Siswa SD Terseret Arus Bengawan Solo di Klaten, Begini Kondisinya ketika Ditemukan

Petugas melakukan pengevakuasian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo di Klaten. (BPBD Klaten)

MuriaNewsCom, Klaten – Reno Fauzi (12), warga Dukuh Kauman RT 02/ RW 09, Desa Bulakan, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, terseret arus sungai Bengawan Solo di Dukuh Kwogo Kulon, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Selasa (22/8/2017). Baru pada hari ini, Rabu (23/8/2017), bocah itu bisa ditemukan. Dengan lokasi penemuannya sekitar 75 meter dari lokasi korban hilang.

Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Arif Fuad Hidayat kepada MuriaNewsCom, mengatakan, korban mulanya bersama delapan temannya pergi dari rumah. Tujuannya, mereka ingin menonton karnaval di Kabupaten Sukoharjo. Belum sampai di lokasi, mereka ingin mencuci kaki di Sungai Bengawan Solo, sekitar pukul 13.15 WIB.

Korban terpeleset dan terjatuh ke tengah sungai. Kemudian korban tenggelam terbawa arus sungai yang cukup deras. Korban saat bermain menggunakan celana pendek merah seragam sekolah.  Warga bersama relawan langsung melakukan pencarian dengan peralatan seadanya.

Mendapati informasi tersebut, polisi beserta Tim SAR Kabupaten Klaten dan SAR Kabupaten Sukoharjo langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pencarian korban yang terseret arus. Tim gabungan melakukan penyelaman dan penyisiran mencari bocah yang menjadi korban hanyut di aliran sungai Bengawan Solo. Pencarian tersebut melibatkan 70 orang relawan.

Penyisiran dilakukan dari titik hanyutnya korban di dekat jembatan Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari. Tim juga melakukan penyelaman. Ada juga tim yang menyisir di permukaan menggunakan pelampung. Tim juga memasang jaring di bawah jembatan Sidoretno dan POndok, Sukoharjo.

Pencarian dilakukan kembali pagi tadi. Korban diketemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak sekira 75 meter dari lokasi. “Korban dalam keadaan MD, selanjutnya dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami