Pesantren Babussalam Jepara Gratiskan Biaya Hidup Santri

Beberapa santri dan warga saat mengaji di Pesantren Babussalam, Desa Mulyoharjo, Jepara, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

MuriaNewsCom, Jepara  – Sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, tiap pondok pesantren (ponpes) memiliki karakteristiknya masing-masing. Di Desa Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Jepara ada sebuah ponpes yang cukup kreatif dalam mengelola lembaganya.

Adalah Pondok Pesantren Babussalam di bawah pimpinan KH Sahal Mahfudz yang menggratiskan santri-santrinya.

Bahkan pesantren juga menyiapkan lapangan kerja bagi santri yang bermukim di pondok. Di antaranya tukang ukir kayu, bengkel dan lain sebagainya. “Semuanya gratis di sini. Administrasi, makan dan kitab sudah kita sediakan. Bahkan, kami juga siapkan lapangan kerja,” ujar KH Sahal Mahfudz.

Menurutnya, visi dan misi dari Ponpes Babussalam adalah memberikan pendidikan kepada santri untuk menjadi generasi yang berakhlaqul karimah, dan terampil, serta siap terjun di masyarakat dengan bekal ilmu agama dan keterampilan yang diperoleh di pesantren.

Dirinya menyatakan, pesantren yang diresmikan pada 27 Ramadan 1438 Hijriah tersebut, bermula ketika dirinya memberikan pengajian di Masjid Nurul Iman yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

“Antusias masyarakat untuk mengikuti pengajian sangat luar biasa. Bahkan, banyak orang tua meminta anak dan cucunya disuruh untuk belajar ngaji sama saya. Kemudian, saya berfikir untuk memberikan wadah, agar mereka bisa nyaman untuk belajar. Tak hanya belajar saja, tapi santri nantinya bisa memiliki keterampilan kerja,” ungkapnya.

Dirinya berharap, keberadaan pesantren tersebut, dapat berperan serta dalam memberikan pendidikan agama kepada masyarakat, baik di lingkungan sekitar atau masyarakat secara keseluruhan.

KH Sahal juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk mengaji syrariat Islam, baik dari usia dini hingga usia lanjut. “Kami membuka lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin belajar di Pesantren Babussalam ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Nikmati Liburan Lebaran Kamu dengan Berwisata di Jepara

Pantai Kartini bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Jepara yang bisa menjadi rekomendasi liburan lebaran kamu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pada Hari Raya Idul Fitri atau lebaran ini, sebagian masyarakat Indonesia, terutama yang merantau pulang kampung alias mudik. Nah, baik yang merantau maupun yang tidak, pasti ingin menikmati libur panjang lebaran dengan berwisata bersama keluarga. Tidak ada salahnya, untuk libur lebaran tahun ini dihabiskan di kota ukir, Jepara, Jawa Tengah.

Di kota yang juga terkenal sebagai Bumi Kartini, Jepara memiliki banyak objek wisata yang menawarkan sejuta keindahan. Tidak hanya wisata pantai yang memesona, tetapi juga wisata pegunungan, wisata buatan, bahkan wisata pendidikan maupun sejarah. Kalian pasti tak akan nyesel kalau bisa ke Jepara dan menyinggahi objek wisata sebanyak-banyaknya di Jepara.

Ketika kamu datang ke Jepara, akan lebih mudah ketika kamu memilih objek wisata pantai. Sebab, letak objek wisata pantai lebih strategis dari jalur transportasi utama. Hanya tinggal masuk di wilayah kota Jepara, maka kamu akan mengetahui beberapa petunjuk jalan yang mengarahkan kamu menuju objek wisata pantai, seperti Bandengan dengan keindahan pasir putihnya dan pantai Kartini dengan tawaran wahana bermain dan pemandangan lautnya.

Kamu tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati indahnya alam di salah satu spot pesisir pantai utara pulau Jawa ini. Jarak yang tak terlalu jauh dari kota tetangga baik Demak, Kudus maupun Pati, tentu tak membutuhkan biaya transportasi yang besar. Selain itu, tiket masuk juga cukup terjangkau.

Di Pantai Bandengan atau yang juga terkenal dengan nama Tirta Samudra misalnya, tiket masuk ketika hari libur termasuk hari lebaran hanya sekitar Rp 7 ribu – Rp 10 ribu saja untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak tentu lebih murah, berkisar antara Rp 3 ribu – Rp 7 ribu saja. Demikian juga dengan di Pantai Kartini, harga tiket sangat terjangkau untuk semua kalangan.

Khusus di pantai Bandengan, kamu bisa menikmati keseruan bermain di air laut banyak fasilitas mainan seperti banana boat, dan yang lainnya. Sedangkan di pantai Kartini, selain banyak wahana bermain yang bisa kamu nikmati. Bahkan, di pantai yang satu ini juga terdapat aquarium yang berbentuk kura-kura raksasa.

Dari kedua pantai ini, kamu bisa menikmati fasilitas naik perahu menuju pulau panjang. Biaya transportasi lautnya juga cukup terjangkau, hanya sekitar Rp 15 ribu saja. Jika kamu masih belum puas dengan masih ada waktu, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke beberapa tempat wisata lain. Misalnya, kamu bisa ke beberapa pantai lain seperti pantai Blebak, pantai Empurancak.

 Nah, jika kamu ingin cari sensasi berwisata dengan nuansa selain pantai, maka kamu bisa datang ke Jepara Ocean Park (JOP). Tempat wisata buatan yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah ini menawarkan banyak sekali wahana bermain khususnya air 

Di JOP ini, yang menjadi unggulan di tempat wisata ini nantinya adalah adanya menara center yang tingginya mencapai 26 meter, bisa melihat pemandangan semua wahana bermain dan melihat pemandangan laut Jepara. Tentu saja tidak hanya itu, ada wahana lain yaitu kolam dengan 2 ember tumpah, kolam arus 400 meter, dan replika kapal dengan air mancur. Wahana seru untuk anak-anak ada di titik Kiddy Play antara lain flying elephant, kora-kora, mini train, komedi putar, bianglala, dan bombom car, bahkan arena gokart.

Ada juga dua studio keren yaitu theater 6 dimensi dengan kapasitas 48 orang dan 60 orang. Bagi yang hobi menembak, ada juga arena paint ball yang bisa dinikmati beramai-ramai. Wisatawan juga bisa meluncur dari ketinggian 20 meter dengan fasilitas flying fox. Banyak wahana lain yang bisa dinikmati wisatawan di sana dan mungkin seharian tidak akan cukup untuk menjelajahi semua.

Selain tempat wisata itu, masih ada banyak sekali objek wisata yang bisa kamu nikmati. Misalnya, di Kepulauan Karimunjawa yang menawarkan keindahan tak tertandingi di pulau Jawa. Kemudian benteng portugis yang berada di wilayah utara kota Jepara, serta banyak lagi yang lainnya. Dijamin, kalau kamu menikmati hari libur di kota ukir dan menikmati banyak tempat wisata, tak akan nyesel deh.

Editor : Kholistiono

Gerindra Berharap Peserta Pilgub Jateng Hanya Diikuti 2 Pasangan Calon

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Jepara – Partai Gerindra Jawa Tengah berharap jumlah pasangan calon yang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jateng hanya dua pasangan calon.

“Kami memang tidak berharap ada tiga pasangan calon. Jika hanya dua pasangan calon, tentunya peluang memenangkan Pilkada Jateng 2018 cukup terbuka,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Abdul Wachid di Rumah Joglo, Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara, Kamis (22/6/2017) petang.

