Sekda Kudus Dukung LPBI NU Deteksi Dini Bencana Banjir

Sekda Kudus Noor Yasin saat memberikan materi tentang deteksi bencana banjir. (LPBI NU Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mengadakan workshop penyusunan sistem peringatan dini bencana banjir di Kabupaten Kudus. 

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa organisasi perangkat daerah. Di antarnya BPBD Kudus, Diskominfo,  Dinas Sosial,  Dinas Kesehatan,  Dinas Kesbagpol, PSDA, PMI, ORARI,  RAPI, pramuka, dan 2 desa yang menjadi pailot projek Desa Sambung dan Desa Karangrowo.

Gufron, Ketua LPBI NU Kudus mengatakan, kegiatan tersebut untuk membangun sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam penyusunan sistem peringatan dini. Dengan begitu, bencana banjir bisa diantisipasi.

”Ini untuk kepentingan Kudus. Karena itu, semuanya harus bersinergi,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kudus memberikan apresiasi kepada LPBI NU yang menginisiasi kegiatan deteksi dini bencana banjir dengan kemasan workshop penyusunan sistem peringatan dini banjir tingkat kabupaten.

Letak Geografis kudus, lanjutnya, yang sering kali terkena bencana banjir saat musim penghujan. Hal itu menjadi perhatian untuk deteksi dini banjir. Apalagi saat ini gencar-gencarnya pembangunan insfrastruktur jalan di berbagai wilayah, menjadikan beberapa titik menjadi banjir seperti kejadian banjir tahun 2014.

”Maka dari itu dengan adanya kegiatan deteksi dini, kita bisa mengurangi resiko bencana banjir,” terangnya. 

Ia mencontohkan, pemerintah sudah melakukan relokasi warga Desa Menawan yang rawan longsor, tepatnya Dukuh Kambangan menuju ke tempat yang aman. Saat ini, prosesnya juga  tinggal menyelesaikan kelengkapan administrasi.

” Berkaca dari itu, kami harap kegiatan deteksi dini bisa membuat masyarakat melek dan menjaga lingkungan agar tidak terkena bencana, baik longsor,  banjir dan kebakaran,” harapnya.

Editor: Supriyadi