Panen Padi Melimpah, Petani di Mulyoharjo Pati Disarankan Jual ke Bulog

Petani Mulyoharjo tengah memanen padi jenis Inpari 32 yang didampingi babinsa, Rabu (30/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pati berhasil memanen padi dengan hasil yang cukup melimpah. Per hektare, mereka rata-rata bisa menghasilkan lebih dari delapan hingga sebelas ton gabah.

Asri Wibowo, misalnya. Lahan sawah seluas 2 haktare mampu menghasilkan 16 ton. Sementara Hepy dan Mustofa bisa menghasilkan 3,8 ton gabah di lahan seluas sepertiga hektare.

Babinsa Desa Mulyoharjo Serda Herna Bakri yang mendampingi panen raya tersebut menyarankan untuk menjual gabah ke Bulog. Pasalnya, Bulog yang menjadi representasi pemerintah memiliki tugas untuk membeli hasil panen dari petani untuk kembali disalurkan kepada masyarakat.

“Kami sarankan untuk dijual ke Bulog. Dari Bulog, hasil panen petani akan kembali didistribusikan kembali kepada masyarakat. Itu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan,” kata Serda Herna, Rabu (30/8/2017).

Di Mulyoharjo, lahan pertaniannya diakui cukup luas. Aset berupa lahan sawah yang luas dengan ditopang saluran irigasi air yang baik diharapkan bisa meningkatkan produktivitas petani, sehingga bisa menyejahterakan petani itu sendiri.

Ia juga menyarankan agar petani tidak ragu untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), mantri tani, babinsa dan kelompok tani. Sebab, mereka saat ini mendapatkan mandat untuk melakukan pendampingan dalam program Upaya Khusus Swasembada Pangan Nasional.

Adapun jenis padi yang dipanen petani Mulyoharjo sebagian besar Inpari 32. Jenis padi tersebut diakui punya kualitas yang baik untuk stok pangan nasional, karena bisa meningkatkan produksi gabah kering panen (GPK) hingga dua kali lipat.

Editor : Ali Muntoha