Apalagi, lanjut dia, lawan yang akan dihadapi merupakan PDI Perjuangan yang merupakan partai besar yang memiliki kekuatan akar rumput yang memiliki loyalitas tinggi serta Jateng merupakan basis massa partai tersebut.

Selain itu, lanjut dia, partai tersebut juga memiliki jumlah kursi di DPRD Jateng cukup banyak, dibandingkan partai-partai lainnya.

Menurut dia, untuk bisa memenangkan Pilkada Jateng membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas.Untuk itu, lanjut dia, Partai Gerindra saat ini masih terus melakukan komunikasi politik dengan partai politik (parpol) lain untuk menjajaki koalisi dalam menghadapi pemilihan gubernur tahun 2018.

Hingga kini, lanjut dia, terdapat sejumlah parpol yang diajak komunikasi, seperti PKS, PAN, dan PKB. “Meskipun dengan partai tersebut sudah bisa mengusung pasangan calon karena syarat mengusung 20 persen kursi terpenuhi, kami tetap menjalin komunikasi dengan parpol lainnya,” ujarnya.

Sementara, jumlah kursi yang dimiliki Partai Gerindra di Jateng sebanyak 11 kursi, sedangkan partai lainnya yang didekati ada yang memiliki sembilan kursi, enam kursi serta 13 kursi.

Harapannya, kata Wachid, pasangan calon yang akan berkompetisi nantinya tidak banyak, cukup dua pasangan calon. Partai lain yang menjadi incaran untuk diajak bergabung, yakni Partai Golkar serta Partai Demokrat.

Sementara bakal calon yang dimunculkan oleh Partai Gerindra, yakni dirinya serta Sudirman Said.Dari kedua nama tersebut, katanya, akan dipilih salah satu yang dinilai memiliki elektabilitas tinggi.

“Pasangannya tentu menunggu hasil koalisi dengan parpol lainnya, termasuk penentuan pasangan calon yang kami usulkan apakah sebagai nomor satu atau nomor dua,” ujarnya.

Rencananya, kata dia, pasangan calon yang dimunculkan ketika sudah terbentuk koalisi ada dua pasangan calon. Kedua pasangan calon yang dimunculkan, akan diuji melalui survei guna mengetahui elektabilitas masing-masing pasangan calon.

Ia mengatakan, pasangan calon tersebut tidak mutlak, artinya masih bisa dibongkar pasang untuk mencari pasangan yang benar-benar cocok serta memiliki elektabilitas yang tinggi.

“Jika pasangan calon yang dimunculkan benar-benar kuat, kami optimistis bisa melawan pasangan calon yang diusung partai besar tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ganjar : Siapkan Mental untuk Mudik

Gubernur Ganjar Pranowo mengingatkan pemudik untuk mengecek betul kondisi kendaraannya. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

MuriaNewsCom, Kudus – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik untuk menyiapkan mental dengan baik agar bisa menghadapi hal-hal yang di luar dugaan.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan MoU Pendirian Pospam Lebaran antara Polda Jateng dengan PR Sukun di Pos Terpadu exit toll Brebes Timur, Senin (19/6).

“Macet adalah eksotisme mudik yang harus dipersiapkan. Mentalnya harus siap macet. Siap macet itu bagaimana? Kendaraannya harus siap. Kondisinya harus prima. BBM, perlengkapan seperti ban, rem, lampu, dan lain-lain harus siap. Logistik di kendaraan juga harus ada. Gadget juga jangan sampai low battery,” beber Ganjar.

Ganjar juga mengajak para pemudik untuk tetap happy apabila terjadi kemacetan. “Sapalah tetangga kiri kanan. Kalau motor atau mobil tidak bergerak, turun. Salaman dengan sebelahnya. Ngobrol. Silaturahmi,” lanjutnya.

Kapolres Brebes AKBP Luthfi Sulistiawan memaparkan rencana rekayasa arus mudik di wilayah Brebes. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

 

Ganjar menambahkan, tahun ini ruas tol yang bisa dilalui lebih panjang dari tahun sebelumnya. “Kita kerahkan seluruh kekuatan. Kita berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk toilet portable yang tahun lalu sangat dibutuhkan,” katanya.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, Ganjar meminta agar pemudik mendapat satu hal terkait informasi. “Ke mana harus menghubungi ketika ada persoalan? Ini penting agar tidak ada kecemasan di tingkat publik. Respons yang cepat inilah yang kita butuhkan,” imbuhnya.

Editor : Deka Hendratmanto

Teken MoU dengan Polda Jateng, PR Sukun  Berkomitmen Layani Pemudik

Business Development Manager PR Sukun Dodiek T Wartono Dodiek menegaskan komitmen PR Sukun membantu kepolisian dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pemudik. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

MuriaNewsCom, Kudus  – Business Development Manager PR Sukun Dodiek T Wartono menegaskan jika pihaknya sangat berkomitmen membantu Polda Jateng untuk melayani pemudik Lebaran.

Di hadapan wartawan, Dodiek mengatakan pihaknya memang telah bertekad untuk bisa terus membantu Polda Jateng di masa mendatang. “Kami sudah puluhan tahun membantu mendirikan Pospam (Pos Lebaran, Red) Lebaran. Kami tidak berniat untuk menghentikan kerja sama ini,” jelasnya.


Danrem 071 Wijaya Kusuma Kolonel Inf Suhardi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Business Development Manager PR Sukun Dodiek T Wartono, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Brebes Idza Priyanti, dan Kapolres Brebes AKBP Luthfie Sulistiawan  menyempatkan diri foto bersama.(MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

 

Tahun 2017 ini, PR Sukun mendirikan tak kurang dari 50 Pospam Lebaran di sepanjang jalur Pantura. Puluhan pospam tersebut terbagi ke dalam tiga tipe: Pos Terpadu 5 titik, Pospam Unggulan 17 titik, dan Pospam Reguler di 28 titik.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengapresiasi bantuan dari PR Sukun. “Kami sangat berterima kasih kepada PR Sukun yang bertahun-tahun selalu berpartisipasi membantu kami dalam operasi kemanusiaan ini,” katanya.

Editor : Deka Hendratmanto

 

Polda Jateng Teken MoU dengan PR Sukun

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (kiri) dan Business Development Manager Dodiek T Wartono menandatangi MoU Pendirian Pos Pengamanan Lebaran di exit toll Brebes Timur, Senin (19/6/2017). (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menandatangani MoU Pendirian Pos Pengamanan Lebaran dengan PR Sukun yang diwakili Business Development Manager Dodiek T Wartono di exit toll Brebes Timur, Senin (19/6/2017).

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Danrem 071 Wijaya Kusuma Kolonel Inf Suhardi, dan Bupati Brebes Idza Priyanti.

Seluruh Pospam Lebaran yang didirikan Polda Jateng dan PR Sukun dioperasikan 24 jam, mukai H-7 s/d H+7 Lebaran. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)

 

Dalam sambutannya, Condro mengatakan bahwa MoU tersebut diperlukan agar kerja sama antara Polda Jateng dengan PR Sukun bisa lebih langgeng. “Jadi meski saya nanti sudah pensiun, kerja sama ini tidak kemudian berhenti,” ujarnya.

Condro menambahkan, membantu warga umtuk mudik berlebaran adalah operasi kemanusiaan. “Dan kami sangat berterima kasih bertahun-tahun PR Sukun selalu berpartisipasi membantu Polda Jateng dalam operasi kemanusiaan ini,” tambahnya.

Editor : Deka Hendratmanto

PBSI UMK Gelar Orasi Sastra Transendental

MuriaNewsCom, Kudus – Kelompok Kajian Sastra (Kasa) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus menggelar orasi sastra dan puisi, Sabtu (10/6/2017) di lapangan basket kampus UMK.

