Diminta Urus Izin, Pengusaha Air Minum Muria Malah Curhat ke Dewan 

Pengusaha air melakukan audiensi ke DPRD Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pengusaha air minum pegunungan Muria, mendatangi kantor DPRD Kudus, Rabu (30/8/2017). Mereka wadul ke dewan menyusul adanya surat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, terkait pengurusan izin usaha.

Dalam surat itu, BBWS menyampaikan agar pengusaha air Pegunungan Muria mengurus perihal perizinan usaha. Jika akhirnya pengusaha air tidak mengurus izin, maka usahanya akan ditutup. Selama ini, mereka menjalani usaha tanpa mengantongi izin.

Mardiyanto, salah seorang pengusaha air di kantor dewan mengatakan, pihaknya berharap dukungan dari wakil rakyat. Pengusaha air itu meminta waktu guna melakukan pengurusan perizinan.

“Kami di sini sifatnya memohon perlindungan dan memohon bantuan supaya bisa memperjuangkan nasib kami. Jadi supaya tidak ditutup,” kata Mardiyanto saat audiensi di ruang rapat Komisi C DPRD Kudus.

Selama ini, pengusaha menggantungkan perekonomiannya dari usaha air. Di Kudus ini terdapat 202 orang pengusaha air. Di Kajar Colo, terdapat sekitar 20 depo pengisian air. Sementara air itu berasal dari buangan warga setempat. Pengusaha memanfaatkan air buangan warga, untuk dijual ke masyarakat yang membutuhkan.

“Sebenarnya kami tak bisa disebut sebagai pengusaha karena modal yang masih kecil, berbeda dengan pabrik yang besar. Kami di sini juga tak demo, karena jika demo kami bisa datangkan massa banyak sampai ribuan,” ungkap Mardiyanto.

Dia mengklaim masyarakat setempat tak ada yang keberataan dengan usaha tersebut.Selama ini, usaha berjalan tanpa masalah. Jika ada pihak yang merasa keberatan hingga melakukan unjuk rasa, dia mencurigai jika aksi itu dilakukan karena bayaran.

Editor : Akrom Hazami