Boyolali Antisipasi Antraks pada Hewan Kurban 

Hewan ternak disiapkan untuk kurban di Hari Raya Idul Adha yang tiba beberapa hari lagi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Boyolali – Mengantisipasi antraks, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali memantau hewan ternak warga di daerah endemis antraks di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego dan Kecamatan Ampel.

Kabid Usaha Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Uspet Kesmavet), Disnakan Boyolali, Widodo mengatakan, pihaknya terus memantau daerah endemis antraks. Setidaknya, pihak dinas melakukannya tiga bulan sekali. 

“Daerah endemis antraks dipantau terus. Setiap tiga bulan sekali petugas selalu datang ke sana dan melakukan vaksin ke hewan ternak milik warga,”ungkapnya dikutip dari detik.com

Pihaknya juga menyiapkan hewan kurban sehat dengan intensif memantau dengan membentuk tim, untuk mengawasi penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha. Pihaknya membentuk tiga tim untuk memantau di 21 lokasi penyembelihan di wilayah Boyolali Kota. Sedangkan untuk wilayah kecamatan lainnya diserahkan ke masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Selain itu, juga akan melangsungkan patroli ke masjid yang jadi lokasi penyembelihan hewan kurban. Tim tersebut juga memeriksa daging usai disembelih. Gunanya memantau kondisi daging, apakah sehat atau sebaliknya. 

Seperti cacing hati, yang biasa ditemukan pada hewan yang sekilas tampak sehat. Hati yang mengandung cacing itu menurut dia, masih bisa dikonsumsi. Asalkan cacingnya sedikit. Namun cacing-cacing itu harus dihilangkan terlebih dulu. Selain itu juga harus dimasak benar-benar matang. 

Sebelum Idul Adha, dinas juga akan melakukan sosialisasi kepada para takmir masjid. Sosialisasi meliputi tanda-tanda hewan sehat, teknik penyembelihan yang benar, teknik merebahkan hewan dan cara penanganan daging.

Editor : Akrom Hazami