Mohammad Kanzunnudin yang membawakan orasi sastra mengatakan, jika sastra transedental lebih menonjolkan pada hal-hal yang bersifat kerohanian, sukar dipahami, gaib, dan abstrak.

“Bahwa sastra transendental lebih mementingkan makna, bukan bentuk, bukan konkret, spiritual, bukan empiris dan yang di dalam, yang bukan permukaan. Itu merupakan bentuk kesadaran balik yang melawan arus dehumanisasi atau subhumanisasi,” ujarnya seperti rilis yang diterima MuriaNewsCom, Minggu (11/6/2017).

Menurutnya, pada mulanya sastra transedental adalah sastra religius. Yakni, melihat aspek yang  di dalam hati riak getaran hati nurani pribadi, sikap personal yang sedikit banyak misteri bagi orang lain karena menafaskan intimitas jiwa. Yakni cita rasa yang mencakup totalitas termasuk rasio dan rasa manusiawi dan  kedalaman pribadi manusia.

“Sastra transedendental sebagai pengalaman religius yang oleh para filsuf disebut sebagai experience of god,” ungkapnya.

Acara ini dimulai sekitar pukul 16.00 WIB sampai menjelang berbuka puasa. Selain acara orasi sastra transendental,  kegiatan tersebut juga menampillkan acara baca puisi dari berbagai kalangan. Di antaranya musikalisasi puisi dari perwakilan SMK Nusantara, MAN 1 Kudus, MAN 2 Kudus, dan grup seni dan sastrawan dari Swatantu Kudus.

“Acara seperti ini sangat bagus. Dengan adanya  kegiatan sastra yang diadakan Prodi PBSI UMK, menunjukkan eksistensi dan lebih menyemarakkan acara sastra di kota Kudus. Saya sangat senang bisa diundang dalam acara ini,” ujar Widya, guru MAN 2 Kudus.

Sementara itu, Khoirun Niam, Ketua HIMA PBSI UMK menyampaikan terima kasih kepada undangan yang sudah hadir. “Peserta yang datang sangat banyak. Terima kasih kepada segenap pihak yang telah berkenan hadir dalam acara kami. Semoga acara semacam ini bisa berlangsung di Ramadhan berikutnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

SMK Cordova Kajen Adakan Pesantren Kilat  

Siswa dan santriwati mengikuti kegiatan pesantren kilat. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Pati – SMK Cordova Kajen, Pati bekerja sama dengan Komunitas Peace-Santren mengadakan training nilai-nilai perdamaian yang dikemas dalam kegiatan pesantren kilat, pada Jumat (9/6/17).

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 150 siswa SMK Cordova ini, santri dan santriwati PMH Al- Kautsar Kajen Margoyoso Pati dan Pondok Pesantren Ummul Quro’.

Kegiatan tersebut merupakan acara puncak dari pesantren kilat yang diadakan setiap tahun di Pesantren PMH Al-Kautsar asuhan KH Ahmad Zacky Fuad Abdullah yang mengelola SMK dan Madrasah Diniyah Formal.

Acara pesantren kilat yang berlangsung selama 15 hari tersebut difokuskan kepada pengenalan nilai-nilai dasar perdamaian dan anti kekerasan melalui training dan permainan.

“Nilai-nilai perdamaian tersebut seperti keberagamaan, memerangi ungkapan kebencian, rantai kasih sayang dan toleransi. Selama pesantren kilat, mereka juga mengkaji hadist-hadist Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan nilai-nilai perdamaian,” ujar Muhammad Niam, Kepala SMK Cordova, seperti rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Dirinya juga menyatakan, jika nilai-nilai perdamaian dan anti kekerasan harus dijadikan salah satu tujuan pendidikan di lingkungan pesantren. Kurikulum Perdamaian dan anti kekerasan perlu dikembangkan di lingkungan pesantren.

“Dewasa ini ada beberapa pesantren yang dituduh terlibat kegiatan terorisme. Anggapan tersebut harus diluruskan melalui kegiatan-kegiatan seperti Peace-Santren ini,” imbuhnya.

Para peserta pesantren kilat Peace-Santren tampak sangat antusias dan gembira karena kegiatan-kegiatan dikemas dalam bentuk permainan-permaianan, outbond, hiburan dan  aktivitas-aktivitas ice breaking oleh para instruktur dari Komunitas Peace-Santren, yaitu wadah santri-santri alumni Sekolah Perdamaian Peace Promotion Institute Mathaliul Falah, Pati.

Komunitas ini mengembangkan modul-modul training nilai-nilai perdamaian dan anti kekerasan serta sering mengadakan training untuk sekolah-sekolah dan lembaga keagamaan di lingkungan Nahdlatu Ulama Pati.

Editor : Kholistiono

Penerangan Jalur Alternatif Mudik Memprihatinkan, DPRD Kudus Segera Panggil Dinas Terkait

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus Ali Muklisin. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi C DPRD Kudus menyayangkan masih buruknya persiapan Pemkab Kudus menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus Ali Muklisin mencontohkan, masih banyak lampu penerangan jalan umum di jalur mudik yang padam dan rusak.

Selain di jalur utama, lampu PJU di jalur alternatif mudik lebaran di Kabupaten Kudus juga kondisinya memprihatinkan.

”Persoalan lampu PJU ini seperti penyakit akut yang susah disembuhkan. Banyak keluhan masyarakat yang melaporkan lampu PJU padam, tapi tidak segera ditangani,” kata Muklisin, Kamis (1/6/2017).

Wakil rakyat asal Partai Golkar ini mencontohkan, banyak lampu PJU di jalur alternatif mudik Lebaran di Kecamatan Mejobo, Jekulo, dan Bae yang hingga kini masih rusak. Ia mendesak dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan.

”Jalur alternatif kerap menjadi pilihan pemudik untuk menghindari kepadatan arus kendaraan di jalur utama, karena itu kami mendesak adanya perhatian khusus atas penerangan di jalur tersebut,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C Ahmad Fatkhul Azis menjelaskan, alasan yang kerap dilontarkan dinas terkait lambannya perbaikan lampu PJU adalah keterbatasan tenaga. Menurutnya, persoalan itu bukan hal yang berat untuk diatasi.

Disebutkan, untuk urusan kebersihan saja Pemkab mampu merekrut tenaga kebersihan ratusan orang, mengapa untuk penambahan tenaga perbaikan dan perawatan lampu PJU tidak dilakukan. “Apa karena urusan kebersihan ada target Adipura, sementara lampu PJU tidak? Ini tentu menjadi pertanyaan besar,” ungkapnya.

Wakil rakyat asal Partai Gerindra ini menambahkan, Komisi C akan segera memanggil dinas terkait untuk mendesak segera ada terobosan dalam penanganan LPJU. Ia tak ingin aduan masyarakat terkait lampu PJU tak segera diatasi. “Harus ada terobosan riil dalam penangannn lampu PJU,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Sumiyatun mengakui perbaikan lampu PJU masih terkendala keterbatasan tenaga dan peralatan. Padahal ia kini sudah menambah satu tim lagi, dari semula hanya satu.

“Kami saat ini memiliki dua shift untuk memperbaiki lampu PJU. Kami terpaksa menggunakan truk untuk perimbas pohon peneduh, karena truk crane khusus untuk perbaikan lampu PJU hanya ada satu unit,” katanya.

Dengan anggaran perbaikan lampu PJU mencapai Rp 1 miliar lebih, ditargetkan hingga H-7 Lebaran, perbaikan lampu PJU sudah mencapai 90 persen. “Kami memprioritaskan titik-titik jalan yang rawan kecelakaan dan sepi untuk segera diperbaiki lampu PJU-nya,” katanya.

