Ekspresi Lucu Bocah-bocah TK Cahaya Nur Kudus saat Diimunisasi Dokter Cantik

Ekspresi anak didik TK Cahaya Nur Kudus ketika disuntik imunisasi measles rubella. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selalu ada “drama” di tengah-tengah imunisasi yang dilaksanakan di sekolah. Sejak dulu, hingga kini pun imunisasi seolah-olah menjadi momok yang begitu menakutkan.

Beragam cara dilakukan bocah-bocah ini untuk menghindari imunisasi. Mulai dari bersembunyi, pura-pura sakit, bahkan ada yang melawan dan menendang seperti video yang beredar di medsos belakangan terakhir.

Begitu juga dengan anak didik di KB-TK Cahaya Nur Kudus, Selasa (29/8/2017). Lihatlah ekspresi lucu mereka ketika mendapatkan suntikan imunisasi MR (measles rubella). Ada yang biasa saja, ada yang menahan takut, bahkan ada bocah yang sok seolah tegar menahan suntikan, yang membuat orang tuanya terpingkal-pingkal melihatnya.

Untuk membuat anak didiknya mau diimusinasi, sekolah ini memang melakukan langkah edukasi yang cukup panjang.

Apalagi menurut  Sr Anna Damiana PI, Kepala KB TK Cahaya Nur Kudus, tak semua orang tua menerima begitu saja mengenai suntikan imunisasi. Sebagian orang tua justru khawatir jika anaknya harus diimunisasiIMR, terlebih pelaksanaan di sekolah dengan petugas dari Puskesmas.

“Kami pertama memberikan penjelasan lewat surat kepada seluruh orang tua. Jika ada yang mempertanyakan, maka guru akan melaporkan kepada saya untuk saya temui secara langsung yang bersangkutan,” katanya kepada wartawan di sela-sela imunisasi di KB TK Cahaya Nur.

Salah satu anak didik TK Cahaya Nur Kudus menahan sakit sambil mengacungkan jempol saat disuntik imunisasi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Menurut dia, orang tua siswa mempertanyakan apakah ada dokter yang bertugas ataukah tidak. Selain itu, mengenai jarum suntik yang digunakan juga dipertanyakan apakah steril dan sekali pakai ataukah tidak.

Menjawab pertanyaan tersebut, pihak sekolah menjelaskan kalau terdapat dokter yang menangani langsung untuk proses imunisasi. Selain itu, jarum suntik yang digunakan juga sekali pakai, sehingga orang tua tak perlu khawatir.

“Sebenarnya otangtua juga masih ragu dengan petugas dari Puskesmas. Tapi dari kami menejelaskan kalau petugas puskesmas sekarang profesional dan sangat bagus. Apalagi ada dokternya juga,” ujarnya.

Sementara, untuk para siswa yang diimunisasi sejumlah 150 siswa. Untuk memberi pemahaman, selama sepekan penuh materi yang diberikan adalah materi tentang imunisasi dan dampaknya. Bahkan video tentang imunisasi juga diputarkan agar anak memahaminya.

Selain itu, lanjut dia, para pendidik juga memberikan contoh proses imunisasi. Harapnya, para siswa tidak kaget dan siap menjalani proses imunisasi.

“Kami mendukung program pemerintah pusat, makanya kami berusaha agar semua siswa dapat imunisasi,” ungkap dia.

Dalam sekolah tersebut, terdapat beberapa siswa yang tak bisa diimunisasi hari ini. Karena, sebagian sudah diimunisasi dan sebagian lainnya sedang sakit. Untuk itu, sekolah memberi rujukan agar diberikan imunisasi serupa di klinik.

Editor : Ali Muntoha