Sapi Pemakan Sampah Bisa Dikonsumsi, Tapi Penuhi Dulu Syarat Ini

Puluhan ekor sapi sedang makan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Masyarakat diimbau unutk berhati-hati dalam memilih sapi yang akan digunakan untuk hewan kurban. Terutama jika sapi tersebut digembalakan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, seperti di TPA Jatibarang Semarang, ataupun TPA Desa Ngembak, Purwodadi, Grobogan.

Sapi-sapi pemakan sampah itu dianggap membahayakan jika dagingnya dikonsumsi manusia. Ini disebabkan banyaknya kandungan kimia maupun bakteri yang masuk ke dalam daging sapi.

Di dalam tubuh sapi pemakan sampah terdapat unsure bahan kimia seperti timbal. Selain itu juga terdapat bakteri e-coli dan cacing di dalam organ dalam sapi tersebut.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan sudah melarang peternak di TPA Jatibarang menjual sapi-sapinya untuk keperluan kurban.

Kepala UPTD TPA Jati Barang, Kota Semarang, Wahyu Heriawan juga menjamin jika ribuan sapi yang setiap harinya memakan sampah tersebut tidak diperjualbelikan sebagai hewan kurban.  Pihaknya telah melakukan edukasi kepada warga pemilik sapi, dan akan melakukan pengawasan secara ketat.

 “Untuk hewan kurban sapi di TPA Jati Barang tidak keluar untuk kurban.Saya jamin sapi tidak untuk keluar (dijual untuk kurban),” katanya.

Menurut dia, sapi-sapi yang mencari makan di TPA bisa dikonsumsi. Hanya saja diperlukan penanganan yang cukup lama. Di antaranya sapi tersebut harus dikarantina terlebih dulu selama tiga bulan, dengan memberikannya dedaunan dan vitamin.

Karantina dilakukan untuk menetralisir partikel-partikel kimia yang ada di dalam tubuh sapi, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Ia menyatakan, ke depan pemerintah juga menyiapkan langkah supaya sapi-sapi tersebut layak dikonsumsi.

“Ke depan programnya Pak Walikota melalui Dinas Kebersihan Pertamanan, untuk sapi di TPA Jati barang akan diisolasi dan nanti makannya tidak campur. Namun murni sampah dari pasar karena sampah dari pasar banyak sayur dan buah,” tambahnya.

Editor : Ali Muntoha