Editor: Supriyadi

Mengurangi Pemicu Jalan Rusak Grobogan

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

JALAN rusak terus membayangi sebagian besar wilayah di Jawa Tengah, termasuk di Grobogan. Kota yang terkenal dengan masakan Swike itu memiliki ratusak kilometer (km) jalan kabupaten yang rusak.

Seperti dilaporkan portal berita ini, jalan dengan status milik kabupaten memiliki panjang keseluruhan sekitar 890 km. Dari angka itu, jalan yang kondisinya baik, baru 58 persen atau sekitar 500 km. Artinya ada sekitar 390 km jalan yang masih rusak, atau sekitar 42 persen.

Pemerintah Grobogan berupaya menangani jalan rusak secara bertahap. Pada tahun ini, mereka akan menangani jalan rusak 15,5 persen atau sepanjang 141 km. Tak tanggung-tanggung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan menyiapkan anggaran Rp 392 miliar. Dengan pengerjaan jalan terbagi dalam 236 paket pekerjaan. Tiap paket proyek pekerjaan, nilainya di atas Rp 2 miliar.

Harapannya, pada akhir tahun nanti jalan yang rusak berkurang atau hanya tersisa 36,5 persen. Sisa jalan yang rusak, baru akan diselesaikan pada tahun selanjutnya yakni pada 2018 dan 2019. Mereka menargetkan alokasi dana untuk perbaikan jalan rusak selanjutnya Rp 400 miliar per tahun. Atau sekitar Rp 800 miliar. Dua tahun itu, diharapkan jalan rusak di Grobogan sudah tertangani semua.

Besarnya anggaran yang dibutuhkan memang membuat kita terbelalak. Besarnya anggaran perbaikan jalan rusak di Grobogan tak lepas dari medan di lokasi yang tidak biasa. Seperti kita ketahui bersama jika permukaan tanah di Grobogan memiliki tekstur tanah yang relatif labil, tidak seperti di daerah lainnya. Penanganan yang dilakukan adalah konstruksi pembetonan jalan.

Perbaikan jalan merupakan hal yang bagus, dan patut dilakukan. Tapi yang tidak boleh dilupakan adalah pencegahan kerusakan jalan. Jika pemicunya adalah faktor alam, jelas hal itu sulit dihindari. Tapi jika faktor lain, seperti halnya soal tonase kendaraan, itu bisa ditangani.

Dengan menindak kendaraan yang melebihi tonase, maka bisa memperpanjang ketahanan jalan. Jika itu dibiarkan, maka jalan rusak akan terus terjadi. Truk yang melanggar tonase, yakni melebihi kelas jalan, sejauh ini kerap ditilang petugas Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan. Seperti program Dagelan (Penindakan Pelanggaran Kelas Jalan).

Jalan di Kabupaten Grobogan masuk kelas III dengan maksimal bobot kendaraan yang melintas 8 ton. Dalam kegiatan polisi, ternyata banyak kendaraan berat melintas dengan tonase berlebih dari ketentuan. Seperti halnya di persimpangan Putat, persimpangan Getas dan Persimpangan Godong. Lokasi tersebut menjadi pertemuan arus dari kabupaten di sekitar Grobogan.

Biar biaya perbaikan jalan bisa ditekan, maka penindakan bagi kendaraan yang melintas melebihi  8 ton mutlak dilakukan. Hal ini butuh kesepakatan bersama antarpihak terkait. Sebab, kerusakan jalan jadi masalah bersama yang harus segera dituntaskan. (*)

 

 

Warga Undaan Kudus Gelar Fashion Show di Bendung Wilalung

Fashion show yang mengambil latar belakang Bendung Wilalung. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Kudus – Bendung pembagi banjir wilalung yang terletak di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus merupakan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda tahun 1908. Keberadaan bendung tersebut sangat penting bagi warga Kabupaten Kudus, Demak, Pati dan Jepara, untuk mengatur debit air saat terjadi banjir, sehingga perlu dilestarikan dan dijaga.

Camat Undaan Catur Widiyatno mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Kebangkitan Nasional, sekaligus memperkenalkan aset wisata sejarah yang ada di Kecamatan Undaan, pihaknya bersama karang taruna dan PKK mengelar kegiatan fashion show di Bendung Wilalung dan festival kuliner khas warga setempat.

Dalam kegiatan fashion show yang diikuti peserta dari perwakilan 15 desa itu, dilombakan busana batik Kudus kreasi berpasangan dan busana Kartini.

“Setiap peserta bebas mengkreasikan busana mereka untuk ditampilkan, karena penilaian juri salah satunya juga melihat tampilan busana yang dikenakan,”  ucap Catur.

Dikatakan Catur, kegiatan fashion show menjadi even tahunan,namun setiap tahun temanya akan disesuaikan kondisi. Seperti kali ini, berlatar belakang bangunan bendungan, karena temanya penyelamatan aset sejarah agar tetap terjaga sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata.

Untuk tahun 2016 lalu, tema dari fashion show penyelamatan hutan pegunungan Kendeng, maka kegiatan dilakukan di hutan Jati Desa Wonosoco yang terletak di pegunungan Kendeng. Sehingga, kemungkinan tahun depan fashion show dapat di lokasi lain.

Dikatakannya, para peserta harus warga Kecamatan Undaan. Hhal ini untuk mencari bibit-bibit yang berbakat dalam bidang olahraga, bermusik, modeling maupun kuliner, sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga.

“Ajang ini kami maksudkan untuk mencari anak-anak muda yang berbakat untuk dapat disalurkan ke arah yang positif, sebab kami siapkan berbagai panggung baik musik, fashion show, kuliner bahkan lomba senam poco-poco maupun lari lintas alam “, paparnya.

Ditambahkan Catur, pada pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya melibatkan semua desa, sehingga semua biaya ditanggung bersama. Karena kegiatan tersebut untuk mempererat kerukunan antar warga desa.

Salah satu peserta Maila Zinanun Nasicha mengaku, baru kali ini mengikuti kegiatan fashion dan berharap tahun depan ada ajang serupa karena dapat mengembangkan kreatifitas anak-anak muda di Undaan.

Editor : Kholistiono

Kebo Landhoh Pati Juarai Press Futsal Tournament 2017 di United Futsal Stadium Kudus

Tim Kebo Landhoh Pati melawan Gagak Rimang Blora, di United Futsal Stadium Kudus. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Tim futsal wartawan Pati, Kebo Landhoh, berhasil menjuarai Press Futsal Tournament (PFT) 2017 di United Futsal Stadium, Kudus, Sabtu (29/4/2017). Tim futsal wartawan dari Bumi Minta Tani itu berhasil membawa piala setelah membenamkan tim futsal wartawan dari Blora, Gagak Rimang dengan skor 2-1.

Perwakilan tim terproduktif Kebo Landhoh Pati Rochmansyah menerima penghargaan dari panitia PFT Saiful Anas dengan 23 gol. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

Pemain Kebo Landhoh yang digawangi Slamet dan kawan-kawan tampak bersusah payah menahan gempuran dari tim Gagak Rimang. Meski Gagak Rimang terus memperkuat pertahanan, Kebo Landhoh berhasil mencuri poin dahulu. Dua gol pun terjadi hingga 2-0 untuk Kebo Landhoh.

Baru pada menit 26, pemain Gagak Rimang gol balasan pun tercipta. Skor pun berubah jadi 2-1. Rupanya, tim Kebo Landhoh ngotot untuk menjaga pertahanan. Hasilnya, mereka pun mampu menjaga skor tersebut. Juara jatuh pada Kebo Landhoh. “Kami senang dengan prestasi ini. Prestasi merupakan hasil jerih-payah tim selama ini,” kata Rochmansyah ditemui usai menerima penghargaan.

