapat paripurna yang dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni serta perwakilan FKPD itu agendanya adalah penyampain pandangan umum atas tiga raperda. Masing-masing raperda tentang penyelenggaraan bantuan hukum untuk masyarakat miskin, raperda tentang hak keuangan dan administratif pimpinan dan anggota DPRD. Satu lagi adalah raperda tentang penyertaan modal Pemkab Grobogan kepada BUMD tahun 2018.

Penyampaian pemadangan umum dilakukan bergantian oleh delapan fraksi yang ada. Dari penyampaian yang dilakukan, hanya FPP yang mengajak doa bersama. 

Editor : Akrom Hazami