Top skor Kebo Landhoh Pati Rochmansyah menerima penghargaan dari panitia PFT Ali Bustomi dengan 17 gol. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

Juara PFT 2017 jatuh ke Pati. Seperti diketahui, dari sembilan kali penyelenggaraan PFT sejak 2010 lalu, tim wartawan Jepara sukses menyabet gelar juara sebanyak empat kali. Capaian Macan Kurung tersebut diraih pada PFT edisi 2010, 2011, 2012, dan 2016.

Ketua Panitia PFT 2017 Siti Merie memberikan penghargaan kepada peringkat 2, Gagak Rimang Blora. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

Sedangkan, Loyo Nglokro Rembang berhasil dua kali menyabet gelar juara, yakni edisi 2014 dan 2015. Adapun prestasi tertinggi tuan rumah Asal Kemon adalah sukses menembus partai final pada PFT edisi pertama tahun 2010.

Perwakilan Panitia PFT 2017 Saiful Anas memberikan penghargaan kepada juara, Kebo Landhoh Pati. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

 

Kebo Landhoh juga menjadi tim terproduktif dengan 23 gol. Pemain mereka Rochmansyah Setiawan juga menjadi pencetak gol terbanyak 17 gol.

Editor : Kholistiono

Di Kudus, Romahurmuzy Beberkan 3 Nama yang Dilirik PPP Maju di Pilgub Jateng

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy saat memberikan keterangan ke wartawan di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy membeberkan tiga nama yang kemungkinan dilirik meramaikan bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Hal itu disampaikannya di kantor DPC PPP Kudus, Sabtu (29/4/2017).

“Internal sejauh ini memang masi memilah-milah kader-kader PPP yang ada di tingkat  pusat. Misalnya Jawa Tengah. Saya belum bisa sebut nama-nama. Tetapi memang beberapa nama-nama cukup selama ini menghiasi panggung jawa tengah itu pak Kowam, pak Zainut Tauhid,  kemudian ada Pak Arwani,” kata Romahurmuzy.

Menurutnya, nama-nama itu sudah cukup populer di Jawa Tengah. Kendati demikian, pihaknya tetap akan melihat elektabilitasnya untuk kemungkinan maju di Pilgub Jawa Tengah. Sejauh ini, terkait Pilkada Jateng, pihaknya terus mencari nama yang potensial. Diakuinya, dari hasil dari pantauan PPP saat  ini, Ganjar Pranowo masih tertinggi.

“Tapi pilkada kan masih cukup lama. Masih  satu tahun lebih ya. 27 Juni nanti dan pendaftaran masih 31 Januari 2018. Masih cukup lama,” tambahnya.

Menurutnya, proses pendaftaran cagub dari PPP juga masih akan dibuka pada bulan Mei. Pihaknya membuka diri untuk pribadi atau pimpinan partai yang memiliki hasrat, niat, untuk bersama-sama PPP meramaikan bursa cagub Jawa Tengah, diminta untuk melamar.

Editor : Kholistiono

Membangkitkan Gairah Batik Lasem Rembang

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

LISA Elli Purnamasari, Runner Up Puteri Indonesia tahun 2011 yang juga Miss Earth Indonesia tahun 2010 dan Gloria Natapratja, Duta Pemuda Pelajar dibuat terpana dengan batik tulis Lasem, Kabupaten Rembang.

MuriaNewsCom memberitakannya pada Senin (17/4/2017). Para perempuan cantik dan pintar tersebut menikmati workshop batik tulis Lasem di Desa Karasjajar, Kecamatan Pancur seusai menjadi narasumber dalam talkshow “Kartiniku Inspirasheku” Minggu (16/4/2017).

Mereka juga praktik membuat Batik tulis. Tak segan mereka menirukan kegiatan pembatik lainnya di lokasi itu. Seperti meniup ujung canting yang telah dicelupkan ke dalam malam panas. Lantas menorehkan malam ke atas kain.

Sulit, memang. Karena bagi yang tidak biasa, hal itu akan sulit. Tidak hanya itu, rumit dan penuh ketelitian mutlak dimiliki untuk membuat batik tulis yang berkualitas. Batik tulis Lasem memang telah memiliki kualitas kondang.

Dari beragam sumber menyebutkan, Batik Lasem mempunyai sejarah panjang. Batik Lasem merupakan peninggalan dari jejak kontak Budaya Tionghoa Jawa. Hal ini tampak dari motif Batik Lasem yang dipenuhi corak simbolik tradisi Tionghoa dengan motif lokal.

Konon pada 1860-an, merupakan masa keemasan Batik Lasem yang  dibuat kalangan Tionghoa. Batik Lasem juga pernah diekspor besar-besaran ke negara tetangga macam Singapura dan Sri Lanka. Yakni sekitar 1970 an. Ada sekitar 144 perusahaan batik ketika itu.

Jumlah itu menurun drastis pada saat ini. Indikasinya pada 2015 terdapat 30 perusahaan batik tulis Lasem yang ada di Kabupaten Rembang.Momen UNESCO pada 2009 mengakui batik sebagai warisan dunia, seolah kembali menggairahkan batik. Termasuk Batik Lasem. Ada enam rumah batik di kota tua Lasem dan 120 rumah batik di seantaro Rembang saat ini.

Sekarang ini, terdapat 21 jenis motif Batik Lasem terdaftar di HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kondisi tersebut membuat karya cipta Batik Lasem mendapat perlindungan hukum atas pembajakan motif atau penjiplakan.

Puluhan motif itu hendaknya bisa dilestarikan bersama. Agar hak patennya benar-benar terjaga. Kendala lain yang masih hinggap, seyogyanya juga diantisipasi. Biar gairah perbatikan Lasem kembali bergelora. Beberapa kendala yang tak dapat dipungkiri adalah regenerasi pembatik, kesejahteraan pembatik, serta pemasaran batik.  

Pemerintah, pembatik, pemasar ulung kekinian mau tidak mau wajib duduk bersama menangani semua kendala dan trik menggairahkan Batik Lasem. Upaya konkret harus dipegang bersama, dan terus berlanjut sampai gelora Batik Lasem terasa kembali. (*)

Diduga Frustasi Sakit Tak Kunjung Sembuh, Seorang Kakek di Blora Nekat Gantung Diri

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Blora – Seorang kakek bernama Rahman (80), warga Dukuh Patinan RT 1 RW 5, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, pada Minggu (16/4/17).

Pelaku bunuh diri tersebut, ditemukan pertama kali oleh istinya yaitu Sarmi (75). Ketika itu, Sarmi sedang menghitung persediaan air di dalam jeriken yang terdapat di dapur rumah sekitar pukul 05.30 WIB.

Ketika itu, Sarmi melihat kaki suaminya dalam posisi membungkuk, dan kemudian dirinya memanggil suaminya. Namun, begitu taka da jawaban dari kakek tersebut. Karena tidak ada jawaban, kemudian Sarmi berdiri mendekati korban. Alangkah terkejutnya, karena suaminya sudah tergantung dengna seutas tali plastik warna biru.

Mendapati suaminya telah gantung diri, Sarmi kemudian berteriak meminta tolong kepada tetangga. Tak ayal, tetangga yang mendengar teriakan Sarmi langsung berhamburan. “Setelah saya mendengar teriakan Mbah Sarmi, saya bersama tetangga yang lain langsung ke sini,” ujarnya.

Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Jepon. Mendapatkan laporan tersebut, petugas kepolisian bersama tim Medis Puskesman Jepon langsung datang ke lokasi kejadian untuk memeriksa korban.

Dari lokasi kejadian, disita tali yang dipergunakan untuk gantung diri.”Setelah mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi untuk memeriksa pelaku,” jelas Kapolsek Jepon  AKP Sutarjo, seperti dikutip dari laman polresblora.com.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. “Karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, jenazah kami serahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Dugaan sementara, pelaku nekat mengakhiri hidupnya karena frustasi menderita sakit selama bertahun-tahun,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Ganjar Pranowo Ingatkan Warga Rembang Agar Waspadai Hoax dan Narkoba

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada acara pengajian di Pesantren Kemadu, Kecamatan Sulang, Rembang kemarin. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperingatkan berbagai bentuk ancaman yang bisa menghancurkan bangsa Indonesia. Peringatan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan di acara pengajian umum dalam rangka tahlil tahunan KH. Ahmad Syahid dan temu mutakhorijin mutakhorijat Pondok Pesantren Kemadu, Kecamatan Sulang, Sabtu (15/4/2017) sore.

Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Rembang Abdul Khafidz, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Ketua DPRD Majid Makil MZ dan Dandim 0720/Rembang Letkol Inf Darmawan Setiyadi.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyampaikan, setiap harinya berita hoax dan peredaran narkoba merupakan suatu ancaman yang nyata. Ancaman tersebut telah menyasar anak-anak oknum pejabat hingga melibatkan oknum TNI dan Polri.

“Narkoba dan hoax ini dari anak-anak, oknum pejabat, oknum TNI- Polri sudah ada yang terlibat, bahkan ponpes pun harus waspada. Saya titip tolong anak dan keluarga kita jangan sampai terjeremus narkoba, karena mengakibatkan fisik dan mentalnya pasti rusak,” tegasnya seperti dilansir dari rembangkab.go.id.

Ganjar menambahkan, kemajuan teknologi saat ini juga perlu diwaspadai. Anak-anak bisa mengakses berbagai berita dan film porno melalui handphone, untuk itu peran orang tua sangat penting dalam memantau pergaulan atau perilaku anak.

“Belum lagi faham radikalisme yang ternyata ada orang-orang Indonesia sudah ikut faham tersebut di Negara Timur Tengah. Maka kita harus teguhkan hati dan pelihara NKRI, anak-anak kita harus diketahui kegiatan dan kebiasaannya , jangan sampai disepelekan tiba-tiba terpengaruh perbuatan dan faham negatif,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

3 Korban Kecelakaan Laut di Jepara Belum Dapat Santunan dari Pemerintah

BPN DPW PKS Jateng menggelar kunjungan dan dialog dengan para tokoh dan kelompok nelayan di Jepara dalam rangka Peringatan Hari Nelayan Nasional, (6/4/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah dinilai kurang tanggap menyelesaikan persoalan sosial kecelakaan laut di wilayah perairan Kabupaten Jepara, pada Jumat (17/2/2017) lalu. Saat itu, tiga nelayan mengalami kecelakaan laut setelah sebuah perahu yang ditumpangi tiga nelayan pecah karena dihantam ombak di Perairan Bondo, Kecamatan Bangsri, yang berakibat satu orang meninggal, satu selamat dan satu lagi hilang.

Hal tersebut disampaikan Nur Ali, perwakilan komunitas nelayan Kabupaten Jepara saat serap aspirasi dengan Bidang Petani dan Nelayan (BPN) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, Kamis (6/4/2017) di Jepara.

“Saat itu ada tiga nelayan yang menjadi korban, namun hingga saat ini, pemerintah kurang tanggap, bahkan masyarakat sudah melapor ke dinas terkait, namun belum juga mendapat tanggapan dari pemerintah,” ujar Nur dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Menurut Nur Ali, tiga nelayan yang menjadi korban itu adalah Nur Hadi (65) warga Dukuh Ngrandon, Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Hariadi (60) warga Desa Balongarto, Kecamatan Kembang dan Gisan warga Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri.

Atas kondisi dan pembiaran selama dua bulan itu, BPN DPW PKS Jateng mengaku akan segera menindaklanjuti persoalan sosial yang menimpa nelayan di Jepara.

Suharsono, Ketua BPN DPW PKS Jateng mengatakan, pihaknya akan meneruskan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi agar segera ditindaklanjuti, terutama terkait santunan kepada korban.

“Kita akan menyampaikan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi. Sehingga mereka mendapat bantuan. Mereka seharusnya mendapatkan kompensasi untuk kecelakaan laut. Kasihan, ini sudah dari Februari belum mendapatkan kepastian,” katanya.

Sebagai informasi, BPN DPW PKS Jateng menggelar kunjungan dan dialog dengan para tokoh dan kelompok nelayan dalam rangka Peringatan Hari Nelayan Nasional, 6 April 2017. Selain di Jepara, BPN PKS Jateng juga menggelar kunjungan ke Kabupaten Demak.

Editor : Kholistiono

Korban Tewas Kapal Meledak di Jepara, Siang Tadi Dimakamkan di Karimunjawa

Pemakaman jenazah Moh Arifin, korban yang tewas dalam peristiwa kapal meledak di Pelabuhan Ngemplak, Jobokuto, Jepara, pada Jumat (31/3/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom,Jepara – Sebuah kapal meledak di Pelabuhan Ngemplak, Jobokuto, Jepara, pada Jumat (31/3/2017).  Akibat peristiwa ini, satu orang tewas dan 3 lainnya luka.

Berdasarkan catatan Basarnas Pos SAR Jepara, musibah meledaknya kapal dengan nama lambung “Jasa Laut” tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Awalnya anak buah kapal bernama Abdul Rosyid (30) berupaya menghidupkan mesin kapal namun gagal. Lalu untuk yang kedua kalinya, Rosyid kembali menghidupkan mesin. Setelah berhasil hidup, beberapa saat kemudian terjadi ledakan.

Akibat ledakan itu, kapal bermuatan BBM, sayuran dan elektronik dengan tujuan pulau Karimunjawa tersebut pecah dan akhirnya tenggelam.

Sang nahkoda kapal, Moh Arifin (48) warga Karimunjawa RT 3 RW 2 beserta tiga anak buah kapal lainnya, yakni Abdul Rosyid, Bambang, dan A Bayuri  ditemukan menderita sejumlah luka, yang kemudian dilarikan ke RSUD Kartini Jepara. Namun, nyawa Moh Arifin tidak bisa tertolong.

Jenazah Moh Arifin sendiri, dimakamkan siang tadi di tempat pemakaman umum di Desa Karimunjawa.“Jenazah Pak Arifin dimakamkan di Karimunjawa pada Sabtu (1/4/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Jenazah dibawa dari Jepara menggunakan Kapal Jasa Samudra pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB, dan sampai Karimunjawa pukul 12.00 WIB. Begitu sampai rumah, langsung dimakamkan,” ujar Zuhdi, warga Karimunjawa.

Dirinya juga menyatakan, peristiwa kapal bermuatan BBM dari Jepara ke Karimunjawa yang terbakar atau meledak sudah dua kali ini. Pertama pada 2016 lalu yang bermuatan BBM dan elpiji.

Editor : Kholistiono

Bocah 4 Tahun di Jepara Tewas Tercebur Sumur

Warga berkerumun di sumur tempat terceburnya Ahmad Khoirul Niam, bocah yang masih berusia 4 tahun warga Desa Bugel RT 7 RW 2, Kecamatan Kedung, Jepara. (Facebook)

MuriaNewsCom,Jepara – Ahmad Khoirul Niam, bocah yang masih berusia empat tahun tewas mengenaskan setelah tercebur sumur di rumahnya. Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Jumat (31/3/2017) siang.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika bocah asal Desa Bugel RT 7 RW 2, Kecamatan Kedung, Jepara, itu minta dimandikan sang ibu, Sunarmi, sekitar pukul 12.00 WIB.

Namun, permintaan sang bocah itu tidak langsung dituruti oleh ibunya. Sunarmi terlebih dahulu menunaikan salat dzuhur. Setelah itu, sekitar pukul 12.30 WIB, Sunarmi mencari anaknya, dan menemukan anaknya dalam kondisi mengapung dalam sumur.

Korban akhirnya dievakuasi oleh sejumlah anggota Basarnas Pos Sar Jepara. Mereka bahu membahu melakukan penyelamatan seorang balita yang tercebur dalam sumur tersebut.

Anggota penyelamat pun masuk ke dalam sumur dengan alat bantu pernafasan.Selang 10 menit, petugas pun keluar dari dalam sumur sembari membawa tubuh balita mungil yang sudah meninggal tersebut, sekitar pukul 14.45 WIB.

Editor : Kholistiono

Kapolres Tegaskan Kabar Penculikan Anak di Jepara Hoax

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin. (Dok. Polres Jepara)

MuriaNewsCom,Jepara – Dalam beberapa pekan belakangan ini, media sosial heboh kabar penculikan anak di bawa umur dan dijual organ tubuhnya. Isu ini ramai dibicarakan di medsos dan dikabarkan terjadi di wilayah Kecamatan Donorojo dan wilayah lain di Kabupaten Jepara.

Terkait hal ini, Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin menegaskan, jika kabar penculikan anak yang beredar melalui pesan singkat berantai serta di dunia maya, tidak benar atau hoax. “Saya yakinkan dan sudah cek, di Donorojo dan beberapa wilayah lain di Jepara, berita tersebut adalah berita hoax,” ujar Kapolres Jepara, seperti dikutip dari laman tribratanewsjepara.com,Jumat (24/3/2017).

Salah satu pesan berantai tersebut menyebutkan, bahwa ada penculikan anak di RT 4 RW 5 Dukuh Senggrong, Desa Blingoh, Donorojo, Jepara, Minggu (19/3/2017). Pesan itu menyebutkan, pelaku berpura-pura gila saat ditangkap dan sekarang di proses Polsek Donorojo.

Menurut Samsu, penyebar isu penculikan anak sengaja menaikkan isu tersebut dengan tujuan untuk membuat takut dan resah di kalangan masyarakat.

“Saya selaku pimpinan kepolisian di Jepara menyatakan tegas, sepanjang sepengetahuan saya dan para kepala kepolisian sektor, semuanya menjawab dan telah melakukan pengecekan, dan menjawab tidak ada,” kata dia.

Samsu mengimbau, agar orang tua tidak perlu khawatir dengan isu yang beredar. Meski demikian, ia tetap meminta masyarakat waspada dan tidak mudah percaya dengan kabar hoax.

Dia mengingatkan, bila hal itu memang ada, sebaiknya langsung dilaporkan ke polisi. “Isu kasus penculikan anak ini menyebabkan keresahan dan ketakutan di masyarakat. Kalau ada kasus, dilempar saja ke penegak hukum. Jangan over reaktif dan menjadi panik. Klarifikasi dengan kepolisian, dengan warga di sana, betul atau tidak informasi tersebut sebelum mencerna informasi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tenggelam di Temanggung, Korban Ditemukan di Pantai Bondo Jepara

ILUSTRASI

MuriaNewsCom,Jepara – Susanti (45), warga Tlogowungu, Gemawang, Kabupaten Temanggung, yang tenggelam di Sungai Pupu pada Senin (20/3/2017) akhirnya ditemukan. Susanti di temukan dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Bondo, Jepara.

“Jenazah ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang mencari ikan di Pantai Bondo,” kata juru bicara Basarnas Jawa Tengah Maulana Affandi, seperti dikutip dari www.antarajateng.com, Jumat (24/7/2017)

Menurutnya, temuan itu kemudian dilaporkan ke petugas kepolisian setempat yang dilanjutkan dengan evakuasi jenazah ke Rumah Sakit Kartini Jepara.

Petugas, kemudian menginformasikan penemuan wanita berumur sekitar 45 tahun yang diperkirakan telah meninggal 3 hingga 4 hari sebelumnya.

Lebih lanjut Affandi menyampaikan, petugas kemudian menginformasikan ke pihak keluarga untuk menanyakan perihal temuan tersebut. “Pihak keluarga sudah membenarkan jenazah yang hanyut sekitar empat hari lalu itu,” katanya.

Untuk diketahui, Susanti dilaporkan hanyut di Sungai Pupu pada 20 Maret 2017. Susanti hanyut ketika menyeberang dengan dua anaknya. Dua anaknya berhasil selamat, sedangkan Susanti terbawa hanyut derasnya arus sungai.

Editor : Kholistiono

Mengambil Hikmah dari Kematian Patmi, Sang Perempuan Pengecor Kaki

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

PATMI, petani perempuan asal kawasan Pegunungan Kendeng, salah satu perempuan penolak pabrik semen, yang melakukan aksi mengecor kaki di depan Istana Negara, Jakarta, meninggal dunia. Yaitu pada Selasa (21/3/2017), dini hari.

Perempuan 48 tahun asal Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Pati, dinyatakan meninggal akibat serangan jantung. Patmi meninggal saat dalam perjalanan dari kantor LBH Jakarta menuju rumah sakit St. Carolus, Salemba.

Informasinya, Patmi mulanya sedang mengantre buang air kecil. Kemudian, Patmi mengeluh kurang enak badan, hingga akhirnya tak sadarkan diri. Medis memberikan pertolongan pertama. Tapi badan Patmi mendadak dingin sehingga dirujuk ke rumah sakit.  Belum sampai di rumah sakit, Patmi meninggal dunia.

Sesuai informasi, Patmi tidak memiliki penyakit bawaan dan berangkat ke Jakarta dalam keadaan sehat. Menurut dokter, Patmi meninggal dunia karena penyakit jantung.

Patmi berangkat ke Jakarta bersama dengan Dasmi dan Suparmi. Kemudian, mereka bergabung bersama peserta aksi lain. Hingga akhirnya peserta aksi melakukan pengecoran pada kaki.  Selama sepekan ini, Patmi ikut aksi menolak pembangunan pabrik semen di kawasan Kendeng, Rembang.

Kematian Patmi membuat banyak pihak bereaksi. Dari mulai Presiden Jokowi hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Beberapa kalangan juga menyayangkan aksi penolakan yang dilakukan Patmi dan kawan-kawannya. Kenapa harus mengecor kaki?

Ya, kenapa harus mengecor kaki? Di era demokrasi, warga memang bebas untuk menyuarakan pendapatnya, atau mengutarakan aspirasinya. Tapi tentu, seyogyanya menggunakan cara yang baik. Atau cara yang tak menyakiti diri sendiri. Sebab nantinya, jika terjadi hal yang tak diinginkan, justru akan berbuah masalah baru.

Sudah tak terhitung aksi berbuah korban. Baik di Indonesia, atau di luar negeri. Bahkan sampai berujung pada banyaknya jumlah warga yang menjadi korban jiwa. Apakah itu korban meninggal dunia, sampai yang mengalami luka.

Bagi warga yang hendak melakukan aksi unjuk rasa, aksi protes, dan sejenisnya, kini sudah saatnya menimbang cara aksi yang akan ditempuh. Apakah menyakiti atau tidak? Apakah membahayakan atau tidak? Serta, apakah berisiko tinggi atau tidak?. Semua harus dipertimbangkan masak-masak.

Jangan sampai aksi berujung pada jatuhnya korban jiwa. Sebab, selain hal itu kerap tak diinginkan, juga akan meninggalkan sedih yang mendalam di kalangan sesama peserta, hingga keluarga.  Bukankah, mereka para anggota keluarga yang tak ikut aksi, tak henti-hentinya mulutnya berkomat-kamit melantunkan doa demi keselamatan jiwa yang ikut aksi.

Sudahlah, jangan ada lagi Patmi-Patmi lain yang menyusul.  Jangan ada darah yang tumpah lagi. Sampaikan semua keluhan, protes, dan sejenisnya, dengan cara yang lebih bijak. Jika darah yang harus jadi tebusan, maka berpikirlah dua kali. Tetaplah menyala menyampaikan aspirasi, tapi bukan dengan taruhan nyawa. (*)

 

Pembangunan Infrastruktur jadi Prioritas Pemkab Blora

Bupati Blora Djoko Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan,pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemkab Blora untuk memajukan Blora. Pembangunan infrastruktur, tahun ini sebagian besar di wilayah Blora Selatan.

Prioritas pembangunan tersebut diantaranya adalah pembangunan jalan Menden-Megeri dengan pagu anggaran Rp 20 miliar, peningkatan jalan Randublatung-Getas dengan pagu anggaran Rp 15 miliar.

Selanjutnya adalah peningkatan jalan Doplang-Kunduran dengan pagu anggaran Rp Rp 10 miliar, dan peningkatan jalan Ngliron-Kalisari dengan pagu anggaran Rp 14,85 miliar.

Sedangkan untuk peningkatan jalan Kalisari-Wulung, pihaknya memberikan pagu anggaran Rp 6,3 miliar. Lantas peningkatan jalan Kamolan-Klopoduwur dengan pagu Rp 8,55 miliar. Semuanya itu untuk meningkatkan kualitas jalan di Blora Selatan sehingga perekonomian Kabupaten Blora bisa merata, tidak hanya di wilayah utara, barat dan timur saja.

Prioritas pembangunan lainnya adalah Pembangunan Pasar Rakyat Kabupaten Blora dengan pagu anggaran Rp 25 miliar, kemudian pembanguan trotoar penataan kota dari pertigaan Wonorejo hingga persimpangan Bank BNI 46 Kecamatan Cepu dengan pagu Rp 9 miliar. Pembangunan trotoar Jalan Gatot Subroto dengan pagu Rp 6 miliar dan revitalisasi Pasar Rakyat Kecamatan Cepu sebesar Rp 26,5 miliar.

Ia juga meminta dukungan pendampingan kepada Gubernur agar bisa membantu pembangunan sejumlah infrastruktur prioritas tersebut dan pengaktifan lapangan terbang di Ngloram,Kecamatan Cepu sebagai daya ungkit peningkatan ekonomi Kabupaten Blora.

“Terimakasih Pak Gubernur, sekarang sebagian besar jalan provinsi di Kabupaten Blora sudah dicor beton. Tinggal beberapa bagian akan dilanjutkan tahun 2017 ini,” ujar Bupati beberapa hari lalu.

Editor : Kholistiono

Forum PRB dan PB Kudus Bentuk Kepengurusan

Pembentukan pengurus Forum Risiko Bencana dan Penanggulangan Bencana (PRB dan PB) di Kudus.(Istimewa)

MuriaNewsCom,Kudus – Beberapa waktu lalu, berbagai pihak sepakat untuk membentuk adanya forum Risiko Bencana dan Penanggulangan Bencana (PRB dan PB) di Kudus. Tak lama setelah itu, para leading sektor di masing-masing stakeholder kembali berkumpul untuk membentuk kepengurusan PRB dan PB, di Gedung OASIS Djarum Kudus.

“Pembentukan pengurus ini penting, agar kinerja di lapangan nanti ada sinergi. Sehingga, ke depan, forum ini bisa berjalan dengan maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat banyak,” ujar  Agus  Niam, yang memimpin jalannya diskusi forum PRB, seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima MuriaNewsCom, Minggu (19/3/2017).

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi penting, karena fakta di lapangan, seringkali terjadi benturan antarlembaga. Tak jarang saat bencana yang terjadi tidak besar, relawannya banyak, sedangkan bencana yang begitu besar, relawannya malah sedikit. 

Dalam pembentukan pengurus ini, terpilih sebagai Ketua PRB dan PB Kudus, yaitu Subarkah. “Forum ini mempunyai kerangka konseptual yang jelas dan terarah, maka semuanya perlu dibahas secara matang dan dituangkan dalam Statuta,” ujar Subarkah.

Menurutnya, statuta itulah yang nantinya menjadi acuan norma hukum dasar yang dipergunakan dalam perencanaan, maupun pengembangan program dan penyelenggaraan kegiatan di lapangan.

Dalam pertemuan forum ini, dihadiri perwakilan ‎Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD), TNI, Polri, LPBI NU, PMI, dan organisasi masyarakat lain yang konsen dan peduli terhadap kebencanaan.

Editor : Kholistiono

Bulog Ditarget Mampu Serap 30 Ribu Ton Gabah Petani Jepara

Sejumlah petani saat melakukan panen padi. Tahun ini Bulog ditarget mampu menyerap gabah petani Jepara sebanyak 30 ribu ton. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Jepara – Tahun ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) ditargetkan bisa menyerap gabah petani di Jepara sebanyak 30.665 ton ton. Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya sebanyak 25.286 ton.

Wakil Kepala Bulog Subdivre II Pati Fauzan Dipo mengatakan, dengan adanya Program Serab Gabah Petani (Sergap), pihaknya berharap, target tersebut mampu tercapai. “Tahun lalu hanya ditarget sebanyak 25.286 ton, tapi mampu terealisasi sebanyak 36.552 ribu ton lebih. Dari target itu, hingga 10 Maret lalu, sudah ada 2.167 ton gabah yang kami serah,” ujar Fauzan, seperti yang dikutip dari website resmi Pemkab Jepara.

Dalam hal ini, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi meminta agar padi hasil panen petani yang tiap tahunnya naik, dibeli dengan harga yang sesuai dan stabil. Pasalnya, petani di Jepara tidak cukup memiliki ketahanan untuk bisa mendapatkan harga yang pantas.

Ahmad Marzuqi mencontohkan, memasuki musim panen padi MT I (Januari – Maret) kemarin, harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan dari kisaran Rp 3.400 – Rp 4.600/kilogram, menjadi hanya Rp 3.000 – Rp 3.500/kilogram. Bahkan pada pertengahan Februari kemarin, harganya sempat terjun bebas ke angka Rp 2.000/kilogram.

“Saya meminta kepada Bulog Subdivre II Pati untuk dapat menyerap panen padi di beberapa tempat di Jepara dengan harga yang wajar, minimal Rp 3.700/kilogram, sesuai amanat Permentan Nomor 03 tahun 2017 tentang Harga Pembelian Gabah oleh Bulog di Luar Kualitas,” kata Ahmad Marzuqi.

Sementara itu, Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki melalui Kepala Staf Kodim Mayor Inf Kadarusman menuturkan, sebagai mitra dalam program penyerapan gabah ini, pihaknya sudah membagi tugas hingga di tingkat koramil.

Untuk Maret ini, tiap koramil harus berhasil menyerap gabah sebanyak 24,2 ton/hari. “Untuk April dan Mei, ditargetkan mampu menyerap 16,8 dan 16,4 ton/hari untuk tiap koramil,” kata Kadarusman.

Editor : Kholistiono